Akan
Albanian
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bihari
Breton
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Punjabi
Quechua
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Berikut merupakan film fiksi yang terinspirasi dari peristiwa nyata.
Siapa yang membunuhnya?
Dia tidak bilang, Hyungnim.
Ah, hujan-hujan begini...
Terus kalau denganku, dia mau bilang?
Katanya begitu, makanya aku mencarimu.
Dia belum datang, ya?
Ukuran besar atau biasa?
Kami pesan sebentar saja, bibi.
Hei, ini 3 mangkuk.
Ah, itu dia.
Aku Kang Tae-oh.
Duduklah.
Apa maksudmu kau membuang mayat?
Sekitar 6-7 tahun lalu,
aku diminta mengantar paket plastik yang besar sekali.
Kau pikir isinya mayat?
Isinya terasa lembek,
jadi aku coba memegang isinya, tapi...
...ini, aku merasa menggenggam sebuah kaki.
Kau melihat mayatnya?
Tidak... sudah dimutilasi.
Kau lakukan sendirian?
Ya.
Pasti berat, kan?
Berat sekali.
Kenapa kau mau disuruh begitu?
Saat itu, aku sedang banyak utang.
Katanya dia akan membayarku.
Siapa yang bunuh?
Mau bagaimanapun,
orang itu sudah membayarku... mana boleh kuberitahu.
Katamu sudah 7 tahun lalu...
Dimana kau buang mayatnya?
Apa kau main golf?
Terus kenapa?
Apa kau punya uang?
- Pesanan datang! - Berapa?
Soal itu... terserah Hyungnim.
Hei! Apa kau tidak cium aroma tubuhmu?
Pergilah ke sauna, hubungi aku kalau kau mau bicara.
(Kepolisian Busan, Divisi Narkotika, Kim Hyung-min)
Kalau segini mana cukup?
Memangnya berapa mahal harga mulutmu...
Jangan bergerak, brengsek!
Kang Tae-oh!
Kau ditahan atas pembunuhan terhadap Heo Soo-jin.
Kau punya hak untuk diam, dan meminta pengacara.
Diam, keparat!
Kau dari Unit Narkotika?
Ada apa ini?
Kau mengejarnya 1 tahun ini,
dia membunuh pacarnya, Heo Soo-jin.
Wah, ternyata dia kriminal.
Tidak kuduga.
Oh, Hyungnim punya mobil baru!
Brengsek!
Aku benar-benar tidak tahu!
Ah, sakit!
Kau bilang padanya aku main golf, kan?
Lagipula, kenapa aku percaya pada bocah macam kau.
Hyungnim! Aku tidak tahu kalau dia pembunuh.
DARK FIGURE OF CRIME
Pembunuhan yang Tidak Diketahui
(3 bulan kemudian)
(3 bulan kemudian) Kalau menikah itu bikin repot...
Terus kenapa ada yang namanya pernikahan?
Karena manusia tidak bisa melakukan segalanya sendiri,
dengan menikah kau akan punya penerus dan ahli waris.
Begitlah kehidupan.
Itu benar.
Hyungnim! Ini aku.
Siapa?
Yang beberapa bulan lalu ditangkap di warung makan,
namaku Kang Tae-oh.
Bagaimana caranya kau menelpon?
Aku menelpon dari tahanan.
Hei...
Tunggu sebentar...
Pergilah bersama Ayah.
Aku akan menyusul.
Apa?
Bukannya Hyungnim yang suruh telepon?
Tapi, kau kan sudah ditahan.
Hyungnim, datanglah menemuiku.
Selain Soo-jin, ada beberapa lagi.
Aku tidak mau tahu, jangan telepon lagi.
Ada 7...
Apa?
Ada 7 orang.
Jumlah yang kubunuh.
Apa maksudmu?
Ada yang kukubur, ada juga yang kubuang dari jembatan.
Aku sengaja meneleponmu, hanya untuk bilang itu.
Benarkah?
Iya.
Kapan?
Sekarang, kau jadi penasaran?
Kenapa tidak bilang pada detektif kasusmu?
Ah, mereka tidak percaya.
Padahal sudah kuberitahu sejelas-jelasnya.
Dia bilang dia membunuh orang dan membuangnya di jembatan Gwangan?
Pemeriksaan hanya berlangsung seminggu.
Setelah darahnya ditemukan di TKP, dia tidak bisa mengelak.
Dia langsung mengaku.
Katanya dia bunuh 3 orang lain juga.
Gunung Hwangnyeong, Taman Daeshin, Jembatan Gwangan...
Sialan, brengsek itu!
Tidak ketemu sepotong jaripun...
(Berkas pembunuhan Heo Soo-jin) Membuang waktu kami menyusun tuntutan.
Membuang waktu kami menyusun tuntutan.
Kami dipermainkan bocah ini.
Ternyata masih ada polisi yang memalsukan barang bukti.
Bukti apa?
Para detektif itu yang buat.
Mereka memalsukan bukti-bukti kejahatanku.
Maksudmu kau tidak membunuhnya?
Tidak, memang aku yang membunuhnya.
Tapi... selotip dan pakaian dalam korban mereka palsukan!
Bicara dengan pengacaramu.
Lihat ini.
Periksa di situ.
(Lapangan olahraga, lembah...) Disana kau bisa temukan pakaian dalamnya, dan selotip yang kupakai untuk mengikat Soo-jin.
Disana kau bisa temukan pakaian dalamnya, dan selotip yang kupakai untuk mengikat Soo-jin.
Haruskah?
6 orang sisanya...
apa kau tidak ingin tahu ada dimana?
Sial...
Bisakah kita memotong orang menjadi 7?
Apa?
Begini.
Begini.
Begini.
Kalau tidak biasa, tidak akan mampu!
Itu baru 6 bagian.
Begini.
Kalau pisaunya dipaksakan, tulangnya akan terpisah.
Lalu kenapa Heo Soo-jin tidak kau mutilasi?
Saat aku mulau memotong lengannya,
dia menatapku dengan matanya.
Saat itu hujan deras.
Gadis itu memberontak, dan aku sedang lelah.
Aku merasa terganggu jadi aku berhenti.
Aku mempertanyakan diriku, kenapa aku berbuat ini.
Maksudmu kau menyesal membunuhnya?
Bukan... kalau awalnya bagus, akhirnya juga harus bagus.
Aku punya teknik!
Finishing-nya harus sempurna!
Tapi karena tidak melakukannya,
aku harus mendekam 20 tahun disini.
- Sialan. - Baiklah.
6 orang lainnya, siapa saja?
Kau penasaran?
Iya.
Kalau begitu...
aku perlu dapat untung.
(Lapangan olahraga)
Ada sangkar burung di sini.
Disana, ada pakaian dalam Soo-jin,
dan selotip yang kupakai mengikat tangan dan kakinya.
(Taman Daeshin, lapangan olahraga, lampu taman...)
Subtitle oleh: ~ PatrickStar ~
Detektif Kim Hyung-min, dipersilahkan maju.
(Jaksa)
(Bukti 1, 2, 3, 4) Apa kau tahu barang-barang ini?
Ya, ini bukti temuan saya berdasarkan pengakuan Kang Tae-oh,
pakaian korban dan selotip yang digunakan dalam pembunuhan.
Ya, menurut laporan Badan Forensik Nasional,
noda darah yang ada di pakaian dan selotip,
cocok dengan korban.
Selanjutnya adalah pakaian dan selotip yang diajukan oleh Kepolisian.
(Kepolisian Busan, Bukti 1, 2, 3) Selanjutnya adalah pakaian dan selotip yang diajukan oleh Kepolisian.
Bahkan dilihat sekilas, nampak kalau itu baru dibeli.
Hakim yang terhormat.
Untuk menegakkan hukum dan menangkap pelaku,
polisi bukannya mengikuti prosedur dan hukum yang berlaku,
dan malah memalsukan bukti.
Terdakwa Kang Tae-oh menggunakan kesempatan ini,
untuk mengoreksi kesalahan kepolisian,
dan menegakkan aturan hukum yang berlaku.
Sekian pembelaan kami.
Kau yang mengadu, kan?
Hei! Kau dibayar berapa!?
- Tahan. - Jangan menahanku!
Jaksa, bukannya dapat hukuman mati,
kenapa tiba-tiba dikurangi 5 tahun?
Katakan sesuatu!
(Saya membunuh 7 orang: 1. Pria usia 50-an, dipukul dengan balok kayu)
(Saya membunuh 7 orang: 1. Seorang pria usia 50-an, mayat dibuang ke hutan) Aku menghabiskan masa muda jadi nelayan cumi-cumi.
(Saya membunuh 7 orang: 1. Seorang pria usia 50-an, mayat dibuang ke hutan)
Suatu hari, aku di panggil ikut pelayaran.
Kami singgah di Ekuador selama 1 bulan.
