Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Bagikuy
Edited at https://subtitletools.com
"Aku ingin bahagia bersama Hijiri-chan".
"Juni 2015"
"Itulah yang aku pikirkan sepanjang waktu."
"Aku ingin tahu apakah ini yang disebut sebagai kisah kelam."
Mengapa kamu membantuku...
... dan menjagaku seperti ini...
Karena kamu terluka. dan aku Wali Kelasmu, sudah sewajarnya, kan?
Apakah hanya karena itu?
Tidak, ini tidak baik sama sekali.
Sebenarnya...
...aku mempunyai seseorang yang aku sukai.
Karena itu...
Aku ingin beli sesuatu di indomart...
Ah, kamu lapar? Kurasa aku punya sesuatu untuk diminum...
Aku akan pergi membelinya.
Kuroiwa-kun, aku pikir lebih baik jika kita pergi bersama...
Nah ini, ada oleh-oleh untukmu.
- Terima kasih... - Maaf karena mengejutkanmu.
Entah bagaimana aku hanya ingin melihat wajahmu, Hijiri.
Hijiri, teleponmu berdering.
Ah, tidak, tidak, syukurlah kalau egitu.
Oke, saya tutup dulu.
Bohlamnya mati ya.
Oiya... kamu mungkin mendengarnya sebelumnya ketika aku mengatakan Kuroiwa-kun.
Aku mendapat telepon dari ibunya.
Dia bilang dia akhirnya bisa menghubungi putranya.
Oh, jadi begitu.
Yah, aku terkejut. Ketika aku mengemudi sebelumnya, aku melihat sepedanya jatuh di sisi jalan.
- Dan kakinya terluka... - Oke, sudah selesai.
Sudah selesai.
Hijiri.
Aah. Aku sangat merindukanmu.
Aku juga.
Apa itu? Dia orang dewasa...
... tampan, dan mereka terlihat serasi...
Tidak ada ruang bagiku untuk masuk.
Itu seperti melompat ke dalam api...
Akira.
- Dimana lukamu? Biarkan aku melihat lukamu. - Tidak, tidak, aku bisa melakukannya sendiri.
Tidak apa-apa, sungguh.
Kamu baru saja pulang lebih awal sesuka hati selama festival atletik, kemudian kamu terluka...
...Kamu menyebabkan masalah bagi gurumu.
Hei, apa yang terjadi?
Taruh sini aja.
Bagaimana.
Tidak berhasil. Tidak peduli berapa kali aku bertanya...
... dia tidak akan memberitahuku apa yang sebenarnya terjadi.
Apakah dia masih kesal tentang surat itu sebelumnya?
- Hei tunggu! Kamu kenapa sih... - Ini dari Ayah.
Kembalikan saja! Ayolah, kamu tidak akan mengerti!
Aku tidak tahu...
Soal gurunya, dan tentang entri dengan semua kehebohan yang mereka sebabkan juga...
Kamu terdengar seperti Orang tua yang galak sekarang.
Aku kira tidak ada lagi yang bisa aku lakukan selain hanya melihat apa yang akan terjadi...
- Apakah kamu tidur dengan nyenyak? - Ya, entah bagaimana.
Maaf, aku hanya punya satu bantal.
Sepertinya aku harus pergi untuk membeli bantal lain. Mungkin aku akan pergi ke IKEA membawa mobil...
Apa ini?
Mungkin... itu dari muridku kemarin.
Aku taruh dalam dulu ya.
Aah, cuaca yang bagus.
Sepertinya begitu.
Kamu menggangguku jika melakukan ini. Jadi tolong berhenti.
Dia benar.
- Pagi. - Pagi.
Selamat pagi.
Selamat pagi.
Selamat pagi, Kuroiwa-kun. Kaki Anda, apakah kamu sudah baikan?
Selamat pagi.
Sampai jumpa.
Selamat pagi.
Aku mengucapkan selamat tinggal padanya sekarang.
3 malam dan 4 hari belajar.
Kami memulainya tahun lalu dan itu sangat populer...
- Di antara orang tua, kan? - Aku dengar dari senior, itu seperti neraka.
Bukan begitu. Ini seperti surga. Seperti belajar disurga.
- Tidak ada surga seperti itu. - Tunggu... kita akan belajar selama 10 jam sehari?
Kalian bebas untuk bergabung atau tidak, tetapi aku sudah mendapat permintaan...
... dari lebih dari separuh siswa di kelas ini.
- Ini seperti sekolah yang menjejalkan. - Tidak, aku tidak akan bergabung!
Kami tidak akan melakukan study tour tahu, Itu sudah tertulis disitu.
Tema tahun ini adalah "Kemandirian dan Mengontrol Diri".
Kalian harus membuat program studi dari inisiatif kalian sendiri.
Dengan bergabung, kamu dapat membangun motivasi diri semacam itu.
- Sangat cocok untuk Kokonoe. - Ya aku setuju.
Cocok banget...
"Sepertinya xxxiwa memberikan ikat kepalanya ke Suenaga"
Gosip Kuroiwa keluar lagi.
