Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
SEMUA KARAKTER, ORGANISASI, KASUS
DAN SETING YANG DITAYANGKAN HANYALAH FIKSI
TAHUN 1990
- Tidak apa-apa. - Ayolah.
- Sialan. - Tetap saja…
LOWONGAN PEKERJAAN
Berapa usiamu?
- Maaf? - Ayo kita minum.
Astaga! Apa-apaan kalian?
- Kalian tak boleh begitu. - Memangnya kami berbuat apa?
Aku akan borong semuanya. Berapa harganya?
- Kenapa melihatku begitu? - Mohon lepaskan aku!
Kalian jangan ikut campur.
Apa yang kalian lihat?
Memangnya ini hiburan?
Aku baru bebas dua hari lalu, jadi aku tak boleh berbuat onar.
Aku pinjam payungnya.
Tolong berhenti dan kembali ke kursi kalian.
Sedang apa bocah ini?
Kau sudah gila? Mau cari mati?
- Astaga. - Semoga dia tidak apa-apa.
- Ini akan terasa sakit. - Coba, pukul saja.
- Ayo pukul aku. - "Ini akan terasa sakit?"
Pukul yang benar agar bisa terasa sakit.
Hei, Berengsek. Katanya akan sakit. Hati-hati.
Ya ampun.
- Kau mau ke mana? - Ke toilet.
Kalau begitu minggir kau.
- Tidak apa-apa. - Ayo, pukul.
- Kubilang, minggir. - Ayo pukul aku.
- Sedang apa dia? - Entahlah.
Anak Sekolah, hajar mereka!
Berengsek!
Dasar berengsek.
- Kemari kau! - Kemari!
Hei, keluar dari sini.
Cepat. Pergi dari sini.
Mereka yang pertama memukul. Kami korbannya!
Itu bukan hal yang bisa disombongkan.
Malulah dengan tato di tubuh kalian.
Hei, Nak! Apakah perkelahian tadi disengaja?
Tunggu. Ini pelanggaran hukum pertamamu? Kau tak tahu artinya?
Sengaja apa? Mereka yang memulainya.
Astaga, tapi kau…
memukul terlalu keras.
Park Joon-gyeong!
Kenapa kau di sana?
Halo. Ada keperluan apa?
Aku wali Park Joon-gyeong.
Kau pasti Yoon Hye-rin, CEO dari Bluenet.
Aku diberi tahu jika kau akan datang. Mari.
TERDAKWA, PARK JOON-GYEONG WALI, YOON HYE-RIN
Pernyataan para korban dan penumpang sama,
korban punya catatan kriminal, jadi tak akan ada masalah.
Ini anak yang berkelahi bersama Joon-gyeong?
Ya. Dia baru keluar dari penjara remaja dan tak punya wali.
Jadi, kami perlu menginterogasinya.
Kalau begitu investigasi kasus ini belum selesai, ya?
Ya, tapi Joon-gyeong sudah bebas.
Joon-gyeong,
kembalilah dan minta anak itu keluar untuk interogasi.
Apa?
Anak itu bersama Joon-gyeong, jadi aku akan menjadi walinya saat interogasi.
Hei, namamu… Benar.
Eun Yong.
Kemarilah. Sekarang giliranmu.
- Maaf, Nyonya. Namun… - Kenapa kau diam saja?
Kembali ke sana dan minta dia keluar.
Nyonya, anak itu biar kami urus…
Hei, kau mau ke mana?
Hei.
- Mohon buka selnya. - Kenapa kau mau masuk lagi?
Kau mempersulitnya, Nyonya. Ini sudah larut juga.
Aku sudah biasa lembur.
Aku akan di sini untuk menjadi walinya.
- Bukan itu masalahnya. - Aku bilang, aku yang jadi walinya.
Apa masalahnya?
Mohon jangan mempersulit kami.
Interogasi Park Joon-gyeong sudah selesai, pulanglah dengan anakmu.
Tidak, itu salah.
Ini belum selesai sampai anak itu selesai diinterogasi.
Aku sudah lihat laporannya,
dan anak dibawah umur memerlukan wali untuk menandatangi sesuatu.
Aku yang akan jadi walinya.
Baik. Makanlah.
Makan tahunya agar kau tak kembali ke penjara.
Piyamanya pas. Itu piyama ayah Joon-gyeong.
Nyonya,
aku ini mantan napi yang baru dibebaskan dua hari lalu.
Apa tidak masalah membawaku pulang kerumahmu?
Kau bahkan tak mengenalku.
Kau satu tim dengan kami.
Aku sudah menjadi walimu.
Tidurlah diruang belajar, sudah dihangatkan.
Nanti aku siapkan kamar untukmu.
Tidak perlu. Biar aku yang bersihkan.
Kau membersihkannya?
Nampaknya semua anak pintar punya buku ini.
