Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
[Love in Time]
[Episode 5]
[Pengadilan Rakyat Distrik Gaoxin]
Hakim Ketua, [Pengadilan Rakyat Distrik Gaoxin]
Hakim Ketua,
aku punya satu
laporan identifikasi hukum tentang Li Ziqiang.
Laporan ini menunjukkan bahwa
luka Li Ziqiang termasuk melukai diri sendiri.
Ini adalah penyelidikan menyeluruh.
Aku adalah Mu Shiming.
[24 September 2021. Mengungkapkan kasus pembongkaran dan relokasi paksa dan penganiayaan Keluarga Fei secara ekslusif] [Laporan berita. Penyelidikan menyeluruh]
Kasus pemaksaan pembongkaran dan relokasi dan penganiayaan Grup Keluarga Fei [24 September 2021. Mengungkapkan kasus pembongkaran dan relokasi paksa dan penganiayaan Keluarga Fei secara ekslusif] [Laporan berita. Penyelidikan menyeluruh]
[24 September 2021. Mengungkapkan kasus pembongkaran dan relokasi paksa dan penganiayaan Keluarga Fei secara ekslusif] [Laporan berita. Penyelidikan menyeluruh]
sudah diketahui kebenarannya. [24 September 2021. Mengungkapkan kasus pembongkaran dan relokasi paksa dan penganiayaan Keluarga Fei secara ekslusif] [Laporan berita. Penyelidikan menyeluruh]
sudah diketahui kebenarannya.
[Saat Li Zilli menjadi penanggung jawab proyek,]
[dia diam-diam mengurangi bahan sehingga dipecat oleh Keluarga Fei]
Oleh karena itu, dia merasa dendam.
Dia bekerja sama dengan kakaknya Li Ziqiang
untuk memeras Fei Meng dengan cara yang licik.
Aku juga
memiliki rekaman suara adik kandung Li Ziqiang,
Li Zili.
Selanjutnya adalah sebuah video eksklusif
dari Berita Satu.
[Aku ini namanya mengorbankan sesuatu untuk mencapai tujuan]
Jika tidak mematahkan lengan, tidak bisa mendapatkan uang.
Aku sedang membantu kakakku.
Ada apa dengan orang-orang sekarang?
Benar-benar bisa melakukan apa pun demi uang.
Silakan masuk.
[Ternyata Li Ziqiang]
[adalah penipu]
[Menyia-nyiakan simpati warganet]
[Memalukan]
[Ternyata mereka berdua adalah orang seperti ini]
[Demi uang,]
[dia benar-benar tega melakukannya]
[Ternyata mereka berdua bersekongkol]
Sudahlah, coba lihat akan dikirim atau tidak.
Jumlah klik berita Berita Satu melebihi 100 juta
dan berada di tempat teratas pencarian panas selama dua jam penuh.
Kali ini kita bisa mendapatkan berita eksklusif
karena jasa besar Chen Jialan.
Selamat, Jialan.
Selamat, Jialan.
- Selamat, Jialan. - Selamat, Jialan.
Tidak.
Terima kasih, Ketua Editor. Terima kasih, Guru Mu.
Terima kasih semuanya.
Semangat!
Semangat.
Terima kasih atas bantuan Guru Mu.
Terima kasih.
Guru Mu, aku bersulang untuk Anda.
Aku tidak pandai minum arak.
Maaf, aku tidak tahu.
Kalau begitu, kita ganti dengan air saja.
Tidak apa-apa, aku akan minum sedikit saja.
Baik.
Guru Mu,
terima kasih untuk kali ini.
Kita adalah teman seperjuangan di kubu yang sama.
Kamu tidak perlu sungkan denganku.
Profesi wartawan kita ini,
jika dikatakan dengan baik adalah raja tanpa mahkota.
Sebenarnya kita adalah prajurit.
Pertempuran terus berlanjut.
Jika bukan melihat dan mendengarnya secara langsung,
aku benar-benar tidak bisa membayangkan
ternyata Li Bersaudara adalah orang seperti ini.
Aku masih terlalu naif.
Jialan,
kita sebagai wartawan
jangan terlalu menekankan emosi subjektif.
Jika tidak, terkadang akan memengaruhi penilaian kita.
Sepertinya aku pernah mendengar kalimat ini di suatu tempat.
Wartawan harus mengungkapkan fakta, bukan emosi.
Jangan selalu terlihat amatir.
Guru Mu,
bolehkah aku bertanya?
Bukan masalah pekerjaan, kamu jangan keberatan, ya.
Katakanlah.
Kamu dan He Zhengyu
adalah kenalan lama yang sudah kenal bertahun-tahun.
Lalu, setiap kali kalian bertemu,
selalu ada suasana konflik,
kenapa seperti itu?
Tidak ada apa-apa.
Hanya jalan yang berbeda, jadi tidak bisa bekerja sama.
