Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
dongdotmovie(.)my(.)id Bantu support @dongdotmovie untuk tidak mengubah link
SERIAL NETFLIX ORIGINAL ( Follow IG Kami @dongdotmovie )
Kalau teriak, kupasang kembali.
Kami kira kau sudah mati.
Saudariku kira kau jatuh ke laut.
Itu bukan aku.
Ketika kita bertemu di pelabuhan...
Itu bukan kebetulan.
Kau tak lari dari suamimu.
Kau kenal ayahku.
Apa yang kau cari?
Bukti yang menunjukkan bahwa ayahmu...
dibunuh.
Sedang apa di sini?
Pertanyaannya harus dibalik.
Untungnya pamanku selamatkan aku.
Teriaklah sesuai aba-abaku.
Sekarang.
Ada wanita jatuh ke laut.
Apa hubungannya dengan kematian ayahku?
Sebelum tewas, ayahmu minta tolong padaku.
Jika sesuatu terjadi padanya,
dia minta aku antarkan dokumen ke hakim.
Dokumen apa?
Mikrofilm.
Dia sembunyikan dengan barangmu.
Berisi bukti pembunuhannya.
Siapa yang bunuh dia?
Dr. Rojas dan pamanmu, Pedro.
Tidak.
Aku tak percaya.
Pamanku mengagumi ayahku.
Dia takkan menyakitinya.
Ayahku tewas dalam kecelakaan mobil.
Menurutmu kenapa aku tak bilang padamu?
Karena aku tahu itulah jawabanmu.
Aku harus beri tahu perwira pertama kau di sini.
Jika kau bilang, bukan aku saja yang terancam, kalian juga.
Tadi malam, mereka bakar kabinmu. Saudarimu hampir mati.
Eva.
Kenapa mereka bunuh ayah?
Apa yang ayahku temukan?
Entahlah, dia tak beri tahu aku.
Berhubungan dengan perusahaan.
Perusahaannya?
Ayahku punya perusahaan sepatu. Hanya itu.
Jawabannya ada di mikrofilm itu.
Ayahmu memercayaiku.
Aku butuh bantuanmu menemukannya.
Hanya itu caranya.
Katakan satu hal.
Apa Fernando terlibat?
Aku tak tahu.
Carolina.
Perubahan Destinasi
Tak ada yang boleh tahu aku hidup.
Bahkan saudarimu.
Luka harus terus diperban dan jangan basahi.
Datanglah ke ruanganku. Kuganti perbannya.
Luka besar. Jangan sampai terinfeksi.
Baik. Terima kasih, Dokter.
Halo.
Aku hanya mau bilang bahwa...
Eva.
Pasti kau lihat bahwa aku...
Aku tak percaya. Ayolah, Nicolás.
Eva, aku hanya mau bilang bahwa aku...
- Selamat malam. Bisa saya bantu? - Aku mencari Nicolás.
Nicolás tak di sini. Dia tak bertugas malam ini.
Kupikir mungkin...
Maaf, Anda tak boleh di sini. Selamat malam.
- Halo. - Halo.
Aku baru ke kabinmu.
- Benarkah? - Ya.
Aku jalan-jalan.
Aku juga mau berterima kasih atas bukunya. Aku belum katakan.
Ya, aku lihat kau agak gugup.
Aku? Gugup?
Tak pernah, apa lagi karenamu.
- Apa kau selalu ingin bicara terakhir? - Ya.
Maaf.
Aku tak sengaja.
Bukan kau.
- Bukan? - Bukan.
Tapi kapalnya.
Bintang itu harusnya tak di sana.
Apa maksudmu?
Kita berbalik arah.
- Apa? - Jangan bilang siapa pun.
Tapi tak masuk akal. Mengapa kita berbalik?
Katakan kita tak sedang berbalik, Kapten.
Dua orang mati.
Kemarin...
satu kabin terbakar, dan hampir tewaskan satu orang.
Kita tak bisa biarkan keadaan keluar kendali.
Saya mengerti, tapi kenapa tak beri tahu saya?
Tak ada yang tahu.
Tak ada.
