Afrikaans
Akan
Albanian
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
♪Aku baru saja keluar dari hutan♪
♪Kepalaku masih kurang sadar♪
♪Peri ginseng♪
♪Aku memiliki keterampilan♪
♪Memasuki dunia persilatan sendirian♪
♪Percaya pada takdir♪
♪Terus mencari tanpa kejelasan♪
♪Ketika datang kembali♪
♪Aku menantikan cinta♪
♪Siapa pasangan takdirku♪
♪Lihatlah, ternyata jodoh senantiasa menungguku♪
♪Percaya cinta pernah ada♪
♪Lihatlah diriku♪
♪Terbuka dan bebas♪
♪Tidak pernah meragukan cinta♪
♪Meskipun aku♪
♪Membuat masalah di mana-mana♪
♪Datang ke dunia fana demi mencari cinta♪
♪Bagaimana mencari takdir♪
♪Apa yang benar atau salah, aku yang berbangga diri♪
♪Tidak perlu khawatir berlebihan♪
♪Hanya tahu♪
♪Tidak peduli pergi ke mana♪
♪Kau akan selalu menemaniku♪
[Pahlawan Dunia Persilatan]
[Episode 6]
Kalau tahu akan seperti ini,
aku tidak akan pergi sendirian.
Meski mati,
aku juga ingin mati bersamanya.
Kalau kau tidak percaya bahwa dia sudah mati,
lantas kenapa kau dengan mudah
mengatakan kata mati?
Namun, aku harus mencarinya di mana?
♪Tidak sempurna seperti bulan♪
Meskipun harus mencari di seluruh dunia,
Ye Xi,
aku bersumpah,
aku pasti akan menemukanmu
dan membalaskan dendammu.
♪Kubersedia menggunakan waktuku♪
♪Membuat lagu untukmu♪
♪Takdir telah mempermainkanku♪
♪Melihatmu dari kejauhan♪
♪Ada kesetiaan dalam cinta♪
♪Memimpikan sosokmu♪
Waktu itu semua penyakitku
kambuh bersamaan,
lalu ditambah dengan masuk angin,
aku hampir saja mati.
Kalau bukan karena bertemu denganmu,
aku tidak mungkin bisa bertahan.
Sebagai tabib,
aku tidak boleh membiarkanmu mati.
Namun, tubuhmu...
Aku tahu.
Aku dipaksa untuk mengetes obat selama bertahun-tahun.
Meski dewa yang hadir,
juga tidak bisa menyembuhkanku.
Aku meracik satu resep baru,
mungkin berguna untukmu.
Aku tidak apa-apa.
Sekarang aku hanya berharap dia bisa baik-baik saja,
lalu buat dia segera ingat padaku.
Namun, mungkin dia tidak ingin mengingat
pengalaman masa lalunya.
Sama seperti mimpi,
dilupakan setelah bangun.
Memulai dari awal,
mungkin saja adalah hal yang bagus.
Kau hanya berpikir untuk mengenang masa lalu,
tapi seperti itu sangat kejam baginya.
Apakah kau tidak ingin
dia mengingat semuanya?
Ngomong-ngomong,
sepertinya aku tidak pernah tahu
apa hubunganmu dengannya.
Namun, tidak apa-apa.
Tidak ada orang yang lebih mencintainya
daripada aku.
Aku pernah mendengar putra mahkota
mengatakan hal yang sama.
Namun, semakin indahnya janji,
terakhir yang sedih
hanya Ye Xi.
Jangan bandingkan dia denganku.
Ngomong-ngomong, kalau bukan karena kau
menyelamatkan mereka,
peristiwa selanjutnya tidak akan terjadi.
Lembah Fenghua diwariskan turun-temurun.
Ada aturan pendiriannya.
Aku tidak bisa melanggar aturan dalam lembah.
Jadi,
orang yang mengasingkan diri dari dunia fana sepertimu,
sama sekali tidak tahu apa itu cinta.
Ketika aku merasa rendah diri
sampai tidak seperti manusia,
hanya dia yang membantuku,
dan bahkan
mematahkan tangannya untuk menyelamatkanku.
