Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Aku dikubur di sini.
Tak ada yang tahu aku dikuburkan di sini.
Aku tak tahu kenapa dia membunuhku.
Fakta yang ada, aku meninggal di sini.
Taklamakan adalah padang pasir merah, takkan bisa keluar jika sudah masuk.
Aku ucapkan sendiri salam perpisahan...
...kepada Taklamakan tercinta tepat di tengah-tengahnya.
Bersama cintaku Taklamakan
Aku pergi terlalu jauh. Kau ada di mana sekarang?
Ini.
Bahkan penampung sampah akan bayar lebih mahal.
Mereka bahkan minta bayaran hanya untuk masuk ambil barang.
Lantas kenapa? Kau ingin bilang aku merampokmu?
Bukan begitu. Aku rela berkorban membawa benda berat ini ke sini.
Aku juga meringankan bebanmu dan bahkan memberimu uang saku.
Apa aku terlihat baru lahir kemarin?
Setidaknya kau dapat 50 dolar dari semua ini, bukan?
Aku tak mengharapkan ini, tapi kau tak tahu diri.
Baiklah kalau begitu, bayar aku.
Bayar apa?
Bayar biaya angkut dan membawanya ke sini.
Apa? Kau sudah gila?
Kau yang sudah gila. Itu yang membuatmu bodoh.
Apa? Membuatku bodoh?
Panas sekali.
Masukkan uangmu dengan benar pada tempatnya dan tekan "OK".
Ya, aku kirimkan uang untuk bulan ini.
Apa? Komisi Kekerasan Sekolah?
Kenapa Jun-ho melakukan itu?
Aku?
Untuk apa aku menyuruh dia memukul anak lain?
Tidak, bukan itu maksudku.
Baiklah, aku akan datang tepat waktu.
Aku bilang, aku tak akan terlambat.
Jaga mulutmu.
Perempuan jalang bedebah.
Hai, Ibu.
Ayo, aku bukan anak-anak. Aku akan makan bila waktunya tiba.
Sewanya?
Sudah jatuh tempo?
Baik, akan kubayar besok.
Ibu, sebaiknya kau tinggal di rumah.
Kau tak cukup sehat untuk bekerja.
Peringatan: Gedung ini dalam proses penggusuran.
Tidak diperbolehkan masuk atau memanfaatkannya secara ilegal.
Tingginya sangat mirip dengan tinggi Jun-ho.
4961.
4961. Pindahkan trukmu.
Apa-apaan ini?
Bedebah.
Bedebah itu membuatku gila.
Coba lihat ini. Itu dia. Uang yang cukup banyak.
Tetapi kau harus berhati-hati. Kau tahu itu ilegal.
Kau ingat masa-masa itu?
Sebagai Direktur Lapangan dari wilayah yang sedang diperluas..
Kau kendarai traktor dan mengusir para bedebah menyebalkan itu.
Kita dapatkan banyak keuntungan dari sisa biaya perawatannya.
Masa yang indah, bukan?
Indah apanya?
Masa aku ditipu.
Teman-teman bahkan istriku juga mengkhianatiku.
Perempuan bedebah itu.
Akan tetapi pernikahan bertahan lebih lama bagi anakku.
Ayolah, kita juga sukses saat kau mengelola pabrik itu.
Kau tak ingat?
Kau sombong mau menafkahi keluargaku jika aku dalam kondisi terburuk.
Kini aku jatuh dan terpuruk.
Maafkan aku.
Aku juga ikut sedih kau berakhir seperti ini.
Tn. Park..
Maafkan aku.
Maaf untuk apa? Jangan katakan itu.
Bagaimanapun, usahamu gagal karena aku.
Oh, ya. Kini aku bosmu.
Kau tak perlu main kasar terhadap orang-orang sial itu, bukan?
Hei, Teman. Maukah kau bermain sebagai bos malam ini?
Lagi pula, kita dulu pasangan yang hebat, bukan?
Maaf, aku tak bisa membantumu malam ini.
