Afrikaans
Akan
Albanian
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
♪Aku baru saja keluar dari hutan♪
♪Kepalaku masih kurang sadar♪
♪Peri ginseng♪
♪Aku memiliki keterampilan♪
♪Memasuki dunia persilatan sendirian♪
♪Percaya pada takdir♪
♪Terus mencari tanpa kejelasan♪
♪Ketika datang kembali♪
♪Aku menantikan cinta♪
♪Siapa pasangan takdirku♪
♪Lihatlah, ternyata jodoh senantiasa menungguku♪
♪Percaya cinta pernah ada♪
♪Lihatlah diriku♪
♪Terbuka dan bebas♪
♪Tidak pernah meragukan cinta♪
♪Meskipun aku♪
♪Membuat masalah di mana-mana♪
♪Datang ke dunia fana demi mencari cinta♪
♪Bagaimana mencari takdir♪
♪Apa yang benar atau salah, aku yang berbangga diri♪
♪Tidak perlu khawatir berlebihan♪
♪Hanya tahu♪
♪Tidak peduli pergi ke mana♪
♪Kau akan selalu menemaniku♪
[Pahlawan Dunia Persilatan]
[Episode 5]
Kau cukup melihat saja.
Aku akan membalaskan dendammu.
Adipati,
tadi hanya kesalahpahaman.
Sekte Tang masih berguna bagimu.
Bunuh dia,
kemudian ratakan Sekte Tang.
Kau tidak mengerti bahasa manusia?
Aku bilang aku akan membalas dendam sendiri.
Kau tetap sangat keras kepala.
Ada banyak nyawa
yang kau rengut.
Tidak salah kalau aku membunuhmu.
Namun, aku sudah berubah pikiran.
Aku tidak ingin menunggu lagi.
Tunggu pembuluh darahmu putus perlahan-lahan dan mati,
itu sangat mengecewakan arwah yang mati tidak bersalah.
Jadi, aku ingin segera
menghabisimu.
Waktu itu kau bilang
kau paling mengagumi ambisiku,
kau bersedia menaklukkan dunia persilatan
dan mempertaruhkan nyawa demi aku.
Demi menjadi penguasa dunia persilatan,
apa salahnya kalau aku menggunakan taktik?
Bukankah semua ini
demi memenuhi keinginanmu?
Jelas-jelas kau yang berubah.
Aku tidak mempermasalahkannya denganmu.
Mengenang dulunya
aku pernah mencintaimu,
jika kau tidak mati, seharusnya kau lupakan masa lalu,
mana boleh kau membunuhku?
Kau benar-benar
sangat pintar berdalih.
Kalau begitu, setelah aku membunuhmu,
akan kulihat bagaimana kau berbicara lagi.
Ye Xi,
apakah dulu kau benar-benar sebodoh itu?
Tidak perlu mendengarnya berdalih.
Langsung akhiri saja.
Aku tidak salah.
Aku tidak salah.
Kau yang salah.
Bukan aku.
Tang Huan itu,
juga bukan orang baik.
Kau pasti akan menyesal.
Masih memprovokasi meski sudah sekarat.
Karena kau tidak ingin menjadi manusia,
maka, kau jadi hantu saja.
Kau baik-baik saja?
Tang Yang sudah kubunuh.
Kau sudah aman.
Jangan khawatir.
Bertahanlah.
Aku akan menyelamatkanmu.
Di mana Jarum Badai Bunga Pir?
Xi,
aku akan bertahan.
Kalau Jarum Badai Bunga Pir
jatuh ke tangan pemerintah,
pasti akan mendatangkan bencana.
Harus diambil kembali.
Kau jangan berbicara lagi.
Aku akan mendapatkannya kembali untukmu.
Tidak kusangka kau masih begitu setia.
Ikut aku bawa dia pergi dulu.
Baik.
Tidak boleh ada yang pergi.
Asal kau tinggal,
aku bisa membiarkannya pergi.
