Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
"Tidak semua orang cocok menjadi eksekutif."
Pak Kwon bilang dia akan memasang ini di lobi.
Terima kasih sudah memperbesar masalah.
- Ya, Direktur. - Wawancaranya sedang berlangsung?
Sebentar lagi selesai.
Kurasa akan bagus kalau Direktur Han-na...
bisa mengantar para reporter saat mereka pergi.
- Terima kasih. - Terima kasih banyak.
Menghapuskan persyaratan kerja yang tidak adil dari pengiklan.
Itu sangat menyegarkan!
Aku akan mengantar kalian.
Direktur Choi sangat sibuk berseteru denganku...
hingga dia akan memicu bom yang sebenarnya.
Sudah waktunya mereka tiba.
Kalau ini hanya agensi, kita bisa ganti saja.
Kita tak bisa singkirkan anak perusahaan.
Kita harus membawa mereka saat melakukan pencambukan.
"Bagaimana kau bisa menyerang para pengiklan?"
Katamu kau akan menyapa mereka di lobi.
Saat mereka datang,
bukankah mereka harus tahu perasaan para pegawai?
- Terima kasih banyak. - Aku juga menikmatinya.
Kau pandai bicara.
Astaga, aku kasihan pada Tuan Putri kami.
"Eksekutif yang serang pengiklan, angkat kaki!"
"Inovasi bodoh adalah ibu dari semua kegagalan!"
"Bagaimana kau bisa menyerang para pengiklan?"
Orang-orang ini benar-benar...
"Tidak semua orang cocok menjadi eksekutif."
"Inovasi bodoh adalah ibu dari semua kegagalan!"
Terima kasih banyak untuk hari ini.
Tolong tunjukkan jalan pada para reporter.
Silakan ke sebelah sini.
Bukankah itu Direktur Kang Han-na? Putri Ketua?
"Bertindak tanpa tahu apa-apa adalah kejahatan."
"Selamat tinggal, Eksekutif Pemula!"
"Kalau kau tak tahu apa-apa, diam saja!"
"Eksekutif pemula yang menjatuhkan VC Group, Keluar"
Kena.
Ayo tunjukkan emosimu.
"Inovasi bodoh adalah ibu dari semua kegagalan!"
Halo.
Aku Direktur Kreatif Kwon Wu-cheol dari Tim Produksi.
Kudengar dari Direktur Choi, kalian akan datang.
Direktur Kang Han-na.
Senang bertemu denganmu.
Halo, Direktur Kang.
"Tidak semua orang cocok menjadi eksekutif."
Direktur Kang,
melihat ini langsung membuatmu marah, kan?
Ada seorang eksekutif gila yang menyerang para pengiklan,
jadi, aku berinisiatif untuk memberi tahu staf.
Kita harus segera memecat eksekutif ini.
Silakan lewat sini.
Keluar. Apa yang kalian lakukan? Cepat, bawa mereka keluar.
Ayo keluar.
- Siapa? - Apa?
Siapa orangnya?
Aku bertanya padamu...
siapa yang menyuruhmu?
Kau akan mengalami kesulitan.
Ya, ini Go Ah-in.
Halo.
Aku Hwang Seok-wu, Direktur Eksekutif Pemasaran Wuwon Group.
Halo.
Aku akan langsung ke intinya.
Apa kau ada waktu untuk rapat?
Ya, aku ada waktu.
Agar bisa membuat persiapan sebelum rapat,
aku harus tahu ini soal apa.
Kami dari Wuwon Group...
ingin membuat iklan korporat.
- Iklan korporat? - Ya.
Anggaran iklan ini senilai 30 miliar won...
dan kami ingin menayangkannya secepat mungkin.
Apa kau ada waktu besok?
Ya, aku bisa.
Kalau begitu, kita akan rapat pukul 13.00 besok.
Kami telah mengundang lima perusahaan, termasuk VC Planning.
Aku akan mengabari detailnya esok hari.
Baiklah. Sampai jumpa besok.
Kita akan tahu...
apa kau sehebat kata orang setelah kita bertemu.
Dalam situasi saat Ketua mereka ditahan,
mereka ingin membuat...
iklan korporat berskala besar?
Pak Han,
cari tahu soal Direktur Hwang dari Wuwon Group.
"Dengarkanlah orang bodoh sekalipun."
Direktur Hwang.
Bagaimana aku harus menyiapkan materi untuk rapat agensi besok?
Jangan menyiapkan apa-apa.
Apa?
Mereka harus memikirkan sesuatu yang tidak ada,
bagaimana kita bisa membantu?
Sekalipun kita memberikannya, materinya hanya memicu bias.
Baiklah, Direktur.
"VC Planning, Go Ah-in, Saya harus bekerja maksimal."
Menghentikan pesan memang mudah.
Kita akan tahu apa dia sehebat itu setelah bekerja sama.
Ada informasi tentang dia?
Ya. Setelah menyelidikinya,
aku mengetahui bahwa Direktur Hwang Seok-wu...
adalah mantan ketua Asosiasi Humas.
