Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Polish
Punjabi
Quechua
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Welsh
Wolof
Yiddish
Yoruba
Zulu
Diterjemahkan secara manual oleh | Andi'sTujhuh dari situs download www.doduhikorea.tk
Situs alternative download: www.doduhikorea.tk
Hantu Menangis.
Kakak?
Kakak?
Hentikan bercandanya.
Kakak?
Kakak?
Kau sedang apa disitu?
Sekarang sudahi saja, ya?
Aku sungguh takut sekali.
Kakak.
Kakak?
Apa kau tak mendengarnya?
Arggh~
โ BISIKAN MAUTโ
"Kita percaya pada kemampuan pendahulu kita" SMA Mil Guk memenuhi syarat untuk ujian masuk kuliah.
Ruang Ujian (12)
Hei... Hei, Yeo Eun Ha.
Wali kelas memanggilmu.
Proposal yang kau ajukan, lumayan juga.
Tapi subjek kok tak ada.
Nilaimu bisa saja turun?
Ini sudah jadi pilihan terbaik.
Ada juga diskusi dan wawancara,
Apa akan sama dengan yang kau pikir?
Tak mau gunakan diskusi dan mendengarkan apa kata gurumu.
Iya.
Tapi...
Nilai ujianmu bagus, gurumu juga masih punya harapan.
Tapi kenapa jadi begini?
Embh?
Sana pergi, bilang Jo Woo Sung suruh kemari.
Ya.
Bocah ini.
Oke, inilah hidup kita yang indah.
Tampaknya senior kita baru saja menyelesaikan ujian masuk kuliah.
Sangar.
Yok, tunjukan sekolah SMA kita.
Beri salam hangat pada teman-teman yang pekerja keras ini.
Ini siapa ya?
Hari santai, apa yang kau lakukan, bung?
- Daftar jadi pegawai negeri, tak lihat?
PNS?
Oh, PNS.
Ujian masuk kuliah belum lama selesai dan menakutkan, kau masih harus belajar.
Hei, hei, Dasar.
Bagaimanapun juga percuma masuk universitas 4 tahun, tak punya kerjaan.
Lebih baik jadi PNS...
Mereka yang tak ingin ikut ujian masuk kuliah, sangat menentang kita saudara-saudara.
Dasar kuno, beri salam untuk dia saudara-saudara.
Helo~
Park Hae.
Park Hae.
Ah
Ah
Jung Yoon, Jung Yoon.
Oh maaf, maaf.
Ini mahal loh, jika kau rekam, kau harus bayar ada hak ciptanya.
Hak cipta karna merekam, tolol.
- Maaf - Apa yang kau katakan cukup temukan saja?
Ya sudahlah.
Seperti dugaan, peringkat pertama SMA ini yang terkuat kita.
Nona Choi Jung Yoon.
Ceritakan rahasia kecantikanmu yang kau miliki ini, coba katakan.
Gimana ya?
Merawat kulit secara teratur.
Jaga pola tidur.
Tepat dugaanku, penutupan luar biasa kan, saudara-saudara. Ya kan?
Begini, aku saja tak tidur karna ujian masuk.
Kau sempat merawat kulitmu,
Tapi Nona Choi Jung Yoon gagal ujian masuk,
Tolong dia ingat, ya.
Hahahaha
Kau ingin mati ya.
- Min Woo kita ada di sini.
Benar-benar mirip artis kan, artis.
Apa yang kau lakukan?
Hei, senyum, senyum, senyum.
- Pemirsa, apa kau percaya adanya Tuhan?
Aku bukannya gila, kenapa begitu?
Lihatlah keparat ini.
Dia memang tampan daripada diriku, tapi...
Tapi pintar joget, nyanyi juga mantap,
Dan yang terpenting adalah...
*S E N S O R*
Besar!
Ah, memang kenapa?
Ya kan, saudara-saudara. Bukan begitu?
Ok, baiklah. Eun Ha
Yang disini sang juara kelas. Temanku Eun Ha.
Eun Ha, yok wawancara sebentar.
Sampai kapanpun jadi model karakter
Memiliki postur yang mulia.
Teman sekelas kita, Eun Ha.
Tapi maaf ya, bisa kau pergi sana?
Oh, maaf.
Maaf, maaf
Tapi...
Dengan menyerah, hidup kita jadi indah.
Eun Ha.
Wow
Hei, lihat ini... Lihat ini.
Itu sudah jadi percikan air. Mau gimana lagi.
Tujuan pratinjauan kelas hanya bisa dilaporkan kembali ke kelompok ketiga sukarelawan.
Maaf.
Ini bukan akhir,
Dari sekarang, siapapun yang lebih baik bisa menyesuaikannya.
Anak lainnya suka main dengan berlebihan, jangan sampai ikut-ikutan.
Temukan jati dirimu dan pertahankan,
Sepenuhnya pasti bisa kau pahami..
Paham kan?
Ya, aku tahu.
Kuperiksa, cetakan kualifikasi terakhir pada semester ini? Kok tak ada?
6/23/35
24 11 15 16 17
Belakangan ini kau dengar suara Joo Yeon lagi?
Tidak seru...
Hei, kau baik-baik saja kan?
Apanya?