Disana aku bertemu seorang gadis, Rania.
Rania membuatkanku tato ini.
Aku tidak tahu bagaimana kabarnya sekarang.
(2. Penumpang Sand Taxi... potongan tubuh disebar) Aku tidak tahu bagaimana kabarnya sekarang.
(2. Penumpang Sand Taxi... potongan tubuh disebar)
Sand Taxi...
(...dari Jembatan Gwang-an)
Yang ini kubuang dimana, ya?
Oh, iya.
(4. Sand Taxi, penumpang wanita...)
Apa kau tahu?
Setelah membunuh orang, rohnya akan tetap hidup.
Soo-jin perlu ditulis juga?
Hm, iya, tulis saja.
(7. Choongmoo-dong...)
Eih, sial, ketangkap pas sudah 7.
(Pengakuan)
(7. Bertengkar dengan Soo-jin di Choongmoo-dong, kemudian kubunuh)
(7. Bertengkar dengan Soo-jin di Choongmoo-dong, kemudian kubunuh) Kenapa kau bertengkar dengan Soo-jin?
Kenapa kau bertengkar dengan Soo-jin?
Wanita sial itu sedang sampai masanya, banyak omong.
Sampai masanya?
Kau tahu! Yang tiap bulan dialami wanita.
(1. Pria 50 tahunan, dipukul dengan kayu...)
Korban yang pertama kapan kau lakukan?
Waktu kecil.
Umur berapa?
Aku tidak ingat.
Apa?
Aku tidak akan beritahu lebih dari itu.
Yang benar saja?
Tentu saja!
Sisanya, kau cari sendiri.
Kau bercanda?
Apanya?
Kalau kau butuh sesuatu, kau harus membayar!
Kan sudah kuberikan, hukumanmu dikurangi 5 tahun.
Apa itu?
Terus apa?
Kacamata yang berubah warna...
Kacamata?
Kalau dalam ruangan terlihat bening,
tapi kalau kena matahari, kacanya akan jadi gelap.
Tolong belikan aku itu.
Apa yang sebenarnya kau mau?
Ah, aku benar-benar bunuh 7 orang.
Tidak akan kuberitahu lebih.
Kalau kau mentransfer uang juga lebih bagus.
Belikan juga celana legging dan celana dalam.
Duduk.
Bawakan dulu.
Duduklah.
Bikin gila.
Kita belum selesai bicara.
Duduklah.
Kau keparat!
Kau pikir membunuh itu mudah?
Apa?
Kubilang memangnya gampang membunuh?
Aku juga merasa sakit kalau mengingat itu!
Kenapa bertanya terus, bajingan!
Bocah gila.
Ah, aku tidak boleh begini.
Maaf, Hyungnim.
Selesai!
(Pemberi pinjaman, Tn. Park, mayatnya dibuang di Jembatan Gwangan ke arah laut)
Ini hanya untuk pemantauan.
Segala macam orang terekam disana.
Orang bunuh diri, buang sampah...
mabuk, kencing, dan banyak lagi.
Kau bilang ini tidak merekam videonya?
Benar.
Benar-benar konyol.
Mahal-mahal begini, tidak dimanfaatkan?
Begitulah.
Sebenarnya tidak akan menghabiskan banyak dana.
Kami juga hanya bisa tertawa.
(5. Sand Taxi...)
Kamjeong-dong...
(Sand Taxi)
(...Klub Malam Yeonsandong...)
Sudah kubilang jangan minum banyak.
Bagaimana ini?
Kau baik-baik saja?
(Kepolisian Busan)
(Kepolisian Busan) Apa? Kau pindah ke Unit Kriminal?
Hei, yang seangkatan denganku disini tinggal kau saja!
Kalau kau bosan, cobalah mengambil kasus-kasus baru.
Kenapa juga kau mengambil kasus lama ini?
Kalau ini benar, semua ini adalah 'Kasus Gelap'.
Apa?
Korban tidak ditemukan, tidak ada laporan.
Kasusnya tidak diselidiki. Menurutmu berapa 'Kasus Gelap' tiap tahunnya?
Berapa banyak?
Paling tidak 200 kasus.
Banyak juga.
Tapi kalau tidak ada yang melapor. Bagaimana kau akan selidiki?
Apa kau tidak mau naik pangkat?
Aku sudah pernah, cukup sekali.
Anak ini sungguh melakukannya.
Tidak mungkin dia bisa menulis sedetail ini.
(Unit Kriminal)
Anda mau kemana?
Pak!
Dia dari kantor pusat.
Unit Narkotika.
Apa yang dia lakukan di sini?
Entahlah, kasus siapa lagi yang dia kejar.
Kasus itu seperti sup.
Kalau dibiarkan dingin, tidak akan enak.
Aku sudah menutup kasus ini, sekarang harus dibuka lagi.
Siapa yang akan senang?
Publik akan berkata, kita tidak bekerja dengan benar.
Mau hasilnya bagus atau tidak, tetap saja kita kena batunya.
Kau sakit diabetes?
Lihat!
Jumlah kasus dengan pelakunya berhasil ditangkap lebih banyak,
dibanding kasus yang pelakunya tidak ditangkap atau bukti tidak cukup.
Jadi tangkaplah lebih banyak penjahat.
(Divisi Kriminal, Kepolisian Busan, Kim Hyung-min) Jadi tangkaplah lebih banyak penjahat.
(Divisi Kriminal, Kepolisian Busan, Kim Hyung-min) Agar diabetesku turun.
Jumlah pelaku lebih banyak, bisa menurunkan diabetes?
Kau tidak mengerti? Anak itu hanya menulis karangan.
Karangan apa?
Aku sudah melihat banyak orang yang mengejar 'Kasus Gelap' seperti kau.
Kau tahu Song Kyung-soo?
Song Kyung-soo?
Iya, dia aslinya dari Kepolisian Seoul.
Beberapa tahun lalu, dia dipermainkan oleh satu kriminal.
Dia terus menyelidiki kasus itu,
bahkan, sampai anak istrinya kabur.
Sekarang dia jadi tukang parkir.
Apa kau memberinya uang?
Tidak ada!
Orangnya pergi, tidak ada siapapun!
Ah itu!
Sebelum banyak rumah dibagian atas sana,
aku bisa melihat keseharian mereka.
Mereka punya 3 anak.
Tapi suatu hari ibu mereka meninggal.
(Kang Tae-oh, Wali: Kang Seok-joo, Lee Young-sook, Saudari: Kang Shin-ja, Kang Sook-ja) Tapi suatu hari ibu mereka meninggal.
(Kang Tae-oh, Wali: Kang Seok-joo, Lee Young-sook, Saudari: Kang Shin-ja, Kang Sook-ja) Tidak lama, kakak tertua mereka gantung diri.
(Kang Tae-oh, Wali: Kang Seok-joo, Lee Young-sook, Saudari: Kang Shin-ja, Kang Sook-ja)
Dulu aku gurunya.
(Kepala Sekolah, Min Young-wook)
(Kepala Sekolah, Min Young-wook) Dia tidak pernah ke sekolah setelah ibunya meninggal.
(Rekap Nilai: Kang Tae-oh) Dia tidak pernah ke sekolah setelah ibunya meninggal.
(Kelas 1, Minat: Komputer, Keinginan orang tua: Ekonomi Kelas 2, Minat: Basket, Keinginan orang tua: Ekonomi Kelas 3, Minat: Seni, Keinginan orang tua: Ekonomi) Dia tidak pernah ke sekolah setelah ibunya meninggal.
(Kelas 1, Minat: Komputer, Keinginan orang tua: Ekonomi Kelas 2, Minat: Basket, Keinginan orang tua: Ekonomi Kelas 3, Minat: Seni, Keinginan orang tua: Ekonomi) Sebelumnya dia anak yang rajin. Seingatku nilai-nilainya bagus semua.
Ayahnya hanya tahu mabuk tiap hari.
Bikin ribut dan memukul mereka.
Astaga.
Dia dan kakaknya dipukuli setiap hari.
Sangat manis.
10 tahun lalu, rumah itu kami jual untuk dapat uang.
Tapi anak itu mencuri uangnya.
Dihabiskan main judi.
Anak itu bukan manusia.
Rumah itu atas nama ayahmu.
Tapi setelah ia meninggal, diganti menjadi namamu.
Apa memang direncanakan begitu?
Tidak tahu.
Apa?
Suatu hari dia pergi naik kapal.
Entah masih hidup atau tidak.
Kau kenal Kang Tae-oh darimana?
Ada anak bernama Kim Ok-chul, dia dari Nampo-dong.
Mereka main judi dan senang-senang bersama.
Kau tidak mengenalnya? Dia yang kenalkan aku pada Tae-oh.
Kim Ok-chul?
Dia pecandu obat?
Judi, narkoba, dia melakukan semuanya.
Hyungnim, jangan bilang aku yang beritahu.