Oh, ya.
Apakah kamu sangat akrab dengannya?
Tidak akrab...
Tapi, tadi saat kamu berbicara,
matamu secara tidak sadar melihat ke kiri.
Itu berarti kamu memiliki kenangan dengannya.
Lalu, lagi-lagi secara tidak sadar kamu mengatupkan bibirmu.
[Itu berarti kenangan ini membuatmu agak kesulitan]
Tentu saja,
ini hanya tebakan pribadiku.
Kami berdua memang saling kenal.
Aku hanya merasa orang ini tidak terlalu sopan.
Kami
memang ada masalah pribadi.
Ayahku sebagai profesor hukum
sudah sewajarnya berpikir aku akan menjadi pengacara
setelah lulus.
Tapi aku tidak berbakat dalam hal ini,
juga tidak tertarik.
Sedangkan He Zhengyu berbeda.
Dia sepenuh hati ingin menjadi pengacara top,
dan dia sangat berbakat.
Jadi di mata ayahku,
sepertinya He Zhengyu barulah putra kandungnya.
Dan aku?
Aku hanya anak durhaka.
Guru Mu.
Ini arak.
Aku tidak memperhatikan.
Guru Mu...
Ini...
Teman, ada apa ini?
Cepat sekali sudah membuatnya mabuk.
Aku tidak membuatnya mabuk.
Dia sendiri yang meminumnya.
Kalau begitu, antar dia pulang.
Aku tidak tahu di mana rumahnya.
Kalau begitu, antar dia pulang ke rumahmu.
Antar pulang ke rumahku?
Ini tidak baik, 'kan?
Jika tidak, memangnya antar pulang ke rumahku?
Ayo, pelan-pelan.
Guru Mu, kamu sudah bangun?
Di mana ini?
Ini apartemenku.
Tadi kamu mabuk.
Aku tidak tahu mau mengantarmu ke mana, jadi aku membawamu kemari.
Maaf.
Aku jarang minum.
Aku sudah merepotkanmu.
Tidak apa-apa.
Jam berapa ini?
Sudah pukul 22.02.
Pukul 22.02!
Ada apa?
Guru Mu,
aku tiba-tiba teringat
kalau aku belum menulis
laporan ulasan Li Ziqiang.
Aku... aku harus bekerja sebentar.
Apakah kamu juga ada urusan?
Iya, masih ada sedikit urusan.
Baguslah.
Aku... aku akan mengantar Anda.
Aku tahu.
Anda mabuk, jadi tidak bisa berdiri.
Ayo, aku papah Anda berdiri.
Jialan.
Aku tahu.
Tas Anda ada di kursi sebelah sini.
Jialan.
Sebenarnya aku juga tidak begitu buru-buru.
Guru Mu, sudah pukul 22.00 lewat.
Biaya taksi akan makin mahal.
Anda pulang lebih awal dan jaga kesehatan.
Baik, kamu juga istirahat lebih awal.
Baik.
Sampai jumpa, Guru Mu.
Sampai jumpa.
Ini terlalu mendebarkan.
Guru Mu, ada apa?
Ponselku tertinggal.
Ponselmu, ya?
Di mana?
Seharusnya di sofa tadi.
Sofa?
Kenapa dia ada di sini?
Jialan,
kapan kamu mempersiapkan ini?
Mungkin saat kamu tertidur.
Apakah kamu ada kencan nanti?
Tidak.
Bagaimana mungkin?
Maksudku, sudah begitu malam,
kamu juga belum makan malam.
Aku takut kamu akan lapar setelah minum arak.
Aku memang sedikit lapar.
Kalau begitu, aku tidak sungkan lagi.
Terima kasih.
Jialan,
tidak disangka kamu begitu pandai memasak.
Dia pandai memasak?
Seharusnya caranya bagus.
Aku biasa saja.
Hanya membuat beberapa hidangan yang mudah.
Coba kulihat kamu masak hidangan yang mudah.
Kamu juga makan.
Baik.
Jialan, terima kasih.
Sebenarnya tadi kamu tidak perlu mendorongku keluar dulu
baru mempersiapkannya.
Kejutan, 'kan?
Lalu, bagaimana kamu tahu kalau aku akan kembali lagi?
Kamu...
Ada apa, Jialan?
Aku...
Guru Mu, aku...
Jialan,
ada apa denganmu?
Guru Mu.
Ponselmu sudah ketemu.
Terima kasih.
Jialan.
Setelah kamu minum arak, kamu seperti anak kecil.
Kekanak-kanakan, 'kan?
Sangat imut.
Barusan bukankah ada suara menyiram toilet?
Guru Mu.
Apartemen yang kusewa ini sangat jelek.
Efek kedap suaranya sangat tidak bagus.
Jika lantai atas menyiram toilet, di bawah bisa terdengar.
Nenek di lantai bawahku
berkali-kali mencariku.
