Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Mari larang penulis naskah lepas memasuki gedung.
Kalau mereka tak bekerja dengan kita,
jangan biarkan mereka bekerja dengan tim perencanaan.
Iklan itu seperti surat cinta yang dikirim ke target penonton.
Benar.
Lewat sini.
Apa gunanya menulis begitu banyak surat...
kalau kita tak tahu tujuan pengirimannya?
Iklan ini diarahkan hanya pada satu orang.
Kita harus menenangkan satu orang itu...
agar negara ini menjadi tempat yang kadang terjadi keajaiban.
Aku harus mulai berdoa.
Berdoa agar Direktur Choi...
tidak tahu apa yang kuketahui sampai presentasinya berakhir.
"Penjahat yang sudah siap memiliki kecepatan luar biasa."
Pertama,
kalian mungkin sudah dengar,
presentasi ini penting.
Berbeda dari yang lain.
Ada yang ingin kalian tanyakan?
Ya.
Dengan segala hormat, agak sulit bagi kami...
untuk berkomunikasi secara langsung.
Aku tahu.
Kami akan menyelesaikannya secara internal.
Kalian semua...
bebas berbagi ide.
Jadi, maksudmu, kau tak tahu...
idenya akan berasal dari mana?
Itulah alasan kami...
mempekerjakan kalian semua sebagai penulis lepas di sini.
Aku akan menantikannya.
Kau tak menyukainya?
Tempat itu sangat terkenal.
Tetap saja hanya sup dan nasi.
Kau terobsesi sup dan nasi.
Kau menyuruhku makan yang kuinginkan hari ini.
Ya, tapi kenapa kau selalu ingin sup sosis darah Korea?
Kurasa bukan kau yang seharusnya mengatakan itu.
Apa? Kenapa?
Kau mengambil semua daging di mangkukku.
Ini panas, jadi, hati-hati saat memakannya.
Terima kasih.
Aku akan makan ini.
Ada satu lagi.
Kau tahu apa itu?
Ya.
Tulang rawan, kan?
Apa?
Bukan apa-apa, silakan.
Ya, memang.
Kau tidak pernah memakannya, jadi, aku tak mau mubazir. Kenapa?
Bukannya tidak mau. Aku menyisakannya untuk nanti.
Kau pelit sekali soal makanan yang bahkan tidak mirip daging.
Benar.
Apa dia melahap daging yang kita berikan?
Mata Direktur Go berbinar.
Aku tak tahu apa artinya meskipun sudah membacanya.
Pasti ada sesuatu yang hanya diketahui...
oleh orang dalam industri ini.
- Ayo. - Ke mana?
Cek ombak.
- Katamu mau cek ombak. - Ya.
Aku tak bisa datang dengan tangan kosong, kan?
Kau membeli ini di sana?
Ini tempat yang sering kukunjungi.
Silakan pilih yang biasanya kau makan.
Kita baru saja makan, jadi, aku kenyang.
Kenapa aku harus memilih apa yang akan kumakan?
Kau harus membelikan mereka sesuatu yang kau sukai.
Bukankah makanan ini terlalu manis untuk bekerja lembur?
Mi gelas bisa membantu melepas stres di malam hari.
Bagus, tapi...
Mereka karyawan VC Planning.
Mereka bukan mahasiswa.
Bagaimana bisa mereka hanya makan mi gelas setiap hari?
Lagi pula, kau putri Ketua.
Jadi, aku harus jaga martabatku?
Kau ingin aku menunjukkan citra yang mereka harapkan dariku?
Ini.
Tunjukkan pada mereka.
Aku selalu makan sup dan nasi, jadi, aku tidak tahu soal ini.
Kalau aku yang pilih, pastrinya pasti sangat lezat...
mungkin sampai menghambat pekerjaan mereka.
Permisi.
Tolong bungkus dua set prosciutto dan sampanye untukku.
Tentu.
Ya.
Dia datang?
Baiklah.
- Pak Kwon. - Ya?
Pindah ke kursimu sebentar.
Apa?
Kenapa?
Direktur Han-na akan datang.
Benarkah?
Tapi kenapa aku harus pindah ke kursiku?
Kau dari tim produksi.
Lagi pula, sepertinya Direktur Ha-na...
masih marah padamu.
Pecat dia.
Direktur,
melihat ini membuatmu marah, kan?
Kita harus memecat eksekutif seperti itu.
Hubungi aku kalau sudah selesai.
Suruh mereka merapikan tempat ini.
Baiklah. Mari kita rapikan.
"Ruang Rapat Tim Perencanaan"
Ya?
