All language subtitles for Blood of Youth E40 END

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English Download
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese Download
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

♪Tarian pedang berlapis ombak jernih♪

♪Menantang angin dan hujan demi mengibarkan bendera♪

♪Embun dan salju tidak menanyakan suka dan duka♪

♪Bunga yang beterbangan memaksa memasuki gurun♪

♪Jangan menipu pemuda yang baru terjun ke dunia♪

♪Angsa pun mampu melebarkan sayap meski hanya sesaat♪

♪Tidak peduli bagaimana takdir mengatur hidup ini♪

♪Ungkapkan teka-teki dan pecahkan misteri langit♪

♪Berubah menjadi pemberani di tengah pasang surut hidup♪

♪Tidak sia-sia berkeliling dunia demi menegakkan keadilan♪

♪Hati yang sama melambangkan kekompakan dalam perjalanan panjang ini♪

♪Mengejar impian muda sekuat tenaga♪

♪Melatih kesabaran selama bertahun-tahun♪

♪Perjalanan jauh mungkin akan memberimu luka♪

♪Namun, berani mengembara baru membuat hidup terasa berharga♪

♪Dalam sekejap keteguhan hati menjadi penyemangat semasa muda♪

♪Menghapus rintangan waktu♪

♪Berusaha sekeras mungkin di mana pun♪

♪Menjadi kunci kita memulai perjalanan baru♪

[Perjalanan Para Pemuda]

[Episode 40]

[Kota Tianqi]

Kali ini,

aku sungguh akan pergi.

Kau begitu buru-buru?

Kau tidak tinggal untuk beberapa hari lagi?

Sekarang kekuasaan besar di Kota Tianqi sudah ditentukan.

Kediaman Pangeran Chi juga sudah disegel.

Tabib Hantu, Ye Ya juga sudah dieksekusi.

Aku juga sudah menyembuhkan Yue Ji.

Nanti kalian bawa dia ke Kuil Hanshui untuk bertemu kembali dengan Ming Hou.

Aku tidak dibutuhkan lagi di sini.

Aku sudah bisa pergi.

Lalu, kau langsung kembali ke Sekte Tianwaitian?

Aku mengantar Ibu ke Kota Muliang dulu.

Setelah suasana hatinya sudah tenang, aku akan kembali ke Sekte Tianwaitian

untuk mengurus beberapa hal.

Setelah semuanya selesai, aku akan mencari kalian lagi.

Xiao Se.

Kami menunggumu di sana.

Mengapa kau diam saja?

Aku sedang berpikir.

Dengan kau yang seperti ini,

bagaimana kau bisa menjadi Kepala Sekte di luar sana?

Apakah kau juga seperti ini di hadapan mereka?

Kau tidak bisa membayangkanku menjadi Kepala Sekte?

Aku juga tidak bisa membayangkan kelak kau akan menjadi Kaisar.

Jujur saja.

Sekarang kau hanya tersisa satu langkah menjadi Kaisar.

Aku ingin bertanya padamu.

Kau sungguh sudah memikirkannya?

Jujur saja.

Aku sering memikirkan pertanyaan ini.

Aku tidak bisa menjawab.

Aku ajari kau satu cara.

Cara apa?

Setelah hari itu sungguh tiba, kau tutup pintunya.

Lalu, kau duduk saja di tempat duduk itu.

Kemudian, pemikiranmu saat itu adalah pemikiranmu yang sebenarnya.

Terdengar masuk akal.

Akan aku coba.

Aku pergi.

Semoga kita bertemu kembali.

Xiao Se.

Apakah kita dan Wuxin masih bisa bertemu kembali?

Bisa.

[Aula Tai'an]

Hormat pada Ayahanda.

Kau sudah datang.

Ayahanda.

Mengapa Ayahanda melepaskannya?

Sekarang Adik ke-7-mu sudah meninggal.

Jinxuan

juga segera

akan pergi menjaga Makam Kekaisaran.

Dia menemaniku

tumbuh bersama.

Anggap aku memohonmu, ampuni dia.

Aku tidak berani.

Tadi Tabib Kecil bilang padaku,

kalau aku punya dua pilihan.

Yang pertama adalah aku bisa tetap hidup.

