Akan
Basque
Bemba
Bihari
Breton
Cambodian
Cherokee
Chichewa
Corsican
Ewe
Faroese
Frisian
Ga
Galician
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hmong
Icelandic
Igbo
Interlingua
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Portuguese (Brazil)
Quechua
Romansh
Runyakitara
Samoan
Scots Gaelic
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swedish
Tajik
Tatar
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Uzbek
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Subtitle oleh: ~ PatrickStar ~
Kepala.
Serang kepalanya.
Kalian para idiot!
Berapa kali harus kukatakan?
Apa isi kepala kalian itu?
THE WITCH
THE WITCH PART 1. THE SUBVERSION
Lihat dirimu.
Mau lari kemana juga?
Tidak tahu terima kasih!
Naik dan bersih-bersih.
Aku tidak ingin melihatmu, pergilah.
Hei, kau tidak dengar?
Kalau sudah diberitahu, pergi sana, bedebah!
Berandal ini berani menatapku begitu...
Bawa dia.
Yang satunya?
Apa kau tidak bisa tangkap?
Kalian ini,
bisa kerja apa dengan benar?
Mereka kan bukan anak biasa.
Ah, iya.
Mereka memang tidak sama sepertimu.
Pertama, cari saja dulu,
terus cari,
aku akan melapor ke Kantor Pusat.
Ya?
Bagaimanapun, dia tidak bisa lari jauh.
Kau tahu!
Kau juga tahu soal ini.
Kondisinya tidak jauh beda denganmu, Mr. Choi.
Mungkin mati ditengah jalan.
Bukannya itu akan jadi masalah?
Kalau dia berhasil bertahan.
Kau terlalu khawatir.
Bahkan dengan kemampuannya, tetap saja dia baru 8 tahun.
Lupakan!
Aku lapar, mau pergi.
Aku mau makan sesuatu.
Masih subuh begini, sudah bikin aku pusing.
Jalan.
Kemari!
Makanlah!
Ada anak kecil!
Aduh!
Astaga!
Nak!
Sayang!
Apa yang terjadi?
Sayang, kemari!
Kemari dan lihatlah!
Sayang!
Astaga, ini gawat.
Tidak usah khawatir.
Tidak begitu parah.
Dia akan membaik.
Ah, iya.
Tapi... sepertinya ada sesuatu yang salah dengan kepalanya.
Mungkin dia akan lupa umur dan asalnya,
bahkan tidak ingat namanya.
Ya.
Terima kasih.
Tapi, ketika anak itu pulih,
apa yang akan kalian lakukan?
Soal itu...
10 tahun kemudian
Paman!
Apa kau tidak keterlaluan?
Anak-anak sapiku sudah kelaparan dua hari.
Bukan begitu...
tapi situasi sekarang sedang tidak baik.
Aku juga tahu itu.
Aku tahu...
kalau sudah tahu terus kenapa begini, paman?
Ayahku dan paman sudah bekerjasama 1-2 tahun ini.
Ah tentu!
Tn. Goo dan aku,
hubungan kami sudah seperti saudara.
Aku juga tahu soal itu.
Terus kenapa lagi, paman?
Aku minta tolong sekali ini saja.
Aduh...
tolong jangan minta lagi.
Utang kalian sudah menunggak lama.
Aku sudah bilang akan dilunasi bulan depan.
Hei, hei, hei!
Hei nak!
Hei!
Apa yang sedang kau lakukan?
Anda tidak dengar, anak-anak sapi kelaparan dua hari?
Sapi-sapi itu bisa mati kelaparan.
- Hei, anak bodoh. - Paman!
Aku bawa 12 karung, ya!
Iya.
Tidak, tunggu, Ja-yoon!
Ja-yoon!
Biarkan saja.
Hati-hati!
Aku pergi!
Ja-yoon!
- Pelan-pelan saja! - Tunggu!
Beritahu ayahmu lunasi bulan depan!
Aku harus membayar utangku juga.
Kau anak sial!
Senang?
Kenapa kau ikut campur?
Mereka kan kenalan, jangan terlalu pelit!
Apa? Pelit?
Anak sial, awas kau...
Tapi...
Kenapa kau jadi gila tiap melihatnya?
Kan dia cantik!
Omong kosong, anak brengsek!
Jangan datang kemari lagi!
Lihat tampangmu! Seperti monyet busuk.
Astaga!
Masih pagi sudah bikin ribut saja!
Apa yang terjadi?
Apa kau 'dirampok' lagi?
Merampok bagaimana?
Jelas-jelas dia yang menaruh karung itu di truknya.
Tapi Ja-yoon terus yang menyetir?
Itu kan bahaya.
Hei, biarkan saja.
Ayahnya sering sakit.
Lagipula, tahun depan dia sudah punya SIM.
Siapa yang bilang aku melarangnya?
Aku hanya khawatir.
Bagaimana kalau kita minum kopi dulu?
Kopi?
Kopi bagus juga.
Bagus!
Ayah!
Kenapa membawa mobil ayah lagi?
Itu berbahaya, sudah kubilang jangan menyetir.
Aku lebih pandai menyetir dibanding ayah.
Berikan.
Aku saja.
Kau sedang sakit.
Masuklah, Ayah.
Sudah kubilang istirahat saja.
Lupakan.
Ini sekalian olahraga.
Memangnya aku akan mati?
Tinggalkan ayah, pergilah lihat ibumu.
Dia tidak mau makan.
Heh?
Apa dia kambuh lagi?
Entahlah, coba kau periksa.
Ayah.
Jangan terlalu lelah, masuklah.
Aku makan dulu. Nanti aku yang lanjutkan.
Belilah baju baru!
Kenapa pakai itu tiap hari?
Mana ada anak gadis yang memakainya?
Yang penting bisa dipakai. Kenapa harus beli baru?
Kenapa khawatir soal pakaian?
Ayah,
kalau aku menikah nanti, jangan menangis.
Maka yang cepat selagi kuberi banyak!
Kemari.
Ibu!
- Ibu. - Aduh, nak.
Kemarilah, sayangku.
Ibu.
Kenapa ibu belum makan hari ini?
Ayah sudah membuatkan bubur.
Begini...
ibu tidak sarapan hari ini,
jadi siang ini ibu lapar,
ibu mau makan siang lebih cepat.
