Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Karena operasimu belakangan ini gagal,
aku harus hati-hati mempertimbangkan gagasan operasimu saat ini.
Baik, Pak.
Kolonel Mui, mungkin lebih baik tinggal diam,
daripada berperang tanpa yakin menang.
Kita simpan saja anggarannya untuk kedamaian dan ketertiban negeri.
Itu lebih praktis.
Memerangi para perompak tidaklah praktis?
Aku hanya mendasarkannya pada rekam jejakmu.
Contohnya, dua tahun lalu,
kau tak bisa menemukan pulau Lo Sam-pao,
tapi angin kencang menghancurkan kapal-kapalmu.
Itu karena kondisi cuaca.
Bagaimana dengan tahun lalu?
Kau bilang akan menggempur markas musuh dan kembali dengan kemenangan.
Tapi kau tersesat di jalan dan malah sampai di Bangladesh.
Semua orang kembali dalam keadaan lemah dan lapar.
Apa penjelasanmu?
Itu karena kami tak mengenal geografinya.
Kalian, marinir, menghabiskan anggaran untuk memerangi perompak,
sehingga gaji kami, polisi, tidak dinaikkan selama dua tahun.
Serta tak ada bonus.
Anak-anak buahku tidak suka. Kau menyulitkanku.
Itu masalah pihak kepolisian.
Itu tak ada kaitannya denganku.
Ini demi kebaikanmu sendiri.
Aku menentang tindakan-tindakan yang tidak perlu.
- Begitu juga aku. - Maaf, Pak.
Baiklah. Jika Laksamana Shek seyakin itu,
maka laksanakan.
Naga, bos mencarimu.
- Naga. - Hai.
Bawa berkas-berkas ini untuk dia tanda tangani.
Terima kasih.
Selamat pagi!
Kenapa terburu-buru?
Pagi, Pak!
Lapor! Tolong tanda tangani berkas-berkas ini, Kapten Chik.
Kita menghadapi perang dunia?
Kau butuh amunisi sebanyak ini?
Kita harus memerangi perompak.
Di Hong Kong, apa penjahat hanya ada di lautan?
Baiklah. Kau akan mendapatkan semua amunisi.
Satu-satunya cara adalah menghematnya.
Kopral.
Ya, Pak.
Suruh anggota kita melatih kaki mereka.
Jangan menembak saat menangkap penjahat. Kejar saja mereka.
Baik, Pak.
Apa kau puas?
Sebenarnya, jika kalian penembak jitu,
kalian bisa membunuh satu perompak dengan satu peluru.
Satu meriam bisa membunuh lebih dari 20 perompak.
Kenapa kau meminta amunisi sebanyak ini?
Kapten Chik, jika kau tak setuju, katakan saja tidak.
Kau tak perlu mengatakan semua itu.
Apa? Seperti itukah kau bicara pada atasanmu?
Lihat dirimu. Kau bahkan tak bisa berdiri tegap.
Kau selalu di lautan.
Entah bagaimana atasanmu melatihmu.
Aku tak bisa melihatnya.
Kembalilah. Akan kubawa berkas-berkas ini ke gudang senjata habis aku tanda tangan.
Berhenti!
Kau seharusnya senang tak bekerja untukku.
Pergi!
Baik, Pak.
Kau menulis surat untuk ibumu?
Katakan padanya tak usah khawatir. Kau akan kembali dalam dua hari.
Jangan lupa pakai rompi pelampung.
Aku tidur memakainya.
Tak usah bersedih. Cerialah.
Kalian bahkan mungkin tak akan bertemu perompak.
Apa yang harus ditakutkan?
Para polisi itu memperhatikan kita.
Kita harus lebih bersemangat.
Mereka tak boleh melihat kita seperti ini.
Naga.
- Semua sudah di sini? - Naga, kita dapat izin?
Ya, kita berangkat besok malam.
Kenapa kalian tampak sedih?
Pelayan, bir untuk semua orang.
Terima kasih, kepalaku pening karena bekerja.
Tein-ci, sebelah sini.
Ayo minum bersama kami.
Kenapa kau terlambat?
Ini pacarku, Chu.
- Pelayan! - Pelayan!
Pelayan!
Ambilkan kami bir.
- Siapa yang tertangguh? - Marinir!
- Siapa yang terbaik? - Marinir!
- Mereka bicara apa? - Marinir!
Kau melayani pelanggan atau menemaninya?
Jika kau ingin bicara,
- di pemakaman saja. - Sudahlah.
Kau bilang apa?
Kalimat bahasa Inggris.
- Lupakan saja. - Aku datang.
- Cepat! - Maaf, kalian ingin minum apa?
- Bir. - Terima kasih.
Bir.
Boleh aku bergabung?
- Wah. - Silakan duduk.
Hei, mereka merayakan apa?
Mereka akan berlayar besok untuk memerangi perompak.
Mereka tak bisa minum lagi jika tak kembali.
Aku akan mengambilkanmu susu.
Jangan ajari dia hal buruk. Akan kuambilkan bir.
Aku ingin gelas besar.
Kita tak dapat bonus atau kenaikan gaji selama dua tahun.
Karena mereka menghabiskan anggaran untuk memerangi perompak.
Mereka bahkan belum menemukan Lo Sam-pao setelah dua pelayaran.
Kita ini sesama rekan. Jangan diambil hati.
Kurasa mereka bahkan tak tahu pulaunya ada di Timur atau Barat.
Kita berlayar besok. Hindarilah masalah.
Tai Bo, minta tagihannya.
- Apa? - Tagihannya.
Shar Pei, kudengar kau akan pulang besok.
Benar.
Dari provinsi mana asalmu?
Provinsi Kanton.
Para perompak sedang mengamuk. Jangan naik kapal.
Lalu, bagaimana dia ke sana?
Jalan kaki saja ke provinsi Kanton.
Apakah damai dan tertib di darat baik?
Jangan ikut campur.
Hadirin sekalian.
Kami akui perairan memang tidak aman.
Pamanku ke sini belum lama ini dari provinsi.
Kubilang aku akan menjemputnya, tapi dia tidak mau.
Pamanmu buta. Bagaimana bisa dia ke sini?
Katanya dia tahu jalan dengan mendengar suara.
Jika mendengar seseorang menjual kue cinta...
Dia tahu berada di Yuan Lang.
Jika dia mencium aroma bebek goreng...
Dia tahu berada di Shen Ching.
Jika dia mendengar bunyi peluit...
Peluit polisi...
- Dia di Hong Kong! - Dia di Hong Kong!
- Benar. - Benar.
Anak kecil saja bisa menyanyikan itu.
Satu, dua, tiga, empat A, B, C, D
Polisi tak bisa menangkap penjahat
Dan meniup peluit mereka
Meniup peluit mereka
Mereka tak bisa menangkap penjahat
Mereka tak bisa menangkap penjahat
- Rasakan ini. - Meniup peluit mereka
Mereka tak bisa menangkap penjahat
Hei, tenang. Jangan berkelahi!
Jangan berkelahi! Kau dengar? Hentikan! Jangan berkelahi!
Kalian semua, di mana selera humor kalian?
Anggaplah ini salah kami. Mari bersulang untuk persahabatan.
Sudahlah. Kita ini sesama rekan.
- Kenapa kalian kasar? - Lalu?
- Sedang apa kalian? - Ayo pergi.
Aku baik-baik saja.
Bagaimana pun, aku sudah bersulang.
Tak masalah jika orang atau baju yang meminumnya.
Bajuku juga kena.
Aku minta maaf.
Aku tak butuh permintaan maafmu.
Aku akan memberimu dua pilihan.
Pertama, minta maaf.
Kedua...
Aku tak tahu cara minta maaf. Aku pilih yang kedua.
Sudahlah. Kita ini sesama rekan. Kenapa kita berkelahi?
Kau membuat wajahku kotor.
Kau akan membayarnya saat aku menemukanmu.
Ada apa ini?
