All language subtitles for Agency.S01E10.1080p.H264.AAC.WEB-DL-Phanteam

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified) Download
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Hei, kau yang tak punya rumah.

Kau tidur?

Bangun. Kau harus makan dan berangkat ke sekolah.

Kau di sini.

Astaga. Kau tidak pulang lagi?

Lihat kekacauan ini.

Berapa banyak pohon yang kau korbankan di sini?

Kau bilang aku tak bisa menjadi penulis naskah yang baik kalau menghemat kertas.

Hei, dengar.

Kau punya rumah, kan?

Tentu saja. Aku membayar sewa bulanannya.

Kotoran mata,

air liur,

bekas tidur.

Karena aku tidak melihatnya di wajahmu,

kau pasti tertidur sekitar 30 menit lalu.

Kau marah, tapi tak bisa marah padaku...

karena aku seniormu.

Itu membuatmu kesal, kan?

Kau tahu itu.

Baiklah.

Kalau begitu, mari kita singkirkan kejengkelan itu.

Selamat menikmati.

Baiklah. Terima kasih.

Ini enak.

Kenapa? Kau tidak makan darah sapi?

Tidak.

Lantas?

Kenyang membuatku mengantuk.

Kau akan bekerja sambil menyangkal kebutuhan tubuhmu?

Hei.

Nilai sempurna untuk ujian masuk perusahaan.

Kau tidak tahu apa yang benar-benar penting.

Kalau kau terus bekerja...

tanpa memedulikan hal lain seperti sekarang,

kau tahu apa yang akan terjadi?

Apa yang akan terjadi?

Kau akan menjadi presdir perusahaan.

Apa? Menjadi presdir itu bagus.

Bagus, tentu saja. Kau akan menjadi bos.

Tapi kata itu...

juga berarti ini.

Mati...

dan tersembunyi.

Kau akan mati dan menghilang.

Sebelum menjadi presdir perusahaan...

kau akan mati dan menghilang dari industri ini.

Pandangan orang-orang.

Tugas penulis naskah iklan adalah membaca pikiran orang,

tapi kalau dia tak hidup seperti yang seharusnya,

bagaimana dia bisa membaca pikiran orang?

Kau membuat iklan untuk mencari nafkah.

Kau bukan hidup untuk membuat iklan.

Makan saja untuk saat ini.

Kalau kau terus bekerja seperti itu,

tagihannya pasti akan datang.

Apa yang terjadi saat tagihan datang?

Aku akan menjadi presdir.

Benar.

Entah aku akan menjadi presdir atau mati dan menghilang,

aku akan tahu pada waktunya.

"Tagihannya pasti akan dikirim."

Permisi.

Permisi.

Kenapa kau tidur di sini?

Aku pernah melihatmu...

berjalan-jalan berpiama beberapa kali

Kau tidak tertidur di bangku saat itu,

jadi, aku membiarkanmu.

"Zolpidem"

Kau tidak boleh minum obat dengan alkohol.

Jawab aku.

"Zolpidem"

Kenapa harus sekarang?

"Zolpidem"

"Beberapa efek sampingnya termasuk..."

"jatuh, hilang ingatan, dan tidur berjalan."

Benar.

Tagihannya pasti akan datang.

Karena tagihannya sudah datang,

aku harus melihat berapa harganya.

Menurutku, kita harus minum malam ini. Ada apa?

"Perintah untuk Kepala Perencanaan VC Planning, Choi Chang-su..."

"ditugaskan ke kantor Busan."

Apa rencanamu sekarang?

Direktur Go habis makan malam di rumah Ketua Kang.

Ketua bilang padanya dia akan menemuinya lagi.

Kau mencelakakan dirimu sendiri.

Siapa yang mau menaikkan jabatan saingan sendiri?

Apa ini sudah disetujui?

Aku menahannya untuk saat ini.

Direktur Han-na akan marah kalau dia tahu.

- Aku akan bertanggung jawab. - Caranya?

Direktur Han-na menunjukkan dia ingin bekerja dengan Go Ah-in.

Bukankah Wakil Presdir Kang Han-su...

juga ingin seseorang memihaknya di agensi?

Begini...

Sepertinya wakil presdir juga berusaha...

membuat Direktur Go memihaknya.

Kita bisa memberinya bagian.

Bagian, katamu...

Itu bukan ide buruk,

tapi harus ada sesuatu.

Kumohon!

Mereka dekat.

Sedikit terlalu dekat.

Bagaimana menurutmu?

Bahkan Buddha tidak akan tahu...

apa yang terjadi antara pria dan wanita.