Tapi, kau tahu kata ayahmu?
Katanya ibu sudah sarapan.
Akhir-akhir ini ibu sering lupa. Tapi sampai lupa sudah makan?
Dia menganggapku seperti pasien rumah sakit.
Entahlah...
Ibu kan belum sarapan tadi,
Ayah kenapa ya?
Sepertinya ayah yang lupa.
Kan?
Iya.
Aku juga lapar karena belum sarapan.
Sudah kubilang!
Aku lihat ayahmu,
dia jadi aneh.
Dasar tua bangka, sudah gila mungkin.
Ibu,
malam ini akan kumasakkan sesuatu yang enak.
- Makan malam lebih awal saja. - Baiklah
Ibu mau makan apa?
Terserah.
Apapun yang dimasak anakku pasti enak.
Kemarin malam, di rumah Prof. Han Min-soo, seorang ahli genetik di Provinsi Gyeonggi,
terjadi kebakaran.
Terdapat luka bacokan di tubuh korban.
Polisi yakin ini bukan kebakaran biasa.
Polisi menduga ini adalah pembunuhan, dan mulai melakukan investigasi.
Diakibatkan harga daging sapi yang jatuh,
peternakan yang ditutup jumlahnya meningkat tajam.
Berikut pantauan reporter Song Min-soo.
Di setiap desa dapat ditemukan peternakan yang kosong.
Sebelumnya peternakan ini dipenuhi oleh sapi-sapi...
Saat membeli makanan ternak,
dia tidak bilang apa-apa?
Bilang apa?
Bilang soal apa?
Sepertinya,
ayah harus jual beberapa sapi.
Tidak, ayah.
Sekarang terlalu murah,
biaya perawatannya jauh lebih mahal.
Daripada dibiarkan kelaparan, lebih baik dijual saja.
Penyakit Alzheimer...
Penyakit Alzheimer dan Parkinson...
Pengujian pasien dengan anomali otak...
Perusahaan farmasi khusus saraf otak
Peneliti saraf otak
Hubungan protein tertentu dengan penyakit otak...
Jurnal ilmu kedokteran
(Swalayan Boksung)
Hei, aku dengar kau menyetir truk lagi kemarin.
Ayahku melihatmu, dasar cewek gila.
Kenapa juga kau menyetir, kau masih ilegal.
Mungkin kau perlu ditilang biar sadar.
Kalau ayahmu polisi terus kenapa?
Kau mau menyuruhnya menangkapku?
Nanti kalau tertangkap sungguhan, jangan cari aku.
Urus saja dirimu sendiri.
Ayahku itu polisi teladan. Dia tidak pandang bulu.
Kalau aku tertangkap, bantulah aku,
sebelum aku melapor pada ayahmu kalau kau bohong soal menginap dirumahku.
Hei!
Kenapa membawa masalah itu?
Itu tidak ada hubungannya dengan ini.
Kau jelas bilang akan menginap di rumahku,
tapi malah keluyuran dengan Gi-won entah kemana.
Kenapa bawa-bawa Gi-won?
Lima kali apanya?
Do Myung-hee!
Kau luar biasa.
Kau masih di bawah umur, kenapa melakukan itu?
Ah, lupakan.
Ah, benar!
Pria yang menjemputmu di rumahku itu, apa dia...
Kau gila?
Makanya...
kalau kau ingin aku tutup mulut, bantu aku soal ayahmu.
Kau mengerti?
Jalang,
dasar licik!
- Dasar jahat! - Hentikan!
Hei!
Katanya kau butuh uang?
Kenapa? Kau mau pinjamkan?
Dasar gila!
Lihat ini!
Ajang pencarian bakat! "Star Birth"
Aku dengar hadiahnya 500 juta!
Dengan uang itu, jangankan menyelamatkan ternak keluargamu,
kau juga bisa bantu bayar pengobatan ibumu.
Kan?
Coba kulihat.
Berdasarkan mata profesionalku,
dan feeling-ku.
Memang butuh sedikit 'perbaikan'.
Tapi yang penting lolos dulu.
Kau pasti bisa!
Aku jamin!
Tapi ini terlalu besar.
Kan?
Tapi program apa ini?
Akhir-akhir ini sering ada di iklan,
anak-anak di sekolah semua pada heboh ingin ikut.
Tolonglah, jangan hanya mengurus ternak setiap hari,
Nontonlah TV, bersenang-senang, dasar bodoh!
Memangnya ini jaman batu?
Hei!
Kenapa dari tadi kau terus menggertakku?
Berisik, jalang.
Lihat lagi.
Wawancaranya akan dimulai!
Nona Goo Ja-yoon,
sebelum kau tampil, kami akan beri wawancara singkat,
jangan tegang.
Santai saja.
Ya.
Apa baru kali ini ikut program bakat?
Iya.
Belum pernah ikut lomba nyanyi yang lain?
Iya.
Umur 19 tahun,
kau kelas 3 SMA?
Iya.
Katanya nilaimu bagus-bagus?
Temanmu yang tadi yang bilang.
Katanya nilaimu paling tinggi di sekolah.
Benarkah?
Ini keterlaluan.
Sudah cantik,
nilaimu bagus,
kalau nyanyimu juga bagus,
aku jadi iri.
Aku minta maaf
Tidak, tak perlu minta maaf.
Lagu apa yang akan kau nyanyikan?
Ah, aku akan membawakan...
"Star Birth" Audisi Chungcheongnam-do.
Skor tertinggi, skor tertinggi!
Kita akan pergi ke Seoul, ke Seoul.
Hebat!
Lihat, kan?
Aku bilang kau pasti lolos!
Dengarkan saja kata-kataku. Kau akan terus dapat untung!
Hei!
Pelan-pelan.
Aku lelah.
Ah, kau lemah sekali!
Sini berikan tasmu.
Ayo.
Apa kau senang?
Sangat senang!
"Star Birth"
Tentu saja!
Putriku yang paling cantik!
Nyanyinya juga paling bagus.
Sejak kau masih kecil, kalau orang dengar suaramu,
katanya kau dijadikan penyanyi saja.
Penyanyi apanya?
Sudah lama sejak terakhir aku mendengar vokal yang seperti ini.
Sangat bagus!
Apa kau tidak punya bakat unik?
Tidak ada yang spesial.
