All language subtitles for Ditto,2022.1080p.FHDRip.H264.AAC-NonDRM

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English Download
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam Download
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal) Download
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish Download
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu Download
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

DITTO [2022]

== Bandung, 15 Januari 2023 ==

Subtitle Bahasa Indonesia diterjemahkan oleh Nung

Instagram @nungstagram_ Twitter @nurqodriah

English Sub by HiTV Ripped by Nodrakor

Happy watching :)

[Panduan Pemula HAM]

CQ, CQ, CQ.

Apa bisa dengar suaraku?

Yeo Jin Goo

Cho Yi Hyun

Kim Hye Yoon, Na In Woo, Bae In Hyuk

Penulis naskah/Sutradara: Seo Eun Young

Tolong dijawab. CQ, CQ.

DITTO [Dong-Gam]

[Selamat datang kepada para mahasiswa baru Universitas Korea]

[Musim semi, 1999]

Bumi akan meledak! Dunia akan segera berakhir!

Yong!

Kim Yong! Tunggu aku!

Aku dengar Eun-seong pakai gips.

Ya.

Aku mendorongnya karena dia menyebalkan.

Lalu bagaimana dengan pertandingan olahraga?

Eun-seong 'kan jagoan tim kita.

Apa boleh buat, aku harus ikut untuk menggantikannya.

Apaan? Mahasiswa yang drop out tidak bisa ikutan.

Apa?

Dari dulu selalu bilang punya mimpi yang ingin kau gapai dan berhenti kuliah.

Bukankah itu sama dengan drop out?

Hyung, kau ini...

Aku asal bicara karena sedang mabuk.

Bukan perkataan serius.

Benar.

Hey...

Keputusan yang bagus.

Di masa-masa sulit seperti ini, Universitas Teknik adalah yang terbaik.

Tahun ini ada 17 mahasiswi baru di jurusan kita.

Jangan bohong!

Beneran!

Yang paling top juga perempuan.

Dia peringkat nomor satu di seluruh Universitas Teknik.

- Yang terbaik yang masuk ke sini. - Ya.

Tapi, masalahnya adalah

aku tidak tahu apa itu orang sungguhan.

Dia mendaftar, tapi tidak datang ke OT.

Jadi profesor sangat cemas.

Akan sangat bagus jika ada seseorang yang bisa membawanya ke sini nanti.

Apa?

Benar bukan?

Dia adalah bakat baru di Departemen Teknik Mesin kita

setelah Kim Eun-seong beberapa tahun lalu.

Dia harus mendapat perhatian khusus, supaya tidak melewati batas, bukan?

Itu seharusnya tugas Ketua HiMa.

[Himpunan Mahasiswa]

Tapi Ketuanya sedang cedera.

Jadi, siapa yang harus melakukannya?

Bajingan yang mana?

Aku tidak tahu.

Andai saja ada yang bisa dimintai tolong.

Siapa namanya?

Han-sol.

Seo Han-sol.

Seo Han-Sol?

Ya!

[Gedung Fakultas Teknik 3]

Zaman sekarang masih ada yang pakai pager.

Halo, Seo Han-sol Hubae-nim,

Aku Kim Yong, mahasiswa tingkat 3 dari Departemen Teknik Mesin.

Pertama-tama, selamat datang di Departemen Teknik Mesin,

hari ini jam 6 sore, di Pub Jin Mi dekat kampus

ada orientasi untuk semuanya.

Semoga kau bisa datang.

Tapi,

Han-sol Hubae-nim,

yang lain khawatir karena mereka tidak bisa menghubungimu.

Aku akan mengantarmu dengan aman ke lokasi orientasi.

Kau pasti penasaran dengan kehidupan sekolah yang mewah, 'kan?

Asalkan kau bertanya,

dengan senang hati, aku akan menjawab pertanyaanmu.

Aku...

aku bukan orang jahat.

Tolong hubungi aku ya!

Ya, ya.

Apa? Kenapa datang pagi sekali?

Ini hari yang penting.

Apa yang kedua terlalu berambisi?

Sudah datang.

- Man-soo sudah bangun? - Tahu dari mana?

Kalau tidak tahu dia siapa, teman macam apa aku ini?

Semangat, Park Man-soo!

Nanti kau datang ke orientasi 'kan?

Ayo kita main bertanding sebentar sebelum ke orientasi.

Aku akan memenangkan barang Kim Eun-seong untukmu.

- Aku sibuk. - Sibuk apa?

Aku sibuk setiap hari.

Hey!

Kim Yong, jangan bilang kau...

sedang pacaran?

Aku berhalusinasi.

Aku mendengar kata "pacaran".

Yang bisa kau pikirkan hanya pacaran?

Kenapa tiba-tiba bahas pacaran?

Tidak.

Tidur lagi. Tidak.

Orang yang bilang tidak pacaran, selalu yang paling pertama punya pacar.

- Halo! - Halo!

Pertemuan sekarang.

Sangat membosankan, ayo kita kuis saja.

Sekadar info, pertanyaannya agak sulit.

Halo, ini Seo Han-sol.

Sepertinya kau sedang ada di kelas sekarang.

Tapi Sunbae-nim,

jika hari ini kau ada waktu,

aku ingin meminta bantuan sebelum orientasi dimulai.

Aku akan menunggu di depan Gedung Aula Mahasiswa.

Aku membawa tas selempang,

dan memakai kaos berwarna apel.

Apa kau...

Ya.

Aku Seo Han...

Ayo, ayo, ayo!

Aku Seo Han-sol.

Oh, ya.

Ada telepon.

Ya?

Telepon.

Halo?

Ini ayahmu.

Dimana uangku?

- Nomor yang Anda tuju sedang sibuk... - Hey, jangan main-main!

- Nanti aku akan datang— - Nomor ini sedang tidak bisa dihubungi.

Kim Yong...

Hai~ salam kenal.

Ya, salam kenal!

Katanya kau mau minta bantuanku?

Aku ingin bergabung dengan klub.

Tapi aku tidak ada di OT, jadi aku belum terlalu paham.

Jika kau punya waktu luang,

bisakah kau mengajakku berkeliling kampus?

Tentu saja!

Kalau begitu, let's go!

Go! Go!

Di sini agak kurang nyaman, iya 'kan?

Aku hidup dengan keinginanku! Aku hidup dengan keinginanku!

Mati saja kau! Mati!

Ayo keluar.

Karena sifat klub kami, kami hanya aktif di malam hari.

Tapi bukan berarti tidak ada bintang di siang hari.

Itu karena kami sangat dekat, jadi kami tidak tahu.

Itu karena mataharinya terlalu terang, jadi tidak kelihatan.

Benar 'kan?

Itu HAM!

Apa kau juga tertarik dengan hal semacam itu?

Sejak dulu aku ingin mencobanya.

Itu milik Kim Eun-seong.

Apa?

Tidak, bukan apa-apa.

- Listrik statis. - Listrik statis.

Jjijjipong!

Pongjjijji!

Apa senior kita ada yang tahu cara memakai HAM?

Pasti ada seseorang yang menyukai hal semacam ini.

Bagaimana kalau ada?

Kalau ada, aku ingin mempelajarinya.

Ada kah?

Tidak, tidak ada.

Jelas tidak ada.

Belakangan, semua orang belajar gila-gilaan.

