Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Uzbek
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Terima kasih banyak telah menyambut Mashiro.
- Selamat datang. - Selamat datang.
Tidak usah begitu kaku, seperti orang asing saja.
Semuanya menantikan Mashiro untuk bergabung.
Salam kenal.
Mashiro, ini dari kami semua.
BUKU PERCAKAPAN MASHIRO
Saat aku menceritakan kalau Mashiro tidak bisa bicara pada anak-anak,
mereka semua memiliki ide untuk memakai buku.
Kalau ada yang ingin kau katakan pada kami, gunakanlah ini, ya?
Semuanya, terima kasih banyak.
Ayo, ambillah.
Ayolah, kau sedang melihat apa?
Itu prosesi pemakaman Gin Goto.
Begitu rupanya...
Pasti terlihat ganjil bagi orang luar.
Di desa ini,
yang berkabung harus menutupi kepala dengan tudung
dan menyembunyikan wajah mereka.
Kelas akan segera dimulai.
Baiklah, Anak-Anak! Ayo masuk kelas!
Mashiro, ayo kita pergi.
Sampai nanti.
Kau lihat? Buku percakapan.
Ya.
Aku lega mereka anak-anak yang baik.
Benar.
Berhenti.
Ada apa, Keisuke?
Seharusnya hanya ada 15 orang termasuk aku di sini...
Kita kelebihan satu orang.
Semuanya, perlihatkan wajah.
Siapa kau?
Ini tidak lucu.
Tunjukkan wajahmu sekarang juga.
- Hei! Tunggu! - Hei!
Ada apa? Apa mereka bertengkar?
- Pulanglah duluan. - Baiklah.
Kemari kau!
Diam!
Kau sudah melupakanku?
Keisuke.
Sumire?
Hanya anggota keluarga Goto yang boleh ikut prosesi.
Kau tahu itu.
Apa yang kau inginkan sekarang?
Sekarang?
Benar. Kau meninggalkan desa.
Itu karena kalian.
Apa? Apa maksudmu?
Pergi dari sini.
Keisuke.
Kau tahu di mana ayahku berada, bukan?
Apa?
Dia jadi gila karena utangnya dan menghilang sendiri, bukan?
Semua di desa ini tahu ayahmu menjadi gila.
Hei!
Ada apa ini?
Apa yang terjadi?
Ayahku tidak gila.
Hei! Apa yang kau lakukan?
Kosong, bukan?
Sudah kuduga.
Apa maksudmu?
Tidak mungkin ada mayat di sana.
Karena sekarang ada di dalam perut mereka!
Mereka kanibal.
Apa?
Tidak mungkin kami melakukan itu!
- Minta maaf pada Nenek Gin! - Apa kau bilang?
- Kami bukan kanibal! - Omong kosong!
- Akan kubunuh kau! - Kami bukan kanibal!
- Kau gila! - Minta maaf pada Nenek Gin!
Kau sadar akan hal yang baru saja kau lakukan?
Jangan main-main kau!
Akan kupecahkan kepalamu!
Pergilah.
Pak Polisi!
Bawa dia pergi.
- Yuki. - Ya?
Aku akan mengantarnya ke stasiun.
Hei...
- Apa yang terjadi? - Akan kuceritakan nanti.
Hati-hati, ya.
Kau bilang keluarga Goto adalah kanibal.
Sebutannya endokanibalisme.
Itu semacam penguburan
di mana keluarga yang berduka memakan mayat orang yang meninggal,
menjadikan mayat bagian dari tubuh mereka, dan mengambil kehendak dan rohnya.
Itu bentuk ekspresi dari cinta dan bakti mereka bagi almarhum.
Maksudmu itu cara mereka berkabung?
Suku Fore di Papua Nugini melakukan endokanibalisme hingga 1950-an.
Menurutmu aku gila?
Tidak.
Menurutku kau tidak gila.
Aku mencari tahu tentang endokanibalisme setelah ayahku menghilang.
Dia bilang keluarga Goto adalah kanibal.
Ayahmu?
Maksudmu Pak Kano?
Ya.
Apa keluarga Goto terlibat?
Aku tidak bisa berpikir sebaliknya.
Ayahku tidak pernah bermain pachinko seumur hidupnya.
Dia juga tidak mengundurkan diri.
Mereka menjebaknya.
Kali terakhir aku melihat ayahku...
adalah saat dia hendak pergi ke rumah keluarga Goto dengan terburu-buru.
Ya.
Baiklah.
Ya.
Aku mengerti sekarang.
Ya.
Aku akan pergi sekarang.
Oh, Sumire. Kau datang?
Lama tidak bertemu, Ayah.
Di mana Ibu?
Ibumu masih tidur.