- Kenapa begitu? - Polisi sedang beraksi malam ini.
Kalau begitu mereka hanya berdua?
Kalau begitu tidak ada masalah dengan pegawai wanitamu.
Pegawai wanita? Itu lucu.
Apa itu?
Tak ada yang bisa tanpa uang.
Perempuan hanya menghormati pria-pria berkantung tebal.
Itu yang dahulu kau katakan, bukan?
Benarkah?
Kalian para gadis tahu benar cara tampil.
Ini Tn. Kim, Direktur Lapangan Konstruksi Hyeon-sung.
Hei, kenapa kau ini?
Halo, Mr. Kim. Aku Mi-sun dari Bagian Umum.
Ini Su-eun dari Bagian Kepegawaian.
Halo, Direktur Kim.
Hei. Malam ini Ketua harus dilayani dengan sangat baik.
Dia yang berwenang atas pembangunan apartemen senilai 1 juta dolar.
Bersikaplah yang baik malam ini, maka dia akan memberimu 1 apartemen.
Sungguh?
Tentu.
Tergantung bagaimana kalian memperlakukan kami malam ini.
Senang bertemu denganmu, aku Su-eun.
Hei, Teman-teman.
Kita akan buat heboh apa pun yang ada di sini, paham?
Hai, Sayang.
Ya, aku sedang minum-minum dengan Direktur Kim.
Jangan khawatir. Aku tak akan minum banyak.
Apa So-yeon sudah tidur? Baiklah. Aku cinta padamu, Sayang.
Aku sudah menikah dan punya anak.
Tetapi malam ini kau istriku.
Sayang, ada rencana khusus untukku malam ini?
Apa pun itu dan sebanyak apa pun yang kau minta.
Itu bagus. Kau tahu bagaimana menghadapi laki-laki.
Baik, minum dulu.
Aku mimpi tinggal di apartemen itu saat aku hasilkan uang banyak.
Jika kau suka padaku, kau bisa berikan aku apartemen, bukan?
Siapa namamu tadi?
Su-eun. Kau bisa mengingatku saat memikirkan Racun Merkuri.
Racun Merkuri. Itu julukanku saat masih sekolah.
Racun Merkuri?
Segala sesuatu yang indah selalu beracun, bukan begitu?
Maafkan aku, aku tak tahu tanganmu terluka.
Kukumu patah..
Perempuan itu santai.
Berbintik dan berbercak.
Aku tak mengerti kenapa perempuan suka melakukan ini.
Ya ampun, ini juga seni. Seni rias kuku.
Perempuan menjaga tangan mereka agar selalu tampak cantik.
Dengar, apa pun yang kau tangkap dengan kedua matamu,...
...katakan dengan mulutmu.
Katakan dengan mulutmu.
Kau tak bisa merasakan apa pun tanpa menyentuhnya.
Itu sebabnya mereka semua berada dalam jangkauan.
Ini dia.
Itu adalah langit.
Langit?
Bagaimana dengan ini?
Lautan, lautan biru. Bagus, bukan?
Kekasihku bilang, semua itu tergantung dari caramu memandang.
Apa gerangan yang kau lakukan?
Kau harus menyanyi.
Hei. Dia penyanyi yang hebat.
Sungguh?
Aku bukan penyanyi hebat.
Ayo tunjukkan pada kami. Kenapa kau ini?
Su-eun, lagu kesukaanmu.
Taklamakan
Ayo, tenang saja.
Kalian para bedebah lupa posisi kalian.
Kau pembantu menyebalkan. Pembantu.
Untuk sebuah rokok, kau menyala dengan cepat.
Untuk minuman, kau menuangkan dengan cepat.
Kalian ada di sini untuk menawarkan semua pelayanan yang kami perlukan.
Maaf, waktunya sudah habis.
Kau akan memperpanjangnya, bukan?
Mereka pemain andalanku. Bukankah mereka hebat?
Masa bodoh. Hebat apanya?
Kita harus bicara. Keluar.
Hei. Tak ada yang istimewa sama sekali?
