Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Bemba
Bihari
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Diterjemahkan oleh Haku Ikkeh_Kimochi
LEE Sung-min, SHIN Hak-yun, SONG Ji-hyo, EL
Sebuah Mercedes warna silver akan keluar dari tempat parkir didepan.
Tolong ikuti mobil itu.
Bisakah kau melakukannya tanpa ketahuan?
Saya tidak bisa melakukannya.
Itu mobil suamiku.
Ada seorang wanita bersamanya.
Para bajingan itu akan melakukannya saat jam makan siang.
Gila!
Saat makan siang?
Jadi mereka tidak makan?
Ayo.
Tidakkah nama masakan China itu lucu?
Seperti Bon Bon Chicken.
Terdengar seperti permen.
Kau pintar menggenjot ternyata.
Dia lebih suka melakukan itu dari pada makan?
Bagaimana bisa dia melakukan itu?
Orang jahat tidak tahu kalau apa yang mereka lakukan itu buruk.
Satu-satunya cara memperbaikinya...
adalah dengan mencegahnya melakukan hal itu.
Kau sudah menikah, kan? Aku melihatmu melepas cincin pernikahanmu.
Aku memang sering melepasnya.
Suamiku hanya pulang ke rumah saat akhir pekan.
Masih ada tiga hari lagi sampai akhir pekan.
Aku suka bermain, tapi orang-orang tidak melihatku seperti itu.
Bagaimana penampilanku?
Yang terpenting adalah kau suka bermain.
Apa kau suka wine?
Tidak seru kalau bermain tanpa ada wine.
Cocok untukmu.
Maaf?
- Maaf. - Ayolah.
Hey jalang!
Sayang! Lepaskan!
Tenang!
Kau jalang sialan!
Pukul suamimu, jangan dia!
Hentikan!
Dasar jalang!
Ada apa?
Lepaskan dia!
Semoga harimu menyenangkan!
Tunggu.
Masih ada dua hari lagi hingga akhir pekan.
Untuk menghabiskan dua hari bersama, satu botol tidaklah cukup.
Aku yakin ada cara lain untuk mengisi hari dengan melakukan sesuatu yang lain.
Sepanjang hari?
Minum wine bersama suamimu akan memperbaiki hubungan pernikahanmu.
Ini hadiah untuk teman masakku.
Itu populer di resto ku!
Tidak seru kalau bermain tanpa ada wine.
Selamat berakhir pekan!
Dasar bego.
WHAT A MAN WANTS
Adik ipar! Sudah lama menunggu?
Iya. Kau sangat terlambat.
Apakah sopir taxi boleh mencium penumpangnya sekarang?
Ini kan kota turis.
Apa kau bersamanya?
Aku bersamamu, tentunya.
Mari lihat.
Kita bermain bilyar selama dua jam?
- Apa kau sudah melakukannya? - Yup.
Apa kau benar-benar melakukannya?
Kau sudah berhubungan seks?
Bagaimana bisa kau melakukannya saat hari ulang tahun istrimu!
Dihari lain juga tidak boleh, sih!
Aku salah. Aku tidak akan melakukannya lagi.
Sudah kupikirkan, tapi aku tidak bisa tahan.
Masya Allah!
Tapi aku tidak pernah minta duluan.
Terus apa?
Tanya apa mereka mau melakukannya.
Tipe pendiam akan bilang, 'Ayo'.
Tipe genit bilang, 'Silahkan'.
Saat mereka mengatakan Ayo, aku akan melakukannya.
Begitulah.
Kau tahu itu salah, kan?
Kau tahu, orang itu jahat secara alami.
Tidak, orang itu baik.
- Kau sangat kaku. - Tidak, Aku orangnya jujur.
Bagaimanapun, jangan harap aku akan berbohong untukmu.
Kau tidak punya pilihan.
Kenapa tidak sekalian datang besok?
Bolehkah?
Dam-deok ku yang tercinta.
Aku selalu bersyukur.
Aku sangat menghargaimu.
Dan mencintaimu selamanya!
Malu ih! Adikmu melihat kita.
Anak-anak memang perlu melihat ini untuk dewasa dan bahagia.
Aku sudah cukup melihatnya. Aku tidak bahagia.
Kenapa juga aku harus bahagia?
Kenapa kau terlambat lagi?
Aku ada kencan.
Ini pesta ulang tahun Isteriku.
Aku bilang kita harus punya moral bahkan dalam perselingkuhan.
Moral dalam perselingkuhan?
Tapi dia tidak membiarkanku pergi.
Hoy, kalau kau apa yang akan kau lakukan?
Aku sudah bilang kalau kau harus mencuci tanganmu saat pulang ke rumah.
Bisa jadi eyeshadow wanita itu.
Kau selalu lupa waktu kalau bermain bilyar.
Aku tidak tahu Bong-soo itu sangat kompetitif.
Dia tidak membolehkan ku pergi sampai dia menang.
Apa? Kalian bermain bersama?
Tidak!
Cuci tanganmu.
Main lagi kalau Minggu?
- Apa? - Itu, kan hari liburmu.
Kau bilang akan main untuk 100 Dollar.
Sampai jumpa jam 6 sore.
Benar. 100 Dollar.
Terlalu berisik.
Dasar pecandu sosmed.
Dari pada pria yang bermain Lego selama tiga jam?
Ini hobi yang memberiku rasa dari sebuah pencapaian.
Well, Aku orgasme dengan melakukan ini.
Kau orgasme menggunakan ponsel mu? Apa kau orang mesum?
Apa itu rasa dari sebuah pencapaian dengan Lego, apa kau orang aneh?
Apa kau sedang merendahkan para maniak Lego?
Ada ribuan orang dewasa yang bermain Lego.
Ada Jutaan orang yang bermain sosmed.
Jangan tidur dulu. Kita akan melakukannya.
- Seks? - Hooh.
Kenapa kau yang memutuskan kapan aku harus tidur?
Seks hanya bisa dilakukan kalau ada kontlo! Apa-apaan itu!
Dan bukan hanya aku yang merasakan nikmatnya.
Baiklah.
Tapi kita kan sudah melakukannya bulan lalu.
Terus kenapa?
Kita keluarga. Kenapa harus sering berhubungan seks?
Kalau begitu ayo nge-sex dengan alasan lain.
Aku sedang dalam masa subur. Ayo buat keluarga besar.
Apa? Lepas bajumu!
Jika tujuannya adalah inseminasi, Aku hanya akan tetap begini.