- Ikat kepala? - Apakah itu benar?
Yah, dia tidak akan memberi tahunya meskipun kita bertanya.
- Tapi sepertinya itu terlihat nyata. - Lu ya yang nulis itu?
- Apa? Bukan gua keles. - Terus siapa donk?
- Kokonoe, lu yak? - Gua? kagak njir!!!.
Ah, ini benar-benar membuatku kesal.
Di mana Kuroiwa?
Dia sudah pulang sekarang.
Kuroiwa!
Aku pikir akan lebih baik jika kamu bisa realistis dan melihatku.
Lupakan Suenaga dan mulailah menjalin hubungan denganku.
Meskipun kamu mengatakan itu...
... Aku tidak menyukaimu, Iwasaki.
Tidak apa-apa. Aku akan baik-baik saja kok.
Hei! Katakan sejujurnya, cepat!
Hei, Awas ya lo, Liat aja lo nanti.
Apa maksudmu kamu pacaran? Hei!
- Dia nembak lu? - Apa?
Tunggu, apa yang kamu lakukan?
Tunggu!
- Aduh dingin! - Sialan, lu ngapa sih?
Sakit njir!!!
Hei, tolong keluar sekarang juga!
Sensei, Kuroiwa punya pacar!
Dia berkencan dengan Iwasaki sekarang!
Kokonoe, diam! Apa yang kamu katakan, bodoh ?!
Runa-chi, selamat!
Sejak kapan? Sejak kapan?
- Hentikan! - Oh ayolah!
Apa ini?
AKu seharusnya bersyukur, bukan?
Sebagai gurunya.
Aku mengerti. Hentikan sekarang juga.
Ayo cepat, cepat ~
Sudah cepat, kalian berdua tolong keluar dari sana.
Chugakusei Nikki
Temui Aku Sepulang Sekolah.
Subtitle indo by @BiskuitOreo&English Sub by AOIHACHI @D-addicts Thanks J-Raws.me for RAW.
Aku seakan terdiam, dan berkata "Huh?".
Jadi dia bisa cepat berubah, ya?
Dari "Sensei, aku menyukaimu, aku menyukaimu!" sekarang jadi "Aku punya pacar!"...
Cepat juga berubahnya. - Yah, tapi itu kurasa itu bagus.
Maksudku, itu akan merepotkan jika dia terus seperti sebelumnya, kan? Jadi itu justru melegakan.
Tapi tetap saja, gimana ya bilangnya? Entah bagaimana...
... itu masih membuatku bertanya-tanya.
The Heisei Boy, bukan? Baru-baru ini, semua anak muda seperti itu. * Catatan: Periode Heisei: 8 Januari 1989 - 30 April 2019
Entah bagaimana mereka dangkal, berbicara terus-menerus. Tapi itulah yang membuat mereka mengemaskan.
* Catatan: Periode Showa: 25 Desember 1926 - 7 Januari 1989
Jadi kita, sebagai wanita dari era Showa, harus lebih ketat dan siap menghadapinya.
- Yah, aku lahir di era Heisei. - Ah masa?
Ini batasnya. Showa tahun 64, Heisei tahun 1.
Tolong jangan melewati batas ini.
Hei, kamu menyeberang begitu saja. Jangan konyol, ya.
Ini bukan waktu untuk bermain tahu.
Jadi sepertinya Shotaro tidak menyadarinya sama sekali.
Soal kapan Kuroiwa-kun ada di sini sebelumnya.
Ketika aku berpikir untuk menyiapkan mobil untuk mengantarnya kembali...
Bel berdering dan Shotaro tiba-tiba muncul.
Selain itu, aku berkata "Kuroiwa-kun"...
- Apakah kamu baru saja tertawa? - Gak kok.
Kamu pasti berpikir, "Gadis bodoh ini benar-benar menarik", bukan?
Kamu membocorkan suara hatiku.
Tapi sepertinya Shotaro-san tidak menyadarinya.
Menjadi begitu kasar seperti itu, aku kira dia agak bodoh.
Tetapi untuk menikahi seseorang yang sedikit bodoh seperti itu adalah pilihan tepat untukmu.
Karena jika tidak, kehidupan sehari-harimu akan sangat sulit, bukan?
Itu bagus, kan, Shotaro? Kamu terus menerus menjadi lebih baik.
"Osaka"
- Kamu pura-pura? - Ya
Ini adalah pertama dan terakhir kalinya aku pura-pura tidak mendengar sesuatu.
Meskipun kamu mendengarnya dia memanggil pria lain, "Kuroiwa-kun"?
Itu adalah langkah pencegahan krisis.
Dulu, ketika aku mendaki gunung, aku digigit lintah.
Pada saat seperti itu, kita tidak perlu panik.
Kita harus tenang, tuangkan etanol sehingga bisa dihilangkan.
Apa yang kamu bicarakan?
Penting untuk tidak segera bereaksi terhadap sesuatu.
Pada akhirnya, Kuroiwa-kun itu hanyalah muridnya.
Siswa? Ah, yang ini?
Apakah ada yang seperti ini?