Setidaknya bisa

hidup setahun lagi,

tapi

aku tidak bisa turun dari ranjang.

Mungkin juga

tidak bisa sadar lagi.

Yang kedua adalah aku

bisa kembali memiliki kehidupan orang normal,

tapi mungkin

hanya bisa hidup selama enam jam.

Kalian tebak.

Apa keputusanku?

Hua Jin lancang sekali.

Beraninya kau memberi pilihan seperti ini pada Kaisar?

Jangan salahkan dia.

Ini adalah pilihan yang aku pilih setelah memaksa Tabib Hebat Hua Jin.

Hua Jin

menyelamatkanku dari bahaya.

Aku hadiahkan 10.000 tael emas, dua gudang obat di Kota tianqi

dan diangkat sebagai Wakil Kepala Balai Tabib Istana.

Sebelum mendapat titah, boleh tidak memasuki Kota Tianqi.

Terima kasih, Kaisar.

Oh iya.

Tuan Muda ke-3 Keluarga Mu di Qingzhou, Mu Chunfeng berjasa menyelamatkanku.

Aku hadiahkan sebuah Kapal Kayu Cedar.

Aku namai

Kapal Chunfeng saja.

Terima kasih, Kaisar.

Saat masih muda,

aku pernah minum arak dan berbincang dengan ayahmu.

Ayahmu

sangat berambisi.

Dia bisa mengizinkanmu datang ke Tianqi

pasti bukan agar kau belajar ilmu pengobatan.

Apa yang dia mau?

Sebuah kapal panjang pasti tidak cukup, 'kan?

Apakah cukup dengan mengangkat temanmu ini sebagai Kaisar?

Ayahanda.

Kau bersedia menjadi Kaisar?

Dulu,

Mendiang Kaisar juga bertanya seperti ini padaku.

Saat itu, aku menjawab seperti ini.

Kaisar

dipilih oleh Langit,

bukan oleh manusia.

Mau atau tidak itu tidak ada artinya.

Itu semua bergantung apakah kau sudah siap menanggung dunia ini atau tidak.

Posisiku ini

bukan dipilih Langit.

Malam itu aku memegang pisau

dan merebutnya.

Sedangkan kau?

Kaulah yang dipilih oleh Langit.

Katanya Pedang Penebas Langit juga sudah muncul.

Kalau begitu, apakah

kau bersedia

menunjukkan hal ini pada orang-orang?

Ayahanda.

Aku belum menjawab pertanyaan Ayahanda tadi.

Aku masih belum mati.

Aku

masih merupakan Kaisar di dunia ini.

Semua keputusanku

tidak membutuhkan jawaban.

Jika aku tidak puas dengan nama yang ada di atas ini,

aku akan menyobeknya.

Kalau begitu, dunia akan kacau.

Kau tidak ingin melihat kekacauan.

Aku

juga tidak mau.

[Pewaris takhta Pangeran ke-2, Xiao Chong] Kau puas dengan nama yang tertulis?

Jinxuan.

Kau simpan ini.

Jangan dibuka.

Setelah itu, bawa untuk disimpan Divisi Astronomi.

Baik.

Semuanya pergilah.

Chuhe.

Kau tinggal sebentar.

Saat kau kecil,

kau adalah anak yang tidak takut dingin.

Kau masih ingat?

Suatu kali, turun salju yang lebat di Kota Tianqi.

Bahkan jalan pun sulit dilalui.

Namun,

kau bersikeras bermain seluncuran.

Lalu, kau berkuda sendirian berkeliling Kota Tianqi.

Hasilnya,

kau tersesat.

Sampai malam hari

baru dibawa pulang oleh Bangsawan Lanyue.

Aku pergi melihatmu.

Tanganmu

dan juga telingamu sudah terluka karena kedinginan.

Namun,

kau masih berteriak dengan bersemangat kalau besoknya kau mau bermain lagi.

Aku ingat.

Hasilnya esoknya aku sudah jatuh sakit.

Penyakit itu hampir saja membunuhku.

Aku masih ingat

Ayahanda terus menemaniku selama beberapa hari itu.

Aku sangat takut.

Beberapa kali aku menyalahkan diriku karena hal ini.

Mengapa aku memilih melihat laporan dan tidak menemanimu?

Jika tidak,

kau tidak akan tersesat.