Haruskah kau melihat ponsel saat kita melakukan ini?
Ini mengganggumu?
Kau bilang kau bisa orgasme dengan ponsel mu, jadi rasanya seperti sedang threesome.
Apa itu membuatmu bergairah?
Tidak juga.
Itu pria atau wanita?
Ow! Keram!
Hey, pria jujur!
Kau yang mencucinya?
Ini kolorku.
Itu akan mempermalukan Mi-young kalau kau yang melakukannya.
Pakai sesuatu yang seperti ini.
Siapa juga yang akan melihat kolorku?
Siapa tahu kau akan bertemu dengan pacar Mi-young di sauna?
Itu pasti akan sangat membuatmu malu.
Kau pikir semua orang itu tukang selingkuh sepertimu?
Orang-orang sudah lama melakukannya sebelum aku.
Aku tidak tahu yang lain, tapi kau.
Kudengar kaki mu kram semalam.
Bagaimana kau tahu?
Jika kau tahu, aku tahu juga.
Kaki kram?
Itu karena kau tidak pemanasan dulu.
Kita sudah menikah selama delapan tahun.
Aku sudah menikah selama dua puluh tahun, tapi aku masih menciumnya sebelum berhubungan.
Kau masih mencium istrimu?
Oh sudah pasti! Itulah yang namanya pemanasan.
- Mau tahu caranya? - Tidak.
Itu karena biasanya aku aktif diluar rumah.
Tidak usah.
Jadi aku tidak akan ketahuan saat istriku datang.
Terserah.
Jika kau berhenti jadi aktif, kau akan kehilangan kekuatan!
Apa kau sedang mengajariku berselingkuh?
Setidaknya bayangkan saja.
Kau bisa merasa kecanduan bahkan tanpa menghabiskan uang.
Maksudmu, berinvestasi atas rasa kecanduan?
Yoi! Ini seperti narkoba.
Kenapa?
Apa?
Kenapa kau datang?
Kau bilang akan bermain untuk 100 Dollar.
Ingat?
Apa kau tidak tahu kode ini?
Kau seharusnya bilang kalau itu kode!
Eh kampang! Kalau aku mengatakannya, kenapa itu masih disebut kode?
Iya juga.
Kau tidak harus melakukannya kalau kau tidak bisa mengatakannya!
Baiklah. Kau benar. Sekarang pergilah!
Ayo main. Mumpung disini.
Tidak boleh, bangsat!
Ini 100 Dollar.
Pulanglah!
Hai, Seok-geun! Kau datang lebih awal.
Kau sudah datang?
Itu adik iparku.
Yang kakinya kram itu?
Jika kau tahu, semua orang juga tahu.
- Aku akan ambil tongkat dulu. - Oke.
Ngomong-ngomong,
bukan kaki ku.
Tapi jari-jari kaki ku.
Benar. Jari-jari mu.
Kenapa kau ember sekali?
Aku tidak ember. Aku barusan memberitahu nya.
Kenapa beritahu dia soal aku?
- Apa kau tidak mau pulang? - Tidak.
Ayo main!
Wah! Kau membunuhku!
Sudah ku bilang kan aku hebat.
Apa kau juga hebat?
Aku bisa memukul 120.
Bukan, 150!
Kau memukul 200, kan?
- 250. - Wow!
Ayo!
Basah deh.
Aku minta maaf!
Kau sengaja kan!
Tongkatmu yang mengenaiku!
Dia basah jadinya!
Maafkan aku!
Jangan menyentuhnya, dasar sange an!
Aku bukan orang sange. Aku sering ke gereja!
- Aku juga sering ke gereja, terus kenapa! - Maaf, Pak!
Simpan saja.
Dinginnya.
Bisakah aku membawa ini pulang?
Oh, kau kan sudah bilang simpan saja.
Bisakah kau kembalikan itu nanti?
Aku membeli itu di outlet mall.
Kamu sok cool, tapi masih menyebut outlet mall?
Apa?
Ada yang salah dengan outlet?
Kenapa kau serius sekali?
Apakah outlet itu adalah sesuatu yang bisa diperdebatkan?
Tidak.
Tapi, Kenapa kau tidak menatapku?
Tidakkah?
Ayo pergi!
Aku lapar. Ayo pergi makan.
Benar!
Setelah bermain, kau harus makan!
Jadi, kau desainer apa?
Aku mendesain roller coasters dan dan berkeliling dunia.
Itu unik. Kenapa kau berhenti?
Karena aku kehilangan sentuhanku.
Keren.
Aku sudah cukup dengan itu.
Aku senang dengan taxi ku sekarang karena itu adalah taxi mewah.
Beginilah begitulah.
Aku bahkan sudah membeli lisensi.
Oh, Dasar pelanggar hukum! Aku suka kesan badboy mu.
Tapi aku tidak punya catatan penyerangan atau kekerasan.
Tapi tetap, Jika aku buat lelucon sexy atau nakal padamu, panggil saja Polisi.
911.
Silahkan.
Masuklah.
Kau! Pulang saja!
Tidak bisakah dia ikut kita?
Tidak, dia harus pulang.
Kenapa? Ikutlah.
Tak ada gunanya. Dia terlalu cinta kepada Istrinya.
Benarkah?
Dia bertemu adikku saat umur 25.
Dia cinta pertamanya.
Cinta pertamaku itu waktu SMP dan dia meninggal karena leukemia!
Canda doang. Maaf.
Bersenang-senang lah.
Kenapa candaanmu sedih sekali?
Pulanglah!
Jumlah sperma di pagi hari?
Jangan mencurigaiku.
Dokter bilang aku tidak ada masalah. Terus siapa yang harus ku curigai?
Dokternya.
Setidaknya bayangkan. Kau bisa merasa kencanduan
bahkan tanpa menghabiskan uang.
Mari makan.
Tak dapat dipercaya.
Asin.
Saus nya bisa lebih creamy.
Ini adalah masakan tradisional Italia Selatan.
Mereka makan masakan busuk ini sebagai masakan tradisional?
Bisnis ini sedang menurun! Makan ramyeon saja.
Aku akan cari kimchi.
Apa bisnisnya menurun gara-gara aku?
Makanannya ampas! Siapa coba yang mau datang kesini?
Bukankah dia belajar di Italia Selatan?
Dia itu ke Venice. Itu ada di Italia Utara.
Dia hanya mengambil kursus masak selama tiga bulan.
Aku kursus memasak masakan China selama enam bulan.
Jangan lagi masakan China! Kirimi saja aku email.
