Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia]
[Love in Time]
[Episode 20]
Saat kalian berdua berada di rumah,
apa kalian sering memainkan permainan yang menguji kekompakkan seperti ini?
Semacam yang ada di dalam vlog itu.
Hanya saja, kekompakkan kami berdua
sepertinya sedikit buruk.
Sebenarnya, apa pun jawabannya sama sekali tidak penting.
Hal yang terpenting adalah dia bersedia meluangkan waktunya
untuk menemanimu memainkan permainan tak berlogika seperti ini.
Itu membuktikan bahwa dia benar-benar peduli padamu.
Aku tahu itu.
Waktu sudah akan tiba.
Aku mengerti. Aku pergi dulu.
Tidak perlu mengantarku.
♫Jika♫
♫Pertemuan kita sudah ditakdirkan sejak awal♫
♫Bertemu di saat ini♫
Tidak ada kabar.
♫Takdir bertumpang tindih♫
Kelihatannya, dia sudah pulang.
♫Jika♫
♫Perlu ditukar dengan hari esok♫
♫Dunia yang ada dirimu♫
♫Maka biarkan aku melepaskan segalanya♫
Saatnya pulang.
Aku tahu apa yang ingin kamu tanyakan.
Kamu tidak akan
menutupinya dariku seperti waktu itu, 'kan?
Aku sudah mempersiapkan mental.
Kata untuk "tetap kuat"
sejak awal sudah tertanam dalam hatiku.
Aku sudah tahu
apa yang harus digambar di kertas itu.
Coba buka dan lihat.
Jialan.
Tidak peduli entropinya meningkat atau menurun,
aku tidak akan menyerah padamu selamanya.
Kamu juga sudah melihatnya.
Kita sudah mengubah takdir Jirong.
Jadi, kita palingan hanya akan seperti Sisyphus.
Melakukannya sekali lagi.
Kita juga bisa mengubah takdirmu.
Semalam, diriku yang lain itu
lupa memberitahumu suatu hal.
Kalimat paling terkenal tentang hukum entropi
adalah perkataan dari Schrodinger.
Hidup bergantung kepada entropi negatif.
Makna orang untuk tetap hidup
adalah proses menolak peningkatan entropi secara terus-menerus.
Kalau begitu, apakah Sisyphus
tahu berapa banyak lagi batu yang harus dia dorong?
Dia tidak tahu harus mendorong berapa kali.
Namun, dia selalu percaya pada waktu berikutnya.
Jadi, kamu juga harus percaya.
Kita mengubah 46 menit
menjadi 24 jam.
Asalkan kita percaya kalau hasilnya akan baik,
maka sedikit lebih lambat juga tidak masalah.
Baik.
Bukankah hanya mendorong batu saja?
Malam ini, ayo kita memainkan kembang api.
Aku sudah menyiapkannya di balkon.
Ayo ikut denganku.
[Semalam aku hanya mabuk saja]
[Tapi, tetap terjadi sesuatu pada Jialan]
[Dia meninggal karena kecelakaan]
[Apa?]
[Peleburan ruang dan waktu tetap ada]
[Aku tetap menyewa apartemen itu]
[Jadi, kita tetap masuk dalam jebakan Sun Defeng]
[Jangan beri tahu ini kepada Jialan]
Apa?
Aku tetap masuk dalam jebakan Sun Defeng?
[Karena kasus apa?]
[Aku sudah mewaspadai Sun Defeng]
[Bagaimana rencananya bisa berhasil lagi?]
Benar-benar terasa seperti saat kecil.
Apa kamu punya macis?
Punya.
Aku yang nyalakan saja.
Cantik sekali.
He Zhengyu.
Bisakah kamu jangan sibuk pacaran saja?
Bisakah kamu memikirkanku?
Apakah berpacaran sebaik itu?
Kepala kekasihmu sudah terluka,
nanti malam masih harus kembali ke rumah sakit.
♫Semuanya demi cinta, saat aku bertemu denganmu♫
♫Demi cinta, aku menunggumu♫
♫Pergilah, semuanya demi cinta♫
♫Semuanya adalah cinta♫
♫Sepertinya ada yang berubah♫
Ini benar-benar seperti ada perasaan saat kecil.
♫Padahal baru saja bertemu, tapi rindu lagi♫
Saat kecil, semua orang bersama-sama memainkan ini.
♫Setiap gerakanmu♫
Coba kamu berputar.
♫Setiap gambar kenangan♫
♫Semuanya bisa memengaruhiku♫
♫Begitu menggetarkan hati♫
Benar-benar cantik.
♫Jangan buang-buang waktu lagi♫
Dasar pria lugu.
♫Jejak cinta perlahan muncul♫
♫Mungkin di antara kita♫
♫Ada yang istimewa♫
♫Beranikan untuk mendekat lagi♫
[Menurutmu, jika tidak ada bintang jatuh,]
[apakah membuat permohonan pada kembang api bisa terwujud?]
♫Semuanya demi cinta, saat aku bertemu denganmu♫
[Bisa]
[Karena pada dasarnya]
[mereka merupakan materi yang terbakar]
♫Demi cinta, aku menunggumu♫
[Pengacara He, kamu sudah berubah]
[Dulu kamu hanya bisa merasa aku adalah orang bodoh]
♫Pergilah, semuanya demi cinta♫
[Itu karena dulu]
[aku belum mencintai orang bodoh ini]
♫Semuanya adalah cinta, aku menunggumu♫
[Kalau begitu, apakah kamu bersedia]
[untuk melakukan hal bodoh bersama orang bodoh ini?]
