Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
You tested them?
Ya.
Tapi mereka yang terbaik di bidangnya.
Bukan itu.
Tes seperti saran Kakek.
Apa itu?
Kau hanya perlu membiarkannya untuk mengurus masalah yang tak bisa kau selesaikan sendiri.
Kalau mereka berhasil, bawa mereka ke pihakmu.
Kalau mereka tak bisa,
selamat tinggal selamanya.
Aku akan tahu saat meminta mereka untuk membantuku,
siapa yang harus kupertahankan dan yang harus berpamitan.
Maksudmu, kau akan bekerja dengan orang yang menang?
Tentu saja.
Kau pikir aku bisa kaya kalau bekerja dengan yang gagal?
Kurasa dia menemui kami bukan karena khawatir.
Apa dia mencoba merebut pujian...
karena mereka akan menjadi besannya?
Kurasa Kang Han-na juga harus berpura-pura di depan Ketua.
Kita tidak berubah.
Aku akan memihak...
pihak yang menang.
Daripada gelisah tanpa tahu apa-apa,
sebaiknya aku mencari tahu harus berbuat apa.
Pak, tolong jalan secepat mungkin.
Tentu.
"Seseorang harus memberi makan hewan buas-yang lapar."
Selamat datang.
Rapatmu lancar?
Sepertinya kau tidak pulang bersama Direktur Choi.
Kami berpisah agar dia bisa nyaman mengemudi.
Benarkah?
Kalau ada yang ingin kau katakan, katakan saja.
Jadwalku padat.
Akan kukatakan saat Direktur Choi datang.
Ada yang ingin kubahas denganmu mengenai presentasi ini.
Bahas? Denganku?
Sungguh suatu kehormatan.
Lagi pula, presentasi ini lebih penting daripada yang biasa.
Benar.
Kalau tidak berjalan lancar,
Direktur Han-na yang akan dipermalukan.
Aku bekerja keras mengumpulkan reporter untuk wawancara...
untuk mempublikasikan kedatanganku,
tapi seseorang sengaja berencana mempermalukanku!
Tentu saja.
Kau pikir itu hanya akan mempermalukanku?
Kalau tidak berjalan lancar,
Bukankah akan sulit bagiku untuk terus bekerja di sini?
Tolong bantu aku.
Baiklah.
Karena kita semua orang sibuk, aku langsung ke intinya saja, ya.
Untuk presentasi Wuwon Group kali ini,
tim produksi dan perencanaan akan bekerja secara terpisah.
Masing-masing, secara terpisah.
Dengan tim mana kita merencanakan presentasi ini?
Kurasa dengan tim Pak Jeong.
Benar, karena mereka ahli dalam humas perusahaan.
Apa materi analisis preferensi untuk Wuwon Group sudah siap?
Ya. Ini.
Mana kata kunci yang dikumpulkan dari portal web?
Sudah kukirimkan.
Ini mengingatkanku pada has dalam, has luar, dan daging paha depan.
Semua itu tak pernah mengecewakan.
Benar, kan? Tim produksi sendiri hanya daging tanjung.
Aku jadi bersemangat!
Di perusahaan sebelumnya, aku cuma mengurus proyek kecil,
jadi, aku penasaran, kapan bisa urus proyek besar.
Akhirnya aku mengerjakan proyek 30 miliar won...
dan iklan korporat!
Kau pindah ke tim Direktur Go...
karena ingin mengerjakan proyek besar?
Tentu saja.
Kerja keras selalu proporsional dengan portofolio seseorang.
Tapi kenapa 30 miliar?
Bukankah 30 miliar?
Jumlahnya 300 miliar!
Kalau kita memenangkan iklan korporat ini,
semua iklan Wuwon Group akan jatuh ke tangan kita.
300 miliar?
Tim perencanaan harus memutuskan arah...
agar kita bisa mulai.
Kalau begitu, bagaimana kalau kita rapat...
dengan tim perencanaan dulu?
Kita tidak bisa begitu.
Tentu saja tidak.
Kenapa tidak?
Seo-jeong adalah sahabatku...
dan Wuwon Group akan segera menjadi besanku.
Bukankah kita harus berusaha maksimal untuk ini?
Karena itulah kita tidak bisa begitu.
Tim perencanaan dan produksi...
harus bekerja sama untuk membuat iklan.
Apa pesawat bisa terbang tanpa salah satu sayapnya?
Roket bisa terbang tanpa sayap.
Pak Park tampak tenang,
artinya ini bukan tindakan gegabah,
tapi rencana yang dipikirkan baik-baik.
Rasanya tidak masuk akal...
kalau memisahkan tim perencanaan dan produksi.
Apa ini sudah didiskusikan dengan Wuwon Group?
Ya. Mereka sudah menyetujuinya.
Tapi...
Kau bahkan tidak membahas ini dengan kami...
Kalau tim perencanaan dan produksi bekerja secara terpisah,
kita akan mendapatkan dua arah yang berbeda.
Dengan begitu, peluang kita lebih besar...
Untuk membuat iklan yang lebih baik.
Makin banyak, makin meriah.
Direktur Han-na.
Ya?
Kurasa aku harus menarik kembali ucapanku tempo hari.
Yang mana?
Saat aku melarangmu membuat masalah...
dengan melakukan hal yang tidak diminta...
kalau tidak tahu apa-apa.
Sepertinya kau tahu apa yang kau lakukan,
meski kau menyebabkan masalah.
