All language subtitles for Suki.2023.WEB-DL.Tagalog

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bh Bihari
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified) Download
zh-TW Chinese (Traditional) Download
co Corsican
da Danish
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
fi Finnish
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
ia Interlingua
ga Irish
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
pt-BR Portuguese (Brazil) Download
pt Portuguese (Portugal) Download
pa Punjabi
qu Quechua
rm Romansh
nyn Runyakitara
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
tg Tajik
tt Tatar
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Hadirin sekalian.

Kita sambut ratu malam kita.

Si seksi, dan menggoda.

Eba!

Dia cantik sekali.

Kau seksi sekali!

MENANGKAN HADIAH DAN BONUS MENARIK LAINNYA. DIMANA AJA BISA TARUHAN ONLINE DI LXWHITELABEL.COM

Yang benar saja?

Kenapa kau belum ereksi?

Rahangku mulai terasa sakit.

Isap lebih bagus lagi.

Aku akan membayarmu.

Tambahkan 10ribu jika kau cum.

Uang muka.

Oke.

Eba.

Eba.

Eba!

- Apa-apaan? - Eba!

Namaku Marga!

Bahkan sudah masuk masih sebut namanya!

Sialan.

Tetap disitu!

Aku mau mandi.

Pak Max!

Silakan duduk, Pak.

Silahkan duduk.

Lihatlah Eba.

Dia seksi sekali, kan?

Pak Max. Ada perlu apa?

Setelah dia selesai.

Bawa dia ke Ruang VIP, oke?

Kau kan sudah tahu, Pak Max.

Kau baik sekali.

Setelah Eba selesai.

Bawa dia ke Ruang VIP.

Pak Max?

Dia memang pemberi tips yang dermawan.

- Aku tahu? - Aku mengerti.

Lepaskan!

Lepaskan!

Pak Max, ada ratu baru di kota ini.

Si Eba!

Ayo, Eba!

Permisi, Pak Max.

Aku akan ke ruang ganti...

siapa tahu Eba akan dibawa pelanggan lain.

Banyak yang memesannya.

Oke? Aku pergi dulu.

Daah!

Terima kasih!

Tunggu.

Kau tadi bilang apa?

Permisi!

Apa aku bicara denganmu?

Minggir!

Gadis gila.

Dia mau mencuri tahtamu.

Kita harus menyingkirkannya.

Ayo.

Pilihanmu sudah tepat.

Dia profesional.

Kuat. Dan jago di tempat tidur.

Gila.

Biar aku yang urus.

Tunggulah. Aku akan bicara dengannya.

Sebentar.

Jangan biarkan pelangganmu sendirian.

Mama Chandra. Apa kabar?

Aku tahu yang kau tunggu siapa.

Pelanggan surga-mu...

yang selalu melahap pelir keriputmu.

Eba.

Maksudmu apa?

Pelirku tidak berkerut.

Pembohong.

Namanya buah pelir itu berkerut.

Punyaku beda.

Mulus.

Dan merah muda seperti bayi.

Suka tocino?

Boleh kulihat?

Aku lupa kalau kita tidak kompatibel.

Dan menelannya bulat-bulat.

Kau lupa sesuatu, Ma?

Blowjob.

Masukkan ke pantatmu.

Di sana.

Lihat orang itu?

Orang jelek berkulit putih.

Mereka mau membawamu ke VIP.

- Ayo. - Sempurna!

Aku belum selesaikan pekerjaanku.

Karena, lihat.

Tempat ini penuh dengan orang rendahan malam ini.

Juga.

Pria itu dari Saudi.

Bisa dapat perhiasan mahal.

Ayo.

Bagaimana jika Eba datang?

Kau tahu.

Dia masih pelanggan yang baik.

Sialan, Adan!

Kau jatuh cinta?

Tidak mungkin!

Dengar. Jika aku disuruh memilih...

antara kontol besar dan vagina sempit.

Aku pilih vagina sempit, Ma.

Kalau lubangku?

Kau sering main.

Tapi beneran.

Setuju saja.

Maksimal 2 jam.

Eba tidak akan datang.

Dia gadis pagi, ingat?

Juga.

Dia harus selesaikan shiftnya. Oke?

Ayolah.

Baiklah, baik.

Bagus sekali.

Beneran kau tak mau lubangku?

Pergi.

Nyonya?

- Sudah selesai. - Oh, sempurna!

Hei!

Kalian berdua.

Pergi. Cepat!

Dan contohi Eba, banyak pelanggan VIP yang mau!

Cepat, nona!

Cepat dan hasilkan uang!

- Ya, Bu! - Pergi!

Pergi!

Contohi Eba, oke?

Astaga.

Kenapa sangat bau di sini?

Mungkin karena...

ada yang napasnya bau.

Dia terlalu percaya diri karena dekat dengan bos besar.

Dan inilah bintang tersohor kita!

Ratu kita.

Dambaan para pria.

Eba!

Kau cantik sekali!

Coba tebak?

Ada yang menunggumu di Ruang VIP.

Pelangganmu.

Wangi.

Tampan.

Sangat kaya.

Bertubuh seksi.

Dan vlogger terkenal...

Max!

Jadi, tunggu apa lagi?

Pakai bajunya.

Cepat.

Max lagi menunggumu!

Ratu?

Cuma aku Ratu di sini.

Dan kau?

Kau begitu Pede, Nona.

Dia melawan sekarang, ya?

Kau bukan siapa-siapa.

Cuma kelas dua.

Berusaha keras.

Peniru!

Aku bahkan tak lakukan apapun!

Dan sedang bersandiwara.

Saat ini, kau memeras sandiwara bodoh itu.

Hei! Kalian berdua.

Hentikan omong kosong ini.

Atau mau kuberi tahu bos.

Hentikan!

Terserah.

Jadi namamu Adan.

Alkitabiah banget.

Dan kau?

Siapa namamu?

Aku tidak bisa.

Kami tak mau orang tahu kalau kami kemari.

Makanya kita di sini, kan?

Sudah mengeras.

Jadi?

Kau siap?

Ayo.

Tunggu.

Aku tak mau isap kontol.

Kau bisanya apa?

Tapi...

aku mau di entot.

- Pakailah. - Tunggu.

Tambahkan lagi bayarannya kalau mau yang begini.

Tak masalah. Aku mengerti.

Masukkan.

