Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
♪Angin musim semi menggerakkan air♪
♪Bibit dedalu beterbangan di kota♪
♪Kau telah menggoyahkan hatiku♪
♪Semuanya menjadi hiasan♪
♪Burung layang-layang terbang di bawah atap saat hujan♪
♪Ada masalah yang menggugah hatiku♪
♪Minum bersamamu saat malam tiba♪
♪Saling menemani selama sisa hidupku♪
♪Gunung dan sungai menjadi saksi kesetiaanku♪
♪Angin dan hujan pertanda keromantisanmu♪
♪Seperti bintang dan bulan, semoga kau bahagia♪
♪Jangan mengkhawatirkannya, aku ada di sisimu♪
♪Aku merindukanmu dan bermimpi tentangmu♪
♪Terus menunggu dan berharap♪
♪Sekali mencintai, sulit kulepaskan lagi♪
♪Hidupku tidak sia-sia jika ada dirimu♪
=Suami Pilihan=
=Episode 25=
Kau, kemari.
Belakang.
Selanjutnya.
Kau, kemari.
Pergi.
Selanjutnya.
(Penangkapan) Kalian semua periksa dengan cermat.
Song Xiyuan sangat licik.
Dia mungkin keluar dengan menyamar.
Kalian jangan mengecewakan adipati.
Baik.
Bagaimana?
Nona, seperti yang Anda perkirakan.
Ada banyak pengawal.
Sepertinya hanya bisa menggunakan cara ini.
Dapat durian runtuh.
Pungut koin di pagi hari.
Sedang apa ini?
Berhenti!
Berhenti!
Kau...
- Jangan lari! - Kejar!
Kejar!
Kejar! Di sana.
- Jangan lari! - Berhenti!
Berhenti!
Berhenti!
Cepat!
Berhenti!
Berhenti!
Tie Niu.
Kau tunggu saja.
Kejar!
- Baik. - Ayo.
Berhenti!
Jangan lari!
Tie Niu, larilah.
Maaf, Nona Shen.
Adipati sedang menunggumu dan pangeran di kediaman.
Silakan Anda ke sana.
Kau...
Miao, kita sudah tiba.
(Kuil Baima) Setelah Hua Shan membuat keributan,
Pei Yanzhen pasti mengira bahwa kau sudah keluar dari kota.
Tidak kusangka sifatku sebenarnya tenang.
Sungguh tempat yang bagus.
(Kebajikan) Pei Yanzhen tidak percaya dewa dan hantu.
Dia tidak bisa melihat dengan jelas tempat di sekitarnya.
Meski dia pintar, dia juga tidak akan menemukan tempat ini.
Tuan Song sudah datang?
Kepala biara telah berpesan.
- Mari, berikan barang bawaan padaku. - Kamar di belakang gunung sudah disiapkan.
Silakan para tamu menuju ke tempat.
Terima kasih, Tuan biksu.
Miao, di dalam masih ada yang lebih bagus.
Ayo kita pergi.
Xiao.
Ini tempatnya.
Cantik sekali.
Seperti surga di dunia.
Kepala biara berkata, ada banyak biksu di kuil,
tidak nyaman bagi tamu wanita, jadi, khusus mencari tempat ini.
Ada kupu-kupu.
Xiao sangat menyukai tempat ini?
Di sini bisa mendengar lonceng pagi dan gendang malam.
Juga bisa melihat gunung, bunga, matahari terbenam,
serta jalan-jalan di pegunungan, bermain dengan hewan kecil dan burung hutan.
Ibu juga berada di sisiku.
Aku sangat menyukainya.
Baguslah kalau begitu.
Kalau begitu, Xiao pergi bermain saja.
Pergilah.
Tuan Muda Ketiga sangat perhatian.
Hanya saja, berdasarkan pengaturan Tuan Muda Ketiga,
aku harus tinggal di sini berapa lama?
Kapan aku bisa pergi ke Yanlan?
Pei Yanzhen adalah adipati bupati.
Dia tidak akan tinggal di Weiyang selamanya.
Setelah dia pergi,
Miao bisa berangkat sendiri ke Yanlan.
Kalau bisa membawaku, itu akan lebih baik.
Lihat ikan kecil.
Apakah cantik?
Lihat jembatan di atas sana.
Semuanya, harus serius.
Hari ini, adipati bupati sudah menyewa satu tempat ini.
