All language subtitles for Agency.S01E13.1080p.H264.AAC.WEB-DL-Phanteam

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal) Download
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Paman.

Paman Mun.

Han-na!

Ada apa?

Apa kau membeli susu pisang?

Susu pisang?

Tidak.

Kenapa tidak?

Paman tak pernah bilang mau membelinya.

Paman bilang kalau aku menahan tangis,

Paman akan membelikanku susu pisang.

Kenapa kau ingin menangis?

Ayah pulang terlambat,

Kakek menakutkan,

dan Han-su...

tak mau bermain denganku.

Lalu?

Aku juga merindukan Ibu.

Aku menahannya...

agar bisa minum susu pisang.

Kalau begitu, Paman harus membelikannya untukmu.

Akhirnya!

Ini.

Paman.

Hidupku sulit.

Kau tinggal di rumah yang bagus. Kenapa sulit?

Kurasa tidak ada yang memihakku di dunia ini.

Itu tidak benar.

Ada yang memihakmu.

Siapa?

Paman.

Paman ada di pihakmu.

Benarkah?

Tentu saja!

Kalau kau memanggilku Paman Mun-ho...

alih-alih Paman Mun,

Paman akan selalu memihakmu.

Maka berjanjilah...

Paman akan selalu berada di sisiku.

Baiklah.

Segel.

Paman sudah berjanji,

jadi, aku akan memercayai Paman seratus persen.

Jangan percaya seratus persen.

Kenapa?

Kau tak boleh memercayai siapa pun seratus persen.

Kau bisa terluka nanti.

Aku akan memercayai Paman 50 persen.

Baiklah.

"Kepercayaan adalah ibunya tipuan."

Tunggu apa lagi?

Kenapa kau tidak turun?

Aku akan tetap di mobil hari ini.

Turunlah.

Aku tak mau pergi ke mana pun tanpa dirimu.

Lagi.

Lagi!

Hei.

Kenapa kau berhenti?

Aku berhenti karena anggurnya akan meluap.

Kau yang memutuskan?

Cukup.

Kenapa kau berhenti tanpa perintahku?

Kau berhenti menuang karena takut anggurnya meluap,

tapi kudengar kau sangat percaya diri.

Kau pikir mendapatkan gelar MBA membuatmu setara dengan kami?

Maafkan aku.

Dasar kurang ajar. Lihat siapa yang kau hadapi.

Dasar kurang ajar. Lihat siapa yang kau hadapi.

Dia meneleponku satu jam setelah mereka bertemu,

berarti semuanya berjalan sesuai dugaanku.

Apa semuanya lancar?

Hei.

Kang Han-na benar-benar psikopat!

Apa yang terjadi?

Aku menginjak sekretarisnya seperti yang kau suruh,

tapi tiba-tiba dia menyiramku dengan anggur.

Apa itu?

Dia mengoceh tentang Aturan Pelayan.

Apa?

Aturan Pelayan?

Kau sudah gila?

Apa yang kau lakukan?

Seharusnya aku yang bertanya.

Ini pertemuan bisnis, apa yang kau lakukan?

Kau tak tahu Aturan Pelayan?

Pelayan?

Orang yang memperlakukan pelayan dan bawahan secara kasar...

jelas bukan rekan bisnis yang baik.

Ini aturan bisnis yang diketahui CEO di seluruh dunia.

Kita di sini untuk kencan buta. Kenapa bahas peraturan bisnis?

Dengar,

aku tahu kau di sini...

karena ingin menikah untuk mengikat keluargaku.

Kalau begitu, ini bisnis, kan?

Apa kau menyukaiku?

Tidak.

Kau memesan Bourgogne yang tidak kusukai...

dan sepiring siput ini.

Apa yang kau tahu tentangku?

Kita bisa saling mengenal.

Apa maksudmu saling mengenal?

Aku hanya tahu satu hal.

Status keluargamu di dunia ekonomi.

Kau jauh di bawah kami, beraninya bersikap tidak sopan.

Kau berani menyiram karyawanku dengan anggur di hadapanku?

Wajahmu buruk rupa,

kau tak punya selera mode,

dan kau juga tak punya sopan santun bisnis.

Tiga pelanggaran dan kau keluar.

Pergilah.

Dia mempermalukanku seperti itu!

Tutup teleponnya. Biar kuperiksa.

Hei.

Hei, tunggu.

