All language subtitles for Plane.2023.1080p.WEB-DL.DD5.1.H.264sub.indo.

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

BUAT SITUS NONTON STREAMING, MOHON TAK MERUBAH KONTEN SUB INI

Jual Alat Bantu Seksual

Jual Alat Bantu Seksual | Sex Toys

Jual Alat Bantu Seksual | Sex Toys | Kondom |

Jual Alat Bantu Seksual | Sex Toys | Kondom | Dildo | Masturbation Cup

Jual Alat Bantu Seksual | Sex Toys | Kondom | Dildo | Masturbation Cup | Vibrator |

Jual Alat Bantu Seksual | Sex Toys | Kondom | Dildo | Masturbation Cup | Vibrator | Tenga

PRIVASI AMAN, KUNJUNGI: www.redmitra.com

PRIVASI AMAN, KUNJUNGI: W W W . R E D M I T R A . C O M

Ini bakal sangat kacau. / Ya.

Hai Ayah. / Hey, Daniela.

Aku bergegas menuju keamanan. Apa semua baik-baik saja?

Ya, kami tak ada masalah. Barusan check-in.

Maaf. / Apa ayah bisa sempat?

Ya, kurasa pemeriksaan medisnya bisa dilakukan cepat.

Maksudku sempat tiba ke sini sebelum tengah malam.

Ayah masih di Singapura.

Hawaii terlambat 18 jam.

Lebih dari enam jam ke Tokyo. Enam lagi ke Honolulu.

Jadi, aku sampai sana masih banyak waktu luang.

Malam tahun baru. Satu penundaan...

Hey, hey. Tak akan ada penundaan.

Tunggu.

Hey, maaf. Aku terlambat pagi ini.

Aku harus memindai lencanamu,

dan kami akan membantumu masuk dengan cepat.

Terima kasih.

Sekarang, bilang sama Bibimu Carrie aku nunggu haggis buatan sendiri,

neeps, dan tatties menungguku, ngerti?

Oke. / Sampai ketemu nanti.

Hey, ayah.

Aku senang kita bisa melakukan ini.

Dan aku minta maaf kalau butuh waktu lama buat kita bisa bersama.

Jangan minta maaf. Aku tahu kamu sibuk di kampus.

Ya, berkat ayah.

Itu memang tugasku, sayang.

Ayah tak ada cara lain.

Hampir tak ada.

Kapten Torrance? / Ya, maaf aku terlambat.

Tak apa, Pak. Petugas operator penerbangan juga belum datang.

Bagus. / Oh. Samuel Dele.

Senang berkenalan denganmu. / Oh, senang berkenalan denganmu.

Selamat Tahun Baru. / Selamat juga.

Dari mana asalmu? / Uh, Hong Kong, Pak.

Menjalani pelatihanku di Departemen Penerbangan Sipil.

Oh, ya. Kudengar itu akademi yang hebat.

Dan Bapak? Kutebak dari Inggris?

Tidak. Aku tak akan merendahkan diriku.

Tidak. Aku orang Skotlandia. / Oh.

Meskipun aku pernah menerbangkan pesawat Angkut RAF bertahun-tahun lalu.

Saat itu, semua tugas seksi jatuh ke tangan orang Inggris.

Aku tak keberatan, karena bagiku,

tugas terberat adalah jalan yang mudah menuju maskapai penerbangan.

Sepertinya mereka memaksa kita melewati cuaca buruk.

Tentu.

Tuan-tuan, mari kita lihat.

Penerbangan 119, 14 penumpang.

Semuanya beres. Ada pertanyaan?

Ya. Kayaknya kita melewati cuaca yang serius.

Titik temunya di atas Laut Cina Selatan sini.

Kita tahu cuaca itu. Pada saat kau sampai di sana,

mestinya itu ada awan bergerak. / Bagaimana jika itu diam sana dan mendidih?

Kita bisa bergerak ke timur, ke utara melewati Luzon?

Tambah satu jam serta bahan bakar 18K.

Penerbangannya hampir kosong, jadi kita perlu persingkat.

Arahkan ke 37. Kau akan aman dari cuaca itu.

Selamat terbang. Selamat Tahun Baru.

Selamat Tahun Baru.

Apa iPad kita mengontrol cuaca seperti iPadnya dia?

Ini dia.

Halo, tuan-tuan.

Namaku Bonnie. Malam ini aku jadi ketua pramugari.

Oh. Senang bertemu denganmu, Bonnie. / Senang bertemu denganmu.

Um, Kapten, Kau dibutuhkan di Jetway.

Oke. / Sampai nanti, Kapten.

Kapten Torrance, Komandan Penerbangan. Apa yang bisa kubantu?

Penyerahan buronan ke Toronto.

Kami akan bersamamu sampai ke Tokyo.

Dia akan tetap diborgol dan berada di bawah pengawasanku.

Apa dia berbahaya? Apa yang dia perbuat?

Pembunuhan. 15 tahun yang lalu.

Tidak sangka.

Kami menemukan dia di Bali memakai nama samaran.

Dan dia sudah pengalaman, kuanggap begitu.

Ya, ini penerbangan yang kosong. Kau bisa menarik banyak perhatian.

Aku tak ingin penampung lainnya ketakutan.

Khawatirnya kau harus mentolelir kami, Kapten.

Baiklah.

Tolong, jauhi saja orang lain.

Dimengerti.

Ayo.

Apa kau periksa belakang sana? / Di belakang sudah siap.

Malam, nona-nona.

Malam, Kapten. / Malam. Apa kabar?

Ah, Isabella, apa kabar? / Hey. Baik.

Ya. / Bagus, bagus.

Maria. Baik. / Hai, Maria. Ya.

Brodie Torrance.

Kita semua siap keluar dari Singapura?

Ya, pak. / Oke. Ayo mulai.

Oke.

Oke, konfirmasi 14 penumpang.

14 penumpang. Cahaya Tahun Baru.

Kuyakin semuanya sudah lihat tamu spesial kita di belakang?

Louis Gaspare, 35B. / Mmm-hmm.

Apa yang dia lakukan?

Kuyakin makin sedikit yang kita tahu, semakin baik.

Jangan sering berinteraksi dengannya. Itu saja.

Ngerti? Bagus. / Ya.

Jadi, kita akan memulai tahun baru ini?

Ya, pak. / Ya.

Baiklah. Suruh mereka naik. Semoga penerbangan kita lancar.

Oke. / Sama denganmu.

Apa kabar? / Hai.

Selamat Tahun Baru. / Selamat Tahun Baru.

Ya, ke belakang sana.

Selamat Tahun Baru. / Terima kasih.

Hai. Selamat Tahun Baru. / Hai.

Hai. Hai. / Terima kasih.

Hai. Selamat Tahun Baru. Aku tak akan kirim ulang itu.

Hai. / Hai.

Mereka sudah lihat wajahnya. / Selamat Tahun Baru.

Mereka sudah... mereka sudah melihatnya. Aku...

Gary, aku tak bisa suruh mereka tandatangan. / Hai, Selamat Tahun Baru.

Hai. / Selamat Tahun Baru.

Hey, apa Kabar? / Aku tak bisa suruh mereka tandatangan.

Apa kabarmu? / Itu milikmu...

Halo. Selamat Tahun Baru.

D-F, di sini. / Halo.

Kau pasti bercanda? Kok kau bisa dapat peningkatan?

Pendakian.

Aku harus duduk sendiri, di kereta.

Selamat Tahun Baru. / Selamat Tahun Baru.

Mereka mesti memberitahumu saat membeli tiket

berapa usia pesawat ini. / Serius.

Oh, tak perlu khawatir, teman-teman.

Pesawat-pesawat ini hampir tak bisa dihancurkan.

Hey, nona-nona. Selamat Tahun Baru.

Hai. / Hai, hai.

Hai. / Hai.

Rasanya sudah semuanya. / Ya. Bagus.

Baiklah. / Oke.

Permisi, nona. Anda kejauhan.

Tapi ini tempat duduk kami.

Aku di 34D.