Bagus sekali. Ada beberapa informasi lain juga.
"Apakah pasangan Hijiri-chan, T-san memiliki perasaan padanya?"
Ah, "Hijiri-chan diantar sama seorang pria".
Tidak mungkin!
Sebenarnya, ini kamu sih, sebenarnya. Hijiri-chan mengemaskan.
Yah, Haraguchi-san...
Tapi tidak ada asap tanpa api, kan?
- Kawai. - Ya?
Ada hal yang disebut pertanda.
Ketika kamu mulai berpikir bahwa ada sesuatu yang aneh, itu adalah pertanda. Sebuah tanda.
Apakah itu terjadi padamu juga?
Ya, kamu benar.
Aku ingin melakukan takopa.
Takoyaki?
Kuy kita Tacos party, ayo buat beberapa tortilla.
Beberapa entri lagi muncul. "Saat yang menentukan!"
Aah, itu karena para siswa benar-benar suka rumor semacam ini.
Pasti ada seseorang di balik artikel belakangan ini. Tapi siapa?
Jangan salah paham, tapi...
... Aku ingin mendengarmu juga.
Apakah kamu memiliki rasa bersalah?
Maaf?
Digospikan dengan Kuroiwa-kun seperti itu...
... apa kau tidak memikirkannya?
- Tidak kok. - Yah, itu pasti, kan?
Suenaga-sensei dengan tekun datang ke sini untuk mengajar sebelum dia menikah...
... dan dia sudah punya tunangan. Rumor ini sama sekali tidak benar.
Aku akan meminta mereka untuk menghapus ini.
Ini adalah tes sains dari beberapa hari sebelumnya.
Nilainya tinggi sekali!
Saya sengaja membuat pertanyaan terakhir menjadi sangat sulit.
Kesulitannya adalah pada tingkat yang sama dengan ujian masuk sekolah menengah. Ini adalah pertanyaan tentang periode orbit Venus.
Satu-satunya murid yang bisa menjawabnya adalah Kuroiwa-kun.
Kuroiwa-kun!
"Hapus"
"Batal"
Lakukan yang terbaik. Semoga harimu menyenangkan.
Kuroiwa-kun.
Akhirnya aku menemukanmu. Kemana Saja Kamu?
Hmm? Ah, ini bukankah ini soal kamp studi...
Aku akan mengirimkannya nanti.
Kuroiwa-kun, apakah kamu belum menemukan SMA mana yang ingin kamu minati?
Akan ada sesi informasi tentang sekolah menengah di kamp studi.
Karena kamu pintar dalam sains dan matematika, dan juga kerajinan tangan...
... ada beberapa mata pelajaran yang dapat kamu pertimbangkan seperti ilmu industri dan teknologi, lingkungan, luar angkasa, atau biologi.
Sudahkah kamu mengisinya, Kuroiwa?
Ah, ya.
Itu karena yang mengajaknya. Aku ingin kita pergi ke sana bersama.
- Oh jadi begitu. - Ya
Aku senang mendengarnya.
Ayo cepat, atau kita akan terlambat.
- Sampai jumpa, Sensei. - Sampai jumpa.
Ayo cepat. Itu biologi tahu.
- Biologi? - Ya
Kuroiwa-kun, mari kita bicarakan tentang masa depanmu lagi nanti.
Tolong pikirkan baik-baik tentang pilihan sekolah menengahmu juga.
Ayo cepat, cepat! Ayo lari!
"Osaka"
- Apakah kamu terkejut? - Hijiri.
Kamu terkejut sekali.
Aku ada waktu luang, jadi aku berpikir untuk datang ke sini dan bertemu denganmu.
Ah, Hijiri-chan? Ada apa?
- Yah, ini... - Ah... apa kamu sedang mengerjakan sesuatu?
Kami membuat takopa.
Aah, pesta takoyaki, bersama karyawan kantor?
Tidak, hanya kita berdua.
- Ini taco. - Yah...
- Ah, bagaimana kalau makan bersama? Ayolah. - Haraguchi-san, situasinya sedang...
-... sebaiknya kamu diam gak kebingungan. - Aku minta maaf meminjam sandalmu. Ini aku kembalikan.
Silahkan masuk.
Patah hati?
Ya, dengan pacarnya.
Namun meskipun demikian, dia berperilaku seolah-olah itu bukan masalah besar.
Dia memang Ratu Es. Tapi ketika dia punya waktu luang...
... Tiba-tiba dia berkata, "Takopa", "Takopa". Dia orang yang aneh, kan?
- Siapa ratu es? Orang aneh? - Aku minta maaf.
Melihat. Kawai sedang mengumpulkan barang-barang seperti ini.
Dia ingin pergi berbulan madu bersamamu, Hijiri-chan.
Tolong hentikan itu. Kenapa kamu... hei...
Sini.
Hei, bukankah aku mengatakan bahwa aku ingin pergi ke sini sebelumnya?
Ya. Kamu bilang jika kita bisa pergi bersama...
... mari kita pergi ke tempat yang tidak biasa.
Mari kita pergi ke suatu tempat yang dekat, katamu.
