All language subtitles for Mr. BAD episode 24 Tamat [iQIYI subindo]

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French Download
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean Download
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia]

[Mr. BAD]

[Episode 24]

[Akta Nikah]

Sungguh bagus.

Sudah cukup, Ibu.

Kamu sudah melihatnya berkali-kali.

Apakah keduanya berbeda?

Belum puas melihatnya.

Oh iya.

Ini untuk kalian.

Ini adalah

perlengkapan tempat tidur.

Untuk menata tempat tidur kalian.

Yang terpenting.

Jujube. [Cepat]

Kacang. [Mendapatkan]

Longan. [Buah]

Biji teratai. [Hati]

Taburkan ini

saat kalian menata tempat tidur.

Ini juga untuk kalian.

Selalu manis

dan bahagia selamanya.

Terima kasih, Ibu.

Terima kasih, Bibi.

Mengapa masih panggil 'Bibi'?

Tidak ingin hadiah pernikahan lagi?

Terima kasih, Ibu.

Meski ini adalah untukmu,

tapi uang keluarga ini

harus diurus Nan Xing.

Tidak masalah.

Kalian berniat menabur ini

di mana?

Di sini, atau...

Kami berdua

tidak berencana membeli rumah lagi?

Ingin menjadikan ini sebagai rumah pernikahan.

Hari Jumat,

setelah upacara pernikahan selesai,

dia akan langsung

membawaku tinggal di sini.

Selamat.

Hanya ucapan selamat?

Angpao?

Aku akan memberikannya nanti.

Ekonomiku sudah membaik sekarang.

Sudah selesai bicara?

Aku pergi dulu.

Bahasa Mandarinnya buruk sekali.

Bagaimana bisa menjadi penulis?

Dia tidak tahu maksudnya

rumah pernikahan?

Kelihatannya aku harus menelepon

untuk meminta bantuan.

Maaf.

Dia kurang peka

dalam hal ini.

Seharusnya aku menjemputnya lebih awal.

Kami yang terlalu mendadak.

Kamu berencana membawanya ke mana?

Ke rumahku.

Baik, kami pergi dulu.

Sampai jumpa saat pesta pernikahan.

Baik.

Nikmati waktu berduaan dengan baik.

Kamu juga.

Sampai jumpa.

Sampai jumpa.

Nikmati waktu berduaan.

Kamu juga.

Apakah kamu salah tempat?

Tidak.

Aku sudah menjual rumah ini.

Meski sedikit kesulitan,

tapi akhirnya

aku membelinya kembali.

Kamu sangat menghargai rumah ini,

bagaimana boleh dijual begitu saja?

Untuk apa ini?

Jika

ada sebuah pekerjaan

tanpa upah tapi sangat menantang,

apa kamu bersedia menerimanya?

Pekerjaan apa?

Sangat tidak menarik.

Maukah bertaruh denganku?

Jika aku bisa mencapitnya

dalam tiga kali percobaan,

kamu harus menyetujuiku, bagaimana?

Baik.

Ke depan sedikit.

Ke sini sedikit.

Harus bisa menerima kekalahan, ayo.

Aku ingin mendirikan perusahaan.

Membuat platform membaca kita sendiri.

Menerbitkan buku para penulis

yang tidak terkenal sepertiku.

Jika perusahaannya didirikan,

siapa yang mengurusnya?

Aku yang mengurus.

Apakah aku

tidak punya kesempatan untuk menyetujuimu?

Kamu sudah terlalu banyak berkorban untukku.

Sudah saatnya istirahat.

Aku menyukaimu.

Tapi, aku ingin memberimu kebebasan yang sesungguhnya.

Sekarang, giliranku membawamu

untuk melakukan hal yang kita sukai.

Aku memilih

model yang aku suka.

Kamu tidak keberatan, 'kan?

Ye Qing.

Terima kasih

sudah hadir di masa remajaku

dan terus menemaniku

tanpa menyerah.

Terima kasih sudah mewujudkan

impian bersamaku.

Menemaniku tumbuh menjadi dewasa.

Kamu memilihku dengan yakin.

Ini hal paling bahagia

selama hidupku.

Jadi, bolehkah kamu

memilihku sekali lagi?