Dia juga sudah sekarat.
Berikan Jarum Badai Bunga Pir kepadaku.
Kalau kau kembali bersamaku,
jangankan Jarum Badai Bunga Pir,
apa pun yang kau inginkan,
akan kuberikan kepadamu.
Tidak perlu.
Aku hanya ingin mengambil kembali Jarum Badai Bunga Pir.
Mengambil kembali?
Kau masih ingin membantunya.
Setelah dia mati, dia juga tidak membutuhkan ini.
Dia tidak akan mati.
Aku bilang aku akan menyelamatkannya.
Meski dia keluar dari Sekte Tang,
aku juga akan segera membunuhnya
di luar.
Kalau begitu, aku terpaksa melindunginya dengan nyawaku.
Tadi dia yang membantuku menghadang
Jarum Badai Bunga Pir.
Meski dia tidak bertindak seperti itu,
aku juga tidak mengizinkanmu menyakitinya.
Aku ingin bersama siapa,
itu urusanku sendiri.
Kenapa kau melibatkan orang lain?
Apa yang kalian berdua lakukan?
Adipati,
Ye Xi tidak ingin pergi denganmu.
Kau jangan memaksanya.
Ye Xi,
aku juga merasa
Sekte Tang tidak ada orang baik.
Maukah kau berpikir dulu
sebelum memutuskannya?
Adipati,
sebenarnya kau boleh
mempertimbangkan aku.
Diam kau!
Ya sudah, aku diam.
Aku akan pergi.
Sebelum pergi,
aku katakan kalimat terakhir.
Ye Xi,
kau jaga dirimu sendiri.
Dua orang ini
tidak mudah dihadapi.
Aku pernah mengatakannya,
aku akan membalas dendam sendiri.
Aku juga bilang
aku tidak akan pergi denganmu.
Tidak peduli kau terima atau tidak,
aku tetap akan memegang perkataanku.
Aku ingin membawa pergi Jarum Badai Bunga Pir.
Aku juga ingin menyelamatkan Tang Huan.
Kalau kau tidak setuju,
terpaksa bertarung.
Apakah kau benar-benar ingin bertarung denganku
demi pria lain?
Ya.
Hentikan!
Tidak boleh menyakitinya.
Aku bisa tinggal.
Asal kau tidak keberatan
kalau yang tinggal adalah mayat.
Aku tidak ingin mengancammu
dengan bunuh diri,
tapi menghadapi orang sepertimu,
terpaksa aku bertindak seperti ini.
Aku akan melepaskanmu.
Berikan barangnya kepadaku.
Aku tidak akan menyerah.
Sampai kau berubah pikiran.
Adipati.
Ternyata ada tabib dewa di samping,
lumayan bagus juga.
Bukankah kau bisa menyembuhkan dirimu sendiri?
Aku bisa,
tapi tetap sakit.
Oh ya?
Kupikir kau tidak takut sakit.
Gayamu tadi sangat gagah.
Benarkah?
Coba ceritakan, tadi aku...
Diam.
Pejamkan matamu.
Aku tetap bisa mencium meski memejamkan mata.
Aroma badanmu sangat harum.
Lebih harum daripada kantong pewangi
yang diberikan Tang Huan.
Punyaku itu sudah hilang.
Berikan aku satu lagi.
Pegang sendiri.
Hati-hati dengan lukanya.
Ini hanya luka luar.
Tidak masalah.
Tadi tanganku gemetar.
Aku tiba-tiba teringat.
Ketika kita pertama kali bertemu,
kau juga menunjukku
dengan pedang, 'kan?
Sepertinya juga karena aku berbicara.
Kau tidak mati dicelakai oleh dirimu sendiri,
sudah termasuk beruntung.
Tunggu.
Ada hal penting yang ingin kutanyakan.
Apakah Tang Huan benar tidak bisa diselamatkan?
Racun pada Jarum Badai Bunga Pir
sangat aneh.
