Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
♪Tarian pedang berlapis ombak jernih♪
♪Menantang angin dan hujan demi mengibarkan bendera♪
♪Embun dan salju tidak menanyakan suka dan duka♪
♪Bunga yang beterbangan memaksa memasuki gurun♪
♪Jangan menipu pemuda yang baru terjun ke dunia♪
♪Angsa pun mampu melebarkan sayap meski hanya sesaat♪
♪Tidak peduli bagaimana takdir mengatur hidup ini♪
♪Ungkapkan teka-teki dan pecahkan misteri langit♪
♪Berubah menjadi pemberani di tengah pasang surut hidup♪
♪Tidak sia-sia berkeliling dunia demi menegakkan keadilan♪
♪Hati yang sama melambangkan kekompakan dalam perjalanan panjang ini♪
♪Mengejar impian muda sekuat tenaga♪
♪Melatih kesabaran selama bertahun-tahun♪
♪Perjalanan jauh mungkin akan memberimu luka♪
♪Namun, berani mengembara baru membuat hidup terasa berharga♪
♪Dalam sekejap keteguhan hati menjadi penyemangat semasa muda♪
♪Menghapus rintangan waktu♪
♪Berusaha sekeras mungkin di mana pun♪
♪Menjadi kunci kita memulai perjalanan baru♪
[Perjalanan Para Pemuda]
[Episode 37]
Aku hampir saja berhasil.
Jangan katakan seperti aku tidak berguna.
Kau tahu apa yang kurang darimu?
Apa?
Itu adalah aku.
Kau hanya mengutus Sekte Maha Tahu untuk menahan Pangeran Chi.
Itu tidak akan cukup.
Itu sebabnya kau jauh lebih awal dari yang diharapkan.
Jika saat itu kau mengutusku ke sana,
bagaimana mereka bisa bergegas kembali saat itu?
Lihatlah, kau tidak bisa menjawabnya, 'kan?
Kakak Ruoyi.
Kau yang menilai.
Di mana Lei Wujie?
Aku bantu kau mencarinya.
Ruo...
Menurutmu?
Lihatlah kau.
Setiap kali kau menakuti orang.
Duduklah.
Kemarin malam aku sudah berpikir, akhirnya aku sudah mengerti.
Sebenarnya karena kau
takut aku menghadapi bahaya barulah tidak mengizinkanku pergi, 'kan?
Benar, karena kau sudah terlalu sering menghadapi bahaya untukku.
Masalah di Kota Tianqi akan segera berakhir,
Nanti kau juga sudah bisa kembali ke Kota Xueyue dengan tenang.
Namun, kau juga sudah melihatnya.
Jika bukan aku, kalian dari awal sudah menghadapi bahaya.
Selain itu, jika kau tidak memanggilku lagi, aku sungguh akan marah.
Kau tahu kalau aku marah, nanti kalian akan lebih berbahaya lagi.
Xiao Se.
Sebenarnya tidak kembali ke Kota Xueyue juga tidak masalah.
Asalkan bisa bersama denganmu dan berada di tempat yang sama denganmu,
di mana pun itu tidak akan masalah.
Xiao Se, kau mendengarkanku?
Aku sudah dengar.
Apa?
Kepala Keluarga sudah meninggal?
Kemarin di sekitar Kediaman Pangeran Chi, Su Muyu Kepala Keluarga Su, Lei Wujie,
Li Fansong dan Fei Xuan dari Gunung Wangcheng,
serta Dewi Rui dari Kota Xueyue bekerja sama menyerang Kepala Keluarga.
Kepala Keluarga dilukai oleh Jarum Badai Bunga Pir
dan mati dibunuh oleh Su Muyu.
Tidak berguna.
Semuanya tidak berguna!
Pangeran jangan marah.
Mana orang Sungai Gelap yang lain?
Kekuatan Sungai Gelap yang lain sudah mundur dari kota.
Hanya tersisa beberapa orang yang dijadikan Boneka Obat
yang bersembunyi di ruang rahasia dan belum dibangkitkan.
Sialan.
Kau kirim dua pucuk surat.
Satu dikirim ke Nanjue.
Xiao Chuhe berani menyebarkan
kabar palsu tentang utusan Nanjue masuk ke Tianqi,
itu berarti dia sudah mengetahui hubunganku dengan Ao Yu.
Kalau seperti ini, maka kita hanya bisa bertindak lebih cepat,
agar Nanjue bertindak di saat yang paling bagus.
Hanya saja, kapan saat yang paling bagus itu?
Di saat Ayah Angkat masuk ke kota, itulah saat yang paling bagus.
Jadi, surat ke-2 dikirim ke Kota Muliang.
Sebenarnya ada apa kalian begitu buru-buru memanggilku kembali?
Kami menerima surat dari Ketua Sekte Besar.
Ayah?
[Luo Qingyang sudah meninggalkan Kota Muliang]
Luo Qingyang sudah meninggalkan kota?
Benar.
Lima hari yang lalu, Luo Qingyang sudah meninggalkan
Kota Muliang dan mengarah ke Kota Tianqi.