Tidak,
Ujian masuk kuliah, kan berakhir.
Apa, kau mau nonton film...
Pergi ke tempat jauh...
Seperti kencan buta, pasti seru.
Kencan buta?
Kencan, apanya kalau aku?
Ujian saja tak tahan.
Hei, kau bilang begitu aku harus ngomong apa?
Kau kan bisa jadi idola terkenal.
Kau kan jagonya soal menyanyi?
Tapi aku tidak.
Bagiku, masuk kuliah tak ada lagi.
Cuma masuk kuliah, tapi...
Itulah aku...
Seperti orang bodoh.
Ayo pulang.
Hei.
Jangan sekali-kali mengeluh terpuruk ya...
Jadilah tegar.
Kau cuma harus sabar saja.
Jangan bilang hidupmu sudah berakhir juga.
Urus saja dirimu, bodoh.
Selalu saja ngomel.
Kau ini pendek, kau mau apa.
Dasar tiang listrik bertenaga tinggi, kau mau apa?
Panduan Berbahasa Taiwan
Kelas 9 PNS berkualitas
Aissh...
Sangat jelas kelihatan.
Sama seperti yang aku lihat kemarin.
Kalau aku gimana?
Negara paling maju di pusat Asia Timur Laut...
Tidak, tidak
Nona Choi, tapi tak ada lagi yang bisa aku sarankan padamu.
Apaan sih bilang saja?
Seleramu terlalu tinggi sepertinya sulit cocok denganmu.
Bukan apa-apa masih saja berlebihan.
Menakutkan, wanita memang menakutkan.
Hai, temanku.
Bisa diam tidak?
Suaramu berisik hingga aku tak bisa dengar. Mangkanya...
Harap perhatikan sedikit,
Woo Sung tolong ya.
Apaan bocah kuno ini, kau ini kecerdasan buatan ya?
Hei, Jangan berisik napa...
Jangan bilang kalau kita tidak diruang belajar.
Apa-apaan dia?
Penasaran?
Tidak agh.
Benar begitu, serang pertahanan.
Benar begitu.
Lewati, lewati.
Hei, hei.
Hah...
Gimana kau tahu cara memasukkannya?
Kang Min Woo, katanya kau bisa memainkan ini?
Bukannya aku itu mengajarimu begitu?
Jika kau bisa, caranya beda.
Seperti tidak begitu?
Hei, main sendiri sana.
Min Woo, kau nangis?
Hei, nangis, nangis, nangis?
Nangis apa, siapa yang nangis?
Masuklah, cepat.
Ah, sialan benar-benar berisik.
Hei, apa cuma kalian sewa warnet ini?
Hah?!
Pokoknya, anak jaman now memang tidak punya pikiran dan tak mengerti situasi pula.
Ya ampun.
Kalau mereka berisik, suruh diam jangan biarkan mereka maunya sendiri.
Sedang apa kau sekarang? Aku tak bisa konsentrasi. Aku tak mau kesini lagi.
Hei, aku temukan tempat bagus.
Ayo.
Park Hae kemari kau kampret. cepat.
Ah, kaget aku.
Apaan kalian? Aneh-aneh saja?
Seharusnya itu yang kita tanyakan.
Min Woo, kita bolos bersama hari ini.
Hah?
Wow, lihat bocah egois ini.
Bisa ya wanita melihatnya meski tertutup ya?
Ah...
Sakit tau.
Kenapa perempuan itu?
Saat pulang aku akan lihat semua dengan cermin.
Apa aku Putri Salju ya?
Omongan macam apa itu.
- Tertawa? - Yeo Eun Ha...
Katanya kau ambil ujian kuliah.
Kenapa tidak sekalian ikut ujian PNS saja denganku?
Bedebah ini, ngomong soal ujian PNS lagi.
Aku cuma kasih saran PNS...
Diam, sini kau.
Kau ini kenapa begitu padaku?
Ini bukan hasutan, cuma saran hadapi kenyataan.
Lihatlah, apa yang bisa dilakukan selama 4 tahun kuliah.
Lebih baik menggunakan waktu itu untuk siapkan ujian PNS yang jelas.
- Bocah-bocah, ceroboh ini masih bersama terus.
Hei, pembuat gaduh.
Bisa-bisanya kau mengikutiku seharian cuma menggangguku saja?
Bisa tenang tidak. Diam sana!
Memangnya apa yang aku lakukan? Gadis gampangan?
Apa kau bilang?
Tahu kan, kelihatan kok aku menarik perhatian kan?
Kenapa pula kau buka jendela mobilmu segitunya?
Ngomong apa kau? Dasar bedebah kalian.
Maaf, aku yang minta maaf padamu untuknya.
Ah, dasar.
Jika kau tak mau belajar, keluyuran saja. Cari kerjaan yang menghasilkan.
Apa yang kalian ingin kalau dewasa?
Aku ingin jadi PNS.
PNS?
Kalau kau ingin jadi PNS... Hei, bedebah.
Hei, kemari kau.
Hei, bentar. Kau juga apa-apan?
Lari.
Ya ampuan, apa-apa ini?
Tak ada yang lebih gila ya, selain ujian masuk kuliah.
Apa bagusnya main-main sepanjang waktu.
