Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
= Untuk Penonton Usia 15 Tahun Ke atas =
=
=
= S
= Sy
= Syn
= Sync
= Sync
= Sync A
= Sync An
= Sync And
= Sync And
= Sync And M
= Sync And Ma
= Sync And Man
= Sync And Manu
= Sync And Manua
= Sync And Manual
= Sync And Manual
= Sync And Manual T
= Sync And Manual Tr
= Sync And Manual Tra
= Sync And Manual Tran
= Sync And Manual Trans
= Sync And Manual Transl
= Sync And Manual Transla
= Sync And Manual Translat
= Sync And Manual Translate
= Sync And Manual Translate
= Sync And Manual Translate B
= Sync And Manual Translate By
= Sync And Manual Translate By
= Sync And Manual Translate By R
= Sync And Manual Translate By Ri
= Sync And Manual Translate By Riz
= Sync And Manual Translate By Riz1
= Sync And Manual Translate By Riz1m
= Sync And Manual Translate By Riz1ma
= Sync And Manual Translate By Riz1mal
= Sync And Manual Translate By Riz1malk
= Sync And Manual Translate By Riz1malka
= Sync And Manual Translate By Riz1malkan
= Sync And Manual Translate By Riz1malkan
= Sync And Manual Translate By Riz1malkan =
= Sync And Manual Translate By Riz1malkan =
= Persembahan dari Taewon Entertainment = * Didistribusikan oleh Lotte Entertainment Dan Kidari Entertainment *
Film ini dibuat berdasarkan catatan sejarah Raja Jungjon dari Dinasti Joseon yang terjadi di tahun ke-22 pemerintahannya .
Pada tahun 1506 M, Perdana Menteri Sim Won memimpin pasukan untuk menjatuhkan Raja Yeonsangun. Kemudian mengangkat Pangeran Jungjong sebagai raja yang baru. Namun itu hanyalah siasatnya untuk merebut tahta kerajaan. Karena Raja Jungjong yang lemah, kekacauan terjadi di seluruh negeri .
= Kim Myung Min =
= Lee Hyeri =
= Choi Woo Sik =
= Park Hee Son =
Tenanglah.
Pastikan dulu kami tertular atau tidak, Barulah kalian bisa membunuh kami.
Apa kalian tidak dengar perintahku? Tunggu apa lagi...
Bunuh semuanya.
Keparat ..
Biarkan anak ini hidup, dia tidak tertular, dia cuma anak kecil.
Aku mohon jangan membunuhnya. Jangan bunuh dia.
Ibu...
= Sutradara : Huh Jong Ho =
โ MOOLGWOEโ
Rakyat memang semuanya bodoh, makanya mereka ketakutan.
Ada desas desus terjadinya serangan oleh makhluk aneh serta menakutkan.
Bagaimana bisa itu terjadi?
Janganlah kita semua ketakutan karena desas desus itu.
Ketika kebenarannya ditemukan, ketakutan ini akan lenyap.
Ada yang bercerita tentang makhluk raksasa di Gunung Ingwangsan.
Ada juga yang mengatakan hewan buas walaupun belum pernah ada yang melihatnya.
Jadi bisa dikatakan makhluk ini adalah hewan raksasa yang menakutkan.
Yang Mulia, anda jangan menganggap sepele akan hal ini.
Karena kabar ini telah tersebar keseluruh rakyat.
Semua harus kita putuskan dengan hati-hati.
Anda sudah mengetahuinya kan? Perdana Menteri.
Ini hanyalah sebuah siasat licik. Itu yang ingin Yang Mulia katakan?
Makhluk itu juga membuat rakyat resah serta mengancam keselamatan mereka.
Itukan yang mau kau katakan, Perdana Menteri.
Apa Yang Mulia menuduh saya?
Jika Raja tidak bijaksana, akan selalu terjadi bencana.
Kenapa muncul bencana seperti ini?
Raja Yoensangun telah menyerahkan takhta bukan untuk membiarkan keadaan seperti ini.
Aku bukan Raja Yeongsangun, aku sendiri yang akan menyelidiki hal yang meresahkan ini .
Saya tidak berani membantah, Yang Mulia.
Sial, apa kau tidak bisa diam.
Apa aku berisik, terus bagaimana?
Ya ampun.
Bukan aku kok
Dari tadi kita tidak melihat seekor kelinci pun,
Kelihatannya rumor itu ada benarnya.
Rumor apa?
Munculnya makhluk aneh,
Memakan hewan ternak dan manusia juga.
Kau percaya omongan orang bodoh, dimakan makhluk aneh apaan.
sana, periksa perangkapnya.
Itu bukan masalah perangkap.
Aissh...
Begini, tak akan ada masalah perangkapnya.
Aku sangat ahli membuat perangkap.
Tempat ini dapat dilihat dari semua arah,
Keahlianku pasti bisa membuat hewan tergoda memakan umpanku.
Ini lihatlah!?
Apa yang terjadi?
Seperti yang kau bilang, tidak ada masalah dengan perangkapnya.
Hyung, tolong.
Menyedihkan.
Seorang pemburu, kok bisa jatuh dalam perangkapnya sendiri.
Myung, bantu aku turun.
Myung, tolong aku.
Hyung.
Mana? Mana?
Bukan disini, sana yang sana.
Dimana kau bilang? Belakang? Sebelah kanan atau kiri sih.
Sebelah sini yang aku maksud, ke kanan.
- Ya ampun kau memang tak peka sekali.
Aku tidak bisa dengan dia, turunlah dan bantu aku menangkap ikan.
Ikan apa yang kalian tangkap? Lebih baik aku cari sayuran saja.