Berani-beraninya sengaja mengetuk dinding.
Aku akan ketuk balik.
Guru Mu.
Ka... kamu makan dulu.
Tunggu aku sebentar.
Bisakah kamu berhenti membuat masalah?
Bagaimana jika Guru Mu menemukanmu?
- Biarkan saja kalau ketemu. - Pelankan suaramu.
Pertama, aku bukan penduduk ilegal.
Kedua, aku bukan buronan.
Apa yang memalukan?
Jika peleburan ruang dan waktu terbongkar, maka akan merepotkan.
Jika kamu dan aku tidak mengatakannya,
dengan kondisinya sekarang,
dia sama sekali tidak akan tahu.
Tapi...
Kamu takut Mu Shiming akan salah paham
kalau kita berdua tinggal bersama, 'kan?
Benar.
Tinggal bersama apanya?
Kita berdua paling-paling hanya teman seapartemen.
Aku tidak ingin terlibat skandal denganmu.
Kamu menyukai Mu Shiming?
Omong kosong apa yang kamu katakan?
Aku hanya menganggap Guru Mu sebagai seniorku.
Jika hanya begitu,
akankah kamu membawa pulang
senior yang mabuk pada tengah hari?
Hatimu itu jahat.
Mulai sekarang,
kamu tinggal di sini dengan baik.
Jika aku mendengar sedikit pun suara,
jangan salahkan jika aku tidak sungkan.
Sudah.
Dendam sudah terbalaskan, dia tidak akan ribut lagi.
Kamu cukup imut saat marah.
Benarkah?
Aku berlatih bela diri sejak kecil.
Jadi, aku agak mudah marah.
Menurutku, wanita memang harus tumbuh dengan liar.
Dengan begini baru energik.
Aku malah tidak terlalu suka
gadis yang berpura-pura lembut.
Tapi, jika terlalu energik,
malam juga sangat mudah mengantuk.
Kalau begitu, aku pulang dulu.
Aku pesan taksi daring.
Baik.
Baterainya habis.
Aku punya bank daya di sini.
Aku ambilkan untukmu.
Kamu baik-baik saja?
Aku baik-baik saja.
Aku bantu kamu memeriksanya.
Tidak apa-apa.
Listriknya mati.
Sirkuit apartemen bobrokku ini sudah tua,
jadi mudah mati listrik.
Aku akan memeriksanya.
Biar kubantu.
Tidak perlu.
Aku terbiasa memperbaikinya sendiri.
Guru Mu, kamu duduk sebentar.
Aku pergi dulu.
He Zhengyu.
Sebenarnya apa yang ingin kamu lakukan?
Aku mengantuk.
Matikan lampu dan tidur.
Kalau mau matikan lampu, matikan lampu di dalam.
Untuk apa kamu mematikan lampu di luar?
Aku tidak ingin melihat
orang lain bermesraan di apartemenku.
Apa itu namanya bermesraan? Aku hanya...
Katakanlah.
Harus bagaimana agar kamu tidak membuat masalah?
Berjanji satu hal padaku.
Apa?
Ajak Jirong dari ruang dan waktumu
ke apartemenku.
Kalau dia adalah temanmu,
tidak bisakah kamu mengajaknya di ruang dan waktumu?
Tidak bisa.
Kalau tidak, perlukah aku minta bantuanmu?
Tidak mau membantuku?
Kalau tidak, aku keluar.
Kamu berani?
Kalau begitu, kamu bantu aku buat janji dengan Jirong.
Tidak mungkin.
Jialan, bagaimana?
Apakah perlu bantuanku?
Tidak apa-apa, Guru Mu.
Aku sudah memperbaikinya.
Lihat.
Isi dulu daya ponselmu.
Aku akan segera datang.
Tidak mau bantu, ya?
Aku bantu kamu.
Jika dia benar-benar temanmu,
kamu seharusnya tahu
bahwa Wu Jirong dan Jiang Shenghao sudah bertunangan.
Justru karena aku tahu mereka akan bertunangan,
makanya aku menyuruhmu untuk segera ajak Jirong kemari.
Ada apa?
Kamu cemas karena dia sudah bertunangan?
Kamu ingin merebut dia?
Aku merebut dia?
Jika aku punya pemikiran itu,
aku sudah mengejarnya sejak awal.
Untuk apa menunggu sampai sekarang?
Karena dia sudah bertunangan,
kamu tahu kamu sudah tidak ada kesempatan lagi,
makanya kamu baru mau menghargainya.
Chen Jialan...
Kamu tidak seharusnya menjadi wartawan.
Seharusnya kamu menjadi penulis skenario.
Bahkan jika aku membantumu mengajak dia kemari,
kalau dia tahu masalah peleburan ruang dan waktu,
bagaimana kamu menjelaskannya?
Ini sangat mudah.