Karena kalian satu perusahaan, kenapa kau tidak mencari tahu?

Lalu...

kalau ada sesuatu di antara mereka?

Kang Han-na akan tamat.

Ketua Utama takkan pernah menerima itu.

Apa?

Katakan.

Apa?

Alasan penggila kerja ini...

datang ke sini pagi-pagi sekali alih-alih bekerja.

Kurasa aku harus mengganti obatku.

Go Ah-in, sudah kubilang...

jangan minum obat dengan alkohol.

Efek samping apa yang kau alami?

Kau berjalan-jalan di lingkunganmu sambil tidur?

- Aku akan pergi. - Ke mana?

Aku harus bekerja.

Kau akan mati kalau terus begini.

Kau benar-benar akan mati.

Sebagai doktermu, aku tidak mau ada masalah dengan pasienku.

Terlebih lagi sebagai teman.

Kalah saja.

Kalah saja dari mereka.

Kenapa kau terus memaksakan diri untuk menang?

Itu satu-satunya cara...

aku akan bertahan.

Itu satu-satunya cara...

aku akan bisa bertahan

Aku juga takut.

Aku terbangun dengan piama...

dan terbaring di bangku di kompleks apartemenku.

Itu juga membuatku takut.

Aku takut selanjutnya, aku akan terbangun di perusahaan.

Aku takut akan mendapati diriku di jalanan dalam kondisi begitu.

Aku takut saat tersadar,

aku akan berada di atap apartemenku.

Benar sekali, jadi, kumohon.

Ah-in,

meski sulit untuk bahagia,

hiduplah sewajarnya.

Hiduplah seperti orang lain.

Seperti orang lain?

Demi mendapatkan rasa hormat yang sama seperti orang lain,

apa lagi yang kumiliki selain ini?

Apa kau...

Kau pikir aku ingin hidup seperti ini?

Kalau aku menjadi lemah, aku harus melarikan diri.

Kalau aku menjadi lemah...

Apa ini bersikap kuat bagimu?

Kau hancur, itulah keadaannya.

Apa gunanya naik jabatan?

Kau bahkan tidak bisa tidur karena terus gelisah.

Aku akan mengganti obatmu, jadi, tunggu saja aku. Paham?

Baiklah.

Wanita gila itu...

Kau mau ke mana?

Cuacanya bagus...

dan anginnya sejuk.

Ini membuatku melamun.

"CEO JH Factory, Jeong Jae-hun"

Kudengar kau memenangkan presentasi besar.

Apa kau akan menjadi presdir sekarang?

Dia melamun di taman pada pagi hari di hari kerja.

Itu sama sekali tidak cocok dengannya.

Apa ada masalah yang muncul dan mengganggu...

hal terasyik yang bisa kau lakukan saat berpakaian?

Tentu saja pekerjaan selalu sulit.

Kalau sulit, kau harus istirahat.

Kalau pekerjaan sulit,

aku harus meminta mereka menaikkan gajiku.

Bagaimana kau bisa pandai bicara dengan cara yang menyebalkan?

Wajahku sudah cantik,

jadi, aku tidak perlu memperindah kata-kataku.

Apa yang kau lakukan saat kesulitan?

Aku memainkan gim yang kubuat.

Apa aku harus bermain gim juga?

Tidak.

Kau kesulitan karena gim yang kau mainkan di perusahaanmu.

Saat itu terjadi,

sebaiknya berhenti naik level dan keluar sebentar.

Apa yang terjadi kalau akunku dihapus?

Kalau begitu...

Aku akan menyambutmu.

Kami di JH Factory bisa membuat akun level tinggi baru untukmu.

Itu menenangkan.

Kau sedang makan-makan?

Tidak.

Aku ingin makan siang enak bersamamu.

Makan roti lapis di taman dengan cuaca cerah.

Rasanya menyenangkan, seperti sedang bertamasya.

Aku tidak suka bertamasya.

Kau bisa mulai menyukainya mulai hari ini.

Tidak boleh ada perbedaan pendapat terhadap wisata.

Itu harus selalu menyenangkan.

Itu juga alasanku membeli semua jenis roti lapis...

agar kau harus makan sesuatu yang kau sukai.

Bagus sekali.

Siapa?

- Aku? - Tidak...

Maksudku cuacanya.

Kenapa kau tidak suka cokelat min yang lezat ini?

Bagaimana bisa makan cokelat dan pasta gigi bersamaan?

Keduanya tidak cocok.

Campurkan sesuatu yang berbeda agar keduanya bersinergi.

Seleramu memang kuno, sepatumu juga kuno.

Aku penasaran di mana kau membelinya...