Cepat, turunlah kemari.
- Aku siram air kau, ayo turun.
Lagian kau sudah basah, ayo cepat.
Ayo berhenti saja menangkap ikannya.
percuma 10 tahun berteman, masih saja tak tahu yang aku pikirkan.
Memangnya apa yang ada dipikiranmu?
Ayah, ada ikan besar sebelah sini.
- Di mana? - Disini.
- Di mana? Cepat tangkap - Di mana?
Di sana!!
Besarkan ikannya? Tertipu!!
Ya ampun kau ini.
Aduh perutku, aku tak makan apa-apa sejak tadi. Kok bisa perutku sakit begini?
Sakitnya.
Kenapa? Ada apa?
Apa ada yang berbunyi dalam perutmu?
Iya, seolah ada yang mendidih didalam.
Itu masuk angin karena terlalu lama dalam air. Jadinya seperti itu.
Oh ya?
Minumlah obat ini supaya menghangatkan badan dan menghilangkan kembung juga.
Kenapa rasanya begini?
Jangan dibuang, minum sampai habis obatnya.
Tahu sendiri perutku kan lemah.
Bubur ikan ini baunya enak.
Itu bubur sayuran bukan bubur ikan.
Di mana garamnya?
Tak ada makanan di gunung, kita ke Hanyang saja.
Kalau kita ke Hanyang, memangnya disana makanan jatuh dari langit?
Disini ada sayuran liar, buah-buahan, ikan segar juga ada.
Aku lebih suka daging.
Myung, pergilah ke kebun dan ambil lobak. Ayolah...
Cepat, dihabiskan.
Jangan bergerak.
Kenapa mengendap-endap dirumahku.
Jangan bergerak ku bilang.
Siapa kau, kenapa kau kemari?
Aku mencari Jendral pemilik rumah ini.
Jendral? Tidak ada jendral di sini.
Bukankah yang tinggal disini, pernah menjadi pengawal raja?
Pengawal raja? Apa maksudnya?
Orang yang selalu menjaga Yang Mulia.
Pasukan yang terdiri dari orang-orang yang paling kuat dan jago bela diri.
Omong kosong, mana ada orang seperti itu di rumahku?
Apa maksud sebenarnya kau kemari?
Ada apa?
Kenapa berisik sekali?
Jenderal, aku pengawal Hur utusan Yang Mulia.
Ya ampun, kenapa begini? Aigoo.
Ayah, apa benar kau pernah jadi pengawal raja?
Benar, aku juga.
Kenapa kau yang jawab, mana aku percaya.
Dulu tak ada yang bisa menandingi kehebatannya di Joseon.
Ya, dan aku orang kedua terkuat.
Dasar pembohong.
Menangkap kelinci saja tak bisa, apalagi membunuh orang.
Benar, kau salah orang.
Kami cuma pemburu yang kerjaannya hanya berburu seharian.
Sudahlah pulang sana.
Yang Mulia...
Apa dia anak itu?
Apa kau masih membenciku?
Apa pengasinganku belum cukup menebus kesalahanku?
Apa ini kehendak Yang Mulia?
- Anak itu. - Beraninya karena rasa kasihanmu, kau menentang Yang Mulia.
Itu penghinaan.
Yang Mulia, anak yang dibawanya itu.
Akan menularkan penyakit .
Dia harus segera dimusnahkan.
Musnahkan.
Telah aku katakan siapa saja yang bersentuhan dengan orang yang telah tertular, mereka akan terkena juga.
Kalian lihat.
Aku selamatkan anak ini dari sana dan datang kemari.
Aku tidak tertular dan sehat-sehat saja.
Kenapa Perdana Menteri bertindak seperti ini?
Ini semua hanyalah niatmu untuk memicu pertumpahan darah didepan Yang Mulia.
Untuk menyingkirkanku dari istana.
Ini semua hanya siasat licikmu, bukan?
Diam kau.
Demi Yang Mulia, apapun harus dilakukan.
Tangkap dia dan bunuh anak itu.
Hentikan.
Yang Mulia, demi anda...
Beliau telah melayani Yang Mulia dengan segenap hatinya.
Tolong ampuni nyawanya.
Pergilah, jangan kembali lagi.
Yang Mulia, kenapa kau jadi begini?
Langit akan marah
Menuntut keadilan dari Yang Mulia
Jika dikehidupanku tak bisa menyelamatkan anak ini, apa gunanya pedang itu?
Aku memintamu menjadi pengawal yang bisa menjagaku dari pejabat korup.
Tapi mereka malah memfitnahmu.
Mereka menyebarkan kabar bohong yang telah merubah hatiku jadi begitu.
Tapi kau melayaniku dengan ketulusanmu.
Mataku tertutup begitu juga mulutku.
Jika saat itu kau tidak bersama anak itu, kau pasti sudah tewas.
Aku tak mau kehilanganmu lagi.
Secepatnya mereka akan menggunakan isu monster itu, untuk membuatku goyah.
Aku tak ingin menjadi raja mereka, melainkan menjadi raja bagi rakyatku.
Bersediakah engkau menerima pedang ini lagi?
Hyung, kau sedang apa?
Ayo, kita ke Hanyang.
Hanyang? Paman, bersiaplah.
Hei, kenapa begini?
Kenapa...
Apakah kau lagi tidak sadar? itu tidak mungkin kan?
Ketika aku dalam masalah,
Kau selalu ada, aku sangat bersyukur.
Kau adalah penyelamatku.
Kau salah.
Aku tidak pernah memintamu untuk mengikutiku.
Aku sial, tak seharusnya aku ikut jadi bawahanmu gara-gara kejahatan mereka. Apa-apaan ini?