Tak apa-apa, nona-nona. Deretan itu kursi kalian.

Baiklah.

Apa kau ingin duduk dekat jendela?

Ya, terima kasih.

Bu, ada yang bisa kubantu? / Oh, terima kasih.

Para penumpang sekalian,

pastikan tempat duduk anda... / Permisi.

...dalam posisi tegak... / Terima kasih.

...kencangkan sabuk pengaman

dan semua barang bawaan anda sudah disimpan.

Sekali lagi, terima kasih telah terbang bersama Trailblazer.

Setel ke maksimal. / Jalur lepas landas.

Kontrol posisi lepas landas.

Dan kontrol penerbangan.

Kontrol penerbangan, aman.

Pengecekan selesai.

Semua penumpang sudah masuk, Kapten.

Baiklah, mari kita tutup. Terima kasih, Bonnie.

Selamat malam, penumpang sekalian.

Selamat datang di Trailblazer penerbangan 119.

Disini kapten anda yang bicara.

Jika tujuan anda berikutnya adalah Tokyo, maka anda berada di pesawat yang tepat.

Jika anda tak pergi ke Tokyo,

maka pagi anda terasa sangat panjang.

Waktu penerbangan malam ini

adalah 6 jam 30 menit.

Dan untungnya, aku tahu jalan pintas, jadi kita mungkin tiba lebih awal.

Kita akan lepas landas setelah aku pelajari

beberapa halaman manual penerbangan ini. Terima kasih.

Siap lepas landas?

Siap lepas landas. / Hubungi menara kontrol.

Tidak ada gunanya stres mikirkan itu. / Itu benar...

Trailblazer 119,

kau bebas meluncur ke Landasan Pacu 0-2 Kiri.

Traiblazer 119, diterima.

Meluncur ke Landas Pacu 0-2 Kiri.

Pemandangan ini tak pernah menua.

Trailblazer 119 di posisi, siap lepas landas.

Trailblazer 119,

kau diijinkan lepas landas.

Tetap di landasan pacu, naik dua dan pertahankan 2.000.

Dimengerti, dan bersiap untuk lepas landas.

Menuju landasan pacu terbang.

Naik dan tetap di 2.000. Trailblazer 119.

Daya lepas landas aktif. Kecepatan udara aktif.

80. Pemeriksaan silang.

90, 100, 110,

120, V-one.

Memutar.

Indikator positif, roda pendaratan naik. / Roda pendaratan naik.

Sayap naik. / Sayap naik.

Trailblazer 119, belok kanan,

menuju 1-0-6, nol derajat.

1-2 dan pertahankan 1-0 000.

Diterima keberangkatan. Traiblazer 119.

Para penumpang sekalian,

ini kapten anda yang berbicara.

Kita telah mencapai ketinggian jelajah 37.000 kaki.

Jika ada sesuatu yang anda butuhkan...

Pak, apa mau almond?

... jangan ragu untuk bertanya.

Kami di Trailblazer

menghargai anda telah menghabiskan Hari Tahun Baru bersama kami.

Terima kasih.

Hey, kau ingin berfoto dengannya?

Apa? / Satu foto.

Ayolah.

Bisa tidak jangan lakukan itu? / Maaf.

Keluarga yang cantik.

Terima kasih. Sekedar...

Penyemangat.

Tapi kami membuatnya berhasil.

Bagaimana denganmu, Kapten?

Apakah kau punya keluarga? / Ya, aku punya anak perempuan.

Sebenarnya, di sini. Ini dia.

Daniela.

Aku melihat kemiripannya.

Menurutmu?

Dan di mana rumahnya? / Daniela kuliah di California.

Dan, aku berbasis di Singapura.

Jaraknya pasti cukup menantang bagimu dan istri, bukan bukan begitu?

Anu, istriku sebenarnya sudah meninggal 3 tahun lalu.

Aku turut sedih, Kapten. / Tidak, tidak.

Terima kasih. Tidak apa-apa.

Selamat Tahun Baru. /Oh, terima kasih.

Mau diambilkan apa, Pak?

Eh, gin.

Apa mau tonik atau air soda?

Gin saja. Hanya gin.

"KELILING DUNIA BERSAMA TRAILBLAZER"

Kita menembus puncak badai.

Begitu banyak "awan bergerak."

Penumpang sekalian, ini kapten anda yang bicara.

Tanda sabuk pengaman telah dinyalakan.

Harap tetap di kursi anda dengan sabuk pengaman terpasang. Terima kasih.

Trailblazer 119, meminta naik ke ketinggian 40.000 agar aman dari cuaca.

Kontrol TSN, ini Trailblazer 119 meminta naik ketinggian

hingga 40.000 kaki agar aman dari cuaca. Dengar?

Komunikasi di sini tak begitu bagus.

TCAS bersih dari lalu lintas.

Kontrol TSN, ini Trailblazer 119.

Naik ke 40.000 agar aman dari cuaca, tak bisa melihat apa-apa.

Traiblazer 119, aman untuk naik ke 40.000.

Dimengerti, TSN. Trailblazer 119 ketinggian di 40.000.

Kru Tahun Baru, huh?

Whoa.

Apa itu tadi?

Oke.

Aku akan periksa penumpang.

Kau pegang kendali. / Aku pegang kendali.

Tak ada yang perlu dikhawatirkan, penumpang sekalian.

Hanya cuaca buruk.

Ini, Bonnie. Kau tak apa-apa? / Oh. Ya.

Apa itu tadi?

Maaf, penumpang sekalian. Hanya melewati cuaca buruk.

Apa ini milikmu?

Itu milikku. / Oh. Ini dia.

Terima kasih.

Dia jago juga ngelawak, tapi apa dia bisa nerbangkan pesawat ini?

Kami berusaha sebaik mungkin, pak.

Hey, minimal apa aku bisa mendapat handuk?

Kami akan ambilkan secepatnya.

Apa yang terjadi? Kau tak apa-apa?

Oh. Tak ada masalah. Cuma tergores.

Baiklah.

Dengar, suruh semua penumpang tetap di kursinya.

Tidak ada pengecualian. Ngerti?

Kencangkan sabuk pengamannya.

Ya, pak.

Bonnie, tetap di tempat dudukmu.

Apa yang terjadi?

Kapten, perangkat avionik mati.

Aku pegang kendali. / Dimengerti.

Periksa breaker dan setel ulang. / Setel ulang.

TSN, ini Trailblazer 119. Apa kau dengar?

Tak ada respon. Tak ada daya.

Avionik pasti kebakar. Gawat.

Apa ada orang di saluran ini? Tolong jawab.

Trailblazer 119, tak bisa lihat apa-apa.

Sambaran Petir. Avionik mati. Kami tanpa listrik.

Apa ada yang tahu posisi kita?

Radionya mati. Setel ulang.

Kegagalan sistem.

Kita tak bisa kirim sinyal.

Kita langsung pakai baterai.

Ada waktu 10 menit untuk menurunkan pesawat sebelum kita kehilangan daya

dan menukik tanpa terkendali.

Stopwatch.

Apa?

Minta bantuan, Dele.

Tiap satu menit, ngerti?

Oke? / Oke.

Oke. Navigasi manual. Posisi terakhir yang ditandai?

427, selatan barat daya Manila,

menuju 0-3-0.

Mengingat kecepatan dan arah,

mestinya kita berada disini.

Badai mengarah ke timur laut.

Kita tak akan sampai Manila.

Darurat, darurat, darurat.

Ini Trailblazer 119. Turun dari ketinggian 40.000 kaki.

Tak ada radar, tak ada navigasi, tak ada antena, tak ada ADI.

Tolong jawab.

Oh Tuhan.

Avionik kebakar, Bonnie.

Ini bakal banyak guncangan.

Oke, oke, oke.

Ini tak mungkin.

Para penumpang sekalian, kami mengalami...

Para penumpang sekalian, kami mengalami kerusakan listrik

dan kuingin semuanya tetap memakai sabuk pengaman!

Kita terpaksa terbang melewati cuaca buruk!

Apa yang terjadi? / Kerusakan listrik!