Kita tidak perlu memakai sisir untuk membelah rambut.
Kita juga bisa melakukannya dengan pisau.
Aku dengan senang hati menerima masalah seperti itu.
Direktur Go,
kalau seorang anak berlarian, kau harus hentikan dia.
Kenapa kau malah ikut-ikutan?
Bagaimana cara menghentikan putri Ketua di negara ini?
Kau tidak keberatan?
Apa kau bisa menangani ini tanpa bantuan tim perencanaan?
Kau takut?
Kalau keadaan tetap seperti ini,
posisi CEO akan segera menjadi milikmu.,
tapi karena aku menentangmu, kau khawatir posisimu direbut, ya?
Kalau salah satu agensi lain memenangkan presentasi ini,
Tamatlah kita berdua.
Lalu?
Direktur Go,
kita harus memikirkan cara untuk bertahan bersama.
Kenapa kau berpikir untuk mati bersama?
Bertahan bersama, katamu?
Sejak kapan seperti itu?
Aku akan meninggalkan perusahaan dan kau akan menjadi bos di sini.
Hanya itu yang kau pikirkan.
Aku akan sedih kalau berhenti sendirian...
setelah gagal meningkatkan penjualan sebanyak 50 persen.
Bagus sekali.
Sekarang ada orang yang akan mati bersamaku.
Satu-satunya kesalahanku dalam 25 tahun karierku...
adalah kau, Go Ah In.
Seharusnya aku tidak menjadikanmu eksekutif.
Satu-satunya kesalahan?
Tapi aku pernah melihatmu membuat banyak kesalahan.
Aku harus membereskan kekacauan yang kubuat, kan?
Aku akan naik sendiri.
Berkumpul di ruang rapat.
Sekarang.
Kau yakin soal ini?
Kau pasti punya alasan melakukannya dalam masa kritis.
Semua orang melarang kita membuat iklan korporat sekarang.
Kau pasti punya alasan sendiri.
Direktur,
bukankah kita butuh solusi khusus...
untuk situasi khusus seperti ini?
Solusi khusus apanya? Ini tidak biasa.
Kau harus melakukan hal-hal yang mungkin!
Aku akan mengurusnya agar tidak ada masalah.
Kau tahu batu yang terpojok bertemu pemahat batu, kan?
Dengan cara khusus.
Apa yang dipikirkan orang-orang di Wuwon...
saat mereka melakukan ini?
Mereka seharusnya bersembunyi sekarang,
kenapa malah mengumumkan kehadiran mereka.
Haruskah aku menghubungi orang-orang di Wuwon...
dan menyuruh mereka untuk menghentikannya?
Seo-jeong juga menentangnya.
Apa kita harus menuruti perkataan Han-su?
Ini tak bisa diselesaikan langsung oleh agensi periklanan, kan?
Toh kita tidak menjual sesuatu.
Mungkin sulit, tapi kalau berhasil, ini solusi terbaik.
Solusi macam apa?
Sepertinya mereka mencoba membentuk opini publik.
Mereka ingin membuka jalur air?
Hukum menjamin jaminannya,
jadi, kalau mereka bisa ciptakan opini publik, itu memungkinkan.
Masalah hukum harus ditangani oleh ahli hukum.
- Periklanan bisa apa... - Han-su.
Ya?
Berapa banyak cara untuk pergi dari Busan ke Seoul?
Kau hanya memikirkan Jalan Tol Gyeongbu, kan?
Bisnis adalah membuka jalan yang tidak ada.
Kenapa kau selalu ingin melakukan hal yang dilakukan orang lain?
Han-su, jangan terlalu berharap.
Anggap saja ini solusi lain.
Baiklah.
Apa yang dia lakukan?
Siapa yang kau maksud?
Pelayan wanita itu.
Orang yang bicara kasar pada Han-na, menyuruhnya bertanya kalau dia tak yakin.
Ketua juga sangat tertarik dengan presentasi ini.
Baiklah.
Tapi aku tidak yakin dengan hasilnya.
Apa maksudmu?
Direktur Kang Han-na ingin tim perencanaan dan produksi...
mengerjakannya secara terpisah.
Direktur Kang Han-na?
Kalian berdua kompeten dalam pekerjaan kalian.
Proyek ini penting.
Aku tahu.
Kami akan mengamatinya dengan penuh harap.
Terima kasih.
Apa aku harus menemuinya?
Apa yang akan kau katakan?
Aku bisa bilang perusahaan akan memberikan dukungan kuat...
atau berjanji menjadikannya sebagai CEO baru.
Apa yang akan kau lakukan...
kalau kubilang aku akan menjadikanmu Ketua?
Apa kau bisa fokus pada pekerjaanmu?
Manusia tidak seperti itu.
Kalau mereka dijanjikan sesuatu,
mereka akan bersemangat dan merusak pekerjaan mereka.
Pak Kim.
- Ya, Pak. - Telepon dia.
Apa yang harus kukatakan?
Katakan saja, kita akan amati dia dengan penuh harap.
Apa itu cukup?
Mereka cukup pintar untuk tahu ini akan menentukan nasib mereka.
- Katakan saja begitu. - Ya, Pak.
Serahkan sisanya pada Han-na.
Han-na?
Apa yang terjadi?
Apa Ketua Utama dan Han-na sudah membicarakan ini?
Apa yang akan dilakukan oleh Ketua Utama mini kali ini?