Ketika melihat matanya,
aku merasa
semua kejahatan di dunia ini
berubah menjadi baik.
Tidak ada wanita lain
yang bisa sebaik dia lagi.
Sejak itu,
aku bersumpah
untuk baik padanya seumur hidup.
Kalau aku menyakitinya,
aku akan membunuh diriku sendiri.
Sekarang aku sudah menemukannya,
maka, dia adalah hal terbesarku.
Tidak ada hal yang lebih penting dari dia.
Apakah Adipati masih ingat ada dunia?
Terlebih lagi, tidak ada gunanya
kalau hanya terharu sendiri.
Mengenang hubungan kita dulunya,
aku tidak keberatan.
Namun, aku ingin memperingatkanmu.
Yang perlu kau lakukan adalah
membantuku menemukan tulang naga,
buat dia teringat lagi padaku.
Sisanya tidak berhubungan denganmu.
Jangan memiliki
pemikiran yang tidak seharusnya ada.
Sayang sekali.
Tidak bisa meski aku ingin jatuh hati.
Tuan Muda.
Anda masih sedang melihat pemandangan?
Matahari segera terbenam.
Tidak ada gunanya ditatap terus.
Masih belum ada kabarnya?
Ada.
Katakan.
Namun, tidak terlalu baik.
Ada karyawan di jalan di pinggiran ibu kota,
melihat Tuan Bai
berjalan bersama adipati.
Tuan Bai terlihat cemberut.
Seperti dipaksa.
Jadi, dia diam-diam mencari tahu.
Mereka bilang
sepertinya pergi ke Kuil Nanke.
Adipati Cang Qi?
Waktu itu dia ditindas oleh putra mahkota.
Sangat menyedihkan.
Waktu itu aku merasa
seorang pria yang begitu tampan
pasti akan menimbulkan masalah.
Sekarang dia naik jabatan,
memang agak menakutkan.
Kalau begitu, Tuan Bai dan adipati berjalan bersama,
apakah dia dalam bahaya?
Tuan Bai pasti dipaksa olehnya
karena alasan tertentu.
Aku harus segera pergi
untuk membantunya bebas dari Cang Qi.
Segera berangkat.
- Tuan Muda! - Tuan Muda!
[Aula Utama]
Adipati,
di belakang patung Buddha,
kami menemukan sebuah jalan rahasia.
Hamba sudah mencarinya dengan cermat.
Tidak menemukan tulang naga.
Tidak ada tulang naga?
Kalian tunggu di dalam.
Aku akan pergi mencarinya sendiri.
Adipati.
Katakan.
Kabarnya
putra mahkota...
Mantan putra mahkota pernah
tinggal beberapa saat di sini.
Dia mimpi buruk setiap hari,
dan menyuruh kepala biksu untuk melantunkan mantra.
Kemudian tidak tahu kenapa,
dia mengutus orang untuk menyegel tempat ini.
Kau masuk bersamaku.
Apa yang perlu ditakutkan?
Siapa yang takut?
Aku tidak takut.
Bukankah ada kau?
Kau panik karena berada di ruang tertutup.
Aku tidak bisa membantu
meringankan sedikit pun.
Aku tidak punya penyakit.
Baik.
Bai Yue!
Bai Yue!
Kau ada di mana?
Aku ada di sini.
Kau takut ruang tertutup,
takut gelap dan takut hantu.
Kau takut semuanya.
Jadi, untuk apa kau ikut ke sini?
Kau!
Tidak boleh diberitahukan kepada orang lain.
Kalau tidak, aku...
Bai Yue!
Tunggu aku.
Ye Xi?
Kau baik-baik saja?
Cang Nan?
Putra mahkota?
Lukisan dinding ini menceritakan
tentang Cang Nan dan Ye Xi.
Tuan.
[Tiga tahu lalu]
[Tiga tahun lalu] Mainlah ke sini.
Ayolah.
Nona di Paviliun Chunxiang,
pandai bernyanyi dan menari.
Kujamin Putra Mahkota akan sangat senang
dan lupa untuk pulang.
Raja tempurku.
Ayam siapa?
Ayam siapa?
Beraninya memakan
raja tempur milik tuan kami.