Cepat.

Cepat.

Lebih kencang.

Kukira kau tidak datang.

Aku tak banyak kegiatan.

Dan sudah kuselesaikan rekaman kontenku.

Dan juga...

aku merindukanmu.

Kau vlogger hebat, tapi tak bisa berbohong.

Kau baru saja di sini semalam, dan...

sudah merindukanku?

Makanya aku bilang.

Ayo kita tinggal bersama.

Mulai lagi.

Tidak semudah itu, Max.

Dunia kita berbeda.

Bagaimana dengan keluargamu?

Atau pengikutmu?

Apa jadinya kalau mereka tahu aku gadis panggilan?

Tak usah pedulikan mereka.

Biarkan saja mereka mau bilang apa.

Kau bodoh?

Itu tidak mungkin.

Pekerjaanmu.

Keberadaan kita akan baik-baik saja.

Ini.

Ini banyak sekali.

Pokoknya jangan mau, ada yang men-VIP-mu, oke?

Kau baik sekali.

Itulah gunanya hubungan kita.

Masih ingat saat Marga masih baru?

Dia seksi sekali saat dilihat.

Tapi sekarang, sudah membosankan.

Karena dia sudah tua.

Kau tahu masalahnya.

Wanitu itu ada kedaluwarsa-nya.

Sudah 4 tahun Marga disini.

Hati-hati, Pak.

Ada perlu apa, Bu?

Aku mau bicara dengan Eba. Dia disini?

Kau tidak diizinkan di sini, Bu.

Siapa bilang aku tak boleh masuk ke sini?

Aku mau ngomong dengan anak-ku.

Kau ada kuota karena anak vlogger itu lagi, kan?

Mungkin memekmu ajaib.

Dia terlalu mengaturmu.

Dia sering datang tiap malam.

Eba?

Kau yang bilang sama idiot ini...

kalau aku tidak boleh masuk ke sini?

Aku sudah menghentikannya tapi dia ngotot.

Apa maksudmu, "hentikan"?

Bu, tolong jangan bikin malu disini,

Bos bisa marah.

Bos siapa?

Kenapa tak kau beri tahu "Bos"-mu urusi dirinya sendiri.

Selama ini...

Dia berlutut, memohon padaku.

Agar dia bisa meniduriku.

Begitukah? Apa dia yang melarangku?

Dia ada disini?

Cuma 10ribu?

Kau bukan cuma pelacur. Tapi idiot juga!

Aku mau apakan ini?

Sekarang beras sangat mahal.

Kakakmu makannya banyak.

Ambil mereka dari tanganku jika kau mau.

Dulu aku pernah memberi Ibu sesuatu.

Apa maksudmu, "memberi"?

Urus urusanmu sendiri!

Seharusnya aku menggugurkanmu dari dulu!

Kau tidak tahu bersyukur!

Lepaskan.

Benarkah?

Ibu makai (narkoba) lagi?

Terus?

Kau mau tambahkan lagi?

Atau kubuat gaduh lebih besar lagi?

Tambahkan saja. Dia tidak akan berhenti.

Ayo, Bu.

Nah!

Tak sulit, kan?

Aku cuma mau sedikit drama.

Dasar menyebalkan.

Jangan nangis. Biarkan saja.

Memang sulit merawat seorang ibu yang kecanduan narkoba.

Itu Adan.

Sangat berbakat, muda, dan segar.

Marga? Tessa?

Kukira kau tidak datang?

Dia...

terjebak dengan D.O.M-nya.

Setelah dia selesai.

Simpan dia untukku, oke?

Tidak mungkin.

Kau terlambat.

Kenapa bisa?

Untuk siapa?

Bukan main.

Dia mengolok-olokmu, kan?

Dia mau meremehkanmu di sini?

Duduklah di sini di tengah.

Jadi bisa melihat pemandangan yang bagus.

Ayo.

Lihat? Pertunjukan hebat Adan.

Kutinggalkan kalian, oke?

Lihatlah pertunjukan Adan-mu

Apa yang kau lakukan?

Membuatmu bahagia.

Kau terlihat stres.

Jangan lakukan itu.

Ambil saja.

Nanti orang mengira aku pelit.

Tunggu aku. Oke?

Jangan membawaku ke VIP.

Sepertinya dia merebutnya darimu lagi.

Kau keliru.

Kenapa?

Kau ada rencana, kan?

Lihat aku.

Dia akan lakukan apa saja...

untuk membuatmu kesal, kan?

Kau lihat jalang ini!

Dia melempariku es!

Brengsek kau!

Kau kenapa?

Kita harus tingkatkan ini.

Kita beri mereka pertunjukan.

Kau hebat sekali!

Adan!

Sialan!

Enak sekali!

Enak sekali.

Kau hebat sekali, Adan.

Sial!

Enak sekali!

Jangan berhenti, aku hampir cum.

Aku mau cum, Adan!

Sialan.

Aku mau cum.

Kenapa kau jadi pendiam?

Gak ngomong sama sekali.

Wajah macam apa itu?

Dia mempengaruhimu lagi.

Sudah kubilangi abaikan Marga.

Kau tahu sifatnya.

Sekarang harimu hancur.

Kau tahu apa yang harus kita lakukan?

Kita kembali ke sana besok.

Dan jangan biarkan Marga mendekati Adan.

Kita tidak akan ke sana.

Persetan malam ini. Ayo tidur.

Tunggu, kenapa?

Ada apa?

Seolah kau ngasih Adan ke Marga.

Jika Marga mau, bajingan itu bisa nikmati memeknya, bodoh amat.

Dimana pikiranmu?

Kenapa kau paksakan?

Tidak apa.

Aku cuma menginginkanmu.

Kau seksi.

Kenapa kau tidak duduk di sebelahku?

Kau kira aku akan duduk di sebelahmu?

Setelah omong kosongmu?

Kau beruntung manajer tidak marah.

Kita hampir mengubah barnya menjadi tempat seks.

Jika dia tidak marah.

Artinya dia menyukainya.

Ditambah.

Aku membayarmu.

Kau terlalu pede, kan?

Di klub.

Orang-orang bayar mau meniduriku.

Tapi di sini?

Akulah yang bayar.

Memang sudah seharusnya.

Kau mau orang handal dan tampan, kan?

Bagaimana jika aku mengantarmu pulang?

