Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
dongdotmovie(.)my(.)id Bantu support @dongdotmovie untuk tidak mengubah link
SERIAL NETFLIX ORIGINAL ( Follow IG Kami @dongdotmovie )
Mohon perhatiannya.
Semuanya, permisi!
Tenanglah.
Berteriak tak ada gunanya.
Jika kita mau selesaikan ini, kita harus kerja sama.
Kami ingin bicara dengan orang yang kenal Manuel.
Kami yakin dia tak bersalah.
Aku kenal.
Kami tidur di kamar yang sama dan kenal sejak kecil.
- Siapa namamu? - Dimas. Dimas Gómez.
Kami sedang mengobrol di kabin,
tiba-tiba seorang pria masuk dan minta aku pergi.
- Begitu saja? - Ya.
- Lalu? - Aku naik ke kabin Tn. Sebastian.
Bawakan sampanye, dia sedang kencan.
Ketika aku kembali, ternyata dia sudah ditangkap.
- Siapa pria itu? Kau kenal? - Tidak.
Dia minta dokumen kami ketika kami dikunci di sini.
Varela.
Manuel bilang bahwa ada yang bayar dia untuk mengaku.
Tak ada yang terjadi sampai Varela masuk.
- Menurutmu dia bayar untuk mengaku? - Mungkin.
- Tapi kenapa? - Entahlah. Tak masuk akal.
Aku harus pergi bersiap makan malam.
Aku akan bicara dengan Manuel.
Dia anak baik.
Aku yakin bisa bujuk dia untuk katakan siapa yang bayar.
Aku juga pernah berbuat hal bodoh untuk bertahan hidup.
- Jika kau butuh aku, bersiul saja. - Ya.
Santa Maria Bunda Allah, doakan kami sekarang dan waktu kami mati.
- Salam Maria... - Ini malam yang indah.
Mau keluar?
Saya berdoa Rosario untuk Luisa yang malang.
Jika saya ibunya, saya ingin ada yang mendoakannya.
Kau ingin aku tinggal?
Mau apa Anda di sini? Naiklah, mereka pasti menunggu.
Apa ini?
Foto yang saya ambil dari kantor ayah Anda.
Dia terlihat senang.
Saya mau kenang-kenangan.
- Ya. - Paman Pedro.
- Aku harus bicara. - Tentu.
- Tapi di luar. Aku butuh udara segar. - Baiklah.
Selamat malam.
Ada masalah?
Fransisca menyimpan ini di tempat barangnya.
- Di mana foto ini diambil? - Di Berlin.
Ayahmu dan aku ada bisnis di sana beberapa tahun lalu. Sepatu.
- Kami jual sepatu. - Aku tahu.
Sofía
Kalau kami tahu perbuatannya kami takkan berurusan dengan mereka,
Tapi kami tak tahu. Begitu juga aku dan ayahmu.
Sebenarnya, aku tak ingin bertanya soal bisnis.
Aku ingin tahu siapa dia.
Itu Sofia, penerjemah Jerman yang dibayar oleh perusahaan.
- Sofia? - Sofia Plazaola, ya.
Dia berkeliling dengan kami. Kenapa?
Dia gadis yang kami selundupkan ke kapal.
Dan kini dia tewas.
Dia penumpang gelap? Kau yakin?
Sangat yakin.
Aku tak mengerti kenapa dia lakukan ini.
Entahlah, Paman.
Aku tak mengerti dan berharap kau bisa beri tahu.
Karena Paman kenal.
Kau bicara dengan Varela?
Meski aku tak yakin dia bisa bantu,
karena pemuda itu sudah mengaku.
Belum. Aku belum bicara dengannya.
Kurasa Paman benar.
Aku akan bicara dengan saudariku. Terima kasih.
Maaf Paman tak bisa banyak membantu.
Tolong buka pintunya.
Bernapaslah!
Bernapaslah!
Jika dia kenal ayah dan Paman Pedro, dia kenal kita.
Dan dia tahu kita naik kapal ini.
Bukan kebetulan. Dia palsukan kecelakaan agar kita bisa bantu dia.
Dia mengarang cerita tentang suaminya dan aku percaya seperti orang bodoh.
Kau orang yang baik dan mau menolong.
- Jangan dipikirkan. - Aku tak mengerti kenapa dia bohong.
Kalau dia jujur, mungkin kita akan bantu.
- Jelas dia mencari sesuatu. - Apa?
Entahlah.
Entahlah, Eva, tapi mungkin...
Kita perlu bicara pada Detektif Varela dan beri tahu semuanya.
