Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Czech
Danish
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Subtitle by RhainDesign 5 Februari 2023
Pesawat pembom.
Pasti mereka ratusan orang.
Mereka merasa gembira membom Jerman.
Kita dapat satu target.
Dia memasuki jalur.
Viktor Bruno five-mine.
Pesawat masuk.
Sektor H.
Aku tak mau menjadi bajingan itu.
Pemimpin Koboi, ini Koboi Tiga.
Kami kehilangan dua mesin.
Pak, mesin tiga mati.
Will, kau dengar?
Masuklah, Will, kau dengar?
Will!
Will, kau mendengarku?
Mesin terbakar!
Will, ajak semua orang ke ruang radio.
Mesin terbakar!
Kita harus lompat!
Aku tetap di pesawat. Aku yang kemudikan pesawat ini.
Bersiaplah untuk benturan.
Ayo, berdiri!
Pertahankan dengan stabil.
Seribu kaki!
Sembilan ratus kaki!
Tetap di posisi!
Bersiap benturan!
DIMANA AJA BISA TARUHAN ONLINE AYO KUNJUNGI LXWHITELABEL.COM
MAIN DI LXWHITELABEL.COM PASTI PUAS & KETAGIHAN
Sial!
Benar-benar sial!
Sialan!
Dimana kita?
Bukan tempat bagus.
Laporan singkat mengatakan Jerman tak punya orang sejauh ini ke Prancis.
Kita mungkin aman.
Mereka benar-benar membual.
Dimana Will?
Will!
Will.
Ayo.
Ayo.
Kapten membutuhkanmu.
Kita tak mencapai target. Kita mendapat anti serangan udara...
Aku tahu, aku agak terganggu, tapi apa yang kukatakan...
Di mana Pete?
Tewas.
Begitu juga Bosch dan Littleton.
Astaga.
Pak, kita dimana?
Kita mendapat anti serangan udara di dekat sungai Rhine.
Kita mulai menurun...
selatan dengan barat daya.
Jadi, ini mungkin...
Bow-vee-ay.
Bouvier.
Empat puluh mil dari Jerman.
Pak,
garis depan cukup dekat, bukan?
Jika memotong ke barat, mungkin kita akan bertemu mereka.
Mau bagaimana lagi?
Will...
Kau bisa bahasa Prancis?
- Ya. - Bisa menembak?
Ya.
Kelly, ambil senapan dan pistol suar.
Hai,
Aku mau kau masuk ke rumah itu.
Jika ada orang di sana, mereka berbahasa Prancis,
mereka di pihak kita.
Aku mau kau ke loteng.
Jika melihat Jerman datang,
tembak suar sangat rendah agar mereka tak melihatnya, paham?
Mengerti?
Jadi kami bagaimana?
Baiklah. Aku mau kau mulai menembak pesawat ini.
Apa pun yang bisa kau bawa, oke? Kita keluar dari sini.
Pergi ke loteng.
Ayo! Ambil semuanya. Ayo pergi.
Temukan rute buat kita?
Sial,
bukankah Patton baru minum Saint-Dizier beberapa hari lalu?
Itu cuma 120 mil ke belakang.
Jarak kita pasti dekat.
Kita akan melaluinya.
Ayo.
Hei, ada suar.
Jerman!
Teman-teman, mereka punya semacam tank.
Penembak senjata mesin.
Ya, buat terlihat seperti kita tak tahu.
Itu satu-satunya kesempatan kita, oke?
Ambil senjata. Tetap tiarap.
Tunggu aba-abaku untuk menembak, paham?
Ayo!
Halo.
Namaku Kolonel Martin Bach
dari Pasukan Pengamanan Jerman.
Mungkin kalian lebih mengenalnya sebagai SS.
Kalian mau menyerah padaku.
Berapa banyak kalian di sana?
Sistem kelistrikanmu rusak.
Tak ada senjata bisa beroperasi,
hanya senapan mesin sisi kananmu
bisa mencapai kami di sudut ini.
Sekarang, amunisinya tak ada.
Jadi...
Pada hitungan ketiga,
kau akan beri tahu berapa banyak orang di sana,
atau tank-ku terpaksa menembak pesawatmu berkeping-keping.
Berapa banyak kalian di sana?
Satu,
dua,
- tiga. - Lima!
Mana sisanya?
Mereka mati.
Penembak ekor, Penembak lambung, pengebom, semuanya mati.
Penembak senapan mesin juga tewas dalam kecelakaan itu.
Bagaimana para penembak senapan mesin mati?
Tak ada sabuk pengaman.
Bodoh.
Bolehkah aku berasumsi kalau kalian tahu bahwa tak ada peluang untuk kabur?
Ya, kami tahu.
Bagus.
Keluar perlahan, satu per satu,
dan berdiri di depan sayap.
Apa target kalian?
Kalian sekarang tawanan Jerman.
Kalian tahu berapa banyak manfaat yang dimiliki Jerman untuk para tahanan?
Sama sekali tidak.
Bagi kami,
kalian seperti serangga
untuk dihancurkan.
Jadi,
aku akan tanya lagi.
Apa targetmu?
Ini pesawat pembom, ya?
Ya.
Dan kau serta 200 pesawat pengebom lainnya
yang terbang beberapa menit yang lalu
sedang dalam perjalanan untuk membom target di Jerman, ya?
Itu benar.
Lalu sasaran apa yang kau bom?
Hei, Jerry, ini targetmu, brengsek.
Apa targetmu?
Aku pilotnya.
Itu rel kereta api di Munich.
Terima kasih.
Apa pasukan Jenderal Patton
melanjutkan perjalanan ke Grand Marseille
atau pergi ke Nantes?
Aku tak tahu.
Apa pasukan Jenderal Patton
pergi ke Grand Marseille
atau melanjutkan ke Nantes?
Persetan.
Tetap waspada.
Kau dan kau,
ke lapangan. Cepat.
Cepat!
Tak apa.
Berhenti!
Apa Jenderal Patton akan ke Grand Marseille atau Nantes?
Kami tak tahu.
Kami cuma awak pesawat. Kami tak tahu posisi pasukan.
Bilang padaku, kau pasti tahu.
Selamatkan angotamu dan beritahu aku.
Aku tidak... Aku tak tahu.
Aku tak tahu. Aku...
Mungkin Munchen.
Dia bilang... Mungkin Munich. Dia bilang Munchen.
Munich?
Apa targetmu selanjutnya?
Sumpah.
Sumpah, aku tak tahu
Baik. Stuttgart.
Kau bohong!
Beri tahu aku!
Aku tak tahu. Stuttgart.
Itu pasti Stuttgart.