Polisi berkelahi dengan para marinir.
Berhenti berkelahi!
Berhenti berkelahi, kami polisi!
Kami semua penegak hukum!
Kau akan kenyang.
Aku akan kembali.
Maaf, aku tidak sengaja.
Ini aku.
Aku akan mengejarnya!
Dendamku akan terbalas. 211! Untung aku ingat nomornya.
Aku akan membalasmu.
Nomor 211!
Siapa yang mencariku? Ada apa?
Tidak ada apa-apa.
Berhenti berkelahi!
Kalian, penegak hukum, tahu hukum, tapi kalian langgar.
Bawa mereka.
Baik, Pak!
Paman.
Pergi dari sini.
Kau tahu kami akan berlayar, tapi kau menahan pasukanku.
Bagaimana kami berlayar?
Aku hanya menahan 10 orang.
Mereka adalah navigator.
Bagaimana kami berlayar?
Kolonel tahu soal itu.
Apa dia juga tahu keponakanmu terlibat?
Perhatian!
Kalian sudah boleh pergi.
Terima kasih pada Kapten Kolonel.
Tidak usah.
Jaga sikap kalian mulai sekarang.
Ayah.
Putriku.
Paman Fui.
Maaf mengganggumu selarut ini.
Kau minta maaf?
Jika aku di sana, aku juga akan menghajar mereka.
Aku sudah lama ingin memberi para polisi bodoh itu pelajaran.
Kau lihat apa?
Pergi.
Pasukan, berbaris!
Maju jalan!
Kiri. Kiri. Kanan. Kiri. Kiri. Kiri.
Pasukan!
Balik kiri dan kanan!
Beri hormat!
Istirahat di tempat!
Dalam operasi ini, kalian harus berhasil atau mati berusaha.
Siap, Pak!
Saat bertemu musuh, apa tindakan kalian?
Bunuh mereka.
Saat membunuh musuh, apa tindakan kalian?
Bunuh dengan cepat agar tak menyakitkan.
Saat kalian tertangkap, apa tindakan kalian?
Bicara!
Apa tindakan kalian?
Kau, kemari.
Bicara.
Bicara atau kau akan ditembak.
Bagus. Lebih baik mati daripada buka mulut. Kembali ke barisan.
Pawai sudah selesai.
Marinir.
Jika kalian melawan perompak dengan berani seperti saat berkelahi melawan polisi
di bar,
aku yakin kalian akan berhasil.
Kami pasti akan berhasil!
Kita sudah bangun lima kapal. Kenapa hanya ada tiga?
Lapor. Dua kapal tiba-tiba bocor.
Kukira kapal selam. Makanya kita tak bisa melihatnya.
Tidak sesak dengan berkurangnya dua kapal?
Itu tak masalah. Kita tidak pergi untuk wisata pesiar.
Tak akan sesak saat perjalanan pulang.
Ayo!
Perhatian!
Angkat senjata!
Balik kanan!
Maju jalan!
Padamkan apinya. Cepat!
Lapor. Kapal kita meledak.
Padamkan apinya.
Kau akan naik kapal ke Pasifik Selatan saat sudah tersedia.
Kau sudah lama bersamaku. Aku tak akan mempersulitmu.
Aku harus bertemu klien. Kau pulang saja.
Cheong,
polisi sedang mencarimu.
Jangan berkeliaran.
Berkat informasi darimu,
kita bisa mengebom kapal marinir
sebelum mereka berlayar.
Itu lebih baik untuk mereka.
Jika mereka dibom di lautan,
kurasa mereka masih berenang saat ini.
Itu semua berkat dirimu.
Tidak apa-apa.
Sebenarnya, kapal perusahaan kami bisa berlayar dengan aman di perairan
berkat Pak Lo.
Aku yang harusnya berterima kasih.
Senang mendengarnya.
Pak Lo butuh bantuanmu.
Kami butuh 100 senapan seperti ini.
Kami akan membayarnya.
Karena Pak Lo yang meminta, akan kudapatkan.
Li Cho-gao, aku akan menanganinya.
Terima kasih, Pak.
Jaga dirimu.
Bos, itu senapan polisi.
Dari mana kita bisa dapatkan 100 buah?
Ini akan sulit,
tapi aku tak punya pilihan.
Masalahnya, kita suruh minta ke siapa?
Cheong?
Tidak. Dia akan menarik terlalu banyak perhatian.
Panggil Yat-fei.
Yat-fei?
Upah dia amat mahal.
Memangnya kenapa?
Kita tak tahu apa dia akan selamat untuk menerima upahnya.
Tiga mahyong sama. Aku menang.
Melawan apa?
- "Barat". - Kapan aku buang "Barat"?
Tanya saja mereka.
Dia buang "Satu Lingkaran".
"Barat" sudah dia buang tadi, Bodoh.
- Lalu... - Lalu apanya?
Bayar denda curang.
- Bayar. - Bayar.
Aku tak mau main lagi.
Terserahmu saja.
Hao, kami kurang satu pemain.
Aku ikut.
MEJA ENAM
MEJA SATU
- Bandar, uangkan ini. - Baik.
Yat-fei, tunggu sebentar.
Paman Yee, berapa harga ini?
Arloji tua? Tiga dolar.
Itu milik Yat-fei.
Arloji mahal senilai ratusan dolar.
Sialan!
Bukan yang itu.
- "Empat Puluh Ribu." - Tiga kartu sama.
Percuma saja kau menang. Kau belum pasang taruhan.
Dua belas kombinasi. Aku menang.
Dia bahkan dapat 12 kombinasi.
"Delapan Lingkaran".
Baiklah.
Kau lihat apa?
- Maaf, Yat-fei. - Giliranmu untuk ambil.
"Enam Bambu".
Semudah itukah menang dari menarik kartu?
Kau membuang "Dua Puluh Ribu"?
- Aku tak membuangnya. - Kau tak membuangnya?
Aku melihatmu membuangnya. Apa aku keliru?
- Dia buang "Lima Lingkaran". - Kami tak membohongimu.
Sudah kubilang, 'kan?
Tidak! Kecuali kau bersumpah.
Tentu. Aku akan bersumpah.
Semuanya, dengar. Aku, Pak Feng, bersumpah
membuang "Lima Lingkaran".
Jika aku buang "Dua Puluh Ribu", jari-jariku busuk.
- "Lima Lingkaran", benar? - Ya.
Aku percaya padamu.
Aku menang.
Aku menang.
- Kau hebat. - Aku hebat.
Bayar.
- Itu milikku. Aku menang. - Bedebah, kau curang!
Maafkan aku.
Jangan takut. Giliranku untuk ambil.
Berdiri!
Jangan pergi dahulu. Aku akan menang.
Kini giliranku menarik kartu.
Aku menang. Kartu berurutan. Bayar.
Yat-fei.
Kami butuh bantuanmu.
Kau tahu berapa banyak yang bisa kumenangi?
Kolonel Mui, ini rencana baruku
untuk menangkap para perampok, namanya Proyek A.
Apa yang Proyek A butuhkan?
Pertama, beli kapal-kapal baru.
Pulanglah dan tidur.
Aku tak lelah, tak perlu pulang. Kedua, kita butuh anggota baru...
Diam!
Biar kuberi tahu. Kalian, para marinir, telah sangat mengecewakanku.
Aku memutuskan membubarkan pasukan dan menyerahkannya
kepada Kapten Chik besok.
Bantulah menggalang dana untuk kedamaian dan ketertiban.
Perihal melawan perompak,
aku sudah minta perwakilan dari mereka.
Kau tak ada urusan di sini. Enyah dari hadapanku.
- Cepat, ganti seragam kalian? - Kenapa?
Tanya bosmu jika ada pertanyaan.
Ada kekeliruan? Mereka ingin kita pakai seragam polisi?
Tak ada kekeliruan. Angkatan laut sudah dibubarkan.
Siapa yang peduli soal seragam? Kita masih digaji.
Itu lebih baik daripada memerangi perompak.