Tak mungkin.

Kalau begitu tak usah bayar.

Kau memang idiot.

Kau boleh pergi?

Aku tidak mau.

Sana lakukan threesome.

Kau membosankan.

Sial.

Eba.

Kenapa kau pulang? Kukira kau akan menungguku.

Kau memang playboy!

Idola.

Kau belum mau pergi?

Aku mau selesaikan ini dulu.

Agar bisa tidur lebih nyenyak

Baiklah. Nikmatilah.

Ini, bro.

- Apa itu? - Bagi sama temanmu.

Untuk sarapan.

Terima kasih, idola.

Makanya aku penggemarmu.

Itu tak seberapa.

Ini bisa beli satu buku.

Bagaimana ini?

Aku sudah melewati batas.

Kau beruntung.

Pelangganmu liar.

Dia seperti bintang porno!

Dan kau juga!

Tapi...

Aku rasa gadismu, Eba, cemburu.

Dia keluar.

Kau tahu yang kupikirkan?

Kurasa dia jatuh cinta padamu.

Pastinya!

Kau satu-satunya pria yang dia ajak makan.

Baiklah.

Aku pergi dulu.

Terima kasih sekali lagi.

Jangan di pikirkan.

Terima kasih.

Adan berikan uang untuk sarapan.

Eba!

Apa?

Ini baru jam 1. Kenapa membangunkanku?

Kau kenapa? Bangun!

Adan datang.

Benarkah?

Cepat berpakaian.

Dia tunggu di bawah.

Terus?

Kau ngapain disini?

Kok bisa tahu alamatku?

Kau tidak persilahkan aku duduk?

Tenanglah.

Kumohon, gantian.

Sepertinya tidurmu nyenyak.

Aku tanya Leng alamatmu.

Aku kemari cuma mau...

mengembalikan ini.

Kenapa?

Aku sudah bilang padamu.

Aku tidak butuh itu.

Simpan saja.

Kau anggap aku apa?

Pelit?

Bukan begitu maksudku.

Kita sudah lama saling kenal.

Kau selalu membawaku ke VIP.

Kupikir mungkin...

Tak pantas jika aku menerima uangmu lagi.

Tak apa.

Kau menari di pangkuanku.

Ini bayarannya.

Dan kita berdua tahu....

tidak ada yang gratis dalam profesi kita.

Kenapa kau malah marah padaku?

Aku menyuruhmu menungguku tadi malam.

Malah pergi diam-diam.

Apa kau bodoh?

Kau meniduri Marga di atas panggung...

dan mau aku menunggumu?

Kenapa?

Kau cemburu, kan?

Dalam mimpimu!

Kita semua pelacur!

Kau tahu Marga membenciku...

dan masih ngentod dengannya?

Aku tidak sadar.

Kau memang bodoh.

Pulanglah!

Adan, tunggu!

Minum jus-lah dulu.

Tak usah, terima kasih.

Kau yakin?

Aku duluan.

Kayaknya dia lagi menstruasi.

Goyangkan pinggulmu.

Goyangkan lagi!

Jangan malu!

Kau tak bisa menghasilkan jika menari seperti itu!

Astaga.

Bergairahlah sedikit, Nona.

Kalian kayak pohon bambu menari.

Tuhanku!

Siapa yang mau mentraktirmu dengan itu?

Jangan sampai kau kacaukan pertunjukan itu.

Hei!

Lepaskan itu!

Cepat!

Harusnya berhenti di tengah lagu!

Astaga.

Jangan buat pelanggan menunggumu.

Hei.

Tunggu sebentar.

Pergi dari sini.

Hentikan omong kosong ini.

Mereka tak ada harapan.

Benar. Kami akan berlatih.

Hei!

Permisi?

Kami sudah agendakan di sini hari ini.

Bos tahu itu.

Marga.

Kau tak tahu malu!

Kau kira kau masih ratunya?

Kau selesai!

Ini surga Eba sekarang!

Kau tahu, Marga?

Kau orang yang menyebalkan.

Dan aku tahu.

Tidak ada yang mau sama kau lagi.

Kau cerewet sekali.

Begitukah?

Dasar menyebalkan.

Kau sering menjelekkanku?

Kau selesai!

Begitukah? Ada sesuatu untukmu.

Kamu bukan siapa-siapa lagi!

Minum ini.

Ini. Rasakan.

Nafasmu bau sekali.

Apa?

Akan kuberi tahu Bos!

Silahkan saja!

- Kalau begitu beritahu dia! - Binatang jahanam!

Memekmu tidak ada, jadi Bos tidak akan peduli.

Dasar pengganggu.

Terus?

Kalian bertiga. Keluar!

Tak usah paksakan dirimu.

Cepat!

Kau gila apa?

Kenapa kau usir Adan?

Dia berusaha kemari mengunjungimu.

Aku membencinya.

Beneran.

Kau cemburu, kan?

Maksudku.

Bahkan namamu serasi.

Eba Adan.

Dari Firdaus.

Kau bodoh? Tentu saja tidak.

Kau jatuh cinta sama Adan.

Makanya kau tidak mau bersama ana vlogger itu.

Kau cerewet sekali.

Makanlah terong ini agar kau diam.

Dasar berlagak

Kalian tahu kalau kita memiliki ratu baru?

Eba!

Mainkan Eba!

Kau ingat saat Marga masih baru?

Dia sangat seksi jika dilihat.

Tapi sekarang?

Dia membosankan.

Menurutmu kau masih ratu?

Kau sudah habis!

Ini surga Eba sekarang!

Sialan kau!

Terkutuklah kalian.

Terkutuklah kalian semuanya!

Kalian semua tak berguna!

- Boknoy! - Adan!

Kubawakan makanan dan pakaian.

Gantilah baju karena kau bau sekali!

Saat yang tepat!

Cacing di perutku akhirnya bisa makan!

Tak kebayang hari ini.

Kami juga belum sarapan.

Dan ini sudah siang.

Baiklah. Makanlah.

- Berikan sedikit! - Aku duluan!

Ini milikku!

Hei!

Hei!

Jangan buru-buru.

Perutmu bisa sakit.

Jangan sampai begitu.

Orang-orang pada pelit.

Mungkin aktingmu tak meyakinkan?

Gak kok. Kami sudah berusaha yang terbaik.

Tunjukkan padanya, Boknoy.