Baiklah.

Haruskah kita membuatnya berbuah sekarang?

Benarkah?

Senang mendengarnya, Ah-in. Ini sangat bagus.

Apa maksudmu bagus?

Ada satu orang lagi yang harus kunafkahi sekarang.

Kau bilang begitu, tapi aku tahu kau tidak serius.

Hei, dia yang melahirkanmu.

Menafkahinya akan memberimu kekuatan.

Kenapa jadi memberiku kekuatan?

Meski jijik dan benci pekerjaanmu sampai ingin berhenti,

kau menahannya berulang kali demi orang yang kau nafkahi.

Itulah kehidupan perusahaan.

Kau tidak tahu?

Itu motivasi untuk terus menafkahi orang yang mengandalkanmu.

Motivasimu sudah dewasa sekarang.

Maksudmu Ji-wu?

Tentu saja. Dia sudah akan menikah.

Ji-wu akan menikah?

Dia bahkan belum lulus.

Dia akan segera lulus...

dan mau belajar di luar negeri dengan calon suaminya.

Mereka bisa menikah setelah kembali dari sekolah.

Ayah mertuanya...

tahun depan juga pensiun.

Mereka sudah pesan tempat?

Belum, kenapa?

Aku punya diskon untuk Hotel VC sebagai eksekutif,

- jadi... - Hei.

Pakai diskon pun, itu tetap hotel.

Bagaimana aku bisa membayarnya?

Kau tidak minum?

Ya. Aku berolahraga.

Olahraga? Olahraga apa?

Berlari.

Kau?

Kalau begitu, aku tidak bisa diam saja.

Ukuranmu 37 atau 38? Apa ukuran sepatumu 38?

Kenapa?

Tunggu.

Ini dia.

Aku mengirimimu hadiah.

Dari mana uangmu untuk membelikanku ini?

Kau berhenti minum, minum obat, dan memutuskan untuk berolahraga.

Tak boleh aku melakukannya?

Aku akan membelikan Ji-wu gaun pengantin.

Kenapa?

Putrimu akan menikah,

tak bolehkah aku melakukannya?

Kau lucu.

Itu buruk untuk kesehatannya...

"Wakil Presdir VC Group Kang Han-su"

Halo, Pak.

Aku sudah dengar kejadian tadi.

Maafkan aku.

Kenapa kau minta maaf?

Han-na...

ada di bar Gangnam yang sering dia kunjungi, kan?

Ya.

Keluarlah sebentar.

Aku di luar.

Sekarang?

Ya.

Keluarlah diam-diam tanpa memberi tahu Han-na.

Aku tak mau buang-buang waktu, jadi, aku akan berterus terang.

Baiklah.

Teruslah berkencan dengan Han-na...

sampai menikah.

Aku akan membantumu.

Bagaimana menurutmu?

Aku melihat keuntungannya bagimu.

Apa untungnya bagiku?

Sesuai harapanku...

Kau akan cocok sebagai adik iparku.

Kalau kau menikah,

aku akan memberimu 300 miliar won tunai...

dan saham perusahaan...

yang akan membuatmu menangani anak perusahaan.

Tapi...

Aku tidak tahu aku seberharga ini.

Apa maksudmu?

Kalau kau mempertimbangkan mendapatkan Han-na,

ini memang tidak banyak.

Apa lagi yang lebih bisa diukur dengan uang...

bagi kau dan aku?

Bagaimana menurutmu?

Pikirkanlah.

Aku akan menunggu jawabanmu.

Baiklah.

Aku sudah cukup lama mengkhawatirkannya,

tapi mendengar saranmu,

pikiranku menjadi lebih jernih sekarang.

Aku akan segera memberimu jawaban.

Bangun.

Mulai sekarang,

kau harus bangun sendiri.

Pak Park,

kenapa kau miskin?

Kenapa?

Miskin apanya? Aku bekerja di perusahaan besar.

Kenapa kakek dan ayahmu tidak menghasilkan banyak uang?

Aku juga tidak sehebat itu.

Kenapa begitu?

Aku juga pernah...

membuat kesalahan besar.

- Apa itu? - Bitcoin.

Ada orang yang dapat 100.000 bitcoin...

dengan mentraktir dua piza.

Kalau nilai tertinggi masing-masing 80 juta won,

jumlahnya delapan triliun won.

Kenapa aku bekerja keras di perusahaan?