Selamat datang, Bu Direktur.
Mungkin aku mengganggu jadwalmu yang padat.
Silakan duduk di sini.
Kami fokus menyampaikan pesan pada publik...
dan menyelesaikan naskah kunci kami.
Aku menikmati penjelasanmu.
Bagaimana?
Kau akan menyamarkan keinginan Ketua Kim...
sebagai keinginan publik?
Benar.
Kedengarannya bagus.
Tapi tampaknya dampaknya kurang besar.
Pesan yang kuat akan menyebabkan serangkaian masalah lain.
Orang-orang akan berfokus pada hal itu.
Mengingat situasi Wuwon Group,
itu bisa merugikan mereka.
Masuk akal juga.
Kau sudah bekerja keras.
Kami akan menikmati makanan ini, Bu Direktur.
Kau tidak senang dengan arah pesan mereka?
Bukan begitu.
Itu Ini tidak seperti yang kubayangkan.
- Apa? - Suasananya.
Terlalu rapi dan kering, seperti perusahaan biasa.
Ya, memang berbeda dari dugaanku soal ruang rapat agensi.
Apa karena aku menelepon mereka lebih dulu?
Kau juga menelepon tim produksi?
- Tidak. Kutelepon sekarang. - Jangan.
Mari kita lihat kondisi alami mereka.
Baiklah.
Apa pendapatmu tentang reaksi Direktur Han-na?
Arahan kita...
agak sulit dimengerti oleh pemula.
Kau tak boleh menempelkan gambar dengan cara tidak teratur!
Eun-jeong, bagaimana bisa kau menyebutnya tidak teratur?
- Perlu kubuat hitam putih? - Tidak untuk nostalgia.
Seperti inilah agensi periklanan yang seharusnya.
Siapa yang berani buka pintu di tengah rapat...
Kau datang untuk gelar griya?
Apa?
Kenapa melihat-lihat seperti itu?
Ini mirip dengan yang ada di bayanganku...
meski sedikit lebih berantakan daripada dugaanku.
Kalian bekerja keras. Makanlah.
Kami akan makan dengan lahap.
Aku baru saja melihat kemajuan tim perencanaan tadi.
Bagaimana dengan tim produksi?
Kami masih belum menyiapkan apa-apa.
Benarkah?
"Buat daftar keinginan Korea-mu bersama Wuwon."
"Korea yang kita inginkan"
Mengejar cita-cita...
bisa menyebabkan realitasmu berakhir di selokan.
Kalau aku terbiasa berkompromi dengan kenyataan,
saat itulah hidupku benar-benar berakhir di selokan.
Kulihat kau sangat serakah.
Ambisius dan terlalu serakah itu berbeda.
Saat orang yang tak tahu apa-apa...
dan tak punya keahlian apa-apa mencoba menjadi ambisius,
itulah yang disebut terlalu serakah.
Tidak.
Aku tak ingin meminumnya.
Aku hanya menyentuhnya dan sumbatnya...
Tidak...
Tadi hanya refleks.
Refleks naluriah.
Minumlah. Segelas sampanye bisa membantumu rileks.
Bagaimana kau akan membuat iklan korporat ini?
Apa kau akan membuat pesan yang berdampak?
Benar.
Sesuatu yang akan memicu banyak reaksi.
Itu bisa menyebabkan serangkaian masalah lain.
Mengingat situasi Wuwon Group saat ini,
membuat mereka menonjol akan menarik perhatian orang,
yang mungkin bukan ide bagus.
Kedengarannya ucapan seperti itulah...
yang dikatakan tim perencanaan di ruang rapat mereka.
Kali ini...
kita harus wujudkan keajaiban.
Apa itu mungkin?
Tentu saja tidak.
Tidak dengan situasi saat ini.
Sepertinya itu menjadi bumerang.
Apa?
Informasi yang kita berikan pada Direktur Go Ah-in.
Dia bilang dia akan mewujudkan keajaiban.
Choi Chang-su stabil, tapi mudah ditebak.
Go Ah-in tidak stabil, tapi berguna.
Selama bisa dikendalikan,
zat yang tidak stabil punya daya hancur yang besar.
Mari kita lihat perkembangannya.
Aku akan menemui seseorang.
- Paman Mun-ho. - Panggil aku CEO Jo.
Hanya ada kita berdua. Apa salahnya memanggilmu begitu?
Kau akan terbiasa.
Apa aku baik-baik saja sekarang?
Baik-baik saja apanya?
Apa maksudmu? Kau tahu semuanya.
Tak ada hal dalam VC Planning yang tidak diketahui Jo Mun-ho.