Ya ampun , aku tak mengerti bagaimana bisa kukatakan ini demi kesetiaan.
Ayah. Paman, tunggu aku.
- Ayah. - Habislah ...
Tunggu aku, tunggu aku.
Ya ampun, sial.
Gunung dengarkan aku..
Maafkan, orang yang menyedihkan ini.
Kenapa tiba-tiba turun hujan? Istirahatlah dulu baru kita pergi.
Gawat, gawat.
Kapanpun turun hujan, makhluk itu akan muncul.
Di desa ini ada orang yang melihat...
Raksasa itu melumat tubuh harimau.
Aku tahu...
Kau tidak dengar sesuatu?
Dasar gila.
Dasar kunyuk sialan, haruskah kalian segitu kagetnya?
Dan apa lagi yang ditakuti, istirahatnya nanti saja.
Apa yang kau lakukan?
Apa benar ini Hanyang?
Ya ampun, anak itu sudah mati.
Apa-apaan ini, Hanyang kenapa begini.
Aigoo.. ya ampun.
Ini.. ini. Apa ini bisa dimakan...
Ini sup nasi atau cuma air saja?
Cuma ini yang ada di kota?
Aigoo.. cantiknya.
Anu, kalian tidak tahu sama sekali?
Hanya ini makanan yang ada di Hanyang.
Jenderal, kau sudah bekerja keras datang kemari.
Harusnya kau istirahat, tapi ada masalah.
Anu, apa tidak bisa setelah makan saja?
Sialan.
Ahjuma, biarkan saja disini, kami akan kembali lagi.
Benar-benar pembantaian.
Mereka semuanya dimutilasi. Banyak yang jadi korban di gunung ini.
- Namja ( Nona ). - Hei, Myeong...
Gadis ini tak ada takutnya sedikitpun. Hei, jangan disentuh.
Bagaimana laki-laki bisa jadi penakut?
Mirip sarapan pagi. Sayang sekali.
Saat ini, banyak yang ingin menangkap monster itu untuk mendapatkan jabatan.
Walaupun ada larangan ke gunung ini.
Yang itu pemburu..
Sampai mudang (dukun) ikut juga
Mereka semuanya mati mengenaskan.
Siapa yang melihat kejadian ini?
Apa kau melihat sesuatu?
Siapa yang melakukan?
Moolgweo (monster) tuan.
Ayah, lihatlah ini.
Sepertinya tali ini dipotong dengan pisau.
Masih ada yang harus aku selidiki. Carilah apa ada saksi lainnya.
Ya.
Hati-hati
Kenapa kau mengejar anak itu?
Ada yang aneh, dia tidak kelihatan takut saat menyebut moolgweo(monster).
Aku rasapun begitu.
Siapa dia?
Kau buntuti orang itu, cepat.
Baik.
Apa itu? Apa?
Berhenti. Hei, kemari kau.
Aishh...
Aku datang
Aku datang bawa makanan.
Pelan-pelan
Kau makanlah.
Apa benar kau melihat monster itu?
Sekali lagi aku tanya, Apa benar kau sudah melihat monster itu, ?
Kenapa kau berbohong?
Kalau aku katakan itu pada anda, aku akan diberikannya makanan.
Siapa yang menyuruhmu melakukannya.
Tidak tahu
Haruskah kau berbohong soal monster itu, karena kau lapar, ?
Meski aku tidak melihatnya, monster itu memang benar ada.
Karena takut dengan monster, tak ada lagi yang bisa kami lakukan.
Walau takut para pria harus pergi karena tak bisa mendapatkan makanan selain ke gunung.
Aku tidak menemukan saksi yang lain.
Bagaimana keadaan korban lainnya?
Sama dengan kondisi tubuh mudang
Pergelangan tangan dan kaki mereka.
Ada bekas ikatan.
Siapa yang memberi anak-anak itu makanan?
Begini, aku tidak bisa menangkapnya, karena tiba-tiba melarikan diri.
- Monster... - Monster.
Tolong selamatkan aku.
Apa kau melihat monster itu?
Mereka semua mati.
Myeong.
Sudah mati.
Coba lihat apa ada korban lainnya.
Ya, aku mengerti.
Aku akan pergi dengannya.
Kau ini ngomong seenaknya saja.
Aku akan bantu cari korban yang lainnya.
Ini...
Disini ada mayat juga.
Apa ada senjata yang bisa seperti itu?
Seperti cakar binatang, tapi begitu banyak luka dan lecet
Ini
Apa ini lendir?
Sial... Kaget aku.
Bagaimana itu bisa tergantung disana?
kau tidak takut sedikitpun saat melihat mayat, namja memang luar biasa.
Kau sepertinya lelaki yang manja, kan?
Tanganmu terlihat mulus.
Darimana kau belajar pengobatan?
Digunung terlalu membosankan, sesekali aku baca buku-buku pengobatan.
Dengan itu aku berusaha bisa menjadi jadi tabib wanita pertama, itulah impianku.
Pengawal Hur, bisakah kau menangkap tikus?
Tikus?
Ini korban dari monster itu.
Lihatlah akibat kekejamannya. Monster itu hanya awalnya.
Bagaimana menurutmu?
Ini perbuatan manusia.
Luka ini adalah bekas anak panah.
Sementara luka yang lain dibuat seolah-olah digigit binatang, Tapi anggota tubuhnya lengkap
Dan mayat yang dikumpulkan dari gunung lukanya berbeda
Mayatnya juga dimutilasi tapi anggota tubuhnya tidak lengkap.
Itu berarti ada orang yang membunuh mereka. Itu maksudmu?.
