Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia]
[Mr. BAD]
[Episode 24]
[Akta Nikah]
Sungguh bagus.
Sudah cukup, Ibu.
Kamu sudah melihatnya berkali-kali.
Apakah keduanya berbeda?
Belum puas melihatnya.
Oh iya.
Ini untuk kalian.
Ini adalah
perlengkapan tempat tidur.
Untuk menata tempat tidur kalian.
Yang terpenting.
Jujube. [Cepat]
Kacang. [Mendapatkan]
Longan. [Buah]
Biji teratai. [Hati]
Taburkan ini
saat kalian menata tempat tidur.
Ini juga untuk kalian.
Selalu manis
dan bahagia selamanya.
Terima kasih, Ibu.
Terima kasih, Bibi.
Mengapa masih panggil 'Bibi'?
Tidak ingin hadiah pernikahan lagi?
Terima kasih, Ibu.
Meski ini adalah untukmu,
tapi uang keluarga ini
harus diurus Nan Xing.
Tidak masalah.
Kalian berniat menabur ini
di mana?
Di sini, atau...
Kami berdua
tidak berencana membeli rumah lagi?
Ingin menjadikan ini sebagai rumah pernikahan.
Hari Jumat,
setelah upacara pernikahan selesai,
dia akan langsung
membawaku tinggal di sini.
Selamat.
Hanya ucapan selamat?
Angpao?
Aku akan memberikannya nanti.
Ekonomiku sudah membaik sekarang.
Sudah selesai bicara?
Aku pergi dulu.
Bahasa Mandarinnya buruk sekali.
Bagaimana bisa menjadi penulis?
Dia tidak tahu maksudnya
rumah pernikahan?
Kelihatannya aku harus menelepon
untuk meminta bantuan.
Maaf.
Dia kurang peka
dalam hal ini.
Seharusnya aku menjemputnya lebih awal.
Kami yang terlalu mendadak.
Kamu berencana membawanya ke mana?
Ke rumahku.
Baik, kami pergi dulu.
Sampai jumpa saat pesta pernikahan.
Baik.
Nikmati waktu berduaan dengan baik.
Kamu juga.
Sampai jumpa.
Sampai jumpa.
Nikmati waktu berduaan.
Kamu juga.
Apakah kamu salah tempat?
Tidak.
Aku sudah menjual rumah ini.
Meski sedikit kesulitan,
tapi akhirnya
aku membelinya kembali.
Kamu sangat menghargai rumah ini,
bagaimana boleh dijual begitu saja?
Untuk apa ini?
Jika
ada sebuah pekerjaan
tanpa upah tapi sangat menantang,
apa kamu bersedia menerimanya?
Pekerjaan apa?
Sangat tidak menarik.
Maukah bertaruh denganku?
Jika aku bisa mencapitnya
dalam tiga kali percobaan,
kamu harus menyetujuiku, bagaimana?
Baik.
Ke depan sedikit.
Ke sini sedikit.
Harus bisa menerima kekalahan, ayo.
Aku ingin mendirikan perusahaan.
Membuat platform membaca kita sendiri.
Menerbitkan buku para penulis
yang tidak terkenal sepertiku.
Jika perusahaannya didirikan,
siapa yang mengurusnya?
Aku yang mengurus.
Apakah aku
tidak punya kesempatan untuk menyetujuimu?
Kamu sudah terlalu banyak berkorban untukku.
Sudah saatnya istirahat.
Aku menyukaimu.
Tapi, aku ingin memberimu kebebasan yang sesungguhnya.
Sekarang, giliranku membawamu
untuk melakukan hal yang kita sukai.
Aku memilih
model yang aku suka.
Kamu tidak keberatan, 'kan?
Ye Qing.
Terima kasih
sudah hadir di masa remajaku
dan terus menemaniku
tanpa menyerah.
Terima kasih sudah mewujudkan
impian bersamaku.
Menemaniku tumbuh menjadi dewasa.
Kamu memilihku dengan yakin.
Ini hal paling bahagia
selama hidupku.
Jadi, bolehkah kamu
memilihku sekali lagi?
Menikahlah denganku, oke?
Aku bersedia.
Ini ketika mereka lulus, bukan?