Kenapa kau mengungkit masa lalu?
Sepertinya kau melakukan apa pun yang ingin kau lakukan...
Begini,
aku hanya melakukan apa yang menurutku benar.
Apa yang kau inginkan?
Pasti ada sesuatu yang kau incar.
Kau sudah tahu.
Kalau begitu,
apa kau bisa merelakan semuanya demi hal itu?
Maaf mengganggu.
Direktur, 30 menit lagi ada rapat di kantor pusat.
Kau bisa saja menelepon untuk mengabariku.
Ponselmu tertinggal.
Bagaimana kau tahu aku di sini?
Pak Park, apa kau menguntitku sekarang?
Silakan lanjutkan percakapan kalian.
Sepertinya tidak akan mudah.
Apa?
Untuk mendapatkan sesuatu,
seseorang harus merelakan sesuatu yang sama besarnya.
Aku ini pengecualian.
Tidak ada pengecualian.
Aksi dan reaksi adalah hukum alam semesta.
Akan tiba saatnya kau harus membuat keputusan.
"Tutup"
"Presentasi Wuwon H-2"
Direktur Go, waktu kita menipis. Kita harus memulai produksi.
Meskipun tidak sepenuhnya sesuai harapanmu.
Tidak sesuai harapanku?
Saat tidak ada pilihan terbaik,
kita hanya bisa memilih apa pun yang tidak terlalu buruk.
Ada sesuatu yang bisa diandalkan.
Karena itulah kita terus berusaha untuk menerimanya, kan?
Tidak, tapi...
Ulangi dari awal.
Tidak bisa. Kalau begini, kita harus pergi ke presentasi...
dengan tangan kosong.
Direktur Go, dengan jadwal kita...
Kalian pikir kita bisa serahkan konsep kasar?
Kalian pikir ini cukup, kan?
Beginikah cara kalian bekerja?
Direktur Go, kita harus menerima kenyataan.
Kenyataan?
Kalau aku realistis.,
apa aku akan menjadikan kalian direktur kreatif?
Kalau kalian ingin realistis dan membuat konsep kasar,
pergilah ke agensi yang membuat iklan camilan.
Aku tak sudi bekerja seperti itu.
Direktur Go sangat kasar hari ini.
Dia tidak biasanya meninggikan suaranya.
Setelah kemarin, hari ini juga.
Aku akan bicara dengannya.
Jangan ke sana sekarang.
Direktur Go juga manusia. Dia pasti juga merasa takut.
Dia mungkin kasar,
tapi dia bukan orang yang bicara secara emosional.
Dia tidak bersikap seperti biasa...
menunjukkan betapa takutnya dia.
Orang yang langsung terdampak oleh hasil presentasi ini...
bukan kita, tapi dia.
Kau benar.
Kita semua sangat sensitif sekarang.
Ayo pergi sekarang.
Menyatukan orang-orang sensitif dalam satu ruangan...
hanya menyebabkan bencana.
Kenapa kau tiba-tiba seperti ini?
Seperti apa?
Patut dihormati.
Kau sudah berubah dari dirimu yang kemarin.
Inikah kekuatan daging sapi Korea? Efek pola marmer?
Astaga. Aku menunjukkan sisi tersembunyiku pada kalian.
Caraku mengamati situasi dan memikirkan solusi.
Aku menyembunyikannya...
karena aku takut kalian akan merasa terbebani.
Jadi, kejadian sampanye tadi...
adalah langkah yang sudah kau perhitungkan?
Astaga.
Kejutan itu seperti Keyser Soze.
Aku hampir mengompol di sana.
Kenapa sampanye sampai terbuka padahal aku hanya menyentuhnya?
Apa semua barang mahal memang seperti itu? Benarkah?
Ingatlah masa-masa yang akan kita habiskan bersama.
Demi kebahagiaan yang kita inginkan,
Korea yang kita inginkan.
Wuwon akan mewujudkannya.
Ada yang aneh.
Kenapa? Ada yang membuatmu merasa tidak puas?
Tidak, tapi semuanya berjalan terlalu lancar.
Rasanya...
kita melewatkan sesuatu.
Kenapa begitu?
Karena Go Ah-in...
masih belum memutuskan arahnya.
Presentasi ini pun pada akhirnya akan berakhir?
"Presentasi Wuwon H-1"
Aku tidak akan kabur.
Aku tidak akan kabur.
Daripada dikeluarkan secara memalukan,
apa lebih baik aku pergi sendiri?
Kau tak boleh minum obat dengan alkohol.
Jawab aku!