Sedang apa kau?
Jangan sentuh apa pun, tidur saja.
Kau mau belajar di sini?
Aku di sini untuk mengawasimu.
Kalau kau macam-macam,
kubunuh kau.
Bagaimana dengan ayahmu?
Aku tak punya orang tua.
Ibumu pasti senang karena kau anak yang pandai berkelahi.
Aku akan tidur nyenyak
karena sudah terbiasa tidur di tempat umum.
Itu kali pertamaku
bisa tidur nyenyak,
berpiama seperti orang yang kulihat di TV.
Ketika aku bangun tidur,
ada perasaan aneh, seolah-olah aku ada di surga.
SERTIFIKAT
JUARA PERTAMA
Kau sudah bangun.
Apa kau lapar? Ayo sarapan.
Aku tak memasak banyak.
Karena Joon-gyeong bersekolah dan aku harus bekerja.
Terima kasih atas makanannya.
Putrimu sepertinya murid yang terpandai dan teladan.
- Kenapa kau tak memarahinya? - Dia membela diri. Jadi, untuk apa?
Lantas kenapa kau bisa ditahan?
Aku merampok bank. Aku mencuri sekitar satu miliar won.
Tak kusangka aku memasak sarapan untuk perampok bank.
Supnya. Hampir lupa.
Aromanya asin.
Mari makan saja.
Jika alasanmu berbuat kriminal adalah mata pencarianmu, hentikanlah.
Aku punya perusahaan.
Jika kau perlu pekerjaan, aku bisa carikan kerja di pabrik.
- Apa gajinya besar? - Itu tergantung kinerjamu.
Boleh kusimpan kartu namanya?
Untuk apa membuat kartu nama kalau aku memintanya kembali?
Asin, ya?
Rasa sup harus asin.
Semoha kita akan sering bertemu.
Baiklah.
Dialah orang dewasa pertama yang memperlakukanku layaknya manusia.
CEO BLUENET DITANGKAP ATAS TUDUHAN SUAP
PARK JOON-GYEONG
HUBUNGI AKU SETELAH KAU MEMBACA INI
Ibuku terkena masalah.
Tolong hubungi aku setelah membaca surel ini.
- Halo? - Bagaimana cuaca penerbangan malammu?
Aman.
Kurasa Mayor Park Joon-gyeong adalah informan anonim, seperti dugaanmu.
Unit Investigasi Khusus menangani kasus ini,
karenanya dia tak bisa dihubungi.
- Unit Investigasi Khusus? - Nanti kujelaskan jika kau sudah sampai.
Tidurlah. Kau pasti lelah.
Tidak. Sudah terlambat untuk tidur.
Karena Unit Investigasi Khusus yang menangani kasus CEO Yoon,
apakah kasusnya juga terkait Ketua Myung?
CEO Yoon ditangkap tanpa surat perintah karena…
TAHUN 2010
Ini adalah salinan catatan kerja dari sekretarisnya putra menteri.
Kau lihat tulisannya? "CEO Bluenet Yoo, 5.000"?
Ya, tapi apa maksudnya?
Kurasa kau lebih tahu dariku.
Ini, astaga.
Aku tak pernah memberinya uang ini.
Saat ini kau bukanlah saksi, melainkan tersangka.
CEO Yoon dituduh menyuap putra menteri, Son Seung-jin,
teman kuliahnya dengan mengirimkan 50.000 dolar padanya.
Penyidiknya saat itu adalah Hwang Gi-seok,
menantu Ketua Myung.
Menantu dari Ketua Myung?
Hwang Gi-seok sering mengarang cerita untuk menghalalkan segala cara.
Di lingkup kejaksaan, dia dikenal sebagai Chef Hwang.
Dia orang elit dan diyakini akan menjadi Jaksa Agung kelak.
Sasarannya sebenarnya adalah putra menteri.
Benar. Chef Hwang akhirnya menjeratnya.
Putra menteri yang didukung banyak pihak untuk menjadi gubernur
terpaksa mengundurkan diri dari pencalonan atas tuduhan suap.
Namun, CEO Yoon dibebaskan pada sidang pertama.
Investigasi pun menjadi tak jelas setelah pengunduran diri.
Lantas apa alasannya?
Apa kau yakin dia bunuh diri?
Aku baru mengirimkan video, tontonlah.
Aku tak bisa temukan penjelasan lain selain bunuh diri.
Kasusnya ditutup dengan bunuh diri karena depresi akibat investigasi.
Ini mustahil.
Mustahil dia melakukannya.
Sudah kuduga, kau memang petarung hebat.
Mari tetap menjadi anak buah Sang-tae sebelum membuat geng sendiri.
Kau bosnya dan aku tangan kananmu.
Enak saja jadi tangan kanan.
Nanti kita beli jaket mahal dari Italia lalu minum-minum di bar.
