Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Corsican
Croatian
Danish
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Punjabi
Quechua
Romansh
Runyakitara
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tatar
Telugu
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Penerjemah oleh @JenengkuSopo.
Boss, laporannya sudah selesai.
Nanti akan aku urus.
Apa kamu sudah ngerti kegunaannya?
Proyek pengembangan kota Aoba.
Kamu akan bertanggung jawab dalam urusan proyek ini,
persiapkan secara matang agar bisa mengerjakannya dengan benar.
-Baiklah! -Mohon kerja samanya.
Permisi.
Selamat makan.
-Boss, makan bareng ya. -Boleh.
Aku membeli roti, apa itu buat sendiri?
Sebelumnya aku 'kan sudah pernah bilang, jangan panggil aku Direktur ya.
Maaf, itu 'kan karena sudah promosi dan naik jabatan.
-Ya benar juga, aku makan siang dulu ya. -Ya, maaf ya.
Suzu-san, Yuki-kun cakep juga. Benar, 'kan?
-Benar juga. -Itu 'kan bukan berarti bisa bepergian bersama.
Dia paling cakep diantara karyawan baru lainnya.
-Sudah hentikan, kamu perhatian banget. -Maaf.
-Sebenarnya birahiku sedikit memuncak padanya. -Benarkah?
-Berpikir gimana bisa mendapatkannya. -Berpikir positif ya.
Apa kamu tahu, Yuki-kun itu masih perjaka.
-Benarkah? -Ya, kabarnya begitu jadi semakin menarik.
Aku mau pergi bersama juga, bisa gak kamu bawa aku juga?
-Lain kali ya. -Pikirkanlah agar aku bisa lebih tanggung jawab.
-Akan aku usahakan. -Bagus.
-Suzu... -Tunggu, panggil aku Direktur jika di kantor.
Ya, baiklah! Oh ya, makanannya sangat lezat, terima kasih ya.
Terima kasih.
Besok kamu akan pergi perjalanan kerja. Gimana, Yuki yang pergi bersamamu?
Itu dia.
-Kenapa? -Sepertinya orang itu gak bisa.
-Maksudnya? -Aku cuma kuatir tentang kondisimu.
Hati-hati ya.
Gimana kalau nanti makan bareng setelah selesai kerja?
Baiklah, selamat bekerja ya.
Aku mencintaimu.
''Berbagi Kamar Bersama Bawahanku Yang Masih Perjaka Dalam Perjalanan Kerja''
Selamat pagi. Maaf!
Terlambat, kamu harus ke sana gak boleh sampai membiarkan Bos ataupun klien menunggu.
Maaf!
Ayo!
Terima kasih sudah meluangkan waktu dijadwal Anda yang begitu sibuk.
Mari kita lihat kota Aoba yang baru.
Mohon kerja samanya.
Bagus, ayo kita lakukan rapat pertemuan.
Yuki-kun, seperti yang sudah dibicarakan bisnis tadi, akan lebih baik bila berbicara itu saling tatap muka.
Maaf!
Gak perlu minta maaf. Setiap orang punya cara yang berbeda-beda.
Akan tetapi, datanya perlu diperbaiki.
Akan tetapi aku hanya sampai prolog saja. Berikutnya kamu harus berjuang lebih keras.
Baiklah, pertemuan rapatnya sudah mau mulai. Semangat ya!
Selamat bekerja.
Gak masalah bila terjadi kemajuan ataupun kemunduran.
Baiklah, akan tetapi saat ini aku benar-benar gugup.
Aku dapat merasakannya.
Apa kamu suka minum?
-Aku rasa biasa saja. -Ah, benar juga.
Setidaknya apa yang biasa kamu minum? Permisi!
Yuki-kun gak perlu kuatir jika kamu meminumnya. Apa tubuh akan terasa panas?
-Tubuhmu panas tuh. -Benarkah?
-Aku juga merasa sedikit panas. -Oh gitu.
Apa kamu sudah punya pacar?
-Aku gak punya. -Serius, gak punya?
Ya.
Kamu gak pernah melakukannya?
Gak pernah melakukan apa?
"SEX!"
-Ya. -Gak mungkin.
Cakep banget.
Kamu sudah mabuk.
-Gak mabuk kok, ini masih gelas yang kedua. -Mabuk.