Tidak bisa diobati dengan mudah.
Sekarang aku tidak bisa menyelamatkannya.
Baiklah.
Kalau begitu, aku terpaksa pergi ke Lembah Fenghua.
Aku percaya ketua Lembah Fenghua
pasti bisa menyelamatkannya.
Itu tergantung suasana hati ketua lembah.
Selama masih ada secerah harapan,
aku tidak akan menyerah.
Nona Ye, sudah siap.
Bisa berangkat kapan saja.
Baik.
Pil Pertahanan Roh yang kau berikan kepadanya,
bisakah kau berikan lebih banyak?
Kali ini perjalanan sangat jauh.
Aku takut aku tidak bisa menjamin...
Kalau aku memberinya lebih banyak,
dia akan benar-benar mati.
Namun,
berdasarkan sifatmu yang tidak kenal jalan,
sangat normal kalau tidak menemukan tempatnya.
Itu berarti dia seharusnya mati di sini.
Namun, setelah melihat
peta Lembah Fenghua,
aku merasa sangat familier,
seperti jalan untuk pulang ke rumah.
Sudahlah.
Pokoknya kau tidak perlu khawatir.
Meski turun hujan pisau,
aku juga akan berusaha tiba di tempat.
Turun hujan pisau?
Dia tidak layak membuatmu memperjuangkan nyawa.
Tunggu.
Aku ingin memperingatkanmu.
Pil Pertahanan Roh sangat mahal.
Kau bilang akan membalas budi.
Aku akan menepati janjiku.
Kalau begitu,
apa yang kau inginkan dariku?
Mungkin kelak
kita bisa bertemu lagi.
Pada saat itu,
aku akan memberitahumu.
Bai Yue,
meski kau sangat ketus,
tapi aku
bukan orang bodoh.
Setiap kali aku bertarung,
kau selalu berdiri di sampingku.
Tidak peduli siapa yang kuhadapi,
selama aku tidak mundur,
kau juga tidak akan mundur.
Kau selalu
menuruti permintaanku.
Kau tidak hanya berulang kali menyelamatkanku,
tapi juga membantuku menyelamatkan orang lain.
Aku bukan membantumu.
Semua itu perlu dibayar.
Aku akan meminta balasannya kembali.
Aku tahu.
Meski aku menanyakannya,
kau tetap tidak akan berbicara jujur.
Pokonya, ada banyak waktu.
Namun, sebelum pergi,
aku ingin menanyakan satu hal.
Dari semua cerita mereka,
aku dan mereka
ada hubungan
yang sulit untuk dijelaskan.
Jadi, bagaimana dengan kita berdua?
Aku tidak ingat, seharusnya kau ingat.
Apakah di antara kita
pernah terjadi sesuatu?
Apa hubungan kita?
Kita
tidak ada hubungan.
Kau...
Tidak ada gunanya kau kabur.
Aku tidak akan percaya.
Nona Ye,
harus merepotkanmu selama perjalanan.
Mohon bantuannya.
Jangan khawatir.
Aku akan menepati janjiku.
Aku pasti akan pergi ke Lembah Fenghua
dan memohon ketua lembah untuk menyelamatkannya.
Selama ada aku,
meski raja neraka datang merengut nyawanya,
aku juga tidak akan membiarkan dia mati.
Sekarang Sekte Tang sangat kacau.
Tidak kusangka kau masih sangat setia.
Kau tinggal di sini, harus berhati-hati.
Baik.
Aku pergi dulu.
Kita bertemu lagi.
Kau tetap
bersikap dingin seperti dulu.
Penyakitmu belum pulih.
Kalau tidak merawat diri dengan baik,
sepertinya kau tidak bisa hidup lama.
Waktu itu aku dengar dia dibunuh,
kupikir aku tidak bisa bertahan hidup.
Kau yang menyelamatkanku.
Aku belum mengucapkan terima kasih padamu.
Sekarang dia sudah kembali.
Demi dia,
aku akan berumur panjang.
