Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
dongdotmovie(.)my(.)id Bantu support @dongdotmovie untuk tidak mengubah link
SERIAL NETFLIX ORIGINAL ( Follow IG Kami @dongdotmovie )
Apa dia mati?
Tidak.
Tenanglah.
Kita harus bawa ke tangga. Agar dia dikira terjatuh.
Dengarkan aku. Dia mabuk...
dan jatuh dari tangga. Mengerti?
Apa kau gila?
Ada banyak orang!
- Jika ada yang datang? - Tak ada yang ke kabinku.
Natalia, bukan aku!
Kupukul dia! Aku membunuh!
Kau menyelamatkan hidupku.
Jelas?
Bawa dia ke kamar mandi.
Clara!
Satu, dua, tiga.
Bagus.
Bukankah lebih baik jujur?
Jangan katakan apa pun.
Apa? Kau tak ingat perlakuannya?
Bajingan itu layak mendapatkannya.
Takkan kubiarkan kita masuk penjara karenanya.
Jelas?
Kita lakukan bersama.
Kau harusnya tak naik kapal ini.
Mengapa?
- Mau apakan aku? - Belum tahu.
Sekarang, kutinggalkan kau di tempat seharusnya.
Di dasar laut.
Kau tak belajar.
Mengapa begitu?
Yang di tanganmu...
bisa memberimu banyak uang.
Aku yakin Pedro mau membayar.
Aku yakin dia mau bayar mahal, tapi maaf.
Aku tak mau sepakat dengan pengkhianat.
Kupikir pengkhianat seperti kita bisa saling mengerti.
- Manis, dansa denganku. - Tidak.
- Ayo, cantik. - Lepaskan.
Tak mungkin, Eva. Kapal ini besar!
Ayo cari lagi.
Kita harus apa?
Periksa kabin? Kau tahu ada berapa banyak?
Apa-apaan?
Mungkin tak perlu. Ayo!
Minggir!
Kau tak apa?
Ya, aku tak apa.
Apa ini?
- Dia mengejarku untuk ini. - Mikrofilm.
Dapat dari mana?
Aku ambil dari mejanya.
Paman Pedro tak punya, kupikir dia punya.
Dia menemukanku jadi dia mengejarku.
Bohong. Dia bohong padamu!
Aku jujur.
Carolina.
Ada apa ini?
Dia menyerangnya.
Benarkah?
Bawa dokter ke tahanan.
Beri tahu kapten.
Jangan bodoh! Kau tak tahu perbuatanmu.
Siapa kau?
Bisa jelaskan siapa dia?
Jika bukan kau yang jatuh ke air, lalu siapa?
Aku di kabin mereka saat pria itu datang.
Dia mau mencuri, mungkin.
Dia tak mengira ada aku.
Dia gugup dan menyerangku.
Aku bela diri dengan gunting yang kutemukan.
Bukannya laporkan, kau samarkan...
mayatnya dengan bajumu dan buang dia ke laut.
Sangat logis.
Aku tak mau para nona kena masalah.
Itu hal yang pertama terlintas.
Pria itu tak mati waktu jatuh ke laut.
Dia lepaskan bajunya.
Sungguh, kukira dia mati.
Aku yakin pria itu asisten dr. Rojas.
Hilang di malam pertama.
Mungkin itu alasan dokter mengejarmu.
Aku tak tahu kenapa dokter mengejarku.
Tanyakan dia.
Yang kutahu, para nona ini menyelamatkanku.
Berkat mereka, aku tidak di dasar laut.
Selain selisih waktu dari ceritanya, dia tak punya tiket.
Dia akan diserahkan pada yang berwajib di pelabuhan.
Sementara itu, dia akan ditahan.
Nona,
sejak kapan kalian tahu dia hidup?
Aku...
Carolina?
Baiklah...
Kami tak tahu apa pun.
Kami baru tahu semua itu.
Tentu.
Kenapa kau tak sebutkan mikrofilm?
Kau juga tidak.
Lebih baik kita tak katakan apa pun sampai tahu isinya.
Aku butuh bantuanmu. Jangan katakan apa pun tentang pamanku.
Kenapa?
Dia mungkin terlibat, aku tak mau dia kehilangan pekerjaan.
Jangan cemas. Tak akan dikatakan jika tak perlu.
Eva, Carolina. Aku bertanya...
Halo, Pedro.
Nona, terus jalan.
Tunggu.
- Saya diperintahkan bawa mereka... - Tunggu.
Mereka melihatmu jatuh ke laut.
Kau yang lihat dia jatuh, 'kan? Bagaimana mungkin?
Mereka temukan gaunmu.
Dia hanya penerjemah dan Paman tampak kenal baik.
Paman Pedro, kau terlibat dalam kematian ayah?
Apa katamu?
Kau bilang apa pada mereka?
Kebenaran.
Kebenaran apa?
Kebenaran apa?
Eva, suatu hari kau akan menyesal meragukanku.
Dia cari ini di liontin Eva.
Dia pikir ayah sembunyikan di sana.
Paman tak tahu apa itu.
- Tak tahu? - Tidak.
Paman tahu dan pura-pura merusak liontin...
- dan membawanya untuk diperbaiki. - Kau salah besar.
Salah apa?
Memercayaimu, itu kesalahannya.
Jika tak terlibat, Paman tak keberatan jika kami lihat isinya.
'Kan?
Kau melihatnya jatuh, 'kan?
Kesehatannya yang luar biasa menunjukkan bahwa semua tak seperti yang terlihat.
Ayo. Mari kita pergi.
Buka pintu.
Ayo, pergi.
- Ayo! - Tenanglah.
Kau mau ke mana?
Ayo pergi, kumohon.
Anda bilang semua dokumennya dihancurkan.
Saudaraku punya salinannya.
Mungkin mereka tak tahu artinya.
Keponakanku bukan idiot.
Fransisca.
Fransisca, aku mau minta bantuanmu.
- "Retrac: 250.000 reichsmark." - Apa itu?
RUTE: MARSEILLE-MAUTAHUSEN
Seperti catatan kurir.
Ya. Catatan kurir dari perusahaan tapi...
hanya paman dan dokter yang tanda tangan.
Tak ada tanda tangan ayah.
Gesamtlast berarti "total barang".
527 terlihat seperti jumlah kotak sepatu yang aneh.
JUMLAH BARANG: 527 L.
Terutama karena harganya.
250.000 reichsmark.
Pesanannya dari pabrik di Valencia.
Kenapa mereka di Marseille?
Apa yang dilakukan truk kita di Mauthausen?
Sebuah gambar.
SEPATU
Aku kenal pria ini.
Pegang ini.
Paman Pedro bilang dia pebisnis.
Kau tahu arti "L" setelah 527?
Lima ratus dua puluh tujuh leutchen.
Lima ratus dua puluh tujuh orang.
Ayah tahu soal ini, Carol.
Ayah tahu mereka mengirim orang ke kamp konsentrasi Mauthausen...
pakai truk kita.
Dr. Rojas dan saudaranya sendiri.
Astaga.
Eva.
Eva.
Kau mau apa?
Paman dan dr. Rojas adalah monster.
Kami tahu perbuatan kalian.
Keadilan akan menunggumu di pelabuhan.
Saudaramu sendiri.
Ayah tahu dan kau membunuhnya.
Agar dia tak melaporkanmu.
Mau mengatakan sesuatu?
Tidak. Aku tak bunuh ayahmu. Itu kecelakaan.
Dia temukan semuanya dan kami bertengkar.
Suatu malam, kami bertengkar hebat dan...
Malam itu dia kehilangan kendali mobilnya.
Jadi, selain itu benar?
Carolina, jika kau laporkan, aku akan dipenjara atau dihukum mati.
Jangan lakukan ini kepadaku.
Aku butuh udara segar, aku tak bisa tidur.
Kau terlalu banyak minum.
Mungkin, tapi kita harus rayakan berakhirnya badai.
Benar. Untuk sesaat, aku pikir kita akan mati.
Astaga.
Fernando?
Natalia.
Ini...
Soal Aníbal.
Dia mati.
Kepalanya terantuk keras.
Itu penyebab kematiannya, saya yakin,
tapi saya tak yakin tangga itu pelakunya.
Lihat.
Tak ada lebam. Jika seseorang jatuh dari tangga, pasti...
sekujur tubuhnya terluka.
Jika bukan tangga,
ada yang menaruh mayatnya di sana.
Kalau mau,
saya bisa tanyakan apa ada yang lihat dia keluar kabin.
Tidak, Varela. Tak perlu kau urus.
Pak, ini tugas saya.
Aku tahu, tapi aku tak lagi memercayaimu.
Kuharap kau mengerti.
Rahasiakan ini.
Setidaknya untuk saat ini.
Jangan beri tahu Tn. Fernando. Mengerti?
Mengerti.
Kapten.
Dimas, aku memanggilmu untuk bawakan aku sarapan.
Pasti sarapan untuk berdua.
Kau benar, Dimas. Kau pelayan yang bagus.
Bukan hanya pelayan besar. Dimas-besar.
- Pak! - Ya?
Saya rasa ada yang perlu Anda ketahui.
Tn. Anibal de Souza jatuh dan meninggal.
Sial. Terima kasih, Dimas.
Pak!
Ada lagi. Ada telegram untuk Anda.
Terima kasih, Dimas.
Sedang apa?
Aku dengar tentang Anibal, aku harus pergi.
Kau tak mau sarapan?
Para nona pasti sudah bersama Tn. Fernando...
dan saudarinya. Aku yakin ibuku mencariku.
Biar mereka menunggu.
Aku tak suka kau harus menyelinap keluar.
Seolah kau seorang pencuri.
Ya.
Tapi aku tak mau ibuku tahu.
Kau bilang apa pada ibumu saat menginap?
Kubilang aku tidur di kabin teman.
Ya.
Katakan sebenarnya.
Jika mau, bisa kukatakan.
Jangan katakan apa pun kepada ibuku.
Kenapa tidak?
Karena kubilang begitu.
Di mana Verónica?
Aku tak tahu, Bu. Mungkin di sekitar.
Mengapa tanya padaku?
Harusnya kau lebih tahu dari yang lain.
Pacar macam apa kau?
Bu, kurasa kau harus tahu sesuatu.
Dari mana kau?
Bahkan pacarmu tak tahu kau di mana.
Aku ke atas untuk lihat matahari lalu aku dengar kematian Anibal.
Ya, Ibu mau temui ke para nona.
Siapkan teh dan berikan pada mereka.
Sampa jumpa, dua kekasih.
Kau mau bilang apa padanya?
Kebenaran.
Jika terus bermalam dengan Sebastián, katakan padanya atau cari yang lain.
Minum ini. Anda akan lebih baik.
Terima kasih.
Ada yang lain?
Tidak, terima kasih Verónica.
Halo.
Halo.
Saya turut berduka cita.
Terima kasih, Kapten.
Ini sangat aneh.
Ya, memang.
Kapan terakhir Anda melihatnya?
Waktu aku masuk kabin dan dia tidur.
Dia baik-baik saja semalam.
Aku tak tahu kapan dia keluar kabin dan alasannya.
Mungkin dia mau minum air.
Dia pusing dan jatuh dari tangga.
Jika butuh saya, Anda tahu saya di mana.
Terima kasih.
Ini tak mungkin terjadi.
Tenang, Fernando, tolong.
Tapi aku tak bisa.
Aku perlu beri tahu sesuatu.
Kau mau beri tahu apa?
Jangan di sini.
- Kau menakutiku. - Di kabin saja.
Tidak, beri tahu di sini.
Ada apa?
Apa?
Aku punya utang. Banyak.
Kematian Anibal adalah tragedi,
tapi tak ada yang harus berubah.
Dia investasi ke kapal,
- tapi aku yakin... - Ini bukan tentang Anibal.
Lalu apa maksudmu?
Dua minggu lalu, aku berjudi kartu.
Kau sumpah tak punya masalah judi.
Eva tahu. Aku membelamu.
Judiku bukan masalah besar. Semua orang kadang judi.
Dan aku yakin mereka curang.
Berapa utangmu?
Terlalu banyak.
Masalahnya, aku tak bisa bayar sekarang.
Bagaimana bisa, Fernando?
Aku tahu, Carolina, tapi aku tak bisa apa-apa.
Baiklah...
Kita cari solusi saat sampai Brasil.
Aku yakin pemberi utangmu sangat pengertian.
Bukan itu masalahnya.
Dia tak mau pengertian dan memerasku.
Awalnya, aku tak hiraukan ancamannya, sekarang...
Sekarang?
Sekarang apa?
Dia ada kapal ini?
Kukira bisa buat kesepakatan.
Mengapa tak jujur?
Aku ingin kau hanya cemaskan pernikahan.
Maaf.
Tak apa.
Kita cari solusi.
Kapten! Apakah benar? Ada yang tewas lagi?
Ya. Kecelakaan tragis.
Kecelakaan? Bagaimana?
Saya tahu Anda cemas.
Tak perlu cemas, kapal ini aman.
Mengapa tanya Natalia kapan terakhir kali lihat Anibal?
Ayo keluar.
Kau lebih kenal Tn. Anibal. Bagaimana dia?
Dia sombong.
Egosentris.
Varela pikir dia tak mati di tangga.
Ada yang menaruhnya.
Kau menikah.
Aku lihat fotonya di kabin.
- Biar kujelaskan. - Tak apa, Nicolás. Jangan.
Aku tak perlu jelaskan ke orang lain, tapi kau perlu tahu.
Ya.
Aku sudah menikah.
Selama tiga tahun.
Kau mau aku berkata apa?
Dia cantik. Aku turut senang.
Harusnya kau jujur padaku sejak awal.
Eva.
Sulit bicarakan ini. Sangat sulit.
Sejak kau di hidupku,
entahlah.
Sepertinya aku bisa tinggalkan sesuatu yang aku tak bisa lupakan.
Kenapa? Di mana dia?
Entahlah.
Bagaimana mungkin?
Namanya Chantal.
Orang Perancis.
Ketika Jerman menyerang Perancis, dia ikut melawan.
Mereka buat konvoi.
Sebagai pembalasan, Jerman...
Ambil 70 orang.
Masukkan ke truk dan membawanya.
Aku tak melihatnya lagi.
Itu dua tahun lalu.
Aku sadar aku harus terima...
bahwa mungkin dia mati.
Eva.
Aku menyukaimu.
Sangat menyukaimu.
Aku bisa bermimpi setelah sekian lama.
Kau.
Berhentilah minum.
Jika mau, aku kirimkan pesan ke keluarga Anibal.
Kuceritakan yang terjadi.
Tak perlu. Ada waktu.
Aku ingin lakukan pemakaman segera.
Tentu.
Jangan cemas. Akan kuurus. Aku akan...
minta siapkan kapel.
Jangan khawatirkan uang lagi.
Uang apa?
Uang yang Anibal pinjamkan.
Semua hartanya milikku.
Jangan cemaskan...
itu sekarang.
Aku tak bahagia bersamanya.
Benar.
Aku tak tahu berapa lama harus berpura-pura sedih.
Aku mencarimu ke mana-mana semalam.
Di mana kau?
Di mana menurutmu?
Di aula utama atau dek, menghirup udara segar.
Sayang sekali.
Kesempatan menyanyi di Brasil yang ditawarkan Tn. Anibal.
Kau serius?
Itu yang kau pedulikan?
Tidak, hanya sangat disayangkan.
Dengar, Pierre. Lupakan.
Kau sangat tak sensitif.
Perkataanku salah.
Maaf.
Kumohon.
Semakin hari, aku semakin merasa terkunci di kapal.
Kalau begitu cobalah...
Entahlah.
Kadang, aku tak tahu harus berkata apa padamu.
Jangan katakan apa-apa.
Kadang itu lebih baik.
Ayo buat kesepakatan.
Teruslah berpura-pura kita berpacaran di depan ibuku.
Tidak.
Baik. Kubilang ini kesepakatan.
Kau lakukan sesuatu untukku dan aku sebaliknya.
Kubilang tidak.
Apa kau mau mendengarku?
Tidak.
Aku yakinkan Sebastián untuk berinvestasi di bisnismu.
Kau mau apa?
Mengubah gula jadi bahan bakar?
Aku bisa yakinkan Sebastián.
Kau tak bisa.
Aku tak bisa.
Baik, jangan khawatir. Aku cari orang lain.
Verónica.
Bagaimana kau meyakinkannya?
Itu urusanku.
Maaf tak bisa kujelaskan.
Kau lakukan ini demi kepentinganmu, 'kan?
Tidak.
Kita teman.
Atau bisa jadi teman, 'kan?
Kau...
Apa?
Kau dan aku bisa berteman.
Ya, tentu.
Kita akan segera lewat khatulistiwa.
Kita keluar dari masa suram kita.
Aku tak cemaskan keterlambatan.
Tapi sulit buat orang tak bicarakan kejadian di sini.
Ya.
Kematian Anibal memperburuk keadaan.
Itu hanya kecelakaan.
Itu kecelakaan, 'kan?
Varela menduga Tn. Anibal tak mati di tangga. Ada yang menaruhnya.
Jadi dia mati di tempat lain.
Kau lihat mayatnya. Kehabisan darah.
Pemindah membersihkan darahnya.
Ya.
Dan...
Ada yang Anda curigai?
Tidak.
Pasti ada yang lihat atau dengar sesuatu.
Bicaralah dengan pelayan...
yang kerja di dekat kabin Tn. Anibal.
Diam-diam.
Jangan sampai ada yang merasa tertuduh.
Bukankah harusnya Varela yang urus?
Kau saja. Aku lebih memercayaimu.
Mata hijau itu
Membuat kabut jelas
Meninggalkan dalam jiwaku
Kehausan abadi untuk mencintai
Hasrat dan cumbuan
Untuk ciuman dan kelembutan
Untuk semua hal manis
Yang bisa diberikan olehnya
Mata hijau itu
Tenang seperti danau
Di mana perairan tenang
Kau sangat sibuk.
Sulit mencari waktu bicara.
Tak ada yang perlu kubicarakan.
Kita punya kesepakatan.
Jika kau langgar...
Lalu kenapa?
Mungkin tunanganmu...
tak suka keterbukaan.
Aku dan Fernando tak punya rahasia.
Termasuk utang?
Aku tak masalah dengan itu, sekarang.
Meski kapal ini tertutup, pastikan kita tak bertemu lagi.
Ya, tentu.
Terima kasih, akan kubayar saat kita berlabuh.
Tak perlu kau bayar.
Sebentar lagi, milikku adalah milikmu.
Tidak, aku masih berutang padamu.
Sudah selesai.
Jangan sembunyikan dariku lagi.
Aku janji.
Lampunya.
Rusak ketika badai.
Semua yang rusak perlu diperbaiki.
Ada cadangan untuk semuanya.
Bagus. Aku harus pergi. Sampai nanti.
Setiap pekerja dapat seragam lengkap di awal pelayaran.
Baik, tapi seragam bisa usang.
Kalau begitu, mereka bisa minta yang baru.
Kau simpan catatan permintaan?
Tentu.
Kami tulis semua di sini.
Yang meminta,
hari mereka meminta...
Aku akan periksa.
Tentu.
Seperti kubilang,
aku hanya ingin tahu kerja kapal.
Mario Plazaola?
Itu aku. Ada apa?
Mengapa tak jujur?
Kupikir wanita itu mati.
Kapten, aku tak bisa melibatkannya.
Atau kau.
Dr. Rojas hampir membunuhnya.
Jika kau bilang dia hidup, aku bisa melindunginya.
Ketahuilah keadaanku sangat rumit.
Lebih rumit jika kau tutupi kebenaran dariku.
Maaf.
Saat sampai pelabuhan, kau akan tahu kau benar memercayaiku.
Semoga aku tak menyesal.
Eva.
Ada apa?
Kau menangis?
Nicolás sudah menikah.
Maaf.
Nazi menaruh istrinya di truk dan membawanya.
Di truk, Carol.
Sudah dua tahun tak ada kabar tentangnya.
Eva, wanita ini tak mungkin di truk kita.
Aku tahu, tapi rasanya begitu.
Bukan salahmu.
Harusnya kita tahu.
Ya. Aku selalu memikirkannya.
Entah bagaimana aku tak sadar akan yang terjadi.
Aku menyewa truk itu dan menandatangani dokumennya.
Kau ingat pernah temukan kain kecil di jalan ke penjara?
Ya.
Itu dari celana pekerja mesin.
Baik. Sehari setelah kematian pemuda itu,
ada pekerja yang meminta celana baru.
Siapa?
Mario Plazaola.
Plazaola, paman Luisa.
Dia membunuh pemuda itu?
Setidaknya kita tahu dia dalam penjara.
Carol, kenapa tinta mesin tik ini?
Mana mikrofilmnya?
Tadi di sini, di dalam.
Luisa di kabin kita berjam-jam.
Apa maksudmu?
Dr. Rojas benar, dia tak bawa mikrofilm ini.
Luisa yang bawa dan dokter coba mengambilnya.
Tunggu.
Jika Luisa bawa mikrofilm, kenapa tak beri tahu kita?
Kau selesai?
Berdiri. Kau harus kembali ke ruanganmu.
Nona, jangan mendekat...
Aku calon istri pemilik kapal.
Jika tak mau dipecat, minggir.
Kau yang bawa mikrofilm.
Di dalam mesin ketikku.
Aku mau tahu isinya.
Jangan bohong. Kau manfaatkan kami sejak awal.
Kau naik kapal demi kepentinganmu.
Malam pertama kau masuk ke kabin mencari mikrofilm.
Kau ingin kirim surat kaleng ke paman kami.
Eva, kau salah.
Kau juga bunuh pemuda yang ditangkap.
Karena itu kau tak mau kami sebutkan pamanmu.
Itu bohong.
Kau pikir aku membunuh?
Nona, pergilah sekarang.
Apa tak bisa kau biarkan saja?
Kalian tak tahu yang kalian lakukan.
Kalian merusak semuanya.
Ini akan berakhir sekarang.
Apa maksudnya? Mengapa merusak semua?
Eva, kau benar.
Mereka harus dapat ganjaran.
Dia, paman kita dan semua.
Kita harus beri tahu kapten.
Tak akan mudah untuk kabur.
Saya ada jika Anda perlu.
Saya tak ingin Anda habiskan sisa hidup di penjara.
Simpan koper ini.
Apa tak lebih baik disembunyikan di ruang anggur?
Tidak, bisa ditemukan. Tak ada yang boleh tahu kau menyimpannya.
Baik. Serahkan pada saya.
Nicolás.
Aku tahu pembunuh Manuel.
Di mana Mario Plazaola?
Entahlah, Kapten. Seharusnya di posnya.
Dia lapor masuk. Aneh.
Pak, dia minta aku gantikan diam-diam.
Maaf. Kadang kita lakukan itu.
Cari dia di semua tempat, semua sudut.
Ayo. Tak ada banyak waktu.
Kita harus apa?
Takkan kubiarkan berakhir seperti ini.
Mereka mencari kita.
Tak kubiarkan saudaraku Pedro berhasil lolos.
Terjemahan subtitel oleh Anggelia Greatya
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.