Menikahlah denganku, oke?

Aku bersedia.

Ini ketika mereka lulus, bukan?

Mereka bahagia sekali.

Kalian bisa mengendalikan

tatapan iri kalian tidak?

Kami ini turut senang

untuk Nan Xing.

Benar.

Lagi pula,

kami

tidak boleh mengagumi cinta?

Boleh.

Kita bertiga

sudah lama melajang.

Aku dan kalian

berbeda jauh.

Aku orang yang mungkin akan

melakukan pernikahan mendadak.

Siapa yang percaya?

Sedang membicarakan apa? Ramai sekali.

- Bos. - CEO Ye.

Bos.

Kami sedang membahas

siapa orang di perusahaan

yang akan menikah selanjutnya.

Itu tergantung pada siapa

yang bisa

mendapat buket bunga nanti, benar?

Aku pasti akan merebutnya.

Jangan berebut denganku.

Jangan berebut denganku.

Sudah, aku menemui Nan Xing dulu.

Baik.

Untuk apa kamu ikut denganku?

Aku ikut denganmu untuk melihatnya.

Pria tidak boleh

masuk ke kamar pengantin.

Mempelai pria saja tidak boleh masuk.

Tunggu di luar saja.

Aku harus menunggumu di mana?

Maksudku adalah

kamu leluasa saja.

Berfoto dan mengobrol

dengan semuanya.

Bos, ayo berfoto.

Mari.

Baik.

Ayo, kemari.

Kemari.

Kemari.

- Jangn pergi. - Baik, kenapa masih pergi?

Kalian sudah bisa melihat, 'kan?

Siapa pasangan

yang akan menikah selanjutnya,

sudah jelas terlihat.

[Selamat datang di acara pernikahan kami]

Hari ini,

aku dan Xiao Wudi

akan mengenang tentang kita

yang dimulai dari hari ini.

Xiao Wudi.

Terima kasih.

Membuatku menemukan

cinta yang tak terlupakan.

Nan Xing.

Terima kasih,

menjadikanku

sebagai cintamu yang tak terlupakan.

[Xiao Wudi, Nan Xing]

Xiao Wudi.

Aku beri tahu padamu.

Aku sungguh bahagia.

Nan Xing.

Aku beri tahu padamu.

Aku sungguh beruntung.

Gadis ini

sedikit ceroboh,

sedikit bodoh,

sedikit menggemaskan.

Tetapi,

dia paling sederhana

dan paling polos.

Meski aku bukan Ibu kandungnya.

Ibu.

Tetapi,

keberadaannya paling istimewa

di dalam hidupku.

Sekarang,

aku akan menyerahkannya padamu.

Cintai dia dengan baik

seumur hidupmu.

Lindungi dia dengan baik.

Tenang saja, Ibu.

Aku akan melakukannya.

Baik, kedua pengantin dipersilakan

untuk mengucapkan janji pernikahan kalian.

Xiao Wudi.

Aku merasa

seperti sedang bermimpi sekarang.

Saat...

Saat aku bertemu denganmu

untuk pertama kalinya,

aku juga mengira aku sedang bermimpi.

Kamu sungguh mengesalkan.

Kamu masuk ke duniaku

secara mendadak.

Mengacaukan hidupku.

Bukan berantakan juga.

Hanya...

Hanya saja

entah sejak kapan,

aku menjadi sangat peduli tentang perasaanmu.

Selalu berpikir,

apa yang sedang dilakukan

Xiao Wudi saat ini?

Selalu ingin berada di sisimu

dan menemanimu.

Ingin selalu bersamamu.

Ini salahmu.

Kamu yang membuatku menjadi seperti ini.

Kamu harus bertanggung jawab padaku.

Bodoh.

Akan menjadi jelek jika menangis.

Sudah selesai bicara?

Sudah.

Nan Xing.

Mulai hari ini,

aku adalah suamimu.

Mohon izinkan aku

memanggilmu 'istriku'

saat ini.

Ini pertama kalinya aku memanggilmu

seperti ini.

Mulai hari ini,

aku akan memanggilmu setiap hari.

Terima kasih, Istriku.

Aku mau berterima kasih padamu.

