All language subtitles for Monstrum.2018.by.AndisTujhuh

af Afrikaans
ak Akan
am Amharic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal) Download
pa Punjabi
qu Quechua
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Diterjemahkan secara manual oleh | Andi'sTujhuh dari situs download www.doduhikorea.tk

Situs alternative download: www.doduhikorea.tk

Film ini dibuat berdasarkan kisah yang terjadi pada tahun ke-22, Dinasti Joseon.

Pada tahun 1506, Perdana Menteri memimpin pasukan pemberontak untuk menjadikan Pangeran Jin Sung (Jung Jong) sebagai raja yang baru. Namun, hanya sebuah pengalihan untuk mengambil kembali tahta kerajaan.

Namun karna Raja Jung Jong yang lengah. Menjadikan seluruh negeri dalam kekacauan....

Tidak apa-apa.

Seharusnya pastikan dulu kita terjangkit atau tidak, Barulah kalian bunuh saja, bukan begitu.

Apa kalian tidak dengar? Tunggu apa lagi...

Bunuh semuanya.

Keparat kalian.

Biarkan anak ini hidup, dia tidak terkena penyakit, dia cuma anak kecil.

Aku mohon kalian tidak membunuhnya. Jangan bunuh dia.

Ibu...

โ€“ MONSTER โ€“

Semua rakyat memang bodoh, mangkanya mereka bingung.

Telah terdengar kabar yang terjadi atas suara aneh serta menakutkan.

Apapun kabar yang terdengar, bagaimana bisa begitu?

Kita tak usah bingung dengan itu semua, tentunya.

Ketika menemukan kebenarannya, mampulah menenangkan kebingungan ini.

Menurut sebuah buku tentang adanya rakasa di Gunung Renwang.

Juga bisa dikatakan sebagai hewan buas yang belum pernah ada yang melihatnya.

Makhluk yang ini juga bisa dibilang sebagai raksasa yang menakutkan.

Yang Mulia, anda jangan sampai goyah akan hal ini.

Meski sebelum kabar ini telah tersebar keseluruh rakyat.

Semua harus kita putuskan dengan tepat.

Perdana Menteri sudah tahu, kan.

Apa ini sebuah siasat? Apa itu yang ingin anda dengar?

Monster itu juga membuat rakyat resah serta mengancam keselamatan.

Itu juga pikir Perdana Menteri, kan.

Apa anda ingin menuduh saya?

Jika Raja tidak bijak, bencana akan selalu terjadi.

Kenapa muncul bencana seperti ini?

Raja sebelumnya telah rela anda duduk di takhta ini, bukan untuk membuat anda jadi begini.

Jika Raja sebelumnya benar, secara langsung aku akan selidiki semua yang meresahkan ini.

Bagaimana bisa saya berani.

Dasar, apa kau tidak bisa diam.

Apa aku berisik, terus bagaimana?

- Ya ampun. - Bukan aku kok.

Jika dari tadi kita tidak dapat kelinci satupun,

Kelihatannya rumor itu ada benarnya.

Rumor apa?

Munculnya makhluk aneh,

Memakan hewan ternak dan hewan yang lain juga.

Kau percaya omongan orang bodoh, dimakan makhluk aneh apaan.

Pastikan jebakannya, sana.

Itu bukan masalah jebakan.

Aissh...

Begini, tak akan ada masalah dengan jebakannya.

Aku sangat jago membuat perangkap.

Tempat ini terhubung dalam empat arah,

Keahlianku mampu membuat hewan pasti tergoda dengan umpanku.

Iiii... Ini lihat!?

Apa yang terjadi?

Seperti yang kau bilang, tidak ada masalah dengan perangkapnya.

Kakak, tolong.

Mengecewakan.

Sebagai seorang pemburu, kok bisa jatuh dalam perangkapnya sendiri.

Myung, bantu aku turun.

Myung, tolong aku.

Kakak.

Mana? Mana?

Bukan disini, sana yang sana.

Dimana kau bilang? Belakang? Sebelah kanan atau kiri sih.

Sebelah sini yang aku maksud, sisi kanan.

- Ya ampun kau memang tak peka sekali. - Kemari, kau.

Aku tidak bisa dengan dia, turunlah dan bantu tangkap.

Ikan macam apa yang kalian tangkap? Lebih baik aku cari sayuran liar saja.

Cepat, turun saja kemari.

- Aku siram air kau, ayo turun.

Lagian kau sudah basah, ayo cepat.

Ayo sudahi tangkap ikannya.

10 tahun berteman, masih saja tak tahu yang aku pikirankan.

Apa lagi yang dipikirkan oleh ikan?

Yaelah, kau ini.

Ayah, ada ikan besar sebelah sini.

- Di mana? - Disini.

- Di mana untuk menangkapnya - Di mana?

Disana!!

Berapa besar ikannya? Mana ada!

Ya ampun kau ini.

Aduh perutku, aku tak makan apa-apa. Kok bisa perutku sakit begini?

Sakitnya.

Kenapa? Ada apa?

Apa ada yang bunyi dalam perutmu?

Iya, seolah aku mau muntah.

Itu tingkat kemarahan dan terlama dalam air. Mungkin karna itu.

Oh ya?

Tabib bilang jika minum obat hangat bisa menghilangkan kembung juga.

Kenapa rasanya begini?

Jangan kau buang, minum habis obatnya.

Tahu sendiri perutku sedang lemah.

Bubur ikan baunya enak.