[Tolong berikan segala keberuntungan]
[yang belum sempat kugunakan kepadanya]
[Kumohon]
Apa permohonan yang kamu buat?
Tadi, aku membuat permohonan kepada kembang api
kelak aku bisa bertemu denganmu setiap hari.
Selain itu, akhir kita juga akan berubah.
Aku akan datang untuk mengetuk pintumu.
Kamu akan menungguku dengan patuh.
Apa kamu sedang memerintah kembang api?
Aku sangat tulus.
Oh, ya.
Kamu belum memberitahuku,
sebenarnya apa yang telah terjadi?
Apakah aku tetap ditabrak oleh mobil?
Apakah Wu Anwen sudah masuk penjara?
Wu Anwen tetap masuk penjara.
Kamu tetap mengalami kecelakaan mobil di tempat yang sama.
Itu tetap kejadian tabrak lari.
Tapi, polisi belum menemukan pelaku tabrak lari
dan juga mobil yang menabrak.
Kalau begitu, apakah waktunya tetap tujuh Januari?
Bukan.
Waktu dipercepat menjadi 12 Desember.
Kalau begitu, sisa waktuku tidak sampai satu bulan lagi.
[2021]
Halo.
Ke mana pasien yang ada di ranjang ini?
Sejak pagi dia sudah mengurus prosedur keluar rumah sakit.
Kamu adalah keluarga pasien. Apakah tidak tahu?
Ke mana dia?
Apa... apa dia ada bilang pulang ke rumah?
Aku tidak tahu dengan jelas.
Terima kasih.
Maaf.
Nomor yang Anda tuju sedang tidak aktif.
Silakan hubungi sesaat lagi.
[2022]
[He Zhengyu]
[Kamu tidak perlu mencariku]
[Tenang saja, lupakanlah aku]
Apakah menjadi semakin parah lagi?
[He Zhengyu]
[Makna kehidupan]
[memang menolak peningkatan entropi secara terus-menerus]
[Tapi, penurunan entropi pasti akan memicu peningkatan entropi]
[Siapa pun tidak bisa mengubah hal ini]
[Sekalipun kita memiliki jari emas untuk melakukan peleburan ruang dan waktu,]
[itu juga tidak ada gunanya]
[Masalah Jirong adalah bukti yang paling nyata]
[Sisyphus jangan mendorong batunya lagi]
[Pada akhirnya, tetap harus ada seseorang yang pergi]
[Itu sudah ditakdirkan]
[Kalau begitu, biarkan aku yang sedang koma]
[dan tidak memiliki masa depan ini yang melakukannya]
[Kamu tidak perlu datang mencariku]
[Tenang saja]
[Hari-hari yang tersisa ini,]
[aku akan menghargai setiap harinya dengan baik]
[Aku juga berharap hidupmu akan semakin baik]
[sehingga tidak menyia-nyiakan keputusanku hari ini]
[Lupakanlah aku]
[Aku memiliki penyesalan dalam hidup ini,]
[tapi aku merasa bersyukur karena dirimu]
Kak, kamu baik-baik saja, 'kan?
Chen Jialan.
Aku lagi-lagi ditipu oleh sikapmu yang berpura-pura tenang.
Kamu benar-benar sudah bertekad.
Ada apa dengan Mu Shiming ini?
Kak.
Ada kasus baru.
Nanti baru bicarakan.
Ada apa sepanik itu?
Mu Shiming.
Apakah Chen Jialan menghubungimu?
Apa kamu tahu ke mana dia pergi?
Pagi tadi, dia mengirimkanku
sebuah pesan WeChat untuk izin.
Apakah telah terjadi sesuatu pada Jialan?
Jika Chen Jialan menghubungimu,
kamu harus segera memberitahuku.
He Zhengyu.
Ini kasus.
Kasus apa? Coba katakan dulu.
Beberapa waktu lalu, pegawai wanita dari Grup Gao
mendapatkan pelecehan seksual dari bosnya setelah dibuat mabuk.
Selain itu, dia juga diberhentikan oleh perusahaan dengan kejam.
Korbannya juga meminta bantuan di internet
sehingga memicu pembicaraan yang cukup besar.
Sekarang korban, Zhang Xiaojiang
datang ke firma hukum kita.
Dia berharap kamu bisa menjadi pengacaranya
untuk membantu menyelesaikan hal ini.
Pelecehan seksual di tempat kerja, mabuk, dan penganiayaan.
Bukti untuk jenis kasus ini secara inherennya sedikit lebih sulit.
Selain itu, ruang lingkup hukum saat ini
juga lebih tidak jelas.
Kecuali ada bukti yang kuat,
kalau tidak itu sulit untuk ditentukan.
Sekarang internet terbagi menjadi dua faksi.
Faksi pertama merasa simpati kepada Zhang Xiaojiang,
sedangkan faksi yang lain merasa kedua pihak bermasalah.
Mereka tidak menegosiasikan harga dengan baik sehingga membuat heboh di internet.
Begini saja.
Kamu pergi temui korbannya dulu.
Coba pahami dengan lebih detail
seluruh situasi saat kejadian itu terjadi.
Pastikan dia memberikan informasi yang lengkap.
Kedua, setelah kejadian terjadi,
apakah dia langsung melapor polisi?
Penyimpanan bukti pada saat kejadian itu,
segala petunjuk yang berguna jangan sampai hilang.