Seharusnya aku tetap di rumah dan menambang bitcoin. Kau setuju?

Kau benar.

Kalau kau melakukannya,

kita pasti bisa mengendalikan Kang Han-su.

Kau benar.

Kalau aku melakukannya,

keadaan tidak akan begitu membingungkan.

Bu Direktur,

kurasa aku akan mati.

Aku akan mati tersedak. Tolong lepaskan peganganmu.

Aku turun.

Aku tidak mau digendong lagi.

Begitukah? Kalau begitu, turunlah.

Tidak. Aku berubah pikiran.

Turunlah.

Aku tidak mau. Aku sudah menggajimu.

Menggendong tidak termasuk dalam gajiku.

Berapa? Berapa biaya gendongannya?

Lupakan saja.

Apa maksudmu? Jadi, berapa biayanya? Aku kaya!

Layanan gratis.

Aku melakukannya secara cuma-cuma.

Seumur hidup?

Sakit!

Kalau kau mau begitu, turunlah.

Mari berjalan-jalan.

Jalan-jalan dilakukan dengan kaki. Apa ini disebut jalan-jalan?

Kubilang aku benci berjalan kaki.

Kau tidak makan banyak. Kenapa kau berat sekali?

Selamat datang.

Duduklah.

Aku mau melihat apartemen dua kamar.

Kau akan tinggal di sana?

Tidak, ini untuk...

ibuku.

Kalau untuk seseorang dengan usia tertentu,

ada tempat ini...

yang dekat stasiun kereta bawah tanah.

Ada juga tempat tepat di samping rumah sakit.

Untuk tempat ini,

kurasa ini tidak cocok.

Tempat ini dekat kantor polisi,

jadi, mungkin berisik.

Bagaimana keamanannya?

Seaman Gedung Biru.

Kalau begitu, aku ambil yang ini.

Hubungi nomor ini, tunjukkan tempatnya,

dan hubungi aku kalau dia menyukainya.

Apa kau ibunya Direktur Go Ah-in?

Ya.

Senang bertemu denganmu. Aku agen real estat.

Ayo. Akan kutunjukkan apartemennya.

Silakan masuk.

"Kantor Polisi Ilsin"

Putrimu sangat berbakti.

Sewa di sini cukup tinggi.

Apartemennya bagus sekali sampai aku merasa tidak enak

Keberadaan ibuku di sana...

Keberadaanmu di sana akan membantuku.

Aku akan menandatangani sewanya.

Direktur Go, kau memanggilku?

Kenapa kau tak memberitahuku?

Apa? Memberi tahu apa?

Aku bertemu dengannya kemarin. Kau bisa memberitahuku.

- Ya. -Tak apa-apa.

Kau pernah bilang padaku untuk membuktikan diriku.

Buktikanlah kau berguna bagiku.

Tidak urakan seperti perintah Direktur Choi,

tapi dengan kemampuanmu.

Lantas?

Aku tidak punya kemampuan yang bisa kubuktikan padamu.

Aku tidak seperti orang lain yang bisa memikirkan ide.

Aku tidak punya kemampuan untuk ditunjukkan,

tapi aku punya kemampuan untuk tidak melakukan apa-apa.

Aku merasa usaha terbaikku adalah tidak mengatakan apa-apa.

Maafkan aku.

Aku tidak tahu kejadiannya, tapi aku bicara begitu padamu.

Aku minta maaf untuk itu dan terima kasih.

Tidak apa-apa. Wajar saja kau bersikap begitu.

Aku akan melakukan hal yang sama kalau menjadi kau.

Kenapa kau tidak memberi tahu Direktur Choi?

Kalau kau memberitahunya,

kau bisa menjadi pegawai tetap.

Aku memang ingin menjadi pegawai tetap,

tapi aku tidak mau melakukannya dengan mengorbankan orang lain.

Aku juga ingin menjadi bagian dari tim.

Tim?

Ya.

Mustahil bagiku untuk menjadi bagian dari tim,

tapi sudah delapan tahun sejak aku bekerja...

dan aku tak pernah merasa cocok di mana pun.

Ini kali pertama seseorang bilang aku bagian dari tim dan keluarga.

Kau yang presentasi?

Kita satu, jadi, tentu saja...

Kita di tim yang sama.

Eun-jeong bilang begitu?

Ya.

Kau juga sama,

tapi aku tak mau mengecewakan orang yang baik padaku.