Selamat untuk kalian. Selamat karena bekerja di daratan.
Selamat karena tak perlu berlayar dan mengalami kesusahan lagi.
Bagaimana denganmu?
Aku? Aku naik jabatan.
Aku kini Kepala Komite Penggalangan Dana untuk kedamaian dan ketertiban.
Apa? Kepala apa?
Kenapa kalian belum ganti seragam?
Perhatian!
Ganti seragam polisi.
Itu perintah.
Temuilah Kapten Chik.
Pergi.
Kapten Chik, aku melapor untuk bertugas.
Kau Sersan Ma Yu-lung dari angkatan laut?
- Tak ada lagi angkatan laut. - Diam!
Aku tak peduli bagaimana kau saat menjadi marinir.
Kau kini seorang polisi.
Polisi hanya menjawab atasannya dengan dua kata.
"Ya" atau "tidak".
Lihat dirimu. Perhatian!
Seperti itukah perhatian?
Saat polisi memberi hormat pada atasannya,
ingat ini. Angkat kepala, busungkan dada, kempiskan perut, luruskan punggung.
Posisimu harus tegap sejajar hidung.
Aku tanya padamu. Apa kau Sersan Ma Yu-lung?
Ya, Pak!
Apa kau sebodoh babi? Jawab aku!
Tidak, Pak!
Bagus.
Lapor.
Waktumu tepat. Dia Sersan Ma Yu-lung.
Ini Inspektur Pelatihan Hong Tein-ci.
Inspektur Tein-ci unggul dalam bidang akademik.
Dia akan memimpin pasukan marinir
dan membentuk Unit Operasi Khusus.
Itu saja. Kau boleh pergi.
Kembali!
Kau sudah lupa cara polisi memberi hormat yang benar?
Baik, Pak!
Masalah kita besar kali ini.
Latihlah mereka mulai besok.
Jika kau ingin mereka mematuhimu,
tegaslah dan keras pada mereka sejak awal.
Baik, Pak!
Ayo. Berbaris.
Perhatian! Hormat!
Kau, maju.
Tunjukkan posisi hormat.
Perut kempis, dada busung, punggung lurus.
Lakukan 500 kali di sana.
Siap, Pak!
Aku tak peduli seberapa sembrononya kalian sebagai marinir.
Tapi kalian adalah polisi sejak hari ini.
Sebagai anggota Unit Operasi Khusus kepolisian,
- kalian harus bugar... - Lihat gadis itu.
- Dia cantik. - Cerdas...
- Tubuhnya juga bagus. - Serta berpola pikir kuat.
Dia sangat bugar.
Nomor 209, 214, kemari.
Apa yang kalian obrolkan tadi?
- Dia bilang gadis itu cantik. - Dia juga bilang tubuhnya bagus.
Dia bilang gadis itu bugar.
Pergi ke sana, ucapkan itu 500 kali.
Seribu kali!
Baik, Pak!
Gadis itu cantik.
Tubuhnya juga bagus.
Gadis itu cantik.
Tubuhnya juga bagus.
Gadis itu cantik.
Tubuhnya juga bagus.
Siapa yang tertawa?
- Aku, Pak! - Kemari!
Kau tertawa?
Karena tak ada yang mengaku.
Kau tertawa lantang sendirian?
Aku punya mulut besar.
Kau tahu hukuman untuk perbuatan itu?
Aku tahu. Tertawa 1.000 kali di sana.
Seret dia ke sana dan eksekusi!
- Gadis itu cantik - Gadis itu cantik
- Tubuhnya bagus - Tubuhnya bagus
- Dia cantik - Dia cantik
- Tubuhnya bagus - Tubuhnya bagus
Perhatian!
Balik badan!
Balik badan!
Balik badan!
Langkah cepat!
Lapor. Eksekusi selesai.
Tapi dia pingsan sebelum kami tembak.
Suruh dia bersihkan semua toilet.
Gadis itu cantik.
Tubuhnya juga bagus.
Gadis itu cantik.
Tubuhnya juga bagus.
Gadis itu cantik.
Tubuhnya juga...
Hei! Ada apa?
Aku tadi mimpi menampar Tein-ci.
Kau sudah gila.
Kenapa mereka membunyikan terompet?
Pasti ada keadaan darurat.
- Tentu saja. - Cepat berpakaian!
Perhatian!
Hormat!
Kulihat kalian makan banyak sup saat makan malam.
Aku bangunkan untuk ke toilet.
- Sersan. - Ya, Pak!
Bubarkan pasukan setelah kalian ke toilet.
Baik, Pak!
Hadap kiri!
Siap!
Ke toilet. Lari!
Kita harus serba cekatan di Unit Operasi Khusus.
Sepuluh detik harusnya cukup untuk hal sesederhana ini.
Siap.
Mulai!
Satu.
Dua.
Tiga.
Empat.
Lima.
Enam.
Tujuh.
Delapan.
Sembilan.
Sepuluh.
Aku melatih kalian seperti ini supaya kalian selalu siap siaga
saat situasi darurat apa pun. Sekarang giliranku.
Instruktur, waktumu juga sepuluh detik?
Aku instruktur latihan. Waktuku 45 detik.
Hei, aku butuh gayung.
Berikan aku gayung.
Itu perintah!
Dalam operasi khusus, kita mungkin akan memakai senjata berbahaya.
Ini granat tangan model terbaru. Kurasa kalian belum pernah memakainya.
Aku akan mencontohkannya.
Tarik pinnya. Lempar dalam 10 detik.
Itu akan langsung meledak. Paham?
Ya, Pak!
Tukang Bual, bawa granatnya kemari.
Siap, Pak!
- Semua sudah siap? - Ya.
Sersan, kau merasa hebat?
Tidak, Pak!
Kenapa kau berdiri jauh dari barisan?
Sekarang, latihan bergilir. Sersan, kau yang pertama.
- Baik, Pak! - Lapor! Sersan belum paham!
Tentu sudah.
Sebaiknya kau contohkan lagi.
Baiklah. Akan kucontohkan lagi.
Pertama...
Bagaimana mungkin aku tak paham hal mudah ini?
Aku memberinya granat tangan sungguhan.
Tarik pinnya.
Sekarang, aku akan melemparnya ke arahmu. Perhatikan.
Pak, cepat lempar! Itu granat sungguhan!
Duduk.
Misi kita adalah menangkap tersangka yang kabur, Cheong.
Kesulitan utama misi ini adalah Cheong bersembunyi di Klub VIP.
Kita harus masuk ke Klub VIP dan menangkap Cheong.
Tapi selama proses penangkapan Cheong, ingatlah untuk tidak mengganggu
para pria kaya dan ternama
di dalam Klub VIP.
Hasil dari operasi ini adalah...
Menangkap Cheong!
Aku tak bisa melakukannya sendirian.
Akan kupertimbangkan lalu mengabarimu.
Jangan pertimbangkan terlalu lama.
Lebih cepat lebih baik.
Ingat, sebelum menemukan Cheong, jangan bertindak tidak perlu.
Kami sudah pernah bertemu para pria terhormat.
Kalian tetap di sini. Ayo.
Permisi. Kartu anggotanya.
Polisi.
Boleh aku bertanya?
Itu bukan kartu anggota.
Kami adalah polisi.
Kami curiga ada kriminal, jadi, ingin memeriksa.
Mohon tunggu sebentar.
Hei, ada apa?
Ini klub privat yang ekslusif. Para anggota kami kaya dan ternama.
Tak ada siapa-siapa di sini.
Jika tak paham bahasa Inggris, aku bisa menerjemahkannya.
Orang-orang di sini kaya dan ternama. Tak ada yang perlu diperiksa.
Jadi, permisi.
Kalian boleh pergi.
Kami akan masuk dan minum.
Apa?
Minum? Berapa penghasilanmu per bulan?
Jika kau pecahkan gelas, aku takut kau tak sanggup menggantinya.
Berhenti.