Mahasiswa baru sudah berebut memenuhi perpustakaan.

Ini dunia yang gila.

Ada yang bilang...

bumi ini akan berakhir pada 31 November.

Jalan menuju pekerjaan masih belum tersedia.

Para mahasiswa tingkat akhir...

Aku dengar kantin fakultas teknik lebih bagus dibanding kantin yang lainnya.

Jajangmyeon kering dan apa lagi?

Nasi Campur Sayur.

Ya, katanya nasi campur sayurnya juga enak.

- Nasi campur sayur. - Kenapa dia ada di sini?

- Makan yang banyak. - Kenapa dia memilih jalan yang sulit?

Sunbae-nim, aku ingin tahu tentang sesuatu.

Apa yang bisa kita lakukan setelah kita lulus?

Oh, tentang itu...

Pertama-tama, kita harus bekerja dengan hal yang berkaitan dengan mesin.

Pokoknya, selamat untuk penerimaannya.

- Terima kasih. - Bersulang!

Bersulang!

Bersulang!

Kau mau kemana?

Hyung...

kau sudah banyak minum.

Hey!

Aku dengar kau peringkat satu.

Kau benar-benar menyedihkan.

Kau punya nilai yang bagus, kenapa malah masuk ke jurusan teknik mesin?

Karena aku tertarik dengan itu.

Hey, hey, hey!

Jangan bohong! Mana ada orang yang tertarik dengan jurusan teknik mesin?

Kau lebih konyol dari dugaanku.

Apa kalian tahu bahwa ada tiga jenis manusia di dunia ini?

Yang pertama, pria.

Yang kedua, wanita.

Yang ketiga,

mahasiswi di fakultas teknik.

Mahasiswi teknik.

Hyung!

Hyung, ayo keluar makan es loli denganku.

Kenapa aku harus pergi makan es loli denganmu, brengsek?

Kim Yong!

Kau harus bersikap selayaknya seorang senior.

Kalian juga, perhatikan.

Kalau tidak, kalian akan kulaporkan.

Hyung!

Sekarang ini tahun berapa? Kenapa harus dilaporkan?

Nanti kau bisa ditangkap!

Tidak ada hal seperti itu.

Kau pikir kau bebas mengatakan hal yang kau suka?

Apa aku seorang penjahat?

Apa aku seorang penjahat?

Jawab aku, bocah!

Aku tidak tahan melihatnya, kau ini menjijikan.

Kau bilang apa?

Menjijikan?

Ah, dasar kau ini.

Hey, para mahasiswa baru, berdiri semuanya!

BERDIRI!

Itulah kenapa orang bilang kalau mahasiswa teknik itu seperti acar.

Sungguh menyebalkan.

Bodoh dan naif.

Sinting.

Sin...

Sin... Sinting?

- Sinting? - Hyung! Kau baik-baik saja?

- Sinting! - Hyung! Sudahlah!

Sini kau!

Sinting? Hey!

Gerbang asramaku akan segera ditutup, aku pergi duluan.

Apa?

Kenapa di sini sangat sepi?

Halo, aku asisten pengajar.

Halo.

Halo.

Kenapa?

Kenapa?

Ada apa?

Yang mana orangnya?

- Kalian dimarahi? - Hyung, aku pergi dulu.

Lain kali.

Aku mendaftarkanmu untuk menggantikan Eun-seong.

Hai!

Aku asisten pengajar...

apa kedatanganku membuat kalian tidak nyaman?

Kenapa baru keluar sekarang? Aku sangat gemetaran.

Ayo cepat pergi.

Ya.

Seharusnya aku keluar daritadi.

Tapi, apa gara-gara aku, kau juga jadi ditandai?

Aku sudah ditandai dari dulu.

Para senior memang tidak menyukai gayaku.

Memangnya gayamu kenapa?

Menurutku sih bagus.

Benarkah?

Menurutku juga begitu.

Kenapa daritadi kau tersenyum terus?

Apa?

Aku tersenyum ya?

Sudah sampai.

Aigoo, cepat sekali sampainya.

Aku pulang ya.

Ya. Cepat masuk.

Oh, Sunbae!

Ya? Aku di sini.

Katanya malam ini akan ada gerhana bulan total.

Oh, gitu?

Tunggu, Hubae-nim.

Kalau tidak keberatan, apa besok...

kau mau makan siang denganku?

Siapa yang traktir?

Aku montir!

Aku juga montir!

Montir otomatis, menyetir—

Bukan itu...

Tentu saja, aku yang traktir.

Anak baru belum boleh mentraktir.

Sampai jumpa besok.

Ya.

Sinting.

Bukankah dia mahasiswa baru? Kau harus menjaganya.

Memangnya anak baru tidak boleh pacaran?

Boleh, tapi bukan denganmu.

Oke, 2-0.

Memangnya aku kenapa?

Tidak masuk.

3-0.

Eun-seong, apa kau masih punya radio HAM yang kau pakai dulu?

Itu bukan makanan.

Jangan tanya alasannya, pinjamkan saja padaku.

Dijual pun harganya pasti murah.

Ada di asrama?

Ada di loker.

Apa kau tahu cara menggunakannya?

Ya.

Aku pernah lihat kau menggunakannya. Jadi aku tahu sedikit.

Pokoknya, aku pakai ya.

Terserah.

Aku pergi.

Hey.

Apa Mok-man baik-baik saja?

Dia baik-baik saja, jadi kau juga harus segera sembuh.

Semua orang mengira itu gara-gara aku.

Memang benar gara-gara kau.

Kau ingin menyelamatkan Mok-man, jadi tidak menangkapku.

Hey...

Hanya kau orang yang jatuh dari tangga karena ingin melihat kura-kura.

Pokoknya, aku sudah mengorbankan kakiku, jadi kau harus menjaganya.

Dia juga suka makan daun selada.

Dah!

Hey!

Han-sol bilang...

katanya malam ini akan ada gerhana bulan total.

Dah!

Meski begitu dia tetap masuk kuliah.

Mok-man, kakak pulang!

Mok-man, Mok-man.

Mok-man, Mok-man.

Mok-man.

Hari ini aku bertemu dengan seseorang yang luar biasa.

Aku akan menyukaimu sedikit.

Hanya sedikit.

Han-sol.

Sekarang kita...

sedang melihat hal yang sama.

Kawan-kawan, bumi akan hancur!

Bencana akan datang.

Ledakan nuklir dan gempa bumi akan menimpa kita.

Bumi pasti akan berakhir suatu hari nanti, 'kan?

Pasti, tapi tidak sekarang.

Aku belum pernah pacaran dengan benar.

Jika aku mati sekarang, rasanya tidak adil.

Benar-benar mengejutkan.

Aku kira kau populer di kalangan para gadis.

Aku...

punya selera yang agak tinggi.

[Pengumuman Universitas Korea tahun 1999, Kualifikasi dan Rekrutmen Ujian PNS]

Tahun depan aku lulus.

[Total rekrutmen: 8 orang]

[Kualifikasi Metode Seleksi]

Mungkin memang lebih baik dunia berakhir.

Gara-gara krisis IMF, suasana di kampus jadi seram.

Seperti sebuah kutukan.

Karena krisis finansial IMF,

pabrik ayahku juga bangkrut.

Sebelum aku daftar kuliah, ayah pernah bilang...