Uruguay.
Saat kami melanjutkan persiapan, mari kita mulai.
Aku tidak mau.
Apakah kamu vegetarian?
- Bagaimana dengan ini? - Terima kasih.
Cheers ~
Apa? Sudah kosong.
Kawai. Beli lagi. Sekarang juga!
- Nha ini. - Lagi donk.
- Kamu banyak minum ~ - Aku kuat kok minum.
Aku dipindahkan ke Osaka, kemudian menjadi satu-satunya wanita di kantor, AKu harus mengelola orang-orang itu.
Aku bekerja sangat keras dan membuatnya mengkhianatiku.
Curang?
Ya. Awalnya dia berkata...
"Aku menyukaimu", "Aku mencintaimu", "Ini adalah takdir", "Berkencanlah denganku"...
Dia sepertinya sulit mendekatiku dengan mudah, dia mengubah sikapnya tiba-tiba.
Aku tidak tahan lagi. Hei, cepat, beli lagi!
Ah, oke, oke. Aku akan keluar untuk membeli lebih banyak.
Baik.
Tentang pasanganmu, apakah dia lebih muda darimu?
Ya. Riang, egois.
Apakah rasanya dia memanipulasimu?
Yah, aku tetap dewasa.
Ada banyak hal yang harus aku tangani, tetapi dia sama sekali tidak peduli.
Kami tidak bisa mengerti apa yang mereka pikirkan.
Ya. Kamu benar.
Kadang-kadang dia tiba-tiba muncul, mengatakan berbagai hal...
... tapi di lain waktu, dia tiba-tiba menghilang. Aku tidak bisa membaca apa yang ada di pikirannya.
Untuk menghadapi sesuatu seperti itu, aku harus bagaimana...
Apakah kamu memiliki pengalaman seperti itu?
Tidak tidak.
Tapi, kamu memiliki waktu yang sulit, bukan?
Baiklah, hari ini, mari kita minum.
Aku akan menemanimu.
Ayolah.
Nah ini.
Bos sudah berkali-kali aku mengecek nya, itu keliru.
Barang yang kami terima berbeda dari yang kami pesan.
Aku mengerti. Tolong tenang. Di saat seperti ini...
Ya, di saat seperti ini, kita... kita harus tenang, oke? Tenang.
Kamu juga. kamu harus tenang. Mohon Tenang!!!
Pertama, ayo minta toko kenalan kita jika mereka punya stok.
Jika tidak, mari...
Maaf, aku akan menghubungimu lagi nanti.
Akira, dengarkan. Kamu harus berkonsultasi dengan gurumu selama kamp...
... dan putuskan sekolah mana yang akan kamu minati.
Aku akan memilih yang lebih dekat.
Apa? Apa yang kamu katakan?
Kamu harus punya tujuan yang lebih tinggi atau kamu tidak akan dapat memasuki universitas yang bagus.
Tidak apa-apa meski aku tidak bisa masuk universitas.
Jika kamu tidak masuk universitas, apa yang akan kamu lakukan?
Aku akan menjadi pengrajin, membuat mebel. Seperti Ayah.
Ini adalah masa depanmu, jadi kamu harus memikirkannya sendiri.
Kamu tidak akan tahu apa yang akan terjadi nanti.
Baiklah kalau begitu. Jika kau tidak memberitahuku tentang Ayah...
... Aku tidak punya apa-apa untuk memberitahumu juga.
Setidaknya, kamu bilang pamit dulu kek...
Mari berfoto! Cheese ~
Sensei, terima kasih banyak.
Baik.
Hei, Lu tahu soal ini, kan? Itu lu, yak?
Siapa yang menulis ini sebenarnya? Siapa?
Kokonoe.
Pindah sana...
Oh, oke, oke, aku mengerti.
- Ya, sana pindah. - Anak baik.
Apa yang sedang kamu dengarkan?
Apa yang sedang kamu dengarkan?
Bolehkah aku mendengarnya juga?
Aah, jadi kamu mendengarkan lagu seperti ini?
Ah, tunggu, tunggu! Ah, maaf, maaf, maaf!
Hei, jangan dihapus! Tidak tidak tidak tidak!
Kami akan segera samapai, jadi bersiaplah.
Ayo ayo...
Pertama, kami akan menyimpan ponsel kalian.
- Aku juga? - Kamu juga.
Bagaimana jika ada keperluan penting?
Jika kamu membutuhkannya...
-... kamu bisa memberi tahu guru wali kelasmu. - Aku ingin memeriksa e-mail.
E-mail tidak akan pergi kemana-mana. Ayolah.
Tolong jangan lupa matikan ponselmu.
Bagi mereka yang sudah menyerahkan ponsel mereka, mari kita lanjutkan ke ruang kelas.
Beri aku teleponmu...
"ever seen" OK next one
"I have never caught such a big fish." Same as before...
"This is theโฆ"
Oke, sekarang tentang periode Asuka. Apa yang terjadi pada tahun 663?
- Pertempuran Hakusukinoe. - Reformasi Taika.
Ya, kamu benar. Selanjutnya, tahun 672.