Apakah aku akan menerima kasus ini atau tidak
akan aku putuskan setelah kamu selesai mengumpulkan
segala informasi dengan jelas.
Aku mengerti.
Chen Jialan.
Sebenarnya, ke mana kamu?
Terima kasih, Pak.
Bluberi.
Plum hijau.
Bunga persik.
Apa ini?
Ini pasti koleksi milik nenek.
Dasar bocah nakal.
Aku baru saja memfermentasinya.
Kamu tidak boleh menyentuhnya lagi.
Aku hanya ingin membantumu untuk mencicipinya.
Mencicipinya?
Nenek.
Apakah kamu masih ingat saat kecil
aku sangat suka memfermentasi arak bersamamu?
Aku ingat.
Bagaimana mungkin aku tidak ingat?
Kamu sejak kecil adalah bocah yang nakal.
Aku ingat, kala itu aku baru saja memfermentasikan seguci arak.
Kamu diam-diam memasukkan segenggam garam ke dalam.
Saat aku membuka gucinya setelah sebulan,
astaga, aromanya luar biasa aneh.
Kamu sudah menjebak nenekmu.
Saat itu, aku hanya merasa penasaran.
Aku ingin tahu bagaimana rasa arak
yang sudah ditambah garam.
Rasa penasaranmu sudah terpenuhi,
tapi aku hampir saja mati.
Aroma nenek benar-benar wangi.
Aku sudah hampir berumur 70 tahun.
Apa ada aromanya lagi?
Memang sangat wangi.
Aroma saat kecil.
Aroma nenek.
Aroma yang tidak akan aku lupakan selamanya.
[Ayah]
[Ibu]
[Mungkin aku akan segera berkumpul dengan kalian]
Jialan.
Makanannya sudah selesai.
Cepat turun untuk makan.
Aku datang.
Saatnya makan.
Ikan mandarin asam manis,
udang teh biluo, dan tahu kecap.
Semua ini adalah makanan kesukaanku.
Kalau kamu suka, makanlah yang banyak.
Baiklah.
Lihatlah tampilan makanmu itu.
Kelak setelah menikah,
apa kamu tidak takut keluarga mertuamu mentertawakanmu?
Kalau begitu, aku tidak akan menikah.
Aku akan menemani Nenek saja.
Jangan asal bicara.
Jialan.
Nenek sudah tua.
Aku tidak bisa menemanimu terlalu lama lagi.
Kamu jangan tidak suka Nenek begitu cerewet.
Jika kamu melihat ada seseorang yang lumayan,
cepat pastikan hubungan kalian.
Aku merasa He Zhengyu yang pernah kamu katakan padaku
lumayan.
Pria baik seperti dirinya itu sangat laris.
Jangan membicarakan aku lagi.
Nenek, kapan kamu akan mencari seorang pendamping?
Kudengar dari Bibi Li itu,
ada beberapa kakek yang mengejarmu.
Dasar kamu ini.
Tidak sopan.
Kamu masih bercanda dengan Nenek.
Aku berbicara dengan sungguh-sungguh.
Jika kamu bertemu dengan yang baik,
kamu harus mempertimbangkannya dengan baik.
Aku sepanjang tahun berada di luar.
Aku tidak bisa menjagamu di sisimu.
Alangkah bagusnya jika ada seseorang yang bisa menjagamu.
Kamu cepat makan.
Mari.
Nenek.
Nanti aku ingin pergi mengunjungi Ayah dan Ibu.
Kamu memang sudah harus pergi menemui mereka.
Tapi, lihatlah hujan ini.
Turun dan berhenti tidak menentu.
Bagaimana kalau lain hari saja?
Tidak apa-apa, aku bawa payung saja.
- Baiklah. - Ayo makan.
Nenek ambilkan sup untukmu.
Kamu makan saja dan tidak perlu memedulikannya.
Jika aku mendapatkan sepuluh juta Yuan,
hal yang pertama kali aku lakukan
adalah merenovasi rumah petak nenekku.
[Perumahan Jiale]
- Halo, He... - Apakah Chen Jialan sudah pulang?
Tidak.
Sebenarnya ke mana dia pergi?
Kenapa tidak ada kabar sedikit pun?
Dia sangat mungkin pergi ke tempat neneknya di Changjia.
Aku hanya punya 46 menit.
Aku sama sekali tidak sempat.
Changjia?
Aku akan ke sana.
Aku akan segera berangkat.
Kirimkan alamatnya padaku.
Baik.
Oh, ya.
Saat kamu bertemu dengan Chen Jialan,
jangan katakan kepadanya lagi
tentang peningkatan dan penurunan entropi.
Jika dia menghilang lagi,
aku pasti tidak akan mengampunimu.
Kamu malah menyalahkanku?
Jika bukan karena dirimu,
Jialan juga tidak akan menghilang.
Sudahlah.
Sekarang bukan waktunya untuk membicarakan siapa yang salah dan benar.
Cepatlah pergi.
Oh, ya.
Hati-hati saat mengemudi di malam hari.
Kamu masih hidup, itu artinya aku tidak apa-apa.
[Kantor Pusat Pengendalian Banjir Fei Xing berterima kasih atas dukungan Anda dalam pengendalian banjir]
[Diperkirakan dari tanggal 15 November sampai 16 November akan terjadi hujan lebat di daerah Fei Xing timur, Changjia, dan sekitarnya]
[Hujan deras hingga badai akan terjadi di beberapa daerah Changjia]
Pada tanggal 15 November 2021,
telah terjadi hujan deras dan badai lokal
pada daerah Changjia dan sekitarnya.