Kau hanya memikirkan hal minimum.
Apa maksudmu minimum?
Mengurus hal ini dengan baik dan mendapatkan poin adalah maksimal.
Kau pikir pekerjaan bisa selesai kalau kita menyatukan dua musuh?
Segalanya hanya akan rusak.
Kalau kita membuat mereka saling melawan,
Saat itulah mereka akan bekerja keras.
Tingkat kesuksesannya akan lebih tinggi.
Kau akan menyingkirkan orang yang kalah?
Apa yang terjadi kalau agensi lain memenangkan proyek itu?
Ini juga menyangkut kariermu.
Meninggalkan goresan pada karierku...
untuk menyerang Kang Han-su dan Kim Seo-jeong...
lumayan juga.
Terlepas kita menang atau kalah,
ada yang bisa didapatkan, jadi, mari duduk dan menikmatinya.
- Setelah itu... -Ya?
Kita bisa menunjukkan apa akibatnya...
kalau mereka macam-macam denganku.
Pada siapa?
Siapa pun itu.
- Ya, Wakil Presdir. -Suruh manajer pemasaran...
mencari tahu penanggung jawab presentasi Wuwon.
- Apa yang harus dia cari tahu? - Semuanya.
Sepertinya Kakek dan Kang Han-na merencanakan sesuatu.
Masuk.
Kupikir kau akan khawatir, jadi, aku datang ke sini.
Khawatir tentang apa?
Sudah jelas Direktur Han-na yang mendapat perhatian...
kalau ini berjalan lancar dan kau tak tahan melihatnya,
tapi kalau kau kacaukan ini,
ini akan menghalangi rencanamu untuk menjadi Wakil Ketua.
Lalu?
Berikan yang mereka mau dan ambil yang kau mau.
Kalau aku tidak mau?
Kau tahu dampaknya kalau Ketua Kim tak bisa keluar?
Kalau kau terlibat dalam hal ini,
apa yang akan dilakukan oleh Direktur Han-na?
Direktur Han-na yang kukenal...
mungkin akan mencobamerusaknya.
Kau menyuruhku takut pada Han-na?
Ya, Ayah.
Turuti perintah Pak Kim.
Tetap saja...
Kau tak tahu kau hanya bisa jadi Wakil Ketua...
kalau Ketua Kim dibebaskan?
Baik.
Bukan berarti itu sudah pasti berhasil.
Itu hanya salah satu cara.
Ya. Sebesar apa pengaruh iklan?
Kalau begitu, aku permisi.
Tapi, siapa orangnya?
Eksekutif yang bicara kasar pada Han-na.
Ada seseorang. Dia unik.
Undang dia makan denganku.
Berteman dengan musuhnya musuhmu?
Itu yang harus dilakukan wakil presiden kantor pusat.
Kalau dia tetap di perusahaan setelah presentasi ini,
kau bisa bertemu dengannya.
Kau harus mulai membantuku dengan agendaku.
Bukankah sekarang pun aku membantumu?
Kita lihat saja nanti setelah aku jadi Wakil Ketua.
"Melampaui COVID-19, Hiperpersonalisasi"
"Rasio Biaya dan Kepuasan"
"Konten Korea"
Kenapa kita melakukan ini?
Maaf.
Ini hanya menyesakkan.
Di zaman ini, jjapaguri dan ramyeon dimakan bersama,
bisa-bisanya memisahkan tim perencanaan dan produksi?
- Ini... - Astaga.
Bu Jo,
tenanglah.
Direktur Go, makanlah juga.
- Apa ini enak dimakan? - Apa?
Hanya ini bentuk daging yang bisa kita makan saat rapat.
Benar.
Pilihan terbaik berubah sesuai situasi.
Lihat.
Ini arah yang akan menjadi iklan korporat yang hebat.
Tapi, apa itu tujuan kita?
Apa nilai-nilai itu yang diinginkan Wuwon Group?
Bukankah itu praktik kita yang biasa?
"Kehidupan Stabil, Banyak Persona"
Pesan rutin industri kita adalah iklan korporat harus seperti ini.
Kita harus memberikan apa yang diinginkan pengiklan.
Bukankah itu tugas agensi?
Saat ini,
Kalian pikir ini yang diinginkan Wuwon?
"Korea yang kita inginkan, wujudkan bersama Wuwon."
"Korea yang kita inginkan,
Wuwon akan mewujudkannya".
Ini bagus.
Suaranya bagus.
Tim kita memutuskan arah ini secara internal.
Ini bagus.
Kata-katanya memiliki relevansi dengan Wuwon Group,
jadi, itu terus terang.
Sama seperti iklan korporat yang kita buat sebelumnya,
ada sisi kemanusiaannya.
- Mereka punya kemampuan untuk... - Tidak.
Bukan arahnya,
tapi susunan katanya.
Itulah tujuan presentasi ini.
Mereka ingin kita menampilkan iklan ini?
Akan lebih baik kalau kau bisa.
Kau juga memberi tahu Go Ah-in soal ini?
Tentu saja tidak.
Mereka ingin kita menciptakan opini publik.
Selain itu, Ketua Utama mencari Go Ah-in.
Ketua Utama?
Chang-su, kalau kau kalah dalam presentasi ini,
posisi CEO-mu bisa terancam.
"Yang kita inginkan", itu bagus.
Tapi alih-alih kita sebagai konsumen,
seharusnya Wuwon
Kau meminta kami menggunakan suara pembuat?