Aku rasa kau pasti punya.
Tidak ada?
Kalau yang dianggap unik...
mungkin aku punya satu.
Meniru suara hewan atau apa?
Bukan.
Bukan yang begitu,
sesuatu seperti sulap.
Coba lakukan, aku jadi penasaran.
Begini...
Ja-yoon, kau belajar darimana?
Ibu, itu...
Ibu,
Ayah,
Tidak apa-apa.
Zaman sekarang, zamannya bakat unik,
kalau menunjukan bakat unik di TV,
pasti akan heboh di internet, dan jadi terkenal.
Hei, bagus, bagus!
Kulihat berapa kalipun tetap luar biasa.
Bagaimana kau melakukannya?
Akan kucoba.
Tahun depan,
mungkin aku bisa lolos juga.
Halo?
Halo?
Halo?
Aku mengantuk.
Aku tidur duluan.
Selamat malam semuanya!
Kau itu kenapa?
Apa kau tidak pulang? Sudah beberapa hari!
Tidak setiap hari juga. Bukannya kau juga suka?
Terima saja.
Aku duluan.
Hari ini, aku tidur dekat jendela!
Hei!
Nak,
Ibu...
Aku akan berhati-hati, bu.
Ibu tidak usah khawatir.
Ibu lihat sendiri, kan?
Orang-orang menyukainya.
Aku juga tidak ingin jadi sangat terkenal.
Kalau berhasil dapat hadiahnya,
aku tidak akan ikut begituan lagi.
Juara 4 sudah dapat 30 juta.
Ibu...
Ibu hanya takut.
Ibu dulu pernah bilang,
orang-orang itu tidak senang melihat kehadiran orang yang 'berbeda'.
Ibu takut kau akan meninggalkan kami.
Ibu takut.
Kenapa bicara begitu, bu?
Nenek ini, sedang bicara apa kau?
Dia mau pergi kemana?
Iya, bu.
Mau kemana juga?
Aku akan tinggal bersama kalian selama-lamanya.
Jangan khawatir.
Ayo tidur, sudah malam.
Sungguh?
Subtitle oleh: ~ PatrickStar ~
Tunggu!
Kami harus naik!
Tunggu!
Paman, kami harus ke Seoul.
Tunggu!
Terima kasih!
17! 18!
Permisi.
Hampir saja!
Kenapa juga tiba-tiba ada jadwal syuting?
Ditambah pak guru tadi ceritanya lama sekali.
Bikin jengkel saja.
Aku lapar sekali.
Aku belum makan nasi.
Hei, apa kau tidak lapar?
Kan?
Jadi aku...
- Ta-da! - Apa itu?
Aku menyiapkan ini.
Telur!
Makanan sederhana tapi bergizi! Cocok untuk saat-saat begini.
Kalau kau perhatikan, aku ini sangat teliti.
Seperti kata orang, telur ditambah soda saat perjalanan...
Hei, jalang.
Sebelum mulai makan, setidaknya terima kasih dulu pada pembuatnya.
Enak!
Enak! Enak!
Hei.
Tapi,
aku hebat soal urusan begini, kan?
Aku ini terlahir sebagai manajer, bukan begitu?
Jangan berisik,
ambilkan soda.
- Soda? - Iya.
Hei.
Tapi,
apa kita perlu menulis kontrak dulu?
Tidak, bukan begitu, aku percaya padamu.
Aku percaya.
Tapi, zaman sekarang,
dunia dipenuhi orang jahat.
Penghasilan dibagi 50:50.
50:50?
Apa itu tidak berlebihan?
Tidak,
di mana-mana seperti itu.
Bahkan di Seoul, artis yang sudah tanda tangan kontrak 20 tahun,
masih ada juga yang melarikan diri.
Terlalu lucu, aku tidak tahan lagi.
Apaan?
Ekspresimu itu.
Wah, aku bisa gila.
Paman, siapa kau?
Kau mengenalku?
Kenal.
Aku sangat mengenalmu.
Mana mungkin tidak tahu?
Kenal dari mana, oppa?
Gadis licik, kenal cowok tampan tidak bilang-bilang padaku.
Aku tidak kenal dia.
- Benarkah? - Iya.
Kau melihatnya di TV?
"Star Birth", kan?
Iya, ini dia juara dari provinsi kami.
Dia juga yang bisa sulap itu.
Kau tahu, kan?
Aku tahu.
Sudah kubilang aku kenal dia.
Nona Goo Ja-yoon.
Aku bahkan ingat namamu.
Goo Ja-yoon.
Ya begitulah.
Kalau ditonton ulang-ulang, pasti akan ingat.
Kan?
Bukan begitu?
'Nona Penyihir'?
Dia tahu julukanmu!
Pasti dia penggemar beratmu!
Tapi bagaimana kau tahu...
Sulit untuk dapat nama julukan.
Apa di internet sudah heboh?
Kenapa kau?
Apa kau tidak ingat?
Apa?
Apa yang kau bicarakan?
Kau tidak perlu...
Jangan pura-pura tidak tahu.
Ayolah!
Kau lupa sungguhan?
Eh, apa itu masuk akal?
Kau bilang kau mengenalku?
Tentu saja!
Kau juga mengenalku.
Kenapa kau ini?
Apa... apa kau tidak salah orang?
Aku benar-benar tidak mengenalmu.
Benarkah?
Tapi, paman...
Ini benar kau?
Paman, apa yang kau lakukan?
Kau gila?
Ja-yoon, kau baik-baik saja?
Ini jadi menyenangkan.
Halo, disini ada orang aneh!
Paman, ayahku itu polisi!
Kau akan dapat masalah!
Sampai ketemu lagi.
Kau lihat apa, brengsek! Pergi sana, sial!
Dasar gila!
Sialan, dari awal sudah jengkel! Brengsek!
Tahu diri sedikit!
Ja-yoon, tidak apa-apa.
Jangan menangis, jangan menangis.
Halo? Keraskan volumenya, aku tidak dengar.
Ah, aku minum-minum kemarin.
Sebentar lagi mau sampai.
Jangan khawatir.
Iya.
Hei, kepala besar!
Kepala besar?
Kau memanggilku?
Memangnya ada orang lain disini...
bajingan!?
Brengsek ini kenapa?