- Perang Jinshin! - Reformasi Taika!
Kamu benar. Lalu bagaimana dengan 701?
Kode Taihou!
- Ya, kamu benar. - Hei, kapan Reformasi Taika terjadi?
Adakah orang di sini yang terus mengatakan Reformasi Taika?
Untuk mengulangi sesuatu sepanjang waktu, itu berarti kalian tidak melakukan reformasi apa pun.
Dalam hal ini, keberanian seperti apa yang dimaksud dengan 'keberanian'?
Tolong jelaskan itu dalam kurang dari 30 karakter. Kamu bisa mulai sekarang.
- Yay, UNO! - Kamu...
- Bikin kaget aja. - Permisi.
Eh bisa dateng kesini juga lu pada...
Hebat banget bisa sampe sini dalam penjagaan ketat seperti ini.
Yah, kita hanya melakukannya dengan cara biasa. Seperti ini.
Mau makan permen?
Jika kalian tidak tidur ketika aku datang ke sini lagi nanti, aku akan menghukumu duduk di lorong dengan seiza.
* Catatan: seiza ('posisi duduk yang benar') adalah salah satu cara formal untuk duduk di Jepang.
Serius?
Aduh, aduh, aduh...
- Ada postingan baru! - Apa?
Kami telah mengumpulkan semua ponsel mereka, kan? Seseorang harus menyembunyikannya.
Bahkan dalam keadaan normal, para siswa itu sudah gelisah tentang itu.
Mereka membuat pengakuan cinta bahkan di kamp belajar?
Tetapi dibandingkan dengan sebelumnya, mereka lebih tenang sekarang.
Yah, beberapa saat yang lalu...
... semua orang mengatakan barang seperti, "Mari kita jatuh cinta"...
... atau bernyanyi "Yang kamu butuhkan adalah cinta" di TV atau sesuatu.
Sini.
Berbicara tentang cinta...
... terutama tentang cinta yang terjadi di masa kecil...
... Itu hanya untuk melarikan diri dari kenyataan, atau hanya keinginan untuk diakui.
Para siswa harus menyelesaikan lebih banyak...
Ah, ini sudah larut, jadi mari kita...
Lebih baik memiliki target tertentu...
... dan saya pikir Suenaga-sensei sangat mantap soal itu.
Benar juga.
Dia sudah memiliki pasangan untuk menikah.
Tanabe-sensei, kamu harus lebih serius soal itu juga.
- Tidak, baiklah, bagi saya itu agak... - Kamu benar.
- Saya juga... - Baiklah kalau begitu...
... sejak lama, saya pernah mengalami masa-masa sulit antara pekerjaan atau pernikahan.
Saya melakukan wawancara pernikahan formal dan menemukan seseorang yang sepertinya cocok untuk saya.
Aah, cukup dengan cerita ini.
Tidak, tidak, tidak apa-apa. Tidak apa-apa.
- Kami pasti ingin mendengarnya. - Benarkah?
- Ya. - Tapi itu panjang.
Ini panjang banget loh.
Oh sial. Aku kurang tidur.
Yah, tadi malam, Shioya-sensei melakukan pertunjukan solo seperti itu.
Iwasaki-san?
Ada apa? Apakah kamu merasa mual?
Bukan begitu.
Apa ada yang salah?
SAYA...
... Saya ditolak oleh Kuroiwa.
Maaf.
Sepertinya aku memang...
...tidak menyukaimu.
Apa yang terjadi?
Bagaimana denganmu, Sensei?
Apa yang terjadi antara kamu dan Kuroiwa?
Tidak ada.
Kamu berbohong. kamu pasti berbohong.
Aku tahu itu, karena aku selalu melihatnya...
AKu sudah memiliki seseorang.
Aku sudah memiliki seseorang yang aku sukai.
Ini sangat menggangguku, meskipun kamu mengatakan seperti itu.
Apakah yang kamu maksud adalah pacarmu?
Ya.
Tapi kamu sedang berhubungan jarak jauh, kan?
Ya.
Jika kalian berdua terpisah, ada kemungkinan...
... bahwa kalian semua akan menyukai orang lain, kan?
Tapi aku percaya padanya.
Apakah dia juga percaya padamu?
Ya, dia juga percaya kepadaku.
- Terima kasih untuk hari ini. - Terima kasih banyak.
Maafkan kami.
Bagaimana kalau pergi makan malam?
Tidak hari ini. Terima kasih atas kerja kerasmu.
Sampai jumpa.
Tolong traktir beberapa daging untukku.
Hari ini, aku ingin makan daging terbaik.
Sampai proyek pelabuhan perdagangan di India dimulai, sepertinya jadwalmu akan sulit.
- Perjalanan bisnis, satu demi satu. - Apakah kamu ingin aku mengantikanmu?
Silahkan dinikmati.
Terima kasih banyak.
Yah, kamu ditugaskan hampir ke-semua perjalanan bisnis, bukankah itu melelahkan untukmu, Haraguchi-san?
Tidak, tidak sama sekali.
Itu bagus, sebagai gantinya. Aku punya waktu untuk itu.