Ya, tapi lebih tepatnya, suara pemilik.
Apa bagusnya...
Kau punya kata-kata yang bagus.
Inilah...
tujuan presentasi ini.
Apa yang diinginkan...
oleh Ketua Kim Wu-won.
Agar Ketua Kim diberikan jaminan.
- Apa? - Apa?
Kau bercanda, kan?
Eun-jeong, kenapa kau membuat ini?
Ini iklan korporat,
jadi, harus penuh harapan dan manusiawi.
Katakan alasan sebenarnya, bukan alasan dangkal.
Tidak apa-apa. Silakan.
Ada masalah negatif,
jadi, mereka harus menambah anggaran iklan...
untuk membawa berita positif.
Itu sebabnya mereka membuat iklan humas perusahaan.
Kontradiksi terbesarnya?
Kalau begitu masalahnya, mereka akan menambah jumlah iklan yang sudah ada.
Kenapa mereka mengambil risiko untuk membuat iklan baru?
- Padahal anggarannya sama. - Benar.
Dengar.
Bukankah kalian hanya melarikan diri?
Karena kalian tahu apa yang diinginkan pengiklan,
tapi kalian tak tahu cara melakukannya.
- Untuk saat ini. - Ya.
Pikirkanlah dari sudut pandang ini.
Cara menciptakan opini publik dengan membuat...
kepentingan pribadi tampak seperti kepentingan publik.
- Baiklah. - Baiklah.
Baiklah.
Tapi, Direktur Go, apa ini bisa dicapai iklan?
Bisakah iklan menghentikan pemanasan global?
Bisakah iklan menyelesaikan masalah pengungsi?
Lalu kenapa kita membuatnya?
Kita hanya perlu masukkan ide itu ke pikiran orang-orang dan menciptakan opini publik.
Itu yang bisa kita lakukan.
Kita akan rapat setiap jam mulai besok.
Baiklah.
Direktur Go.
Tolong beri kami saran sebelum kau pergi.
Aku tak tahu harus mulai dari mana.
Kita harus jadi dukun yang bisa baca pikiran pengiklan.
Bagaimana kita bisa membaca pikiran mereka?
Entahlah.
Bunyikan lonceng, mungkin?
Aku punya yang sempurna...
Entahlah.
Aku juga.
Ini kali pertamaku sangat bingung menyiapkan presentasi.
- Bagaimana denganmu, Jang-wu? - Aku selalu tak tahu.
Cepat tulis naskahnya.
Aku akan membuat produk akhirnya dengan sangat cantik.
Dia selalu santai.
Kau akan berumur panjang.
Menurutmu tim perencanaan berjalan lancar?
Tentu saja!
Halo.
Kalian pasti kesulitan.
Kalian pasti sulit merencanakan tanpa tim perencanaan.
Kurasa begitu.
Kami baru memperbaiki konsep, slogan, dan naskah kunci kami.
Secepat ini?
Tim kami punya anggota perencanaan dan tim produksi.
Bukankah itu sudah jelas?
Kalian sudah punya konsep?
Bekerja keraslah.
Ada apa?
Kau di depan kantorku?
Berapa cangkir kopi yang kau minum hari ini?
Untuk apa menghitungnya?
Bagaimana dengan air? Tidak satu cangkir pun?
Mau kuambilkan air?
Kau kemari untuk membuatku minum air?
Kalau tidak ada yang penting, aku pergi saja.
Tidak baik kalau aku duduk di sini dengan pesaing.
Kenapa?
Kita selalu bersaing untuk proyek.
Proyek ini beda level.
Kau benar.
Aku akan berterus terang.
Seolah-olah kau tidak pernah bertele-tele.
Apa tujuan presentasi ini?
Apa kau gila?
Kalau aku memberitahumu, sebaiknya kuberi tahu semuanya.
Baiklah. Itu saja pertanyaanku.
Itu artinya kau sudah tahu alasan mereka melakukan ini.
Aku hanya ingin tahu itu.
Kupikir pengiklan itu bersikap konyol.
Jadi, ini iklan korporat dengan alasan jelas.
Kau meminta bertemu eksekutif pesaing...
hanya untuk mengatakan itu?
Ayo. Katamu kau sibuk.
Aku yang bayar kopinya.
Dulu menyenangkan.
Menyenangkan bisa merokok setelah menyalakannya.
Tidak mungkin kau sengaja kalah, kan?
Kalau aku mendapatkan presentasi ini,
aku akan bisa memberi makan...
30 staf di perusahaanku.
Di masa lalu, agensi independen seperti agensiku bisa bertahan.
Kalau kau bukan bagian dari konglomerat besar,
bertahan hidup di industri periklanan Korea...
adalah misi yang mustahil.
- Jeong-min. - Lupakan saja.
Berpura-puralah tidak mendengar apa-apa.
Bagaimana aku bisa berpura-pura tidak mendengar apa-apa?
Aku ingin berhenti jadi pelayan, jadi, aku meninggalkan VC Planning...
dan mendirikan perusahaanku sendiri,
tapi kini aku menjadi budak uang.
Kau ambil pinjaman pribadi?
Kau pikir aku orang seperti apa?
Sebenarnya,
aku sudah memakai banyak pembayaran di muka hingga bingung sekarang.
- Apa kau bercanda? - Hei.
Jangan pernah meninggalkan perusahaan.
