Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
"Direktur Kreatif Go Ah-in telah ditugaskan..."
"sebagai Kepala Pejabat Kreatif mulai hari ini."
Selamat atas jabatan barumu, Direktur!
- Selamat! - Selamat, Direktur!
"Delapan Belas Tahun Lalu"
Penulis naskah iklan...
Kedengarannya bagus, kan?
Kalau kau bilang kau bekerja di agensi periklanan,
kedengarannya keren.
Kau hanya tahu cara menulis semua omong kosong ini.
Tidak semua orang cocok untuk pekerjaan ini!
Kita tidak perlu melakukan hal-hal yang kita sukai.
Kita harus melakukan hal-hal yang kita kuasai.
Cari pekerjaan lain.
Kau tidak cocok untuk ini!
Kau menangis?
Karyawan baru, apa kau menangis?
Untuk menjadi direktur kreatif di sebuah agensi,
seorang wanita harus meneteskan...
lima ember air mata di kamar mandi.
Bagaimana cara menulis naskah iklan yang bagus?
- Entahlah. - Kau tahu caranya!
Kenapa kau kesal padaku?
Berdebatlah dengan orang yang membuatmu menangis.
Lakukan sampai kau muak.
Tidak ada jalan pintas bagi penulis naskah pemula.
Banyak menulis adalah cara terbaik untuk melakukannya.
Menulislah banyak-banyak...
sampai orang yang membacanya muak mengatakan kau payah.
Jangan lari. Maju terus.
Selamat pagi.
Ada apa? Apa itu surat pengunduran diri?
Bukan.
Ini naskah iklan.
Baca dan katakan lagi apa aku cocok untuk pekerjaan ini.
Ada wanita gila di sini.
"Karyawan, Go Ah-in"
"Berpikir Strategis, Bertindak Gila"
"Go Ah-in, Kepala Pejabat Kreatif mulai hari ini."
Ayo. Aku yang traktir makan malam.
Sungguh? Kita akan mengadakan makan malam perusahaan?
Apa kami boleh ikut?
Anggota tim produksi yang senggang boleh ikut.
Ayo, sebelum Bu Go...
Maksudku, sebelum Direktur berubah pikiran.
Ayo.
Dia keren sekali!
Bolehkah aku memesan tempat?
Dia mau traktir apa?
Seharusnya dia sudah datang...
Ini dia.
Chang-su.
Kau sangat mudah ditebak.
Apa-apaan ini?
Kenapa kau lebih memilih Go Ah-in daripada aku?
Kenapa kau membuat keributan?
Aku sudah setia di sisimu selama bertahun-tahun!
Hei.
Berhenti menggonggong.
Tunggu.
Semuanya, angkat gelas kalian!
Mari bersulang untuk merayakan jabatan baru Direktur Go!
Selamat!
- Selamat! - Kalian sudah bekerja keras.
Kami juga.
Bu Go,
aku selalu ingin menanyakan hal ini.
Ada apa?
Sejauh ini, kau satu-satunya orang...
yang mendapat nilai sempurna di tes masuk perusahaan.
Aku juga pernah mendengarnya.
Bagaimana kau melakukannya?
Itu...
"Ruang Ujian 1"
"Ini kisah mingguan yang dirilis di Hanju Weekly hari ini."
"Lanjutkan menulis sesuai niat dan gaya penulis."
Permisi.
Apa pertanyaannya meminta kami menulis seperti si penulis?
Ya. Dari gaya penulisan hingga niat dan isinya,
kami akan menilai berdasarkan kemiripan dengan penulis aslinya.
Waktu kalian lima menit lagi.
"Mengikuti niat dan gaya penulis."
"Ini kisah mingguan yang dirilis di Hanju Weekly hari ini."
Kau menyerah?
Kertasmu kosong beberapa menit lalu.
Bukankah ini cukup?
Jadi, apa yang kau tulis?
"Kisah ini akan dilanjutkan minggu depan."
- Luar biasa. - Benar juga.
Itu pasti sesuai dengan niat penulis!
Bagaimana bisa memikirkannya dalam waktu singkat?
Orang lain mungkin berpikir kau yang naik jabatan.