Kau juga tidak akan terluka karena kedinginan.

Saat itu, aku dalam keadaan setengah sadar.

Aku melihat Ayahanda menemaniku, hatiku merasa sangat tenang.

Benarkah?

Benar.

Karena di dalam hatiku,

Ayahanda adalah dewa satu-satunya.

Selama ini, aku belajar ilmu perang dan belajar bela diri,

semua itu agar suatu hari

aku bisa melindungi Ayahanda dengan senjata yang aku pegang.

Chuhe.

Sekarang

kau juga sudah berusia 20 tahun lebih.

Beberapa saudaramu ini sudah menikah.

Bagaimana denganmu?

Bagaimana dengan Ye Ruoyi yang di Kediaman Jenderal?

Dia berteman baik denganmu sejak kecil.

Meski Ye Xiaoying sudah pulang ke kampung halaman,

tapi dia tetap memiliki gelar Jenderal.

Aku...

Aku sudah menyukai seseorang.

Wanita yang mana?

Putrinya Dewa Tombak, Sikong Changfeng, Sikong Qianluo.

Pengawal Zhuque?

Pengawal Zhuque adalah orang yang sangat menarik.

Istrinya sangat cantik.

Putrinya pasti juga adalah seorang wanita yang cantik.

Baguslah.

Orang-orang di dunia persilatan terlalu berambisi.

Mereka tidak bisa tinggal diam.

Seperti Selir Xuan.

Apakah Selir Xuan sudah pergi?

Sudah.

Biarkanlah dia pergi.

Bagaimana dengan saudaramu yang bermarga Lei itu?

Dia baik-baik saja, hanya luka ringan.

Dia tidak mau menjadi pejabat?

Tidak mau.

Dia hanya ingin menjadi pendekar, lalu, menjadi yang terhebat di dunia.

Dia lebih cerdas dari ayahnya.

Ayahanda.

Mengapa Ayahanda malah bercanda?

Chuhe.

Menurutmu,

jika saat itu aku mempertahankan hidup Ruofeng

dengan mempertaruhkan segalanya,

apa yang akan terjadi di masa sekarang?

Ayahanda.

Kehidupan tetap memiliki jalan bercabang.

Saat kita sudah memilih untuk mengambil jalan yang lain,

maka kita sudah tidak bisa melihat pemandangan jalan yang lain.

Meski itu pemandangan indah atau kegelapan,

tidak akan ada yang tahu.

Aku sudah sangat lelah.

Aku harus beristirahat.

Pergilah.

Baik.

Pergilah.

Kakak.

Ruofeng.

Ayahanda.

Ayahanda!

[Pada musim salju Tahun Mingde ke-23, Kaisar Mingde meninggal dalam tidurnya.]

[Tutup usia pada usia ke-57 tahun.]

[Di hari yang sama,]

[Pasukan Langya kalah di perbatasan, mundur sejauh 19 kota.]

Xiao Se.

Ada dua pasukan besar yang sudah sampai di luar Kota Tianqi.

Nona Ye sudah pergi menyambut mereka.

Kau berkuasa mengawasi negara dan membantu perbatasan.

Mereka pasti mematuhimu.

Jika tidak patuh, aku bisa bagaimana?

Tetap tidak bisa melihat Beili musnah.

Meski mereka berambisi, tapi mereka juga tidak bodoh.

Kau tidak bisa pergi.

Negara tidak boleh tidak punya pemimpin.

Kau seharusnya segera naik takhta.

Aku dan Paman bisa pergi ke medan perang.

Aku seharusnya naik takhta?

Kau adalah pilihan Langit.

Pedang itu hanya boleh dipakai oleh Kaisar Pendiri.

Ia memilihmu.

Karena Kakak ke-2 sudah bilang aku adalah pilihan Langit,

maka akulah yang seharusnya menjaga gerbang Negara Beili ini.

Perkataan Saudara Xiao ini sangat bagus.

Memang benar.

Saudara Mu dan Tabib Kecil sudah akan segera meninggalkan Tianqi, 'kan?

Kami akan berangkat besok.

Selama ini kalian sudah bekerja keras.

Xiao Se.

Kau sungguh tidak membawa kami?

Berperang melawan musuh dan berkelana di dunia silat tidaklah sama.

