Afrikaans
Akan
Albanian
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Polish
Portuguese (Brazil)
Punjabi
Quechua
Romansh
Runyakitara
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Tajik
Tatar
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Kurang ajar kau, Mario!
Terlalu kau!
Sudah kuberikan uang jajan 2 hari lalu.
Sekarang, minta lagi?
Kau kira uang itu keluar dari pantatku?
Anak kurang ajar!
Duduk.
Tahu gak, cari uang itu susah sekali.
Aku bekerja keras.
Aku berjuang mati-matian berikan apa yang kau mau.
Pakaianmu.
Uangmu, uang jajanmu...
semua yang ada di rumah ini....
kau bisa kehilangan semuanya.
Jika kau tahu gunakan akalmu,
tidak ada yang bisa mengambilnya darimu!
Cuma itu warisan yang bisa kutinggalkan untukmu.
Anak bodoh!
Ayah sudah muak mendengar ibumu ngomel tiap hari.
Benar, Chabeng?
Ibumu sangat mengkhawatirkanmu.
Sering pulang terlambat.
Tidak bantu-bantu di toko.
Kerjamu cuma berusaha bersikap manis! Kau kenapa?
Jangan konyol.
Sewaktu Ayah masih kecil...
nenekmu yang menyekolahkanku.
Kau beruntung orang tuamu membiayai sekolahmu.
Anah bodoh ini. Kerjanya cuma berusaha bersikap manis.
Kau kira dirimu tampan?
Aku masih tampang darimu.
Anak kurang ajar.
Pergilah, aku tak mau ngomong denganmu lagi.
Ke kamarmu sekarang!
Ke kamarmu.
Sekarang!
Arogan.
Saat kau berusia 18 tahun,
kau tidak peduli dengan orang lain.
Kau cuma melihat yang mau kau lihat.
Apa saja yang menggairahkanmu.
Apa saja yang terlihat bagus.
Kau belum sadari apa yang sebenarnya di sekitarmu.
Kau hanya belum peduli dengan dunia.
Kau bebas.
Meskipun memalukan,
saat itulah aku mulai mengintip
Ada pepatah...
"Mata adalah jendela jiwa seseorang."
MENANGKAN HADIAH DAN BONUS MENARIK LAINNYA. DIMANA AJA BISA TARUHAN ONLINE DI LXWHITELABEL.COM
Katanya, kecantikan itu ada di mana-mana.
Namun tidak semua orang bisa melihatnya.
Hei, bangunlah.
Atau atasamu akan membenturkan kepalamu.
Tapi kau sudah memukul kepalaku.
Sialan kau.
Cepat, bersiap-siaplah.
Istepanie...
"STE-FA-NEE!
Terima kasih...
- Untuk? - Yang akan datang.
Brengsek!
Aku harus pergi sekarang. Aku ada kerjaan.
Nanti pulang aja, oke.
Janji, sepulang kerja. Aku bisa terlambat.
Sialan!
Kau suka ini, kan?
Sudah kubilang nanti aja.
Ini, itu untukmu.
Halo, Bu? Selamat pagi!
Hai, Manda. Kau sudah bangun?
Kemarilah, ada yang mau kutunjukkan.
Aku sudah bangun, Bu!
Aku kesana.
DITERJEMAHKAN | YOYONG MASAMBA
Ini masih Mengintip...
Tapi kali ini kami punya alat canggih!
Kenapa seperti itu?
Semuanya tampak normal.
Mungkin kurang. Mungkin sudah pas.
Kau tidak tahu.
Kau cuma mengikuti arus.
Dan suatu hari, semuanya bisa berubah dalam sekejap.
Kau tidak lagi sama seperti dulu.
Kapol Torre, pagi!
Ini Sersan Ara Lazaro.
Dan dia akan ikut dalam tugas ini.
Silahkan duduk.
Oke, perhatian.
Dia Salvador Ventura alias Badong.
Usia 35 tahun, masih lajang, pengusaha.
Penyelundup lukisan siang hari, pengedar narkoba malam hari.
Sudah 6 bulan kami buntuti dia.
Dan akhirnya,
agensi bisa memasang perangkat pengawasan audio dan video...
di rumah mereka untuk menumpas sarang narkoba di jalan San Isidro,
salah satu gang di Kota Caloocan.
Dan kita mengharapkan adanya transaksi besar.
Kemungkinan besar bersama orang besar...
pejabat pemerintah terkenal.
Tapi jangan terlalu yakin akan hal itu.
