Afrikaans
Akan
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Breton
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Czech
Danish
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Punjabi
Quechua
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Translated & Resynced by BernadX Jakarta, November 2018 Ingin donasi pulsa? Silakan ke 081385001509
Kalau hal itu sampai terjadi, jangan panik.
Kau harus terlihat tenang.
Jawab pertanyaan mereka. Secukupnya saja.
Keluarkan tangan dari sakumu. Jika kau jatuhkan sesuatu, jangan diambil.
Maverick.
Jangan ambil barang itu.
Maaf.
Suatu hari kalian pergi dengan Ayah dan dihentikan polisi di tengah jalan.
Bukan berarti Ayah salah. Mungkin cuma hal sepele. Atau bahkan mungkin Ayah tidak bersalah.
Kau akan lihat tanganku seperti ini.
Di dasbor mobil.
Lakukan.
Jangan gerakkan tanganmu agar polisi tidak berbuat gegabah.
Jika aku tak bersama kalian, kalian tanya saja.
Hal itu bisa berbahaya dan jangan membantah mereka.
Biarkan polisi melihat posisi tangan kalian.
Begitulah cara menghadapinya.
Kalian mengerti?
Umurku 9 tahun saat diberikan penjelasan itu.
Seven adalah saudara tiriku. Umurnya 10 tahun.
Sekani berumur 1 tahun.
Biarpun kita selalu dapat masalah seperti itu,
ingatlah kalau jadi kaum kulit hitam itu terhormat karena leluhur kalian hebat.
Ini Program 10 Aturan Black Panther.
Ini daftar hak dan kewajiban kita.
Kalian harus pelajari karena Ayah akan menguji kalian.
Apa itu perlu, Maverick?
Pahami hak kalian.
Pahami martabat kalian.
Kalian mengerti?
T H U G Kebencian yang Kau Berikan.
Starr. Dengan 2 huruf "R".
Itu nama dari Ayahku.
Dan jangan tanya kenapa pakai 2 huruf "R".
Sekani, kencing yang benar!
Ibu, Sekani kencing kemana-mana lagi.
Dan bersihkan dudukan'nya!
Ayah dan Ibu berusia 17 tahun saat aku lahir.
Nenek bahkan mengusir Ibu dari rumah.
Dia bilang Ayah bukan orang baik.
Karena sebagai pengedar untuk geng King Lord.
- Kau lihart dompetku? - Aku taruh di laci lemari.
- Aku tak bisa menemukannya. - Pasti ada karena aku yang taruh. Selamat pagi.
Selamat pagi.
Nenek bilang Ibu dan Ayah tak akan bisa mengasuh anak-anaknya.
Ibu.
Mereka membuktikan bahwa anggapan itu salah.
Hal terpenting adalah agar kami tidak mengulang kesalahan yang sama.
Kenapa kau tak duduk saja dan biarkan aku bekerja?
Benarkah? Kau mengijinkan aku berbuat semauku?
Mereka terlalu tua untuk hal itu.
Nak.
- Selamat pagi semua. - Selamat pagi.
Tingkah lucu mereka kadang kelewatan, tapi mereka menggemaskan.
- Aku mencintaimu. - Aku mencintaimu.
Sejujurnya mereka adalah PS'ku.
"Pasangan Sejati"
Ibu dan Ayah lahir di Garden Heights.
Cinta mereka bersemi di Haven Acres Projects (misi kemanusiaan)
Ayah bilang hidup kami ada disini.
Karena leluhur kita disini.
Disitu ada barbeku Pak Reuben.
Tempat cukur Pak Lewis.
Walmart sejauh 32 menit.
Dan tokonya Ayah.
Toko kelontong Carter menjual susu.
Jual kaus, makanan siap saji,
Gosip hangat dan apapun yang dibutuhkan saat mendesak.
Ibu bilang Ayah takut akan perubahan.
Ibu meninggalkan kota Garden saat masih kecil.
Dan dia juga ingin kita pindah dari situ.
Kalau tidak kau harus selalu bersiap.
Karena Garden Heights juga akan selalu siap untukmu.
Seven? Malam ini kau tidur di tempat Ibumu atau di rumah kita?
Di tempat Ibu. Asalkan King tak ada disitu.
Dan ini adalah King.
Dia pemimpin geng King Lord.
Ayahku dulu bekas orang kepercayaannya.
SMU adalah tempat kau dipalak, teler, hamil, atau terbunuh.
Kita tak sekolah disitu.
Semenjak kejadian yang menimpa temanku, Natasha.
Jadi Ibu menyekolahkan kami di tempat lain.
Dimana semua siswanya ingin berkuliah.
- Sekani? - Ya.
Coba katakan apa arti namamu?
Kegembiraan.
Ya, itu artinya kau harus gembira saat sekolah sama seperti saat di rumah.
- Iyaa ! - Tapi jangan teriak begitu.
Kenapa kau teriak tadi?
- Belajar yang baik ya. - Aku sayang kamu, Ibu.
Ibu juga sayang kamu. Ibu harus pergi ya.
Garden Heights dan Williamson adalah dunia yang berbeda.
Dan aku harus bisa memisahkannya.
Jadi saat aku disini, aku adalah Starr Versi 2.
- Sampai nanti. - Dah.
Itu artinya harus mengubah kebiasaanku.
Starr versi Williamson tidak memakai bahasa gaul.
Aku tak boleh bahasa rapper. Padahal teman kulit putih'ku memakai bahasa itu.
- Hai boo (cantik) - Hai. Bagaimana kabarmu?
Kabarku baik.
Bahasa gaul membuat mereka jadi "keren". Tapi bahasa gaul membuatku jadi "kampungan"
Yoo...Sepatumu keren!
Terima kasih, Space Jams.
Starr versi Williamson itu mudah bergaul.
Tak ada mata sinis atau makian karena Starr versi Williamson itu ramah.
Intinya, Starr versi Williamson tak mau dianggap kampungan.
Dan aku tak suka bersikap seperti itu.
Biar aku balas. Aku akan menghajarnya.
Hailey, kau terlalu ganas.
Jika ada yang mengganggu temanku, aku harus membalasnya.
Aku serius. Aku akan memburunya dan menghajarnya. Aku tak peduli jika...
Hailey pasti nonton Straight Outta Compton lagi semalam.
Kalau kau mau, aku akan menghajarnya.
Kau bilang apa padanya?
Kita sudah jarang bicara sekarang.
Siapa yang jarang bicara kepada siapa?
Chris mengajak Starr ke rumahnya dan memberinya kondom.
Lalu kau jawab apa? Maksudku apa yang kau lakukan?
- Berapa ukuran kondomnya? - Maya! Ya ampun!
- Kau penasaran sekali. - Aku memang sangat ingin tahu.
Dengarkan, Chris memang anak baik. Tapi aku memang belum siap.
Suatu saat aku siap. Tapi dia anggap aku sudah siap.
Berprasangka. Hukumannya mati.