Kamu

yang membawaku merasakan banyak

pengalaman pertama dalam hidup.

Kita menonton film untuk pertama kali.

Bermain trampolin untuk pertama kali.

Makan es krim untuk pertama kali.

Dan masih banyak lagi.

Pengalaman pertama yang tidak bisa disebut di sini.

Nan Xing.

Kamu juga tahu,

sebenarnya

aku bukan seseorang

yang sangat baik.

Aku adalah

orang yang sangat egois.

Merasa paling hebat.

Sering kali,

aku sangat kekanak-kanakan.

Aku...

Aku tahu, jika bukan karena kamu...

Aku lupa naskahnya.

Jika,

bukan karena kebaikan dan kesabaranmu,

aku tidak akan menjadi orang yang lebih baik

seperti sekarang.

Nan Xing.

Baik di masa depan

atau untuk selamanya,

tidak peduli masa depan akan lancar

atau penuh rintangan,

aku akan mencintaimu sepenuhnya.

Menemanimu

menjalani setiap tahap dalam hidup.

Istriku,

aku mencintaimu.

Kedua mempelai dipersilakan

saling menukar

cincin pernikahan.

♫ Memutar beberapa belokan ♫

♫ Sinar mentari mendatangkan hari yang baru ♫

♫ Berlari bersamamu ♫

♫ Kamu adalah hadiah dari Tuhan ♫

♫ Melewati jembatan yang aku lewati sendiri ♫

♫ Menemaniku bercanda ♫

♫ Sesekali kehilangan akal ♫

♫ Dalam senyumanmu yang indah ♫

♫ Mungkin saja suasana yang tepat ♫

♫ Pahlawanku ♫

♫ Selalu saja datang tepat waktu mengusirku ♫

Mempelai pria dipersilakan mencium mempelai wanita.

♫ Segala kerisauanku ♫

Cium.

Cium.

♫ Setiap sudut ♫

♫ Berubah menjadi tanah cinta ♫

♫ Sangat peduli, sedikit trik ♫

♫ Mungkin saja mewakili isi hatiku ♫

♫ Setiap terbenamnya matahari ♫

♫ Pernah berjanji akan terbit lagi esok ♫

♫ Tidak mudah didekati, foto bersama yang kompak ♫

Sesi paling penting

♫ Suka, sehingga menjadi pahlawanmu/pahlawanku ♫

dalam acara pernikahan ini,

sesi pelemparan bunga akan dimulai.

♫ Sekarang berangkat ♫

Kebahagiaan hadirin wanita

yang belum menikah,

berada di tangan kalian sekarang.

Baiklah.

Jiaojiao, cepat.

Yu Fan.

Yu Fan, cepat.

Ayo, Xinyue.

Benar tidak, Luo?

Zhang dan Huang juga.

Cepat kalian naik.

Benar, tidak?

Sisi, kamu sedang apa?

Cepat naik.

Nan Xing bilang yang mendapatkan bunga,

pasti akan bahagia

selamanya.

Aku.

Akan kulempar.

Tiga...

Dua...

Satu.

Xiao Hao, kamu sedang apa?

Senior.

Aku menyukaimu.

Aku tahu.

Kecilkan suaramu.

Kakiku sudah mau patah.

Kenapa ini

harus dibawa sendiri?

Dalam drama

tidak seperti ini.

Jika tidak kamu bawa sendiri, siapa lagi?

Apakah tamu yang membawanya?

Sudah sampai di rumah.

Mau apa?

Berikan padaku.

Kamu membawa

semua ini sendiri?

Berikan semuanya padaku.

Jangan, Ibu.

Aku bantu bawa masuk.

Tidak perlu, pengantin pria,

pengantin wanita,

cepat pulang ke rumah.

Lakukan apa yang harus dilakukan.

Ayo.

♫ Sedang menunggu, menunggu siapa yang sedang menantikan ♫

♫ Kutebak, hatimu juga tergerak saat ini ♫

♫ Sudah mendekat namun masih sedikit tidak tenang ♫

Kamu...

♫ Alur cerita berada di luar dugaan ♫

Kita...

♫ Sedang menunggu, membuat permohonan dan menantikan ♫

Apakah...