Dengan kecepatan langkahnya, bukankah dia akan segera tiba di Tianqi?
Luo Qingyang adalah ayah angkatnya,
pasti Pangeran Chi yang memintanya datang.
Sepertinya Pangeran Chi ingin
langsung melawan dan meminta Dewa Pedang Kesepian menyerang kota.
Xiao Se.
Bagaimana kekuatan Dewa Pedang Kesepian di antara lima Dewa Pedang?
Dibandingkan dengan Zhao Yuzhen, dia memang sangat kuat.
Namun, sifat Luo Qingyang sangat aneh dan arogan.
Dia tidak akan menuruti Pangeran Chi dengan mudah.
Pangeran Chi pasti memintanya datang untuk membawa pergi seseorang.
Dia pasti akan bertarung sekuat tenaga.
Inilah yang merepotkan.
Dia mau membawa pergi siapa?
Selir Xuan.
Ada rumor di dunia persilatan
mengatakan Luo Qingyang sangat mencintai Yi Wenjun, adik seperguruannya.
Namun, sayangnya cintanya bertepuk sebelah tangan.
Selir Xuan sudah menikah dua kali, tapi tetap tidak memilihnya.
Tingkatan Dewa Pedang Kesepian sudah sampai setengah Alam Misteri Abadi.
Kita sama sekali bukan tandingannya.
Bagaimana kalau kita menulis surat untuk ayahku?
Wali Kota ke-3 tidak bisa meninggalkan Kota Xueyue.
Kota Wushuang terus mengawasi gerak-gerik Kota Xueyue.
Sekarang dua Wali Kota tidak ada, jika Wali Kota ke-3 pergi lagi,
orang yang mengawasi Kota Xueyue akan bertindak.
Sepertinya kita hanya bisa mengandalkan diri kita sendiri.
[Kediaman Pangeran Bai]
[Wali Kota Wushuang] Kabari Kota Wushuang,
ini kesempatan terakhirku.
Ini juga kesempatan terbaik mereka.
Baik.
Pangeran Bai.
Dewa Pedang Kesepian datang menantang Kota Tianqi,
bukankah ada Senior Dewa Pedang Kemarahan?
Mengapa masih harus mencari Wushuang?
Meski Guru dan Dewa Pedang Kesepian sama-sama merupakan lima Dewa Pedang,
tapi jika sungguh bertarung, tetap sangat sulit bagi Guru untuk menang.
Namun, jika bahkan Dewa Pedang Kemarahan juga bukan lawannya,
maka Wali Kota Kecil Kota Wushuang
lebih tidak mungkin mengalahkan Dewa Pedang Kesepian.
Jika dia terluka,
bukankah Pangeran Bai akan kehilangan seorang bidak penting?
Jika kabar ini benar,
Wushuang sungguh bisa sepenuhnya mengendalikan Kotak Pedang Wushuang,
maka dia masih bisa bertarung melawan Dewa Pedang Kesepian.
Tidak tahu bagaimana keputusan mereka.
Mereka?
Aku percaya Chuhe pasti juga sedang memikirkan caranya.
Siapa yang berani datang mengacau di Kota Xueyue?
Kau adalah Wali Kota Kecil Kota Wushuang itu?
Wali Kota ya Wali Kota, mengapa harus tambahkan kata "kecil"?
Ternyata kau memang muridnya Song Yanhui.
Terima ini!
Teknik pedang orang ini sangat hebat, tidak disangka dia tidak kalah dari Guru.
Inilah Teknik Pengendali Pedang yang dikatakan dalam legenda.
Aku belum sepenuhnya menguasai Teknik Giok Liubo.
Takutnya aku bukanlah tandingannya.
Hentikan.
Wali Kota Wushuang.
Apakah kau datang ke Kota Xueyue untuk bertarung denganku?
Aku sudah lama menunggunya.
Pedang Yunsuo, Qingshuang, Fengxiao
Jueying, Pengakhir Hidup, Pojie, Hongye, Hudie, Raozhirou, Yuruyi.
Maju!
Sepuluh pedang terbang ini takutnya masih belum cukup.
Bagaimana jika ditambahkan dua lagi?
Pedang Cang, Mang.
Bagaimana menurut Wali Kota Sikong?
Meski kau bisa bertarung, tapi tidak akan bisa menang.
Aku sudah mengerti.
Kalau begitu, aku bertarung dulu baru mencari kesempatan menang.
Terima kasih, Wali Kota Sikong.
Apakah kau datang ke Kota Xueyue untuk menunjukkan pedang terbangmu?
Aku diperintahkan pergi ke Kota Tianqi.
Aku tidak tahu kapan bisa kembali.
Jadi, aku ingin mewujudkan keinginanku.
Kali ini aku datang ke Kota Xueyue
pertama karena ingin menemui Wali Kota Sikong
untuk memahami kekuatanku yang sekarang.
Kedua karena aku ingin menemui Dewi Luoxia.
Menemuiku?
Untuk apa menemuiku?
Ini...