Jadi, kau akan bersikap seperti Taylor Swift?
Dia bukan tipe pacar pemarah lagi.
Tidak.
Aku akan bersikap seperti Beyonce.
Lihat saja.
Sebenarnya aku ingin sekali menghajar Chris.
Sial, dia pakai Space Jam Eleven (sepatu) yang sama denganku.
Dia tahu Jordan adalah favoritku.
Dia pakai parfum Old Spice.
Bibirnya lembut.
Dia merasa dirinya DJ Khaled.
Aku tak bisa bohong. Aku menyukainya.
Tidak suka.
Aku tak suka kelakuanmu kemarin.
Starr, maafkan aku.
Aku merasa sangat bersalah.
Kupikir kita sudah sangat akrab tapi kau selalu menolak untuk kencan malam minggu.
- Aku sibuk. - Selalu sibuk?
Jadi kupikir kau ingin aku bertemu orang tuamu dulu.
Tapi tiap kali aku mau mampir, kau selalu menolak.
Mereka juga sedang sibuk.
Sepertinya semua orang sibuk, Starr.
Jadi aku berpikir bagaimana bisa dekat dengan pacarku sendiri.
Mungkin dia tak ingin basa basi dan langsung ingin bercinta.
Chris, kau itu bodoh sekali,
kalau menganggapku seperti cewek gampangan yang bisa kau goda itu.
Starr, kau tak seperti itu. Kau jauh lebih penting dari semua itu.
Kita pacaran hampir 6 bulan. Tapi jika kau belum melihat ketulusanku, aku jadi bingung.
Aku cuma rindu padamu.
Sangat rindu.
Aku buat lagu itu untukmu.
Ayolah. Lagunya pasti enak, kan?
Biasa saja.
- Aku ingin kau jujur. - Lagunya lumayan.
Baiklah. Kalau begitu aku akan memainkannya.
Aku sadar banyak orang mengira Chris bertingkah seperti orang kulit hitam.
Tapi itulah Chris.
Dan dia membuatku tertawa.
Hei, goyang terus bung!
Ya Tuhan.
Jangan menari. Ayo.
Kau sudah memaafkanku?
Ya.
Mungkin ada yang bertanya. Kenapa Chris mau jadi pacarku?
Kadang aku bertanya hal yang sama.
Pandangan sinis itu biasanya berasal dari cewek kaya kulit putih.
Tapi mereka tarlalu takut untuk berterus terang.
Aku mau mengajakmu jalan pada malam minggu.
Mau apa?
Kita bisa makan burger. Aku akan mengalah saat main foosball.
Kau mengalah?
Lalu kita bisa ciuman di komidi putar.
- Alay sekali. - Aku tak ada ide lain.
Baiklah. Bagaimana kalau hari Minggu?
Aku jemput?
- Kita ketemuan saja. - Di Augustine?
Hmm.. Jam 3.00?
Romantis sekali.
Kau konyol.
Aku pacarmu yang konyol.
Ya.
Benar sekali.
Chris adalah hal terindah saat aku jadi Starr Versi 2.
Dan kadang itu cuma satu-satunya hal yang aku inginkan.
Sampai akhirnya malam minggu tiba.
Aku tak merasa nyaman di pesta ini.
Kedua versi diriku juga tak suka.
Kenya satu-satunya teman gaulku di Garden Heights.
Biarpun kadang dia sangat menjengkelkan.
Wah...
Apa?
Semua gadis disini bergaya gaul tapi kau datang dengan dandanan yang biasa saja.
Apa? Ini sepatu Retro Threes. Klasik dan nyaman. Lihatlah.
Dan kau pasti berharap ingin pakai sepatu ini malam ini.
karena gayamu seperti cewe matre.
- Itu jaket kudung sudaraku? - Ya, jaket saudara kita si Kenya.
Kau pakai jaket itu nanti dikira orang kau itu pacarku.
Kenya, kalau aku tahu datang ke pesta ini
harus dandan mati-matian agar terlihat keren,
lebih baik aku di rumah nonton episode ulangan Fresh Prince.
Kau harus tinggalkan acara tahun 90'an itu.
Bagaimana sekarang?
Itu dia si licik Denasia.
Aku benci sekali tingkahnya.
Selalu berkoar kalau aku akan merebut pacarnya yang jelek itu.
Benarkah?
Kau beruntung sekolah di sekolah swasta.
Tak ada cewek brengsek macam itu.
Ada cewek brengsek di sekolahku. Mereka ada dimana-mana.
Awas kau jalang. Awas kau.
- Kita akan hajar cewek itu malam ini. - Tunggu dulu. Kita?
Kenapa? Kau tak mau lagi membelaku?
- Jangan mulai lagi. - Jangan mulai apa?
Kau ingin aku kesini untuk mengeroyok cewek itu?
Seperti kau punya kesibukan yang lain saja. Aku ingin ajak kau senang-senang.
Ya Tuhan. Kau tahu aku juga punya teman, kan?
Cewek-cewek kaya kulit putih itu bukan temanmu.
Yo..Kenya!
Apa kabar?
- Hei. - Bagaimana kabarmu?
- Aku baik-baik saja. - Hei cantik.
Kau tak harus mengajak saudaramu kesini dengan pakaian seperti itu.
Kita bukan saudara.
Hanya karena Ibuku dan Ayahnya punya anak Seven, bukan berarti kita saudara.
Dia sahabatku.
Tapi Seven tak membuat kita jadi saudara.
Jangan ganggu Starr, Bianca. Dia terbiasa pesta dengan orang kulit putih.
Ya, pasti mereka suka narkoba dan obat-obatan, kan?
- Mendengarkan lagu Taylor Swift sambil bernyanyi. - Kalian itu cuma... tapi ada benarnya sih.
Tentu saja benar. Kami tahu itu.
Ngomong-ngomong, aku akan menghajar Denisia.
- Dasar jalang. - Ya.
Kau tahu dia suka gosipin kamu, kan?
Ya.
- Cewek itu perlu dihajar. - Kalau begitu ayo.
- Kau ikut? - Tidak.
Aku tak akan menemanimu semalaman. Jadi jaga dirimu baik-baik.
Dasar penakut.
Khalil.
Dia terlihat ganteng sekali di tengah kumpulan orang ini.
Lesung pipit itu.
Apa yang harus aku lakukan?
Dan kita dulu sering mandi bersama di bak mandi Neneknya saat dia menjagaku dan Seven.
Aku merasa kikuk saat mata coklat'nya Khalil menatapku.
Starr!
- Waduh. - Apa?
Sudah lama sekali.
Bagaimana kabarmu? Sibuk apa sekarang?
Sekolah, main basket. Membuatku sibuk.
Tapi aku selalu di toko Ayah. Kau yang tak pernah kelihatan lagi.
Ya. aku juga sedang sibuk.
- Ada apa? - Tak ada apa-apa.
Bagaimana kabar Nenek dan Cameron?
- Dia sudah berumur 10 tahun, kan? - Ya. Mereka baik-baik saja.