Mereka bilang dia yang terbaik di negara ini dalam manajemen risiko.
Tahun lalu, Wuwon Group mengakuisisi perusahaan humas...
yang dikelola Direktur Hwang dengan jumlah yang cukup besar.
Berarti dia bukan orang bodoh yang tidak memahami pekerjaannya.
Kenapa kau berkata begitu?
Wuwon Group ingin membuat iklan korporat.
Dalam situasi seperti ini?
Mereka ingin iklannya segera selesai...
dan mereka akan membayar 30 miliar.
Ini tidak masuk akal.
Benar sekali.
Saat hal buruk terjadi,
kita menghentikan semua pemasaran komersial.
Itulah yang umum terjadi di industri ini.
Mungkinkah...
mereka meningkatkan anggaran pemasaran...
untuk menjaga hubungan baik dengan media?
Ya, itu juga.
Tapi kalau itu yang mereka kejar, mereka bisa menambah...
jumlah iklan yang sudah mereka kerjakan.
Untuk apa mereka membuat iklan korporat...
yang mengirim pesan baru?
Kau benar.
Membuat iklan korporat dalam situasi mereka saat ini...
sama saja mereka bodoh,
tapi tidak mungkin dia bodoh.
Direktur Go, CEO Jo mencarimu.
Siapa?
Siapa yang menyuruhmu?
Direktur Choi, kenapa kau berlari di kantor?
Terburu-buru, ya?
Go Ah-in, kau keterlaluan...
Kenapa kau melakukan sesuatu yang tidak seperti dirimu?
Kau seharusnya melakukan hal-hal seperti biasanya.
Omong kosong apa ini?
Kuat-lemah, lemah-kuat.
Bawa yang lemah ke yang kuat dan kuat ke yang lemah.
Bukankah itu filosofi hidup dan rahasia kesuksesanmu?
Kau ini...
Nilailah situasi sebelum bertindak.
Apa kau sedang melalui masa pubertas?
Kenapa kau berseteru dengan putri Ketua?
- Kau keterlaluan... - Apa mungkin kau...
meniruku?
Astaga...
Jadi, siapa? Suruh dia kemari sekarang juga!
Aku akan berurusan denganmu lain kali.
Direktur Han-na, tolong tenanglah dulu.
Menurutmu aku bisa tenang sekarang?
Aku menahan kejadian di hari pertamaku...
dengan melatih pikiranku. Aku menahannya!
Tapi saat aku bekerja keras mengumpulkan wartawan...
untuk wawancara dan publikasi mengenai awal kerjaku,
seseorang sengaja berencana mempermalukanku!
"Tidak semua orang cocok menjadi eksekutif."
Direktur Han-na, andai aku bisa...
Tidak, bagaimana pekerjaanmu sekarang?
Sepertinya ada kesalahpahaman.
Dia bilang kau yang menyuruhnya.
Apa?
Aku hanya melakukannya karena Direktur Choi...
Hei!
Kau tak berhak bicara di sini.
Kau juga yang mengundang...
eksekutif pemasaran dari anak perusahaan.
Tentang itu...
Kami ada rapat hari ini.
Karena situasi sekarang cukup buruk,
kau harus menunda rapatnya.
Tentu. Kalau begitu, aku permisi.
Apa yang terjadi?
Apa Direktur Kang Han-na yang mengirim surel itu?
Katamu Direktur Go Ah-in yang mengirimnya!
Sepertinya Direktur Han-na meminta dia melakukannya...
Kalau kita unjuk rasa sesuai saran Direktur Choi...
Ayo pergi dulu. Kalau ada masalah, kita bisa kena.
Ayo.
Jadi, siapa?
Apa?
Siapa yang menyuruhmu untuk melakukannya?
Apa maksudmu?
Orang yang memintamu mengundang eksekutif anak perusahaan...
dan mempermalukanku di depan semua orang.
Ada seseorang, kan?
Untuk apa aku memfitnahmu?
Kalau begitu, siapa yang ingin kau fitnah?
Apa?
- Apa kakakku menyuruhmu? - Apa?
Lihat, kau tak bisa jawab.
Berarti benar!
Jadi, dia hanya bisa melakukan hal kekanak-kanakan.
Bukan, Bu Direktur.
Aku bahkan belum pernah bertemu dengan Wakil Presdir.
Lalu apa masalahmu denganku...
sampai kau meminta dia untuk melakukannya?
Kang Han-na benar-benar gila.
Aku bisa apa?
Aku harus memotong cabang yang busuk.
Sejujurnya...
aku enggan mengatakan ini,
tapi kejadian kali ini...
adalah karena kebencian pribadi Pak Kwon.
- Direktur Choi! - Aku...
berulang kali melarangnya agar tidak bertindak gegabah.
Kau sungguh berharap aku percaya itu?
Pak Park...
Tidak...
Paman Mun-ho?
Pecat dia.
Sekarang juga.
Kurasa aku memahami kejadian ini. Benar?
Omong-omong...