Mereka bahagia sekali.
Kalian bisa mengendalikan
tatapan iri kalian tidak?
Kami ini turut senang
untuk Nan Xing.
Benar.
Lagi pula,
kami
tidak boleh mengagumi cinta?
Boleh.
Kita bertiga
sudah lama melajang.
Aku dan kalian
berbeda jauh.
Aku orang yang mungkin akan
melakukan pernikahan mendadak.
Siapa yang percaya?
Sedang membicarakan apa? Ramai sekali.
- Bos. - CEO Ye.
Bos.
Kami sedang membahas
siapa orang di perusahaan
yang akan menikah selanjutnya.
Itu tergantung pada siapa
yang bisa
mendapat buket bunga nanti, benar?
Aku pasti akan merebutnya.
Jangan berebut denganku.
Jangan berebut denganku.
Sudah, aku menemui Nan Xing dulu.
Baik.
Untuk apa kamu ikut denganku?
Aku ikut denganmu untuk melihatnya.
Pria tidak boleh
masuk ke kamar pengantin.
Mempelai pria saja tidak boleh masuk.
Tunggu di luar saja.
Aku harus menunggumu di mana?
Maksudku adalah
kamu leluasa saja.
Berfoto dan mengobrol
dengan semuanya.
Bos, ayo berfoto.
Mari.
Baik.
Ayo, kemari.
Kemari.
Kemari.
- Jangn pergi. - Baik, kenapa masih pergi?
Kalian sudah bisa melihat, 'kan?
Siapa pasangan
yang akan menikah selanjutnya,
sudah jelas terlihat.
[Selamat datang di acara pernikahan kami]
Hari ini,
aku dan Xiao Wudi
akan mengenang tentang kita
yang dimulai dari hari ini.
Xiao Wudi.
Terima kasih.
Membuatku menemukan
cinta yang tak terlupakan.
Nan Xing.
Terima kasih,
menjadikanku
sebagai cintamu yang tak terlupakan.
[Xiao Wudi, Nan Xing]
Xiao Wudi.
Aku beri tahu padamu.
Aku sungguh bahagia.
Nan Xing.
Aku beri tahu padamu.
Aku sungguh beruntung.
Gadis ini
sedikit ceroboh,
sedikit bodoh,
sedikit menggemaskan.
Tetapi,
dia paling sederhana
dan paling polos.
Meski aku bukan Ibu kandungnya.
Ibu.
Tetapi,
keberadaannya paling istimewa
di dalam hidupku.
Sekarang,
aku akan menyerahkannya padamu.
Cintai dia dengan baik
seumur hidupmu.
Lindungi dia dengan baik.
Tenang saja, Ibu.
Aku akan melakukannya.
Baik, kedua pengantin dipersilakan
untuk mengucapkan janji pernikahan kalian.
Xiao Wudi.
Aku merasa
seperti sedang bermimpi sekarang.
Saat...
Saat aku bertemu denganmu
untuk pertama kalinya,
aku juga mengira aku sedang bermimpi.
Kamu sungguh mengesalkan.
Kamu masuk ke duniaku
secara mendadak.
Mengacaukan hidupku.
Bukan berantakan juga.
Hanya...
Hanya saja
entah sejak kapan,
aku menjadi sangat peduli tentang perasaanmu.
Selalu berpikir,
apa yang sedang dilakukan
Xiao Wudi saat ini?
Selalu ingin berada di sisimu
dan menemanimu.
Ingin selalu bersamamu.
Ini salahmu.
Kamu yang membuatku menjadi seperti ini.
Kamu harus bertanggung jawab padaku.
Bodoh.
Akan menjadi jelek jika menangis.
Sudah selesai bicara?
Sudah.
Nan Xing.
Mulai hari ini,
aku adalah suamimu.
Mohon izinkan aku
memanggilmu 'istriku'
saat ini.
Ini pertama kalinya aku memanggilmu
seperti ini.
Mulai hari ini,
aku akan memanggilmu setiap hari.
Terima kasih, Istriku.
Aku mau berterima kasih padamu.
Kamu
yang membawaku merasakan banyak
pengalaman pertama dalam hidup.