Ada sebagian rumah rakyat yang terendam banjir.
Sampai wartawan memberikan informasi ini, sudah ada dua orang yang meninggal
dan banyak orang yang terluka.
Observatorium Meteorologi Fei Xing memberikan
[2021]
sinyal peringatan hujan badai berwarna oranye.
Satu jam terakhir,
curah hujan pada daerah Fei Xing, Changjia, dan sekitarnya
akan mencapai lima puluh mm.
Selama dua hari, dari 15 November hingga 16 November,
hujan akan terus berlanjut.
Mohon para pengemudi mengemudi dengan hati-hati.
Selain itu, akibat pengaruh hujan,
sebagian tol Fei Xing menuju Changjia akan ditutup.
Diperkirakan, besok baru akan kembali normal.
Maaf.
Nomor yang Anda tuju sedang tidak aktif.
Jialan.
Jialan.
Sekarang sedang hujan di luar,
tapi aku tidak berada di sisimu.
Aku tahu kamu sudah membuat pilihanmu.
Tapi, aku juga memiliki pilihanku sendiri.
- Nenek, Anda jangan panik. - Rekan Polisi, aku mohon padamu.
Cucuku kemarin keluar
dan belum kembali hingga sekarang.
- Biarkanlah aku pergi. - Nenek, jangan panik dulu.
Dengarkan aku bicara.
Sekarang badai hujan baru saja berhenti,
jalan gunung sangat berbahaya.
Staf petugas
sudah mulai melakukan operasi pencarian dan penyelamatan.
Bagaimana kalau Anda menunggu kabar dengan tenang saja?
Kapten Liu.
Aku sudah menerimanya.
Sekarang kami tidak memiliki staf penyelamat yang cukup.
Minta cabang untuk mengutus orang kemari.
Baik, aku sudah mengerti.
Nek, Anda tunggu sebentar.
Aku menelepon sebentar.
Halo, Nenek.
Aku ingin bertanya sebentar.
Apakah Chen Jialan tinggal di tempat Anda?
Namaku He Zhengyu. Jialan adalah...
He Zhengyu.
Kamu adalah kekasih Jialan yang seorang pengacara.
Nenek.
Ada apa dengan Jialan?
Kemarin sore Jialan
bilang ingin pergi ke makam kedua orang tuanya.
Tapi, dia tidak kunjung kembali hingga sekarang.
Teleponnya juga tidak bisa dihubungi.
Aku panik sekali, Nak.
Nenek, Anda jangan panik dulu.
Aku ingin bertanya, di mana lokasi kuburannya?
Di sana atau di situ?
Tuan, Anda jangan panik dulu.
Memang ada orang yang terjebak di area kamp di gunung ini.
Setelah kami mendapatkan laporan,
kami langsung mengutus tim penyelamat ke sana
untuk melakukan penyelamatan.
Selain itu, aku sudah menambah anggota ke lokasi tersebut.
Rekan Polisi.
Di mana lokasi spesifik dari kuburan ini?
Tuan.
Aku mengerti maksud Anda.
Sekarang jalan gunung sulit dilalui karena hujan.
Selain itu, besar kemungkinan akan terjadi banjir bandang
dan juga longsor.
Aku sarankan, lebih baik Anda menunggu informasi lebih dulu. Bagaimana?
Begini.
Sebelumnya, aku pernah belajar tentang penyelamatan di tempat liar.
Aku juga pernah berpartisipasi dalam Tim Penyelamat Langit Biru untuk sesaat.
Jadi, Anda tidak perlu mengkhawatirkanku dalam hal ini.
Baiklah.
Kamu ikut denganku untuk mengambil peralatan untuk kamu pakai.
Ini untuk mencegah terjadi sesuatu.
Baiklah.
Baik, ayo pergi.
Tunggu aku sebentar.
Nenek, Anda tenang saja.
Aku pasti akan membawa Jialan kembali dengan selamat.
Kamu sendiri juga harus berhati-hati.
Tenang saja.
Kamu baik-baik saja? Hati-hati, ya.
Mari, sebelah sini.
Mari, orang di belakang jangan sampai tertinggal.
Semuanya normal.
Jangan sampai tertinggal!
Halo.
Halo.
Maaf, aku ingin bertanya sebentar.
Hati-hati.
Apakah kalian pernah melihat nona ini?
Tidak pernah melihatnya. Tidak kenal.
Baiklah.
Mari, ikuti. Pelan-pelan.
Halo.
Permisi,
apakah Anda pernah melihat nona ini?
Tidak ingat.
Coba kamu lihat di belakang.
Baiklah, terima kasih.
Maaf.
Permisi,
apakah kalian pernah melihat nona ini?
Aku pernah melihatnya.
Tadi dia yang membantu kami membereskan tenda.
Benarkah?
Kalau begitu, di mana dia sekarang?
Seharusnya ada di belakang.
Baiklah, terima kasih.
Terima kasih.
Pelan-pelan.
Biar aku saja.
Terima kasih.
Kenapa kamu kemari?
♫Sebuah mimpi yang dapat digapai♫
Ada apa dengan kakimu?
Tadi saat membereskan tenda,
aku tidak sengaja terkilir.
♫Ada karenamu♫
Tidak apa-apa.
♫Melalui lautan manusia yang bergejolak♫
Pakai ini.