Kurasa jangan.
- Kenapa? - Aku tak percaya dia.
Kurasa pemuda yang ditangkap itu tak berhubungan dengan kematian Luisa.
Kita harus temukan sendiri...
apa yang dicari gadis itu.
Siapa?
Nicolás.
Tentang Manuel.
DIa tewas kurang dari sejam.
Maaf atas kejadian ini.
Dokter, entah apa yang terjadi, tapi orang ini bawa temanku...
dan sekarang dia mati.
Sebaiknya kau pergi tidur, jangan memperburuk keadaan.
Memperburuk? Temanku mati. Ini hal terburuk.
- Ada apa? - Temanku mati. Dia mati!
Aku ingin tahu penyebabnya karena aku tak percaya dia.
- Ikut aku. - Tidak! Aku ingin tahu kematiannya.
Ikut aku!
Dengarkan!
Aku juga pikir ada yang aneh, tapi pergilah. Akan kutangani.
Baik.
Dimas.
Ada apa?
Manuel tewas.
Katanya dia bunuh diri tapi aku tak percaya.
Aku turut berduka.
Maaf.
- Maaf. - Tak apa.
Aku harus pergi. Sudah larut.
Aku turut berduka atas temanmu.
Pemuda itu tak bersalah.
- Dia tak bunuh Luisa. - Kami tak yakin soal itu, Eva.
Mengapa kau katakan itu? Aku ada saat dia mengaku.
Aku bicara dengannya. Dia bilang ada yang bayar dia untuk mengaku.
Bagaimana kau bicara dengannya?
Aku mengerti.
Kau tak boleh di sini.
Sejak kapan Kapten tak diizinkan berada di mana pun?
Kita harus masukkan jasadnya ke pendingin sekarang.
Tak bisa disimpan lebih lama di sini.
Lihat ini?
Luka itu sudah ada ketika kami menangkapnya.
Katanya dia berkelahi.
Kuberi tahu dokter, dia jelaskan bahwa pemuda ini...
mati gantung diri.
Bagus ketika semua cocok.
Semua jadi lebih mudah.
- Apa maksudmu? - Perwira.
Semalam kau jaga pintu tahanan, 'kan?
Ya, Pak. Ketika perwira pertama datang, saya di pos saya.
Dan kau tak tinggalkan posmu.
Tidak, Pak. Tidak semenit pun.
Dan kau tak lihat ada yang masuk ke kabin.
Hanya perwira pertama, dan...
pemuda itu sudah gantung diri.
Kau boleh pergi.
Bunuh diri dan kasus selesai. Tidakkah ini terlalu mudah, Kapten?
- Apa maksudmu? - Entahlah.
Saya rasasatu anggota awak harus ditugaskan selidiki.
Dan kau mau lakukan?
Jika Anda tak keberatan, itu yang terbaik.
Pada situasi normal, aku akan lakukan segalanya bagi awakku.
Tapi jelas, yang terjadi di sini...
bukan situasi normal.
Berhati-hatilah.
Ya, Kapten.
Dia dapat luka di pergelangan, kukunya patah.
Varela bilang itu dari perkelahian sebelum ditangkap. Tapi aku tak yakin.
Ketika kita ke penjara, aku tak lihat dia punya luka itu.
Aku juga tidak.
Pembunuh asli Luisa bisa saja palsukan bunuh diri Manuel,
agar kasus bisa ditutup.
Kami pikir ini mungkin ada hubungannya.
Ini Pamanmu Pedro.
Dan ini ayah kami.
Diambil beberapa hari sebelum meninggal. Dulu mereka jual sepatu ke orang Jerman.
- Wanita yang bersama mereka adalah Luisa. - Luisa?
Jadi ayahmu mengenalnya?
Menurut pamanku, dia disewa sebagai penerjemah Jerman.
Jelas dia mencari sesuatu.
Sesuatu yang kau punya.
Ini barang ayahku.
Dokumen perusahaan. Kami ambil dari palka...
dan kami baca ribuan kali, tapi...
Kami tak temukan apa pun.
- Ya? - Paman Pedro datang.
Sebentar, Paman.
Lebih baik dia tak lihat aku. Aku tak mau ada masalah.
Sembunyi di kamar mandi.
Paman ingin tahu kabar kalian.
Sejujurnya kami sedikit gugup.
Apa itu?
Kau takkan temukan apa pun di dokumen itu.
Sudah kuperiksa setelah ayahmu meninggal.
Jika saudaraku punya rahasia, itu dibawanya ke kubur.
Tapi pasti ada sesuatu.