Ayamku.
Petugas!
Tangkap dia!
Tunggu!
Kau kelihatan
tampan dan imut.
Tidak baik kalau bertindak sembrono di jalanan.
Kau itu namanya menindas orang secara terang-terangan
mengandalkan kekuasaan.
Kalau begitu,
aku harus berbicara baik-baik denganmu.
Pertama-tama,
ayam memakan serangga, itu adalah sifat nalurinya.
Ayamku bukan sengaja
memakan jangkrikmu.
Kau yang duluan menabrakku,
sehingga jangkrikmu jatuh,
membangkitkan nafsu makan ayamku,
sehingga ia memakannya.
Jadi, apa hubungannya denganku?
Aku...
Jadi, kalau kau
ingin menghukumku,
kita ikuti hukum negara saja.
Hukum mana yang telah kulanggar?
Lancang sekali!
Kau menyinggung orang yang lebih berkuasa.
Aku bukan lancang, tapi bernyali.
Kau...
Siapa nama Nona?
Apakah namamu Hong?
Ye yang artinya daun,
dan Xi yang artinya optimis.
Ye Xi.
Namaku tidak akan berubah.
Nona, ayam ini...
Kuberikan kepadamu.
Kau pulang dan masak saja.
Untuk meredakan dendammu.
Ini
juga untukmu.
Lumayan enak.
Aku pergi dulu.
Putra Mahkota.
Putra Mahkota.
Apakah perlu mencari jangkrik lagi?
Untuk apa mencari jangkrik?
Kau tidak mendengar namanya Ye Xi?
Pergi cari wanita itu.
Kenapa melongo?
Cepat pergi!
Apakah kalian mendengarnya? Cepat pergi!
- Baik. - Baik.
Ayo.
Ayo.
Putra Mahkota, tidak salah.
Ini tempatnya.
Katanya pemilik toko di sini
menemukannya.
Waktu itu dia di luar kota,
tidak tahu kenapa, kaki dan tangannya patah.
Pemilik toko kasihan padanya,
jadi, memasukkannya ke dalam peti mati,
dan membawanya pulang.
Kemudian, melihatnya tidak punya rumah,
jadi, membiarkannya tinggal.
Apakah ada orang?
Apakah ada orang?
Apakah ada orang?
Apakah aku bukan orang?
Nona Ye.
Kenapa kau?
Kenapa?
Kau datang untuk membeli peti mati?
Benar.
Tidak.
Aku tidak membeli.
Apakah aku tidak boleh datang melihat?
Karena kau
ingin membantu bisnisku,
toko kami baru masuk
peti kayu phoebe emas.
Kalau dikubur di dalam tanah,
tidak akan membusuk dan tidak rusak dalam waktu ribuan tahun.
Orang biasa tidak mampu membelinya.
Namun, orang seperti Tuan,
pasti bisa menggunakannya.
Kau...
Kau tidak ingin hidup?
Beraninya kau memanggil putra...
Beraninya kau memanggil tuan seperti itu
dan mengutuknya.
Kau benar-benar sangat sembrono.
Kau benar.
Kayu phoebe emas sangat langka.
Aku akan membelinya untuk ayahan...
Ayahku.
Untuk digunakan setelah waktunya.
Ini adalah peti kebahagiaan.
Kau benar-benar ingin membelinya?
Apakah seribu tahil cukup?
Sepertinya tidak cukup, 'kan?
Kalau begitu, pakai emas.
Seharusnya cukup, 'kan?
Putra...
Tuan, sadarlah.
Baiklah.
Ditambah dengan kau menggodaku terus,
sudah cukup.
Jangan salah paham.
Aku benar-benar
cinta pada pandangan pertama terhadapmu.
Aku tidak bisa melupakanmu bahkan dalam mimpi.
Apakah kau tidak merasa tidak cocok
membahas cinta
di tempat seperti ini?
Kalau begitu,
aku bawa Nona pergi ke tempat yang bagus?
Apakah kau ingin membawaku masuk ke istana?
Kau...
Bagaimana kau tahu?
Semua orang hebat itu,
bukankah pengawal dalam istana?