- Tidak semua orang - Apa kau bilang?
Ini pedagang yang tewas setelah bertemu langsung dengan monster itu .
Seperti yang Anda lihat, ditubuhnya ada benjolan yang aneh.
Di antara mayat tersebut, ada dua yang ditemukan seperti ini.
Yang lainnya tidak ditemukan adanya benjolan ini.
Apa monster itu benar-benar ada?
Tikus ini disuntikkan lendir yang ditemukan dari mayat itu .
Setelah sekitar satu jam kemudian timbul benjolan dan tikus itu mati dalam waktu kurang dari setengah hari.
Ini lebih menular dari penyakit apapun.
Apa monster itu penyebabnya?
Aku yakin ini tujuannya untuk memperburuk keadaan.
Monster itu, tidak ada.
Tidak, monster itu memang ada.
Hal yang paling menakutkan walaupun tidak pernah melihat sendiri, mereka tetap beranggapan Monster itu ada.
Secepat mungkin kita harus mencari monster itu.
Datangkan prajurit dari Jeolla dan Gyeongsang ke ibukota untuk menangkap monster itu..
Bagaimana menurutmu?
Prajurit digunakan untuk peperangan, jika mereka dipindahkan ke ibukota
Hanya untuk menangkap binatang buas
Bisa menyebabkan kerusuhan dan pertikaian di antara mereka
Sementara bencana terus mendera rakyat
Apakah kita hanya diam dan cuma menontonnya?
Butuh waktu untuk mengumpulkan prajurit, dan bisa menimbulkan kepanikan.
Tidak perlu meminta bantuan prajurit dari luar kota untuk menangkap monster itu. Cukup mengerahkan prajurit yang ada
Anggap saja kita sedang berburu harimau, tidak perlu ada latihan khusus untuk itu.Bagaimana ?
Perdana Menteri mengganggap ini semua hanya sekedar berburu harimau.
Berapa banyak prajurit yang bisa?
Totalnya ada 700 orang
Tidak bisa begitu, siapa yang akan mengendalikan prajurit sebanyak itu.
Kita tidak bisa membiarkan mereka memasuki ibukota
Usulan Perdana Menteri ada benarnya.
Kumpulkan prajurit untuk menangkap monster itu, seperti mengadakan perburuan.
Tapi hanya 100 saja yang diizinkan untuk memasuki ibukota
Yang mulia
Untuk menyusun prajurit itu,kita membutuhkan pemimpin pasukan...
Perintahkan Jendral Yoon Gyeom memasuki istana.
Ini adalah perburuan skala besar
Apa cukup menggunakan 100 orang saja?
Tidak mungkin dengan 100 orang menemukan monster itu dengan cepat
Pasti engkau membutuhkan bantuan tambahan
Untuk memperluas medan pencarian.
Bagaimana menurutmu?
Selama itu tidak harus menambah prajurit dan tidak menimbulkan kekacauan
Aku akan setuju saja
Bagaimana kalau begini..
Jika rakyat diikut sertakan dalam perburuan
Pasti bisa menenangkan rumor yang beredar. Dan itu akan sangat membantu
Baiklah.
Tapi utamakan keselamatan mereka.
Titah raja! Tunduk dan dengarkan ini.
Suatu hal telah terjadi di atas Gunung Ingwangsan.
Yang mengancam keamanan negara kita
Karena itu, rakyat dibutuhkan untuk menyusuri Gunung.
Jangan tuan. Jangan.
Tuan, cuma ini makanan kami sampai akhir musim gugur.
Jika Anda mengambil semua ini, bagaimana kita bisa hidup?
Berikan saja semuanya.
Jika kau ikut, kau akan terkena penyakit aneh itu,
Maka seluruh keluarga kita akan mati
Jika kalian tak punya uang, bergabunglah.
Kenapa berisik?
Ikut aku.
- Tuan - Jangan tuan, jangan.
Lebih baik bunuh saja aku sekarang.
Mati disini atau mati disana sama saja.
Cepat atau lambat, aku mati pasti juga.
Hyung, apa bisa pasukan seperti ini menangkap monster itu?
Apa lagi anak itu.
Hei.
Kenapa pula kau kesini?
Hanya aku saja pria yang tersisa di rumah.
Tidak banyak makanan yang tersedia di rumah nanti jika aku tidak ikut.
Cuma karena makanan kalian kemari?
Ambilkan nasi kepal.
Sana, pulanglah.
Pulanglah, makan ini.
Pulanglah dan bawa ini juga.
Cepat pergi
Pak tua, anda bisa pulang.
Tuan, aku dulu memelihara banyak hewan.
Pencarian ini sangat sulit, apa kau sanggup?
Aku tidak akan menyusahkanmu.
Dunia ini kok bisa begini. Akupun tak tahu.
Kenapa dia datang kemari?
Kau ketahuan.
Aku melihatmu, Myeong.
Diamlah, jangan berisik.
Kenapa juga kau sampai ke sini?
Ayah!
Apa kau kira ini semua main-main? Cepat sana pulanglah.
Jangan khawatir, aku lebih berguna daripada pria penakut...
Dari mana hokgeon (penutup rambut) itu kau dapatkan?
Dari pengawal Hur.
- Pengawal Hur... - Apa?
Anu, tidak.
Namja sendiri ...
- Apa? - Kenapa wajahmu memerah?
Aku?
Aku bilang pulang cepat.
Pimpinan pasukan telah datang.
Kau masih hidup ternyata.
Masih panjang jalan yang harus kau lalui, jadi jangan terlalu banyak ngomong.
Percepat pencarian.