Guruku sudah menyerah untuk mengejar posisi Dewa Pedang.
Sekarang dia mengasingkan diri di Pondok Pedang di belakang gunung.
Dia bilang dia sudah mengerti.
Jika Dewi bersedia, mohon datang menemuinya di Kota Wushuang.
Bertemu apanya?
Kau...
Jangan gegabah.
♪Salju terus berjatuhan dan mewarnai dunia ini♪
Guru.
Guru tidak boleh menyetujuinya.
Lihatlah pria yang tidak tahu malu ini.
Dia jelas-jelas ingin kembali bersamamu.
Guru, Guru tidak boleh pergi.
Mengapa jika pergi bersamanya?
♪Menghabiskan waktu hanya demi menunggu seseorang♪
Aku tidak akan pergi dengannya.
Jika Guru pergi, bagaimana denganku?
Kau bukan anak-anak lagi.
Kau tidak bisa hidup tanpa aku?
Justru karena bukan anak-anak lagi,
jadi...
Jadi, aku juga bisa memberikan yang bisa Song Yanhui berikan padamu.
Ini...
Sedang apa dia?
Apa dia bilang?
Ini...
Kau sedang mengutarakan perasaanmu?
Bukan anak-anak lagi.
Kau juga bisa memberikan hal yang bisa diberikan orang dewasa?
Mengapa terdengar sangat aneh bagiku?
Apakah otakmu sudah rusak?
Tidak rusak.
Setiap hari wanita secantik ini berada di hadapanku,
jika hatiku tidak tersentuh, otakku barulah rusak.
Aku adalah gurumu.
Karena itu,
yang berada paling dekat mendapat kesempatan lebih dulu.
Hal baik tidak diberikan pada orang lain.
Ingatanku memang tidak baik,
tapi sepertinya puisi ini tidak dibaca seperti itu, 'kan?
Dari awal aku sudah merasa kau ini sedikit aneh.
Namun, tidak disangka nyalimu bisa begitu besar.
Beraninya kau berkata begitu pada Dewi.
Tahukah kau dulu ada berapa banyak pria berbakat
yang berkata seperti ini dan dipukul Dewi sampai lari?
Namun, perkataanmu ini memang masuk akal.
Mengapa?
Apakah murid tidak boleh bersama dengan guru?
Tutup mulutmu.
Kau katakan padanya, aku tidak akan pergi.
Beberapa hal hanya ada sekali dalam seumur hidup.
Dulu dia melepaskannya, maka tidak akan pernah ada lagi.
Perkataan Guru benar.
- Bagus sekali. - Bocah Tengik.
Tutup mulutmu.
Sepertinya burung layang-layang bisa kembali,
tapi tidak dengan perasaan cinta.
Aku merasa sangat disayangkan untuk guruku.
Aku pamit.
[Toko Arak Kaiyun]
Tuan.
Apakah ada makanan di sini?
Maaf, Tuan.
Dapur sudah tutup dari awal.
Aku lihat Kakak itu masih memiliki makanan.
Tuan, pertimbangkan lagi.
Kakak.
Aku melakukan perjalanan jauh, aku sedikit lapar.
Bisakah kau membagikan sedikit makanan untukku?
Tahukah kau meski saudara seperguruanku yang paling dekat denganku
juga tidak berani makan bersamaku?
Mengapa?
Karena aku ahli meracuni.
Setiap gelas yang kau minum
mungkin adalah racun yang bisa menembus ususmu.
Tidak masalah.
Pelayan.
Tamu, aku datang.
Gelas arak.
Menarik.
Bulan malam ini sangat indah.
Kakak minum sendirian di sini,
Kakak sedang memikirkan hal yang menyedihkan?
Menarik.
Wali Kota Kecil Kota Wushuang.
Kau mengenalku?
Aku mengenal Kotak Pedang-mu.
Tahukah kau siapa aku?
Ingatanku tidak baik.
Mungkin Kakak Seperguruan pernah memberitahuku,
tapi aku sudah lupa.
Aku adalah Mu Yumo, Kepala Keluarga Mu dari Sungai Gelap.
Ternyata begitu.
Katanya ada banyak wanita cantik di Keluarga Mu dari Sungai Gelap.
Hari ini aku melihatmu ternyata rumor itu memang benar.
Sungguh anak kecil yang menggemaskan.
Jika aku berani mendekat sedikit lagi ke arah Kakak,
Kakak pasti akan mematahkan kaki dan tanganku, 'kan?
Kalau begitu, kau coba saja.
Aku tidak berani.
Mari, Kakak.
Kita minum bersama
sekalian berbincang-bincang tentang orang yang ada di matamu.
Orang yang ada di mataku?
Orang seperti apa yang bisa membuat Kakak tidak bisa melupakannya?
Apakah kau pernah dengar sebuah puisi?
Sebuah bulan di permukaan air,
setengahnya menyatu di air dan setengahnya lagi menguap jadi awan.
Di dalam Kota Pipa Sungai jiujiang,
dia terkenal dengan tiga senjata rahasianya.
Tang Lianyue dari Sekte Tang, pendekar hebat di Peringkat Guanjue?