Kita menonton film untuk pertama kali.
Bermain trampolin untuk pertama kali.
Makan es krim untuk pertama kali.
Dan masih banyak lagi.
Pengalaman pertama yang tidak bisa disebut di sini.
Nan Xing.
Kamu juga tahu,
sebenarnya
aku bukan seseorang
yang sangat baik.
Aku adalah
orang yang sangat egois.
Merasa paling hebat.
Sering kali,
aku sangat kekanak-kanakan.
Aku...
Aku tahu, jika bukan karena kamu...
Aku lupa naskahnya.
Jika,
bukan karena kebaikan dan kesabaranmu,
aku tidak akan menjadi orang yang lebih baik
seperti sekarang.
Nan Xing.
Baik di masa depan
atau untuk selamanya,
tidak peduli masa depan akan lancar
atau penuh rintangan,
aku akan mencintaimu sepenuhnya.
Menemanimu
menjalani setiap tahap dalam hidup.
Istriku,
aku mencintaimu.
Kedua mempelai dipersilakan
saling menukar
cincin pernikahan.
♫ Memutar beberapa belokan ♫
♫ Sinar mentari mendatangkan hari yang baru ♫
♫ Berlari bersamamu ♫
♫ Kamu adalah hadiah dari Tuhan ♫
♫ Melewati jembatan yang aku lewati sendiri ♫
♫ Menemaniku bercanda ♫
♫ Sesekali kehilangan akal ♫
♫ Dalam senyumanmu yang indah ♫
♫ Mungkin saja suasana yang tepat ♫
♫ Pahlawanku ♫
♫ Selalu saja datang tepat waktu mengusirku ♫
Mempelai pria dipersilakan mencium mempelai wanita.
♫ Segala kerisauanku ♫
Cium.
Cium.
♫ Setiap sudut ♫
♫ Berubah menjadi tanah cinta ♫
♫ Sangat peduli, sedikit trik ♫
♫ Mungkin saja mewakili isi hatiku ♫
♫ Setiap terbenamnya matahari ♫
♫ Pernah berjanji akan terbit lagi esok ♫
♫ Tidak mudah didekati, foto bersama yang kompak ♫
Sesi paling penting
♫ Suka, sehingga menjadi pahlawanmu/pahlawanku ♫
dalam acara pernikahan ini,
sesi pelemparan bunga akan dimulai.
♫ Sekarang berangkat ♫
Kebahagiaan hadirin wanita
yang belum menikah,
berada di tangan kalian sekarang.
Baiklah.
Jiaojiao, cepat.
Yu Fan.
Yu Fan, cepat.
Ayo, Xinyue.
Benar tidak, Luo?
Zhang dan Huang juga.
Cepat kalian naik.
Benar, tidak?
Sisi, kamu sedang apa?
Cepat naik.
Nan Xing bilang yang mendapatkan bunga,
pasti akan bahagia
selamanya.
Aku.
Akan kulempar.
Tiga...
Dua...
Satu.
Xiao Hao, kamu sedang apa?
Senior.
Aku menyukaimu.
Aku tahu.
Kecilkan suaramu.
Kakiku sudah mau patah.
Kenapa ini
harus dibawa sendiri?
Dalam drama
tidak seperti ini.
Jika tidak kamu bawa sendiri, siapa lagi?
Apakah tamu yang membawanya?
Sudah sampai di rumah.
Mau apa?
Berikan padaku.
Kamu membawa
semua ini sendiri?
Berikan semuanya padaku.
Jangan, Ibu.
Aku bantu bawa masuk.
Tidak perlu, pengantin pria,
pengantin wanita,
cepat pulang ke rumah.
Lakukan apa yang harus dilakukan.
Ayo.
♫ Sedang menunggu, menunggu siapa yang sedang menantikan ♫
♫ Kutebak, hatimu juga tergerak saat ini ♫
♫ Sudah mendekat namun masih sedikit tidak tenang ♫
Kamu...
♫ Alur cerita berada di luar dugaan ♫
Kita...
♫ Sedang menunggu, membuat permohonan dan menantikan ♫
Apakah...
♫ Kutebak, kamu juga bersedia saat ini ♫
Boleh.