Tapi Nenek sedang sakit.
Kata dokter dia terkena kanker atau sejenisnya.
Aku turut menyesal, K.
Ya, dia sedang kemoterapi.
Tapi yang paling dikhawatirkannya cuma pasang wig di kepalanya.
Aku ingin ajak cewek itu dansa. Lihat.
- Dia sedang teler. - Dia heboh sekali.
Ayo, aku mau liat kau teler seperti cewek itu.
- Yeah. - Yeah.
Kau tahu lagu ini.
Kukira kau suka musik rock indi atau musik country, atau...
Semua orang tahu lagu ini.
Maksudku aku tahu kau suka bergaul sengan orang kulit putih.
Diam kau. Diam lah.
Sial, apa aku menginjakmu? Maafkan aku.
Jangan, jangan. Diam dulu. Jangan digosok.
Kau harus lembut.
Kalau sneaker tidak dibersihkan dengan benar, seekor anak kucing mati.
- Maniak sneaker! - Yah.
Baiklah, sampai ketemu.
Kau jelas punya banyak uang karena pakai sepatu itu.
- Apa kabar, bro? Apa kabar, bung? - Kau tahu ini wilayahku.
- Kau tak boleh bisnis di wilayah sini. - Hentikan!
Pergi sana! Apa maumu?
Ayo!
Selalu ada masalah. Kau lihat tadi?
Di pesta pun ada tembak menembak.
Sial.
Kau tadi nyindir soal musik kesukaanku,
padahal kau sendiri suka dengar lagu lama ini?
Lagu lama?
Sebaiknya kau cepat keluar dari mobilku. Tupac itu rapper sejati.
Yah 20 tahun yang lalu.
Sampai sekarang pun masih.
Aku mau bilang sesuatu. Tupac bilang,
THUG LIFE artinya kebencian yang kau berikan pada anak kecil,
akan menghancurkan semuanya.
T H U G L I F E "The Hate U Give Little Infants Fucks Everybody"
Apa artinya?
Artinya yang kita dapat dari masyarakat saat kita masih kecil,
akan kembali ke masyarakat itu juga saat kita sudah dewasa.
Kau paham?
Yah benar sekali.
Omongan Tupac selalu relevan.
Jadi apa kesibukanmu selama ini, Khalil?
Karena penghasilanku di restoran cepat saji tidak cukup.
Dan Nenek juga dipecat dari Rumah Sakit saat tahu dia sakit.
Itu sungguh menyedihkan, K.
Kau tahu kita punya banyak kebutuhan.
- Jika kau jualan barang itu... - Sudah lah.
Jangan campuri urusanku, Starr.
Jangan risaukan aku.
Aku lakukan apa yang harus aku lakukan.
Kadang kau bikin aku jengkel.
Ya? Jadi sekarang kau marah sama aku?
Yah.
Kau tak suka marah. Jadi aku tak tahu apakah kau sedang marah.
Aku sangat marah padamu.
Aku baik-baik saja. Aku mau hajar si jalang itu. Kau dimana?
Aku dapat kabar dari Kenya. Dia baik-baik saja.
Bagus.
Kenapa kita berhenti?
Karena aku mau lihat matamu saat bicara denganmu.
Ada masalah dengan itu?
Tidak secara inheren.
Tidak secara inheren.
- Tidak secara inheren. - Apa?
Sekolah itu bikin kamu kacau.
Aku pernah melihat kamu di sekolah.
Kapan?
Saat aku mau kesana. Kau pakai rok pendek. Kaos kaki panjang. Tas ransel.
Kau lucu sekali.
Apa maksudmu kau pernah melihatku? Kau menguntitku?
Sekarang?
Tidak.
Aku hanya suka melihatmu. Itu saja.
Hampir tiap hari kita ketemu saat masih kecil.
Yah.
Kau ingat saat kita berperan sebagai Harry Potter?
Ya.
Kita menyebut diri kita sebagai apa?
Trio Penjahat?
Kita penyihir 10 tahun yang bandel.
Bandel sekali.
- Kau masih simpan tongkat penyihir itu? - Tidak.
Aku tak punya tongkat penyihir.
Aku yakin kau masih menyimpannya.
Aku tak punya. Sudah kubuang. Karena kau tak pernah mau aku jadi Harry.
- Karena kau itu Ron. - Tapi saat itu aku sebagai Harry.
Bukan. Aku lah yang Harry.
Kau jadi Ron. Natasha jadi Hermione.
Baiklah.
Kau ingat ciuman pertama kita?
- Di basemen gereja. - Ya.
Kita seperti kaum pendosa.
Jadi maksudmu saat itu aku mencium Harry Potter?
Yah.
Ya kau benar.
Baiklah.
Jadi siapa yang aku cium sekarang?
Khalil.
Aku sudah punya pacar.
Ya, aku tahu.
Tapi aku tak mau tahu.
Tapi tidak apa-apa.
Benarkah?
Kita sudah lama bersama, Starr.
Kita punya kenangan indah.
Ya kan?
Sial. Apa salahku?
Aku tak tahu.
Sial.
Khalil, taruh tanganmu di dasbor agar terlihat olehnya.
Khalil, taruh tanganmu di dasbor! Aku serius!
Starr, kita tidak melakukan kesalahan. Kecepatan cuma 50an, kan?
Kumohon.
- Kumohon lakukan saja. - Baiklah.
- Pak, bisa turunkan kaca mobilmu? - Ini dia.
Boleh lihat SIM dan STNK?
Untuk apa? Apa salahku?
- Pak, SIM dan STNK'nya. - Khalil, taruh tanganmu di dasbor.
Starr, bagaimana aku ambil SIM dan STNK jika kau suruh diam?
Aku ingin tahu kenapa kau berhentikan aku.
Kau tidak menyalakan sein saat belok.
- Matikan musiknya. - Kenapa? Aku bisa dengar kamu.
- Kumohon, Khalil. - Matikan!
- Ini mobilku, kenapa kau... - Keluar dari mobilmu!
- Kau tak berhak lakukan ini. - Aku bertindak sesuai hukum.
Khalil, turuti perintahnya.
Apa karena aku tak menyalakan sein atau atau karena aku tak mau mematikan musik? Yang mana?
Pak, keluar dari mobilmu. Sekarang!
Kau bisa keluar dengan sukarela atau aku akan paksa.
Sekarang!
Jatuhkan HP'mu!
Kenapa tidak kasih surat tilang saja?
Tangan di atas mobil.
- Kau bawa sesuatu? - Aku tak bawa barang terlarang.
- Narkoba? - Tidak.
Bisa tunjukkan SIM kamu?
- Dimana kau ketemu wanita itu? - Aku kenal dia. Dia temanku.
- Kau ingin bercinta malam ini? - Apa? Bercinta? Jangan becanda, bung.
Taruh tanganmu di atas mobil Jangan bergerak.
Tolong periksa SIM...
Sial.
Dimana HP'ku?