Oke? Jika Patton mengirim anak buahnya ke sini,
maka itu pasti Stuttgart.
Rek kereta api memasok Angkatan Darat Jerman.
Seluruh kelompok bom akan terus mengincar
rel kereta sampai, sampai Patton bergerak.
- Kau... - Tolong, dengarkan aku.
Hentikan.
Ini cuma dugaan.
TIDAK!
Apa pasukan Patton akan pergi ke Grand Marseille atau Nantes?
Mati saja kau.
EMPAT LAGI DITEMUKAN MATI MASIH BANYAK LAKI-LAKI HILANG: MUNGKIN BERHUBUNGAN DENGAN BERLIN
Siapa yang lapar?
Kalian pasti lapar sekarang, kan?
Sudah 15 jam.
Kau lapar?
Apa itu diracuni?
Entah menurutmu siapa kami ini,
tapi aku tak punya apa-apa untuk diberikan padamu.
Aku manajer kantor pinjaman kecil di dekat alun-alun.
Jika kau mau pinjaman, aku bisa menyetujui pinjamanmu,
tapi aku tak punya apa-apa lagi untuk ditawarkan.
Aku memproduksi mobil.
Di hubungi. Kuletakkan alternator di kompartemen mesin.
Aku bisa memasang alternator baru di mobilmu... Gratis.
Gerhard Kohler?
Ya.
Kau orang Austria?
Ya, aku dari Austria.
Emilio?
Aku orang Argentina.
- Itu aksen Argentina? - Ya.
Emilio.
Emilio!
Bersumpah dalam bahasa Spanyol.
Kau bukan orang Argentina, bukan?
Angkatan laut?
Kau terlihat seperti angkatan laut.
Kementerian Dalam Negeri untuk Jerman.
Aku administrator untuk kebijakan pendidikan.
Aku tsudah tinggal di sini dengan damai
sejak sembilan tahun terakhir.
Bilang apa yang kau mau. Apa pun yang kau mau.
Berapa banyak Nazi yang muncul di sini?
Ke Argentina?
Di mana saja di Amerika Selatan.
Seribu?
Seribu di Uruguay,
seribu di Bolivia,
tiga ribu di Argentina,
empat ribu di Brazil.
Ya, itulah yang orang terakhir bilang padaku.
10.000 Nazi itu baru saja keluar dari Jerman.
Aku cari orang, kolonel di SS,
Martin Bach.
Kau melakukan perjalanan jauh ke Argentina
untuk menculik dua administrator kebijakan
dan bertanya apa mereka kenal seorang kolonel?
Ya, kurang lebih seperti itulah intinya.
Kau kenal dia?
Pasti ada seribu orang bernama Kolonel Bach di Jerman.
Kau tak mungkin mengharapkan kami tahu yang mana yang kau maksud!
Kolonel Martin Bach di SS,
ditempatkan di Prancis Timur pada Agustus 1944.
Mungkin dekat Strasbourg.
Aku tak mengenal orang itu. Aku sangat minta maaf.
Bagaimana denganmu?
Kau tahu Kolonel Bach?
Apa? Aku tak bisa mendengarmu.
Aku tak bisa mendengarmu, Emilio.
Tidak.
Aku tak bisa mendengarmu.
Tidak.
- Dimana Kolonel Bach? - Aku tak tahu!
Kau marah.
Mustahil mengetahui di mana Kolonel Bach berada.
Kuberitahu, mustahil mengetahuinya.
Dia mungkin sudah mati.
Dia belum mati.
Obersturmbannführer Martin Bach naik kapal kargo di Italia
sembilan tahun lalu,
menuju Buenos Aires.
Aku tahu karena pendeta yang bersimpati pada Nazi
yang menyelundupkannya ke kapal memberi tahuku
tepat sebelum aku mencekiknya.
Dan kau akan membunuh setiap orang Jerman di Amerika Selatan
sampai kau temukan Kolonel Bach?
Itulah rencananya.
Kau mau wiski lagi?
Ya.
Aku ingat kau dari awal minggu ini.
Kau menunggu teman?
Tidak.
Minum-minum.
Aksenmu.
Kedengarannya seperti kau berasal dari Prancis?
Swiss.
Swiss.
Dimana kau di Swiss?
St Lucian.
Belum pernah dengar.
Itu sangat kecil.
Itu dekat apa?
Itu dekat Zürich.
Belum pernah dengar.
Orang di ujung bar, dia pernah ke Zurich.
- Javier! - Maaf.
Aku tak bermaksud kasar, tapi aku tak mau di ganggu.
Kupikir kau mau bergaul.
Hipolito
Kau mau apa sekarang gendut?
Aku mau kau pergi dengan bus di depan
Tapi aku tak seberuntung itu
Orang ini berasal dari Zurich dan kubilang padanya kau pernah kesana.
Zürich. Kau dari Zürich?
Aku tinggal di sana tiga tahun untuk kuliah.
Ini kota favoritku.
Astaga.
Aku bisa tinggal di sana. Gadis-gadis?
- Mereka cukup ahli. - Ya, cukup ahli.
Jadi, apa yang kau lakukan di Argentina?
Bisnis.
Bisnis apa?
Pisang.
Ayahku punya perkebunan di Brasil.
Di Swiss?
Di Brazil. Kami tinggal di sana.
Kukira kau dari Swiss.
Halo semuanya.
Ayo beli pisangku dari salju di Swiss, kan?
Pisang salju spesial, tumbuh di Zurich.
Bersulang
untuk Swiss dan pisang yang ditanam di Brasil.
Senang bertemu denganmu.
Jadi, ceritakan soal Brasil.
Benarkah apa yang mereka bilang soal pisang di Brasil?
Soal gadis-gadis?
Gadis-gadis?
Apa yang mereka lakukan dengan semua pisang itu.
Aku tahu itu.
Mereka pasti melakukan sesuatu dengan semua pisang itu, kan?
Jangan makan pisang di restoran ini.
Gadis itu baru saja menyimpan semuanya di bokongnya.
Kau mau apa dariku? Aku tak punya apa apa.
Aku tak punya apa-apa, kumohon.
Siapa kau?
- Misionaris. - Misionaris?
Ya. Sumpah.
Aku di sini untuk memulai misi Lutheran.
Kau orang Jerman.
Ya. Seorang Lutheran.
Dan apa yang kau lakukan dengan pistol?
Membela diri.
Aku pernah dirampok di sini tiga kali.
Apa yang ada di dalam amplop yang secara ajaib kau hilangkan?
Aku tak bisa bilang.
Yang berikutnya di lehermu.
Jangan.
Itu nama. Itu nama pelacur.
Rosita Rossi. Aku tak akan pergi bersamanya.