Itu bubur sayuran liar bukan bubur ikan.

Di mana garamnya?

Tak ada makanan di gunung, kita ke Hanyang saja.

Kalau ke Hanyang, apa makanan berjatuhan dari langit?

Disini ada sayuran liar, buah-buahan, ikan segar juga ada.

Aku kan sukanya daging.

Myung, pergilah ke ladang dan ambil lobak. Sana.

Cepat, minumnya.

Jangan bergerak.

Kenapa mengendap-endap dirumahku.

Jangan bergerak ku bilang.

Siapa kau, kenapa kau kemari?

Aku cari tuan yang ada dirumah ini.

Tuan? Tidak ada tuan di sini.

Bukankah yang tinggal disini, pernah jadi penjaga raja?

Penjaga raja? Apa itu maksudnya?

Dia yang selalu ada bersama Yang Mulia.

Pasukan yang terdiri dari orang-orang yang paling kuat dan jago bela diri.

Omong kosong, mana ada orang seperti itu di rumahku?

Apa maksud sebenarnya kau kemari?

Ada apa?

Kenapa berisik sekali?

Jenderal, aku penjaga yang melayani Yang Mulia.

Ya ampun, apa yang terjadi? Dasar.

Ayah, apa benar kau pasukan penjaga raja?

Benar, aku juga.

Kenapa kau yang jawab, mana bisa dipercaya.

Dulu tak ada yang bisa tandingi kehebatannya di Joseon.

Ya iyalah, setelah itu aku orangnya.

Orang ini memang pintar berbohong.

Menangkap kelinci saja tak bisa, apalagi bunuh orang.

Benar, kau salah orang.

Kita pemburu yang menghabiskan seharian untuk berburu.

Sudahlah pulang sana.

Yang Mulia...

Apa dia anak itu?

Apa kau masih membenciku?

Apa pengasinganku sudah cukup menutupi masalah ini?

Apa ini kemauan Yang Mulia?

- Anak itu. - Beraninya kau gunakan rasa kasihanmu untuk bandingkan dengan Yang Mulia.

Penghinaan.

Yang Mulia, anak itu akan dia dibawa.

Agar yakin tidak ada penyakit menular lagi.

Harusnya segera dimusnahkan.

Musnahkan.

Telah aku katakan siapa saja yang berbicara dengan orang yang telah tertular, mereka akan terinfeksi juga.

Kalian lihat.

Aku selamatkan anak ini dari sana dan datang kemari.

Aku tak infeksi dan baik-baik saja.

Kenapa Perdana Menteri merlihat seperti itu?

Itu semua hanya niatmu memicu pertumbahan darah didepan Yang Mulia.

Ini hanya untuk menyingkirkan kesetiaanku pada istana.

Hanya strategi konspirasimu, bukan.

Diam kau.

Demi Yang Mulia, apapun akan dilakukan.

Tangkap dia dan bunuh anak itu.

Hentikan.

Yang Mulia, demi anda...

Telah aku layani Yang Mulia dengan segenap hatiku.

Tolong ampuni hidupnya.

Pergilah, jangan kembali lagi.

Yang Mulia, kenapa kau jadi begini?

Jelas-jelas, langit akan marah

Di belakang Yang Mulia dan pengadilan

Jika kehidupan ini tak bisa ku pertahankan anak ini, apa gunanya pedang ini?

Aku ingin bersama penjaga yang bisa menjagaku dari mereka yang korup.

Tapi mereka malah memfitnahnya.

Mereka menyebarkan penyakit yang mampu merubah hati jadi begitu.

Dan kau menolongnya dengan ketulusanmu.

Mataku tertutup begitu juga mulutku.

Jika saat itu kau tetap bersama anak itu, kau pasti sudah tewas.

Aku tak mau lagi kehilanganmu.

Secepatnya mereka akan gunakan monster itu, biar aku goyah.

Aku tak ingin jadi raja mereka, melainkan raja bagi rakyatku.

Terimalah pedang ini lagi?

Kakak, kau sedang apa?

Ayo, ke Hanyang.

Hanyang? Paman, siap-siap.

Hei, begini?

Tidak begini.

Apa kau tak sadar atau gimana, itu tidak mungkin kan.

Ketika aku dalam masalah,

Kau selalu ada, aku sangat bersyukur.

Mangkanya kau juga penyelamatku.

Kau salah sangka.

Aku ingin hindari apa yang terjadi dengan arah itu.

Aku tak beruntung, tak seharusnya aku jadi bawahanmu demi sebuah kejahatan mereka. Apa-apaan ini?

Ampun deh, aku tak mengerti bagaimana aku bisa katakan ini demi kesetiaan.

Ayah. Paman, tunggu aku.

- Ayah. - Selesai sudah.

Tunggu aku, tunggu aku.

Ya ampun, sial.

Gunung ini kata mereka.

Maafkan, orang yang memprihatinkan ini.

Kenapa tiba-tiba turun hujan? Istirahat dan lalu pergi.

Gawat, gawat.

Kapanpun adanya hujan, apa saja akan muncul.

Disini bekas desa dan ada orang melihat...

Raksasa itu melumat tubuh harimau.

Aku sudah tahu...

Kau tidak dengar sesuatu?

Dasar gila.

Dasar manusia sialan, haruskah kalian kaget segitunya?

Dan apa lagi yang ditakuti, istirahatnya nanti saja.

Apa yang kau lakukan?

Apa benar ini Hanyang?