Syukurlah.
Keinginan untuk menjadi sesuatu...
tak menjadi ilusi belaka karena dia bisa meraihnya.
Selamat.
Pak Han.
Ya?
Aku lebih bersyukur. Hati-hati di jalan.
- Selamat jalan. - Antar dia pulang dengan selamat.
"Obat Psikotropis"
Dunia yang indah.
Aku harus tinggal di dalamnya untuk waktu yang lama.
"Kantor CCO"
"Kepala Pejabat Kreatif, Go Ah-in"
"Wawancara eksklusif Go Ah-in, Eksekutif wanita pertama VC"
"Eksekutif Wanita Pertama Grup VC"
"VC Planning, Perusahaan Kesetaraan Gender"
"Eksekutif wanita pertama yang mematahkan stigma."
"VC Planning menunjuk Go Ah-in sebagai Kepala Pejabat Kreatif."
"Salut. Aku ingin tahu seperti apa dia."
Selamat malam.
Kita di sini bersama pemimpin wanita era kita,
eksekutif wanita pertama VC Planning,
Direktur Go Ah-in.
Selamat datang!
- Halo. - Halo.
Kabarnya dulu kau miskin...
dan lulusan universitas di luar Seoul.
Aku bukan hanya miskin.
Orang tuaku tidak tinggal bersamaku.
Benarkah begitu?
Aku tinggal bersama bibiku saat usiaku tujuh tahun...
dan aku tidak diterima di sana.
Kau pasti orang yang kuat.
Tidak mudah untuk mengungkit masa lalu sesulit itu.
Tidak sesulit itu.
Bibimu pasti orang yang baik.
Tidak, justru sebaliknya.
Tapi dibandingkan makan mi instan sendiri,
makanan yang kumakan di sana lebih lezat dan bergizi.
Bibi, pesan satu botol soju lagi.
Bibi!
Aku pesan sebotol soju.
Tentu, akan kubawakan.
Apa yang kau lakukan?
Pelanggan meminta sebotol soju.
Apa kau kemari untuk menonton TV?
Maaf.
Aku masih bisa membuat iklan...
sambil mendapat gaji bulanan dari agensi,
bahkan tanpa melakukan semua itu.
Tapi, aku tak akan menjadi yang terbaik di industri ini.
Aku akan melanjutkannya.
Akan kujelaskan padanya.
Aku punya kabar baik untukmu.
Aku tahu.
Benarkah? Memangnya apa?
Mereka memintaku pulang ke Korea, kan?
Mereka ingin aku melapor untuk bekerja di agensi.
Mengenai posisiku, kurasa sebagai...
Direktur?
Kau sudah bicara dengan kantor sekretaris?
- Belum. - Lantas, bagaimana bisa tahu?
"Direktur Eksekutif Wanita VC Planning, Go Ah-in"
Mereka menggelar karpet merah untuk kepulanganku.
Menjadikan putri Ketua...
sebagai eksekutif wanita yang pertama tidak akan bagus.
Pers akan mengganyangnya.
Menempatkan figur seperti ini...
meningkatkan citra perusahaan dan memudahkanku untuk bekerja.
Sama-sama menguntungkan.
Kau benar.
Cara yang cerdas...
dan juga kejam.
Kejam apanya? Ini penuh kasih sayang.
Dia takkan pernah jadi eksekutif kalau bukan karena aku.
Kau sangat cepat tanggap dalam hal seperti ini.
Bagaimana dengan hal lain?
Aku lamban dalam hal apa?
Persiapan, revisi, kemajuan,
- dan... - Pak Park,
itu bukan tanggung jawabku.
Lalu apa tanggung jawabmu?
Mengambil keputusan.
Hal-hal yang bisa kulakukan secara intuitif.
"Ketua, Kang Yong-ho"
Direktur Choi, kerjamu bagus kali ini.
Terima kasih, Pak.
Melihat betapa rajinnya kau bekerja,
kurasa aku akan membiarkanmu menangani urusan besar.
Serahkan padaku.
Bantu Han-na dengan baik saat dia datang bekerja.
Ya, Pak.
Jangan khawatir.