"Han-sol...

apa pun yang terjadi, kau harus diterima di perusahaan besar.

Itulah jalan menuju kesuksesan."

Itu yang dia katakan.

Tapi justru perusahaan besarlah yang membuat pabrik ayahku bangkrut.

Konyol, 'kan?

Memang benar aku tertarik dengan teknik mesin, jadi aku memilih jurusan itu.

Sekolahku sudah banyak berinvestasi ke jurusan ini.

Untukku pribadi,

aku ingin bekerja di area pendukung sistem

untuk membantu pabrik-pabrik kecil seperti milik ayahku.

Dengan perubahan yang kecil, akan datang efesiensi yang besar.

Tapi orang-orang takut akan perubahan, jadi mereka mundur duluan.

Jadi aku ingin membantu mereka,

untuk menghindari kegagalan seperti yang dialami ayahku.

Kenapa diam saja?

Apa impianku ini terlalu mengada-ada?

Bukan begitu.

Menurutku memang seperti inilah sikap seseorang

saat mereka sudah memantapkan sesuatu.

Bagaimana denganmu?

Apa yang ingin kau lakukan di masa depan?

Aku ingin menciummu—

Barusan aku bilang apa?

Han-sol, bukan begitu.

Maksudku...

Jangan salah paham.

Dunia akan segera berakhir!

Kiamat akan datang!

Kiamat akan datang.

Sedang apa kau?

[Gedung Aula Mahasiswa]

Hey!

Hey, kenapa kau baru datang?

Han-sol, aku ada janji dengan temanku.

Aku pergi duluan, sampai nanti ya.

- Ayo pergi. - Hey, orang gila!

Hey! Kakiku... Pelan-pelan dong!

- Kakimu beneran cedera? - Ya.

Ayo cepat!

Kakiku.

Kenapa aku membahas ciuman? Kenapa?

Mati saja kau Kim Yong! Mati saja!

Aku haus.

Sekarang aku harus gimana?

Alamak....

Halo.

Bisa dengar aku? Halo!

Ya, terdengar.

Oh? Wow! Luar biasa! Ternyata bisa tersambung.

Apa ini pertama kalinya kau menggunakan radio HAM?

Ya, ini pertama kalinya.

Aku juga belum terlalu paham.

Untuk obrolan pertama,

kita harus saling memperkenalkan diri.

Benar, di buku panduannya juga memang seperti itu.

Buku apa?

Buku panduan pemula HAM.

Ada buku yang seperti itu?

Orang tuaku tidak suka membuang barang-barang lamanya.

Jadi ada banyak barang di rumahku.

Oh, ya.

Namaku Kim Yong.

Aku kuliah di Universitas Korea.

Heol? Aku juga kuliah di Universitas Korea.

Apa? Heol?

Ya, aku jurusan sosiologi di Univesitas Korea. Namaku Kim Mu-nee.

Aku ada tugas yang mengharuskanku mewawancarai orang asing.

Jadi aku hanya mencoba-coba saja.

Aku tidak tahu ternyata bisa benar-benar tersambung.

Kalau begitu...

aku akan membantu tugasmu,

tapi, bisakah kau meminjamkanku buku itu?

Benarkah?

Kalau begitu aku akan sangat berterima kasih.

Dan juga, aku ingin mengajukan beberapa pertanyaan.

Pertanyaan untukku?

Apa itu?

Aku akan menanyakannya saat kita bertemu nanti.

Ayo kita bertemu besok di telepon umum, di depan Gedung Aula Mahasiswa.

Gedung Aula Mahasiswa...

Oke, kapan?

Sampai ketemu jam 12 siang.

Ah...

Beres!

Mok-man!

[Gedung Aula Mahasiswa]

Young-ji.

Dimana Gedung Aula Mahasiswa di kampus kita?

Ya, gedung yang lama.

Eiy, make up-mu berantakan. Sayang sekali.

Kau tidak pakai yang waterproof ya?

Karena tiba-tiba hujan,

apa aku terlihat seperti pemeran utama di film-film?

Nanti kau bisa flu.

Payungmu bagus.

Menyebalkan!

Mau makan ramyeon?

Kau yang traktir?

Kuy!

Cuacanya sangat aneh.

Kenapa dia tidak datang?

Karena dia malas.

Di atas matamu.

Dan karena hujan, benar 'kan?

Sudah dihapus semuanya.

Ooo~~ rapi banget!

Ayo makan!

Bukankah luar biasa bahwa kami kuliah di universitas yang sama?

Aku tidak pernah percaya pada takdir atau semacamnya,

tapi itu membuatku merasa aneh.

- Aku juga. - Ya, sangat luar biasa.

Aku juga tidak percaya pada takdir atau semacamnya.

Jika ada takdir, masa depanku pasti sangat kelam.

Usahaku sekarang akan jadi sia-sia.

Memikirkannya saja membuatku lelah!

Kenapa kau berpikir begitu?

Biaya kuliah, biaya hidup, pinjaman.

Sungguh kisah kelam di masa muda.

Titik awal kita saja sudah berbeda.

Titik awalnya berbeda,

jalan yang ada depan pun berbeda untuk setiap orang.

Young-ji.

Waktu kita masih SMA, kita sangat bekerja keras

untuk bisa kuliah.

Jadi meskipun kita lelah, kita tetap harus bertahan.

Sudahlah.

Aku tidak berhak berbicara tentang kehidupan orang lain.

Daritadi aku melewati batas, iya 'kan?

Ya, kau melewati batas.

Tapi sudah dari dulu kau melewati batas.

Apa?

Itu perkataan yang wajar untuk dikatakan ke sesama teman.

Kau boleh bilang begitu.

Ah, teman.

Ya, kita berteman baik.

Mu-nee, aku harus pergi sekarang.

Bisa kacau kalau aku tidak hadir di diskusi kelompok.

Ya, cepat pergi.

Kau demam.

Untuk jaga-jaga, minum obat flu sebelum tidur.

Kau pasti bisa menjaga dirimu meskipun tidak aku beritahu.

Kau ini sangat tidak tahu malu!

Harusnya aku yang bilang begitu.

Apa ini semacam penipuan voice phishing?

Voice... apa?

Bukankah kau itu sangat tidak bertanggung jawab?

Astaga!

Hey, kalau mau batuk, kau harus menjauh. Apa kau tidak paham tata krama berkomunikasi?

Itu karena aku menunggumu selama 2 jam, sambil hujan-hujanan, Sonsaeng-nim.

Kau cukup meminta maaf saja, kenapa harus berbohong?

Hari ini hujan?

Aku hampir mati kepanasan, hujaan apaan?

Heol....

Kau sangat penuh omong kosong.

Apa kau benar-benar kuliah di Universitas Korea?

Apa kau tidak bisa dengar? Ini masih hujan.

Hey...

Kau sedang memanggang daging?

Memanggang daging?

Hey! Kamu bocil ya?

[Cho-ding: anak kecil, anak SD Bahasa gaul Korea tahun 2000an]

Ap... Apa?

Halo?

Ah, ini kenapa sih...

Kenapa ini? Dia kabur?

Ngagetin aja!

Hujan apaan?

Bocil itu maksudnya apa?

Sejenis makanan?

Bulannya bersinar penuh.