Janji Direktur Choi padamu,

aku akan memenuhinya...

saat aku mampu melakukannya.

Terima kasih.

Tapi...

Direktur Choi mengancamku menyuruhku mengundurkan diri,

jadi, aku tak punya pilihan selain mengatakan sesuatu.

Tentang apa?

"Kantor Kejaksaan, Jaksa Kim Wu-seok"

Kepala Perencanaan dan Kepala Kreatif...

Kalian berdua pasti mengincar posisi CEO.

Ya.

Kalau begitu, kalian berdua pasti saingan.

Benar.

Jadi, musuhnya musuh adalah teman?

Tentu saja.

Aku suka ini.

Aku datang untuk menyampaikan salamku.

Kurasa tak ada ruginya...

untuk saling mengenal dengan baik.

Kalau begitu...

aku akan segera memberimu sesuatu.

Apa yang bisa kau lakukan untukku sebagai balasannya?

Aku akan menjadi pelantang.

Aku akan memberi tahu semua karyawan...

tentang informasi yang kau berikan,

seperti pelantang.

Kau juga sama,

tapi aku tak mau mengecewakan orang yang baik padaku.

Kenapa? Punggungmu sakit?

- Kau di sini. - Kau di sini.

Pekerja kantoran mana...

yang tidak menderita sakit punggung dan leher?

Bukan begitu, bapak-bapak?

Ayo.

Apa?

Ayo keluar.

Kalian juga harus ikut.

Halo.

Meja-meja ini menjadi umum belakangan ini.

Aku melihat ini di film.

Orang bekerja berdiri seperti itu di tempat seperti Silicon Valley.

Aku selalu ingin mencoba memakai meja itu.

Tapi itu seperti hukuman saat masa kecil.

Kita harus berdiri seperti itu kalau ketahuan mengobrol di kelas.

Kau tak bisa baca situasi?

Kenapa merusak suasana?

Jang-wu, ini sebabnya kau masih lajang sekarang.

Kau lajang sejak lahir?

Ya.

Selamat datang.

Kami datang untuk melihat meja.

Biar kuperkenalkan produknya.

Ini akan jauh lebih baik daripada duduk seharian.

Aku juga suka desainnya yang canggih.

Bagaimana?

- Aku menyukainya. - Aku juga.

Aku ingin membeli ini.

Aku tidak menyukainya.

Kenapa? Kau tak menyukainya?

Tidak. Mejanya sangat bagus, tapi...

Tapi?

Ini bukan kartu perusahaan, tapi kartu pribadimu.

Mungkin agak berlebihan membelikan ini untuk kami...

dengan uangmu sendiri.

Tidak apa-apa.

Aku juga berutang pada kalian.

Berutang pada kami?

Aku serius.

Selain itu,

mari adakan makan malam tim.

- Makan malam tim? - Makan malam tim?

Pengarmu sudah membaik?

Kukira aku akan mati.

Itu sebabnya aku menyuruhmu mengurangi minum.

Kepalaku pusing, jadi, jangan mengomeliku.

"Wakil Kepala Departemen Park Yeong-wu..."

"naik ke posisi Direktur."

Ini saatnya aku memberi tahu hasilnya.

Kenapa? Ada apa?

Aku mengerti. Aku akan kurangi minum lain kali.

Makanlah ini.

Kau suka ini.

Tulang rawan!

Punyaku sedikit sekali.

Itu bukan tulang rawan.

Lalu apa?

Telinga.

- Apa? - Itu telinganya. Telinga babi.

Pak Park!

Aku sudah merasa mual. Kenapa memberitahuku sekarang?

Selain itu, apa itu artinya kau membohongiku selama ini?

- Setiap kali aku sedang makan... - Bu Direktur.

Lihat sekelilingmu.

Ada apa di sekitarku?

Aku terlalu malu untuk tetap di sini.

Ada yang harus kulihat, jadi, aku akan pergi sekarang.

Kau meninggalkanku sendirian di sini?

Ya.

Karena kau sudah dewasa,

kau harus menyelesaikan semuanya sendiri.

Gedung seperti itu...

akan bernilai sekitar 50 miliar won.

Yang itu seharusnya sekitar 70 miliar won.

Rumah di Pulau Jeju yang ibuku ingin tinggali...

juga hanya sekitar satu miliar won.