Kalau ada yang tidak menurut, akan dibunuh.
Tuan, tadi penjaga toko datang melaporkan
bahwa Tuan Pei membawa orang pergi ke Gedung Guchun.
Tuan, cepat kembali dan lihatlah.
Adipati.
Lanjut mainkan.
Orang kalian sudah memberitahukan Song Xiyuan, 'kan?
Mainkan sampai dia pulang.
Adipati, lagu ini sudah kumainkan sepanjang sore.
Aku merasa Gedung Guchun adalah tempat bagi orang bersantai.
Tugas nona adalah memainkan kecapi.
Apakah aku salah paham?
Adipati bisa berkata secara langsung.
Hanya saja, kalau Anda ingin menanyakan keberadaan Nona Shen,
Hua Shan tidak bisa mengatakannya.
Bukan tidak tahu, tapi tidak bisa mengatakannya.
Nona berada di sisi Tuan Muda Ketiga setiap hari.
Seharusnya kau tahu hubunganku dengan Miao.
Kalau dia selamanya berada di sisi Song Xiyuan,
maka selamanya tidak ada posisi untukmu.
Adipati salah paham.
Anda...
Hua Shan!
Tuan?
Pei Yanzhen,
Miao tidak berada di Gedung Guchun.
Tidak peduli kau ingin berada di sini selama satu hari atau satu bulan,
tapi aku ingin memperingatkanmu.
Dunia sangat besar, kau tidak bisa menguasai semuanya.
Hati Miao juga begitu.
Hua Shan, antarkan dia pergi.
Adipati.
Hari ini sudah merepotkan Nona.
(Gedung Guchun)
Adipati, besok kita perlu datang lagi?
Tidak perlu.
Aku sudah tahu keberadaan Miao.
Sejak kita menyegel Gedung Guchun,
Hua Shan menyuruh orang untuk pergi mengabari Song Xiyuan.
Lagu yang dimainkan oleh Hua Shan, satu kali adalah 15 menit.
Sejak orang yang mengabari keluar, sampai Song Xiyuan kembali,
total dimainkan 13 kali.
Lama waktu ini adalah perjalanan bolak-balik dari Gedung Guchun
ke tempat persembunyian Miao.
Ternyata begitu.
Adipati benar-benar pintar.
Meski Song berpikir sampai botak,
dia juga tidak bisa memikirkan ide sebagus ini.
Adipati, aku akan membawa orang pergi mencari di sekitar
sesuai dengan waktu ini.
Aku pasti akan membawa permaisuri kembali untukmu.
Tunggu.
Setelah menemukan Miao, jangan bertindak gegabah.
Sekarang Miao seperti pasir dalam genggaman.
Jika dipegang semakin erat, semakin tidak bisa dipertahankan.
Aku harus mencari kesempatan agar dia mengetahui ketulusanku.
Aku paham.
Ibu, apakah cantik?
Cantik, sangat cantik.
Aroma bunga ini sama persis dengan aroma tubuh Ibu.
Anak yang cerdas.
Ibu, apakah bisa menangkap ikan dengan cara seperti ini?
Bisa.
Kau lihat saja.
(Kuil Baima)
Adipati, ada banyak lokasi yang cocok dengan perkiraanmu.
Anda tidak mungkin mencari ke setiap tempat.
Adipati,
Anda tidak bisa melihat.
Bagaimana kalau aku dan Pengawal Zhan pergi mencari tahu di kuil dulu?
Boleh juga.
Kalian berdua harus berhati-hati.
Jangan mengganggu Miao dan anaknya.
Baik.
Nona, aku ingin bertanya.
Apakah kalian melihat wanita setinggi ini, dan membawa anak setinggi ini?
- Tidak. - Tidak.
Tidak?
Coba pikirkan lagi.
- Tuan biksu, tunggu. - Kami tidak melihatnya.
Tidak apa-apa.
Bolehkah aku bertanya?
Apakah di dalam kuil ada tinggal wanita yang membawa anak?
Untuk apa Anda menanyakan hal ini?
Amitabha.
Tuan biksu.
Otak saudaraku ini agak kaku.
Peramal bilang hari ini bintang jodohnya sangat terang.
Dia harus mencari istri di Kuil Baima.
Tidak boleh mencari gadis biasa.
Harus yang pernah menikah.
Jadi, dia terburu-buru.
- Ternyata begitu. - Nanti kita mau pergi ke mana?