Atau minum kopi di hotel. Bagaimana? Kau tidak mau?
Biar kupikirkan dulu, dasar berengsek.
Diamlah.
Ayo, kita wujudkan sama-sama.
Apa kau punya pacar?
Mengapa tak memberitahuku?
Untuk apa bunga ini?
Bunganya sedang diskon, jadi…
Ini bunga mawar.
Aku belum pernah membeli bunga, jadi aku beli banyak.
Sering-sering belikan untukku, ya?
Baik. Aku akan belikan.
- Masuklah, kita makan. - Baik. Menunya apa hari ini?
Meski aku seorang preman…
Selamat ulang tahun
Selamat ulang tahun
Selamat ulang tahun, Ibu
Selamat ulang tahun
Tiup lilinya!
Meski aku bekerja untuk lintah darat…
beliau adalah sumber kebahagiaanku
di dunia yang keras ini.
Aku sangat menyayanginya.
Dia orang dewasa pertama yang memperlakukanku layaknya manusia.
Dia wanita terhormat.
Aku tidak mengerti.
Mustahil dia berbuat seperti itu.
Kau mau apa meski tahu alasan sesungguhnya?
Balas dendam?
Kita tak bisa bangkitkan orang yang sudah mati, 'kan?
Dengan menjadikan Hwang Gi-seok keluarganya,
Ketua Myung bukan lintah darat biasa.
Jika dipikir baik-baik,
membalas dendam itu berisiko dan tak sepadan dengan hasilnya.
Kau harus selalu membayar utangmu.
Jangan lihat sisi buruknya, tapi lihat nilainya.
Itu yang diajarkan CEO Yoon padaku.
SEORANG PRIA MEMBAKAR DIRINYA DI PELUNCURAN BUKU
MANIPULASI SAHAM SOLAR BIO - APA YANG DISEMBUNYIKAN KEJAKSAAN?
OH CHANG-HYEON, CEO BANK GMI, MANTAN JAKSA WILAYAH SEOUL
GMI BANK TERLIBAT DENGAN YEOUIDO RAMBO?
JALAN BUNTU DILARANG MENEROBOS
HWANG GI-SEOK, JAKSA KEPALA UNIT INVESTIGASI KHUSUS
MYUNG IN-JU, CEO MYUNGIN HOLDINGS
Sial!
Bagaimana sekarang?
KORBAN SOLAR BIO, BUNUH DIRI
Siapa yang mau bertanggung jawab?
Jaksa Kepala, kenapa kau kesal karena membaca koran murahan?
Omong kosong apa itu?
Pak Kim, berengsek kau.
KIM SEONG-TAE DIREKTUR UTAMA BANK GMI
Kau tidak bisa mengatasi masalah Rambo hingga kasusnya meledak.
Maafkan aku.
Kau juga preman, bukan?
Dengar baik-baik, Gi-seok.
Aku tak akan jatuh sendirian jika didakwa.
Kenapa wajahmu begitu?
Tidak tahu sopan-santun. Beraninya kau? Aku seniormu.
Ternyata si Berengsek ini
bersekongkol dengan Yeouido Rambo tanpa sepengetahuanmu.
Pak Kim.
Kenapa tidak mau mengaku?
Ya.
Bagus.
Aku akan menutup kasusnya dengan penggelapan uang oleh Pak Kim.
Tetap saja, kau sudah tidak sopan di depan seniormu.
Mohon maaf sudah membuatmu cemas.
Astaga.
Kepala Kejaksaan, bagaimana dengan kasusku?
Minumlah.
Tidak mau.
Nanti aku siapkan bingkisan juga.
Memalukan sekali peristiwa di peluncuran bukuku.
Ada ketua partai di sana.
Para wartawan terus menghubungiku.
Aku sudah alihkan isunya ke topik lain, kita tunggu saja.
Tim satu unit Investigasi Khusus
menggerebek kantor Anggota Dewan Baek untuk digeledah.
Unit Investigasi Khusus dari Kejaksaan Tinggi Seoul
menyatakan bahwa mereka telah menggeledah kantor Baek In-su
untuk mencari bukti pemberian jabatan ilegal pada anaknya.
Selamat datang, Pak.
Aku sudah mengirim surat perintah untuk Anggota Dewan Baek.
- Terima kasih, Woo-jin. - Sama-sama.
Berkas ini dari Kepala Park.
Coba kau lihat.
Jang Tae-chun…
Dialah yang memunculkan kasus Rambo.
Apa laporannya berguna?
Pembuat laporan ini agak aneh. Apa dia dari kampus murahan?
Benar.
Karena dia dari kampus murahan,
dia menggali kasus korupsi orang kaya.
Meski kini dia tak segarang itu, dia sudah menjabat selama empat periode.
Kita butuh kasus kejahatan baru untuk mengalihkan isu.