Aku sungguh minta maaf mewakili dia...
karena sudah menyebabkan keributan di kantor.
Direktur Han-na, kembalilah ke ruanganmu...
dan tenangkan dirimu dulu.
- Tidak, tapi... - Direktur Han-na.
Kau akan terus membuat keributan di kantor?
Kau juga akan melakukan ini padaku?
Aku bisa gila.
Mengekspresikan kemarahanmu di kantor...
juga patut diperhitungkan.
Ayo. Akan kujelaskan di sana.
Kalian berdua...
tidak apa-apa kalau kalian saling bersaing,
karena itulah yang terjadi di perusahaan.
Namun memanfaatkan Direktur Han-na dalam perseteruan kalian...
tidak akan kumaafkan.
Di atas ring, pemain yang harus bertarung.
Mereka tidak boleh menarik penonton.
Aku akan mengingatnya.
Maafkan aku.
Silakan pergi.
Ya, CEO Jo.
Bisakah kau belikan susu pisang?
Jadi, maksudmu, targetnya adalah Direktur Go?
Kurasa begitu.
Jadi, Go Ah-in menjebakku untuk itu?
Kurasa bukan begitu.
Kenapa kau ragu?
Bagaimanapun, aku terjebak di tengah perseteruan mereka.
Ya, sepertinya begitu.
Segila-gilanya dunia ini, bagaimana mungkin sampai begini?
Tenang dulu.
Beraninya para direktur ini...
Biar kuberi pelajaran.
- Minggir. - Tenang dulu.
Bagaimana aku bisa tenang dalam situasi ini?
Kau baik-baik saja?
Mereka semua sudah mati bagiku.
Ada apa?
CEO Jo memintaku memberikan ini padamu.
Direktur Go, kau tak tahu batasanmu?
Kenapa kau melibatkan Direktur Han-na?
Bukankah kau yang mulai?
"Direktur Pemasaran Kantor Pusat Kim Eun-su"
Kau pasti sibuk.
Semoga berhasil.
Dia benar-benar...
"Direktur Pemasaran Kantor Pusat Kim Eun-su"
Ya, Direktur Kim.
Apa yang terjadi sekarang?
Aku juga tidak tahu kenapa bisa seperti ini.
Kejadian baru-baru ini,
kudengar Direktur Han-na yang memimpin.
- Tidak, ini... - Apa maksudmu tidak?
Andai kami sudah mengeluh,
kami akan berseteru dengan putri Pimpinan!
Direktur Choi, kau sudah gila?
Maksudku, ini...
Apa kau memanfaatkan kami untuk melawan Kepala Kreatif?
- Aku tidak akan pernah... -Kau harus...
bertanggung jawab untuk ini suatu hari nanti.
Direktur Han-na, CEO Jo memintaku menyampaikan ini padamu.
Apa katanya?
Tidak apa-apa. Kau boleh mengatakannya.
Dia bilang, "Han-na, mau kubantu masukkan sedotannya?"
Aku tak akan mengenalimu kalau melihatmu di jalan.
Aku harus bicara formal denganmu mulai sekarang.
Dulu kau membantu memasukkan sedotan ke kotak susuku.
Kenapa harus canggung?
Bicaralah senyamanmu.
Han-na, mau kubantu masukkan sedotannya?
Ya!
Apa?
Masukkan...
sedotannya dan berikan padaku.
Katakan ini pada CEO Jo.
Direktur Han-na juga memintaku untuk menyampaikan ini.
Apa katanya?
Tolong katakan padanya aku sudah dewasa...
dan dia tak perlu lagi membantuku soal sedotan.
Aku mengerti. Terima kasih.
Sekarang, ini benar-benar awal dari kehidupan perusahaan Han-na.
Ceritakan semuanya sekarang.
Apa?
- Apa maksudmu? - Kau menyembunyikan sesuatu.
Kau juga akan memperlakukanku seperti anak kecil?
Dari yang kulihat,
kurasa Direktur Go Ah-in menyadari kejadian tadi...
dan membuatmu pergi ke lobi.
Bagaimana dengan eksekutif anak perusahaan?
Kurasa Direktur Choi Chang-su mengundang mereka...
karena surel yang dikirim pada pengiklan.
Ini menarik.
Aku jadi merasa lega karena para eksekutif pintar.
Apa yang akan kau lakukan?
Aku harus bermain dengan mereka.
- Apa? - Choi Chang-su dan Go Ah-in.
Para direktur ini mencoba mempermainkanku.
Aku harus main-main dengan mereka kalau itu yang mereka inginkan.
Pilihan kata-katamu mengherankan, tapi pesanmu jelas.
Bukankah aku harus main tarik ulur dengan mereka?
Kehidupan perusahaanku akan sangat menarik.
Jantungku jadi berdebar kencang...
memikirkan cara membuat mereka frustrasi.
- Selamat! - Selamat atas kenaikan jabatanmu!
Terima kasih!
- Cepat, kemarilah! - Ayo berkumpul.
Kita harus merayakan momen bahagia bersama. Cepat!