Ibuku yang membelikannya.

Ibumu?

Pantas saja sepatumu sangat klasik dan elegan.

Pak Park!

Melihat mereka sekarang,

sepertinya ada sesuatu di antara mereka.

Di mana kau?

Kenapa kau memanggilku?

Aku ingin kau melakukan sesuatu.

Apa itu?

Apa itu?

Tidak ada timbal balik setelah aku melakukan sesuatu.

Aku butuh insentif.

Kalau begitu, keluarlah.

Apa?

Keluar!

Bukan hanya kau yang bisa kuminta melakukannya.

Kau ingin aku melakukan apa?

Ini untuk wakil presdir.

Perusahaan kita tidak punya wakil presdir.

Ada satu di kantor pusat.

Pencinta cokelat min akan mengambil alih dunia.

Pembenci cokelat min, kalian sekarang marah, kan?

Kalian kesal, kan?

Kebanyakan orang tidak suka cokelat min.

Kenapa dia cari ribut dengan mereka?

Kang Han-na masih hanya tahu cara bicara tanpa menilai situasi.

Aku membawakanmu es krim cokelat yang kau minta, Pak.

Mana yang lebih terkenal di media sosial?

Ini populer di kalangan masyarakat,

yang ini es krim mahal yang dibeli dari toko terkenal.

Taruh di sini dan lanjutkan pekerjaanmu.

Memangnya sesulit apa?

Kalau aku mengunggah foto sesuatu yang mahal,

tunggu saja sampai para pengangguran datang.

Aku bahkan tak bisa menguping. Bagaimana aku bisa mencari tahu?

Itu sebabnya kubilang sinergi itu penting!

Satukan hal yang sangat berbeda untuk menciptakan sinergi,

atau bahkan lebih jauh lagi, harmonisasi.

Kenapa kau menatapku seperti itu?

Kau memakai kata-kata sulit belakangan ini.

Sudah kubilang, aku membaca.

"30 Hukum Bisnis"

Sinergi itu bagus. Bergabung juga.

Kau menyukainya?

Kalau begitu, mau berkencan?

Menyatukan dua hal yang sangat berbeda...

menciptakan sinergi.

Baiklah, kalau begitu.

Ini akan menjadi hari pertama kita sebagai pasangan.

Sebenarnya,

kita bersatu saja.

- Bersatu? - Ya.

Pernikahan.

Aku dan kau?

Apa yang kau tahu tentangku?

Kau suka sup dan nasi.

Kau memakai sepatu yang dibelikan ibumu.

Kau mantan atlet tinju dan...

Lalu?

Yah, kau hebat dalam pekerjaanmu.

Wajahmu juga lumayan.

Aku merasa tenang karena kau bersamaku.

Kalau begitu, ayo.

Apa? Ke mana?

Bersatu.

Ini masalah yang belum pernah kita lihat.

Masalah yang tidak bisa kujawab.

Aku lebih suka membuat presentasi Wuwon lagi.

Apa aku harus pergi makan siang saja?

Direktur Go, kau di sini.

Kenapa kau tak pergi makan siang?

Ada beberapa hal yang harus kuselesaikan.

Sepertinya kau ingin menjadi presdir juga.

Kau bekerja tanpa makan.

Apa? Apa maksudmu?

Ada yang seperti itu.

Terima kasih atas makanannya.

Tapi, Direktur Go,

aku mengatakan ini...

karena sepertinya ada kesalahpahaman.

Kesalahpahaman apa?

Entah apa yang kau dengar,

tapi aku tidak makan sebanyak ini.

Kalau bisa, aku akan pergi dan melakukan siaran makan...

alih-alih bekerja di perusahaan.

Eun-jeong.

Ya?

Bagilah dengan yang lain.

Benar.

Entah apa aku bisa mencerna semua yang kumakan.

Ya, kan?

Aku tidak terlalu lapar, tapi aku tidak bisa tidak makan.

Kita hanya memakai istirahat makan siang...

untuk mencari udara segar.

Haruskah kita mulai berolahraga?

Aku mendaftar untuk sesi kebugaran selama setahun pada 2 Januari.

Di mana tempatnya?

Di seberang jalan.

Benar juga! Benar, aku mendaftar denganmu.

Kurasa aku hanya mengikuti lima sesi.

Kau mengikuti lima sesi?

Aku hanya mengikuti dua sesi.

Seharusnya aku melewatkan makan siang seperti Eun-jeong.

Aku punya obat pencernaan di kursiku. Mau?

Terima kasih, tapi aku juga punya.

Terima kasih,

tapi aku punya obat pencernaan, obat sakit kepala,

obat sembelit, obat flu, semprotan hidung, dan...