- Lalu informannya? - Sedang kami interogasi, tapi…
- Ada apa? - Lihat saja, Pak
LAPORAN DATA DIRI
Park Joon-gyeong.
Pada tanggal 11 Juli, apa kau pergi ke klub di Cheongdam?
Prajurit yang pergi ke klub di hari libur tak melanggar hukum militer.
Setelah kematian CEO Yoon, dia menjadi anggota militer.
- Dia Mayor dan staf oditur. - Kami punya buktinya.
Lantas bagaimana kau menjelaskan
rekaman kamera pengawas ini?
Bukankah tas yang kau bawa itu milik Rambo yang sedang mabuk,
Lee Chang-min?
Kau sadar itu tindakan pencurian, bukan?
Kemudian membocorkan berkas rahasia bisa dianggap pertukaran informasi ilegal.
Sebagai staf oditur, kurasa kau tahu
tidak ada gunanya menutup mulut jika buktinya sangat jelas.
Bukankah Solar Bio mengurus paten obat baru?
Tergantung, tapi Rambo menggunakan itu sebagai bukti kasus manipulasi saham.
Berikan catatan mengenai hukum paten dalam dakwaannya.
Baik, Pak.
Kami investigator dari Kejaksaan Militer. Kami akan membawanya.
Apa ini?
- Lihat, kami sedang menginterogasi. - Kau pikir kau siapa?
Undang-undang Pengadilan Militer, pasal 44.
"Kuasa untuk menginvestigasi prajurit adalah milik Militer."
Ayo pergi.
- Bagaimana ini? - Biarkan saja.
Bagaimana dengan Kim Seong-tae?
Dia menyerahkan diri ke kantor jaksa Jang.
Kau berdagang sepuluh miliar dengan lintah darat tanpa sepengetahuan CEO-mu?
CEO Oh mengurusi bagian eksternal, aku yang mengurusi bagian internal.
Hidungmu kenapa?
Dasar berengsek…
aku terpeleset.
Kekerasan, pemerasan, penipuan juga obat terlarang.
Wah.
Catatan kriminalmu banyak. Kau pasti tukang pukul handal.
Itu hanyalah strereotipe.
Semua yang punya bisnis tentu punya masa lalu.
Aku sering bertemu anak buah konglomerat saat di penjara dahulu.
Kau dibayar berapa untuk menggantikan mereka di penjara? Cukup untuk beli rumah?
Aku sudah punya beberapa rumah.
Kau tahu berapa biaya pajaknya?
Aku bukan si Miskin yang masuk penjara untuk cari uang.
Baiklah. Kita bicara lebih dalam.
Aku tidak pintar, tapi aku jadi jaksa karena kegigihanku.
Baiklah, mari bicara lebih dalam.
Bu, tolong pesankan jjajangmyeon porsi besar.
Tapi jangan pesan dari Jageumseong.
Pesankan dari Seochobanjeom.
Kau mau apa, Pak Jaksa?
Kau ini sedang apa?
Obrolannya akan panjang. Kita lakukan sambil makan.
Seochobanjeom adalah restoran Tiongkok terbaik di dekat sini, 'kan?
Ini Jaksa Jang Tae-chun.
Ya.
Aku akan segera ke sana. Baik.
Ada yang mencarimu?
Silakan, aku mau makan dulu.
Pak Nam,
siapkan segalanya untuk menahan orang ini.
Jumpa lagi besok dengan pakaian tahanan.
- Nanti aku kembali. - Baik.
Unit Investigasi Khusus ada di lantai tujuh.
Aku bahkan tak bisa membuka pintunya dengan kartu pegawaiku.
KARTU PEGAWAI, JANG TAE-CHUN KANTOR KEJAKSAAN TINGGI
Kau pasti Jang Tae-chun.
Ya.
Silakan ikut aku.
Mengapa Kepala Hwang Gi-seok memanggilku?
Apa alasannya? Untuk memberi tekanan atau mengakuiku?
Halo, Pak.
Jaksa Jang. Selamat datang. Duduklah.
Duduklah.
Kau pasti sibuk dengan kasus besarmu, bukan?
Sebagai pemula, sikapmu juga baik dihadapan para reporter.
Kurasa kau berbakat.
Jika pemanggilanku terkait kasusku, aku terpaksa tutup mulut.
Untuk apa aku mencampuri kasusmu?
Aku tahu kapan harus menjaga jarak.
Aku suka dengan laporanmu tentang kasus Anggota Dewan Baek.
Meski kosakata dan investigasimu masih kurang sempurna,
itu tidak apa-apa.
Lumayan buatku.
- Kudengar kau ingin bergabung di unitku. - Apa?
Kepala Park memberitahuku kau berambisi menangani kasus besar.
Apa itu salah?
Kau sudah membuat Baek In-su terpojok, tutup kasusnya dengan baik.