Pergi ke sana saja.
- Amitabha. - Baik.
Tuan biksu.
Aku ingin bertanya, di kuil kita,
di mana tempat beristirahat bagi para penyembah?
Kami sudah lelah.
Ingin meminta sedikit air minum.
Sebelah sini.
Amitabha.
Saudara, meski seni bela dirimu hebat,
tapi kau harus belajar teknik negosiasi dariku.
Ya, 'kan?
Ibu sangat hebat.
Ibu tahu Xiao tidak suka makan ikan.
Nanti ibu tangkap ayam untukmu.
Bagaimana?
Tidak perlu.
Aku sudah suka makan ikan.
Dua tahun selama Ibu tidak ada, kediaman paman kakek kecil
selalu memasak makanan kesukaan Ibu setiap hari.
Aku sudah terbiasa memakannya.
Ibu, kenapa?
Apakah kelelahan?
Bagaimana kalau aku menggendongmu?
Kau masih kecil.
Setelah dewasa, kau akan menggendong istrimu.
Pada saat itu, kau akan melupakan ibu.
Aku tidak mau.
Aku hanya mau Ibu.
Ayo.
Mari.
Hati-hati.
Paman Kakek Kecil.
Cepat kita pergi.
Ayo.
Ibu.
Sstt!
Miao, apakah itu kau?
Berhenti!
Miao, apakah kau sangat takut padaku?
Tadi apakah kau terjatuh?
Bagian mana yang terluka?
Apakah parah?
Sudah dua tahun berlalu, apakah kau tidak mau mendengar penjelasanku?
(Miao, begitu inginnya kau meninggalkanku?)
Apakah kau menemukannya?
Tidak.
Aku sudah mencari di sisi timur.
Tidak menemukan apa pun.
Apakah mungkin tidak ada di sini?
Mana mungkin?
Tidak ada tempat lain lagi.
Coba kita cari lagi.
Baik.
Kau coba tanya kepada biksu kecil.
Baik, aku pergi ke sana.
Tuan biksu, tuan muda sudah selesai membacanya.
Nona menyuruhku untuk mengembalikannya.
Cepat sekali tuan muda membaca buku.
Tentu saja.
Guru yang pernah mengajari Xiao, memujinya sangat pintar.
Oh ya, kata nona beberapa hari lagi Kak Tie Niu akan datang ke kuil.
Mohon berikan ini kepadanya.
Baik.
Kau...
Tuan Zhao, kenapa kau datang kemari?
Ternyata kalian ada di sini.
Dasar gadis tengik, tidak belajar yang baik.
Kuil adalah tempat yang suci, mana boleh sembarangan?
Aku sita.
Itu bukan milikmu.
Kau sangat keterlaluan.
Sekarang ada padaku, tentu saja menjadi milikku.
Tuan, tindakanmu seperti ini sangat tidak bermoral.
Aku...
Benar.
Hati-hati kau ditakdirkan kesepian seumur hidup.
Aku...
Kau punya selera buruk seperti ini, itu termasuk hukuman dewa terhadapmu.
Kuberitahukan padamu.
Hari ini kalian saling menukar barang.
Bagaimana dengan besok?
Bukankah akan menetapkan pernikahan?
Meski seumur hidup ini aku akan kesepian, aku juga ingin menegakkan keadilan,
memisahkan kalian.
Aku akan memisahkanmu dengan Tie Niu bodoh itu.
Kau...
Lu Ying!
Tuan.
Amitabha.
Lu Ying!
Lu Ying!
Xiao, kita harus segera pergi dari sini.
Namun, Ibu, sekarang kita bisa pergi ke mana lagi?
Kita bisa pergi ke mana saja.
Pokoknya ibu tidak akan membiarkan orang lain membawamu pergi.
Paham?
Xiao, kau tunggu di dalam kamar dulu.
Aku akan pergi mencari Lu Ying.
Tunggu aku di sini.
Lu Ying!
Lu Ying!
Nona.
Nona.
Di dalam kuil, mohon jangan membuat keributan.
Maaf.
Tuan, dupa sudah habis, jangan sampai tanganmu terbakar.
Tuan biksu.
Aku belum pernah memohon pada Buddha.
Dupa ini harus diletakkan di mana?
Tidak kusangka di dunia ini ada orang yang tidak menyembah Buddha.
