All language subtitles for Ep.2 - High Seas

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian Download
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

dongdotmovie(.)my(.)id Bantu support @dongdotmovie untuk tidak mengubah link

SERIAL NETFLIX ORIGINAL ( Follow IG Kami @dongdotmovie )

Mereka disuruh turunkan sekoci jika ada yang mengapung.

Tak boleh ada orang kecuali awak.

Baik.

Ini mengapung delapan km dari kapal.

Luisa memakai ini. Aku yakin.

Kini kita yakin dia yang terjatuh.

Atau didorong. Tak ragu lagi.

Kalian lihat keadaan kabin.

Kalian belum temukan jasadnya?

Butuh beberapa hari agar jasadnya mengambang.

Dan biasanya bisa diseret jauh arus laut.

Akan sia-sia mencarinya.

Harusnya dia tak naik kapal.

Kau sangat ceroboh.

Aku yang mau menolongnya.

Eva. Fernando benar.

Wanita itu ketakutan, dia minta tolong.

Lalu mengapa tak panggil polisi?

Dia tak mau.

Apa orang yang tak mau libatkan polisi patut dipercaya?

- Entahlah. - Entahlah?

Tak semua orang percaya polisi belakangan ini.

Kau tak berhak mendiskusikan ini.

Dengan segala hormat, saya rasa ini tak adil.

Jangan buang-buang waktu.

Jika ini pembunuhan, kita harus cepat cari pelakunya.

Kami akan temukan sebelum berlabuh.

Sebelum sampai pelabuhan?

Aku tak ingin kau tidur sampai pelakunya ditemukan.

Mengerti?

Varela, aku butuh kerahasiaan penuh bagi penumpang kelas satu.

Mengerti?

Jangan cemas, Tn. Fábregas.

Saya rasa kita perlu fokus pada penumpang dek bawah.

Manuel Sagaldo. Kabin...

422.

Mengapa ke Brasil?

Cari kerja.

Itu kejahatan?

Dan kau?

Dimas Gomez, Pak.

Kau pelayan Tn. De la Cuesta.

Tepat.

Kau juga periksa identitas kelas satu?

Tenang.

Perhatikan sejenak.

Kalian mengenali gaun ini?

Ini milik wanita muda yang berkeliling di area ini.

Dia adalah penumpang gelap.

Ada yang bicara dengannya?

Ada yang lihat dia bicara dengan orang?

Cincin Pernikahan

Tak ada yang lihat?

Mulai sekarang akses ke kapal dibatasi.

Biarkan aku lewat!

Buka.

Aku minta orang mengganti kunci dan membersihkannya.

Terima kasih.

- Fernando. - Jangan sekarang.

Sudah larut. Kita perlu istirahat.

Tentu.

Selamat malam.

Fernando, kau tak kenakan lencana.

Apa kau hilangkan?

Tidak. Tentu tak kuhilangkan.

Aku tahu itu penting bagimu.

Kusimpan di tempat aman.

Gantilah baju dan tidurlah.

Ya, sebentar.

Carolina, kenapa kau tinggalkan ruang makan sebelum Luisa jatuh?

Aku harus ganti sepatu.

Tapi aku bertemu Verónica yang memberitahuku tentang Fransisca.

Jadi aku turun.

Dan Fernando? Ke mana dia? Aku melihatnya pergi.

Dia dapat telegram dari Rio.

Kenapa?

Tak apa. Hanya berharap ada yang lihat sesuatu.

Tidurlah, Eva.

Bisa saya bantu?

Ya, aku ingin tahu apa ada telegram dari Rio semalam. Sekitar tengah malam.

Baik. Nama Anda?

Bukan untukku.

Tak bisa saya beri tahu. Informasinya rahasia.

Aku hanya ingin tahu apa ada. Tak perlu tahu isinya.

Maaf. Saya tak punya izin membagikan informasi itu.

Baik. Terima kasih.

Kau tak apa? Ada masalah?

Aku hanya mau obat tidur.

Fransisca simpan di kabinnya.

Kabin kelas tiga di sebelah sana.

Aku agak buta arah.

Ada map petunjuk di tiap lantai.

Aku bodoh sekali.

Kau berada di tempat yang tepat.

- Bisa kuantar. - Tidak.

Tak perlu. Tapi terima kasih.

Jangan sungkan, Nona.

Kau memanggilku "nona" lagi.

Jangan khawatir, Eva. Kami akan temukan pembunuhnya.

PELAN

- Orang-orang khawatir. - Benar.