Kuingin semua mengencangkan sabuk pengaman!

Kapten.

Waktu? / 8 menit.

Kita akan kehilangan panduan bulan. Tetap awasi sensor gyro.

Minta bantuan.

Bersiaplah ambil kendali bila terjadi sesuatu.

Itu hujan es.

Sekarang ini namanya pesta.

Sial. Kita harus menembus badai ini

dan nanti tahu keluarnya kemana.

Ponselku.

Tak ada sinyal. / Ponselku juga.

Ayolah sayang. Pegangan erat. Pegangan erat.

Oh Tuhan. Tolong!

Bisa kau lepaskan borgolnya? Aku tak bisa berenang.

Tak mungkin.

Ayo, ayo. Kupegangi. Kupegangi.

Pesawat ini akan hancur berantakan!

"Aku sangat mencintaimu."

Sial!

Pak, kau harus duduk. / Pak? Pak? Duduk.

Tetaplah disini. Tetap di sini, Isabella. Diam.

Tetap duduk. / Duduk!

Duduk! / Duduk!

Isabella!

Oh Tuhan!

Whoa.

Bisa tolong dia?

Waktu?

5 menit 40 detik.

Ayo. Ayo, terobos.

Oh, sial.

Sudah aman.

Waktu?

4 menit 30 detik.

Oke.

Apa kau lihat daratan?

Tolong, Pak, duduklah.

Semuanya tetap di tempat duduk, tolong.

Kapten, aku harus mengatakan apa sama penumpang?

Tak sangka aku harus mengatakan ini.

Bersiap pendaratan di air.

Oke.

Perhatian, semuanya!

Kuingin kalian bersiap terhadap benturan!

Pesawat ini dilengkapi dengan alat pelampung.

Kita akan jatuh. / Dan begitu kita turun,

akan kuberikan instruksi lebih lanjut!

Maria, kau dengar? / Di mana kita mendarat?

Ya, dengar! Bersiap terhadap benturan!

Awan putih itu terlihat tidak ramah.

Waktu?

3 menit.

Baiklah, Del. Kita manfaatkan peluang terbaik kita.

Atas perintahku, kita akan mengikuti arah angin

dan kita masuk sejajar ombak,

jadi kita mendarat dengan pelan dan landai.

Mengerti?

Kamu melihatnya? Di sana?

Itu daratan.

Di atas daratan. Ada petunjuk di mana kita berada?

Kita pasti berada di sekitar sini.

Medan terlalu rendah.

Medan terlalu rendah.

Itu masih berfungsi.

Kapten, 90 detik.

Dia akan memberi kita lebih banyak waktu.

Apa yang terjadi?

Kita tak bisa mendarat di sini.

20 detik.

Mungkin sebaiknya kita mendarat di air.

Kehabisan waktu.

Di sana!

Itu ada jalan. Waktu?

10 detik pas. Apa kau...

Itu sebuah jalan.

Aktifkan sayap. / Aktifkan sayap.

Pembuangan bahan bakar.

Mengonfirmasi pembuangan bahan bakar secara visual, sisiku.

Tak ada apa-apa disini.

Sisi kanan tak fungsi. Coba lagi.

Tak bisa. / Brengsek.

Kita bagai dinamit.

Majukan roda secara manual. Cepat.

Memajukan roda pendaratan dan kunci.

Medan rendah. / Diam.

Tidak, tidak.

Rem kecepatan diperpanjang.

Membalikkan dorongan penuh. Membalikkan dorongan penuh.

Bantu aku mengerem, Dele. / Baik.

Oke.

Semuanya mati.

Bagaimana... Bagaimana kau...

Setiap menit.

Ya, Del?

Sial.

Sial, bahan bakar masih ada.

Dan pesawat panas.

Ayo keluarkan semua penumpang sekarang. Cepat.

Dele, bawa semua penumpang ke depan.

Keluarkan aku dari pesawat ini.

Semua tak apa-apa?

Harap Tenang. Semuanya, dengarkan!

Kuingin semuanya turun dari pesawat sekarang!

Kita pergi ke arah mana?

Semuanya, tenang. Jalan ke depan. Maju ke depan.

Kuingin semuanya turun dari pesawat ini sekarang!

Aku cuma ingin tahu apa...

Jangan pikirkan barang-barangmu. / Kau harus tarik nafas.

Pindah ke depan.

Oke, bernapaslah.

Bonnie? / Dua!

Ada dua orang tergeletak. Pak, dua orang.

Oke, pergilah. / Oke, ayo. Cepat, cepat.

Kita keluar dari pesawat dengan tenang.

Semuanya, tetap tenang. Biarkan aku lewat.

Cepat, Bonnie. / Oh, ya.

Dalam satu baris, ayo lewat. Ayo.

Tenang! Ayo! Jalan, jalan.

Mohon pindah ke samping. Mohon pindah ke samping.

Oke, duduk. Silangkan lengan, seperti ini.

Lengan disilangkan, duduk.

PRIVASI AMAN, KUNJUNGI: W W W . R E D M I T R A . C O M

KANTOR PUSAT TRAILBLAZER NEW YORK

Penerbangan 119. / Uh, aku akan meneleponmu.

Apa yang kita tahu, Sydney?

Pak, kita hilang kontak sekitar sebelah barat Filipina.

Hilang kontak? / Pesawat meminta menambah ketinggian

pada jam 5:16 pagi waktu setempat.

19 menit, 23 detik kemudian, semua komunikasi terputus.

ATC Manila melihat mereka di radar sampai pukul 5:43 pagi waktu setempat

ketika pesawat menukik di bawah 20.000 kaki dan kehilangan komunikasi.

Panggilkan David Scarsdale, sekarang juga.

Um, ada yang luka dan memar,

tapi, um, menurutku semua orang merasa kebingungan.

Ada yang mendapat sinyal telpon?

Tidak. Tak ada.

Bagaimana dengan tahanan itu?

Aku tak tahu. Itu masalah baru bagiku.

Um...

Kulihat dia mengincar kunci petugas, makanya aku ambil.

Apa dia berbahaya?

Dia diekstradisi atas tuduhan pembunuhan.

Petugas itu...

Petugas itu bilang, dia mungkin berbahaya.

Dengar, kita terus awasi dia

dan pisahkan dia dari penumpang lain, ngerti?

Berusahalah sebaik mungkin.

Oke. / Baiklah.

Ini. Menurutku kau harus pegang ini.

Oke. Ayo. / Oke.

Ya, baiklah.

Air... Tak ada.

Apa yang terjadi? / Kasih tahu sesuatu.

Ya. Kami butuh informasi.

Adakah jawaban melegakan yang bisa kami dengar?

Pasti ada sesuatu... / Oke, semuanya...

Semuanya... Dengar, dengarkan.

Kuingin berterima kasih pada kalian atas kerjasamanya.

Maaf atas apa yang baru saja kita alami,

dan aku tahu kalian semua bertanya-tanya.

Ya. / Ya.

Jadi, begini situasinya.

Kami tersambar petir

daya utama dan komunikasi kami mati.

Oke, jadi, mulai sekarang,

tak mungkin ada cara meminta bantuan.

Apa? Kau serius. / Mustahil? Mustahil?

Yang kuinginkan semuanya sekarang, dengarkan ...

Bagaimana bisa? / ... adalah tetap tenang.

Setuju? Setelah pesawat mendingin,

kita akan kembali ke sana, kita ambil barang-barang kita,

ambil air minum

dan kita akan cari tahu apa yang mesti dilakukan.

Apa kau tahu di mana kita berada?

Ya, kami mengira kita berada di dekat Davao

di Filipina selatan.

Perkiraanmu? / Kami mengira.

Sangat meyakinkan. / Yakinlah,

aku bersama kru akan melakukan berusaha apa saja untuk memastikan

kami bisa mengeluarkan kalian dari sini dengan selamat.

Mengerti? Oke. Terima kasih.

Oke, ayo.

Hey, Terry. / Hey.

Semuanya, ini David Scarsdale.