Jadi, bagaimana kau berterima kasih padaku?
Sekarang bagiku, kata terima kasih,
tidak seperti dulu lagi.
Kau sengaja menunggu di sini,
bukankah demi dia?
Kalau begitu, kita harus bicara dengan baik.
Dia akan segera menemani Tang Huan
pergi ke Lembah Fenghua.
Kau jangan bertindak gegabah.
Mulai sekarang,
kau tidak boleh meninggalkanku.
Aku tidak ingin kau mengobatinya.
Lembah Fenghua ada aturannya.
Kau tidak setuju?
Boleh.
Setelah keluar dari Lembah Fenghua,
aku tetap akan membunuhnya.
Hanya sedikit merepotkan saja.
Aku anggap tidak mendengar perkataan ini.
Terserah kau.
Tidak mengobati termasuk melanggar etika medis.
Aku ingin memulihkan ingatannya.
Kau bisa melakukannya, 'kan?
Tidak bisa.
Karena kau tidak bisa melakukannya,
aku juga sudah tidak sabar menunggu.
Memang agak merepotkan,
tapi buat menjadi kecelakaan saja.
Apa yang ingin kau lakukan?
Membunuh Tang Huan di tengah jalan?
Apakah mungkin dia menjaga Tang Huan
setiap saat?
Begitu berpikir bahwa sepanjang perjalanan
mereka akan terus bersama,
aku ingin rasanya
menebasnya langsung.
Tang Huan terkena Jarum Badai Bunga Pir.
Dia dalam kondisi koma,
tidak bisa berbuat apa-apa.
Kalau kau bertindak seperti itu, hanya akan memperumit masalah.
Tindakan Pasukan Armor Hitam kemarin,
kau juga melihatnya.
Kau ada di tempat,
tapi tetap tidak bisa menghentikannya.
Dia juga bersikeras ingin menyelamatkannya.
Seandainya dia memutuskan
untuk mati bersamamu?
Bangkit kembali dari kematian,
itu tidak mungkin berhasil setiap kali.
Hanya Tuhan yang tahu.
Sebenarnya untuk memulihkan ingatannya,
mungkin masih ada satu cara.
Cara apa?
Temukan Tulang Naga Lima Warna,
seharusnya bisa memulihkan ingatannya.
Meski mengerahkan kekuatan seluruh negeri,
aku juga harus menemukannya.
Xiao,
kenapa kau bisa tidak ingat?
Tiga tahun yang lalu,
kalau bukan karena kau gigih menyelamatkanku,
aku pasti sudah mati.
[Tiga tahun yang lalu]
Kau baik-baik saja?
Kenapa aku belum mati?
Tentu saja aku yang menyelamatkanmu.
Kau hampir tidak bisa melihat
matahari besok.
Kenapa kau mencampuri urusanku?
Siapa yang butuh ditolong?
Anak muda,
lebih baik hidup biasa, daripada mati dengan tenang.
Ada masalah apa?
Aku mati atau hidup,
apa hubungannya denganmu?
Menyelamatkan orang
tidak boleh tanggung.
Karena kau bertemu denganku,
aku tidak mungkin melihatmu
pergi mencari mati
tanpa bertindak.
Hatiku tidak bisa tenang.
Kau pikir aku akan percaya
terhadap omong kosongmu?
Apa tujuanmu?
Tujuan?
Mana mungkin gadis baik sepertiku
punya tujuan terhadapmu?
Aku
melihat wajahmu tampan.
Ketampananmu seperti ini,
sayang kalau mati.
Semuanya karena wajahku ini.
Aku ingin menghancurkan wajahku.
Ini adalah pisauku.
Aku perlu memotong sayur.
Tidak boleh ternodai darahmu.
Kau...
Karena aku sudah menyelamatkanmu,
maka aku tidak bisa membiarkanmu menyia-nyiakan nyawamu
dan merusak wajahmu.
Lepaskan.
Tidak mau.