Karna cuma itu yang kita lakukan seharian.
Warnet, nongkrong, ngopi.
Selebihnya anak laki-laki, pergi main bilyar.
Bisa jadi para gadis, main bola bowling.
Hei, aku lapar. Makan daging bakar yok.
Terus, kita pergi ke pantai yok?
Laut?
Min Woo.
Apa ini?
Ini kakak perempuanku bersama teman facebooknya,
Foto-foto ini diambil belum lama ini sebelum pergi ke Gyeongpo.
Cantik kan?
Kan sudah turun salju disini.
Laut di musim dingin memang hebat.
Ah, aku akan sibuk mempersiapkan ujian masuk kuliah.
Tidak terlalu berarti pergi ke pantai untuk bermain dengan kenangan yang baik.
Ini saat musim dingin terakhir saat kita masih di kecil.
Jika kalian pergi begini, kalian pasti akan menyesal nanti.
Bagaimana Min Woo?
Kalau kau gimana mau kesana?
Yang ingin ngomong...
Bagaimana cara kita pergi kesana?
Apa naik bis?
Kau ngomong apa sih, ibumu punya bus TK kan?
Pakai itu saja.
Gila apa, bagaimana aku bisa pakai itu?
Memangnya kenapa? Itu bagus juga kok.
Sebenarnya, aku cukup injak pedal gas, terus jalan sih.
Oke, sudah cukup kan, ijin mengemudi Dong Il sudah keluar.
Park Hae, oke?
- Ada daging juga kan - Oke.
Min Woo.
Kau ikut juga, kan?
Tanpa dirimu, tak bisa.
- Ayo. - Ayo.
Ayo.
Sehari, dua hari ya.
Tak masalah.
Aku langsung siap-siap wawancara besok.
- Astaga -Eun Ha juga ingin ikut,
Tapi banyak hal yang harus dilakukan, gimana lagi?
Dia selalu terjerat masalahnya, mangkanya dia begitu.
Benar kan, Eun Ha?
Eun Ha?
Lihat ini.
Bukannya ini terlalu bagus kan.
Aku ingin kesana juga.
Lihatlah.
Kau selalu terlambat begini ya?
Aku gugup.
Aku foto ya?
Eun Ha? Tak bisakah kau ikut?
Jika kau katakan sekarang, ayo berangkat.
Ayo konsentrasi.
Jalan-jalan apaan?
Kalau kali ini kau tolak, aku akan mengabaikanmu lagi ya.
Ini kan permintaan terakhirku.
Sudahlah,
Lupakan.
Mana ada teman meminta...
malah sikapnya begini?
Bolos sekolah sehari saja,
nilaimu tak akan jatuh.
Pelit, semua diperhitungkan. Aku pergi saja.
Seperti itulah Ji Eun tersayang, jadi kupu-kupu terbang tinggi.
Seharusnya tak ku biarkan dia pergi seperti itu.
Sepi kendaraan kan.
Haruskah kau jalan lambat begini?
Perlindungan Anak.
Hei, hei, bahaya.
Tanpa SIM akan bermain trik.
Agh, yang benar saja.
Tak bisa,
Bedebah, kau...
Hei, hei, apa yang kau lakukan?
Hei, tolong hentikan!
Ributan terus, dasar.
Kakak, aku bantu buka ya.
Aku bilang jangan.
Emak, aku bisa mati ini.
Sudah kubilang jangan buat masalah.
Kapan terakhir kali ibuku perbarui penunjuk arahnya sih?
Hei!
Jangan tidur.
Jangan tidur.
Agh dasar. Min Woo?
Astaga.
Kenapa tak ada tanda satupun?
Hei.
Jangan tidur.
Cukup ikuti saja navigasinya.
Jangan merengek terus.
Dinginnya.
Tak ada jalan lain,
Terus saja.
Joo Dong Il?
Kau baik-baik saja?
Apa kau tak terlalu lama mengemudi?
Jangan pergi.
Kau kenapa?
Apa ada yang mengganggumu?
Jadi kau menyalahkanku kan.
Bukan begitu.
Ini tak seperti ini pada kelihatan awalnya.
Kenapa kau tak tahu cara mengubahnya?
Penunjuk arahnya, mau mati denganmu?
Siapa yang suruh ikuti penunjuk arahnya?
Apa kau yang bilang?
Kenapa kau begitu?
Apa kau bilang?
Tak dipercaya.
Kau yang bilang, kampret.
Yeo Eun Ha.
Siapa saja bisa berbuat salah,
Akui saja kalau salah.
Akui saja, oke!
Jadi kau bicara politik denganku?
Hei.
Kenapa ini?
Dia sangat menjengkelkan.
Aku tak mengemudi lagi.
Aku tak akan pernah tunjukkan jalan lagi.
Ogah!
Dasar, kampret ngambek.
Hei.
Apa sih?
Gua, gua.
Ada gua.
Ada taman hiburan juga.
Taman hiburan.
Apa yang terjadi?
Kapal bajak laut
Jangan ganggu.
Sepertinya ada di sana.
Cepat ambil.
Apa kata sandinya?
6456
Aku ambil ya.
Enxia pergi ke sana dan bergegas ke sana.
Eun Ha cepat pergi.