Berhenti!
Jangan gegabah.
Ini bukan salahku. Dia ingin memberi tahu mereka.
Untung saja bukan aku
- yang memecahkan itu. - Bagus sekali.
- Siapa atasanmu? - Aku tak akan bisa mengganti ruginya.
Aku tak perlu tahu itu.
- Aku hanya tahu siapa atasanku. - Baiklah.
Silakan periksa lalu pergi.
Kalian sudah lihat semuanya.
Kantor manajer di lantai atas.
Hei, kau tak boleh masuk!
Polisi.
Cheong, kau menghemat waktuku.
Semua penjahat di Hong Kong ada di sini.
Tak perlu kucari satu per satu.
Kau ditahan atas pembunuhan, penyelundupan, dan perdagangan.
Serta satu tuntutan lagi. Menghina polisi.
Itu surat penangkapannya.
Kini kau tahu kejahatanmu.
Naga, kita di sini untuk misi, bukan berkelahi.
Tangkap dia!
Jangan takut. Polisi sedang melakukan penangkapan.
- Kalian tak boleh naik! - Menyingkir!
Kalian berdua harus mengganti semua kerugian kami. Paham?
Panggil yang bisa bahasa Mandarin!
Kalian bertanggung jawab atas semua kerugian kami.
Kejar dia!
Sembunyilah lebih dahulu.
Lihat.
Hentikan!
Lapor.
Siapa yang beri surat penggeledahan?
Kami tak punya.
Sersan, beri tahu aku.
Kami mendapat informasi
bahwa Cheong di sini.
Di mana dia sekarang?
- Dia ke atas. - Bedebah!
Kau masuk tanpa izin dan menuduhku menyembunyikan kriminal.
Kapten Chik.
Lihat perbuatan anak buahmu pada tempatku.
Kau bisa kerja benar, Sersan?
Tak masalah jika Tein-ci tidak tahu.
Tapi kau seharusnya lebih tahu.
Paman.
Ini bukan salahmu. Sersan, minta maaf pada Pak Chow.
Minta maaf?
Apa salah kami?
Mereka menyembunyikan kriminal dan menyerang polisi.
Aku harus minta maaf?
Kapten Chik, aku akan mengajukan keluhan pada Kolonel Mui
bahwa kau mengizinkan anak buahmu memfitnah reputasiku.
Berhenti!
Akan kubuktikan bahwa aku tak memfitnahnya.
Kuperintahkan kau minta maaf pada Pak Chow.
Kau tahu apa hukumannya jika tak menuruti perintah?
Awalnya, aku tak tahu. Kini aku tahu.
Aku bukan bawahanmu lagi.
Aku tak perlu mematuhimu.
Berani sekali kau.
Jangan biarkan dia naik.
Semuanya, berhenti. Jangan bergerak!
Dia mendapat pujian.
Aku mendapat hukuman.
Naga.
Aku hampir kehilangan hidungku.
Apa kabar?
Jangan terlalu marah dan mengabaikan teman lama.
Kita sudah lama tak jumpa. Kau melampiaskan amarahmu kepadaku?
Kau tadi di Klub VIP?
Aku melihatmu masuk dan kupikir ada sesuatu, maka aku membuntutimu.
Kejadian ini memberi tahu kita bahwa di dunia yang jahat ini,
kekuatan satu orang tidaklah cukup.
Kau ingin aku berkarier sebagai pencuri sepertimu?
Jangan sebut kata "pencuri".
Aku sudah bertobat sejak kau menjadi penegak hukum.
Jika tidak, bagaimana aku bisa berjalan dan merangkulmu?
Beberapa orang senang kau berhenti.
Kenapa?
Kau selalu ingin memerangi perompak.
Beberapa orang tak ingin kau melakukan itu.
Mustahil.
Mustahil?
Tanggal pelayaran misi terakhirmu rahasia.
Kapalmu dibom. Bukankah sudah jelas ada mata-mata?
Kau hanya berspekulasi.
Spekulasi? Aku akan memberitahumu fakta.
Seseorang di pasukanmu menjual senapan ke perompak.
Edisi ekstra! Baca selengkapnya!
Lo Sam-pao menyerang tiga kapal. Tiga orang tewas, 25 terluka.
Siapa yang menjual senapan?
Kenapa kau perlu tahu?
Aku ingin tahu pelaku perbuatan hina itu.
Terima kasih.
Karena kau tahu banyak, kau berencana mencuri semua senapan itu?
Kau bisa menjadi empat tipe orang di Hong Kong.
Menjadi orang kaya, tapi tidak bisa.
Ada banyak orang miskin. Aku tak mau seperti itu.
Kepolisian menolakku.
Selain menjadi pencuri, aku bisa menjadi apa lagi?
Karena aku punya teman sepertimu, aku harus menjadi pencuri baik.
Dalam kesepakatan senapan ini, semuanya jahat.
Saat waktunya tiba, kau tangkap mereka, aku ambil uang mereka.
Aku mengandalkanmu.
Kapan dan di mana?
Lusa di teluk Lau.
Keadaan berjalan lancar.
Ini semua senapanmu.
Terima kasih.
- Angkut ke kapal, - Baik, Pak.
- Terima kasih. Aku akan pergi. - Terima kasih.
Terima kasih.
Dermaganya bergeser! Bantu dia naik.
- Berhenti. Tembak. - Jangan!
- Jangan tembak. - Itu kapten. Kita harus selamatkan dia.
- Ayo. - Tolong!
Kau tahu merampok senapan adalah pidana berat?
Kau menjual senapan polisi ke perompak.
Apa hukumannya?
Dia harus dihukum mati.
Kita lakukan itu setelah menemukan kapak.
Kita berada di tengah laut. Di mana kita bisa temukan kapak?
Kalau begitu, dia beruntung.
Kita lempar saja mereka semua ke laut.
Kenapa kau tidak lompat?
Aku tak bisa berenang.
Kau berkata jujur?
Ya.
- Kalau begitu? - Kalau begitu?
Harus kita apakan dia?
Beri dia kesempatan untuk belajar. Beri dia pelampung.
Dan semoga dia beruntung.
Terima kasih.
Tak masalah.
- Tolong! - Ayo pergi.
Aku tak bisa berenang!
Tolong aku! Cepat!
Akan kau apakan semua ini?
Cari pembeli, tentu saja. Aku sisihkan saja?
Kau bisa menjualnya, tapi kau harus periksa pembelinya.
Jangan cuma pikirkan uangnya.
Ini senapan. Kau tak tahu apa rencana mereka.
Tenang saja. Akan kujual kembali ke gudang senjata dengan diskon 50 persen.
Kau sudah puas?
Aku senang aku tak salah membantumu.
Apa itu?
Hanya kau dan aku yang tahu tanda ini.
Jika seseorang tahu tentang ini, salah satu dari kita yang memberitahunya.
- Fui? - Kau sudah selesai mandi?
- Ya. - Lewat sini.
Di mana uangnya?
Ini uangnya. Di mana senapannya?
Aku bukan bocah usia tiga tahun.
Akankah kusimpan di sini?
Kau sudah hitung uangnya. Di mana senapannya?
Di balik tumpukan kayu.
Aku akan pergi bersamamu setelah matahari terbit.
Ada banyak sekali kayu. Kayu yang mana?
Itu mudah dikenali. Aku memakukan kain merah di kayunya.
Di sana...
Semuanya ada kain merah.
Kayu yang mana, Yat-fei?
Kurasa kita harus membaliknya satu per satu.
Balik semua kayunya.
Kuperingatkan kau, Yat-fei. Jangan main-main dengan kami.
Atau kami akan kasar.
Di mana sopan santunmu?
Aku tahu kau akan memelas.
Kau tak bisa tangani ini.
Apa aku orang seperti itu?
Jika kau tak memberi tahu kami,
kau akan menjadi makanan ikan.
Kami akan menutup tempat ini. Semuanya, harap pergi.
Kita sebaiknya pergi.