Kau lihat, itu sangat... Itu kesalahan.
Aku seorang Lutheran yang sangat baik.
Aku akan berdoa untuk jiwanya.
- Kau bohong! - Aku tak bohong.
Sumpah, aku tak bohong.
- Kau Nazi sialan. - Bukan.
Astaga, tidak.
Kau benar-benar bajingan Nazi.
- Bukan. - Katakan!
Tuhan ampuni aku.
Tuhan ampuni aku.
Diam dan akui saja!
- Tidak... - Tiga!
- Aku bersumpah, tidak. - Dua!
Kumohon jangan membunuhku. Kau harus percaya padaku, tolong.
- Satu! - Tidak, tolong, tidak.
- Nol. - Siapa yang kau cari?
Siapa yang kau cari?
Perwira SS,
Kolonel Bach.
Obersturmbannführer Bach, coba kuingat....
Mungkin paruh baya, lebih tinggi dari rata-rata.
Dia kurus.
Kau tak ada waktu untuk menggambarkan.
- Selamat tinggal. - Martin.
Ya.
Martin Bach.
Dimana dia?
- Aku tak tahu. - Dimana dia?
Tak ada jalan keluar.
Jangan bergerak.
Siapa kau?
Diam.
Letakkan senjatamu di lantai.
Perlahan, atau kutembak.
Tendang ke sini.
Kau tinggal disini?
Siapa kau?
Aku punya senjatanya. Aku bertanya.
Kau tinggal disini? Ya atau tidak?
Ya.
Orang yang kau hajar di bar bilang kau dari Swiss.
Kau jelas orang Amerika.
Ya.
Aku orang Amerika.
Siapa orang yang kau ikuti dari bar?
Dia ayahku.
Kau mengejar ayahmu keluar dari bar?
Bagaimana kau menemukanku di sini?
Aku mengikuti mobilmu.
Aku melihatmu keluar dengan orang itu.
Kutahu dia di sini, dan aku tak percaya dia ayahmu.
Menurutmu siapa dia?
Aku tahu dia Albert Vogel.
Siapa Albert Vogel?
Jika kau lindungi Albert Vogel,
Aku akan memintamu diekstradisi bersamanya.
Itu tak akan bagus untukmu.
Diekstradisi? Siapa kau?
Diekstradisi ke mana?
Ke Yerusalem, untuk membayar kejahatannya.
Kau dari Israel.
Siapa aku tak penting.
Jika kau Albert Vogel ada padamu, serahkan dia sekarang.
Dengarkan aku.
Orang yang kau lihat denganku adalah ayahku.
Kami menjual pisang.
Tahu kenapa aku pura-pura orang Swiss?
Aku tahu ada banyak orang Jerman di sekitar sini.
Jadi, aku memilih negara yang tak mereka pedulikan.
Jangan tembak.
Dia tuli.
Apa?
Ayahku, dia tuli.
Omong kosong.
Dia tak bisa dengar perkataanmu.
Dengarkan aku.
Kau masuk ke rumah
dan kau menodongkan senjata ke warga Amerika.
Kami menepon Kedutaan Besar AS,
polisi yang kerja sama dengan Nazi akan menangkapmu,
dan mereka akan tahu kalau ada mata-mata Israel
yang mencoba mengekstradisi teman-teman mereka.
Menurutmu bagaimana?
Kenapa kau bawa senjata?
Kami sering dirampok.
Jika dia Albert Vogel, kalian berdua akan digantung.
Kenapa kau ke sini?
Jika dia dengar aksenmu... Aku harus membuatnya pergi.
Itu satu-satunya cara.
Kuharap kau berimprovisasi,
dan kau melakukannya.
Bagaimana kau tahu Kolonel Bach?
Aku bertemu dengannya di sini, Buenos Aires,
mungkin setahun lalu.
Di pesta Natal.
Tunggu, dia ada di sini?
Tidak. Dia tinggal di Bolivia.
Beri tahu aku di mana atau aku mulai menembak.
Kau mau pergi melintasi bermil-mil pegunungan
dan gurun, mengetuk pintunya
dan menembaknya tanpa konfrontasi?
Jerman memiliki ribuan penjaga
yang melindungi kepentingan mereka di sini.
Jika kau berkeliaran di gurun,
mereka akan menemukanmu jauh sebelum kau menemukannya.
Jika kau menginginkan Kolonel Bach,
kau akan membutuhkanku untuk membantu menemukannya.
Apa gantinya?
Seperti yang terjadi,
kita sama-sama punya kepentingan.
Aku juga harus ke Bolivia.
Kita bepergian ke sana bersama.
Saat ada ancaman terhadapku, kita memainkan permainan kecilmu.
Aku akan berperan sebagai ayah Swissmu yang tuli
dan mitra bisnis, menjual pisang.
Ancaman apa?
Wanita pembawa senapan mesin dari Yerusalem atau yang setara.
Kenapa aku?
Kenapa bukan orang Jerman lain jika jumlahnya sangat banyak?
Orang jerman juga mau aku mati.
Itu rumit.
Tapi Soviet tidak.
Amplop itu,
yang berisi lokasi kontak
itu akan membawaku ke tempat aman di Moskow.
Tepatnya di lapangan terbang terpencil di Bolivia.
Dan kebetulan, lapangan terbang itu
tak jauh dari Kolonel Martin Bach-mu.
Jika kau mau orang Jerman,
bawa aku ke orang Rusia.
Bagaimana kita sampai di sana?
Kapal berikutnya berangkat lima jam lagi.
Kita berhasil sampai ke muara sungai di sini menuju utara.
Jerman mengawasi lapangan terbang dan pelabuhan utama,
tapi kita bisa mengalahkan Paraguay tanpa terdeteksi.
Ibukota Asuncion berisiko, tapi jika kita berhasil,
kita bisa ambil jalan belakang sampai ke Bolivia.
Aku lebih suka terbang, tapi mungkin lebih aman menyewa penduduk asli
untuk memandu kita ke tempat pertemuan.
Aku ragu teman kita dari Israel akan menemukan kita di sana.
Jadi,
kau Albert Vogel.
Kau bertemu langsung.
Mau apa wanita itu darimu?
Kau berbuat apa?
Tak ada.
Aku fisikawan atom.
Salah satu yang terbaik di dunia.
Aku bagian dari tim yang kembangkan bom atom untuk Jerman.
Soviet merekrutku bekerja untuk mereka.
Dan dia mencoba menghentikanmu?
Dia bekerja untuk agen mata-mata bernama Mossad.
Yerusalem mencoba mengekstradisiku untuk digantung karena kejahatan perang,
tapi masalah yang lebih besar adalah orang Jerman di sini,
mereka tak berguna bagiku.