Menahan penumpang kelas tiga di bawah tak berguna.

Tak ada yang tahu apa yang terjadi.

Orang tentu akan berspekulasi.

Kami beri tahu penumpang kejadian semalam adalah kecelakaan.

Kematian gadis itu hanya dijadikan kecelakaan.

Eva!

Demi kepentingan perusahaan.

Jelas orang yang bunuh dia mengincarnya.

Percuma buat resah.

Ada pembunuhan di kapal.

Luisa jujur. Ada yang ingin bunuh dia dan berhasil.

Kami akan temukan, percayalah.

Detektif telah bekerja semalaman. Kita akan segera tahu.

Jangan anggap serius, dia hanya ingin bantu.

Jika mau membantu, sebaiknya jangan ikut campur.

Maaf, Sayangku.

Aku salah.

- Tak perlu minta maaf. - Ya, perlu.

Aku merasa tak menjagamu dengan baik sejak naik kapal.

Aku tahu kau punya banyak tanggung jawab sejak pertama bertemu.

Jadi aku tak boleh mengeluh.

Banyak yang dipertaruhkan di perjalanan ini.

Semua akan baik-baik saja.

Aku percaya padamu.

Dan aku mencintaimu.

Aku juga.

Kita akan bahagia begitu di Brasil.

Aku harus urus beberapa hal.

Tentu.

Terima kasih.

Permisi.

Selamat atas pertunjukannya.

Sebenarnya, aku yang minta kau tampil. Orang perlu hiburan.

Terima kasih.

Anibal de Souza.

Cara bernyanyimu sangat unik.

Kau akan sukses, kujamin.

Dunia ini rumit.

Aku tahu. Aku bekerja dalam beberapa macam bisnis.

Jadi aku punya banyak kontak.

Dari Rio sampai New York.

Salah satu rekanku pemilik gedung konser di Rio.

Dia mencari seorang penyanyi. Apa kau tertarik?

Aku hargai tawarannya.

Ini kesempatan bagus.

Kujamin. Jauh lebih baik daripada tampil di kapal ini.

Pikirkanlah.

Maaf. Tak bermaksud mengejutkanmu.

Aku mengejutkanmu semalam. Kita seimbang.

Kuharap kau bisa tidur. Meski tanpa obat tidur.

Ya, aku sangat lelah. Hanya perlu waktu.

Tak ada telegram semalam.

Kau ke ruang telekomunikasi, menanyakan telegram.

Kupikir pekerjaanmu membantu kapten, bukan memata-matai penumpang.

Aku tak akan tanya kalau kau bukan pembohong payah.

Ada apa?

Kemari.

Semalam, Fernando tinggalkan ruang makan sebelum Luisa jatuh.

Kau pikir dia pelakunya?

Katanya dia menunggu telegram dari Rio.

Aku pernah menuduhnya, dan aku salah.

Apa yang terjadi?

Ada yang beri tahu aku dia punya masalah judi, dan itu bohong.

Bukankah keterlaluan jika menuduh orang hanya karena telegram?

Ada hal lain?

Aku temukan semalam.

Tepat di tempat Luisa jatuh. Ini milik Fernando.

Saudariku yang berikan.

Dia di sana, mencari sesuatu.

Ada apa?

Ikut aku. Ada yang terjadi.

Ini dibuka paksa.

Ada yang hilang?

Sebenarnya tidak. Tapi entahlah. Ada banyak barang.

Semuanya milik pribadi.

- Entah apa yang mereka mau. - Saya juga tak tahu.

Yang saya tahu mereka takkan ambil barang peninggalan ibu saya.

Ada orang di hotel atau pelabuhan yang punya akses ke sini?

Kami yang bawa koper.

Tapi siapa saja bisa punya akses ke koper.

Kenapa?

Mungkin ada yang taruh sesuatu di dalam dan ingin diambil lagi.

Mudah mengakses palka dari dek kelas tiga.

Ada banyak barang berharga di sini. Godaan untuk orang yang biasa mencuri.

Semalam ada yang geledah kabin mereka. Sekarang kopernya.

Mungkin semalam kebetulan, tapi ini bukan.

Tak mungkin ini pencuri biasa.

Terima kasih, tapi aku detektif yang bertugas.

Jangan tersinggung, Varela.

Dia benar.

Ada yang bongkar barang keponakanku, mencari sesuatu.

Dan ya, kita kurang keamanan.

Keamanan, Varela. Apa kata itu punya arti untukmu?