Jika semua sudah selesai, nanti kutraktir minum.
Ada masalah apa?
Akhirnya aku menemukan jaksa yang pantas untuk bergabung di unitku.
Jadi, nanti kutraktir sebagai seniormu.
"Senior"?
Apa kau sudah bertemu senior dari unit anti-korupsi?
Senior…
Belum.
Nanti kita akan bertemu.
Mereka juga menangani kasus besar, jadi pasti mau membantu.
- Baik, Pak. - Tunjukan padaku dakwaannya nanti.
Kau sudah bekerja keras, jadi harus aku yang periksa.
Ingat ini.
Teori hukum itu ideal,
tapi ini adalah kenyataan.
Tunggu sebentar.
Kau pasti sibuk, lanjutkan kerjamu. Aku mau terima telepon.
Selamat siang, Pak.
Halo?
Ya ampun, menantuku.
Lama sekali kau menjawab teleponku,
kau pasti sibuk mengabdi pada negara.
- Apa kau sudah makan? - Tak perlu basa basi.
Apa kau sudah bicara dengan si Pemula, Jaksa Jang?
Apa kau berhasil membujuknya?
Apa Ayah perlu laporan? Mohon biarkan kami kerja sesuai prosedur.
MENANTU
Bukan itu yang mau kubicarakan.
Aku ingin menutup Bank GMI.
Silakan. Itu lebih baik jika Ayah lakukan.
Sungguh?
Kenapa kau ketus begitu?
Ini adalah urusan keluarga.
Ada 20 persen saham istrimu…
Apa boleh kupindahkan?
Tunggu.
Bagaimana dengan saham Kepala Kejaksaan?
Sahamnya akan dibereskan melalui CEO Oh.
Kau tak perlu cemas.
Lantas bagaimana dengan CEO Oh?
Dia baik-baik saja.
Kau sedang melihat apa?
Pasar saham New York tutup hari ini.
Aku sedang memperhatikan Bank GMI. Ketua Myung mulai menghapus sahamnya.
Menghapus?
Dia sedang menghancurkan barang bukti.
Seperti memecah bagian mobil pasca tabrakan.
Jadi, menghancurkan bukti manipulasi saham dengan menghapusnya dari bursa?
Akan lebih baik jika kejaksaan waspada
karena mereka tak bisa menginvestigasi.
Mereka membuang segalanya demi melindungi Oh Chang-hyeon.
Aku sudah lihat, koneksi Ketua Myung dengan kejaksaan
diatur oleh CEO Oh, mantan Jaksa Kepala.
Ini artinya kita harus menghancurkan CEO Oh lebih dahulu.
Hei, apakah tidak ada hal lain selain sayuran di sini?
Daging ayam misalnya?
Bagaimana kalau pesan ayam goreng?
Katanya K Chicken paling enak sekarang.
Sudah, makan saja. Kata orang makanan vegan yang terbaik.
Kenapa kau selalu menentangku?
Benar-benar…
Tunggu. Apakah ada obligasi konversi milik Bank GMI
yang dipakai secara ilegal untuk mendapatkan uang tunai di Dongdaemun?
Apa kau bisa memeriksanya?
Disana ada kartel binaan Ketua Myung.
Aku tahu. Aku mengenal mereka.
TAHUN 2003
Kartel di Dongdaemun dibagi menjadi empat area,
utara, selatan, timur, barat yang membatasi area toko pakaian.
Pemimpinnya adalah wanita yang mengambil uang keamanan dari toko.
Nyonya Kim salah satunya. Dia yang paling serakah.
- Silakan. - Terima kasih.
Manajer Eun, kau sudah bicara dengan Ketua dan bilang ingin mandiri?
Dia bahkan tahu pertemuan kita hari ini.
Begitukah?
Apa dia mau mengenalkan dengan koneksinya?
Kau tahu Ketua tidak begitu.
Astaga, si Tua serakah itu.
Kalau aku pasti mau membantu manajerku.
Kau tahu sendiri, tak mudah mendapat klien baik.
Aku sudah punya satu.
Klien yang dapat dipercaya.
Siapa? Berapa banyak pesanannya?
Sekitar 30.
Tapi kau harus rahasiakan ini.
Aku ini sudah berpengalaman. Tentu aku tahu itu.
Rahasiamu aman bersamaku.
Saat aku mulai mandiri, lepas dari Ketua Myung,
Bluenet milik CEO Yoon menginvestasikan segalanya pada hak paten
di teknologi chipset.
Apakah kau punya uangnya?
Aku sudah mempersiapkan setahun ini,
dan banyak pemimpin kartel berpihak padaku.
Kenapa kau ingin mandiri?
Ketua Myung…
Dia terlalu serakah.
Aku sudah punya pemasok.
Biar aku bandingkan nilainya, nanti kuputuskan.
Ini perkara bisnis. Hubungan kita aman, 'kan?
