Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
SITUS SLOT ONLINE TERKECE DI INDONESIA Dengan bonus yang SUPER KECE Daftar sekarang di www.recehoki.net
Main bersama RECEH88 & menangkan ratusan juta rupiah! PLAY. MAXWIN. WITHDRAW. REPEAT.
Tiada siapa-siapa.
Tiada lagi.
Tidak.
Ketakutan.
Empat.
Senang.
Satu.
Ketegangan.
Lima.
Terjemahan oleh zahrahh87 Telegram: @zahrahh87 https://subscene.com/u/1405451
Aku punya kabar baik untukmu.
Semua biaya dan terapinya dihilangkan.
Tapi kami sangat mendorongmu untuk terus latihan,
dan mengikuti perawatan psikologis.
Kau bebas, Jonathan.
Hei, kau.
Hei, Micky.
Diamlah.
Halo, Jonatan!
Halo, Bu.
Mari duduk.
Kau baik-baik saja?
Senang aku bisa pulang.
Baguslah kau bisa pulang.
Ayo.
Aku kemari untuk menjemput Micky.
Tidak. - Kenapa?
Aku sudah jelaskan itu. Itu mustahil.
Sekali lagi. Tolonglah.
Tidak. Mulai sekarang, putraku yang merawatnya.
Dah.
Ada beberapa tetangga baru di sebelah.
Awas jarimu.
Gadis itu membiarkan anjingnya datang padaku setiap malam.
Aku senang kalau kita pergi dari sini.
Ya, Micky-ku.
Jangan, kau menggelitik terlalu keras.
Mick!
Kemari.
Kembali! Ayo!
[Berbeda. Lebih baik.]
Maafkan aku.
Terima kasih telah menerimaku kembali.
Tentu. Kenapa tidak? Setiap orang berhak mendapatkan kesempatan kedua.
Termasuk dirimu. Bersihkan dirimu.
Ada apa? Ayo.
Ayo, aku akan melepaskanmu.
Apa yang telah mereka lakukan?
Tenanglah. Tetap di sana.
Apa itu?
Tunggu. Aku ikut.
3,9 kilo.
Ini hanya untuk sementara waktu.
Aku akan mengembalikanmu secepatnya.
Aku akan membantumu.
Dan kau akan membantuku.
Rabu aku pergi lebih awal. Kita bisa pergi ke apartemen baru.
Kau belum melihatnya.
Ada jagung?
Di dalam lemari.
Untuk apa? Untuk ikan itu?
Ayo, Elke.
Ibu harus bekerja. Sudahlah.
Tidak, aku tidak akan pindah.
Ayo, itu sudah cukup.
Aku tidak peduli. - Kemari!
Kemari. - Selalu begitu.
Aku akan kembali besok.
Elke.
Apa yang terjadi? - Aku akan ikut.
Besok kau bisa ikut. - Bohong.
Sudah cukup.
Cium aku.
Kau masih sayang aku?
Aku tidak percaya.
Cium aku dengan benar.
Janjilah kau akan bersikap baik.
Jangan biarkan siapa pun masuk. - Ya.
Satu.
Dua.
Tiga.
Empat.
Lima.
Ketegangan...
Ketegangan: 5.
Ketakutan: 4.
Kebahagiaan: 3.
Isilah sifat-sifat baikmu.
Lalu apa yang kau pikirkan?
Awal yang baru.
Semuanya akan baik-baik saja. Aku yakin.
Kenapa aku tidak pernah mengunjungimu di sana?
Jonathan, lihat aku.
Kenapa tidak pernah menghubungiku lagi?
Aku malu, Bu.
Maaf aku mengacaukannya.
Tidak apa-apa.
Hai, ikan.
Apa kabar?
Aku baik-baik saja.
Mau makan apa untuk makan siang?
Aku sudah makan Schnitzels.
Halo.
Bagaimana kau bisa masuk ke sini? - Lewat pintu.
Keluarlah. - Benarkah kau pernah di penjara?
Kenapa kau dipenjara?
Kau sungguh ingin tahu?
Ya. - Keluarlah.
Keluar.
Keluar dari kamarku. Sekarang.
Sakit.
Bajingan tengik.
Sedang apa dia di kamarmu? - Entahlah.
Jonathan?
Aku tidak tahu kenapa dia kemari.
Kau harus percaya padaku.