Aku ingin awak kabin digeledah juga. Kelas tiga dan kru.

Mungkin kelas satu juga.

Jangan!

Nona, biar saya yang urus investigasinya.

Ini pekerjaan saya. Saya tahu yang cara kerjanya.

Dengan hormat, karena saya Perwira Utama...

Kau telah utarakan pendapatmu.

Jika ada masalah, aku sendiri akan lapor ke Kapten.

Perbaikilah dasimu.

Jangan main detektif.

Varela sedang mengurusnya.

Anda setuju bahwa tak mungkin pelakunya orang dari dek atas?

Bukan begitu.

Pelayaran ini penting bagi semua.

Ini kesempatan kita untuk kembali normal...

setelah bertahun-tahun berperang.

Benar.

Entahlah.

Menurut saya tak aneh jika kita tunda keadaan normal karena tragedi.

Biar kujelaskan. Dengar.

Hanya sedikit hal membuatku bahagia sejak Carmen meninggal.

Aku hampir bunuh diri, kau tahu itu.

Tapi ketika kesempatan jadi kapten di kapal seperti ini muncul,

kudapat kebahagiaan baru.

Mengerti?

Aku tak mau pelayaran ini bermasalah.

Itu hal terburuk yang bisa terjadi.

Mengerti, Kapten.

Saya usahakan agar pelayaran ini sukses.

Itu yang ingin kudengar.

Semalam tak ada telegram dari Rio.

Apa?

Fernando bohong.

Menurutmu Fernando terlibat?

- Aku tak berkata begitu. - Lalu?

Luisa mencuri kunci kabin.

Ada yang lihat dan mendorongnya.

Lalu kenapa?

Apa tak mungkin

Fernando tak beri tahu karena tak boleh beri tahu sebarang orang?

Masuklah.

Fernando, kita perlu bicara.

Tentang apa?

Di mana itu?

Aku temukan semalam di tempat jatuhnya Luisa.

- Bisa kau jelaskan? - Tunggu.

Aku dirampok.

Apa?

Kubilang aku taruh di sini.

Mereka tak hanya ambil lencana, cincin juga.

Cincin apa? Cincin pernikahan?

Ya, cincin pernikahan. Bagaimana mungkin?

Aku akan bicara dengan Varela bodoh itu.

Sayang.

Apa pesan telegramnya?

Apa yang kau tanyakan?

Apa...?

Tidak, sebenarnya apa maksud pertanyaanmu?

- Tak ada telegram dari Rio. - Tidak, tak dapat tadi malam.

Aku dapat tadi pagi.

Ini!

- Mau baca? - Tak perlu.

Benarkah? Kau?

Kau mau baca? Kau sangat penasaran.

Bacalah!

Hentikan, Fernando.

Kau pernah tuduh aku, aku tak pernah dendam.

Kukira hanya saat itu saja.

Kau mencurigai aku tentang hal lain?

- Tidak. - Tidak.

Ayo pergi, Eva.

Mengapa kau lakukan ini?

Katakan.

- Apa pikiran burukmu terhadapnya? - Tak ada.

Ini bukan pertama kalinya kau lakukan ini.

Dan saat itu kau salah juga.

Aku sudah minta maaf untuk itu.

Tapi kau lakukan lagi.

Dia pria baik, Eva.

Dia bantu kita ketika ayah meninggal.

Mendukung kita dalam segalanya.

Aku tahu.

Dan aku hargai itu.

Kelihatannya tidak.

Dia orang tanggung jawab.

Bekerja keras dan mencintaiku.

Apa...?

Apa masalahnya?

Apa karena pernikahanku?

Tentu tidak, Carol.

Eva!

Kau takut itu akan menjauhkan kita...

Carol. Aku hanya mau yang terbaik untukmu.

Maka, kau harus utarakan fantasimu di bukumu saja.

Lupakan dia.

Kenapa?

Yang dia cari ada di atas.

Dengar, Manuel. Jangan ikut campur. Mengapa kau ke Brasil?

Kau tak punya uang atau pekerjaan.

Jangan cemaskan aku. Aku bisa cari uang.

Tentu.

Perhatian semuanya.

Pelayan Tuan De la Cuesta?

Aku!

Keluarkan aku dari sini.

Wanita ini dan aku adalah pelayan Tuan de la Cuesta.

Benar.

Ikut aku.

Dasar berengsek.

Terima kasih sudah membawaku keluar.

Aku yakin ibumu penasaran di mana kau sekarang.

Pasti.