Kau akan dapatkan harga lebih murah tanpa syarat.
Karena aku mengenalmu?
Jika kau dapatkan paten chipset-nya, perusahaanmu akan sukses besar.
Aku menekan harganya berdasarkan pengalamanku karena ini adalah bisnis.
Baiklah.
Aku bersemangat untuk bekerja sama denganmu.
Hore!
Terima kasih banyak.
Kurasa Mongyu akan berhasil. Bagaimana ini?
Hei, sekarang berikan aku rokok.
Baiklah.
Ini dia.
Aku punya hadiah sempurna untuk merayakan pembukaan kantormu.
Sungguh? Apa itu?
- Katak uang? - Bukan hal tahayul seperti itu.
Harus ada fotoku di kantormu.
Aku ini diberkati kekayaan.
Astaga, tentu saja.
- Apa-apaan ini? - Astaga.
- Hei, Mayor! - Ibu merokok lagi?
- Apa maksudmu? - Tidak. Ini punyaku.
Sudah kubilang jangan membawa rokok kemari.
Ya, tidak akan lagi.
Hei, kalian berdua pasti lapar. Ayo makan.
Astaga, aku lapar sekali.
Tidak boleh ada rokok dirumahku.
Anak sekolah tidak boleh pulang secepat ini.
Apa kau tidak punya pacar? Cari pacar saja sana.
- Pak. - Ya.
Aku membawa beberapa buku besar pinjaman yang diminta.
Terima kasih.
Aku sudah merepotkan seorang mitra global.
Dengan senang hati.
Ini seru. Sudah lama sekali, ya.
Negosiasi akuisisi dan tawar menawar pasar pada dasarnya sama saja.
Kita ingin membeli murah agar bisa dijual harga tinggi.
Aku akan menangkap CEO Oh dengan buku ini.
Mari makan malam. Biar kutraktir ditempat mahal malam ini.
Begini…
Aku mau berbelanja selagi di sini.
Kau pakai saja mobilku.
Apa aku ada janji temu?
Mayor Park Joon-gyeong.
Dia berhasil lepas dari tuntutan karena dia seorang tentara.
Lawan Joon-geyoong adalah Ketua Myung.
Dia adalah mentorku yang mengajariku soal bisnis keuangan.
TAHUN 2003
Pekerjaan terakhir dengan Ketua Myung
sebelum aku kabur,
adalah awal mula hubungan buruk kami.
Persis di malam itu.
Ya, Ketua.
Ya, aku sudah di sini.
Namun, tidak ada siapa-apa.
Baik, Ketua.
Baiklah.
Ya, aku sudah di depan gereja.
Baik, aku mengerti.
Astaga, bisa-bisa dia tewas.
Ketua.
Kenapa kau melakukan ini?
Kau karyawan yang hebat, Manajer Eun.
Kau melipatgandakan penghasilan kami.
Tapi lihat dirimu, dasar berengsek.
Jika angsa yang bertelur emas ingin kabur,
pemiliknya harus bagaimana?
Akan lebih baik untuk mengambil telur emas terakhir
lalu memakan angsanya.
SERTIFIKAT PEMINDAHAN SAHAM
Baik, aku simpan di sini.
Biar aku yang selesaikan kesepakatan dengan CEO Yoon.
Dan kuperingatkan kau
jika kudengar satu sen aja uangmu
berada di Myeongdong,
kakakmu tidak akan selamat.
Dia pasti kesakitan. Beri dia miras.
Ya, Pak Jaksa.
Aku sedang menuju ke sana.
Mari minum bersama sebentar. Aku akan segera sampai.
Baik, Pak.
Sakitkah?
Sangat sakit, ya?
Berarti kau perlu ini.
Bertahanlah. Ini tidak akan sakit.
Kemarilah.
Ayo kemari, Berengsek.
Tangkap dia!
Hei!
Kau tak apa-apa?
Di dunia ini berlaku rimba hukum.
Dan akulah si malang dalam permainan kehidupan ini.
- Ya ampun! - Berengsek!
Berengsek.
- Bagaimana aku tahu? - Di mana dia?
Berengsek!
Yang kuat, bertahan. Pemenangnya mendapatkan semua.
Di rimba, tempat uang berkuasa…
hukum dan keadilan
adalah kemewahan yang tak pernah kupunya.
Satu-satunya cara untuk merebut apa yang dicuri
adalah dengan bertarung dan memenangkan dengan kekuatanmu sendiri.
SERTIFIKAT PEMINDAHAN SAHAM
Saham yang kau pakai sebagai jaminan
telah diambil alih oleh Ketua Myung?
Pantas saja belakangan ini harga sahamnya jatuh.
Maafkan aku.
Bagaimana lukamu? Kau tak apa? Sudah ke rumah sakit?