Kemampuanmu? Keahlian? Reputasi industri?
Jangan berharap pada semua itu.
Bekerjalah untuk majikan kaya sampai mereka mengusirmu.
Kau tahu seperti apa industri periklanan Korea.
Itu bukan tempat...
kau bisa mengandalkan kemampuanmu.
Apa perusahaanmu terjepit?
Kurasa kami akan bangkrut.
Aku pasti makin tua.
Lihat aku mengatakan hal-hal tidak berguna ini.
Ini memalukan.
Terima kasih sudah menemuiku. Aku akan pergi sekarang.
Kau mengemudi?
Tidak. Kau boleh bicara.
Kami bertemu Pak Kwon tadi.
Dia bilang mereka sudah memutuskan naskah.
Baiklah.
- Sampai jumpa besok. - Baiklah.
Situasiku tidak lebih baik.
Kalau ada masalah,
VC Planning akan membuat rekor baru...
masa jabatan eksekutif yang tersingkat.
Tunggu apa lagi?
Tuangkan aku minuman.
Siapa kau menyuruhku menuangkan minuman untukmu?
Bukankah wajar kalau bawahan menuangkan minuman untuk atasan?
Lagi pula, aku akan segera menjadi kakak iparmu.
Kalian berdua bertengkar tanpa henti.
Bahkan Korea dan Jepang sesekali berhubungan baik.
Kalian berdua harus bersantai sesekali.
Seperti yang diharapkan dari putri keluarga pro-Jepang.
Hei!
Apa maksudmu pro-Jepang?
Kakekmu menyumbangkan pesawat...
untuk Jenderal Pemerintahan Joseon.
Begitulah keluargamu menjadi kaya.
Bagaimana dengan kakekmu?
Kang Han-na,
kau selalu menyerang orang tak bersalah saat kau kalah.
Tuangkan saja dia minuman.
Kurasa aku harus menuangkan minuman untuk pengiklan.
Kenapa kau tertawa?
Kita menuangkan minuman tiga kali saat mengadakan upacara leluhur.
Minumlah.
Aku menuangkannya untukmu...
dengan rasa hormatku terhadap leluhurku.
Kau benar-benar...
- Hei! - Apa?
Aku harus menahannya sebagai yang di atas.
Baiklah, Direktur Kang Han-na.
Siapkan presentasi dengan kreatif seperti sekarang.
Tentu saja. Kami yang terbaik di industri ini.
Perusahaan yang luar biasa membuat CPO dan CCO...
menyiapkan presentasi terpisah karena mereka musuh?
Itu gratis. Satu tambah satu.
Menurutmu mereka bisa menang secara terpisah?
Tentu saja.
- Mau bertaruh? - Tentu, aku setuju.
Apa taruhannya?
Turuti keinginan pemenang, apa pun itu.
Bagaimana?
Kau bisa berhenti kalau tidak percaya diri.
Keinginan, apa pun itu.
Dia selalu melakukannya tanpa memikirkan pro dan kontra.
Jangan coba-coba menarik kata-katamu.
- Maaf meneleponmu selarut ini. - Kau pikir aku sepertimu?
Aku harus mendapatkan informasi dari pihak Wuwon Group.
Dari orang-orang terdekat mereka.
Makin lama dilakukan, pekerjaan akan makin mudah.
Kenapa iklan-iklan ini makin sulit dibuat?
Kalau dibuat samar, pesannya mungkin tidak sampai.
Kalau dibuat jelas, mungkin memicu reaksi.
Opini publik.
Begitu mereka tahu kampanye ini demi kebaikan Ketua Kim,
keadaan akan berbalik.
Itu bukan sesuatu yang bisa kau kuasai.
Apa maksudmu? Aku yang terbaik di industri ini.
Tentu saja. Aku tahu.
Penulis naskah iklan eksentrik yang tak terduga...
biasanya pandai dalam hal ini.
- Kau ingin aku berpikir kreatif? - Benar.
Menurutku ini seperti sapi melangkah mundur...
Dan menangkap tikus.
Maksudku, kau harus memikirkan sesuatu yang tidak terduga.
Hal ini tidak bisa dilakukan oleh orang logis seperti kita.
Apa yang harus kulakukan?
Satu-satunya hal yang bisa kuberikan padamu...
adalah ini.
Apa ini?
Daftar penulis lepas yang pandai menelurkan ide-ide eksentrik.
Hubungi mereka.
Kita harus punya banyak sapi...
agar mereka bisa menghasilkan sambil melangkah mundur.
Seseorang yang eksentrik...
Di timku juga ada satu.
Ini proyek 300 miliar won.
Aku bisa tidur sepuasnya setelah mati.
Bagaimana aku bisa membaca pikiran pengiklan?
"Lonceng Dukun"
Kita harus jadi dukun yang bisa baca pikiran pengiklan.
Bunyikan lonceng, mungkin?
"Beli"
Apa aku sudah gila? Apa aku tidak waras?
Lebih baik aku mati saja.
Aku harus menunjukkan yang sangat bagus.
Apa yang kau lakukan?
Jangan berdiri saja. Bangunkan dia.
Kita harus memberinya makan sebelum membiarkannya bekerja.
Ibu!
Ibu.
Kau seharusnya tidur di ranjang.
Tidak sengaja.
Ibu.
Apa?
Apa ini bagian dari serah terima pekerjaan?
"Wuwon adalah musuh. Pengkhianat nasional..."