Ayah akan pergi ke rumah Goto.
Ayah baik-baik saja?
Kenapa?
Hanya saja...
ekspresi Ayah terlihat menakutkan.
Berhentilah berurusan dengan keluarga Goto.
Ada cerpelai.
Apa?
Dia membuat sarang di loteng.
Dia lumayan jinak...
Perlakukan dia dengan baik, ya?
Aku tak pernah melihat Ayah seperti itu sebelumnya.
Apakah kau ceritakan itu ke polisi?
"Dia adalah anak dari polisi gila."
"Dia juga pasti gila."
Begitulah cara mereka memandangku.
Berapa kali pun aku menjelaskan.
Begitu, ya.
Apakah kau berbeda dari mereka?
Semuanya berawal dari keluarga Goto.
Pasti ada sesuatu di rumah itu.
Pak Kano sudah hilang selama dua minggu.
Kalau mereka mengurungnya, mungkin dia masih bisa diselamatkan.
Berhati-hatilah kalau ingin menyelidiki mereka.
Terima kasih sudah mengantarkanku.
STASIUN YATA
JALAN DITUTUP DILARANG MASUK
Hei! Hampir saja!
Kau! Ini properti pribadi keluarga Goto.
Aku hendak ke rumah keluarga Goto untuk menyelidiki tentang Petugas Kano.
Bukankah terjadi sesuatu padanya di sana?
Cerita itu lagi?
Aku sudah muak dengan itu.
Entah apa yang anaknya ceritakan padamu, tapi kau terlalu mengada-ada.
Kau mirip sekali dengan Kano.
Apa maksudmu?
Kano memang datang ke rumah kami hari itu.
Mengakulah!
Kalian makan orang!
Kalian makan orang!
Kalian kanibal!
Mengakulah!
Sekarang juga!
Hei, Nenek Tua! Keluar!
Hei, kalian! Aku tahu semuanya!
Kalian semua...
Apakah dia terlihat seperti orang waras?
Kalian semua gila!
Kalian semua gila!
Inilah yang terjadi kepada orang gila yang berkhayal.
Aku akan menghancurkan kalian semua!
Terima kasih untuk informasinya.
Informasi ini sungguh berguna.
Kau akan tetap menyelidiki?
Itu pekerjaanku.
Kalau begitu, silakan.
Namun, Kano-lah yang gila.
Kau melepaskannya?
Itu bukan keputusanku.
Selanjutnya tergantung pada "Pria Itu".
Mengakulah!
Kalian
makan orang!
Kalian makan orang!
Kalian kanibal!
Mengakulah!
Aku akan menghancurkan kalian semua!
Kalian gila!
Dasar gila!
Kalian tidak waras!
Buka!
Akan kubakar kalian semua!
Akan kubakar kalian menjadi abu!
Sial.
Ini semua salah kalian!
Mengakulah!
Kalian makan orang!
Mashiro...
Bagaimana sekolah hari ini?
Apakah menyenangkan?
Begitukah?
Baguslah.
Bu Agawa!
Selamat siang.
Bagaimana kalau kita pulang bersama?
Jangan dijilat.
Apa? Baiklah.
Apakah kau sudah terbiasa dengan desa ini?
Sedikit demi sedikit.
Aku sungguh terbantu oleh kebaikan semuanya.
Apakah kau dekat dengan keluarga Goto?
Apa? Tidak juga.
- Ibu! Aku menangkap satu! - Menangkap apa?
Kupu-kupu?
Tunggu sebentar.
Begini...
Ada yang melihat suamimu pergi minum dengan mereka.
Benar.
Dia memang pergi minum dengan mereka beberapa malam lalu.
Lebih baik kalau kau tidak begitu terlibat dengan keluarga Goto.
Keluarga Goto hidup dengan nilai-nilai yang berbeda dari kita, orang biasa.
Mereka adalah sekelompok orang barbar.
Begitukah?
MAKAM GIN GOTO
Sampai bertemu besok.
Mari minum teh bersama lain kali.
Tentu.
Ada apa?
Kau ingin memberikan itu?
Berikanlah.
Ini.
Kau senang, Mashiro?
Terima kasih.
Dadah.
Lambaikan tanganmu.
Aku sungguh-sungguh. Berhati-hatilah.
Begitu rupanya...
Aku mengerti.
Itu tadi dari Iwao.
Polisi itu sedang menuju rumah utama.
Si berengsek itu...
- Ayo kita pergi. - Siap.
Hei.
Hei, tunggu.
Apa?
Kita harus berpikir dengan matang dulu sebelum bergerak.
- Apa? - Dia benar.
Tenangkan dirimu sedikit.
- Kita harus melindungi keluarga kita! - Hei!