Tidak perlu, aku benar-benar tidak apa-apa.
Kamu akan flu jika begini.
♫Kita♫
Pakai ini.
♫Berbicara berputar-putar bagaikan jarum detik♫
Terima kasih.
♫Bagaimana menghentikan hati yang tergerak♫
Kamu pegang ini dulu.
A... apa yang kamu lakukan? Turunkan aku.
Apa yang aku lakukan?
♫Kamu cahaya yang bersinar♫
Jika kamu pincang,
kapan baru akan sampai di rumah nenekmu?
Kamu sudah bertemu dengan nenekku?
♫Menghangatkan pupil mataku♫
Dia pasti sangat mengkhawatirkanku saat ini.
Apa dia tahu kamu datang mencariku?
♫Di ujung dunia♫
Tentu saja tahu.
Dia juga tahu aku seorang pengacara.
Yang dia ketahui adalah empat...
♫Berpelukan denganmu♫
♫Kamu cahaya yang berhenti♫
♫Berhenti di hatiku♫
♫Menghabiskan siang dan malam bersama♫
[2022]
♫Kerinduan yang diumumkan♫
♫Kamu akan mengerti♫
Chen Jialan.
Kamu ingin membuat Nenek ketakutan hingga mati.
Jika terjadi sesuatu padamu,
bagaimana aku menjelaskannya pada kedua orang tuamu?
Aku baik-baik saja.
Aku hanya sedikit terkilir saja.
Masih tidak apa-apa.
Sudahlah.
Aku sudah memasakkan air jahe gula merah untukmu.
Aku akan mengambilkannya untukmu.
Baik.
Terima kasih, Nenek.
Nenek.
Pakaikan es batu akan lebih baik.
Aku lakukan sendiri saja.
Tidak apa-apa, aku saja.
Apa kamu terluka?
Luka goresan saja.
Tadi tergores saat di hutan.
Kenapa kamu tidak mengobatinya?
Tidak perlu diobati.
Jika tidak diobati, lukamu akan infeksi.
Aku lakukan sendiri saja.
Tidak apa-apa.
Begini saja.
Kamu bilang aku tidak punya pengetahuan umum.
Kamu sendiri bahkan tidak tahu mengobati luka sendiri.
Sudah selesai.
Kenapa ekspresimu tampak bersalah?
Aku malas memedulikanmu.
Selalu saja tiba-tiba menghilang.
Lalu, membuat diri sendiri dalam bahaya.
Apa jika ada masalah tidak bisa didiskusikan?
Apakah hanya bisa memutuskan hubungan?
Kulihat, kamu berencana untuk membuat semua orang panik hingga mati
sebelum mengorbankan dirimu sendiri.
Aku sudah menjelaskannya kepadamu dengan sangat jelas.
Kenapa kamu masih ingin mengganggu takdirku?
Sekarang Jirong sudah baik-baik saja.
Semua orang juga baik-baik saja.
Jika harus memilih seseorang untuk pergi,
bukankah orang yang awalnya memang sudah koma itu
adalah pilihan yang terbaik?
Chen Jialan, apakah kamu pernah berpikir
sebenarnya kamu berkorban demi cinta
atau hanya membuat diri sendiri tersentuh dengan angan-anganmu?
Kamu selalu berkata
ingin mengorbankan diri sendiri dan menyelamatkan orang lain.
Tapi, apakah kamu
pernah menanyakan perasaan orang lain?
Benar. Kamu sendiri yang pernah mengatakannya.
Jika terjadi kesalahan, berusahalah untuk menebusnya.
Tapi, apa yang kamu lakukan sekarang?
Nenekmu hampir berumur 70 tahun.
Seberapa besar kasih sayang dan cintanya padamu.
Apa kamu tahu?
Jika terjadi sesuatu padamu, bagaimana dia sanggup menerimanya?
Bagaimana dia...
Apakah kamu pernah memikirkan hal ini?
Bagaimana mungkin aku tidak pernah memikirkannya?
Segelas air diletakkan ke dalam kulkas dan menjadi es.
Itu adalah penurunan entropi.
Sementara itu, kulkas harus menguras banyak energi listrik
untuk meningkatkan entropinya.
Bukankah masalah Jirong sudah membuktikannya?
Biarkan hal ini berakhir di tempatku saja.
Aku tidak setuju.
Maksudku adalah
He Zhengyu empat bulan kemudian tidak akan setuju.
Tapi, dia hanya bisa berinteraksi denganmu
selama 46 menit setiap harinya.
Sementara aku,
setiap hari aku punya 23 jam 14 menit
untuk mengawasimu.
Jadi...
Jadi, entah masalah apa pun yang dihadapi,
kita bertiga harus menghadapinya bersama-sama.
He Zhengyu.
Aku tidak sehebat dirimu dalam hal menjerat orang.
Terima kasih sudah mengalah.
Intinya, sekarang kamu hanya punya dua pilihan.
Pertama, ikut pulang denganku.
Kedua...
Aku akan tinggal untuk menemanimu.
Kamu pilih saja sendiri.
♫Jika♫
♫Pertemuan kita sudah ditakdirkan sejak awal♫
♫Bertemu di saat ini♫
♫Takdir bertumpang tindih♫
[Kenapa aku begitu mengkhawatirkan Chen Jialan?]
♫Jika♫
♫Perlu ditukar dengan hari esok♫
[Sejak kapan]
[aku juga berubah menjadi tidak tenang?]