Ya ampun, anak itu sudah mati.

Apa-apaan ini, Hanyang kenapa begini.

Astaga ya ampun.

Ini ini. Apa bisa dimakan ini...

Ini sup nasi atau cuma mangkuk?

Cuma ini yang ada di kota?

Wow, cantiknya.

Anu, baru kali ini aku dengar?

Hanya ini Hanyang yang bisa dimakan.

Jenderal, kau sudah berusaha keras datang kemari.

Harusnya kau istirahat, tapi ada masalah.

Anu, apa tidak setelah makan saja?

Sialan.

Bibi, biarkan saja disini, aku akan kembali lagi.

Pembantaian, pembantaian.

Itu dewa besar yang terpotong. Banyak orang yang iri di gunung ini.

- Nona. - Hei, Myeong...

Gadis ini tak ada takutnya? Hei, jangan sentuh.

Bagaimana laki-laki bisa takut?

Mirip sarapan sup pagi. Sayang sekali.

Yang pertama para penjual obat.

Sekarang, banyak yang ingin menangkap monster itu untuk mendapatkan jabatan.

Mereka mati mengenaskan bagai terbakar api.

Adanya larangan penjaga ke gunung ini.

Sampai peramal juga.

Siapa yang temukan kejadian ini?

Apa kau melihat sesuatu?

Apa itu?

Makhluk aneh.

Ayah, tolong lihat ini.

Sepertinya ini dipotong dengan pisau.

Masih ada yang harus aku diselidiki. Pergi cari apa ada saksi lain.

Ya.

Hati-hati

Kenapa kamu mengejar gadis itu?

Dia tidak takut saat menjawab sesuatu yang aneh.

Aku rasa tidak begitu.

Siapa dia?

Kau buntuti orang itu, cepat.

Baik.

Apa itu? Apa?

Berhenti. Hei, kemari kau.

Aishh...

Teman-teman.

Ayo, kita makan.

Jangan begitu.

Kau juga makan.

Kau benar melihat monster itu?

Apa benar kau sudah lihat monster itu, aku tanya?

Kenapa kau bohong?

Kalau aku katakan itu pada anda, aku akan diberikannya makanan.

Siapa yang menyuruhmu melakukannya.

Tidak tahu

Apa karna kau lapar, haruskah kau berbohong soal monster itu?

Meski aku tidak melihatnya, monster itu memang benar ada.

Karena takut adanya monster, tak ada lagi yang bisa dilakukan.

Meski takut para pria juga tak bisa mendapatkan makanan selain ke gunung.

Aku tak temukan lagi saksi lain.

Bagaimana keadaan badan-badan lainnya?

Mirip dengan tubuh penyihir

Pergelangan tangan dan kaki mirip tubuh penyihir.

Ada bekas ikatan.

Siapa yang memberi makanan anak-anak itu?

Begini, aku tidak bisa menangkapnya, karna tiba-tiba melarikan diri.

- Monster... - Monster.

Tolong selamatkan aku.

Apa kau melihat monster itu?

Mereka semua mati.

Myeong.

Sudah mati.

Pastikan ada berapa banyak mayat.

Ya, aku mengerti.

Aku akan pergi dengannya.

Kau ini ngomong seenaknya saja.

Aku akan terus bantu cari mayat yang lainnya.

Ini...

Ini juga ada mayat juga.

Apa ada senjata yang bisa seperti itu, ya kak?

Bukan cakar binatang, begitu banyak luka dan lecet

Ini

Apa ini berlendir.

Sial... Kaget aku.

Bagaimana itu bisa bergelantungan?

Saat kau lihat mayat tak takut sekalipun, ternyata nona memang luar biasa.

Kau juga sepertinya pria yang manja, kan.

Tanganmu terlihat halus.

Darimana kau belajar kedokteran?

Digunung terlalu membosankan, sesekali aku baca buku-buku medis.

Dengan ini aku bisa jadi wanita medis di Huimin, itulah impianku.

Tuan penjaga, kau bisa menangkap tikus?

Tikus?

Ini mayat orang-orang dampak dari monster itu.

Lihatlah bentuk yang kekejaman ini. Monster itu hanya awalnya.

Bagaimana menurutmu?

Ini soal kemanusiaan.

Bekas luka ini diibaratkan cakar elang.

Dikenal sebagai nyanyian atau dering panah

Kumpulkan hasil penyelidikan mayat di TKP

Tubuh-tubuh ini hanya dipotong di lengan dan memiliki tubuh yang lengkap.

Itu berarti seseorang memotong kaki mereka. Itu maksudmu?.

- Tidak semua orang - Apa kau bilang?

Pedagang ini tewas setelah melihat monster itu dengan matanya sendiri.

Seperti yang Anda lihat, ditubuhnya ada benjolan yang aneh.

Di antara mayat tersebut, ada dua yang ditemukan seperti ini.

Yang lain tidak ditemukan keberadaannya.

Apa monster itu benar-benar ada?

Sebuah bakteri ditemukan dalam mayat yang disuntikkan ke tikus.

Setelah sekitar satu jam, akan timbul benjolan dan mereka akan tewas dalam waktu kurang dari setengah hari.

Ini lebih menular dari penyakit apapun.

Apa monster itu penyebabnya?

Bukan. Ini semua memang awal dari tujuan buruknya keadaan.

Monster itu, tidak ada.

Tidak, monster itu memang ada.

Meski takut, yang paling ditakuti rakyat, perasaan mereka tetap beranggapan Monster itu ada.