Apa kau begadang karena ini?
Kalau ini yang namanya serah terima pekerjaan,
aku bisa membantu Ibu.
Kau pikir menulis naskah iklan itu mudah?
Kreativitas keluar...
saat kita melakukan hal-hal lain seperti ini.
Lupakan saja.
Selamat pagi, Ayah.
- Beri saja aku salad. - Baiklah.
Bagaimana perkembangan proyek Wuwon?
Kenapa Ketua mengkhawatirkan masalah sepele seperti itu?
Masalah sepele apanya? Lihat situasinya sekarang.
Jangan khawatir.
Aku pasti akan tampil baik dan memenangkannya, apa pun yang terjadi.
- Kenapa kau bersikap seperti ini? - Seperti apa?
Apa yang becus kau lakukan?
Biarkan karyawan yang melakukannya.
Kakakmu juga memperhatikannya.
Kenapa Kang Han-su terlibat dalam urusan agensi?
Apa maksudmu terlibat? Dia hanya memperhatikannya.
Suruh dia berhenti sebelum aku mengacaukan semuanya!
Kau amati saja situasinya.
Tidak mau. Aku akan bekerja dengan baik.
Untuk apa wasit ikut campur dalam pertandingan?
Kenapa aku wasitnya? Aku pemain.
Pemain yang bertarung untuk menjadi juara.
Kau bukan pemain.
Tonton saja pertandingannya, lalu menikahlah.
Jangan usik kedamaian di keluarga ini.
Kenapa aku tak boleh jadi pemain?
Kenapa Han-su boleh, tapi aku tidak?
- Han-na. - Apa?
Kau pikir menjadi Ketua itu asyik?
Aku tak mau kau terlibat dalam masalah brutal seperti itu.
Aku hanya ingin kau bahagia.
Tidak mau! Langkahi dulu mayatku.
Aku akan lihat semua sampai akhir, entah menang atau kalah.
Ini demi kebaikanmu sendiri.
Aku tak bisa dengar apa-apa!
Aku tak bisa dengar apa-apa!
Pak Park.
Ya?
Ayo pergi sebelum telingaku berdarah.
Lakukan sesukamu.
- Aku akan berbuat sesukaku. -Hei!
Aku mengatakan semuanya demi kau, kenapa kau marah?
Ayah, ingat saja ini.
Apa?
Seorang putri adalah yang terbaik saat kau sudah tua.
Kau akan menyesalinya nanti kalau terus melakukan ini.
Apa yang akan kusesali?
Kau pikir Kang Han-su akan memandangmu...
saat kau sudah tua dan tidak berkuasa lagi?
Kalau kau tak memperlakukanku dengan baik, kelak...
- Kelak apa? - Kelak...
Kau akan mati kesepian sebagai pria tua kaya sebatang kara!
Bisa-bisanya bicara begitu pada ayahmu?
Kalau Han-na maju,
rencana itu bisa berantakan.
- Aku tak mau makan. - Makanlah.
Apa aku kelihatan bisa menelan itu sekarang?
Bisa, kalau kau mengunyah dan menelannya.
Pak Park!
Saat aku berolahraga, pelatihku mengatakan ini.
Pemain amatir hanya memikirkan menyerang saat mereka menyerang...
dan bertahan saat mereka bertahan,
tapi pemain terbaik berpikir...
memikirkan bertahan saat mereka menyerang,
dan saat bertahan, mereka memikirkan menyerang.
- Lalu? -Bagaimana bisa...
menjadi pemain yang terbaik kalau hanya fokus bertahan?
Karena sudah bertahan, kau harus memikirkan menyerang.
Makan ini agar bertenaga.
Kita berangkat sekarang.
Kang Han-su dan Kim Seo-jeong,
mereka berdua menerobos masuk.
Aku tak bisa menonton saja di antara penonton.
Aku tahu.
Apa rencanamu?
Daripada menunggu pemenang, aku harus menciptakan pemenang.
Menciptakan pemenang?
Aku harus menunjukkan pada mereka...
Bahwa aku mampu mengguncang keadaan.
Apa perlu menyuap Direktur Hwang dari Wuwon Group?
Benar? Bukan begitu, kan?
Pasti ada jalan.
"Sekretaris VC Group, Kim Si-hyeon"
Kurasa jalannya akan segera muncul.
Kalau kau harus memilih...
antara Direktur Choi dan Direktur Go,
siapa yang akan kau pilih?
Mereka pasti bekerja lembur kemarin.
Lihat ransum perang mereka. Mereka mempertaruhkan nyawa.
Tim perencanaan juga kacau.
- Ada apa? - Lima menit sebelum rapat.
Secepat itu?
Cetak saja. Dia cuma ingin melihat kata kunci.
Itu saja. Ayo.
Cepat!
Bukankah sudah kubilang rapatnya pukul 10.00?
Berapa kali harus kukatakan pukul 10.05 bukan pukul 10.00?
Maaf.
Cepatlah.
Mari kita mulai.
Lakukan lagi. Satu jam kemudian.
"Melahap Nilai, Identitas Jenama"
Lagi. Satu jam kemudian.
"Cetak"
Lagi. Satu jam kemudian.
Permisi, Direktur Go.
Bagaimana dengan makan siang?
Kau bisa makan dalam situasi ini?
Tentu saja bisa.
Aku bisa makan dengan lahap.
Aku juga bisa makan dengan lahap.