Jika semua bantuan ini juga mengalami kegagalan,
Yang Mulia pasti akan marah padanya.
Kali ini jangan melarikan diri lagi.
Pasukan.... mulai pencarian.
Ayo jalan yang cepat.
Percepat langkah.
Jika kalian temukan jejak atau lendir, kalian harus laporkan secepatnya.
Pak tua.
Ayo, cepat kemari.
Jangan sampai ditangkap monster itu .
Matahari akan terbenam. Pencarian hari ini harus berakhir.
Sepertinya semuanya juga sudah lelah.
Katanya monster itu sering muncul saat malam hari. Aku pikir lebih baik teruskan pencarian.
Oh, aku tak melihat apa-apa. Memangnya ada?
Hentikan
Apa kau takut?
Siapa yang takut.
Kau masih saja penakut.
... carilah, ah, temukan, cari
Begini... Ayah...
Selama perjalanan ke sini.
Bahkan binatang kecilpun tidak terlihat
Aku rasa itu agak aneh.
Ayo kita mulai pencarian lagi.
Aku sarankan pasukan berpencar
Aku akan mencari kesebelah sini.
Anda bertanggung jawab atas sisi kiri.
Jika kami menemukan sesuatu yang aneh,
Kami akan menembakkan suar
Aku hanya...
Takut beberapa dari mereka tidak dapat kembali, itulah kekhawatiranku.
Setelah monster itu dipastikan musnah,
Hanya itu yang bisa memecahkan masalah utama rakyatku.
Dani membangun kembali keamanan negeri.
Masihkah Yang Mulia beranggapan monster itu, hanya karanganku?
Yang ada di pikiran Perdana Menteri, siapa yang tahu?
Aku hanya percaya pada mereka.
Apa pak tua itu sudah gila?
Pak tua.
Di mana ini, aku jadi bingung.
Kemana pak tua itu pergi?
Apa ini?
Ayah...
Apa aku pernah ke sini sebelumnya?
Jendral, tolong lihat ini sebentar.
Belum pernah melihat jejak sebesar itu
Semua jejak kaki semuanya menuju ke bawah.
Aku harus turun untuk memeriksanya.
- Persiapkan tali - Ya.
Mereka semua bersenjata lengkap
Mengapa kita yang harus jalan di depan?
Cepat, cepat jalan.
Jangan ada satu orangpun tersisa
Bunuh semuanya .
Apa yang terjadi?
Apa karena kita tidak mampu menangkap monster itu?
Mereka semua pasukan kerajaan.
Seharusnya sudah kuduga ini terjadi saat aku ikut bergabung .
Hati-hati
Kalian cepatlah pergi ke kediaman Perdana Menteri.
-Ya!
Tembakkan suar.
Tanda adanya monster.
Ayah...
Tarik, tarik.
Ayah...
Hyung
Apa yang terjadi?
Hyung cepat naik.
Ayah...
Lumayan juga
Myeong kau tak apa, tak ada yang terluka?
Aku baik-baik saja.
Disini biar kami urus.
Kau pergi dengan Myeong, cepat.
Laporkan ini pada Yang Mulia
Ya.
Itu cukup bagus,
Kali ini kesempatan memberi pelajaran si keparat Jin Yong.
Aduh pinggangku
Sung Han, Sung Han, kau tak apa...
Jin Yong, keparat itu.
Hari yang baik untuk berburu
Memalukan sekali melihat kau seperti ini.
Ayah... Ayah...
Myeong.
- Ayah - Myeong... Myeong.
Sejak awal Monster itu tak pernah ada.
Perdana Menteri merencanakan kudeta, dengan cara ini pasukannya bisa masuk ibukota
Kenapa kau lakukan ini?
Kenapa kau lakukan ini?
Mengkhianati Yang Mulia
Mengkhianati kepercayaan rakyat
Apa kau pikir bisa selamat?
Masih percaya pada rakyat?
Mereka hanya percaya pada apa yang ingin mereka percayai.
Kau sudah lupa kejadian 13 tahun yang lalu?
Hentikan, tutup mulutmu, bajingan sialan.
Apa kini kau sudah ingat?
Sejak awal aku sudah tahu begitu melihatmu.
Ayah...
Myeong
Keparat kau.
Kau akan mati di tanganku. Tak akan ku biarkan lolos.
Namja... namja.
Namja, bangunlah.
Sadarlah, namja.
Tenang. Tenanglah.
Tenang, tenanglah
Hyung...
Tembakkan suar, agar Perdana Menteri tahu.
Monster itu sudah membunuh seluruh pasukan pencari.
Iya.
Karena sudah dilaporkan monster itu telah membunuh semuanya.
Kesimpulannya,
Sudah pasti jendralnya juga ikut mati. Bukankah begitu?
Hyung.
Tembakkan suar ke Istana Gyeongbokgung.
Berarti monster itu benar-benar ada?
Jangan, jangan...
Apa itu?
Siapkan panah.
Tembak.
Serang.
Mundur
Hyung.
Aku sekarang tidak bermimpi kan.
Sung Han, kau baik-baik saja?
Bukan mimpi, bukan mimpi.
Myeong.
Ayo.
Tolong aku
Myeong.
Myeong.
Dimana kau?
Myeong.
Myeong.
Myeong.
Sadarlah.
Cepat bangun.
Namja.
Ayah...
Iya, ini ayahmu.
Apa kau sudah sadar?
Aku baik-baik saja.
Syukurlah.
Sungguh syukur.
Benarkah monster itu yang aku lihat?
Entah itu monster atau bukan,
Yang pasti itu bukan tandingan kita.
Ayah....