♫Dunia yang ada dirimu♫
♫Maka biarkan aku melepaskan segalanya♫
♫Gambaran dalam ingatan♫
♫Begitu jelas dan nyata♫
♫Aku tidak boleh melepaskan tangan dan percaya♫
♫Keajaiban pasti muncul♫
Cepat makan selagi panas.
♫Melintasi waktu♫
Aku bilang padamu.
♫Jarak tidak boleh menghalangi♫
Jialan
paling senang memakan tahu kecap buatanku.
♫Aku berlari kepadamu♫
Kamu harus mencicipinya.
♫Di mana kamu?♫
Enak sekali.
Minggir.
Dasar kamu ini.
Ada tempat sebesar ini.
Kenapa kamu harus berhimpitan di sini?
Bukankah karena aku ingin duduk di dekat Nenek?
Nenek, Anda jangan keberatan.
Jialan sedang marah kepadaku.
Marah?
Kalian bertengkar?
Benar.
Sebelumnya, aku tidak sengaja membuatnya marah.
Kemudian dia pergi tanpa berpamitan.
Aku menemukan tempat ini dengan susah payah.
Jialan.
Ini salahmu.
Kedua orang menjalin hubungan,
bertengkar adalah hal yang normal.
Bagaimana bisa kamu kabur ke rumah dengan begitu saja?
Bukan Nenek, kamu jangan dengar omong kosongnya.
Dia sama sekali bukan kekasihku.
Nenek, lihatlah.
Sejak kemarin dia terus meminta berpisah denganku.
Dia masih emosi.
Aku juga heran kenapa tiba-tiba pulang ke rumah.
Ternyata alasannya bukan karena merindukan Nenek.
Jialan.
Ingat perkataan Nenek.
Dua orang menjalin hubungan,
hal yang terpenting adalah komunikasi dan saling mengerti.
Jangan kabur dari rumah tanpa ada sebab dan alasan.
Apalagi, tidak boleh sembarangan mengungkit untuk berpisah.
Ini akan sangat melukai hubungan.
Kami berdua bahkan tidak berpacaran.
Bagaimana kami berpisah?
Lihatlah, kamu bicara emosi lagi.
Dasar anak ini.
He Zhengyu.
Sebenarnya apa yang sudah kamu katakan kepada Nenekku?
Siapa?
- Ada apa ini? - Berhenti!
Kalian jangan kabur!
Nenek, kamu tinggal di sini dulu.
Aku akan pergi melihat bersamanya.
Berhenti!
Lapor polisi! Aku akan lapor polisi!
Nenek Zhang, apa yang terjadi?
Jialan.
Akhirnya, kamu sudah kembali.
Bagus sekali.
Jialan.
Kamu wartawan, 'kan?
Kamu harus membantu Zhang Xiaojiang.
Pegawai wanita dari Grup Gao
mendapatkan pelecehan seksual dari bosnya setelah dibuat mabuk.
Sekarang ada dua faksi di internet.
Faksi pertama merasa simpati kepada Zhang Xiaojiang,
[sedangkan faksi kedua mengatakan kedua pihak bermasalah]
Cucuku yang bernama Zhang Xiaojiang.
Kamu pernah bertemu dengannya saat kecil.
Kak Xiaojiang?
Apa telah terjadi sesuatu dengannya?
Bosnya melakukan pelecehan padanya.
Dia juga ingin mem... memperkosanya.
Apa sudah lapor polisi?
Sudah.
Tapi, buktinya tidak cukup.
Polisi tidak bisa mengajukan kasusnya.
Bos itu malah berbalik memfitnah
dan menuntutnya melakukan pencemaran nama baik.
Xiaojiang sudah ditangkap oleh polisi.
Nenek Zhang.
Begini.
Nona Xiaojiang ditangkap polisi
bukan mengartikan bahwa dia pasti melakukan kejahatan.
Ini bukan penangkapan.
Sebab setelah polisi menerima laporan,
polisi akan melakukan interogasi rutin.
Jadi, dipanggil adalah prosedur yang normal.
Kalau begitu, seusai diinterogasi, apakah ditangkap?
Jika pihak kepolisian selesai bertanya dan selesai menyelidikinya,
lalu menemukan bukti yang membuktikan Zhang Xiaojiang melakukan pencemaran nama baik,
maka akan dilakukan penangkapan.
Apakah masih ada aturan sekarang?
Apa masih ada aturan?
Nenek Zhang, Anda jangan panik.
Bukan Kak Xiaojiang yang salah.
Dia berani keluar untuk mengeksposnya.
Dia sudah sangat berani.
Kamu tenang saja. Kita harus percaya kepada polisi.
Jika Kak Xiaojiang memang difitnah balik,
aku percaya semua orang pasti akan mendukung Kak Xiaojiang.
Ada hal apa?
Zhang Xiaojiang yang kalian bicarakan tadi itu
pernah mencariku sebelumnya.
Dia berharap aku menjadi pengacaranya.
Tidak disangka, kebetulan sekali
ternyata kalian adalah tetangga.
Apa kamu sudah menyetujuinya?
Belum.
Tapi, aku sudah menyuruh Dajun untuk menyelidikinya lebih dulu.
Selain itu, kasus ini memang memiliki banyak kejanggalan.
Kejanggalan apa?
Sekarang pertanyaan terbesar internet kepadanya
adalah dalam kondisi yang sedang mabuk,
wanita dengan kesadaran yang tidak jelas,
dengan kondisi perbedaan kekuatan antara pria dan wanita,
bagaimana dia bisa melarikan diri dengan kemampuannya sendiri?
