Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Iklankan barangan atau jenama anda disini hubungi www.OpenSubtitles.org hari ini
Translated by : ~ RiQue4335 ~
Ini adalah kisah seorang pria bernama Hubert.
Hubert Fiorentini.
Umur 47 tahun.
Berat 202 ponds.
Tinggi 6 kaki 4 inchi.
Dia pria yang tak pernah menyakiti lalat.
Masalahnya, wanita ini bukanlah lalat.
- Hubert, kau berlebihan. - Kau seharusnya bisa menunggu.
Aku tak bisa mendengar kalian.
Aku akan membawamu ketempat sepi untuk bicara.
Aku harus lapor pada Squale. Tanyai dia, dan jangan mau diperdaya.
Halo, Hubert.
Tn. Fiorentini. Van Eyck di sini.
Aku tahu Anda sibuk setiap hari.
Karena itu aku maafkan anda soal pesan kami yang belum Anda jawab.
Tn. Van Eyck, aku tak ada waktu. Ada masalah apa.
Anda punya utang. Ketiga kalinya dalam bulan ini.
Segera bayar atau rekening Anda kami hapus.
- Bisa dimengerti? - Aku segera datang.
Tidak.
Aku harus datang?
Hubert, ada masalah apa? Kau kelihatan gugup?
Tidak, biasa saja. Aku cukup tenang.
Kau tak bisa memukul orang begitu saja.
Jika ini soal wanita, atau pria itu...
Lupakan waria itu.
- Maksudku yang lain. - Yang lain? Yang mana?
Hubert, pikirkan baik-baik.
Ya, ada anak muda yang menggangguku.
Bagus. Lanjutkan...
- Aku mulai ingat. Ada perkelahian. - Ya, apalagi?
Saat di tangga ada orang yang ingin memberitahuku sesuatu...
tapi aku tak mengerti dia.
- Dia bilang... - Ayahku adalah kepala polisi!
- Ah, hampir lupa. - Dia ingat.
Ayahnya sedang keluar kota. Kau minta maaflah pada anak itu.
- Aku harus bilang apa? - Terserah kau saja...
Kau mengira dia anggota geng.
Tapi waria itu menunggu...
- Baiklah, dia ada di mana? - Menurutmu dimana?
Halo. Ini aku. Kau masih ingat aku kan?
Kita bertemu semalam.
Jangan cemas. Aku kesini bukan untuk menangkapmu.
Aku kesini untuk...
Aku datang untuk minta maaf.
Aku tak mengenalimu karena gelap. Aku tak tahu kalau kau putra...
Air...
Aku kira kau penjahat.
Anggota geng. Memakai baju hitam yang sama.
Aku sungguh menyesal. Aku pergi dulu. sampai ketemu.
Kedengarannya kau sedang senang. Kau bisa bicara?
Dengar, Sofia. Aku sibuk, aku sedang ada kasus.
- Tentu, kau selalu sibuk bekerja. - Tidak di hari Minggu.
- Benar, tapi kau malah bermain golf. - Sesekali aku harus santai, kan?
Itu sebabnya aku menelepon. Setelah main golf kita makan malam.
Aku tidak lapar. Sampai nanti.
Dia tidak lapar.
Baru kali ini kudengar alasan itu.
- Nihil. Sudah kami coba semuanya. - Bahkan yang terburuk. Dia suka semua.
- Boleh kucoba? - Silakan.
Jika kau ada waktu luang.
Rokok.
Kau tahu cara memperlakukan wanita.
Biasa saja. Pria dan wanita mestinya bisa bergaul akrab.
Aku mendengarkan. Di mana teman-teman wanitamu?
Wah, pulpen yang bagus.
Ini hadiah. Hanya untuk saat khusus. Lanjutkan.
Pemberian siapa, seorang wanita?
Satu-satunya wanita bagiku. Dia tiba-tiba pergi.
Hanya ini yang dia tinggalkan.
Ayolah. Katakan nama banknya.
Banque de I'Etoile.
Semua anggota geng akan datang.
Itu aksi terakhir kami. Aksi puncak.
Kapan terjadinya?
- Hari ini. - Jam berapa?
Kau terlambat 30 menit.
Sebarkan berita ini.
Semua terkendali? Mereka di dalam? Tempatnya sudah diperiksa?
Sial, jangan dia.
Semua aman. Tak ada kepanikan. Mereka di dalam dan kami saling kontak.
Beritahu mereka, kita akan kirim seseorang masuk.
Kenapa? Aku tidak meminta siapa pun.
Ada apa ini, Nona-Nn? Kenapa tidak bekerja seperti orang lain?
Pulanglah. Aku sedang bekerja.
Silakan.
Apa maumu? Aku yang berkuasa disini. Diam ditempat atau kulubangi kepala orang ini.
Kau takkan menembak siapa pun. Hanya aku yang boleh melakukan itu.
Hanya ini yang tersisa dari temanmu. Menyerah saja dan serahkan diri kalian.
Irene, kepalaku pusing. Dia akan melukai kita.
Sayang, dia takkan berbuat apa-apa.
Kita punya dinamit dan pistol. Dia bisa apa? Hanya menggertak.
Kau punya pistol? dari sini terlihat seperti alat penindik.
Diam. Lucu sekali. Tunjukkan milikmu.
- Wah, lihat itu. - Cukup besar untuk kuda.
- Pasti menyakitkan. - Serahkan padaku.
Sebaiknya jangan. Nanti kukumu patah.
Jangan membodohi aku. Dorong perlahan ke arahku.
Baiklah, Aku sudah peringatkan kau.
- Kalian lihat? Bagaimana penampilanku? - Oke, Permainan selesai.
Aku hitung sampai 10. Pelan-pelan. Agar kalian bisa paham.
Kau mau apa, pistolmu ada di sini.