Dia akan marah saat menemukanku, seperti biasa.

Selalu begitu.

Setidaknya kalian bersama. Kau beruntung.

Kau tahu maksudku. Aku tak pernah...

bertemu ibuku.

Aku dibesarkan di panti asuhan, aku tak tahu ayah dan ibuku.

Aku tak katakan ini agar dikasihani. Hanya ingin cerita.

Tapi meski begitu, aku beruntung. Aku sehat, punya pekerjaan,

dan impian.

Impian?

Ya, impian. Ide bisnis yang bisa membuatku kaya.

Bisnis apa?

Kuberi tahu tapi janji jangan katakan pada siapa pun.

Brasil punya tebu terbanyak di dunia.

Aku bisa bangun pabrik yang mengubah etanol jadi bahan bakar.

Memang minyak kenapa?

Tak apa. Tapi etanol lebih murah.

Aku hanya butuh investor. Aku akan tanya bosku.

Menurutmu dia akan setuju?

Kenapa tidak? Ini ide bisnis yang bagus.

Nona, kau tak mau berhasil? Hidup yang berbeda?

Tak lelah jadi pelayan?

Ya, Dimas. Tapi menginginkan bukan berarti bisa melakukan.

Lihat garis horison itu.

Apa yang kau lihat?

Tak ada.

Aku lihat Amerika, Nona. Negeri kesempatan.

Dimas!

Dimas.

Jangan banyak bicara.

Waktunya membuka pikiran.

Anda ingin membaca dan butuh kacamata.

Sebentar. Akan segera saya ambilkan.

Ya. Ucapkan perpisahan.

Nona, aku harus lekas ke kabin.

Majikanku mau baca dan dia butuh kacamatanya.

Aku di sini saja.

Tentu. Aku tak bermaksud mengajakmu.

Maukah kau makan malam denganku?

Mungkin.

Mungkin. Itu artinya setuju.

Pukul 20.00 di bar. Bisa?

Dimas!

Sampai jumpa pukul 20.00.

Jika permintaan adalah kuda, pengemis akan menunggang kuda.

Bagaimana ibumu?

Jauh lebih baik. Terima kasih.

Aku turut senang.

Aku mau ke perpustakaan. Mau ikut?

Kau akan diizinkan jika aku ada.

Ya, aku mau.

Benarkah?

- Tapi aku baru selesai baca buku. - Kau akan temukan yang baru.

Punya rekomendasi?

Tentu.

Madame Bovary. Sudah baca?

Belum.

Kau pasti suka. Tentang wanita non-konformis

yang melawan aturan dan prasangka di jamannya.

Itu topik kontemporer yang mengingatkanku tentangmu.

Kesempatan semacam ini datang sekali seumur hidup.

Apa masalahnya?

Tak ada masalah. Tapi aku bertindak bodoh.

Mau aku bicara dengannya?

Akan kubilang aku manajermu.

Semua artis besar punya manajer.

Ya?

Aku akan bicara dengannya dan bilang kau tertarik.

Semua akan baik-baik saja.

Kau akan jadi artis hebat.

Dan aku...

...akan jadi suami yang bangga.

Kau pacarku, bukan suamiku.

Pacarmu?

Untuk sekarang, 'kan?

Atau karena kau akan jadi terkenal lalu kau tak mau menikah denganku?

Apa kau untung jalan-jalan?

Jangan marah, Manuel. Gadis malang itu butuh udara segar.

Tentu. Kau lakukan itu bukan karena kau tertarik padanya.

Jangan cemas. Aku tahu. Aku akan begitu juga.

Tapi jujur saja, dia tak menyukaimu.

- Mungkin tidak, tapi kau tahu? - Apa?

Aku, Dimas, akan makan malam dengannya malam ini.

- Kau serius? - Ya.

Jadi kau pantang menyerah.

Kau pernah ragukan itu?

Kau undang orang?

Tidak.

Tolong keluar.

Kenapa?

Aku perlu bicara sebentar dengan temanmu.

Baik.

Pergilah jalan-jalan. Jangan di sini.

Mengenali sesuatu?

Anting ini milik tunanganku.

Mereka temukan ini semua di kabinnya.

Di mana kau temukan ini?

Ada yang perlu kau jelaskan?

Mengapa menyusup ke kabin mereka?

Karena itu kabin termewah di kapal ini.

Sudah lama kurencanakan untuk melakukannya.

Kupikir aku bisa pakai hasil curianku untuk mulai hidup baru di Brasil.

Kau buka koper di palka juga?