Kita semua di tim produksi...

menyiapkan apotek di laci kita.

Bukankah kita harus beli sesuatu untuk Eun-jeong?

Apa yang kau beli?

Roti lapis untuk Eun-jeong.

Kalian kembali dari makan siang.

Orang biasanya tidak bisa melakukan itu.

Seolah-olah dia spesies yang berbeda dari kita.

Berapa banyak yang kau makan?

Potongan-potongan roti ini hanya untuk memuaskan laparku.

Bukankah kau terlalu memuaskannya?

Makanlah. Ini dari Direktur Go.

Kau boleh memakannya.

Ayo.

Di mana kita?

"Kantor Seongbok-gu"

Kau ingin kita menikah.

Kita harus mendaftarkan pernikahan kita.

Aku akan menjadi menantu VC Group.

Ini luar biasa.

Pak Park, apa kau sedang mempermainkanku?

Tidak. Aku serius.

Ayo.

Mari daftarkan pernikahan kita dulu.

Cepat.

Tunggu sebentar.

Bu Direktur,

apa kau menyukaiku?

Begini...

aku memang...

cukup tertarik...

Bagaimana denganmu, Pak Park?

Apa kau menyukaiku?

Ya. Aku menyukaimu.

Semua orang bilang kau gila...

Apa?

tapi aku menyukai itu darimu.

Kau tak terduga.

Kau mudah takut dan kesepian,

tapi kau bersikap keras karena takut orang akan tahu.

Melihat itu juga membuatku sedih.

Tapi ini sangat aneh.

Hal-hal yang dikatakan orang sebagai kekuranganmu,

bagiku, semua itu terlihat seperti kekuatan.

Tapi,

ada satu kekurangan yang menutupi semua itu.

Apa?

Kau putri konglomerat kaya.

Kalau kau berhubungan dengan pelayan,

itu akan menjadi akhir masa depanmu.

Kau tahu itu, kan?

Ada apa, Kakek?

Han-na, kau membeli hadiah untuk sopirmu?

Ya.

Aku membelikannya hadiah karena ini hari ulang tahunnya.

Taruh saja di sini.

Kenapa?

Kalau kau memberinya hadiah, kasih sayang akan tumbuh.

Bukankah kasih sayang itu bagus?

Dengan kasih sayang, kalian akan menjadi dekat.

Saat kalian menjadi dekat, dia akan berusaha setara denganmu.

Saat dia berada di tingkat yang sama,

dia akan berusaha untuk mengalahkanmu.

Itulah yang dilakukan pelayan.

Kenapa kau menunjukkan kasih sayang pada pelayan?

Berikan mereka uang, yang tak mengandung kasih sayang.

Tapi ini bahkan bukan barang mahal.

Kau tak mengerti apa yang kukatakan?

Baiklah.

Selain itu,

ganti sopirmu.

Aku bisa coba bicara dengan Kakek soal itu

Lalu pelayan yang dekat dengan wanita muda itu...

akan diusir tanpa ampun.

Tidak akan ada sinergi kalau kita bersama.

Ini hanya akan buruk bagi kita berdua.

Min harus dimakan dengan min.

Cokelat harus dimakan dengan cokelat.

Begitulah kita harus hidup.

"Kantor Seongbok-gu"

Ayo pergi kalau tak mau mendaftarkan pernikahan kita.

Apa kau sungguh...

menyukaiku?

Apa kekuranganku di matamu hanyalah aku putri konglomerat?

Ya.

Hanya itu yang kubutuhkan.

Aku bisa urus sisanya.

Jangan mengurusnya.

- Kenapa penting bagimu... - Bu Direktur.

Kau tahu alasan mereka mengajari kita di sekolah...

bahwa semua pekerjaan setara?

Karena kenyataannya tidak.

Tidak ada yang setara. Makanya kita diajari sebaliknya.

Pekerjaan, status, orang.

Tidak ada yang setara,

tidak peduli seberapa setara kelihatannya.

Di zaman sekarang...

Jangan mencoba melawan dunia.

Untuk mendapatkan sesuatu yang besar,

kau harus merelakan sesuatu yang kecil.

Aku bahkan tidak bisa menyukai seseorang sesukaku.

Putri konglomerat macam apa itu?

Kau tidak bisa menyukai seseorang sesukamu.

Bagi kebanyakan orang,

kau bisa melakukan apa saja yang kau sukai.

Kau tidak akan pergi?

Apa ini sungguhan?

Sepertinya Direktur Kang Han-na menikmati waktunya di kantor.

Tingkat kelahiran di negara ini sudah rendah.