Kamu belum menghabiskannya. Minumlah! Anak muda perlu minum lebih banyak.
-Kamu mau minum? -Ini milikmu.
-Aku gak memerlukannya lagi. -Minum saja. Sedang dalam perjalanan dinas kok.
-Jangan menghindar. -Tapi, Boss. / -Permisi!
Apalagi ya yang lebih bagus.
Boss, aku baru saja mengatakan.
Apa benar-benar gak masalah?
-Teruskan saja minumnya. -Gak perlu.
Apa yakin gak apa-apa? Aku sudah merasa ngantuk.
Gak masalah, tapi gimana ya coba pinjam itu.
Di lehermu, berikan padaku.
-Ini dari toko. -Aku masih penasaran cara memakainya.
-Boss, kamu sudah mabuk. -Nggak kok.
Orang yang mabuk apa mungkin melakukan begini?
Kemarilah.
-Apa begini saja kita kembali ke hotel. -Jangan ahh...
Ikat saja dan minumlah.
-Cocok banget untukmu. -Terima kasih.
Mabuk banget ya.
Terima kasih ya sudah mengantar balik ke kamarku.
Baiklah, kamu boleh kembali ke kamarmu.
Ada apa?
Sebenarnya hanya ruangan ini.
Apa?
Hanya ada ruangan ini.
Maaf ya, aku gak tahu kenapa.
Gak perlu.
Datangi resepsionis dan pesan yang lainnya.
Maaf, uangnya gak ada lagi.
Meskipun gak ada uang, kita ini 'kan berlawanan jenis.
-Berlawanan jenis gak boleh sekamar, 'kan? -Benar.
-Kalau gitu pergilah. -Baiklah, maaf.
Sungguh berlebihan.
Maaf, sepertinya sudah penuh.
Lupakan saja!
-Yasudah cari alkoholnya, beli segera. -Baiklah.
Boss...
Boss, aku sudah kembali membelinya.
Penerjemah oleh @JenengkuSopo.
-Kamu sudah kembali membelinya? -Ya.
Terima kasih.
Duduklah ayo minum.
Mana yang harus aku minum?
Ini saja.
Kalau gitu mari kita bersulang dulu. Cherssss.....!!!
Sungguh ya, Yuki-kun benar-benar jahat.
Maaf.
Gak masalah jika sampai sekarang gak punya pacar atau berada diruangan yang sama seperti ini.
Maaf.
Bukankah mengerikan sendirian ditempat seperti ini.
Aku masih gak habis pikir ada laki-laki didepan mata saat ini.
-Panas sekali. -Benar juga.
Kamu gak kepanasan?
Sedikit.
Yuki-kun, apa kamu masih perjaka?
Tahu sendiri, 'kan?
Begitu gelisahnya bersama dengan seorang wanita.
Lucu sekali ya masih bisa perjaka.
Bukan seperti itu.
Apakah Boss punya pacar?
Aku? Kamu jangan kepo dengan urusanku.
-Tapi... -Memangnya kenapa kalau punya pacar?
Apa mungkin kamu menyukaiku?
Maaf.
Kamu serius ya.
Gak mungkinlah, hanya mau mengakuinya.
Mungkin gak ada.
Itu gak baik loh.
Tunggu!
-Gak mungkin! -Tapi aku menyukai Boss.
-Jangan! -Aku mohon, Boss.
-Boss... -Kamu masih perjaka, 'kan?
Padahal masih perjaka, tapi ciumanmu begitu nikmat.
Ciuman saja ya.
Aku sudah bilang, ciuman saja, 'kan?
Yuki-kun...
Jangan!
Jangan di situ.
Tidak!
Jangan dong.
Tidak!
Yuki-kun, apakah kamu beneran masih perjaka?
Kenapa kamu bisa tahu melakukan itu?
Perjaka 'kan juga nonton bokep.
-Boleh aku jilati? -Jangan.
Itu...
Tidak.
Mau cumming!
Nikmat, 'kan bu?
Kamu mau ngapain?
Jangan! Jangan lakukan itu.
-Aku mohon. -Gak boleh melakukan itu.
Aku mohon, seperti yang aku katakan jangan lakukan itu.
Jangan! Jangan lakukan.
Semua hal ini... Aku sudah gak tahan lagi.