Aku pasti makan siang denganmu kalau aku tidak ada acara.
Kita bisa menjadwalkannya lagi saat kau senggang.
Baiklah.
Sampai jumpa lagi.
Baik, Pak.
Hubungi aku saat kau membutuhkanku.
Semuanya akan lancar mulai sekarang.
Terima kasih. Semua ini berkat...
Tunggu sebentar.
Dasar perusak suasana.
Siapa itu?
Orang tua di ruangan lain.
Kulihat kau membuat keputusan tanpa berkonsultasi denganku.
Apa aku...
harus mencari tahu soal jabatan eksekutif...
melalui intranet perusahaan?
Keputusan itu dibuat...
setelah berdiskusi dengan kantor sekretaris.
Ketua sendiri yang memutuskan.
Pasti ada yang merekomendasikannya.
Apa itu penting?
Hasilnya sudah diputuskan.
Aku hanya mengungkapkan ketulusanku...
Agar kau bisa merasa nyaman selagi di sini, Pak.
Aku minta maaf kalau aku membuatmu tidak nyaman.
Selanjutnya tolong berhati-hati.
Aku permisi.
Mau minum teh di ruanganku?
Ini mungkin terlambat, tapi selamat atas jabatan barumu.
Kau sangat sibuk dengan wawancara...
hingga belum sempat bertemu denganmu.
Semua ini berkat dirimu.
Kau mengatakannya beberapa kali,
tapi aku merasakan ketulusanmu kali ini.
Kali ini, aku memang tulus.
Begini, sekretaris Ketua adalah teman sekampusku.
Aku sangat merekomendasikanmu.
Karena kini kau seorang eksekutif, bersikaplah demikian.
Apa maksudmu?
Bu Go,
maksudku, Direktur Go,
serahkan ide telekomunikasi pada Pak Kwon.
Kau Kepala Pejabat Kreatif sekarang.
Meskipun tim Pak Kwon yang mengurusnya,
semua itu akan masuk ke portofoliomu.
Tak perlu membuat batasan, paham?
Proyek ini terlalu besar untuk ditangani Pak Han.
Kau benar.
Aku akan menyuruh Pak Han untuk menyerahkannya.
Aku berharap banyak padamu:
Kuharap kau membuka jalan yang bagus.
Terima kasih atas perhatianmu.
Kau memanggil kami?
Tidak juga.
Masukkan semua ide telekomunikasi di sini.
Apa kita menangani proyek telekomunikasi?
Punya atasan seorang eksekutif membuat semuanya mulus!
Kita akan menyerahkannya pada tim Pak Kwon.
Apa?
Kenapa?
Kenapa kita harus menyerahkan kerja keras kita...
pada orang lain?
Siapa yang menyuruh begitu?
Beri tahu Direktur Go soal ini. Itu ide kita...
Ini instruksi dari Direktur Go.
Serahkan.
Tapi aku bisa bekerja lebih baik daripada Pak Kwon.
Aku tahu.
Tapi, pengiklan menghargai pengalaman...
sama seperti keterampilan.
Eun-jeong, susun dengan baik dan serahkan.
Tapi...
Ambil ini.
Aku tahu betapa kerasnya kau bekerja untuk ini.
Bawahan seperti kita hanya bisa menuruti perintah atasan.
Terima kasih, Eun-jeong.
Tapi aku lega.
Lega soal apa?
Aku akan merasa bersalah jika kau menerimanya begitu saja.
Aku senang kau ragu.
Itu bagus.
Mari minum bersama lain kali.
Minuman ditraktir oleh yang mengajak!
Menyebalkan sekali.
Aku harus pindah ke perusahaan lain.
Ada apa?
Ini ide telekomunikasi dari tim Bu Go.
Aku akan meneleponmu lagi.
Kau menyuruh kami mundur?
Bagaimana kau bisa menerimanya hanya karena mereka memberikannya?
"Direktur VC Planning, Choi Chang-su"
Ya.
Kau bisa memberitahuku lewat telepon.
Aku akan ke sana.
"Kepala Pejabat Perencanaan"
Masuk.
Duduklah.
Kudengar kau ingin pindah ke perusahaan lain.