Prakiraan cuaca terakhir mengatakan ada badai besar,
- kita bisa terkena. - Ada yang salah...
dengan kapal ini sejak awal.
Lautan...
menyimpan misteri yang tak bisa kita pahami.
Keluar dari anjungan, Opsir.
Kau tak bertugas malam ini, tak perlu di sini.
- Kapten... - Kubilang keluar dari anjungan!
Cepat keluar!
Ini perintah! Kubilang keluar dari anjungan.
Keluar dari anjungan! Keluar!
Tutup anjungannya.
Kau di mana tadi?
Apa?
Kau dari mana? Sudah larut.
Aku bersama Fernando. Meluruskan keadaan.
Apa berhasil?
Ya.
Dan kau?
Kau dari mana?
Dari dek. Mencari udara segar.
- Sendirian? - Ya.
Sendirian. Benar-benar sendirian.
Aku tak suka kau pergi sendiri, Eva. Aku merasa tak aman.
Jangan berlebihan. Aku tak mungkin diam di kabin sepanjang perjalanan, 'kan?
Sebastián.
- Tidak. - Mereka mengetuk pintu.
Pasti Dimas antarkan sarapan.
- Paling enak sarapan di kasur. - Apa? Tidak.
Tidak, tinggallah.
- Jam berapa sekarang? - Jamnya sarapan.
Selamat pagi!
Dimas!
Saya harap tidur Anda nyenyak.
Saya harap malam Anda menyenangkan tapi sudah waktunya bangun.
- Dimas, ayolah. - Apa...?
Biarkan. Bersihkan nanti saja.
Kucium bau kopi.
Ya seperti biasa, Pak.
Aku ingin minum teh.
Anda selalu minum kopi hitam.
Ya. Tapi kadang kita harus berubah.
- Satu sepatuku hilang. - Benarkah?
Kapan kita bisa bertemu?
Jika ibuku dengar aku bermalam di sini, mungkin tak akan pernah.
Ibumu cemburu.
Karena kita kembali ke jadwal, kita harus buat sesuatu untuk penumpang.
Atur pesta, dansa, apa pun untuk membangkitkan semangat mereka.
- Ide yang baik. - Aku bisa lakukan, kalau kau mau.
Aku yakin kau orang yang tepat.
Yang penting saat kita tiba di Brasil,
orang pergi dengan kesan yang baik.
Bagaimana menurutmu, Sayang?
- Tolong gulanya. - Bagus. Kurasa itu ide bagus.
Aku yakin orang akan suka.
Tentu.
- Mau tambah kopi? - Ya.
Maaf, Tn. Fernando, boleh kita bicara?
Tentu, Opsir. Ada apa?
- Kau tampak lelah. - Begini, Pak...
saya harus beri tahu hal penting.
Tak apa. Bicara saja. Aku bersama keluargaku.
- Kita sedang kembali ke pelabuhan. - Apa?
Kapten perintahkan untuk kembali.
Setelah yang terjadi, ini hal terbaik, tapi...
arah ini membawa kita ke pusat badai. Ini berbahaya.
Tak ada orang lain yang tahu.
Dia gila, atau apa?
- Nicolás, kau sudah bicara dengannya? - Ya.
Saya coba bujuk, tapi tak berhasil.
Kapten yakin kita bisa hindari badai, tapi saya tidak.
Kapten berpengalaman.
Kita harus percaya dia, 'kan?
Kita harus lakukan sesuatu sebelum terlambat.
- Apa penumpang tahu? - Tidak. Tapi awak tahu.
- Saya minta mereka tutup mulut. - Ayo.
Baiklah...
Aku...
Aku mau menemui saudariku.
Kita kembali ke pelabuhan.
Kuharap saudaramu bisa urus ini.
Sebagai rekan perusahaan, kau juga bisa lakukan sesuatu.
Ya, aku bisa lakukan banyak.
Kecuali satu: kehilangan uang yang kuinvestasikan,
dan untuk itu kita harus ke Brasil.
Jangan sentuh aku.
Jangan khawatir.
Jika aku mau, aku punya wanita lain.
Mengunci diri di kabin?
Jangan ganggu aku!