Baiklah. Tunjukkan.

Tolong beri kami sesuatu.

Aku dan adikku belum makan berhari-hari.

Ayah kami menderita TBC.

Dia tak bisa bekerja lagi.

Tolong beri kami sesuatu, tolong.

Jadi ternyata itu.

Dengarkan.

Jangan bilang lagi ayahmu menderita TBC.

Karena jika orang tahu...

mereka akan menjauh. Kau tak akan dapatkan apapun.

Benarkan?

Jadi itu salahmu, Boknoy!

Dia benar!

Maafkan aku!

Ambil ini.

Simpanlah.

Jadi kau bisa beli makanan meski langka.

Apa itu sudah cukup?

Terima kasih, Adan.

Bagus.

Lanjutkan makannya.

Ingat ini, kalian bertiga.

Jangan pernah gunakan itu untuk beli rugby atau pelarut.

Jika kalian ketahuan. Percayalah.

Kepalamu akan kubenturkan.

Halo Adan?

Kami pengemis, bukan pecandu narkoba!

Oke?

Baguslah.

Setelah selesai makan, ganti pakaian yang aku bawakan.

Kalian bau.

Pelanggan lamaku seorang Playboy.

Ada apa?

Memek-ku sudah sakit tapi dia tidak mau berhenti.

Brengsek.

Setidaknya memekmu masih digunakan.

Tapi memekku?

Mungkin sudah penuh sarang laba-laba.

Aku bahkan tidak dapat VIP.

Percayalah.

Jika pria itu sangat bau, kau akan paham maksudku.

Hei, Eba! Cepat dan ganti.

Seseorang sudah mem-VIP-mu.

Itu Max.

Eba!

Kau beruntung sekali!

Bisa berikan sedikit?

Kau gila.

Mama Girlie, apa Bos setuju?

Tentu saja setuju. Max orangnya baik.

Pria itu tergila-gila padamu.

Dengarkan omonganku.

Hei, Eba.

Jangan cuma duduk disini.

Karena kau akan sia-siakan uang yang akan aku hasilkan darimu.

Ingat itu. Oke?

Oke?

Percayalah, Mommy Girlie.

Itu tidak akan terjadi lagi.

Aku akan melupakannya.

Kuharap begitu!

Kau tunggu apa lagi?

Berpakaianlah agar kau bisa ke kekasihmu.

Ayo bersiaplah!

Perempuan ini.

Kau sendirian?

Kenapa tak ajak aku?

Aku bisa membawamu ke surga.

Seperti Eba.

Maaf, cuma Eba yang kumau.

Aku lebih baik dari dia.

Permisi?

Permisi, Marga.

Pelangganmu sudah datang.

Di sana. Lihat!

Kau tunggu apa lagi?

Cepat pergi!

Tak kusangka wanita ini.

Dasar pengganggu.

Halo, Bos Max.

Duduklah.

Di sana.

Kutinggal dulu bersama Eba. Oke?

Dia agresif.

Dia hebat.

Lihatlah pria tampan ini.

Kutinggal dulu, oke?

Daah!

MENANGKAN HADIAH DAN BONUS MENARIK LAINNYA. DIMANA AJA BISA TARUHAN ONLINE DI LXWHITELABEL.COM

Kau kira aku tak luluh dengan tatapan seperti itu?

Kau cantik banget.

Bukankah kita akan ke Ruang VIP?

Mommy Girlie bilang aku dipesan malam ini.

Waktu semakin terbuang.

Tak apa-apa. Kita di sini dulu sebentar.

Mau makan?

Aku sudah mesan makanan. Tak lama lagi datang.

Ada masalah?

Kenapa kau tak mau ke Ruang VIP?

Kau kan sudah tahu jika kita masuk ke sana.

Kita cuma berhubungan seks.

Bukannya karena itu kau membokingku?

Dulunya.

Sekarang beda.

Ada apa?

Apa jatuh cinta itu salah?

Apa dilarang?

Makanya.

Kita di sini dulu sebentar.

Aku akan buktikan kalau ini bukan hanya tentang seks.

Senang kau kembali.

Tentu saja.

Jadi?

Malam ini kau mau apa?

Ini karena...

Aku menginginkannya lagi.

Adan.

VIP?

Ya.

Baiklah. Akan kuurus.

Aku akan bicara dengannya.

Hai, Adan.

Pelangganmu dari Saudi mau bertemu di VIP lagi.

Dia disana.

Dia tampak bersemangat.

Mungkin kau melayaninya dengan baik, makanya dia kembali.

Aku tolak saat ini, Mama Chandra.

Ayolah, jangan sia-siakan.

Siapa tahu.

Dia akan berikan perhiasannya. Kau akan kaya!

Aku lagi gak mood.

Kau lagi gak mood? Air manimu sudah habis?

Setelah meniduri seseorang di atas panggung tadi malam?

Ada apa? Kau mau jadi penggoda?

Terserah.

Ini.

Jadi kau masih dapatkan bagianmu.

Orang ini.

Makanya aku berteman denganmu.

Kau memang kesukaanku. Kemarilah.

Jadi aku mau bilang apa padanya?

Katakan saja aku mengidap COVID. Atau kanker.

Bisakah kau hentikan itu?

Nanti jadi kenyataan.

Mulut itu ibarat doa.

Terutama kita, yang menjilat orang sampai bosan.

Baiklah, Ma. Terserah padamu.

Baik.

Daah.

Ibu!

Dia tidak bisa.

Pekerjaanku sangat berbahaya.

Terlalu banyak omong kosong.

Terlalu banyak yang anti.

Seakan mengira mereka menyelamatkan hidupku.

Itu bukan konten mereka tapi mereka masih saja banyak bicara.

Sialan.

Mereka pantas dapatkan "Brengsek".

Tenanglah.

Kalau begitu berhentilah jadi vlogger.

Carilah pekerjaan lain.

Seperti apa?

Seperti...

Pekerjaan kantor jam 8 s/d 5 sore?

Atau call center?

Bagaimana aku bia menemuimu jika bekerja seperti itu?

Aku tak mau.

Aku akan tetap jadi vlogging.

Bayarannya sangat mahal.

Benar sekali.

Berhentilah mengeluh, kalau begitu.

Bagaimana denganmu?

Kapan kau berhenti?

Disini?

Aku mau. Tapi bagaimana caranya?