1, 2...
- Jangan macam-macam, atau kuledakkan - 3...
dan 10.
Kenapa aku berharap takkan diganggu hari ini.
- Hubert, Hubert... - Sekarang hari Minggu.
Bagi kita setiap hari adalah Senin. Aku baru bertemu kepala polisi.
Kenapa kau malah memperburuk keadaan dan bukannya minta maaf?
Aku hanya menuangkan segelas air untuk dia.
Karena ulahmu dia harus tetap di rumah sakit. Ayahnya mempertanyakan cara kerjamu.
Aku tak mengerti apa yang kau maksud.
Karena ulahmu, anak itu harus dalam posisi tergantung selama 2 bulan.
Kepala polisi ingin kau merasakan hal yang sama.
Begitu, ya.
Hubert, tak ada yang meragukan hasil kerjamu, tapi caramu...
- Apa salahnya dengan caraku? - Caramu ilegal.
Kita bukan di zaman koboi. Ada hukum dan kode etik.
Dan sebagai polisi kau harus menghormati 2 hal itu.
Menghormati aturan membuatku kehilangan 8 teman 2 th lalu. Aku sering membawakan bunga.
Yang mati tidak bisa hidup diantara kita. Terima kenyataan.
Kau tak punya teman, istri, atau anak.
Carilah kehidupan. Mulailah bentuk sebuah keluarga.
Itu akan baik untukmu.
Cobalah. Kau ada masalah dengan wanita?
Tentu tidak, tapi...
Kau punya pacar?
Aku pernah mencintai seseorang, tapi itu sudah lama sekali...
Ayolah, semua orang tahu cerita itu.
Kau bertemu seorang gadis saat kau tugas di Jepang. Suatu hari dia pergi.
Tapi sudah 15 tahun berlalu.
- 19 tahun. - Baiklah, 19.
Kau harus mencoba yang baru. Jangan menangisi gadis itu seumur hidupmu.
Tolong bantu aku. Gunakan 2 bulan ini untuk bersantai.
- Pergi belanja. - Aku tak suka belanja.
Paksakan dirimu. Beli sesuatu yang menyenangkan.
Dengan kemeja Armani, kau takkan lama menjadi bujangan.
- Kau skors aku? - Bukan, aku menyelamatkan dirimu.
Jadilah seorang pria dan buktikan kau bukan hanya cuma polisi.
- Mau masuk? - Tentu.
Sudah lama tak melihat kau memakai baju seperti itu.
- Semua kaosku kotor. - Oh, aku mengerti.
- Ada yang salah? - Tidak, aku mau simpan mantelmu.
- Wangi harum apa itu? - Makanan.
Bukan, kurasa itu kau...
- Kau memakai parfum? - Ya, aku temukan botol tua.
- Botol yang kuberikan 2 tahun lalu? - Benarkah?
Ya.
- Sekarang kau lapar. - Tak bisa hidup hanya makan roti.
Aku kehabisan sampanye, tapi aku punya Shochu. Tak apa?
Ya.
Pekerjaanmu baik-baik saja?
- Apa yang lucu? - Aku sudah tidak bekerja.
Aku berhenti kerja saat suamiku meninggal. 5 tahun lalu.
- Mau kue lumpia? - Boleh juga.
Terima kasih.
Sempurna sekali, Hubert.
Terima kasih. Biasa saja.
Makan malam pertama dalam 2 tahun ini.
- Waktu berputar dengan pasti? - Ya.
- Siapa yang mengajarimu memasak, mantanmu? - Benar.
- Bukankah kalian bersama hanya 8 bulan? - Banyak yang bisa dipelajari dalam 8 bulan.
Aku percaya.
- Bisa panggilkan taksi? - Sekarang?
- Kenapa terkejut? - Aku kira...
karena kita sudah mengenal lebih baik, mungkin kau mau menginap.
Aku akan jalan kaki saja. Cuacanya cerah.
Akhir sempurna untuk malam yang sempurna.
Sofia, aku tak mengerti.
Kau manis saat berusaha keras. Tapi kau tak percaya wanita.
Wanita tidaklah mudah. Mereka pergi atau membuatku patah hati.
Aku tidak akan melakukan keduanya.
Aku hanya ingin menghabiskan waktu bersama. Itu namanya cinta.
Bukan menangisi seseorang yang sudah pergi selama 20 tahun.
- 19 tahun. - 19 tahun, kalau kau lebih suka.
Jika dia cinta kamu, dia akan ada disini. Dan punya anak-anak yang cantik.
Tapi dia pergi meninggalkan beberapa kenangan dan resep.
Hubungi aku saat hatimu bebas.
Aku tak bisa memasak.
Tapi aku tahu cara menyenangkan pria. Anak-anak kita pasti cantik.
Kau sepertinya amat lelah. Sebaiknya berlibur saja.
Kurasa sudah saatnya kita berpisah.
Tn. Fiorentini? Dari kepolisian Paris?
Ya, itulah nama saya.
Anda kenal seorang wanita bernama Miko Kobayashi?
Ya, aku kenal dia.
- Anda tahu dia ada di mana? - Ya, di kamar mayat.
Nona Kobayashi meninggal kemarin di Tokyo.
Maaf telah menyampaikan berita duka.
Aku Tn. Hishibashi, pengacara. Besok aku akan bacakan wasiatnya.
Hanya nama Anda yang tertulis di wasiatnya. Aku ingin Anda hadir.
- Aku tertulis di wasiatnya? - Ya, benar.
Anda tidak mudah ditemukan.
- Besok jam 3, bisa? - Aku sedang berada di Paris.
Ada penerbangan jam 5 dan jam 8.30.
Aku sudah pesan keduanya. Tiketnya sudah disiapkan.
- Aku tak bisa pergi tanpa izin atasanku. - Sudah kulakukan. Tn. Squale, bukan?