Dia spesialis dalam strategi perusahaan dan manajemen krisis.

Selamat Tahun Baru. / Semoga saja begitu.

Apa ini titik kontak terakhir?

Ya, betul.

Badai itu luar biasa.

Orang bodoh mana yang bawa pesawat melewati cuaca begitu?

Ini protokol penerbangan.

Penerbangan sedikit penumpang. Itu adalah rute yang paling efisien.

Kukira mereka bisa terbang di atasnya.

Kamu kira? Apa, kamu apa juga ahli meteorologi?

Berapa banyak bahan bakar yang kau hemat?

Sekitar $12.000.

Selamat. Hampir tak ada uang persenan buat kesepakatan ini.

Jam terus berdetak. Setiap menit penting.

Kalau pesawat itu mendarat di laut, atau jatuh,

kita bisa andalkan menit-menit terakhir menghitung nyawa yang hilang atau selamat. Mengerti?

Oke, jadi, apa yang bisa kulakukan? Memanggil militer? Aset Amerika?

Apa pilihan terbaikmu?

Di belahan dunia itu,

hanya ada satu pilihan saat ini.

Apa itu?

Kau bakal menginginkan pengacara yang ke sini.

Tak apa. Katakan.

Aset swasta. Aku sudah menyukainya.

Tentara Bayaran? / Terry...

Filipina bukan Pantai Amalfi.

Sekarang, aku butuh satu grup mengerjakan siaran pers

untuk setiap kemungkinan skenario.

Menghilang kayak pesawat Malaysia 370.

Pendaratan darurat tanpa ada yang selamat.

Sebuah pembajakan dengan tuntutan.

Kalau kau ada rencana Malam Tahun Baru, aku baru saja membatalkannya.

Sedikit lebih jauh. Ya, sampai ujung.

Ikat seketat-ketatnya. / Ya.

Mengapa kita tak bisa tinggal di dalam pesawat saja?

Tempatnya aman dan kering.

Itu pertanyaan yang bagus, Tuan, uh...

Sinclair. Matt Sinclair.

Tanpa AC,

pesawat itu akan memanas di bawah sinar matahari.

Jadi, kita lebih baik di sini, ada tempat berlindung dan angin sepoi-sepoi.

Hey, selagi kamu di sana, apa kau mau masuk,

bantu amankan itu, Matt Sinclair?

Oke, jika kau nemu tasmu, carilah sesuatu seperti,

semprotan serangga, tabir surya,

makanan, silakan berbagi. Bagaimana?

Tuan Gaspare.

Yah...

Kayaknya diri kita agak kacau disini.

Sehingga,

aku kurang yakin apa yang mesti kami lakukan denganmu.

Jujur, aku agak kaget kau masih di sini.

Kau kira aku orang bodoh mau kabur

di hutan yang aku tak tahu?

Sambil diborgol?

Kecuali kau mau bantu.

Rasanya aku tak bisa.

Maka tak ada yang perlu kita bicarakan.

Sial.

Inilah yang terjadi ketika sekering 40 amp

terkena setrum yang cukup untuk menerangi kota.

Coba lihat.

Bagaimana dengan radionya?

Kita periksa sini. Oh, tidak.

Kebakar, meleleh.

Dan transpondernya?

Sulit dijelaskan bila tak ada daya.

Jika kita bisa mengubah rute listrik bus isolasi

ke bus utama,

kita bisa menarik banyak ampere dari baterai.

Secara teori.

Kapten, pesawat sudah hampir kosong

kecuali untuk, eh, mayat dan barang pribadi mereka.

Biar kutangani. / Baiklah.

Hey, Bonnie. / Ya?

Turut sedih soal Isabella.

MILIK NARAPIDANA, 1 PISAU, 1 JAM TANGAN, 1 SET KUNCI, 1 DOMPET

Apa yang kamu lakukan, bro? / Kau tahu apa yang mereka katakan.

Tak ada video, tak ada bukti.

Kami semua disini. Sendirian, di hutan.

Tak tahu bagaimana kami akan keluar.

Selamat dari penerbangan pesawat terburuk

dalam sejarah perjalanan pesawat yang buruk.

Itu pesawat kesayangan kami, yang memutuskan jatuh dari langit.

Trailblazer. Jangan pernah menerbangkan ini lagi.

Itu makanan ringan kami. Itu bisa membuat kita bertahan

sekitar satu jam.

0-16.

Terus ke arah itu selama 13 menit.

Jadi, dengan asumsi transponder rusak

karena sambaran petir...

Ayo kita hitung.

Itu 17 menit, 300 mil per jam.

Jadi, mengalikannya, itu...

Sial.

Itu radius pencarian lebih dari seribu mil persegi.

Butuh keajaiban bisa menemukan kita di sini.

Kapten. Pulau ini di sini? Jolo?

Pulau ini amat sangat buruk.

Apa... / Ini dikuasai

oleh separatis dan para kriminal.

Tak ada pemerintah atau polisi.

Jika ini tempat kita mendarat, maka kita tidak aman.

Baiklah, kita beritahu Bonnie.

Tapi saat ini kita rahasiakan untuk kita saja.

Lalu ada orang ini, si Tuan Misterius.

Sangat ramah.

Tidak, tidak, tidak. / Kapten!

Jauhkan aku dari videomu!

Hey, apa kepalamu terbentur? Kau tak apa-apa?

Maria, tolong ambilkan tas obat?

Ya.

Kuingin kau merekam video di depan kamera untuk pers, Terry.

Kami akan siapkan pernyataan, tapi kau juga harus mengajukan pertanyaan.

Bukankah kita harus nunggu tahu lebih banyak info lagi?

Kalau kita nunggu sampai lebih tahu infonya, seolah dikira kau menyembunyikan sesuatu.

Tunjukkan saja kepedulianmu, bersikaplah rendah hati.

Kamu tahu latihannya. / Baik.

Ini dia.

Kamu, Tn. Weatherman.

Saatnya menebus kesalahamu sendiri.

Kubutuh semua yang ada di pesawat itu.

Waktu penerbangan, catatan perawatan.

Nama teknisi yang terakhir memperbaiki pesawat.

Semuanya. / Ya pak. Baik.

Kau yakin tentang ini, Kapten?

Tidak.

Tapi kita kehabisan pilihan.

Dengar, aku tidak mengikatnya.

Kalau dia lari, minimal dia jauh dari yang lain, betul?

Baiklah.

Ayo kita umumkan ke yang lain.

Baiklah, semuanya. Dengarkan.

Jadi, inilah situasi kita.

Tn. Dele dan aku, dari perhitungan kami,

kami yakin kalau kita mendarat di sebuah pulau

suatu tempat di gugusan Sulu.

Kami tak tahu pulau mana.

Masalahnya adalah area antara tempat transponder

tersambar petir sampai disini begitu luas

sehingga pencarian dan penyelamatan bisa memakan waktu lama.

Astaga. / Berapa lama waktu yang dibutuhkan?

Kita juga harus menjatah makanan dan air.

Apa langkahmu selanjutnya? Sinyal asap?

Mending kau simpan saja idemu?

Berilah dia kesempatan. Setidaknya dia sudah mendaratkan pesawat.

Kita tidak menabrak.

Sekalipun kita berada entah dimana.

Kita terdampar. / Ya, ayolah.

Kita tak menabrak, bung.

Dengar, tadi malam, kami terbang di atas semacam fasilitas.

Semoga mereka punya telepon atau radio.

Jika kubisa ke sana, menghubungi bantuan,

kita bisa diselamatkan dalam hitungan jam.

Sampai saat itu, kuingin semuanya berhati-hati

karena kita tak tahu ada apa di hutan itu.

Aku akan ikut denganmu. / Aku juga ikut.

Terima kasih.

Tapi Tuan Gaspare dengan senang hati menawarkan diri untuk ikut.

Apa?

Kau mengajak orang yang diborgol?

Masuk akal.

Ayo.

Jual Alat Bantu Seksual | Sex Toys | Kondom | Dildo | Masturbation Cup | Vibrator | Tenga | Privasi Aman, Kunjungi: WWW.REDMITRA.COM

Datu!