Jadi, kita harus fokus awasi.
Jadi, kantor kita sangat dekat dari sarang target.
- Victoriano dan Ureta. - Bu?
Kau bertugas siang hari.
- Kau gabung di Tim Uno. - Baiklah.
Manda, Lazaro, bertugas malam.
- Tim Dos. - Baik, Bu.
Kalian tahu aturannya. Ada pertanyaan?
Bu, kenapa harus Manda.
Siapa yang mau berparner dengan yang baru...
Kau keberatan dengan itu?
- Aku cuma bercanda. - Kalau kau?
Oke, kita selesai.
Bajingan, aku bukan pecandu!
Bajingan, aku bukan pecandu!
Jalan!
Aku bukan pecandu!
Jangan perlakukan dia begitu.
- Bajingan! - Cukup, Bu.
- Kau pecandu! Pecandu! - Bu!
- Bajingan! - Bu, hentikan.
Bahkan kau tak bisa mencari pekerjaan! Dasar bodoh!
Katanya ajak minum kopi malah mesan minuman dingin.
Tiba-tiba terasa sangat panas.
- Ya, benar. - Ini, mau coba?
Tidak, terima kasih, kopiku masih ada.
Aku juga makin panas di sini.
Baiknya kita jalan-jalan sebentar...
karena kita akan bekerja sama beberapa malam mendatang.
Benar.
Bisa lepaskan kamera itu dari lehermu?
Apa kau harus selalu membawanya?
Oh, maaf. Sudah kebiasaan.
Hobi atau kebiasaan?
Atau terkait pekerjaan?
"Ketiganya."
Sebenarnya ini pemberian ayahku.
Inilah yang aku mau ketika aku sudah dewasa.
Aku suka memoto.
Impianku bekerja di surat kabar.
Tapi surat kabar bukan sesuatu sekarang ini.
Semuanya serba online, berita pun juga.
Benar sekali.
Jadi bagaimana kau bisa di sini?
Pamanku Johnny adalah seorang polisi.
Kenapa kau tidak rapi?
Aku menyamar.
Aku tahu.
Jadi, kau nyamar apa selama ini?
Dulunya nyamar pedagang, gelandangan.
Seorang gelandangan.
Di mana?
Di Jembatan Bergong, Las Pinas.
Dan penyamaranmu tak pernah terbongkar?
Metode akting.
Kau memang terlihat kayak...
Hei, jaga bicaramu.
Kau terlihat seperti aktor hebat.
Tentu saja.
Kalau kau, kerja apa sebelumnya?
Cuma kerja kantoran.
Ini pertama kalinya aku dinas lapangan.
Kurasa aku bisa belajar banyak darimu.
Tentu saja.
Ingat pepatah...
"Jika kau tidak mau belajar, tidak ada yang bisa membantumu."
"Tapi jika kau giat belajar, tidak ada yang bisa menghentikanmu!"
Bagus! Aku sudah belajar sesuatu yang baru!
Sebenarnya masih ada satu lagi,...
"Dalam belajar, kau bisa mengajar. Dan dalam mengajar, kau bisa belajar"
- Bagus sekali. - Dan satu lagi...
"Tidak ada pembelajaran yang bisa menyembuhkan kebodohan."
Aku juga pernah baca...
"Kita bertemu orang bodoh setiap hari."
Terus?
Itu saja.
Bagus.
Itu sangat... mencerahkan.
Ara.
Aku pergi dulu, Brad udah datang.
- Oke. - Sampai ketemu lagi.
- Hai, sayang. - Hai!
Hai.
- Bagaimana kabarmu? - Baik.
- Boleh? - Ayo pergi.
Baiklah.
Ini catatannya. Kau mau masuk?
Jangan lupa, taruh saja semuanya disitu.
Kenapa kau lama sekali?
- Masih belum di sini? - Aku yakin dia tidak akan datang.
Aku bisa lembur.
Aku juga.
Kami sewa rumah yang ada ruang biliarnya.
Jadi, kami bisa memantau sarang narkoba Badong...
yang terletak di kawasan area ramai.
Dekat kafetaria, toko, dan terminal becak.
Ditempat yang ramai.
Bermacam-macam orang.
Halo!
Aku Jen, pemilik pondokan.
- Hai! Aku Mario. - Hai, Mario.
Hei.
Kau Madrigal?
Ya, kami Madrigal.
Aku pergi dulu, Bu.
Sudah kau pindahkan barang-barangmu?