Katanya Anda bisa pergi. Katanya Anda bisa tinggal selama Anda mau.
- Aku pikirkan dulu, ya? - Baik, tapi sebaiknya segera.
Ada apa, kenapa tergesa-gesa?
Dia akan dikremasi besok.
Anda tak ingin melihatnya untuk terakhir kali?
Aku akan ke sana.
- Keperluan bisnis atau wisata? - Bukan keduanya.
Anda datang dari mana?
Pesawat... Dari senda guraumu, Anda pasti orang Prancis.
- Maaf? - Dari mana pesawatmu datang?
Jika melihat ke atas, kau tahu hanya satu yang mendarat . Dari Paris.
Dan jika melihat ke bawah, terlihat tiket CDG.Charles de Gaulle, Paris.
Aku tak hanya lucu, tapi sangat perhatian.
Aku juga sangat perhatian. Buka kopermu.
- Cepatlah. Aku terlambat. - Kenapa terburu-buru...
- Di mana dia? - Di sana, kamar 17.
- Semoga dia baik-baik saja. - Kami bukan orang primitif.
Kami sudah 15 tahun tak bertemu. Aku mungkin takkan kenal dia.
Tunggu sebentar.
Aku gugup. Seperti perawan. Bagaimana penampilanku?
Apa aku terlihat rapi?
Momo?
Kau mengenaliku?
Sungguh menyenangkan, Hubert.
Coba kulihat dirimu.
Kau terlihat hebat, baru tiba sudah terlibat masalah.
Jaga sikapmu sampai kita keluar dari sini.
Kau benar, kita pergi. Tak apa, dia orang kita.
Saat aku pemula, dia telah menjadi seorang Letnan.
Kami disini di tahun 80-an untuk mengawasi Rusia.
Tak bisa kuceritakan masalah yang telahkami buat.
Benar, tidak bisa, sekarang tutup mulutmu 5 menit saja.
Maafkan kejadian ini. Tapi anak buahmu tidak menghormati aku.
Aku beri dia pelajaran yang sedikit berlebihan. Maafkan aku.
Reputasimu dikenal, Tn. Fiorentini. Ada urusan apa ke Tokyo?
- Bekerja? - Berlibur. Jangan cemas, sebentar.
Benar. Kalau ada dia, tak ada yang lama.
Hormat.
15 tahun...
Kau masih pakai mobil yang sama.
Aku suka mobil ini. Jangan mengganti sang juara.
- Apa tujuanmu di sini? - Tak ada. Tugas militer sudah berlalu.
Kini aku hanya polisi lingkungan biasa.
- Selesai bertugas, lalu pulang. - Jangan membodohi aku.
- Katakan kau merajut saat bertugas. - Aku main golf. Dan menyukainya.
Kasihan sekali. Untungnya kau kembali.
Apa yang akan diledakkan, Tenggelamkan kapal? Sabotase pembangkit listrik?
Kau ingat saat itu?
Kita meledakkan gedung yang salah. Sungguh hebat.
Aku kemari untuk urusan pribadi.
Kau belum dengar kabar dari gadis Jepang itu? Siapa namanya?
Miko.
Miko. Dia akan mengikatkan tali dilehermu seperti anjing.
Dia meninggal dunia kemarin.
- Aku datang menghadiri kremasinya. - Aku tidak tahu, maaf.
Aku tahu. Dari mana kau tahu aku datang?
Aku masih kerja di bagian intelijen. Mau kuantarkan ke mana?
Ini alamatnya.
Shinjuku. Tempat pelacuran. Banyak wanita cantik di sana.
Tentu saja kau kemari bukan untuk itu.
Di sana.
Tn. Hishibashi?
- Tn. Fiorentini, benarkah? - Benar.
Anda seperti difoto yang dibuat Miko 20 tahun lalu.
- 19. - Benar sekali. Silakan duduk.
Nn. Kobayashi menyebut Anda satu-satunya pewarisnya.
Demi alasan praktis, semua ada dalam kotak ini.
Anda baik sekali jika anda menandatangani tanda terimanya.
Anda puitis juga.
Secara pribadi, Aku lebih suka foto dirimu mengenakan seragam.
Di mana semua berawal, di situ ada akhirnya.
Apa ada permintaan terakhir darinya yang harus kulakukan?
Hanya satu.
Anda akan menjadi wali dari putrinya sampai dia cukup umur.
- Putrinya? - Ya, benar.
- Berapa umurnya? - 19 tahun 11 bulan.
Jadi, ibunya...
Jadi aku... Jadi ibunya...
Tapi bagaimana... apa...apa...
- Maksudmu siapa namanya? - Ya.
Namanya Yumi. Anda akan suka padanya.
Tunggu. Anda mau ke mana?
Akan kukenalkan padanya.
Maksudmu putrinya di sini...
Ya, di kamar sebelah. Aku keluarkan dia dari penjara tadi pagi.
- Penjara? - Jangan cemas. Masalah kecil.
Dia bersedih karena kematian ibunya.
Dia mabuk lalu memukuli beberapa orang polisi.
- Polisi? - Ya, tapi biar dia yang cerita.
Tidak, Tunggu sebentar.
Maksudmu aku punya putri berusia 19 tahun yang baru keluar penjara.
Aku cepat beradaptasi dalam situasi baru, tapi aku perlu waktu.
- Dari mana Anda tahu dia putriku? - Dari akta kelahirannya...
Namamu tertera sebagai ayahnya.
Juga yang tertulis di wasiatnya...
dan tertulis disana hanya Anda satu-satunya pria dalam hidupnya.
- Lalu kenapa dia meninggalkan aku? - Dia tidak mengatakan apa-apa.
- Apa dia tahu aku ayahnya? - Tidak, kukira Anda yang mengatakannya.