Buat minuman dahsyat.
Baik, akan kubuat. Akan kuberikan barang bagus.
Direktur Kim, jangan. Hei.
Kenapa kau ini?
Apa maksudmu?
Kita ke sini untuk bersenang-senang, bukan?
Tunjukkan bagaimana kau bersenang-senang dulu.
Untuk apa para gadis itu?
Lucuti saja pakaian mereka.
Lucuti pakaian mereka.
Apa kau mau gadis-gadis dari bagian lain?
Tidak, aku hanya..
Jika tidak, kerahkan keahlianmu dan buktikan kemampuanmu.
Dulu kau terkenal sebagai raja perayu wanita, bukan?
Apa pun masalahnya, kau selalu bisa atasi semua gadis itu.
Masa jayaku sudah lama berlalu.
Maaf?
Kau bilang tak pernah lupa pada apa yang kau mulai.
Kemenangan akan diperoleh oleh mereka yang kuat.
Kita tak hidup bersama mereka, bukan?
Setidaknya kita harus belanjakan uang kita dengan sepadan.
Pintunya tertutup.
Bedebah..
Apa yang terjadi semalam?
Seseorang yang kukenal telah meninggal.
Seharusnya kau bisa menelepon. Aku khawatir semalaman.
Ini, uang sewanya.
Hanya 200 dolar?
Ada banyak tagihan yang harus dibayar.
Aku sudah berikan pada ibu uang untuk itu.
Ini semakin dingin dan aku butuh tambahan uang untuk pemanas.
Oh, ya. Ibu Jun-ho menelepon lagi.
Dia menyebut-nyebut soal ganti rugi.
Apa kau biarkan Jun-ho memukul anak itu di sekolah?
- Sampai ketemu lagi nanti. - Baik.
Kami beli TV, lemari es, mesin cuci, perabotan rumah tangga.
Komputer, komputer jinjing..
Apa kau mau main bisbol dengan ayah?
Matikan itu.
Aku tak bisa tidur karenamu. Itu berisik sekali.
Oh, maafkan aku.
Jangan seperti anak kecil.
Kenapa kau membuat masalah di sini dan...
...membuat orang yang bekerja semalaman tidak bisa tidur?
Bedebah, aku sudah minta maaf. Dasar sial.
Apa? Bedebah?
Kenapa kau tidak keluar saja, Bedebah?
Keluar, Bedebah.
Aku selalu yang babak belur setiap kali diminta keluar.
Masa bodoh denganmu, pemulung sampah bedebah.
Tamat riwayatmu. Dasar bedebah. Keluar kau, bedebah.
Maaf, aku agak terlambat.
Tidak, sudah hampir sampai.
Jun-ho.
Ayah.
Kenapa kau lakukan itu?
Para orang tua amat sensitif terhadap kekerasan di sekolah akhir-akhir ini.
Tanda luka akibat kuku jari saja mereka akan laporkan ke polisi.
Dan kau suruh dia memukul anak itu?
Kau ingin Jun-ho jadi seorang penjahat?
- Aku tak bermaksud begitu. - Aku tak percaya padamu lagi.
Tak satu pun aku percaya.
Kau bilang tak akan terlambat.
Kau tak berubah sama sekali.
Maaf, Nak. Aku terjebak macet.
Terjebak macet?
Kau terjebak di sini.
Kau tahu apa yang dikatakan orangtua korban?
Mereka bilang, bagaimana seorang anak tanpa ayah memukul anak lainnya?
Apa Jun-ho tak punya ayah?
Maaf, mari kita pergi ke suatu tempat dan bicara.
Aku rasa sudah cukup dan aku sibuk.
Jika kau tak ingin dia dikeluarkan, siapkan ganti ruginya.
Akan kukirim melalui SMS padamu.
Sudah lama aku tak melihat Jun-ho. Bagaimana kalau kita makan saja?
Jangan menghayal bahwa Jun-ho suka padamu.
Anak itu akan segera tahu betapa buruk dan tak bergunanya dirimu.