Tunggulah, Choi Jung Yoon.
Saat sudah jadi PNS.
Hei, hei...
Jo Woo Sung
Jangan bercanda, aku akan ku bunuh kau.
- Cepat, pergilah - Jangan bicara.
Ngapain kau disini?
Apa kau tak dengar sesuatu?
Suara?
Suara apa?
Jelas sekali aku mendengar suara orang.
Kalian berdua ngapain?
Astaga.
Bikin kaget saja.
"Hantu Menangis"?
Wow, ada juga tempat seperti ini di sini.
Tapi kalian berdua kelihatan aneh.
Selalu ingin sendirian.
Eun Ha, ayo pergi.
Memangnya kenapa?
Hei.
Tunggu aku.
Hei, tunggu.
Siapa yang suruh kalian masuk kemari?
Maaf.
Sepertinya kita salah jalan.
Apa yang sudah kalian pegang?
Apa saja yang sudah kalian sentuh?
Nenek
Apa nenek pemilik tempat ini?
Begini,
Kalau ini milik nenek,
Kita bisa berkata apa-apa.
Dilihat dari bajumu
Sudah pasti bukan.
Apa mungkin,
Nenek ingin bilang sesuatu pada kita.
Tak usah repot-repot.
Lagipula, kita mau pergi kok.
Hei,
Ayo pergi.
Cepat.
Jika kalian salah jalan, harusnya cari jalan keluar dan pergi kan.
Apa saja yang kalian sentuh?
Sampai sekarang, sekitar 20 tahun yang lalu...
Ada seorang CEO bernama Choi,
Ingin membangun taman hiburan ini.
Tapi,
Kenapa ngotot ingin membangun taman hiburan disini?
Tempat ini, katanya tempat para hantu berkumpul.
Pergilah sana!
Apa kau hantu itu?
Benar kamu?
Pegang mereka
Kamu ini
Apa maksudmu?
CEO Choi menggunakan gosip sebagai gantinya.
"Jalan menuju teriakan hantu"
Membuat hantu sungguhan yang menghantui.
Strategi itu dilakukan dengan sangat baik
Rumah angker itu sukses besar.
Didunia ini mana ada soal hantu sungguhan.
Tak mungkin satupun benar-benar bisa lihat hantu itu, kan?
Dia hanya menangkap mentalitasnya.
Saham turun dari 570 ke 25.49P dalam 5 tahun...
Cuma terjebak gejolak keuangan Asia.
Perusahaan-perusahaan terbaik bangkrut, mata uang Indonesia anjlokโฆ
Itu lebih buruk
Partai Park Tae Jun "bergabung dengan pasukan oposisi"
Karir CEO Choi gagal, yang lain juga gagal.
Kebangkrutan Hanbao Steel
Krisis "kebangkrutan" ekonomi Korea Selatan
CEO Choi akhirnya jadi gila.
CEO Choi yang gila memikirkan sebuah gagasan lagi.
Kalau hantu sungguhan, harus ada orang yang dibunuh?
Apa dengan itu dapat perhatian masyarakat?
Apa semua orang akan kembali ke tempat ini?
Lalu selanjutnya bagaimana?
Bagaimana apanya?
Membunuh istri dan putrinya dengan kapak.
Lalu bunuh diri.
Selesai.
Dari mana kau mendengarnya?
Apa itu benar?
Apa itu benar katamu?
Sebentar, dasar.
Agh, dasar.
Kasus pembunuhan yang dilakukan CEO Cui sebuah fakta.
Jadi,
Apa alasan kau tiba-tiba ceritakan ini?
Pertanyaan sangat bagus dan mantap.
Kau lihat pintu masuk tadi.
Suatu yang suram,
- Apa kalian rasakan sesuatu? - Merasakan apa?
Akhirnya, siaran langsung Jo Yoo Jung soal indahnya hidup. Alangkah dasyatnya, bukan begitu?
Ngomong kosong apa kau katakan?
Begini ya...
20 tahun lalu, tempat ini jadi berhantu dimana satu keluarga mati bunuh diri, gentayangan dimalam hari.
Bukankah itu bisa jadi bahan siaran langsung kan?
Jika kita tambahkan banyak materi, itu akan jadi legenda rutin.
Bagaimana dengan penginapannya?
Tapi soal itu tak akan tiba tepat waktu meski kita pergi sekarang.
Akan lebih gelap saat malam hari.
Benar.
Pantai kalau malam juga menakutkan.
Terima kasih ya sobat.
Bukan karna dirimu aku begitu.
Aku tak mau mengemudi saja.
Oke
Cepat, cepat sini.
Ambil posisi.
Posisinya yang bagaimana?
Taruh saja
Yang santai.
3 2 1
Aku rasakan sesuatu yang baik kali ini?
Apa?
Park Hae.
Persiapanmu bagus juga.
Berlagak seperti di film?
Park Hae?
Tidak pergi ke hotel?
Apa yang kau katakan?
Tak ada waktu lagi.
Ayo masuk.
Ayo.
Hati-hati ya.
Min Woo, berhati-hatilah.
Ini bukan gayaku, sungguh.
Aduh, kaget aku.
Tuan, tolong bangunlah.
Tuan, cepat bangunlah.