Senangnya. Aku kembali dari Paris, setelah 19 tahun. Halo, aku Ayahmu.
Dia baru saja kehilangan ibunya. Kini dia punya ayah.
Mungkin ada pria lain setelah aku, dan dia ayahnya.
Siapa yang bisa ingat?
Anda bisa melakukan tes DNA, untuk lebih meyakinkan.
Tapi dari yang kulihat, aku yakin dia putri Anda.
- Dia ada di belakang pintu? - Ya.
Kita rahasiakan saja dulu.
Baiklah.
Aku tak mau membuat dia terguncang.
- Mereka rapuh seusia itu. - Aku setuju.
- Meski mereka berpura-pura. - Benar sekali.
Apa Anda akan membuka pintunya?
- Dia bilang apa? - Dia bertanya, Anda siapa?
Katakan aku teman baik ibunya.
- Siapa orang bodoh ini? - Katakan padanya, Hubert dari Prancis.
Tn. Fiorentini, dia bicara dengan bahasa Prancis.
Halo, namaku Hubert.
Yumi. Bersikap sopanlah atau kembali ke kantor polisi.
Persetan dengan mereka. Aku benci polisi.
Anda punya sesuatu untuk diminum?
- Sake? - Ya, boleh.
Terima kasih, aku merasa lebih baik.
Kenapa Ibuku tidak cerita soal dirimu?
Kau berbahasa Prancis. Mungkin Ibumu punya teman orang Prancis.
- Ibuku bekerja di kedutaan Prancis. - Aku juga. Aku bertemu Ibumu di sana.
Kenapa kau kemari?
Karena Ibumu ingin dia...
menjagamu sampai kau cukup umur.
- Berarti... - Dua hari. Tidak akan lama-lama.
Yumi, itu bukanlah cara bicara yang baik pada...
walimu.
Ini permintaan terakhir Ibumu.
Kenyataannya, Ibumu memilih dia...
berarti Ibumu amat percaya padanya.
Jika Ibumu percaya padanya, kau juga bisa.
Paling tidak dua hari saja.
Ayo, kita temui dia.
- Kita jalan saja. Hanya beberapa blok. - Tidak mau naik taksi?
Aku sedang bersedih. Kau harus bersikap baik padaku.
Baiklah.
Wah..Dia tidak membuang waktu.
Boleh aku bertanya?
Tidak, aku yang bertanya. Selama dua hari.
Oh. Baiklah.
Kau masih hebat. Lima menit saja sudah dapat seorang gadis.
Dia putri Miko. Dan ternyata putriku juga.
- Dia seksi. - Apa?
Aku tidak tahu kau punya putri yang seksi.
Aku juga tidak tahu. Ikuti dari jauh dan tutup mulutmu.
Sial, ini pasti akan kacau.
Mama.
Temanmu dari Paris ada disini.
Halo, Miko. Senang bisa bertemu lagi denganmu.
Meski dalam keadaan sulit, dia tetap tersenyum.
Senyummu sama seperti Ibumu.
- Sudah berapa lama kalian berpisah? - 19 tahun.
Aku tinggalkan kalian sendiri.
Sudah begitu lama, pasti banyak yang ingin dikatakan.
Kenapa kau merahasiakannya? Kenapa?
Kau ingin aku menjaganya, akan kulakukan.
Karena hanya dia yang tertinggal dari dirimu.
Tunggu.
- Apa yang kaulakukan? - Tak ada. Hanya kebiasaan profesi.
- Kau seorang dokter? - Ya, benar. Dokter.
- Kau tahu penyebab kematiannya? - Ya, kanker.
- Kau punya catatan medisnya? - Ya, di rumah.
- Apa keahlianmu? - Bedah plastik.
Ah, bagus. Kau bisa beri aku saran.
Aku ingin hidung yang lebih baik. Lihat. Hidungku besar.
- Tidak bagus untuk gadis seperti aku. - Kurasa hidungmu bagus.
Ini mengerikan. Kurasa aku dapat dari Ayahku si bajingan itu.
Bajingan? Maksudku... Kau mengenalnya?
Tidak. Dia beruntung, kalau tidak dia pasti mati.
- Apa kesalahannya? - Dia rayu Ibuku, lalu memperkosanya.
- Tidak? - Benar.
Itu benar. Besok aku akan cukup umur dan bisa berbuat sesukanya.
Aku akan mencari keseluruh dunia untuk menuntut balas.
Sebaiknya aku duduk.
- Kau mau sake lagi? - Tidak, kursi saja sudah cukup.
Yumi, ini Maurice, atau Momo. Temanku dari Tokyo.
Benar-benar mirip...
..dengan Ibumu. - Kau kenal Ibuku?
- Belum pernah bertemu. - Ayo.
- Apa dia tahu kau seorang polisi? - Tidak, jika tahu dia akan kabur.
Aku sudah kehilangan ibunya. tapi aku akan menjaga anaknya.
Dia akan mengerti. Bagaimana pun, dia akan paham karena kau Ayahnya.
Dia tidak tahu aku Ayahnya.
- Kalau tahu, aku sudah mati. - Bagus.
Apa dia tahu Miko adalah Ibunya?
Terkadang kau sungguh bodoh. Tentu saja tahu.
Ceritamu begitu rumit. Pantas saja aku bingung.
Translated by : ~ RiQue4335 ~
- Ini kakak Ibuku. - Ya, Tuhan.
Dia bilang apa?
Katanya dia pernah melihat wajah jelekmu, tapi entah di mana.
Bagus. Maksudku, tak apa-apa.
- Catatan medisnya? - Ada di sekitar sini.
- Momo, tunggu di mobil. - Kau yakin?
- Boleh ke kamar kecil? - Tidak.
Kurasa aku tak bisa menahannya.
Kamar yang bagus.Aku ingin sesuatu yang lain di dindingnya.