- Kau tidak akan balas, kan? - Tidak.
Ada apa dengan Chinks yang keluar dari warna biru!
Chinks?
Chinks!?
Dasar masa bodo! Apa kau orang rasis?
Dan
Itu bukannya keluar dari warna biru!
Terus apa?
Tiba-tiba?
Bodo amat! Diam saja. Aku akan ke bank.
Aku belum selesai bicara!
Kita juga belum menyeleasikan pinjaman kita!
Aku pulang dulu [Ngomong Itali].
Terserah lu tod [Ngomong China].
Kami sudah tutup.
Tidak bisakah kau jangan tutup dulu?
Ini sudah jam 10.
Kami tutup jam 10.
Apa disekitar sini ada McDonald's?
Apa kau makan jajangmyeon?
Mau semangkuk lagi?
Bisakah kau buat hidangan utama?
Hidangan utama?
Seperti Tangsuyuk [Babi asam manis]?
Aku ingin membuat restoran China yang berbeda di Pulau Jeju.
Sebuah tempat yang bahkan turis China akan mau datang.
Tambahkan sesuatu yang unik dari ciri khas Pulau Jeju dalam sausnya.
Contohnya...
Madu canola! Madu canola!
Dengan tidak adanya orang yang bisa diajak bicara, Aku pikir kalau aku aneh.
Kita bisa aneh. Makanan juga aneh.
Kenapa masakan China bisa sangat enak di restoran Italia?
Kau tidak perlu bilang sangat enak.
Maksudku. Ini benar-benar lezat.
Bertahun-tahun kemudian, saat aku tiba-tiba teringat padamu,
Aku akan mencoba mengingat namamu dan memikirkan 'Tangsuyuk'.
Kemudian aku hanya akan memesan Tangsuyuk dan melempar sumpitnya.
Dan itu akan dikatakan, 'China Bong' di sumpit?
Itu sangat menyedihkan.
Sekarang, ceritakan aku sebuah kisah.
- Apa? - Apapun.
Seperti seorang pria yang memasak untukku.
Dia menyenderkan dagunya di tangan dan menatapku.
Dia menceritakanku sebuah kisah sementara aku menikmati makanannya.
Aku suka itu.
- Menyenderkan daguku? - Hooh.
Seperti ini?
Pada pemikiran kedua, mungkin tidak.
Jadi, bagaimana kau bisa bertemu dengan istrimu?
Di sebuah sekolah memasak di Italia.
Kita bayar banyak untuk sekolah disana.
Tapi kemudian aku sadar kalau aku tidak suka makanan Italia.
Dan istirku sadar kalau dia tidak bisa memasak.
Cuma pintar memotong.
Kami merasa kalau kami telah menyia-nyiakan banyak uang.
Kami saling mengerti satu sama lain.
Apa ya..?
Aku tak begitu bisa menjelaskannya.
Rasa simpati kami tanpa sadar saling terhubung.
Jadi kalian berdua berhasil melewati rintangan?
Jadi setelah pulang sekolah kami pergi minum kopi.
Kami ngobrol sambil pegangan tangan.
Lalu kemudian kami menikah.
Lucunya adalah kami menjalankan bisnis sebuah restoran Italia.
Aku mau pergi.
Benarkah?
Baiklah.
Jika seorang wanita yang tertarik padamu bertanya soal istrimu, maka jangan bicara.
Kalau perlu, bicarakan waktu-waktu buruk saat bersama istrimu.
Btw, Aku ingin tidur denganmu.
Itu fotomu, kan?
Itu bagian dari sebuah tindakan.
Yang terakhir dari sebuah hubungan yang buruk.
Apa ini tindakan juga?
Apa?
Aku pria yang membosankan.
Kenapa kau tidak bilang tadi sebelum kita melakukan ini?
Sedang mencari dan merangkai kata-kata... Itu lucu.
Kau boleh pergi.
Kau mau aku pergi sekarang?
Kau kan yang mau pergi.
Sungguh, kau boleh pergi.
Kau khawatir.
Bawa jaketmu kalau pergi. Itu tidak cocok padaku.
Baiklah.
Masih terjaga? Tak apa. Tidak usah bangun.
Apa? Kau mabuk?
Teman kuliahku tiba-tiba mengajakku minum.
Apa kau mau punya bayi atau tidak?
Kau harusnya olahraga, bukannya minum!
Maaf.
Aku hanya minum beberapa gelas. Dan dia yang bayar!
Kenapa?
Karena kita belum menyelesaikan pinjaman kita.
Siapa teman kuliahmu?
Namanya Sang-beom.
Benarkah?
Apa?
Aku penasaran kenapa ini terjadi!
Apa ini?
Aku bisa jelaskan.
Itu punyaku.
Aku beli untuk ku pakai.
Keluar! Cepat keluar!
Aku tidak ingin melihatmu!
Keluar!
Sialan!
Kau tidak boleh masuk!
Tidak...
Aku hanya datang melihatmu.
Apa Bong-soo ada didalam?
Kenapa?
Agar kau bisa memanfaatkannya lagi?
Bagaimana bisa kau melakukan itu?
Apa kau ingat wajah Ibu?
Lenyaplah!
Selamat malam.
Jangan lupa bahagia.
Kakak ipar cuma makan malam dengannya.
Kenapa juga ada orang makan malam tidak pakai celana dalam?
Benar. Terdengar aneh.
Selamat malam, Kakak Ipar.
Masuklah.
Tak apa. Ayo masuk.
Dia juga akan menangkapmu. Buat apa lari?
Benar.
Aku akan ketahuan, kan?
Tapi. Meski kupikirkan bagaimanapun...
Dengan celana dalam itu, apa lagi yang bisa kau katakan?
Kau mengerti rupanya.
Aku tidak mau dia masuk angin. Tolong berikan dia ini.
Dan...
Ini obat jantungnya. Dia butuh ini.
Kalau begitu kenapa mengusirnya?
Untuk membuatnya kapok.
Bagaimana ini bisa membuatnya kapok?
Bagaimana bisa kau begitu tenang?
Kalau aku marah setiap kali dia mengkhianati ku,
Aku bisa meledak dalam waktu lama.
Ini bukan pertama kalinya?
Itu selalu yang pertama kalinya dengan setiap wanita.
Aku tidak ketahuan selama dua puluh tahun.
Tapi karena celana dalam sialan itu...
Berapa kali?
Bajingan gila!
- Jangan panggil kakakmu begitu. - Apa?
Tunggu.