Aku telah bekerja keras di sini dan tidak melakukan kesalahan apa pun.

[Kim Yong! HAM, Pe-ni-pu!]

aku telah bekerja keras di sini dan tidak melakukan kesalahan apa pun.

Tapi untuk berhenti dari pekerjaanku, itu membuatku sedih.

Aku telah bekerja di kampus ini selama lebih dari 20 tahun.

Dan kau mahasiswa pertama yang mendatangiku.

Sungguh hal yang sangat langka.

Bapak itu akan meninggalkan universitas ini.

Universitas secara sepihak memberi tahu dia bahwa kontraknya tidak akan diperpanjang.

Dan bisa saja Bapak itu akan kehilangan pekerjaannya.

Dan para ibu kantin kampus pun,

juga menerima pemberitahuan pemberhentian kontrak.

Masalah pekerja kontrak sudah ada sejak lama.

Perlu solusi definitif yang mendesak.

Sekian presentasi dari kami.

Terima kasih.

Bagus sekali.

Kontennya juga bagus. Hebat.

Berikutnya, Kim Mu-nee.

Ya.

Kim Mu-nee tidak mengajukan proposal.

Apa kau sudah memilih narasumbermu?

Itu...

Belum.

Katanya kau mau mengerjakannya sendiri?

Kau harus membuat keputusan dengan cepat.

Ya, sekian untuk hari ini.

- Terima kasih. - Terima kasih.

Bestie, kita makan siang kuy!

Kuy lah, gaskeun!

Kayak gini.

Hey, pasti nyebelin banget nungguin dia sendirian.

Jadi, kalau orang itu muncul, jangan mewawancara dia.

Dia itu mengerikan.

Makan kuy!

Assa! Terima kasih untuk makanannya.

Terus, aku harus gimana?

Cari aja orang secara random, lalu wawancara mereka.

Itu terlalu biasa.

Atau coba kirim DM di Instagram.

Ya, bisa juga tuh!

Mau ketemu teman sesudah makan?

Kamu kenapa?

Itu temanmu yang anak Bahasa dan Sastra.

Mereka gak temenan, 'kan?

Kelihatannya iya.

Maksudku kalian berdua.

Hey, tidak!

Lumayan.

♪ Hari ini teman-temanku datang ♪

♪ Berlari di lapangan yang panas ♪

♪ menuju ke arahmu ♪

Cetak skor menggunakan tangan kiri...

Hey, apa kau tahu artinya bocil?

Bocil? Apa itu? Bisa dimakan?

Shoot!

Hai teman-teman!

Kau mau pulang?

Tidak, kami mau pergi ke perpustakaan.

Mahasiswa baru tidak diperbolehkan masuk ke perpustakaan.

Benarkah?

♪ Hanya itu saja ♪

♪ Aku merelakanmu ♪

Kim Yong, kau mau kemana?

Besok aku ada kuis, aku pergi duluan.

Kau tidak latihn basket?

Apa kuis lebih penting?

Kau mau ikutan turnamen bola basket?

Sampai besok.

Dah!

[Memelihara Kura-kura]

[Dosirak]

Jadi selama ini kau menghindarinya?

Ya.

Bersembunyi dari kenyataan juga salah satu cara untuk menyelesaikan masalah.

Dia pasti kecewa.

Tidak ada harapan, tidak ada kekecewaan.

Ya.

Aku sudah memutuskannya.

Aku akan mengajaknya pacaran.

Menyatakannya secara langsung.

Kau ini kenapa sih?

Aku tidak bisa melakukannya dari mulut ke mulut.

Tidak bisa begitu.

Mau jadi pacarku?

Kau gila ya?

Progresnya terlalu cepat.

Ada pepatah bilang...

"Alon-alon asal kelakon."

Karena terburu-buru, maka harus bergegas.

Kau sudah kehilangan akal sehatmu.

Kau juga sudah lihat Han-sol, 'kan?

Apa masih tidak paham kenapa aku bisa kehilangan akal sehatku?

Dia memang manis.

Jangan macam-macam kau!

Kuhajar nanti!

Mienya mengembang.

Jadi sekarang kau mulai tertarik untuk kuliah?

Apa? Kau bilang apa?

Yah, itu cocok untukmu.

Nak, sedang apa di situ?

Halo.

Ya, sedang apa di sana?

Aku berjanji untuk menemui seseorang di sini.

Sepertinya janjinya batal.

Bagaimana kalau kau pergi ke telepon umum di sana?

Orang yang kau tunggu mungkin ada di sana.

[Sampai jumpa di pintu belakang jam 2 siang]

[Mahasiswa baru, datang ke lapangan basket]

[Jurusan Bahasa Inggris, Park Jeong-il, aku cinta padamu]

[Soo-yeon, aku tidak bisa menunggumu, aku pergi duluan]

[Kim Byeong-kyu, cepatlah datang!]

Tempo hari perkataanku agak kasar.

Aku benar-benar menunggumu selama dua jam.

Aku juga menunggumu lebih dari dua jam.

Aneh sekali.

Bagaimana kalau kita pakai Ka-talk saja? [Kakao Talk]

Ya? Kau bilang apa?

Ka...Ka-talk? Itu apa?

Heol!

Apa kau sedang bertapa di alam?

Sebenarnya "heol" itu apa?

Dari awal kau sering menggunakan kata itu.

Kau tidak tahu "heol"? Belum pernah mendengarnya juga?

Ya.

Aku tidak tahu dan belum pernah mendengarnya.

Sebenarnya ada apa ini?

Yong-ssi, kau angkatan tahun berapa?

Aku angkatan '95.

95?

Aku angkatan '21.

'21?

Mok-man, wanita ini agak aneh.

Jadi maksudnya, kau masuk kuliah di tahun 1995, begitu?

Ya, benar.

Wah! Kau berkuliah selama lebih dari 20 tahun ya?

Lebih dari 20 tahun?

Sekarang tahun 1999, kenapa cara menghitungmu begitu?

Tahun 1999?

Hey!

Jangan bercanda lagi!

Harusnya aku yang bilang begitu.

Kau yang terdengar berbohong terus, Mu-nee.

Beritahu aku nomor teleponmu.

Jangan bilang kau juga tidak tahu apa itu ponsel?

Ingat baik-baik!

018-519-0813!

Apaan sih ini?

018 tuh apaan sih?

Nomor yang Anda hubungi tidak terdaftar. Silakan periksa kembali nomor tujuan Anda.

Hei, bagaimana kalau kita begini saja...

...sampai jumpa besok jam 12 siang di depan bilik telepon umum.

Dan jika aku tidak muncul setelah 30 menit,

kau boleh meninggalkan pesan di dalam bilik telepon, di sebelah kiri.

Sebelah kiri.

Heol!

[Kim Mu-nee pembohong!!! Aku pergi dulu. 1999, 12:45. '95 Kim Yong]

Ini beneran?

Sederhana saja.

Berarti pria itu adalah senior kita yang masuk pada tahun 1995.

Dia bekerja di kampus ini.

Kalau bukan, dia gak sadar umur, masih ngerasa umur 20an. Om-om gila.

Tulisannya ada di sini.

Itu pasti ditulis dini hari tadi.

Ini bukan persona mahasiswa tahun 90-an, 'kan?

Ya, benar.

Belakangan itu memang lagi nge-trend.