Setelah Jirong datang, peleburan ruang dan waktu dimulai.
Aku akan bertamu sebagai tamu
dan bertemu dengan Jirong secara kebetulan.
Bagaimana dengan saat peleburan ruang dan waktu berakhir?
Dia tetap akan mengetahuinya.
Sepuluh detik sebelum peleburan ruang dan waktu berakhir,
antar dia pulang,
bukankah masalahnya selesai?
Dia pasti tidak akan menyadarinya.
[Rencana yang bagus]
[Aku tidak akan membantumu]
Kamu sudah setuju?
Aku setuju.
Aku peringatkan kamu,
jangan bersuara sedikit pun.
Guru Mu.
Maaf.
Aku benar-benar minta maaf.
Tidak apa-apa.
Jialan,
kurasa sepertinya kamu juga tidak terlalu terbiasa
kalau ada orang lain di apartemen.
Benar.
Aku sudah terbiasa tinggal sendiri.
Kalau begitu, kebetulan di sini
ponselku juga tidak ada sinyal.
Aku akan panggil taksi di luar saja.
Sinyal di apartemen kami memang sangat buruk,
setelah keluar akan ada sinyal.
Aku antar kamu.
Jialan, terima kasih untuk hari ini.
Sama-sama, kita adalah rekan kerja.
Kelak kita juga teman minum.
Baik.
Kelak silakan Guru Mu sering-sering datang minum arak.
Sungguh?
Baik.
Sampai jumpa, Guru Mu.
Sampai jumpa.
Silakan Guru Mu sering-sering datang minum arak.
He Zhengyu.
Apakah kamu gila?
Sangat membuang-buang.
Kalian sebagai wartawan,
apakah sangat miskin?
Apa tidak terbiasa makan steik kelas atas seperti ini?
Kamu jangan berharap aku akan membantumu membuat janji dengan Jirong.
Kamu menyerah saja.
Jadi orang harus menepati janji.
Hal yang baru saja kamu janjikan padaku,
sekarang kamu langsung mengingkarinya.
Biasanya aku orang yang jujur,
tapi hal yang kujanjikan
saat diancam itu tidak berlaku.
Jangan.
Lakukanlah demi semeja hidangan yang kusiapkan untukmu
dengan susah payah ini.
Kenapa kamu melakukan ini?
Perkataan dan perbuatanmu
benar-benar berbeda.
Kuberi tahu kamu.
Tidak mungkin.
[Langkah pertama]
Memenuhi kesukaan dan kesenangannya.
Apa yang dia sukai?
Dia suka makan berbagai makanan cepat saji.
Belikan untuknya.
Beli sebanyak mungkin.
Tidak apa-apa, masih ada langkah kedua.
Humoris.
Semua wanita suka pria yang humoris.
[Cara pertama sudah tidak bisa]
[Coba cara kedua]
Chen Jialan,
aku akan ceritakan lelucon padamu.
Dulu ada seorang gadis yang sangat galak.
Teman sekelasnya
memberinya julukan,
namanya telur goreng.
Apakah kamu tahu kenapa?
Karena
tomat tumis telur.
[Tidak bisa]
Kamu bukan aku.
Kamu tidak bisa melakukan ini.
Kakak, sebenarnya apa keahlianmu?
Bagaimana menurutmu?
Jangan panik.
Masih ada langkah ketiga.
Paling sederhana dan paling sulit.
Mengobrol.
Buka hatimu dan mengobrol dengannya.
Beri tahukan padanya
rahasia-rahasia kecil di hatimu
yang paling gelap
dan paling rahasia.
Ini akan mendekatkan jarak di antara kalian dengan cepat
sehingga mencapai kehangatan hubungan.
Aku beri tahu kamu lagi
satu hal yang sangat memalukan.
Aku sangat takut hantu.
Terutama hantu wanita.
Suatu malam tiba-tiba ada hantu wanita...
Apa kamu tahu gelasku ini…
[Tahun 2022]
Kak.
Kapan kamu akan melakukan hal yang kamu janjikan padaku?
Sekarang sudah sebulan.
Tenang saja.
Yang Kakak janjikan padamu,
pasti akan Kakak laksanakan.
Setelah kondisimu membaik,
Kakak akan segera pergi, bagaimana?
Ayo, patuhlah.
Minum obat dulu.
Aku tidak mau!
Baik, tidak perlu minum obat.
Kalau begitu, nonton drama sebentar.
Bersantilah.
Aku tidak mau nonton!
Baik, tidak nonton.
Kak.
Biarkan aku menenangkan diri sendirian sebentar.
Aku mohon padamu.
Baik.
Kalau begitu, Kakak ada di depan pintu.
Panggil aku kapan saja jika perlu sesuatu.
Masih tidak diizinkan masuk?
Wu Anwen ini terlalu berhati-hati.
