Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Punjabi
Quechua
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Downloaded from YTS.MX
Official YIFY movies site: YTS.MX
Di akhir era Meiji,
seseorang telah diberi gelar oleh ahli psikologi
sebagai spesialis supranatural "Peramal", Mihune Chizuru.
Dia dikenal sebagai "Peramal Masa Depan".
Dia sangat terkenal pada saat itu,
tapi akhirnya bunuh diri dengan menegak racun.
Banyak rumor yang beredar mengapa dia bunuh diri.
Tapi
sebelum dia bunuh diri, seorang wanita cantik meramalnya.
Wanita cantik itu adalah gadis di koran itu, dirinya sendiri!
"Belalang sedang berkicau."
"Lagu indah mereka sepanjang musim gugur"
Itu menyenangkan di tempat Kakek.
Aku tidak berpikir begitu..
Kenapa tidak?
Seseorang bekerja terlalu keras.
Aku punya begitu banyak di piringku.
Kita bekerja di kampus yang sama,
bagaimana bisa kau tidak ambil liburan?
Tidak masuk akal, Nana.
Benar. Itu tidak masuk akal.
Oke. Biarkan aku menyelesaikan ini.
Kegagalan Masuk.
Hei.
Apa ada telepon umum? Satu dengan jack telepon?
Tidak terlihat seperti itu.
Sial..
Kita sudah melewati satu di jalan tadi.
Benarkah?
Kita tidak akan berbalik.
Aku mohon.
Aku harus segera mengirimkan ini.
Ini akan membuat kita terlambat kembali ke Tokyo.
Asisten profesorku mungkin bergantung pada itu.
Kalau begitu, dengan satu syarat.
Apa itu kira-kira?
Nana, Ayah akan bernyanyi bersama kita.
"Jangkrik sedang memetik"
- Aku tidak bisa mendengarmu, Ayah. - Baik.
MENGIRIM EMAIL
Bu, ini tidak mau keluar.
Gadis muda terbunuh dalam kecelakaan mobil..
Nana Satomi-usia 5 tahun
Lebih baik kita meminta Ayah membantu kita.
Sekitar jam 8 malam
Tunggu sebentar, oke.
Apa yang salah?
Apa?
Nana!
Nana!
Nana!
Ibu.. Ayah..
Tolong!
Nana!
Tolong!
Ayah!
Nana!
Nana!
Tidak, tidak.
Nana!
- Nana! - Nana!
Berita tentang kecelakaan yang mengerikan.
Sebuah truk sampah menabrak mobil yang di
parkir di pinggir jalan, malam ini.
milik dosen perguruan tinggi Hideki Satomi..
Orangtua aman di luar tapi
anak perempuan mereka yang berusia 5 tahun
dan pengemudi truk itu tewas.
Pada titik dampak, kata polisi
supir truk sudah meninggal.
Mereka pikir dia menderita
semacam kejang..
Dan di sini, jejak baru
dari pukulan kejam..
yang merenggut nyawa gadis kecil itu.
Apa kau melihat koran di sekitar sini?
Koran?
Dikatakan kecelakaan itu akan terjadi.
Kau melihatnya juga, bukan?
Jangan konyol..
Apa kau melihatnya?
Sepotong koran!
Pasti ada di sekitar sini.
Tolong hentikan.
Itu sudah memperingatkanku, tapi aku tidak melakukan apa-apa..
Hentikan!
Aku mohon!
Firasat.
Tiga tahun kemudian.
Pisau acak.
4 Korban sudah.
Kalian semua tahu tentang..
Pembunuhan baru-baru ini.
Sedihnya, kaum muda,
usiamu sendiri.
Pelakunya mungkin ada di antara
mereka yang kita kenal.
Untuk saat ini,
kami mengusulkan jam malam..
dan melarang semua gerakan soliter.
Harap perhatikan ini.
Kami mempercayai siswa kami
memiliki sikap yang masuk akal.
"Siswa.."
menangkap kucing untuk dimakan.
"Kami kucing tidak memberi
itu banyak pemikiran.."
apalagi, ditakuti olehnya"
Saat dia mengulurkan tangannya.."
dan memilih salah satu dari kami"
itu hanya terasa.."
sangat hangat dan bagus."
Tolong pergilah.
Biar aku ambil itu.
Ada gambar.
Terima kasih, Profesor.
Bagaimana perasaanmu?
Lumayan.
Aku akan membuat gambar yang lebih baik
jika skeptis ini tidak ada di sini.
Maafkan aku.
Skeptis yang meyakinkan
adalah salah satu tujuan kami.
Jadi kami punya satu
tim peneliti.