Kalian bersamanya di saat terakhirnya.
Apa dia katakan sesuatu? Kalian lihat sesuatu?
Tidak. Dia bersikap biasa.
Kami rayakan ulang tahunku. Fransisca buat kue, seperti biasa.
Kue Fransisca, ya.
Ya...
Dia juga memberimu liontin itu.
Ya.
Aku lapar, Paman.
Mau ikut sarapan?
Paman sudah sarapan.
Tapi tak keberatan menemanimu.
- Mau ikut, Eva? - Tidak.
Aku mau menulis sebentar. Novelku harus segera selesai.
Kapan Paman boleh baca?
Saat siap, Paman yang pertama akan baca.
Ayo pergi.
Ayo pergi.
Ada apa?
Jika Manuel berkelahi dengan pembunuhnya,
- mungkin ada jejak di penjara. - Ayo periksa.
Sial.
Pegang ini.
Sebentar saja.
Aku masih bisa.
Duduk.
Duduk sebentar.
Kau jadi Manuel dan aku pembunuhnya.
- Bagaimana kau masuk? - Lewat pintu.
Penjaga bilang dia tak pergi.
Tak apa. Kita pikirkan nanti.
Kita berbicara.
Kita saling kenal.
Dan ada ikat pinggang di dalam kantong jasku.
Aku mengelilingimu.
Berdiri di belakangmu.
Dan dengan cepat, kujerat lehermu.
Kau meronta-ronta. Aku tarik keras.
Tapi sudah terlambat.
Dugaanmu sempurna, tapi lewatkan detail kecil.
Apa?
Mungkin pembunuh ingin bantu kabur, tapi mereka berkelahi.
Ini tidak disekrup.
- Saluran ini menuju ke mana? - Ke pemanas.
Terhubung ke semua kabin, menuju palka.
Lihat.
Apa ini?
Siapa pun bisa masuk lewat sini.
Tidak semua. Hanya yang sangat tahu kapal ini.
Awak kapal.
Maaf.
Malam ini saya tak bisa bernyanyi.
Suara saya sedang tak enak.
Semoga dengan sedikit istirahat, besok...
saya akan kembali sehat.
Anda semua akan ditemani band hebat kita.
Selamat menikmati malam ini, sampai jumpa besok.
Permisi.
Itukah caramu menyapa teman yang khawatir tentang kesehatanmu?
Kuharap kau tak beri tahu pacarmu...
tentang yang terjadi di antara kita.
Dia terlihat sangat jatuh cinta.
Bisakah kau bayangkan sakitnya dia...
jika tahu pacarnya meniduri orang?
Kau berengsek.
Aku suka saat kau begini.
- Mengapa kau lakukan ini? - Aku?
Aku tak lakukan apa-apa.
Tapi kau.
Kau yang datang ke kabinku.
Apa yang wanita inginkan ketika datang sendiri...
ke kabin seorang pria?
Kau menjebakku.
Tidak. Kubilang aku bisa membantumu.
Dan masih bisa.
Kau bisa jadi penyanyi terkenal,
dapat banyak uang, menikahi pacarmu.
Atau aku bisa buat kalian berdua dipecat...
karena menuduhku atas hal yang tak kulakukan.
Terserah padamu.
Semua baik-baik saja?
Ya, aku diberi tahu tentang masalah kesehatan penyanyi kita...
dan aku datang menanyainya.
Kami mengerjakan proyek bagus dan aku tak ingin itu kacau.
Tidak, itu takkan terjadi.
Mungkin angin laut menyebabkan sakit tenggorokannya.
Benar, Clara?
Mungkin hanya itu.
Beristirahatlah. Jangan sampai memburuk.
Kau tak apa?
Ya, semua baik-baik saja.
Kau terlihat sedih.
Dan kau punya senyum yang indah.
Aku ingin istirahat.
Tentu.
Aku akan pergi.
Jika butuh sesuatu, beri tahu aku.
Sangat tenang, 'kan?
Tapi di bawah permukaannya banyak yang terjadi.
Lautan tak pernah tenang.
Meski terlihat begitu.
Itu yang sering dikatakan ayah.
Dia takut aku terseret ombak ketika berenang.
Pemuda itu bukan pencuri, apa lagi pembunuh.
Kau bayar dia untuk mengaku?
Kenapa bohongi kami, Fernando?
Telegram itu adalah kertas cuci baju.
Jangan bilang saudarimu. Akan kujelaskan, tapi tidak sekarang.
Kenapa tidak?
Sumpah aku tak terlibat dengan kematian gadis itu.
Maaf terlambat, Pak.