Kau hanya ingin membuat rusuh.
Apa?
Diam di sini tak akan melindungi keluarga!
Dia petugas polisi.
Maksudku, ada cara lain untuk membereskannya.
- Hei, Keisuke... - Apa?
Apa yang ingin kau lindungi?
Ada apa denganmu?
Apa yang kau takutkan?
Aku hanya ingin kalian semua tenang.
Tidak ada gunanya berbicara dengannya.
Ayo pergi.
Tunggu!
Aku akan ikut mereka...
Apa gunanya kau pergi?
Dia hanya seorang petugas polisi. Kita bisa mengurusnya nanti.
Jadi, kita harus bagaimana?
KEPOLISIAN OKAYAMA
Aku Agawa dari Kantor Polisi Kuge.
Apakah ada orang?
Apakah ada orang?
Selamat siang.
Aku Agawa dari Kantor Polisi Kuge.
Aku ingin berbicara sebentar. Bisakah kau turun?
Bisakah kau mendengarku?
Aku tahu kau mendengar.
Kau dengar, bukan?
Kenapa kau merekamku?
Hei!
Kau pikir berbicara dengan siapa? Dasar berengsek!
Aku kemari hanya untuk berbicara.
Kau ingin menanyakan apakah kami membunuh Kano, bukan?
Kami sudah muak mendengar pertanyaan yang sama berulang-ulang.
Pergi dari sini.
Sekarang juga.
Kalau kau tidak pergi juga...
aku akan membunuhmu.
Maaf, tapi aku tidak akan pergi.
Kau pikir ini ancaman belaka?
Aku tak peduli.
Namun, kenapa kalian ingin sekali menjauhkan aku dari rumah kalian?
Aku ingin tahu alasannya.
Sebagai petugas polisi, aku akan menyelidiki sampai tuntas.
Kalau begitu...
Mati kau!
Jangan bergerak!
Jangan bergerak.
Sial... Kau benar-benar menembakku.
Jangan bergerak!
Kalian tahu di mana Pak Kano berada, bukan?
Kami tidak akan memberitahumu meski tahu.
Ayo, tembak!
Aku tahu kau bisa melakukannya.
Apa?
Aku tahu masa lalumu.
Alasan kau dikirim ke sini. Aku tahu semuanya.
Kau ingin aku mengatakannya?
Kau membunuh...
Apa-apaan kau?
Dasar aneh.
Dasar aneh!
Orang aneh!
Kalian semua ditahan.
Kalian akan katakan padaku apa yang terjadi pada Pak Kano.
Kau akhirnya sudah melewati batas.
Apa?
Kau menyerang anggota keluarga Goto.
"Pria Itu" tidak mungkin akan melepaskanmu.
Kau tidak akan selamat.
"Pria Itu"?
Bicara apa kau? Kalian semua ditahan.
Hukum negara tidak berlaku di desa ini.
Di zaman dahulu, setiap desa memiliki aturannya sendiri.
Manusia hidup sesuai dengan aturan tersebut.
Salah satu aturan dari Desa Kuge adalah, "Jangan berurusan dengan Keluarga Goto".
Kau sudah melanggarnya.
Akan ada konsekuensinya...
baik bagimu...
dan keluargamu.
Tutup mulutmu.
Apa yang dimakan kupu-kupu?
Apakah kita punya kotak serangga di rumah?
Maaf. Apakah ada yang bisa kubantu?
Kau siapa?
Keisuke Goto.
Goto...
Benar.
Mereka datang.
Kau tidak bisa masuk seenaknya, Pak Goto.
Semua yang ada di sini adalah Goto.
Kau selalu menggunakan sandal?
Apa?
Sayangnya kau tidak memakai alas kaki yang akan membantumu berlari kencang.
- Kenapa? Apa yang mereka perbuat? - Tolong kami!
Panggilan Anda tidak terjawab.
Silakan tinggalkan nama dan pesan setelah nada berikut.
Aku Nakamura.
Petugas Agawa?
Mengenai jari yang tempo lalu...
Kami mengetahui pemilik jari tersebut.
Itu jari milik pendahulumu yang menghilang...
Itu jari milik Pak Osamu Kano.
Taichi!
Aku akan mengeluarkanmu dari situ. Tunggu.
Ini Kantor Polisi Kuge, memanggil Kantor Polisi Morobe...
Aku akan memastikan mereka menyesal atas kesalahan mereka.
Semua yang terjadi di daerah kami
akan kami bereskan sendiri.
Hentikan ini. Mundurlah.
Urusan keluarga Goto harus diselesaikan oleh "Pria Itu".
"Pria Itu" lagi? Siapa dia?
LARI
Terjemahan subtitle oleh Ganita Kurniasih Suryaman
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.