Benar.
Dulu semua orang di dunia ini mengetahui namanya.
Meski dia sudah mundur selama bertahun-tahun
dan muncul kembali di dunia persilatan, dia tetaplah pemimpin Sekte Tang.
Kakak.
Aku ingin mendengar pertemuan kalian.
Pertemuan kami?
Pertemuan kami
dimulai dari kali pertama aku membunuhnya.
Pertama kali?
Aku pernah membunuhnya tiga kali.
Pertama kali aku dan dia...
Aku cukup ingin menemuinya sekarang.
Semuanya sudah berakhir.
Kau bisa pergi kapan pun juga.
Semuanya sudah berakhir?
Jasad Changhe berada di kereta kuda di luar sana.
Kami akan mengantarnya ke Sungai Gelap.
Lalu, kami akan membubarkan Sungai Gelap.
Saat itu,
setiap orang bisa pergi melakukan hal yang ingin dia lakukan.
Kau adalah Su Muyu, Kepala Keluarga Su?
Kau tidak mengenalku, tapi kau malah mengenalnya?
Formasi 18 Pedang sangat terkenal, aku sangat ingin melihatnya.
Pedang Wali Kota Wushuang adalah pedang bagus.
Sedangkan pedangku hanyalah senjata pembunuh,
tidak ada yang perlu dilihat.
Sungai Gelap sudah mundur dari persaingan ini.
Pertarungan antara kita tidak diperlukan lagi.
Yumo, ayo kita pergi.
Wushuang Kecil.
Kelak jika bertemu lagi, aku harap juga bisa mendengar kisahmu.
Kalau begitu, Kakak ingat mengunjungiku di Kota Wushuang.
Meminta Kepala Keluarga Sungai Gelap mengunjungimu?
Wushuang Kecil, kau sungguh menggemaskan.
Sama seperti yang dikatakan Kakak ini.
Kalian sangat cepat bukan Sungai Gelap lagi.
Karena bukan Sungai Gelap lagi,
maka senjata pembunuh yang dimaksud Kepala Keluarga Su
akan menjadi pedang.
Aku menantikan pertarungan dengan Kepala Keluarga Su.
Kali ini kau ingin ke Kota Tianqi, 'kan?
Benar, Tianqi.
Ada banyak pedang bagus di Kota Tianqi,
perjalananmu ini tidak akan mengecewakanmu.
Kau bahkan bisa menemui pedang yang paling hebat di dunia.
Pedang paling hebat?
[Paviliun Lianyue]
Wali Kota Wushuang pergi sendiri ke Kota Xueyue.
Katanya Wali Kota muda yang baru naik jabatan
sudah mahir memakai Kotak Pedang.
Rumor mengatakan dia pergi untuk menantang Sikong Changfeng.
Tidak mungkin.
Saat ini Kota Wushuang tidak perlu pergi bertarung melawan Kota Xueyue.
Orang dunia persilatan ini berharap bisa menebak
pemikiran kedua Wali Kota.
Sungguh konyol.
Membahas Wali Kota,
Wali Kota yang lain juga sudah meninggalkan kota.
Dia pergi ke Kota Tianqi.
Dia adalah Ayah Angkat Pangeran Chi.
Kali ini dia ke Tianqi seharusnya untuk membantu Pangeran Chi.
Wali Kota Pertama Kota Xueyue masih belum kembali.
Wali Kota ke-2 masih terluka parah.
Wali Kota ke-3 tidak bisa meninggalkan kota karena tekanan di dunia persilatan.
Tidak ada yang pergi membantu formasi.
Siapa bilang tidak ada?
Sekte Tang bisa pergi membantu.
Sekte Tang?
Kita dan Benteng Keluarga Lei
tidak ada kemungkinan membaik untuk sementara.
Namun, aliansi dengan Kota Xueyue tidak boleh dilepaskan.
Selain itu, aku sangat menyukai bocah yang bernama Xiao Se itu.
Bulan malam ini bagus.
Berangkatlah.
[Pondok Xueluo]
Mengapa kau datang?
Bukankah kau mau memulihkan tubuh di kamarmu?
Benar.
Aku bahkan ingin mengantarkan sarapan ke kamarmu.
Aku hanya luka ringan.
Bukan masalah besar.
Makanlah.
Mengapa kau juga datang?
Karena dia sudah datang.
[Kota Tianqi]
Ada apa dengan orang ini?
- Orang ini sudah berdiri lama di sini. - Benar, abaikan saja.
Ayo, pergi.
Abaikan saja.
Luo Qingyang Dewa Pedang Kesepian berasal dari Sekte Yingzong Kota Tianqi.
Dia adalah pengawal rahasia keluarga kekaisaran Xiao.
Lalu, Sekte Yingzong musnah.
Sekarang murid Sekte Yingzong di dunia hanya tersisa dua orang.
Satunya lagi adalah
Selir Xuan.
Benar.
Luo Qingyang adalah murid terhebat di Sekte Yingzong.