Mayat ini,
Darahnya bernanah sama seperti mayat pedagang itu
Tidak hanya di sini
Semuanya di sini begitu.
Disini,
Sepertinya ini sarang monster itu.
Cepat laporkan pada Yang Mulia.
Jika monster itu masuk ke ibukota, bisa berbahaya.
Ayo pergi
Apa itu?
Hyung.
- Apa itu.
Pak tua?
Monster itu akan turun.
Lumuri, cepat.
Jika kau lumuri dengan cairan itu, kita tak akan terdeteksi olehnya.
cairan ini?
Cairannya ada di sini.
Lumuri, cepat.
Agar aroma manusia tak tercium.
Ayo sembunyi.
Kemari
Sini sini.
Diam
Matanya tak bisa melihat.
Dia hanya peka terhadap suara.
Lari cepat
Cepat.
Cepat, cepatlah.
Cepat.
Lari cepat
Ayah...
Ayah...
Hyung, cepatlah.
Tidak tidak tidak tidak.
Monster itu, benar-benar ada.
Aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri.
Makhluk itu monster yang sangat besar.
Monster itu benar-benar nyata?
Monster itu bukannya khayalan yang aku buat.
Itu bukan khayalan.
Aku melihatnya dengan mataku.
Apa karena monster itu ada,
Aku harus takut?
Kalau monster itu ada,
Lebih gila lagi kan.
Teror hanya akan membungkam satu orang,
Tapi jika teror ini jatuh ke rakyat,
Akan membuat rakyat marah.
Kemarahan itu,
Siapa yang mampu menghadapinya?
Kemarahan akan membuat nama kita terkenal.
Kalian semua, dengarkan baik baik.
Serang ibukota sekarang
Jadikan ibukota menjadi lautan api
Perdana Menteri, apa yang kau lakukan?
kenapa sampai begini.
Gunakan monster itu.
Gunakan monster itu sebagai alasan menjatuhkan raja.
- Apa ini?
Sepertinya mayat orang.
Ada monster.
Kenapa begini, bukankah kalian menangkapnya?
Apa yang sebenarnya terjadi?
Semua mati.
Apa semua pasukan mati?
Apa yang terjadi ini?
Apa lagi ini?
Tolong selamatkan aku.
Kalian semua,
Mundur
Ini penyakit...
Menular dari monster itu.
mereka sudah terinfeksi
Apa itu benar?
Sebenarnya apa yang dilakukan raja?
Kita semua akan mati.
Dulu juga pernah terjadi,
Jika penyakit mulai menyebar,
Raja akan membunuh semua orang.
Bagaimana bisa membunuh semuanya?
Tidak apa-apa?
Aku pikir kau sudah mati.
Kita pergi ke Gwanghwamun saja.
Jika kita tinggal dekat raja,
Apa dia tidak akan membunuh kita?
- Ayo pergi ke istana, - Pergi ke istana.
Yang mulia
Saya dengar monster itu muncul di gunung.
Pasukan pencari mulai melakukan pembakaran.
Jika memang monster itu ada,
demi menangkap monster itu,
apa harus membiarkan rakyat terbakar?
Suruh semua prajurit di kota untuk memadamkan api.
Karena api telah membakar semua rumah,
Tidak akan cukup hanya mengandalkan prajurit jaga..
Segera beri tahu pasukan di istana,
untuk membantu pasukan patroli memadamkan api.
Iya, Yang mulia.
Apa yang terjadi pada perdana menteri ?
Katanya sedang dalam perjalanan sekarang.
Apa kalian baik baik saja?
Sebenarnya kita ini ada dimana?
Kenapa lorong ini ada di istana?
Maksud ayah, lorong apa?
Ini lorong air yang dibuat saat istana dibangun.
Lorong air ini terhubung...
langsung ke kolam di luar istana
Pak tua,
Pak tua... - Apa ada yang kau ketahui?
Dimana ini?
Pak Tua, mohon bantuanmu.
Jika ada yang kau ketahui, beritahu kami.
Cepatlah.
Tempat ini
Ruang penangkaran.
Ruang penangkaran?
Raja Yungsangun, sangat menyukai binatang itu.
Jadi dia membangun kandang di istana ini.
Mereka sebut 'Jojung Bang'.
Di dalam kandang-kandang ini,
dipelihara bermacam binatang hasil persilangan.
dan merupakan aset yang sangat berharga.
Jika binatang-binatang itu sudah besar dan kuat
akan dibawa menyeberang untuk menyerang Dinasti Ming.
Mereka dibawa dari barat kesini,
Dan aku penanggung jawab yang memberi makan binatang-binatang itu ditempat ini.
Disinilah aku bertemu monster yang saat itu masih kecil.
Dua matanya yang indah terlihat bersinar.
Jadi aku beri nama Chorong.
Hari ketika Yungsangun dikudeta
Pasukan menyerang tempat ini.
Yungsangun, memang pria gila.
Raja seperti apa dia sebenarnya...
Apa yang kalian tidak dengar?
Hewan-hewan ganas ini milik Yunsangun
Bisa mengancam keselamatan menteri pengadilan dan para sarjana.
Jangan sampai ada yang kabur.
Bunuh semuanya.
Makhluk itu awalnya jinak
Karena makan bangkai manusia yang terjangkiti penyakit menular
menjadikannya sangat buas dan ganas.
Kitalah ,yang membuat Chorong menjadi begitu,
Para manusia.
Apa itu?
Dia datang.
Cepat.
- Pergilah. - Naiki tangga.
Pergi ke halaman belakang
Sebelah sini.
Cepat.
Chorong.
Chorong.
Chorong.
Apa kau,
kau mengingatku?