Aku yang menjadi wanita pertamamu. Apa benar-benar gak masalah?
Aku menginginkannya.
Tunggu sebentar.
Kamu harus memakainya dengan benar.
-Apa kamu selalu membawa kondom? -Karena pacarku selalu memintanya.
Bagus Yuki-kun.
Boss, enak sekali.
Besar banget.
Kalau gitu aku jilati ya.
Enak sekali.
Bu...
Bu, Tunggu... Sudah mau ejakulasi.
-Apa kamu sudah mau klimaks? -Nikmat sekali!
Kamu gak tahu gimana cara memakainya ya?
-Maaf ya, aku gak tahu. -Mau gak mau.
-Sekali saja, ya? -Baiklah.
Selanjutnya, jangan panggil "Boss" lagi, ya?
Maaf, baiklah kalau gitu.
Kamu ejakulasi ya?
Menggemaskan.
Banyak sekali muncratnya.
Mau gak mau nih jadinya.
Gak ada satupun yang luar biasa ketika melakukannya pertama kali.
Tapi yakinlah.
Semua akan selalu berguna.
Dan itu sungguh luar biasa. Secepatnya bakalan punya pacar kok.
Aku mau melakukannya lagi.
Gak mungkin! Kamu 'kan barusan ejakulasi.
Aku mohon!
Tegang banget.
Ngentotlah denganku. Aku mohon!
Mau gak mau...
Pengen sekali masuk disini.
Luar biasa, sudah ngaceng lagi.
Aku mohon!
Aku mohon izinkan aku ngentot.
Sekali saja, ya?
Yasudah jilati lagi ya.
Ini tanpa kondom.
-Aku mohon, lakukan. -Gak bisa kalau gak pakai kondom.
Aku gak bisa kalau gak pakai itu. Sudah aku katakan gak bisa.
Masukkan saja.
Ah, tidak.
Aduh, mau cumming.
-Enak, 'kan? / -Jangan! -Ayolah, ini begitu nikmat.
Jangan lakukan itu.
Maaf ya, kalau gak pakai kondom.
Sudah masuk.
Aku benar-benar sudah gak tahan lagi.
Jangan!
-Jangan. -Serius sudah masuk ya?
Jangan.
Jangan dong.
Sekali saja kok.
Sekali saja ya?
Ini enak sekali.
-Aku juga. Enak sekali! -Serius?
Enak.
Aduh, enak banget!
Suzu-san, ini enak.
Sudah muncrat.
Nikmat banget, 'kan?
Nikmat sekali!
-Kalau gitu kamu sudah sepenuhnya seorang pria. -Terima kasih.
-Nikmat sekali rasanya. -Syukurlah.
-Betapa sulitnya untuk menahannya lagi. -Gak mungkin!
Sungguh luar biasa.
-Yuki-kun memang luar biasa. -Ini rasanya sangat nikmat.
Aku juga!
Dari belakang.
Boss, lubang anusmu indah juga ya.
Menurutku nggak kok.
Bagian ini begitu luar biasa.
-Aku pengen menjilatinya. Boleh, 'kan? -Jangan dong.
Gak boleh ya?
Seluruh tubuhnya Boss sangat cantik.
-Boss... -Sudah di bilang jangan panggil aku "Boss".
-Maaf ya, aku sudah gak tahan lagi. -Tapi 'kan janjinya tadi cumminga sekali saja.
Apa seperti ini?
Kenapa?
Mau cumming!
Aku mau ejakulasi!
Eh, tunggu! Mau pergi kemana?
Aku keringetan rasanya pengen segera mandi.
Gak perlu mandi. Suzu-san harum kok.
Apa yang kamu katakan?
-Suzu-san... -Aku malu banget.
-Jangan menciumi yang itu dong. -Harumnya sama seperti Suzu-san.
Sudah ngaceng lagi tuh.
Maaf ya, menciumi Suzu-san, membuatku jadi ngaceng lagi begini.
Boleh melakukannya lagi?
Boleh.
Penerjemah oleh @JenengkuSopo.
Suzu, sungguh luar biasa.
Enak sekali.
Mau ejakulasi!
Eh, Jangan masuk dong.
Ketika Suzu-san telanjang terlihat begitu cantik.
Sudah ngaceng lagi tuh.
Aku sudah terangsang.