Ya.

Tak ada orang jadi kuambil kesempatan.

Kau ambil sesuatu?

Tidak dari koper itu.

Aku tak bisa cari di kabin karena wanita itu masuk.

Kupergoki dia dari belakang, tutup mulutnya agar tak berteriak.

Aku terpaksa.

Aku bukan pembunuh.

Tak ada pembunuh.

Sampai mereka membunuh.

Dia melawanku.

Dia sangat kuat.

Dia pukul perutku.

Aku menyuruhnya diam. Aku bilang tak akan melukainya.

Tapi dia mulai berteriak.

Kemudian apa yang kau lakukan?

Memastikan tak ada orang di dek dan...

Dan...

Kau lempar dia.

Apa dia mati?

Maaf?

Apa dia sudah mati?

Ya.

Ya. Dia sudah mati.

Kau yakin?

Nicolás.

Maaf, Kapten.

Jujur, saya tak tahu apa hubungannya.

Yang penting kita temukan pelakunya.

Detektif benar.

Pencuri biasa.

Kau dengar? Mereka menangkap seorang pria.

Dia mengaku membunuh Luisa.

Ya, tentu aku dengar.

Carol.

Maafkan aku.

Kau harusnya minta maaf pada Fernando.

Kau tak adil padanya.

Aku tahu. Aku sengaja melakukannya.

Baiklah...

Lebih cepat, lebih baik.

Dia calon suamiku, Eva.

Dan kau saudariku.

Kalian dua orang yang paling kucintai.

Apa-apaan kau?

- Siapa yang lebih kau cintai? - Fernando.

Apa maksudmu, Fernando?

Hentikan, Eva!

Dia sungguh mengaku?

Ya, benar.

Ada apa? Kau ragu?

Kau dengar Luisa teriak?

Ya, tentu. Kau juga.

Pria itu mengaku membunuhnya di kabin.

Kalau begitu tak mungkin dia teriak.

Boleh aku masuk?

Tentu.

Biar kubantu.

Aku perlu minta maaf, Fernando. Harusnya aku tak meragukanmu.

Aku sungguh minta maaf.

Ini. Berikan ke saudarimu.

Kami tak tahu ini hilang.

Biasa. Kalian sedang gugup.

Kita masih punya sisa dua minggu dan aku mau menikmatinya.

Kami akan melangsungkan pernikahan. Semua harus sempurna.

Pertama-tama, kami butuh cincin.

Aku siapkan kejutan untuk Carolina, tapi aku butuh bantuanmu.

Mau bantu?

Apa?

Maukah kau bantu pernikahanku?

Pernikahan, tentu. Kau bisa percaya padaku.

Aku harus pergi sekarang.

Aku juga harus bersiap-siap.

Eva!

Apa?

Aku senang kita bereskan ini.

Aku juga.

Layanan Cuci Baju.

Permisi, Pak.

Pak.

Dimas, akan jadi apa aku tanpamu? Ingatkan aku untuk tambah gajimu.

Tambah gaji saya, Tuan.

Kau lucu sekali.

Mau saya bukakan botolnya?

Ya. Jangan dibiarkan hangat. Nanti tak enak.

Boleh saya mengatakan sesuatu?

Katakanlah.

Ini tentang ide bisnis.

Sulit dijelaskan, tapi pada dasarnya

ini tentang cara mengubah gula menjadi etanol

dan dijadikan bahan bakar.

Karena saya butuh sedikit investasi untuk memulai prosesnya,

mungkin Anda akan tertarik.

Ya, sangat menarik, Dimas. Kau penuh kejutan.

Ceritakan padaku besok.

Kita akan diskusikan.

- Saya mengerti. Anda sibuk. - Ya.

Botol dibuka sekarang atau nanti?

Jangan nanti. Hidup akan terbuang karena menunggu.

Teman wanitaku ada di dek.

Apa botolnya terlalu dingin sampai kau membeku di situ?

Maaf.

- Terima kasih. -Ya.

Untuk kita.

Untuk kita berdua.

- Bersulang. - Pergilah sekarang.

Tentu. Jika butuh sesuatu Anda tahu saya di mana.

Terima kasih, Dimas.

Mereka membuka pintu!

Ayo.

Pak, aksesnya dibuka lagi?

Kelihatannya begitu.

Ayo.

Ayo. Pergi.

Dimas, kau dengar?

Tentang apa?

Manuel ditangkap. Kata orang dia membunuhnya.

Terima kasih, José.

Boleh masuk?