Kecuali kau berjanji
tidak akan menyakiti dirimu lagi.
Atas dasar apa kau mencampuri urusanku?
Sekarang kau juga memegang lenganku.
Pria dan wanita tidak boleh bersentuhan.
Kau tidak tahu?
Aku sedang menyelamatkanmu,
bukan melecehkanmu.
Orang tuamu melahirkanmu.
Kau menyakiti dirimu seperti ini,
apakah kau tidak mempertimbangkan orang tuamu?
Mereka yang mengirimu ke kandang harimau.
Aku tidak bisa kabur, tidak bisa menghindar.
Lebih baik aku mencari cara mati yang lebih terhormat.
Aku bahkan diburu,
tapi aku tidak akan bertindak bodoh sepertimu.
Meski mereka tiba di hadapanku,
selama aku masih kuat untuk bertarung,
aku akan berjuang untuk hidup.
Anak muda,
jaga dirimu.
Tunggu.
Aku sedikit lapar.
Apakah kau punya makanan?
Jangan terburu-buru.
Jamurnya segera selesai kucuci.
Sudah bisa dimasak.
Kenapa kau tidak bisa membiarkanku
mati dengan damai?
Aku berusaha keras untuk menyelamatkanmu.
Kenapa kau tidak bisa
hidup dengan baik?
Karena hidup sangat melelahkan.
Aku selamanya akan hidup di dalam kegelapan.
Setelah bangun,
selamanya adalah kegelapan.
Aku tidak tahu masa laluku,
aku juga tidak punya orang tua,
tidak ada kerabat dan teman.
Aku juga diburu oleh semua orang di dunia persilatan.
Aku punya lebih banyak alasan untuk bunuh diri daripada kau.
Namun, aku tetap
hidup dengan baik.
Sebenarnya setiap orang
hidup dengan tidak gampang.
Waktu masih panjang.
Kau pasti akan mengerti.
Kau sama sekali tidak tahu
apa yang aku hadapi.
Aku berbeda denganmu.
Aku membenci diriku sendiri.
Bertahan hidup
hanya akan membuatku merasa jijik.
Kau begitu tampan, tapi malah berbicara seperti ini.
Hari ini aku memetik banyak jamur liar.
Kalau kau mati,
aku tidak bisa menghabiskannya sendiri.
Cahaya matahari sangat bagus.
Meski terkadang ada angin, embun beku, hujan, dan salju,
tapi pasti bisa segera berlalu.
Matahari hanya akan menyakiti mataku.
Hatiku sudah penuh lubang sejak dulu.
Aku sudah berbicara sampai mulutku kering.
Kenapa kau masih keras kepala?
Kenapa kau seperti hantu gentayangan?
Sebenarnya kau ingin mengikutiku
sampai kapan?
Kau ingin aku pergi,
tapi aku tidak ingin pergi.
Aku akan selalu mengikutimu.
Sampai kau mengurungkan niatmu
untuk bunuh diri.
Setiap saat di dunia ini
ada orang yang lahir dan mati.
Apakah kau bisa mengurus orang sebanyak itu?
Aku hanya orang asing bagimu.
Kenapa kau malah
terus mengikutiku?
Kita bisa bertemu, ini namanya jodoh.
Aku tidak mungkin meninggalkanmu.
Lagi pula,
firasatku berkata, kau layak diselamatkan.
Sungguh konyol.
Aku hanya ingin menghancurkan diriku sendiri.
Apakah aku bahkan tidak berhak
untuk mati?
Setidaknya masih ada aku
yang menghargai nyawamu.
Aku benar-benar tidak pernah
bertindak seperti ini terhadap seseorang.
Kenapa kau
tidak berubah sama sekali?
Aku hanya ingin mengakhirinya.
Segera mati.
Karena hidup
sangatlah sulit.
Aku juga tidak percaya perkataan
bahwa Tuhan punya mata,
dan kejahatan ada karmanya.