Datu!

Datu!

Ada apa?

Tadi malam sebuah pesawat sebesar Kano-ku terbang di atas rumahku.

Dekat tambang tua. Pesawat itu terbang sangat rendah, Datu.

Mau mendarat, kurasa...

Mau mendarat? / Menurutku begitu.

Apa kau yakin itu bukan pesawat militer?

Itu bukan militer.

Mata-mataku di Manila pastinya sudah memperingatkan kita.

Untuk keluargamu.

Terima kasih.

Temukan pesawat ini.

Kami lakukan apapun sebisanya

untuk menemukan Pesawat 119, tanpa membahayakan jiwa.

Apa kau sudah tentukan kalau pesawat itu telah jatuh?

Eh, tidak, itu bukan asumsi.

Informasi yang kami terima sangat minim... / Kau yakin itu pesawatnya Ayah?

Kami sedang berkoordinasi... / Aku yakin.

... upaya pencarian dan penyelamatan di wilayah tersebut.

Tidak.

Segera setelah kami mendapat kabar baru,

semoga ada berita positif, kami akan segera menghubungi kalian.

Aku buka tas petugasmu untuk mencari persediaan.

Kutemukan pisau sakumu.

Kau mantan militer atau apa?

Grup Komando Parasut .

Legiun Asing Prancis.

Gaji dan tunjangannya payah,

tapi mereka tak mengajukan pertanyaan apapun kalau kau bisa meretasnya.

Pertanyaan?

Tak ada yang sepenuhnya salah atau benar, Kapten.

Saat itu aku hanya berada di tempat yang salah di waktu yang salah.

Tak ada yang peduli dengan yang sebenarnya terjadi.

Usiaku 18 tahun dan lagi kacau.

Jadi, ketimbang membusuk di penjara, aku kabur, bergabung dengan Legiun.

Habis cerita.

Bagaimana kau bisa tertangkap?

Sudahlah. Tak penting.

Sekarang ijinkan aku menanyakan sesuatu.

Apa kau membawa pisauku?

Maaf, tidak.

Aku meninggalkannya di dalam tas.

Bagaimana dengan senjata petugas yang tewas?

Kita pasti makin dekat sekarang.

Brodie Torrance.

Orang Skotlandia, warga negara Inggris. Angkatan Udara Kerajaan.

Lalu menerbangkan pesawat komersial selama 20 tahun.

New York ke London, Paris, Tokyo. Rute sial.

Sejak itu, dia menerbangkan Egypt, Meridiana, Frontier

dan Trailblazer, terbang di rute tingkat ketiga.

Mengapa? Apa yang terjadi? / Periksa file videonya.

Hey, di mana minumanku?

Oh, astaga. / Aku minta minum padamu,

sekitar, 10 menit lalu.

Apa maumu? Pergi dari sini.

Hey, hey, hey!

Apa yang terjadi...

Apa ini bakal makin runyam?

Ya sudah. Sudah.

Aku suka orang ini.

Astaga.

Sial. Oke.

John Shellback, ini David Scarsdale.

Bagaimana statusmu?

Kami sekarang sedang bersiap mengangkut. Semestinya mengudara jam 09:00.

Tolong katakan, Scardy, kita akan kembali ke Makau.

Ajukan rencana penerbangan ke Manila,

dan kita akan lihat bagaimana semua dibereskan.

Apa kau mau bilang kau tak tahu

dimana sebenarnya pesawat ini?

Aku kasih tahu. Ini bukan di Makau.

Itu bisa jadi bonus, Scardy. Itu bisa jadi bonus.

Selamat tahun baru.

Sekian.

Mereka dalam perjalanan.

Mereka akan mencapai daerah itu sekitar tiga jam,

lalu terjun payung begitu kita mengetahui lokasi pesawat.

Jadi, berapa dana daruratnya?

Setengah juta.

Bagus. Mungkin itu cukup bisa untuk mengeluarkan salah satu kita

dari penjara Indonesia. / Nih.

Apa kita siap, kawan-kawan? / Siap sekarang. Ini dia, bos.

Satu, delapan...

โ™ช...

โ™ช...

Selamat datang di Trailblazer Airlines.

Ini Carmen. / Carmen, dengar baik-baik.

Ini darurat.

Aku Kapten Brodie Torrance. Trailblazer 119.

Kami jatuh di sebuah pulau di Laut Sulu.

Maaf, aku tak mengerti.

Namaku Kapten Brodie Torrance.

Dan aku kapten dari Trailblazer 119.

Sekarang, kami sudah jatuh. Kami melakukan pendaratan darurat di...

Pak, kami menerima telepon iseng

seharian soal ini. / Tidak. Halo?

Aku mendengarmu. Aku disini.

Sekarang, kuingin kau segera sambungkan aku ke operasi darurat.

Dengar, kami menerima telepon seharian soal ini.

Diam dan dengarkan saja. / Tenang, Pak.

Kami telah menerima... / Maaf.

...telpon iseng seharian soal hilangnya pesawat ini.

Sekarang, bisakah kau beritahu nomor lencana karyawanmu?

Brengsek.

Aku sebenarnya tak bawa lencanaku, Carmen.

Kuingin kau percaya padaku soal ini. / Pak, tanpa lencanamu...

Carmen. / Pak...

Kau dengar yang kukatakan? / Aku bisa dengar.

Pesawat kami jatuh. / Tanpa nomor lencanamu...

Aku kapten Trail...

Halo?

Tempel lencana ke kepalaku.

Baiklah, Daniela.

Jangan kecewakan aku.

Halo?

Daniela? Syukurlah.

Hey, kau bisa mendengarku?

Sekarang dengarkan. Jangan... / Ayah? Kaukah ini?

Ya, sayang. Ini ayah. / Ayah baik-baik saja?

Ayah. / Ayah baik-baik saja, aku tak apa-apa.

Sekarang, jangan bicara. Dengarkan saja, karena kita mungkin bisa terputus, paham?

Cepat. Ambil sesuatu untuk menulis.

Dani? / Jangan sekarang, Bibi Carrie.

Apa itu ayahmu? Dani. / Ya, ya!

Dimana kamu, Brodie? / Oke, aku sudah siap.

Kami sudah jatuh, oke?

Kuingin kau tulis yang ayah katakan, dan segera kirimkan ke Trailblazer.

Baik.

Begini, kami berada di sebuah pulau di gugusan Jolo

di Laut Sulu.

Sekarang, kami tak punya radio.

Dan ayah tak tahu di pulau mana kami berada.

Tunggu, tidak, hentikan!

Ayah! / Bentar!

Oh, sialan.

Brengsek.

Kau boleh keluar, Kapten.

Aku tak akan menyakitimu.

Minumlah. Cepat. Kita harus bergerak.

Apa kau tak apa-apa?

Tidak.

Apa kau lebih suka dirimu yang tumbang?

Tidak. / Ya sudah kalau begitu.

Kau kubur semuanya.

Urusan masalah ini nanti saja.

Sudah bisa nelpon?

Ya.

Tapi kita tak bisa menggantungkan itu.

Telponku terputus.

Sudah terisi.

Geser pengaman dan tembak.

Datu. Kami menemukannya!

Di mana?

Di jalan tambang.

Sebuah pesawat yang sangat besar.

Ada berapa orang? Ada orang asing?

Kami kurang begitu dekat melihatnya.

Ayo kita lihat lebih dekat.

Beruntung kau, aku sudah menyergap orang-orang ini.

Firasatku mengatakan kita akan bertemu lebih banyak lagi.

Hey. Hey. Kemari.

Lihat.

Hey, mereka punya paspor di sini.

Filipina, Inggris.

Hey, Torrance.

Lihat sini.

Mark dan Maria Burnham.

Misionaris dengan Pengikut Suka Nolong.

Astaga.

$200.000 harus disiapkan tunai besok.

Mereka bilang instruksi harus diikuti untuk

besok atau mereka... Mereka akan membunuh kami.

Aku harus hampiri para penumpang.

Ah, sial.