Lalu, dia menjadi pengawal rahasia mendiang Kaisar
dan berkali-kali menyelamatkan mendiang Kaisar.
Demi menghargai jasanya,
sebelum meninggal, mendiang Kaisar memberinya sebuah kota.
Luo Qingyang memilih Kota Muliang yang paling terpencil di bagian barat.
Katanya demi melatih Pedang Kesepiannya.
Pedang Kesepian?
Benar.
Begitu kesepian.
Terlahir tanpa ayah dan ibu, semua saudara seperguruan mati.
Orang yang dia cintai sudah menikah dua kali,
tapi malah bukan dengannya.
Menurutmu, orang seperti ini kesepian atau tidak?
[Kota Tianqi]
Ada apa?
Kau bilang dia membelah plakat Kota Tianqi sampai jatuh hanya dengan satu tebasan?
Benar.
Komandan Luo itu membelah plakat dengan satu tebasan
dan langsung membawanya ke Arena Qianjin.
Semua orang di Arena Qianjin lari ketakutan karenanya.
Bahkan Tuan ke-2 Tu juga kabur.
Plakat Kota Tianqi pernah dibelah tiga kali.
Pertama kali,
saat Xiao Yi Kaisar Pendiri Beili menerobos gerbang kota.
Karena aura pedang terlalu besar, plakatnya langsung terjatuh.
Kedua kali, pada 60 tahun lalu, saat Dewa Pedang Bai Yu
menyelamatkan murid yang diculik.
Hanya dengan satu tebasan.
Dia memakai hal ini untuk memperingatkan orang di Kota Tianqi.
Ketiga kalinya adalah kali ini.
Jadi, mengapa dia membawa plakat itu ke Arena Qianjin?
Dia melakukan ini
karena semua sekte dan ajaran berkumpul di sana.
Dia bisa menyebarkan kabar dia sudah kembali ke Kota Tianqi.
Selain menjatuhkan plakat, apa lagi yang dia katakan?
Dia tidak bicara sepanjang jalan.
Sampai akhirnya, dia menjatuhkan plakat ke tanah,
dan hanya mengatakan empat kata.
Menantang pendekar pedang Tianqi.
Ayah Angkat hanya mengatakan empat kata ini?
Benar.
Aku menyurati Ayah Angkat agar dia datang, dia sungguh datang.
Namun, dia tidak bilang datang dengan cara ini.
[Aula Tai'an]
Bangsawan.
Bagaimana sekarang?
Kau adalah Komandan Pengawal Istana.
Ada orang menghancurkan plakat Kota Tianqi.
Menurutmu bagaimana?
Dia harus dipenggal dan dibunuh.
Baguslah.
Lakukan sekarang.
Bangsawan.
Dia adalah Luo Qingyang, Dewa Pedang Kesepian.
Aku sudah mengenalnya 10 tahun.
Orang seperti apa dia, aku...
Dia bukan manusia.
Dia adalah monster.
Aku minta Pengawal Istana dan Pasukan Huben untuk fokus padanya.
Kami mengepung belasan ember besi.
Mengapa kalau begitu?
Jika dia masuk ke gerbang istana, apakah aku bisa menghentikannya?
Jika seseorang bisa membunuh Kaisar Beili dengan satu tebasan,
dunia ini sudah kacau sejak awal.
Ini berarti Komandan Li sedang meremehkanku.
Penasihat Istana.
Aku merasa lebih tenang setelah kau datang.
Aku beri tahu kau.
Jika dia sungguh ingin membunuh Kakak, untuk apa dia menghancurkan plakat?
Dia bahkan berteriak "Menantang pendekar pedang Tianqi".
Dia cukup langsung menerobos istana Kaisar saja.
Menantang pendekar pedang Tianqi.
Maksud dari perkataan ini tidak sederhana.
Kali ini salah satu tujuan kedatangan Luo Qingyang adalah
ingin menantang pedang.
Dia adalah pendekar pedang nomor satu di peringkat ilmu bela diri.
Namun, dia sudah lama tidak bertarung.
Siapa yang tahu dia masih nomor satu di dunia atau bukan?
Semua Pendekar Pedang ingin tahu, dia sendiri juga ingin tahu.
Apakah dia masih memiliki tujuan lain?
[Arena Qianjin]
[Kota Tianqi]
Wali Kota Luo.
Tuan Xie.
Tidak disangka orang yang pertama kali aku jumpai di Arena Qianjin adalah kau.
Ini adalah kehormatanku.
Saudara Qingyang.
Apakah Pedang Kesepianmu sudah berhasil?
Hanya berhasil sedikit.
Pantas saja.
Dulu dunia menantangmu, kali ini kau sudah berhasil,
kau ingin menantang dunia juga boleh-boleh saja.
Aku hanya penasaran.
Siapa yang akan kau tantang?
Orang yang awalnya ingin aku tantang sudah mati.
Apakah maksudmu Zhao Yuzhen, Dewa Pedang Misteri?
Namun, masih ada kau.
Aku?
Aku tidak bisa.
Aku hanya seorang pelajar.