Aku akan mencoba untuk mengerti.
Jangan perdulikan aku.
Aku ingin mencoba item berikutnya.
Silakan, lakukan.
Itu koran.
Koran?
Ya.
Koran.
Aku harus menolak.
Gambar ini anonim.
Tapi aku pikir itu milikmu.
Maaf, itu saja untuk hari ini.
Aku minta maaf jika aku menyinggung perasaanmu.
Apa tidak mungkin ada cara?
Ini bukan penelitian, bukan?
Ini masalah pribadi.. benar?
Permisi.
Tunggu sebentar.
Sebagai permintaan pribadi,
izinkan aku bertanya lagi.
Kau bercerai, bukan?
Kau membaca masa lalu juga?
Tidak perlu.
Tahukah kau "Akashic Record"?
Sebuah tempat di kosmos..
dimana semua acara,
masa lalu dan masa depan..
direkam.
Mungkin tempat seperti itu ada.
Informasinya disiarkan..
dan orang-orang tertentu, dengan berbagai cara,
bisa menerimanya.
Seorang peneliti bernama Rei Kigata..
"Koran Teror".
Benar.
Dia menyebutkan fenomena tersebut.
Tolong beritahu aku apapun yang kau tahu.
Aku telah meneliti selama berabad-abad..
dan bahkan belum menemukan dimana dia.
Kau bukanlah satu - satunya yang
tertarik dengan koran itu.
Ada seorang pengacara di Selatan.
Dia meneleponku suatu hari.
Dia mulai melihat artikel.
-Bisa kau memperkenalkanku padanya? -Bagaimanapun..
Aku tidak pernah mendengar kabar darinya lagi.
Dia menghilang.
Dia masih belum ditemukan
dan sepertinya tidak akan.
Kau harus berhenti.
Ini lebih berbahaya..
dari yang bisa kau bayangkan.
Bekas lukamu..
itu lebih dalam dari yang terlihat.
Tolong aku!
Ayah!
Mama!
Lembar pendaftaran untuk kelompok belajar.
Tolong isi dan serahkan, silakan.
Tidak akan hadir.
Korban Penusukan Terbaru, No. 5.
Nama: Sayuri Wakakubo.
Lembar pendaftaran untuk kelompok belajar.
Tolong isi dan serahkan, silakan.
Aku sudah memberitahumu!
Itu hadiah kami untukmu.
Aku tidak butuh hadiahmu.
Langganan percobaan dua bulan.
Aku tidak peduli. Aku benci koran!
Aku mohon, tenang.
Korban Penusukan Terbaru, No. 5.
Koran Teror Fenomena
oleh Rei Kigata
Halo, Tachihara berbicara.
Halo?
Halo?
Profesor, apakah itu kau?
Kau tidak bisa kabur sekarang..
Halo?
Halo?
Halo?
Ini Tachihara dari universitas..
Ada orang dirumah?
Profesor?
Wanita membusuk di kamar mandi
Bom waktu membunuh warga
Dipukuli sampai mati.
Bintang pop bunuh diri.
Petir membunuh empat orang.
Penembakan di sekolah menengah.
Kapal terbalik. Banyak yang hilang.
Pak Kigata menelepon.
Rei Kigata.
Profesor? Profesor!
Korban Penusukan Terbaru, No. 5.
Korban Penusukan Terbaru, No. 5.
Halo?
Aku senang kau ada di sana.
Kau, ya..
Ada apa?
Hanya ingin mendengar suaramu.
Apa ada yang salah
Bolehkah aku datang?
Apa ada yang perlu dibicarakan?
Kalau begitu aku akan memberitahumu..
koran itu.
Berapa kali aku memberitahumu?
- Aku tidak gila! - Aku bukan..
Halo?
Halo?
Kau melihat korannya juga?
Kau tahu yang aku maksud.
Apa yang sedang kau bicarakan?
Nona Wakakubo..
Aku juga punya.
Seperti yang kau miliki.
Tunggu sebentar, aku..
Kau tidak melakukan apa-apa.
Itu yang terbaik.
Tidak melakukan apapun..
Ayah, bergabunglah denganku.
Ayah, bergabunglah denganku.
Ayah, bergabunglah denganku.
Ayah, bergabunglah denganku.
Ayah, bergabunglah denganku.
Kau tidak melakukan apa-apa.
Itu yang terbaik.
Tidak melakukan apapun.
Aku tidak bisa melakukan apapun..
Pisau acak lainnya
Korban: Sayuri Wakakubo.
Kediaman Wakakubo
Pak..
Baiklah.
Wakakubo.
Apa kau baik-baik saja?
Ada masalah apa?