Kau seharusnya bekerja untuk NIS, kenapa kau di periklanan?
Nona Kang Han-na akan kembali ke Korea.
Apa?
Kau menyuruhku menjemput selebritas di bandara?
Apa maksudmu?
Kang Han-na adalah gadis itu,
yang berakting dalam drama.
Aku harus...
Kau bahkan tak tahu nama putri Ketua?
Dia akan segera datang ke agensi.
Kau tahu maksudku, kan?
Kau sudah selesai?
Ya, ayo ke bandara sekarang.
Akhirnya aku menginjakkan kaki di tanah air lagi.
Kau membuatnya terdengar seperti bagian dari gerakan kemerdekaan.
Kau tidak salah, itu gerakan kemerdekaan.
Gelar MBA penting bagiku untuk menjadi mandiri.
Agar aku mendapatkan keinginanku,
aku harus mandiri, kan?
Nona, anggur yang kau minta sudah datang.
Nona Kang Han-na?
Aku minta maaf.
Aku akan membawakan kacang macadamia di piring.
Berhenti.
Kenapa kau menaruhnya di piring?
Inilah cara kami memperlakukan penumpang khusus seperti pemilik perusahaan...
Menguntungkan orang kaya?
Bukan begitu.
Ada masalah besar soal itu sebelumnya.
Kacang?
Terima kasih.
Ini caramu menarik perhatian.
Perhatian, pencari perhatian gadungan.
Yang asli ada di sini.
Sepuluh tahun telah berlalu,
tapi para pramugari masih kesulitan.
Marah karena kacang?
Jangan bicara kalau kau lebih miskin dariku!
Gawat! Hapus!
Kita hampir harus putar balik karena kau!
Reporter suka mengikuti akun media sosialmu
Tugasku adalah mencegah keadaan menjadi tidak terkendali.
Selain itu...
Tolong jalan sendiri.
Kita kembangkan teknologi ini agar bisa hidup lebih nyaman.
Kenapa aku harus berjalan?
Aku benci berjalan.
Kau bukan anak kecil lagi.
Kau tak malu dilihat orang?
Tidak, untuk apa peduli pada pendapat orang lain?
Aku akan hidup sesukaku.
Pak Kim!
Lama tidak bertemu.
Sepertinya kau peduli pada pendapatnya.
Kenapa kau ke bandara?
Tentu saja aku harus menjemputmu.
Jadi, kau akan memihakku sekarang?
Tentu saja...
aku memihak Ketua.
Tentu saja, asuransi itu memang kuat.
Mungkin lain kali, kau bisa urus anak perusahaan asuransi kita?
Apa itu saran?
Tentu saja tidak.
Bagaimana bisa?
Aku tidak berani.
Aku bukan orang yang ambisius.
Aku pergi dulu.
Kau tidak ambisius?
Yang benar saja!
Kita mau ke mana?
Ke agensi.
"Kantor Kepala Pejabat Kreatif"
"Kepala Pejabat Kreatif, Go Ah-in"
Halo.
Aku sekretarismu, Jeong Su-jeong.
Senang bekerja denganmu.
Salam kenal.
Kabari aku kalau kau butuh sesuatu.
Naik jabatan hanyalah permulaan.
Kalau kau menjadi presdir, tambah satu poin lagi.
Kau akan memiliki empat syarat yang paling disukai pria.
Selamat.
Aku Kepala Sekretaris Kim Tae-wan dari kantor pusat.
Ini dari Ketua.
Ketua?
Biasanya dia tidak mengirim ini pada posisi di bawah presdir,
tapi kau berbeda.
Aku akan bekerja keras agar tidak mengecewakannya.
Senang mendengarnya.
Apa?
Ya, aku sedang bersamanya.
Baiklah.
Pak Ketua mau bicara.
Halo, Pak.
Selamat, Direktur Go Ah-in.
Aku akan berusaha sebaik mungkin agar tidak mengecewakan Anda, Pak.
Sekarang, kau adalah wajah perusahaan kita.
Sosok idola wanita yang berhasil mematahkan stigma.
Perusahaan yang lebih menghargai...
keteramptilan daripada prestasi akademis.