Apa?
Apa diantara pemberi pinjaman, ada yang bernama Tn. Park?
Kau siapa?
Detektif.
Anak itu bilang dia membunuhku?
Dia tidak mengenal Tn. Park yang lain selain kau.
Kalau anak itu bicara 10 kata, 9 diantaranya itu bohong.
Jangan percaya.
Sepertinya kalian saling kenal.
Sekitar 10 tahun lalu, dia meminjam uang padaku.
Tapi anak ini benar-benar payah main judi.
Suatu hari, bukannya membayar utang, dia malah mendatangiku dengan membawa pisau.
Anak gila itu...
Orang macam itu jangan dipercaya.
Percaya atau tidak, itu terserah padaku.
Apa tidak ada peminjam lain bernama Tn. Park?
Tidak, setahuku tidak ada.
Jika kau ingat sesuatu,
hubungi aku.
Berjudi saja!
Peminjam Tn. Park, sudah kucek dengan mataku, masih hidup sehat saja tuh.
Dia bilang kau hanya mencoba membunuhnya.
Ah benarkah?
Dalam ingatanku, antara orang yang ingin kubunuh dengan yang sudah kubunuh,
agak bikin bingung.
Maafkan aku.
Kalau begini, kau bisa dipercaya?
Kau datang lagi, karena masih percaya.
Uangnya?
Cek rekeningmu.
Berapa?
20 juta.
Senangnya kau.
Dapat uang.
Dapat kacamata juga.
Wah, luar biasa.
Sekarang katakan yang lebih detail.
Sekitar musim dingin 2006,
saat aku menjadi supir di Sand Taxi.
Ada penumpang wanita mabuk yang mau pergi ke Daeje-dong, dari Yeonsan-dong.
Kau di Sand Taxi tahun 2008.
Ah benarkah?
Ingatanmu terus berubah...
(Desa Gadal...)
Alasannya apa?
Kenapa aku membunuh mereka?
Bukan,
kenapa kau mengaku?
Bukannya kau tidak mau lama-lama dipenjara?
Iya,
aku tidak mau dipenjara lama.
Kau mau langsung hukuman mati?
Pikirkan saja sendiri.
(Kuburan... patung singa)
Kalau yang ini juga salah, kita berakhir.
Periksalah.
Di dekat makam di Desa Gadal,
kau akan menemukan potongan tubuh.
Hei!
Kalau sudah mati, kenapa kau memutilasi mereka?
Untuk memastikan mereka mati!
Kalau mayat masih punya kepala dan kaki, bisa saja masih hidup.
Dan juga berat sekali diangkut.
Ditambah darahnya bikin berat.
Jadi detektif kriminal harus belajar sedikit.
Subtitle oleh: ~ PatrickStar ~
(Kuburan... patung singa)
(Kuburan)
Ingatannya bagus, bedebah ini.
Tiba-tiba tidak bisa dihubungi!
Anak itu juga tidak mengembalikan mobil.
Ponsel tidak diangkat.
Tidak kusangka masih ada orang macam dia.
Itu pada musim gugur (Chuseok) 2008, kan?
Iya.
Karena Chuseok, kupikir dia punya banyak pelanggan.
Tapi anak itu justru bikin kacau.
Hei, lanjutkan ini!
Apa itu 12 September 2008, jam 5 pagi?
Katanya pacarnya datang dari desa.
Katanya dia memakai taksi untuk mengantarnya.
Mungkin merasa bersalah, dia mencuci taksinya baru dikembalikan.
Apa Kang Tae-oh memang beroperasi daerah Yeonsan-dong?
Di Yeonsan-dong kebanyakan memakai supir panggilan.
Dia jarang kesana.
Tapi sering ke area karaoke bagian atas.
Tangan!
Karaoke?
Iya.
(Rute Sand Taxi)
(Persimpangan Karaoke)
(Laporan Orang Hilang)
Tanggal 12...
Klub Karaoke Musim Semi.
Oh Ji-hee... Oh Ji-hee...
(Laporan Karyawati Klub Menghilang) Tanggal 12...
Tanggal 12...
Oh Ji-hee...
Daeje-dong!
Selamat datang.
Anda nenek dari Oh Ji-hee?
Benar.
Kau siapa?
Ji-hee pandai berenang sejak SMP,
dia sering ikut lomba, dan sering juara juga.
Tapi, agar pandai berenang, dia harus tinggi.
Kenapa badannya pendek sekali.
Bagaimana dia melawan orang-orang tinggi,
Tidak bisa,
dan latihannya perlu banyak biaya.
Nenek, bisakah saya mengambil foto ini?
Untuk apa?
Ambillah.
Baik.
Polisi bilang Ji-hee bekerja di klub malam.
Astaga,
dia bilang padaku kalau dia bekerja di toko baju.
Tuan Detektif.
Tolong cari di mana Ji-hee berada.
Apa dia masih hidup atau tidak? Tolong carikan.
Iya, saya akan berusaha menemukannya.
Terima kasih.
Terima kasih.
(September 2008, Yeonsan-dong)
Mau kemana?
Lepas!
Aku bilang tidak.
Akan kuberikan 300, tidak, kuberi 500.
Paman, ke Daeje-dong.
Ah, iya.
Hei, Jalang!
Kenapa nenek belum tidur?
Aku ada banyak pelanggan di toko baju.
Aku tahu, aku segera pulang.
Orang tua mengira kau kerja di toko baju?
Aduh.
Hidup memang susah, kan?
Hentikan omong kosongmu, fokus menyetir saja.
Memangnya ini bukan menyetir?
Siapa yang bilang bukan?
Sialan.
Apa katamu?
Aduh, jalang!
Sial, hewan bisa menyetir lebih bagus.
Hei, berhenti.
Kau tidak dengar?
Kau mau main-main karena aku wanita?
Berhenti!
Turun.
Aku bilang turun.
Jam kerjaku selesai.
Siapa juga yang mau berlama-lama!?
Ini ambil.
Jadilah supir taksi seumur hidupmu!
Sial!
Ada orang gila yang muntah di mobilku.
Tolong bersihkan.
Iya.
Astaga.
Siapa yang mabuk-mabukan Chuseok begini?
Sand Taxi
Sulit untuk mendapat surat penggeledahan.
Aku tidak tahu kenapa kau terus percaya pada anak gila itu.
Apa itu?
Utamakan Keselamatan
Apa ini?
Kau tidak lihat? Pindahan kuburan.
Pindahan kuburan?
Katanya mau dibangun sesuatu disini.
(Pemerintah Busan, Pengembangan Busan Metropolitan City, 32 hektare...)
Bikin gila!
Tunggu sebentar!
Tolong dengarkan saya sebentar.
Ya?
Saya membawa surat penggeledahan untuk area ini.
Tidak akan lama.
Mohon kerja samanya, setelah ini bisa kalian lanjutkan lagi.
Kami minta maaf.
Ayo.
Crane, berhenti!
Mohon tunggu sebentar, akan segera selesai.
Sudah lebih dari 10 tahun!
Jangan sampai rusak.
Periksa bagian sana juga!
Kalau ada yang aneh segera melapor.
Iya.
Periksa baik-baik.
Ini... coba di rumput-rumput ini.
Ini tulang binatang.
Tampaknya babi hutan.
Lanjutkan.
Apa itu?
Sepertinya itu pakaian.
Rok wanita.
Coba tarik.
Tarik sedikit lagi.
Sepertinya ini peti mati.
Itu peti mati.
Kain merah untuk menutupinya.
Apa ini?
Di sini semuanya kuburan!
Berani-beraninya merusak makam leluhur kami, sialan!
Apa yang kalian lakukan?
Pergi sana!
Hei.
Kubur lagi.
Baik.
Pergi sana! Jangan sentuh lagi!
Hei!
Brengsek!
Yang lain teruskan menggali.
Terus menggali...
Gali tanah...
Mohon tenang dulu.
Ayo kembali.
Semuanya berhenti.
Tarik mundur semua tim.
Ya?
Kenapa?
Kenapa apanya?
Kalau menggali dikuburan, menurutmu akan dapat apa?
Entah kenapa kita harus melakukan ini.
Sedang apa? Kembali!
Baik.
Minum air dulu.
Aku dengar dia ikut renang waktu SMP.
Dia kerja keras, tanpa mengharap pada neneknya.
Dimana kau?
Kenapa dia melakukan ini?
Apa?
Kenapa dia mengaku?
Membunuh orang asing.
Entahlah.
Memang kelihatan tidak normal.
Apanya?
Dia seperti psikopat.
"Tidak bisa diidentifikasi"
Ya?
Profiler yang menangani kasus Soo-jin, tidak bisa menganalisis orang ini.
Kesimpulannya, dia "tidak dapat diidentifikasi".
Wah "tidak bisa diidentifikasi"?