Paham?
Perempuan Jalang?
Jika aku perempuan jalang, kau bedebah.
Apa yang membuat Kepala Konstruksi yang hebat itu datang ke sini?
Apa? Konstruksi senilai seratus juta dolar?
Apartemen sebagai hadiah?
Oh, kau harus membangun satu di sini.
Lalu untuk apa toilet ini?
Direktur Lapangan?
Direktur Lapangan apanya?
Yang benar saja, Bedebah. Kau hanya seorang bedebah, ya?
Bagaimana kau bisa lakukan ini padaku?
Sekarang, kau tak bisa lari dariku seperti kau lari dari istrimu.
Kau ingin lari lagi?
Kau sudah gila?
Apa gerangan yang kau ketahui tentang aku?
Sekarang aku bisa melihat semuanya.
Kau dipecat dari pekerjaanmu. Istrimu menceraikanmu.
Anak-anakmu merengek-rengek padamu.
Kau dan aku berada dalam kesulitan yang sama.
Perempuan jalang bedebah.
Kenapa aku berada dalam masalah yang sama denganmu?
Bagaimana aku bisa sama seperti seorang pelacur?
Jadi kau meniduri gadis seusia puterimu lalu kabur?
Mana simpananmu dari jamban? Dasar bedebah.
Ayah, angkat teleponnya.
Ayah, angkat teleponnya.
Ayah, angkat teleponnya.
Lihatlah dirimu.
Apa anakmu tahu ayahnya seorang bedebah...
...yang meniduri gadis muda lalu kabur melarikan diri?
Diam.
Berhenti bicara begitu.
Hentikan.
Ya, aku sedang makan Jjamppong saat ini.
Jun-ho.
Kau ada di rumah?
Sungguh?
Tidak, ayah baik-baik saja. Tak ada masalah sama sekali.
Tentu.
Ayah segera pulang. Ayah akan segera datang.
Ayam?
Aku terlalu kasar. Kau di mana? Pulanglah. Aku akan menunggumu.
Kaukah itu, Tae-sik?
Ya.
Sedang apa kau selarut ini?
Kenapa kau tidur di luar?
Bagaimana dengan Jun-ho?
Dia tidur di kamarmu.
Apa itu?
Jun-ho ingin makan ayam.
Kau bilang amandelmu sering bengkak.
Aku suka kupu-kupu.
Jadi kau ubah sendiri namamu dari Su-eun menjadi Merkuri.
Ya, kau pelajari itu dalam pelajaran IPA di SMA, bukan?
Terberat di dunia dengan titik lebur, titik didih yang tidak pernah berubah.
Aku juga. Aku tak pernah tidak setia saat menjalin hubungan.
Kau dilahirkan untuk dicintai.
Yah..
...butuh waktu untuk membuktikannya.
Ayo, kau bilang kau ketagihan, pada racun merkuri.
Segala yang indah-indah selalu beracun, ya?
Ta-da.
Bagaimana pendapatmu?
Ketika terkena cahaya, akan memantul seperti bola kaca.
Kau akan bersinar meski tak ada cahaya.
Itu gombal.
Kelihatannya bagus.
Cantik.
Aku punya lisensi.
Apa ada yang ingin kau lakukan?
Atau...
...kau ingin menjadi sesuatu?
Seperti harapan atau mimpi di masa yang akan datang?
Aku tak pernah punya yang seperti itu.
Saat ini, aku hanya ingin membuka toko perawatan kuku.
Membosankan, ya?
Kau sendiri bagaimana?
Bagiku..
Aku ingin naik unta dan melintasi gurun pasir suatu hari nanti.
Semoga itu unta bambu.
Aku akan duduk di atas punuknya yang besar...
...dan melintasi gumuk pasir yang tiada bertepi.
Dan minum alkohol yang dibuat dari susu unta.
Padang pasir?
Tetapi tak ada kamar mandi, tak ada pancuran, tak ada dapur.
Apa kita terlalu berbeda?
Apa salahnya?