Selain itu, dia tidak begitu sadar saat naik ke mobil.
Setelah tiba di rumah, dia tiba-tiba sadar.
Bukan, ini sudah terlalu tidak berlogika, 'kan?
Dia berusaha keras melawan
adalah untuk membuat dirinya tidak semakin terluka.
Apa bahkan hal ini juga bisa diserang?
Berdasarkan pemahamanmu kepadanya dulu,
bagaimana pendapatmu tentang hal ini?
Biasanya dalam situasi seperti ini,
wanita adalah pihak yang lemah.
Terlepas dari identitasku sebagai wartawan,
dalam kondisi seperti ini,
aku lebih ingin percaya kepada seorang wanita.
Baik, kalau begitu kita kembali sekarang.
Kita bersama-sama membantu Zhang Xiaojiang.
Karena sekarang polisi
sudah menerima kasus Gao Ming,
itu artinya Gao Ming sudah memberikan
bukti yang sangat tidak menguntungkan bagi Zhang Xiaojiang.
Jadi, kita harus segera bertemu dengan Zhang Xiaojiang
dan membantunya sesegera mungkin.
Sementara itu, sebagai seorang wartawan,
kamu juga bisa mengikuti kasus ini secara menyeluruh.
Baik, aku akan mengemasi barang.
Kamu belum makan.
Tidak perlu lagi.
[Pegawai wanita dari Grup Gao]
[Bantulah Zhang Xiaojiang kami]
[Aku lebih ingin percaya kepada...]
[Kita harus segera bertemu dengan Zhang Xiaojiang]
[dan membantunya sesegera mungkin]
[Mitos tak terkalahkan jatuh, Pengacara Zhang Xiaojiang, He Zhengyu memukul orang dan dilaporkan]
[Firma Hukum Feng Yu]
[Pemberitahuan Resolusi Penghapusan Nama Firma Hukum Feng Yu]
[Jirong sudah berhasil diselamatkan]
[Aku tetap masuk dalam jebakan Sun Defeng]
[Semuanya lagi-lagi kembali ke titik awal]
Jialan.
Ingat perkataan Nenek.
Setelah pulang, berinteraksilah dengan baik bersama Zhengyu.
Jangan terlalu keras kepala.
Aku sudah mengerti.
Nenek.
Kamu harus menyimpan dengan baik
kartu bank yang kuberikan padamu tadi
dan nomor telepon temanku.
Jika Anda ada masalah dan tidak bisa menemukanku,
kamu telepon mereka saja.
Mereka pasti akan membantumu.
Apa kamu sudah mengingatnya?
Aku sudah mengingatnya.
Nenek sudah mengingat semuanya.
Nenek.
Jaga dirimu baik-baik.
Tenang saja, pergilah.
Zhengyu.
Kemarilah.
Nenek meminta bantuanmu.
Aku titipkan Jialan kepadamu.
Jaga dia baik-baik dan sayangi dia.
Tenang saja, Nenek.
Aku akan menjaga Jialan dengan baik.
Kami pergi dulu.
Pergilah.
Pergilah, cepat.
- Kami pergi dulu, Nenek. - Pergilah.
Cepat naik mobil.
Kamu pulang dulu. Jangan menunggu lagi.
Naiklah.
Kamu sudah bangun.
Aku akan pergi menemui Zhang Xiaojiang sebentar.
Baik.
Tenang saja. Tidak akan terjadi apa-apa.
Baik, terima kasih.
Kak Xiaojiang.
Jialan.
Kamu sudah menderita, Kak Xiaojiang.
Aku tidak apa-apa, aku sudah membuat kalian khawatir.
Aku bisa keluar berkat Pengacara He.
Tidak perlu sungkan.
Ayo kita pergi makan dulu.
Jialan belum makan apa pun sejak pagi.
Baiklah.
Ayo naik mobil.
Gao Ming menyuruhku untuk bersulang kepada setiap tamu.
Ini bukan apa-apa.
Aku juga harus meminum bir untuknya.
Dia bilang ini adalah kualitas dasarku sebagai seorang karyawan.
Setelah beberapa putaran, aku benar-benar pusing
dan tidak bisa berdiri dengan stabil.
Saat mengantarku pulang,
dia terus menyentuhku.
Aku tidak suka dengan pegawai yang tidak patuh.
[Setelah tiba di rumah...]
Mari, Xiaojiang.
[Dia ikut naik bersama denganku]
Begitu masuk ke rumah...
[Dia langsung menyentuhku diriku]
Saat itu, aku hanya memikirkan satu hal,
yaitu aku tidak bisa membiarkan dia berhasil.
Jadi, aku menolak dengan sekuat tenaga.
Aku menendangnya dan memukulnya.
Seharusnya, aku menendang ke sebuah bagian.
Aku ingat dia berteriak sesaat lebih dulu baru berhenti menyentuhku.
Nona Zhang.
Apakah di rumahmu ada kamera CCTV?
Berdasarkan deskripsi yang kamu katakan tadi,
bukti saat ini sangat tidak menguntungkan bagimu.
Total ada tiga kamera CCTV.
Satu ada di restoran.
Kamera itu hanya merekam
tampilan dirimu yang mabuk dan bersandar di meja.
Hanya menggunakan hal ini sama sekali tidak bisa membuktikan
bahwa Gao Ming sengaja membuatmu mabuk.