Hari berganti, secepat mungkin hadapi monster itu.

Pilih tentara dari Jeolla dan Gyeongsang menjadi satu yang aku pikirkan.

Bagaimana menurutmu?

Prajurit digunakan untuk mencegah peperangan, jika tentara ini dipindahkan

Takut menderita bencana yang lebih besar

Untuk menangkap hewan jahat, orang akan lebih gelisah.

Hanya untuk menyingkirkan keresahan sebelum mencarinya

Kalau begitu, diam dan cuma menontonnya?

Butuh waktu bagi tentara untuk bergerak, dan orang-orang akan merasa gugup.

Pertama, meminta bantuan di luar kota untuk mencari tahu. Bagaimana kalau begitu saja?

Itulah kekuatan untuk menangkap harimau, tidak perlu dilatih khusus untuk ini.

Perdana Menteri terus kukuh pendirian, seolah ini sekedar menangkap harimau. Bukan begitu?

Berapa banyak orang disana?

Ditambah total 700 orang

Tidak bisa begitu, tidak dikendalikan oleh tentara.

Tidak bisa membiarkan mereka memasuki kota

Apa kata Perdana Menteri ada benarnya.

Pindahkan dan tangkap harimau, lakukan penyelusuran.

Tapi hanya 100 dari mereka diizinkan untuk memasuki ibukota

Yang mulia

Untuk menentukan pasukan itu, dibutuhkan tiga hari...

Suruh pemimpin tim pencarian memasuki istana.

Butuh pencarian skala besar

Apa cukup menggunakan 100 orang saja?

Pasti tidak mungkin, 100 orang temukan monster itu.

Pastikan saja, kau inginkan dukungan pribadi.

Tim pencarian diperluas.

Bagaimana menurutmu?

Selama masa transplantasi, mereka dipanggil untuk melakukan tanding.

Cara menebus rasa sakit itu

Setelah mengatakan itu,

Jika rakyat ikut dalam pencarian secara mandiri,

Pasti bisa menenangkan rumor yang beredar.

Baiklah.

Tapi utamakan keselamatan mereka.

Titah raja! Tunduk dengarkan ini.

Suatu hal aneh terjadi di atas Gunung.

Mengancam keamanan negara kita

Karna itu, dicari pasukan untuk menelusuri Gunung.

Jangan tuan. Jangan.

Tuan, cuma ini makanan untuk sampai akhir musim gugur.

Jika Anda mengambil semua ini, bagaimana kita bisa hidup?

Berikan saja semuanya.

Jika kau terkena penyakit aneh itu,

Maka seluruh keluarga kita akan mati

Jika kalian tak punya uang, bergabunglah.

Kenapa berisik?

Ikut aku.

- Tuan - Jangan tuan, jangan.

Lebih baik bunuh saja aku sekarang.

Apa mati disini atau mati disana.

Cepat atau lambat, aku mati juga.

Bisakah mereka yang seperti ini menangkap monster itu, kakak?

Apa lagi anak itu?

Hei.

Kenapa pula kau kesini?

Hanya aku saja pria yang ada di rumah.

Berapa banyak makanan yang tersedia nanti jika kita ikut.

Cuma karma makanan kalian kemari?

Beri dia satu dan ambil bola nasi.

Sana, pulanglah.

Pulanglah, pulang dan makan ini.

Pulanglah dan bantu kakek ini yang pulang.

Cepat pergi

Pak tua, anda bisa pulang.

Tuan, aku dulu membesarkan banyak hewan.

Pencarian ini sangat sulit, tidak apa-apa?

Aku tidak akan menyusahkanmu.

Dunia ini kok bisa begini. Akupun tak tahu.

Kenapa dia bisa datang kemari?

Kau ketahuan.

Aku melihatmu aku bilang, Myeong.

Diamlah, berisik.

Kenapa juga kau sampai ke sini?

Ayah!

Apa kau kira ini candaan? Cepat pulanglah.

Jangan khawatir, aku lebih berguna daripada pria penakut...

Dari mana handuk bersih itu dapatkan?

Di rumah tuan penjaga.

- Tuan penjagal... - Apa?

Anu, tidak.

Nona sendiri ...

- Apa? - Kenapa wajahmu memerah?

Aku?

Aku bilang pulang cepat.

Para pasukan pemimpin telah datang.

Kau masih hidup ternyata.

Hidupmu itu sangat panjang bukan omongan belaka.

Percepat perjalanan.

Jika semua bantuan rakyat juga mengalami kegagalan,

Yang Mulia pasti akan marah padanya.

Kali ini jangan lari lagi.

Pasukan pencarian dimulai.

Beri langkah cepat.

Percepat perjalanan.

Jika kalian temukan jejak atau cairan tubuh, kalian harus laporkan secepatnya.

Pak tua.

Ayo, cepat kemari.

Jika tak ingin tertangkap monster itu?

Matahari akan terbenam. Pencarian hari ini akan berakhir.

Sepertinya semuanya juga sudah lelah.

Katanya monster itu sering muncul saat malam hari. Aku pikir lebih baik terus cari.

Oh, aku tak lihat apa-apa. Apa ada?

Hentikan

Apa kau takut?

Siapa yang takut.

Kau masih saja penakut.

... lalu cari, ah, temukan, cari

Kalau begitu... Ayah...

Sampai perjalanan ke sini.

Bahkan dadu biasa tidak terlihat

Aku rasa agak aneh.