♫ Menambah kebiasaan dan ketergantungan setiap harinya ♫
♫ Detak jantung yang bertambah cepat terdengar ♫
♫ Beri tahu padaku, kenapa ♫
♫ Kamu selalu di sisiku ♫
♫ Mungkin ini adalah takdir ♫
♫ Saat aku menatap matamu ♫
♫ Cahaya yang melewati ruang dan waktu itu ♫
Bolehkah?
♫ Adalah cinta ♫
♫ Beri tahu padaku, kenapa ♫
♫ Kamu selalu di sisiku ♫
♫ Mungkin ini adalah takdir ♫
♫ Saat aku menatap matamu ♫
♫ Cahaya yang melewati ruang dan waktu itu ♫
♫ Adalah cinta ♫
[Bahagia]
Ayah.
Aku pernah memperkenalkannya padamu.
[Makam Ayah, Nan Tian]
Halo, Paman.
Aku adalah Xiao Wudi.
Ayah.
Aku adalah Xiao Wudi.
Aku sudah menikah dengan Nan Xing,
putri Anda.
Aku tahu,
aku masih berutang janji padamu.
Aku berjanji padamu di sini.
Aku akan menjaganya dengan baik.
Selamanya,
mencintai, memanjakan
dan melindunginya.
Sudah, menggelikan sekali.
Mao Xiaojun.
[Makam Anak, Mao Xiaojun]
Terima kasih.
Aku sudah mengetahui
semua harapanmu kala itu.
Aku akan membantumu mewujudkannya.
Dan juga, mengenai Ibu,
aku akan membantumu menjaganya dengan baik.
Kamu tenang saja.
Mao Xiaojun.
Tidak bisa melihatku
memakai gaun pengantin,
adalah kerugianmu.
Ayah.
[Makam Ayah, Nan Tian]
Aku pernah berkhayal saat kecil,
kamu menggandeng tanganku,
berjalan perlahan
ke arah calon suamiku.
Aku sudah menemukan
belahan jiwaku sekarang.
Meski kamu tidak ada di sisiku,
tapi aku percaya,
kamu pasti bisa melihatnya.
Aku sangat mencintainya.
Dia juga sangat mencintaiku.
[Pacar Antagonisku]
Aneh.
Bukankah seharusnya sudah mulai dijual?
Mengapa tidak ada satu pun?
Halo.
Aku mau tanya.
Buku 'Pacar Antagonisku'
ada di rak mana?
Mengapa satu pun tidak terlihat?
Apakah bukunya belum tiba?
Sudah habis terjual.
Habis terjual?
Benar.
Sudah habis siang ini.
Buku ini sangat laris.
Semua meminta tambahan stok.
Mungkin harus menunggu cetakan kedua.
Anda datang saja lagi minggu depan.
Tidak disangka sepopuler ini.
Anda tidak melihat topik panas?
Lu Zichen
merekomendasi buku ini.
Coba Anda lihat.
[#Lu Zichen bertanya apakah orang di dalam buku yang melintasi waktu bisa punya anak]
Lu Zichen bertanya,
apakah orang di dalam buku
yang melintasi waktu bisa punya anak.
Lu Zichen
bertanya apakah aku bisa memiliki anak?
Dia bisa menanyakan pertanyaan seperti ini.
Dia pasti bukan mengataimu.
Dia hanya sedang mempertimbangkan
masalah logika.
Jangan marah.
Masalah logika?
Aku tidak peduli.
Suruh dia hapus secepatnya.
Sudah dibagikan ratusan ribu kali.
Dihapus bagaimana?
Lagi pula,
ini termasuk sejenis promosi.
Ini hal baik.
Upah bertambah jika ada cetakan kedua.
Patut dirayakan.
Baik.
Mari dirayakan.
Merayakan bagaimana?
Melahirkan anak untuk merayakannya.
Siapa yang mau
memiliki anak demi alasan
kekanak-kanakan begini.
Kamu ingin atau tidak?
Ingin.
Itu sudah cukup.
Tunggu.
Kamu harus mencari pekerjaan dulu.
Jika sendirian, aku...
Tidak sanggup menghidupinya.
Kamu tekan ini.
Tekan ini.