Mereka lebih suka membunuhku
untuk mencegahku membantu Rusia
atau orang Amerika.
Itu tragis.
Nazi mencoba membunuhku.
Itu harusnya membuatku jadi temanmu.
Kau membuat bom untuk Hitler.
Kau bersama dengan Nazi, itu membuatmu jadi seorang Nazi.
Orang yang membuat benda tak bertanggung jawab
atas orang yang menggunakannya.
Jika aku membuat, pisau mentega
dan kau memasukkannya ke tenggorokan seseorang,
apa itu membuatku jadi pembunuh?
Pisau mentega?
Hitler akan gunakan bom atom-mu pada warga sipil.
Yang negaramu lakukan dua kali, aku percaya, ya?
Itu berbeda.
Kami bukan Hitler. Kami orang baik.
200.000 warga sipil Jepang yang tewas
mungkin berpikir berbeda.
Sumpah demi Kristus. Aku akan menembak
wajah nazi bodohmu.
Beri aku satu lagi ocehanmu,
Aku akan mengakhirinya di sini
dan kita selesaikan semua sekarang.
Kendalikan dirimu.
Mereka punya mata di mana-mana.
Kurasa aku membutuhkanmu hidup untuk saat ini.
Kau membawaku ke Rusia dengan aman,
akan kuberitahu di mana Kolonel Bach-mu bersembunyi.
Ya.
Kau ke Rusia untuk membuat bom
yang mau mereka jatuhkan di halaman belakang rumahku?
Katanya orang yang balas dendam harus menggali dua kuburan.
DIMANA AJA BISA TARUHAN ONLINE AYO KUNJUNGI LXWHITELABEL.COM
MAIN DI LXWHITELABEL.COM PASTI PUAS & KETAGIHAN
Selamat datang di Hotel Asunción.
Di sini untuk bisnis atau bersenang-senang?
Bisnis.
Pisang.
Dari Brasil?
Ya, Brasil.
Aksenmu terdengar Swiss.
Banyak orang Swiss datang ke Asuncion dari Brasil.
Ya, memang.
Bisa kubantu, nyonya?
Di sini untuk urusan bisnis?
Ya, untuk bisnis.
Kami mau mengobrol.
Dimana Vogel?
Ayahku ada di lantai atas di kamarnya.
Orang itu bukan ayahmu.
Kau terlihat tak mirip.
Kau mengikutiku karena kami tak mirip?
Aku tahu dia Albert Vogel.
Kau belum pernah melihat fotonya sebelumnya, bukan?
Kau punya deskripsi. Hal lain.
Sudah kuduga.
Jadi apa yang kau lakukan?
Kau berkeliaran menyiksa tiap orang Jerman yang kau temukan
sampai mereka mengakui kalau mereka adalah Vogel?
Pensil. Ambilkan dia pensil!
ORANG JERMAN
Selamat siang.
Maxim!
Halo, Tuan Ziegler.
Maximiliano!
Apa pun yang orang-orang ini minum,
dan aku akan pesan Pisco sours.
Tiga sour, Max.
Tiga Pisco sours.
Halo.
Pisco sours, pernah mencicipinya?
Tidak, tak pernah.
Tidak. Maximiliano, dia membuat
Pisco sours terbaik yang dikenal di Amerika Selatan.
Brendi dengan gula, lemon, bitters, dan telur.
Telur.
Maximiliano, tiga lagi aku yang bayar.
Tak perlu lakukan itu.
Tidak, aku tak perlu lakukan itu, tapi aku memaksa.
- Ya. - Memaksa.
Terima kasih. Kau sangat baik.
Jadi, kau asal sini, Paraguay?
- Bukan, Jerman. - Jerman!
Jerman?
Kami dari Jerman.
Aku dari Freiberg.
Freiberg, tidak!
Pamanku tinggal di Gundelfigen.
Aku tinggal di Bollschweil. Sisi lain kota.
Itu bagus.
Kalian semua dari Jerman?
Tidak, mereka dari Swiss.
Bagian Prancis. Mereka tak tahu sepatah kata pun bahasa Jerman.
Ayahnya, gehorlos, dia tuli.
Baiklah.
Bersulang!
- Untuk teman baru kita. - Ya.
Itu dia.
Jadi, kau di sini untuk bisnis?
Ya.
Kami punya perkebunan pisang di Brasil,
tapi sulit untuk mengirim pisang
dari hutan di Porto Velho,
jadi kami di sini untuk mencari perusahaan pelayaran.
Porto Velho.
Ayahku pernah ke sana sebelum perang.
Itu tempat yang liar. Benar?
- Ada banyak bandit. - Bandit?
Seperti Wild West.
Ada orang liar yang mencoba mencuri pisangmu.
Orang liar, itu seperti...
Tidak. Itu terlalu berbahaya.
Berbahaya?
Kami menempatkan penjaga di atas kereta pisang
sampai ke depot di Porto Velho.
Mereka menembak banyak bandit untuk menakut-nakuti agar tak berani.
Jadi, kau menembak mereka saat mereka mencoba naik kereta?
Itu Wild West.
Itu Wild West!
Tak apa-apa, aku tidak...
Sudah larut.
Haruskah kami pergi?
Jangan.
Kau meninggalkan kami terlalu cepat.
Petani pisang bangun pagi.
Neil bersikeras
Kau tinggal untuk satu minuman lagi.
Hanya satu minuman. Kecuali...
Kau punya penis, maka kau harus pergi.
Kau harus pergi.
Tidak.
Aku...
Aku minta maaf.
Jika kau benar-benar harus pergi.
Kami harus pergi.
Terima kasih untuk minumannya, tuan-tuan.
Selamat tinggal.
Daah!
Aku ada di sini jika kau berubah pikiran.
Gadis itu. Astaga!
Pantatnya bahenol.
Tapi dia bersama orang Swiss.
Dia Tak Bersamanya
Kenapa begitu?
Dia berusaha terlalu keras untuk membuatnya terkesan.
Seluruh cerita Wild West itu?
Dia membuatnya terdengar berbahaya untuk membuat gadis itu terkesan
Aku pernah ke Porto Velho.
Rel kereta api benar-benar ditelan oleh hutan.
Rel kereta api benar-benar hancur.
Belum ada kereta api di jalur itu selama tiga puluh tahun.
Dia membuatku tertipu.
Menurutku dia bukan penjual pisang.
Menurutku dia bukan orang Swiss.
Peringatkan pos-pos terdepan.
Jangan biarkan orang itu meninggalkan kota.
Sekarang!
Bagaimana dia tahu mereka akan datang?