Hubunganmu dengan Jirong begitu baik,
kamu tidak mungkin merugikannya.
Mungkin karena mengikuti perintah dokter.
Bisa ada cara apa lagi.
Tadi aku meninggalkan kertas berisi pesan untuk Jirong.
Aku meminta perawat yang menjaganya untuk memberikan pada Jirong.
Jika cara ini masih tidak berhasil...
Hanya bisa mencari
Jirong dari empat bulan yang lalu.
Bagaimana dengan trik yang kuberikan waktu itu?
Apakah berguna untuk melawan Chen Jialan?
Kamu masih berani mengungkitnya?
Ada apa?
Jialan, kamu sudah kembali dari wawancara?
Chen Jialan.
Apakah kamu sudah dengar?
Li Ziqiang dan orang-orang yang digusur itu
akan pergi ke lantai bawah Grup Keluarga Fei untuk melindungi hak lagi.
Li Ziqiang masih ingin menuntut Keluarga Fei?
Kali ini, penghuni di daerah itu yang ingin menuntut.
Kalau begitu, aku akan pergi lagi.
Lupakan saja.
Li Ziqiang baru saja kalah dalam gugatan.
Sekarang sebagian besar opini publik di internet lebih berpihak pada Keluarga Fei.
Jika melindungi hak pada saat ini, tidak akan bisa membalikkan keadaan.
Benar.
Sudah begitu banyak media yang tahu hal ini.
Siapa pun yang pergi akan tahu bahwa berita ini tidak akan heboh.
Lebih baik aku pergi ke sana sebentar.
Ayo, aku akan menyetir mobilnya.
Baik.
Sedang apa lagi ini?
Aku memang bersalah atas penipuan itu.
Tapi, hukum sudah menghukumku.
Bukan, Kakak Li. Anda salah paham.
Kakak Li,
kedatangan kami kali ini hanya untuk masalah pembongkaran dan relokasi.
Kami baru saja kemari dari Grup Keluarga Fei.
Di sana juga penuh dengan orang yang melindungi hak.
Apakah Anda bersedia berbicara secara spesifik dengan kami?
Grup Keluarga Fei
sudah lama ingin menghancurkan tempat kami.
Sebelumnya, orang-orang itu datang menemuiku
untuk memaksaku menandatangani perjanjian pembongkaran dan relokasi.
Tapi, uang pembongkaran dan relokasi
bahkan tidak sampai setengah
dari yang sudah disepakati.
Aku tidak mau tanda tangan.
Lalu, mereka memukulku.
Aku juga sedikit terluka ringan.
Istriku sakit parah.
Dia butuh biaya operasi.
Aku sudah menaruh harapan
pada uang pembongkaran dan relokasi ini.
Kakak Li,
Anda bilang sebelumnya Anda sedikit terluka ringan?
Benar.
Jadi, adik Anda menggunakan kesempatan ini untuk membujuk Anda
untuk melukai diri sendiri di luka ringan
dan memeras Fei Meng?
Bukankah tidak mengungkit hal ini lagi?
Dalam hal itu,
aku memang salah.
Sekarang aku juga sangat menyesal.
Karena aku,
sekarang semua orang merasa
bahwa orang-orang yang digusur tidak layak dikasihani.
Aku yang telah membawa masalah bagi tetangga.
Kakak Li,
apakah kali ini Anda masih berencana
untuk menuntut Keluarga Fei?
Melindungi hak terlalu sulit.
Mereka bilang,
jika kami mau menuntut,
mereka akan mempekerjakan Pengacara He untuk gugatan.
Pengacara He sangat hebat.
Dia tidak pernah kalah dalam gugatan.
Kami sama sekali tidak bisa menang.
Untukmu.
Terima kasih, Kak. Aku tidak makan lagi.
Aku khusus membelikannya untukmu, makanlah.
Terima kasih.
Jangan berterima kasih padaku.
Jika mau berterima kasih, berterima kasih pada perusahaan.
Perusahaan akan mengganti uangnya.
Tapi Jialan, aku katakan padamu.
Aku sudah bekerja di perusahaan hampir sepuluh tahun.
Kamu wartawan yang paling bekerja keras yang pernah aku temui.
Tidak ada yang lain lagi.
Aku baru saja menjadi wartawan,
jadi ingin belajar lebih banyak.
Tidak masalah jika kamu ingin belajar lebih banyak.
Tapi, kamu harus ingat, sebagai seorang gadis,
kelak jika menghadapi situasi berbahaya,
kamu harus bisa melindungi diri sendiri.
Sudahlah, cepat naik mobil.
Istriku menungguku di rumah.
Terima kasih, Kak Liu.
He Zhengyu, keluar kamu!
Kamu minum arak?
Kamu kemari.
Jangan mendekat!
Komunikasi secara beradab, aku menolak kekerasan
dan menolak menyabarkan
emosi negatif.