Inti dari citra identitas perusahaan ramah wanita.
Kau pasti lebih tahu...
sebagai orang yang ahli di bidang ini, kan?
Ya, Pak.
Aku akan mengingat kata-katamu.
Perhatikan riasan dan pakaianmu juga.
Bersikaplah seperti teladan perusahaan, bukan sekadar direktur.
Teladan?
Baik. Aku akan mengingatnya.
Ya, terima saja.
Aku berharap banyak darimu.
Itu saja.
Bukankah kau terlalu menyanjungnya?
Ini berbeda dengan yang akan dilakukan Pak Kim.
Kau seharusnya pulang atau menemui teman-temanmu.
Kenapa kau langsung ke kantor?
Kapan aku bisa mulai bekerja?
Besok? Lusa?
Astaga.
Kau harus memberi mereka ruang untuk menerimanya.
Ruang? Ruang apa?
Tunggulah sebentar sampai semuanya tenang.
Apa yang harus tenang?
Benar, karena aku sudah di sini.
Kau sudah memutuskan?
Sepertinya Direktur Choi belum memberitahumu.
Tentang apa?
Kau mungkin akan menjadi profesor universitas...
atau CEO di agensi periklanan kecil.
Direktur Choi, astaga.
Dia selalu gagal menyelesaikan tugas dengan baik.
Kenapa aku yang memberitahunya?
Perusahaan harus mengatur sistem komandonya.
Katakan saja, jangan bertele-tele.
Bagaimana aku mengatakannya pada sesama direktur?
Kau mewakili Ketua,
jadi, kau yang harus bicara agar dia menerimanya tanpa ribut.
Aku tidak tahan saat wanita menangis.
- Aku lebih buruk lagi. - Kenapa lebih buruk?
Aku punya anak perempuan.
Eksekutif adalah pekerja sementara.
Satu tahun.
Itu periode masa jabatanmu.
Pikirkanlah dan katakan jawabanmu.
Apa pun pilihanmu, kami akan mengurusnya.
Tadi, aku sudah bicara pada Ketua.
Aku kecewa.
Direktur Go, ternyata kau lebih naif.
Apa maksudmu?
Terima saja.
Ya, terima saja.
Aku berharap banyak darimu.
Aku berharap banyak darimu.
"Ya, terima saja. Aku berharap banyak darimu."
Aku berharap banyak darimu.
Terima saja.
Ini.
Maksudku, ini, Direktur Kreatif Han.
Kenapa kau bersikap seperti ini?
Aku belum menjadi Direktur Kreatif,
tapi ada apa denganmu?
Perlu kukirimkan ini ke pengiklan?
Ini pekerjaan Direktur Go saat menjabat Direktur Kreatif.
Aku akan memutuskan setelah berkonsultasi dengannya.
Silakan, Pak.
Kau hebat belakangan ini.
Terima kasih. Aku akan bekerja keras, Pak.
Kurasa dia menuju ke sana sekarang.
Baiklah.
Baik.
- Apa dia datang? - Tiga...
Dua...
Satu.
Ting.
Bukankah ini Kepala Pejabat Kreatif?
Pak Kwon, tolong biarkan kami bicara.
Bicara saja.
Kita di kantor. Ada urusan apa selain pekerjaan?
Aku akan mendengarkan baik-baik,
Di-rek-tur.
Apa itu benar?
Apa?
Aku bertanya apa itu benar?
Kau harus bicara dengan jelas agar aku memahamimu.
Aku tidak tahu...
ternyata kau juga bisa bicara tidak jelas.
Orang bisa berbuat salah ketika marah.
Mari bicara lagi saat kau sudah tenang.
Setelah setahun berlalu,
bukankah kau akan menjadi lebih tenang?
Satu tahun adalah waktu yang tepat.
Kau pikir kau sudah menang?
Tidak.
Kurasa aku tidak pernah berselisih denganmu.
Kau berselisih denganku dalam imajinasimu, kan?
Kau berhasil menjadi eksekutif seperti yang kau impikan.
Apa lagi yang kau inginkan?
Kau tahu kau tak memenuhi syarat untuk menjadi eksekutif.