Hei, akan kutelepon lagi nanti.
Kau tahu...
sepertinya kau tidak bisa meneleponnya lagi.
Hei, bocah, apa kau salah minum obat?
Apa kau gila, bajingan?
Kau menahannya?
Tentu saja kutahan, bedebah!
Paman, kenapa kau sudah mabuk siang bolong begini?
Paman!
Sial!
Biarkan orang-orang mengenalmu!
Hadiah 500 juta!
Tunjukan bakatmu di "Star Birth"!
32 orang lolos ke audisi nasional!
Si Gadis Desa
Minggir, minggir!
Kemana?
Ja-yoon, ayo cepat, cepat.
Cepatlah! Kita akan terlambat!
Banyak orang begini, kenapa kau lemah sekali?
Berikan tasmu.
Terima kasih, teman.
Jangan banyak omong.
Pokoknya kalau kau sampai juara. Ingat pembagiannya!
50:50, kau mengerti!?
Ayo lebih cepat, ayo lari!
Ayo cepat!
Pelan!
Hei, pakai ini.
Tidak perlu.
Cukup pakai di dahi saja.
- Jangan dihapus! - Tidak usah.
Nona Goo Ja-yoon?
Ya, dia Goo Ja-yoon.
Kenapa baru datang? Sudah hampir terlambat.
Maaf! Maaf!
Masuklah!
Langsung masuk?
Cepat, cepat!
"Star Birth"
Ya, itu dia.
Bukannya kau bilang dia akan mati di pelarian?
Lihat baik-baik, jangan salah.
Benar, itu dia.
Aku salah mengenalnya?
Jelas sekali itu dia.
Astaga.
Aku jadi merinding.
Mr. Choi, akhirnya kau menemukannya.
Akan saya umumkan finalis 16 besar selanjutnya!
Dia adalah...
Si Gadis Desa, Goo Ja-yoon!
Selamat!
Berkat penampilan memukaunya, ia berhasil lolos dengan skor tertinggi.
Dengan begitu, Ja-yoon menjadi saingan berat...
Ye!
Dia lolos 16 besar, dia temanku!
Nona Ja-yoon!
Kita harus berfoto untuk merayakan ini.
Nona Ja-yoon!
Luar biasa!
Produser!
Terima kasih.
Penonton sangat senang melihatmu.
Kalau terus begini, kau akan jadi superstar.
Terima kasih!
Juga, soal sulap yang kau tunjukkan kemarin,
- Ya - apa ada sulap yang lain lagi?
Kan? Hebat, kan?
Dia masih punya banyak lagi.
Bagaimana kalau kita buat program khusus?
Soal itu...
Aku yakin reaksi penonton akan luar biasa.
Soal itu, setelah dia menang, baru kita buat acaranya.
- Produser Kim! - Pokoknya...
Iya.
Pokoknya, pikirkan saja dulu tawaranku.
- Sampai jumpa minggu depan. - Iya.
- Kerja bagus! - Sampai jumpa!
Terima kasih!
Ah, dia tidak sopan, kan?
Hei, kita bisa terlambat kereta.
- Cepatlah! - Ya, kereta, kereta!
Berikan tasmu.
Masih belum terlambat kan?
Ja-yoon.
Meski aku tahu soal kondisi keluargamu.
Sebaiknya beritahu orang tuamu segera.
Biaya operasi bukanlah masalah.
Jika terus ditunda, kau bisa mati.
Waktumu tidak lama lagi.
Tepatnya berapa lama lagi aku bisa hidup?
Paling lama 3 bulan, paling cepat 1 bulan.
Cari orang tua kandungmu, dan lakukan transplantasi sumsum tulang.
Hanya dengan itu kau bisa hidup.
Ja-yoon, kau tak apa?
Aku bukan Ja-yoon.
Maaf!
Ja-yoon!
- Aku juga bukan Ja-yoon. - Maaf
- Aku disini - Di mana?
Aku akan keluar.
Disini?
Kau berdarah?
Kenapa?
Apa benar kau baik-baik saja?
Tidak apa!
Kenapa kau tidak percaya?
Ayo naik taksi. Keretanya sudah mau berangkat.
Akan kupanggilkan.
Aku sangat senang naik taksi Seoul.
Taksinya datang.
Taksi!
Kenapa tidak nyalakan lampu ada penumpang.
Apaan? Kenapa berhenti di sini?
Nona Goo Ja-yoon, kan?
Iya, siapa kau?
Aku ingin bicara denganmu sebentar.
Sung Joo-won, YS Entertainment.
Aku melihatmu di TV.
Ah, kalau ingin membicarakan soal kontrak, harus bicara denganku dulu.
Hanya sebentar, tidak akan lama-lama.
Tapi kami harus mengejar kereta...
Benarkah? Masuklah, kita bicarakan sambil jalan.
Kemari, masuklah.
Paman, maksudku, Tn. Direktur,
Kami akan naik taksi saja...
Kalau kau naik taksi saja!
Panggilkan dia taksi.
Taksi yang bagus, cepatlah.
Aku akan mengantarmu, naiklah.
Taksi! Taksi! Di sini! Minggir kau!
Paman, ke stasiun Seoul, cepatlah.
Dasar para preman!
Apa kentara sekali kalau aku gugup?
Apa mau hujan?
Sebentar lagi akan hujan, percayalah!
Kenapa busnya belum lewat juga?!
Biasanya tidak pernah telat.
Sekarang harusnya sudah lewat.
Iya juga, kenapa belum lewat?
Kusuruh ayahku datang jemput saja?
Apa ayahmu tidak sibuk? Kenapa juga meneleponnya?
Kenapa? Sekarang bukan jadwal patrolinya.
Aku ingin ke kamar mandi.
Tidak, aku menelepon dulu saja.
Wah, panjang umur!
Ayah?
Kami?
Wah, ketemu lagi.
Sudah kubilang sebelumnya kan?
Tapi kenapa berdiri disini seperti orang bodoh?
Kau heran kenapa busnya belum datang?
Di ujung jalan sana, ada 1 bus yang mogok.
Apa bus yang itu?
Bagaimana ini? Sudah mau hujan juga.
Pokoknya, kau harus segera pulang.
Mereka sudah cukup tua, kan?
Tidak heran, kalau suatu hari mereka tiba-tiba mati.