Ayo mulai mencari lagi.

Aku sarankan pasukan mencari

Aku akan datang ke sini.

Anda bertanggung jawab atas sisi kiri.

Jika kalian temukan sesuatu yang aneh,

Saya akan menembakkan suar

Aku hanya...

Takut beberapa dari mereka tidak dapat kembali, itulah kekhawatiranku.

Setelah monster itu dipastian tidak ada,

Hanya itu pecah masalah utama rakyatku.

Demi membangun kembali keamanan negeri dari berbahaya.

Masihkah Yang Mulia beranggapan monster itu, akulah mengarangnya?

Dalam benak Perdana Menteri, siapa yang tahu?

Aku hanya percaya pada mereka.

Apa pak tua itu sudah gila?

Pak tua.

Di mana ini, aku jadi bingung.

Kemana pak tua itu pergi?

Apa ini?

Ayah...

Apa aku pernah ke sini sebelumnya?

Jendral, tolong lihat ini sebentar.

Belum pernah melihat jejak sebesar itu

Semua jejak kaki berada di arah yang lebih rendah.

Aku harus turun agar tahu itu.

- Persiapkan tali - Ya.

Senjata ada di tangan mereka

Mengapa membiarkan kami memimpin?

Cepat, cepat jalannya.

Jangan ada satupun orang

Bunuh semuanya tanpa sisa.

Apa yang terjadi?

Apa karna kita tidak mampu menangkapnya?

Mereka semua pembunuh seribu pisau.

Seharusnya sudah aku duga saat aku ikut pasukan pencarian ini.

Hati-hati

Kau cepatlah pergi ke kediaman Perdana Menteri.

-Ya!

Luncurkan sinyal suar.

Tanda adanya monster.

Ayah...

Tarik, tarik.

Ayah...

Kakak

Apa yang terjadi?

Kakak cepat naik.

Ayah...

Sangat membantu

Myeong kau tak apa, tak ada yang terluka?

Aku baik-baik saja.

Disini biar kita yang urus.

Kalian pergi dengan Myeong, cepat.

Laporkan ini pada Yang Mulia

Ya.

Itu hal yang bagus,

Kali ini kesempatan kasih pelajaran pada Jin Yong keparat.

Oh pinggangku

Sung Han, Sung Han, kau tak apa...

Jin Yong, keparat itu.

Diam-diam berburu untuk hari yang baik

Memalukan sekali muncul di depanku.

Ayah... Ayah...

Myeong.

- Ayah - Myeong... Myeong.

Sejak awal Monster itu tak pernah ada.

Untuk memperkenalkan tentara ke ibu kota, Perdana Menteri merencanakan kudeta.

Kenapa ini kau lakukan padaku?

Kenapa kau lakukan ini?

Meremehkan tujuan Yang Mulia

Meremehkan kehidupan rakyat

Apa kau pikir bisa selamat?

Masih percaya pada rakyat?

Mereka hanya percaya apa yang ingin mereka percayai.

Kau sudah lupa kejadian 13 tahun yang lalu?

Diterjemahkan secara manual oleh | Andi'sTujhuh dari situs download www.doduhikorea.tk

Hentikan, tutup mulut, bajingan sialan.

Apa kini kau sudah ingat?

Sejak awal aku aku sudah tahu.

Ayah...

Myeong

Keparat kau.

Kau akan mati di tanganku. Tak akan aku biarkan lolos.

Nona... Nona.

Nona, bangunlah.

Sadarlah, nona.

Tenang. Tenanglah.

Tenang, tenanglah

Kakak...

Luncurkan suar, agar Perdana Menteri tahu.

Monster itu muncul membunuh seluruh pasukan pencari.

Iya.

Karna sudah dilaporkan monster itu telah membunuh semuanya.

Jika kalimatnya disatukan,

Sudah pasti jendralnya juga harus mati. Bukankah begitu?

Kakak.

Luncurkan suar ke Istana Gyeongbokgung.

Apa maksudmu, monster itu benar-benar ada?

Jangan, jangan...

Apa itu?

Panahan.

Arahkan panah.

Halangi.

Kembali

Kakak.

Aku sekarang tidak bermimpi kan.

Sung Han, kau baik-baik saja?

Bukan mimpi, bukan mimpi.

Myeong.

Ayo.

Tolong aku

Myeong.

Myeong.

Dimana kau?

Myeong.

Myeong.

Myeong.

Sadarlah.

Cepat bangun.

Nona.

Ayah...

Iya, ini ayahmu.

Apa kau sudah sadar?

Aku baik-baik saja.

Syukurlah.

Sungguh syukur.

Yang aku lihat, benar monster itu?

Entah itu monster atau bukan,

Yang pasti kita bukan lawan kita.

Ayah....

Mayat ini,

Punya darah bernanah sama seperti mayat pedagang itu

Tidak hanya di sini

Semuanya di sini begitu.

Disini,

Sepertinya sarang monster itu.

Cepat laporkan pada Yang Mulia.

Jika monster itu di ibukota, bahaya.

Ayo pergi

Apa itu?

Kakak.

- Apa itu.

Pak tua?

Monster itu akan turun.

Lapisi, cepat.

Jika kau lapisi cairan itu, kita tak akan terdeteksi olehnya.

cairan ini?

Cairannya ada di sini.

Lapisi, cepat.

Agar aroma manusia tak tercium.

Ayo sembunyi.

Kemari

Sini sini.