Daripada kau yang mati,
lebih baik biarkan orang lain mati.
Kejahatan ada karmanya.
Meski Tuhan sementara tidak membantu,
aku bisa membantumu.
Aku tidak layak.
Dunia juga tidak layak.
Apakah kau itu manusia?
Aku mempertaruhkan nyawaku untuk menyelamatkanmu,
kau malah memarahiku.
Kau yang minta dimarahi.
Bukankah katanya nyawa itu rapuh?
Kenapa sulit sekali bagiku
untuk mati?
Akulah yang rapuh.
Sekarang sekujur tubuhku sakit.
Sakit begitu dipegang.
Atas perintah putra mahkota.
Kau sebagai sandera,
melarikan diri tanpa izin,
sudah membuat banyak orang
di sampingmu dieksekusi.
Kalau kau ingin
seluruh keluarga Adipati Huainan
mati bersamamu,
kau bisa mencobanya.
Aku akan kembali bersama kalian.
Tidak berhubungan dengannya.
Dia hanya kebetulan lewat.
Tadi aku melompat untuk bunuh diri.
Kebetulan mengenai dia.
Kalau mencari mati, sebaiknya mati agak jauh.
Ada banyak orang di sini.
Kalau terkena orang lain,
kau tambah satu dosa setelah mati.
Bawa dia pergi.
Baik.
Namaku Cang Qi.
Maaf.
Aku hidup demimu,
menjadi lebih kuat demimu.
Ye Xi,
aku akan selalu menunggumu,
tidak akan berubah sampai aku mati.
Bai Yue,
aku meminta tabib kerajaan untuk memeriksa
buku di istana
dan menemukan satu catatan.
Katanya di bawah tanah Kuil Nanke
mungkin ada tulang naga yang kau katakan.
Bukankah itu adalah kuil kerajaan?
Memangnya kenapa?
Meski makam kerajaan,
asal aku ingin membukanya,
siapa yang berani melarangku?
Kita berangkat sekarang.
Hari sudah malam, perjalanan sangat jauh.
Adipati,
demi kesehatanmu sendiri,
jangan berangkat di malam hari.
Tidak masalah.
Bukankah ada kau?
Ayo.
Aku paling membenci orang yang sengaja menakuti.
Kalau tidak keluar, aku akan marah.
Ayo.
Wanita siluman,
beraninya kau bilang kami menakuti.
Kenapa kalian lagi?
Apakah kalian melupakan perkataan kalian
di Sekte Tang?
Tidak perlu berbasa-basi.
Cepat serahkan Jarum Badai Bunga Pir.
Dasar wanita siluman,
menghasut adipati,
merebut Jarum Badai Bunga Pir,
dan membunuh tuan muda Sekte Tang,
meledakkan Kediaman Tang.
Membuat Sekte Tang
bertumpahan darah.
Kau yang melakukan semua ini.
Intinya,
kalian datang demi
Jarum Badai Bunga Pir?
Baik.
Jarum Badai Bunga Pir ada padaku,
tapi apakah kalian punya kemampuan untuk mendapatkannya?
Kalian dengarkan baik-baik.
Adipati adalah pendukungku.
Adipati bilang
siapa yang berani menggangguku,
dia akan membunuh seluruh keluarganya.
Kau ingin menakuti siapa?
Kami semua
demi keadilan dalam dunia persilatan.
Waktu itu kau menghasut putra mahkota.
Pada akhirnya, putra mahkota
mengakui kesalahannya sendiri.
Biarpun itu adipati,
juga tidak boleh merusak aturan dunia persilatan.
Mungkin sekarang dia sudah
memahaminya.
Kaulah yang harus dibunuh.
Menegakkan keadilan?
Apakah kalian pantas?
Kalian hanya mengandalkan orang kalian banyak,
dan berusaha membalikkan kenyataan.
Karena begitu,
ayolah.
Dasar wanita siluman.
Beraninya kau mencuri Pedang Kaiyang
milik Balai Yishui.