Sial!
Starr, kau tak apa-apa? Kau baik-baik saja?
Kembali lah ke tempatmu!
Dia masih lama melakukan tugasnya.
Aku serius. Kembali sana!
Ayolah. Kenapa kau acak-acak mobilku?
- Turuti perintahnya, Khalil! - Iya. Baiklah. Santai saja.
Diam di situ! Jangan bergerak!
- Jangan bergerak! - Tidak, tidak, tidak...
Tidak, tidak...
- Tidak. - Tenang!
Duduk disini!
Tidak.
Petugas butuh bantuan. Terjadi tembakan. Satu tersangka dilumpuhkan.
Tersangka lain sudah diamankan. Minta ambulans.
Apa yang sudah kau lakukan?
Apa yang kau lakukan?
Diam, Bu.
Tolong dia!
Tetap disana. Jangan bergerak!
Dia terluka parah! Tolong dia!
Dia terluka parah!
Dimana? Dimana pistolnya?
Pistolnya? Dimana?
Pistol apa?
Dimana?
Sial!
- Khalil, lihat aku! - Sial, sial, sial!
Lihat aku. Ayo Khalil, lihat aku!
Khalil, ayo lihat aku!
Aku disini. Kau akan sembuh. Ambulans sudah datang. Kau dengar itu?
Ambulans sudah datang. Kau akan dirawat. Kau akan sembuh. Kau mengerti?
Kau akan sembuh. Jangan takut.
Ayo lihat aku!
Lihat aku Khalil. Ayolah!
Oh tidak!
Jangan tegang, Starr.
Starr, jangan tegang.
- Polisi yang menembaknya... - Seorang anak terbunuh.
Aku mengerti itu. Aku paham.
Aku Detektif Gomez. Dan ini rekanku, Detektif Wilkes.
Lisa Carter. Aku ibunya.
Starr Carter.
Bisa kau ceritakan apa yang terjadi malam tadi, Starr?
Aku datang ke pesta.
Dan Khalil juga datang.
Kenapa Khalil ada disana?
Mungkin sama seperti yang lain. Sekedar bersenang-senang.
Saksi di lokasi menyatakan terjadi pertikaian dan tembak menembak.
Apa Khalil terlibat dalam peristiwa itu?
Nggak.
Maksudku, tidak.
Kami cuma ngobrol
Saat pertikaian terjadi,
Dia ingin mengantarku,
karena dia ingin pastikan aku sampai di rumah dengan selamat.
Dan...
Itulah saat 115 memberhentikan mobil kita tanpa alasan.
Siapa?
Polisi itu.
Itu nomor lencanananya.
Aku ingat.
Starr, kau tahu kenapa Khalil memasukkan tangan ke dalam mobil?
Kukira dia cuma memastikan kalau aku baik-baik saja.
Kau kira?
- Kau tak tahu? - Tidak. Aku tak tahu.
Karena?
Karena itulah yang terjadi.
Apakah kau dan Khalil...
Bisakah kalian memberi dia waktu sebentar?
Kamu jawab kalau kamu sudah siap, sayang.
Aku mengerti ini peristiwa yang berat.
Benarkah?
Ya, Nyonya Carter. Kami mengerti.
Jangan terburu-buru.
Apa kau minum alkohol saat di pesta?
- Tidak, aku tidak minum. - Kalau Khalil?
- Setahuku tidak. - Kau lihat Khalil menjual narkoba?
Tidak. Aku tak pernah melihat Khalil jual narkoba atau memakainya.
Tapi kau tahu dia seperti itu?
Kau belum bertanya pada anakku tentang polisi itu.
- Kami hanya ingin gambaran jelas... - Kalau begitu tanyakan tentang yang terjadi.
115 membunuh Khalil.
Dan Khalil tidak bersalah. Jadi gambaran besar seperti apa yang kau mau?
Urusannya sudah selesai disini.
Ayo Lisa. Ayo Starr.
Kau mengenalnya?
Ya. Dia ponakanku.
Tenang, tenang.
Aku disini.
Aku disini.
Keluarkan, keluarkan.
Pelan-pelan. Keluarkan. Ya keluarkan semua.
Tak apa-apa sayang. Tak apa-apa.
Minumlah dulu.
Bagus, sayang.
Mimpi terburuk selalu terjadi setelah kejadian.
Sekani, jangan.
Starr duluan. Biarkan dia makan.
Tak semua orang punya kekuatan super sepertimu.
Ceria lah kembali.
Aku memberimu nama Starr bukan tanpa alasan.
Sekani.
Jangan...jangan.
Terima kasih.
Kau satu-satunya teman yang dia punya.
Dia juga sahabatku, Bu Rosalie.
Tadi polisi datang.
Apa kau yang bersama dia malam itu?
Ya, Bu.
Puji Tuhan dia tidak sendirian saat meninggal.
Kau selalu bersamanya sejak dia lahir,
dan kau menemaninya sampai dia meninggal.
Kau tahu dia berjualan narkoba, kan?
Pasti dia bekerja untuk King.
Berani sekali kau datang kesini.
Mau apa dia kesini?
- Hai Carlos. - Hai Lisa.
Permisi.
Bu Rosalie, aku datang untuk berbela sungkawa.
Aku dan Pam selalu berdoa untukmu.
Terima kasih banyak. -Chris : Kau datang?-
Jika kau butuh sesuatu,
kau tahu kami selalu ada untukmu.
Kami menyayangimu.
Ya Tuhan. Maaf aku tak bisa datang.
Lagi-lagi.
Tapi masih ingin ketemu kamu.
Jadi bagaimana urusannya?
Polisi itu dipenjara?
Dia akan diberikan cuti sementara.
Cuma itu?
Setelah dia membunuh Khalil?
Starr, akan ada penyelidikan menyeluruh.
Polisi menyelidiki polisi?
Kau tahu polisi rasis itu seharusnya kena tuduhan pembunuhan.
Tapi itu tak akan terjadi kan, Paman Carlos?
Polisi ini belum pernah kena kasus yang sama sebelumnya.
Oh jadi kalau pertama kali lalu dibebaskan?
Carlos, kau akan terlibat dalam penyelidikan itu, kan?
Tidak. Kasus semacam ini ditangani oleh Jaksa Wilayah.
- Jadi kita bersaksi ke Juri Agung? - Sepertinya begitu.
Dan aku yakin mereka pasti minta Starr untuk bersaksi.
Tidak, tidak, tidak.
Aku tak mau semua orang tahu kalau Starr itu saksi. Dia tak butuh itu semua.
Tidak. Apa kita harus cari pengacara?
- Saksi tak butuh pengacara. - Starr bukan sekedar saksi, Carlos
Dengar, jika kau tak percaya dengan hukum, paling tidak percayalah padaku.
- Starr seperti anakku sendiri. - Tapi bukan.
Dia jadi anakku saat kau dipenjara.
Sudah cukup! Berhenti kalian!
Apa artinya Juri Agung?