- Kemari bukan untuk kunjungi aku, 'kan? - Ya.

Baiklah, tidak.

Ya atau tidak?

Fernando berbohong. Dia tak terima telegram dari Rio.

Sudah kuduga kau takkan biarkan juga.

Tak bisa. Terutama kasus seperti ini. Kau bisa?

Tidak.

Ini barang pemuda itu.

- Kau berharap temukan apa? - Entahlah.

Bagaimana jika dia jujur mencuri dan juga bunuh Luisa?

Jika menurutmu begitu, sedang apa kau di sini dengan barangnya?

Ini Alkitab.

Agak usang.

Apa maksudmu?

Dia membacanya.

- Kita harus bicara dengannya. Sendiri. - Aku saja.

Tidak. Aku ikut juga. Aku mau dengar yang dia katakan.

Kau mau aku kena masalah?

Kita berdua akan kena masalah.

Tak ada banyak waktu.

Dia melihat kita?

Sepertinya tidak.

Ada apa?

Tak ada.

Kau menatapku?

Tidak.

Ya, tadi.

Satu kancingmu lepas. Aku jadi agak gugup.

Aku akan berkata jujur, Clara.

Suaramu sangat unik.

Tapi butuh lebih dari itu.

Aku sudah lihat banyak artis yang menyanyi seperti malaikat.

tapi mereka tak berhasil, karena kurang sesuatu.

Kurang apa?

Sesuatu yang kau punya.

Kau jadi orang lain di panggung.

Kau buat orang terkesima, seperti pertama kali melihat sesuatu.

Itu sangat berharga.

Terima kasih.

Aku tak tahu...

Kurasa kau tahu.

Aku bisa lihat kau suka di panggung.

Kau seperti terbang di sana.

Ya.

Aku merasa seperti orang berbeda saat musik dimulai.

Mengerti?

Hanya sedikit yang bisa rasakan itu, kau salah satunya.

Kita hanya perlu putuskan langkah karirmu berikutnya.

Bagaimana kalau tampil di aula konser terbaik di Rio?

Sungguh?

Aku selalu berhasil, Clara.

Terima kasih atas semuanya.

Maaf, aku harus latihan.

Ya.

Kau tak memberi jawaban.

Tentu. Aku mau.

Itu yang ingin kudengar.

Kita ubah rambutmu.

Lebih bagus, 'kan?

Aku tak mau buat orang menunggu.

Kau wanita cantik, Clara.

Biarkan aku pergi.

Kukira kau ingin buat impianmu jadi nyata.

Ya, tapi tak seperti ini.

Maaf jika aku beri kesan yang salah, tapi...

Tolong. Biarkan aku pergi!

Tidak!

Apa mau kalian?

Bicara denganmu.

Aku sudah katakan yang perlu.

Tak ada lagi yang bisa kukatakan.

Dari mana asalmu?

Cantaloa, Pak.

Apa pekerjaan keluargamu?

Ayahku bekerja di ladang, ibuku bekerja di hotel.

Aku lihat kau punya Alkitab.

Pemberian ibuku.

Aku suka membacanya.

Santa perawan Maria.

Bagaimana perasaan orang tuanya tentang perbuatannya?

Kenapa Brasil?

Cari kerja.

Tak ada pekerjaan di desa jadi semua pemuda pergi.

Kau mau cari kerja dengan mencuri?

Wanita itu teriak sebelum jatuh.

Kami berdua mendengarnya.

- Dia belum mati saat itu, seperti katamu. - Kau tak bunuh dia, Manuel.

Kau bahkan tak di kabin itu.

Aku membunuhnya. Sudah kubilang.

Apa kau bodoh?

Kau tak tahu akan dihukum mati ketika sampai di pelabuhan?

Entah apa janjinya, tapi tak ada yang bisa bebaskan kau.

Orang tuamu tak layak dibeginikan.

Jangan biarkan mereka pikir kau pembunuh.

Orang tuaku tak akan tahu.

Mereka akan tahu.

Semua akan tahu yang kau lakukan.

Tapi masih ada waktu. Katakan kebenarannya.

- Kau membunuh wanita itu? - Tidak.

Aku tak membunuhnya.

Siapa yang menyuruhmu mengaku?

Aku tak bisa beri tahu.

Jika kukatakan, mereka akan bunuh aku.

Aku dirampok.

Ada yang buka brankas.

Mereka tak hanya ambil lencana, cincin juga.

Terjemahan subtitel oleh Anggelia Greatya

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.