Segitu penakutnya kau jadi laki-laki?
Bodoh.
Kemarilah
Kaget aku.
Agh, dasar.
Lepaskan.
Kemarilah
Pak hantu pergilah, kita harus pergi ya.
Ah, dasar.
Hei, hei?
Benar kok yang kita katakan.
Kenapa juga kita masih ada disini?
Kenapa kau tegang begitu?
Bagaimana, aku ingin membantunya.
Jadi bantu aku juga dengan serius.
Tidak ada.
Dong il, nanti aku kasih kode.
Kau cukup berkedip saja.
Park Hae
Suara saat berolahraga.
Ah
Oke?
Jadi sekarang kau akan buat siaran langsung bohongan.
Kau ingin kita membantumu?
Siaran bohongan, bukan gayaku.
Apa pentingnya itu, sekarang.
Tolong bantu aku sekali saja.
Jika ini berhasil,
Aku abdikan hidupku untukmu selamanya.
Tapi kenapa kau buat kita masuk?
Membiarkan Min Woo bersama gadis-gadis,
Kenapa kita harus ditempat yang mengerikan ini.
Hei, jaga bicaramu kampret.
Mereka ingin promosi Sosmed,
kita tak bisa keluar, kan.
Tolong kepadamu kali ini.
Tolong bantu aku sekali saja.
Oke.
Kenapa masih belum datang?
Yeo Eun Ha.
Apa kau takut?
Jika takut, katakan saja sama kakak.
Kakak apaan?
Kau selalu saja menggodaku.
Hei, ulang tahunmu, Agustus...
Ulang tahunku, Mei.
Selisih 3 bulan, panggil kakak lah.
Panggil aku kakak coba.
Kau kenapa tiba-tiba begitu?
Panggil aku kakak coba.
Kakak.
Karna aku lahir bulan April.
Maka kau juga harus panggil aku 'Embak'.
Panggil aku embak.
Embak.
Pyu! (tunjukkan)
Pyu, apaan?
Apa semua siap?
Ini tak akan sulit.
Cobalah berpura-pura takut.
Ekspresinya juga.
Aku pura-pura tidak lihat, oke?
Apa aku sudah cantik?
- (sangat bagus dalam penampilan, tapi identik dengan "nakal")
Aku orangnya apa adanya sih.
Benar kan?
Kau memang mirip preman.
Benar kan?
Ayo.
Kencangkan
Ah, sepertinya anginnya sangat besar.
Tak apa.
Tak usah khawatir, ayo.
Ayo cepat.
Apa yang kau pikirkan?
Apa yang kau bicarakan?
Bercukur?
Apa yang kau bicarakan?
Hei.
Yeo Eun Ha.
Apa yang kau lakukan?
Berikan reaksi yang benar.
Semua orang lihat ke sana.
Kau lihat kesini,
Gambarnya tak cocok, kan?
Mohon bantuannya, ya.
Aku tahu.
Ayo, lagi, lagi. Oke!
Cobalah pura-pura takut.
Tak lihat apapun. Oke?
Ayo, ayo.
Ya ampun.
Apa lagi ini?
Agh...
Maaf.
Aku angkat telepon dulu.
Apa?
Kita pergi saja dulu.
Siaran langsung baru dimulai,
- Ke mana - Tunggu aku.
Oh, gagal total.
Astaga.
Apa segitunya?
Masih sebodoh itu?
Apa kita cuma diam saja, ya?
Kau biasanya penurut, tiba-tiba begini?
Apa kau pikir ujianmu sudah berakhir?
Nilaimu masih sangat buruk.
Ibu sudah baik padamu, kau keluyuran saja.
Keluyuran penting ya.
Maaf.
Melakukan hal semacam ini,\Nada baiknya tunggu sudah masuk kuliah.
Bisa-bisanya kau main sebanyak yang kau mau?
Tidak bisa ya, kalau kau tak bermain?
Ibu cuma ingin kau pergi sampai akhir kuliah.
Malah main dengan teman yang tidak berguna?
Sadarlah Eun Ha.
- Sekarang bukan waktunya untuk bermain... - Ibu
Tolong hentikan semua.
Ibu, aku juga manusia.
Kalau nilai ujiannya jelek, apa dia bukan manusia?
Berat bagiku rasanya sampai mau mati.
Biarkan aku mengatur napasku, sebentar.
Apa begitu juga salah? Aku begitu.
Eun Ha, cepat keluar dari sini.
Jangan dengarkan
Kamu...?
Bagaimana kau bisa kemari?
Ibu
Ibu?
Kau kemari dengan ibumu?
Ibuku...
Tak bisa aku temukan.
Dia kemana?
Hati-hati
Wow!
Suasananya tak main-main.
Wow.
Ini terlalu bagus kan.
Wow, apa ini?
Siapa yang buat wewangian ini?
Wow, aku sangat ketakutan.
Ayo keluar, yok?
Temanku,
Di tempat ini,
Rasakan seramnya yang merasukimu.
Aku ketakutan, aku takut.
Wow...
Oh, kakak aku ucapkan berterima kasih atas yang kau berikan.
Aku akan lakukan yang terbaik selama hidupku.
Aku sangat mencintaimu.
Apa ini lipsync?