Juri Agung?
Kejadian seperti ini pasti masuk berita.
Orang dapat ancaman mati.
Polisi mengincar mereka.
Bagaimana sikapku di sekolah?
Apa tiba-tiba aku jadi gadis malang yang melihat temannya terbunuh?
Aku harus tenang.
Bisa ambilkan aku ayam?
- Starr posisi terbuka! - Starr!
Starr, oper bolanya!
Sialan.
Starr, anggap saja bolanya ayam goreng.
- Apa maksudmu tadi? - Apa? Cuma becanda.
Ayam goreng itu bercanda?
- Aku tak pernah dengar sebelumnya. - Ya ampun, Starr.
Kita kemarin makan siang pakai ayam goreng. Itu cuma candaan.
Baiklah.
Tunggu, apa yang terjadi, teman?
Kau tahu aku. Aku juga hapal kamu. Lebih dari siapapun.
Kau baik-baik saja?
Ya, aku baik-baik saja. Aku cuma lelah.
Baiklah, pesanan kamu siap dipanggang.
Agak gosong di atas, dan renyah di bawahnya.
Ambilah kue ini sambil menunggu matang.
- Terima kasih, Pak Reuben. - Terima kasih, Pak Reuben.
Anak kulit hitam terbunuh oleh polisi kulit putih pada Sabtu malam.
Informasi terbaru dikeluarkan tentang penembakan Khalil Harris.
Rekaman camera dasbor menunjukkan polisi mengira dia mau ambil pistol,
tapi ternyata bukan pistol tapi cuma sebuah sikat rambut.
Anakku tak pernah melakukan kesalahan.
Khalil adalah anak baik.
Kenapa dia menembaknya? Kenapa ini semua harus terjadi?
Apa dia tak boleh bepergian sambil menyikat rambutnya?
Kenapa Bu Brenda diliput dalam kondisi seperti itu?
Ada saksi penembakan yang akan dipanggil untuk bersaksi untuk Juri Agung.
Para pemimpin masyarakat memprotes kejadian itu...
Jadi kau terkenal sekarang.
Apa?
Aku lihat kau pergi bersmaa Khalil.
Sekarang kau gugup dan ketakutan.
Kamu saksi itu, Starr.
Jangan bohong.
Kau siap untuk bersaksi?
Apa maksudmu?
Kau ada saat kejadian itu. Kau harus ceritakan ke semua orang.
Kau akan membela Khalil, kan?
Tak mungkin cuma Brenda yang akan bicara.
Kau tahu Khalil pasti akan berjuang dan membelamu.
- Hai Ratu. - Hai Ayah!
Masuk ke mobil.
Aku tidak ikut.
Aku akan antar sampai Big May. Masuklah ke mobil.
Ini buat ganti uang jajanmu tadi.
Tidak, terima kasih.
Apa?
Kudengar kau bersama anak itu saat dia terbunuh.
Peristiwa tragis untuk dilihat.
Dan itu susah untuk dilupakan.
Aku sudah lama di Heights.
Jadi percayalah.
Aku pernah dalam posisimu sekarang.
Rasa duka itu tak akan pernah hilang.
Tapi kau harus berusaha.
Kau mengerti?
- Ibu di rumah? - Aku tak tahu.
Dia bisa berada di manapun.
Kalau Seven dimana?
Kenapa Ayahmu dan Iesha memberi nama Seven?
Siapa nama tengahnya? Eight (delapan)?
- Hai Paman May. - Hai Kenya.
Bagaimana jadi kepala rumah tangga?
Kau nikahi saja Iesha. Kau akan tahu rasanya.
Usahamu sepertinya makin lancar.
Seharusnya aku duluan yang membeli toko ini.
Tapi kau tak membelinya.
Aku dengar tentang temannya Starr itu.
Ya kau tahu kelakuan polisi.
Tembak dulu, baru tanya.
Kau harus jauhkan dia dari masalah.
Masalah?
Maksudku sebaiknya dia tak lapor ke polisi. Kau paham?
Kau tak perlu khawatir tentang Starr.
Kau urus anakmu sendiri, dan aku urus anakku.
- Jadi seperti itu? - Memang seperti itu.
Hei Starr!
Ingat yang aku katakan tadi, ya!
Jadikan itu pertimbanganmu.
Kau tahu, dia sudah mengancamnya.
Dia tak akan menyakitinya.
Dia pasti melakukannya.
Karena dia pikir Starr akan lapor polisi kalau Khalil bekerja untuknya.
Lalu bagaimana?
Dia akan menyeretmu kembali.
Sekali jadi anggota King Lord, selamanya jadi anggota King Lord.
Aku dipenjara 3 tahun karena kesalahan orang lain dan itu sudah selesai.
Dia membiarkanku keluar dari geng. Itu kesepakatan kami.
Maverick.
Kita pindah sekarang.
Sayang, usaha kita sudah lancar disini.
Tempat tinggalmu tidak menentukan siapa dirimu, Maverick.
- Sayang, dengarkan aku. - Tidak! Kau yang dengar aku!
Jangan takut berkorban untuk keluargamu.
Kau pikir Ibuku memindahkan aku dan Carlos dari Garden Heights ke sekolah Katolik
agar kita bisa belajar berdoa?
Tidak.
Aku ingin anakku punya masa depan yang baik. Memang itu tujuanku.
Itulah sebabnya kita menyekolahkan mereka disitu.
Dan apa tindakan sekolah,
jika mereka tahu Starr bersama Khalil pada malam itu?
Orang kulit putih suka berkoar tentang keberagaman di sekolah itu,
tapi kasus ini terlalu menyolok perbedaannya.
Aku merasa tak enak badan, jadi aku tak ikut.
Kita semua merasa tak enak, tapi kita harus menahannya.
Jadi segera ganti bajumu.
Pergilah, dan ganti bajumu.
- Boleh aku masuk? - Ya.
Mungkin saat kita pulang nanti,
kita bisa nonton Harry Potter and Goblet of Half-Blood Gumble Ghost.
Aku akan baik-baik saja, Ayah.
Kau tak enak jadi teman nonton bareng Harry Potter.
Sepanjang film kau bilang "Harry Potter itu cerita tentang geng".
Memang begitu.
Asrama Hogwarts punya warna dan tempat sembunyi sendiri dan mereka selalu pergi bersama.
Itu seperti cerita geng, kan?
Kau tahu aku benar.
Kalian dulu punya geng Harry Potter, kan?
Natasha dan Khalil sudah tiada, tapi kau masih ada.
Cobalah pahami itu.
Ini THUG LIFE.
- The Hate U Give Little Infants... - F..ks Everybody.
Aku tahu kepanjangannya.
Menurutmu apa artinya?
Kurasa artinya lebih dari sekedar cerita masa muda.
- Artinya tentang hidup kita. - Kita siapa?
Orang kulit hitam.
- Orang miskin yang tertindas. - Kau benar.
Tupac memberitahu kita tentang hukum yang dibuat untuk menindas kita.