Kalau punya 300 miliar won,

aku tidak akan khawatir kehabisan uang.

"Direktur Kang Han-na"

Jangan meneleponku.

Itu akan membuatku goyah.

Nomor yang Anda tuju sedang tidak aktif.

Dia benar-benar...

"Wakil Kepala Departemen Park Yeong-wu..."

"naik ke posisi Direktur."

Memangnya aku siapa,

kenapa pakai cara yang mudah ditebak?

"Paman Jo Mun-ho"

Kau ada di kantor, kan? Aku akan ke sana sekarang.

Selamat datang.

Duduklah.

Kau sudah makan siang?

Ya, aku makan sup sosis darah.

Kau harus makan makanan enak. Kenapa makan itu?

Aku menyukainya.

Aku penggemar sup dan nasi.

Senang melihatmu begitu jujur.

Kurasa aku sudah menilaimu dengan baik.

Sepertinya kau sudah memutuskan.

Ya.

Bagaimana kau mau melanjutkannya?

Aku akan...

melanjutkan seperti ini.

Ini jawabanku untukmu,

jadi, kumasukkan ke amplop putih klasik.

"Surat Pengunduran Diri"

Kenapa kau melakukan ini?

Apa uang yang kutawarkan tidak cukup?

Tidak.

Aku melakukan perhitunganku dalam perjalanan ke sini,

dan aku menyadari uang 300 miliar...

adalah jumlah yang takkan pernah bisa kuhabiskan.

Tapi ini jawabanmu?

Ya.

Hei!

Apa kau gila?

Mengikuti Han-na membuatmu gila seperti dia.

Bukankah itu alasanmu mencoba menyatukan kami?

Keharmonisan rumah tangga.

Kalau prediksimu benar,

itu bukan pengunduran diri, tapi pemecatan.

Lebih tepatnya, itu akan menjadi pemecatan olehmu.

Apa maksudmu?

Apa kenaikan jabatan ini akan wajar?

Dia menggunakan Pak Park untuk menjatuhkanmu.

- Meski begitu... - Kau sudah tahu.

keadaan bisa menjadi seperti ini.

Kalau kau berhubungan dengan pelayan,

itu akan menjadi akhir masa depanmu.

Kau tahu itu, kan?

Aku bisa coba bicara dengan Kakek soal itu.

Lalu pelayan yang dekat dengan wanita muda itu...

akan diusir tanpa ampun.

Tidak akan ada sinergi kalau kita bersama.

Ini hanya akan buruk bagi kita berdua.

Alih-alih mengetahuinya...

Ini semua hasil dari kata-kata dan tindakanmu.

Terimalah.

Kalau begitu,

apa kehidupan perusahaan memang harus mudah menyerah?

Ambil jalan yang diambil orang lain...

Tentu saja tidak.

Kecuali, kalau kau pilih jalan berbeda dari orang lain,

kau juga harus siap...

untuk melalui hal-hal yang tidak dialami orang lain.

Han-na,

kau harus terbiasa...

dengan penolakan, kekalahan, dan keputusasaan.

Ada satu lagi.

Kesepian.

Kau bisa membantuku.

Aku tidak bisa melakukan itu.

Bagaimana aku bisa membantu...

orang yang melakukan kebalikan dari saranku?

Kau sungguh...

Kau akan terus bersikap seolah-olah memihak orang lain?

Kau lupa ucapanku?

Kau harus terbiasa dengan penolakan...

dan di saat yang sama, kesepian.

Aku mengerti.

Aku akan urus ini sendiri.

Kau bilang kau akan selalu berada di sisiku.

Hiduplah dengan baik sendiri,

Paman Mun.

Kita akan tahu saat menginjaknya...

apa tunas itu akan mati...

atau menaklukkan peluang menjadi pohon besar.

Biar kutanyakan ini.

Aku benar-benar tidak mengerti.

Silakan.

Kau suka Han-na, kan?

Ya.

Jumlah uangnya juga tidak kecil.

Jumlahnya besar.

Lantas kenapa kau menolak tawaran seperti itu?

Aku ingin hidup bahagia.

Bagaimana bisa bahagia kalau tidak punya uang?

Kalau aku mengambil uang ini,

sama saja seperti menyiram asam ke masa depan Direktur Han-na.

Apa itu akan membuatku bahagia?

Dari yang kulihat,

kau sepertinya tidak bahagia.

Apa?