Ini lebih baik daripada kamu yang berdarah dingin dan tidak berperasaan!
Apa maksudmu?
Apakah kamu menerima kasus pembongkaran dan relokasi Keluarga Fei?
Benar.
Biaya perwakilannya adalah gajimu selama beberapa tahun.
Kamu jangan iri.
Apakah di matamu hanya ada uang?
Aku mendapatkannya dari kerja legal.
Apakah kamu mau bekerja tanpa gaji?
Hanya mengandalkan cinta untuk menghasilkan listrik?
Aku tidak bisa mengalahkanmu.
Tapi, aku sudah mengetahui wujud aslimu.
Ini terlalu cepat.
Ini baru wujud asliku.
Kenapa kamu memukul orang lagi?
Atas dasar apa aku tidak boleh memukulmu?
Kamu ini bermoral buruk,
serakah dan membantu kejahatan.
Chen Jialan, aku beri tahu kamu.
Jika kamu berbicara peribahasa,
kamu pasti tidak bisa mengalahkanku.
Emosimu mudah berubah, tidak bisa diprediksi,
sombong dan kejam.
Penampilan luarmu terlihat baik, padahal sangat buruk di dalam.
Hanya menjaga penampilan luar!
Diam!
Sudah kubilang kamu tidak bisa mengalahkanku, 'kan?
Apakah kamu tahu apa yang aku lihat hari ini?
Orang-orang yang digusur itu berdiri di lantai bawah Keluarga Fei
untuk melindungi hak di bawah teriknya matahari.
Istri Li Ziqiang sakit parah
dan berbaring di ranjang.
Orang Keluarga Fei juga pergi ke rumahnya untuk mengganggu mereka.
Kamu malah membantu Keluarga Fei menindas orang-orang ini?
Siapa bilang aku membantu?
Siapa suruh aku seorang pengacara?
Pengacara harus melindungi hak hukum klien.
Ini etika paling dasar sebagai seorang pengacara.
Apalagi, kemampuanku dalam bidang ini begitu tinggi.
He Zhengyu.
Terakhir kali,
kamu beruntung telah berdiri di pihak yang benar.
Tapi, kali ini kamu tidak akan lagi.
Karena aku akan mengawasimu.
Aku akan membuatmu kalah telak.
Wartawan Chen.
Kalau begitu, bagaimana kalau kita bertaruh?
Bertaruh apa?
Jika aku menang,
kamu akan mempertemukanku dengan Jirong.
Tidak menyerah atas rencana jahatnya.
Bagaimana jika kamu kalah?
Aku tidak akan kalah.
Jika kamu kalah,
kamu harus sepenuhnya menghilang dari apartemen ini.
Chen Jialan,
keluar dan minum bersama.
Tidak tertarik.
Ayo minum bersama.
Kenapa?
Uang untuk gelasmu yang kupecahkan waktu itu.
Dua puluh Yuan?
Kenapa? Apakah terlalu banyak?
Setidaknya tambahkan satu nol lagi di belakang 20.
Kalian para pengacara jahat
benar-benar boros, ya.
Berikan kuitansinya.
Kalau tidak, bagaimana aku tahu kalau harganya 200 Yuan?
Gelas itu sudah lama kubeli,
ke mana aku bisa mencari kuitansinya?
Begini, kamu traktir aku makan mi.
Lalu, lupakan saja masalah ini.
Teman-teman media,
[Pukul 14.06. Gedung Grup Keluarga Fei] [26 September 2021] Teman-teman media,
[26 September 2021] [Pukul 14.06. Gedung Grup Keluarga Fei]
hari ini diadakan konferensi pers [26 September 2021] [Pukul 14.06. Gedung Grup Keluarga Fei]
[26 September 2021] [Pukul 14.06. Gedung Grup Keluarga Fei]
karena ada satu hal [26 September 2021] [Pukul 14.06. Gedung Grup Keluarga Fei]
[26 September 2021] [Pukul 14.06. Gedung Grup Keluarga Fei]
yang ingin diumumkan kepada semuanya. [26 September 2021] [Pukul 14.06. Gedung Grup Keluarga Fei]
[Gedung Grup Keluarga Fei] yang ingin diumumkan kepada semuanya. [26 September 2021] [Pukul 14.06. Gedung Grup Keluarga Fei]
[26 September 2021] [Pukul 14.06. Gedung Grup Keluarga Fei] [Gedung Grup Keluarga Fei]
[26 September 2021] [Pukul 14.06. Gedung Grup Keluarga Fei]
Aku sebagai konsultan hukum Grup Keluarga Fei,
melalui otorisasi dari direksi,
telah melakukan pemeriksaan diri terhadap internal perusahaan
dan menemukan bahwa dalam proses pembongkaran dan relokasi
telah terjadi pelanggaran besar yang dilakukan
oleh perusahaan pembongkaran dan relokasi yang disewa Keluarga Fei.