Akulah yang membuatmu jadi begini.
Ayo ikuti aku.
Iya, benar.
Kau sudah sebesar ini.
Di sinilah kau dilahirkan.
Sebelah sini.
- Ayo kabur. - Kemana?
Pak tua.
Pemimpin rakyat datang.
Semua prajurit dengarkan.
Seberapapun banyaknya mayat yang terinfeksi,
Pokoknya bakar semuanya.
Pastikan tak ada penyakit yang menyebar.
Untuk semua rakyat yang menderita .
Berikan beberapa barak untuk mereka tempati
Bagi yang terluka,
lakukan perawatan untuknya.
- Terima kasih - Terima kasih.
Sekarang di ibukota
Tidak akan ada yang berpihak pada raja.
Sudah ku duga, pasti mendukung Perdana Menteri.
Namja.
Tidak ada bahagianya hidupku selama sepuluh tahun ini.
Selama sepuluh tahun, malah makin sengsara
Apa kau baik baik saja?
Ini...
Bukankah ini aula raja?
Bagaimana tempat itu terhubung di sini?
Kalau begitu,
Hyung, Pak tua tadi tepat berada di bawah aula raja.
Kita harus cepat.
Tidak ada waktu lagi.
Yang Mulia
Jenderal Yoon Gyeom tiba.
Suruh dia masuk.
Kalian telah bekerja keras,
Saya sudah melapor pada Yang Mulia,
aku sudah menunggu kalian.
Apa maksudmu?
Ada monster itu, di bawah sini?
Yunshangun, membangun kandang dibawah tanah aula ini.
Untuk memelihara hewan-hewan aneh.
Ya, monster itu.
Karena monster itu terinfeksi penyakit
Sehingga terjadi bencana yang tak terbayangkan sebelumnya.
Tidak ada waktu lagi,
Suruh semua pasukan,
menangkap monster itu.
Apa ada orang di luar?
Apa ada orang di luar?
Pengawal, Rajamu menyuruhmu masuk.
Yang mulia
Yang mulia
Bawa keluar si pencuri untuk berlutut,
Ternyata merencanakan pemberontakan.
Apa kau merasa rakyatmu benar-benar ketakutan.
Apa pikirmu karena monster itu?
Tidak bisa ku biarkan kehidupan mereka direnggut oleh rajanya.
Kalaupun kau minta bantuan, kau tak akan mendapatkannya.
Selama ini kau yang tidak bisa melindungi mereka , itulah monster yang nyata bagi rakyatmu.
Bajingan.
Bunuh semua pengawal raja di istana.
Dasar keparat!
Bisa-bisa keparat sepertimu menduduki singgasana naga?
Kau gagal menyelesaikan tugas Jenderal,
Membuat kebakaran diseluruh negeri yang menyebabkan rakyat jadi kacau.
Tanpa mencoba untuk menghentikannya,
Malah membela rajamu, yang tahunya hanya mempertahankan tahtanya saja.
Ini semua... Adalah kejahatan yang telah kau lakukan.
Cepat, singkirkan si pendosa besar ini.
Yang Mulia, mohon sadarlah.
Jangan khawatir, Yang Mulia
Bunuh dia.
Gatal.
Gatal
Dia tampaknya telah terinfeksi juga.
Saya juga.
Saya juga gatal.
Myeong...
- Paman. - Kenapa jadi seperti ini?
Myeong!
Dasar kau.
Myeong, jangan tendang disitu,"anu"nya ngak ada.
Bagus
Tidak!
Paman
Hampir saja jadi kasim..
Sejak kapan kau belajar bela diri?
Aku kan putri pengawal hebat.
Begitukah?
Orang-orang ini sudah pada mati.
Ayo.
Bunuh raja, bunuh raja, agar kita bisa hidup.
Panah
Kepung, tembak.
Cepat bidik target.
Jangan takut
Itu hanya hewan liar biasa.
Serang.
Jenderal, ini pengawal istana.
Lindungi Yang Mulia
Cepat.
Kau tak dengar, bawa keluar Yang Mulia dari sini.
Kau harus menangkapnya.
Itu dia!
Ayah, kau baik-baik saja?
Hyung, bukankah itu monsternya?
Hentikan
Jangan membunuhnya sekarang,
Untuk membuat rakyat ketakutan, Seret keluar dari istana.
Selanjutnya aku sendiri yang membereskannya.
Dengan begitu singgasana naga, singgasana naga itu...
Akan mengambil hati rakyat...
Hidup.... Hidup!
Kalau monster ada di istana?
Jangan takut... Jangan takut.
Jangan lari.
Tuan.
Kenapa bisa jadi begini?
Jadilah umpan untuknya.
Buatlah perangkap.
Kalau perangkapnya...
Apa bisa ditutup, hyung?
Tapi dari mana, hyung?
Tempat penangkaran.
Umpannya?
Biar aku yang cari.
Kalian berdua persiapkan mesiu disana,
Dan lagi kau, tutup gerbang istana secepatnya.
Monster itu tidak akan bisa keluar dari istana.
Ini terlalu buruk.
Hei, apa bsa kamu tangkap monster?
Banyak orang mati, apa yang bisa kau lakukan sendiri?
Siapa yang bilang sendiri, ada aku.
Aku juga.
Apa kalian ingin mati seperti ini?
Benar, ayahmu ini seorang prajurit.
Tugaskulah tak akan membiarkan semua mati.
Itulah yang harus aku lakukan.
Ayah.
Cepat.
Cepatlah, aku akan segera menyusul.
Tolong bantu kami.
Tutup gerbangnya.
Jangan masuk istana.