Dulu aku tidak percaya, karena hal yang diinginkan
hanya bisa mengandalkan diri sendiri.
Sekarang aku percaya, karena hal yang kuinginkan hanya bisa mengandalkan Tuhan.
Apakah Tuan membuat banyak permintaan,
sehingga dupa sudah habis, tapi masih belum selesai dibicarakan?
Guruku bilang membuat permintaan tidak harus banyak, tapi harus tulus.
Terlalu banyak akan terkesan serakah.
Belum tentu terwujud.
Tidak banyak.
Aku hanya membuat satu permintaan.
Hanya saja, aku mengatakannya berulang kali.
Tanpa kusadari, dupa sudah terbakar habis.
Terima kasih, Tuan biksu.
Segalanya di dunia ini hanyalah ilusi.
Obsesi terlalu dalam tidak lain adalah memenjarakan diri
sehingga tidak bisa bebas.
Melelahkan orang lain dan diri sendiri.
Itu belum tentu baik.
Tidak bisa diselesaikan, tidak bisa dipahami,
tidak bisa dilepaskan, tidak bisa ditinggalkan, tidak dimengerti, tidak tega.
Semua penderitaan muncul dari ini.
Hidup bagaikan mati.
Berulang kali bagaikan jatuh ke neraka.
Tidak bisa bebas.
Perkataan Tuan biksu benar.
Namun, di dunia fana ini, kalau bisa mengetahui apa
yang tidak bisa diselesaikan, tidak bisa dipahami,
tidak bisa dilepaskan, tidak bisa ditinggalkan, tidak dimengerti, tidak tega,
bukankah itu adalah kebahagiaan sejati?
Aku bodoh, mataku terbutakan, aku mengelabui diriku sendiri.
Membuat yang tidak bisa diselesaikan, tidak bisa dipahami,
tidak bisa dilepaskan, tidak bisa ditinggalkan, tidak dimengerti, tidak tega,
menjadi selesai, paham, tega, melepas, mengerti, meninggalkan.
Waktu sudah terlambat, kerinduan membuat orang menjadi tua.
Terlebih lagi, aku memang lahir di neraka,
lantas, dari mana istilah jatuh ke neraka?
Kalau begitu,
Tuan datang memohon untuk mendapatkan kembali yang telah kau hilangkan?
Awalnya memang begitu, hanya saja begitu bertemu hari ini,
dia lebih memilih untuk terluka, dan tetap tidak ingin bertemu denganku.
Aku seharusnya melepaskannya.
Sekarang aku tidak ada permintaan lain.
Hanya berharap dia bisa aman, bahagia, itu saja.
Amitabha.
Nona Xu!
Nona Xu!
Tadi Nona Lu Ying...
Nona Xu.
Miao.
Miao!
Miao!
Nona Xu!
Miao!
Miao!
Nona Xu!
Miao!
Miao!
Miao!
Miao!
Miao!
Miao!
Miao!
Miao!
Miao!
Miao!
Miao!
Tuan Zhao.
Masalahku dengan Tie Niu tidak berhubungan denganmu.
Kau jangan mendekat.
Nona Lu Ying, perkataanmu benar-benar menghancurkan hatiku.
Bagaimana kalau begini saja?
Sebagai kompensasi, beri tahukan keberadaan permaisuri, bagaimana?
Aku tidak akan mengkhianati nona.
Kau dan Pei Yanzhen bukan orang baik.
Jadi, Tie Niu itu orang baik?
Katakan.
Kalian berdua sudah sampai tahap mana?
Ini...
Lu Ying.
Kau baik sekali.
Terima kasih.
Miao!
Miao!
Miao!
Miao!
Pei Yanzhen!
Miao!
Kau jangan mengejarku lagi.
Miao, dengarkan aku.
♪Kalau bisa diulang kembali♪
Pei Yanzhen!
Pei Yanzhen!
Pei Yanzhen!
Pei Yanzhen!
Pei Yanzhen!
Pei Yanzhen, apakah kau gila?
Pei Yanzhen, kenapa kau memaksakan dirimu?
Sudah kubilang jangan mengejarku.
Aku harus bagaimana kalau kau mati?
Miao.
Kau tetap tidak tega meninggalkanku.
Ya, 'kan?
Pei Yanzhen!
Pei Yanzhen, bangunlah.
Pei Yanzhen!
Bangunlah.
Kau jangan berpikir bahwa aku akan memaafkanmu.