Kenapa kau menolak? Kita bisa senang-senang bersama.
Selamat malam.
Kapten, biarkan kami masuk. Kita perlu bicara.
Kapten, biarkan saya buka.
Maaf, Kapten.
Mari selesaikan dengan baik-baik.
Ubah arah dan lupakanlah, atau aku harus
pakai cara keras.
Beraninya kau menyuruhku?
Kekuasaanku tertinggi di kapal. Aku yang beri perintah.
Selama pemikiranmu benar.
Tapi saat ini, sikapmu menunjukkan sebaliknya.
Aku menjaga nyawa 1.600 orang dari bahaya.
Dengan mengarahkan kapal ke pusat badai?
- Kau mengajariku cara lakukan tugasku? - Tidak, Kapten.
Kami hanya ingin berunding.
Aku lelah berunding. Keluar.
Keluar!
Hentikan mesin sekarang.
Maaf, kami tak bisa lakukan perintahmu.
Hentikan mesin sekarang!
Kapten masih pegang kemudi di anjungan, 'kan?
Jika dia perintahkan kembali, kami harus patuhi.
Hentikan mesin sekarang! Ini perintah!
Mungkin kita harus matikan sampai situasi jelas?
Diam! Tak ada yang perlu dijelaskan.
Orang bayar mahal untuk ke Brasil.
- Kami harus patuhi perintah Kapten. - Aku bisa beri bonus.
- Ini bukan masalah uang. - Apa maksudmu?
Semua dalam hidup adalah soal uang!
Kami punya aturan jelas siapa yang harus dipatuhi.
Mereka ikuti aturan, dan takkan melanggarnya.
- Kita siapkan protokol darurat. - Berapa sisa waktu kita?
- Sekitar tiga jam. - Tunggu.
Cari cara apa pun.
Jangan beri tahu penumpang.
Baik, tapi semakin lama tunda, semakin banyak masalah.
Beri aku satu jam.
Anggur pelabuhan yang enak.
Aku suka.
Keluar dari kantorku sekarang.
Kau marah.
Pasti karena berbalik arah.
Kau terlibat?
Aku mau di sini...
dalam empat hari.
Aku beri tanda X di sini.
- Itu tak mungkin. Situasinya... - Tidak.
Buatlah mungkin.
Aku benci mengulang.
Aku benci.
Aku benci.
10 15 UTARA 22 17 BARAT
Pak.
Prakiraan cuaca terakhir.
Badai berjalan lebih cepat dari perkiraan.
Kita jalan menuju badai.
Berhenti membaca, ada kerjaan.
Berikan gaun ini ke Nn. Eva, dia akan pakai nanti malam.
Ya.
Omong-omong, Ibu dengar cerita baik tentang pemuda itu.
Pelayan Tuan Sebastián.
Dimas.
Ibu lihat dia denganmu semalam.
Apa maksud Ibu?
Dia baik untukmu. Orang sepertimu.
Karena aku tak bisa dapat yang lebih baik.
Dengar.
Ibu ada sisa bahan dari gaun untuk Almudena.
Ibu bisa buatkan gaun. Jika pemuda itu mengajakmu...
Ibu, aku tak mau gaun dari sisa bahan.
Kau tak pernah senang. Selalu mengeluh dengan atau tanpa gaun.
Tidakkah Ibu tahu aku ingin sesuatu untukku sendiri?
Aku tak mau hidup hanya untuk menjahit dan menyetrika.
Ketika yang satu tulis buku dan yang lain menikah.
Kau yang rugi. Ibu selesai.
- Halo. - Tuan Pedro.
Sedang apa di sini? Butuh sesuatu?
Tidak. Bisa kita bicara?
Tentu.
- Selamat pagi, Tuan Pedro. - Selamat pagi.
- Ada apa? - Fotonya...
Foto yang Carolina ambil darimu.
Gadis yang jatuh ke laut...
ada di foto itu di samping saudaraku.
Saya tahu.
Saya yakin tak mengenalinya saat dia naik ke kapal.
Sudah saya beri tahu Nn. Carolina.
Saya ambil fotonya karena itu kenangan yang bagus.
Ada beberapa hal yang lebih baik tak diingat.