Ayolah.

Kau dengar itu? / Ya.

Ada yang datang.

Hey. Hey! / Hey, hey!

Hey! / Hey, hey!

Kami disini. Ya! Kami disini!

Hey, mundur. Mundur!

Kembali, kembali. Kita tak tahu siapa itu.

Kita tak tahu siapa itu.

Kembali! Masuk! / Ayo.

Hey, hey! / Berhenti!

Dengar itu? / Hentikan truknya.

Apa?

Ada apa dengan...

Oh, sial.

Dimana kapten?

Aku yang bertanggung jawab.

Hey, hey.

Berikan daftar itu. Daftar penumpang.

Oh, sial. Ya, aku harus masuk ke sana.

Hey, tunggu, tunggu, tunggu. Tidak, tunggu, tunggu, tunggu.

Daftar penumpang.

Kapten Brodie Torrance?

Kapten Torrance tak ada di sini.

Dimana dia?

Dimana dia?

Hey, hey, hey, berhenti. Berhenti.

Dia pergi... Dia pergi mencari bantuan.

Bantuan ke mana? / Aku tak tahu!

Nyari telepon, radio!

Jadi, tak ada yang tahu kalian di sini?

Tidak!

Oh.

Oh Tuhan.

Paspor.

Orang Korea.

Naik bus, sekarang!

Ayo! Jalan!

Cepat!

Tidak, tidak, tidak, tidak.

Komputer, perhiasan, iPad...

Ambil semuanya.

Kenapa kau ini?

Apa masalahmu?

Apa yang akan kau lakukan? Itu tentara.

Kita masih bisa cari tahu di mana mereka berada.

Mereka akan tahu di mana mereka berada.

Lalu apa? Oh Tuhan.

Mereka nanti tahu. / Apaan?

Hey! / Brengsek. Sial. Sial.

Jangan bergerak.

Kamu bicara bahasa Inggris? / Ya. Ya.

Sedikit sedikit. / Kosongkan kantongmu.

Ayo. / Oke.

Tangan di atas kepala.

Siapa itu?

Datu Junmar.

Dia yang memimpin.

"Datu" artinya "ketua".

Kemana dia membawa mereka?

Hey! Kemana dia membawa mereka?

Kukasih tahu, Datu akan membunuhku.

Membunuh keluargaku. / Aku atau Datu?

Desa Dandulit.

Dimana dia menyekap mereka di Dandulit?

Ayo. Ayo!

Gudang, di sungai. Lalu naik ke perahu.

Perahu membawa mereka kemana?

Aku tak tahu.

Di mana? Brengsek, beritahu di mana.

Katakan. Ayo! / Aku tak tahu!

Apapun yang dikatakan Datu, kami turuti.

Aku harus mengejar mereka.

Dan melakukan apa? Kita harus menunggu.

Kau bilang mau menelpon.

Aku tak tahu seberapa lama bisa nyambung.

Dan aku tak mau nunggu di sini untuk mengetahuinya.

Mereka para penumpangku. Mereka tanggung jawabku.

Kau tak harus ikut. Aku tak mengharapkan kau ikut.

Dan aku kapten dari Trailblazer 119.

Sekarang, kami sudah jatuh. Kami melakukan pendaratan darurat di...

Pak, kami sudah menerima telepon iseng

seharian soal ini. / Tidak. Halo?

Aku mendengarmu. Aku disini.

Sekarang, kuingin kau sambungkan aku

ke operasi darurat segera.

Dengar, kami sudah menerima telepon seharian soal ini.

Diam dan dengarkan. / Tenang, Pak.

Setelah panggilan itu terputus,

Torrance menelepon putrinya, Daniela, di Maui.

Dia mengkonfirmasi detail rekaman itu.

Dan putrinya bilang dia memberitahu pesawatnya jatuh

di suatu tempat di gugusan pulau Jolo.

Aku butuh akses satelit Key Hole ke area ini untuk menemukan pesawat itu.

Aset kita akan mengudara,

dan kita akan mengelilingi gugusan Jolo

sampai kita menemukan lokasi penurunan buat mereka.

Tapi aku butuh bantuanmu

dan mewujudkannya. / Mengerti.

Kerja bagus, Dele.

Para Penum...

"PARA PENUMPANG DISANDERA"

Desa Dandulit satu jalan masuk, satu jalan keluar.

Apa ini ada gunanya bagiku?

Kau bisa bicara Tagalog?

Ya, dia memasukkannya sekarang.

Tunggu, kutemukan... kurasa...

Kita temukan. Kita temukan. / Kami di sana.

Cari. Dave, temukan pesawatnya.

Pulau Jolo. Torrance benar. Bersiap.

Dan itu dia.

Tak percaya masih utuh.

Kirim koordinat ke aset kita sekarang.

Mereka akan turun ke lokasi secepatnya.

Yah, sebenarnya tidak perlu.

Mereka akan menghubungi pemerintah Filipina.

Tentunya, mereka akan mengirim pihak berwenang setempat

dengan pencarian dan penyelamatan. / Tak akan semudah itu, Terry.

Mengapa? / Karena tak ada

pihak berwenang di pulau Jolo.

Ini dikuasai oleh separatis dan milisi.

Tentara Filipina bahkan tak mau pergi ke sana lagi.

Mereka telah diusir berkali-kali.

Lihat, orang-orang akan terjun payung.

Tapi mereka butuh bantuan untuk mengeluarkan semua orang.

Desa itu berjarak 2 kilometer ke arah itu.

Kau tahu kau tak bisa meminta penumpang kembali begitu saja.

Yeah, baiklah, kau orang militer.

Kumemang berharap kau punya ide.

Ah, kawan.

Terima kasih... telah membantu.

Seorang pendeta di Legiun pernah berkata,

"Penebusan dosa hanya bisa ditemukan di tempat yang paling tak biasa."

Nah, ini jelas memenuhi syarat.

Bentar. Hey, hey. Hey, hentikan!

Hentikan! Apa yang kau lakukan?

Ya, hey, hentikan!

Ayo. Ayo. Kemarilah. Ayo.

Ayo, ayo, ayo. / Tidak. Tidak!

Nama. Negara.

Oh!

Nama! Negara!

Maxwell Carver, Inggris.

Nama. Negara.

Brie Taylor, Amerika.

Nama. Negara.

Oh!

Nama! Negara!

Matt Sinclair, Amerika!

Nama. Negara.

Katie Dhar, Swedia.

Nama. Negara.

Samuel Dele, Hongkong.

Shellback. Ada dua orang mati.

Diterima. Pasang pengamanan.

Cepat amankan parasut. Singkirkan dari tempat terbuka.

Kapten Trailblazer, ini Shellback 6.

Apa dengar?

Kami mendengarmu, Shellback.

Tampilkan visualmu sekarang.

Mari kita periksa pesawatnya. / Ayo periksa. Kau duluan.

Ya, Terry di sini.

Apa maksudmu, "Tidak?"

Kami menemukan 2 mayat di dapur belakang.

Biar kami lihat.

Sial.

Sepertinya itu mungkin anggota kru.

Apa kau menyampaikan dengan benar urgensi situasi ini?

Tutup kantong mayatnya. Kami urus mereka. / Itu tak bisa diterima.

Itu tidak bisa diterima. Beritahu mereka kalau aku mengatakan itu.

Filipina tak akan mengirimkan tim penyelamat

tanpa batalion pasukan yang mendukung.

Mereka mengatakan 24 jam.

Sesuai dugaan.

Ada tanda-tanda adanya penumpang atau kru lainnya?

Tak ada, bos.

Setidaknya dari yang kulihat sekarang.

"KAMI PERGI UNTUK MENYELAMATKAN MEREKA (KAPTEN BRODE TORRANCE)"

Sial.

Kapten Trailblazer, kau melihat ini 'kan?

Sepertinya mungkin kita menghadapi situasi penyanderaan di depan kita.

Kau melihat perahu?

Perahu mereka diisi bahan bakar.

Sial.

Membawa mereka keluar pulau ini.