Aku juga.
Ayo makan siang.
Dia membuat kita merasa bersalah karena makan.
Totalnya 350.000 won.
Itu informasi yang kuberikan sebagai penanggung jawab anggaran tim.
Jumlah yang bisa kita habiskan untuk makan siang hari ini.
Dari mana asal uang itu?
Kita tim TF, jadi, kita menerima anggaran besar.
Bagaimana dengan daging sapi Korea?
Selagi kau menunggu dagingnya matang,
kita akan makan sepiring daging mentah.
Aku akan rugi kalau tidak makan dengan benar?
- Kau akan rugi. - Tentu saja.
Ayo! Mari lupakan perasaan ini dengan daging!
Ayo!
Mari kita lupakan!
Jangan kesal.
Hanya orang tanpa kemampuan yang kesal pada anggota tim.
Aku kehabisan obat.
Lantas?
Apa maksudmu? Aku mau menebus obat lagi.
Aku akan menulis ini, jadi, pergilah ke klinik lain.
Bagaimana bisa dokter menolak memberikan obat pada pasien?
Sudah sepuluh tahun.
Aku akan mengatakannya lagi padamu.
Ini klinik psikiatri dan aku konsultan.
Obat digunakan untuk mengobati gejala darurat...
yang muncul dalam proses terapi kognitif.
Bukan untuk dikonsumsi sehari-hari oleh orang sepertimu, bahkan dengan alkohol.
Sekali ini saja.
Aku sudah sering mendengarnya.
Presentasi pekan depan...
adalah presentasi terpenting dalam hidupku.
Itu akan menentukan aku bertahan atau diusir dari perusahaan.
Ya.
Pergilah dan katakan itu di klinik lain.
Hanya sampai saat itu.
Aku akan mendengarkanmu setelah itu.
Aku tertipu lagi.
Aku akan tertipu,
tapi kau tidak boleh minum obat dengan alkohol.
Jawab aku.
Baiklah.
Kenapa kau beli empat gelas?
Ini milikmu...
dan ini milikku.
Dua gelas lainnya?
Ini untuk Direktur Choi dan Direktur Go.
Bawakan mereka kopi dan bicaralah dengan mereka.
Memutuskan setelah menemui mereka?
Cari tahu sendiri...
Hatimu lebih condong pada siapa.
Baiklah.
Masuk.
Kau punya waktu?
Astaga.
Ya. Astaga.
Aku punya waktu.
Terima kasih.
- Duduklah di sini. - Baiklah.
Apa persiapan presentasinya berjalan lancar?
Kami sudah memutuskan konsep dan naskah kuncinya.
Sudah?
Calon ayah mertua kakakmu harus segera dibebaskan, kan?
Apa maksudmu?
Aku sudah mendengar tujuan di balik presentasi ini.
Ketua dan Wakil Presdir...
sangat tertarik dengan presentasi ini.
Wakil Presdir?
Menurutmu kenapa perusahaan kita disebut VC Planning?
Perencanaan adalah segalanya dalam iklan.
Termasuk mendapatkan informasi.
Itu bagus.
Kau tidak kekurangan apa pun?
Ya. Semuanya sudah disiapkan dengan sempurna.
Begitu rupanya.
Kami akan memberikan hasil yang bagus.
Kau sibuk?
Ada apa?
Aku penasaran dengan perkembangannya.
Kau kekurangan sesuatu?
Ya.
Apa itu?
Beri tahu aku.
Waktu.
Aku sibuk, jadi, kalau kau tak mau mengatakan apa-apa,
bisa berhenti menyita waktuku dan pergi?
Kau mudah marah.
Biar kukoreksi.
Kepribadian yang buruk.
Kau pasti tak punya teman.
Kau sudah tahu?
Aku tidak mengerti ucapannya,
jadi, kutulis yang kudengar dan kukirimkan padamu.
Baiklah. Terima kasih. Dah.
Dia benar.
Hanya orang-orang di bidang mereka yang paham soal ini.
Kau meneleponnya?
Ya.
Ini informasi yang kuterima dari pihak Wuwon.
Kau sudah memutuskan?
Ya.
Siapa?
Aku mengerti maksudmu,
tapi kalian memilih meninggalkan tim produksi...
dan bekerja bersama tim perencanaan,
- yang membuat kami tak nyaman. - Posisi kami juga sulit.
Aku akan membahasnya dengan Direktur Go dan mengabari kalian.
Pak Han.
Silakan.
Ini mungkin sulit,
tapi tolong selesaikan secara internal.
Kami juga pernah bekerja di agensi,
- jadi, kami mengerti, tapi... - Aku akan hubungi kalian lagi.
Dia disuruh oleh Kepala Pejabat Kreatif.
Bisakah kita membiarkannya pergi begitu saja?
Bagaimana dengan para penulis lepas?
Aku mendapatkan semuanya.
Sungguh?
Pasti tak mudah bagi mereka...
meninggalkan tim produksi...
dan bekerja dengan tim perencanaan.
Aku hanya mengatakan satu hal.
Sebagai penulis lepas,
kalian pasti takut pada Kepala Pejabat Kreatif.
Tapi, sepertinya kalian melupakan sesuatu.
Apa itu?
Kalian lupa siapa CEO VC Planning yang selanjutnya.
Putuskanlah.
Bekerja dengan calon CEO...
atau Kepala Pejabat Kreatif yang akan keluar dari perusahaan?