Kau mengatakannya saat membuat tawaran itu.

Kau bilang itu bisa diukur dengan uang.

Jadi?

Itu berarti...

kau memikirkan semuanya bisa diukur dengan uang.

Apa ada orang yang kau percaya?

Apa kau bisa mencintai siapa pun?

Entah aku punya 300 miliar, tiga triliun, atau 30 triliun,

kalau harus membandingkan cinta dengan uang,

aku akan menolaknya.

Kalau kau hidup seperti itu, kau takkan bisa memiliki apa pun.

Bukankah kau akan kedinginan...

sebagai pria miskin?

Begini,

aku tak takut dingin.

Jalanilah hidup hangat yang sepadan dengan uang.

Pak Park, sedang apa kau di kantor pusat?

Kau pasti datang untuk menemui Wakil Presdir.

Direktur Choi,

jalanilah hidup hangat yang juga sepadan dengan uang.

Kau dari mana saja?

Ada yang harus kulihat.

Apa itu, sampai kau tak jawab saat kutelepon berkali-kali?

Kau bertemu Kang Han-su?

Ya.

Kenapa kau menemuinya? Apa katanya?

Kau pikir bertengkar denganku akan membuatku mengamuk...

dan kau bisa menggunakannya sebagai alasan untuk berhenti?

Apa itu yang ingin kau lakukan?

Sesuai dugaan,

kau cepat memahami hal seperti ini.

Jangan bilang...

kau menyerahkan surat pengunduran diri?

Ya.

Apa? Kau bahkan tak membahasnya denganku!

Kenapa kau menyerahkannya pada Kang Han-su?

Pak Park, yang kau lakukan sekarang...

mudah ditebak.

Sama sekali tidak kreatif.

Bu Direktur,

hidup itu seperti sandiwara.

Menjadi kreatif...

tak diterima dengan baik oleh orang lain.

Karena kau sudah tahu,

aku tak perlu menjelaskan lagi.

Jangan masukkan sedotannya.

Dewasalah.

Aku akan berhenti...

untuk selamanya sekarang.

Kalau kau pergi seperti ini, aku takkan melihatmu lagi.

Itu sebabnya aku melakukan ini.

Tanpamu,

aku tidak akan punya siapa pun di dunia ini.

Satu-satunya orang yang bisa kupercaya 100 persen...

adalah kau, Park Yeong-wu.

Kau tak tahu itu?

Aku tahu.

Aku juga tahu...

kau bisa kehilangan semuanya kalau aku tetap di sini.

Kuharap...

kau belajar banyak dari ini.

Beberapa hubungan...

tak menciptakan sinergi.

Aku tak akan menangis.

Aku...

tak akan menangis.

Aku tak akan menangis.

Aku sudah bekerja selama 19 tahun,

tapi baru kali ini aku sulit menyelamati kenaikan jabatan.

Kau mau ke mana?

Tentu saja pulang.

Meninggalkan dia sendirian?

Apa yang akan kau lakukan kalau menjadi aku?

Kalau kau...

menjadi kelemahan...

bagi orang yang paling kau sayangi?

Kalau itu aku,

aku hanya akan memikirkan keuntunganku sendiri.

Aku melakukan hal yang benar, kan?

Kau akan tahu nanti.

Aku pergi sekarang.

Pak Park...

Jangan ganti nomor kontakmu.

Kunjungan panti jompo, kunjungan lapas anak,

dan pertemuan hamburger di panti asuhan?

Kau memintaku untuk tampil?

Kalau kau melihat halaman berikutnya,

ada juga konten yang ditujukan untuk generasi MZ.

Semuanya seperti buang-buang waktu dan sama seperti di tempat lain.

Wajar saja hal-hal yang tren di antara generasi MZ...

seperti buang-buang waktu bagi kita.

Itu sebabnya aku menggajimu.

Buat sampah ini tampak canggih.

Kini aku paham alasan Han-na mau kau pindah ke kantor distrik.

Wakil Presiden Kang, aku akan mengulanginya...

Kalau kau ulangi, apa akan berbeda?

Aku akan melakukan yang terbaik.

Yang berguna mengundurkan diri,

yang tersisa denganku hanya yang tak berguna.

Seharusnya kubiarkan Direktur Go yang mengurusnya sejak awal.

Apa yang kau lakukan?

Apa?

Kau kedinginan? Kenapa kau gemetar seperti itu?