Tunggu aku.
Itu Jalanan lingkar dalam.
Itu jalan menuju ke jantung kota Seoul.
Pusatnya.
Dalam Bahasa Korea itu artinya "tepat di tengah hatimu".
Jika ada seseorang di hati kita...
...kita tak akan harus menempuh semua jalur alternatif ini.
Menyenangkan jika ada seseorang yang menungguku seperti ini.
Berapa ukuran sepatumu?
Kenapa kau ingin tahu?
Aku hanya ingin tahu.
A 6.
Lebih kecil dari yang aku bayangkan.
Kapan ulang tahunmu?
Sudah lewat.
Kenapa kita tak jadikan besok hari ulang tahunmu saja?
Aku ingin memberimu kado ulang tahun.
Sekarang aku merasa baikan. Ayo, kita pergi.
Itu dia. Rumah pertama di bawah langit.
Sungguh?
Jadi matahari juga lebih dahulu terbit di sini, ya?
Masuklah.
Kau masak sendiri?
Hanya masakan sederhana.
Aku pandai memasak.
Kau punya banyak buku.
Kau sudah baca semua ini?
Kenapa gitar ini kecil sekali?
Itu bukan gitar. Itu ukulele.
Ini sudah lewat batas waktu.
Kau harus bayar tepat waktu supaya terhindar dari denda.
Jika kau terlalu peduli, kau tak bisa menyanyi.
Aku juga mau itu.
Itu menembus langsung ke pusat hati.
Lihat ini.
Mereka semua sama saja.
Itu hanya kebiasaan, sebuah buku harian.
Saat aku terjebak di kamar seharian...
...aku kadang bingung, aku ini hidup atau mati.
Lalu aku melihat ke luar jendela.
Aku merasa lega lihat mobil di jalur lingkar dalam yang sedang melaju.
Pada jam 3 dan 9 pagi serta jam 5 sore juga.
Lalu hatiku bisa tenang mengetahui bahwa aku masih hidup.
Aku berswafoto setiap kali merasa begitu, merekam bahwa aku masih hidup.
Apa?
Merekam bahwa masih hidup.
Kedengarannya bagus.
Sebenarnya, aku punya lagu tentang hal ini.
Mau mendengarnya?
Hari yang suram, hidup yang tak ada jawaban.
Aku menyanyi di depan dinding sepanjang hari.
Orang bilang kau berbeda.
Tetapi kadang aku ingin menjerit.
Lihat ini. Aku hidup di sini.
Jam 2 pagi. Dan jam 9 pagi juga.
Ketika kau tidur, cinta dan minum.
Sangat dekat dengan jalur lingkar dalam.
Aku bernyanyi sambil menatap dinding tadi.
Mari kita hidup bersama selama 6 bulan, misalnya?
Kecuali kita berubah, lalu kita bisa perpanjang 6 bulan lagi.
Ada sebuah gurun di Uighur, sebuah wilayah di pelosok China.
Namanya Taklamakan.
Sekali kau masuk ke sana, kau tak akan bisa keluar.
Di Taklamakan, ada kalajengking yang hidup di bunga-bunga, di gurun kaktus.
Warna kalajengking itu biru.
(Bersama cintaku Taklamakan)
Warna biru gelap terindah yang pernah ada.
Jika kau gambar sebuah hati di dalam biru itu, takkan berubah selamanya.
Ini dia.
Sekarang jadi biru langit.
Dan ini..
Biru laut.
Itu tergantung pada bagaimana kau melihatnya.
Tapi ada satu hal yang permanen.
Yaitu biru ini.
Hatiku tak akan pernah berubah sama seperti biru ini.
Su-eun, sumpah aku tak akan pernah berubah.
Memberi makan kucing?
Ya, masih kecil.
Kelihatannya lapar sekali, jadi aku beri makan dia sekali.
Dan sekarang dia datang terus ke sini.
Jangan terlalu terikat padanya.
Meow.
Meow.
Halo, Nyonya.
Senang bertemu denganmu.