- Apa? - Orang Jerman di bar.
Bagaimana ayahmu tahu mereka akan datang?
Dia melihat mereka dari jendelanya, kurasa.
Dan langsung tahu kalau mereka orang Jerman?
Kurasa senapan mesin Jerman adalah petunjuk.
Kami selalu menghindari geng Nazi di sini.
Mereka gampang dikenali.
Aku tak takut pada orang Jerman mana pun.
Aku cukup pandai menemukan mereka.
Kau pembohong! Kau tak tuli. Kau pembohong sialan!
Turunkan senjatanya!
Dasar pembohong!
Jangan tembak aku.
Kau Albert Vogel! Akui!
Tenang, letakkan senjatanya.
Mengaku! Katakan padaku kau Albert Vogel!
Kumohon, Ayo kita bicara...
Kubunuh kau! Sumpah!
Turunkan senjatanya!
- Bagaimana mereka temukan kita? - Aku tak tahu.
- Kau beri tahu mereka? Apakah dia? - Tidak, mereka juga mengejarnya.
Kita tak bisa menjauh dari mereka.
Kita tak perlu melakukannya.
Mengejar.
- Menunduk! - Jalan lurus, idiot.
Pelan-pelan!
- Apa? - Pelan-pelan, aku ada rencana.
Jika aku melambat, kita akan mati.
Pelan-pelan!
Mereka menyusul.
Tahan kecepatanmu.
Mereka punya peluncur roket.
Tetap stabil...
Tahan...
Kau bersama Nazi?
Kenapa kau dengan Nazi? Kenapa kau bantu pelarian Nazi?
Itu rumit.
Rumit? Dia Nazi. Apanya yang rumit?
Aku bukan Nazi!
Kau bisa bilang itu ke pengadilan di Yerusalem.
Dia tidak akan pergi ke Yerusalem.
- Menurut siapa? - Menurutku.
Kami ada kesepakatan, oke?
Vogel hanyalah bidak yang bekerja untuk Nazi.
Aku ada urusan untuk diselesaikan dengan Nazi yang sebenarnya,
Kolonel SS yang bertanggung jawab atas kematian banyak orang.
Vogel membantuku mencarinya.
Nazi yang sebenarnya?
Ilmuwan atom Hitler tak cukup bagimu sebagai Nazi?
- Kami punya kesepakatan. - Kau tak punya kesepakatan.
Kau akan digantung.
Ini...
Ini tak bagus.
Kita tak bisa memperbaikinya malam ini.
Lebih banyak orang Jerman yang akan datang. Mereka tak akan berhenti.
Kita melewati gudang di belakang jalan.
Ayo cari mobil dan bersihkan.
Kau harus putuskan sekarang jika kau mau jadi masalah.
Kau mau membunuhku demi Nazi?
Aku bisa membunuh lebih banyak Nazi, Nazi yang lebih baik.
Konsekuensinya Nazi, bukan asisten lab
yang bahkan tak diinginkan Jerman.
Asisten praktikum? Itu yang dia bilang padamu?
Aku belum akan menyentuh Vogel,
tapi aku mau tahu siapa Nazi-mu yang lain.
Baiklah.
Pertama, mari kita cari mobil.
Tuan Ziegler.
Mereka lolos.
Kami menemukan regu yang mengejar mereka.
Semuanya tewas.
Temukan mereka dan cari tahu siapa mereka.
Aku kembali ke Bolivia besok pagi.
Ada yang lain.
Kami temukan ini di jalan.
Itu bukan punya kita.
Ini bahasa Ibrani.
Cuma ada satu alasan mereka bisa berada di sini.
Cuma ada satu orang yang mereka inginkan.
Krekeler
Tuan.
Bawa mereka padaku.
Kita sudah di sini semalaman.
Jerman akan keluar mencari kita.
Hampir bagus.
Kita tak punya waktu untuk "hampir".
Sudah siap?
Butuh kunci.
Kalau begitu nyalakan.
Apa itu?
Wiski.
Ini malam yang panjang.
Apa-apaan kau...
Kubawa Albert Vogel. Jika kau mencoba hentikan, akan kutembak.
Nyalakan mobilnya.
Ada Nazi yang lebih penting daripada Vogel.
Sebutkan satu Nazi yang punya konsekuensi lebih besar di Amerika Selatan
daripada Albert Vogel atau menyingkirlah.
Heinrich Himmler.
Heinrich Himmler.
Arsitek penghancuran jutaan orang Yahudi di seluruh Eropa.
Heinrich Himmler sudah mati.
- Kau salah. - Kau membual.
Dia bunuh diri. Dia sudah mati selama 10 tahun.
Kau tak berada di tangan kanan Hitler
dan merekayasa pemusnahan jutaan orang Yahudi
tanpa membuat beberapa koneksi.
Ada orang yang mengaku sebagai Himmler menyerah pada Inggris,
menggigit kapsul potasium sianida, dan meninggal.
Tapi orang itu bukan Himmler.
Dia loyalis partai fanatik
yang memberikan hidupnya untuk tujuan tersebut.
Himmler asli bersembunyi,
sebulan di Austria, enam bulan di Florence.
Dari sana, dia menyamar sebagai pendeta
dan menyelundupkan diri ke kapal kargo menuju Argentina.
Dia ada di Amerika Selatan selama 10 tahun,
membangun kerajaan tersembunyi dalam kerahasiaan total,
mempekerjakan mantan anggota partai Nazi,
merekrut veteran Jerman jadi tentara elit,
mengoperasikan jaring mata-mata dan pengamanan di seluruh benua
dan melenyapkan setiap ancaman yang mendatanginya.
Orang-orang di bar itu mencari ancaman terhadap Himmler.
Mereka mencarimu.
Kenapa kau memberitahuku ini?
Aku tak bisa membuat bom Himmler sendiri.
Dia mau aku mati agar Rusia tak bisa menggunakanku.
Katakan di mana dia.
Jika kuberi tahu, kau tak punya alasan untuk menahanku,
tapi seperti yang terjadi, dua orang yang kau cari
bersama-sama di Bolivia,
di sebuah kompleks yang disebut Condor's Nest.
Kenapa?
Bach adalah Kepala Keamanan Himmler.
Kesepakatan kita masih berlaku.
Kau membawaku ke Rusia dengan aman,
dan aku akan memberimu Kolonel Bach,
dan kemudian kau,
kau akan memiliki Heinrich Himmler.
Tidak.
Itu Heinrich Himmler!
Aku bukan siapa-siapa!
Jika Heinrich Himmler ada di sini,
Aku tak bisa menangkapnya sendiri,
tapi aku bisa menangkapmu sekarang, dan kulakukan.