Bagaimana kau tahu?
Karena tanda terima dan emailnya.
Merekam dan mengingat...
Itu adalah kesopanan dalam perselingkuhan singkat.
- Dasar bangsat. - Apa?
Aku tidak bicara apa-apa.
Itulah apa yang dikatakan saat perselingkuhan pertamaku.
Bukannya cinta pertama, tapi perselingkuhan pertama? Itu hal yang baru.
Dia memintaku untuk melukisnya, lalu aku mulai mendesainnya dengan lebih baik.
Aku mendapat inspriasi.
Seniman bilang kalau mereka terinspirasi saat terangsang.
Iya, Aku juga begitu.
Kalau begitu berhentilah. Kau seorang supir sekarang.
Sekarang, Aku melakukannya untuk memberi inspirasi pada orang lain.
Wow, Aku salut dengan kepandaianmu beralasan.
Ini lekuk pinggul Mrs. Song.
Ini Olga dari Rusia.
Aku ingin membuat dua lekukan di payudaranya tapi..
Karena itu terlalu berlebihan, Aku hanya bisa membuat satu lekukan.
Itu seperti aku meninggalkan Olga dengan satu payudara saja.
- Menyedihkan. - Kau tahu,
Ketika roller coaster ku dibuat, mereka sangat ingin menjadi yang pertama menaikinya.
Tapi Dam-deok tidak pernah bertanya padaku soal itu atau ingin menaikinya.
Aku berusaha untuk memaafkan dan melupakannya.
Apa kau tahu apa yang paling membuatku marah?
Dia tidak pernah sekalipun mengajakku ke roller coaster yang ia buat.
Dia tidak pernah menceritakan tentang bagaimana ia membuatnya.
Bagaimana bisa dia melakukan itu padaku?
Aku tidak mengerti.
Awalnya, itu sangat sakit.
Tapi aku tetap berpikir 'tetap saja', dan tidak bisa berpisah dengannya.
Tetap saja, ini sudah dua puluh tahun. Tetap saja, dia suamiku.
Tetap saja, Aku tidak mau wanita lain merebutnya.
Ya ampun!
Berbalik dan angkat kaki kirimu.
Tekan dan regangkan.
Apa urusan apa?
Istriku menemukannya.
Aku akan pakai kolor cowok mulai sekarang.
Apa kau baik-baik saja?
Seharusnya tidak. Aku melakukan sesuatu yang tidak baik.
Kita tidak melakukan apapun.
Benar.
Aku sudah dapat hukuman, jadi mungkin kita bisa melakukannya sekarang?
Itu terdengar adil, tapi aku sudah ada janji.
Oh tidak! Aku terlalu terlambat!
Baiklah.
Tapi kalau tidak berjalan sesuai rencana, telpon aku.
Maaf.
Bagaimana bisa kau makan?
Aku tidak akan menyelasikannya.
Kau tidak layak untuk makan.
Benar.
Aku rindu sup ramyeon nya Dam-deok.
Apa semuanya berpakaian seperti itu?
Tidak, Aku cuma datang membeli kerang untuk membuatkan suamiku sup ramyeon.
Kau berdandan hanya untuk membeli kerang?
Ya, tahu lah.
Apa?
Tahulah.
Mau dimasukkan ke situ?
Aku memberimu tambahan.
Terima kasih.
KO DAM-DEOK
Apa dia baik-baik saja? Aku khawatir.
Kenapa? Kau juga tidak dapat membantunya.
Apa?
Maaf kalau itu membuatmu tersinggung, tapi aku serius.
Seok-geun!
Kosong.
Meja untuk dua orang.
Disini bagus.
Terima kasih.
Apa yang enak disini?
Tidak ada yang enak.
Jujur amat.
Ayo pergi.
Kau harusnya membersihkan lantai kamar mandi.
Itu seharusnya sudah selesai.
- Makanlah dengan kami mulai sekarang. - Tidak, terima kasih.
Kalau begitu sewa asisten rumah tangga.
Itu menghabiskan uang.
Kau sedang pengobatan penyakit jantung! Berhenti minum!
Aku hanya minum beberapa kali.
Oppa!
Kau bisa mati seperti ini!
Kembalilah ke apa yang telah kau lakukan sebelumnya.
Bertemu beberapa wanita.
Kemana semua wanita itu pergi?
Bong-soo! Dasar sewot!
Dam-deok yang bilang padaku.
Betul.
Apa!?
Sudah berapa kali kau selingkuh?
Dua.
Tiga.
Dia tahu semuanya.
Jangan pura-pura menyesal.
Minta maaf padanya setelah dia meninggal.
Sana temuilah seseorang dan bangkitlah!
Lupakan.
Aku malu.
Aku sangat memalukan.
Jangan hiraukan aku. Baik-baiklah kepada Bong-soo.
Setidaknya dia tidak menyelingkuhimu.
Kupikir aku tidak akan bertemu denganmu lagi.
Kubilang aku akan pergi bermain tennis.
Adakah lapangan tennis disini?
Dia melupakan ulang tahunku lagi.
Sayangku yang malang.
Tada!
Mari makan.
Aku tidak bisa hari ini. Aku capek habis bermain tennis.
Kalau begitu diam saja. Aku akan melakukan tugasmu malam ini.
Biarkan aku melakukan tugasku sendiri.
Suamimu normal.
Benarkah? Lalu kenapa aku tidak bisa hamil?
Ini sudah sering terjadi. Jangan khawatir.
Tunggu dan lihat saja.
Apa spermanya sedikit?
Tidak, tidak sama sekali.
Dia punya mobilitas sperma yang bagus.
Tangsuyuk dengan madu canola!
Luar biasa!
Sudah kuduga!
Aku berpikir soal hidangan lain.
Daging Babi Lada Hitam, Ayam Goreng dengan Saus Jeruk Jeju,
Mie Pedas Abalon,
Ikan Goreng Segar, Kaktus Goreng Seafood...
Daging Babi, Abalon,
Ikan Goreng... Tiba-tiba terdengar sexy.
Mau hohohihi?
Hooh.
Diluar?
Apa?
Kita harus piknik.
Lihat!
Menyuruh kakek-kakek berlari adalah ide yang buruk.
Mereka pasti sudah mati.
Sekarang, kau bisa ganti mobilmu dengan yang lebih besar.
Aku sudah menunggu untuk memberitahumu. Aku tidak punya uang.
Kenapa harus menunggu untuk memberitahuku?
Kau bisa dapat uang dengan menu masakan China barumu.