Kenapa tidak? Mungkin binatang.
Tentu, kenapa tidak kelinci saja?
Tidak. Aku pikir sebuah gambar awan nuklir.
Dengan orang-orang di sekelilingnya, berdansa lagu tekno.
Kenapa tidak? Kamar tidur Ibumu seperti apa?
Dia tinggal di kota. Dia kemari di akhir pekan.
- Kau suka musik? - Ya, Tentu saja.
Mungkin nanti saja...
- Berkasnya? - Ya.
- Ok, Ini dia. - Baik, Terima kasih.
Apa profesinya?
Aku tidak tahu. Mama orangnya agak misterius.
Bisa dibilang begitu.
- Apa yang kau cari? - Tidak ada. Hanya rutinitas.
Jika kau ingin dua hari ini berjalan dengan baik...
Kau harus berhenti memperlakukanku seperti orang bodoh.
Kau temukan kristal di hidungnya dan pasir di bawah kukunya.
Lihat, Ada hal aneh yang terjadi di sini.
Dan sebagai dokter, kau perlu barang bukti.
- Maksudmu seperti polisi. - Tepat sekali.
Mereka akan menguji dan saat ada hasilnya, kau yang pertama tahu.
- Setuju? - Setuju.
- Kau cukup pintar, ya? - Ya, Aku berusaha.
Bisa bantu aku untuk melacak keberadaan Ayahku?
Baru saja kehilangan ibu. Tak mau menunggu sebelum membunuh ayahmu?
Apa bedanya, dia pasti berada ditempat yang jauh dari sini.
Siapa yang bilang dia memperkosa Ibumu?
- Ibuku. - Lancang sekali dia... Maksudku, itu serius.
Kaupikir Ibumu akan membiarkan seseorang memperkosanya?
Kenapa Ibuku berbohong?
Untuk melindungimu, atau melindungi Ayahmu.
Untuk apa dia melindungi pria kejam itu?
Mungkin dia tidak seburuk itu.
- Ayo beli kertas dinding jelek itu. - Sekarang juga.
Berikan nomor teleponmu dan analisa ini.
- Apa ini? - Hasil analisa akan mengatakannya.
- Baik, besok pasti ada hasilnya. - Waktumu satu jam.
Senang dia telah kembali.
Aku akan mengirimkan uang ke rekeningmu.
- Apa kau kaya? - Tidak, tapi bank suka padaku.
Aku akan kirim uang setiap minggu.
- Lucu, Ibuku juga seperti itu. - Ya, lucu.
Setiap Jumat dia memberi 200 dolar, dan aku habiskan dalam 2 hari.
Berdasarkan wasiat, tak ada banyak uang di rekeningnya.
Halo, Nyonya Yoshimodo.
Bisa katakan aku ingin tahu saldo, nanti kuberitahu berapa yang dikirim.
- Aku bisa bahasa Prancis. - Bagus.
Apa itu?
Tanda tangan elektronik.
- Ini dia. - Terima kasih.
- Berapa harga yen? - Ini dalam dolar.
Bisa diperiksa lagi? Pasti ada kesalahan.
Tentu saja, aku paham akan keterkejutan anda.
Ini rekening utama. Bunganya ada di rekening terpisah.
Perlu aku cetak untuk anda?
Tentu, kenapa tidak?
Juga dalam dolar?
- Perlu kucetak jumlah totalnya? - Tidak. Aku sudah tahu gambarannya.
Bagaimana? Cukupkah?
- Ya, kau baik-baik saja. - Berapa banyak yang akan ditransfer?
Berapa jumlahnya?.
- Dua ribu. - Dolar?
Franc.
Terima kasih, Hubert. Aku takkan melupakannya.
- Biasa saja. - Ini hebat.
Kau seperti ayah sungguhan.
Kurasa Ayahmu... Ayah kandungmu akan melakukan hal yang sama.
Ya, tapi dia tidak di sini. Dan aku beruntung kau ada di sini.
Tanda tangan?
- Sekarang kita pergi belanja. - Jangan berlebihan.
- Tak pernah kuhabiskan lebih dari yang kupunya. - Prinsip yang baik.
200 juta dolar.
- Cantik, kan? - Sangat cantik.
Bisa pinjam teleponmu sebentar?
Momo, sudah ada hasilnya?
Untuk kristal kami tahu, tapi pasir tidak tahu.
Besi, merkuri, kalsium... atau seperti...
Sianida. Bisa menyembuhkan kanker hati dengan sianida?
- Kurasa tidak. Tapi kau dokternya. - Sebagai polisi, apa pendapatmu?
Sianida di bawah hidung, Data medis palsu...
adanya jejak perkelahian. Bagaimana menurutmu?
Dia dibunuh dan pembunuhnya tidak menduga Hubert Fiorentini datang.
Siapkan siaga satu.
Temui aku di Hotel Imperial dan pesankan kamar eksekutif di sana.
- Perlengkapan? - Bawa semua yang bisa ditemukan.
Astaga, ini seperti ulang tahunku.
- Apa yang salah? - Tak ada.Tapi kau cukup bahagia.
Bagaimana kalau mencoba beberapa kemeja wol?
Kita mulai.
Aku peringatkan. Kita akan ke semua lantai.
- Fiorentini, Hubert. Kami sudah pesan. - Benar. Selamat datang di Imperial.
Terima kasih.
Maaf jika lancang, tapi gadis ini sudah cukup umur?
Dia putriku.
Ayah.
Maafkan aku.
Simpan yang lainnya di kamar sebelah.
Terima kasih.
- Bagus juga alasan putri tadi. - Aku tak punya pilihan.
Tidak cukup cerdik, karena kita tidak mirip.
Kecuali hidungnya, mungkin sedikit.
- Kau mau jus jeruk? - Tidak.