- Ya. Sudah. - Oh baiklah.
Baiklah.
Tunggu.
Keluargamu sangat lucu.
Kalian begitu dekat.
Oh, ya.
Bayangkan, tinggal di rumah bersama sepupumu.
Kau akan adakan acara syukuran di sana juga?
Ya, kami akan adakan disini.
Itu saat yang tepat agar kita bisa saling kenal dekat.
- Aku tahu. - Ya.
Sampai jumpa, Bu.
Tunggu.
Jangan malu beritahu jika kau butuh sesuatu.
Mengerti.
Seperti, menyetrika pakaianmu.
Mengerti. Sekali lagi terima kasih, Bu.
Daah.
Kau cepat sekali.
Untuk besok.
Itu catatannya.
"Tidur cepat dan bangun cepat.."
"akan membuat pria sehat, kaya, dan bijaksana."
Mengolok-olokku.
Kita membuatnya tegang.
Jaga kelakuan kalian, oke?
Hai!
Bos, birnya.
Bersulang!
Ini, mungkin kau mau kopi.
Aku jalan dulu, bos.
Ini birmu, Georgia.
Sudah malam, darimana saja kau?
Sudah kubilang aku ada di ruang tamu Camille.
Aku mengundangnya datang...
tapi ada pelanggan mau rebonding rambut.
Camille?
Serius?
Dia sering kemari.
Harusnya kau tidak mempercayainya.
Kau kenapa?
Camille juga seorang pemakai.
Dia juga jual ke pelanggannya.
Kenapa membentakku? Aku tidak bodoh!
Aku tahu cara kerja bisnis ini.
Aku di sini disaat geng ini baru berkembang, ingat?
Lagi.
Lebih kencang lagi!
- Kejutan! - Kejutan!
Tim Uno masuk.
Tim Dos berkemas.
Bagaimana semuanya? Mulai bosan?
Ada yang kejadian menarik tadi malam?
Tidak ada?
Diam?
Oke, daah.
Kita lihat rekamannya.
Lupakan.
Bagaimana tugas barumu?
Sama saja... membosankan.
Kalau kau?
Sama.
Kau kira seperti apa di call center?
Panggilan?
Kau gadis panggilan, kan?
Itulah yang kau sukai, kan? Wanita panggilan?
Ini, tidak ada racun.
- Cepat juga. - Koreknya.
Apa pendapatmu tentang kopi?
Persetan denganmu.
Aku tahu kemana arah jalur itu.
Enak gak?
Yang mana?
Aku sudah tahu seberapa enak rasanya...
tapi bukan itu yang aku tanyakan.
Asin.
Tapi, tak masalah.
Benar.
Karena kau tidak capek, bersihkan ini.
Oke.
Ayahku menyuruhku membawamu ke sini.
Dia bilang aku harus mengajarimu.
Kayaknya dia sangat mempercayaimu.
Aku tak mau dengar dia berkata seperti itu pada seseorang.
Ceritakan rahasiamu.
Kenapa bisa kau dipercaya ayahku?
Tidak ada.
Ayahmu sudah lama kukenal.
Dia sudah kuanggap ayahku.
Karena dia-lah kehidupan keluargaku sudah lebih baik sekarang.
Dia sangat membantu kami.
Masih belum ada tindakan?
Ya, membosankan sekali.
Apa kita harus ganti salurannya?
Ayahku memang terbaik.
Baginya, kesetiaan adalah segalanya.
Selama kau tetap jujur padanya, semuanya akan baik-baik saja.
Sama seperti wanita.
Tapi ayah juga bilang kau mau pulang.
Kurasa kau senang di sini.
Aku senang di sini.
Tapi sudah cukup lama aku tak pulang.
Kenapa, ada yang sakit?
Tidak ada.
Terus kenapa mau pulang?
Sudah lama aku gak pulang.
Mungkin kau mau keluar dari geng.
Tidak, bukan begitu. Sebenarnya aku senang di sini.
Aku cuma mau pulang.
Oh iya, bagaimana koleksi santo ayahku?
Semuanya beres.
Tiap hari kubersihkan, seperti yang diperintahkan ayahmu.
Apa karena itu punggung Nino patah?
Patah apa? Aku tidak tahu apa-apa soal itu.
Kau tidak tahu?
Dia mempercayaimu, Boying!
Pak Badong, aku tidak ada hubungannya dengan itu.
Persetan denganmu, Boying!
Ayahku sering bilang...