Dilihat bagaimanapun anak ini memang tidak normal.
Dimanapun, kalau habis membunuh, orang akan tertekan.
Tidak akan ingat lokasi dan waktu dengan jelas.
Tapi anak ini, ingat lokasi, waktu, bahkan jam dengan detail.
Dia pasti sungguh datang kemari.
Apa mungkin dia berbohong padamu?
Tidak mungkin.
Kalau bohong, dia tidak akan bertemu lagi denganku.
Dia juga takkan dapat uang dariku.
Permisi!
Kau mau kemana?
Katanya tidak jadi dipindahkan hari ini, aku mau pulang.
Kau pemilik eskavator ini?
Iya.
Ada apa?
Tunggu sebentar.
Kami akan kembali sebentar lagi.
Jangan khawatir.
Saya sudah meminta izin keluarga pemilik makam.
Sudah minta izin ke Polsek juga.
Jangan khawatir.
Hormat!
Ayo berhenti saja.
Jam berapa sekarang?
Ini yang terakhir.
Kalau disini tidak ada, kau boleh pergi.
Kalau sudah gelap begini, susah untuk turun dengan eskavator ini.
Aku disini untuk memindahkan makam! Sial!
Kenapa malah menggali satu gunung ini?
Yang sebelah sini saja, tolong, kemudian selesai.
Ok? Maafkan aku.
Maaf!
Minggir sedikit!
Berdiri agak jauh!
Berhenti!
Berhenti!
Angkat, angkat!
- Ambilkan sekop kecil. - Iya.
Ini tulang manusia, kan?
Brengsek!
Kenapa kau membawa ini padaku?
Itu... di persidangan sebelumnya...
tersangkanya adalah orang yang sama.
Kau tidak memalsukan ini, kan?
Tidak.
Sudah dikirim ke Forensik Nasional?
Iya, sudah.
Astaga naga, cewek! Lama tak kelihatan.
Oh, Hyungnim?
Ada apa ini?
Apa mungkin... kau menemukan 'harta karun'?
Wah!
Kau benar-benar pergi mencarinya?
Mulai sekarang, kau akan diinterogasi sebagai tersangka kasus pembunuhan dengan korban yang belum dikonfirmasi.
Ya?
Di mana sisanya?
Sisa apanya?
Di mana potongan tubuh yang lain?
Aku tidak tahu.
Bagaimana aku bisa tahu?
Kau sendiri yang bilang mengubur ini disana.
Kapan?
Brengsek.
Lihat aku, dan dengar baik-baik.
Sehari sebelum Chuseok, pada 12 September 2008.
Kau menjadi supir di Sand Taxi.
Keesokan harinya, kau menghilang dan tidak mengembalikan mobil.
Kau ingat mengatar wanita ini dari Yeonsan-dong?
Tidak.
Siapa wanita ini?
Kau bilang kau menjemput korban di Yeonsan-dong,
dan menguburnya di makam di Desa Gadal.
Klub Karaoke di Yeonsan-dong.
Kami menggeledah makam, berdasarkan sketsa dan pengakuanmu. Juga...
No.5 dari pengakuanmu, "Saat masih jadi supir Sand Taxi...
...mengantar pelanggan wanita dari Yeonsan-dong, kemudian dibunuh pukul 1...
lalu dikubur terpisah dibanyak tempat"
Masih mau menyangkal?
Sial!
Bukannya Hyungnim yang menyuruhku menulis itu?!
Apa?
Bukankah kau bilang, kalau aku menulis ini, kau akan memberiku 20 juta?!
- Hei, uang itu... - Jangan mengelak!
Aku hanya diberi uang untuk membuang mayatnya!
Dihari saat aku tertangkap, aku sedang makan mie denganmu,
bukannya sudah kubilang waktu itu?!
Saat itu, Hyungnim juga memberiku uang!
- Itu agar kau ke sauna... - Hyungnim!
Kau tidak mengerti bahasa Korea?!
Sepuluh tahun lalu, seseorang memintaku,
untuk mengubur mayatnya di sana. Begitu kataku.
Aku tidak membunuh wanita ini!
Aku juga tidak kenal dia!
Brengsek betul kau!
Hasil otopsinya keluar.
Dari: Badan Forensik Nasional
Kau gagal...
Apa?
Waktu... terus berjalan.
Brengsek!
Dari pinggul sampai lutut,
akui kalau kau yang membunuh pemiliknya.
Tujuh potongan!
Bajingan!
Terus kenapa?
Kau dipanggil keluar.
Gila.
Waktu kematian diperkirakan 10-12 tahun lalu.
Identitas tidak dikenal.
Batas hukum untuk penemuan jenazah hanya 7 tahun.
Bisa kita bandingkan dengan DNA nenek Oh Ji-hee?
Dia bersikeras kalau dia hanya membuang mayat itu.
Walaupun ini adalah Oh Ji-hee,
akan sulit untuk menuntutnya.
Apa benar kau memberinya uang?
Iya.
Kau juga memberinya sebelum ditangkap?
Itu hanya uang jajan ke sauna...
Aku minta maaf.
(Tempat parkir Sapporo)
Selamat jalan!
Senior Song Kyung-soo!
Anak itu pintar.
Apa itu pintar atau gila...
Aku sedikit bingung.
Kau punya banyak uang?
Aku dan kakakku mewarisi bisnis keluarga.
Aku dapat sedikit bagian.
Lalu, kenapa kau jadi polisi?
Kakakku menganggap bisnis itu menarik. Aku lebih tertarik menangkap penjahat.
Makanya kau bisa terlibat ini.
Apa yang anak itu inginkan?
Uangku?
Tentu saja dia juga ingin uang.
Dia berharap kau serius menyelidiki pengakuannya, agar ia terbukti tidak bersalah.
Apa?
Orang semacam ini bisa lolos dari hukuman.
Dia ditangkap karena kasus A.
Tapi khusus padamu, dia mangakui kasus B, kasus C.
Kau akan mendengarkannya.
Kau akan memulai menyelidiki pengakuannya.
Karena kau pikir menarik.
Hasilnya,
dia bersih dari kasus B.
Karena buktinya tidak cukup, dia kehilangan 1 beban kasus.
Kemudian kau akan jadi kambing hitam.
Dia akan menggunakan pengacaranya sebaik mungkin.
Pada akhirnya,
dia akan terbebas dari kasus A.
Begitu.
Kalau kau bicara begitu. Memangnya hakim akan percaya begitu saja?
Bisa saja.
Karena pada kasus pertama terbukti dia ditahan dengan bukti palsu.
Kau mau tanya kenapa aku membunuh?
Bukan.
Kenapa kau mengaku?
Kau bilang tidak mau lama-lama dipenjara.
Iya,
aku tidak mau dipenjara.
Saat itu tiba, tidak ada yang akan mendukungmu.
Berhentilah.
Kau lihat aku sekarang?
Kau masih punya keluarga.
Istriku sudah meninggal.
Dia kecelakaan mobil beberapa tahun lalu.
Tn. Song!
Tn. Song!
Kau tidak lihat kotak alatku?
Tidak.
Apa?
Kotak apa?
Sekarang sedang sibuk. Kenapa kau santai sekali?
Iya?
DNA-nya beda dengan nenek Oh Ji-hee.
...membunuh Heo Soo-jin...
Pertama, Tn. Park, Oh Ji-hee, Heo Soo-jin,
kita hapus.
Kasus Oh Ji-hee tidak ketemu bukti baru.
Kasus pertama yang dia masih kecil, sudah melewati masa penuntutan.
Ok.
Bagaimana dengan No.2?
Taksi Seowon.
Klub malam di Yeonsan-dong.
Kejadiannya pada 2006.
Perusahaan taksi tidak menyimpan berkas yang lebih dari 10 tahun lalu.
Tapi, No.2 dan No.4 punya banyak kesamaan.
Pertama, keduanya dilakukan saat dia jadi supir taksi.
Korbannya sama-sama wanita.
Lalu, lokasi jemputnya, semua dekat Yeonsan-dong.
Apa mungkin ini kasus yang sama?
Alasannya?
Dia sengaja membagi 1 kasus jadi dua bagian.
Membuatku memperlebar penyelidikan, dan tidak fokus,
membuatku bingung.
Lalu,
Lalu?
Dia mencoba membuatku tertarik (memecahkan 7 kasus sekaligus).
Untuk membuatmu tampak hebat.
Iya.
Bagaimanapun, ini semua 'Kasus Gelap'.
Tidak ada yang melapor, tidak ada mayat, dan tidak ada penyelidikan.
Aku hanya bisa percaya padanya, dari awal sampai akhir.
Sama seperti Oh Ji-hee.
Anak ini pintar sekali mempermainkan kita, sial.
Kita tidak tahu, ini semua bisa dipercaya atau tidak.
Aku harus percaya.
Kalau tidak, lupakan saja.