Aku mempercayaimu.
Kau harus sering-sering bergaul dengan orang lain.
Orang-orang seusiamu. Kau terlalu penyendiri. Itu tidak baik.
Dan kau tidak perlu selalu khawatir dengan ikan itu.
Ikan bukanlah manusia.
Ibumu ada di rumah? -Tidak.
Orang lain?
Kau bisa berdiri?
Bisa pegang ini?
Aku mau limun.
Ya.
Aku mau lagi.
Tidak.
Siapa namamu sebenarnya?
Elke. Tapi menurutku itu nama yang bodoh.
Aku Jonathan. - Aku tahu.
Aku lebih suka Bes.
Kalau begitu aku akan memanggilmu Bes.
Lihat.
Bekas luka lama. Aku jatuh saat pelajaran renang.
Dan sekarang aku tidak berani berenang lagi.
Siapa nama ikanmu?
Tidak punya nama.
Itu spesies yang sangat langka.
Orang-orang menyebutnya Muidhond.
Sebagian orang
percaya bahwa ia memiliki...
kemampuan rahasia.
Kemampuan penyembuhan.
Kau menyentuhnya, maka kau akan jadi lebih baik.
Bisakah ia menyembuhkan lututku?
Mungkin saja. - Kalau aku menyentuhnya.
Kurasa sebaiknya kau pergi sekarang. - Boleh aku lihat ikannya dulu?
Tidak. -Besok?
Kau bisa berdiri?
Berdirilah.
Satu. Dua. Tiga. Empat. Lima.
Enam. Tujuh. Delapan. Sembilan. Sepuluh.
Sebelas. Dua belas. Tigabelas. Empat belas.
Hei! Terlalu kecil.
Terlalu kecil.
Jangan pedulikan mereka.
Kau tidak salah apa-apa.
Kalau tidak, kau tidak akan dibebaskan, kan?
Ya.
Mick?
Mick!
Hei! Jangan ke sana.
Kenapa? - Ini milik pribadi.
Berhenti. Kau harus bayar.
Kenapa?
1 euro.
Sungguhan. 1 euro.
Ya, kau bisa masuk sekarang. Kau sudah membayar.
Ini rumah-rumahku. Aku buat sendiri.
Ini ruang tamu.
Ada kamar mandi. Sekalian bak mandinya.
Dan ini adalah kamar tidur.
Ayo, berbaring.
Ayo.
Ayo.
Berbaring.
Benar-benar berbaring.
Hewan, Jonathan. Jonathan, binatang.
Itu Luigi, si burung hantu.
Di sana ada Louise, si kelinci.
Dan di sini ada Rick, si anjing.
Orang-orang di sana dihukum.
Mereka menganggapmu kurang ajar, karena kau diam saja.
Apa yang harus kukatakan? - Katakan hai.
Hai.
Semuanya menyapa balik kecuali pak Kepiting.
Dia mengira kau aneh.
Ayo, Mick. -Tidak, tunggu, jangan pergi.
Kata mereka kau selalu bisa datang dan berkunjung.
Kita lihat saja nanti. - Tidak ada yang pernah berkunjung kemari.
Besok hari Jumat. Kau punya janji.
Dengan psikolog itu.
Kau dengar aku?
Jawablah. - Ya.
SITUS SLOT ONLINE TERKECE DI INDONESIA Dengan bonus yang SUPER KECE Daftar sekarang di www.recehoki.net
Main bersama RECEH88 & menangkan ratusan juta rupiah! PLAY. MAXWIN. WITHDRAW. REPEAT.
Ya, pak? - Schnitzel.
Ada yang lain? - Tidak, terimakasih.
Ini untukmu.
Untukmu.
Makanlah. -Bagaimana denganmu?
Aku akan makan nanti.
Chnitzel.
Schnitzel. - Chnitzel.
Aku lihat cacing kepanasan hari ini.
Ia menempel di pagar.
Dan saat melihat cacing itu, aku teringat padamu.
Kemudian apa yang kau pikirkan?
Aku sangat kasihan pada cacing itu.
Aku bermimpi ikanmu mati.
Tidak akan. Aku merawatnya dengan sangat baik.
Apa makanan favoritnya?
Siput air tawar, itu yang suka dia makan.
Jagung atau potongan anjing.
Hentikan.
Apa?
Jangan lakukan itu.