Pei Yanzhen, bangunlah.
Pei Yanzhen!
♪Bagaimana cara meneruskannya♪
Paman Zhan.
Xiao.
Akhirnya aku menemukanmu.
Kenapa hanya kau sendirian?
Di mana ibumu?
Ibu pergi mencari Lu Ying.
Sampai sekarang belum kembali.
Paman Zhan, bisakah suruh paman kakek kecil lepaskan ibu?
♪Semoga kita bisa bertemu di kehidupan selanjutnya♪
♪Jangan menanyakan kelayakan cintaku♪
♪Cinta sungguh tidak berdaya♪
Pei Yanzhen!
Pei Yanzhen, bangunlah.
Pei Yanzhen!
Pei Yanzhen!
Kau jangan tidur.
Pei Yanzhen!
Pei Yanzhen!
Pei Yanzhen!
Pei Yanzhen!
Pei Yanzhen!
Pei Yanzhen, bangunlah.
Pei Yanzhen!
Pei Yanzhen, kau jangan mati!
Pei Yanzhen!
Zhan Yue.
Dia terluka.
Cepat papah dia.
Cepat cari tabib.
Nona Shen.
Karena dia sudah seperti ini, tolong jangan pergi tanpa pamitan lagi.
Bangunlah.
Ayo.
♪Bersedia menunggu dengan teguh demimu♪
♪Semoga kita bisa bertemu di kehidupan selanjutnya♪
Beberapa saat ini, sudah merepotkanmu.
Semua ini untukmu.
Tuan ingin pergi?
Ada perintah mendesak dari kaisar.
Aku berangkat besok.
Tuan, bawalah aku bersamamu.
Aku ingin berada di sisimu.
Apa gunanya membawamu?
Situasi di ibu kota tidak menentu.
Aku setidaknya bisa menjaga keseharianmu.
Selain itu...
Tuan!
Tuan, terjadi sesuatu di Kuil Baima.
Apa?
(Kuil Baima)
Zhan Yue, cepat lepaskan pakaiannya yang basah.
Kalau tidak, dia bisa sakit.
Cepat.
Xiao, kau ikut ibu pergi siapkan air panas.
Bisakah?
Ayo.
Biarkan aku saja.
Kau jaga Pei Yanzhen.
Aku ingin melindungi ibu.
Xiao bodoh, dia adalah orang di dunia ini yang paling tidak mungkin
menyakiti ibumu.
Ayo.
Aku ingin melindungi ibu.
Aku ingin melindungi ibu.
Kenapa panas sekali?
Apakah akan terjadi sesuatu?
Zhan Yue!
Zhan Yue!
Zhan...
Kau sudah bangun?
Bagus sekali.
Sekarang kau agak demam.
Aku akan mencari seorang biksu yang paham tentang medis.
Kau kenapa?
Aku hanya tidak ingin melihatmu mati di hadapanku.
Pei Yanzhen,
kau minta dipukul?
Kau masih sedang sakit.
Lepaskan aku.
Biarkanlah sakit.
Miao, kau adalah obatku.
Pei Yanzhen, lepaskan tanganmu.
Miao, kenapa kau membohongi dirimu sendiri?
Kenapa kau tidak bertanya pada dirimu sendiri kenapa kau menyelamatkanku?
Kenapa menyelamatkanmu?
Karena sekarang kau buta.
Meskipun di antara kita ada banyak dendam,
tapi aku tidak bisa mengabaikan moral dunia persilatan.
Benarkah?
Tentu saja.
Atau...
Atau kau pikir aku masih mencintaimu?
Kupikir kau masih mencintaiku.
♪Katanya takdir bagaikan benang♪
♪Membuat orang iri dan kagum♪
♪Bagian cinta dalam buku cerita♪
Adipati terlalu percaya diri.
Meskipun kau berkuasa,
tapi kau tidak bisa seenaknya mengendalikan hati orang lain.
♪Bagaimana perasaan bisa bersatu♪
♪Siapa yang mengirim kerinduan saat bertemu♪
Miao, apakah kau ingin meninggalkanku?
Sudah dua tahun, total 730 hari, aku terbiasa sendirian, terbiasa menderita,
terbiasa rindu, tapi aku tidak terbiasa tidak bisa melihatmu.
♪Bunga mekar dan layu♪
♪Cahaya lilin meredup♪
Pei Yanzhen, apa gunanya kau mengatakan ini sekarang?