Kalau kau tidak percaya ini, kau tidak bisa lanjutkan investigasi.
Pertama, kita harus percaya,
terus waspada sampai akhir.
Kita lihat.
Yang No.1, masa hukum sudah lewat, hapus.
Tn. Park masih hidup.
Taksi Seowon tidak punya berkasnya.
Yang awalnya tulang diduga milik Ji-hee, belum diketahui pemiliknya.
Kasus Heo Soo-jin sudah selesai.
"Menikam pria usia 30-an dengan pisau, dibakar di bawah tangga"
Di bawah tangga?
Mayatnya?
Kali ini bukan di sungai atau digunung, tapi di dalam gedung?
Bisa saja ada saksi!
Aku sudah minta maaf.
Sudah kukatakan.
Tapi orang itu membalas, "Brengsek, sudah gila ya?"
Aku jadi marah.
Hari itu aku sedang libur, aku ingin minum sepuasnya.
"Apa? 'Brengsek'?"
"Oke, kau akan mati."
"Kemari!"
AKu akan memegang kerah bajunya.
Kaki kanan menendang lutunya.
Aku mengambil pisau.
Langsung kutikam lehernya.
Lalu,
dia mulai teriak dan mau kabur, sial.
Brengsek.
Kurang lebih begitu.
Apa terekam dengan bagus?
Baiklah, setelah itu?
Berapa banyak yang kau transfer?
30 juta.
Ah, kenapa tidak 50 saja?
Jadi, aku bisa lebih detail.
Di mana kau bunuh?
Kali ini, kau mungkin akan dapat promosi jabatan.
Oh, baiklah, terima kasih.
Lokasinya?
Aku tidak ingat dengan jelas.
Kau bilang tidak ada kejahatan yang sempurna?
Sudah kukatakan dengan jelas.
Kenapa tidak ada kejahatan sempurna?
Menurutku kalian itu sekumpulan idiot.
Alasan kenapa aku di penjara begini,
karena kalian tidak kompeten!
Tidak menangkapku sejak awal!
Kau tau maksudku?
Kau mengerti maksudku?
Wah, anak itu benar-benar gila.
Bangga sekali dengan kejahatannya.
Artinya dia percaya diri.
Percaya diri kenapa?
Dia yakin bisa menang.
Dia mengerti kalau dengan mengaku, kita tidak bisa berbuat apa-apa.
(Daftar Kasus Gelap Busan)
Dari tahun 2001, sampai akhir tahun lalu,
ada 8 kasus pembunuhan di jalan dengan korban laki-laki.
Katanya dia libur saat itu, artinya saat dia masih jadi supir.
Iya.
2006, 2007, 2008, 2010, 2011.
Tidak ada kasus pada 2006.
Iya.
Kemudian 2007,
Kantor Polisi Distrik Timur, ada 2.
2010, Distrik Haeundae.
2011, di Kantor Polisi Distrik Pusat.
Ada 4 total.
Untuk informasi detail, kita harus ke kantor distrik,
tapi, informasinya pasti kurang jelas.
Aku ke distrik Timur, kau ke Haeundae.
Kau menyuruhku ke yang jauh.
Bagaimana bisa menemukan informasi tambahan?
Detektif yang bertanggung jawab juga lepas tangan.
Eih.
Berkas di sini diurut per tahun...
Cari sendiri.
Kenapa mencari kasus di Distrik orang lain?
Kasus apa katamu?
Pembunuhan di jalan.
Korbannya laki-laki.
Aduh.
Kami tidak punya petunjuk apapun lagi.
Makanya kami minta bantuan.
Tidak ada hubungan dengan orang itu.
Ya, aku hanya ingin cari tahu saja.
Ya, itu maksudku.
Walau sama-sama polisi, orang itu benar-benar tidak cocok dengan kita.
Iya, si brengsek Kim Hyung-min.
Terima kasih.
Iya.
Terima kasih.
Wah, ini bukan main.
Ah, sial!
Ada apa?
Tikus!
Kenapa ada disini?
Sialan, kotor sekali.
Catatan investigasi: Kantor Polisi Pusat. Penyimpanan: 2012, pembunuhan jalanan.
27 November 2012.
Ditemukan di tangga bawah tanah sebuah bangunan di Donggwang-dong.
Korban Hwang Chil-kyu.
Sobekan sekitar 5,5 cm di sisi kiri leher
Tulang rusuk robek sedalam 2 cm dan 5 cm pada luka tikaman.
Ini dia.
Hwang Chil-kyu
Umur segini, siapa yang beri pinjaman?
(2012, Donggwang-dong, Busan)
Bisnis?
Aku tidak punya bakat bisnis!
Ibu, kali ini aku benar-benar akan sukses.
Jangan khawatir.
Kenapa kau?
Bajingan.
Pergi!
Pergi!
Ibu!
Apa tidak boleh minum sedikit bersama teman-teman?
Kami kan bukan anak sekolahan.
Ah, sudahlah, aku tutup.
Hei!
Kemari!
Kemari!
Apa?
'Apa?'?
'Bajingan'?
Brengsek!
Ditemukan karton dalam kondisi terbakar.
Diperkirakan pelaku hendak membakar korban, seusai dibunuh.
Tapi gagal.
Sial!
Saat keluar dia meninggalkan ini.
Tn. Hwang Chil-kyu.
Berikan aku beberapa petunjuk.
Dua petunjuk.
Yang pertama, jejak sepatu itu.
Kedua,
pisau dengan gagang yang hilang.
Kita butuh saksi yang tahu keberadaan Kang Tae-oh pada 27 November 2012, pukul 4-5 pagi.
Yang membuktikan bahwa Kang Tae-oh berada disini dalam kurun waktu tersebut.
Tapi apa anak itu mau mengaku?
Subtitle oleh: ~ PatrickStar ~
Tidak mau minum?
Ambillah gelas.
Tidak pakai kamera hari ini?
Bocah tengik ini main-main denganku.
Kudengar kau sudah jadi pengemis sejak kecil.
Aku sudah memeriksa identitasmu.
Apa katamu?
Tak ada 1 orangpun yang mengunjungimu,
tidak ada yang memberimu uang, kau mengemis pada polisi sepertiku.
Kau sangat miskin.
Perkataanmu sangat membuatku kesal.
Hei, brengsek!
Apanya yang membunuh 7 orang?
Teknik membunuh yang khusus?
Hanya membunuh seorang wanita,
tapi bangganya luar biasa, sial.
Pembunuh berantai?
Psikopat?
Kau bukan macam itu.
Kau hanya kriminal kecil!
Kau gila?
Kalau dengan kriminal kecil aku sudah bosan, aku berhenti saja.
Hei!
Aku mentransfer 1 juta lagi.
Belilah roti pakai itu.
Dalam lima belas tahun, makanlah roti yang enak sepuas-puasnya.
Apa yang kau lakukan?
Kalau kau tidak mau bertemu lagi,
kenapa kau datang?
Bagaimana?
Kita menghindar.
Sampai dia mau bicara.
Kalau sampai akhir dia tidak bicara?
Hanya ini solusi yang kita punya.
Bukannya sudah kubilang?
Jangan ikut si bodoh itu.
(Bab 1, Kejahatan Hidup, Bagian 1, Pembunuhan)
(Konsep penghormatan pada korban pembunuhan...)
(Hukum Administrasi...)
Apa ini rumah Hwang Chil-kyu?
Setelah kakakku dibunuh,
ibuku jatuh sakit dan tidak lama kemudian meninggal.
Ayah kami mengalami stroke tahun lalu.
Terus terang, kami tidak percaya pada polisi.
Sebenarnya, saya juga tidak percaya.
Apa?
[Berdoa dalam kepercayaan Buddha]
Brengsek!
Ini barang asli, bukan?
Astaga, ibu!
Kenapa kau datang?
Kenapa membawa semua ini?
Kemari dan duduklah.
Bu, ayo kita ke ruang tunggu.
Ayo bertemu.
Kapan kau bilang?
Lima tahun lalu.
2012.
Musim semi atau musim panas?
Musim dingin.
Cuacanya dingin, aku memakai pakaian tebal.
Lokasinya?
Aku beli minuman di Donggwang-dong,
aku pelanggan tetap disana.
Aku minum anggur di sana.
Lalu berencana pulang ke penginapan.
Jam berapa?
Sekitar jam 4 pagi.
Anggap saja jam 5.
Kau masih ingat korbanmu?
Apa kau masih ingat gang itu?
Aku bilang sedang dalam perjalanan pulang ke penginapan.
Penginapan Bintang Emas.
Kau sungguh tidak menemukan apapun?
Mayatnya kau apakan?
AKu sudah bilang, ku bakar.
Terbakar sempurna?
Pada awalnya...
apinya menyala kuat, sampai membakar jaketku.
Ah, jadi terbakar sempurna?
Tidak.