Sekarang aku mewakili Grup Keluarga Fei
secara resmi mengajukan gugatan pada perusahaan pembongkaran dan relokasi.
Kenapa hari ini kamu begitu senang?
Benarkah begitu?
Sangat benar.
Saat kamu makin marah, kamu akan makin tenang
dan saat semakin senang, kamu akan semakin santai.
Aku bertaruh dengan Chen Jialan
dan aku menang.
Kalian berdua bertaruh apa?
Ada hubungannya dengan Jirong.
Oh, ya.
Bagaimana perkembangan pemeriksaanmu
terhadap Jiang Shenghao dan Chen Kexin?
Jiang Shenghao itu,
seharian minum arak untuk menghilangkan kesedihan
atau pergi mencari Wu Anwen
dan berteriak ingin bertemu dengan Jirong.
Dia sudah tidak seperti manusia.
Tapi, Wu Anwen
sangat baik terhadap adiknya.
Bisa dibilang dia maniak melindungi adiknya.
Sejak kecil kakak Jirong sangat menjaganya.
Bagaimana dengan Chen Kexin?
Masih belum ada kabar.
He Zhengyu.
Kamu kurang marah, ya.
Aku sedang mengumpulkannya.
Tunggu.
Guru Mu.
Apa yang kamu beli?
Kasus orang yang digusur kali ini sudah merepotkan kalian semua.
Aku membelikan beberapa kopi untuk kalian.
Lagi-lagi membuat Guru Mu mengeluarkan uang.
Terima kasih, Guru Mu.
Jialan, aku khusus membelikanmu segelas jus
untuk menambah vitamin C.
Terima kasih, Guru Mu.
Jialan.
Jialan.
Apa yang kamu lakukan?
Menambahkan sedikit vitamin C.
Terima kasih.
Letakkan di tempatmu selama dua hari.
Untukku saja.
Tapi, aku benar-benar tidak menyangka
kalau kasus pelindungan hak orang yang digusur
ternyata masuk pencarian populer lagi.
Semua orang tidak menyangka.
Pengacara He Zhengyu
ternyata secara tidak langsung melindungi hak orang yang digusur.
Karena hal ini, aku bahkan bertaruh dengan orang lain.
Hasilnya aku juga kalah taruhan.
Piaopiao,
aku tanya satu pertanyaan padamu.
Aku punya seorang teman pria.
Dia ingin aku membuat janji dengan tunangan sahabatku.
Katanya ingin menyelesaikan kesalahpahaman.
Menurutmu, haruskah aku membuat janji?
Kenapa begitu berbelit-belit?
Aku pikirkan dulu.
Pacarmu?
Bukan.
Teman pria.
Salah satu teman priamu meminta bantuanmu
untuk bertemu dengan pacar
dari teman priamu yang lain?
Kedengarannya agak berbelit-belit.
Tapi, benar seperti ini.
Sekarang kamu khawatir setelah mempertemukan mereka,
kamu akan melakukan hal jahat dengan niat baik?
Kesalahpahaman apa yang harus diselesaikan?
Dia tidak mengatakannya.
Tapi, dia bilang mereka hanya teman baik,
tidak ada hubungan pria dan wanita.
Tapi, aku masih khawatir.
Seperti apa
teman priamu itu?
Tenang, arogan, dan sombong.
Sudah berapa lama dia saling kenal
dengan tunangan sahabatmu?
Katanya sudah belasan tahun.
Kalau begitu, kekhawatiranmu itu tidak perlu.
Mereka murni hanya berteman.
Kenapa?
Coba kamu pikirkan.
Hal seperti seorang pria arogan dan sombong
mengejar wanita,
apa perlu bantuanmu?
Orang yang arogan dan sombong,
juga tidak akan tiba-tiba merebut wanita
saat orang lain akan segera menikah.
Harga dirinya tidak mengizinkan.
Sepertinya sedikit masuk akal.
Terima kasih, Kak Piaopiao.
Sudah jam 17.30.
Waktunya pulang kerja.
Aku pergi dulu.
Baik.
Jialan,
aku ada kencan.
Aku tidak menunggumu lagi.
Sampai jumpa.
Kalau begitu, aku akan menerima kekalahan.
He Zhengyu,
kali ini aku akan mengabulkan permintaanmu.
Jialan.
Hari ini aku ada urusan, harus pergi lebih awal.
Kamu bantu aku lembur
untuk mengerjakan naskahku ini, ya.
Kamu harus banyak bekerja agar bisa bisa berkembang cepat.
Guru Mu.
Ada apa denganmu?
Sakit lambungku kambuh.
Ayo kita ke rumah sakit.
Tidak apa-apa.
Aku cukup minum obat saja.
Di mana obatmu? Aku ambilkan untukmu.
Bukan.
Obatnya sudah habis.