Bagaimana aku bisa memisahkan...

pasangan muda yang penuh kasih sayang?

Aku harus...

membantu mereka.

Bagaimana ini bisa membantu?

Bagaimana omong kosong ini bisa membantu kita?

Belakangan ini,

CEO dianggap trendi saat berkomunikasi dengan publik.

Ini seksis terhadap pria,

sementara yang ini seksis terhadap wanita.

Itu sedang tren di media sosial,

tapi aku tak tahu itu diskriminatif...

Jadi, maksudmu kau mengunggah ini tanpa tahu arti kata-kata ini?

Maafkan aku.

Aku merasa lega karena Han-na tampaknya sudah sadar.

Kenapa kau mendadak meniru hal yang biasa dilakukan Han-na?

Bagaimana perkembangan artikelnya?

Artikel yang diunggah di media sosial sudah dihapus,

tapi sulit menghadapi mereka yang berhasil masuk ke komunitas.

Kita menghabiskan miliaran setiap tahun...

untuk menjaga citra perusahaan.

Tapi kau menyia-nyiakan semua itu dengan omong kosong ini.

Kalau mereka benar-benar memutuskan untuk memboikot kita...

Akan kupastikan tidak sampai ke tahap itu.

Kau akan menjadi wakil ketua kalau diam saja.

Kenapa kau menyabotase dirimu sendiri?

- Ayah, itu... - Keluar!

"Direktur VC Planning Choi Chang-su"

Kau sudah menemukan sesuatu? Apa terjadi sesuatu?

Apa aku akan minta rapat pribadi kalau tidak punya apa-apa?

Kirimkan padaku dulu.

Aku tidak bisa melakukannya.

Aku harus menunjukkannya pada Wakil Presdir Kang dulu.

Jangan khawatir.

Ini tidak akan merugikanmu.

Waktu yang tepat.

Kita tutup dulu untuk saat ini.

Rubah licik ini.

Dia sangat beruntung.

Anak-anak zaman sekarang memang menakutkan.

Aku bahkan tidak tahu apa maksud mereka,

tapi mereka terus membahas diskriminasi.

Meski begitu, menurutku bagus kau aktif di media sosial.

Setelah apa yang terjadi, kau mau aku terus menggunakannya?

Tentu saja.

Di masa lalu, hidup terpencil menjadi tren bagi para ketua...

tapi tren saat ini adalah berkomunikasi dengan publik.

Bagaimana aku bisa melakukannya

sambil merasa seperti berjalan di ladang ranjau?

Itu sebabnya aku ingin memperkenalkanmu...

pada anjing pendeteksi ranjau.

Orang-orang di periklanan adalah ahli dalam hal ini.

Kau juga akan terbantu...

kalau ada seseorang dari agensi di sisimu.

Siapa?

Maksudmu Direktur Go?

Bukan.

Saingan Direktur Go.

Ini penunjukan personel yang diminta Direktur Han-na.

Kau bisa memercayai dia karena hubungan mereka buruk.

Selain itu,

dia juga bilang mau menunjukkan sesuatu padamu.

Apa itu?

Kau bisa mencari tahu langsung darinya.

"Kepala Perencanaan VC Planning, Choi Chang-su"

Sudah berapa lama sejak kita pulang lebih awal?

Lebih awal apanya? Ini hanya tepat waktu.

Aku sangat setuju.

Kita sudah terlalu terbiasa menjadi budak iklan, kan?

Kau tidak akan pulang?

Nanti, setelah menunjukkan ini pada Direktur Go.

Seperti yang diharapkan dari tangan kanannya!

Begitulah cara sukses dalam suatu organisasi.

Tangan kanannya akan pulang setelah menunjukkan ini.

Maka sebagai orang yang seperti bulu hidung Direktur Go,

aku akan pulang.

Alisnya juga akan pulang.

Kuku jarinya juga.

Kenapa kalian bersikap seperti ini?

Pulanglah, semua organ dalam.

Baik, Pak.

- Aku akan menjadi jantungnya. - Aku paru-parunya.

Maka aku...

Kau bisa menjadi prostatnya.

Direktur Go tak punya prostat.

Itu sebabnya kau disebut prostat.

Seseorang yang tak terlalu menonjol baginya.

Apa maksudmu?

Aku yang membuat karya kita terlihat sangat cantik!

Kau tidak mau pulang?

Ada beberapa hal yang harus kupikirkan.

Ini daftar pengiklan dan proyek film baru kita.

- Tanpa presentasi? - Ya, ini proyek Wuwon Group...

dan mereka yang mendatangi kita atas rekomendasi Ketua Kim.