Saat separuh terbakar, terkena pipa air, lalu bocor.
Pipa air apa?
Di plafon.
Kau harus cari tahu sendiri!
Bagaimana dengan pisaunya?
Sudah kubuang, ke laut.
Laut sebelah mana?
Laut Timur.
6 bulan yang lalu.
Sepatu?
Sepatu apa?
Sepatumu.
Sepatuku?
Itu...
Wah, kau sudah menemukannya, ya?
Sepatumu kau apakan?
Kau berhasil temukan yang bagus.
Sekarang, kau hampir menang,
tinggal mencari gagang pisau itu,
dan pemilik sepatu ini.
Bukti yang diperoleh dengan ancaman atau penipuan,
tidak bisa diajukan sebagai bukti ke pengadilan.
Sebesar apa katamu?
8 cm.
Cuma gagang pisaunya saja.
8 cm?
Hei, seluruh plastik dibawah laut ukurannya segitu.
Kau pikir Jaksa punya waktu untuk menunggu kami?
Walaupun cuaca sedang dingin,
mohon bantu kami menemukannya, oke?
Kejaksaan sangat perlu barang itu.
Ah, terserah!
Tunggu.
Oh
Aku baru mengecek dari Kantor Perizinan setempat...
Memang dulu terdapat bar anggur bernama "Muse", sekarang sudah ganti nama.
Bosnya orang yang sama.
Berubah nama tahun 2014.
Penginapannya?
Memang benar Kang Tae-oh tinggal disana untuk waktu yang lama.
Pemilik penginapan masih mengingatnya.
Tapi, jarang melihatnya langsung.
Dia meninggalkan penginapan tanpa mengambil barangnya.
Baiklah, terima kasih.
Awas.
Jangan bergerak.
- Sialan! - Ambil.
Ayo.
Kenapa keras sekali?
Masuklah.
Ya, walaupun samar-samar, ini memang dia.
Dia sering datang untuk minum sendiri.
Apa kau ingat sepatunya?
Sepatu yang dia pakai.
Astaga, bagaimana aku bisa mengingat itu?
Aku bahkan tidak ingat sepatu suamiku.
Tapi aku ingat jaketnya.
Sangat bermodel.
Aku tanya dia beli dimana.
Dia beli sendiri atau dibelikan pacarnya?
Dia memamerkan itu padaku.
Jaket macam apa?
Jaket bulu coklat.
Awalnya, api menyala dengan bagus, sampai membakar jaketku.
Sial!
(Laundry Domba Putih)
Tapi, apa kau yakin Kang Tae-oh memperbaiki jaket itu?
Itu jaket bulu, takkan dibuang begitu saja.
Telepon aku!
Paman, apa kau tahu tempat yang bisa memperbaiki jaket bulu?
Kami tidak memperbaiki pakaian.
(Donggwang Laundry) Kami tidak memperbaiki pakaian.
(Donggwang Laundry) Ah, benarkah?
Terima kasih.
Permisi, Anda bisa memperbaiki pakaian, kan?
Ya.
Begini...
Maaf mengganggu, Nyonya.
Apa kau punya catatan konsumenmu?
Ada apa ini?
Ya, kami perlu bukti untuk menahan seseorang.
Tanggal 27...
Tunggu.
27 Desember...
- Namanya... - Kang Tae-oh.
Kang Tae-oh.
Kang Tae-oh... tidak ada.
Apa kau ingat orang yang memperbaiki jaket bulu?
Ya, beberapa tahun lalu, ada orang dengan jaket bulu yang bolong,
dia memintaku untuk memperbaikinya.
Aku tidak ingat wajahnya.
Apa orang ini?
Aku tidak mudah mengingat wajah.
Tunggu sebentar,
perasaan jaket itu belum diambil kembali.
(Kang Tae-oh)
[Wawancara Saksi]
Rekaman video,
kesaksian pemilik bar anggur,
dan kesaksian tukang jahit.
Dengan kata lain, bukti konkritnya hanya jaket bulu itu.
Apa hakim bisa percaya?
Maka dari itu,
bagaimana kalau kita cari bukti langsung?
Apa?
Kalau kita minta Kang Tae-oh reka ulang,
bukti lain akan muncul.
Sehari saja!
Tidak, cukup berikan setengah hari saja.
Kau memberinya uang lagi?
Bukan begitu.
Walaupun dia setuju,
kalau dia merasa tertekan,
dia boleh berhenti kapanpun dia mau.
Kami tidak lagi punya wewenang hukum untuk menyelesaikan kasus ini.
Masih 13 tahun lagi.
Apa?
Sebelum aku pensiun.
Dua tahun kemudian, orang ini akan bebas, dan mulai membunuh lagi.
Saat itu tiba, aku bukan polisi lagi.
Kalau ternyata kau salah?
Kalau begitu, syukurlah!
Apanya?
Hanya aku yang dibodohi orang ini.
Reka ulang?
Buat apa?
Mungkin saja kami bisa menemukan bukti baru.
Kalau begitu, baiklah.
Lagian, jaksanya juga cantik.
Kau janji?
Hyungnim!
Aku sudah menasehatimu.
Mau bagaimanapun, kau tidak bisa menang dariku.
Barang bukti?
Sudah kubilang tidak akan ada bukti.
Kau sudah janji.
Kalau begitu kita harus buat kesepakatan.
Kesepakatan apa?
Bayar aku 5 juta,
kemudian 2 juta lagi tiap bulan,
kunjungi aku 2 kali sebulan,
siapa tahu aku ada perlu sesuatu denganmu.
(Jaminan)
Bodohnya.
Satu kasuspun tidak ada yang berhasil.
Masih mau memberikan uang.
Gampang sekali cari uang.
IQ-mu?
100... tidak sampai 100 ya?
[Membayar Kang Tae-oh 5 juta, kemudian 2 juta tiap bulannya.] - Ttd. Kim Hyung-min
Bagus sekali.
Kang Tae-oh, tolong lihat kemari!
Lihat kemari!
Tolong lihat kemari, Kang Tae-oh!
[Tersangka]
Mari kita mulai dari sini.
Kenapa kau kesana?
Apa?
Berdasarkan laporan kasus,
didepan toko elektronik...
Sebelah sana.
Kenapa tidak percaya padaku?
Dimana itu?
Situ!
Berikan manekinnya.
Baik.
[Korban] Berikan pisaunya.
Awalnya, aku memegang kepalanya seperti ini.
Kutikam lehernya!
Dia memegang pundakku,
lalu aku mendorongnya.
Kutendang!
Apa tidak bisa pakai orang sungguhan?
[Korban]
Maju!
Berhenti, jangan bergerak.
Duduk.
Begini.
Duduklah.
[Pembuangan Pisau]
Sudah kubilang bukan disana!
100 meter lagi ke samping.
Bukan! Ke kiri!
Ke kiri!
Kiri!
Senangnya!
Wangi laut sangat segar!
Enak!
Berapa ukuran sepatunya?
280 mm.
Awalnya... api menyala bagus, sampai membakar jaketku.
Jadi apa terbakar sempurna?
[Lampiran Bukti]
Pipa air bocor saat sedang membakar.
Pipa air apa?
[Kang Tae-oh memakai sepatu ukuran 280 mm]
Hari itu, apa kau masih ingat pukul berapa Kang Tae-oh datang dan keluar barmu?
[Saksi] Dia datang jam 12,
[Saksi] dan pulang sekitar jam 3 pagi.
Dia minum 2 botol anggur.
Pada saat itu, Kang Tae-oh memakai jaket bulu.
Apa kau ingat?
Ya, sudah kuceritakan pada detektif.
Ya, sepertinya memang orang itu.
Tapi, bukan seperti orang itu juga.
Sebenarnya, aku tidak ingat pasti.
Terdakwa mengatakan, memang benar dia memanggil...
Detektif Kim Hyung-nim terlebih dahulu,
tapi setelah itu, Kim Hyung-min melakukan penyelidikan atas inisiatifnya sendiri.
Apa itu benar?
Ya, itu benar.
Sesaat setelah Kim Hyung-min,
pindah dari Unit Narkotika ke Unit Kriminal, dia menemuimu...
dan melarangmu bicara dengan detektif lain,
cukup dengan dirinya saja,
dia akan memberimu uang, agar kau bisa hidup enak dipenjara.
Apa itu benar?
Ya, benar.
Kemudian,
detektif Kim Hyung-min membutuhkan bukti untuk melakukan investigasi,
dia memintamu menulis pengakuan dan petunjuk. Apa benar begitu?
Ya, benar.
Apa kau tahu pengakuanmu itu akan dijadikan barang bukti di pengadilan?
Tidak, aku tidak tahu.
Saat itu aku berpikir, "Apa aku boleh menulis ini?".
Seseorang bernama Kim Hyung-joon, mentransfer total 10 juta ke Kang Tae-oh sejak penahanannya.