Dan lebih dari itu, ada hal yang keponakanku...
tak perlu tahu sama sekali.
Jangan lupakan itu.
Takkan pernah.
- Akan saya bawa semua ke liang kubur. - Jangan semua, Fransica.
Kuharap kau tak bawa resep pai bluberimu.
- Selamat pagi, Fransisca. - Selamat pagi, Tuan.
Ini bukunya. Madame Bovary. Karya penulis Perancis.
Apa tentang cinta?
- Cinta? - Ya.
Karena aku hanya suka novel cinta dan kemewahan.
Selain tentang cinta dan kemewahan...
novel ini bercerita tentang wanita non-konformis
yang berjuang melawan praanggapan pada masanya.
Sebenarnya, kalau dipikirkan, ini sangat berhubungan.
Lihatlah suasana hatimu. Ada apa, Verónica?
Ini karena Sebastián, 'kan?
Kau melihatnya dengan orang lain?
Dia mengatakan hal yang sama padaku.
Kukira dia sungguh menyukaiku.
Dia mungkin menyukaimu,
tapi itulah dia. Jangan minta dia berkomitmen.
Apa dia berkomitmen dengan bisnismu?
Itu berbeda.
Dia lebih suka uang daripada wanita.
Dan dia bisa kaya dengan bisnisku.
Lebih kaya.
Dimas, kau sama naifnya denganku.
Verónica
Jika kita kembali ke Spanyol, polisi akan mulai menyelidiki,
dan mereka akan temukan semuanya.
Jika beruntung, kapal tenggelam sebelum tiba.
Agak dini untuk bicara yang tak masuk akal, 'kan?
Varela!
Duduklah. Kami senang jika kau mau bergabung.
Aku merasa aman.
Dokter dan polisi kapal.
Detektif.
Terima kasih atas ajakan Anda, tapi...
saya ingin bicara dengan dokter.
Tentang asisten pribadi Anda.
Anda dengar sesuatu tentangnya?
Dia tinggalkan pekerjaannya, tanpa memberitahuku.
Meski dia tak kerja dengan Anda lagi, dia pasti ada di suatu tempat.
Kami cari dia di kapal, tapi tak menemukannya.
Kapal ini besar sekali, Varela.
Dia pasti banyak minum...
dan sedang bersama teman wanita.
Tidakkah agak aneh dia hilang?
Maksud saya, dia pergi dengan sukarela...
di malam seorang wanita dibunuh?
Apa maksudmu?
Karena untuk menuduh kau butuh bukti, tapi tak ada.
- 'Kan? - Tidak.
Tidak ada.
Karena kita tak tahu di mana dia bukan berarti...
Aku yakin dia akan muncul saat kita tiba di Brasil.
Percayalah, Varela. Jangan khawatir.
Saya dibayar untuk khawatir.
Jika dengar kabar, kabari saya.
Tentu.
Ketenanganmu terus membuatku kagum.
Sangat lucu.
- Selamat pagi. - Selamat pagi.
Keponakanku sudah pindah ke kabin baru.
Apa mereka ambil barang ayah mereka?
Jangan cemaskan itu.
Kenapa?
Karena aku tahu di mana disembunyikan.
Eva memakainya.
Saudaraku adalah pria sentimental.
Kapan kau rencana ambil?
Di saat yang tepat.
Percayalah padaku.
Ayo, cepatlah.
Ada yang salah?
Tidak, tak apa.
Ayo pergi.
Apa kabar keponakan kesayanganku?
Paman, duduklah. Silakan.
Senang kau pulih kembali. Paman khawatir kemarin.
Aku tahu. Aku takut mengingat itu.
Tak perlu. Buang kenangan buruk.
Paman tahu takkan bisa gantikan ayahmu,
tapi Paman di sini jika kau perlu apa pun.
Kalian berdua, maksudku.
Ada yang tersangkut. Tunggu. Aku...
Paman ceroboh sekali?
Jangan khawatir.
Bagaimana tak khawatir? Ini hadiah dari ayahmu.
Kubetulkan setelah sampai.
Tidak usah.