Baiklah.

Dengan ini, kurasa kita bisa mencapai 60 sampai 70 persen,

berdasarkan peningkatan penjualan 50 persen.

Itu bagus.

Kau tidak enak badan?

Aku hanya berpikir...

- aku terlalu memaksakan diri. - Apa?

Seperti katamu,

aku penasaran apa aku terus menyebabkan...

masalah yang tak bisa kutangani.

Ada apa?

Ini kali pertama...

aku melihatmu ragu tentang pekerjaan.

Kau pikir aku bukan manusia juga?

Kau ingat?

Kata-katamu padaku saat aku ingin meninggalkan agensi...

karena aku kesulitan.

Bu Go, ini terlalu berat bagiku.

Kurasa aku tidak bisa terus bekerja di agensi.

Apa keluargamu kaya?

Apa?

- Tidak. - Kalau begitu, kau bodoh, ya?

Mereka membayarmu karena itu sulit.

Kalau semuanya menyenangkan,

kau pikir akan dibayar untuk melakukannya?

Pasti kau akan membayarnya, seperti taman hiburan.

Kalau pekerjaannya sulit, kau seharusnya minta kenaikan gaji.

Kenapa kau bicara soal berhenti?

Kalau begitu,

kau juga kesulitan?

Kau pikir aku bukan manusia juga?

Itu sangat memotivasiku.

Go Ah-in juga kesulitan.

Jadi, sudah sewajarnya aku kesulitan.

Jadi, mari terus bekerja di sini.

Motivasi yang aneh.

Apa ini?

Sepertinya kau kesulitan,

jadi, aku menaikkan gajimu.

Maukah kau melihatnya setelah istirahat beberapa hari?

Aku harus melihatnya.

Kalau istirahat sekarang,

aku mungkin harus istirahat selamanya.

Istirahatlah untuk hari ini.

Kau bisa melihat ini besok.

Baiklah.

Karena kau menaikkan gajiku,

aku harus bekerja.

Aku akan membuat persiapan.

Aku sungguh tidak mau menerima telepon hari ini.

Bu Direktur,

ayo.

Aku tidak mau.

Apa?

Aku akan pulang sendiri hari ini,

jadi, kau juga bisa pergi sendiri.

Kau tampak sedih untuk seseorang...

yang baru menyelesaikan presentasi besar.

Seharusnya aku yang mengatakan itu.

Kenapa kau pulang sendirian?

Di mana kau meninggalkan bayanganmu?

Kami sedang melakukan aksi dan reaksi.

Kau mau minum denganku?

Hanya kita berdua?

Bayangan tidak minum.

Lain kali saja.

Aku ada acara hari ini.

Sepertinya kalian akan pergi ke suatu tempat bersama.

Kurasa wajar kalau para pemenang datang bersama.

Orang lain mungkin berpikir kau yang memenangkan presentasi.

Aku tipe orang...

yang cepat melupakan hal-hal yang sudah berlalu.

Selain itu,

aku ditugaskan...

untuk proyek yang lebih besar daripada presentasi Wuwon.

Proyek?

Setahuku, tidak ada hal seperti itu.

Kau yakin tidak salah?

Kau dengar sendiri.

Sepertinya kau tidak menyadari sesuatu.

Benarkah?

Tolong beri tahu aku sekarang.

Aku tipe orang yang tak bisa tidur kalau ada yang ingin kuketahui.

Kau akan tahu saat waktunya tepat.

Kau tak perlu kurang tidur kalau mengetahuinya lebih awal.

Kalau dilihat sekarang,

kalian berdua sangat cocok.

Sampai jumpa besok.

"Hati-hati dengan mobil lewat."

"Alih Daya Bongnam"

Permisi.

Apa ada lowongan?

Ya. Duduklah.

Apa saja pengalaman kerjamu?

Aku bekerja di restoran sekarang.

Restoran, jadi, tugas dapur? Atau melayani?

Apa yang kau lakukan di sana?

Apa ada lowongan pekerjaan untuk agensi periklanan di sana?

Mereka di bawah area kami,

tapi mereka tak punya kantin staf,

jadi, hanya ada pekerjaan bersih-bersih.

Bayarannya juga akan jauh lebih sedikit...

daripada penghasilanmu di restoran sekarang.

Tidak apa-apa.

Aku tak keberatan bekerja apa pun, selama itu di agensi periklanan.

Tolong bantu aku mencari pekerjaan di sana.

Ya. Aku hampir tiba.

Kurasa aku tidak akan bisa pergi.

Kau tidak ikut?

Aku agak terbebani untuk berada di sana.