Apa?
Aku bilang cepatlah pulang.
Cepatlah pulang.
Semoga beruntung.
Sial!
Hei!
Hei, Ja-yoon, mau kemana?
Ke pangkalan taksi, aku harus segera pulang.
Bilang pada ayahmu, suruh dia ke rumahku, cepat!
Halo?
Halo?
Kenapa anak ini?
Ayo istirahat sebentar, ke sana, ke peternakan Tn. Goo.
Pilihan tempat yang bagus.
Cocok sekali jadi tempat sembunyi.
Arsitek Goo Sung-hwan dan keluarga meninggal dalam kecelakaan.
Kau sedang apa?
Cepat selesaikan, dan pergi.
Halo, apa kabar?
Namaku Do Kyung-jang, dari kantor polisi distrik.
Tolong tunjukkan kartu identitas kalian.
Kemana mereka?
Ayah!
Sudah pulang? Masuklah.
Sedang hujan, tutup pintunya.
Kenapa lampunya tidak dinyalakan?
Lampu?
Masuklah, masuklah.
- Jenderal! - Apa?
Apa kartunya memang disitu?
Cepatlah, 50 ribu.
Bagus sekali! Polisi malah main judi.
Tapi apa kartunya memang disitu?
Ini kue kimchi.
Apa kau tidak patroli?
- Sampai jumpa! - Kami pulang dulu!
50 ribu!
Jangan mengejeknya.
Masuklah.
Tapi orang-orang yang tadi itu, apa kalian mengenal mereka?
Ada apa?
Dari KTPnya, mereka orang Amerika.
Tapi kutanyakan ke kantor, tidak ada data soal mereka.
Tapi perasaanku aneh sekali, ada yang salah.
Kenapa tampang mereka sinis sekali?
Terus kenapa mereka berkata soal...
Saya juga tidak tahu.
Sepertinya mereka salah orang.
Benarkah? Aneh sekali mereka itu.
Masuklah.
Berhati-hatilah.
Myung-hee, tunggu!
Ayah, cepatlah!
Ayah tahu, tunggu sebentar.
- Apa tasnya berat? - Iya.
Dekan Go.
Lampu laboratorium menyala.
Eh? Mana mungkin?
Bahkan keluargaku,
tidak kuberitahu sandi pintunya.
Kau pulang lebih cepat.
Ah ini?
Aku mau bakar disini.
Ingin aku bakar dalam rumah,
tapi, bagaimanapun tempat yang ini juga akan dibakar.
Kalian!
Lihat ekspresimu.
Makanya, pak tua,
kalau sudah diberitahu sekali, dengarkan.
Selagi diberitahu baik-baik kenapa tidak mendengar?
Apa soal itu?
Kenapa tidak membunuhku saja?
Kenapa keluargaku juga?
Kan?
Perintah aslinya hanya membunuhmu saja.
Tapi itu sangat membosankan...
Maaf.
Bagaimanapun,
sudah waktunya...
selamat tinggal!
Menyenangkan, kan?
Subtitle oleh: ~ PatrickStar ~
Peneliti genetika tewas dalam kebakaran
Aku dengar kau akan kembali ke Kantor Pusat.
Ya begitulah.
Tapi, kau tahu darimana?
Semua tahu selama ini kau tidak hanya liburan biasa.
Kau juga ambillah cuti sebentar, istirahatkan dirimu.
Pergilah berlibur.
Apa maksudmu?
Apa lagi?
Aku menyuruhmu beristirahat.
Kau sibuk kerja terus 20 tahun terakhir.
Jika kau ingin ke suatu tempat, katakan padaku.
Akan ku urus biayanya.
Astaga, sejak kapan kau peduli dengan jadwal liburanku?
Apa kau punya rencana lain?
Rencana seperti apa?
Misalnya...
Ada sesuatu yang ingin kukatakan padamu.
Jangan ikut campur, dan enyahlah perlahan-lahan.
Kantor Pusat sudah memutuskan,
sudah saatnya 'mode pembersihan' dilakukan.
Kau tidak perlu khawatir.
Bagaimana kalau ke Eropa?
Berliburlah kesana. Selagi aku mencarikan posisi untukmu di Kantor Pusat.
Aku punya posisi yang mampu untuk itu, kau tahu kan?
Kalau begitu, sampai ketemu lagi di Kantor Pusat.
Lupakan.
Bagaimana kau akan mengurusnya?
Dia siapa?
Ah, 'dia'?
Kalau kau tanya soal dia,
bukannya dari dulu dia itu milik kita?
Kami punya cara sendiri, kau tidak usah ikut campur.
Iya, dia mau dibagaimanakan?
Ya, pertama, kita harus bicara dengannya.
Dia itu monster.
Kau juga tahu, kan?
Kau tidak bisa mengontrolnya, dia tidak bisa dikontrol.
Dia tidak bisa dikontrol oleh siapapun.
Jangan dibiarkan hidup.
Apa belum bisa dikontrol?
Kasihan saja, sayang sekali kalau dibunuh.
Baiklah, baiklah.
Jangan cemberut begitu.
Sangat menakutkan, kalau ekspresimu begitu.
Maksudmu, Dr. Baek bertingkah aneh?
Pertama, Profesor Han, sekarang adalah Dekan Go.
Mereka berdua jadi salah satu peneliti dalam proyek kita dulu.
Apa itu murni kecelakaan?
Katamu itu dilakukan oleh sekelompok orang?
Mereka dipindahkan ke Kantor Pusat dua bulan lalu.
Mereka datang dari Amerika dan China. Jadi tidak punya kartu identitas Korea.
Mereka ilegal.
Orang-orang ini...
Baiklah, ayo lakukan.
Lakukan yang kau anggap perlu, tapi ingat satu hal.
Gadis itu.
Kau akan membunuhnya?
Baiklah,
kalau dibiarkan hidup hanya bikin masalah saja.
Bunuh dia, lalu...
jangan lupa mengambil ini.
Bagaimanapun kita harus mengambil kembali hasil kerja kita.
Bagaimana kondisimu?
Dengan isi kepala gadis itu,
kita akan dapat pengobatan untukmu.
Laksanakan.
Mulai kerjakan.
Cari beberapa orang tambahan.
Jadi, fans club itu sangat penting,
mereka akan mengajak orang tua dan saudara mereka,
untuk promosi.
Ada juga fans yang teriak-teriak "Aku mencintaimu Goo Ja-yoon!"
"Ja-yoon berkilau!"
Fans yang teriak-teriak depan panggung.
Kita harus begitu,
agar orang-orang berpikir,
wah, anak ini sepertinya sangat populer.
Pasti akan sukses besar.
Agensi-agensi besar di Seoul?
NT Entertainment, mereka juga membuatkan fans club untuk artisnya.
Itu cara kerjanya!
Kita butuh yang begitu.
Kenapa kalian tidak mendengarku?
Myung-hee, makan saja.
Makan saja nasimu.
Dasar kalian primitif!
Akan kuhabiskan.
Tapi...
Siapa mereka ini? Kenapa makan di rumah kita?
Apa Ja-yoon sedang pergi?
Ja-yoon makannya sedikit sekali. Aku sangat khawatir.
Harusnya kudorong nafsu makannya.
Pergilah mencarinya.
Biar dia makan.
Aku saja yang cari.
- Setelah makan malam... - Ja-yoon!
Setelah makan, kita tidur saja.
Ya, Ibu.
Aku akan makan banyak.
Jangan khawatir, istirahatlah.
Siapa kau, kenapa memanggilku Ibu?
Kau melihat Ja-yoon?
Dia anak yang lemah, tapi malas makan.
Aku jadi sedih.
Iya, kalau sudah selesai makan,
ayo masuk tidur.
Nanti akan kucari Ja-yoon nya.
Ja-yoon sudah mau pulang?
- Iya - Dia akan pulang?
Ayo.
Tapi, baru-baru ini Ja-yoon sangat aneh.
Sepertinya dia mencari orang tua kandungnya.
Aku tidak sengaja melihatnya,
dia mencari berita anak hilang, melihat berita lama,
mencari informasi panti asuhan.
Dia terus cari sesuatu di internet.
Mungkin dia ingin cari tahu orang tua kandungnya,
apa begitu?
Aku ingin pipis, apa karena minum kopi terlalu banyak?
Siapa itu?
Ibu!
Myung-hee!
Halo, nona Ja-yoon,
ketemu lagi!
Ah!
Kalau ku panggil 'Nona Penyihir', apa kau teringat sesuatu?
Kenapa kau melakukan ini padaku?
Sudah kubilang bukan aku.
Omong kosong!
Aku hampir mati ditanganmu.
Kau tidak ingat?
Aku mohon pada kalian.
Sungguh bukan aku.
Aku bukan anak yang kalian cari.
Kalau begitu, buktikan.
Apa?
Buktikan kalau kau bukan anak yang kami cari.
Bagaimana...
Myung-hee!
Kalau begini, temanmu akan mati.
Bukan aku.
Sungguh bukan aku.
Aku... aku... bukan aku.
Sungguh bukan aku.
Sudah kubilang bukan?
Bukan aku.
Bukan aku!
Kenapa kau memaksaku?
Sudah kubilang bukan aku.
Sudah kubilang bukan.
Bukan apanya?
Lalu...
penampakanmu sekarang ini apa?
Dasar monster!
Harusnya kubunuh kau sejak dulu.
Myung... Myung-hee.
Astaga, ini gila.
Memang luar biasa!
Apa ini?
Levelnya memang beda.
Bagaimana?
Ingatanmu sudah kembali?
Ah, dua orang tua?
Jangan khawatir.
Mereka sedang tidur sebentar.
Asal kau bisa diajak bicara, kami tidak akan buat keributan.
Tidak seperti para idiot ini.
Kau siapa?
Kenapa... kalian melakukan ini padaku?
Kalian ingin apa dariku?
Luar biasa!
Aktingmu bagus.
Lihat, kan, bikin merinding.
Hei pendek.
Apa dia tidak kelihatan aneh?
Apanya yang aneh?
Apa yang aneh dengan temanku?
Tidak ada yang aneh.
Apa kepalamu itu hanya hiasan?
Tolong pakai juga otakmu!
Dengarkan!
Dia kerja mengurus ternak tiap hari,
atau saat bersamamu.
Pernah lihat dia belajar?
Tidak?
Tapi nilainya selalu paling tinggi di sekolah.
Bukan hanya tingkat sekolah. Mungkin satu negeri.
Kalau dia mau, satu negara tak ada tandingannnya.
Tapi dia takut dicurigai, jadi dia tidak melakukan itu.
Mungkin itu masih bisa dipercaya.
Tapi lihat bakat lainnya,
bernyanyi, melukis.
Akting! Tadi itu luar biasa.
Bahasa asing apapun,
sekali dipelajari, dia akan langsung kuasai.
Jadi,
terima kasihlah pada perusahaan, dasar jalang!
Kau... siapa sebenarnya?
Aku bisa gila.
Kau sungguh tidak ingat?
Tidak bisa, jadi katakanlah.
Kau siapa?
Ini hasil kerjamu.
Kau tidak ingat?
Tidak tahu.
Aku benar-benar tidak tahu.
Ok, kalau begitu lupakan saja.
Tapi, kau harus ikut dengan kami.
Mungkin kau akan ingat semuanya.
Ayo pergi.
Kenapa?
Kau tidak penasaran?
Ikutlah.
Atau orang tua dan gadis itu,
kau mau membunuh semua orang di desa ini?
Tidak masalah.
Jangan khawatir.
Lakukan yang kau anggap benar.
Kami profesional.
Ja-yoon.
Aku akan kembali.
Orang tuaku, tolong jaga mereka.
Ini sudah semua?
Kau memilih pelarian yang tepat!
Pasangan lansia.
Setelah melepas anak dan cucunya yang meninggal,
pasangan Arsitek yang terkenal di China dan Amerika,
sangat sempurna.
Pasti sudah kau tergetkan sejak awal,
Kan?
Kau yakin mereka tidak akan menelantarkanmu.
Karena di mata mereka, kau hanya anak kecil yang manis.
Bagaimana?
Apa kau teringat sesuatu?
Katanya kau sangat kuat.
Mengingat itu saja tidak bisa?
Brengsek!
Sial!
Hei!
Mobilnya sangat nyaman.
Apa kita sedang tamasya?
Injak pedal gasnya, brengsek!
Subtitle oleh: ~ PatrickStar ~
Selamat datang, nak!
Wah, sudah hampir 10 tahun aku mencarimu.
Aku pikir kau sudah mati.
Tapi senang rasanya bisa bertemu lagi.
Kau tumbuh cantik.
Ah, bagaimana ini?
Rasanya aku ingin menangis.
Namaku Goo Ja-yoon.
Dimana ini?
Kenapa kau melakukan ini padaku?
Ah, benar, aku dengar kau hilang ingatan.
Setelah dipikir lagi, hari itu memang terlalu sadis.
Kau pasti sedikit terluka.
Pasti ada dampaknya pada memorimu.
Ya, pasti itu yang terjadi,
kalau kau ingat, kau tidak akan muncul begitu saja di TV,
dan memberitahu orang-orang, "Aku di sini!".
Apa yang kau bicarakan?
'Hari itu'?
Tenang saja, nak!
Aku... akan membuatmu ingat semuanya lagi.
Apa yang kau lakukan? Lepaskan, lepaskan!
Level 2
Level 3
Level 1
Ini tidak buruk.
Level 1
Hukuman Mati
Kau baik-baik saja?
Kau pasti ingat sesuatu, kan?
Mungkin agak membingungkan, tapi jangan khawatir.
Aku ahlinya di bidang ini.
Mau manusia atau hewan,
soal genetik otak, aku yang terbaik di dunia.
Tidak ada di dunia ini, yang melakukan penelitian otak sebanyak diriku.
Terutama pada kasusmu,
otak yang sudah kumanipulasi sejak masih kecil.
Apa yang kau lakukan padaku?
Apa katamu? 'lakukan padaku'?
Kalau kau berkata begitu, aku jadi kesal.
Membuatmu jadi cantik,
dan memberimu kemampuan hebat seperti itu.
Kau harusnya berterima kasih, bukan?
Hei, nak! Aku yang membuatmu.
Bagimu, aku seorang ibu, ibu!
Kau akan membunuh kami semua.
Saat itu, memang kondisi sedang sulit,
eksperimen padamu berhasil,
tentu saja, kan hasil kerjaku.
Dibanding eksperimen dahulu,
yang hanya fokus pada mengembangkan kemampuan tangan, kaki, dan otak,
sama sekali beda level.
Tapi berhasilnya percobaanmu,
membuat suasana jadi aneh.
Para Level 1 jadi sangat menakutkan.
Katanya kalian sama sekali tidak bisa dikendalikan.
Aku bisa mengerti.
Eksperimen kalian adalah gerakan cepat dan insting menyerang.
Kami perlu menemukan gen tubuh yang terbaik,
dengan kemampuan otak yang kuat,
yang sanggup menahan transplantasi serum.
Kau sangat istimewa,
kau lebih baik dibanding anak Level 1 yang lain.
Eksperimen padamu paling mendekati hasil sempurna.
Tapi para peneliti yang lain jadi takut,
kalian tidak terkendali.
Mereka membenci kalian.
Akhirnya aku memerintahkan untuk memusnahkan para Level 1,
sangat disayangkan.
Kalian adalah hasil kerja kerasku.
Begitulah dunia. Aku tidak bisa berbuat sesuka hati.
Tapi kami melakukan kesalahan.
Kau!
Karena kau masih kecil, kami meremehkanmu.
Tapi, sungguh, hari itu, kau benar-benar menggila.
Siapapun yang melihat, tidak akan menyangka kau bisa bertahan.
Bagaimana? Kau sudah ingat sekarang?
Kami membuatmu menjadi seperti itu.
Apa kau mengerti?
Aku mencarimu untuk waktu yang lama.
Aku tidak pernah menyangka,
kau bisa hidup normal seperti ini.
Kau seharusnya tidak 'sehidup' itu, kau tahu?
Nalurimu adalah menyerang. Itu sains.
Jadi kupikir kau pasti akan mati.
Sudah sepuluh tahun. Otakmu seharusnya segera hancur.
Tentu saja, aku pikir kau sudah mati.
Tapi, suatu hari kau muncul di TV.
Dan juga, kau menunjukkan trik itu.
Aku jadi penasaran untuk memastikan apa itu kau.
Kepalamu sakit, kan?
Kau merasa matamu akan copot, dan kepalamu akan pecah, kan?
Itu lah gejala kehancuran otakmu.
Perlahan-lahan semua lubang ditubuhmu,
mengeluarkan darah,
dan kau akan mati.
Kenapa hasil kerjaku punya ketidaksempurnaan?
Semua ada alasannya.
Kau juga tahu.
Karena kemampuanmu itu, aktivitas otak jadi dibatasi.
Daya kerja tubuhmu menurun.
Itu akan menunda gejalanya.
Itu sebabnya kau sering merasa lemah.
Beberapa tahun terakhir, kau mencoba mencari solusinya,
karena kau tahu otakmu tidak akan bertahan.
Tapi itu tidak berguna,
solusinya adalah transplantasi sumsum tulang keluarga asli,
tapi kau bahkan tidak tahu orang tua aslimu.
Ya, benar.
Akulah solusi yang kau cari.
Yang bisa menyelamatkanmu dari kematian dan rasa sakit.
Jalang!
Bagaimana perasaanmu? Menyegarkan?
Dengan serum itu, walau kau gunakan kemampuanmu,
gejalanya tidak akan memburuk.
Anugerah!
Itu adalah hadiah untukmu.
Tapi efeknya hanya bertahan 1 bulan.
Jika tidak disuntikkan lagi,
sakitmu akan memburuk dua kali lipat.
Artinya, kau butuh serum itu setiap bulan.
Kau suka hadiahku?
Sebenarnya...
lebih baik dari dugaanku.
Apa katanya?
Tentu saja...
aku tahu akan jadi begini.
Aku tahu, kau pasti punya solusinya.
Apa?
Kenapa?
Ada apa?
Kita ditipu.
Apa?
Bukan kita yang menemukannya,
wanita jalang itu yang menemukan kita.
Halo, Dr. Baek!
Lama tak jumpa!
Tebal juga.
Tembakkan gas penidur.
Matikan, matikan cepat!
Matikan, brengsek!
Kemana dia pergi?
Wah!
Sangat senang melihatmu, Dr. Baek!
Aku sangat rindu padamu.