Kalian tunggu aku di sini.

Aku akan pulang dengan menang.

Kakak Qianluo.

Xiao Se sudah berbicara semalaman dengan kita.

Kali ini kita turuti dia saja.

Lei Wujie.

Kau pernah bertanya,

pertemuan kita di Pondok Xueluo itu kebetulan atau sudah direncanakan?

Sekarang aku bisa memberitahumu.

Pertemuan kita adalah suatu kebetulan,

tapi pertemuan kita sudah dipastikan.

[Kota Tianqi]

[Kediaman Pangeran Bai]

Mengapa hari ini Kepala Kasim senggang datang bertamu ke kediamanku?

Apakah beberapa hari ini Pangeran terus menungguku?

Benar.

Aku terus menunggu Kepala Kasim.

Sekarang Xiao Se sudah di luar,

sedangkan gulungan dekret yang lain berada di tanganku.

Kepala Kasim tidak pernah membaca isi gulungan dekret ini?

Mendiang Kaisar bilang gulungan dekret ini disimpan,

jangan dibuka.

Namun,

aku pernah membaca gulungan dekret Xiao Se.

Aku sudah mengetahui siapa pewaris takhta.

Siapa?

Tentu saja pewarisnya adalah Pangeran Bai.

Kepala Kasim tidak membohongiku, 'kan?

Orang di dunia sangat yakin kalau nama yang ditulis Ayahanda

sudah pasti adalah Adik ke-6.

Namun,

aku melihatnya sendiri.

Nama yang di gulungan dekret ini adalah nama Pangeran.

Sekarang gulungan dekret ada di tanganku.

Sedangkan di dalam Kota Tianqi, juga hanya kau seorang Pangeran saja.

Jika sekarang kau naik takhta, itu adalah hal yang seharusnya.

Meski Xiao Se pulang dengan kemenangan,

dia juga harus mengakui hal yang seharusnya ini.

Kalau tidak, dia akan dianggap memberontak.

Namun,

jika menunggu Xiao Se kembali,

saat itu dia memiliki pasukan militer dan punya jasa perang,

dia sepenuhnya bisa menghancurkan dua gulungan dekret ini

dan naik takhta.

Kau pasti mengerti arti yang terkandung di dalamnya.

Kepala Kasim Jinxuan ingin beraliansi denganku?

Mengapa aku ingat kau selalu memihak pada Pangeran Chi?

Aku adalah bawahan Kaisar.

Saat itu, aku diutus ke sisi Pangeran Chi dengan kesempatan bergabung

untuk mengawasi pihak yang terlibat,

dan membantu Kaisar menghabisi satu per satu.

Namun, mengapa aku merasa

sejak Ayahanda sakit parah,

Kepala Kasim Jinxuan sendiri yang membantu Pangeran Chi naik takhta?

Kau memegang kuasa tidak bisa dihukum,

dengan mengandalkan perintah Ayahanda malah terlibat di dalam perebutan ini.

Jika kau hanya mengawasi perebutan ini, bukankah kau sudah terlibat terlalu dalam?

Pangeran Bai.

Kita adalah orang yang sudah tidak punya jalan lain.

Jika Xiao Se pulang dengan kemenangan,

kita tidak punya jalan keluar lagi.

Di saat itu, dia bisa naik takhta sendiri dengan kewibawaannya.

Dia akan sepenuhnya mengabaikan gulungan dekret ini.

Di saat itu, kau sudah tidak punya kesempatan lagi.

Kau salah.

Jika Xiao Se kalah, barulah kita tidak memiliki jalan lagi.

Saat negara hancur,

dan tidak ada rakyat lagi, kita bisa mundur ke mana lagi, Kepala Kasim?

Sepertinya Pangeran Bai tidak ingin beraliansi denganku.

Namun, ada satu kalimatku yang benar.

Aku selalu menunggu kedatanganmu.

Apa maksudnya?

Sebelum Ayahanda meninggal, dia pernah memanggilku.

Dia bilang padaku,

"Jika Jinxuan datang mencarimu, maka bunuh dia."

Kakak Seperguruan, semuanya sudah harus berakhir.

[Tiga bulan kemudian]

Xiao Se.

Xiao Se sudah kembali.

Berwibawa sekali.