Lihatlah pedangku, namanya Pedang Jutaan Buku.
Kau membaca jutaan buku, berjalan jutaan kilometer.
Aku sangat menghormati Tuan.
Tidak perlu berbicara sungkan lagi.
Aku tidak ada apa-apanya.
Saudara Qingyang.
Kali ini kau kemari demi menantang pendekar pedang?
Menantang pendekar adalah keinginan hatiku.
Aku akan tinggal tiga hari di sini.
Aku menunggu pendekar pedang di dunia untuk datang menantangku.
Setelah tiga hari,
aku mau membunuh seseorang dan membawa pergi seseorang.
Baili Dongjun yang kau nantikan tidak akan datang.
Orang yang ingin kau bawa pergi juga sangat sulit dibawa.
Mengenai orang yang ingin kau bunuh...
Aku beranikan diri untuk bertanya.
Siapa yang ingin kau bunuh?
Pedang Sembilan yang hebat.
Saudara Qingyang.
Itu...
Aku pamit dulu.
Kau terburu-buru ingin pergi?
Awalnya aku memang bisa tinggal lebih lama di sini.
Namun, aku khawatir ada yang tidak sabar menunggu,
aku lebih takut dia salah paham.
Nanti dia mengira aku sedang berebutan dengannya.
Orang ini sangat pemarah, ilmu bela dirinya juga hebat.
Aku harus menghindar.
Lihat, aku benar, 'kan?
Saudara Zhantian.
Lama tidak berjumpa.
Pedangku sudah datang.
Kau tantang saja!
Ini...
Tuan Muda.
Ada apa ini?
[Pondok Xueluo]
Tuan Muda.
Tadi kudengar dari penjaga pintu,
mereka melihat sebuah pedang terbang yang panjang menyerang kemari.
Ia langsung menjatuhkan plakat kita.
Sepertinya dia datang untuk menyerangku.
Baik, Tuan Muda.
Cepat bawa pergi.
Baik.
- Cepat. - Ayo.
Ada yang mengabari.
Katanya orang pertama yang menantang Luo Qingyang sudah muncul.
Dia pasti Dewa Pedang Kemarahan.
Xiao Se.
Kau mau melihat keramaian, 'kan?
Kalau begitu, kita cepat ke sana.
Ayo.
Lei Wujie.
Apakah kau bisa menenangkannya?
Bukan aku yang sengaja membuatnya seperti ini.
Dua Dewa Pedang sedang bertarung, pedang ini adalah pedang yang murni.
Dia pasti akan sedikit bergejolak.
Xiao Se.
Apakah kau selalu membawa Hang Hao yang aku minta kau bawa?
Mengapa mendadak menanyakan ini?
Kalau begitu, hari ini aku sudah tenang.
Bagaimanapun kau adalah putri Dewa Tombak.
Mengapa kau memercayai maskot seperti ini?
Menurut kalian, perjalanan kemari sudah menghabiskan beberapa menit,
kita berbicara juga menghabiskan beberapa menit.
Mengapa mereka masih belum bertarung?
Apakah mereka menunggu semua orang datang?
Kau kira cara bertarung Dewa Pedang sama sepertimu?
Dia menyerang, kau menghindar.
Dia menyerang lagi, kau menghindar lagi,
Lalu, setelah kau membalikkan badan dan menyerang lagi.
Lalu, aku akan melompat
dan mengangkat pedangku, tebasan pedang menghampiri.
Terlihat jutaan Dewa Pedang
keluar dari pintu langit dan menghunuskan pedang langitnya.
Jika kalian berdua bersama, kalian berdua bisa menjadi pencerita buku.
Sepertinya suasana hati kalian sangat bagus.
Tuan Xie.
Tadi aku sudah bertanya pada Luo Qingyang tujunnya datang ke Kota Tianqi.
Dia bilang dia akan menantang Tianqi selama tiga hari.
Setelah tiga hari,
dia mau membawa pergi seseorang dan mau membunuh seseorang.
Orang yang mau dibawa pergi sudah pasti adalah Selir Xuan,
adik seperguruannya.
Kalau orang yang mau dia bunuh itu,
aku tebak seharusnya adalah aku.
Apa?
Dia mau membunuh Xiao Se?
Jadi, apakah keramaian ini masih menarik untuk dilihat?
Sekarang segera pulang dan minta Ji Xue mengabari Kota Xueyue,
agar Ayah datang membantu kita.
Jangan panik.
Bukankah masih ada tiga hari?
Xiao Se.
Xiao Se.
Kau sudah menebaknya dari awal, 'kan?
Lebih baik lihat pertarungan dulu.
Menantang Tianqi selama tiga hari untuk memberi tekanan.
Itu membuktikan di dunia ini dia sudah tidak terkalahkan.
Setelah tiga hari,
tidak akan ada yang bisa menghalangi dan mencegah apa pun
yang ingin dia lakukan.
Sepertinya Pedang Kemarahan datang
bukan demi menantangnya.
Dia juga menanggung permintaan bantuan dari Kediaman Pangeran Bai.