Ketua Myung akan mengurangi jumlah saham
SHORT SELLING: STRATEGI INVESTASI
MENJUAL SAHAM YANG DIPINJAM UNTUK MENURUNKAN HARGA
…memaksa perusahaan untuk menghapus sahamnya.
Itu biar aku yang atasi.
Kau sembuhkan dirimu saja.
Kita bisa kalahkan mereka dalam permainannya sendiri.
Aku tahu setiap detail kelemahannya
termasuk soal penggelapan dana.
Maksudmu, kau akan memanipulasi sahamnya?
Ya.
- Itu jika kau izinkan. - Tidak.
Pengacaraku akan menyelesaikannya.
Jangan.
Kau tidak bisa menang secara adil dalam permainan yang kotor.
Kau tak bisa kalahkan Ketua Myung
dengan memakai hukum dan etika.
Aku menyewa warnet yang sudah tutup di pinggiran kota…
Terima kasih.
Salam kenal.
…dan merekrut orang-orang yang kehilangan uang karena Ketua Myung.
Ya, silakan duduk. Terima kasih.
Kerahasiaan sangatlah penting di masa perencanaan.
Rencana kita hanya bisa berhasil
jika semua yang ada di sini bekerja dalam satu kesatuan.
Aku yakin kita bisa sukses.
Mohon kerja samanya.
Kami menutup lantai gedung dan melanjutkan rencana selama dua pekan.
Rencana kita akan berjalan mulai sekarang.
Ya, nomor 12, Daeyong Sekuritas.
Beli 500 saham di harga 2.800.
Nomor tiga dan tujuh. Beli 2.000 saham, ya?
Bersiap. Menunggu harga 3.200.
Kami menjalankan rencana kami di sebuah warnet.
Hal ini mustahil dilakukan di era kecanggihan teknologi pelacak IP.
Dulu, itu bisa dilakukan.
Mari lakukan dengan cepat. Konsentrasi.
Waktu adalah kuncinya di sini.
Nomor 11, beli 2.000 saham.
Nomor tiga, enam, sembilan, beli 8.000 saham.
Mulai nomor sepuluh. Bersiap membeli di harga 4.500.
Belum saatnya. Sebentar lagi.
Sekarang, 4.500.
Yang lain ikuti.
Baik. Nomor tiga, enam, tujuh akan membeli di harga 8.500.
Nomor sepuluh di harga 8.700.
Mari amati perubahannya lalu kita bergerak perlahan.
Nomor empat, Sinheung Sekuritas.
Beli 5.000 saham di harga 6.200 won.
Ya, Daeyong Sekuritas, nomor 12. 2.000 saham, baik?
Nomor tiga dan tujuh, kalian beli 1.000 saham masing-masing.
Mari jual 4.900 saham dari nomor sepuluh.
Ya, mulai naik. Bagus.
Naik lagi! Bagus!
Ada apa dengan sahamnya?
- Kurasa ada permainan. - Astaga. Sungguh?
Jangan diam saja menonton.
Hentikan dengan membeli lebih banyak saham,
atau gunakan media untuk menyebar isu jelek perusahaannya.
Ketua Myung mencoba melawan dengan isu jelek dan mengurangi jumlah saham
PENJUALAN SAHAM BLUENET BERKURANG HARGA SAHAM TURUN
CEO BLUENET MENGGAJI SESUAI UPAH MINUMUM
NILAI BLUENET TURUN 14 PERSEN
Baik. Jika sahamnya berkurang, segera beli.
Kita hampir selesai, 'kan? Mari percepat.
- Baik! - Nomor 11, 11.000 won.
Nomor empat, 11.500 won.
Nomor sepuluh, delapan, sembilan di 12.000 won.
- Tekan tombol beli! - Baik!
Karena banyak yang meniru, berkat kemajuan era internet,
hasil akhirnya pun jelas.
Pengurangan jumlah saham bergantung pada turunnya harga,
sehingga profitnya terbatas.
Jika sahamnya crash, harganya tidak sampai nol.
Benar, tapi jika para short seller merugi,
kerugian mereka bisa tak terhingga.
Tidak ada batasan setinggi apa harga sebuah saham.
Jika kita tekan di sana,
aku yakin para short seller bisa dikalahkan.
Menurutku menaikkan harga saham
bisa dilakukan dengan jumlah saham yang kumiliki.
Tapi lawan kita berkolusi dengan perusahaan sekuritas besar.
Apa kau bisa melawan?
Sekarang sudah era internet.
Jika informasi yang benar sudah diberikan alih-alih berita palsu,
maka investor retail akan berpihak pada kita.
Kenapa kau bisa yakin?
Karena nilai perusahaanmu nyata.
Karena kau yakin padaku, aku pun yakin denganmu.
Aku percaya dengan nilai yang kau miliki.
BLUENET telah berhasil mematenkan
teknologi chipset-nya di AS.