Aku harus menyerahkannya pada takdir sekarang.
Pak Han.
Ya, Direktur.
Kau tidak enak badan?
Sebentar lagi pagi.
Kita hanya punya dua pilihan lagi.
Kita bisa memakai salah satu ide yang ada sejauh ini...
atau menyarankan mereka agar tidak membuat iklan korporat.
Kurasa kita tidak bisa memakai pilihan kedua.
Setuju.
Mari mulai membuatnya.
Antara membuat presentasi ceroboh dan dipecat...
dan mengundurkan diri setelah presentasi,
mana yang lebih buruk?
Direktur Go.
Kita harus mencoba presentasinya untuk mengetahui hasilnya.
Akan kupastikan kualitasnya yang terbaik.
Kalau begitu,
kalian yakin kita akan menang dengan arah kita saat ini?
Kita bahkan tak perlu mencobanya
Bagaimana menurutmu, Eun-jeong?
Apa yang kau ketik dengan begitu marah?
Apa ini?
Apa ini?
Bawa ini ke ruang rapat. Kalian semua. Sekarang.
Apa yang terjadi? Ada apa?
Apa yang sebenarnya terjadi hari ini?
- Eun-jeong. - Ya?
Buka laptopmu dan tunjukkan pada mereka.
Direktur Go, aku tidak bermaksud...
Cepat.
"Aku tak melakukan kejahatan,
tapi aku tinggal di penjara bernama agensi."
"Di penjara, makan diberikan tepat waktu."
"Di penjara, tidur tepat waktu."
"Aku merasa diperlakukan tak adil. Sungguh tak adil!"
Diperlakukan tidak adil.
Aku sama sekali tidak merasa begitu.
Benar
Orang akan merasa diperlakukan tidak adil kalau dipenjara tanpa melakukan kejahatan.
Tidak. Aku suka di sini. Aku sangat menyukainya.
Opini publik dan keajaiban...
Benar.
Kita bisa membiarkan orang melihat kebencian itu.
Saat orang berempati dengan kebencian itu,
opini publik akan terbentuk.
Lalu...
kita akan menjadi negara tempat keajaiban kadang terjadi.
- Pak Han. - Ya?
Cari sutradara yang pandai membuat karya mereka terlihat hidup.
Kau sudah memutuskan konsepnya?
Ya.
Akan kujelaskan lain kali. Cepat mulai.
Kau ingin merekam video? Waktu kita kurang dari dua hari.
Kalau semuanya lancar, dua hari sudah cukup.
Siapkan.
Aku harus menemui seseorang besok pagi.
Baiklah.
- Untuk kalian... - Ya?
Pulang dan tidurlah.
- Apa? - Apa?
Mulai besok, kita harus bekerja sedari pagi.
"Aku tak melakukan kejahatan, aku tinggal di penjara agensi."
"Direktur VC Planning, Go Ah-in"
Sepagi ini?
Ya, Direktur.
Ada apa menelepon sepagi ini?
Aku butuh bantuanmu.
Bantuan apa?
Kepala tim hukum kantor pusat pernah menjadi jaksa, kan?
Ya, dia jaksa wilayah.
Tolong bantu aku jadwalkan rapat dengannya.
Dengan kepala tim hukum?
Ya. Pagi ini, secepat mungkin.
Boleh tahu alasannya?
Alasannya...
untuk menepati janjiku padamu.
Sama-sama menguntungkan?
Ya, kalau semua berjalan sesuai rencanaku.
Aku akan menghubunginya, tapi aku tidak yakin dia bisa.
Dia orang tersibuk di VC Group sekarang.
Kirimkan detail kontaknya lebih dulu.
Kurasa tidak sopan kalau seperti itu.
Sopan kalau menang.
Baiklah.
Kesopanan...
"Kepala Tim Hukum, Bae Jeong-hyeon"
Pak Bae bilang tidak bisa pekan ini.
Dia marah karena harus menemui staf periklanan...
padahal dia sangat sibuk.
Ini tidak bagus.
Aku perlu bertemu dengannya...
agar tahu aku harus menghibur atau menenangkannya.
Tapi, dia ada jadwal rapat dengan tim legal...
di lantai 14 kantor pusat.
Kang Han-na wanita yang beruntung.
Apa ini?
Apa?
Siapa yang kau kirimi pesan sepagi ini sampai tersenyum seperti itu?
Seorang wanita kenalanku.
Wanita...
Kau bekerja sekarang.
Bagaimana kau bisa tersenyum saat bicara dengan wanita...
dalam masa kritis ini?