Meski memakai jubah hitam dan bertopeng,
tapi di pinggang mereka
ada lencana yang terlihat jelas.
Seolah-olah takut orang lain tidak bisa melihatnya.
Lalu, kau,
tadi kau keceplosan,
hampir memanggil putra mahkota.
Namun, tidak perlu repot-repot.
Aku tidak akan masuk ke istana.
Kantong pewangi, liontin, mainan.
Lihatlah ini.
Apakah kau suka?
Lihatlah.
Putra Mahkota.
Sudah datang.
Sudah datang.
Sini, berikan padaku.
Pergilah.
Kenapa kau datang lagi?
Kesatria wanita,
aku tahu kau pandai seni bela diri.
Kau bisa memukul orang
sampai babak belur dengan senjata apa pun,
tapi bukankah biasanya
orang di dunia persilatan memiliki pedang?
Di mana pedangmu?
Beberapa hari yang lalu, pemilik toko sakit.
Aku tidak punya uang untuk membeli obat,
jadi aku menggadaikan pedang untuk kebutuhan darurat.
Coba lihat pedangku ini.
Ini untukmu.
Ternyata kau datang untuk memberiku pedang?
Sungguh murahan. [*Salah diartikan menjadi pedang sungguhan]
Ya, pedang sungguhan.
Lihatlah.
Sangat mengkilap.
Kalau dihunuskan di malam hari,
pasti membutakan mata semua orang.
Aku juga harus mencegah pencuri.
Agak tidak nyaman.
Kukembalikan saja.
Pedang ini harganya seribu tahil.
Pedang ini harganya seribu tahil.
Putra Mahkota.
Kenapa pedangnya tidak berhasil diberikan?
Pedang apaan yang kau beli ini!
Ini...
Putra Mahkota.
Pedang ini harganya seribu tahil.
Pedang ini harganya seribu tahil.
Putra Mahkota.
Perkataannya benar juga.
Kalau orang yang mengejar wanita siluman
datang kemari,
aku harus bagaimana kalau tidak punya senjata?
Xixi!
Bolehkah aku memanggilmu seperti ini?
Aku paling tidak suka orang lain memanggilku seperti itu.
Kalau saat berkelahi,
ada orang memanggilku seperti itu,
aku pasti akan memukulnya
sampai tidak ada yang bisa mengenalnya.
Kalau begitu, Xi.
Hari ini kepalamu bertambah satu tusuk konde.
Kau memakainya untuk diperlihatkan padaku, 'kan?
Meskipun cantik,
tapi terlalu monoton.
Bagaimana kalau kuberikan
beberapa yang lebih cantik
dan kau pilih sendiri?
Apakah kau tidur nyenyak semalam?
Bagaimana?
Apakah hari ini
kau semakin menyukaiku?
Xi,
cuaca hari ini sangat bagus.
Apakah kau tertarik
untuk pergi melihat bunga bersamaku?
Tidak masalah kalau tidak mau pergi.
Tidak perlu main kekerasan.
Aku pergi,
tapi aku yang tentukan tempatnya.
Baik.
Aku ingin pergi ke rumah bordil.
Rumah bordil terbagus di ibu kota.
Yang akan kuceritakan hari ini adalah
wanita kesatria pertama di dunia persilatan, Ye Xi.
wanita kesatria pertama di dunia persilatan, Ye Xi.
Kisah cinta legendarisnya
ketika bertemu cinta sejati,
dan menikah ke istana.
Maaf.
Ceritanya berlebihan.
Aku tidak tertahan.
Tidak apa-apa.
Aku tahu.
Orang dunia persilatan tidak mempermasalahkan hal kecil.
Beberapa hari yang lalu dia menceritakan
kisah wanita siluman, Ye Xi.
Itu hanya kebetulan saja.
Ada banyak orang yang namanya sama di dunia ini.
Mulai sekarang,
yang akan diceritakan oleh pendongeng
hanyalah kisah kesatria wanita Ye Xi.
Ngomong-ngomong,
kesatria wanita pertama di dunia persilatan,
Ye Xi,
sangat hebat.
Seni bela dirinya luar biasa.
Tidak bisa dikalahkan.