Apanya yang benar?

Tapi Mu-nee, ini tidak menghalangimu untuk wawancara, 'kan?

Menurutku, itu malah akan tambah seru.

Akan lebih asyik!

Benarkah?

Han-sol, ada yang ingin kukatakan.

Aku akan menunggumu di taman sekolah. Kau harus datang.

Hai, Han-sol.

Han-sol.

Tempo hari, aku pasti sedang tidak waras.

Aku benar-benar minta maaf, Han-sol.

Namanya salah.

Bukan Moon-hee, tapi Mu-nee.

Sudahlah.

Tidak menepati janji dan tidak meminta maaf.

Maaf.

Baunya sangat menyengat.

Katanya kau berhenti kuliah. Ada masalah apa?

Aku kira ada apa.

Bukan masalah besar.

Aku hanya merasa aku tidak cocok kuliah.

Aku juga tidak terlalu membutuhkan ijazah perguruan tinggi dalam hidupku.

Nilaiku juga pas-pasan untuk jurusan Bahasa dan Sastra, bahkan nyaris tidak diterima.

Sebenarnya, itu semua hanya alasan.

Aku ingin mencari uang.

Jangan terlalu khawatir tentang itu.

Aku tidak tahu kau berpikir begitu.

Maaf karena tidak bisa memberitahumu.

Tidak perlu minta maaf.

Mu-nee, aku harus kembali.

Ini masih jam kerja.

Maaf, cepat masuk ke dalam.

Kau harus rajin belajar.

Kau bisa melakukannya sendiri.

Padahal kau yang bisa melakukan segala hal sendirian.

Teman yang aku kenal selama 7 tahun,

aku pikir aku tahu semua tentang dia,

tapi sepertinya tidak seperti itu.

Meskipun begitu, dia harus menunggu sampai dia lulus kuliah.

Aku agak khawatir dia terlalu terburu-buru.

Aku tidak tahu apa-apa,

tapi, menetapkan tujuan

dan memulai membuat rencana sekarang...

...itu terlihat luar biasa.

Sebenarnya aku sedikit iri.

Benar.

Bukankah terakhir kali kau bilang ingin bertanya sesuatu padaku?

Itu...

Itu...

...aku tidak punya teman wanita di sekitarku.

Bagaimana ya?

Kau bisa mengartikannya sebagai ingin mendengar ide orang yang berbeda.

Heol, konseling hubungan?

Ya Tuhan, bagaimana kau bisa tahu?

Ceritakan saja.

Jadi... begini...

sepertinya aku telah dipertemukan dengan seseorang yang ditakdirkan untukku.

Ternyata keajaiban seperti ini bisa juga terjadi pada diriku.

Jadi, kau ingin konsultasi tentang kencan pertamamu, benar?

Pertama, pilih pakaian kasual yang biasa saja, tapi dipersiapkan dengan luar biasa.

Apa?

Lalu untuk rambutmu...

Acuh tak acuh.

Tidak, kau harus fokus pada rambutmu.

Rambut pria sangat penting, kau tidak tahu?

Hai! Hai!

Oke, kita mulai membuat perencanaan kencan secara resmi.

[Kim Yong]

[Kim Mu-nee]

Kau tidak perlu khawatir tentang itu.

Aku telah menyusun daftar rute yang populer di kalangan mahasiswi.

Apa ini? Tiba-tiba perasaanku jadi tidak enak.

Pertama, aku dengar bahwa Nature Farm telah direnovasi.

Aku ingin mengajaknya berkeliling.

Pergi ke Bennigans untuk makan malam.

Setelah makan sandwich Monte Cristo dan daging babi,

lalu pergi ke Canmore untuk minum jus apel dan barfi.

Tunggu! Sebentar....

Memangnya kau itu bocil?

Meskipun aku tidak tahu salahnya dari mana,

tapi setidaknya tempat terakhir yang harus dikunjungi adalah

restoran yang suasananya nyaman untuk minum bir atau anggur.

Aku mohon.

Minum?

Ya.

Suasana di sini sangat bagus.

Benar.

Ngomong-ngomong, rambutmu...

Rambutku?

Rambutku kenapa? Apa terlihat aneh?

Bukan, bagaimana ya bilangnya?

Seperti gaya rambut di masa depan.

Cocok untukmu.

Benarkah?

Syukurlah.

Terima kasih.

Bersulang!

Bersulang!

Terima kasih, Bu.

Ini.

Terima kasih.

Han-sol, kau tahu cerita itu?

Cerita tentang apa?

Apa kota yang paling dibenci oleh penjual bunga?

Jawab! Sydney.

Karena bunganya akan layu.

[Bahasa Koreanya "layu" = Si-deun, pengucapannya mirip seperti Sydeny]

- Benar, 'kan? - Kau benar-benar tahu semuanya!

Ada yang lain?

Besok kita akan menonton film.

Bantu aku memilih filmnya.

Film apa saja yang tersedia?

Attack The Gas Station atau Shiri.

Siri?

[Siri: aplikasi perangkat lunak berteknologi AI]

Ya, aku di sini.

Apa ada seseorang di sebelahmu?

Karena kau mengatakan "Siri"...

Shiri adalah film mata-mata yang dirilis pada tahun 1999.

Setelah Kim Yoon-jin terungkap sebagai penjahat pembongkaran,

itu adalah film yang luar biasa.

Berikan ke ibumu.

Hey, kau tidak bisa dengar suara ayahmu?

Kau mau es krim? Berikan teleponnya ke ibumu.

Dia tidak ada?

Halo? Ibumu tidak ada?

Dia pergi kemana?

Kau tidak tahu?

Seru sekali.

Ya, sangat lucu.

Tapi, bukankah kau bilang ingin menonton Shiri?

Itu…

Temanku sudah menonton filmnya dan memberi tahuku tentang isinya.

Jadi aku tidak mau menontonnya.

Temanmu jahat!

Perilaku seperti itu disebut spoiler.

Spoiler.

Sekarang kita mau kemana?

Kau sangat hebat, Sunbae!

Pelan-pelan, nanti mesinnya rusak.

Han-sol, wow!

Ini, ini dan itu.

Siap untuk memotret.

1, 2, 3!

Siapa yang kau wawancarai?

Seorang mahasiswa yang tinggal di tahun 1999.

Kau bicara apa? Aku tidak paham maksudmu.

Seorang mantan mahasiswa pada tahun 1999.

Jadi, apa topiknya?

Itu...

Temanya adalah mimpi dan cinta.

Mimpi dan cinta.

Mimpi dan cinta.

Bagus sekali.

Kalau begitu presentasi berikutnya adalah dari Kim Mu-nee.

Ya.

Sekian.

-Terima kasih. -Terima kasih.

[Wawancara ke-4. Mimpi dan Cinta] [Dia mengatakan hal yang sama lagi... aku bisa gila...] [Sekaranglah waktu yang tepat untuk membicarakan cinta]

Yong-ssi...

Bagaimana kehidupan kuliahmu?

Sibuk sekali!

Karena tahun depan adalah kelulusanku.

Aku mengira saat kuliah aku akan punya waktu lebih banyak untuk mempelajari tentang diriku.

Tapi realita di kehidupan membuatku tidak punya waktu untuk mengenali diriku.

Aku jadi merasa cemas,

dan aku juga memikirkannya saat sedang bermain dengan teman-temanku.