Apa kau boleh bekerja seperti ini?
Sekarang pukul 08.00, jadi, aku belum mulai bekerja.
Menurut kontrak, jam kerjaku dari pukul 09.00 sampai 18.00.
Ini Direktur Go.
Direktur Go? Kenapa? Apa terjadi sesuatu?
Dia ingin bertemu dengan kepala tim hukum.
Kepala tim hukum?
Lihat dia.
- Ada sesuatu. - Benar.
Jadi, itu bukan keserakahan berlebihan.
Potongan daging yang kita lempar padanya,
sepertinya sudah dia cerna.
Jadi, kau menjadwalkan rapat untuknya?
Tidak.
Kepala Hukum menolaknya.
Seharusnya kau memberitahuku!
Aku bisa mengurusnya dengan menelepon.
Kau tidak boleh melakukannya.
Bisakah kita memberinya daging terus?
Kita harus mengajarinya cara berburu sendiri.
Jadi, kau memberitahunya keberadaan Kepala Hukum?
Tapi...
bukankah markas besar mustahil tanpa janji temu?
Benar. Dengan kepribadian Direktur Go,
menurutmu dia akan menyerah?
Tentu saja tidak.
Dia akan menemuinya, apa pun yang terjadi.
Tidak ada jadwal rapat dengan tim pemasaran hari ini.
Jadwalnya mendadak. Kami baru bicara di telepon.
Biar kuperiksa dengan tim pemasaran...
Dengar.
Apa?
Kau memperlakukan direktur VC Group...
seperti orang luar.
Maafkan aku.
Orang dari anak perusahaan...
dilarang datang ke kantor pusat tanpa janji temu.
Aku eksekutif dengan identitas jelas.
Direktur Go Ah-in?
Aku Wakil Presdir Kang Han-su.
Kau pasti kesulitan.
Pekerjaan selalu sulit.
Pekerjaan adalah pekerjaan,
tapi tidak mudah bekerja dengan adikku.
Kudengar pada hari pertama Han-na bekerja,
kau menyuruhnya bertanya kalau dia tidak yakin.
Ya, benar.
Mari makan bersama kapan-kapan.
Kenapa?
Kenapa?
Haruskah kukatakan, rasa penasaran dan bakat terpendam?
Aku akan menolak rasa penasaran itu.
Aku bakat yang sudah ditemukan, jadi, sama saja.
Tapi,
kalau untuk penunjukan bakat, aku penasaran.
Dia bukan orang biasa.
Aku tak boleh membiarkannya mendampingi Han-na.
Terlibat dalam perkelahian paus...
akan membuatmu mati tertindih atau membiarkanmu menangkap paus.
Sudah kubilang jangan bilang mustahil.
Maafkan aku. Mulai sekarang, jaminan untuk Ketua Kim...
- Reaksi publik akan naik. - Hei!
Kalian benar-benar...
"Rapat Tim Hukum VC Group"
Siapa kau?
"Nomor yang Anda tuju sedang tidak aktif".
"Silakan hubungi lagi nanti".
Itu yang tertulis,
tapi aku tak punya waktu untuk menelepon lagi nanti,
jadi, aku di sini.
Tidak sopan kalau kau kemari tanpa membuat janji.
Tidak bisa bekerja dengan baik padahal dapat gaji bulanan.
Itulah yang kusebut tidak sopan.
Apa?
- Kenapa kau berkata begitu? - Pak Bae?
Ya?
Setahuku, kau kesulitan untuk tetap hidup belakangan ini.
Kau mau tenggelam begitu saja?
- Apa katamu? - Kalau aku menyelamatkanmu,
apa yang bisa kau lakukan untukku?
Kalau aku ubah krisis ini jadi kesempatan?
Mari bicara 10 menit saja.
- Empat mata. - Apa yang kau lakukan?
- Tolong pergi. - Tunggu.
Apa 10 menit cukup?
Jangan memohon padaku untuk bicara lebih banyak.
Saat ini, waktu sangat penting.
Pak Kim, apa kau sudah makan siang?
Sebentar lagi.
Makan siangmu pasti luar biasa.
Aku bertemu juniorku...
dan makan sup ikan buntal setelah sekian lama.
Pasti enak.
Setahuku, tak ada yang membuatmu berselera makan sejauh ini.
Tentang itu...
Tampaknya secara teori, bisa dilakukan,
tapi dalam kenyataannya, apa bisa berhasil?
Kita harus mencobanya.
Mengatakan berhasil tanpa mencobanya...
akan menjadikanku penipu.
Strukturnya tampak bagus secara umum,
tapi aku melihat celah di mana-mana.