Memangnya kenapa? - Itu tidak sopan.
Kurasa yang dikatakan ibu itu tidak benar. Kau baik.
Aku tahu. Aku harus pergi. Terima kasih makan malamnya.
Itu bukan apa-apa.
Tujuh.
Lima.
[Ketegangan: 7, Ketakutan: 7, Bahagia: 5. Selamat karena:]
Kau tahu. Itu tidak diperbolehkan.
Aku harus bagaimana?
Apa yang harus kulakukan?
Aku tidak akan membiarkannya masuk lagi.
Pastikan dia tidak terlalu dekat. Jarak dua meter.
Di sini yang sakit? - Ya.
Aku seperti melihat Vera hari ini.
Di mana? - Di gudang.
Mustahil. Dia sudah tidak tinggal di sini.
Mungkin seseorang yang mirip dengannya.
Sepertinya kau benar.
Terima kasih.
Satu. Dua. Tiga. Empat. Lima.
Enam. Tujuh. Delapan. Sembilan. Sepuluh.
Dua meter.
Dua meter.
Beberapa siput yang aneh.
Beri dia satu. - Benarkah?
Dia tidak mau.
Kau harus sedikit bersabar.
Dia mungkin tidak lapar.
Lihat.
Diamlah.
Sudahlah. Kasihan dia.
Tidak. Dia harus menunggu.
Sudahi itu, sialan.
Anak baik.
Ibu bilang kalian semua berengsek.
Siapa?
Ayahku. Aku sudah meneleponnya.
Dia bilang dia minta maaf.
Dia terus bertanya di mana kami tinggal. Tapi ibu melarangku memberitahunya.
Kau benar-benar payah dalam membidik. - Bagaimana denganmu?
Aku bisa.
Bes?
Bes, kau dimana?
Bes, aku tidak melihatmu.
Di sana kau rupanya!
Buka mulutmu.
Duduk diam.
Kau sudah selesai?
Ini sakit?
Apa? Aku tidak merasakan apa-apa.
Sekarang?
Sekarang?
Tidak.
Bohong! Aku bisa lihat di matamu!
Aku sangat kuat.
Jangan menatapku.
Kita hampir selesai.
Roket. Bulan.
Berdoa.
Roket. Bulan.
Berdoa.
Letakkan kakimu lebih tinggi.
Aku terlihat seperti katak.
Ya. Lanjutkan.
Berdoa. Roket.
Roket. Bulan.
Berdoa.
Lihat aku, aku akan berlutut, maka aku akan sama tinggi denganmu.
Kau akan tahu kedalamannya.
Menyenangkan, kan?
Satu. Dua. Tiga.
Empat. Lima. Enam.
Hitung bersamaan.
Tujuh. Delapan. Sembilan.
Sepuluh.
Bagus.
Sekarang kita perlahan-lahan masuk lebih dalam. - Aku takut.
Jangan takut. Aku akan memegangmu.
Bagus.
Ya. Bagus.
Lebih dalam.
Baik, sangat bagus.
Aku akan memegang perutmu.
Dan kemudian kita akan melakukan seperti yang kita pelajari.
Bagus. Aku memegangmu. Percayalah.
Tenang. Aku akan memegangmu. Tenang.
Aku akan memegangmu.
Bagus. Coba lagi.
Tenang. Pegang aku.
Tidak apa-apa.
Berbaring dengan tenang. Jangan bergerak.
Bagus.
Berdoa.
Roket. Bulan.
Berdoa. Roket. Bulan.
Berdoa.
Sudah. Cukup untuk hari ini. - Kau mau kemana?
Pelajaran selesai. - Kita baru saja mulai.
Bagaimana dengan pikiranmu?
Baik.
Hanya saja,
terkadang aku takut.
Takut apa?
Apa ada yang salah?
Tidak.
Katamu kau takut. Apa yang kau takutkan?
Aku takut pada diriku sendiri.
Takut pada pikiranku.
Apa yang kau pikirkan?
Aku tidak ingin seperti itu.
Aku paham.
Tapi itu hanya pikiran.
Jangan lupa itu.
Kau punya pikiran. Tapi kau bukanlah pikiranmu.
Itu hanya soal belajar dan tidak belajar.
Berhenti belajar dan mengganti.
Mengganti pikiranmu dengan pikiran lain.
Ya.
Berhenti belajar dan mengganti.