Aku akan panggil Pengiriman Kilat.
Jangan.
Sekarang adalah waktu macet.
Pasti lebih cepat jika aku yang pergi.
Begini saja.
Kirimkan aku nama obat dari ponselmu.
Aku pergi dulu.
Sudah terbuka.
Sudah datang?
Sedikit.
Hanya sedikit saja.
Hampir terkejar.
He Zhengyu.
He Zhengyu!
Apakah kamu bisa mendengarnya?
♫Sebuah mimpi yang dapat digapai♫
♫Ada karenamu♫
♫Melalui lautan manusia yang bergejolak♫
♫Kita♫
♫Berbicara berputar-putar bagaikan jarum detik♫
♫Bagaimana menghentikan hati yang tergerak♫
Kenapa kamu duduk di sini? ♫Bagaimana menghentikan hati yang tergerak♫
♫Bagaimana menghentikan hati yang tergerak♫
♫Kamu cahaya yang bersinar♫
♫Menghangatkan pupil mataku♫
♫Di ujung dunia♫
♫Berpelukan denganmu♫
♫Kamu cahaya yang berhenti♫
♫Berhenti di hatiku♫
♫Menghabiskan siang dan malam bersama♫
Chen Jialan. ♫Menghabiskan siang dan malam bersama♫
♫Menghabiskan siang dan malam bersama♫
Kamu tidak berani kembali lagi?
♫Kerinduan yang diumumkan♫ Kamu tidak berani kembali lagi?
♫Kerinduan yang diumumkan♫
♫Kamu akan mengerti♫
Berani bertaruh harus berani kalah.
Apa hebatnya melarikan diri?
Sudah begitu larut masih tidak pulang,
jangan-jangan terjadi sesuatu?
♫Sebuah mimpi yang dapat digapai♫
[Dia pasti akan berkata aku tidak terima kalah] ♫Sebuah mimpi yang dapat digapai♫
♫Sebuah mimpi yang dapat digapai♫
♫Ada karenamu♫
♫Melalui lautan manusia yang bergejolak♫
♫Kita♫
♫Berbicara berputar-putar bagaikan jarum detik♫
♫Bagaimana menghentikan hati yang tergerak♫
Apa yang kamu lakukan?
Apakah kamu punya pengetahuan dasar?
Bagaimana jika tersetrum listrik?
Lampu ini sudah terlalu tua.
Sirkuitnya sedikit lemah.
Kamu kemari dan bantu aku memutarnya.
Bukankah ini cukup bagus?
Besok cukup panggil manajemen properti
untuk memperbaikinya.
Aku tidak ingin berduaan denganmu
di apartemen yang gelap.
Naik.
Chen Jialan,
aku barusan selesai mandi,
sekujur tubuhku masih belum kering.
Bagaimana jika tersetrum listrik?
Tenang saja.
Bencana tidak terjadi selama ribuan tahun.
Aku jamin kamu akan baik-baik saja.
Jika kamu cerewet lagi, aku akan memukulmu.
Jangan menggertakku.
Aku belum meminta pertanggungjawabanmu.
Apa yang kamu minta?
Apakah kamu ini ikan?
Ingatanmu buruk sekali.
Apa yang terjadi kemarin?
Kenapa tidak pulang?
Jangan-jangan kamu tidak terima kalah?
Siapa yang tidak terima kalah?
Kemarin aku benar-benar ada urusan.
Kamu menghindar saja.
Bisa menghindari hari pertama, tidak bisa terus menghindar.
Siapa yang menghindar?
Kemarin penyakit lambung Guru Mu kambuh.
Aku tidak bisa membiarkannya begitu saja, 'kan?
Aku mengerti.
Ternyata karena ini.
Pantas saja.
Masalah Guru Mu
memang jauh lebih penting dariku.
Sarkas sekali.
Aku akan membantumu bertemu dengan Jirong.
Itu baru benar.
Berikan padaku.
Minggir.
Sekrupnya hanya longgar.
Cukup dikencangkan saja.
Selesai, cobalah.
Sudah selesai.
Di sini masih ada yang longgar.
Chen Jialan.
Aku... aku tersetrum listrik.
Ce... cepat tolong aku.
Cepat tolong aku.
Aku bercanda.
[Klip tambahan khusus] [Love in Time] [SWEET ON]
[Bermalas-malasan]
[Apa? Kerasukan setan]
Sudah.
Kami seperti sedang menanam.
[Menanam] Kami seperti sedang menanam.
[Menanam]
[Mencangkul dengan lebih cepat]
[Hancurlah]
[Tertangkap basah]
Sudah bisa.
[Keseharian syuting]
[Tidak berhenti tertawa]
Garis rahang bawah.
Sangat bagus dari sudut ini.
[Tak disangka berkata jujur]
[Jangan rekam lagi]
Jangan rekam.
Baiklah kalau jangan rekam.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.