Dia cantik bagaikan peri.
Polos tanpa ternodai.
Elegan, tapi tidak centil.
Kau membayar pendongeng itu berapa?
Tidak seberapa.
Aku menyuruh mereka menceritakannya tiap hari
selama tiga bulan.
Meski kisah wanita siluman Ye Xi
yang diceritakannya sebelumnya itu palsu,
tapi karanganmu ini
benar-benar membuat orang tidak nyaman
saat mendengarnya.
Kalau kau merasa palsu,
kita berdua jadikan menjadi asli saja.
Kemudian suruh mereka karang sesuai dengan cerita kita.
Kali ini saat aku bangun,
aku tinggal di tempat pemilik toko peti mati.
Selain menjaga toko, aku merampok orang kaya untuk membantu orang miskin.
Aku tidak berani dipanggil kesatria wanita,
tapi aku tidak mungkin mencelakai orang.
Namun, aku kehilangan ingatan.
Apa yang kulakukan sebelumnya,
aku sudah tidak ingat lagi.
Namun, mereka semua bilang
aku adalah wanita siluman, Ye Xi.
Meski itu adalah gosip,
apakah kau sama sekali tidak keberatan?
Aku tidak peduli dengan perkataan orang lain.
Kau juga tidak perlu peduli.
Sudah kubilang, dengarkan aku saja.
Di dalam hatiku,
kau adalah wanita kesatriaku.
Petugas!
Ada pembunuh.
Cepat lari!
Cepat cari tempat untuk bersembunyi.
Jangan sentuh anak panah.
Baik.
Kepung tempat ini.
Lindungi putra mahkota. Cepat!
Cepat!
Aku takut ketinggian.
Ternyata kau takut ketinggian?
Bangunlah.
Kau terbang terlalu tinggi.
Tidak pernah ada orang
yang membawaku terbang seperti ini.
Bukankah sekarang seharusnya
kau berpikir
sebenarnya siapa yang ingin membunuhmu?
Peristiwa ini dibicarakan setelah kembali ke istana saja.
Walikota akan menyelidikinya.
Hatimu besar sekali.
Karena ada kau.
Kalau hari ini tidak ada kau,
aku pasti akan mati.
Kau adalah bintang keberuntunganku,
Xi.
Cang Nan
terbiasa berpura-pura menjadi orang baik.
Xi tertipu karena dia baik hati.
Waktu itu karena masalah Tang Yang,
dia menghilang selama dua tahun dan baru kembali.
Namun, dia melupakan semua masa lalunya,
tapi tiba-tiba dipanggil wanita siluman.
Seharusnya dia sangat berharap bisa diperlakukan dengan baik.
[Paviliun Jianjia]
Nona Ye,
sekarang Anda adalah orang Istana Timur.
Sekarang sudah berbeda,
statusmu sangat mulia.
Harus memperhatikan tata krama.
Orang zaman dulu sering berkata,
manusia harus tahu martabat,
harus tahu malu,
harus tahu tata krama.
Apa-apaan itu?
Kasim sialan.
Setelah aku masuk ke istana, kau meremehkanku?
Begitu?
Ini...
Selalu berceramah.
Kau ingin menunjukkan
bahwa kau lebih hebat dari putra mahkota...
Hati-hati.
Minggir.
Hati-hati dengan roknya.
Itu sangat berharga.
Tidak bisa dipakai oleh semua orang.
Sebaiknya aku pergi lebih awal.
Nona Ye!
Nona Ye!
Nona Ye!
Nona Ye, kau tidak boleh pergi.
Nona Ye!
Nona Ye!
Putra mahkota berusaha sepenuh hati demi Nona.
Dia juga khusus menyuruh orang
untuk membantu bisnis peti mati penyelamatmu.
Sehingga Nona setuju
untuk menjadi pengawal di Istana Timur.
Kalau Nona pergi,
putra mahkota pasti
akan mengusirku dari istana.
Baiklah.
Namun, bukankah kaisar sedang berlatih,
tidak ingin bertemu dengan orang lain?
Tetap harus bersujud
di depan pintu.
Lepaskan aku.
Siapa dia?