Namuin, jika bisa mengalahkan Luo Qingyang,
maka Luo Qingyang yang tidak terkalahkan
akan menjadi sebuah lelucon.
Dia tidak bisa membawa pergi dan membunuh orang yang dia inginkan.
Guru.
Mengapa Yan Zhantian masih belum bertindak?
Jurus Pedang Kemarahan Yan Zhantian hanya ada tiga jurus.
Menghunuskan Pedang, Menebas Kemarahan dan Penarikan Pedang Kemarahan.
Terhadap lawan yang tidak diperlukan, dia tidak akan asal menggunakan
Jurus Pedang Kemarahan.
Namun, menghadapi lawan seperti Luo Qingyang,
dia harus memakai Jurus Pedang Kemarahan.
Karena hanya bisa memakai tiga jurus,
dia harus mengumpulkan aura pedang sampai cukup dulu.
Datang.
Luo Qingyang ingin mengalahkan Yan Zhantian
tanpa mengeluarkan pedangnya.
Dia sungguh arogan.
Keluarkan pedangmu!
Ini adalah kemarahan Yan Zhantian yang paling besar.
Sungguh sebuah duel yang sangat luar biasa.
Hanya saja, siapa yang menang?
Pertanyaan yang bagus, siapa yang menang?
Setelah melewati perang yang panjang, kekuatan perangnya masih begitu hebat.
Menentukan kalah menang dalam pertarungan ini akan terkesan kuno.
Guru.
Guru sudah bekerja keras.
Aku tidak sehebat dia.
Chong'er.
Kali ini Guru tidak bisa membantumu.
Tidak masalah.
Yang penting Guru tidak terluka saja.
Guru.
Aku utus orang mengantar Guru pulang istirahat.
- Bagaimana denganmu? - Aku tinggal untuk melihat lagi.
Berhati-hatilah.
Melalui pertarungan ini,
wibawa Kediaman Pangeran Bai di Kota Tianqi
tidak bisa kembali seperti dulu lagi.
Tidak disangka ternyata Pangeran Bai yang bertindak duluan.
Ada beberapa alasan dia bertindak duluan.
Awalnya pejabat tinggi yang mendukung Pangeran Bai di pengadilan istana
sudah mulai goyah karena kepulangan Xiao Chuhe.
Kasim Pengurus Laporan yang menjadi pendukung terbesarnya
juga sudah dibunuh oleh Kepala Kasim.
Di dunia persilatan,
Sekte Tang juga tidak mendukungnya lagi.
Jika Pangeran Bai memenangkan pertarungan ini,
maka dia akan memiliki Kediaman Pangeran Bai
yang terhebat di dunia secara nyata.
Dia akan berkuasa sepenuhnya.
Lalu, Pangeran Bai tidak akan menyadari hal ini, 'kan?
Pangeran Bai tidak bodoh.
Namun, dia juga termasuk bodoh.
Dia malah mulai mementingkan
hubungan persaudaraan palsunya dengan Xiao Chuhe itu.
Dia bertindak dulu karena tidak ingin memberi Ayah Angkat
kesempatan untuk membunuh Xiao Chuhe.
Lei Wujie, jangan gegabah.
Ini...
Dua guru dewa pedangku tidak ada.
Aku mewakili mereka menantang Luo Qingyang.
Apa salahnya?
Lagi pula, bukankah dia ingin membunuh Xiao Se?
Kita tidak boleh membiarkannya begitu sombong.
Belum saatnya untuk kau menjadi pahlawan.
Wushuang dari Kota Wushuang datang menantang.
Saudara Wushuang!
Kita bertemu lagi.
Kau harus bertarung dengan baik.
Tenang saja, aku akan berusaha sebaik mungkin.
Katanya Kota Wushuang memiliki Wali Kota yang baru.
Anak muda yang berbakat.
Namun, tidak disangka kau bisa semuda ini.
Tidak disangka
Wali Kota Wushuang juga datang ke Kota Tianqi.
Aku yang memintanya datang.
Kau meminta Wushuang datang ke kota
karena merasa dia bisa mengalahkan Luo Qingyang?
Kota Wushuang selalu menunggu sebuah kesempatan.
Aku juga sedang menunggu sebuah kesempatan.
Senior, mohon petunjuknya.
Aku sangat beruntung bisa melihat Kotak Pedang Wushuang.
Senior juga tahu Kotak Pedang Wushuang?
Katanya aku terlahir dari gen pedang.
Ada juga yang bilang...
Berbicara dengan pedang.
Baik.
12 Teknik Pedang Terbang.
Kota Wushuang tidak berjaya dalam ratusan tahun,
akhirnya melahirkan seorang Dewa Pedang.
Senior terlalu memuji, maju!
Teknik Pedang Terbang memang sebuah teknik pedang yang unik.
Namun, sebagai pendekar pedang
jika tanganmu tidak memegang pedang yang sesungguhnya,
pada akhirnya tetap akan kurang sempurna.
Jika kau meminjam Pedang Pembelah Air milik gurumu,
mungkin
kau bisa bertahan lebih lama lagi.