Kau sudah putuskan?
Sudah. Tetapi aku agak kekurangan uang.
Harganya tak mungkin bisa kurang lagi.
Aku sudah turunkan harganya sebanyak dua kali.
Aku tahu. Aku sangat berterima kasih, tetapi..
Jika kau tak mampu, bilang saja terus terang.
Ada banyak orang yang bisa menggantikanmu.
Bisa beri tambahan waktu lagi?
Jika tak bisa kau selesaikan akhir minggu ini, kuberikan ke orang lain.
Jadi kau tahu perbuatanku?
Apa yang telah kau lakukan?
Aku lepas hak sepatuku dan kupakai untuk memukul pundaknya.
Lalu aku pergi.
Oh, hak sepatu ternyata berguna juga.
Mari kita pergi ke luar untuk minum lagi? Ini hari libur kita.
Aku tak suka melanjutkan minum-minum. Kita minum di sini saja.
Baik, kita bisa minum di sini.
Kita tetap di rumah saja. Kita punya minuman di sini.
Baiklah kalau begitu.
Berjanjilah padaku.
Kau tak akan pernah melanjutkan minum-minummu.
Apa maksudmu? Kau tahu aku tak seperti itu.
Berjanji sajalah padaku lagi. Aku ingin mendengarnya.
Apa kau tak percaya padaku?
Hei.
Kalian berdua sebaiknya tidak berubah juga.
Dia bilang apa?
Dia bilang jangan berubah.
Tunggu aku.
Rokmu terlalu pendek.
Tidak terlalu pendek.
Apa kau tak lihat anak itu menatapmu?
Kau tahu ini hanya untuk pekerjaan.
Berapa lama kau akan kerjakan pekerjaan semacam itu?
Apa kau senang bernyanyi dan minum bersama pemabuk tiap malam?
Kenapa kau ini?
Kau bilang kau akan percaya padaku apapun yang terjadi.
Bank Simpan Pinjam Bahagia Bersama. Pembayaran Anda terlambat.
Dua puluh dua?
Tetapi untuk apa?
Biaya uang sekolah?
Di muka?
Jika bayar di muka, dipotong 5% dan harus ada peminjaman ulang.
Kau tahu apa arti peminjaman ulang?
Bukan kewajiban, tapi sangat disarankan.
Tunggu.
Hai, senang bertemu denganmu.
Kenapa kau begitu senang?
Cinta sangat menyenangkan?
Tentu. Tak ada yang lebih indah. Kami tergila-gila dalam cinta.
Hati-hati, Sayang.
Berkencan dengan orang yang salah bisa merusak seluruh hidupmu.
Apa pekerjaannya?
Musik.
Bernyanyi di jalanan dan mengajari anak-anak bermain gitar.
Kau ingin mati kelaparan?
Segera putuskan dia. Atau kau akan menyesalinya.
Aku suka.
Orang itu si Biru dari Taklamakan.
Apa?
Cinta kami tak akan berubah seperti warna itu.
Dasar bodoh.
Pria yang lucu.
Minta padanya agar beli Mercy biru jika tak ingin keadaannya berubah.
Dia bukan pria.
Dan kurasa ini akan menjadi cinta terakhirku.
Su-eun.
Jangan mudah tertarik kecuali pada sesuatu yang bernilai tinggi.
Orang berubah dalam waktu singkat.
Aku tak tahan lagi makan kimbap.
Ini bukan seperti kita akan berpiknik.
Benar.
Kita berubah jadi pemakan buah di malam hari dan hanya makan buah.
Polisi-polisi keparat itu akan beraksi minggu ini.
Kelihatan rapi, bukan?
Pak, aku ingin bicara denganmu.
Apa? Minta dibayar di muka lagi?
Kau pikir aku ini bankmu atau semacam itu?
Dipersingkat saja, aku butuh uang tunai segera.
Depositoku belum jatuh tempo. Tolong bantuannya?
Aku tak membuat kesepakatan dengan gadis sepertimu.