"Apa aku berhak untuk bermain-main sekarang?"

Jika tidak ada hal yang harus aku lakukan, aku hanya akan duduk di perpustakaan.

Menyedihkan, bukan?

Tidak, aku sangat mengerti tentang itu.

Aku juga sama seperti itu.

Karena kau sudah hampir lulus, apa kau sudah punya rencana setelah lulus?

Apa tidak ada hal atau mimpi yang ingin kau wujudkan?

Bagiku mimpi adalah...

berlebihan.

Merepotkan dan menyebalkan.

Ingin melepaskannya tapi tidak bisa.

Tapi sekali dilakukan, sulit untuk menyerah.

[Catatan Musik untuk tanggal 17]

Terlalu tidak nyata.

Kenapa mimpimu seperti itu?

Apa TTM-mu berjalan dengan lancar?

[Sseom: hubungan yang dekat sebelum resmi pacaran, kalau di Indonesia semacam TTM]

Ssam?

[Ssam: nasi yang dibungkus daun selada]

Bukan, TTM.

Hubungan dekat sebelum dinyatakan resmi berpacaran.

Tarik ulur?

Kau harus menyatakan cintamu dulu.

Konon, mencari masalah di awal akan lebih efektif untuk menarik perhatian orang lain.

Dia orang yang seperti apa?

Orang itu...

keajaiban yang aku temui di saat-saat tersulitku.

Aku ingin menjadi orang yang tidak membuatnya malu.

Benar, aku akan menganggap ini sebagai mimpi baruku.

Aku bisa tahu hanya dari nada suaramu,

bahwa kau sangat menyukainya.

Apa sangat jelas?

Cinta adalah tentang waktu.

Daripada mendengarkan ide-ide aneh yang aku berikan padamu,

ikuti saja apa kata hatimu.

Karena ketulusan hati adalah jawabannya.

Semangat Kim Yong! Kau pasti bisa!

Aja! Aja!

- Belum terlambat, 'kan? - Ya.

Barusan kita seperti sedang pergi berlibur.

Tapi, aturan tetap harus dipatuhi.

Aku pergi ya. Sampai jumpa besok.

Ya. Masuklah.

Selamat malam.

Bermimpilah tentangku.

Ikuti kata hatimu dan berterus terang.

Jawabannya adalah ketulusan hati.

Han-sol...

Apa?

Mulai besok...

maukah menemuiku sebagai pacarku?

Hatiku masih gemetar.

Kata-katamu memberiku keberanian.

Aku bisa tahu dari suaramu.

Mendengar kisah cintamu selama ini, membuat hatiku luluh juga.

Apa ada orang yang kau sukai, Mu-nee?

Aku?

Jika cinta adalah tentang waktu...

maka itu tidak cocok untukku.

Meskipun aku tidak tahu,

tapi jangan menyerah pada cintamu.

Karena itu akan...

membuatmu kesepian.

Benar.

Tapi terkadang itu di luar kendaliku.

Saat tiba-tiba aku berubah pikiran...

itu membuatku kaget sendiri.

Silakan minumannya.

Jadi mereka datang untuk melihat Young-ji?

Ya.

Tidak mungkin!

Mungkin!

Mu-nee, mau pergi jalan-jalan bersamaku?

Kamu gak apa-apa?

Apa ajakanku untuk jalan-jalan membuatmu sebegitu terkejutnya?

Ya!

Kenapa tiba-tiba kau jadi blak-blakan?

Aku hanya berpikir, kau selalu fokus belajar

dan ide bagus untuk mencari angin segar.

Bagaimanapun, aku berusaha mencegah diriku untuk tidak jatuh cinta padanya setiap hari.

Sepertinya kau juga sangat menyukainya.

Aku bisa tahu dari nada bicaramu.

Benarkan begitu?

Aku penasaran dia orang yang seperti apa.

Aku dan dia sudah berteman selama 7 tahun.

Maksudku bukan dia, tapi kau, Mu-nee.

Aku juga penasaran tentangmu, Yong-ssi.

Anehnya, aku selalu ingin menceritakan segala hal kepadamu.

Luar biasa bukan?

Padahal kita belum lama saling mengenal,

tapi rasanya seperti teman lama.

Aku juga merasakan hal yang sama.

Yong-ssi, kita bisa jadi Bestie.

Bestie?

Best Friend.

Best Friend?

Teman yang sangat dekat!

Kau pakai kata-kata yang aneh lagi.

Sampai bisa membuat rahang Raja Sejong menganga.

Apa? Rahang?

Rahangnya menganga?

Wow! Rahangnya menganga!

Itu sangat kreatif!

[Nama: Kim Yong, Laki-laki. Usia: Angkatan '95] [Pekerjaan: Mahasiswa Tingkat 3 Universitas Seoul]

Itu kata-kata dari masa depan! Rahangnya mengaga!

Tunggu sebentar.

Kalau angkatan '95, kau jurusan apa?

Teknik mesin.

Tidak mungkin! Ayahku juga alumni teknik mesin dari kampus kita.

Apa kau kenal Kim Eun-seong?

Kau kenal Eun-seong darimana, Mu-nee?

Karena dia ayahku, jadinya aku kenal. Apa kau dekat dengan ayahku?

Ya, kami sudah berteman sejak SMA.

Luar biasa!

Jadi, kalau Kim Eun-seong itu ayahmu...

berarti kau itu anaknya Kim Eun-seong?

Ya!

Bisa gila aku!

Hey! Kau siapa?

Apa Kim Eun-seong yang menyuruhmu?

Beneran! Ayahku itu Kim Eun-seong.

Yong-ssi, awalnya juga aku tidak percaya...

aku pikir selama ini kau berbohong.

Tapi semakin sering kita mengobrol,

menurutku kau bukan seorang pembohong.

Dan hal-hal yang lebih dari film memang benar bisa saja terjadi.

Aku tidak menjelaskannya sekarang.

Yong-ssi, seperti kita sedang mengendarai mesin waktu.

Jadi semua ini adalah nyata?

Ya. Luar biasa bukan?

Gila banget!

Kalau begitu, radio HAM yang sedang kau gunakan sekarang...

Ini milik ayahku.

Dia bilang dia menggunakannya saat SMA.

Aku juga sedang menggunakan radio HAM milik Eun-seong sekarang.

Yang ada stiker yang sudah pudar?

Tidak ada stikernya.

Cari dengan benar, di sini ada di sebelah kiri.

Kiri.

Tidak ada.

Tidak ada, Mu-nee.

Tunggu, berarti kau juga kenal dengan ibuku?

Bagaimana bisa aku mengenal ibumu?

Apa kau tidak kenal Seo Han-sol angkatan '99?

Dulu orang tuaku adalah anggota Himpunan Mahasiswa.

Jadi...

apa kau sedang berbohong padaku bahwa Kim Eun-seong menikah dengan Han-sol?

Aku tidak berbohong. Itu benar!

Kenapa aku berbohong tentang orang tuaku?

Yong-ssi, sebuah peristiwa tidak masuk akal sedang terjadi sekarang.

Dan aku mempercayainya.

Dan kau juga mempercayaiku, benar bukan?

Mu-nee, kau pandai sekali berimajinasi!

Kau bisa membuatnya jadi sebuah film.