Aku juga memiliki pedang yang aku pegang di tangan.
Pedang Daming Zhuque.
Apa yang dia lakukan?
Pedang Daming Zhuque dan 12 Teknik Pedang Terbang
dibuat oleh Master Pedang Hantu yang perlu diberikan darah.
Jadi, Pedang Daming Zhuque masih memiliki nama yang lain.
Pedang Iblis.
Memang pedang yang bagus.
Setelah membunuh Wushuang ini, aku menginginkan pedang ini.
Gawat.
Wushuang tidak bisa mengendalikan Pedang Daming Zhuque.
Sebaliknya malah dikendalikan oleh pedang.
Aku Wushuang tidak mungkin dikendalikan oleh sebuah pedang.
Tuan Luo, bagaimana?
Pedang yang bagus, pantas untuk aku mengeluarkan pedang.
Kalian lihat Luo Qingyang.
Ini adalah Tarian Pedang Kematian Negara.
Mengapa aku merasa sedikit sedih setelah melihat teknik pedangnya?
Tarian Pedang Kematian Negara adalah
teknik Pedang Kesepian Luo Qingyang yang paling kuat.
Apa itu Kematian Negara?
Banyak pejuang gugur di medan perang,
jasadnya tidak bisa dimasukkan ke peti dan tidak bisa dimakamkan.
Itu juga disebut sebagai setan yang tidak memiliki tempat.
Tahukah kalian mengapa Luo Qingyang memilih Kota Muliang?
Kota Muliang yang dulu pernah menjadi perbatasan barat.
Pernah ada ratusan ribu pasukan yang meninggal di tempat ini.
Negara mereka kalah perang, Kaisar mereka pergi meninggalkannya.
yang tersisa hanyalah jasad para pasukan yang tersebar di alam liar.
Tidak ada yang membereskannya.
Sampai ratusan tahun kemudian, jasad mereka menjadi abu.
Kematian ini disebut sebagai Kematian Negara.
Kesepian apa yang bisa mengalahkan kesepian negara?
Apakah inilah Aura Pedang yang disebutkan itu?
Kalau begitu, aku akan mengakhiri tarian dan menghancurkan kesepian ini!
Kota Wushuang bisa memiliki murid sepertimu adalah
kehormatan bagi mereka.
Pedang Senior tidak seperti pedang di dunia.
Pengetahuanku sudah bertambah.
Pertarungan mereka seimbang?
Pada akhirnya aku tetap kalah.
Jika kau kultivasi 10 tahun lagi, mungkin pedang di tanganmu
sungguh bisa mengalahkanku.
Sayangnya,
hari ini kau harus mati di sini.
Luo Qingyang mau membunuhnya?
Tidak disangka dia begitu cepat sudah terpancing.
Bunuh dia.
Tongkat Wuji.
Awalnya aku mengira
Wali Kota Luo bisa memiliki kultivasi seperti ini
pasti memiliki aura yang tidak biasa dari orang lain.
Namun, saat menghadapi bakat yang hebat seperti ini,
mengapa Wali Kota Luo ingin membunuhnya?
Aku memiliki alasanku sendiri.
Namun, hari ini kau tidak bisa membunuh orang ini.
♪Berdiam diri di dalam kuil dingin♪
♪Menoleh dan menatap dunia dari kejauhan♪
♪Salju beterbangan di luar♪
♪Gejolak dinginnya bulan siapa yang mengetahuinya♪
♪Takdir yang terus bergejolak♪
♪Menyingkirkan kepungan kabut waktu♪
♪Membuat masa lalu menjadi hampa♪
♪Menanti perjalanan panjang menuju langit♪
♪Awan senja tampak mendung♪
♪Suara hati menciut seiring perubahan situasi♪
♪Aku ingin menghadap matahari♪
♪Tumbuh bagai teratai tanpa ternodai oleh lumpur♪
♪Menempuh ribuan mil, terkadang mengikuti arus♪
♪Masa muda yang berlika-liku♪
♪Pedang mengikuti ucapan, setia pada satu sama lain♪
♪Dengan ketulusan setinggi langit, tidak perlu merasa impianmu kecil♪
♪Meski banyak pertikaian namun, tetap bernyanyi dengan bahagia♪
♪Masa muda pada dasarnya indah♪
♪Para pemuda berbakat menjelajah bersama♪
♪Menegakkan keadilan hingga ke ujung dunia♪
♪Tidak akan terasa sepi selama bersama sahabat♪
♪Menempuh ribuan mil, terkadang mengikuti arus♪
♪Masa muda yang berlika-liku♪
♪Pedang mengikuti ucapan, setia pada satu sama lain♪
♪Dengan ketulusan setinggi langit, tidak perlu merasa impianmu kecil♪
♪Meski banyak pertikaian namun, tetap bernyanyi dengan bahagia♪
♪Masa muda pada dasarnya indah♪
♪Para pemuda berbakat menjelajah bersama♪
♪Menegakkan keadilan hingga ke ujung dunia♪
♪Tidak akan terasa sepi selama bersama sahabat♪
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.