Berhenti belajar dan mengganti.
Belajar dan tidak belajar.
Belajar dan tidak belajar.
Belajar dan berhenti belajar...
Berhenti belajar. Belajar. Berhenti belajar.
Hai.
Sebaiknya kita jangan bertemu untuk sementara waktu.
Apa maksudmu?
Maaf, gadis.
Sebaiknya kita tidak bertemu lagi.
Tidak mungkin. Kita saling membutuhkan.
Ya?
Ya.
Itu tidak boleh.
Apa salahku?
Tidak ada.
Aku tidak mengerti. - Kau tidak harus mengerti.
Tetaplah sejauh mungkin dariku.
Kau janji kita akan menangkap siput.
Tolong. Tutup itu kembali.
Apa yang salah?
Hari yang buruk.
Ayo.
Kau akan mengecat di dalam sana?
Ya.
Kau tidak punya pakaian lain? - Tidak.
Tunggu!
Terima kasih.
Ada pesta nanti malam.
Mau ikut denganku?
Tidak sebenarnya. - Tapi ini hari Sabtu.
Aku mungkin akan pergi memancing.
Aku ikut.
Memancing? - Kenapa tidak?
Satu.
Tiga.
Ya putar.
Putar. Ke sisi lain.
Naikkan. Bagus.
Mau pegang?
Sungguh binatang yang indah!
Itu ikan mas perak. Yang masih muda.
Haruskah kulepas? - Ya.
Bagus.
Apa yang kau lakukan? - Ayolah, ini menyenangkan.
Kau menakuti ikannya.
Ayo!
Kau dan ikanmu.
Masuklah ke dalam air. Menyenangkan. - Keluar.
Ayo.
SITUS SLOT ONLINE TERKECE DI INDONESIA Dengan bonus yang SUPER KECE Daftar sekarang di www.recehoki.net
Main bersama RECEH88 & menangkan ratusan juta rupiah! PLAY. MAXWIN. WITHDRAW. REPEAT.
Maaf.
Pergilah!
Pergi!
Pergi! Kau merusak semuanya.
Hewan bodoh!
Bahagia karena...
Sedih karena...
Gelisah karena...
Marah karena...
[Aku ingin bersama dia. Bersama dia. Bersama dia. Dia.]
3,1 kilo.
Dia semakin kurus. - Aku tahu.
Siputnya habis? - Aku harus pergi menangkap yang baru.
Ikan kecil, kau mau kemana?
Sudah tidak ada lagi dan kau lelah.
Kau begitu lembut dan licin.
Aku mau kau di sini bersamaku.
Itu yang membuatku bahagia.
Kau masih harus bersumpah.
Bersumpah apa?
Kau hanya bisa jadi anggota klub kalau kau bersumpah setia pada aturan.
Aturan?
Dari klub hewan.
1. Kau harus selalu baik satu sama lain.
2. Kau tidak boleh jahat.
3. Anggota klub tidak boleh mendiskriminasi atau mengatakan orang bau.
4. Tidak boleh mabuk, memukul, atau berteriak.
Kau harus bersumpah. Seperti ini.
Dengan jari-jari di antara gigimu, dan kemudian meludah.
Seperti ini?
Aku bisa sendiri.
Tentu saja.
Jonathan?
Ada apa?
Berpakaianlah.
Kau di kamar mandi? - Ya. Hampir selesai.
Cepat, ya?
Ada apa? - Diam!
Jangan berisik saat kita turun ke bawah.
Pakai sepatumu.
Tunggu.
Aku sudah selesai.
Apa ini?
Jawab aku.
Katakan.
Itu terletak di bak mandi. Apa ini?
Bukan apa-apa. - Kau pikir aku buta?
Dia ada di sini. Di dalam kamarmu. Aku tahu itu.
Ya, dia ada di sini. - Dia 9 tahun, Jonathan, dia masih anak-anak.
Tidak terjadi apa-apa.
Aku tidak mau seperti itu lagi. Kau dengar aku? Hentikan itu!
Kau paham? Hentikan itu!
Itu harus berhenti! Jangan lagi!
Tidak terjadi apa-apa. - Aku mau ini berhenti.
Tidak terjadi apa-apa.
Elke? - Bagaimana kau tahu itu, ayah?
Elke!
Kapan kita bertemu?
Elke.
Aku mau ke sekolah.