Aku tidak bisa.
Kenapa kau takut? Apa kau membakar dapurnya?
Itu restoran istriku dan saudaranya yang punya rumah kami.
Inilah aku.
Terus mereka tidak mau mendengar idemu?
Kalau begitu jangan beritahu mereka. Berikan saja.
Kenapa harus membuat Jajangmyeon kalau bisa dipesan saja?
Dengan adanya acara masak di TV, semua orang pikir kalau mereka bisa masak.
Hey Italy!
Kau sangat kekar!
Oh!
Wah! Kau seperti kuda!
Pacarmu pasti selalu merasa seperti sedang menaiki kuda setiap kalian indehoy.
Ketika dia memukul pantatku, Aku genjot lebih kuat dan kuat lagi!
- Mainlah di luar. - Makan dulu sebelum main.
Maaf sudah menunggu lama.
Makan pelan-pelan. Ini enak meski sudah dingin.
Satu hal yang tak pernah berubah darimu sejak kau kecil.
Apa?
Kau sudah berubah.
Liahtlah berapa banyak perubahanmu Sejak Bong-soo mulai menghasilkan uang.
Aku adiknya siapa dulu dong?
Dan aku bahagia bukan hanya karena uang.
Bong-soo sangat bagus dalam hal apa saja akhir-akhir ini.
Dia bagus?
Tiba-tiba? Kenapa?
Astagfirullah!
Sedang apa?
Apa kau selingkuh?
Kenapa tanya padaku dari sana?
Kau berjalan dengan barang-barang mewah akhir-akhir ini.
Pria peselingkuh biasanya begitu.
Jadi kau menunggu disitu untuk melihatku berjalan?
Mi-young itu berbeda.
Dia memotong dan memakan ikan mentah sejak dia 7 tahun.
Kau bilang padaku untuk selingkuh.
Kau sudah mendengarkan orang sinting!
Ayolah.
Terlalu menghabiskan banyak uang untuk berselingkuh.
Bahkan kalau aku punya uang, Aku tidak bisa mengkhianatinya.
Mari masuk.
Dia sudah memotong dan memakan ikan mentah sejak umur 7 tahun.
Kau sudah pulang? Mandi sana.
Kenapa pakai pisau dihari ulang tahunmu? Aku yang akan melakukannya.
Yay!
Kubuka sekarang!
Tidakkah kau harus make a wish dulu?
Aku sudah melakukannya selama 37 tahun.
Aku penasaran dengan hadiahnya, aku membuat harapan setengah hati.
Aku akan membukanya dulu, untuk membuat harapan yang bagus.
Aku diluar rumahmu sekarang.
Harapan ku adalah agar kau selalu sehat.
Jadi aku buru-buru membuka ini
demi kebaikanmu.
Bahkan saat mendapaatkan hadiah ulang tahunku,
semua yang kupikirkan hanyalah kau!
Ada apa dengan kotak-kotak ini?
Merek desainer!
Bagaimana menurutmu?
Sempurna!
Seok-geun? Bagaimana?
Lumayan.
Itu gaun atau daster?
Gaun kalau aku sendirian, tapi daster kalau dengan Bong-soo.
Tapi ini agak besar untukku.
- Haruskah kuganti? - Tidak usah.
Ini akan cocok saat aku hamil.
Bisakah kau lukis aku dengan pakaian ini?
Ogah.
Kuharap bisa memakainya diluar! Ini sangat cantik!
Mari makan.
Ada sesuatu disana?
Mi-young! Mi-young!
Pasti kau pikir itu adalah hadiahmu yang terakhir kan?
Apa?
Istirahatlah.
Aku akan memasak setelah pergi membuang sampah.
Tidak, Aku yang akan melakukannya.
Apa maksudmu!
Aku yang harus membuangnya! Itu kan sampah!
Maksudku.
Aku akan membuangnya. Jangan khawatir.
Makasih.
Kalau begitu aku mau bercermin dulu.
Tunggu.
Bisakah kau menambah kalung dilukisanku?
Enyahlah!
Aw, Apa kabar?
Lama tidak berjumpa.
Kita hanya melihat satu sama lain.
Benar. Kenapa kau datang kesini?
Kemana lagi aku akan pergi kalau kau adanya disini?
Tada!
Ya Allah!
Kau cantik.
Ini terlalu ketat sih.
Benarkah? Aku akan beli yang lebih besar lain kali.
Kalau begitu hati-hati.
Kau akan masuk lagi?
Terus apa?
Meskipun hubungan kita agak kurang jelas, Tapi aku tidak suka melihatmu kebingungan.
Ini sulit.
Hubungan kita bukannya kurang jelas.
Kalau kita hati-hati, semua akan lebih baik bagi kita.
Selamat datang.
Meja untuk satu orang?
Aku memasang lowongan untuk posisi sebagai pelayan.
Aku menemukan satu orang!
Dia sangat hot dan cantik!
Sana temui dia!
Cepat! Sana!
Saya dari Mongolia.
Permisi.
Ini suamiku. Dia kepala chef.
Halo.
Apa kau punya pengalaman kerja?
Dia menjadi pelayan selama 2 tahun saat sekolah diluar negeri.
Aku tidak tahu itu.
Tentu saja tidak.
Jadi kita semua bersekolah diluar negeri.
Kenapa pelayan?
Dia menjalankan bisnis sekolah tari akhir-akhir ini.
Kau menjalankan bisni? Terus kenapa mau kerja disini?
Aku percaya kepada orang yang salah dan kehilangan segalanya.
Pekerjaan ini kurang bisa menghasilkan.
Aku melakukan beragam pekerjaan. Aku kuat.
Tapi mengangkat batu bata lebih banyak gajinya dari mencuci piring.
Kau kenapa? Masuk ke dalam!
Tempat ini sangat cantik. Aku juga suka dapurnya.
Kau punya selera yang bagus.
Ngomong-ngomong,
Apa kau pintar memasak dan mencuci juga?
Tentu saja. Itu keahlianku.
Kenapa?
Apa?
Lihat itu.
Dia tidak mau pembantu, tapi dia akhirnya menyewa karena pembantu itu cantik.
Orang-orang tidak mudah berubah.
Bagaimana bisa kau percaya dia?
Bagaimana jika dia berubah menjadi si penggali emas [Matre]?
Kakakku bukan jenis orang yang akan jatuh hati pada penggali emas.
Dia kan bajingan tengik.
Benar, tapi dia bukan orang berpengalaman. Itu bahaya.