Kau tahu siapa Kim Hyung-joon?
Dia kakakku.
Jadi, kakakmu memang mengenal Kang Tae-oh? Atau...
dia mentransfer uang itu atas permintaanmu?
Aku meminjam uang darinya, dan memintanya melakukan itu.
Selain itu, saksi juga menulis surat jaminan,
"Jika Kang Tae-oh berjanji untuk melakukan reka ulang,
dia akan diberikan 2 juta tiap bulannya."
Ya, itu benar.
Kenapa kau lakukan?
Sejujurnya, aku perlu meyakinkan jaksa.
Jadi, aku sangat perlu melakukan reka ulang.
Agar jaksa bisa melihat sendiri perilaku tersangka.
Aku berharap jaksa mau melanjutkan kasusnya.
Tapi, apa perlu sejauh itu?
Karena aku dipindahkan dari Unit Kriminal,
aku tidak punya waktu.
Kenapa pekerja keras sepertimu dipindahkan dari unit kriminal?
Karena aku tidak menangkap penjahat baru, kinerja buruk,
dan yang kulakukan hanya menyelidiki 'Kasus Gelap'.
Mungkin begitu.
Maaf berkata begini,
tapi, kalau kau bertugas sebagai polisi untuk negara,
kenapa tidak memakai dana kepolisian saja?
Tidak akan diberikan.
Apalagi untuk kasus gelap begini.
Jadi, kau memakai uangmu sendiri?
Untungnya, aku punya ekonomi yang cukup.
Karena kau mampu, jadi kau berikan saja?
Apalagi sebesar 10 juta?
Kalau kau lihat sekilas, menurutmu aku gila, kan?
Apa benar saksi juga memberikan barang-barang pribadi untuk terdakwa?
Benar.
Barang apa saja?
Gelang, kacamata, semacam itu.
Secara diam-diam, memberikan barang-barang pribadi untuk tahanan,
itu ilegal, kau tahu, kan?
Sekarang kita sedang membahas kasus pembunuhan Donggwang-dong.
Apa hubungannya dengan itu?
Secara langsung dia bilang padaku, membunuh 7 orang.
Detektif macam apa yang akan diam saja?
Tidak ada detektif yang akan diam?
Istrimu meninggal dalam kecelakaan 10 tahun lalu, kan?
Apa?
Benarkah?
Benar.
Sayangnya, tidak seperti bayanganmu,
para detektif tidak tertarik pada kasus istrimu.
Mengingat mendiang istrinya yang diabaikan,
detektif yang sakit hati ini,
mencoba menjelekkan citra polisi,
mengejar kasus yang terabaikan...
Apa yang kau bicarakan?
Yang Mulia!
Pendapat pembela tidak relevan dengan kasus ini.
Setuju.
Pembela! Tanyakan hal-hal yang berhubungan dengan kasus ini.
Ya, baiklah.
Terdakwa mengatakan bahwa kau menawarinya untuk bersekongkol,
apa benar kau bermaksud bersekongkol bersama terdakwa?
Bicara apa kau? Brengsek!
Saksi! Perhatikan bahasamu.
Ya, aku minta maaf.
Baiklah, sampaikan pendapat terakhirmu.
Tolong berpikirlah dari sudut pandang korban.
Dia tidak dibunuh dengan sekali tikam.
Dia ditikam beberapa kali baru kemudian tewas.
Begitu pisau menusuk lehernya, darahnya berceceran kemana-mana.
Korban harus melihat darahnya sendiri,
melihat wajah si pembunuh,
lalu mendengar suara pisau itu menusuk lehernya.
Disaat-saat terakhir hidupnya mengalami itu,
bisa dibayangkan betapa mengerikannya itu?
Pengalamanku sebagai seorang polisi lapangan,
setelah sekali membunuh, seseorang akan terus membunuh.
Bahkan jika Kang Tae-oh dipenjara 15 tahun,
dia masih 50 tahun ketika bebas.
Dia masih sanggup untuk melakukan kejahatan.
Saya tidak berpikir bahwa Kang Tae-oh boleh kembali ke masyarakat.
Jadi, saya memberinya uang,
mempertaruhkan lencana polisiku,
dan melakukan penyelidikan.
Keputusan dibacakan...
Terdakwa Kang Tae-oh menyangkal semua kejahatannya.
Disisi lain, tidak terdapat saksi dalam kasus ini.
Metode pembunuhan tidak bisa dibuktikan,
dan tidak ada bukti konkrit yang kuat.
Bukti tambahan yang diserahkan Jaksa dan saksi,
tidak cukup untuk dilakukan penuntutan.
Karena itu pengadilan mengumumkan,
kasus pembunuhan Donggwang-dong, tahun 2012,
terdakwa Kang Tae-oh tidak bersalah.
Semuanya berdiri.
Bagaimana perasaanmu sekarang?
Masalah hukum,
harus diselesaikan dengan hukum.
Saya tidak memenangkan gugatan ini,
tapi hukum,
hukum yang adil,
hukum itu sendiri yang menang.
Terima kasih.
Apa yang akan kau lakukan di masa depan?
Wartawan, jik ada pertanyaan, tanyakan padaku.
Kang Tae-oh dalam keadaan lemah sekarang.
Kau sudah tobat?
Aku akan mengajukan investigasi ulang kasus Heo Soo-jin.
Astaga, sudah kubilang sejak awal!
Ngomong-ngomong,
aku dapat tawaran dari Unit Narkotika.
Kau mau kembali kesana?
Bukan, Detektif Jo.
Karenaku, dia banyak stress.
Aku harap, kau bisa memindahkannya ke sana.
Bagaimana denganmu?
Aku menghindari hukuman.
Tapi, aku dapat mutasi.
Kemana?
Polsek Nampo-dong.
Astaga!
Pergi! Pergilah.
[Kepolisan Busan]
Siapa kau?
Aku tahu Kang Tae-oh yang membuatmu begitu,
aku butuh petunjuk, agar kasusmu tidak dilupakan.
Sebelah sini.
Apa ini?
Kami tidak menemukan itu saat diperiksa.
Sepertinya jatuh saat dipindahkan.
Apa ini?
Cincin pengontrol kehamilan.
Alat kontrasepsi.
Bukan logam, plastik.
Sejak tahun berapa digunakan?
2005?
Bisakah kau memberiku daftar operasi cincin kontrasepsi sejak 2005?
[Daftar Operasi Cincin Kontrasepsi bentuk T (2005-2007)]
Kim Soo-kyung.
[Tidak ditemukan]
[Tidak ditemukan]
Lee Ji-yoon.
[Tidak ditemukan]
[Tidak ditemukan]
Lee Ga-young.
Park Ji-rin.
Oh Soo-jin.
[Polsek Nampo-dong]
Jo Yoon-sook.
[Tidak ditemukan]
Lee Hae-ji.
[Tidak ditemukan]
[Tidak ditemukan]
Park Mi-young.
[Nama: Park Mi-young, Umur: 39 tahun, Kebangsaan: Korea Selatan]
[Nama: Park Mi-young, Hilang: 26 Agustus 2006, Pekerjaan: Salon]
680514, Rumah Sakit Bersalin Shin Geun-shik.
Nama lengkapnya Park Mi-young, usia 39 tahun.
Baik.
[Laporan Orang Hilang Park Mi-young]
Coba lihat.
Dia memanggil terus tiap hari,
tapi setelah Park Mi-young menghilang,
dia tidak menelepon lagi.
Artinya, ini nomor telepon Kang Tae-oh?
Kang Sook-ja adalah nomor yang terdaftar atas nama kakaknya.
Saat itu, Kang Tae-oh diselidiki sebagai saksi.
Dia bisa bebas?
Karena hanya kasus orang hilang.
Hanya penyelidikan saja.
Tidak ditemukan jenazahnya saat itu.
Sial!
Kalau saja diselidiki dengan benar...
[Kim Ok-chul]
Kim Ok-chul?
Kim Ok-chul, dia dari Nampo-dong,
kerjaannya hanya main judi.
Kau tahu?
Dia yang mengenalkanku dengan Tae-oh!
Kim Ok-chul?
[Tol Masuk Changwon]
Kenapa minum banyak sekali?
Aku tidak mau repot cari toilet.
Jangan berisik, kau brengsek!
Bukannya sudah biasa?
Sial, bagaimana ini?
Aku akan ketahuan habis minum.
Apa?
Sial, aku bisa ketahuan habis pakai obat.
Jika tertangkap, kita akan mampus!
Hei, hei, mau kemana?
Berhenti!
Tangkap dia!
Tidak lama,
dia bilang dia sudah kembali ke Busan.
Dia mengajakku main judi lagi.
Kubilang padanya dia sudah gila. Kali ini kita akan dicincang Tn. Park.
Memang sudah gila dia itu.