Apa kau baik-baik saja, Wakakubo?
Di sana.
Siapa dia?
Mantan suamiku.
Aku minta maaf untuk hari yang lain.
Tidak apa-apa.
Lebih penting..
Itu datang.
Korannya..
Seorang murid meninggal.
Aku tahu tapi tidak bisa melakukan apa-apa.
Sama seperti dengan Nana.
Seperti aku membunuhnya sendiri..
Hentikan.
Itu selalu salahku.
Aku selalu terlambat.
Itu tidak benar.
- Itu benar, aku.. - Hentikan!
Kematiannya, kematian Nana..
Itu bukan salahmu.
Media membuat gambar cenayang ini
sebelum dia meninggal.
Berhenti menyalahkan diri sendiri.
Ada suatu tempat, aku ingin mengajakmu kesana.
Pusat Perawatan Psikiatri.
Aku sendiri masih tidak percaya pada diriku.
Di sinilah dia ketika diterima..
kemudian lagi, enam bulan kemudian.
Dia baru berusia 13 tahun.
Semuanya seperti apa adanya.
Jet jatuh ke Samudera Hindia, lebih dari 150 orang tewas.
Dia mulai menulis di sebuah buku.
Kapal bertabrakan, 23 orang hilang.
Saat itu mulai terisi penuh, dia mulai di dinding.
Kami mengambil pulpennya jadi dia menggunakan kotoran tubuhnya.
Saat itu belum terasa cukup
dia menggaruk catatan dengan kukunya.
Sedatif tidak berguna.
Crane roboh, 3 mati, 9 terluka.
Suatu hari, dia menggigit lidahnya..
dan berdarah sampai mati,
menulis dengan darah.
Tidak ada yang bisa kami lakukan.
Tunggu.
Jika kita tidak melakukan apapun..
Aku juga akan mati.
Kadang kita semua akan mati.
Jangan..
Setiap kali aku melihat kertas, aku ingat hari itu.
Aku ingat Nana apa adanya.
Kalau saja kita tidak berbalik.
Kalau saja aku mengabaikan pekerjaanku.
Kalau saja aku tidak melihat koran.
aku berharap aku akan mati sebagai gantinya!
Aku mengingatnya setiap kali
aku melihat ke cermin!
Tolong tinggalkan aku sendiri.
Kau tidak bisa lari begitu saja!
Ayah.
Ayah.
Halo, Tachihara, ini.
Ini aku.
Apa itu?
Aku mendapat alamat dari nomor telepon itu.
Halo?
Longsor membunuh 8 orang.
Longsor di Rute 18
telah memakan 8 korban, sejauh ini..
tercatat curah hujan 5 inci
menyebabkan penurunan permukaan jalan.
Tim penyelamat masih bekerja..
Ini menakutkan, bukan..
Untuk melihat apa yang kau tulis, jadi nyata.
Remaja membakar diri.
Maafkan aku.
Aku tidak berpikir
aku punya banyak waktu.
Kita masih belum tahu itu.
Rei Kigata.
Jika bukan untuk penelitiannya
Aku tidak pernah mempercayaimu.
Jam berapa?
Empat tiga puluh.
Sore hari?
Pagi.
Aneh sekali..
kehilangan kesadaran akan waktuku.
1992.
Dua belas tahun yang lalu.
Kemarin, aku terima
informasi ini.
Ledakan gas membunuh 5 anggota keluarga.
Apa yang terjadi jika aku mencoba untuk merubah firasat?
Di situlah letak fokusku, sekarang.
Aku memutuskan untuk mencobanya sendiri.
Aku menghubungi keluarga yang
ditakdirkan untuk mati
dan memperingatkan mereka.
Di koran hari ini,
tidak disebutkan tentang mereka.
Tampaknya aku mengubah takdir mereka.
Mungkin karena itu..
ini..
telah muncul..
di tubuhku.
Aku akan melakukan yang terbaik
untuk tinggalkan catatan tentang apa yang terjadi padaku.
Rekaman no. 32.
Perampokan bersenjata..
keluarga dari 3 orang yang terbunuh.
Dalam dua jam.
Jika aku menelepon sekarang,
mungkin aku bisa menyelamatkan mereka.
Dengan resiko menjadi seperti dia, apa aku harus melakukannya?
Jangan.
Atau teruslah menulis dan berakhir seperti
anak laki-laki di rumah sakit itu.
Apa yang harus aku lakukan?
Mengapa kau berpikir
aku meneliti sampai sejauh ini?
Karena aku ingin mempercayaimu.
Nana meninggal hari itu.
Jika aku percaya padamu saat itu..