Selamat!
Selamat!
Kalian berdua, kemarilah dan tiup lilinnya.
Direktur Kreatif Eun-jeong, silakan tiup lilinnya.
Astaga. Aku tahu posisiku.
Lakukanlah, Direktur Kreatif Han.
- Wanita lebih dulu. - Orang tua lebih dulu.
Cepat, tiup saja lilinnya. Lenganku sakit.
- Mari lakukan bersama. - Tentu.
Satu, dua, tiga.
Tunggu!
Tunggu sebentar.
Direktur Kreatif Bae!
- Kemarilah! - Benar, ada satu orang lagi.
Kemarilah!
- Cepat kemari! - Kemarilah, kalian semua!
Selamat telah menjadi direktur kreatif!
Tentu saja, jangan lupakan para kepala departemen!
Baiklah, satu, dua, tiga!
Selamat!
Tunggu!
Benar, kita tidak mengundang Direktur Go.
Dia tidak ikut dengan kita dalam hal ini.
- Kenapa tidak? - Apa?
Kenapa dia tidak ikut dengan kita dalam hal ini?
Apa alasannya?
Alasannya,
aku tidak pernah memikirkannya.
Dia tidak suka makanan manis...
dan rasanya dia tak mau ikut dalam hal ini.
Tidak ada yang pasti. Lihat.
Kalau kau punya mata, aku ingin kau melihat ini.
Lihat betapa cantiknya ini, betapa lezatnya itu!
Siapa yang tidak menyukai ini?
Kalian akan terus berasumsi di kantor?
Aku akan bertanya langsung padanya...
Apa dia memang tidak menyukainya.
- Dia pasti sibuk bekerja. - Bahaya...
Ada yang menjadi direktur kreatif.
Apa?
Aku.
Selamat!
Kau tidak perlu melibatkanku.
Karena kau sekretaris Direktur Go, kau juga ada di tim kami!
- Dia ada di dalam, kan? -Ya.
Aku, pegawai kontrak,
juga bagian dari tim mereka.
Apa kau CEO-nya?
Apa?
Apa CEO bilang dia akan datang?
Tidak.
Lalu kenapa?
Masuk ke kantor direktur tanpa mengetuk,
bukankah minimal kau harus menjadi CEO?
Direktur Kreatif Jo Eun-jeong.
Makanlah kue ini.
Tidak mau.
Kalau begitu, makanlah malam ini.
Bukankah kau akan pergi ke Wuwon Group besok?
Berarti kau akan bergadang untuk memeriksa materi malam ini.
Bukankah kau butuh hidangan penutup manis ini?
Alih-alih makanan manis...
Ya, Direktur.
Aku butuh lebih banyak waktu untuk sendiri.
Aku tak mau itu.
Kita harus bekerja sama.
Kita ini satu tim.
Lagi pula, kalau bekerja sendirian, kau akan kesepian.
Kita?
Kulihat kau sangat bersemangat setelah menjadi direktur kreatif.
Tentu saja! Hal baik membuatku senang dan hal buruk membuatku sedih.
Begitulah hidup.
Bukankah melelahkan hidup seperti itu?
Seperti apa?
Berubah dari senang jadi sedih, tertawa jadi menangis.
Buang-buang tenaga.
Memang.
Tapi apa aku harus hidup tanpa emosi...
hanya karena berekspresi terasa melelahkan?
Kita manusia, bukan robot.
Itu sebabnya kita butuh yang manis-manis dalam hidup ini.
Ya, aku hampir tiba.
Hei!
Hei, kau baik-baik saja?
Ambulans.
Obat...
Apa?
- Obat... - Obat?
Yang ini?
Kau baik-baik saja?
Direktur Kreatif Go Ah-in.
Hidup sudah cukup pahit.
Kalau terus makan makanan pahit, bagaimana kau bisa bertahan?
Kalau kau tidak suka makanan manis...
setidaknya makan ini nanti.
Sebenarnya aku amat membenci ini. Ini permen tanpa gula.
Aku tak mengerti alasan orang membuat permen tanpa gula.
Omong-omong, permen ini tidak manis.
Kalau begitu, aku permisi.
Dia bodoh atau pintar?
Aku tidak tahu lagi.
Entah apa dia sudah pulang.
Aku hanya...
ingin melihat wajahmu sekali.
- Dah. - Direktur Kreatif Eun-jeong!
Kau sungguh akan pergi?
Kau naik jabatan, kau mau pulang begitu saja?
Kalian pikir aku mau pulang?
Anggaran tim kita yang tersisa...
Menjauhlah dariku, Roh Jahat!
- Dah! - Sampai jumpa!
Permisi.
Boleh aku bertanya?
Ya, ada apa?
Kau bekerja di sini, kan?
Ya, kenapa?
Pukul berapa biasanya kau pulang kerja?
Di sini tidak ada waktu pulang yang tetap.
Apa?
Di agensi, tak ada waktu yang tetap...
untuk mengakhiri pekerjaan atau libur akhir pekan.