Datang ke sana seolah mengumumkan aku memihak Kang Han-su.

Benar.

Seperti apa Wakil Presdir?

Kebalikan dari Kang Han-na.

Dia sangat logis, rasional, angka, dan data,

seperti murid teladan pada umumnya.

Dia akan mudah dihadapi.

Aku tidak yakin soal itu.

Terkadang mudah, tapi terkadang menyesakkan.

Ada pro dan kontra.

Lakukan dengan baik.

Ini satu-satunya harapanmu untuk bertahan hidup.

Senang melihat persekutuan terbelah dengan rapi.

Apa maksudmu?

Sepertinya Direktur Han-na dan Direktur Go...

sedang makan malam bersama.

Benarkah?

Go Ah-in hebat dalam pekerjaannya,

tapi dia tak bisa membedakan siapa yang akan menuntunnya...

ke jalan buntu.

Nikmati rapatmu,

dan jangan lupa membagi bagian denganku.

Tentu saja.

Dah.

Lama tidak bertemu, Pak.

Aku Kepala Perencanaan VC Planning, Choi Chang-su.

Kenapa kau di sini, Direktur Go?

Aku memintanya bergabung dengan kita.

Aku penasaran kenapa Direktur Choi terlihat sangat bersemangat,

tidak seperti biasanya.

Kini aku tahu alasannya.

Mari kita lihat apa yang ingin kau tunjukkan padaku.

Mungkin akan sedikit tidak nyaman bagi Direktur Go untuk melihatnya.

Bukankah kau bilang ini berkaitan dengan Han-na?

Benar.

Lalu kenapa harus merasa tidak nyaman?

Kita harus melihatnya bersama. Kau setuju, kan?

Salah satu karyawan kami mengambil foto ini saat dia lewat.

Firasat burukku tidak pernah salah.

Ya, kan?

Apa ini firasat baik?

Kau di sini.

Kau sudah dewasa sekarang.

Kau bahkan mengajakku minum.

Ini bukan hal baru.

Aku sudah minum sejak kecil.

Aku tahu, tentu saja.

Minum ada dalam genmu.

Tentu saja kau akan sama.

Kau minum cukup banyak...

untuk mulai mencurahkan isi hatimu.

Aneh.

Aku marah. Aku sangat marah hingga hampir gila,

tapi aku tidak tahu aku marah pada siapa.

Apa ini?

Aku tidak melihat Pak Park.

Ayolah!

Kau tahu apa ini, jadi, berhentilah bertele-tele.

Kukira...

kau tak akan tahu...

karena kau tak pernah meminta bantuan siapa pun...

atau kekurangan apa pun.

Kau merasa malu.

Kau bukannya tidak tahu, tapi kau berharap tidak tahu.

Bukan begitu. Ini semua salah kakekku.

Tunggu sampai Ketua Utama meninggal.

Itu agak...

Kau yakin kau tak merasa sadar...

tentang bagaimana dunia akan merasakannya?

Kalau tidak suka, kau harus mengubahnya.

Mengubah apa?

Mengubah dirimu atau mengubah dunia.

Tapi biasanya, orang-orang berubah sendiri.

Apa bedanya kalau aku mengubah diriku?

Ini tanggung jawab bersama.

Aku pulang duluan, Paman.

Entah aku harus bahagia atau sedih untuknya.

Pak,

jangan langsung ke tujuan.

Ambil jalan yang jauh dan tiba di tujuan perlahan-lahan.

Apa?

Aku merasa agak frustrasi, jadi, aku mau mencari udara segar.

Baiklah.

Dasar penguntit.

Pak,

pergilah ke tempat tujuan secepat mungkin.

Kau sudah merasa lebih baik?

Aku masih merasa frustrasi,

tapi kau harus pulang.

Ini sudah larut malam.

Melihat situasinya,

aku mungkin harus meninggalkan Kang Han-na.

Aku akan membatalkan pemindahan staf yang Han-na buat.

Terima kasih.

Selain itu,

Soal unggahan media sosialmu, kirimkan saja padaku.

Aku akan memeriksa kata-kata yang menyebabkan masalah...

dan mengirimkannya kembali padamu.

Tentu.

Untuk melewati ladang ranjau,

kupikir aku butuh anjing pendeteksi ranjau.

Selain itu, kau boleh pergi sekarang.

Apa?

Ada yang ingin kubicarakan dengan Direktur Go.

Baik, Pak.

Sampai jumpa lagi, Pak.

Aku yakin kau sudah memahami situasinya...

tanpa aku mengatakan apa-apa lagi.

Cerita yang mudah ditebak yang langsung kupahami.