Sekarang sudah ada buktinya.
Apa lagi yang ingin kau katakan?
Kalian jangan takut.
Kita ada banyak orang.
Taklukkan dia,
dan bawa pedang ke Balai Yishui,
kita bisa meminta jasa.
Pedang Kaiyang yang dipegangnya itu adalah
pemberianku.
Kenapa?
Kalian keberatan?
Nona Lin,
kau juga ditipu oleh wanita siluman ini?
Ayahmu pernah bilang
semua aliran jahat harus dimusnahkan.
Ayahku juga pernah bilang, di aliran yang baik,
juga ada banyak orang munafik.
Lebih menjengkelkan dari penjahat sungguhan.
Aliran jahat apaan?
Kurasa kalian
ingin bergabung untuk merampok, 'kan?
Kak, apakah Balai Yishui
juga datang merebut Jarum Badai Bunga Pir?
Bahkan berani memfitnah Balai Yishui.
Pantas kalian bisa memfitnah
seorang wanita yang tidak punya aliran
dengan tanpa tekanan.
Ayahku bilang
masalah Sekte Tang melibatkan banyak orang.
Dia akan menyelidikinya hingga jelas.
Sebelum itu,
siapa yang membuat keributan
dan bertarung secara pribadi,
jangan salahkan Balai Yishui tidak menjaga harga diri kalian.
Kalau membiarkan kalian bertindak sesuka hati,
bukankah dunia persilatan akan menjadi kacau?
Siapa lagi yang ingin bertarung?
Sekarang di hadapanku,
cobalah kalian bertarung.
Karena Balai Yishui angkat bicara,
kita jaga harga diri
ketua aliansi.
Semoga ketua aliansi
bisa memberikan kami penjelasan.
Saudara-saudara.
Ayo kita pergi.
Ayo.
Ayo.
Nona Lin, terima kasih.
Tidak kusangka kau pintar berbicara.
Terkesan penuh dengan trik.
Aku masih punya banyak trik.
Karena ajaran dari keluargaku,
aku tidak boleh bertarung,
tapi aku bisa
memarahi orang.
Sudahlah. Cepat pergi.
Seharusnya sepanjang perjalanan,
tidak ada yang mengganggumu lagi.
Kalaupun ada,
aku juga tidak bisa mengurusnya lagi.
Terhadap yang bertekad untuk bertarung,
kau anggap latihan otot saja.
Baik.
Sampai jumpa.
Sampai jumpa.
Ayo, jalan.
Di mana merpati milik Bai Yue?
Jelas-jelas dia mengkhawatirkan Ye Xi,
tapi malah membiarkan merpati mengantarkan surat untuk memerintahkanku.
Dia pikir aku akan mendengar perintahnya?
Nona,
apakah kau lupa,
dulu demi Tuan Bai,
kau bahkan pergi
ke kuburan massal?
Aku memang punya perasaan mendalam.
Bisakah lupakan peristiwa itu?
Pergi,
masak merpatinya.
Aku ingin menambah nutrisi.
Kau tidak membalasnya?
Tidak.
Aku ingin dia panik.
Dia bilang demi keharmonisan dunia persilatan?
Alasan tidak masuk akal.
Dia menganggapku bodoh.
Ayo kita pergi.
Salju tahun ini datang sangat awal.
Lembah Fenghua ditutup oleh salju tebal sepanjang tahun.
Aku sudah terbiasa.
Bagiku,
ini adalah pertanda baik.
Aku percaya kita
pasti bisa menemukan tulang naga.
Dibandingkan dengan ini
salju tebal yang tidak nyata,
lebih baik percaya bahwa ada keajaiban kalau tulus.
Harus setulus apa
agar keinginan bisa tercapai?
Apakah kau masih ingat salju waktu itu?
Aku berlutut di bawah tembok kota,
berharap waktu bisa berjalan mundur.
Memohon kepada Tuhan
agar bisa mengembalikannya kepadaku.