Di sini.
Aku akan memeriksanya.
104 derajat.
104 derajat?
Berarti aku sudah mati?
Makanan sudah siap.
Xiao Wudi, ganti giliran.
Tunggu sebentar.
Xixi.
Xiao Wudi.
Lu Zichen, ada apa ini?
Berantakan sekali.
Xiao Wudi.
Dia menyuruh mereka
memajang ini.
Ini ulah Lu Zichen.
Aku memasak sejak tadi.
Aku memasak.
Mengapa kalian sulit sekali
disuruh menjaga anak-anak?
Xixi.
Ibu.
- Apakah bermain dengan senang? - Apakah kalian yang membuat berantakan?
Senang.
Lu, Ibu pulang.
Ibu.
Ayo kita cuci tangan dan makan.
Bagaimana?
Baik.
Mari kita cuci tangan.
Lalu, makan enak,
bagaimana?
Makan yang mana?
Bagaimana lokasi
hari ini?
Pembahasannya lancar.
Seharusnya tidak bermasalah.
Wudi, kamu pergi ke sesi
tanda tangan nanti?
Tidak.
Aku tidak membiarkannya pergi.
Dia ada urusan di sekolah.
Aku berpikir,
sesi tanda tangan ini juga bukan pertama kalinya.
Kamu juga tidak perlu pergi sendiri.
Tidak bisa.
Aku harus mengawasi
setiap sesi tanda tanganmu.
Biarkan dia pergi.
Dia lebih giat
dalam sesimu daripada punyaku.
Tentu saja.
Karya istriku lebih baik darimu.
Tidak.
Ucapan Wudi benar, aku setuju.
Makanlah.
Cium Ayah dulu.
Biarkan dia makan dengan baik.
Makan semuanya, bagaimana?
Xixi juga makan.
Xixi makan satu.
Masih mau?
Makan yang besar ini, oke?
Masih ada sepotong daging.
[Sesi tanda tangan "Pacar Antagonisku"]
[Nan Xing]
♫ Sedang menunggu, menunggu siapa yang sedang menantikan ♫
Bos.
Ini untukmu.
♫ Kutebak, hatimu juga tergerak saat ini ♫
[Bos: Terima kasih, membuatku menjadi orang seperti yang aku inginkan. Nan Xing]
♫ Sudah mendekat namun masih sedikit tidak tenang ♫
Terima kasih.
Selamat.
♫ Alur cerita berada di luar dugaan ♫
Aku sungguh sudah menjadi
orang yang paling aku inginkan.
Aku sama dengan para penulis
♫ Sedang menunggu, membuat permohonan dan menantikan ♫
yang pernah aku puja,
menemani semuanya dengan karya.
Membawakan harapan dan kekuatan untuk semuanya.
♫ Kutebak, kamu juga bersedia saat ini ♫
Terima kasih.
Ini untuk pacarnya.
Namanya Ge.
Untuk pacar?
Benar.
♫ Menambah kebiasaan dan ketergantungan setiap harinya ♫
Semoga cinta kalian bertahan selamanya.
Tian Tian.
♫ Detak jantung yang bertambah cepat terdengar ♫
Terima kasih.
Yang belakang antre dengan baik.
Beri tanda tangan untukku.
Baik.
Selanjutnya.
♫ Beri tahu padaku, kenapa ♫
♫ Kamu selalu di sisiku ♫
Boleh berjabat tangan?
Boleh.
Boleh berfoto tidak?
♫ Mungkin ini adalah takdir ♫
Boleh.
♫ Saat aku menatap matamu ♫
♫ Cahaya yang melewati ruang dan waktu itu ♫
Terima kasih.
♫ Adalah cinta ♫
Cari Ibu.
Xixi.
Ibu.
Xiao Wudi menjadi dosen arkeologi termuda
dalam sejarah
di Universitas Sujiang.
Xixi.
Pejamkan matamu.
Juga sudah menjadi Ayah.
Tapi, ini semua tidak mengubahnya.
Sesi tanda tangan bisa berjabat tangan,
bahkan selama itu.
Baik.
Aku akan menempel papan di sesi tanda tangan
selanjutnya.
"Pembaca laki-laki dilarang masuk".