CEO Bluenet, Yoon Hye-rin pengembang chipset revolusioner
yang menyatukan empat sistem sekaligus,
menyatakan ambisinya untuk menciptakan teknologi berstandar dunia.
…menghadapi semua tantangan.
Ini adalah penemuan revolusioner.
Saham Bluenet mencapai harga teringgi lagi,
meneruskan tren-nya.
CHIPSET BLUENET YANG DIPATENKAN DI AS
Index KOSPI milik Bluenet…
Hari ini adalah batas waktu short selling.
Pastikan kau bayarkan kerugiannya pada pukul 15:00.
Totalnya adalah 87 miliar won.
Kau ingin berbagi keuntungan,
tapi ingin kerugiannya kutanggung sendiri?
Kalau begitu,
apa mau ikuti jalur hukum dan sama-sama jadi napi?
Angka tepatnya 86.875.000.000 won.
Jangan kurang sedikit pun, apalagi terlambat.
Paham?
Dasar berengsek.
Aku sudah siapkan hadiah
yang tak akan terlacak.
Ini adalah cek sebesar 100.000 won.
- Hore! - Wah!
Aku akan berikan dua kali lipat dari yang kujanjikan.
- Hore! - Ayo!
- Terima kasih. - Kerja yang bagus.
Terima kasih!
Strategiku berhasil.
Tinggal satu tahap tersisa.
Manipulasi saham
adalah kejahatan serius yang memberi dampak negatif
pada pasar kapitalis.
Bukan begitu, Pak Jaksa?
LEE SU-DONG, JAKSA UTAMA UNIT INVESTIGASI KHUSUS
Apa kau punya bukti kalau manajer Eun adalah otaknya?
Kau tahu bagaimana cara kerjanya.
Jika dia tahan lalu diiinterogasi,
buktinya akan ditemukan, bukan?
Tetap saja, perlu dasar untuk membuat surat penangkapan.
Kakaknya punya bar bernama Forget-Me-Not.
- Kau tahu cara menjalankan bar itu. - Begitu.
Pasti ada sesuatu jika barnya diinvestigasi.
Tentu saja.
Hebat, Jaksa Lee memang cepat tanggap.
Aku sudah siapkan bingkisan untuk kau bawa pulang.
Pak, ada tamu.
Siapa pun kau, kau pasti salah ruangan.
Aku yang menghubunginya.
Biarkan dia masuk.
Lihat, siapa dia.
Sudah lama tak jumpa, Ketua Myung.
Begini, Manajer Eun ini
sangat hebat dalam mengingat angka.
Dia memberitahuku tentang akun palsu buatanmu.
Itu bermasalah sekali.
Sudah, lupakan bingkisannya.
Silakan ambil kembali.
Aku tak mau perutku meledak karena bingkisanmu.
Jika dilihat-lihat,
tampaknya ada masalah terjadi ketika kalian bekerja bersama-sama.
Sekarang, kalian tenanglah dahulu
dan bicarakan baik-baik semuanya, ya?
Sampai jumpa lagi, Pak.
Bingkisan ini tidak cukup.
Aku sudah berikan sepuluh persen sahamku padamu.
Berengsek. Berani-beraninya kau bicara padaku.
Lihat saja.
Akan kubunuh kau.
Aku anggap serangan kemarin lunas dengan uang yang kuhasilkan sekarang.
Hei, di atas Jaksa Lee masih ada Wakil Kepala lalu Kepala Kejaksaan.
Aku tahu itu.
Nama yang kau pakai untuk bisnis kotormu tertanam di kepalaku.
Tentu aku tahu nama itu.
Kau mau aku tuliskan siapa saja? Sekarang?
Mari kita selesaikan dengan damai.
Aku akan pergi dari Korea pekan ini.
Mengenai Myeongdong, lakukan apa pun sesukamu, seperti biasa.
Kenapa begitu?
Pedang sudah terhunus, mari bertarung sampai akhir.
Aku mau saja jika kau bertarung dengan uang.
Tapi masalahnya kau juga pakai kekerasan.
Aku peringatkan,
jangan ganggu keluargaku.
Itu syarat dariku.
Ketua Myung seharusnya tak menganggu keluargaku.
Kau masih saja tidak membawa payung?
Kau satu-satunya orang yang ingin dia selamatkan.
Kepala Hwang tidak bisa diremehkan.
Dia selalu menepati janjinya.
Menurut Rambo, jaksa kali ini menyulitkan.
Jangan khawatirkan itu, menantuku akan mengurusnya.
- Mari lakukan cara lain. - Apa?
Anggota Dewan Baek menyatakan bahwa skandal anaknya adalah aksi balas dendam.
Jaksa Jang Tae-chun yang memberikan perintah.
Kau tak bisa bertarung sendiri kali ini.
Kau dan aku adalah satu tim.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.