Selama ini kau baik-baik saja?
Kau...
Tentu saja!
Siapa aku,
dan siapa kau, aku sangat ingat.
Aku kan pintar,
Mana mungkin lupa?
Aku tidak pernah lupa walau sedetikpun,
semua ingatan mengerikan itu.
Bagaimana mungkin aku lupa?
Bukan begitu?
Kalau begitu...
sejak awal kau menargetkanku?
Tentu saja.
Aku mencarimu dalam waktu yang lama.
Tapi sangat sulit untuk menemukanmu.
Jadi aku mencari cara lain.
Walau beresiko tinggi,
aku tidak punya banyak waktu tersisa.
Kau sekarat, waktumu hampir habis.
Kau benar, ding-dong-deng!
Aku memancing kalian untuk mencariku.
Dasar wanita gila!
Bukannya ini hasil buatanmu sendiri?
Aku sangat takut kalau ternyata kau sudah mati.
Kau tahu takutnya aku?
Aku tidak mau mati sendiri.
Aku sekarat.
Aku juga akan mengajakmu.
Tapi sebelum itu,
bahas ini dulu.
Serum ini...
Di mana resepnya?
Anak-anak sial!
Jangan berdiri saja, pergi sana, brengsek!
Hei!
Arahkan ke kepala, kepala!
Mau kepalamu yang kutembak?
Tembak kepalanya!
Hei, masih belum mati!
Hei!
Yang ini siapa yang mau tembak?
Lama tidak ketemu, kau jadi berubah.
Sial!
Bukannya hari itu kau sudah mati?
Tidak begitu.
Kalau aku sudah mati, hari ini kau tidak jadi mati ditanganku.
Mau dulu atau sekarang, kau masih saja banyak omong.
Aku lihat kau tidak berubah,
masih saja tidak sopan pada kakakmu ini.
Tapi berhati-hatilah,
aku tidak sama seperti dulu.
Kenapa kau ini?
Kau tahu,
level kita tidak sama.
Lambat!
Sama seperti dulu.
Sial!
Dr. Baek, kenapa tidak menungguku?
Tunggu sebentar lagi.
Sudah kubilang, kau tidak bisa melawanku.
Sejak dulu selalu begitu.
Tembakan bagus!
Kenapa kalian berkelahi?
Kalian sama-sama monster.
Jangan khawatir.
Akan kubunuh kalian berdua biar adil.
Mr. Choi! Kepala! Kepalanya!
Bunuh monster-monster itu!
Kepala?
Bagaimana?
Begini?
Tidak, begini!
Mr. Choi! Bagus!
Kali ini aku akan meminta Kantor Pusat...
Aku sedang sibuk. Terlalu banyak omong, jalang!
Tidak ada matinya, brengsek!
Ah, benar juga.
Aku hampir melupakanmu.
Tinggal kita yang tersisa.
Ada beberapa di ruang kontrol.
Di mana itu dibuat?
Mungkin di Laboratorium Kantor Pusat.
Dimana tempat itu?
Tunggu saja.
Kalau kau bertahan, akan kuberitahu nanti.
Masih ingin bertarung denganku?
Terus?
Mau membiarkanku pergi?
Tidak.
Tidak mungkin, kan?
Aku hanya tanya saja.
Mati kau! Jalang!
Katanya kau ingin tahu, kan?
Seberapa hebat kemampuanku.
Akan kuperlihatkan.
Sial.
Sangat buruk, kan?
Mati seperti ini.
Jangan merasa buruk.
Aku akan membantumu mati.
Di mana Laboratorium-nya?
Tapi, itu tidak penting sekarang.
Goo Ja-yoon.
Goo Ja-yoon.
Sepertinya kau tidak bisa kembali.
Apa kau ingin terus hidup begini?
Kalau itu aku.
Aku takkan jadi Goo Ja-yoon lagi.
Tidak.
Aku akan terus hidup,
tetap jadi Goo Ja-yoon dan terus hidup.
Setelah semua ini?
Bagaimana?
Apa itu mungkin?
Hidup itu tidak berjalan sesuka hatimu.
Aku tanya dimana Laboratorium-nya?
Subtitle oleh: ~ PatrickStar ~
Kau datang?
Kenapa penampilanmu begitu? Kau itu anak gadis.
Untung dia sedang tidur.
Jika ibumu melihat penampilanmu itu, dia akan ketakutan
Ini, berikan pada Ibu.
Ada delapan, sebulan sekali.
Kondisinya akan membaik.
Kau tidak butuh itu?
Aku sudah punya cukup.
Tapi, mungkin lebih baik ibumu dibiarkan begini saja.
Dia sangat lelah.
Aku akan kembali.
Pasti.
Jaga dirimu baik-baik.
Entah dari mana asalmu,
kami tidak membesarkanmu untuk jadi begini.
Saat kau tumbuh remaja,
Sapi-sapi mati, anjing juga ikut mati.
Karena kemampuanmu anehmu.
Ayah sebenarnya agak takut. Apa aku merawat anak yang bukan manusia?
Ayah sangat menyesal.
Seharusnya aku tidak mengadopsimu.
Aku lebih baik mengirimmu ke Panti Asuhan.
Tapi ibumu, dia selalu menolak.
Dia bilang karena kau masih kecil.
Katanya semua anak kecil seperti itu.
Kami memanjakanmu terus,
sampai kau sungguh jadi anak yang lucu.
Cepat pergilah,
jangan pergi terlalu lama.
Gadis itu benar-benar!
Cepatlah kembali, cewek gila.
(3 bulan kemudian)
Ternyata kau.
Salam kenal.
Tapi aku harus memanggilmu apa?
Aku dengar banyak cerita soal kau, dari kakak perempuanku.
Kau sudah dengar berita soal dia, kan?
Kau menemukanku.
Bukannya kau sudah dapat yang kau mau?
Hanya karena ini, kau mengacau di banyak tempat.
Aku ingin memecahkan masalah yang lebih penting.
Ada yang bilang,
kalau mau melakukan itu, aku harus mencarimu.
Jangan! Jangan lakukan.
Ibu baik-baik saja.
Kau sentuh aku sedikit saja,
kepalamu akan melayang.
THE WITCH PART 1. THE SUBVERSION
Subtitle oleh: ~ PatrickStar ~
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.