"Lebih baik memiliki musuh memukulmu dari depan..."
"daripada seorang teman yang menyerangmu dari belakang."
Brengsek kau, Boying! Bagaimana sekarang?
Sialan. Itulah yang aku maksud.
Bagaimana sekarang?
Persetan denganmu
Persetan kalian semua!
Kalian semua bodoh!
Untung salurannya tak diganti.
Tunggu, kita harus bagaimana?
Santailah. Tidak ada tindakan.
Ini cuma ikan kecil.
Tujuan kita yang besar.
Setelah kekacauan ini, keadaannya akan mulai membaik.
Tidak ada lagi yang mungkin akan terjadi malam ini.
Ya, kita minum.
Oke.
Ayo.
- Enteng! - Brengsek.
- Enteng! Buka pintunya! - Bos!
Kenapa lama sekali?
Bos!
Tadi ada yang maksa masuk ke sini, makanya aku...
Kenapa kau harus kunci?
Mau kopi, bos?
- Apa kau bilang? - Kopi.
Bir!
Bir? Baiklah, bos.
Mungkin kau punya niat tak baik di sini.
Tidak pernah, bos.
Aku sendirian di sini.
Bersulang, Bos!
Kau bisa mengandalkanku, bos.
Untuk apa kau kunci pintunya?
Kayak di drama TV.
Nantikan episode selanjutnya.
Aku dibesarkan di jalanan.
Sangat banyak ilmu yang kudapatkan.
Aku belajar banyak hal.
Matematika.
Ilmu.
Dan sastra.
"AKU TAHU KAU MEMEGANG ANUMU SAAT MEMBACA INI"
Mereka benar. Kamera tak pernah berbohong.
Bisa melihat apa saja.
Jika boleh, Pak, tolong tinggalkan kami.
Pengacau sialan!
Video pengawasan Tim Dos hebat betul, ya?
Mengalahkan semua video yang sudah pernah kita lihat.
Ya, adegannya keren!
Georgia mempengaruhi bos dan sahabat karibnya.
Video kita tidak ada apa-apanya dibanding ini.
Tidak seperti di sini, tidak ada tindakan!
Mereka semua pejantan!
Kayak nonton pertandingan anggar!
Itu Anggota Dewan.
Ikan besar!
Yah, tidak sebesar itu.
Buaya yang kita buru, bukan ikan.
Itu dua minggu sebelum pemilihan.
Aku ingat sewaktu aku mau bergabung dengan Ka Turing di salah satu truk apung...
bersama Walikota.
Itu konvoi yang panjang.
Banyak bendera warna-warni.
Seperti truk apung di parade... Kayak pesta!
Bahkan kubawa permen...
Dan mau melemparkannya ke kerumunan.
- Sudah baikan? - Ya.
Sekarang giliranku.
Satu, dua, tiga.
Kurasa aku makan banyak sekali kepiting saat makan siang...
jadi perutku sakit.
Salahnya karena dia sering memberiku kepiting.
Kurasa rasa sakitnya akan hilang jika aku kentut...
tapi serasa ada yang lain mau keluar.
Jadi, aku ke belakang dan tidak bergabung dengan mereka.
Ka Turing menertawakanku dan bilang,
"Mana bisa kau jadi asistenku? Perutmu sering sakit."
Ya, karena begitu kau duduk di kantor, pasti kau banyak makan.
Apa maksudmu?
Aku tidak tahu kenapa bisa begitu.
Ka Turing bisa menjadi anggota dewan yang hebat.
Siapa yang mau sesuatu seperti itu terjadi?
Setelah 30 menit, ada yang melemparkan granat ke mereka.
Untung Walikota berhasil kabur.
Siapa yang mau hal itu terjadi?
Katakan.
Mungkin itu sudah rencana Tuhan untuk Ka Turing.
Dan kau? Lihat dirimu. sekarang kau seorang Penasihat.
Kau dapat simpati dari orang-orang.
Kau Anggota Dewan Cadhit.
Berkat perutmu yang sering sakit.
Dan sekarang kau Anggota Dewan.
Sekarang kau, yang tidak bisa mereka terima.
Persetan denganmu.
Kau tahu, hanya karena kita tumbuh bersama dengan ayahnya...
bukan berarti kau bisa bercanda begitu.
Jangan lupa kau asistenku.
Apa pun yang kau bilang atau lakukan itu sudah perintah dariku.
Bagaimana dengan penyelidikan atas kematian Ka Turing?