Lipsync, apanya? Ya bukanlah.
- Oh ah - ah ...
- Oh, sial. - Sialnya.
Hati-hati, sebentar ya.
Sadarlah sebentar.
Apa saudara-saudara lihat babi besar ini?
Wow sial
Apa ini?
Ada sesuatu di hidung babinya...
Apa ini di hidung babi... Apa itu?
- Ah. - Ah sial.
Ini memang tak main-main. Iya kan.
Ah, apa ini?
- Ada apa. - Kakak.
Ah
Kalau begini aku ogah datang kesini.
Lama-lama aku mati sesak napas ini, dasar.
Oke.
Ayo.
- Min Woo. - Adegan berikutnya dimulai.
Apa apa?
Tidak...
Sepertinya aku dengar suara Eun Ha?
Apa kau tak salah dengar?
Aku tak dengar apa-apa kok.
Hei, Eun Ha.
Kita pergi duluan ya.
Kau dengar kan.
Ayo pergi.
Ayo cepat.... Cepat... Cepat! Ya?
Ayo pergi
Teman-teman.
Hai, semuanya.
Min Woo?
Ah
Halo?
Ya.
Eun Ha, kau dimana?
Aku hanya disana...
Dimana?
Jalan ke sana, ibumu ya?
Ya, pusat 119 di sini. Silakan bicara.
Ya,
Ada anak kecil yang kehilangan orang tuanya. Bisa kirim seseorang ke sini?
Kalau boleh tahu, itu dimana?
Sepertinya disini taman hiburan terlantar...
Kita sekarang juga ada didalam gua...
Bisakah kau berbicara lebih keras lagi?
Aku ada dalam gua...
Tapi maaf ya, disitu terlalu berisik, aku tak bisa mendengar dengan jelas.
Ini agak sulit, suruh orang-orang di sekitarmu sedikit lebih tenang.
Ya?
Apa maksudmu dengan...
Agh!
Ada apa?
Aku tak tahu.
Dia bisik-bisik saja?
Masih juga buat suara yang sangat aneh.
Sepertinya telepon usil.
Oh sial.
Kakak.
Bisa kalian rasakan napasku?
Sekarang, disini...
Kolam berdarah dengan adegan penyiksaan kejam.
Di sana...
Berdiri di sebelah bak mandi dan melihatlah.
Apakah ini sangat mengejutkan?
Ku rekam kau bilang?
Kau ini kenapa kakak, harus ya syaratnya begitu?
Baiklah.
Jung Yoon.
Biar aku saja.
Wow, itu namanya seorang pria mau melakukannya, seru bukan?
Wow!
Min Woo, keren.
Apa harus ya lakukan ini?
- Oh, ya ampun.
Aku kaget setengah mati, ampun.
Oh sial.
Kenapa kalian masih belum datang?
Sangat menyesakkan, sial.
Apa yang membuatmu merasa sangat senang segitunya?
Kau ajak kakak bercanda, ya?
Kalau terus melakukan itu,
Kakak nangis loh ya.
Wow, wow...
Ya ampun.
Lihatlah.
Wow, luar biasa.
Peringkatnya...
Sudah berapa kali ini?
Wow, matur nuhun, tengkyu.
Oke, selamat ya, jangan tidur.
Kaki mulai sakit,
Tidak bisa ya kau sudahi saja?
Sudahi apanya?
Apa kau tak lihat reaksinya masih bisa segini?
Tak akan bisa lagi kalau mesin tidak hilang.
Kau senang juga kan.
Saat kau tak lagi datang, kau tak akan datang lagi saat kau tidak lagi datang.
Cepat, cepatlah.
Cepat, cepatlah.
Wow...
Ayo.
Saudara-saudara, disini ada kotak kayu besar.
Terlihat seperti sesuatu...
Apa akan keluar suara-suara mengerikan?
Oh
Sepertinya aku dengar sesuatu?
Bukan ya?
Oh, aku dengar, aku juga mendengarnya.
Aku juga dengar, aku mendengarnya.
Tunggu sebentar.
Ini...
Seperti suara penutupnya terbuka.
Iya kan?
Oh, oh...
Saya mendengarnya, saya mendengarnya.
Itu suara yang ada di sana, kan?
Oh, oh ya.
Oh ya?
Oh, saudara-saudara, bagaimana ini?
Oh saudara-saudara, bagaimana ini?
Hah?
Oh iya?
Oh, kakiku sakit.
Apa yang sedang terjadi?
Hei, kok bisa begini.
Hei, hei, teman-teman.
- Hei, hei. - Jo Woo, kau. - Dong Il.
- Hei, hei. - Kau mau kemana?
- Hei, apa yang terjadi? - Kau tak apa-apa?
- Min Woo... - Hei, hei.
Apa itu akan terus saja...?
Entahlah, apa dia akan terus.
Hei, Joo Dong Il.
Hei, hei.
Tarik ini coba.
Coba bantu dia kubilang.
Hei, Jo Woo Sung, atasi ini semua.
Cepat tarik aku.
Dong Il, tunggulah sebentar.
Dong Il, Dong Il, kau baik-baik saja?
Hei, Jo Woo Sung.
Hei, Jo Woo Sung.