Aku juga tidak akan kehilanganmu.
Aku..
aku..
Maafkan aku.
Tidak apa-apa.
Ayaka..
Jangan khawatir,
kami akan menyelesaikannya.
Waktunya bekerja?
Lupakan saja.
Pergilah.
Aku akan baik-baik saja.
Tapi..
Jangan bereaksi berlebihan.
Aku akan memeriksa semua catatan penelitianmu.
Baik.
Aku akan pulang malam ini.
Jangan pergi.
Lebih dari 100 diketahui tewas sejauh ini.
Tragedi penggelinciran kereta api.
Daftar korban:
Ayaka Tachihara..
Tunggu!
Sekitar 17.30..
Jawab telepon sialan itu.
Sial.
Ada masalah apa?
Oh, tidak.
Ayaka.. Ayaka..
- Apa yang salah? - Jangan naik.
Turun dari kereta.
Boleh aku melihatnya untuk terakhir kali?
Lewat sini.
Wajahnya terkoyak..
Gadis tersayang..
Di sini.
Aku memimpikan Nana.
Jangan khawatir.
Aku akan pergi ganti baju.
Tunggu.
Aku tidak pernah bermimpi
kita akan pindah
dan kembali bersama.
Ini juga foto favoritku.
Apa kau ingat apartemen
saat kita pertama kali tinggal?
Itu adalah hari-hari terindah kita.
Itu lebih besar dari ini
tapi dindingnya sangat tipis.
Tangisan Nana biasanya membuat marah tetangga.
Kita berteriak kembali bilang bahwa dengkurannya jauh lebih buruk.
Ada sesuatu yang salah?
Tidak.
Ada apa?
Jangan khawatir.
Tapi..
Itu di sini.
Jangan.
Tidak ada gunanya
melarikan diri.
Jangan!
Apa?
Potonganmu..
Jangan.
Apa yang kau pikirkan?
datang kesini
ketika aku baik-baik saja sendiri?
Kau menuntut kami berpisah.
Aku muak dengan omong kosong koran itu.
Itu tidak akan pernah membawanya kembali.
Berhenti mengotak-atik kepalaku.
Tunggu, Ayaka.
Bukan itu yang kau pikirkan!
Jangan kesini lagi!
Ayaka, Ayaka!
Ini tidak mungkin terjadi..
Apa kau baik baik saja?
Dokter.
Dokter!
Wakakubo?
Kau tidak seharusnya mengubahnya.
Putrimu dan aku
kami berdua dikutuk.
Kau
tidak seharusnya melakukan apapun.
Katakan padaku, Wakakubo..
Penyelamat masih menggali..
Ini menakutkan.
Mengganti firasat koran.
Kau memilih nasibmu sendiri.
Kau merubah firasatnya juga?
Apa aku sudah mati?
Katakan padaku.
Meninggal?
Jika ini kematian,
kau akan beruntung.
Maksudmu apa?
Aku tidak tahu..
jika ini kenyataan atau mimpi,
hidup atau mati.
Apa yang bisa kita lakukan?
Ini neraka.
Kau harus menghidupkannya kembali.
Kembalilah ke mimpi terburukmu.
Nana.
Kita harus meminta Ayah membantu kita.
Ayaka, keluar.
- Apa yang sedang kau lakukan? - Lakukan apa yang aku katakan.
Ayah..
Ada apa, sayang?
Sial.
Berhenti main-main denganku!
Itu banyak, Bu.
Kita tidak bisa memasukkan semuanya.
Apa yang sedang kau lakukan?
Jika kau tidak ada kerjaan bantu kami.
Apakah kau baik-baik saja?
Baik.
Aku tidak bisa melihat kemana aku pergi.
Hati-hatilah, jangan sampai tersandung.
Tuan Beruang menghalangi pandanganku.
Di mana kau?
"Menyanyikan lagu mereka,
sepanjang musim gugur"
Nana?
Apa?
Tidak ada.
Percepat!
Ada masalah apa?
Lakukan saja apa yang aku katakan!
Apa masalahnya?
Ayah, kau aneh.
Truk menabrak mobil. Keluarga meninggal seketika.
Demi Tuhan, tidak..
Berhenti!
Kau memilih nasibmu sendiri.
Aku mengerti.
Kita harus meminta Ayah membantu kita.
Ayaka, keluar.
- Apa yang sedang kau lakukan? - Lakukan apa yang aku katakan.
Tetap disana!
Ayah..
Sayang!
Cepat, bawa dia!
Kau juga! Cepat!
Aku berhasil.
Bawa dia. Cepat.
Segera!
Akhirnya, aku berhasil..
Sayang!
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.