Pergilah ke bar tempat minum jika kau butuh uang lebih banyak.
Bagaimana aku bisa memercayaimu? Kau tak pernah pergi ke bar.
Usahamu terlalu sepi.
Su-eun.
Hei, kau datang ke sini untuk menghasilkan uang, bukan?
Lihat Mi-seon.
Dia bisa menafkahi suaminya yang sakit dan membayar pendidikan anak-anaknya.
Dia bahagia. Tetapi bagaimana denganmu?
Aku tak bisa lakukan itu. Aku sudah berjanji.
Berjanji apa?
Aku tahu tubuhmu adalah tubuhmu.
Kita hidup di masyarakat kapitalis.
Jadi kau bisa jual apa saja atas risiko sendiri dan jadi lebih bahagia.
Paham?
Ya, ini Janus Seo. Para gadis?
Tentu, akan segera kukerjakan, Nyonya.
Seon-Ju masih baru malam ini, jadi kau urus dia.
Lihat orang-orang itu?
Ya.
Cari tahu nama dan jabatan mereka lebih dahulu.
Kau bersama rekan kerjamu, benar?
- Berapa orang yang akan masuk? - Tiga.
Halo, Tuan-tuan.
Bagus. Masuk.
Kerja yang bagus.
Mereka bedebah.
Apa yang terjadi?
Mereka marah karena ada orang baru yang masuk.
- Apa pekerjaanmu? - Aku tak bekerja.
Aku baru saja dikeluarkan.
Kau dikeluarkan karena umurmu, bukan?
Diam.
Ya, Nak.
Apa kelasnya sudah selesai?
Kerja yang bagus.
Ibu akan bekerja hingga larut. Maaf.
Tentu, ibu akan langsung pulang setelah bekerja.
Kau tidur saja lebih dahulu.
Semua keluar. Kita ganti mobil.
Ada kalanya, kita ganti mobil sehubungan pemeriksaan polisi.
Cepat.
Lepaskan aku.
Perempuan jalang bedebah.
Kau ubah namamu dan sembunyi seperti tikus?
Kau pikir kami tak akan menemukanmu, ya?
Aku sarankan kau ganti pinjamanmu.
Kau bisa bayar dalam 96 hari, jika kau bayar $50 sehari.
Keparat, sudah kubilang. Itu tak ada sangkut pautnya denganku.
Nona, kau yang jadi penjamin hutangnya, bukan?
Na-yeong sudah mati.
Kalian sungguh kejam.
Aku turut bersedih atas kematiannya.
Tetapi kau yang menandatangani kontraknya.
Jadi kau harus membayar atas nama dia, bukan?
Sudah kubilang. Kau tak akan bisa lepas dari hutangnya sampai kau bayar.
Kau masih belum mengerti apa yang kumaksud?
Kali ini, akan kuperjelas.
Akan kuberi kau stempel yang cantik.
Mari kita lihat.
Sempurna.
Minggir. Kau menghalangi.
Bedebah berengsek.
Ini Kim, Direktur Lapangan dari Konstruksi Hyeon-sung.
Hei, kenapa kau ini?
Halo, Mr. Kim. Aku Mi-sun dari Bagian Umum.
Ini Su-eun dari Bagian Kepegawaian.
Halo, Direktur Kim.
Pak Ketua ini harus diperlakukan dengan baik malam ini.
Dia berwenang atas pembangunan apartemen senilai satu juta dolar.
Bersikap baiklah malam ini, maka dia akan memberimu apartemen.
Sungguh?
Tergantung bagaimana kalian memperlakukan kami malam ini.
Halo, Tuan. Aku Su-eun.
Kita akan buat heboh apa pun yang ada di sini malam ini.
Hei, kenapa kau malam ini?
Apa maksudmu?
Kau bekerja keras.
Apa?
Ada bedebah yang buang air kecil di seluruh tempat ini.
Kurasa aku akan lanjut kerja lagi. Kau akan pulang lebih awal, bukan?
Kau tak pernah mau melanjutkan pekerjaanmu.