Telur rebus butuh waktu lama.
Aku yang terebus, Dimas.
Sudahlah.
Hal baik butuh waktu. Itu kata orang, 'kan?
Ada apa?
Kau terlihat tergesa-gesa. Harimu buruk?
Tidak, Pak. Hanya hal sepele.
Dimas, aku bukan hanya bosmu. Aku teman. Ceritalah.
Semua bisa diperbaiki.
Pria yang ditangkap telah bunuh diri.
Kami teman dekat.
Oh, begitu.
Jika tak keberatan, saya ingin bicarakan topik lain.
Pasti malam Anda lebih baik.
Tidak juga. Yang tampak bisa menipu.
- Tak senang teman Anda? - Senang.
- Dia gadis yang menyenangkan, 'kan? - Verónica?
Ya, menyenangkan dan cantik.
Ya, sangat cantik.
Masalahnya dia tak suka bersenang-senang seperti yang kuharapkan.
Bukannya aku tak coba. Tapi dia hanya bicara semalaman.
Dia bicara lebih dari aku.
Ya sudah, mau diapakan?
Ya, mau diapakan?
Banyak wanita cantik di sini.
Lupakan gadis itu, Pak.
Seperti kata Anda, "Ada banyak ikan di lautan."
Banyak ikan.
Tapi sedikit tuna.
Lagi pula, aku suka tantangan.
Seperti kataku, jangan mudah menyerah. Benar?
NOVEL
Pergi ke dek! Lewat tangga.
- Di mana apinya? - Pergi ke dek.
Itu kabin kita.
Evakuasi dek.
- Minggir. - Kurasa mereka di dalam.
- Kosongkan koridor! Cepat keluar! - Eva!
- Pergi ke dek! - Eva!
Eva!
Beri jalan!
Tolong beri jalan!
Tolong dengarkan.
Anda dengar dia. Mundur.
- Tolong panggil Dr. Rojas. - Tak perlu, Kapten.
Eva.
- Eva, kumohon bangunlah. - Izinkan aku.
Eva, bangunlah.
Eva.
Eva.
Eva.
Katakan aku tak perlu disuntik.
Dia butuh istirahat. Tak perlu cemas. dia hanya menghirup asap.
Jiménez, Plazaola, bantu matikan apinya.
Dia katakan sesuatu?
Bagaimana apinya muncul, atau apa dia lihat seseorang?
Dia lihat seseorang?
Apa maksud Paman?
Entahlah.
Jujur, aku tak tahu.
Banyak yang terjadi...
dalam waktu yang singkat.
Entah bagaimana harus berpikir.
Sejak kau tunjukkan foto itu,
aku tak bisa berhenti berpikir.
Yang penting Eva tak apa-apa.
Dia akan membaik.
Ya. Sebaiknya aku istirahat sebelum makan malam.
Istirahatlah, Paman.
Foto apa maksudnya?
Bukan apa-apa.
- Kau gugup? - Kenapa harus gugup?
Teh bunga Linden. Kadang orang meminumnya saat gugup.
Itu untuk Nona Eva.
Bagaimana dia?
Aku ingin berkunjung, tapi pasti ada banyak orang.
Dia baik. Sedang tidur.
Kau sudah lama kerja untuk mereka, 'kan?
Selama hidupku.
Banyak yang berbeda saat aku kecil, tentu.
Ibu bekerja di sana sejak hamil.
Aku dibesarkan di sana.
Apa kau di atas saat apinya muncul?
Aku beruntung tak terjebak.
Aku yang beruntung.
Kenapa kau?
Karena kau tak terluka.
Dan kita bisa makan malam lagi, jika kau mau.
Aku yakin banyak yang bisa diceritakan.
Tapi...
Semalam, aku banyak bicara.
Tidak.
Tak ada yang beri tahu bahwa tak sopan masuk ke kamar wanita?
Wanita?
Tak ada wanita di sini.
Jika kau tak selamatkan hidupku, kau sudah kutendang keluar.
Tapi karena itu, kau kumaafkan.
Aku senang kau baik-baik saja.
Apa ini?
Entahlah.
Kupikir kau bisa pakai untuk menulis buku barumu.
Terima kasih. Tapi entah apa aku masih mau.
Kadang, lebih baik memulai yang baru.
Memulai lembaran baru.
Baiklah.
Pasti kau punya banyak urusan.
Ya.
Banyak.
Pasti kau lelah.
Ya, sangat.
Sampai nanti.
Tentu.
Saya pikir ini pertemuan resmi.
Tuan Anibal de Souza adalah pemegang saham.