Nyalakan mobilnya.
Ini.
Ini pemancar.
Ini saklar sederhana,
disambungkan ke baterai,
dan jika kutekan tombol ini,
mobil ini akan meledak.
- Apa? - Rahasia besarmu dan Himmler
akan mati di ruangan ini.
Kau tak bisa begitu saja mengubah mobil jadi bom.
Ambil tali dan ikat dia,
atau aku akan membunuh kita semua!
Berikan pemancarnya.
Lalu, aku mengikatnya.
Hati-hati.
Brengsek!
Kau akan membayar untuk ini!
Ayo!
Kau kira cuma kau di dunia yang kehilangan sesuatu karena Nazi?
Kau benar-benar pengecut.
Apa? Jadi kita berjalan?
Berjalan?
Kau mujur,
aku bisa terbangkan pesawat.
Subtitle by RhainDesign 5 Februari 2023
Pesawat itu tidak diizinkan!
Aku tak berpikir sandiwara pisang kita akan berhasil di sini.
Ikuti aku.
Jika mereka mengenali wajahku, tembak mereka.
Tunggu, beri tahu aku
di mana Kolonel Bach.
Jika terjadi sesuatu, kau berutang padaku.
Dia berada di Condor's Nest, menjaga Heinrich Himmler.
Letaknya di hutan 20 kilometer sebelah barat kota kecil bernama Tarija.
Penanda kilometer 167.
Selamat sore.
Siapa kau?
Darimana asalmu?
Kau tak diizinkan mendarat di lapangan terbang ini.
Aku punya pesan penting untuk Heinrich Himmler.
Mana teleponmu?
Kau tak punya izin mendarat di sini!
Siapa namamu?
Kau tak pelu tahu namaku,
yang perlu kau tahu
aku punya pesan yang sangat penting untuk Condor's Nest
dan jika terlambat karena...
Siapa namamu?
Schnelling.
...karena orang bernama Schnelling
ingin tahu namaku, aku akan menembakmu saat matahari terbenam.
Siapa namamu?
Johann.
Johann. kau mau tertembak saat matahari terbenam?
Tidak Pak
Maka waktumu lima detik
untuk bilang dimana aku bisa temukan radio komunikasi!
Ada di ujung jalur landasan, Pak.
Operator radio ada di sana.
Bisa kubantu?
Aku mau beli sekotak wiski.
Aku punya...
Aku punya scotch. Aku punya rye.
- Kode yang konyol. - Bukan aku yang karang.
Albert Vogel?
Ya.
Kau tak akan berada di sini sampai minggu depan.
Semoga ini bukan ketidaknyamanan yang mengerikan.
Tidak.
Ini. Taruh di mulut.
Apa ini?
Itu sianida.
Aku tak mengerti.
Aku punya alasan.
Bukankah kau di pihak Soviet?
Ini rumit.
Masukkan ke mulut dan gigit.
Jika kau di pihak Jerman, kenapa tak menembakku saja?
Karena itu membuat kekacauan besar. Aku tidak...
Kau akan bunuh diri.
Kau harus menggigit.
Jika kau di pihak Jerman, aku mau buat kesepakatan.
Aku bisa buat bom, bom atom untuk Heinrich Himmler.
Hanya ada satu orang di benua ini yang mau
dan mampu membuat bom untuk Himmler,
dan jika kau menembak orang itu,
kau akan berharap tak pernah meninggalkan Moskow.
Apa kesepakatannya?
Sambungkan Himmler di telepon.
Dan jika dia menolakku,
Aku akan minum sianidamu.
Da.
Sambungkan pada Condor's Nest.
Hei, kau!
Apa kau pilot?
Kau tahu protokolnya kami bisa menembak siapa pun
yang mendarat di jalur ini tanpa izin,
dan jika pilot tak mereferensikan Tuan Himmler
kami akan membunuhmu di sini.
Ya.
Jangan mencoba apapun.
Ya.
Bicara
Herr Himmler.
Aku bisa membuatkanmu bom atom.
Bawa aku bergabung.
Carikan aku beberapa asisten.
Aku bisa membuatkanmu bom atom.
Satu bom atom.
Kau pemiliknya dan kau punya kendali.
kau kendalikan Chile, Bolivia, Argentina
kau bisa mengendalikan Amerika dan Rusia
Kau bisa...
mengendalikan negara Yahudi.
Aku bisa...
membangun reaktor atom dalam setahun.
jika kau tak punya bom atom pada Natal berikutnya
maka kau bisa perlakukan aku sesukamu.
Selamat datang di Jerman, Albert Vogel.
Terima kasih, Herr Himmler.
Orang Amerika di pesawat
mau membunuh Heinrich Himmler.
Jangan bergerak.
Tak terlalu menyenangkan jadi tawanan.
Kau tahu, kau benar.
Hari itu di atas kapal, saat kau bilang,
aku duduk di meja dengan Nazi.
Memang.
Dengan bangga.
Hidup Himmler.
Halo, anak Yahudi.
Dia bukan Yahudi.
- Bukan Yahudi? - Bukan.
Dia orang Amerika.
Itu lucu.
Kau yakin kau bukan Yahudi?
Baumu seperti orang Yahudi.
Aku bukan detektif,
tapi kurasa kau akan gunakan
senjata ini untuk menembak orang Jerman?
Mungkin aku?
Aku bukan detektif, tapi mari kita lihat...
berapa banyak pertanyaanku yang bisa kau jawab.
Setiap kali aku tak menyukai jawabanmu,
Kutarik pelatuknya.
Siapa namamu?
William Spalding.
Siapa yang kau coba bunuh?
Jerman.
- Jerman? - Ya.
Ya.
Lihat, aku orang Jerman.
Jadi, aku tak suka jawaban itu.
Orang Jerman yang mana?
Himmler?
Bukan.
- Klaus Barbie? - Bukan.
Kolonel Martin Bach.
Bach?
Kenapa?
Dia pantas mati.
Brengsek.
Aku tak suka jawaban itu.
Kau dengan CIA?
Bukan.
Cuma aku yang mengejar Martin Bach.
Aku tak peduli tentang Himmler atau kau atau orang lain.
Hanya Martin Bach.
Kenapa Martin Bach?
Sialan kau!
Ada agen Mossad Yahudi dan orang Amerika
mencoba masuk ke Condor's Nest.
Hentikan mereka!
Apa itu orang Yahudi?
Kau sebaiknya berharap tidak.
Kurasa keberuntunganmu sudah habis.
Jangan bergerak.
Aku akan menembaknya.
Kau akan membantuku.
Di mana Albert Vogel?