Tapi kenapa kau bertanya?
Aku hanya penasaran karena lampunya selalu menyala.
Apa itu juga berlaku bagi orang-orang di posisi tinggi?
Misalnya, para direktur.
Tergantung.
Selain satu orang, eksekutif lain pulang tepat waktu.
Apa mungkin satu orang itu...
Direktur Go Ah-in?
Bagaimana kau mengenalnya?
Aku...
Aku melihatnya di televisi.
Terima kasih.
Sama-sama.
Seorang anak berusaha mengisi kekosongan akan orang tua.
Pasti karena itulah dia bekerja sangat keras.
Aku pendosa.
Aku pendosa.
"Kantor Kepala Pejabat Kreatif"
Dalam situasi ini, pesan apa pun yang mereka sampaikan,
pasti dipandang negatif.
Pak Yu,
kita bisa menutupi masalah negatif perusahaan...
dengan menciptakan pesan positif.
Bagaimana caranya?
Begini...
Masa muda, masa depan, harapan?
Tak bisakah kita pajang omong kosong itu...
dengan gambar yang bagus?
Kau pikir manusia berpikiran sederhana?
Kuantitas tidak kenal ampun.
Kau juga tahu itu benar.
Kenapa kau menolak pengiklan besar ini...
yang sangat diidamkan oleh semua orang?
Kalau kita garap iklan ini, bonus akhir tahun kita...
Kau mau menggarapnya?
Ya.
Baiklah, anggap saja air ini adalah masalah negatif dan tisu ini mewakili jumlah iklan,
angka yang perusahaan keluarkan untuk iklan.
Satu miliar?
Tidak cukup.
Dua miliar, tiga miliar?
Masih belum cukup.
Bagaimana dengan lima miliar, enam miliar?
Lima puluh miliar?
Seratus miliar?
Baiklah, bagaimana menurutmu?
- Kau membersihkan airnya. - Benar.
Jadi, kita bisa menutupinya dengan kuantitas.
Benar.
Tapi yang penting di sini adalah...
airnya akan menghilang besok.
Itu akan menguap dan pergi sendiri.
Saat itu terjadi,
begini...
kalau kita membuat pesan bagus...
dan menunjukkannya?
Jadi, maksudmu adalah...
kita bisa menunggu masalah negatif mereda...
sebelum memberikan pesan positif
dengan biaya lebih sedikit?
Apa kau ingin menghabiskan banyak uang...
untuk menciptakan citra berantakan seperti itu...
atau lebih sedikit uang...
dan menciptakan citra perusahaan yang indah?
Kita harus melihat tempat kita meletakkan kaki kita.
Kalau kau mau, lakukan sendiri.
Aku tak akan bisa memberi tahu para pengiklan untuk buang-buang uang.
Lalu...
bagaimana kalau mereka meminta kita...
untuk menutupi masalah, sebesar apa pun pengeluarannya?
Kalau itu...
rahasia.
Sulit menjauh dari makanan manis setelah mencicipinya.
Aku merasa sedikit lebih baik.
Apa maksudmu lebih baik?
Hakim yang ditugaskan lebih baik dari yang lain?
Jadi, kau ingin aku tetap di sini sampai aku diadili?
Agak sulit kali ini, Ketua Kim.
Kenapa?
Di masa lalu, lebih baik kalau selesaikan evaluasi awal...
Hei, Kau...
Ya?
Jangan bertele-tele. Langsung ke intinya saja.
Setelah evaluasi awal,
amnesti khusus masih bisa didapatkan.
- Zaman sekarang, tidak mudah... - Lalu...
bagaimana dengan jaminan sakit?
Itu juga tidak mudah, Ketua Kim.
Saat kau muncul di depan media dengan kursi roda,
- warganet akan mengejekmu. - Lalu...
apa kau menyuruhku untuk dipenjara?
Ketua Kim...
Untuk apa aku membayar mahal firma hukum setiap tahun?
Aku meyakinkan diriku untuk melawan situasi seperti itu.
Jaksa yang bertanggung jawab...
Omong kosong! Aku juga tahu itu!
"Mantan Jaksa Wilayah, Bae Jeong-hyeon"
Kecuali waktu mulai berjalan ke arah berlawanan,
kau tidak akan bisa keluar.
"Detail Terdakwa"
"Mantan Jaksa Wilayah, Bae Jeong-hyeon"
Nomor yang Anda tuju tidak menjawab. Pesan suara...
Para petinggi menekanku dan yang di bawah berusaha kabur.
Aku tidak sanggup lagi.
Bukankah ada strategi yang lebih baik...
kalau kita menekan situasi Ketua Kang?
Ini juga menyangkut keuntungan mereka,
jadi, mereka mungkin akan ikut membantu.
Mereka akan membantu, tapi ini bukan masalah mereka.
- Kudengar kau menemui agensi. - Ya.
Kau sudah menemukan solusinya?
Alih-alih mencari, kini kita harus membuat solusi.
Kau yakin bisa membuatnya?
Tentu saja tidak.