Siapa juga yang mau jadi pelacur?

Tapi kita sama.

Kita berdua berpenghasilan besar dari pekerjaan kita.

Tapi bagiku,

saudaraku harus kurawat.

Sampai kapan?

Sampai tabunganku cukup.

Aku harus selesaikan kuliah.

Tapi itu masih sangat jauh kedepan.

Batasan waktu kita sangat cepat.

Katanya begitu usiamu sudah lewat 21,

kau sudah terlalu tua.

Seperti Marga.

Kenapa kau tak terima tawaranku saja?

Kita tinggal bersama saja.

Tidak semudah itu, Max.

Ya, aku membiarkanmu meniduriku.

Tapi tidak ada perasaan emosional.

Itu cuma pekerjaan.

Mungkin kita bisa berteman?

Kau mau aku ikut bersamamu...

cuma karena uang?

Begini saja.

Jika masih bernafsu. Bawa aku ke VIP.

Jangan dibikin ribet.

Jadi begitu?

Kalau begitu, aku tunggu saja waktu habismu.

Kayaknya gadismu Eba tidak datang.

Bisakah kau berhenti berpikiran negatif?

Dia akan datang.

Tak bakalan.

Kayaknya, dia marah padamu.

Maksudku, setelah memberikan pertunjukan langsung di depannya?

Siapa yang tidak akan marah?

Sialan.

Dia penari telanjang.

Kau sedikit lamban, kan?

Sekian banyak wanita yang kau selingkuhi,

masih tidak tahu cara berfikir mereka?

Maksudmu apa?

Semua keturunan Eba (Hawa) adalah tipe pencemburu.

Namanya kebetulan Eba.

Jadi!

Kecemburuannya makin menjadi-jadi.

Tetap disitu. Nona pagi sudah datang.

Marga!

Tessa!

Hai, Mama Chandra.

Halo.

Selalu hadir tanpa absen. Kau kesini tiap hari.

Pesankan Adan, oke?

Aku tidak bisa.

Dia lagi kurang sehat.

Aku sama sekali tak percaya.

Dimana dia?

Apa yang kau lakukan?

Galaknya!

Tak usah tunggu Eba.

Dia lagi mabuk-mabukkan bersama pelanggannya.

Dan jika ada minuman,

itu akan mengasyikkan.

Kau tahu bagaimana itu akan berakhir.

Main.

Bercinta.

Aku mau pulang.

Aku tak enak badan.

Kau menciumku.

Jadi kau mungkin mengerti.

Kau mau kemana?

Dia menolak wajah cantikmu?

Ini. Kau punya banyak hari ini.

Kokoy!

Dari mana saja kau?

Aku lapar!

Kenapa kau tidak bantu kami?

Terserah. Ayo makan!

Bagaimana dengan Boknoy?

Dengar.

Biarkan dia.

Dia bisa jaga dirinya sendiri.

Baik.

Ayo makan sebelum basi.

Ayo.

Hei, anak-anak.

Adan!

Buang itu.

Ikut denganku. Aku akan mentraktirmu pares.

Berikan saja uang, Adan.

Ini enak kok.

Pilihanmu.

Maksudku..

Kalian tidak tahu, tapi...

aku juga pernah hidup dengan makanan seperti itu.

Jika spageti.

Buanglah.

Cepat basi. Kau bisa sakit.

Adan.

Kurasa kau kabur dari Boys Town?

Di mana ibu dan ayahmu?

Aku tidak tahu.

Orang-orang bilang...

Aku ditinggalkan di panti asuhan.

Kau luar biasa.

Kau sama seperti kami sebelumnya.

Sekarang, pekerjaanmu bagus.

Aku mau jadi sepertimu ketika aku besar nanti.

Pekerjaanku tidak mudah!

Nyalimu harus kuat.

Dan kalian masih muda.

Kelak sudah dewasa...

Carilah pekerjaan yang kau sukai.

Tidak ada salahnya bermimpi, kan?

Oh iya...

Besok ada kerjaan buat kalian.

Kepalaku terasa begitu berat.

Tentu saja. Kau pusing.

Kenapa kau tidak minum itu?

Nanti juga kau akan merasa baikan.

Persetan dengan minumannya.

Temui, Leng.

Semoga bukan pegawai PLN.

Katakan kita sudah bayar.

Baiklah.

Sebentar!

Eba, kemarilah!

Ada surprise untukmu!

Jangan bilang itu Adan lagi.

Jika betul, katakan padanya untuk bercinta sendiri!

Diam dan kemarilah!

Jangan keras kepala.

Siapa anak-anak ini?

Siapa kalian?

Kami teman Adan.

Kau Eba?

Ya. Emang kenapa?

- Karena kau cantik sekali. - Ya!

Aku paham kenapa Adan menyukaimu.

Benar sekali!

Jadi, itu sebabnya.

Ini. Bunga buatmu.

Dan cokelat.

Ternyata Adan bisa begitu romantis?

Berikan sedikit.

Jangan sentuh!

Jadi gemuk itu susah?

Kau mau gemuk?

Berikan aku sedikit.

Bentar!

Kau egois.

- Kemana saja kalian? - Adan!

Kenapa kau lama sekali?

Kami lagi nyari makan.

Jadi? Bagaimana pekerjaannya?

Berjalan lancar, Adan.

Misi selesai!

Itu yang kumaksud.

Kalian bisa diandalkan.

Dia bilang apa? Dia emosi?

Sama sekali tidak.

Dia tersenyum lebar.

Perlihatkan padanya.

Seperti ini, Adan.

Hebat!

Lalu dia bilang "Terima kasih".

Karena itu, kalian dapat bonus.

Ini.

Bagi.

Adan?

Cuma 400?

Aku tahu.

Kapan-kapan aku bayar.

Aku lagi bokek.

Kau pemalas, Adan.

Anak gila.

Apa aku terlihat malas?

Aku cuma mau mengunjungi seseorang.

Kami tahu siapa yang mau kau kunjungi.

Eba. Benarkan?

Ikutkan kami!

Anak-anak tidak diperbolehkan.

Ayolah.

Kalau begitu.

Aku pergi dulu.

Hati-hati, kalian berdua.

Adan!

Semoga berhasil!

Sayangku!

Aku mencintaimu, Eba!

Aku akan membawamu pulang!

Terkadang...