Bagaimana?
Ini lumayan.
Ibu.
Kenapa tempat ini
disebut Taman Air Mancur Peri?
Apakah benar ada Peri di dalam air mancur?
Ibu tidak tahu ada Peri atau tidak
di dalam air mancur ini.
Tapi ini adalah tempat
yang penuh dengan kenangan.
Ibu dan Ayah
saling kenal di sini.
Mari, gendong.
Ayo pulang.
Kamu masih bertemu Peri setelah itu?
Tidak.
Sudah lama tidak bertemu,
seharusnya kamu tidak akan pergi lagi.
Ini belum tentu.
Peri itu sudah mengatakan,
harus menjalani setiap hari
seperti hari terakhir.
Kamu harus menghargaiku.
Kamu tidak menyukaiku lagi
setelah punya anak?
Kamu yang tidak suka padaku lagi
setelah punya anak.
Sudah.
Aku suka keduanya.
Lihat, Ibumu pelit sekali.
[Pacar Antagonisku]
Xiao Wudi tetap adalah iblis besar
seperti dulu.
Pada akhirnya, Nan Xing tetap saja tidak tahu,
harapan Mao Xiaojun itu
adalah untuk selamanya.
Xiao Wudi tidak akan meninggalkannya
sebelum akhir hayatnya.
Ini semua
adalah akhir kisah
novel 'Pacar Antagonisku'.
Terima kasih semuanya.
Selanjutnya,
waktu diberikan untuk kalian.
Silakan bertanya.
Halo, Nan Xing.
Meski ini adalah
kisah fiktif,
namun banyak detail
yang sangat nyata.
Anda memakai cara realistis
dan menciptakan
khayalan yang sangat nyata.
Aku sangat tersentuh setelah membacanya.
Jadi, aku ingin menanyakan,
apa tujuan awal Anda menulis
buku ini?
Awalnya aku ingin menulis cerita
yang penuh dengan harapan.
Aku ingin membuat
orang yang berada dalam kebingungan,
bisa kembali punya percaya diri
setelah membaca buku ini.
Meski tidak ada
Peri yang membantu di dunia ini,
kalian juga pasti bisa menemukan
orang yang kalian cintai.
Dia akan datang ke sisimu,
menemanimu,
menemukan
kehangatan
dalam kehidupan bersamamu.
Pertanyaan selanjutnya.
Halo, Nan Xing.
Apakah kamu bertemu
dengan Xiao Wudi-mu
di dunia nyata?
Ini adalah kisah fiktif.
Tentu saja ini tidak nyata.
Sampai hari ini,
tidak mungkin ada kejadian
menerobos ruang dan waktu dalam kehidupan nyata.
Aku lebih beruntung dibandingkan
Nan Xing yang ada dalam buku.
Tidak ada hal menyedihkan
yang pernah terjadi padaku.
Ditambah lagi,
teman masa kecilku,
orang yang tumbuh besar bersamaku.
Dia adalah dosen termuda
di universitas Sujiang.
Dia juga adalah suamiku sekarang.
Mao Xiaojun.
Senior Nan Xing, suamimu datang tidak?
Dia ada seminar hari ini,
tidak akan datang.
Wajahnya tampan sekali.
Sungguh tampan.
Nan Xing.
Siapa ini?
Tampan sekali.
Manis sekali.
Serasi sekali.
Benar, sangat serasi.
Terima kasih untuk kalian,
sudah menghadiri
acara berbagi buku istriku hari ini.
Semoga kalian
juga bisa menemukan
kebahagiaan sendiri
setelah membaca kisah ini.
Meski
kisah ini adalah fiktif
dan hasil karangan,
tapi jika kalian
bisa menemukan keberanian
untuk menghadapi kesulitan
dalam kehidupan nyata dari buku ini,
maka tujuan kami
menciptakan novel ini
juga sudah terwujud.
Benar tidak?
Benar.
Novel sudah berakhir sementara.
Tapi, kisah Nan Xing dan Xiao Wudi
masih akan berlanjut.
[Pacar Antagonisku, Nan Xing]
Bagaimana dengan kalian?
Apakah kisah kalian
sudah dimulai?
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.