Kau hebat. Kau menelepon polisi.
Tidak.
Sedang apa kau di sini?
Aku menjual kayu.
Dia bilang ayahnya meninggal.
Dia ingin aku memilih kayu yang bagus untuk ayahnya.
Anak yang berbakti.
Tapi tempat ini sudah ditutup. Kalian boleh pergi.
Baik. Kami tak akan mengganggumu.
Sampai jumpa. Sekian untuk saat ini.
Banyak sekali polisi. Bagaimana?
Dia tak mungkin pergi jauh. Tangkap dia setelah kita pergi.
Ayo pergi.
Tempat ini sudah diamankan.
Kata Naga, kayu yang tidak berkain merah.
- Temukan. - Baik, Pak!
Apa?
Bukan Kapten Chik yang menjual senapan ke perompak?
Bukan, pemerintah meminjam senapan itu dari Inggris.
- Si gendut sialan itu. - Dia menggoda gadis.
Semua berkatmu jika ayahku bisa mendapatkan kembali senapan itu.
Bagaimana kau bisa tahu di mana senapannya?
Bagaimana?
Aku menguping mereka.
Mereka bahkan menangkap basah aku.
Lalu?
- Aku dikepung sepuluh orang. - Lalu...
Mereka bukan tandinganku.
Aku melumpuhkan tiga orang sekaligus.
Sampai tinggal satu orang gendut yang menghalangiku.
Aku menggunakan
36 gaya bela diri melawannya.
Tapi aku mengalahkannya dengan gaya terakhir.
Kubilang padanya jika senapan itu jatuh ke tangan perompak,
banyak orang tak berdosa akan menderita.
Itu benar.
Jadi aku membuatnya mengatakan di mana senapan itu disembunyikan.
Naga, kau hebat sekali.
Kurang ajar!
Kukira kau untung banyak mengkhianatiku.
Ternyata hanya satu ciuman.
Aku akan menciummu andai aku tahu.
Hei, kau...
Kita selesaikan nanti.
Kau melihat pria gendut?
Pria gendut? Dia pergi ke arah sana.
Kau pikir aku akan berterima kasih?
Hei, aku mendengar suaranya.
Dia di dalam.
Terima kasih banyak!
Permisi.
Sebenarnya, kalian jangan mengejarku.
Dia yang simpan senapan itu.
- Naga. - Ayo pergi!
Kejar mereka.
Hai.
Di mana senapannya?
Tanya dia.
Bicara.
Di kantor polisi.
Apa?
Jangan pegang senjata jika tak tahu cara memakainya.
Sialan! Kau mengkhianatiku!
- Kau menipuku lebih dahulu! - Itu demi kebaikanmu!
Aku selalu mengalah saat kita bertengkar, 'kan?
Kau selalu yang pertama kabur.
Ingat bagaimana aku menyelamatkanmu saat kau diancam dengan kapak?
Aku tak ingat kejadian itu.
Kau berengsek! Aku akan membunuhmu!
- Ayo kita pergi. - Ayo.
Lewat sana. Cepat.
Di atas.
- Cegat dia. - Ya.
Di mana Wah?
Dia bukan pacarku. Kenapa tanya padaku?
Kita bertemu di tempat biasa jika kau sudah kabur.
Aku tak bisa jalan.
Sebelah sini.
- Lompatlah. - Apa?
Jangan takut. Ini tidak tinggi.
Aku lebih dahulu.
Lompat!
Aku tak bisa.
Lompatlah. Aku akan menangkapmu.
Jika tidak lompat, kau akan ditangkap dan dijadikan PSK.
Ayo.
Sembunyilah.
Jangan lari!
Ayo.
Kakiku patah.
Tidak. Kakimu masih menempel. Ayo.
Kejar mereka.
Pergilah.
Aku di sini.
Ulurkan tanganmu!
Ayo.
Lompatlah bersamaku.
Ini mudah, lompat saja.
Ayo.
Aku masih di sini.
Nona, kau tak tahu cara melompat?
Ayo.
Kau tahu cara meluncur, 'kan?
- Aku sangat... - Itu amat berbahaya, 'kan?
Kejar mereka.
Sembunyi di dalam.
Bagaimana sekarang?
Buka bajumu.
Untuk apa?
Turuti saja perkataanku.
Apa yang kau lakukan?
Mari berpencar dan cari mereka.
Masih kabur?
Siapa yang berani menabrakku?
Kapten Chik?
Ternyata kau.
Ya. Kau baik-baik saja?
Ya, tapi kau tidak.
Aku? Aku baik-baik saja. Aku permisi.
Kapten Chik, kau tak sengaja memborgolku.
Aku sengaja melakukannya.
Kau meninggalkan posmu. Aku harus memborgol siapa?
Tolong lepaskan aku.
Aku akan melapor padamu di kantor.
Melepasmu? Kini keadaan kantor kacau.
Semua membatalkan cuti. Kita harus menemukan...
Kita sudah menemukannya.
Sungguh? Apa lagi yang kau tahu? Katakan padaku.
Kita sudah menemukan para gadis yang hilang.
Kau hanya tahu cara menemukan gadis, tak ada yang lain. Ayo kembali.
Jangan pergi lewat sini.
Aku sudah memborgol ratusan orang.
Mereka pergi ke mana pun aku suruh.
Aku sudah memakai borgol ini selama tiga sampai empat tahun.
Mereka biasanya melepaskanku saat aku suruh. Aku pinjam ini.
Tangkap dia!
Kenapa kau meniup peluit? Simpan napasmu untuk mengejarnya.
Lepaskan borgolku.
Awas.
Apa yang terjadi?
Siapa itu?
Kau sudah gila.
Menyingkir!
Sebelah sana.
- Tangkap dia! - Kau baik-baik saja?
Jangan hiraukan aku.
Tangkap dia.
Permisi.
Awas!
Merasa lebih baik?
Awas!
- Kau tak tahu cara berhenti? - Remnya rusak.
Aku menyelamatkanmu lagi.
- Kau berani... - Awas!
Ulurkan tanganmu.
- Di mana Yat-fei? - Yat-fei?
Jika kau mengenalnya, kau bisa mati. Ayo pergi!
Aku baru saja menyelamatkanmu. Kau tak berterima kasih.
Silakan cari teman lain sepertiku.
- Kau berani memintaku memercayaimu? - Kau menantangku?
Terserahmu saja!
Kita berkelahi nanti saja.
Kita hadapi babak eliminasi ini.
Sudah cukup?
Belum?
Lagi?
Cukup?
Belum?
Ayo pergi.
Hei, mereka membawa pistol.
Tenanglah.
Tenang? Bersiaplah untuk ditembak.
Kita lihat bisa lari ke mana kalian kali ini.
Kita selamat kali ini.
Hai, Kapten Chik.
Kapten Chik.
Kita harus berhenti bertemu seperti ini.
Tangkap dia.
Dia mencuri senapan negara dan menghina atasannya.
Ya. Aku juga berkemudi dengan lalai dan melukai orang-orang.
Borgol aku.
Tentu. Borgol dia.
Terjadi kecelakaan serius di Jalan Nathan.
Aku penyebab kecelakaan itu.
Minta seseorang memeriksa apa ada korban luka.
- Ayo. - Ayo.
Wah.
Dengar.
Aku tak bermaksud memarahimu.
Tapi lihat dirimu.
Kau seharusnya pulang. Cepat.
- Pergilah. - Naga, aku pergi.
Yat-fei, aku permisi.
Sampai jumpa.
Hei, Gendut.
Kau tampak familier.
Kita belum pernah bertemu. Bagaimana bisa aku tampak familier?
Suaramu juga terdengar familier.
Ayahku bilang aku terlahir gila
Kau pernah dengar suara ini?
Pemuda, jangan terlalu arogan.
Arogan bukan kejahatan.
Jangan lupa perkelahian kita.
Orang asing pakai baju hangat
Anak Muda, terima kasih atas pelampungnya.