Kau pikir kenapa banyak yang jual narkoba di daerah kita?
- Mereka butuh uang. - Yah.
Tak ada pekerjaan yang bagus di daerah sini.
Jadi mereka jatuh dalam perangkap.
Perangkap apa?
Narkoba. Industri milyaran dollar.
Orang seperti aku dan Khalil terjebak karena merasa itu sebagai jalan keluar.
Dan anggapan itu beredar luas di masyarakat.
Dan aku bukan orang kaya.
Kau juga kan?
Aku juga bukan.
Lalu mereka menjebak kita.
Lalu akhirnya kita dipenjara. Bentuk pemerasan milyaran dollar.
Dan mereka terus menerus menindas kita tanpa akhir.
Itulah kenapa Ayah dipenjara bersama Kakek.
Kau dipenjara bersama ayahmu sendiri?
Ya.
Saat aku ketemu dia, dia sungguh tak berdaya.
Dia cuma orang tua lemah yang penuh penyesalan.
Harapan hidupnya sirna.
Dan aku bersumpah tak mau seperti itu.
Aku akan menghacurkan siklus itu demi anak-anakku.
Aku tak sanggup melihat jasad tak bernyawa Khalil.
Bibirnya terlalu merah muda.
Lesung pipitnya juga hilang.
Ayo sayang.
Itu bukan dia, Ibu.
Aku tahu.
Kita punya kenangan indah.
Kau tak apa-apa?
Ibumu datang bersama King.
Seven!
Seven!
Kemarilah bersama kami!
Sayang, pergilah bersama Ibumu.
Kau tahu dia tak mau bersamanya.
Aku tahu. Tapi dia teriak-teriak di gereja, sayang.
Amin! Haleluya!
Amin. Terima kasih kepada paduan suara atas
dengan lagu dan pujian yang menakjubkan.
Amin! Saudaraku sekalian.
Kita kedatangan seorang pembicara pada hari ini.
Keluarga Harris meminta kita semua,
untuk mendengarkan apa yang akan disampaikannya.
Silakan naik Saudari April Ofrah.
Saya April Ofrah, pengacara dari Just Us For Justice.
Sebelum misa ini, aku diberitahu kalau polisi tak akan
menangkap petugas yang membunuh anak muda ini.
Meskipun ada saksi mata yang meyakinkan.
Ya Tuhan.
Aku tidak suka menghadiri acara pemakaman ini.
Dan aku tahu kalian juga begitu.
Tapi kita disini lagi.
Kekerasan, kekejaman.
Hal yang sama cuma berbeda nama.
Hari ini korbannya Khalil Harris.
Anak muda kulit hitam yang tak bersenjata.
Apa itu artinya?
Shamell Bell pernah bilang,
"Tak mungkin untuk tidak bersenjata,
ketika kulit kita yang hitam ini adalah senjata yang mereka takuti."
Aku menolak anggapan kalau kulit kita yang hitam ini sebagai senjata,
atau sebagai kelemahan.
Itulah kenapa keluarga Harris minta kalian bergabung dengan kita setelah misa,
untuk unjuk rasa damai di depan kantor polisi.
Mereka menang karena kita terpecah.
Mereka hancur karena kita bersatu.
Sampai ketemu setelah misa. Terima kasih.
Amin. Terima kasih!
Terima kasih Saudari Oprah atas
pidatonya begitu kuat dan menggugah.
Kau lihat tatapan matanya tadi?
Bagaimana dia bisa tahu?
Pasti dari Bu Rosalie.
Bersiaplah untuk bergabung dalam konvoi damai untuk keadilan!
Tak hanya untuk Saudara Khalil, tapi untuk kita semua!
Nyawa Khalil tak akan sia-sia!
- Kapan kita mulai? - Sekarang!
- Kita mau apa? - Keadilan untuk Khalil!
- Kapan kita mulai? - Sekarang!
- Kita mau apa? - Keadilan untuk Khalil!
- Kapan kita mulai? - Sekarang!
- Kita mau apa? - Keadilan untuk Khalil!
- Kapan kita mulai? - Sekarang!
- Kita mau apa? - Keadilan untuk Khalil!
- Kapan kita mulai? - Sekarang!
- Kita mau apa? - Keadilan untuk Khalil!
- Kapan kita mulai? - Sekarang!
- Kita mau apa? - Keadilan untuk Khalil!
- Kapan kita mulai? - Sekarang!
- Kita mau apa? - Keadilan untuk Khalil!
- Kapan kita mulai? - Sekarang!
- Kita mau apa? - Keadilan untuk Khalil!
- Kapan kita mulai? - Sekarang!
- Kita mau apa? - Keadilan untuk Khalil!
- Kapan kita mulai? - Sekarang!
- Kita mau apa? - Keadilan untuk Khalil!
Ingat, ini adalah unjuk rasa damai!
Aku tak yakin dengan itu.
Ini adalah unjuk rasa damai.
Anti polisi rasis!
Tak ada keadilan, tak ada kedamaian!
Ayo kita segera pergi.
Ayo!
Hei Seven!
Ayo!
Tak ada keadilan, tak ada kedamaian!
Anti polisi rasis!
Tak ada keadilan, tak ada kedamaian!
Anti polisi rasis!
Tak ada keadilan, tak ada kedamaian!
Anti polisi rasis!
Tak ada keadilan, tak ada kedamaian!
Protes berlangsung di kawasan Garden Heights.
setelah pemakaman Khalil Harris.
Anak muda kulit hitam yang terbunuh oleh polisi kulit putih.
Meski protes dimulai dengan damai,
tapi berubah jadi aksi kekerasan setelah bentrok antara pengunjuk rasa dan polisi
Ini disebabkan tidak adanya hukuman terhadap polisi itu,
dan hanya diganti dengan cuti sementara sampai semua bukti diveluasi.
Kami ajak Anda untuk melihat liputan tadi siang.
Saya bersama pengunjuk rasa yang berjalan menuju kantor polisi.
Omong kosong! Polisi itu menembak anak itu dengan keji tanpa alasan kuat.
Orang kulit hitam tak bersalah dibunuh oleh polisi setip saat.
Ini tidak benar! Seluruh sistem hukum korup sekali!
Seperti Anda lihat, situasi emosional melanda Garden Heights.
Warga marah dengan kejadian itu dan mereka menuntut keadilan.
Peluru salah sasaran.
Mama, apa mereka marah karena Khalil terbunuh?
Ya sayang. Kita semua marah.
Emmet Till - 1955
Ya Tuhan, ada apa denganmu Starr?
Hai.
Apa kau dan keluargamu aman? Aku sedang lihat berita.
Yah kita baik-baik saja. Kita aman.
Kau yakin?
Maverick, jangan dibukakan!
Aku harus pergi.
Tunggu sebentar Starr. Starr!
Siapa itu?
- Hai. - Halo.
Boleh aku masuk?
Saat polisi melakukan razia rutin, berubah jadi...