Kenapa kau sangat serakah?
Jangan mencoba mengimbangi orang lain.
Kalau kau teruskan,
kau akan menghancurkan dirimu sendiri.
Aku tidak sabar bekerja denganmu selama satu tahun ke depan.
Untuk iklan telekomunikasi,
Akan kusiapkan baik-baik dengan ide darimu.
Pelat nomor 1008, tolong menepi.
Pelat nomor 1008.
Dunia yang indah.
Aku harus tinggal di dalamnya untuk waktu yang lama.
Kau pemilik mobil berpelat nomor 1008?
Kami mengikutimu kemari karena kau menerobos lampu merah.
Nona.
Nona?
Kau mencari sesuatu?
Di mana?
Ini dia!
Kau baik-baik saja?
Perlu kami panggilkan ambulans?
Ibu tak akan meninggalkanku, kan?
Ibunya merasuki kakakku...
dan kini dia membuat putriku merasa bersalah.
Aku tidak akan lari.
Aku tidak akan lari.
Aku tidak akan lari.
Tidak akan lari.
Astaga.
Direktur, Anda masih di sini.
Kurasa kau akan tertarik mendengar kabar ini.
Soal apa?
Direktur Go Ah-in.
"Kabarnya terjadi hal buruk."
Aku sangat merekomendasikanmu.
Aku berharap banyak darimu.
Kuharap kau membuka jalan yang bagus.
Direktur Go, ternyata kau lebih naif.
Satu tahun.
Itu periode masa jabatanmu.
Terima saja.
Aku berharap banyak darimu.
Jangan mencoba mengimbangi orang lain.
Kalau kau teruskan,
kau akan menghancurkan dirimu sendiri.
Semua orang mungkin berharap aku akan kabur.
Benarkah? Ini bukan hari yang tepat.
Benar.
Pak Han.
Kalau ini masalah pribadi, aku tak akan ikut campur.
Kalau berkaitan dengan pekerjaan, aku akan ikut campur.
Ada apa?
Kudengar hanya setahun.
Katanya dia naik jabatan hanya untuk pencitraan.
Memanfaatkan dia untuk mempromosikan Grup VC...
sebagai perusahaan ramah wanita.
Untuk sesaat, kukira Direktur Choi sudah gila.
Direktur Choi?
- Apa yang terjadi? - Aku merasa senang soal itu.
- Soal apa? - Kupikir kalau bekerja keras,
aku bisa menjadi eksekutif dan sukses juga.
Kau tidak akan cocok.
Kenapa tidak?
Kau harus tampak rupawan agar naik jabatan demi pencitraan.
Dasar...
Aku sungguh...
Habiskan minuman kalian. Aku duluan.
Apa Direktur ada di ruangannya?
Ya.
Kau sudah dengar?
Ada apa?
Kau juga ingin mengatakan sesuatu?
Apa kau merasa mengikuti pemimpin yang salah?
Kau menyesalinya, kan?
Lagi pula, Go Ah-in sudah sekarat.
Kenapa?
Kau mau menemui Direktur Choi dan menjilatnya sekarang?
Kau membalutnya dengan baik.
Tidak mudah mengobati luka sendirian.
Hasilnya bagus.
Tidak mudah bagimu untuk masuk kerja hari ini, kan?
Aku akan bicara dengannya.
Ada batasan.
Ada batasan yang tidak boleh mereka lewati.
Jangan.
Aku tahu...
orang yang menang dan kalah di dunia korporat.
Aku tidak sebodoh itu, tapi tetap saja...
- Ini... - Jangan.
Aku akan menemui Direktur Choi hari ini...
dan mencoba melewati batas juga.
Kubilang, jangan!
Kalau kau bertindak,
aku hanya akan menjadi bahan tertawaan, paham?
Saat hujan, aku harus tetap bertahan.
Keluarlah.
Apa kau berselera makan sekarang?
Ini enak.
Anggur dan daging sapi Korea pun belum cukup memberimu energi.
Ini yang pantas kumakan sekarang.
Apa maksudmu?