♫ Kutebak, kamu juga bersedia saat ini ♫

Boleh.

♫ Menambah kebiasaan dan ketergantungan setiap harinya ♫

♫ Detak jantung yang bertambah cepat terdengar ♫

♫ Beri tahu padaku, kenapa ♫

♫ Kamu selalu di sisiku ♫

♫ Mungkin ini adalah takdir ♫

♫ Saat aku menatap matamu ♫

♫ Cahaya yang melewati ruang dan waktu itu ♫

Bolehkah?

♫ Adalah cinta ♫

♫ Beri tahu padaku, kenapa ♫

♫ Kamu selalu di sisiku ♫

♫ Mungkin ini adalah takdir ♫

♫ Saat aku menatap matamu ♫

♫ Cahaya yang melewati ruang dan waktu itu ♫

♫ Adalah cinta ♫

[Bahagia]

Ayah.

Aku pernah memperkenalkannya padamu.

[Makam Ayah, Nan Tian]

Halo, Paman.

Aku adalah Xiao Wudi.

Ayah.

Aku adalah Xiao Wudi.

Aku sudah menikah dengan Nan Xing,

putri Anda.

Aku tahu,

aku masih berutang janji padamu.

Aku berjanji padamu di sini.

Aku akan menjaganya dengan baik.

Selamanya,

mencintai, memanjakan

dan melindunginya.

Sudah, menggelikan sekali.

Mao Xiaojun.

[Makam Anak, Mao Xiaojun]

Terima kasih.

Aku sudah mengetahui

semua harapanmu kala itu.

Aku akan membantumu mewujudkannya.

Dan juga, mengenai Ibu,

aku akan membantumu menjaganya dengan baik.

Kamu tenang saja.

Mao Xiaojun.

Tidak bisa melihatku

memakai gaun pengantin,

adalah kerugianmu.

Ayah.

[Makam Ayah, Nan Tian]

Aku pernah berkhayal saat kecil,

kamu menggandeng tanganku,

berjalan perlahan

ke arah calon suamiku.

Aku sudah menemukan

belahan jiwaku sekarang.

Meski kamu tidak ada di sisiku,

tapi aku percaya,

kamu pasti bisa melihatnya.

Aku sangat mencintainya.

Dia juga sangat mencintaiku.

[Pacar Antagonisku]

Aneh.

Bukankah seharusnya sudah mulai dijual?

Mengapa tidak ada satu pun?

Halo.

Aku mau tanya.

Buku 'Pacar Antagonisku'

ada di rak mana?

Mengapa satu pun tidak terlihat?

Apakah bukunya belum tiba?

Sudah habis terjual.

Habis terjual?

Benar.

Sudah habis siang ini.

Buku ini sangat laris.

Semua meminta tambahan stok.

Mungkin harus menunggu cetakan kedua.

Anda datang saja lagi minggu depan.

Tidak disangka sepopuler ini.

Anda tidak melihat topik panas?

Lu Zichen

merekomendasi buku ini.

Coba Anda lihat.

[#Lu Zichen bertanya apakah orang di dalam buku yang melintasi waktu bisa punya anak]

Lu Zichen bertanya,

apakah orang di dalam buku

yang melintasi waktu bisa punya anak.

Lu Zichen

bertanya apakah aku bisa memiliki anak?

Dia bisa menanyakan pertanyaan seperti ini.

Dia pasti bukan mengataimu.

Dia hanya sedang mempertimbangkan

masalah logika.

Jangan marah.

Masalah logika?

Aku tidak peduli.

Suruh dia hapus secepatnya.

Sudah dibagikan ratusan ribu kali.

Dihapus bagaimana?

Lagi pula,

ini termasuk sejenis promosi.

Ini hal baik.

Upah bertambah jika ada cetakan kedua.

Patut dirayakan.

Baik.

Mari dirayakan.

Merayakan bagaimana?

Melahirkan anak untuk merayakannya.

Siapa yang mau

memiliki anak demi alasan

kekanak-kanakan begini.

Kamu ingin atau tidak?

Ingin.

Itu sudah cukup.

Tunggu.

Kamu harus mencari pekerjaan dulu.

Jika sendirian, aku...

Tidak sanggup menghidupinya.