Diam

Mata dia tak bisa lihat.

Dia hanya peka terhadap suara.

Lari cepat

Cepat.

Cepat, cepatlah.

Cepat.

Lari cepat

Ayah...

Ayah...

Kakak, cepatlah.

Tidak tidak tidak tidak.

Monster itu, benar ada.

Aku melihatnya dengan mata kepala sendiri.

Dia benar-benar monster besar.

Monster itu benar ada?

Monster itu bukannya ilusi yang aku buat.

Itu bukan ilusi.

Aku melihatnya dengan mataku.

Apa karena monster itu ada,

Haruskah aku takut?

Kalau monster itu ada,

Lebih gila lagi kan.

Teror besar akan membungkam satu orang,

Tapi jika teror jatuh ke rakyat,

Akan membuat rakyat marah.

Kemarahan itu,

Siapa yang mampu menghadapi?

Kemarahan akan membuat nama kita meluas.

Kalian semua, dengarkan dengan baik.

Serang ibukota sekarang

Biarkan ibukota menjadi lautan api

Perdana Menteri, kok bisa kau berpikir begitu?

Sampai kau begini.

Gunakan monster itu.

Gunakan monster itu, untuk mengendalikan raja.

- Apa ini?

Sepertinya mayat orang.

Ada monster.

Bukan menangkapnya, tapi menyerahkan diri?

Apa yang sebenarnya terjadi?

Semua mati.

Apa semua pasukan mati?

Apa yang terjadi ini?

Apa lagi ini?

Tolong selamatkan aku.

Kalian semua,

Mundur

Ini penyakit...

Menular dari monster itu.

Terinfeksi oleh penyakit

Apa itu benar?

Sebenarnya apa yang lakukan raja?

Kita semua akan mati.

Dulu juga pernah,

Jika penyakit mulai menyebar,

Raja akan membunuh semua orang.

Bagaimana boleh membunuhnya?

Tidak apa-apa?

Aku pikir kau sudah mati.

Kita pergi ke Gwanghwamun saja.

Jika kita tinggal dekat raja,

Apa itu tidak akan membunuh kita?

- Ayo pergi ke istana, - Pergi ke istana.

Yang mulia

Saya dengar monster itu muncul di gunung.

Pasukan pencari mulai pembakaran.

Jika memang monster itu ada,

demi menangkap monster itu,

apa harus memiarkan rakyat masuk ke dalam api?

Suruh semua prajurit di kota untuk memadamkan api.

Karna api telah membakar rumah,

Tidak akan cukup hanya mengandalkan prajurit jaga..

Segera beri tahu pasukan di istana,

untuk membantu pasukan patroli memadamkan api.

Iya, Yang mulia.

Apa yang terjadi pada para menteri pengadilan?

Dikatanya sedang dalam perjalanan sekarang.

Apa kalian baik baik saja?

Sebenarnya sampai mana ini membawa kita?

Kenapa lorong ini ada di istana?

Maksud ayah, lorong apa?

Ini lorong air yang dibuat saat istana dibangun.

Lorong air ini terhubung...

lurus ke kolam di luar istana

Pak tua,

Pak tua... - Apa ada yang mau ketahui?

Dimana ini?

Tuan, mohon bantulah.

Jika ada yang kau ketahui, beritahu kami.

Cepatlah.

Tempat ini

Ruang (kandang) penyesuaian.

Ruang penyesuaian?

Pemilik utama Yanshan, sangat menyukai binatang itu.

Jadi akulah yang membangun kandang di istana ini.

Mereka sebut 'Jojung Bang'. - Jojung Bang: kandang penyesuaian

Di kedalaman kandang ini,

dibuat berdasarkan persilangan dengan berbagai binatang.

dan merupakan aset yang sangat berharga.

Jika binatang itu dikenal berharga dan penuh kekerasan,

akan menyeberangi Dinasti Ming.

Dia dibawa barat kesini,

Dan aku penanggung jawab memberi makan hewan ditempat ini.

Disinilah aku bertemu monster yang masih kecil.

Dua mata indahnya yang terlihat bersinar.

Jadi aku beri nama Chorong.

Hari ketika Yanshan ditinggalkan

Prajurit membuat kekacauan sampai ke tempat ini.

Yanshan, memang pria gila.

Dia raja apa sebenarnya...

Apa yang masih ingin kalian dengar?

Hewan-hewan ini ganas, Yanshan

Akan mampu mengancam menteri pengadilan dan para sarjana.

Tak usah kabur.

Bunuh saja semuanya.

Dia yang mungil

Makan epidemi tubuh

jadikannya sangat ganas.

Yang membuat Chorong begitu,

Kitalah, para manusia.

Apa itu?

Dia datang.

Cepat.

- Pergilah. - Menaiki tangga.

Pergi ke halaman belakang

Sebelah sini.

Cepat.

Chorong.

Chorong.

Chorong.

Apa kau,

kau mengingatku?

Akulah yang buatmu begini.

Teruslah mengikutiku.

Iya, benar.

Kau sudah seperti ini.

Di sinilah kau dilahirkan.

Sebelah sini.

- Ayo kabur. - Kemana?

Pak tua.

Pemimpin rakyat datang.

Semua prajurit dengarkan.

Seberapa banyaknya mayat yang terinfeksi,

Pokoknya bakar semuanya.

Pastikan tak ada penyakit yang terus menyebar.

Untuk semua demi rakyat yang menderita kerugian.