Bagaimana kalau sake?
Nanti saja. Tidakkah kau mau mencoba baju barunya?
- Mau aku tunjukkan? - Ya, boleh saja.
Tebaklah, siapa yang berbelanja.
Aku dapatkan semua kesukaanmu. Kau akan suka.
Bazoka, dengan pelacak panas.
Beratnya hanya 450gr. Aku bawa dua.
Rudal mini bertekanan udara,
Bisa meledakkan dua blok kota, menghancurkan sebuah pasukan. Sangat efisien.
- Kau sangat yakin dia putrimu? - Kenapa?
- Dia tidak mirip denganmu. - Momo.
Kecuali hidungnya. Ayo lanjutkan.
Bazoka anti militer musuh, buatan Korea. Bisa menghentikan sebuah tank.
- Ada yang bisa kupakai di dalam kota? - Ada yang kecil, amat ringan.
Sangat klasik. Magnum kaliber 357.
Uzi terbaru. 50 peluru per detik.
Dan dari Rusia dengan cinta, bisa dengan gas beracun.
Dari Argentina, untuk jarak jauh, dan granat.
Aku ambil yang satu ini.
Aku bisa tebak itu. Kau tak mau granat?
Nanti saja. Aku harus tetap hati-hati. Aku tak ingin membuat dia ketakutan.
- Kau tahu apa yang terjadi? - Tidak banyak.
Wanita yang kucintai menghilang begitu saja...
dan 19 tahun kemudian dia tiada, meninggalkan putri & 200 juta dolar.
- 200 juta dolar? - Itulah isi rekeningnya.
Tapi dari cara putriku membelanjakan uangnya, pasti tidak lama akan habis.
200 juta dolar.
Benar, dan orang-orang berkacamata hitam membuntuti kami sejak dari bank.
- Kurasa mereka mengincar uang itu. - Aku paham. 200 juta dolar.
Di mana semua berawal, di sanalah akhirnya.
Aku tidak tertera dalam wasiat begitu saja. Kurasa dia butuh bantuanku.
Seseorang atau sesuatu telah menghentikannya.
- Dia meninggalkan beberapa petunjuk. - Ya, dan 200 juta dolar.
Hentikan itu. Itu bukan untukmu. Lupakan saja.
Kau bisa mendapatkan berkas Miko?
Kurasa begitu. Aku kenal orang yang bisa.
Kita harus mencari tahu masa lalunya agar kita mengerti.
- Aku siap. - Siap untuk apa?
- Aku mau pergi malam ini. - Jangan pakai itu. Sekarang dingin.
- Kau harus pakai jaket. - Ya, yang warna kuning.
Aku tidak mau memancing. Aku mau berdansa.
Dan selalu bergairah saat aku berdansa, seperti Ibuku.
Itu benar.
Kau tidak takut di malam hari? Dijalanan berbahaya.
- Tidak. Perkosaan di setiap sudut. - Apa?
- Tidak setiap malam. - Kalau harus mati, sebaiknya saat berpesta.
Dan kalau kau takut, kenapa tidak ikut aku saja.
Kau bisa berperan jadi Ayahku.
Aku tahu kau suka itu.
Bawa granatnya.
Video games di klub malam?
Ini Paman Hubert dan Paman Maurice.
Ayo semuanya ke lantai dansa.
Aku terlalu tua. Dan lututku sakit.
Ayolah. Demi aku.
Silangkan lututmu.
Bagus juga untuk pemula. Aku bangga padamu.
Hei Momo, giliranmu.
Semuanya membuatku kesakitan.
Baiklah, sekali saja.
- Dia bilang apa? - Dia ingin menantangmu...
di permainan yang tidak menggunakan lututmu.
- Di mana? - Di sebelah sana.
Ok, Ayo.
Aku menang. Ada apa?
Akan kujelaskan nanti.
Tidak, kau saja lebih dulu.. Aku lihat saja dulu caranya.
Jangan panik. Jangan bergerak.
Jika tidak keberatan, kita tanding ulang lain kali.
- Ada jalan keluar lainnya? - Di belakang.
Aku senang dia kembali...
Maaf, aku tak bermaksud merusak malammu.
- Kau siapa? - Aku bukan dokter.
Terima Kasih. Aku sudah tahu itu.
Kaupikir kau siapa bisa membunuh orang seperti itu?
Lagi pula, Siapa mereka? Dan kenapa membawa senjata?
- Kau mengerti? - Tidak, tapi tidak masalah. Tenanglah.
Akan kujelaskan semuanya.
Hapus air matamu.
Kini dia membuatku teringat pada seseorang.
Cari berkas Miko...
dan hubungi lab untuk mengetahui pasir di bawah kukunya.
- Sejam lamanya di hotel. - Ayolah, aku kelamaan di mobil.
Ibumu meminta pada diriku. Dia tak percaya pada orang lain.
Bahkan setelah sekian lama, kurasa dia percaya padaku.
Dia memintaku datang kemari untuk mengatakan sesuatu. Rahasia.
Tapi seseorang membunuhnya sebelum sempat mengatakannya padaku.
Sekarang orang berbaju hitam mengejarmu.
Aku tidak melakukan apa-apa. Apa yang mereka inginkan dariku?
Aku juga ingin tahu hal yang sama.
Kaubilang Ibumu tinggal di kota dalam sepekan ini?
Dua tahun lalu dia mengajakku ke sana.
Dia melupakan sesuatu yang penting.
Kami ke sana, tapi aku menunggu di luar.
Dia melarangku masuk.
Dan saat aku bilang ingin lihat di mana dia tinggal...
dia menampar mukaku.
Itu pertama kalinya Ibu menamparku.
Kau masih ingat alamatnya?
Apa dia selalu seperti ini?
- Dia cukup rapi, tapi tidak begini. - Berarti ada yang pernah kemari.