Aku cuma mengandalkan kemungkinan.
Saat kau bilang kemungkinan...
Bukankah kita perlu memperbesar anggaran promosi kita...
untuk menyuap media guna menutupi artikel negatif?
Benar.
Karena uangnya sudah kita pakai,
kurasa kita bisa memakainya untuk tujuan yang lebih baik.
Apa maksudmu?
Sudah seharusnya mencegah peredaran pesan negatif.
Orang yang sangat baik menciptakan pesan.
Pesan itu bisa mengubah situasi untuk menguntungkan kita.
Pesan apa yang kau maksud?
Itulah yang harus dipikirkan oleh orang-orang agensi.
Karena itulah kita akan berikan banyak uang pada mereka.
Apa itu mungkin?
Di negara ini, keajaiban sering terjadi, kan?
Aku tidak mau.
Mendadak sekali.
Orang-orang di periklanan...
selalu berusaha menjual sesuatu padamu, kan?
Kau sibuk?
Astaga, ada banyak pelanggan,
kurasa aku harus punya karyawan.
Berbohonglah lebih baik lagi.
Kenapa tutup begitu awal?
Bagaimana bisa cari nafkah kalau seperti ini?
Cuacanya bagus. Mau minum?
Tidak, aku ada rapat pengiklan besok pagi.
Memasak sudah selesai.
Aku sudah menyuruhmu untuk memberitahuku.
Ada apa? Kau mau meminjam uang? Aku miskin.
Jeong-seok,
Wuwon Group ingin membuat iklan korporat,
tapi aku tidak tahu alasan di baliknya.
Aku juga tidak tahu.
Aku sedang tidak ingin bercanda.
Aku juga sedang tidak ingin memikirkan iklan.
- Ini buruk. - Kau tidak akan mati.
Kalau kau merasa tidak mampu, menyerah saja.
Presentasi ini sangat penting.
Semua presentasi penting.
Kalau aku tak mendapatkan ini, tamatlah aku.
Bisakah kau...
Sekarang, mereka penuh pemberitaan negatif, jadi, aku tak mengerti...
alasan mereka membutuhkan iklan korporat.
Sepertinya ada kucing liar lain yang harus kuberi makan.
Apa?
Mungkin bukan kucing, tapi singa.
Siapa? Aku?
Apa ini takdirku?
Baiklah, besok saja.
Aku akan melihat artikelnya saat bangun besok.
Aku akan membayarmu sebagai pekerja lepas.
Hei, kau...
Bukankah seharusnya kau mengatakan sesuatu seperti,
"Terima kasih. Aku akan mentraktirmu makan"?
Berdiskusi saja denganku tentang konsepnya.
Kau sungguh tidak berubah.
Aku akan meneleponmu.
Udara malam bagus.
Pulanglah, istirahat.
Kudengar kau dikhianati.
Kau akan diam saja?
Atau kau ingin membalasnya?
Ada cara untuk membalas?
Kau ingin agensi melakukan sesuatu yang tak bisa dilakukan tim legal?
Sungguh? Kalian juga menggarap iklan politik.
Kalian bahkan membantu dalam pemilu.
Lupakan saja.
Kita minum saja.
Chang-su,
ini perintah langsung dari mantan ketua.
Kalau kau menyelesaikannya,
statusmu akan meningkat secara drastis.
Kapan kau akan pergi ke kantor Wuwon Group?
Aku harus segera pergi.
Aku akan membentuk tim TF, termasuk Won-hee kali ini.
Pelajarilah dulu selagi aku menghadiri rapat.
Baiklah.
Kau bisa tidur?
Kau tak bisa tidur...
karena memeriksa materi sampai pagi, kan?
Kapan aku tidak pernah kurang tidur?
Aku akan mengantarku ke kantor Wuwon.
Tidak perlu. Ada orang lain yang akan mengantarku.
Ini sangat tidak nyaman.
Apa kita sedekat itu sampai bisa duduk di mobil bersama?
Kau bisa mengemudi sendiri, kenapa naik mobilku?
Negara ini tidak memproduksi bensin.
Direktur Choi, jangan merusak pekerjaanmu...
karena emosi pribadi.
Tim produksi tak bisa menanganinya sendirian, kan?
Kau harus lebih sopan kalau meminta bantuan.
Kau butuh bantuan dari tim perencanaan...
karena tak bisa menanganinya sendirian, kan?
Apa kau terbiasa membaca situasi sepertiku?
Apa?
Kau cepat tanggap.
Aku lelah, jadi, aku akan tidur sebentar.
Bangunkan aku saat kita tiba.
Hei, kau...
Apa aku sopirmu?
Sungguh terlalu...
Aku butuh bantuan Direktur Choi untuk mengetahui niat pengiklan.
Aku butuh bantuan Go Ah-in untuk memenangkan presentasi ini.
Aku tahu mereka akan bersatu.
Lama tak bertemu, Jeong-min.
Tulis sampai kau muak.
Menulislah banyak-banyak...
sampai orang yang membacanya muak mengatakan kau payah.