Ada perkembangan?
Sudah ada tersangka?
Tolong.
Lain kali kita bicarakan.
MENANGKAN HADIAH DAN BONUS MENARIK LAINNYA. DIMANA AJA BISA TARUHAN ONLINE DI LXWHITELABEL.COM
Berapa lama lagi, Pedring?
Aku cuma perbaiki ini untuk sementara, oke?
Filter bahan bakarmu tersumbat.
Lebih baik kau ganti.
Radiatormu juga, sudah rusak.
Mungkin akan mengering.
Tak lama lagi ini akan panas.
Kalau begitu kau ada masalah besar.
Percayalah.
Kau tahu.
Mobilmu seperti tubuhmu sendiri.
Perawatan itu penting.
Kau harus merawatnya.
Kau tahu...
saat tubuhmu kehabisan cairan, kau akan dehidrasi.
Makanya kau butuh banyak air.
Kau butuh minum.
Kau harus ganti oli.
Ganti oli. Itu harus. Secara teratur.
Kau mengerti? Hei!
- Ngerti gak? - Ya.
Kerjakan saja, oke?
Ya, kurasa kau mengerti!
Mesinmu rusak juga!
Tolong kerjakan saja.
Pak! Ya, pak!
Hei, ingat yang selalu kukatakan padamu.
Jaga agar temanmu tetap dekat dan ritsletingmu terbuka.
Jadi, ada kabar baru?
Sejauh ini... belum ada.
Kalau kau? Bagimana?
Pribadi, atau profesional?
Semua yang bersifat pribadi.
Aku ada masalah dengan Brad.
Siapa Brad?
Oh, Brad!
Kenapa? Ada apa?
Sayang sekali.
Brengsek!
Cuma bercanda. Katakan, apa masalahnya?
Dia selalu keluar kota untuk urusan bisnis.
Dan aku juga sibuk.
Mungkin terlalu berat baginya pacarnya seorang polisi.
Aku sih gak masalah berpacaran dengan polisi.
Dengan bercanda, semuanya akan baik-baik saja.
Sudah berapa lama kalian bersama?
2 tahun.
Tapi tidak apa-apa, pasti akan selalu berakhir seperti ini.
Tapi hei, tetap saja sulit.
Bahkan para preman di Las Pinas.
Aku sudah mantau mereka 6 bulan lamanya,
aku merindukan mereka.
Sinting!
Tapi ada pepatah...
Lebih baik tidak bahagia sendirian...
daripada tidak bahagia dengan seseorang.
Pepatah bilang...
Lebih baik mengalami saat-saat buruk...
Kopi habis. Aku pergi dulu beli.
Pilihan bagus. Sebenarnya aku mau sarankan itu.
- Kami orang Filipina - Berhentilah sering nonton KPop.
Inilah seekor anak ayam.
Hei, nona, mau gabung dengan kami?
Ikutlah dengan kami.
- Kau ini... - Brengsek!
- Cuma main-main kok. - Pergilah.
- Pergilah, mesum. - Itu cuma candaan.
Pengecut sialan!
Bajingan!
Tolong, jangan!
Bagus, kuotaku sudah tercapai untuk malam ini.
Kuotaku sudah tercapai!
Kuotaku sudah tercapai!
Ada yang mau kau sampaikan?
Jangan macam-macam, bajingan
Kau lihat apa?
Bangsat!
Kau, brengsek.
Tak ada yang bisa kau lakukan sekarang, kuotaku sudah habis!
Kau mau berkelahi?
Katakan...
Kau baik saja, Nona?
Aku gak apa.
Terima kasih banyak, Nona.
Tidak apa-apa. Itu cuma kebetulan.
Kau sangat tangguh.
Tapi itu berisiko.
Aku sudah terbiasa dengan risiko.
Aku rasa kita ada kesamaan.
Bagaimana aku bisa membalasnya?
Tak perlu begitu.
Aku tinggal dekat sini, kau tahu.
Aku tinggal di blok sebelah.
Boleh aku undang makan cemilan?
Aku punya beberapa. Tolong?
Aku jamin, aku orang baik.
Badong.
Ana.
Kau tahu, Ana.
Snack apa yang kau beli?
Oh, ini?
Cepatlah.
Bos! Bos!
Bos!
- Bos! - Masuklah.
- Enteng, ini Ana. - Hai.
- Selamat malam. - Dia cantik, bos.
Silakan duduk.
Ada bir?
Ada Bos.