Tak masalah.
Dia orangnya. Tangkap dia!
- Kapten Chik. - Tangkap si gendut itu.
Baik, Pak.
Mantan polisi itu mengambil senapan kita.
Aku hampir lupa kau pandai membuka borgol.
Kau tak bisa melakukannya dua kali.
Lepaskan aku, Kapten Chik.
Kapten Chik, bawa aku kembali ke kantor.
Polisi bodoh! Tahan aku!
Polisi bodoh! Aku...
Banyak orang. Jangan menembak di sini.
Kau berani mengkhianati kami?
Siapa kalian?
Di mana senapannya?
Ayo.
Di mana senapannya?
Bicara!
Di mana senapannya?
Bicara!
Naga!
Bertahanlah!
Bantuan akan datang!
Aku akan ambilkan kasur!
Tidak usah.
- Naga! - Naga!
Naga.
- Kau baik-baik saja? - Ya.
- Aku akhirnya membuktikan sesuatu. - Apa?
Bahwa ada gravitasi di dunia ini.
- Bawa mereka semua ke penjara. - Baik, Pak!
Ada kapal Tiongkok di depan, Kapten.
Tak usah khawatir, Pak. Kapal-kapal itu sepertinya tak berbahaya.
Tapi ada perompak di perairan ini, jadi kau sebaiknya waspada.
Baik, Pak.
- Halo. - Halo.
Halo.
- Halo. - Halo.
- Halo. - Halo.
- Halo. - Halo.
Awalnya, kukira Laksamana Muda
bisa membentuk pasukan dan melawan perompak saat dia tiba.
Siapa sangka dia akan ditangkap para perompak?
Aku tak tahu harus bagaimana.
Kusarankan cari polisi yang bisa berenang,
dan bentuk pasukan laut kepolisian untuk tutup perairan dan lalu lintas laut.
Itu tak akan berhasil. Pelaut seperti kami mengandalkan perairan untuk bisnis.
Jika kau tutup perairan selama tiga bulan,
belum tentu Lo akan tertangkap,
tapi kami pasti akan bangkrut.
Selain menutup perairan, ada solusi lebih baik?
Jangan lupa, para perompak menangkap Laksamana Muda.
Prioritas utama adalah menyelamatkannya.
Aku bisa dipulangkan jika sesuatu menimpa Laksamana Muda.
Dipulangkan ke mana?
Hei, simpan leluconmu.
Cepat pikirkan ide yang lebih bagus.
- Pak Chow, silakan duduk. - Baiklah.
Teruslah cari solusi.
Aku harus menemui seseorang. Permisi.
Para perompak menginginkan uang.
Aku bisa pakai dana tertib dan damai sebagai tebusan,
tapi kita butuh perantara.
Aku tahu para perompak
tak pernah menyentuh kapalmu.
Jadi, kau cocok untuk menjadi perantara.
Kau tahu maksudku.
Kolonel Mui, kau tidak basa-basi.
Aku selalu ingin bekerja untuk pemerintah.
Tapi beberapa temanku ditangkap oleh anak buahmu.
Jangan khawatir. Aku bisa membebaskan mereka.
Aku selalu iri pada orang
yang diberi gelar bangsawan oleh Ratu.
Aku bisa membantumu.
Terima kasih. Bersulang.
Bersulang.
Supaya kapal kami aman,
anak buahku memiliki kontak tidak resmi dengan para perompak.
Tapi sebagai perantara, aku harus pergi sendiri.
Aku butuh 100 senapan baru sebagai hadiah untuk Lo.
Jika kau bisa selamatkan Laksamana Muda, aku bisa pertimbangkan itu.
Kabari aku setelah kau mempertimbangkan.
Aku tak akan membuang waktumu. Selamat tinggal.
Aku akan segera menghubungimu.
- Sampai jumpa. - Sampai jumpa.
Sampai jumpa.
Siapa kau?
Aku Sersan Marinir Ma.
Tapi aku tahu
Angkatan Laut tak berarti bagimu.
Sedang apa kau di sini?
Laksamana Muda ditangkap.
Kupikir angkatan laut bisa dibentuk kembali.
Aku berharap mendengar kabar baik.
Tapi aku menguping kesepakatan kotor.
Aku tak memedulikan hal lain.
Aku hanya memedulikan keselamatan Laksamana Muda.
Kau hanya memedulikan kariermu sendiri!
Banyak yang pernah ditangkap perompak.
Pernahkah pemerintah membayar uang tebusan mereka?
Diam!
Kau yang diam!
Laksamana Shek bersusah payah mengumpulkan dana tersebut.
Itu adalah donasi rakyat Hong Kong untuk memerangi perompak.
Kau menggunakannya untuk tebusan atas alasan egois.
Kau tidak kasihan pada rakyat Hong Kong?
Sebagai penegak hukum,
kau bukannya menangkap orang yang bersekongkol dengan perompak,
malah akan memberinya gelar bangsawan.
Seperti itukah Ratu memintamu menjaga keadaan?
Kau tahu harimau adalah karnivor, kau malah menggemukkan mereka.
Setelah Lo mendapatkan senapannya,
kau tahu berapa banyak kapal dan orang yang akan menjadi korban?
Kau hanya bisa mengumpulkan barang antik.
Kau tahu berapa banyak janda, yatim-piatu, dan korban lain
yang menanti mereka ditangkap?
Kau mau ini menjadi kota tanpa suami?
Kau pikir aku tak mau menangkap para perompak?
Aku tak terlahir sebagai pengecut.
Tapi Angkatan Laut Kerajaan terlalu jauh untuk membantu.
Bagaimana aku melawan para perompak?
Jika tak bisa dengan pasukan, kita bisa mengelabui mereka.
Aku yakin kita bisa
mengalahkan Lo dan menyelamatkan Laksamana Muda.
Kau punya rencana?
Tidak.
Tidak?
Mari kita kerja sama dan mencari ide. Jika kita langsung menyerah,
apa lagi yang harus dibicarakan?
Kuserahkan ini padamu. Pikirkanlah rencana bagus.
Itu berarti kita melakukannya dengan caraku.
Lakukanlah.
Baik, Pak!
Hati-hati.
Pak.
- Terima kasih atas donasinya. - Sampai jumpa.
Sampai jumpa.
Ayah, lihat bendera itu.
Perhatian! Rapikan barisan!
Beri hormat!
Proyek A akan dilanjutkan sesuai perintah Menteri Keamanan.
Tolong aku!
Gadis Cantik, jangan kabur.
- Bawa dia pergi. - Baik.
Pergi!
Tenanglah.
Terima kasih, Pak Chow.
Kau mengenalku?
Semua orang di Hong Kong mengenalmu.
Kau mau pergi ke mana? Biar kuantar.
Aku ingin membeli mi bakso ikan.
Mi bakso ikan?
- Teng. - Ya?
Pergilah beli mi bakso ikan untuk nona ini.
Baik.
Dia luar banyak angin. Mari tunggu di dalam.
Gadis yang amat cantik.
Kau sungguh pria santun.
Serta sangat memperhatikan wanita.
Itu tergantung wanitanya. Untuk gadis cantik sepertimu,
bahkan dewa kematian pun akan menjadi pria santun.
Cepat.
Sedang apa kalian?
Pedatinya goyang. Kami kira...
Kenapa bergegas ke sini?
Terbalik pun bukan urusan kalian. Tutup pintunya.
Baik.
- Kenapa kau bergegas ke sana? - Dia bicara padamu.
Hei, pegang ini.
- Aku mau ke toilet. - Apa?
Cepatlah.
Mereka benar-benar melakukannya.
Cepat.
Lega.
Cepat.
Jangan gegabah.
Aku bukan polisi lagi. Aku bebas bertindak.
Kami bertaruh nyawa melawan perompak,
kau malah bersekongkol dengan mereka. Keparat!
- Naga! - Jangan hentikan aku!
Jika kau membunuhnya, bagaimana laporanku?