Bebaskan beberapa barak untuk mereka hidupi

Bagi yang terluka,

gandakan perawatan untuknya.

- Terima kasih - Terima kasih.

Sekarang di kota

Tidak akan ada yang berpihak pada raja.

Sudah ku duga, pasti ke pihat Perdana Menteri.

Nona.

Sudah ada pengurangan hidup selama sepuluh tahun.

Menurun hidup selama sepuluh tahun

Apa kau baik baik saja?

Ini...

Bukankah ini aula raja?

Bagaimana tempat itu terhubung di sini?

Kalau begitu,

Pak tua tadi tepat di bawah aula raja, kakak.

Kita harus cepat.

Tidak ada waktu lagi.

Yang Mulia

Pemimpin pasukan pencari tiba.

Suruh dia masuk.

Kau telah berusaha keras,

Selama waktu untuk melapor pada Yang Mulia,

aku sudah menunggu kalian.

Apa maksudmu?

Ada monter itu, di bawah sini?

Yanshan, membangun lorong kandang dibawah tanah aula ini.

Untuk memelihara hewan-hewan aneh.

Ya, monster itu.

Karena monster itu terinfeksi penyakit

Bencana ini tak terbayangkan sebelumnya.

Tidak ada waktu lagi,

Suruh semua pasukan,

menangkap monster itu.

Apa ada orang di luar?

Apa ada orang di luar?

Pengawal, Rajamu menyuruhmu masuk.

Yang mulia

Yang mulia

Bawa keluar si pencuri untuk berlutut,

Ternyata kalian hanya punya hati untuk pemberontak.

Apa kau merasa rakyatmu benar-benar ketakutan.

Apa pikirmu karna monster itu?

Tidak bisa ku biarkan kehidupan mereka direnggut oleh rajanya.

Kalaupun kau minta bantuan, kau tak akan temukan jawaban.

Selama ini kau yang tak kompeten, sesuatu yang nyata bagi rakyatmu.

Bajingan.

Bunuh semua penjaga raja di istana.

Dasar keparat!

Bisa-bisa keparat sepertimu duduki singgahsana naga?

Kau gagal selesaikan tugas sebagai jendral pencarian,

Membuat kebakaran diseluruh negeri yang menyebabkan rakyat jadi kacau.

Tanpa mencoba hentikan,

Malah menyanjung rajamu, yang tahu mempertahankan tahtanya saja.

Ini semua... Adalah kejahatan yang telah kau lakukan.

Cepat, singkirkan si pendosa besar ini.

Yang Mulia, mohon sadarlah.

Jangan khawatir, Yang Mulia

Bunuh dia.

Gatal.

Gatal

Dia tampaknya telah terinfeksi juga.

Saya juga.

Saya juga gatal.

Myeong...

- Paman. - Kenapa jadi seperti ini?

Myeong!

Dasar kau.

Myeong, jangan pukul itunya.

Bagus

Tidak!

Paman

Tak apa, tak apa.

Hampir saja, kasim ini...

Sejak kapan kau belajar bela diri?

Aku kan putri pengawal hebat.

Begitulah?

Orang-orang ini sudah mati.

Ayo.

Bunuh raja, bunuh raja, kita bisa hidup.

Panah

Kepung, panahan.

Cepat membidik target.

Jangan takut

Hanya hewan liar biasa.

Serang.

Jenderal, penjaga istana.

Lindungi Yang Mulia

Cepat.

Kau tak dengar, bawa keluar Yang Mulia dari sini.

Kau harus mengkapnya.

Itu dia!

Ayah, kau baik-baik saja?

Kakak, bukankah itu monsternya?

Hentikan

Jangan membunuhnya sekarang,

Untuk membuat rakyat ketakutan, Seretnya keluar dari istana.

Selanjutnya aku sendiri yang membereskannya.

Dengan begitu singgahsana naga, singgahsana naga itu...

Akan miliki perhatian hati rakyat...

Hidup.... Hidup!

Kalau monster ada di istana?

Jangan takut... Jangan takut.

Jangan lari.

Tuan.

Kenapa bisa jadi begini?

Jadilah umpan untuknya.

Buatlah perangkap.

Kalau perangkapnya...

Apa bisa ditutup, kak?

Tapi dari mana, kak?

Tempat penyesuaian.

Umpannya?

Biar aku yang cari.

Kalian berdua persiapkan mesiu disana,

Dan lagi kau, tutup gerbang istana secepatnya.

Monster itu tidak akan bisa keluar dari istana.

Ini terlalu buruk.

Hei, apa yang kamu tangkap monster?

Banyak orang mati, apa yang bisa kau lakukan sendiri?

Siapa yang bilang, ada aku?

Aku juga.

Apa kalian ingin mati seperti ini?

Benar, ayahmu ini seorang prajurit.

Karna tugasku tak akan membiarkan semua mati.

Itulah yang harus aku lakukan.

Ayah.

Cepat.

Cepatlah, aku akan segera menyusul.

Tolong bantu kami.

Tutup gerbangnya.

Jangan masuk istana.

Tutup gerbang

Di dalam, ada monster itu.

Apa yang kau bicarakan?

Monster apa?

Tutup gerbangnya.

Tolong keluar.

Tutup gerbangnya.

Tidak ada waktu lagi.

Jika tidak, kita semua mati.

Apa kau belum tahu situasinya?

Apa yang akan kita lakukan di sini?

Ada orang yang sedang melawan monster itu.

Tolong bantu kami.