Jangan lari. Maju terus.
Kukira kalian tidak tahan dengan satu sama lain di kantor?
Kenapa kalian datang bersama?
Go Ah-in kejam, jadi, aku tahu dia akan naik mobil Chang-su.
Apa maksudmu?
Kalian harus datang bersama.
Kalau Go Ah-in menghindarinya, dia kalah.
Aku masih tidak mengerti.
Mari hidup sederhana, ya?
Kalau ingin hidup sederhana, kau harus melakukan hal lain.
Sudah lama sekali. Kau baik-baik saja?
Aku baik-baik saja,
tapi melihat kalian membuatku ingin berhenti hidup.
Kau masih kaku seperti biasanya.
Sudah lama sekali.
Senang tidak sering bertemu denganmu.
Kudengar lima perusahaan diundang.
Dua perusahaan keluar.
Aku juga ingin menghentikan ini,
tapi perusahaan menyuruh kami setor muka kemari.
Benar.
"Jangan membuat iklan sekarang."
Hanya itu yang bisa kami katakan.
Kau setuju, kan?
Selamat mengobrol. Aku datang untuk bekerja.
Dia belum berubah, masih angkuh seperti biasanya.
Ayo.
Berikan padaku.
Untuk kasus Wuwon, dia memutuskan membentuk tim TF.
- Kita berempat? - Ya.
Ini kasus sulit...
dan anggota timnya juga belum ditugaskan.
Kita mulai dari mana?
Pertama, mari kumpulkan contoh iklan korporat,
dengan kasus di luar negeri.
Bukan begitu, ya? - Ya,
tak ada kasus luar negeri yang seperti ini.
Aku akan mengumpulkan materi dari pihak Wuwon.
Kalau begitu. aku akan menyiapkan referensi.
Mari kita coba.
Pengiklan mungkin akan memberi sesuatu untuk dikerjakan.
Sungguh?
Tak ada yang bisa kami berikan.
Kau ingin kami membuat iklan korporat,
tapi tanpa panduan apa pun?
Ya.
Kau meminta agensi mengerjakannya tanpa pengarahan?
Ya, benar.
Mungkin tidak sopan kalau menanyakan ini.
Tak apa-apa, silakan.
Apa kau bersiap untuk melakukan merger dan akuisisi besar?
Aku menanyakan ini karena ada kasus...
saat perusahaan membuat iklan korporat...
untuk meningkatkan nilai jenama...
saat mereka diam-diam bersiap untuk merger.
- Kalau situasinya seperti itu... - Tidak.
Tidak ada rencana untuk itu. Itu sudah pasti.
Direktur Go,
kalau kau ingin bicara, silakan.
Ini situasi yang aneh.
Silakan lanjutkan.
Opini negatif bisa terbentuk melalui iklan korporat ini.
Kami tidak akan meminta agensi bertanggung jawab atas hal itu.
Selain itu, kalau kami tidak bisa menyampaikan pesan yang pas,
kami akan menggunakan anggaran yang dijanjikan...
untuk meningkatkan jumlah iklan yang ada.
Tentu saja, anggaran akan diberikan...
pada agensi dengan proposal terbaik.
Kurasa itu bagus untuk agensi.
Aku sudah meniadakan risikonya untuk kalian.
Tapi, periode waktunya akan singkat.
Berapa lama waktu kami untuk menyiapkan presentasi?
Aku akan memberikan waktu satu pekan.
Apa?
Kami tak akan bisa mengumpulkan referensi.
Kalian bisa menunjukkan naskah dan gambar utama saja.
Yang penting adalah pesannya.
Ini membuatku gila...
Kenapa kita mengurus bisnis Wuwon Group?
Apa maksudmu kenapa?
Di perusahaan, orang mengusahakan apa yang mereka dapatkan.
Kalau kita membuat iklan untuk Wuwon Group,
status Seo-jeong akan lebih tinggi dariku.
Benar, kan?
Benar, setidaknya di atas kertas.
Apa jadinya dunia ini?
Aku jauh lebih tinggi darinya dalam status ekonomi!
Bagaimana bisa serigala bekerja di bawah anjing?
Kurasa perbandingan itu kurang tepat.
Apa maksudmu? Perbandingan itu sangat pas.
Di bawah seseorang bukan berarti kau sama dengan yang lain.
Kau belum pernah berada di bawah siapa pun, kan?
Tentu saja tidak.
Bagaimana cara menjelaskannya, ya?
Begini.
Anggap saja lenganmu gatal.
Kalau aku menggarukkannya?
Kenapa kau menggarukkan lenganku? Aku bisa sendiri.
Benar, kan? Kau bisa melakukannya sendiri.
Berarti kau tidak berutang padaku.
Tapi apa yang terjadi kalau punggungmu yang gatal?
Gatal sekali, tapi kau tidak bisa meraihnya.
Kalau aku menggarukkannya?
Orang yang menggaruknya sama saja membantumu.
Kau memang pintar.