Jika seperti ini, kau bisa membunuhnya!
Kau takut apa? Katakan saja
dia memberontak saat ditangkap dan mati saat mencoba kabur.
Inspektur Wong, tolong tegakkan keadilan di situasi sini.
Pasti, selama kau memberitahuku hubunganmu dengan para perompak
dan cara berkontak, kau akan selamat.
Percuma saja.
Membunuh orang sepertinya hanya membuang peluru saja.
Jangan bunuh aku!
Aku akan memberitahumu semuanya.
Dan jika kau bohong?
Jangan khawatir. Jika dia bohong, kita bunuh saja dia.
Caramu mengontak para perompak? Katakan!
Setiap tanggal 2 dan 16,
kapal Lo akan berlabuh di Dermaga Barat.
Mereka memberi isyarat dengan menggantungkan kaus
dengan tiga untai petasan di kapal.
Hei.
Nakhoda, bisa pergi ke toko petasan?
Untuk apa ke sana?
Untuk menyalakan petasan.
Cara menyalakannya?
Menggunakan tiga batang dupa.
Mana yang dinyalakan lebih dahulu?
Ketiganya bersamaan supaya ada kedamaian.
Siapa namamu?
Kau nakhoda atau peramal? Aku memintamu mendayung,
tapi kau seperti menginterogasiku. Mau mengantarku atau tidak?
Kata sandinya benar.
Silakan naik.
- Ini hadiah untuk bosmu. - Seseorang akan mengangkutnya.
- Kembali, tunggu kabar. - Baik.
Bentangkan layar!
Aku bisa mabuk jika lebih lama lagi.
Kenapa kau di sini?
Kau sendiri?
Aku menuju pulau Lo.
Aku juga.
Jangan, itu berbahaya.
Kau tak menerimaku di sini. Baiklah. Aku akan suruh mereka kembali.
Kau menang. Kau sebaiknya sembunyi.
Jangan di dalam itu lagi. Aku serius.
Cepat.
Kita hampir tiba.
Misiku menyelamatkan para sandera.
Jika sempat, aku akan menangkap para perompak.
Bagus, tapi aku tidak ikut.
Jangan halangi aku, maka kau sudah membantu.
Jangan khawatir. Aku punya prinsip.
Pergilah dan menjadi pahlawan.
Aku akan pergi mendapatkan uang.
Sepakat.
Beri tahu mereka Ketua Chow sudah tiba.
Sebelah sana.
Bantu angkut barang-barang.
Silakan.
Silakan masuk, Pak Chow.
Chow Weng-ling?
Ketua Lo?
Tak kusangka seorang pencuri
dipanggil dengan sebutan ketua oleh pria terhormat.
Sudah lama aku ingin bertemu langsung denganmu.
Aku juga, Ketua Lo.
Tidak, aku keturunan ketiga di keluarga, jadi mereka memanggilku Sam.
Paman Sam.
Usiaku baru 35 tahun. Karena terpapar kondisi cuaca,
aku mungkin tampak lebih tua.
Pak Sam.
Itu sebabnya bisnismu amat sukses.
Terima kasih sudah menjaga kapal kami.
Aku berterima kasih.
Kami membajak kapal, bukan menaikinya.
Kami mempertaruhkan nyawa kami.
Aku lebih suka menerima hadiah darimu
daripada membajak kapalmu.
Ini senapan yang kau inginkan.
Aku juga membawa anggur untuk awakmu.
Kudengar senapan ini sulit didapatkan.
Kami tak bisa melindunginya dengan baik.
Jadi Li Cho-gao...
Itu tak masalah.
Lupakan saja.
Ini asli.
Jika tidak, untuk apa Chow
mengirimnya langsung?
Sebenarnya, aku diutus ke sini
oleh Pemerintah Hong Kong untuk minta bantuan.
Apa itu Pemerintah Hong Kong?
Pemimpin Hong Kong.
Mereka memintamu untuk menangkap kami?
Kau pandai berkelakar.
Kau membajak kapal Inggris beberapa hari lalu.
Gubernur memintaku menjadi perantara
untuk meminta pembebasan para sandera.
Senapan ini adalah hadiah untukmu.
Gubernur baik sekali.
Aku terima senapannya, tapi aku tak akan membebaskan sandera.
Pak Sam, jika kau bebaskan sandera,
aku bisa bangga saat bicara pada Gubernur.
Tak usah bicara padanya.
- Pak Sam... - Pesta ulang tahunku ke-35
dimulai tengah malam.
Kau harus tinggal untuk minum.
- Tentu. Mengenai para sandera... - Itu saja mengenai mereka.
Siapkan kamar untuk Chow istirahat.
Pak Chow, lewat sini.
Chow.
Pulau ini memiliki medan yang sulit.
Itu tidak aman.
Jangan pergi berkeliaran.
Terima kasih informasinya.
- Simpan barang-barangnya. - Tentu.
Lewat sini, Pak Chow.
Di mana tempat barang ini?
Di gudang.
Gudang? Tidakkah berbahaya jika diletakkan
bersama barang mahal?
Hanya ada ikan asin, sayur, dan sejenisnya di gudang.
Kita simpan barang berharga di ruang penyimpanan.
Senapan akan mudah berkarat jika disimpan bersama ikan asin.
Itu benar.
Ruang penyimpanan saja? Akan kuminta mereka balik arah.
Kau yang pimpin jalan.
Kau tak tahu jalan?
Aku baru pindah ke sini kemarin. Belum pernah ke ruang penyimpanan.
Berarti kau tak tahu siapa aku.
Siapa namamu?
Kenapa kau harus tahu?
- Bawa saja ini ke gudang. - Bukankah katamu senapan
akan mudah berkarat jika di simpan di situ?
Biarkan saja berkarat.
- Pergi! - Baik.
- Mampirlah untuk berpesta. - Kau tak perlu bilang.
Di sini. Mari daki bukit ini.
Ayo.
- Saatnya makan malam. - Baik.
Tunggu aba-abaku di sini.
Aku akan bantu Naga.
Sisakan aku anggur.
Jangan cuma pikirkan anggur. Jaga posmu.
Hei, apa kata sandinya?
Aku tak tahu, tapi aku tahu isyarat tangannya.
- Isyarat tangan apa? - Ini.
Jangan bergerak.
Apa kata sandinya?
Orang bodoh meminjam terompet dari seorang Lama.
Sang Lama menanam labu siam. Orang bodoh tak bicara.
Sang Lama tak memahaminya.
Dia memberikannya labu merah.
Dia memberikannya labu siam.
Sang Lama melihat orang bodoh itu, dia pun mengerti.
Orang bodoh itu marah.
Dia menyumpahi sang Lama.
Omong kosong apa itu?
Kata sandi.
Aku lebih baik bertanya daripada ditanya.
Apa kata sandinya?
Pukuli aku.
Silakan.
Kau dapat semuanya ketika beruntung.
Apa kata sandinya?
Pukuli aku.
Benar.
Kau berani menipuku? Kata sandi macam apa itu?
Ini aku!
Naga, itu kau!
- Di mana yang lain? - Di sana.
Hei, Naga di sini.
Di mana Tein-ci?
Dia pergi membantumu.
Diakah yang barusan tadi?
Tukang Bual, ikut aku.
Kenapa mereka menghajarku?
Apa kata sandiku salah?
- Apa kata sandinya? - Bulan bercahaya.
Ke sana.
- Apa kata sandinya? - Bulan bercahaya.
Kurasa bukan itu.
Salah lagi?
Tein-ci! Ada apa?
Berdiri, ayo.
Dayung, dayung, dayung perahumu Perlahan mengikuti arus
Dengan riang, riang, riang Hidup adalah mimpi
Waspadalah dan ikuti rencana. Jangan kacaukan.
Kenapa kau di sini, Pak Chow?
Aku ingin menunjukkan sesuatu.
- Laksamana Muda? Baiklah. - Ya, itu aku.
Keluarkan mereka pada saatnya.