- Kemana perginya semua perabotan? - Mereka mencari sesuatu...
tapi mereka tidak kenal Ibumu.
"Jangan simpan barang di tempat yang bisa kau pindahkan."
- Kau bicara apa? - Lihat saja.
Aku masih belum paham. Bagaimana kau tahu ada di sana?
Kami mendapat pelajaran yang sama. Katakan, apa ini?
- Nomor dan nama. - Sekarang semua semakin jelas.
Dan kurang jelas bagiku.
Ibuku mengirim orang untuk menjagaku..
yang membunuh semua orang dan membuat lubang di dinding.
Yumi, dengar. Percayalah padaku.
Mimpi buruk hampir berakhir.
Baiklah, ayo pulang.
Kali ini mereka meninggalkan perabotannya.
- Apa yang mereka cari? - Mungkin tak ada. Hanya mengancam.
- Mereka mungkin akan menelepon. - Kita bagaimana? Kita pergi?
Tidak, kita duduk dan tunggu.
Mereka tidak membuat lobang...
Lobang.
- Lubang - Lobang.
Tidak, bukan begitu.
Seperti lebar...
Lalu bang..., seperti 'kembang'.
Bagus sekali.
Ambil napas dalam-dalam.
- Selamat datang di Jepang. - Terima kasih.
Namaku Kazuhiro Takanawa.
- Tapi nama itu tak berarti bagimu. - Tidak sama sekali.
Aku ingin bertemu Anda, Tn. Fiorentini.
Dengan senang hati.
- Aku dengar kau suka golf. - Itu membuatku santai.
Aku juga. Mari kita bermain bersama.
- Anak buahku menunggu di bawah. - Tidak apa-apa.
Lubang.
- Itu lebih baik. - Ada yang terjadi?
- Aku diundang main golf. - Kau akan main golf sekarang?
Golf membantuku berpikir. Lagi pula, dalam golf ada... lubang.
Lupakan saja.
- Bisa rapikan kamar kami? - Segera, Pak.
Buka telingamu. Aku dapat semuanya.
Momo, mereka menunggu kami di pintu.
Aku melihatnya. Aku dapat berkas dan semua hasilnya.
Ini, jangan sampai hilang.
Ikuti kami dari jauh. Jika ada masalah, lindungi kami.
Ayolah. Jangan sekarang.
Posisi itu sama sekali salah.
Dan kakinya... seperti bebek. Kita bukan berada di pantai.
Setidaknya perhatikan bola-nya.
Bermainlah dengan PlayStationmu.
Bolanya tidak akan hilang.
- Aku dengar permainanmu bagus. - Setidaknya aku tidak meleset.
- Amat bagus, kau berbahaya. - Jangan berlebihan.
Silakan tunjukkan padaku.
Kenapa kembali ke Jepang?
- Belum cukup kenangan buruk? - Setelah lama, sisanya hanya kenangan baik.
Anda kemari bukan mencari masalah?
- Aku tak mengerti. - Tentang 200 juta dolar...
di rekening putrimu.
Ayah?
- Keparat, pembohong. Aku benci kamu. - Yumi, tenanglah.
- Aku benci padamu. - Tenang dulu.
Aku telah berusaha mengatakannya, tapi kau sangat membenci ayahmu.
Keparat. Kau meninggalkan kami.
Tidak. Ibumu menghilang, tanpa memberi kabar.
Dan tidak ada yang mengatakan kalau kau ada.
Andai aku tahu kalau aku punya putri yang hebat...
aku pasti kembali dan mencarimu dimanapun kau berada.
Dan semua ini tidak akan terjadi.
Putriku yang cantik.
Sungguh menyentuh. Tapi sebelum kalian berpelukan lebih lama...
aku ingin uangku kembali.
Tidak mungkin. Rekeningnya diblokir hingga dia berumur 20 tahun.
Berarti kita harus tunggu 9 jam.
Jam 10 bank buka dan putrimu berumur 20 tahun. Selamat.
Bawa gadis itu pergi.
Bunuh dia.
Perlahan-lahan.
Tunggu.
Ini sulit, tapi jika kau lakukan dengan benar...
akan mematikan.
Jangan bergerak. Pasukan Prancis!
Sialan.
Hubert, semua baik-baik saja?
Lupakan. Mereka kabur. Kau terlambat beberapa detik.
- Ya, ampun. - Apa?
- Granatnya... - Kenapa?
Pin-nya sudah kucabut.
- Granat yang hebat. - Bukan, itu granat lainnya yang ada di mobil.
Apa yang kautemukan?
Miko meninggalkan departemen 19 tahun lalu karena hamil.
Berkasnya hilang.
Di saat itu, departemen pertahanan membuka arsip baru, sangat rahasia.
Aku tak bisa mendapatkannya, tapi...
Aku dapat foto.
Apa kau tidak salah? Ini foto pernikahan.
Pengantin pria adalah putra bos mafia terbesar di Utara.
- Takanawa, si Zebra, karena... - Ada codet di wajahnya.
- Kau kenal dia? - Aku pernah main golf dengannya.
- Lanjutkan. - Kelima dari kiri.
- Miko? - Di antara para mafia di kota.
- Dia begitu lugu, apa ini... - Tunggu, ada yang lainnya.
Miko bergabung dengan mafia.
Tapi 2 bulan yang lalu dia mendapat medali penghargaan.
Tugas penyamaran.
Dia memasuki Yakuza agar bisa menangkap mereka dari dalam.
Tapi untuk itu dia harus berpisah dengan masa lalunya.
Dia meninggalkan aku demi mengabdi pada negara.
Kau pun akan berlaku sama jika itu terjadi padamu.
Ya, mungkin.
Selebihnya sederhana. Tugasnya berjalan baik, sampai dia ketahuan.