Ahli lain harus memperbaikinya.
Hei.
Tunggu.
Baiklah, silakan.
Seperti apa dia?
Baiklah, aku mengerti.
Ini tidak akan mudah.
Sepertinya dia hidup demi makna, bukan ambisi.
Hanya akan relevan kalau ambisi dan makna dipisahkan.
Yang baru saja kuberikan tidak sulit,
tapi untuk aspek model yang kau sebutkan,
juniorku mungkin merasa tidak nyaman.
Mereka malu soal ini?
Benar.
Maka untuk membuat juniormu nyaman,
kau bisa pensiun ke pedesaan...
dan memelihara anjing di sana.
Apa katamu?
Apa kau bisa melakukannya?
Merelakan segalanya di sini.
Dengan situasi saat ini, sepertinya kau menuju ke arah itu.
Maksudmu kau tak bisa menangani...
jaksa yang berpenghasilan 50 juta won setahun?
- Itu... - Bekerjalah sesuai upahmu.
Kau bukan lagi pegawai negeri yang pensiunnya terjamin...
meskipun tidak banyak bekerja untuk penghasilanmu.
Ini perusahaan.
Perusahaan yang menganggap...
kinerja dan hasil adalah segalanya.
Pak Bae.
Ya?
Bersikap baik pada senior baik meskipun tidak nyaman...
sambil mengabaikan senior yang kurang baik.
Bukankah itu disebut bertahan dalam masyarakat?
Apalagi juniormu memang yang terbaik dalam hal itu...
daripada semua orang di negara ini.
Kau bekerja seperti pahlawan.
Aku tidak seperti pahlawan.
Aku hanya melakukannya seperti diriku.
Senior yang tidak nyaman, tapi kuat.
Baiklah.
Aku akan memeriksa dan mengirimkan daftarnya.
Tolong carikan yang terlihat sederhana.
Itu akan menguntungkan.
Selain itu, tolong rahasiakan percakapan kita dari orang lain.
Kenapa?
Kalau tahu lebih awal,
mereka akan mengklaim ini pencapaian mereka, kan?
Terutama orang yang berada tepat di samping Ketua.
Kau benar.
Kau tak bisa memberiku lebih dari 10 menit,
tapi kau mengambil 25 menit dari waktuku.
Dia pintar dan ceroboh...
Dia akan menyebabkan sesuatu yang besar.
Tentang itu...
Makin sulit situasinya, kita harus makin hidup positif.
Aku sibuk, jadi, aku akan pergi.
Cari tahu siapa yang ditemui oleh Pak Bae hari ini.
Kau mendapatkan sesuatu,
tapi kau berusaha menyimpannya sendiri.
Ini tempatnya?
Sepertinya ambisinya sekarang...
lebih besar daripada makna yang dia cari.
"Pengacara Choi Yeong-jae"
"Pengacara Choi Yeong-jae"
"Pengacara Choi Yeong-jae"
Kau Pengacara Choi Yeong-jae?
- Kau berolahraga? - Apa?
Kau naik empat lantai, tapi tidak terengah-engah,
yang berarti kau sering berolahraga...
atau kau mengatur napasmu sebelum datang agar terlihat kuat.
Biasanya orang datang dengan terengah-engah...
karena mereka belum makan atau tidur...
karena mereka merasa difitnah dan marah.
Aku juga belum makan atau tidur sebelum datang ke sini.
Pakaianmu tidak terlihat seperti orang yang merasa difitnah.
Memang tidak.
Lantas, siapa kau?
Sinterklas.
Aku datang untuk memberimu hadiah karena kau bekerja dengan baik.
Astaga.
Sepertinya Sinterklas masa kini mengendarai mobil impor.
Kurasa...
ditarik oleh Rudolph...
akan membuat mereka dilaporkan atas penyiksaan hewan.
Aku ingin memberikan penawaran.
Apa kau akan makan jajangmyeon itu sambil mendengarkanku?
Sinterklas tak boleh menangis,
tapi aku tak boleh membiarkan mi-ku lembek.
Kau bisa sakit perut kalau makan sambil mendengarkan perkataanku.
Aku ingin mendukung pekerjaanmu.
Ya, silakan.
Dengan tiga miliar won setahun.
Sudah kubilang kau akan sakit perut...
kalau makan sambil mendengarkan perkataanku.
Kau di kantor?
Pergi ke ruanganku dan telepon aku saat kau di sana.
"Tim Produksi 2, Han Byeong-su"
Sudah dapat sutradara?
Kami memutuskan untuk bekerja dengan Sutradara Jang.