Kita harusnya bersyukur kalau dia mau bekerja untuknya.
Apa kau bilang padanya betapa buruknya dia?
Kau bisa menghadapi tuntutan hak-hak buruh.
Apa kau khawatir dia akan menjadi penggali emas atau pada hak-hak dia?
Seperti ini.
Aku sudah lama tidak melakukan ini.
Bagaimana jika Mi-young tahu kalau celana dalam itu adalah punya dia?
Dia pasti akan berdalih.
Aku tidak percaya ini. Ini pasti sudah ditakdirkan!
Kau bilang itu menghabiskan uang.
Tapi tidak lagi.
Ya.
Kau benar.
Kita harus bicara.
Jenny! Apa kau didalan? Mau teh?
Adakah sesuatu yang tidak bisa kau lakukan?
Aku tidak secara khusus baik atau buruk dalam hal apapun.
Begitulah aku.
Kau main tennis juga, kan?
Kami juga main! Dia berlatih dengan keras akhir-akhir.
Bagaimana kalau yang kalah bayar makan malam?
Kenapa aku harus.
Mari lihat berapa banyak peningkatanmu!
Menang atau kalah, Mari kita makan-makan!
- Ayo keluar makan malam! - Ayo!
- Pesta penyambutan. - Tepat!
Apa yang sebenarnya kau pelajari?
Bahuku sebenarnya cedera. Tapi tidak terlalu serius.
Tak apa kan kalau kita kalah?
Satu, dua, tiga!
Boleh aku posting ini di Instagram ku?
- Kau pakai sosmed juga? - Iya.
Aku pakai Twitter dan Facebook juga!
Aku juga kencanduan! Posting saja!
Hastag bersama dengan pemilik restoranku.
Hastag restoran pasta.
Hastag restoran China.
Hastag tapi kita makan masakan Jepang.
Hastag itulah hidup!
Apanya yang lucu? Ajari aku.
Sini ponselmu.
Benar! Mana ada yang tidak punya sosmed.
Masukkan email mu.
Apa kalian pacaran?
Sang-beom bertingkah aneh.
Aku bilang berhenti.
Pria mengirim emoticon satu sama lain itu hal aneh.
Berhenti!
Pacarku sudah hampir 40 tahun. Dia selalu suka kirim pesan pakai emoji.
Kau punya pacar?
Dia seperti orang bodoh, tapi itulah yang membuatnya terlihat lucu.
- Apalagi sekarang? - Sini.
Aku penasaran. Ajak dia kapan-kapan.
Boleh, kah?
Aku cemburu, tapi sungguh. Kau bisa main.
Sudah jadi.
- Ayo pergi Karaoke! - Ide bagus!
Kenapa Karaoke! Tidak ada yang pandai menyanyi juga!
โช Wherever you are โช
โช I can hear you โช
โช I can hear your heart โช
โช In the song of the winds โช
โช Rebecca โช
โช My Rebecca โช
โช Come back to me โช
โช Rebecca! โช
Keren gila!
Satu porsi tangsuyuk.
Oke.
- Tunggu! - Apa?
Terima kasih!
Kopi?
Bukan, itu teh ginseng.
Matahari akan segera terbenam.
Hati-hati mengemudi.
Rasanya seperti aku sudah menikah lagi.
Anggaplah kalau kita adalah pengantin baru.
Ada apa?
Tidak ada.
Hanya ada hal aneh yang kupikirkan.
Hati-hati.
Haruskah aku takut padamu sekarang?
Kau pikir aku terobsesi?
Jika kau mengatakan kalau ini adalah bagian dari cinta, aku akan merasa canggung.
Well, anggap saja itu sebuah cara.
Cara?
Cara untuk kita bisa bertemu.
Kupikir yang terbaik adalah saya pergi.
Mari tetap berhubungan seks.
Kau tahu apa yang kudengar setelah kita berhubungan seks?
Dimana kaos kakiku?
Kau mau kita tinggal bersama?
Tidak ada alasan kenapa kita tidak bisa.
Ciyuss deh!
Ini tidak masuk akal!
Lalu apa yang masuk akal bagimu?
Mungkin terdengar bodoh. Tapi aku punya pertanyaan.
Tergantung dari jawabanmu, ini mungkin adalah pertanyaan terakhir.
Apa kau mencintaiku?
Ini kesempatan terakhirmu.
Jenny...
Jika kau tidak menjawab, aku akan menganggapnya 'Iya'.
Aku juga.
Anjirr!
Asyuu!
Apa yang kau lakukan! Mi-young akan segera pulang.
Itu malah membuatku makin sange!
Cukup ANI!!
Kau tidak bisa menghentikanku.
Mau mau ku dong.
Anjay!
Dia membawanya untuk bermain?
Apa yang kulakukna? Ini kan rumahku.
Angkat saja.
Apa?
Hai.
Lagi dimana?
Di lapangan tennis.
Aku sedang menonton sesuatu yang sangat menakjubkan.
Apa?
Akan ku jelaskan nanti.
Kapan kau pulang?
Ada apa dengan suaramu?
Aku sedang melakukan peregangan!
Aku kehabisan nafas.
Pulanglah lebih cepat, Bong-soo!
Iya!
KO DAM-DEOK
Foto yang ada dindingku, bukanlah akting.
Aku kena kekerasan diakhir hubunganku yang buruk.
Takut, kan?
Tidak.
Aku memukulnya lebih keras.
Bisa bisa nya!
Apa ada yang salah?
Apa lihat lihat?
Aku melihatmu masuk tiba-tiba. Apa ada yang salah?
Bukan urusanmu!
Seok-geun! Tunggu!
Dia bohong padaku!
Aku tidak tahu sebelumnya.
Lihat.
Dia selingkuh sama tukang pijit.
Kau tahu berapa tahun dia pergi ke tukang pijit?
10 tahun!
Jadi? Apa yang bisa kau lakukan?
Aku akan membunuhnya!
Kau kan lebih buruk lagi!
Kalau begitu aku akan mati juga!
Kau mau kemana?
Mengintai!
Bong-soo!
Bong-soo!
Oi bangsat!
Hey!
Kontlo kau!
Siapa?
Aku suaminya Dam-deok!
Senang bisa melihatmu, meskipun aku tidak bisa lihat.
Kentod!
Dasar vangsat!
Kau tetap tenang?
Aku bisa memukulmu sampai mampus!
Apa kau tidak takut?
Toh aku juga tidak bisa lari.