Pak Park, kau tak punya pacar, kan?
- Apa? - Kau yakin, kan?
Kau takkan mengatakan kau baru punya pacar kemarin...
atau akan berpacaran hari ini, kan?
Kenapa tiba-tiba bicara begini?
Jawablah. Sekarang.
Aku tak punya pacar. Tak akan punya dalam waktu dekat.
Makin menatapmu, aku makin tidak rela membiarkan gadis lain merebutmu.
Baiklah. Mari kita berpacaran.
Apa?
- Sampai jumpa di hari presentasi. - Sampai jumpa.
Choi Chang-su dan Go Ah-in, mari kita lakukan dengan adil.
Apa mungkin? Kemampuan kita tidak setara.
Bukankah dia pedang bermata dua?
Yang terburuk saat menjadi lawanmu,
tapi yang terbaik saat berada di tim yang sama.
Kepribadiannya juga buruk.
Kalau kau sangat menyukainya, ambil saja dia.
Aku tidak mau. Aku tidak bisa mengatasinya.
Orang-orang VC Planning sungguh sangat akrab.
Aku tak bisa menyaksikan ini.
Direktur Han-na,
tidak bisa.
Kau tak bisa memacariku.
Apa maksudmu?
- Apa? - Untuk apa memacarimu?
Kau sudah menjadi milikku.
Siapa yang main-main dengan orang yang sudah mereka miliki?
Ini kesempatan terbaik untuk membuat para direktur kesal.
Jadi, begitu maksudmu.
Kenapa? Kau mau pacaran yang berbeda?
Direktur Han-na,
jangan bercanda soal sumber pendapatan seseorang.
Aku mengerti. Kau tak perlu terlalu serius.
Hubungi Direktur Choi dan Direktur Go.
Aku harus bilang apa?
Baiklah.
Baiklah, tentu.
Sepertinya kau mendapat panggilan yang sama.
Ayo pergi sekarang.
Kau sangat tak nyaman dalam perjalanan ke sini. Kembalilah dengan nyaman.
Aku sungguh...
Astaga!
Kita mulai rapat setelah rapatku dengan Direktur Han-na.
Baiklah.
Kau mendapat arahan dari pengiklan?
Tidak.
Apa?
Tidak ada. Mereka ingin kita melakukannya.
Presentasi macam apa itu?
Kita bahas nanti.
Baiklah.
Apa katanya?
Mereka bilang tidak punya apa-apa.
Mereka tidak menyediakan apa-apa.
Mereka ingin kita melakukannya.
Apa?
Itu saja. Iklan yang tak akan kita garap.
Benar, kan? Aku juga berpikir begitu.
Mereka menguji kemampuan kita sebelum pindah agensi.
Mereka selalu begini.
Mereka meminta proposal iklan korporat...
untuk melihat kemampuan kita.
Mereka tak tahu kita menyiapkannya sampai bergadang.
Ini mematahkan semangat.
Mari kita rapat dulu saat Direktur Go kembali.
Direktur eksekutif sendiri yang menggelar rapat...
Halo.
Aku direktur eksekutif pemasaran Wuwon Group,
Hwang Seok-wu.
Dengan agensi yang dia undang.
Selain itu...
Aku memberi kalian waktu selama sepekan.
Dia hanya memberi kami satu pekan.
Berarti, mereka tidak sebebas itu untuk menguji kemampuan kami.
Kau menguji mereka?
Ya.
Tapi mereka yang terbaik di bidangnya.
Bukan itu.
Tes seperti saran Kakek.
Apa itu?
Kau hanya perlu membiarkannya untuk mengurus...
masalah yang tak bisa kau selesaikan sendiri.
Kalau mereka berhasil, bawa mereka ke pihakmu.
Kalau mereka tak bisa,
selamat tinggal selamanya.
Aku akan tahu saat meminta mereka untuk membantuku,
siapa yang harus kupertahankan dan yang harus berpamitan.
Apa maksudmu?
Maksudmu...
kau akan bekerja dengan orang yang menang?
Kurasa dia menemui kami bukan karena khawatir.
Apa dia mencoba merebut pujian...
karena mereka akan menjadi besannya?
Kurasa Kang Han-na juga harus berpura-pura di depan Ketua.
Tentu saja.
Kau pikir aku bisa kaya kalau bekerja dengan yang gagal?
Kita tidak berubah.
Aku akan memihak...
pihak yang menang.
Satu-satunya kesalahanku dalam 25 tahun karierku.
Meremehkan Go Ah-in.
Hanya sekali? Aku sudah sering melihatnya.
Sesuatu yang bisa dicapai iklan.
Kalau kau harus memilih...
antara Direktur Choi dan Direktur Go,
siapa yang akan kau pilih?
Hewan buas yang lebih lapar akan lebih berterima kasih...
pada pemiliknya karena memberi makan, kan?
Ini presentasi terpenting dalam hidupku.
Kalau tak memenangkan presentasi, posisi CEO-mu akan terancam.
Lemparkan...
pada hewan buas yang lebih lapar.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.