Hei, aku benar-benar akan mati ini.
Hei...!
Agh~
Mati aku, sialan.
Agh!
Min Woo.
Agh!
Woo Sung!
Teman-teman~
Dong Il?
Joo Dong Il?
Ini karna ulah, Jo Woo.
Salahkan Jo Woo.
Hei, Jo Woo
Sadarlah.
Kau ada telepon?
Sekarang... Kita harus bagaimana?
Apanya yang bagaimana?
Kita harus menemukan Dongri, lah.
Mau cari dimana...?
Pertama...
Ketempat pertama kali dia jatuh ke tanah, kan?
Aku mendengar suara yang jatuh ke tanah.
Pokoknya, cari saja.
Sebentar.
Ini... ini...
Apa yang kau lakukan?
Pikirku ini apa baik,
Kalau kita katakan ini siaran rahasia.
Terus kita mulai dari awal lagi...
Brengsek.
Hei, bisa-bisanya kau katakan ini dalam situasi begini?
Min Woo, kau ini kenapa?
Woo Sung.
Apa sejauh ini kau lakukan hingga kau mirip orang tolol.
Aku pikir kau ingin membuat teman-temanmu senang.
Tapi apa yang terjadi sekarang?
Dalam situasi begini, apa kau masih ingin melakukan siaran?
Kenapa kau bisa begitu padaku?
Bukannya kalian semua juga setuju?
Apa kau cuma...
Akan hidup seperti ini selamanya?
Bedebah egois.
Sial.
Min Woo.
Aku harus bagaimana?
Aku harus bagaimana?
Ah sial.
Mengatakan bahwa itu bukan siaran langsung palsu.
Hei?
Sepertinya tidak ada apa pun di sini.
Takut apaan, siapa yang takut?
Karena dingin karena dingin
Apa yang bergerak?
Apa yang bergerak?
Sial
Kaget aku.
Sial
Hah?
Apa yang bergerak ini?
Oke
Ya ampun.
Hei.
Apa kau bisa hidup?
Wow
Dia ubah wajahnya dan tak kenal orang.
Benar kok, ini bukan siaran rekayasa.
Setelah siaran langsung berakhir,
Nanti aku aku umumkan kalau ini sungguhan, dan ini siaran secara diam-diam.
Apa kau bisa melihat aku?
Agh.
Oh, apa ini?
Agh~
Tapi berapa usiamu?
9 tahun?
7 tahun?
Oh, 7 tahun.
Mirip Eun Seong-ku.
Eun Seong?
Kakakku. (kakak perempuan)
Betapa lucunya dia.
Jangan...
- Jangan dengarkan suara-suara itu - Apa?
Jangan dengarkan suara-suara itu
Tak bisakah kau terus dengarkan suara-suara itu?
Dengan begitu,
Mereka akan berpikir kau sama dengan mereka.
Ibu?
Kenapa memangnya?
Kakak...
Kakaka mau pergi ke mana?
Ayo main denganku saja.
Agh~
Sembunyikan, jangan memaparkan rambutmuโฆ
Teman-teman,
Aku terjebak di sini.
Tolong aku dan melaporkan polisi.
Kenapa tak kau jawab?
Sekarang tak apa-apa.
Mereka juga takut masuk ke sini.
Kamu siapa?
Tolong aku, biarkan aku hidup.
Tak apa-apa, tak apa-apa.
Lihat aku, kau tak akan kenapa-napa. - Kita akan baik-baik saja.
Kendalikan dirimu.
Dengarkan aku baik-baik.
Jika kau ingin keluar dari sini dan tetap hidup, kau harus bisa kendalikan dirimu.
Apakah kamu mengerti?
Aku juga terjebak di sini seperti dirimu, aku juga tak yakin.
Yang aku tahu,
Semua ruangan disini sangat luas.
Aku juga tak tahu apa aku sudah mati atau tidak.
Ternyata disini anak itu?
Sekarang aku akan tutup pintu secepatnya.
Secepatnya keluar dari sini.
Tidak ada yang bisa lepas dari musik
Bahkan orang yang hidup sekalipun.
Cari bantuan yang paling utama.
Ayo kita keluar secepatnya.
Tunggu sebentar.
Masih ada teman-temanku disana.
Kita harus keluar bersama.
Tetap saja, kau akan mati.
Kalau begitu, secepat mungkin cari teman-temanmu.
Tapi jangan bicara dengan orang mati mulai sekarang.
Kamu sudah paham kan?
Ayo cepat kita keluar.
Apa ini?
Min Woo.
Sepertinya tak ada di sini, kita keluar yok?
Aku sangat takut.
Hei, suara apa ini?
Apakah kamu baik-baik saja di Dongri?
Hei, ada apa denganmu?
Jangan...
Jangan, jangan mendekat.
Min Woo.
Sepertinya kita harus pergi dari sini.
Min Woo, tolong aku.
Aku sudah bersamaku, kau bersamaku.
Min Woo.
Min Woo.
Min Woo, menyelamatkanku.
Min Woo, menyelamatkanku.
Min Woo, Min Woo~
Ketemu.
Ibu?
Eun Ha.
Hati-hati
Sial
Apa itu?
Apa itu? Apa itu?