Dia meminjam berapapun yang dikasih,
aku mulai tidak tahan,
kami kemudian bertengkar, sialan, aku menyuruhnya pulang ke rumah saja.
Rumah?
Rumah siapa?
Rumahnya.
Bukan, rumah pacarnya.
Pacar?
Park Mi-young?
Pergi!
Kau gila!
Itu untuk salon!
Bunuh aku saja!
Kemari!
Kemari!
Bunuh aku!
Matamu!
Bunuh aku!
Brengsek!
Bunuh aku!
Bertengkar hampir setiap hari,
kemudian berdamai lagi esoknya.
Aku pikir hari itu hanya ribut biasa.
Apa kau sudah lapor polisi soal hilangnya dia?
Aku tidak bisa menghubunginya beberapa hari,
jadi kulaporkan.
Tapi polisi tidak becus mencarinya,
tidak ada yang ditahan.
Apa kau tahu bagaimana dia bertemu dengan Kang Tae-oh?
Hari ulang tahunku.
Apa?
Kami pergi ke klub malam,
di Yeonsan-dong.
[Membunuh pelanggan wanita, Yeonsan-dong]
Apa Park Mi-young berasal Busan?
Aslinya dia orang Daegu.
Setelah bercerai, dia membawa anaknya,
dan tinggal di Busan setelah itu.
Di mana anaknya sekarang?
Sekarang bukan anak kecil lagi.
Sudah dewasa.
Choi Dong-joo!
Choi Dong-joo!
Kau bisa dapatkan mobil?
Apa? Bekas?
Baiklah.
Dong-joo, kalau kau lapar, belilah Jjajangmyun, kau paham?
Sebenarnya,
sekarang Dong-joo sudah remaja.
Aku pikir bagaimana pun, sepertinya akan sulit.
Apanya yang sulit?
Terus berhubungan denganmu.
Aku ingin kembali ke Daegu.
Kau izinkan?
Kalau itu maumu...
Kapan kau akan pergi?
Subtitle oleh: ~ PatrickStar ~
Kasus pertama sudah lewat batas waktu hukuman.
[1. Membunuh pria 50 tahunan]
Wajah Tae-oh dan kakaknya murung setiap hari.
Rumah itu ditulis atas nama ayahmu,
tapi kemudian berubah menjadi namamu.
Tidak tahu.
Apa?
Suatu hari pergi naik kapal,
entah masih hidup atau tidak.
No.1, membunuh pria 50 tahunan, ini kapan?
Saat masih kecil.
Umur berapa?
Tahun 1995, tidak ada catatan kepergian ayahmu.
Ayahmu, Kang Suk-joo, tidak pernah naik kapal.
Bagaimana ini?
Aku tidak tahu apapun, pergilah.
Waktu itu, Kang Tae-oh kelas 3 SMP.
Kau, Kang Sook-ja, kelas 2 SMA.
Apa kalian bersekongkol?
Apa yang kau bicarakan?
Aku tidak tahu.
Sungguh bukan aku.
Kasusnya sudah lewat batas waktu,
aku datang bukan untuk menangkapmu.
Apa benar kalian tidak ada hubungan dengan hilangnya ayahmu?
[Musim Panas, 1995]
Ayah?
Pergi naik kapal.
Aku pura-pura tidak tahu.
Karena aku juga berharap, ayah menghilang saja.
Aku merasa bebas, selama tidak mengungkit itu.
Aku sudah menutup '1 mata'.
CCTVnya bagaimana?
Bukan masalah besar.
Sudah sejauh ini.
Benar juga.
Sudah diusir dari Kantor Polisi.
Walau kau melakukan ini...
tidak ada pengaruhnya untukku.
Lakukan sesuai jaminan,
lakukan beberapa tahun kedepan,
nanti akan kupikirkan lagi.
Kau pernah dengar 'indeks kemarahan'?
Indeks?
Bukan kasus?
Suatu hari, kau bertengkar hebat dengan pacarmu yang tinggal di Yeongdo.
Menurutku, itu adalah harimu yang paling sial.
Apa maksudmu?
Apa yang terjadi?
Sampai kau membunuh wanita yang baru kau kenal berapa bulan?
Kenapa 'indeks kemarahanmu' sampai penuh?
Saat mencoba memikirkan jawabannya,
sepertinya aku berhasil menebak.
Kau pergi judi ke Changwon,
terperangkap di jalan masuk tol,
si pecandu yang ikut denganmu melarikan diri,
kau sedang di jalan, tapi tidak bisa naik taksi untuk menghindari polisi,
sampai tiba ke Busan.
Omong kosong apa itu?
Tapi kau punya uang hasil judi,
kau ingin kembali berjudi di Busan.
Pemberi pinjaman, Tn. Park, tidak membiarkanmu masuk.
Jadi, kau mau membayar hutangmu padanya,
tapi, kau justru dipukuli.
Akhirnya, kau pulang ke tempat pacarmu.
Dia salah paham, mengira uang itu hasil menjual mobil. Kalian bertengkar.
Pada kondisi itu,
'indeks kemarahanmu' sudah cukup tinggi,
cukup tinggi untuk membunuh orang.
Kupikir itu adalah harimu yang paling sial.
Tapi bagaimana bisa kau membunuh seseorang?
Park Mi-young.
Pengakuanmu No.2.
Saat jadi supir Taksi Seowon, bertemu wanita di Yeonsan-dong.
Dia pemilik tulang yang kutemukan di makam itu.
Karena kesulitan membesarkan anak,
setelah bercerai, dia membuka salon di Busan.
Dia memakai cincin pengontrol kehamilan, agar tidak hamil lagi.
Sepertinya dia tidak memberitahumu.
Kalau dia bilang, kau tidak akan begitu saja membuang tubuhnya.
Sial...
hentikan omong kosongmu.
Hari kita bertemu di warung mie, juga jadi hari tersialmu,
"Kenapa aku harus bertemu detektif ini?"
Lama sebelum itu,
dulu sekali,
kalau kakakmu melaporkan hilangnya ayahmu,
orang-orang berikutnya tidak akan mati, kan?
Tapi bagaimana, ya?
Itu sudah lewat batas waktu hukuman.
Seberapa kuatpun kau berusaha,
pada akhirnya, kau takkan menang.
Dasar bodoh!
Untuk apa aku menang darimu?
Anak anjingku yang hilang saja,
aku menangis berhari-hari.
Memikirkan orang-orang yang kau bunuh,
diabaikan oleh dunia,
dikubur di tempat yang entah dimana.
Hatiku sangat sedih.
Sebagai polisi, aku sangat malu.
Makanya aku melakukan ini, brengsek!
Diduga membunuh kekasihnya dan membuang mayat...
...divonis tidak bersalah...
Mengapa kau tidak mencari ibumu sejak dulu?
Orang-orang bilang, ibuku melarikan diri dengan paman,
dan meninggalkanku.
Jadi,
saat itu aku sangat membenci ibuku.
Paman yang kau maksud?
Apa dia Terdakwa Kang Tae-oh?
Benar.
Putusan pengadilan.
Melihat bukti ditemukannya sisa-sisa potongan tubuh yang teridentifikasi sebagai Park Mi-young,
cukup digunakan sebagai bukti ia dibunuh dengan sadis.
Sebelum kejadian, terdakwa dan korban juga memiliki catatan panggilan.
Tapi setelah kejadian, tidak ada kontak,
dan korban menghilang setelah menerima telepon dari terdakwa.
Dapat disimpulkan, hilangnya korban dan perilaku terdakwa menunjukan hubungan sebab-akibat.
Juga,
selama proses penyelidikan, dan pengadilan,
terdakwa selalu menyangkal semua tuduhan yang ditujukan,
menunjukan ia tidak merasa menyesal.
Ditambah, terdakwa sebelumnya dijatuhi hukuman 15 tahun penjara untuk kasus pembunuhan, pada Agustus 2017.
Disimpulkan, terdakwa melakukan pelanggaran hukum yang berat,
sehingga, ia perlu diberikan waktu yang cukup, untuk bertobat dan menyesali perbuatannya.
Pengadilan memberikan hukuman seumur hidup pada terdakwa Kang Tae-oh.
Dia menghubungimu lagi?
Dia bilang dia membunuh beberapa orang lagi.
Anak itu bikin sakit kepala!
Dia bilang sekalian buat dia dapat hukuman mati.
Dia masih minta uang, 1 juta/bulan.
Kau memeriksanya?
Tentu saja.
Akan kuperiksa sampai akhir.
Subtitle oleh: ~ PatrickStar ~
[Posisi terakhir ponsel Oh Ji-hee]
[Taman Ekologi Nakdong-gang]
Dimana kau...
Hingga saat ini, Detektif asli Kim Hyung-min (samaran) masih melacak kasus-kasus yang tersisa.
Pembunuh Kang Tae-oh (samaran), bunuh diri di dalam tahanan.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.