Seusai makan, dia mengantarmu pulang.
Dia bahkan bisa mengatakan bahwa
dia melakukannya karena kamu sudah mabuk
dan dirinya bersimpati kepada bawahannya.
Dua kamera CCTV yang lainnya yang ada di komplek rumahmu
dan di dalam lift.
Keduanya hanya merekam Gao Ming memapahmu naik ke atas.
Sepanjang itu tidak ada tindakan yang berlebihan.
Hal yang terpenting saat ini adalah tindakan mesum yang dilakukan
padamu di dalam mobil dan di rumah itu.
Jika melihat dari bukti saat ini,
bukan hanya tidak bisa membantumu,
sebaliknya malah membuktikan bahwa Gao Ming tidak bersalah.
Sekarang seluruh opini publik
sedang memarahiku menyebarkan desas-desus.
Apa mungkin aku yang dilecehkan,
tapi terakhir aku juga yang harus dipenjara?
Kamu jangan khawatir.
Semua yang kukatakan tadi
hanya informasi yang dimiliki saat ini.
Mungkin aku tidak seharusnya meminta bantuan di internet.
Aku sama sekali bukan lawan Gao Ming.
Aku... aku takut.
Aku benar-benar takut.
Kak Xiaojiang.
Aku juga pernah mengalami penindasan sosial media.
Aku sangat bisa memahami perasaanmu.
Kamu bisa keluar untuk berbicara,
itu sudah sangat berani.
Tidak semua orang memiliki keberanian
untuk membuka lukanya kepada orang lain.
Iblis juga tidak akan tidak bisa menemukan kita
meskipun kita tidak berbicara.
Kak Xiaojiang, kamu harus yakin bahwa
kedatangan keadilan hanya tentang cepat atau lambatnya.
Tapi, ia pasti akan datang.
Kamu ingin menindaklanjuti insiden Zhang?
Topik ini memang sedang diperbincangkan.
Tapi, berdasarkan pengalaman sebelumnya,
setelah insiden semacam ini dibicarakan untuk sesaat,
kebanyakan hanya akan terjadi situasi yang berbalik.
Sebelum kebenarannya ditemukan,
aku khawatir kita akan sulit untuk mengatakan
sebuah sudut pandang yang meyakinkan.
Jialan, bagaimana menurutmu?
Ketua Editor.
Aku setuju dengan pemikiran Piaopiao.
Aku juga sudah memikirkan hal ini.
Tapi, aku masih ingin melakukan topik ini.
Bukan karena insiden ini adalah topik panas apa pun.
Tapi, karena aku melihat beberapa
diskusi yang ada di internet
sehingga memicuku untuk berpikir.
Entah sejak kapan,
gaya berbicara orang-orang berubah menjadi
alasan masalah seperti ini bisa terjadi
adalah karena sikap korban dan semacamnya.
Coba kalian perhatikan.
Korban bisa menjadi pemicu,
tapi tidak mengartikan bahwa korban bersalah.
Selain itu, permintaan kita kepada korban
sudah terlalu tinggi.
Kita meminta korban untuk menjadi sempurna.
Tapi, di dunia ini,
apakah benar-benar ada korban yang sempurna?
Kita adalah manusia, bukan dewa.
Bidang opini publik tidak seharusnya menjadi bidang penilaian moral.
Selain itu, saat ini pengaruh dari opini publik sangat besar.
Kurasa kita sebagai media
sudah hampir dibagi menjadi dua faksi.
Faksi pertama mengabaikan fakta
dan hanya mementingkan popularitas topik.
Faksi satunya lagi bertindak hati-hati dan sikapnya ambigu.
Mereka akan mengamati dulu saat mendapatkan masalah,
lalu memberikan perlakuan yang sama kepada kedua pihak.
Kalau begitu, apa kegunaan dari wartawan?
Bukankah sebagai seorang wartawan seharusnya
mewakili masyarakat untuk pergi ke lokasi kejadian
dan menggali kebenaran dari kenyataan itu?
Kalau begitu,
bagaimana jika terjadi situasi yang berbalik?
Itu barulah makna bagi kita untuk menyelidiki kebenaran.
Kita terus menunggu dan mengamati.
Dengan begitu, kita tidak bisa menjalankan
misi kita sebagai seorang wartawan.
Topik ini layak untuk ditindaklanjuti.
Aku mendukung Jialan.
Perkataanmu benar.
Sebagai orang media, kita seharusnya bertarung dengan berani.
Kita akan melakukan topik ini.
Aku serahkan padamu.
Terima kasih, Ketua Editor.
Jialan.
Jika kamu membutuhkan bantuan, tidak perlu sungkan mencariku.
Baik.
Jialan, semangat.
Semangat, Jialan.
Jialan, semangat.
[SWEET ON]
[Love in Time]
[Klip tambahan khusus]
Sekarang kamu pincang,
kapan baru bisa sampai di rumah nenekmu?
Rumah nenekmu.
[Nenek]
Bukankah yang dia sebut nenek?
[Akhirnya sudah menyadarinya]
[Menggeser kantong es dengan tenang]
Lebih baik aku
meletakkannya di kaki sendiri saja.
[Astaga, akhirnya sudah selesai]
Itu artinya kamu tidak fokus saat berakting.
[Berdedikasi dan luar biasa]
Aku sudah hampir membeku.
[Hatiku sedih]
[Harus menahannya]
[Tidak tahan]
[Untung saja tidak apa-apa, hampir saja]
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.