Lalu dia memindahkan uang dari Zebra ke rekening lainnya...
dan meninggalkanku beberapa petunjuk.
Hati-hati. Itu sangat pedas.
Kurasa ada yang kurang.
Apa itu?
Aku tidak tahu.
Kenapa dia tidak memberitahu aku punya anak?
Entahlah. Mungkin dia tak mau kau terlibat.
Dan saat dia tak bisa lagi melindungi putrinya, kau yang menggantikannya.
Melindunginya? Dari dirinya sendiri. Dia mengenal putrinya.
Jika aku tak ada, dia akan habiskan 200 juta dengan amat cepat.
- Katakan, apa ini? - Wasabi.
Enak sekali.
Sangat enak.
Pasir di bawah kukunya, asalnya dari mana?
Kyoto.
Tentu saja. Di sana aku menyatakan cinta pada Miko.
Di mana semua berawal, di sanalah akhirnya. Ayo.
Cepat. Kita harus kembali ke Tokyo sebelum jam 10.
Sayangku, Hubert. Aku berkorban demi negara, dan menyesalinya.
Selama ini kuingin bersamamu, meski kau tak pernah jauh.
Karena kau tak pernah meninggalkan aku. Kau selalu berada di dalam hatiku.
Jagalah putri kita. Dia hebat, tapi amat boros.
Ini nomornya, agar kau bisa mengawasi rekeningnya.
Ada cukup uang untukmu dan putri kita.
Memang tak cukup sebagai pengganti...
tapi semoga putri kita bisa mengusir semua kenangan buruk itu jauh-jauh.
Karena yang tersisa hanya kenangan indah, bukan?
Milikmu selamanya, Miko.
Apa teman-teman lama masih ada?
- Beberapa masih hidup. - Kita akan membutuhkan mereka.
Bisa bicara dengan Kapten Yasumoto?
Halo. Menabung atau menarik uang?
- Penarikan. - Tunai atau pindah dana?
Pindah dana.
Sederhana sekali.
Yang kiri rekening pengirim, yang kanan rekening tujuannya.
Anda mengerti?
Isi ini... yang kiri.
- Lausanne... Di Swiss, bukan? - Benar.
- Bagus. - Cepat, kami buru-buru.
Tentu, Pak. Segera.
Semua selesai.
- Berapa banyak yang Anda pindahkan? - Semuanya.
- Kedua-duanya? - Benar.
Anda bisa bayar banyak gadis panggilan dengan itu.
- Bayar apa? maksudmu... - Anda bisa bersenang2 dengan uang itu.
200 juta dolar. Jumlah yang cukup.
Ini.
- Anda berumur 20 tahun? - Ya, sejak pagi ini.
Bagus. Dia boleh menandatangani.
Tanda tangan.
Tanda tanganilah!
Sudah. Selesai.
- Selamat, Yumi. - Cukup.
Sekarang berikan tanda terimanya.
Aku datang untuk itu.
Bicarakan dengan dia soal tanda terimanya.
Aku akan berpikir dua kali sebelum melakukan itu.
Jika temanmu tidak menurunkan pistolnya, kau takkan selamat.
Kau yang takkan bisa selamat.
Kau menang, Tn Fiorentini. Sangat bagus.
Untuk jadi pemenang, harus ada yang hilang. Sebutkan harganya.
Kurasa kini kau tak bisa berbuat apa-apa.
200 juta dolar ada di rekeningku.
Ucapkan selamat tinggal pada uang 200 juta dolarmu.
Yumi, tak apa, kemarilah.
Kau tahu kemampuan golf-ku. Bayangkan aku dengan pistol kaliber .45.
Suruh anak buahmu untuk membuang senjata mereka.
Semuanya telah berakhir.
Ayo.
Tunggu aku.
Aku tak percaya ini.
- Takanawa, si Zebra? Anda ingat? - Tentu saja.
Dia di dalam, terbaring di lantai. Mereka ingin merampok bank.
Sudah kuurus mereka.
Kapan liburanmu selesai? Agar kami bisa merapikan kembali negara kami.
Silakan, sudah berantakan semua.
- Tn. Fiorentini sudah tidak berutang lagi. - Sudah saatnya.
200 juta Euro?
Terima kasih atas pengawalan polisinya. Tapi itu tidak perlu.
Ini bukan untuk melindungimu. Tapi untuk orang di sekitarmu.
Terima kasih sudah datang, senang bisa bertemu denganmu.
- Kini giliranmu berkunjung. - Jika sama menyenangkan, dg senang hati.
- Apa itu? - Wasabi.
Katamu rasanya enak, jadi...
- Mungkin untuk sarapan... - Kau baik sekali, terima kasih.
- Jaga dia baik-baik. - Pasti akan kujaga.
Aku harus berpisah dengan Ayahku yang baru saja kutemui?
Awalnya ingin aku mati, kini tak inginkan aku pergi.
Remaja memang seperti itu.
Sering menangis dan selalu berubah pikiran.
Aku juga punya hadiah untukmu.
Aku tak ada waktu berbelanja, tapi...
Ini milik Ibumu. Aku simpan selama 20 tahun. Sekarang ini untukmu.
Satu bulan. Jangan cemas, hanya satu bulan.
Kau selesaikan sekolah, aku carikan kertas dinding untukmu, itu saja.
Bulan yang teramat lama dalam hidupku.
Bagiku juga, Yumi.
- Tak ada masalah. Selamat jalan. - Terima kasih.
Koran Prancis? Sampanye?
Tidak. Aku ingin bersantai sampai tiba di Paris.
Tak masalah, Pak.
Perhatian semuanya.
Siapa pemilik barang ini?
Oh, tidak.
Translated by : ~ RiQue4335 ~
OpenSubtitles.org require your login in mx player for uploading subtitles, please login now
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.