Mengapa dia pergi berperang tanpa memakai zirah?

Kakak Qianluo.

Kau tidak mengerti.

Menyerbu medan perang dengan mantel panjang dan pedang giok,

inilah hal yang paling hebat.

[Kota Tianqi]

Kalau begitu, kita pergi menunggunya di Pondok Xueluo.

Jangan buru-buru.

Kali ini Xiao Se pulang dengan kemenangan besar,

dia harus pergi ke istana dulu.

Ada ratusan pejabat yang sedang menunggunya.

Paman.

Apakah dulu saat Paman Langya kembali juga semegah ini?

Tidak jauh berbeda.

Hari ini dia pulang dengan kemenangan,

juga merupakan hari Kaisar baru naik takhta, 'kan?

Kami menyambut Pangeran Yong'an kembali dengan kemenangan.

Kalian tetap berlutut seperti ini dulu.

Lagi pula, sebentar lagi akan ada hal penting yang akan diumumkan.

Jika kalian berdiri, nanti kalian harus berlutut sekali lagi.

Paman.

Mengapa ada begitu banyak orang yang ingin duduk di posisi ini?

Aku tidak pernah duduk.

Aku tidak tahu.

Biar aku coba.

Setelah hari itu sungguh tiba.

Kau duduk saja di tempat duduk itu.

Kemudian, pemikiranmu saat itu adalah pemikiranmu yang sebenarnya.

Tidak menarik.

Paman.

Aku tahu ratusan pejabat sedang menunggu ini.

Paman adalah orang yang paling cocok untuk membacanya.

Bacalah.

Belakangan ini aku jatuh sakit,

mungkin beberapa hari lagi akan meninggal.

Putra keduaku, Xiao Chong memiliki sifat terhormat,

berbakat dan berbudi.

Dia pasti bisa meneruskan tekadku untuk menjayakan Beili.

Dengan ini, takhta

akan diwariskan pada Pangeran ke-2, Xiao Chong.

Ini...

Mengapa bukan nama Pangeran Yong'an?

Jangan-jangan dia mau memberontak.

Lancang sekali!

Bangsawan Lanyue sudah membaca titah Kaisar.

Mengapa ratusan pejabat

masih tidak memberi hormat pada Kaisar baru?

Semoga Kaisar panjang umur.

- Semoga Kaisar panjang umur. - Semoga Kaisar panjang umur.

Semoga Kaisar selalu

panjang umur.

Semuanya berdirilah.

- Terima kasih, Kaisar. - Terima kasih, Kaisar.

Kakak ke-2.

Kelak aku serahkan

dunia ini padamu.

Jaga dirimu.

Paman, aku pergi dulu.

Di dunia ini sungguh ada orang sehebat ini.

Dunia persilatan ada banyak orang yang hebat.

Pengetahuan kalian sebagai pejabat yang terlalu sempit.

Xiao Se.

Akhirnya kau pulang juga.

Kita cepat beres-beres dan berangkat.

Kalian termasuk cukup cepat juga.

Bahkan tidak membiarkanku minum segelas teh dulu.

Kakak sudah hampir membawa kuda dan menunggumu di gerbang istana.

Tuan Muda.

Tuan Muda.

Ini...

Kalian sungguh mau pergi?

Tenang saja, Paman Xu.

Kali ini aku tidak akan pergi terlalu lama.

Kelak kau tidak perlu tinggal di Pondok Xueluo, di Kediaman Pangeran saja.

Terkadang aku akan pulang, bantu aku jaga dengan baik.

Baik, Tuan Muda.

Pangeran tidak melupakan janji kita saat itu.

Aku tetap tidak suka orang memanggilku Pangeran.

Panggil Tuan Muda saja.

Kalau begitu, aku akan menerima Pondok Xueluo ini.

Ambil saja.

Xiao Se.

Kau sungguh akan memberikan Pondok Xueluo ini pada Tuan ke-2 Tu?

Aku mengira yang kau maksud yang di hutan itu.

Tuan Muda masih memiliki Pondok Xueluo yang lain?

Benar.

Awalnya aku memang ingin memberikan pondok yang itu padamu.

Namun, sekarang aku tiba-tiba tidak rela.

Aku merasa tempat itu lebih baik dari tempat ini.