Sebagai Kepala Pejabat Kreatif...
batas kartu kredit perusahaanmu yang tertinggi...
dan penghasilanmu lebih tinggi.
Aku terus melupakan...
jati diriku...
dan tempatku memulai.
Baiklah, lupakan saja.
Lupakan saja dan jangan ribut dengan Direktur Choi.
Bahkan sekarang,
keterampilan dan posisimu adalah yang terbaik...
di antara semua juniorku.
Tidak ada salahnya...
menjadi profesor universitas atau CEO agensi kecil.
Jadilah Kepala Pejabat Kreatif selama setahun.
Itu saja sudah cukup sukses.
Sudah?
Karena aku berasal dari keluarga miskin...
dan lulusan universitas di luar Seoul?
Kenapa kau menganggapnya seperti itu?
Kau pikir aku merelakan segalanya hanya untuk merasa puas?
Kau pikir aku tidak tahu...
orang-orang membicarakanku dan bilang...
aku gila uang dan gila kerja?
Kenapa mereka membatasi apa yang bisa kucapai?
Memangnya Direktur Choi itu siapa sampai memutuskan masa depanku?
Ah-in,
kau tak akan bisa mengalahkan Direktur Choi di perusahaan.
Kalau kau melawan, nasibmu akan sama sepertiku.
Kau lihat sendiri...
apa yang menimpaku setelah melawan Direktur Choi.
"Direktur Kreatif, Yu Jeong-seok"
Ternyata barangmu lebih sedikit.
Hei...
kenapa kalian kejam sekali?
Kalian tak menganggapnya senior...
hanya karena hengkang dari perusahaan?
Kalian harus membantunya berkemas.
Mereka mengabaikanmu...
karena sudah tak ada hubungan denganmu.
Katanya, cintai kolegamu seperti cintai negaramu.
Mau kubantu?
Pergilah.
Jeong-seok,
periklanan...
bukan hal yang bisa kau lakukan untuk waktu yang lama, kan?
Pasti menyenangkan...
bisa menghabiskan waktu dengan keluargamu...
dan membaca buku di rumah.
Aku juga ingin istirahat seperti dirimu.
Sial, aku sangat iri.
Dasar sampah!
Choi Chang-su!
Teganya kau melakukan ini padaku. Dasar!
Lepaskan aku!
Lepaskan aku!
Choi Chang-su
Awas saja, kau!
Waspadalah, dasar bedebah!
Waspada apa?
Kita tidak akan bertemu lagi.
Tunggu apa lagi?
Singkirkan yang tidak berguna bagi perusahaan ini.
Tidak berguna?
Apa maksudmu tidak berguna?
Kau tahu...
kapan manusia menjadi paling jinak?
Entahlah.
Saat mereka kalah?
Benar.
Begitulah cara mereka bertahan.
Melarikan diri mungkin memalukan,
tapi itu penting untuk bertahan hidup.
Di dunia ini,
ada orang yang makin kejam setelah kalah.
Orang seperti mereka adalah yang menulis sejarah.
Aku juga ingin mencoba menulisnya,
sejarah itu.
"Kantor Tim Produksi 1, Kantor Tim Produksi 2"
"Kantor Bisnis Media Sosial, Kantor Solusi Strategi Pemasaran"
Hubungi personalia...
dan mintalah berkas karyawan tim produksi.
Apa? Berkas karyawan?
Mintakan juga peraturan perusahaan.
Baiklah.
Ada apa?
Direktur Go memintaku mengambil berkas karyawan tim produksi.
Berikan saja.
Dia juga meminta peraturan perusahaan.
Peraturan perusahaan?
Berikan saja.
Baiklah.
Karena dia sudah menjadi direktur,
dia akan mencoba menaikkan orang-orangnya.
Ini perkara sepele.
Silakan saja.
Kalau kau benar-benar harus melawan,
manfaatkan kekuasaan dari Direktur Choi.
Kekuasaan macam apa?
Kekuasaan yang dipakai Direktur Choi untuk melawanku.
Wewenang mutlak yang dimiliki seorang eksekutif.
Tidak ada cara lain.
Pak Han, datanglah ke ruanganku.
Baiklah.
Eun-jeong, tunggu sebentar.