Aku tidak mau terlihat memalukan didepan suami kekasihku.
Apa? Kekasihmu?
Kau!
Eh bangsat! Kau tahu apa yang kupegang?
Tuan.
'Tuan'?
Bapak.
'Bapak'?
Kau.
Kaulah yang terburuk.
Bagaimana bisa aku meninggalkannya sendirian bersamamu? Apa dia harus kesepian dalam kematiannya juga?
Apa yang di inginkan kekasihku hanyalah dicintai dan diperhatikan.
Kau tidak bisa memberikannya itu.
Eh Anjing!
Kau tahu betapa Dam-deok mencintaiku?
Aku tahu.
Tahu?
Mungkin dia membutuhkanku karena dia mencintaimu.
Suami tercintanya mengkhianatinya.
Jadi dia sangat kesepian.
Rasa sepi itu seperti racun.
Tapi dia harus menelan itu setiap hari!
Siapa?
Siapa yang membuatnya harus menelan racun itu setiap hari?
Kintil!
Dia suka Tulip, bukan Mawar!
Siapa peduli kalau dia mencintaimu?
Kau bahkan tidak tahu apa yang disukai dan tidak disukainya.
Silahkan pukul.
Aku tidak bisa melihat.
Jadi hitung sampai tiga sebelum memukulku.
Aku juga menyalahi aturan, jadi aku harus dihukum juga.
Bajingan.
Dia benci roller coasters.
Dia suka taxi mewahmu.
Kau berkeliling dunia untuk membuat roller coasters.
Tapi taxi mu membuatmu tetap ada di pulau Jeju.
Aku selalu memberinya mawar.
Dia sangat menyukai bunga.
Bukan. Dia menyukai tas.
Maaf.
Kenapa aku tidak tahu itu?
Aku seharusnya bisa tahu betapa kesepiannya dia.
Kenapa aku tidak tahu?
Kenapa?
Kau kan sibuk lirik yang lain.
Maaf.
Kau benar.
Aku tidak melihatnya karena selingkuhanku.
Apa?
Aku hanya mau lihat.
Apa?
Kamu.
Apa kau mabuk?
Iya. Dengan kakakmu.
Kau tidak menemui perempuan dengan dia, kan?
Jangan khawatir. Dia kan selalu ketahuan.
Dia ketahuan dalam segala hal.
Bermain bersama, ketahuan besar.
Benar.
Tapi berhenti bermain sekarang.
- Apa? - Aku mau...
seorang suami yang mencintaiku lebih banyak.
Aku berhak mendapatkannya.
Benar. Tentu saja, kau berhak.
Aku hamil lima minggu.
Tolong jangan bilang kau mau memutar kembali waktu.
Aku tidak mau mendengar itu.
Kau dingin sekali.
Aku juga ingin memutar waktu.
Bukan kembali, tapi ke depan.
Lalu aku bisa move on.
Jangan makan itu.
Aku akan memasak nasi.
Hadiah kejutan dari pacarku.
RIWAYAT PENCARIAN: Jeju Grand Hotel
Apa kau gila?
Aku sudah bilang padamu kalau kita sudah udahan!
Ayolah. Menurutmu kenapa aku masih tetap disini?
Aku tidak memintamu untuk tetap tinggal.
Apa?
Aku bukan kuda poni yang hanya kau naiki untuk foto bareng.
Aku tidak pernah membayarmu.
Bayarlah sekarang. Ayo berfoto.
Kenangan itu harus dibagikan.
Hilih.
Aku mau membeli bahan dapur.
Boleh aku ikut?
Tentu.
Jangan membuatku marah.
Bisa kita bicara?
Apa?
Siapa itu?
- Ini Sang-beom. - Benarkah?
Kau?
Pengingat janji temu dokter.
Apa itu Tulip kuning?
Dia sangat menyukai itu.
Tuan?
Datanglah ke panti pijat kapan-kapan.
Aku tidak mau pergi kampang!
Aku akan memberimu diskon 50%.
Aku tidak mau bayar, qimack!
Halo?
Dunia macam apa ini?
Bisa bisa nya kau?
Kakak?
Kau ingat wajah Ibu?
- Bisa bisamu! - Maaf.
Aku bermaksud memberitahumu. Tapi siapa lagi yang aku punya.
Kemari kau!
Itu tidak baik untuk bayi nya!
Kakak!
Aku berniat mengirimnya ke Bong...
Permisi.
Anjing.
Apa? Anjing?
Bangsat!
Aku tidak punya alasan untuk hidup lagi.
- Bajingan gila! - Bajingan gila?
Aku terlalu malu untuk bertemu dengan orang tuaku setelah mati.
Jadi aku akan mengajakmu!
Apa yang kau lakukan!
Apa kau sudah tidak waras!
Kita akan pergi ke neraka!
Dasar bangsat!
Adikku satu-satunya di rusak oleh bajingan otak dengkul sepertimu!
Kau dan aku harus dipanggang di neraka! Qimack kampang!
Apa mau mu! Aku akan melakukan apapun!
Rileks. Tenang.
Rileks.
Aku akan minta maaf dan pergi jauh-jauh.
Tidak mau. Aku tidak mau.
Aku tidak peduli.
Ayo mati saja.
Lihat ke depan!
Aku akan menuntutmu!
Apa lagi! Jangan!
Berhenti sejenak menikmati langit biru didepan lautan.
22 Mei, 2017. Reservasi di Jeju Grand Hotel Restaurant.
Sialan.
Kencan dengan takdirku...
Ini menunya.
Disini sangat mahal, tapi aku akan makan banyak.
Baiklah. Lakukan apapun maumu.
Kau kan suka begitu.
Langsung ke intinya saja.
Aku benar-benar bodoh dan tersesat didalam hidup ini.
Tapi aku telah menyadari banyak hal setelah bertemu denganmu, Jenny.
Seperti apa?
Bagaimana berpikir dan berkomunikasi.
Bukankah itu sedikit timpang?
Bong-soo.
Bagaimana gambaranmu soal akhir dari hubungan kita?
Bukankah kau sudah bisa menggambarkannya sejak awal?
Aku punya dua gambaran. Sekarang, yang satunya sudah hilang.
Gambaran yang tersisa tidaklah mengejutkan.
Bukankah kita sudah berakhir?
Maaf sudah menghindarimu.
Aku juga tidak mau lagi sekarang, tapi aku tidak bisa mengakhirinya seperti ini.
- Jenny... - Aku beri petunjuk kepada seseorang untuk datang kesini.