Kamu tekan ini.

Tekan ini.

Di sini.

Aku akan memeriksanya.

104 derajat.

104 derajat?

Berarti aku sudah mati?

Makanan sudah siap.

Xiao Wudi, ganti giliran.

Tunggu sebentar.

Xixi.

Xiao Wudi.

Lu Zichen, ada apa ini?

Berantakan sekali.

Xiao Wudi.

Dia menyuruh mereka

memajang ini.

Ini ulah Lu Zichen.

Aku memasak sejak tadi.

Aku memasak.

Mengapa kalian sulit sekali

disuruh menjaga anak-anak?

Xixi.

Ibu.

- Apakah bermain dengan senang? - Apakah kalian yang membuat berantakan?

Senang.

Lu, Ibu pulang.

Ibu.

Ayo kita cuci tangan dan makan.

Bagaimana?

Baik.

Mari kita cuci tangan.

Lalu, makan enak,

bagaimana?

Makan yang mana?

Bagaimana lokasi

hari ini?

Pembahasannya lancar.

Seharusnya tidak bermasalah.

Wudi, kamu pergi ke sesi

tanda tangan nanti?

Tidak.

Aku tidak membiarkannya pergi.

Dia ada urusan di sekolah.

Aku berpikir,

sesi tanda tangan ini juga bukan pertama kalinya.

Kamu juga tidak perlu pergi sendiri.

Tidak bisa.

Aku harus mengawasi

setiap sesi tanda tanganmu.

Biarkan dia pergi.

Dia lebih giat

dalam sesimu daripada punyaku.

Tentu saja.

Karya istriku lebih baik darimu.

Tidak.

Ucapan Wudi benar, aku setuju.

Makanlah.

Cium Ayah dulu.

Biarkan dia makan dengan baik.

Makan semuanya, bagaimana?

Xixi juga makan.

Xixi makan satu.

Masih mau?

Makan yang besar ini, oke?

Masih ada sepotong daging.

[Sesi tanda tangan "Pacar Antagonisku"]

[Nan Xing]

♫ Sedang menunggu, menunggu siapa yang sedang menantikan ♫

Bos.

Ini untukmu.

♫ Kutebak, hatimu juga tergerak saat ini ♫

[Bos: Terima kasih, membuatku menjadi orang seperti yang aku inginkan. Nan Xing]

♫ Sudah mendekat namun masih sedikit tidak tenang ♫

Terima kasih.

Selamat.

♫ Alur cerita berada di luar dugaan ♫

Aku sungguh sudah menjadi

orang yang paling aku inginkan.

Aku sama dengan para penulis

♫ Sedang menunggu, membuat permohonan dan menantikan ♫

yang pernah aku puja,

menemani semuanya dengan karya.

Membawakan harapan dan kekuatan untuk semuanya.

♫ Kutebak, kamu juga bersedia saat ini ♫

Terima kasih.

Ini untuk pacarnya.

Namanya Ge.

Untuk pacar?

Benar.

♫ Menambah kebiasaan dan ketergantungan setiap harinya ♫

Semoga cinta kalian bertahan selamanya.

Tian Tian.

♫ Detak jantung yang bertambah cepat terdengar ♫

Terima kasih.

Yang belakang antre dengan baik.

Beri tanda tangan untukku.

Baik.

Selanjutnya.

♫ Beri tahu padaku, kenapa ♫

♫ Kamu selalu di sisiku ♫

Boleh berjabat tangan?

Boleh.

Boleh berfoto tidak?

♫ Mungkin ini adalah takdir ♫

Boleh.

♫ Saat aku menatap matamu ♫

♫ Cahaya yang melewati ruang dan waktu itu ♫

Terima kasih.

♫ Adalah cinta ♫

Cari Ibu.

Xixi.

Ibu.

Xiao Wudi menjadi dosen arkeologi termuda

dalam sejarah

di Universitas Sujiang.

Xixi.

Pejamkan matamu.

Juga sudah menjadi Ayah.

Tapi, ini semua tidak mengubahnya.

Sesi tanda tangan bisa berjabat tangan,

bahkan selama itu.

Baik.

Aku akan menempel papan di sesi tanda tangan

selanjutnya.