Luar biasa sekeras ini.
Vaginamu bagus sekali.
-Aduh, ini enak banget! -Aku juga enak.
Tidak!
Mau cumming!
Enak?
Jangan dong.
Sekarang jilati bagian depannya.
Ah, tidak!
Aduh. Mau orgasme!
-Nikmat? -Nikmat sekali!
Mesum banget.
Terangsang?
Kalau gitu, biar aku bantu ya.
Sudah ngaceng banget.
Nikmat!
Pernah ejakulasi di mulut?
Mulut? Belum pernah.
Mau mencobanya?
Mau banget!
Suzu-san, aku mau ejakulasi.
Rasanya sudah mau meledak.
-Kental sekali. -Ya.
Apa kamu menyukainya?
Besok aku harus kerja. Ayo istirahat.
Mesum banget sih.
-Halo? -Suzu? Kenapa kamu gak mengangkatnya?
Maaf!
Aku gak melakukan apa-apa kok.
Sekarang lagi ngapain?
Tahu sendiri 'kan, aku lagi perjalanan dinas.
-Apa ada orang disebelahmu? -Gak ada kok.
Kamu pergi minum di mana?
Bar di dekat sini.
Aku harus membuka rapat bersama Yuki-kun.
-Terus? -Terus apalagi.
Sekarang aku sendirian dan juga sekarang sudah di hotel.
-Jadi gitu, itu... -Kenapa?
Aku mencintaimu.
Aku juga mencintaimu.
Siapa di situ?
Gak ada siapa-siapa kok.
Agak rumit untuk di bicarakan.
Aku mencintaimu.
Aku juga! Sampai jumpa besok.
Selamat malam.
Hentikan dong.
Pacarnya Suzu merepotkan saja.
Oh ya.
Selalu gitu ya?
Ya, kami punya perasaan mendalam satu sama lain, kami saling perhatian.
Enak sekali.
Apa rasanya sama seperti ini?
Mau orgasme.
Aku cumming!
Kenapa?
-Rasakan cairan hangatku. -Tentu.
Bangkitlah.
Buka mulutmu.
Luar biasa.
Jorok banget.
Itu karena aku masih perjaka, sedikit-sedikit aku mulai ngerti.
Perjaka memang jorok banget ya?
Benar! Suzu-san enak sekali.
Ah, enak banget!
-Apa kamu sudah mau ejakulasi? Keras banget rasanya. -Ah, luar biasa nikmatnya!
Suzu-san benar-benar masih rapat banget.
Sudah mau ejakulasi?
Mau ejakulasi!
Ini pertama kalinya begitu banyak muncrat di dalam.
Apa yang terjadi, kalau ngentotnya sehebat ini?
-Nikmatnya! -Apa kamu mau berhenti?
Aduh, rasanya begitu nikmat.
Enak!
Luar biasa! Dorong lagi lebih keras, lebih keras!
Rasanya sangat nikmat!
Aku mau cumming!
Sudah banyak keringetan lagi.
Masih mau lagi?
Masukkan dari belakang.
Ah, enaknya!
Aku sudah mau ejakulasi lagi.
Cepat banget.
Aku akan klimaks.
Aku mau ejakulasi!
Luar biasa. Itu hebat sekali.
Ya sudah masukkan lagi.
Rasanya nikmat.
Enak sekali.
Mau orgasme.
Aku cumming!
Suzu, di situ?
Enak sekali!
Terus lebih dalam.
Aduh! Mau cumming!
Tidak, muncratkan di dalam.
Aduh. Mau orgasme!
Sabar ya.
Luar biasa.
Luar biasa.
Aku akan ejakulasi.
-Sudah mau ejakulasi. -Baiklah!
Aku ejakulasi!
Enak sekali.
-Haus banget. -Benarkah? Maaf ya.
-Aku pengen. -Maksudnya? Aku gak ngerti.
Kamu gak tahu?
-Begini? -Gantian ya.
-Di telan. -Ya.
Luar biasa sekali.
Itu karena Suzu cantik sekali.
Benar saja, perjaka sungguh mesum dan cabul banget ya.
Serius?
Ini nikmat.
Suzu-san mesum banget.
-Gimana kalau aku menjilati buah zakarmu? -Ya, aku mau banget.
Ah, enaknya!
Enak sekali.