Ada pria bodoh. Bernarkan?

Lihatlah orang bodoh ini.

- Dia buang-buang uangnya. - Sayangku! Aku mencintaimu, Eba!

- Apa maksudmu.... - Aku akan membawamu pulang!

Aku juga sudah habiskan uangku demi kau?

Jika kau anggap kau habiskan uang demi Marga.

Tidak denganku.

Kau mau cari sensasi, Tessa?

Aku bisa buat penisnya keras seperti batu.

Cuma akulah yang bisa buat penisnya keras.

Entah kenapa dia begitu pemalu.

Baiklah. Buat anuku mengeras.

Kita lakukan di Ruang VIP.

Permisi, nona-nona? Pak?

Ruang VIP-mu sudah siap.

Terima kasih.

Ya Tuhan, aku mencintaimu!

Jaga dia.

Pastikan barang-barangnya tidak ada yang hilang.

Dia mungkin mengeluh di vlognya jika ada yang hilang.

- Iya Bos. - Dan ingatlah...

Dia VIP super di klub ini.

Baiklah, Pak.

Biar aku yang tangani, Eba. Tidak apa.

Jangan khawatir.

Dia aman.

Kau baik-baik saja, Max?

Tenang saja, Eba.

Eba!

Apa yang terjadi? Kenapa dia mabuk?

Kau menolaknya?

Mana aku tahu.

Mungkin dia ada banyak masalah.

Astaga, Eba.

Kau buang-buang uang.

Eba?

Sepertinya kau tak sibuk.

Boleh kubawa kau ke Ruang VIP?

Kapan kau datang?

Ya.

Kau sedang menari saat aku tiba.

Ternyata kau sehebat itu.

Kenapa kau tidak memesan Marga saja?

Aku kemari bukan untuknya.

Tapi kau.

Kau bahkan bayar.

Kau gila.

Kau pernah membayarku, kan?

Sekarang impas.

Benarkan?

Apa yang kau pikirkan?

Ini bukan hari liburmu.

Kukira kau tak mau lagi mengunjungiku di bar gay.

Aku tak mau kehilangan pelanggan cantik.

Seperti dirimu.

Itu saja?

Haruskah ada alasan lain?

Aku tidak tahu.

Itu hakmu kemari.

Tapi, kau benar.

Ada alasan lain.

Kau.

Terus?

Kau yakin mau melakukan ini?

Tentu saja.

Jangan khawatir.

Aku sudah bayar setengah.

Setidaknya sampai kau temukan teman serumah baru.

Bukan itu maksudku.

Aku akan terus terang. Oke?

Kau tak mau tinggal bersama anak vlogger itu,

malah mau tinggal bersama pria panggilan itu.

Aku tidak tahu apa keputusanmu tepat.

Kau tahu apa profesi kita.

Pelacur.

Yang cuma bisa memahami kita adalah pelacur juga.

Jadi, jika aku harus memilih Max,

dia akan selalu cemburu.

Kurasa kami tak cocok bersama.

Aku tahu.

Kau mencintai Adan.

Apa kalian sudah bilang "Aku mencintaimu"?

Belum.

Apa kau harus ungkapkan?

Kurasa begitu.

Aku tidak tahu.

Ayo.

Masuklah.

Menurutmu?

Surga Adan dan Eba.

Surga.

Aku tak masalah kemanapun.

Selama kita tidak bertengkar.

Ingat saja perjanjian kita, oke?

Jangan ada yang cemburu.

Jadi tidak ada yang harus diperdebatkan.

Tak masalah?

Tentu saja.

Kenapa bersedih?

Ini salahmu.

Kau menemukan seseorang yang seksi.

Kau kepedean sekali.

Ada apa?

Apa aku kurang seksi?

Apa aku mau bersamamu jika kau tidak seksi?

Begini saja.

Tapi seriuslah.

Kesepakatan kita.

Kita jangan cemburu.

Kita tahu apa profesi kita.

Ayo.

Kita lihat kamar atas.

Ayo.

Apaan ini?

Apa ini hari ulang tahunmu?

Maksudmu apa?

Tak mau dirayakan.

Kau mau kemana?

Bekerja.

Kulakukan ini untuk merayakannya, dan kau pergi?

Aku juga akan pergi.

Berhentilah begitu sensitif.

Aku harus bagaimana? Berbahagia?

Kau bahkan tidak buat rencana untuk kita.

Maafkan aku, oke?

Aku masih pemula.

Kau hubungan serius pertamaku.

Baiklah.

Aku tidak jadi pergi.

Aku tahu.

Persetan dengan pekerjaan ini.

Bulan madu kita bisa hancur.

Tak masalah bagiku, oke?

Buat...

ini bulan madu bergelora.

Janji.

Akan kubuat matamu berputar.

Dan membuatmu mendesah keenakan.

Nanti kita lanjutkan lagi.

Aku mau masak dulu makan malam kita.

Ayolah.

Kau baru saja membuat si Jony marah.

Si Jony (Kontol), jaga sikapmu.

Baik.

Aku akan membantumu memasak.

Apa yang bakal terjadi?

Eba keluar dari klub?

Tidak, dia masih masuk.

Untung pacarnya ganteng.

Tentu saja. Orang butuh makan.

Dan...

Bagaimana dengan saudara-saudaranya?

Mereka sudah membicarakannya.

Tidak ada yang cemburu.

Itu tidak akan bertahan lama.

Adan akan cemburu jika Max mengentod Eba.

Dan...

Pria menginginkan pacarnya hanyalah semata.

Meski pacarnya seorang pelacur.

Ingatlah.

Cinta sejati itu tidak ada.

Kenapa kau begitu pesimis?

Lucunya.

Orang-orang itu memukulimu di Luneta.

Karena kau tidak mau penismu diisap.

Tapi tetap saja...

kau berakhir di bar gay.

Begitulah kenyataannya.

Ini lebih baik daripada menjadi penjahat.

Benar.

Aku tanya.

Tapi jangan tersinggung.

Janji?

Janji.

Jika pelanggan meminta blowjob,

- kau mau? - Pertanyaan macam apa itu, sayang?

Oh iya, makanannya enak.

Ayo.

Aku takkan salahkan.

Cuma saja, jangan lakukan itu lagi.

Dengar?

Kau kira aku mau isap kontol.

Baru kali inilah kita mencoba saling mengenal.