Aku tak mengenali mesin itu, jadi aku berasumsi
kau tiba di sini dengan mobil
dan Vogel lolos begitu saja.
Lihat dirimu.
Kau pikir kau bisa membunuh Heinrich Himmler,
sekarang kau akan mati
seperti orang Yahudi lainnya!
Sama seperti yang kami buang
ke selokan di Freiburg.
Kau dari Freiburg, ya?
Kami mengambil ribuan orang Yahudi dari kota itu,
membariskan mereka dan menembak kepala mereka, satu per satu.
Kemudian memasukkan ke dalam selokan bersama tikus-tikus lainnya.
Dia ada di Condor's Nest.
Albert Vogel ada di Condor's Nest.
Diam atau kutembak kau.
Itu di pegunungan,
20 mil sebelah barat kota bernama Tarija.
Aku akan menembakmu!
Penanda mil 167.
Diamlah!
Himmler juga ada di sana!
Kau tahu apa yang harus dilakukan.
Selamat tinggal
Yahudi!
Aku kehilangan saudaraku,
dan pamanku,
Tahanan Soviet di Birkenau.
Himmler dan orang-orangnya,
membunuh mereka.
Mereka memasukkannya ke dalam truk dan menyiramnya dengan gas.
Kau dapat kesempatan untuk membunuh Himmler,
Kau bunuh Himmler.
Pergi.
Bagaimana kau tahu di mana aku berada?
Aku mengikuti Ziegler.
Sampai sini?
Bagaimana?
Aku mengendarai mobil.
Kurasa aku berutang budi padamu.
Terima kasih?
Siapa kau?
Selama ini, kau melindungi Vogel
lebih baik dari semua orang Jerman
di gurun ini.
Kenapa kau sangat menginginkan Bach?
Untuk alasan yang sama kau menginginkan Vogel.
Kilometer 167?
Kilometer 167.
Kenapa kau memberi tahuku itu?
Di tenda, dia akan menembakmu.
Kau pertaruhkan hidupmu padaku.
Aku telah habiskan 10 tahun
menghancurkan apapun yang ada di antara aku dan Kolonel Bach.
Kukira sudah waktunya berhenti.
Apa Kolonel Bach-mu pantas mati?
Ya, benar.
Kau mujur, aku tahu cara menerbangkan pesawat.
Ayo!
Bersulang!
Kalian siap?
Ada yang bisa tebak isinya apa?
Tidak ada?
Kalian tahu apa ini?
Edmund?
Kau mau memberi tahu mereka?
Itu Tuan Himmler, Tengkorak suku Aya.
Dan dimana kita menemukannya?
Di gunung Andes,
di beberapa reruntuhan arkeologi yang tak jelas.
Siapa yang temukan?
Aku yang temukan, Tuan Himmler.
Ini...menjelaskan Tiwanaku.
Siapa atau apa itu Tiwanaku?
Itu Tiwanaku.
Situs kuno paling terkenal di Amerika
dan jaraknya hanya enam ratus kilometer dari kita.
Edmund dan aku sudah habiskan dua puluh tahun
mencoba untuk membuktikan itu dibangun oleh orang-orang dari ras utama.
Dan akhirnya...
kita memilikinya!
Di mana sisanya?
Aku saja...
Ras pria ini berasal dari kota Atlantis!
Mereka hidup dalam kemakmuran ribuan tahun yang lalu sampai...
Hancur!
Bulan kuno bertabrakan dengan
bumi dan menghancurkan Atlantis.
Dunia berubah menjadi es dan
satu-satunya tempat mereka bisa bertahan di ketinggian
di gunung Andes
di modern-day Bolivia
tempat mereka membangun Tiwanaku.
dan akhirnya kita punya bukti.
Aku hanya melihat tengkorak.
Tidak, itu bukan hanya tengkorak
Itu tekngkorak suku Arya.
Kita tahu penduduk asli di sini tak bisa membangun sesuatu yang serumit Tiwanaku,
dan gunung-gunung penuh dengan
tengkorak kecil mereka yang memanjang.
Tapi ini Tengkorak suku Arya.
Kau lihat ini besar dan bulat?
Akhirnya kita punya bukti.
Mungkinkah itu hanya orang Indian dengan kepala besar?
Gerhardt.
Kau tahu betapa pentingnya hal ini?
Tengkorak ini adalah cerita rakyat Jerman!
Ini nenek moyang kita!
Inti dari kebangsaan Jerman terletak pada tulang-tulang ini!
Ada sepuluh ribu anggota seribu tahun.
Reich sekarang tinggal di benua berpenduduk
berkat orang Jerman kuno selama dua puluh ribu tahun!
Tuan-tuan sekalian,
Reich Ketiga tidak mati.
Ini baru saja dimulai.
Kita tak punya tentara.
Kita tak butuh tentara.
Kita punya Albert Vogel.
Tapi tidak!
Ada yang tahu kau disini.
Siapa?
Mossad.
Mata-mata Yahudi?
Berapa banyak?
Satu orang.
Mata-mata itu tahu dimana kita,
siapa kita, dan bagaimana menemukan kita.
Dan mereka bahkan membawa orang Amerika.
Pasti pakai ilmu hitam.
Banyak kemungkinan.
Di dekat tengkorak kami menemukan pecahan tembikar
yang mungkin sengaja dihancurkan secara ritual untuk memanggil roh
itu ulah mata-mata,
atau beberapa setan.
Martin!
Kau kepala keamanan, bukan SS.
Atau bagian operasiku!
Heinrich.
Ada orangmu yang membocorkan.
Adakah di antara kalian yang baru-baru ini berhubungan dengan orang?
Aku pernah.
Apa?
Kenapa?
Aku di pegunungan
selama setahun menggali mayat orang Indian.
Aku butuh hubungan manusia.
Hubungan manusia?
orang-orang?
Bukan hanya orang-orang.
Ada perbekalan dan logistik.
Pada siapa kau ceritakan tentang Condor's Nest?
Kuhitung sampai tiga.
Aku tak beri tahu siapa pun.
Dua
Heinrich!
Aku tak bodoh.
Tidak.
Tiga.
Kucerita pada pilot!
Kuberi tahu pada pilot sekali tanpa berpikir.
Aku minum beberapa gelas anggur di pesawat.
Cuma satu orang.
Aku tak bodoh memberitahu setiap orang di Paraguay
kalau aku sedang menggali tengkorak untuk Nazi Hitler yang kabur
di Condor's Nest!
Obersturmbanfuhrer.
Cari Yahudi itu.
Apa yang akan kita lakukan?
Seorang yahudi dan seorang amerika melawan seratus penjaga di Condor's Nest?
Aku akan ambil kesempatanku.