Kenapa memukulnya seperti itu?
Dia adalah putra dari Adipati Huainan.
Dia dikirim oleh ayahnya ke istana untuk menjadi sandera.
Dia sudah selesai dipukul.
Nona Ye, ayo kita pergi.
Tidak baik kalau terlambat.
Baiklah.
Xi,
ini tidak cocok untukmu.
Peganglah.
Lihatlah.
Ini baru cocok untukmu.
Aku pakaikan untukmu.
Lihatlah.
Cantik, 'kan?
Putra Mahkota.
Kenapa kau datang?
Putra Mahkota jangan marah.
Aku dengar datang adik baru.
Aku datang untuk melayaninya.
Adik terlihat
benar-benar berbeda dari yang lain.
Bukankah ada dayang yang melayani?
Kenapa harus kau?
Namun, sepertinya
kau bisa melakukan banyak hal.
Bagaimana kalau kau bernyanyi
atau menari?
Aku tidak bisa.
Jadi, biarkan aku melihatnya.
Aku tahu Adik adalah
wanita yang dicintai oleh putra mahkota,
tapi mohon Adik
berikan aku kelonggaran.
Kau bangun dulu.
Bangun dulu.
Kalau Adik tidak setuju,
aku tidak akan bangun.
Apakah kau salah paham?
Aku hanya masuk ke istana untuk menjadi pengawal.
Orang yang dicintai apaan?
Namun, kalau kau suka berlutut,
berlutut saja.
Putra Mahkota.
Putra Mahkota, tegakkan keadilan untukku.
Putra Mahkota.
Astaga,
untuk apa kau datang ke sini?
Cepat pergi.
Putra Mahkota.
Putra Mahkota, aku tidak mau pergi.
[Paviliun Jianjia]
Putra Mahkota.
Cepat sampaikan perintahku.
Usir mereka pergi.
Wanita itu sudah dibawa pulang?
Putra Mahkota,
dia sangat cerewet.
Butuh waktu lama untuk membujuknya pergi.
Antarkan mereka
ke Istana Dingin dulu.
Seperti biasanya.
Penuhi semua permintaan mereka.
Biarkan mereka tenang dulu.
Baik.
Oh ya,
apakah Xi pernah bertemu dengan Cang Qi?
Putra Mahkota,
sangat kebetulan.
Tadi pagi aku membawa Nona Ye
pergi bertemu kaisar.
Dia kebetulan melihat
Cang Qi yang baru dipukul,
lewat dari sini.
Aduh,
kenapa kau begitu bodoh?
Lain kali awasi dengan ketat.
Jangan biarkan dia melihat sesuatu yang tidak seharusnya dilihat.
Baik.
Sekarang,
pergi tangkap
Cang Qi.
Aku ingin menghajarnya sendiri.
Lampiaskan amarah.
Cang Qi?
Adipati Huainan sialan itu,
beraninya dia mengutus pembunuh.
Benar-benar tidak mau
nyawa putranya lagi.
Katakan.
Di mana orang yang mengetes obat?
Di ruang obat.
Apa ini?
Bukalah.
Ini adalah obat
yang kalian buat untuk kaisar?
Kau sendiri bahkan tidak mau makan,
tapi malah diberikan kepada orang lain.
[Pencapaian Sempurna]
Siapa kau?
Ini aku.
Kau baik-baik saja?
Sudah biasa.
Hari itu aku melihatmu
di dalam istana, aku sudah ingin bertanya.
Kenapa kau masuk juga?
Ceritanya panjang.
Akan kuceritakan nanti.
Bagaimana caranya
agar bisa mengeluarkanmu dari sini?
Tidak ada yang bisa menyelamatkanku.
Aku adalah sandera.
Nasibku sudah ditakdirkan.
Hanya bisa dihina,
dan dilukai sesuka hati.
Awalnya aku berencana
untuk mencari cara untuk mati,
tapi sayangnya
satu-satunya kesempatan
telah dirusak olehmu.
Selama bisa hidup, tetap harus hidup.
Kau makan pil merah itu,
apakah tidak masalah?
Kalau tidak mati,
seharusnya bisa kulewati.