Aku memintamu tidak meneleponnya.
Aku ingin melihat ayah.
Tidak mungkin. - Kau ibu yang bodoh.
Aku tidak bodoh.
Kau bodoh. Hanya memikirkan diri sendiri.
Apa yang dia katakan?
Aku jangan bicara denganmu lagi.
Masuk ke dalam.
Aku membencimu. - Jangan berkata begitu padaku.
Aku tidak peduli, aku membencimu, aku membencimu...
Kau pikir kau akan lebih baik bersama ayahmu?
Pergilah!
Bes? Ayo, akan kuantar kau pulang.
Aku tidak ingin pulang.
Kau mau kemana? - Tidak kemana-mana.
Aku ingin pergi ke ayahku. Ke Brussel. - Brussel?
Sekarang itu sangat jauh.
Aku akan menumpang.
Kau bisa tanya pada pria itu apakah dia ke Brussel.
Kau juga bisa menonton TV di tempatku.
Pulanglah.
Kita akan menonton TV. - Tidak sekarang.
Kau sudah janji.
Maaf. Besok saja.
Kau harus tidur.
Pergi tidur.
Tidak mau sendirian. Kau harus menemaniku.
Baik, sebentar. Hingga kau tertidur.
Kau harus bercerita. - Aku tidak tahu cerita apa-apa.
Ceritakan sesuatu tentang masa lalumu. - Tidak.
Siapa kau sebenarnya?
Aku lupa.
Aku tidak ingat.
Saat bersamamu, aku selalu berkata hal-hal yang tak kuinginkan.
Contohnya?
Saat kau tanyakan sesuatu padaku, aku merasa harus selalu jujur.
Silahkan, beritahu aku.
Aku pernah jadi monster.
Monster besar yang mengerikan!
Dengan jari tangan dan kaki yang panjang? - Tidak begitu.
Monster dengan telinga yang besar. - Itu tidak lucu.
Akankah kau memakanku? - Sudahlah.
Tidur yang nyenyak.
Kau bukan monster.
Tidur yang nyenyak.
Apa yang kau lakukan?
Diamlah.
Diam saja.
Jangan bergerak.
Aku hanya ingin melihat.
Jangan bergerak. - Kau membuatku takut.
Seharusnya aku tidak pernah datang ke sini. Maaf.
Aku tidak seperti ini.
Maafkan aku.
Aku memaafkanmu.
Dari mana saja kau? - Aku tidak bisa tidur.
Aku harus pergi.
Jalang kecil menjijikkan!
Maaf, terpaksa aku harus menyuruhmu pergi.
Dan kau jangan kembali besok.
Kau harus menjaganya.
Apa maksudmu? -Putrimu.
Kau harus mengawasi anakmu.
Apa yang kau bicarakan? - Kau tidak menjaganya dengan baik.
Kau mengajariku cara membesarkan anakku?
Aku tahu harus bagaimana. Aku ibunya.
Sungguh?
Kau menyebut dirimu seorang ibu? Kau memiliki hati seorang ibu?
Berengsek!
Aku menyayanginya. Aku meluangkan waktu untuknya. Aku menjaganya.
Sebuah surat telah tiba.
Aku tidak mau tahu.
Mereka akan membuka kembali kasus ini.
Vera muncul dengan kesaksian baru.
Kau harus persiapkan dirimu selama 5 hari.
Ada hal yang perlu kuketahui. Tolong beritahu aku,
atau aku tidak akan bisa membantumu.
Tidak ada gunanya.
Tidak ada gunanya dalam hal apa pun. - Kau tidak tahu.
Aku tahu itu.
Kita tidak boleh menyerah.
Inilah aku.
Aku tidak akan berubah.
Dan kau juga tahu itu.
Diamlah.
Sepuluh.
Sembilan.
Delapan.
Tujuh.
Enam.
Lima.
Empat.
Tiga.
Dua.
Dua.
Dua.
Sinjai, 12 Mei 2022
Terjemahan oleh zahrahh87 Telegram: @zahrahh87 https://subscene.com/u/1405451
SITUS SLOT ONLINE TERKECE DI INDONESIA Dengan bonus yang SUPER KECE Daftar sekarang di www.recehoki.net
Main bersama RECEH88 & menangkan ratusan juta rupiah! PLAY. MAXWIN. WITHDRAW. REPEAT.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.