Begitu mereka pergi, selesai.

jual alat bantu seksual PRIVASI AMAN, KUNJUNGI: www.redmitra.com

Kita harus lakukan ini secara diam-diam.

Jangan pakai senjata bila tak perlu.

Itu saja? Itu rencanamu?

Kau punya rencana lebih baik?

Oh, sial.

Itu dia. Itu Junmar.

Itu busnya.

Mereka pasti ada di rumah itu.

Lewat sini.

Oh, sial.

Ayo.

Psst.

Hey, semua baik-baik saja?

Ya. / Ya.

Apa yang terjadi? / Baiklah. Oke.

Kami akan bebaskan semua orang dan bersiap untuk pergi.

Cepat, cepat, cepat.

Hey, aku akan periksa sekeliling.

Oke.

Sekarang, kita akan naik lagi ke bus itu.

Kita pergi kemana? / Kembali ke pesawat.

Apa?

Tak apa. Aku sudah hubungi Trailblazer.

Aku tak yakin pesan itu sampai atau tidak, tapi mereka tahu kita masih hidup.

Jadi, mereka akan cari pesawat itu, dan mereka akan menemukan kita. Mengerti?

Semuanya siap bergerak? / Ya.

Baiklah. Shh. Jangan berisik. Cepat.

Oke. Cepat, cepat, cepat.

Cepat. Cepat.

Cepat, cepat, cepat. Naik, naik, naik.

Kau bisa mengemudikan ini?

Ya. Aku bisa kemudikan apa saja.

Oke. Ini kuncinya. Kayaknya kunci yang besar.

Berhenti. / Apa?

Tunggu, tunggu, tunggu, tunggu.

Ada sekelompok bajingan bersenjata di jalan.

Kita bakal diserang kalau berusaha melewati mereka.

Aku bisa serang mereka, tapi itu memancing anggota mereka yang lain.

Sial.

Oke, aku bisa tangani orang-orang ini.

Bagaimana caramu melakukannya?

Akan kualihkan perhatian mereka. Aku akan menyerahkan diri.

Itu rencanamu? / Oh, kau punya rencana lebih baik?

Dengar, kita tak punya pilihan lain.

Kau tak akan bertemu keluargamu lagi.

Bagaimana dengan keluarga mereka?

Dengar, kau tahu aku harus mencoba 'kan?

Maksudku, aku kaptennya.

Para bajingan ini tak akan membunuhku. Terlalu berharga bagi mereka.

Ya.

Tunggu disini. Bawalah ini.

Halo? Siapa saja?

Aku perlu bicara dengan Junmar.

Dan aku tidak bersenjata!

Tidak, aku kaptennya. Aku pilot di sini.

Kau seorang pilot? Kapten Torrance?

Aku perlu bicara dengan Junmar.

Datu Junmar.

Pilot lain mengatakan kau meninggalkan penumpang untuk mencari bantuan.

Bagaimana menurutmu?

Aku kesini untuk membicarakan itu denganmu.

Aku menghubungi Manila.

Mereka mengirim, uh,

tim SAR untuk kami, banyak tentara.

Jadi, aku akan mendapatkan kembali penumpangku, terima kasih.

Kau kira datang ke sini,

bicara padaku, untuk menuruti perkataanmu.

Perkiraanmu keliru.

Kau di Jolo sekarang, Pilot Torrance.

Tak ada penyelamatan yang datang.

Dengar, kami mengalami masalah di udara.

Aku harus mendaratkan pesawat.

Orang-orangku hanya ingin pulang.

Kau bisa mengerti. / Mereka adalah orang-orangku sekarang.

Kau milikku.

Apapun alasannya.

Semua yang di Jolo milikku.

Sampai aku tak menginginkannya.

Tak ada yang peduli ketika orang kecil mati.

Tapi aku membuat contoh orang besar?

Aku membunuhnya?

Sekarang mereka peduli. Sekarang mereka membayar.

Persetan denganmu.

Hajan.

Bunuh dia.

Mereka ini teman, Kapten. Diam di tempat. Diam di tempat.

Kau terluka?

Kapten Torrance, apa kau terluka?

Tidak, aku baik-baik saja.

Kami mendapat paketnya utuh.

Barisan timur, rumah utama. Bisa dengar? Shellback, sekian.

Lake, kamu dapat paketnya. / Tidak, tunggu. Ambil yang lainnya.

Hey, kita mendapatkan mereka. Ayo bergerak!

Jalan!

Ayo! Masuk!

Kulindungi kau. Jalan.

Semua tak apa-apa? / Semuanya, berlindung!

Pergi! Pergi sekarang!

Hajan!

Hajan.

Cegah mereka meninggalkan pulau!

Semuanya pergi ke pesawat itu!

Dihajar habis-habisan, Kapten. Bagaimana kondisimu?

Oke. Oke, terima kasih.

Siapa kalian?

Kami adalah kru terdepan Trailblazer dalam hal ini.

John Isaac. Mo, Willis, dan Lake.

Jadi, tunggu.

Kalian kru terdepan.

Kapan tim penyelamat tiba di sini?

24 jam adalah yang terbaik yang bisa dilakukan oleh Trailblazer,

jadi, sayangnya, kami baru saja jadi tim penyelamat.

24 jam.

Kami tak akan ditinggalkan saat itu.

Aku mengerti, dan itulah sebabnya kami harus siapkan segala kemungkinan.

Sekarang, kami memang membawa dana darurat,

tapi tak cukup untuk membeli jalan keluar dari pulau ini. Jadi...

Apa saranmu yang bisa kami lakukan, Kapten?

Sial.

Aku punya rencana.

Tidak, itu bukan asumsi.

Informasi yang kami terima sangat minim saat ini.

Namun, kami berkoordinasi

dengan semua upaya pencarian dan penyelamatan di wilayah tersebut.

Semoga...

Ayah.

Aku tak tahu apa kau akan mendengarkan ini, tapi ...

Aku sangat mencintaimu.

Kau adalah ayah yang paling menakjubkan.

Dan aku minta maaf jika aku tak cukup mengatakannya.

Aku tak tahu yang terjadi.

Atau apakah ayah terluka.

Aku sangat takut.

Jadi, tolong pulanglah.

Kapten Trailblazer, ini Shellback 6.

Kita tunggu sebentar. Diterima, 6. Bagaimana statusmu?

Sandera aman, tapi kami punya rencana lain.

Kau tak akan menyukainya.

Ayo. Semuanya, cepat.

Lari, lari, lari!

Hey, kumpulkan mereka di sini.

Semuanya, cepat. / Berkumpul.

Ayo!

Sekarang, tak ada tim penyelamat lengkap

yang datang dalam waktu dekat, tidak untuk 24 jam ke depan.

Apa? / Kita tak bisa menunggu.

Mereka akan mendatangi kita dengan semua yang mereka punya,

dan kita tak akan bertahan.

Sekarang, Dele dan aku berhasil mengaktifkan kembali daya di pesawat.

...dari ujung barat.

Kita hanya memiliki satu kesempatan.

Dan itu adalah aku yang menerbangkan kita dari sini dengan benda ini.

Tunggu, tunggu, tunggu. Apa? / Tak mungkin.

Aku tahu. / Dengar, dengar.

Dengar, dengar, dengar!

Jika aku tak percaya itu bisa dilakukan,

aku tak akan mengembalikan kalian ke pesawat itu.

Aku punya satu anak perempuan.

Aku punya niat untuk memeluknya lagi

dan berhasil pulang.

Dan kuberitahu kalian kalau jalan pulang ada di pesawat ini.

Aku bersama kalian sejauh ini.

Aku hanya ingin kalian mempercayaiku sedikit saja. Bagaimana?

Baiklah, cek preflight. / Dimengerti.

Semuanya, ikuti Tn. Dele. / Ikuti aku, ayo.

Oke. Baiklah. / Ayo!

Ayo!

Shellback, berapa lama waktuku?

2 menit maksimal.

Tidak bisa dipastikan kerusakan yang ada

tak akan mempengaruhi karakteristik penerbangan

atau bila mesin tak akan berfungsi.