Meskipun aku tidak bisa mengeluarkanmu,
tapi setidaknya aku bisa membawamu
keluar dari tempat sialan ini.
Aku tidak tahu
bagaimana kau bisa masuk,
tapi istana tidak seperti di luar.
Ada pengawal kerajaan di mana-mana.
Ayo.
Mereka ada di sini.
Di sini.
Orang yang ada di dalam,
cepat serahkan sandera Adipati Huainan.
Ini adalah Istana Timur.
Kalau ingin menangkap orang,
harus menunggu
putra mahkota kembali dulu.
Kalau tidak menyerahkan orang,
dan membuat kaisar marah,
konsekuensi yang sangat serius.
Putra mahkota juga tidak bisa melindungimu.
Jangan salahkan kami
yang memiliki misi.
Serang!
Aku ada di sini.
Tidak berhubungan dengannya.
Kau...
Serang!
Kau adalah siluman.
Kau tunggu saja.
Aku akan melaporkan kepada putra mahkota.
Ayo kita pergi.
Cepat.
Berikan tanganmu padaku.
Ayo, cepat.
Kekuatanmu benar-benar...
Aku...
Aku membuatmu ketakutan?
Sejak kecil, aku memang kuat.
Kau terluka parah.
Jangan khawatir. Malam ini,
kau tidur di sini saja.
Aku tidur di sini,
kau tidur di mana?
Aku...
Aku tidur di kursi panjang.
Tidak boleh.
Sering akan terbangun karena kedinginan.
Sejak kau datang ke istana,
apakah kau tidak pernah tidur di ranjang?
Tidak kusangka kau begitu tampan, tapi sangat kasihan.
Aku bahkan ingin menangis melihatmu.
Aku juga ingin menangis,
tapi aku tidak bisa
menangis di hadapan wanita.
Kau akan meremehkanku.
Siapa bilang pria tidak boleh menangis?
Itu sama seperti
bilang wanita adalah biang keladi.
Semua itu adalah prasangka.
Kau tampan, itu bukan salahmu.
Orang yang menindasmu yang jahat.
Selama bertahun-tahun ini,
kau adalah satu-satunya orang yang bilang
bukan aku yang salah.
Ayahku menjualku.
Bilang aku adalah sumber bencana.
Namun,
kau tetap kembali
karena tidak ingin menyusahkan mereka?
Bukan.
Aku hanya...
Sudahlah.
Jangan dikatakan lagi.
Kau istirahat di ranjang dulu.
Ayo.
Bagaimana kau bertahan seperti ini?
Bagaimana kalau aku pergi ke ruang obat kerajaan
untuk mengambil obat penawar untukmu?
Kau jangan pergi.
Aku hanya sedikit kedinginan.
Bisakah...
Bisakah kau memelukku?
Baik.
Jangan khawatir.
Aku akan menjagamu malam ini.
Kau tidur saja.
Malam ini putra mahkota
juga tidak akan datang.
Ada banyak orang
yang perlu dimanjakan olehnya.
Kalau kau ingin menjadi kuat,
bertahan selagi bisa.
Kalau tidak bisa bertahan,
kau menangislah.
Namun, setelah kau menangis,
kau harus menghadapinya dengan berani.
Aku akan mengingat perkataanmu.
♪Seberapa seringnya kau mendengar komedi♪
♪Seperti inilah aku dilupakan♪
♪Aku tidak ingin membiarkan jodohku pergi♪
♪Suara saling menyertai♪
♪Suara seruling yang merdu♪
♪Mengenang masa lalu♪
♪Keinginanku belum terkabulkan, bagaimana aku berpisah denganmu♪
♪Jodoh ini akan membawaku kembali♪
♪Mencari kehangatan yang kau tinggalkan♪
♪Dikelilingi oleh impian♪
♪Memperkaya perjalananku♪
♪Tidak perlu menanyakan masa lalu♪
♪Mana mungkin ada orang yang menunggu, tidak tahu rasa sakit dan benci♪
♪Masa lalu sulit diceritakan, cinta lampau♪
♪Mendambakan♪
♪Cinta yang tulus♪
♪Menunggumu dalam kehidupan ini♪
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.