Di putar-putar.
Suzu-san, aku sudah gak tahan.
Di masukkan ya?
Ah, nikmat sekali.
Enak banget.
Ini luar biasa enaknya!
Mau cumming!
Jilati dan hisap jarimu dong.
Hal itulah yang sangat aku inginkan.
-Mesum banget. -Menjilati cairannya.
Nikmat!
-Aku menginginkannya. -Bukalah mulutmu.
-Enak, 'kan? -Lezat!
Nikmatnya!
Sangat nikmat.
Mau cumming lagi.
Mau orgasme!
-Rasanya enak? -Enak sekali.
Luar biasa nikmat.
Nikmat sekali, Suzu-san.
-Suzu, boleh ejakulasi? -Muncratkan saja.
Aku ejakulasi!
Suara desahannya mengagumkan.
Gak peduli mau berapa kalipun kamu muncrat, ini masih saja ngaceng.
Mau ejakulasi lagi, 'kan?
Nikmatnya!
Muncratkan lagi ya.
Enak!
Nikmat sekali.
Suzu-san...
Enak sekali.
Yuki-kun...
Baringan saja, ini jadi terangsang.
Penerjemah oleh @JenengkuSopo.
Yuki-kun...
Sudah pagi.
Selamat pagi.
Berangkat kerja dulu.
Sudah mau pergi?
-Aku harus pergi kerja hari ini. -Sudah mau pergi ya?
Tunggu sebentar.
Aku gak bisa menghubungimu lagi.
-Sekali ini saja, 'kan? -Tapi...
Sebelum balik, mau melakukannya sekali lagi 'kan, Suzu-san?
Tidak! Aku harus segera kembali.
Aku juga harus kembali.
Kalau gitu ayo kita lakukan lagi.
Sekali saja.
-Sudah sebesar ini. -Itu karena cumbuannya begitu nikmat.
Luar biasa.
Aku jadi ingin ejakulasi setelah berciuman denganmu.
Aku mohon!
-Aku pengen sekali memasukkannya. -Baiklah.
Enak sekali.
Mau cumming!
Aku akan klimaks.
Mau ejakulasi!
-Apa kamu sudah puas? -Belum.
Sedikit lagi.
Lepaskan!
Berikan aku air liurmu.
-Gimana? -Lezat.
Sampai.
-Apakah enak? -Enak banget.
Kemarilah puaskan aku.
-Bisa di masukkan? -Masukkan!
Enak sekali.
Tidak.
Aku cumming!
-Luar biasa nikmat. -Mesum sekali.
Jemari lembutnya Suzu-san benar-benar luar biasa.
Menggemaskan.
Aku cumming!
Aku jadi pengen banget menusuknya dari belakang.
Bangkitlah.
Luar biasa!
Mau orgasme!
Enak sekali.
Ah, tidak.
Aku cumming!
Enak banget.
Terus masukkan.
Enak sekali.
-Enak sekali, 'kan? -Enak!
-Aduh! Mau orgasme lagi. -Apa kamu sudah mencapai klimaks?
Gak mungkin!
Nikmatnya!
-Boleh 'kan kalau aku masukkan begini? -Gak apa-apa kok.
-Aku mau ejakulasi. -Ya, muncratkan saja.
Mau ejakulasi!
Suzu-san...
-Aku masih mau. -Baiklah.
Lagi.
Yang paling aku sukai adalah rambutnya Suzu-san.
-Rambut? -Seluruh tubuhnya Suzu-san aku sukai.
Rasanya enak sekali.
Mau cumming!
Suzu, rasanya nikmat sekali bisa memuncratkannya lagi.
Kamu banyak banget muncratnya, aku benar-benar terpuaskan.
Sungguh!
-Apa aku boleh ejakulasi untuk yang terakhir kali? -Muncratkan, muncratkan di dalam ya.
Enak sekali.
-Mau cumming! -Aku akan ejakulasi.
Aku ejakulasi!
-Sungguh luar biasa. -Aku pun juga merasakannya.
Suzu-san...
Nada deringnya begitu pelan dan juga gak mengangkat telepon dariku.
Boss... Itu pacarmu Yoshida-san.
Gimana cara perginya?
Kita pergi malam hari saja kalau gitu.
Ayo!
Penerjemah oleh @JenengkuSopo.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.