Dan bersikap pemalu.

Dengar.

Sumpah demi mati.

Aku memang ngeseks,

tapi aku tidak isap kontol.

Karena jika aku pernah isap,

sama halnya aku salah satu dari mereka.

Serius?

Benar.

Susahnya jadi pelacur.

Kau salah satunya karena ibu mantan pelacur pecandu narkobamu.

Aku salah satunya karena...

orang tuaku meninggalkanku.

Aku mau menamatkan sekolah.

Kau?

Aku?

Aku belum pikirkan hal itu.

Aku cuma sekolah sampai kelas 6.

Mungkin aku harus menghasilkan banyak uang.

Bagaimana jika kau habiskan semuanya?

Itu bisa masalah untuk suatu hari nanti.

Oke?

Adnan, kau memang hebat!

Adan!

Aku mencintaimu.

Kurasa "Aku mencintaimu" tidak perlu?

Kenapa kau begitu tergugah padahal dia tidak membalasnya?

Ayolah, seakan kau tidak mengenalku.

Tentu saja aku mau sekali mendengar Adan mengatakannya.

Dengar ya.

Jika aku jadi kau...

Jangan terlalu memusingkannya.

Adan tidak akan tinggal bersamamu jika dia tidak mencintaimu.

Lagi pula, dulu kau membayarnya untuk berhubungan seks denganmu.

Dan....

Mungkin dia tak terbiasa bilang "Aku mencintaimu".

Terutama karena profesi kita.

Atau mungkin dia menganggapnya terlalu murahan.

Kau benar.

Mungkin itu cuma aku.

Mungkin saja.

Penjambret!

Dia penjambret! Tangkap dia!

Tangkap dia!

Ayo bantu Boknoy!

Sini berikan!

Mau jadi sok pahlawan, ya?

Boknoy!

Boknoy, kau baik-baik saja?

Boknoy!

Tolong!

Tolong!

Hentikan mobilnya! Tolong!

Bangun, Boknoy!

Jangan pergi, Boknoy!

Boknoy!

Tuhan, tolong!

Ya Tuhan, apa yang terjadi padamu?

Ini bukan darahku.

Darah Boknoy.

Boknoy?

Seorang anak yang aku rawat.

Penjambret menikamnya.

Aku baru saja membawanya ke rumah sakit.

Kau hampir membuatku terkena serangan jantung!

Kenapa kau tidak sms?

Aku tak sempat.

Dia 50/50.

Dia cuma anak kecil!

Bajingan itu!

Tenanglah.

Aku harus bekerja.

Tidurlah dulu.

Eba, aku tidak bisa!

Aku harus cari uang untuk biaya rumah sakit Boknoy!

Cuma aku yang dia andalkan!

Dia tidak punya keluarga!

- Kau bawa dia ke rumah sakit swasta? - Ya.

Dia bisa mati di tempat umum.

Akan kubantu.

- Aku ada sedikit tabungan. - Jangan!

Aku mengerti.

Aku bisa cari sendiri.

Oke?

Marco.

Jangan kurang ajar.

Pelangganmu tadi malam mengeluh.

Pelangganmu? Wanita tua?

Dia bilang kau mau menipu dia.

Sialan.

Kenapa bisa?

Aku membuatnya cum berkali-kali.

- Kau buat cum wanita berusia 72 tahun? - Tentu!

Itulah maksudku!

Sebenarnya, kau benar.

Menipu dia tapi jangan membuatnya terlalu kentara.

Jangan gigit melebihi dari yang bisa kau kunyah.

Lain kali jangan serakah.

- Oke. - Mama Chandra!

Apa?

Kau tepat waktu. Senang kau kembali.

Pelangganmu dari Saudi baru saja sms.

Dia mau bersamamu di VIP lagi.

Kayaknya dia kecanduan dirimu.

Aku tak peduli seberapa banyak.

Beri aku semua VIP yang bisa kau dapatkan.

Aku sangat butuh uang.

Aku ada masalah darurat.

Apa?

Kau yakin penismu mampu?

Berikan tip besar. Oke?

Tentu.

Buatlah enak.

Itu. Kasih kencang!

Kasih kencang!

Sakit.

Sakit!

Sakit!

Tunggu!

Oleskan di kontolmu.

Memek-ku kering.

Ada apa?

Itu tak baik?

Aku sudah menopause, jadi memekku kering.

Jangan berhenti.

Jangan berhenti.

Enak sekali.

Sial!

Entodmu enak sekali.

Sialan kau.

Enak sekali.

Jangan berhenti!

Sial!

Sial!

Sialan.

DITERJEMAHKAN | YOYONG MASAMBA

Apa-apaan, Eba?

Kau kenapa?

Kau tahu pelanggan selalu benar!

Max mau di VIP bersamamu.

Kenapa kau tolak?

Kau sudah tahu dia salah satu pelanggan kita yang berharga.

Dia VIP super!

Uangnya sudah banyak habis di klub ini!

Apa yang kau harapkan, Eba?

Kau mau dia ke klub lain?

Aku tak masalah jika cuma di meja, Bos.

Itulah masalahnya!

Dia pergi karena kau cuma mau di meja!

Sejak kapan kau jadi begitu bodoh, Eba?

Sejak kau tinggal bersama pria panggilan itu.

Tahu?

Kau kira dia tidak meniduri orang lain?

Bos.

Bos, jantungmu.

Jaga tekanan darahmu, Bos.

Kau bisa terkena serangan jantung.

Tenanglah!

Eba.

Tolong pakai otakmu lain kali.

Ingat ini.

Kau tidak akan selalu diminati.

Lihat saja Marga!

Tidak ada yang menginginkannya lagi!

Eba.

Cuma memekmu orang-orang pada kemari.

Jadi manfaatkan sebaik-baiknya sebelum modar!

Bagaimana dengan saudaramu jika kau tidak berpenghasilan?

Tak bisa makan!

Kau jahat, Bos. Jangan libatkan mereka.

"Jangan libatkan mereka"?

Kenapa?

Kenapa kau disini?

Jangan seperti ibumu.

Dia penari bintang sebelumnya.

Dia diambil oleh ayahmu.

Meninggalkan dia.

Sekarang, dia pecandu narkoba!

Aku mau pulang.

Ngantuk.

Bagaimana keadaan Boknoy?

Kondisinya sudah stabil.