Berapa orang?
Kesebelas orang itu,
semuanya dikenal menulis naskah bagus.
Berapa biayanya per proyek?
Mereka biasanya mendapatkan tiga juta won.
Sedangkan mantan direktur kreatif meminta lima juta per proyek.
Tawarkan semuanya dua kali lipat.
Kita tak akan mampu membayarnya dengan anggaran presentasi kita.
Kita bisa menyamarkan proyek lain...
sebagai bagian dari anggaran produksi.
Kita harus memberikan sesuatu...
untuk mengamankan kesetiaan mereka.
Baiklah, Chang-su.
Aku akan bersiap untuk rapat besok.
Maafkan aku.
Apa aku perlu menemui penulis naskah iklan lepas lain?
Lupakan saja.
Meski begitu, aku harus...
Mereka tak mau bekerja...
dengan Kepala Pejabat Kreatif yang waktunya terbatas.
Kau sudah bekerja keras. Kembalilah.
Baiklah.
Kau sudah memutuskan?
Ya.
Siapa?
Kalau kita punya sepotong daging,
hewan buas yang lebih lapar akan lebih berterima kasih...
pada pemiliknya karena memberi makan, kan?
Itu akan lebih efektif.
Lemparkan...
pada hewan buas yang lebih lapar.
Hewan buas yang lebih lapar.
Pak Park, kenapa kau di sini?
Ini percakapan...
antara Sekretaris Kepala Wuwon dan Direktur Hwang...
Dalam perjalanan pulang dari kunjungan beberapa hari lalu.
Kurasa ini akan membantumu.
Bagaimana mendapatkannya?
Orang yang sangat hebat membuat pesan sendiri.
Mereka bilang orang itu sangat tertarik dengan Yeouido.
Kita harus membuka jalan untuknya dengan menciptakan opini publik.
Apa itu mungkin?
Bukankah negara kita ini terkadang terjadi keajaiban?
Kata-kata yang diucapkan akan selalu terdengar orang.
Kau tahu kata orang, dinding pun bertelinga.
Selama kita menemukan dinding itu dan memberi mereka hadiah,
mereka akan dengan senang hati memberitahumu semuanya.
Terima kasih. Ini akan sangat membantuku.
Kalau begitu, aku permisi.
Pak Park.
Ya?
Tapi kenapa kau...
Kenapa memberikannya padamu, alih-alih Direktur Choi?
Aku hanya mengikuti perkataanmu tempo hari.
Timbal balik.
lni sudut pandang dan pesan yang bagus,
tapi rasanya kita dimanfaatkan.
Alih-alih dimanfaatkan,
menurutku ini lebih seperti timbal balik.
Begitulah hubungan kita, kan?
Baiklah.
Lantas apa yang harus kuberikan sebagai balasannya?
Memenangkan presentasi ini.
Itu bukan timbal balik, tapi sama-sama menang.
Kurasa kau benar,
sebab kau juga harus memenangkan presentasi ini.
Aku akan terus mengawasinya.
Kita akan segera punya kesempatan untuk memanfaatkannya.
Kau akan memanfaatkannya untuk siapa?
Untukmu? Atau untuk Direktur Kang Han-na?
Untuk orang yang lebih lapar?
Baiklah. Selamat bekerja.
Kalian mungkin sudah dengar, presentasi ini penting.
Lain dari yang lain.
Mari larang penulis naskah lepas memasuki gedung.
Kalau mereka tak bekerja dengan kita,
jangan biarkan mereka bekerja dengan tim perencanaan.
Kita kehilangan sesuatu, tapi mendapatkan yang lain.
Katamu tim perencanaan sudah memutuskan arah, kan?
Kami dengar mereka memutuskannya di hari kami bekerja lembur.
Kita bisa membiarkan mereka memikirkan produknya...
menurut arah mereka saat ini.
Menurutmu tim perencanaan salah arah?
Kau melihat arah mereka?
Tidak, tapi aku sudah tahu.
Bagaimana?
Iklan itu seperti surat cinta yang dikirim ke target penonton.
Benar.
Apa gunanya menulis begitu banyak surat...
kalau kita tak tahu tujuan pengirimannya?
Iklan ini diarahkan hanya pada satu orang.
Kita harus menenangkan satu orang itu...
agar negara ini menjadi tempat yang terkadang terjadi keajaiban?"
"Bukankah di negara kita ini terkadang terjadi keajaiban?"
Aku harus mulai berdoa.
Berdoa untuk apa?
Berdoa agar Direktur Choi...
tidak tahu apa yang kuketahui sampai presentasinya berakhir.
Pesan kuat bisa menyebabkan masalah lain.
Choi Chang-su stabil, tapi mudah ditebak.
Itu hal yang akan dikatakan oleh tim perencanaan...
di ruang rapat mereka.
Go Ah-in tidak stabil, tapi berguna.
Ulangi lagi dari awal.
Kalau begini, kita harus hadiri presentasi dengan tangan kosong.
Direktur Go juga manusia. Dia pasti juga merasa takut.
Go Ah-in masih belum memutuskan arahnya.
Go Ah-in benci proposal panjang dan membosankan seperti ini.
Apa kau boleh kuanggap kalah?
Kita harus mewujudkan keajaiban.
Aku tak boleh membiarkan dia berada di samping Han-na.
Apa yang akan kau berikan pada kami?
Kalau kita ubah krisis menjadi peluang?
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.