Khalil tak bisa membela dirinya sendiri. Dia butuh dukungan. Starr yang bisa.
- Aku tak suka ini. - Lisa dengarkan dulu.
Starr, apa kau tahu apa itu Juri Agung?
Ya, kumpulan orang yang memutuskan seseorang bisa diadili atau tidak.
Ya, mereka bisa memutuskan dakwaan kepada Opsir Macintosh.
Apakah mereka akan mendakwanya?
99% mereka akan mendakwanya.
Bagaimana dengan yang 1% itu?
Biasanya itu untuk kasus yang melibatkan polisi.
Tapi itu tak akan terjadi karena aku melihat semuanya.
Saat Khalil tertembak, dimana tepatnya posisi kamu saat itu?
Di tempat duduk penumpang.
Kau punya bukti tentang yang kau lihat itu?
Misalnya kau merekamnya lewat HP?
Tidak. Polisi itu melarangku.
Jadi kasus Khalil tak akan masuk pengadilan?
Karena polisi yang menembaknya?
Itulah sebabnya pengadilan kita mulai dari sekarang.
Di jalanan, di media.
- Starr satu-satunya saksi Khalil. - Baiklah.
Kapan kita mulai?
- Dengan wawancara di TV. - Tidak, tidak.
Aku tahu apa yang kau perjuangkan. Tapi aku berjuang untuk Starr.
Dan aku tak mau membahayakan dirinya.
Terima kasih.
Sahabatku yang lain terbunuh saat kita berumur 10 tahun.
Kita sedang bermain basket di trotoar.
Dan mobil itu melintas.
Lalu sebuah tangan keluar mengacungkan pistol.
Kita mungkin menghalangi sasaran tembak mereka.
Aku dengar 3 tembakan.
Dan dia langsung terkapar di tanah.
Dan aku ingat.
Aku ingat dia terlihat begitu ketakutan.
Karena dia sadar akan menjemput ajalnya.
Dan aku tahu siapa pelakunya.
Apa?
Starr, kau tak pernah cerita itu pada kami.
Dia adalah King Lord.
Aku luput dari tembakannya.
Dan aku tak mau dia menembak aku lagi.
Jadi aku tak berani mengadu.
Dan beberapa bulan kemudian aku dengar dia tewas terbunuh.
Jadi aku diam saja.
Jadi katakan padaku Nona Ofrah.
Sahabat macam apa aku ini?
Kau tak bisa salahkan dirimu karena hal itu, Starr.
Kau dulu masih kecil. Sekarang kau juga masih muda.
Aku ingin jadi sahabat yang lebih baik untuk Khalil.
Tapi kalau untuk masuk TV,
Aku belum siap untuk itu.
Jika kau butuh bantuan hukum,
atau kau berubah pikiran,
- Aku siap membantumu. - Terima kasih.
Yah!
- Sekolah diliburkan, teman! - Ayo. Ayo pergi!
Ayo, ayo!
- Ayo pergi! - Jangan berlarian di koridor!
Hei, ada apa?
Sekolah diliburkan. Kita ikut unjuk rasa.
Padahal aku sudah siap untuk ujian Sejarah.
Hei!
Darimana kalian? Semua sudah keluar kelas. Ayo!
KEADILAN UNTUK KHALIL
Kenapa begitu?
Aku kira kau suka hal ini karena sesuai postingmu di Tumblr belakangan ini.
Menyukainya?
Maksudnya bukan suka seperti itu. Tapi kau peduli hal itu, kan?
Itu daerah rumahmu. Aku pikir kau mungkin kenal orang itu.
Aku cuma merasa tak pantas pakai alasan ini untuk membolos sekolah.
Ya ampun Starr. Ini bukan cuma alasan bolos sekolah. Tapi ini untuk tujuan yang mulia.
Tapi memang ini pas sekali untuk alasan bolos sekolah.
Aku malas lihat muka guru Matematika hari ini. Kau juga, kan?
Nyawa orang kulit hitam itu penting.
Apa? Ada masalah apa?
Ini tidak benar.
Siapa lagi yang mau membela kaum kita?
Kaum kita?
Kau mau kemana?
Starr!
Aku mencarimu kemana-mana.
- Aku tak enak badan. Aku mau pulang. - Ada apa?
Hei!
Kau mengenal orang itu, kan?
Bocah yang tertembak itu.
Beri aku waktu, ya!
Kenapa kau tak bilang apa yang terjadi?
Starr!
Hei, bisa jemput aku?
- Hei. - Hei.
Lagi sensi, ya?
Ya, orang-orang sedang sensi.
- Jaga dirimu. - Terima kasih Paman.
Jadi hanya karena orang kulit putih bodoh yang merasa istimewa bolos sekolah,
kau pikir kau boleh bolos juga? Kau tahu, Starr!
Kalau sekolah ya sekolah.. Aku tahu ibu.
Mereka seolah bersimpati atas terbunuhnya Khalil.
Padahal mereka cuma mau bolos ujian Kimia.
Dan aku tak bisa berbuat apapun tentang itu.
Ibu.
Aku ingin bersaksi untuk Khalil.
- Biar kutebak. Kau pasti Starr. - Yah.
Starr, terima kasih atas keberanianmu untuk hal ini.
Sama-sama.
Diane sangat bersemangat untuk wawancara denganmu.
Kami bahkan membatalkan satu program agar kau bisa siaran langsung malam ini.
Dan kau yakin nanti berjalan sesuai rencana?
Semua sudah diatur.
Pihak TV setuju untuk mengaburkan wajah Starr.
Tak akan ada penonton yang akan mengenalinya.
Kau satu-satunya saksi terbunuhnya
anak muda kulit hitam yang tak bersenjata oleh polisi.
Sekarang jutaan orang di negara ini mengenal nama,
Khalil Harris.
Siapa dia bagimu?
Kami kenal sejak kami masih bayi.
Tapi jika dia hadir disini,
Dia pasti bilang kalau,
dia 5 bulan, 2 minggu, dan 1 hari lebih tua dariku.
- Dia cuma seorang bocah biasa. - Ya.
Apa pendapatmu tentang orang yang selalu fokus tentang keburukan Khalil?
Karena dia menjual narkoba.
Jika mereka tahu alasannya, mereka tak akan bicara seperti itu.
Kenapa dia jual narkoba?
Ibunya Khalil adalah ibu yang penyayang. Tapi dia pecandu narkoba.
Jadi karena tak ada yang memberi uang untuk menolong adiknya,
Dan Neneknya juga menderita kanker.
Jadi dia ambil pekerjaan yang tersedia di lingkungan rumahnya.
yang uangnya cukup untuk membiayai mereka.
Pekerjaan yang tersedia?
Jadi pengedar narkoba untuk bandar besar di Garden Heights.
Geng King Lord.
Jadi ada satu geng yang menguasai lingkungan tempat tinggalmu?
Ceritakan tentang hal itu.
Kenapa kau terus bertanya tentang hal itu?