Ya?
Selagi aku bicara pada Direktur Go,
bisakah kau ajak bicara sekretarisnya?
Kenapa?
Ada pengadu yang menguping semua percakapan.
Kita harus mengalihkan perhatian pengadu ini.
Halo!
Aku belum sempat memperkenalkan diri.
Aku penulis naskah iklan Jo Eun-jeong.
Senang berkenalan denganmu. Aku Jeong Su-jeong.
Pak Han.
Ya?
Hujan sudah berhenti.
Sekarang,
mari kita lewati batas.
Jangan pulang dan tetaplah di kantor.
Aku harus menemui seseorang.
Aku tidak sabar bekerja dengan kalian.
Aku menerima sampanye ini dari Ketua.
Direktur Go, kau sudah berubah.
Pendiriannya tidak seperti sebelumnya.
Dia bahkan menawarkan minuman mewah.
Baiklah.
Mari lupakan semua perasaan pahit kita.
Lembut sekali!
Ah-in,
bukankah asyik ketika tidak terlalu tegang?
Tentu saja!
Beginilah kita harus menjalani kehidupan perusahaan kita.
Semoga mulai besok,
kita bisa memulai dari awal di kantor.
Kalau kau bersikap bijak,
kami senang memulai dari awal!
Kalau begitu, aku permisi.
Dia sudah berubah.
Kita harus pergi dan lanjut minum.
Mau, calon Kepala Pejabat Kreatif?
Tunggu sebentar.
Hei, Direktur Jang.
Ya, Pak Kwon.
Baiklah, aku akan ke sana sekarang.
Aku di sini, Pak Kwon.
Kau di sini?
Duduklah.
Kenapa kau tidak angkat teleponku?
Maafkan aku.
Biar kutuangkan minum.
Kita butuh Direktur Jang di sini di hari seperti ini.
Aku siap untuk minum.
Kalian siap?
Sebelum mulai, aku akan teriakkan nama orang yang kucintai.
Bersama-sama!
Tiga, dua, satu!
Pak Kwon, aku mencintaimu!
Berapa jumlah tagihan kita hari ini?
Sedikit lebih banyak dari biasanya.
Ini.
Semoga sukses!
Sampai kapan aku harus bersabar dengan ini?
Ya, bicaralah.
Sekarang?
Tapi akan segera diselesaikan, kan?
Aku tak punya pilihan...
karena ini permintaan dari Kepala Pejabat Kreatif.
Beri mereka pelajaran agar tahu siapa Kepala Pejabat Kreatif.
Ada apa? Apa pengiklan mengatakan sesuatu lagi?
Pak Kwon, sudah periksa intranet?
Ada apa lagi kali ini?
"Direktur Kreatif Kwon Wu-cheol, Kim Oh-jung, dan Ju Ho-yeong..."
"mulai hari ini turun jabatan menjadi ketua tim."
Apa ini?
Apa yang terjadi?
Go Ah-in, dasar wanita gila.
Apa katamu?
Kenapa aku harus membayar untuk hal seperti itu?
Cukup!
Kuharap kita bisa mulai dari awal di kantor mulai besok.
Kita tidak bisa membujuknya dengan kata-kata.
Kita harus menunjukkannya.
Apa Direktur Choi tahu soal ini?
Kita ke sana sekarang.
Sudah waktunya mereka masuk.
Aku Kepala Pejabat Kreatif.
Kenapa aku harus takut pada direktur kreatif?
lni tidak masuk akal.
Tugasku adalah melawan stereotip umum.
Bukankah itu bagian dari tugas kami?
Haruskah aku memecat kalian agar kalian bisa bersenang-senang?
Seseorang tidak bisa sukses di dunia yang kejam ini...
selama masih waras.
Kita harus sedikit gila.
Begitulah cara berbisnis.
Singa tidak bisa disebut kejam karena memakan rusa.
Berhentilah sekarang, selagi bisa.
Direktur bisa mengadakan rapat pemecatan.
Tolong kumpulkan dewan direksi.
Aku akan bersyukur kalau kau tersandung dan jatuh.
Aku setuju.
Direktur Utama...
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.