Ini, bos.
- Dan untukmu cantik. - Terima kasih.
Aku hampir berkelahi di toko,
untung Ana datang tepat waktu.
Benarkah, bos? Harusnya aku ikut.
Maafkan dia.
Sial!
Jangan berusaha jelaskan.
Aku sudah lihat semuanya.
Untung kau aman.
Oh, sialan!
Kenapa?
Lupa aku beli kopi.
Kepala Inspektur Torre hendak...
untuk memanfaatkan Ara sebagai aset dalam sindikat.
Aku menentangnya, tapi Ara bersih keras...
kalau itu ide yang bagus.
Pergantian tugas...
Tim Uno pada shift malam.
Tim Dos ambil alih shift siang.
Satu-dua.
Saat kau masuk, seranganmu bisa berlangsung lama...
maka yang lain cuma bisa memakai pistol.
Kalian juga begitu.
Bisa jadi ini pertunjukan terpanas yang pernah kau lihat.
Jadi, berhati-hatilah.
Misi ini gila.
Bahkan lebih gila dari semua tugas penyamaranku.
Ya, tapi aku bisa menanganinya.
Lagi pula aku sudah disini.
Ara...
Jaga dirimu.
Dia mengkhawatirkanku.
Tidak sama sekali. Uruslah dirimu sendiri.
Sudah berakhir.
Antara aku dan Brad.
Siapa Brad?
Oh, Brad.
Maaf. Sakit?
Sekecil itu?
Sialan kau!
Tentu saja, itu sakit tapi aku akan baik-baik saja.
Kalau begitu mari bersulang.
Untuk wanita yang kuat dan mandiri.
Kami tak bahas masalah percintaan Ara lagi.
Dia tidak tahu kalau aku perlahan jatuh cinta padanya.
Barang kali, begitu juga dengan dia.
Bisa jadi.
Tak tahu pasti.
Kami cuma fokus pada misi.
Tanganku serasa mati rasa.
Pergilah!
Hei, giliranmu, teman-teman!
Sementara, dia makin dekat dengan Badong.
Musuh percaya padanya.
Dua bulan berlalu.
Serius?
Dan mereka percaya ceritamu?
Ya. Ingat kaulah yang bilang padaku...
mencicipi tubuh dan pribadiku agar mereka mempercayaiku.
Untuk membuatnya luar biasa...
lagipula, itu pengalamanku sendiri.
Jadi, semuanya kelihatan nyata.
Maksudku, itu nyata.
Jadi, beneran kau menikam guru maniakmu?
Tidak.
Aku cuma hantam kepalanya dengan botol.
Bodoh!
Kau juga maniak, makanya kau mau pastikan.
Sama sekali tidak.
Sebenarnya, aku sudah menahan diri.
Met Ultah!
Met Ultah!
- Selamat ulang tahun! - Terima kasih!
- Bersulang! - Bersulang!
Inilah saatnya, inilah saatnya.
Hei!
- Inilah saatnya. - Di sana.
Disitu.
- Sekarang makin panas. - Datanglah ke papa!
Itu dia.
- Oh, astaga! - Ini dia!
Intens.
- Disitu. - Ini rekaman yang bagus.
Brengsek!
- Tunggu, kenapa kau merekamnya? - Jangan ganggu.
- Aku mengerti. - Terserah kau.
Ini untuk rekaman pribadiku.
Kita sudah menantikan ini.
Inilah saatnya!
Orang ini akan bergabung.
Disana.
Itu dia.
Pertama kali kucoba karena Paman Juniorku.
Dan aku kecanduan. Lalu mulai menjualnya.
Saat Paman Junior dibunuh, aku mulai bersembunyi.
Aku marah dan mau kembali ke mereka tapi...
aku memilih menjauh.
Aku mengagumi nyalimu.
Kau bisa ngumpul dengan kami saat ada waktumu.
Aku mau mengenalmu lebih dekat.
Teman-temanku juga mau bertemu denganmu.
Maaf, aku baru saja terbawa suasana.
Ara, jangan jatuh cinta padanya.
Sakit!
Maaf. Salahmu.
"Maaf," dan itu salahku?
Au tak mau, kau tahu.
Ini cuma pekerjaan.
Maaf sekali lagi. Masih sakit?
Masih.
Kau kenapa? Kenapa buru-buru?
Apa-apaan ini!
Apa yang merasukimu, Badong?
Berhenti!
Tidak, Badong.
Ara...