Aku bersedia menukar nyawaku dengannya.
Salju malam itu adalah
salju paling lebat
yang pernah kulihat selama ini.
Aku hampir mati kedinginan.
Adipati,
benda yang Anda inginkan.
Ini adalah hadiah yang terlambat kuberikan.
Aku ingat
hari itu kau menjadi manusia salju.
Hanya air mata yang mengalir keluar yang hangat.
[Dekret]
♪Musik yang dimainkan dengan merdu♪
♪Tidak ada yang mendengarnya♪
♪Kini kebersamaan telah menjadi kerinduan♪
♪Sulit untuk melupakannya♪
♪Aku hidup sendirian demimu♪
♪Di depan pegunungan dan perairan♪
♪Aku tidak melihatmu ketika berbalik♪
♪Harus menunggu reinkarnasi kembali♪
♪Baru mencarimu lagi♪
♪Tidak sempurna seperti bulan♪
♪Sentuhan tinta tebal♪
♪Kuawali hidupku denganmu♪
♪Kembang api menyala dalam sekejap♪
Apakah kau melihatnya?
Apakah kau melihatnya?
Bukankah sudah tertulis di atas ini?
Dia sudah dieksekusi.
Tidak.
Tidak mungkin.
♪Ada kesetiaan dalam cinta♪
Dia tidak akan mati.
♪Dunia fana penuh dengan masalah♪
Dia meminum arak beracun dari putra mahkota.
Arsenik.
Langsung mati begitu diminum, tidak ada obatnya.
♪Melihatmu dari kejauhan♪
Meski semua orang bilang dia sudah mati,
aku juga tidak percaya.
Aku juga tidak percaya.
Apakah kau melihatnya?
Apakah kau melihat dia mati?
Dia masih hidup.
Dia pasti masih hidup, ya, 'kan?
Aku juga sedang mencarinya.
Tidak peduli hidup atau mati,
pasti ada jejak.
♪Harus menunggu reinkarnasi kembali♪
♪Baru mencarimu lagi♪
♪Tidak sempurna seperti bulan♪
♪Sentuhan tinta tebal♪
♪Kuawali hidupku denganmu♪
♪Kembang api menyala dalam sekejap♪
Di sinilah dia membawaku keluar dari kota.
♪Aku bersumpah dengan seumur hidupku♪
Demi menyelamatkanku,
dia menanggung semuanya sendirian.
Kupikir kami bisa segera
bertemu.
Kalau tahu akan seperti ini,
aku tidak akan pergi sendirian.
Meski mati,
aku juga ingin mati bersamanya.
Kalau kau tidak percaya bahwa dia sudah mati,
lantas kenapa kau dengan mudah
mengatakan kata mati?
Namun, aku harus mencarinya di mana?
♪Takdir telah mempermainkanku♪
Meskipun harus mencari di seluruh dunia,
Ye Xi,
aku bersumpah,
aku pasti akan menemukanmu
dan membalaskan dendammu.
♪Waktu tidak menodai kenangan♪
♪Seberapa seringnya kau mendengar komedi♪
♪Seperti inilah aku dilupakan♪
♪Aku tidak ingin membiarkan jodohku pergi♪
♪Suara saling menyertai♪
♪Suara seruling yang merdu♪
♪Mengenang masa lalu♪
♪Keinginanku belum terkabulkan, bagaimana aku berpisah denganmu♪
♪Jodoh ini akan membawaku kembali♪
♪Mencari kehangatan yang kau tinggalkan♪
♪Dikelilingi oleh impian♪
♪Memperkaya perjalananku♪
♪Tidak perlu menanyakan masa lalu♪
♪Mana mungkin ada orang yang menunggu, tidak tahu rasa sakit dan benci♪
♪Masa lalu sulit diceritakan, cinta lampau♪
♪Mendambakan♪
♪Cinta yang tulus♪
♪Menunggumu dalam kehidupan ini♪
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.