Orang itu mungkin akan datang atau tidak.
Kalau dia tidak datang, berarti ini berakhir sesuai dengan gambaranmu.
Tapi kalau dia datang, kita akan menyerahkannya kepada takdir.
Apa maksudmu?
Apa yang ingin anda pesan?
Kau yang bayar, kan?
Aku pesan sepuluh menu termahal.
Baik.
Apa kau tidak pesan?
- Satu menu paling murah. - Baik.
Seperti yang sudah kubilang sebelumnya,
Aku selalu...
- Apa sudah melakukan reservasi? - Hmm...
Disana.
Senang bisa bertemu denganmu. Apa kau sendirian?
Aku kesini bersama pacarku. Kau?
Aku punya rapat, tapi sepertinya bukan disini.
Boleh aku tinggal disini sebentar?
Bisakah aku bertemu dengan pacarmu? Aku sangat penasaran.
Dia akan datang sebentar lagi.
Bagaimana bisa kalian bertemu?
Di sebuah tempat bilyar.
Orangnya seperti apa?
Dia egois seperti pria pada umumnya.
Tapi dia baik, sangat sederhana.
Dia kurang bisa membaca perasaan, tapi tetap perhatian.
Dia punya bakat untuk membuatmu penasaran tentang dia.
Seperti mengatakan kalau cinta pertamanya meninggal karena Leukimia.
Siapa yang mengatakan itu sebagai candaan?
Apa?
Kenapa?
Cinta pertama Bong-soo juga meninggal karena Leukimia.
Jenny?
Dia bukan orang yang ku kenal, kan?
Bisa jadi...
Permisi.
Kudengar pesanan anda minta dikembalikan.
Oleh siapa?
- Seseorang yang ada dibawah. - Dimana?
Kram!
Pergi!
Hentikan!
Meow!
Terima kasih!
Dompetku dimana?
Di tanganmu.
Lensa kontakku...
Di matamu.
Aku tahu segalanya.
Aku sudah dengar dari Jenny.
Kakak Ipar!
Aku mencintai Mi-young! Ada kalanya tidak!
Tapi itu tidak nyata! Aku mencintainya!
Aku berjanji akan baik padanya dan mencintainya selamanya!
Aku akan menerima hukumanku!
Ku mohon...
Biarkan aku tetap bersama Mi-young?
Bukan aku yang memutuskannya.
Permisi?
Kapan kita akan mengeluarkan kue nya?
Baiklah. Aku akan memberitahumu.
Pacarku adalah...
โช Selamat ulang tahun! โช
โช Selamat ulang tahun! โช
โช Selamat ulang tahun! โช
โช Selamat ulang tahun! โช
Jenny!
Selamat ulang tahun!
Selamat.
Kakak?
Bagaimana...
Apa ini?
Aku mau memberitahumu nanti.
Kau ada disini bukanlah bagian dari rencana.
Aku meminta Bong-soo untuk membuat reservasi untukku.
Aku tidak percaya!
Sejak kapan?
Sejak insiden celana dalam itu.
Apa?
Bisa-bisanya kau?
Ini sulit untuk dijelaskan.
Hubungan kami tidak seperti itu.
Kami hanya teman yang bertemu di tempat bilyar.
Tapi lalu kau membawanya ke rumah.
Ketika kubilang kalau aku tidak mau menyewa seorang teman, tahu apa yang dia bilang?
Jika kau tua tanpa uang, kau tidak akan punya teman.
Dia bilang jangan khawatir.
Benarkan?
Saat aku sedih dan ingin memutar balik waktu
dia bilang kalau dia ingin memutar waktu ke depan.
agar dia bisa move on.
Saat itu,
Aku tahu kalau aku tidak ingin memutar waktu, kembali atau kedepan.
Aku tahu...
Aku hanya ingin menghabiskan waktuku dengannya.
Beruntungnya, dia juga merasakan hal yang sama.
Aku tidak tahu harus berpikir apa.
Aku terkejut.
Aku akan memberikan restuku nanti.
Tunggu.
Ngomong-ngomong,
berhenti menceritakan kisah cinta pertamanya Bong-soo sebagai bahan candaan.
Apa kau benar-benar akan memberitahu dia segalanya?
Tidak.
Kalau aku mau, Aku bisa saja memberitahunya lewat pesan.
Aku tidak mau membuat hal ini jadi lebih buruk.
Ini sudah berakhir, jadi aku harus pergi.
Tapi itu rasanya konyol. Jadi, aku menyerahkannya kepada takdir.
Bagaimana kalau menyerahkannya pada takdir sekali lagi?
Tapi takdir bersamaku.
Apa kita benar-benar bisa bersama?
Aku pikir kita bisa menjadi teman tanpa ada alasan untuk berpisah.
Terus tetap berbohong? Semua itu demi mereka?
Itu bisa jadi demi mereka atau kita.
Kita tahu segalanya, tapi mereka tidak.
Tapi Bong-soo tahu.
Kau pikir cuma Bong-soo yang selingkuh?
Makan dulu. Aku lapar.
Pilihan yang bagus.
Apa?
Kenapa es krim nya sudah ada?
Itu menu termurah.
Begitu ya.
Ada apa denganmu?
Betul. Kau ada apa?
Kau yang memelukku lebih dulu.
Aku mau memelukmu.
Baguslah kalau begitu.
Apa kau masih punya, Bong-soo.
Ingat saat aku mencium bokongmu?
Aku tahu.
Ketika kau menciumnya, Aku mengguncangnya.
Aku tahu.
Tunggu!
Aku punya berita gila. Kakaku...
Hentikan! Bicara soal kita saja.
Apapun yang dia lakukan itu tidak gila.
Benarkah?
Orang dilahirkan untuk mendapat hukuman.
Tapi bukankah Tuhan itu dermawan?
Hukumannya berakhir hanya dalam waktu 70 sampai 80 tahun.
Jadi, kau selingkuh dengan istriku?
Jadi, kalau kau hidup lebih lama dari itu, kau adalah bangsat?
Kau bajingan cabul!
Apa kau memakiku?
Aku datang kesini untuk memaki mu!
Kalau begitu makilah, tapi tolong bayar.
Tidak mau, pala lu empuk!
Oh Begitu.
Sakit, kontlo!
Dia mirip seperti ayahnya!
Iyakan?
Kenapa kau mengajakku naik ini di hari ulang tahunnya Dam-deok?
Aku hanya lagi mau saja.
Diterjemahkan oleh Haku Ikkeh_Kimochi
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.