Bisakah aku menganggap itu respons positif?

Ada keuntungan jelas yang akan kudapatkan dari ini,

tapi aku masih merasa tidak enak.

Aku tak bisa minum...

dan kurasa aku takkan bisa tidur.

Kita harus menyiapkannya selagi Go Ah-in merasa tenang.

Diam-diam, selagi dia melamun.

Pemindahanmu ke kantor Busan sudah dibatalkan?

- Ya. - Apa rencanamu sekarang?

Tentu saja aku punya rencana.

Ada rencana A, B, dan bahkan C, tergantung situasinya.

Itu terlalu banyak.

Fokus saja pada satu rencana yang bagus.

Aku juga harus punya jaminan.

Rencana A adalah memikat hati Wakil Presdir Kang Han-su.

Kurasa sisanya tidak penting, selama itu berhasil.

Untuk rencana B dan C, aku akan membuat persiapan.

Apa itu? Katakan saja.

Aku masih merencanakan. Akan kuberi tahu saat sudah siap.

Aku juga butuh bantuanmu.

Tidak mudah menjadikan temanku CEO anak perusahaan.

Bantu aku.

Kau butuh teman-temanmu untuk menguasai anak perusahaan...

agar kau bisa berbicara di perusahaan.

Mari minum.

Ubah dirimu atau ubah dunia.

Aku merasakannya.

Tapi biasanya, orang-orang berubah sendiri.

Aku mulai merasakannya.

Aku tahu harus bagaimana.

Jangan mencoba berubah.

Aku juga tidak akan berubah.

Lihat saja nanti.

Aku pasti akan menunjukkan siapa diriku.

Kenapa aku harus mengubah diriku?

Dunialah yang harus berubah.

Aku berbeda.

Aku berbeda!

Itu mengejutkanku.

Kukira dia akhirnya bisa menjadi biasa.

Kenapa dia bersikap seperti itu?

Apa?

Apa terjadi sesuatu padanya kemarin?

Apa dia menemui Seo-jeong?

Lupakan saja.

Dia bukan orang yang bersikap seperti ini...

hanya saat terjadi sesuatu.

Astaga.

Siapa yang akan tahan dengan emosinya?

Pasti ada seseorang. Sepatu saja berpasangan.

Pak Park, kau sudah sarapan?

Ya, sudah.

Kau makan di rumah atau setelah datang ke sini?

Aku makan sarapanku sesuai situasi.

Sarapan adalah makanan terpenting dalam sehari.

Mulai sekarang,

bukankah Pak Park harus ikut sarapan dengan kita?

Dengan kita?

Kita bertemu setiap hari, kita sudah seperti keluarga.

Kurang baik kalau terus makan terpisah.

Bukankah kau akan merasa tidak nyaman?

Tidak apa-apa. Akan kulakukan seperti biasanya.

Seperti yang kulakukan sekarang, tanpa perubahan.

Baiklah.

Kalau kau lebih nyaman begitu, silakan.

Lebih baik menjalani hidup kita seperti yang kita inginkan.

Seperti keluarga...

Mustahil itu akan terjadi.

Apa kau melibatkan Pak Park?

Benar. Tidak ada peraturan dalam perkelahian.

Han-su akhirnya melakukan hal yang baik,

tidak seperti ayahnya.

Kita perlu menambahkan kayu bakar saat apinya menyala...

agar itu tak mengecil dan terus menguat.

Kirimkan aku nomor kontak.

Sepertinya ini situasi yang paling menegangkan yang bisa kualami.

Aku belum pernah kabur dari apa pun.

Aku sudah memberitahumu sesuatu,

jadi, sebagai balasannya, kau harus memberitahuku sesuatu.

Apa ada hal yang layak kukatakan padamu?

Tentu saja.

Apa itu?

Antara Kang Han-su dan Kang Han-na,

kau akan bekerja dengan siapa?

Orang tuamu masih hidup.

Hasrat dalam diriku membara.

Fokus saja pada keinginan pihak lain.

Kenapa kau memintaku menyia-nyiakan hidupku begitu?

Kau ingin menyamai Direktur Han-na, kan?

Hubungan Han-na dan Pak Park harus tak terbantahkan...

Maafkan aku.

agar tak ada peluang baginya untuk menjadi calon wakil ketua.

Beraninya dia bersekongkol dengan Kang Han-su untuk menjatuhkanku?

Itu artinya, aku telah menjadi kelemahan Kang Han-na.

Sulit mengetahui kau teman atau musuh.

Aku mungkin akan menjadi musuh bersama.

Apa yang bisa kudapatkan dari pilihan ini?

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.