Ada toko perhiasan di aula. Kubawa ke sana.
- Yakin? - Tentu.
Terima kasih. Ini hadiah terakhir ayah dan sangat berarti untukku.
Paman akan minta mereka
- segera memperbaikinya. - Terima kasih.
Eva!
Eva!
Eva, sudah sejam kucari.
- Aku juga, aku ingin bicara. - Di mana liontinmu?
Dibawa Paman Pedro karena rantainya rusak.
- Paman Pedro. - Kenapa?
- Hanya bertanya. - Tentu.
Akhir-akhir ini, tiap kali aku tanya, kau seperti bohong.
Kapan aku pernah bohong padamu?
- Tahukah kau kita berbalik? - Ya.
- Jika tak kuberi tahu, kau tak bilang. - Kapan, Eva?
Maaf.
Kita semua gugup karena ini. Maaf aku kasar padamu.
Hal terburuk yang bisa terjadi adalah jika kita tak bersama.
Kapten benar, yang terbaik adalah kembali ke Spanyol.
- Terbaik? - Ya, pembunuh masih berkeliaran.
Aku ingin tahu yang terjadi.
Ketika sampai di Brasil, polisi...
Jangan katakan. Fernando akan rugi besar.
Bukan hanya tentang Fernando.
Kau tahu kita menuju badai yang bisa tenggelamkan kapal?
Jika tak percaya, tanya Nicolás. Dia berpikir sama denganku.
Mau ke mana?
Kenapa peduli? Kau takkan percaya.
Ini.
Selamat tinggal.
- Ini milik Eva. Tersangkut ke... - Aku tahu. Eva beri tahu.
Bisa kuberikan padanya.
Sampai nanti, Paman.
Paman harap...
kita menuju ke arah yang benar nanti.
Ya.
Kuharap demikian.
Periksa tali sekoci,
ambil kursi dek dan semua yang bisa lepas dan terbang.
Siapkan rompi pelampung. Cepat!
Pak.
Pak.
Bertahun-tahun jadi kapten, aku banyak hadapi badai.
Tapi yang terjadi dalam kapal ini lebih menakutkan.
Pertahankan arah.
Aku lihat kedipan
Lampu yang jauh
Menunjukkanku jalan pulang
Lampu yang sama yang redup
Dengan bayangan pucatnya
Penderitaan yang panjang
Meski aku tak ingin kembali
Kau selalu kembali ke cinta pertama
Kau takut guntur atau apa?
Ayolah, minum ini.
Satu-satunya yang bisa menenangkanku adalah melempar kapten ke laut.
Kau harus ambil senjatanya dahulu.
Kau tak tahu?
Dia mengunci diri di anjungan dengan senjata.
Apa?
Kau tak jadi ingin buang dia ke laut, 'kan?
Ada masalah apa, Fernando?
Kau biarkan kapten lakukan semaunya?
Kau tahu apa artinya kembali ke Spanyol?
Kau takkan lakukan apa pun?
Kau ingin aku lakukan apa?
Apa yang akan kau katakan ke penumpang?
Pegangan sesuatu.
Dan berdoa.
Kuberi dia sehari penuh, tapi aku pasti harus ambil alih.
Anibal, apa rencanamu?
Kau hanya akan memperburuk.
Tak mungkin bisa diperburuk. Percayalah.
Saudara-saudari, tolong kembali ke kabin.
Badai semakin besar dan bisa berbahaya.
Anda semua akan aman di dalam.
- Tolong kembali ke kabin. - Maaf?
Oh, Opsir. Setelah aku selesai minum.
Percayalah banyak hal di kabinku yang lebih menakutkan dari badai.
Opsir!
Tinggalkan di situ. Gantungkan.
Periksa koridor. Pastikan semua di dalam kabin.
- Apa? - Aku baru lihat Tuan Anibal di koridor.
Dia bawa pistol.
Dia bawa pistol?
Dia keluar kabin dan kulihat dia mengantongi pistol.
Sial!
Jangan khawatir. Akan kubilang aku memaksa.
Pasti di sini.
Kita akan temukan, jangan khawatir.
Terjemahan subtitel oleh Anggelia Greatya
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.