Diskusi akan lebih lancar ketika aku melakukannya.
Dengan kata lain, Kamu berpura-pura.
Kamu berpura-pura menjadi wanita yang tangguh, seorang ratu es.
Sekarang aku bisa lebih mengerti dirimu, Haraguchi-san.
Aku bertanya-tanya bagaimana itu akan...
... jika aku berhenti bersikap seperti wanita yang keren dan lebih membuka diri.
- Nah ini. - Terlalu cepat.
Okay ~
- Bagaimana denganmu? - Maaf?
Berusaha terlihat baik sepanjang waktu, berpura-pura menjadi orang dewasa. Apakah kamu tidak bosan dengan itu?
Semenjak berpisajh dengan Hijiri-chan, sesuatu mulai terasa tidak sinkron.
Kamu berdua tidak bisa melihat apa yang sebenarnya dirasakan orang lain. Di saat seperti itu...
... tidak apa-apa bagimu untuk membuka diri dan berbicara kepadaku.
Ngomong-ngomong, jadi kamu bukan vegetarian?
Aku macrobian.
* Catatan: diet makrobiotik didasarkan pada masakan tradisional Jepang, diambil dari Buddhisme Zen
Aku makan apa yang ingin aku makan.
Oh jadi begitu.
Runa-chi tidak datang.
Ini salahmu.
Apaan dah? serem banget tampang lu.
Kuroiwa membuat Runa-chi menangis.
- Huh? Mengapa? - Buang saja.
Meskipun begitu Kuroiwa.
- Lu jahat banget sih! - Hei, itu berbahaya.
Apa pendapatmu tentang ini?
Ini semua buatan tangan, jadi itu adalah barang-barang yang unik.
Baiklah, saya akan menulisnya di sini.
Jika ada sesuatu...
Hah? Tunggu, apa... Boss?
Bos, apa kamu baik-baik saja? Bos!
Bos!
Ah, Suenaga-sensei...
Lu kira maaf doang bisa menyelesaikan masalah ini?
Sensei! Sensei!
Ini tidak akan berakhir hanya dengan minta maaf!
- Kuroiwa! Kuroiwa, hentikan! - Kuroiwa-kun, hentikan!
- Kuroiwa, hentikan! - Hentikan, Kuroiwa-kun!
- Apa yang terjadi disini? - Kuroiwa!
- Sensei! Sensei! - Hentikan!
Apa yang sedang kamu lakukan?!
- Tolong hentikan. - Kuroiwa-kun, hentikan!
- Hentikan! - Apa yang terjadi disini?!
Apa yang sedang kamu lakukan? Apa yang terjadi?
- Ini tak ada kaitannya denganmu! - Tidak ada hal seperti itu!
Untuk membuat keributan seperti ini...
... untuk apa kamu datang kemari?
Semua orang datang ke sini untuk belajar. Mereka semua bekerja keras dalam tugas mereka.
Tapi kemudian kamu egois menyebabkan masalah bagi semua orang...
Jika kamu tidak memiliki tekad seperti itu, pulanglah.
Mengecewakan sekali.
Sekarang adalah waktu yang sangat penting bagimu.
Kamu mungkin berpikir terlalu dini untuk memutuskan masa depanmu...
... tetapi dengan memutuskan sekolah menengah yang tepat, itu akan menentukan masa depanmu juga.
Ia bahkan bisa mengubah hidupmu. Di saat yang penting seperti ini...
... jika kamu tidak bisa melakukan apa-apa selain mengecewakan lingkunganmu...
...Kamu hanya akan menghancurkan diri sendiri pada akhirnya, tidak peduli seberapa jeniusnya dirimu.
Ini sangat mengecewakan.
Ayo ikut denganku.
- Apakah kamu baik-baik saja? - Suenaga-sensei juga.
Baik. Apakah kamu baik-baik saja?
- Sensei, aku akan merawatnya. - Tolong ya.
Sepertinya ibumu pingsan.
Saya mendapat panggilan beberapa saat lalu. Dia pingsan setelah bekerja...
... dan sudah dibawa ke rumah sakit. kamu harus pergi untuk melihatnya sekarang.
Suenaga-sensei, tolong atur untuk kepulangannya.
Baik.
Hei.
Apakah kamu tidak ingin memberitahuku apa yang sebenarnya terjadi?
Kenapa kamu melakukan itu pada Ebihara-kun...
Kereta akan segera datang. Naik ke kereta dan turun di stasiun terakhir.
Jofu-san dari perusahaan ibumu...
...ada di sana untuk menjemputmu. nah sini.
- Ya? - Suenaga-sensei...
Kami baru saja tiba di stasiun. Setelah dia naik kereta, aku akan kembali.
Aku mendengar soal itu sekarang...
... sepertinya dia adalah orang yang memposting entri itu.
Kamu tahu...
... entri yang terkait denganmu sebelumnya.
Rupanya Ebihara-kun adalah orang di balik semua itu.
Dia juga yang...
... yang mengambil kata sandimu semenjak kamu mulai bekerja di sini...