Hidup tanpa mimpi, sungguh berat.
Kau belum pernah merasakan yang seperti itu.
Sekarang, aku punya.
Akhirnya kau buka matamu untuk menghadapi kenyataan.
Su-eun, sekarang kau urus dirimu sendiri.
Aku harus masukkan putera sulungku ke Akademi Bahasa Inggris.
Bersulang.
Racun Merkuri.
Racun Merkuri.
Dia tak mau melanjutkan pekerjaannya.
Kau yang minta gadis seperti itu, bukan?
Astaga, jika sampai dia kugerayangi, maka potong saja tanganku.
Hei. Kau urus Bagian Umum saja.
Mau kemana kau?
Bagaimana jika kau beri aku racun merkuri?
Astaga, nakal sekali.
Kau dengar apa yang Tae-sik katakan. Di sini kau adalah isteriku.
Ayo, kita pergi dari sini, Teman.
Ayo.
Ini bahkan belum sampai setengah jam. Jadi 5 dolar, bukan?
Ayo.
Ini jamuan makan perusahaan, bukan? Harus bersikap baik pada pegawaimu.
Menyenangkan jika bisa mengencani rekan sepekerjaan.
Apa itu?
Minuman khusus. Dan cumi kering gratis.
Su-eun, Pak Ketua menunggu.
Sayang.
Ayolah, dia pasti sangat ingin minum. Ini.
Bagus.
Ini.
Satu lagi untukmu.
Mi-seon sudah dapat satu.
Semuanya, mari bersulang.
Bersulang.
Sampai habis.
Halo?
Baik, sebentar.
Kau sudah gila.
Jam 5 pagi.
Matilah aku.
Di mana kau sekarang?
Kenapa kau tak angkat teleponnya?
Aku khawatir sekali padamu. Jawab teleponnya, Su-eun.
Anak kucingnya menangis terus.
Kapan kau akan pulang?
Bedebah, dasar berengsek.
Ada apa?
Aku meneleponmu semalaman.
Temanku sakit, aku sedang menemaninya.
Kau tak ingat?
Apa?
Siapa pria itu?
Siapa?
Kau tak ingat meneleponku jam 5 pagi?
Apa yang telah kau perbuat?
Bedebah itu bilang bahwa kau isterinya.
Kau bermalam bersama pria itu?
Aku terjaga semalaman.
Kau tidur dengannya?
Kau berkencan dengannya?
Apa kau seorang pelacur?
Pelacur?
Begitukah kau memandangku?
Banyak yang menjual tubuhnya.
Kau juga menjual kerongkonganmu untuk menyanyi demi uang.
Tak bisa menyanyi jika peduli terhadap tagihan yang ada?
Kau bilang, menyanyi itu harus dari hati.
Hatiku ada di sini, bukan di selangkanganku.
Apa hebatnya selangkangan ini saat kita pakai untuk buang air kecil?
Seperti ini jugakah sikapmu terhadap orang lain?
Kau bilang, kau tak akan pernah berubah.
Tetapi ketika sikapmu seperti sampah, semua orang bisa berubah.
Maaf, Hyun-Jin. Ternyata aku salah.
Apa aku bisa memercayaimu?
Lawan dari percaya bukan tidak percaya...
...tapi selesai.
Kenapa kau lakukan ini kepadaku, kenapa?
Aku harus bagaimana?
Halo?
Kau ada di mana?
Aku di gereja.
Kau habis minum banyak?
Hyun-Jin, aku salah. Maafkan aku.
Aku janji tak akan membiarkan itu terjadi lagi.
Maaf? Maaf untuk apa?
Maaf adalah hak Tuhan.
Beri aku kesempatan, Hyun-Jin.
Aku bukan Tuhan atau apa pun.
Aku..
Su-eun..
Kau Merkuri yang tak pernah berubah?
Tak ada yang seperti itu.
Angkat barang-barangmu dari rumahku sekarang juga.
Wanita jalang brengsek.
Wanita jalang brengsek?
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.