Minggu depan aku akan bersaksi di depan Juri Agung.
tapi malah tak ada yang ingin tahu kejadian sebenarnya.
Semua orang cuma mau tahu kesalahan Khalil.
Apa yang dia katakan. Apa yang dia tidak lakukan.
Sepertinya semua ini karena kesalahannya.
Aku tak tahu orang mati bisa dihukum padahal dia sendiri yang terbunuh.
Jika Opsir Macintosh duduk bersama kita disini,
apa yang akan kau katakan padanya?
Aku akan tanya apakah saat itu dia juga ingin menembakku?
Kalian ingin pesan yang lain?
Sepertinya semua yang kita butuhkan sudah ada disini.
Apa kalian harus bercumbu seperti itu?
- Itu cara agar Ibumu terpikat padaku. - Aku tahu.
Ibu!
Kita tak butuh sedetail itu.
Pikiranku terguncang seumur hidup.
- Mari saling berpegangan tangan. - Baiklah.
Bapa kami di surga, terima kasih atas berkat makanan ini dan keluarga ini.
Dan terima kasih telah membuat Starr bersinar hari ini.
Dan Tuhan tolongkah dia agar selalu fokus dengan sekolahnya.
Terima kasih untuk keluargaku ini.
Itu yang ingin aku katakan.
Aku juga.
- Amin. Amin. - Amin. Amin. Amin.
- Makan sayurnya dulu. - Aku mau sambal pedas ini.
Ini sayuran. Makan dulu sayurnya.
Aku suka Tabasco.
Kau akan tambah gula seperti biasanya?
Ini enak sekali.
Kenapa kau heran dengan gulaku?
Sini aku icip dulu.
Kau terlalu banyak pakai sambal. Makanya aku bilang butuh Tabasco.
Ya.
Rasanya kurang pedas.
Kenapa kau tak doyan? Tambah ubi saja.
Lisa.
Tetap lah disini.
Starr berbuat bodoh hari ini.
Jangan sebut-sebut nama anakku, King!
Kau keras kepala jadi aku akan menghajarmu.
- Aku yang akan menghajarmu. - Coba kalau kau bisa!
Diam disitu!
Hei, kenapa kau tak...
Hei, ayo pergi!
Kau ada masalah?
Tidak Pak Polisi.
Ada apa tadi?
Aku sedang makan malam dengan keluargaku.
Lalu kau keluar cari keributan?
Ayo ikut!
- Merapat ke dinding! - Tak apa-apa Sekani.
Starr, jangan tegang. Jangan tegang sayang.
Dia bersih.
- Keluarkan kartu identitasmu! - Dompetku dibawa istriku.
- Mana dia? - Bawakan dompetku!
- Hentikan! Ayah! - Aku tak apa-apa!
Aku bawa identitasnya, Pak.
Maverick Carter. Sepertinya tak asing, kan?
Kembali ke dalam sekarang!
Tidak. Aku tunggu sampai kau lepaskan suamiku.
- Aku bilang kembali ke dalam! - Tidak Pak. Ayahku tidak bersalah!
- Tunjukkan identitasmu! - Dia masih bocah!
Kau mau lihat kartu sekolahnya atau ijin belajarnya?
Bu, kembali ke dalam sekarang!
- Dia tak bersalah! - Baiklah kalau begitu.
Kau lihat mobil kabur dari sini. Kenapa kau tak mengejarnya?
Kau lihat ornag tadi kabur! Kenapa kau tak bertanya padanya?
Sekani masuk ke dalam!
- Taruh HP'mu sekarang! - Aku berhak merekam hal ini.
Dia saksi itu.
Ya kami lihat dan rekam perbuatan kalian!
Ayo tunjukkan cara kalian perlakukan kami!
Ayo pergi!
Anggap ini sebagai peringatan.
- Kau baik-baik saja? - Ambil barang-barangmu dan kita pulang.
- Kau tak apa-apa? - Kau tak apa-apa?
Baiklah. Ayo bawa Sekani.
Aku sangat menyesal Ayah.
Ini semua salahku.
Seharusnya aku tak masuk TV. Seharusnya aku diam saja.
Semua keluar dari mobil.
Keluar dari mobil dan berbaris di halaman!
Butir ke-7 dari Program 10 Poin. Sebutkan!
Berhenti menangis dan sebutkan!
Kita menuntut penghentian kekejaman polisi.
Selesaikan.
Terhadap pembunuhan orang kulit hitam, kulit berwarna dan orang tertindas.
- Dengan apa? - Dengan cara apapun.
- Dengan apa? - Dengan cara apapun.
- Dengan apa? - Dengan cara apapun.
Lalu kenapa kau mau diam?
Apa tulisannya?
Alasan untuk hidup. Beri alasan untuk mati.
Yah.
Kamu,
Saudaramu,
Dan Ibumu,
Adalah alasan aku untuk hidup dan mati.
Kuberi kalian kekuatan di setiap nama kalian.
Seven itu kesempurnaan. Starr itu cahaya. Sekani adalah kegembiraan.
Gunakan itu!
Jadi kapan saja kau mau bicara,
kau bicara.
Jangan pernah biarkan orang lain menyuruhmu diam.
Kau bercanda?
Tidak, tidak, tidak! Tunggu, tunggu!
3 poin!
Ya ampun, kau payah. Terserah lah.
Kau becanda, kan?
Aku akan membalasmu.
Ada apa dengammu?
Tak apa-apa.
Jadi aku berlebihan?
Kau tidak ngobrol sejak kita tiba disini.
Aku sekarang ngobrol. Kau mau aku bicara apa?
Sebaiknya kita nonton TV aja.
Bisa ganti channel yang tadi?
Opsir Brian Macintosh Yunior telah mengabdi selama 5 tahun.
Selama itu dia bertugas di Garden Heights.
yang terkenal dengan tingkat kriminalitas tinggi
dan angka pembunuhan mencapai 15% tahun ini.
Polisi berusaha keras untuk menekan tindak kekeraan ini.
Merubah kebijakan.
Tapi geng dan narkoba tetap menjadi masalah,
bagi warga mayoritas keturunan Afrika-Amerika ini.
Brian adalah anak yang baik.
Orang-orang sekarang membencinya.
Dia takut untuk keluar bahkan untuk sekedar beli sebotol susu.
Ada ancaman kematian untuknya,
dan untuk keluarga kami.
Itu mengerikan.
Keluarga yang malang.
Apa?
Anaknya hanya menjalan tugas dan melindungi dirinya.
Hidupnya juga berarti, kan?
Baiklah, uhm..
- Aku harus... - Yah.
Wow, kalian belum bisa selesaikan masalah?
Tunggu. Starr! Starr!
Maya, aku tak bisa bicara dengannya sekarang.
Hidup polisi itu juga berharga. Kau marah karena aku bilang itu?
Yah.
Karena kau pikir hidupnya lebih berharga,
daripada orang yang katanya kau bela saat unjuk rasa?
Itu masalahnya.
- