Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soran卯)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
dongdotmovie(.)my(.)id Bantu support @dongdotmovie untuk tidak mengubah link
SERIAL NETFLIX ORIGINAL ( Follow IG Kami @dongdotmovie )
Sisi kiri! 1-8-2.
Sisi kiri! 1-8-2.
Lurus ke depan. 1-8-2, Opsir.
- Opsir. - Dimengerti.
Lurus sampai perintah selanjutnya.
Pertahankan arah. Jangan ke kanan.
Seluruh penumpang diminta tetap tenang.
Selama badai, harap tinggal di kabin
atau pergi ke titik pertemuan.
Jangan berjalan di koridor atau tangga
dan bawa rompi pelampung Anda
yang tersedia di kabin.
- Lewat sini. Cepat. - Situasi terkendali.
- Ayo. Ya. - Kami harap badai segera berakhir.
Hati-hati.
Morfin, 20 miligram.
Sumbat lukanya.
Tenang.
Tolong aku. Cepat.
Peluru masih di dalam. Semua keluar kecuali kau.
Tolong tang.
Maafkan aku.
Kenapa kau tak bilang?
Kenapa kau biarkan aku percaya dia mati?
Aku berusaha melindungimu.
Aku salah.
Aku janji ini takkan terjadi lagi.
Kau sungguh percaya Paman Pedro terlibat dengan kematian ayah?
Entahlah, Eva.
Karena itu kita harus temukan mikrofilm itu.
Jika Paman Pedro menemukannya, pasti sudah dihancurkan.
Pasti dia sembunyikan.
Di mana?
Kita tak bisa tahu.
Mungkin bisa.
Apa yang kau lakukan?
Eva!
"Aku punya yang kau cari.
Besok malam...
di..." Di mana kita bisa bertemu dengannya?
- Ini bisa berbahaya. - Geladak. Tempat yang tepat.
- Luisa! - Satu-satunya cara untuk cari tahu.
Jika pamanmu datang, maka kita tahu dia tak punya mikrofilm.
"...di geladak."
Kita selipkan di bawah pintunya.
Cepat sembunyi. Cepat!
Di sana.
- Ada yang terjadi, Eva. - Apa?
Dengan Nicol谩s.
Suhunya cepat naik.
Kita harus keluarkan peluru secepat mungkin.
- Kau baik-baik saja? - Agak pusing.
Maaf Dokter, saya harus pergi.
Apa yang terjadi?
Aku merasa sangat pusing. Dokter butuh bantuan.
Eva!
Sedang apa di sini?
Perawat bilang kau butuh bantuan.
Ambil sarung tangan, sumbat lukanya.
Aku akan keluarkan peluru. Apa kau pusing lihat darah?
Tidak, kurasa tidak.
Darah membuatku pusing.
Jangan lihat agar tak pingsan.
- Ini. - Kita harus berhenti.
Apa katanya?
Jangan, Eva. Ini berbahaya.
Jangan, Eva. Ini berbahaya.
Nicol谩s, kau akan baik-baik saja.
Dia mengigau.
Suhunya panas sekali.
Bersihkan lukanya. Ambilkan pisau bedah.
Lampu senter. Di atas lemari. Cepat, Carolina.
Badai
Lukanya dekat arteri, jangan sampai tersentuh.
Baik.
Tang, cepat.
Yang panjang.
Tang jahit, cepat.
- Yang ini? - Ya.
Dia kehilangan banyak darah. Butuh transfusi.
Aku donor universal.
- Yakin? - Ya.
Bagus. Aku akan siapkan semuanya. Sebentar.
Carol, turunlah ke kabin sementara Paman Pedro di ruang pertemuan.
Eva.
Kau harus lakukan.
Baik.
Berpeganglah pada sesuatu, tolong masuk ke kabin dan jangan keluar.
Apa kita aman, Ibu?
Ya, Nak. Kita takkan mati.
- Orang sangat ketakutan. - Yang terburuk belum lewat.
Sebaiknya kembali ke kabin.
- Yang terburuk? Maksudmu? - Kapal akan lebih berguncang.
Baiklah, aku akan kembali ke kabinku. Kuharap aku tak cedera di sini.
- Mau kuantar? - Tidak. Mereka butuh kau. Aku tahu jalan.
AKU PUNYA YANG KAU CARI. BESOK MALAM DI GELADAK.
Kau akan pulih. Pasti.
Aku tak tahu kalian sangat dekat.
Kami tak sedekat itu.
Bagaimana bisa dalam waktu sebentar?
Itu soal pribadi.
Kau tahu aku sangat ceroboh, Nicol谩s menjagaku.
Kau membalas budi sekarang.
Bagaimana dia?
Denyut nadinya bagus dan dia tak demam.
- Artinya dia baik-baik saja? - Kita harus tunggu beberapa jam.
Dia bisa alergi terhadap transfusinya.
Saudarimu selamatkan dia. Dia akan baik-baik saja.
Aku akan pergi dan kembali nanti untuk melepas ini.
Aku mau lihat apa orang lain butuh aku.
- Bagaimana denganmu? - Kenapa?
Kau antarkan pesannya?
Ya.
-Pegang kuat kemudinya. - Memegang kuat kemudi, Pak.
Kita akan tenggelam.
Ada cahaya di horizon. Kita bisa selamat di sana.
Ibu.
Ibu!
Ver贸nica.
Ver贸nica.
Kau lihat ibuku?
Tidak. Kau harus ikut aku. Kau tak boleh berkeliaran.
Aku yakin ibumu baik-baik saja. Jangan cemas. Mana rompimu?
Di kabinku.
Bantu aku.
- Selesai. - Kau bisa berenang?
Ya, sangat andal.
- Dipasang ke sini. - Kau harus ikat.
Sudah.
Kau tak apa-apa. Jangan cemas.
Kenapa kau lakukan ini?
Aku suka jaga orang yang kusayangi.
Masuklah ke kabin. Jangan cemas. Semua terkendali.
Fernando, apa dia tewas?
Belum tahu, Kapten. Dia dibawa ke klinik.
Ini tak mungkin terjadi.
Sudah terlambat untuk menyesal.
Aku mau orang selalu jaga pintunya.
Tentu. Kapten.
Anibal!
Jika kau lakukan ini lagi...
Apa?
- Berikan pistolnya. - Kau mau ambil dariku?
Perbuatanmu ceroboh. Aku bisa suruh kau ditangkap.
Jangan ancam aku. Kau takkan berani.
Itu sangat konyol.
Dan kau cukup konyol sekarang.
Kusarankan kau ambil rompi pelampungmu.
Kau baik-baik saja?
Ya. Kau?
Eva.
Beri perintah untuk hentikan protokol darurat.
Ambil ini.
Semoga aku tak perlu pakai lagi.
- Jika kau butuh, ini untukmu. - Terima kasih banyak.
- Ver贸nica. - Ibu.
Aku tak tahu Ibu di mana.
Syukurlah kau tak apa.
Ibu di salah satu lobi dan tak bisa turun.
Cepatlah. Bantu Ibu rapikan kabin.
- Berantakan sekali. - Sampai jumpa.
Kukatakan pada Ver贸nica bahwa kudengar kau baik.
Kuminta dia berhenti berkhayal tentang pemuda kaya.
agar kau dapat kesempatan.
Semoga aku tak menyesal.
Aku tak mengerti, Bu.
Dia tak tidur di kabin kemarin.
Aku mungkin terlihat bodoh, tapi tidak.
Kuduga dia di kabinmu.
Kalian berdua hati-hatilah.
Aku tak mau buru-buru jadi nenek.
- Aku juga. - Baik.
Kulakukan semampuku untuk buat anakmu senang.
Tak kusangka perjalanan akan jadi seperti ini.
Jika lancar, dalam beberapa hari kita tiba di Khatulistiwa.
Kita akan adakan pesta pernikahan terbaik di Samudra Atlantik.
Malam ini akan ada pesta untuk semua penumpang.
Aku mau semua bersenang-senang.
Untuk merayakan berhasil selamat. Bagaimana?
- Menurutku itu bagus. - Ya?
Kita harus rayakan.
Kalian punya kabin untuk lakukan itu.
Kau pintar memilih waktu.
Dan juga kepintaran lain.
Dia cemburu. Dia benci melihatmu bersamaku.
Benar, kita semua buat kesalahan.
Carolina memilihmu.
- Harus kuterima sebagai lelaki sejati. - Lelaki sejati? Kau tak punya malu.
Kau baik-baik saja selama badai?
Aku terbiasa dengan guncangan di kabinku.
Lagi pula guncangan kapal membuatku mengantuk.
- Mengayunku. - Mengayunmu.
Nikmatilah udara segar.
Ya, itu yang sedang kulakukan.
Ver贸nica.
- Apa? - Tidak, kau baik-baik saja?
Aku luar biasa.
Aku mengkhawatirkanmu karena badai.
Sangat khawatir sampai tak keluar?
Aku tak bisa keluar kabin. Pintunya macet.
Beberapa bisa keluar.
Tak perlu cemas, aku lebih baik sendirian daripada dengan teman buruk.
Di mana aku?
Jangan khawatir. Kau di klinik.
Kenapa? Apa yang terjadi?
Kau di anjungan dan kapten mengunci diri dengan bawa pistol.
Apa kapten tak apa?
Ya, kapten baik-baik saja, tapi kau tertembak.
Kau butuh operasi darurat.
- Dokter terima kasih. - Berterima kasih padanya juga.
Kau kehilangan banyak darah dan butuh transfusi. Dia mendonorkan.
Berarti kita cocok.
Ya, sudah kuduga.
Baiklah...
Jika ada gejala sekecil apa pun, demam, lelah, ruam kecil, beri tahu aku.
Apa kapten mau berunding?
Perwira Dua ambil alih kemudi.
Ingatan terakhirku denganmu adalah di dek.
Aku ingat kau menciumku.
Yang penting kau selamat.
Sedang apa, Nicol谩s?
Aku harus bicara dengan kapten. Penting. Hanya sebentar.
Di mana pakaianku?
Akan kuambilkan.
Terima kasih.
Maaf kabinku agak berantakan. Aku berantakan.
Tak apa. Semua kabin terlihat sama setelah badai.
Kau baik-baik saja?
Ya.
Kau yakin bisa berjalan.
Ya. Hanya sebentar.
Masuklah.
Aku tinggalkan kalian berdua.
Aku tak bermaksud menembakmu.
Aku tahu.
Aku tak ragukan itu.
Kau seperti anakku sendiri.
Jika hal buruk terjadi padamu, aku takkan maafkan diri.
Aku tahu kau selalu peduli padaku.
Istrimu juga, semoga dia tenang.
Aku tahu kau lakukan yang menurutmu baik.
Kapten.
Berhenti memanggilku kapten.
Ambillah. Untukmu.
Tidak, Kapten.
Tolong, lakukan untukku.
Aku yakin kau bisa antar B谩rbara de Braganza dengan selamat.
Jika butuh sesuatu...
Saya siap, Kapten.
Jangan mengalah.
- Aku tak mau diperas. - Jangan konyol.
Mereka bisa habisi kita berdua.
Mereka akan memeras kita terus. Jangan hiraukan.
Jangan berunding dengan bajingan.
Kalau soal uang, jangan khawatir. Akan kuurus.
Kita harus hancurkan mikrofilm itu, bagaimana pun caranya.
Aku lelah mengikuti maumu.
- Mau ke mana? - Menyelamatkan kita berdua.
Bagaimana kabarmu setelah badai?
Kau kenapa?
Tangga di sini berbahaya saat laut tenang. Bayangkan saat badai.
Aku tak percaya.
Bukan urusanmu.
Kau tak bisa terus begini.
Aku minta istrimu pergi ke dokter.
Memarnya terlihat parah.
Aku juga suruh dia. Tapi tak pernah didengarkan.
Ini hanya memar. Dokter punya pekerjaan penting lain.
Aku harus latihan dengan band.
Kita harus rayakan karena badainya selesai.
Benar, 'kan?
Tentu itu ide yang baik.
Penumpang akan berterima kasih kau bangkitkan semangat mereka.
Kau baik-baik saja?
Ya, tentu.
Tentu. Aku akan datang. Terima kasih.
Tuan, saya harus minta lampu baru karena yang ini...
Tak masalah, Dimas. Aku baru dapat telepon dari resepsionis.
Ada pesta nanti malam di kapal.
Untuk semua penumpang.
Tentu kau boleh libur malam ini.
Terima kasih, Tuan.
Sama-sama.
Omong-omong, Dimas,
kau kenal Ver贸nica, 'kan? Kau kadang bicara dengannya.
- Ya. - Kalian cukup dekat.
Apa dia marah padaku?
Maaf saya tak bisa bantu. Kami belum bicara setelah badai.
Entah kenapa. Aku coba bicara dengannya dan dia marah.
Saya rasa suasana hatinya mudah berubah.
Setiap hari cara berpikirnya beda. Jangan cemas.
Aku cemas. Kami baik-baik saja kemarin.
Mungkin aku salah bicara...
atau lakukan hal yang buat dia marah. Aku harus minta maaf.
Boleh saya beri saran, Tuan?
Tentu.
Lupakan dia.
Banyak wanita di kapal yang akan senang Anda temani.
Jangan buang-buang waktu.
Veronica punya sesuatu,
yang membedakan dia dari wanita lain.
Aku suka dia. Dia spesial. Setuju?
Ya.
Anda suka karena...
- Anda ditolak? - Tidak. Hanya ditantang.
Benar.
Apa pun itu, aku harus cari tahu. Bantu aku.
Bilang padanya aku mau bertemu di dek saat senja.
- Aku akan siapkan sesuatu spesial. - Baik.
Kamar yang berantakan ini. Saya lanjut bersihkan nanti, ya?
Bisa bicara, Ver贸nica?
Aku harus setrika banyak gaun yang jatuh karena badai.
Aku harus mengurus milik Tuan Sebasti谩n juga.
- Kau bertemu dia? - Ya.
- Apa dia tanya kenapa aku marah? - Tidak.
Dia sibuk dengan makan malam dan kencan.
Baiklah. Semoga dia senang. Dia yang rugi.
Apa maumu?
Ada pesta malam ini untuk semua penumpang.
Mau pergi bersamaku?
Tidak. Aku tak ingin ke pesta. Aku masih gemetar.
Itu alasan untuk pergi. Kita harus rayakan kita selamat.
Aku sungguh tak ingin. Aku mau di tempat tidur dan istirahat.
Ver贸nica, dengar aku.
Semua akan datang. Kita harus...
Kubilang tidak. Kau tak bisa terima jawaban tidak?
Apa semua baik-baik saja?
Ya.
Setiap kali pintu terbuka, jantungku berdebar.
Badai sudah berakhir. Kau bisa kembali ke bawah.
Ya, lebih baik begitu.
- Selamat malam. - Selamat malam.
Kita berpisah di sini.
Hati-hati.
Tetap tenang, merekalah yang gugup.
Carolina.
Terima kasih percaya padaku.
Ayahmu akan bangga.
Maaf, Vivaldi.
Kita tunggu teman wanitaku.
Agar kita tak rusak kejutannya.
- Kau yakin sudah suruh dia datang? - Ya.
- Di belakang kapal? - Ya.
Kita akan kelewatan Matahari terbenam.
Berhenti, Paganini.
Permainanmu bagus, tapi penglihatanmu buruk.
Itu wanita yang kubicarakan? Bukan. Jadi, tunggu.
Tuangkan segelas.
Sayang sekali melewatkan matahari terbenam.
Kenapa di sini sendiri? Semua orang berpesta.
Lebih baik omelet daripada teman buruk.
Ini lumayan.
Kupikir kau akan makan malam di dek.
Kenapa?
Entahlah.
Pria yang kulihat bersamamu menyiapkan meja makan malam di dek.
Ada dua kursi dan dua gelas.
Sekarang ini akan jadi pesta yang besar.
Sekarang.
- Ver贸nica, akhirnya. - Akhirnya apa?
- Akhirnya kau datang. - Tidak.
- Maksudmu? Kau di sini. - Bukan untukmu.
- Hentikan. - Kau suruh aku diam?
Bukan. Maksudku Stradivarius. Berhenti main. Aku tak dengar.
- Ver贸nica - Aku sangat marah padamu.
Ya, aku bisa lihat.
Aku ingin tahu alasannya.
Kulihat kau bicara dengan gadis. Kau beri dia buku yang sama.
Dan kau katakan hal yang sama.
Gadis apa? Tapi...
Ver贸nica, jika bukunya sama, aku tak bisa ubah sinopsisnya.
Ya, tak masalah. Yang penting...
Aku sudah siapkan sesuatu yang spesial.
Untukmu. Untuk kita.
Karena... Aku ingin minta sesuatu.
Minta apa?
Aku tak punya pasangan ke pernikahan Fernando.
Aku ingin kau jadi pasanganku.
Mau?
- Benarkah? - Tentu.
Karena itu aku buat semua ini. Ingin kubuat spesial.
Sayangnya kau lewatkan matahari terbenam.
Akan ada matahari terbenam lainnya, jika kau mau.
- Apa mereka mencurigaimu? - Tidak. Mereka percaya aku.
Kalau badai tak jatuhkan mesin ketik, tak mungkin kutemukan.
Kerja bagus.
Kembali ke ruanganmu sebelum ada yang melihatmu.
Kalian sangat cantik.
Terima kasih, Fernando.
Meja dan makanan sudah siap.
Kau lihat pamanku?
Dia baru saja di sini.
- Aku akan cari. - Aku ikut.
- Kalian tak apa? - Ya, hanya sebentar.
Baiklah. Jangan terlalu lama.
Kau melihatnya?
Tidak. Jika dia di sini berarti dia tak datang untuk bertemu.
Eva!
Bagaimana kau tahu aku di sini?
Aku tak tahu. Aku mencari orang lain.
Tapi karena aku menemukanmu, kita akan bicara panjang.
Dia tak memilikinya, Eva.
Kita harus beri tahu Luisa.
Kau mau apakan aku?
Beri tahu di mana itu?
Aku tak tahu yang kau bicarakan.
Aku tak akan segan menembakmu.
Lagi pula, kau sudah mati beberapa hari.
Benar, 'kan?
Di kantongku. Ada di kantongku.
RACUN
Merpati datang ke jendelamu
Perlakukan dia dengan kasih sayangku
Karena dia milikku
Ceritakan semua cinta dalam hidupmu
Dan beri dia mahkota bunga
Ikut aku.
Karena dia milikku
Permisi.
Chinita, benar
Berikan cintamu padaku
Ikutlah aku
Gadis kecil
Ke tempat tinggalku
Terima kasih. Istirahat sebentar dan kami akan kembali.
Cerita berakhir di sini.
Seperti di setiap cerita, ada yang menang dan yang kalah.
Tebak kau di sisi yang mana.
Ada apa denganmu sekarang?
Kau pikir kau takkan ketahuan?
Bahwa aku tak sadar?
Aku tak tahu yang kau bicarakan.
Apa kau tahu ini?
- Tidak. - Tidak?
Jangan Anibal.
Jangan!
Hentikan!
Terjemahan subtitel oleh Anggelia Greatya
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.