Shellback mengatakan itu bisa dilakukan.

Dia orang biasa.

Dengan inspeksi yang benar,

dia tak memenuhi syarat untuk membuat keputusan itu.

Mereka sedang diburu, Terry.

Dan kau membahas inspeksi?

Setelah semua yang mereka lalui,

bayangkan akibatnya kalau aku biarkan Torrance

menerbangkan pesawat itu dan membakar semua orang di dalamnya.

Bayangkan akibatnya kalau kau tak melakukannya.

Pastikan mereka baik-baik saja. Ayo.

Lari, lari, lari!

Semuanya naik.

Ayo. Cepat. Ayo, Maria.

Ah, persetan.

Kita akan menghadapi banyak orang jahat.

Aku ingin kau bergegas, Kapten.

Baiklah. / Kami melihat dua konvoi

di sini dan di sini,

dan sepertinya yang ketiga tak jauh di belakang.

Baiklah. Aku akan perbaiki rem ini dulu.

Kau harus mengulur waktu buatku. / Baik.

Seperti yang dia katakan, ayo. Ayo.

Cepat! / Bonnie!

Aku atasi, Kapten! Tolong!

Terus bergerak.

Cepat! Aku tak bisa angkat dia.

Cepat, cepat, cepat!

Waktunya pergi, Kapten! Waktunya pergi sekarang!

Isi ulang!

Menyingkir!

Siapa orang-orang itu?

Shellback! Shellback, aku butuh komunikasi.

Sudah ada di saluran tim.

Setelah aku menyalakan mesin, waktumu 2 menit.

Akan kubiarkan tangganya. / Dimengerti.

Kau tahu aku tak bisa naik pesawat itu bersamamu.

Betul? / Ya baiklah. Semoga beruntung.

Kau juga, kaptenku.

Cari cara untuk memasangkan sabuk dia, Bonnie.

Semuanya, menunduk, ngerti?

Bertahanlah denganku agak lama lagi.

Pintu kabin tak akan menutup tanpa direset.

Biarkan pintu terbuka, semuanya, ngerti? Sehingga itu seimbang.

Avionik masih mati. Tak ada apapun di layar.

Periksa hidrolik. Itu terlihat bagus.

Oke. APU fungsi?

APU berfungsi. / Tersambung?

Sambungkan. / Oke.

Baiklah, Dele.

Nyalakan.

Nyalakan mesin.

Kau tak apa-apa? / Ya, aku baik-baik saja.

Berlindung!

Sial. Aku kehabisan peluru.

Periksa tas kami. Lake, isi ulang!

Isi ulang!

RPG!

Sial.

Aku ingin kau bersamaku, Dele.

Tetaplah fokus di sini.

Hey, ke kenyataan.

Mari kita putar bayi ini.

Bidik pilotnya!

Mereka nembak tangki bahan bakar, maka kita terpanggang.

Ini Kapten Torrance.

Apa ada orang di sana?

Apa ada orang di sana, sialan? Aku akan lepas landas.

Kapten, dengarkan aku. Pesawat itu tetap berada di tempatnya.

Apa aku bisa dimengerti? / Kapten Torrance,

namaku David Scarsdale. Katakan apa yang kau butuhkan.

Aku butuh bantuan pengarahan.

Kami tak ada radar, tak ada navigasi. Kami sepenuhnya manual.

Menurutku kami bertahan sekitar 300 mil maksimal.

Carikan aku tempat untuk mendarat.

Shellback.

Aku butuh kau dan anak buahmu di pesawat sekarang.

Aku akan pergi segera setelah kita berbelok.

Pergi ke pesawat! / Cek.

Lindungi aku!

Ayo!

Apa kita ada jalan yang cukup?

Itu harus ada.

Gaspare, pergi! Cepat!

Gaspare, pergi!

Gaspare!

Ayo!

Ayo!

Sayapku aman.

Sayapku aman.

Tak bisa menunggu lebih lama lagi, Shellback.

Bagaimana statusmu?

Lanjutkan. Naikkan kami, Kapten.

Berlindung!

Apa-apaan ini?

Tancap gas.

Kapten, bahumu.

Aku tak apa-apa.

Kita kehilangan daya, mesin kanan.

Matikan. / Tidak!

Kita butuh semua dorongan sebisanya.

Kita akan nabrak. Kita akan nabrak. / Selamatkan mesin kiri.

Ayo.

Kehilangan mesin kanan. Matikan sekarang.

Matikan mesin dua.

Seberapa parah?

Ujung sayap kanan rusak.

Sial. Oke, awasi terus.

Ini Trailblazer 119.

Kami mengudara.

Trailblazer 119,

indikator kecepatan udaramu pada 135 knot.

Batas tingkat kecepatan.

Ini sudah paling cepat pesawat ini.

Indikator ketinggianmu di 400 kaki.

Kau harus naikkan hingga 3.000 atau dia tak bisa naik.

Negatif pada kecepatan dan ketinggian.

119, kamu harus naikkan sekarang.

Kami tak punya pintu.

Kami mengalami penurunan tekanan, bahan bakar kami hampir habis

dan mesin kami mati satu. Sekarang, jangan beritahu yang aku sudah tahu.

Carikan aku tempat untuk mendarat.

Memeriksa daftar bandara yang tersedia sekarang.

Mari kita tampilkan di layar.

Pilihan terbaik, Pulau Siasi,

50 mil ke selatan.

Sesuaikan arahmu menjadi 15 derajat. Ada bandara kecil di sana.

Kau bisa sampai ke sana?

Kita akan cari tahu.

Hutan sudah dilewati. Di atas laut.

Terlihat visual di Siasi.

Ayo. Ayolah sayang. Sedikit lagi.

Kehilangan kontrol sisi kanan.

Kehilangan ketinggian.

Terlihat visual di landasan pacu Siasi.

Bersiaplah untuk mendarat!

Bersiaplah terhadap benturan! Bersiaplah terhadap benturan!

Tarik balik pada satu.

Rem kecepatan.

Bantu aku mengerem, Dele.

Oh.

Apa kita selamat?

Ya.

Kerja yang bagus.

Selamat, semuanya. Terima kasih.

Kau tak apa-apa?

Aku mengalami hari-hari yang lebih baik.

Setiap menit, betul?

Setiap menit.

SUPPORT TERUS DI trakteer.id/broth3rmax

Kau pilot yang hebat, Kapten.

Misi selesai? / Betul.

Kau harus menemui seseorang?

Ayo terus jalan, semuanya.

Kamu kaptennya! / Ayo.

Oh! / Ya.

Kapten, kamu baik-baik saja?

Ya, aku tak apa. / Apa kau baik-baik saja, Kapten?

Oh ya. Tidak, terlihat lebih buruk dari sebenarnya.

Kurasa ini akibat pantulan atau lainnya.

Oh.

Semoga, ini persinggahan yang lebih baik daripada yang terakhir.

Baiklah, teman-teman.

Ini suatu kehormatan. / Ya.

Kerja bagus, Dele.

Beri aku waktu sebentar.

Hey.

Apa kau akan ke rumah sakit?

Pasti.

Oke.

Hey.

Terima kasih banyak.

Terima kasih.

Hey, ini aku.

Aku pulang.

Ya.

Ya, kau memang benar. Ayah akan sedikit terlambat.

broth3rmax, 20 Januari 2023

NO RESYNC/EDIT/RE-UPLOAD broth3rmax, 20 Januari 2023

INSTAGRAM @broth3rmax TELEGRAM: t.me/broth3rmax_chat FOR ADVERTISING ONLY, WA 08788 1595 624

MARI SUPPORT TERUS DI trakteer.id/broth3rmax

PRIVASI AMAN, KUNJUNGI: www.redmitra.com

PRIVASI AMAN, KUNJUNGI: W W W . R E D M I T R A . C O M

Jual Alat Bantu Seksual | Sex Toys | Kondom | Dildo | Masturbation Cup | Vibrator | Tenga | Privasi Aman, Kunjungi: WWW.REDMITRA.COM

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.