Aku dengar ayah dan ibuku adalah pasangan yang terkenal di kampus.

Kau benar-benar tidak tahu?

Apa-apaan ini?

Mok-man, apa yang sebenarnya terjadi?

Dunia akan berakhir!

- Hari kiamat akan datang! - Tidak akan! Belajar saja sana!

Hari itu akan datang!

Kiamat benar-benar akan datang!

Di rambutmu ada—

Apa? Kenapa?

Sunbae, kau kenapa?

Sebentar, Han-sol.

Ah, kakiku, kakiku.

Hey, aku ini pasien!

Tidak 'kan?

Apanya?

Katakan yang sebenarnya, Eun-seong.

Apa kau....

mengenal Kim Mu-nee?

- Bin Mu-nee? - Kim Mu-nee.

Itu siapa?

Kau...

Apa kalian berdua membodohiku?

Kau ini bicara apa?

Sunbae...

Ada apa?

Kim Yong.

Tidak apa-apa.

Aku salah paham. Barusan aku merasa bingung.

Apa kau baru menyadarinya?

Kenapa tidak bilang kalau kau sudah pulang dari rumah sakit?

Aku kaget karena kau muncul secara tiba-tiba.

Aku tidak bisa selalu berutang budi padamu.

Ayo pergi, Han-sol.

Ya.

Han-sol...

Ada kuis untuk mata kuliah industri, 'kan?

Apa kau mau rangkumannya?

Katakan apa saja yang kau butuhkan, aku bisa memberikannya.

Di jurusan kami, mereka yang punya buku rangkuman akan dapat nilai paling tinggi.

Itu akan memberimu lebih banyak waktu yang juga bagus untukku.

Aku tidak apa-apa.

Kau punya lebih banyak hal untuk dipelajari.

Han-sol...

Kenapa tadi kau bersama Eun-seong? Kalian kenal darimana?

Eun-seong Sunbae itu ketua himpunan mahasiswa.

Dan aku perwakilan mahasiswa baru di jurusanku.

Kenapa harus ikutan himpunan mahasiswa?

Sunbae...

Bagus.

Hey, kau!

Aku disuruh membawanya dengan hati-hati.

Eun-seong!

Tapi kau tidak terluka parah.

Kau kenapa?

Apa kau pernah ke kantor administrasi?

Mereka tidak akan memberitahumu karena UU Perlindungan Privasi.

[Kim Eun-seong]

Ini ayahku.

Orang tuamu tidak akan pulang ke Korea sampai tahun depan, 'kan?

Ya, tahun depan.

Tapi Young-ji...

apa yang terjadi sekarang mungkin

hal yang paling aneh tapi juga paling penting dalam hidupku.

Aku akan menyesal seumur hidup jika aku melewatkannya.

Itulah yang aku rasakan.

Kenapa kau berpikir demikian?

Aku tidak tahu...

Aku juga tidak yakin.

Apa aku aneh?

Jadi...

siapa namanya?

- Sunbae... - Ya?

Kau tidak pergi?

Kami akan memulai rapatnya.

Jangan pedulikan aku.

Oh! Bestie-ku sudah datang!

Keluar!

Kau cari mati?

Kenapa kau terus bersikap aneh?

Aku tahu kau menyukai gadis itu,

tapi kau harus memisahkan masalah pribadi dan masalah perkuliahan.

Orang-orang itu semuanya seniornya.

Dan ini pertemuan pertama mereka.

Dia pasti akan merasa malu.

Segarkan dulu pikiranmu.

Ya.

Kau baru pulang?

Belakangan ini...

aku dibutakan oleh cinta.

Dasar gila!

Aku tahu kau ragu-ragu. Tapi kalau begini, lebih baik kau berhenti kuliah.

Wow, mulut Geun-tae Hyung ember banget!

Dia tidak ember!

Kita sudah berteman selama bertahun-tahun, aku pasti mengenalmu.

Dan aku lebih tahu daripada kau...

tentang apa keahlianmu dan apa kesukaanmu.

Tempat ini tidak cocok denganmu.

SMA juga tidak cocok denganmu.

Daridulu kau ingin menjadi penulis, 'kan?

Mana bisa seseorang...

hanya melakukan hal-hal yang disukainya.

Jadi kau...

memaksakan diri untuk melakukan hal-hal yang tidak kau sukai?

Aaah, astaga!

Hey, hey!

Sebaiknya kau berhenti merokok.

Aku tidak akan berhenti.

Cinta? Mimpi?

Yang mana?

Yong-ssi, kami datang.

Eun-seong juga ada di sini.

Aku membawa beberapa junior.

Bagus, 'kan?

Kim Eun-seong, kenapa kau tidak menjawab teleponku?

Cuci muka dan sudahi minumnya.

Cepat naik ke sini.

Hei, kau mau pergi?

Ya.

Dah!

- Kita bawa banyak bir. - Dah!

- Hati-hati. - Dah!

Ayo kita belajar.

Han-sol, duduk di sini.

- Sunbae! - Ya?

Oh, masuk sini.

Agak berantakan ya?

Nam-hae Sunbae tiba-tiba mengajak kami ke sini.

Maaf kami datang sangat tiba-tiba.

Oh? Ah, tidak apa-apa.

Sunbae, kau suka membaca buku?

Hanya...

sekadar hobi.

Wow, itu radio HAM.

Kau tahu cara menggunakan ini?

Ini bisa tersambung 'kan? Bagaimana caranya?

Han-sol.

Bukan hari ini, tapi lain kali aku akan memberitahumu cara menggunakannya.

Sungguh?

Ya.

Aku akan memberimu hadiah sebagai tanda perjanjian.

Sebelum kau memberi tahuku, kau harus menempelkan ini.

Fotonya bagus, 'kan?

Kau tidak boleh melepasnya sampai saat itu.

Oke?

Aku akan keluar dulu.

Yang mana?

[Kim Yong]

Kim Yong.

[Ibu ♥]

Halo?

Mama.

Mu-nee.

Orang itu,

tiba-tiba memutuskan kontak dan menghilang.

Pria itu...

adalah cinta pertama ibuku.

Aku selalu memberinya semangat.

Orang yang selalu berbicara tentang cinta seperti orang bodoh.

Aku sangat ingin dia sukses dan bahagia dengan cintanya.

Mungkin radio HAM itu juga menyampaikan rasa cinta pada ibuku.

Young-ji.

Apa aku sudah mengacaukannya?

Bagaimana kalau semuanya hancur Karena aku mengatakan hal yang tidak perlu

atau hal-hal yang aneh?

Jika hubungan mereka putus hanya karena kata-katamu...

maka cepat atau lambat mereka pasti akan putus.

Jadi...

ini bukan salahmu.

[Prajurit Kuning Terkuat Mesin Yang Paling Kuat!]

[Hanya kemenangan yang bisa diraih! Ayo berjuang untuk kemenangan Teknik Sipil!]

[Mesin Yang Terkuat!]

Mengerikan, bagaimana bisa kita bermain basket dengan ini?

Tak ada satu pun dari mereka yang memiliki sportivitas.

Mereka pasti mahasiswa tingkat 3. Mereka membawa sekop.

Teknik Mesin!

Kalau kalian mengalahkan teknik sipil, kelas termodinamika akan ditutup besok!

Wow, bunuh mereka semua!