... dan mengirim e-mail mengunakan namamu ke beberapa orang tua.
Awalnya, dia memposting foto hanya untuk bersenang-senang.
- Michiru. - Ya?
- Selamat pagi. - Selamat pagi.
Dan reaksinya semakin besar...
... dan dia tidak bisa berhenti melakukan itu.
Ah... apa yang harus saya lakukan...
Ebihara, Dipanggil Sensei tuh. Ada beberapa koper yang harus dibawa.
- Gua perlu datang juga nih? - Ya
Kuroiwa-kun menemukannya, jadi dia berkonfrontasi dan bertanya pada Ebihara tentang itu.
Hei. Apa ini?
"Dia menjijikkan, tidak peduli seberapa banyak kamu melihatnya," "Dia sudah memiliki tunangan, tapi tetap saja dia pacaran dengan siapa pun"...
"Licik", "Wanita Jahat". Maksdu lu apa njir?
Maaf, semua orang benar-benar menyukainya...
... jadi itu sangat menarik. Tapi aku tidak akan...
Jangan bercanda!
Kau melukai Sensei dengan kisah-kisah buatanmu!
Kuroiwa! Kuroiwa!
Lu pikir minta maaf bakalan selesai apa!
Kuroiwa!
Kamu menyakiti Sensei seperti itu, itu tidak akan berakhir hanya dengan mengatakan maaf!
Kuroiwa!
Apa yang sedang kamu lakukan?!
Itu sebabnya, mari kita lupakan kasus ini.
Baiklah saya mengerti.
Terima kasih.
Apakah dia demam?
Biasanya ketika sekitar 35 derajat...
... dia bilang itu hanya demam kecil dan akan segera hilang.
Ibumu?
Aku menemukan surat itu.
Dari ayahku.
Aku tidak pernah tahu tentang itu sampai sekarang.
Dia tidak akan memberitahuku apapun tidak peduli berapa kali aku bertanya...
... Itu sebabnya sebelum aku pergi ke sini...
... kami bertengkar.
"Oh, aku mungkin melihatnya, aku mungkin melihatnya."
Apakah kamu tahu itu? Ini adalah tanka tua. Itu disusun oleh Saito Mokichi.
* Catatan: tanka adalah puisi Jepang 31-suku kata.
Ketika dia mendengar bahwa ibunya sedang sekarat, dia segera naik kereta uap...
... dan menyusun puisi ini di jalan.
"Oh, aku mungkin melihatnya, ibuku, dalam hidup, di Michinoku"...
... "berpikir, oh aku mungkin melihatnya, bagaimana aku bergegas".
Jika kamu bisa mengerti perasaan ini...
...kamu akan baik-baik saja. Karena kamu terhubung dengan ibumu, Kuroiwa-kun.
Tapi dia belum mati sekarang, kan?
Hah? Aah, ya. Ya, kamu benar, tentu saja.
Sepertinya dia menderita anemia karena terlalu banyak bekerja.
Ya, itulah yang Jofu-san katakan.
Aku minta maaf.
Itu puisi yang bagus.
Soal sebelumnya...
Tentang Ebihara-kun...
Kamu seharusnya tidak memukul orang lain...
... tidak peduli apapun yang terjadi...
... bahkan jika itu untukku.
Jofu-san akan menunggumu di stasiun terakhir.
Jofu-san akan menunggumu di stasiun terakhir.
Apa yang akan kamu lakukan pada liburan musim panas?
Aku harus melakukan pelajaran tambahan dan mengurus klub renang sebagai penasihat mereka.
Kemudian, aku akan pergi ke IKEA.
- Kalau begitu, aku akan pergi ke sana juga. - Kamu tidak bisa.
Jadi begitu.
Permisi.
Akira-kun, sebelah sini.
Akira-kun, Akira-kun.
- Bagaimana keadaan ibu? - Ah, Hijiri-sensei, halo.
- Bagaimana demamnya? Apakah dia sudah sadar? - Ya, aah, dia baik-baik saja.
Sensei.
Terima kasih!
Aah, akhirnya wajahmu terlihat lebih baik.
Terima kasih Tuhan.
Apakah kamu khawatir?
Tidak juga. Aku sudah mendengar bahwa ibu sudah baikan.
Ibu bermimpi...
Ketika kami pertama kali pindah ke kota ini...
... kamu sangat khawatir.
Aku ingat dia mengatakan hal-hal seperti, "Bu, apakah kita akan dirampok?"...
... atau "Bukankah kita akan tersambar meteor yang jatuh dari langit?".
"Kalau ibu meninggal..."
... "Aku akan sendirian".
Ibu yakin...
...sudah membuatmu khawatir.
Maaf.
Terima kasih atas kerja kerasmu. Sampai bertemu lagi.
Kamu melakukannya dengan sangat baik.
- Selamat tinggal. - Selamat tinggal.
- Selamat tinggal. - Selamat tinggal. Harap berhati-hati dalam perjalanan pulang.
Jadi dia sudah keluar dari rumah sakit?
Ya. Ibu Kuroiwa-kun baik-baik saja sekarang.