Sekarang kau memiliki semuanya.
Namun, aku?
Aku tidak punya apa-apa sekarang.
Tidak memiliki apa pun.
Apa yang kau inginkan?
Aku akan memberimu semuanya.
Adipati, bagaimana kau melakukannya?
Selalu berbicara dengan begitu lembut, dan penuh dengan cinta.
Seolah-olah di langit, bumi, dan di matamu hanya ada aku.
Bukan seolah-olah, tapi ini memang yang sebenarnya.
♪Ayunan mengayunkan kerinduan♪
(Kuil Baima)
Ke mana perginya semua orang?
Lu Ying!
- Tie Niu! - Lu Ying!
Tie Niu.
- Akhirnya kau dan Tuan Song datang. - Lu Ying.
Pergi ke belakang.
Tie Niu.
Aku...
Aku...
Aku...
Jangan!
Pei Yanzhen menyembunyikan Miao di mana?
Tuan Song, malam ini bulan bersinar terang,
bukankah saatnya Gedung Guchun penuh dengan pelanggan?
Kau tidak berjaga di Gedung Guchun, untuk apa kau datang ke kuil ini?
Kau ingin mengatakannya atau tidak?
Dulu aku sangat bodoh, menganggap semuanya serius.
Kalau perkataan ini kau katakan sebelumnya, aku bersedia mati dengan sukarela.
Namun, sekarang sudah berbeda.
Karena kau sudah tidak bisa melihat, kita tidak tahu, tidak kenal, tidak paham,
tidak saling bertemu.
Namun, kenapa sekarang kau masih memaksaku seperti ini?
Apa yang ingin kau dapatkan dariku?
Xiao?
Apakah kau ingin merebut satu-satunya harapanku?
Kau masih menyimpannya.
Miao, aku tidak menginginkan apa pun.
Aku hanya ingin bersamamu.
Aku tidak akan merebut anak kita,
juga tidak mau harta kekayaan Keluarga Shen dan Lu.
Tanpa kau, aku terasa hampa.
Meski memiliki banyak harta kekayaan, aku juga hanyalah orang yang miskin.
Dulu aku melakukan banyak hal bodoh.
Melakukan banyak hal yang salah.
Menyakiti hatimu.
Namun, Miao, bisakah dengarkan aku?
Apa lagi yang ingin kau katakan?
Aku tanya padamu, waktu itu kau ingin menikahiku,
apakah sejak awal, itu adalah taktik?
Benar.
Aku bersalah padamu dalam hal ini.
Lupakan saja.
Waktu itu, aku juga memiliki niat tertentu.
Kau tidak perlu merasa bersalah.
Hanya saja, apakah kau yang membuat sup pencegah kehamilan?
Kalau kau tidak mencintaiku, kenapa kau membiarkanku melahirkan Xiao?
Kalau kau tidak mau mengakui Xiao, kenapa kau terus mengganggu?
Sup pencegah kehamilan dibuat olehku.
Namun, waktu itu Xiao lahir prematur, itu bukan kecelakaan.
Ibu Suri bertaktik, racun telah masuk ke dalam tubuh.
Tuan Besar Shen menyampaikan perkataan tabib,
bilang beberapa tahun ini, kau tidak boleh hamil lagi.
Kalau tidak, akan membahayakan nyawa.
Ayahku?
Benar.
Waktu itu di Lingzhou, kau tanya padaku,
Song Xiyuan berkunjung, apakah itu taktikku.
Miao, aku mencintaimu.
Mana mungkin aku tega membiarkanmu menikah dengan orang lain?
Awalnya aku mendekati Keluarga Shen, memang punya tujuan.
Namun, setelah hidup bersamamu, hatiku tergoyah.
Aku sangat bodoh.
Cintaku sangat mendalam, tapi aku tidak mengetahuinya.
Ikan itu sangat besar.
(Berbudi Luhur)
Kemudian di Kediaman Song ada mata-mata yang kuatur.
Sejak awal aku tahu kalian berdua tidak tidur bersama.
Aku menyusun rencana untuk memisahkan kalian berdua, dan menikahimu kembali.
Tidak kusangka kau malah dikabarkan hamil.
Waktu itu identitasku telah dicurigai oleh ibu suri.
Aku takut tabib mengatakan bahwa kau sudah hamil empat bulan,
sehingga kau dicelakai oleh ibu suri.