Bukankah kau bilang, ini semua berfungsi?
Keluarga Madrigal!
Keluarga Madrigal!
Halo!
Apa kau orang Madrigal?
Tidak, aku teman Mario.
- Kau temannya? - Ya.
Kau terlalu berisik.
Orang lain pada komplain...
kalau di tempatmu terlalu bising.
Maaf soal itu, Bu. Kau tahu ada tikus di sini.
Tikus?
- Di tempatmu? Sungguh? - Ya.
- Kau yakin... - Bu Jen!
- Mario. - Apa kabar?
Beneran ada tikus?
Ya, Bu Jen, tapi sudah beres.
- Aku mengerti. - Ya.
Bisa kau juga cari tikus di rumahku?
Tentu.
Baiklah, kalau begitu.
Bu Jen, kami sangat menghargai kekhawatiranmu.
- Jangan khawatir. Semua untukmu, Mario. - Terima kasih.
- Sampai jumpa. - Apa dia seorang Madrigal?
Mario, beri tahu jika kau butuh sesuatu, oke?
- Tentu. Terima kasih. Daah. - Daah!
Terima kasih.
Berikan buku catatannya. Kau sudah masuk?
Ada koreknya?
Terima kasih.
Ayo.
Kau sering minum kopi akhir-akhir ini.
Kopi bubuk sudah habis.
Tapi jangan khawatir, aku sudah belikan minuman.
Hei, Mario, perbaiki hidupmu untuk terakhir kalinya.
Yang kau lakukan sudah mengacaukan kehidupan orang lain.
Semua orang mengawasimu.
Jangan tertangkap.
Kau akan mati atau di penjara.
Jika kau mati dan meninggalkan dunia ini tanpa mendapatkan apa-apa,
kami akan menangisimu cuma beberapa bulan saja.
Dan setelah itu tidak ada lagi. Hidup terus berjalan!
Untuk apa kami harus menderita karenamu, sialan!
Ayah, cukup, kumohon?
Aku sudah berusaha yang terbaik, oke?
Lihat, aku polisi sekarang.
Aku berusaha berbuat baik.
Fokus saja sama sekolahmu.
Belajarlah lebih giat.
Ini, jangan langsung dihabiskan.
Jing.
Jing, kan?
Ya, Pak.
Usia kamu berapa?
21 tahun, Pak?
Pak Mars.
Terima kasih sudah mengizinkanku bergabung dengan Tim Dos.
Apa?
Sebenarnya aku tidak punya pilihan.
Kapol yang menugaskanmu di sini.
Pak, aku janji, tidak akan mengecewakanmu.
Apa?
Aku tak akan mengecewakanmu, Pak.
Benarkah?
Cuma bercanda.
Aku tahu kau akan berusaha yang terbaik.
Siap, Pak.
Memasak!
Sialan!
Mau kemana?
Pak, kau dari mana?
Mereka sedang apa sekarang?
Makan.
Apa?
- Mereka lagi makan! - Apa?
Kau yakin?
Sakit, Pak!
Hentikan!
Ara.
Kulihat kau menyukai Badong.
Takutnya kau akan jatuh cinta padanya dan berpaling dari kami.
Kalian sudah mengenalku.
Kau tahu, betapa berdedikasinya aku pada pekerjaan ini.
Maafkan aku.
Aku cuma mengkhawatirkanmu.
Brengsek.
Kau memukul Ana, kan?
Apa?
Brengsek!
Kau memukulnya, kan?
- Akui saja! - Aku tidak mengerti.
Kau memukul Ana.
- Tidak mau mengakuinya? - Emang kenapa?
Kau cemburu?
Datanglah ke papa!
Bos, ini, kubawakan cemilan.
Enteng sialan! Mau kutembak orang ini.
Menjengkelkan sekali!
Bos, ayo makan.
Ini, bos.
Apa itu?
Cemilan, bos.
Persetan kalian berdua!
Mereka nyalakan lampu dan kalian masih di dalam.
Karena Nick ini bernyali sekali.
- Ya, memang bernyali sekali. - Ini hari ulang tahun Raymond.
- Maaf, siapa? - Raymond.
Katanya dia bersama gadis di dalam.
Jangan percaya semua yang kau lihat.
Sesuatu yang terpenting dalam hidup...
adalah orang-orang yang tidak bisa terlihat.
Tapi bagaimana denganmu? Kau penting...
tapi aku sangat bisa melihatmu.
Hai, ganteng!
Kami mau tutup sekarang.