Aku mohon.

Apalagi yang kalian tunggu?

Ada seseorang yang sedang melawan monster itu.

Kalian semua

Dengan perintah siapa kalian tutup gerbang ini?

Jika negeri ini dalam bahaya,

Mampu kalian (rakyat) menyatukan dan membangun kembali negeri ini yang runtuh?

Masih kalian belum mau menyingkir.

Dasar pria tua sialan!

Semua,

Orang ini, pelaku...

pembantaian pasukan pencari monster itu.

Yang membiarkan mereka tak bersalah meregang sia-sia.

Kalau begitu, keparat ini yang ingin kita mati sia-sia?

Yang bakar rumah-rumah, jadi keparat ini?

Suamiku dan anakku.

Kau rusak seluruh kota, mau kabur kemana kau.

Jadi kau selama ini tidak dengar keluhan kita.

Sudah bunuh banyak orang,

Kau pikir bisa kabur dari istana ini juga?

Semuanya,

Aku akan membantu kalian semua...

Dengan tanahku, untuk bertani.

Dorong, cepat tutup gerbangnya?

Jangan biarkan menghentikan kita lagi.

Semuanya, masukkan dia ke istana.

Beri aku kesempatan

Tak bisa kalian beri aku kesempatan lagi.

Orang-orang bodoh ini.

Orang bodoh

Begini...

Aku kumpulkan semua orang untukmu disana.

Itu semua makananmu.

Kau tak boleh membunuhku.

Kaulah ilusi yang telah aku buat.

Lari, cepat lari.

Monster itu penglihatannya buruk. hanya sensitif terhadap suara.

Pelan-pelan.

Apa ini sudah cukup.

Percaya saja aku akan pasangnya diatas.

Secepatnya kau pasang sambungannya.

Bergegaslah.

Kenapa lagi dia?

Karna ulah siapa kekacau ini.

Tak ada waktu lagi.

Fokuslah untuk pasang ini.

Biar aku meluangkan waktu untuk dia.

Cepat selesaikan, tak ada waktu lagi.

Apa-apaan kau?

Katanya kau luangkan waktu untuknya?

Ayah...

Ayah...

Myeong.

Lari cepat

Tolong aku

Tolong aku

Penjaga Heo.

Sung Han, akan pasang bom di tempat ini.

Kau keluar dulu, jika selesai aku aku menyusul.

Aku akan mengalihkannya.

Cepat.

Bagaimana aku bisa biarkan kau sendirian?

Tak ada waktu lagi, Myeong.

Tolong bantu

Ayah...

Myeong, ayahmu ini tak akan pernah biarkanmu mati.

Tolong, cepat pergi.

Dasar keparat!!

Penjaga Heo.

Ingat tidak saat pertama kita bertemu?

Bagaimana aku bisa lupakan momen saat aku pertama kali bertemu denganmu?

Kalian berdua saling tatap muka begitu,

Apa kalian senang.

Ayah, bom sudah terpasang.

Ayah... Ayah...

Buruan.

Cepat.

Lari.

Lari cepat

Bagaimana ini?

Kakak, apa yang kau lakukan?

Cepat pergi.

Buka pintunya.

Buka pintunya, kak.

Cepat pergi.

Tolong jaga, Myeong.

Kakak.

Itu perintah.

Paman, ayah bagaimana? Paman.

Tak ada waktu lagi, lari.

Paman, ayah bagaimana?

Lari aku bilang.

Paman, paman, paman

Paman, ayah bagaimana?

Ayah...

Ayah... Ayah...

Ayah...

Ayah.

Ayah.

Kakak.

Ayah...

Ayah, bangunlah.

Ayah...

Ayah, bukannya kau tak akan membiarkanku mati sendirian kan?

Ayah, bangunlah.

Ayah... Ayah...

Hentikan, sakit tau.

Ayah...

Kita masih hidup.

Demi melepaskan diri dari ancaman monster menakutkan itu,

Akhirnya Raja Jung Jong diungsikan dari istana Gyeongbokgung, untuk sementara.

Setelah selang waktu 3 tahun akhirnya kembali ke Gyeongbokgung.

Raja Jung Jong, 16 Juli tahun ke 25 pemerintahan, Dinasti Joseon

Kau sibuk dengan kerjaaanmu, kenapa keluar?

Aku buatkan nasi kepal dan aku siapkan obat-obatan yang kau butuhkan.

Gunakan obat itu sesuai resep.

Baiklah, aku paham.

Kita sudahi pamitannya, cepat masuklah. Sana.

Jangan terlalu khawatir

Aku akan selalu ada menjaganya.

Tapi kau yang lebih aku khawatirkan.

Cepat, sana.

Ayah saja yang pergi dulu.

Jika kau masih sehat, Yang Mulia pasti menjadikanmu penjaga utamanya.

Kenapa pila kau malah ingin pulang?

Apa perlu alasan aku untuk pulang ke rumah sendiri?

Ya ampun, dasar.

Oh ya, kak.

Tapi bagaimana cara kau selamat dari ledakan itu?

Diterjemahkan secara manual oleh | Andi'sTujhuh dari situs download www.doduhikorea.tk

Tepat sekali! Orang macam kita, tak akan mudah untuk dikalahkan.

Ngakak! Hahahaha...

โ€“ MONSTER โ€“

Terima kasih atas dukungan teman sekalian, atas subtitle yang aku buat seadanya ini Visit alternatif download site: www.doduhikorea.tk

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.