Kita bicarakan uang atau keamanan 1.600 orang?
Karena uang yang kuinvestasikan,
sistem alarm berfungsi baik dan tragedi bisa dihindari.
Kurasa aku berhak berada di rapat ini.
Situasinya sangat serius. Api itu menunjukkan...
bahwa keamanan penumpang kapal tak terjamin.
Kau melebih-lebihkan keadaan.
- Jangan menyela saya. - Lanjutkan, Kapten.
Kejadian ini memaksa saya untuk buat keputusan yang
mungkin tak Anda sukai, karena konsekuensi finansialnya.
Apa maksudmu?
Kita harus kembali ke pelabuhan secepatnya dan biarkan yang berwajib menanganinya.
- Dia tak tahu bicara apa. - Tidak, Kapten. Jangan.
Kita berkomitmen mengantar semua penumpang ke Brasil.
Anda juga berkomitmen menjamin keamanan mereka.
- Anda tak penuhi itu. - Akan kupenuhi.
Kita akan kerahkan petugas keamanan dan selidiki penumpang yang mencurigakan.
Bagaimana caranya?
Ada 1.600 penumpang di kapal.
Anda akan periksa satu per satu?
Jujur saja.
Itu tak mungkin.
Lihat.
Fernando, dua orang tewas. Sudah ada kebakaran.
Apa menurut Anda saya melebih-lebihkan?
Agar tak terjadi yang akan disesalkan lagi kita harus kembali ke pelabuhan.
Beri aku dua jam, Kapten.
Tahukah kau berapa biaya...
untuk kembali ke pelabuhan?
- Kau tahu? - Ya, aku tidak bodoh.
Aku banyak investasikan uangku, dan aku tak mau kehilangan itu.
Aku bukan orang bodoh.
- Menurutmu kebakaran itu disengaja? - Entahlah.
Yang jelas, kita beruntung.
Jika menyebar, kita sudah di sekoci penyelamat sekarang.
Ada apa?
Kotak ayahku.
Tadi di meja ini.
Yang ini?
Ya.
Ini semua dokumen perusahaan ayahku. Semua bisnis pribadinya.
Eva pasti menyimpan ini sebelum bukunya.
Ini daftar pegawai?
Kurasa begitu.
Ya.
Lihat.
Sofia Plazaola.
Di mana kudengar nama itu?
Wanita yang mengaku sebagai Luisa.
Penumpang gelap yang jatuh ke laut.
Bukan.
Bukan itu.
Plazaola.
Itu nama belakang salah satu pelayar.
Kami baru terima dia, karena ada pekerja yang tak datang. Kuwawancarai dia.
- Katakan kau tak terlibat. - Sumpah aku tak tahu dia ada.
Kau gila? Kau hampir bunuh keponakanku.
Apa tak bisa geledah kabin saja?
Agar kita tak ketahuan, harus dibakar. Dia mencarimu.
Wanita itu mati!
Dan kau percaya dia bekerja sendiri?
Ada yang geledah koper keponakanmu pagi ini. Ini belum berakhir.
Bagaimana jika mereka sudah temukan yang dicari?
Jika sudah, kita pasti akan tahu. Pasti.
Aku tak mau dipenjara, Pedro.
Jika harus bakar habis kapal ini, akan kulakukan.
Aku bertanggung jawab kepada penumpang.
Kita kembali ke pelabuhan.
Belok lima derajat ke kanan.
Kita berbalik.
Jangan sampai diketahui. Mengerti?
- Mengerti? - Ya, Kapten.
Pak.
- Anda tak apa? - Dengarkan aku, Bodoh.
Ini perintah!
Di mana Plazaola? Kau melihatnya?
Dia tak tugas sampai besok.
Terima kasih.
Lewat sini.
Jangan khawatir. Akan kusuruh orang ganti lampunya.
Lewat sini.
Mario!
Mario Plazaola!
- Itu aku. Ada apa? - Aku punya pertanyaan.
Kau kenal dia?
Aku tak bisa lihat.
Wanita ini.
Tidak. Tak pernah lihat.
Tentu.
Kebetulan dia naik kapal ini. Dan nama belakang kalian sama.
Kebetulan saja.
Maaf, jam tugasku hampir dimulai.
Dia tak berniat kerja sama.
- Kucoba lagi. - Aku ikut.
Jangan. Sebaiknya aku sendiri.
Kau tahu jalan kembali?
- Ya, sepertinya. - Baiklah.
Kenapa aku ikut campur?
Terjemahan subtitel oleh Anggelia Greatya
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.