Kau mau bekerja dengan mereka, membayar minuman mereka,
atau membangun hubungan kerja yang bersih denganku?
Pikirkan baik-baik dan putuskan.
Jadi, tak perlu khawatir kabar akan menyebar...
ke pihak Direktur Choi.
Masalahnya,
sulit mendapatkan juru kamera terbaik saat ini.
Tak apa-apa.
Cepat selesai lebih penting daripada kualitas.
Bagaimana dengan persiapan staf?
Tunggu.
Para staf sudah siap.
Mereka siap.
Baik. Aku akan kembali sekarang. Mari bicara saat aku kembali.
Berapa lama lagi?
"Dua puluh menit."
Sepuluh menit.
Baiklah.
Direktur Go hampir kembali. Ayo ke ruang rapat.
Baiklah.
Lancar?
Kudengar kau masih belum memutuskan arah.
Kau benar. Sama sekali tidak berjalan lancar.
Kudengar kalian sudah mulai memproduksinya.
Bukan urusanmu.
Pasti asyik. Aku iri.
Aku masih belum memutuskan arah, jadi, aku akan pergi.
Hei.
Kepala tim hukum kantor pusat?
Sepertinya kondisi kalian membaik setelah tidur.
Bukan karena tidur, tapi karena ada harapan.
Kami berpikir keras memikirkan pesan yang harus disampaikan.
Kami akan memastikan...
kau takkan menyesal menjadikan kami direktur kreatif.
Perkataanku sebelumnya...
Aku sudah mengirimkan daftar orang yang kau sebutkan.
Terima kasih.
Katanya dia tidak bersedia berapa pun jumlahnya,
tapi dia meneleponku lagi.
Maksudku, Pengacara Choi Yeong-jae. Kami baru bicara.
Dia bersedia.
Benar. Aku harus menemui Direktur Choi dari agensi.
Apa Pak Kim yang menyuruhmu?
Bagaimana kau tahu?
Dinding bertelinga...
ada banyak sekali.
Sudah kuduga ada yang janggal.
- Di mana kau? - Dalam perjalanan.
Apa yang harus kukatakan padanya?
Apa pun selain yang kita bicarakan.
Sudah, ya.
Kukirim lewat surel.
Pergilah dan rekam wawancara dengan orang ini.
Baiklah.
Buatlah setrendi mungkin.
Musik latarnya sama pentingnya dengan video.
Ya.
Gunakan lagu pop yang dikenal semua orang di negara ini.
Bisa selesaikan sebelum hari presentasi?
Aku harus bisa,
apa pun yang terjadi.
Apa yang harus kami kerjakan?
Ini tidak benar?
Ini harus menarik perhatian pemirsa...
Eun-jeong,
kalian urus pencetakannya.
Kita hanya akan memakai satu baris untuk naskahnya.
Bagaimana bisa?
Hukum tidak sempurna.
Tapi apa arti di balik naskah ini?
Kau bertanya apa hubungannya dengan iklan korporat Wuwon?
Kedengarannya seperti pesan yang akan disebar LSM.
Itulah intinya.
Sesuatu yang terdengar seperti dari LSM.
Alih-alih perusahaan swasta,
buatlah terdengar seperti dari organisasi publik.
Sesuatu yang diperhatikan orang dalam keseharian.
Jadi, manfaatkan lingkungan harian sebagai media...
untuk membuat iklan menarik yang akan menarik perhatian?
Cara bagus untuk menyebarkannya di media sosial...
dan menciptakan kegemparan.
Fokus saja pada hal itu.
Jang-wu,
bagaimana kalau begini?
Manfaatkan tempat atau objek...
yang memberikan citra tidak sempurna...
dan tempelkan saja naskahnya di sana.
Bagaimana dengan barang rusak?
Barang-barang yang harus diperbaiki.
- Barang-barang yang usang? - Ya.
Contohnya, dinding retak...
atau lift kereta bawah tanah yang sedang diperbaiki.
Juga.
Bagaimana kalau menaruh mobil rusak di depan pengadilan...
dan membungkusnya dengan naskah kita?
Aku akan mencarinya.
Kirimkan padaku kalau ketemu. Aku akan segera menyuntingnya.
Kukira kalian akan membuat sesuatu yang luar biasa...
karena dia menemui kepala tim hukum.
Siapa?
Lupakan saja.
Kau sungguh tidak tahu Go Ah-in itu seperti apa.
Apa?
Go Ah-in benci proposal panjang dan membosankan seperti ini.
Terus saja membicarakan trennya seperti apa.