Tidak ada!
Selamat ulang tahun.
Chow, kenapa kau telat sekali?
Kau harus minum ini.
Untuk kejayaanmu di masa datang.
- Chow, duduk di sini. - Baiklah.
Chow, aku sudah memikirkannya.
Makananku habis untuk orang Inggris jika mereka di sini.
Bawalah mereka pulang sebagai bantuan untukmu.
Terima kasih, Sam. Aku akan bersulang lagi untukmu.
Pergi. Cepat.
Bagaimana jika kita minta wanita Inggris menari untuk kita?
Pengawal!
Tidak usah. Mereka lama dikurung.
Pasti tak punya tenaga.
Itu tidak akan menghibur. Kita lakukan ini saja.
Semuanya!
Yang bisa mengalahkan Sam dalam panco akan mendapatkan arloji emas ini.
Pak Sam, menurutmu kau bisa menang?
Baiklah.
Lihat aku.
- Siapa yang ingin mencoba? - Pao, maju!
- Kau baik-baik saja, Li Cho-gao? - Ya.
- Ketua berpesta di dalam? - Ya.
Itu Li Cho-gao.
Aku sebaiknya pergi sekarang.
Naga dalam masalah.
Jika aku pergi sekarang, maka aku bukan teman setia.
Aku Yat-fei.
Yat-fei?
Naga masih di dalam. Jika tak kita selamatkan, dia akan mati.
Kenapa?
Li Cho-gao baru datang.
- Kita harus bagaimana? - Bagaimana?
Kita biarkan Naga mati sendirian atau kita semua mati bersama.
Ayo berpencar. Tukang Bual, ikut aku selamatkan Naga.
Tai Bo, bawa semua orang ke tempat aman lalu ledakkan kapal para perompak
kemudian pergi dari sini.
Lalu kalian?
Jika kami tak kembali sebelum kapal diledakkan, jangan tunggu kami.
Tai Bo, kurasa kemungkinan kita kecil untuk selamat.
Jika aku mati, pastikan semua orang tahu demi apa aku mati.
Tukang Bual, aku iri pada kesempatanmu untuk menjadi pahlawan bagi negara ini.
Kau tak perlu iri. Kita tukaran saja?
Kau selamatkan Naga, aku ledakkan kapal.
Tidak usah. Kita tetap pada posisi awal.
- Hati-hatilah. - Hei!
- Kau tahu tempat senapannya? - Ya, ayo.
Tein-ci!
Kantongi ini.
- Kenapa memberiku palu? - Ayo.
Ketua.
- Li Cho-gao. - Li Cho-gao.
Li Cho-gao.
- Li Cho-gao. -Ketua.
Aku senang kau kembali.
Selamat ulang tahun, Ketua.
Baiklah.
Kukira aku tak akan melihatmu lagi.
Chow.
Pak Chow, Ketua mencarimu.
Siapa Chow?
Chow Weng-ling.
Pak Chow di sini?
Kau...
Kau menyalahkanku karena tak membantumu.
- Tidak, maksudku... - Aku tak bisa membantumu.
Kau bukan...
Aku bukan sahabat yang membantu saat dibutuhkan.
Kita semua berteman.
Ketua, dia...
Dia apa? Dia melakukan apa?
Sam, biarkan Li marah padaku. Aku tak menyalahkannya.
Ketua...
Aku harusnya malu telah datang dan menemuimu.
Tapi aku harus mengantar senapan pada Sam.
Aku harus datang bagaimana pun juga.
- Beraninya kau... - Berani datang ke sini?
- Li, hukumlah aku sesukamu. - Kau...
Katakan itu di depan Sam.
Aku tak akan mengeluh walau kau ingin aku mati.
Kau bukan Chow!
Benar. Aku bukan Chow yang dahulu kau kenal.
Ketua, dia bukan Chow Weng-ling.
Li Cho-gao.
Li Cho-gao benar.
Baginya, Chow Weng-ling telah mati.
Aku pengecut, tak berguna. Aku tak pantas menjadi Chow Weng-ling.
- Chow... - Jangan panggil aku Chow.
Sudah kubilang aku bukan Chow Weng-ling.
Lihat akibat perbuatanmu, Li.
Sampai jumpa, Sam.
Tetaplah di sini, Chow.
Tak ada gunanya. Aku memang seharusnya tidak datang.
Kabar buruk, Ketua!
- Ada apa? - Ada banyak polisi di luar.
Pasukan kita tak bisa menghadapi mereka.
Pasukan, keluarlah dan bertarung!
- Kau baik-baik saja? - Kenapa kau masuk?
Andai aku tak kembali untukmu, aku pasti sudah kaya.
Bagaimana polisi bisa ke sini?
- Li, kau membawa polisi ke sini. - Apa?
Pantas saja mereka membebaskanmu dari penjara.
Ketua, jangan dengarkan omong kosongnya.
Jangan bergerak!
Li, tak kusangka kau juga membawa Ma Yu-lung ke sini.
Siapa Ma Yu-lung?
Dia marinir Hong Kong.
Li, jangan takut. Kerjamu bagus.
Kau bisa kembali sekarang.
Ketua.
Menyerahlah, Lo.
Kami sudah mengepung pulau ini.
Kau tak perlu menakutiku.
Hong Kong punya polisi sebanyak itu?
Itu benar. Seluruh pulau dipenuhi polisi.
Bahkan sampai tidak muat. Beberapa di perairan.
Berlebihan sekali.
Aku takut kau tak akan percaya jika aku tak berlebihan.
Li, tak kusangka kau tega melakukan ini padaku.
Percuma saja mengatakan apa pun.
Kematianku bukti aku tak bersalah.
Naga aman, tapi kita dalam masalah. Kita harus kabur.
Bisakah kita selamat?
Kau tak bisa kabur. Kami akan ledakkan kapalmu.
Ketua, mereka sungguh akan meledakkannya.
Meledakkan kapal kami? Jangan lakukan itu!
Lempar.
Maju!
Ledakkan semua jalur. Putus bala bantuan mereka.
Chow, kau diam saja. Biar aku yang atasi mereka.
Kau bukan Chow.
Aku tak pernah bilang aku Chow.
Aku harus pergi.
Kenapa kau meledakkan semua...
Larilah cepat dan kau akan berjaya.
Kembali ke sini!
Kau punya dendam terhadapku?
Jika akses tak diledakkan,
kita tak akan bisa pergi saat bala bantuan tiba.
Pergilah bantu Naga menghadapi Lo.
Kau sungguh akan pergi?
Jangan bilang kau akan merindukanku.
Hei, kau baik-baik saja?
Kau ternyata benar.
Lo, kau tak punya harapan lagi.
Menyerahlah sekarang.
Aku tak akan menyerah meski kau membunuhku.
- Kau mencoba membunuhku? - Lempar ke dalam!
- Tukang Bual, kau baik-baik saja? - Ya!
Semua jalan masuk tertutup. Bagaimana kita keluar?
- Aku masih punya satu granat. - Ayo pergi!
Layar harus menghadap ke atas. Arah kita 18 derajat ke barat.
Berapa jauh lagi daratan?
Empat puluh meter.
Sedekat itu? Mustahil.
Kenapa aku tak melihat daratan?
Maksudku itu jarak ke dasar laut.
Lihat ke matahari. Punggungmu itu timur, kiri itu selatan, kanan itu utara.
Matahari terbit dari timur di pagi hari.
Itu benar. Kita salah arah. Putar balik!
Apa?
Kita sudah jalan berhari-hari, kini katamu salah?
Baru sekali ini matahari terbit.
Kenapa kalian bertengkar? Setidaknya kini kita tahu kita salah.
Tukang Bual, periksa arah angin.
Layar mengikuti arah angin.
Putar balik!
Matahari akan tenggelam, bukan terbit.
Salah arah lagi. Putar balik!
- Apa? - Apa?
TAMAT
Terjemahan subtitle oleh Franco Donovan
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.