Bagus!

Fokus, Kim Yong!

Maaf.

Kenapa? Apa yang salah?

Hey, peringatan!

Hei, hei.

Hei, kau baik-baik saja?

- Kau bisa bergerak? - Hei, Kim Yong.

- Apa dia mati? - Cobalah bergerak.

Bangun.

Sedang apa kalian?

Kim Yong.

Dia mau kemana?

Dia mau kemana?

Hey, kau ini kenapa?

Kau bilang tidak mengenalnya.

Apa?

Sial! Kau bilang tidak mengenalnya!

Hei, Kim Yong!!

Sadarlah, Kim Yong!

[Paramedis]

Kau baik-baik saja, Sunbae?

Ya.

Tinjunya tidak sakit sama sekali.

Di mana Kim Yong?

Dia menunggu sebentar dan pergi duluan.

Sebenarnya...

dia bukan tipe orang yang suka berkelahi.

Belakangan aku bilang dia tidak belajar dan suka mengomel.

Lalu dia seperti orang gila.

Mungkin yang tadi itu semacam pelampiasan emosinya.

Belajar dan pacaran di saat yang bersamaan,

dia menyelam sambil minum air.

Jadi secara tidak sadar dia merasa stres.

Lalu saat melihat wajahku, rasa stresnya meledak begitu saja.

Aku berharap seseorang menertawakanku.

Pokoknya, secara keseluruhan, aku harap semoga kau tidak akan kecewa.

Mu-nee.

Aku tidak bisa lagi berpura-pura tidak ada yang salah.

Hatiku...

dipenuhi oleh keragu-raguan.

Sepertinya cintaku hanya sebatas ini saja.

Mu-nee...

apa dia...

bisa mewujudkan mimpinya?

Apa sekarang...

dia hidup dengan bahagia?

Jika aku...

berhubungan dengan baik bersama Han-sol...

berarti kau tidak akan dilahirkan?

Dan kau akan menjadi seseorang yang tidak ada?

Mok-man.

Mok-man.

Mok-man.

Mok-man.

Mok-man.

Mok-man.

Mok-man.

Mok-man.

Mok-man.

Mok-man.

Mok-man.

Kenapa tidak ada?

Dimana dia?

Mok-man.

Mok-man, Mok-man.

Mok-man, Mok-man.

Ada apa?

Mok-man.

Mok-man.

Mok-man.

Mok-man.

Mok-man, tolong jangan begini

Kalau kau pergi juga...

lalu aku harus bagaimana?

Mok-man, jangan tinggalkan aku.

Mok-man.

Mok-man.

♫ [Lagu: The Letter by Kim Kwang-jin] ♫

Sangat tidak berguna.

Aku selalu tidak becus.

Mu-nee...

Sekarang...

aku akan berhenti...

berjalan ke arahnya.

Aku jatuh cinta padanya pada pandangan pertama.

Bahkan jika waktu diputar kembali,

sehingga aku bisa mengalami semua ini lagi.

Aku akan tetap bersamanya dan mencintainya.

Karena hatiku hanya untuk dia seorang.

Aku tidak bisa berbohong dan bilang bahwa aku baik-baik saja.

Maka itu bukan hasil yang paling buruk.

Jadi, Mu-nee,

kau tidak perlu...

mengkhawatirkanku.

CQ, CQ.

Di sini Kim Yong.

Komunikasi berakhir.

CQ, CQ.

Bisakah kau mendengarku?

Halo?

Yong-ssi.

Ada yang ingin aku katakan padamu.

Yong-ssi.

Tolong jawab aku.

Pada akhirnya aku tidak bisa menemuinya.

Tapi saat aku mengobrol dengannya,

aku menemukan sesuatu berharga yang terkubur di lubuk hatiku.

Apa itu?

Itu adalah...

cinta.

Seoul dulu sangat romantis.

Apakah sekarang tidak romantis lagi?

Romansa selalu ada setiap saat.

Sekarang pun, kita saling mencintai.

Tapi karena alasan kenyataan...

kita sering berpura-pura tidak mengenal cinta.

Berdasarkan pengertian tersebut,

cinta bukanlah sesuatu yang menghalangi kenyataan,

tapi sesuatu...

yang begitu biasa dan ringan.

Yang bisa dibawa oleh siapapun.

Aku berharap romansa ini bisa menjadi kenyataan di suatu hari nanti.

Terima kasih.

Kau belum melihatnya?

Mu-nee.

Aku menemukan sesuatu.

[Penjelajah Waktu]

Apa ini?

Meskipun kau akan tahu jika membacanya, tapi sepertinya pria ini adalah pria itu.

Apa?

Orang itu, si brengsek yang berkomunikasi denganmu.

Bukan, maksudku pria itu.

Null adalah nama penanya.

Nama aslinya...

Kim Yong.

[Penulis Null, Penulis Kim Yong, Sesi Tanda Tangan Penulis, Penjelajah Waktu, Kim Yong]

Karena dia mengadakan sesi tanda tangan di Kafe Buku dekat sini...

kau bisa menemuinya jika pergi sekarang.

Aku bisa menemuinya?

Kau yang bilang sendiri...

kau akan menyesalinya selama sisa hidupmu jika kau melewatkannya.

Aku akan menunggumu di sini.

Cepat pergilah.

[Sesi Tanda Tangan Buku Penjelajah Mesin Waktu]

Siapa namamu?

Kim Seol-bin.

Bukunya bagus sekali.

Terima kasih.

- Terima kasih. - Ya.

Halo.

Siapa namamu?

Kim Mu-nee.

Apa Mok-man baik-baik saja?

Ya.

Terima kasih sudah datang.

Aku mengerti sekarang.

Kau adalah...

keajaibanku.

Ikuti kata hatimu dan berterus teranglah.

Tulus hati setiap saat.

Dari teman lamamu...

Kim Yong.

Sebenarnya...

aku menyukaimu.

Inilah yang ingin aku sampaikan padamu.

Sepertinya ini adalah waktu yang tepat.

Young-ji.

Aku menyukaimu.

Aku menyukaimu, Young-ji.

Aku juga.

Ditto.

[Merasakan hal yang sama]

Ayo.

Saat aku merasa lelah,

aku selalu ingat saat-saat ini.

Seiring berjalannya waktu...

memori ini akan menjadi usang seperti foto lama

aku akan mengingat saat-saat yang cerah dan indah seperti sekarang ini.

Berjalan dengan perlahan...

atau berjalan dengan cepat.

kita berjalan bersama.

Jadi kita semua...

harus mengikuti kata hati kita dan berterus terang.

Bertulus hati setiap saat.

CQ, CQ,

di sini Kim Mu-nee. Mengakhiri komunikasi. Sekian

Hujannya tiba-tiba.

Pakai ini, kau membutuhkannya.

Apa?

Kau ini kenapa?

Dia tidak boleh sakit flu.

Apa?

Bawa saja.

Heol...

Seru!

Terima kasih sudah menonton "Ditto" pakai subtitle ini :)

Sampai jumpa lagi di film atau serial berikutnya. Anyeeeooongggg!!! ^__^

Subtitle Bahasa Indonesia diterjemahkan oleh Nung

Instagram @nungstagram_ Twitter @nurqodriah

English Subtitle by HiTV Ripped by Nodrakor

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.