Jangan dibuka, jangan dibuka, jangan dibuka
Jangan dibuka, jangan dibuka
Tolong aku.
Jangan dibuka.
- Jangan buka - tolong aku.
Jangan dibuka~
Lagipula, mungkin sudah terlambat.
Tidak, tidak.
Kau harus sadar.
Bisa saja kita berdua akan tertangkap.
Eun Ha.
Kau baik-baik saja, kan? Tak ada yang terluka, kan?
Aku baik-baik saja, kok.
Kita lari dari sini saja dulu.
Yang lain bagaimana?
Dong Il sudah mati, yang lainnya aku tak tahu.
Pergi kemana saja kau? Katakan, segera kembali.
Apa yang kau bicarakan?
Aku suda menelponmu, kan?
Aku bersama kakak itu terus.
Kakak?
Kau kenapa?
Sekarang, siapa yang kau bicarakan?
Kakak yang disini...
Eun Ha.
Bangunlah, sudah ku bilang tak akan ada waktu lagi.
- Eun Ha? - Kakak?
Tanganmu?
- Eun Ha - Sebenarnya kau ini kenapa?
Pintu keluarnya di mana?
Kakak.
Kamu bicara dengan siapa?
Aku mengerti sekarang.
Eun Ha, sebenarnya kau ini kenapa?
Sadarlah.
Kalian berdua hantu, kan?
Kalian tak akan membiarkanmu pergi, kan?
Bagaimana aku berhasil bertahan sampai sekarang?
Tidak, tidak.
Tidak.
Tidak.
Tidak, tidak, tidak, tidak...
- Park Hae, apa yang kau lakukan disini? - Tolong aku?
Dimana orang lain, apa kau tahu?
Entahlah.
Jung Yoon, kita harus gimana.
- Park Hae, tadi... - Aku seolah mau mati.
Aku benar-benar mau mati.
Tapi, kenapa kau semakin banyak ngomong?
Dari tadi apa saja yang kau lakukan?
Sembunyikan, jangan memaparkan rambutmu
Jung Yoon?
Choi Jung Yoon?
Tutup mulutmu, jangan bicara padaku.
Apa yang terjadi padamu?
Choi Jung Yoon.
Jangan bicara padaku.
Choi Jung Yoon, apa yang kau lakukan, cepat buka pintunya?
Jung Yoon...
Tak akan ditipu olehmu...
Aku tak mau mati, karna tipuanmu.
Aku ingin pulang.
Aku ingin pulang, aku ingin pulang.
Lihatlah ke belakang.
Choi Jung Yoon, aku mohon.
- Choi Jung Yoon, cepat keluar. - Kalian sama saja.
- Teman-teman. - Teman-teman...
Pria besar
Jo Woo...
Bedebah ini, kemana saja kau?
Halo semuanya, bagaimana kabar kalian.
Kehidupan Jo Woo Sung yang luar biasa
Kita mulai dari sekarang.
Min Woo.
Awas~~
Keparat sial, lihatlah aku.
Benar, itulah wajah ketakutan yang sebenarnya.
Kau harus ketakutan, kan.
Tolong bangunlah.
Apa kau tak bosan?
Di belakang layar, jadi aku akan gagal.
Ingin sekali keluarkan matamu itu.
Akubgantung dilangit-langit.
Semua orang akan lebih takut
Min Woo?
Teman-teman?
Teman-teman?
Eun Ha?
- Kang Min Woo? - Eun Ha?
Datanglah cepat.
Kenapa? Kau harus wawancara dulu?
Kau mau pergi kemana?
Bukankah bagus bermain dengan perjalanan ini?
Apa kau mendengarnya?
Suara ini?
Tidak, tidak...
Bertahanlah sebentar.
Kita hampir sampai.
Kau mau kemana?
Cepat kemari ku bilang.
- Kemarilah, Min Woo.
Jika kau pergi, aku akan ku bunuh kau.
Yoo Sung, marah loh.
Hei, Eun Haโฆ
Pintu Keluar, Selamat Tinggal.
Agh, tolong.
Berhasil...
Enxia bisa dibuka
Enxia
Eun Ha, ayo keluar.
Kenapa kau bisa disini?
Apa karna aku?
Seberapa takut kau sendirian selama ini?
Aku juga penakut.
Tidak kok, cepatlah keluar.
Ji Eun.
Cepatlah keluar.
Jangan pergi, jangan pergi.
Jangan pergi.
Jangan pergi.
Ji Eun.
Ayo, pergi bersama.
Eun Ha.
Maafkan aku.
Apa-apaan kau, Eun Ha?
Jangan, Eun Ha.
Hei, Eun Ha.
Kemana kau?
Yeo Eun Ha.
Eun Ha~
Tidak, tidak, tidak.
Jalan Keluar (WAY OUT)
Min Woo?
Hei. Kang Min Woo...?
Sembunyikan, jangan memaparkan rambutmu...
Situs alternative download: www.doduhikorea.tk
Lagunya endingnya kalau versi Indonesia, semacam "Lingsir Wengi...", mungkin?
Terima kasih atas dukungannya selama ini dan yang cuma bisa bantu lewat do'a, kebagian terima kasih juga. Andi'sTujhuh dari situs download www.doduhikorea.tk
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.