"Pembaca laki-laki dilarang masuk".

Bagaimana?

Ini lumayan.

Ibu.

Kenapa tempat ini

disebut Taman Air Mancur Peri?

Apakah benar ada Peri di dalam air mancur?

Ibu tidak tahu ada Peri atau tidak

di dalam air mancur ini.

Tapi ini adalah tempat

yang penuh dengan kenangan.

Ibu dan Ayah

saling kenal di sini.

Mari, gendong.

Ayo pulang.

Kamu masih bertemu Peri setelah itu?

Tidak.

Sudah lama tidak bertemu,

seharusnya kamu tidak akan pergi lagi.

Ini belum tentu.

Peri itu sudah mengatakan,

harus menjalani setiap hari

seperti hari terakhir.

Kamu harus menghargaiku.

Kamu tidak menyukaiku lagi

setelah punya anak?

Kamu yang tidak suka padaku lagi

setelah punya anak.

Sudah.

Aku suka keduanya.

Lihat, Ibumu pelit sekali.

[Pacar Antagonisku]

Xiao Wudi tetap adalah iblis besar

seperti dulu.

Pada akhirnya, Nan Xing tetap saja tidak tahu,

harapan Mao Xiaojun itu

adalah untuk selamanya.

Xiao Wudi tidak akan meninggalkannya

sebelum akhir hayatnya.

Ini semua

adalah akhir kisah

novel 'Pacar Antagonisku'.

Terima kasih semuanya.

Selanjutnya,

waktu diberikan untuk kalian.

Silakan bertanya.

Halo, Nan Xing.

Meski ini adalah

kisah fiktif,

namun banyak detail

yang sangat nyata.

Anda memakai cara realistis

dan menciptakan

khayalan yang sangat nyata.

Aku sangat tersentuh setelah membacanya.

Jadi, aku ingin menanyakan,

apa tujuan awal Anda menulis

buku ini?

Awalnya aku ingin menulis cerita

yang penuh dengan harapan.

Aku ingin membuat

orang yang berada dalam kebingungan,

bisa kembali punya percaya diri

setelah membaca buku ini.

Meski tidak ada

Peri yang membantu di dunia ini,

kalian juga pasti bisa menemukan

orang yang kalian cintai.

Dia akan datang ke sisimu,

menemanimu,

menemukan

kehangatan

dalam kehidupan bersamamu.

Pertanyaan selanjutnya.

Halo, Nan Xing.

Apakah kamu bertemu

dengan Xiao Wudi-mu

di dunia nyata?

Ini adalah kisah fiktif.

Tentu saja ini tidak nyata.

Sampai hari ini,

tidak mungkin ada kejadian

menerobos ruang dan waktu dalam kehidupan nyata.

Aku lebih beruntung dibandingkan

Nan Xing yang ada dalam buku.

Tidak ada hal menyedihkan

yang pernah terjadi padaku.

Ditambah lagi,

teman masa kecilku,

orang yang tumbuh besar bersamaku.

Dia adalah dosen termuda

di universitas Sujiang.

Dia juga adalah suamiku sekarang.

Mao Xiaojun.

Senior Nan Xing, suamimu datang tidak?

Dia ada seminar hari ini,

tidak akan datang.

Wajahnya tampan sekali.

Sungguh tampan.

Nan Xing.

Siapa ini?

Tampan sekali.

Manis sekali.

Serasi sekali.

Benar, sangat serasi.

Terima kasih untuk kalian,

sudah menghadiri

acara berbagi buku istriku hari ini.

Semoga kalian

juga bisa menemukan

kebahagiaan sendiri

setelah membaca kisah ini.

Meski

kisah ini adalah fiktif

dan hasil karangan,

tapi jika kalian

bisa menemukan keberanian

untuk menghadapi kesulitan

dalam kehidupan nyata dari buku ini,

maka tujuan kami

menciptakan novel ini

juga sudah terwujud.

Benar tidak?

Benar.

Novel sudah berakhir sementara.

Tapi, kisah Nan Xing dan Xiao Wudi

masih akan berlanjut.

[Pacar Antagonisku, Nan Xing]

Bagaimana dengan kalian?

Apakah kisah kalian

sudah dimulai?

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.