Beberapa orang bahkan tak peduli dengan 300 miliar won!

Kau hanya menerima gaji.

Aku akan bersiap...

dan memberimu laporan lagi.

Ada apa?

Aku punya sesuatu untuk dilaporkan padamu.

Apa?

Putri Yu Jeong-seok akan menikah.

Apa aku harus peduli soal pernikahan putri Jeong-seok.

Kapan?

Untuk itu,

aku akan mencari tahu dan memberitahumu lagi.

Pak Kwon.

Ya, Direktur.

Maaf karena meninggikan suaraku.

Bagus.

Terima kasih.

Akan kuberi tahu setelah tahu tanggal pastinya.

Hei,

ruang pernikahan Hotel VC tersedia, kan?

Aku berencana menyelesaikan Rencana B yang kuceritakan.

Baiklah.

Kita lihat saja...

apa Go Ah-in akan melakukan apa yang diminta wakil presdir.

Karena dia memintaku menunjukkan kemampuanku,

aku harus melakukannya.

Kau paling suka itu?

Ya.

Ini yang paling cantik,

tapi terlalu mahal.

Jangan pikirkan harganya. Pilih saja yang kau suka.

Tetap saja terlalu berlebihan bagiku.

Aku melakukan ini bukan untukmu, tapi untuk ayahmu.

Jeong-seok tidak akan menerima apa pun dariku.

Jangan terlalu membenci ayahmu.

Apa aku yang membencinya?

Ibuku yang membencinya.

Dia sering melarangnya berhenti bekerja,

tapi akhirnya dia mengundurkan diri...

dan memulai bisnis yang gagal.

Setidaknya jangan benci ayahmu.

Tentu saja.

Aku menerima hadiah gaun yang indah.

Direktur Go, gelas pertama harus langsung dihabiskan.

Kalau berhenti di tengah, pulanglah.

Bekerja lembur saja.

Jangan minum setengah gelas, aku tak suka minum setengah...

- Ini cara kalian bergembira? - Tidak.

Hanya Eun-jeong yang melakukan ini.

Ini makan malam tim yang mewah. Kita harus menceriakan suasana!

Selain itu, Jang-wu...

Ya?

Kenapa kau diam saja, tidak seperti biasanya?

Apa maksudmu aku tidak seperti biasanya?

Apa kau menyukainya?

Itu yang dikatakan ekspresimu.

Tidak, bukan begitu.

Jadi, kau tidak menyukainya?

Tidak, bukan begitu juga.

Maksudku...

Dia mungkin agak konyol, tapi dia berhati murni.

Tentu, dia cerdas dan murni.

Baiklah, mari berhenti di sini.

Makan dagingmu yang beratnya 1,5 hingga 2 kg.

Kau...

makan 1,5 kg daging?

Tergantung kondisiku pada hari itu...

Inikah yang ada di timku selama ini?

Bagaimana denganmu, Direktur Go?

Bagaimana denganku?

Inikah atasanku selama ini?

Singkirkan itu dan biar kutuangkan minum.

Ini nyaman bagiku.

Aku tidak nyaman!

Baiklah.

Biar kutuangkan minuman untukmu, Direktur Go.

Ini...

Kau tak boleh menuangkan minumanmu hari ini.

Aku akan menuangkannya sampai bahuku encok.

Aku akan melakukannya sampai terkilir.

Baiklah, ayo.

Mari isi gelas kita.

Direktur Go, tolong katakan sesuatu.

Itulah yang kubenci. Mari minum saja.

Baiklah.

Mari minum saja!

Pergilah saja.

Ada acara apa?

Go Ah-in sedang makan malam tim.

Ada acara.

Dia bahkan mengajak sekretarisnya.

Lalu?

Go Ah-in tak akan bisa...

meningkatkan penjualan 50 persen dalam enam bulan.

Jadi,

kembalilah ke perusahaan.

Aku bisa menjadi CEO...

dan kau bisa menjadi kepala kreatif berikutnya.

Aku akan mengembalikan 10 juta won itu.

Jangan pernah kemari lagi.

"Kontrak Pernikahan Hotel VC"

"Yu Jeong-seok"

Kudengar putrimu akan menikah.

Perusahaan punya hotel.

Kenapa kau mengadakan pernikahan di pinggiran kota?

Ini pernikahan putri semata wayangmu.