- Aku juga... - Kurasa begitu...
Proposalnya hanya seperti ini karena arahnya buruk.
Semoga beruntung.
Tulis yang panjang dan membosankan.
Membicarakan tren dan semuanya dengan grafik.
Maksudmu proposal seperti itu?
Ya, seperti itu.
Kukira kau suka proposal singkat yang berdampak.
Ya, biasanya begitu.
Tapi kali ini, aku mau proposal yang kubenci.
Tulislah...
dan buatlah yang panjang serta membosankan.
Sekitar...
100 halaman?
Kau paham maksudku?
Dia pasti punya alasan.
Sutradara Jang, ayo mampir ke toserba.
Tentu.
Permisi.
Mau beli minuman?
Tentu.
Baiklah.
Ada orang?
- Halo. - Selamat datang.
Ada pria bernama Jo Seok-jae yang tinggal di ujung jalan.
Siapa? Jo Seok-jae?
Jo Seok-jae.
Pria tua yang hidupnya sulit itu?
Tentu saja aku sangat mengenalnya.
Dia selalu datang ke toko. Ada apa?
Bawakan dia bir saja.
Dia pasti sangat frustrasi.
Bagaimana dia bisa tertidur begitu mudahnya?
Dia harus minum agar bisa tidur.
Dia suka minum bir dengan ikan kering.
Halo.
Halo.
Terima kasih banyak sudah membantu kami.
Aku tidak melakukan banyak hal.
Butuh waktu bagi mereka untuk bersiap.
Mau minum bir sambil menunggu?
Ini.
Tapi bolehkah aku minum sebelum syuting?
Jangan anggap ini sebagai syuting.
Anggap saja mengobrol sambil minum bir.
Pak Han, kami sudah siap.
Bisa kita mulai?
Kita akan mulai.
Kau ingat hari itu...
23 tahun lalu?
Apa aku hanya akan mengingatnya?
"Investigasi penangkapan, melindungi hak warga"
Posisi ini bagus.
"Tanya Jawab, inilah akhir presentasi kami."
"Menyimpan Berkas"
"VC Planning, Go Ah-in"
Ya, Direktur.
Bagaimana proposalnya?
Aku sedang memeriksa salah ketik. Kau mau melihatnya?
Tidak apa-apa. Bagaimana dengan sisanya?
Sudah selesai. Mau kami kirimkan lewat surel?
- Tentu. - Eun-jeong,
- kirimkan pada Direktur Go. - Baik.
Akan kuperbaiki seperti ini.
"Tim TF, Bae Won-hee, Jo Eun-jeong"
"Kepala Departemen VC Planning, Han Byeong-su"
Penyuntingan sudah selesai.
Tapi kalau waktu kita lebih banyak, kita bisa mendapatkan detailnya.
Tidak apa-apa, masih ada waktu sampai perilisan.
Kalau kita bisa merilisnya.
Bagaimana?
Bagaimana?
Aku bahkan mematikan suaranya saat mengerjakannya,
siapa tahu aku jadi emosional saat menyunting.
Direktur Go, firasatku bagus soal ini.
Kurasa hasilnya akan bagus.
Kirimkan padaku.
Akan kukirimkan padamu dan kembali ke kantor.
"Papan Cerita"
"Solusi"
"Tanya Jawab, inilah akhir presentasi kami."
Kita sudah selesai menulis surat.
"Orang itu, Yeouido"
Yang Mulia, Anda datang lebih awal seperti biasa.
Bagaimana bisa pegawai negeri bermalas-malasan...
padahal sudah digaji oleh rakyat?
Sayang sekali dia tetap di pengadilan.
Dia harus pergi ke Yeouido dan bekerja dengan baik.
Semoga dia menyukai surat yang kukirimkan padanya.
Keajaiban...
Aku juga butuh itu.
"Hari H"
Direktur Go, kenapa kau datang dengan tangan kosong?
Kami belum selesai menyunting.
Bukankah kita harus meninjau presentasi pagi ini?
Tidak. Kita tidak akan meninjaunya.
Tampaknya Go Ah-in mencoba mempermainkanku lagi.
Kau.
Keluar.
Aku harus menemui pelayan wanita itu.
Kita harus bersiap selagi Go Ah-in lengah.
Diam-diam. selagi dia melamun.
Menurutmu apa yang kulakukan sekarang?
Semua yang kukatakan tidak berguna.
- Direktur Go! - Turunkan kakimu...
dan dengarkan baik-baik.
Kalau kau mengalami syok saat dalam postur seperti itu...
sarafmu akan terjepit.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.