Kalau begitu,

kelak aku harus melanjutkan bisnisku dengan Tuan Muda

agar aku mendapatkan Pondok Xueluo di tempat itu.

Tetap harus menyepakati harga yang bagus dulu.

Pasti.

Tuan Xie Xuan, kau sudah banyak membantu.

Kami masih belum sempat berterima kasih.

Jangan sungkan.

Kami para pelajar setiap hari berkata ingin mempertahankan kebenaran di dunia.

Bagaimana aku bisa tinggal diam ketika menghadapi masa krisis?

Xiao Se.

Aku mengira kali ini kau pulang untuk menjadi Kaisar.

Saudara Fansong ingin aku menjadi Kaisar?

Intinya kelak keponakan kecilku ini

akan menjadi penasihat negara.

Jika kau tidak menjadi Kaisar, takutnya dia akan kesepian.

Benar, 'kan, Fei Xuan?

Aku juga mau pulang ke Gunung Wangcheng.

Aku tidak mau tinggal di sini.

Kau tetap mengambil keputusan yang sama seperti Raja Langya.

Apakah sama?

Menurutku, tidak terlalu sama.

Tekadku tidak kokoh seperti Paman.

Namun, aku jauh lebih bebas dan nyaman darinya.

Aku sangat jelas

jalan kembaliku tidak pada pengadilan istana.

Mengapa?

Pengadilan istana terlalu sempit.

Semuanya!

Dewa Pedang Kemarahan.

Tenang saja.

Aku bukan datang untuk menahanmu.

Chong'er memintaku menyerahkan benda ini padamu.

[Pewaris takhta Pangeran ke-6, Xiao Chuhe]

Ayahanda sungguh licik.

Semuanya,

mohon pamit.

- Pamit. - Pamit.

Ayo.

♪Mendengar suara angin mendesing melewati telingaku♪

♪Tajamnya pedang di tanganku terlihat jelas♪

♪Tekad menentukan kemenangan sebelum fajar♪

[Tahun Mingde ke-23.]

[Pemerintahan tanpa Kaisar selama tiga bulan]

[akhirnya berakhir juga.]

[Pangeran ke-2 dari Mendiang Kasiar, Xiao Cong naik takhta]

[dengan gelar Kaisar Chonghe.]

[Di awal tahun Chonghe,]

[bunga bermekaran di musim semi yang hangat.]

[Tamat]

♪Berdiam diri di dalam kuil dingin♪

♪Menoleh dan menatap dunia dari kejauhan♪

♪Salju beterbangan di luar♪

♪Gejolak dinginnya bulan siapa yang mengetahuinya♪

♪Takdir yang terus bergejolak♪

♪Menyingkirkan kepungan kabut waktu♪

♪Membuat masa lalu menjadi hampa♪

♪Menanti perjalanan panjang menuju langit♪

♪Awan senja tampak mendung♪

♪Suara hati menciut seiring perubahan situasi♪

♪Aku ingin menghadap matahari♪

♪Tumbuh bagai teratai tanpa ternodai oleh lumpur♪

♪Menempuh ribuan mil, terkadang mengikuti arus♪

♪Masa muda yang berlika-liku♪

♪Pedang mengikuti ucapan, setia pada satu sama lain♪

♪Dengan ketulusan setinggi langit, tidak perlu merasa impianmu kecil♪

♪Meski banyak pertikaian namun, tetap bernyanyi dengan bahagia♪

♪Masa muda pada dasarnya indah♪

♪Para pemuda berbakat menjelajah bersama♪

♪Menegakkan keadilan hingga ke ujung dunia♪

♪Tidak akan terasa sepi selama bersama sahabat♪

♪Menempuh ribuan mil, terkadang mengikuti arus♪

♪Masa muda yang berlika-liku♪

♪Pedang mengikuti ucapan, setia pada satu sama lain♪

♪Dengan ketulusan setinggi langit, tidak perlu merasa impianmu kecil♪

♪Meski banyak pertikaian namun, tetap bernyanyi dengan bahagia♪

♪Masa muda pada dasarnya indah♪

♪Para pemuda berbakat menjelajah bersama♪

♪Menegakkan keadilan hingga ke ujung dunia♪

♪Tidak akan terasa sepi selama bersama sahabat♪

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.