Kau akan menghadiri pernikahannya sebagai pemilik bar...

atau eksekutif agensi iklan milik konglomerat?

Hei, Kau!

Kau mau putrimu diremehkan sepertimu?

Kau harus punya kekuasaan agar mertuanya tidak semena-mena.

Kau tak tahu itu?

Apa Go Ah-in lebih penting bagimu daripada putrimu?

Aku akan menepati janji pertamaku pada Direktur Go.

Menjadikannya profesor universitas.

Direktur Go akan menjadi profesor universitas...

sementara kau menggantikan posisinya.

Kedua belah pihak sama-sama menang.

Bukankah begitu?

"Yu Jeong-seok"

Kita membiarkan pasangan cantik pergi bersama,

biarkan mereka menyelesaikannya sendiri.

Biarkan kita yang tua minum sepuasnya!

Sudah kubilang kita seharusnya datang dengan dua taksi.

Apa maksudmu?

Senang bisa mengobrol dalam perjalanan ke sini.

Menurutmu itu obrolan? Itu hanya berisik.

Ayo masuk.

"Kontrak Pernikahan Hotel VC"

"Yu Jeong-seok"

Kau sehat, Jeong-seok?

- Lama tidak bertemu, Byeong-su. - Halo.

- Halo. - Selamat datang.

Kau buka hari ini.

Ya. Duduklah.

- Duduklah. - Kami ambil minuman sendiri.

Tentu, silakan.

Apa?

Apa ada yang akan menikah?

Ji-wu mengadakan pernikahannya di Hotel VC?

Kenapa tak memberitahuku...

Kenapa kau tak memberitahuku?

Benar. Aku hendak meneleponmu.

Tapi, Senior Hebat,

tadinya aku tak mau mengatakan ini,

tapi bagaimana mantan penulis naskah iklan...

membuat kesalahan ejaan?

Apa maksudmu?

Kata itu...

seharusnya tak dieja HOPE, tapi HOF.

Kenapa salah eja?

Banyak orang mengharapkan segelas bir ini.

Astaga.

Seperti yang diharapkan dari mantan penulis naskah!

Aku hanya menulis naskah seperti mantan penulis naskah.

Aku mendapat inspirasi dari novel karya penulis favoritku.

Mari sering bertemu.

Ada apa?

Kau merasa tidak nyaman denganku?

Apa aku terlalu berisik?

Kalau kita bertemu lagi,

kau mungkin akan kecewa.

Apa terjadi sesuatu, Jeong-seok?

Inilah alasan kita harus menikah.

Maksudku,

pasti rasanya sangat rumit...

sebagai ayah yang melihat putrinya menikah.

Kau bahkan tak mengerti, benar?

Permisi sebentar.

Bagaimana hidupmu?

Rasanya sulit bagiku.

Hidupku...

tak lagi punya harapan.

Orang yang akan datang saat anjing menteri mati...

tak akan datang saat sang menteri mati.

"Kepala Pejabat Kreatif VC Group, Go Ah-in..."

"mengucapkan selamat atas pernikahanmu."

"Eksekutif VC Group, Direktur Keuangan VC Group"

"Ketua VC Group Kang Yong-ho"

"Putri Direktur Kreatif Eksekutif Yu Jeong-seok,"

"selamat atas pernikahanmu."

"Choi Chang-su"

"Go Ah-in"

"Choi Chang-su"

"Kang Han-su"

"Choi Chang-su"

"Putri Direktur Kreatif Eksekutif Yu Jeong-seok,"

"selamat atas pernikahanmu."

Jeong-seok!

Kau di sini.

Direktur Go, selamat datang.

Bukankah kita sedang bersaing?

Aku harus minta maaf kalau membuatnya tampak damai.

Mempertahankan karyawan yang nyaman di sisimu...

membuat perusahaan gagal.

Meningkatkan penjualan 50 persen.

Selama aku menyelesaikannya, semua akan berjalan lancar.

Kenapa kau tiba-tiba menghentikan iklannya?

Kurasa kau orang yang beruntung.

Apa yang ingin kau katakan?

Sulit bertemu karyawan setia belakangan ini.

Kau akan segera menerima telepon dari tim HRD.

Kau harus menjadi lebih kuat.

Kenapa kau menjadi lebih lemah?

Manfaatkan aku.

Benar.

Ini belum berakhir sampai benar-benar berakhir.

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.