Besok kau bisa lanjutkan lagi.
Mau nginap?
Sudah ada rumah?
Kau boleh tinggal di sini jika kau mau, gratis kok.
Hei, Roxy! Ayo tidur sekarang.
Duluanlah!
- Atau mau kupukul kepalamu! - Aku cuma berusaha bersikap manis disini.
Kubilang pergilah.
Maaf soal tadi, sayang.
Kau mau nginap semalam? Gratis kok.
Bagaimana? Kau bisa menginap gratis..
Kau manis sekali.
Tinggallah, kumohon?
Lagipula gratis.
Hei, ganteng!
Ganteng!
Sialan!
- Sayang sekali. - Roxy!
Aku bilang apa? Sudah kubilang pergilah!
Menjengkelkan sekali.
Ana, setelah transaksi ini, aku mau memulai hidup baru.
Dan aku mau kau ikut bersamaku.
Inilah hari yang kami tunggu-tunggu.
Ini seperti malam istimewa di bar.
Bagaikan klimaks dalam seks.
Tapi siapa sangka semuanya akan berakhir dalam...
kecemburuan?
Sampai ketemu di gudang ayah jam 5.30 sore.
Lalu kita keluar jam 6 sore.
Pasti mereka akan mengejar kita setelah transaksi ini.
Lebih baik berpisah untuk sementara.
Mungkin 2 bulan.
Enteng.
Bos.
- Kau yang bertanggung jawab di sini. - Baik, bos.
Kita selesaikan ini dan pergi sementara waktu.
Termasuk kau, Georgia.
Aku? Kenapa aku?
Kau tak mau itu?
- Aku sudah memaafkanmu. - Maksudmu apa?
Kau bebas berbuat sesukamu sekarang.
Aku sudah memaafkanmu dan Enteng.
Kau ngomong apa?
Kau lihat, aku punya mata di sini.
Bajingan!
Kau tidak hargai privasi orang-orang di sini!
Kau kira siapa dirimu?
Kau mau meninggalkanku karena jalang ini?
Jangan membalikkan keadaannya padaku.
Kau mau kabur bersamanya, kan?
Dasar jalang!
Hentikan, Georgia! Jalang.
- Brengsek kau, Georgia! - Pergi! Cepat!
Kau tidak bisa membodohiku!
Permisi!
Sebentar.
Dasar bajingan.
Bajingan sialan!
Bangsat!
Bajingan!
Siapa yang bilang anakku memposting hal seperti itu?
- Aku rasa dia cuma main Tiktok. - Itu salahmu.
- Tentu saja, aku sangat muak. - Sekarang, kita dalam masalah.
Kita dalam masalah.
Bagaimana Tim Uno?
Kudengar mereka terlibat dalam skandal video viral.
Ya. Ponsel Wally tertinggal di rumah.
Putranya suka dengan video itu dan mengunggahnya.
Tidak menghormati privasi orang lain.
Mereka sudah keterlaluan.
Kurasa aku tak mau menonton semacam itu lagi.
Aku sudah muak dengan mereka.
Aku mau kembali kerja kantoran sekarang.
Tidak apa-apa.
Lekaslah membaik agar kau diberi misi lain....
dan semoga kita bisa bekerja sama lagi.
Terima kasih.
Terima kasih untuk apa?
Untuk semua yang sudah kau ajarkan padaku.
Ingat pepatah...
Jika kau tidak mau belajar...
Ya, benar.
Oke, kalau begitu.
Aku jalan dulu.
Ada korek?
Terima kasih!
Sewaktu kau berusia 18 tahun, kau tidak peduli dengan orang lain.
Kau cuma melihat apa yang mau kau lihat.
Apa saja yang menggairahkanmu.
Apa saja yang cantik.
Kau belum sadari yang sebenarnya di sekitarmu.
Kau cuma belum peduli tentang dunia.
Kau masih bebas.
Dunia sedang kacau.
Banyak kejahatan di mana-mana.
Tidak ada rahasia lagi.
Kita tahu siapa yang melakukannya.
Semua terjadi di depan mata kita.
Pertanyaannya adalah apa yang kita lakukan?
Manda, bukalah matamu lebar-lebar...
Jangan pernah berkedip.
Bukalah matamu lebar-lebar.
Jangan korup.
MENANGKAN HADIAH DAN BONUS MENARIK LAINNYA. DIMANA AJA BISA TARUHAN ONLINE DI LXWHITELABEL.COM
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.