Apa yang terjadi ketika mereka memberi tahu
sisa dunia kita di sini?
Entah bagaimana mereka mengirimkan ini ke Israel,
dan entah bagaimana Israel mempercayai mereka,
butuh waktu bertahun-tahun untuk mengatur segala jenis serangan.
Dan saat itu kita akan punya bom.
Orang Amerika sangat mengkhawatirkan Soviet,
mereka tak akan berpikir dua kali
ketika salah satu bom Albert Vogel's
melintasi perbatasan ke Texas dan meledak.
Kedua negara
akan saling berpaling
ke dalam kawah
Dan Jerman yang suci bangkit dari abu.
Kolonel Bach!
Penjaga lintasan sudah mati.
Ada yang menembak mereka.
Mereka ditemukan oleh penjaga pengganti.
Bunyikan sirene!
Bawa Heinrich ke rumah aman!
Astaga!
Klaus! Uwe!
Bawa dia keluar, cepat!
Cepat!
Tutup pintunya.
Menjauh dari pintuku.
Dimana kau...
Kau orang Yahudi atau Amerika?
Orang Yahudi itu bersama Himmler. Buang senjatanmu.
Siapa kau?
William Spalding.
Kenapa kau di sini?
Untuk mencari Kolonel Martin Bach
dari Pasukan keamanan Jerman,
lebih dikenal dengan SS.
Kau mau apa denganku?
Kau ingat di mana kau berada pada tanggal 30 Agustus 1944?
Tidak, sama sekali tidak.
Ingat Prancis Timur?
Sepertinya itu benar.
Ingat Bouvier?
Ingat peternakan dengan pembom B-17 yang jatuh dan sebuah tank?
Itu perang yang panjang.
Tapi kau ingat,
Iya, kan?
Itu sudah lama sekali.
Kau membunuh enam orang dengan sadis. Kau ingat itu.
Kau ada di sana?
Kau salah satu penerbang?
Berhenti!
Turunkan senjatamu atau kutembak!
Turunkan senjatamu.
William Spalding, pergilah.
Ada tiga penjaga di ruangan ini
dan seratus lainnya berkeliaran di luar benteng di sini.
Jika kau menembak, mereka akan mendengarmu,
dan kau akan mati seketika.
Pergi sekarang,
dan kau akan hidup.
Identifikasikan dirimu!
Identifikasikan dirimu atau kami tembak!
Keluar dan Identifikasi dirimu!
Atau kami tembak!
Jangan tembak!
Aku keluar!
Aku menahan Heinrich Himmler
dan akan kutembak kepalanya!
Ikuti perkataannya!
Aku tak mau pergi.
Lalu kenapa kau tak menembakku?
Aku mau pengakuan.
Pengakuan?
Baiklah. Aku akan mengaku.
Selama perang, pesawat terbang yang akan membom negaraku
jatuh di hadapanku.
Dengan musuh maju ke arahku,
dan tak ada cara untuk membawa tawanan,
Aku dihadapkan dengan dua pilihan.
Satu, aku bisa biarkan orang-orang itu pergi
sehingga mereka bisa masuk ke pesawat lain
dan terus membom negaraku.
Atau dua,
Aku bisa membunuh mereka untuk hentikan mereka lakukan itu.
Aku memilih untuk membunuh mereka untuk menyelamatkan
nyawa orang-orangku dan Jerman tercinta.
Sejujurnya, kau tak beda dariku.
Kau, di pesawatmu,
menjatuhkan bom pada pria dan wanita
sementara mereka tidur di tempat tidurnya.
- Jangan... - Tapi kau
melakukannya, karena jika tidak,
pria dan wanita yang sama itu akan bangun, memakai sepatu bot mereka,
dan membuat lebih banyak pesawat terbang
untuk menjatuhkan bom saat kau lagi tidur.
Kulihat semua yang kau lakukan.
Seharusnya tak kubiarkan kau hidup.
Membiarkanku hidup?
Mungkin, selama ini, kaulah
yang harus datang ke sini untuk mengaku padaku.
Kau akan mati untuk perbuatanmu.
Kau tak punya apa-apa untuk diakui.
Kau mengikuti setiap naluri
yang aku dan orang lain miliki dalam perang itu.
Dan sekarang, kau telah melintasi benua,
untuk sebuah pengakuan dan lihat di mana kau berada.
Kau punya tanggung jawab untuk menangkap Heinrich Himmler.
Kau bukan pengecut. Kau pahlawan.
Dorong mobilmu ke pinggir jalan.
Biarkan mobil di tempatnya.
Tidak, dengarkan dia! Turuti semua ucapannya!
Jika kau bunuh Himmler,
Kau kan mati.
Minggir!
Tahan posisi kalian!
Mundurlah!
Lepaskan dia,
atau kau akan mati!
Dengarkan orang Yahudi ini atau aku akan menembakmu!
Lepaskan dia,
atau kau akan mati!
Albert Vogel!
Aku akan membuatmu hancur
dan diumpankan ke anjing jika tak mendengarkan
Yahudi ini dan minggir
ke sisi jalan!
Persetan semua sampah fasis.
Ayo pergi ke Condor's Nest!
Yang harus kau lakukan
keluar dari pintu itu dan menghilang.
Seluruh dunia akan tahu tentang keberanianmu.
Koran Amerika akan memberitakan namamu.
"William Spalding, pahlawan Amerika,
"yang menangkap Heinrich Himmler."
Kau lihat,
pengakuan hanya untuk orang mati.
Kau terlahir kembali hari ini,
sebagai pahlawan.
Jika aku pahlawan,
kita berdua akan mati.
Kita berdua bisa hidup.
Pergi.
Pergilah.
Kita tak pantas untuk hidup.
Albert,
keluar dari mobil.
Berdiri di tempat yang bisa kulihat.
Tahan tembakan kalian!
Jangan menembak!
Sepertinya kau mendapatkan orang Jermanmu.
Jika kau menembakku,
Kau tak akan meninggalkan tempat ini hidup-hidup.
Aku tahu,
Kurasa kau benar saat itu.
Soal apa?
Seorang pria yang ingin balas dendam menggali dua kuburan.
Angkat tanganmu!
Angkat tanganmu sekarang atau kami akan menembak!
Keluarkan pistolmu dari saku.
Buang di tanah.
William,
gadis itu sudah mati.
Kau tak punya dukungan lagi.
Jadi, tolong,
keluarkan senjatamu dari jaket,
Buang di tanah.
Pelan-pelan!
DIMANA AJA BISA TARUHAN ONLINE AYO KUNJUNGI LXWHITELABEL.COM
MAIN DI LXWHITELABEL.COM PASTI PUAS & KETAGIHAN
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.