Tapi karena pingsan seperti itu, dia pasti membuat Kuroiwa-kun sangat khawatir.
Itu sebabnya dia menemaninya sampai stasiun terakhir.
Suenaga-sensei mengatakan bahwa dia khawatir dengan keadaannya...
... jadi dia memastikan dengan menemaninya sampai stasiun terakhir.
Dia orangnya seperti itu ya.
Yah, semoga saja tidak akan ada rumor aneh lagi...
Kalau dipikir-pikir, rupanya aku tidak punya rencana untuk liburan musim panas.
Ada yang bertanya kepadaku...
... Apa yang akan kamu lakukan pada liburan musim panas? " meskipun.
Sudah kuduga, ini terlalu jauh...
... itulah sebabnya aku berpikir untuk pergi ke Osaka.
Aku akan tinggal di tempat Shotaro-san dan menjadi istrinya...
... jadi itu akan menjadi seperti latihan untuk kehidupan pernikahan kita nanti.
Tapi pada akhirnya, kamu tidak pergi, kan?
Ya, kami tidak akan pergi ke IKEA pada akhirnya.
Tidak ada alasan bagi kita untuk pergi. Yang perlu aku beli adalah bantal untuk Shotaro-san.
Maksudku perjalanan.
Dari apa yang aku dengar, aku pikir kamu berbicara tentang apakah kamu akan melakukan perjalanan dengan Shotaro atau tidak.
Tentu saja kita suatu hari nanti. Mungkin pada bulan madu kita.
Tempat yang direkomendasikan Shotaro-san adalah Fray Bentos di Uruguay...
Hentikan saja, ya?
Hentikan saja.
Kamu sudah berbohong...
... sejak kamu bertemu bocah itu.
Mengatakan hal-hal seperti, "Dia hanya seorang siswa jadi tidak mungkin terjadi sesuatu di antara kita"...
... atau "Aku hanya mengobati lukanya", atau "Aku khawatir jadi aku menemaninya sampai stasiun terakhir"...
Kamu terus berbohong...
... bahkan pada dirimu sendiri.
Ah, Runa-chan.
Ada perlu apa? Oiya, sekarang Akira sedang...
...membeli obat di apotek.
Akira-kun sedang ditargetkan.
Aku tidak tahu berapa banyak yang tante tahu...
... tapi guru wali kelas kami Suenaga Hijiri melirik Kuroiwa-kun berulang kali saat di kelas.
Dia jelas menunjukkan bahwa dia tertarik padanya.
Dia bahkan pura-pura mengabaikannya hanya untuk menarik perhatiannya...
Dia secara terbuka memegang rasa persaingan terhadapku dan merayu Akira-kun.
Sebelumnya, ketika kamu pingsan, meskipun ia hanya bisa mengantarnya ke stasiun...
... dia sengaja menemaninya sampai stasiun terakhir jadi dia bisa bersamanya hanya di kereta.
Aku tidak tahu apakah itu karena dia seorang guru yang cabul atau dia punya masalah soal pernikahan.
Semua orang mengatakan hal yang sama. Wanita itu aneh.
Jika terus seperti ini, aku akan sangat mengkhawatirkan Kuroiwa-kun.
Hah? Sensei... apa?
Permisi.
Runa-chan! Runa-chan!
Apakah kamu mendengarkan? Biarkan aku memberitahumu ini.
Kamu tidak bisa hanya menghapus perasaanmu terhadap seseorang yang kamu sukai.
Kamu juga tidak bisa menyembunyikannya selamanya bahwa kamu sebenarnya tidak menyukai seseorang.
Tidak peduli seberapa banyak kamu mencoba untuk menyembunyikannya, kamu tidak bisa berbohong pada perasaanmu sendiri.
Aku mungkin tampak seperti ini tetapi...
... aku sepenuhnya mengerti itu.
Namun, dia mendengarkan apa yang aku ajarkan...
... dan bahkan berkata, "Terima kasih".
Itu membuatku merasa seperti...
... meskipun aku seperti ini, masih ada sesuatu yang baik tentang diriku.
Kemudian...
... sebelum aku menyadarinya...
... Tatapanku selalu mengikutinya.
Aku telah memikirkannya baru-baru ini.
Sesuatu terasa berbeda akan Hijiri.
Itu membuatku bertanya-tanya apakah ada orang lain...
Jadi kamu merasakannya juga?
Aku bertemu dengannya di tempat Hijiri.
Aku tahu dia hanya seorang siswa. Aku bersyukur soal itu.
Tapi tetap saja, aku punya kecurigaan jika ada orang lain...
Itu sebabnya aku berpura-pura.
Aku berpura-pura tidak melihat apa-apa.
Setiap kali kamu berbicara denganku, mengapa kamu selalu menarik diri kembali?
Itu menyakitkan.
Ini tidak benar.
Aku tahu ini tidak benar.
Dia adalah muridmu.
Kamu harus mengakhiri ini, Hijiri.
Aku mengerti.
Tidak akan ada lagi setelah ini.
Aku pasti mengakhirnya
Sampai bertemu di episode selanjutnya.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.