Tutup gerbang
Di dalam, ada monster itu.
Apa yang kau bicarakan?
Monster apa?
Tutup gerbangnya.
Tolong keluar.
Tutup gerbangnya.
Tidak ada waktu lagi.
Jika tidak, kita semua mati.
Apa kau belum tahu situasinya?
Apa yang akan kita lakukan di sini?
Ada orang yang sedang melawan monster itu.
Tolong bantu kami.
Aku mohon.
Apalagi yang kalian tunggu?
Ada seseorang yang sedang melawan monster itu.
Kalian semua
Dengan perintah siapa kalian tutup gerbang ini?
Jika negeri ini dalam bahaya,
Apa kalian mampu menyatukan dan membangun kembali negeri yang runtuh?
Kalian masih belum mau menyingkir.
Dasar pria tua sialan!
Semua,
Orang ini, pelaku...
pembantaian pasukan pencari monster itu.
Yang membiarkan orang tak bersalah meregang nyawa sia-sia.
Kalau begitu, keparat ini yang ingin kita mati sia-sia?
Yang membakar rumah-rumah, adalah keparat ini?
Suamiku dan anakku.
Kau rusak seluruh kota, mau kabur kemana kau.
Jadi kau selama ini hanya pura-pura mendengar keluhan kami.
Sesudah membunuh banyak orang,
Kau pikir bisa kabur dari istana ini juga?
Semuanya,
Aku akan membantu kalian semua...
Dengan tanahku, untuk bertani.
Dorong, cepat tutup gerbangnya?
Jangan biarkan menghentikan kita lagi.
Semuanya, masukkan dia ke istana.
Beri aku kesempatan
Tak bisa kalian beri aku kesempatan lagi.
Orang-orang bodoh ini.
Orang bodoh
Begini...
Aku kumpulkan semua orang untukmu disana.
Itu semua makananmu.
Kau tak boleh membunuhku.
Kau adalah sesuatu yang telah aku ciptakan.
Lari, cepat lari.
Monster itu penglihatannya buruk. hanya peka terhadap suara.
Pelan-pelan.
Apa ini sudah cukup.
Percaya saja aku akan pasangnya diatas.
Secepatnya kau pasang sambungannya.
Bergegaslah.
Kenapa lagi dia?
Karna ulah siapa kekacau ini.
Tak ada waktu lagi.
Fokuslah untuk pasang ini.
Biar aku yang melawan dia.
Cepat selesaikan, tak ada waktu lagi.
Apa-apaan kau?
Katanya kau mau melawannya?
Ayah...
Ayah...
Myeong.
Lari cepat
Tolong aku
Tolong aku
Pengawal Hur.
Sung Han, akan pasang bom di tempat ini.
Kau keluar dulu, jika selesai aku akan menyusul.
Aku akan mengalihkannya.
Cepat.
Bagaimana aku bisa biarkan kau sendirian?
Tak ada waktu lagi, Myeong.
Tolong bantu
Ayah...
Myeong, ayahmu ini tak akan pernah membiarkanmu mati.
Tolong, cepat pergi.
Dasar keparat!!
Pengawal Hur.
Ingat tidak saat pertama kita bertemu?
Bagaimana aku bisa melupakan momen saat pertama kali bertemu denganmu?
Kalian berdua saling tatap muka begitu,
Apa kalian senang.
Ayah, bom sudah terpasang.
Ayah... Ayah...
Buruan.
Cepat.
Lari.
Lari cepat
Bagaimana ini?
Kakak, apa yang kau lakukan?
Cepat pergi.
Buka pintunya.
Buka pintunya, kak.
Cepat pergi.
Tolong jaga, Myeong.
Kakak.
Itu perintah.
Paman, ayah bagaimana? Paman.
Tak ada waktu lagi, lari.
Paman, ayah bagaimana?
Lari aku bilang.
Paman, paman, paman
Paman, ayah bagaimana?
Ayah...
Ayah... Ayah...
Ayah...
Ayah.
Ayah.
Kakak.
Ayah...
Ayah, bangunlah.
Ayah...
Ayah, bukannya kau tak akan membiarkanku mati sendirian kan?
Ayah, bangunlah.
Ayah... Ayah...
Hentikan, sakit tau.
Ayah...
Kita masih hidup.
Demi melepaskan diri dari ancaman monster menakutkan itu,
Akhirnya Raja Jungjong untuk sementara mengungsi dari istana Gyeongbokgung, .
Setelah selang waktu 3 tahun akhirnya kembali ke Gyeongbokgung.
Raja Jungjong, 16 Juli tahun ke 25 pemerintahan , Dinasti Joseon
Kau sibuk dengan pekerjaaanmu, kenapa keluar?
Aku buatkan nasi kepal dan aku siapkan obat-obatan yang kau butuhkan.
Gunakan obat itu sesuai resep.
Baiklah, aku paham.
Kita sudahi pamitannya, cepat masuklah. Sana..
Jangan terlalu khawatir
Aku akan selalu ada menjaganya.
Kau lah yang lebih aku khawatirkan.
Cepat, sana.
Ayah saja yang pergi dulu.
Jika kau masih sehat, Yang Mulia pasti menjadikanmu pengawal utamanya.
Kenapa pula kau malah pulang?
Apa aku perlu alasan untuk pulang ke rumah sendiri?
Ya ampun, dasar.
Oh ya, Hyung.
Tapi bagaimana caranya kau bisa selamat dari ledakan itu?
Tepat sekali! Orang macam kita, tak akan mudah untuk dikalahkan.
โ SAMPAI JUMPA DI FILM YANG LAIN - - ANYEONG โ
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.