Aku juga takut tabib bilang kau sudah hamil dua bulan.
Sehingga Xiao mengakui orang lain sebagai ayah, dan kami berpisah selamanya.
Jadi, aku mendapat ide.
Aku menyuruh tabib untuk berbohong bahwa kau sudah hamil tiga bulan.
Untuk mengganggu Keluarga Pei dan Song memperebutkan anak.
Sekaligus berharap bisa melindungi nyawamu dan Xiao.
Setelah itu, baru biarkan Xiao kembali ke sisiku.
Namun, tidak kusangka ibu suri langsung menaruh racun di dalam sup ikan.
Ingin membunuhmu dan Xiao.
Lewat kejadian itu, Song Xiyuan baru mengetahui niat jahat ibu suri.
Kami bekerja sama demi kau dan Xiao.
Miao, dengan begini, apakah kau sudah percaya padaku?
Yang kau katakan terlalu rumit.
Aku tidak paham.
Pei Yanzhen, aku hanya ingin bertanya padamu.
Sita atau bunuh, apakah kau yang mengatakan itu?
Yanzhen, aku hanya ingin kau memberitahuku kebenaran.
Hari ini, apa pun yang kau katakan, aku percaya semuanya.
Hanya saja, jangan membohongiku lagi.
Ya, aku yang mengatakannya.
Namun, Miao, aku dan Song Xiyuan memang...
Setelah pertempuran gagal, ada 161 toko cabang Keluarga Shen,
dan 18 jalur transportasi sungai,
penjualan sutra di enam provinsi, semua itu diberikan kepada ke Song Xiyuan,
dan juga kau?
Ya.
Sebelum kau memberiku lencana giok,
kau tahu kegunaannya adalah membebaskan dari kematian.
Kau sengaja menolak pernikahan, menempatkan dirimu dalam bahaya,
kemudian menyuruh ibu angkatmu untuk memintaku menolongmu.
Tujuanmu adalah mendapatkan kepercayaan Keluarga Shen,
dan membuat keluarga kerajaan melepaskan kewaspadaan.
Benar atau tidak?
Miao, dengarkan penjelasanku.
Kau memilih Keluarga Song yang kekayaannya kalah dari Keluarga Shen,
karena Keluarga Song adalah orang keluarga kerajaan.
Kau bisa menjadikannya sebagai mata-mata.
Dengan begitu, bahkan sepuluh Keluarga Shen, juga tidak bisa menggodamu, benar?
Jadi, sejak awal, Keluarga Shen adalah manfaat kerja sama kalian.
Namun, karena kemunculanku, semua rencana kalian menjadi kacau.
Benar?
Miao, kenapa kau berpikir begitu?
Perkataanmu tadi, ada sebagian yang benar, tapi terhadapmu...
Semua kejadian ada petunjuk yang saling berhubungan.
Pei Yanzhen, selama ini kau menyusun taktik melibatkan banyak keuntungan
secara berantai.
Orang yang kau cintai, yang kau benci, orang yang mencintaimu dan membencimu,
setiap orang adalah wayang kulit yang kau ukir dengan cermat.
Semuanya bertindak sesuai naskahmu.
Mereka semua dikendalikan untuk tampil di atas panggung.
Setiap pertunjukanmu tidak ada celah, dan sangat sempurna.
Kau menjebakku seperti itu,
lantas, atas dasar apa kau memintaku berada di sisimu?
♪Banyak cinta tergila-gila di dunia ini♪
♪Cinta tulus sulit didapatkan♪
♪Kalau bisa diulang kembali♪
♪Aku ingin menyertaimu selamanya♪
♪Jangan menanyakan kelayakan cintaku♪
♪Cinta sungguh tidak berdaya♪
♪Begitu jatuh hati, cinta tidak terlupakan♪
♪Hidup dan mati menjadi sangat dekat♪
♪Setiap musim silih berganti♪
♪Orang yang kutunggu tidak mengetahuinya♪
♪Kisah kita yang belum berakhir♪
♪Bagaimana cara meneruskannya♪
♪Waktu berjalan dengan cepat♪
♪Ingin melindungimu seumur hidup♪
♪Menjanjikan kebahagiaan untukmu♪
♪Bersedia menunggu dengan teguh demimu♪
♪Semoga kita bisa bertemu di kehidupan selanjutnya♪
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.