Tapi dia masih di ICU.

Maaf, aku makan duluan.

Kukira kau datang terlambat.

Tak apa.

Kau sudah bayar semua tagihan rumah sakitnya?

Uangnya sudah ada.

Ada yang harus kuberitahukan.

Aku keluar dari klub.

Kenapa?

Apa terjadi sesuatu?

Bos marah padaku.

Aku tak mau menerima VIP lagi.

Dia marah karena itu Max.

Vlogger itu?

Ya.

Aku kenal dia.

Isikan air?

Terima kasih.

Kalian bersenang-senang?

Dua bajingan profesional.

Kenapa kau tidak jual di situs porno...

agar kau bisa peroleh penghasilan?

Memek-ku mulai becek. Besar sekali!

Aku paham kenapa Eba tinggal bersama pria ini.

Dia sang juara dalam seks.

Dia jago.

Itu!

Eba!

Lihatlah dulu?

Ini yang tadi malam.

Mungkin aku orgasme enam kali.

Enak sekali.

Mati saja, kau jalang!

Menyenangkan, kan?

Kau gila!

Kau sudah datang.

Aku mau bicara.

Aku melihatmu dan Marga.

Apa salah-nya?

Itu pekerjaan.

Pekerjaan macam apa itu?

Menjijikkan!

Selalu seperti ini.

Kau bilang itu pekerjaan?

Bagaimana denganku?

Bagaimana dengan perasaanku?

Persetan semuanya.

Serius mau ributkan soal ini?

Ya, aku meniduri Marga dan orang lain.

Karena aku butuh uang banyak!

Untuk Boknoy!

Jika memang begitu,

terus kenapa kau tak terima tawaranku?

Aku bisa bantu.

Kenapa?

Dari mana uangmu?

Hasil ngentod dengan orang lain juga, kan?

Sialan.

Bisa kau berhenti?

Hentikan!

Bukannya kita sudah sepakat kita tidak akan cemburu,

karena kita tak mau bertengkar?

Kau bodoh?

Bukankah sudah jelas aku tidak setuju?

Ayolah!

Berhentilah jadi pelacur.

Bagaimana selanjutnya jika kita berhenti?

Apa yang akan kita lakukan?

Realistislah. Tolong.

Aku tak tahu bagaimana menemukan pekerjaan lain.

Bahkan pekerjaan paling mudah pun mungkin tidak menerimaku.

Karena aku tidak lulus SD, Eba.

Persetan denganmu. Tidurlah disitu.

Jangan tidur di lantai atas.

Eba.

Terus?

Kenapa kau meneleponku?

Bukan apa-apa.

Aku cuma mau kau mengentodku.

Berhenti di sini dulu.

Apa ada masalah?

Kau tidak mau?

Kalau begitu aku akan cari orang lain.

Tidak! Ayo. Masuklah ke mobil.

Tak kusangka ini.

Jalan.

Ikuti mobil itu.

Sungguh? Motel?

Sialan.

Apa yang penting tentang Eba?

Aku yakin kau mau mengacaukannya?

Karena kau cuma buang-buang waktu.

Kau benar.

Aku membencinya.

Tapi aku tidak buang-buang waktu di sini.

Kau tahu, Eba itu.

Dia palsu.

Makanya dia tampak tak bersalah.

Setia.

Tidak mau dapat edisi VIP,

atau membiarkan pria lain menidurinya.

Tapi inilah kebenarannya.

Menurutmu mereka lagi apa di motel?

Batu, gunting, kertas?

Kau percaya padaku sekarang?

Sialan.

Dasar jalang.

Dasar jalang!

Kemana saja kau?

Dasar pelacur!

Kemana saja kau?

Kau bersama siapa?

Kemarilah.

Jalang sialan.

Hentikan! Sakit!

Kemana saja kau?

Apa masalahmu? Kau ini ada masalah apa?

Kau bersama siapa?

Kemarilah.

Dasar pelacur!

Apa masalahmu?

Kau selingkuh!

Max mengentodmu kan?

- Aku tak mau bicara denganmu. - Jangan pergi!

Brengsek!

Aku tidak mau bersamamu jika kau menyakitiku!

Diam, jalang!

Bukan kau yang memberiku makan!

Dasar binatang jahannam!

Kenapa kau selingkuh?

Apa yang dia miliki yang tidak kumiliki?

Kau memilih pria itu daripada aku?

Kau bicara ngawur.

"Tidak tahu"?

Aku melihatmu ke sebuah motel!

Dasar munafik!

Cuma kau yang bisa meniduri orang lain?

Aku tidak bisa?

Jadi itu sebabnya kau bersamanya?

Karena kau tidak peka!

Sudah kubilangi berkali-kali...

aku tak bisa tidak cemburu.

Apa kau pernah dengarkan?

Kau benar. Aku bersamanya.

Tapi itu cuma karena aku mau membalasmu.

Aku tak tahan ngentod dengan orang lain lagi!

Tahu kenapa?

Karena aku mencintaimu.

Dasar bajingan.

Apa arti diriku bagimu?

Cuma mainan?

Budak?

Kau bahkan belum bilang "Aku mencintaimu" padaku!

Sudah cukup.

Maafkan aku.

Kau menyakiti-ku.

Kau menyakitiku!

Sudah cukup.

Maafkan aku, oke?

Lepaskan!

Menjauh dariku!

Persetan denganmu.

Berhenti sebentar, Pak.

Mama!

Pantas saja aku tak dapat apa-apa. Kau sedang apa di sini?

Kenapa kau masih di sini?

Masa jayamu sudah lewat!

Selain itu, aku memberimu uang.

Uang apanya?

Itu belum cukup.

Bagaimana dengan kebiasaanku?

Bodoh.

Dan pria akan mencari wanita mana pun bila ada.

Jangan sombong!

Kau memang masih muda, untuk saat ini.

Tapi kau akan jadi tua dalam pekerjaan ini, seperti diriku.

Tidak ada yang bisa keluar jadi pelacur.

Ingat itu.

Aku pergi.

Hentikan!

Tinggalkan aku sendiri!

Hei, dia milikku!

Sial, menjengkelkan sekali dia!

MENANGKAN HADIAH DAN BONUS MENARIK LAINNYA. DIMANA AJA BISA TARUHAN ONLINE DI LXWHITELABEL.COM

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.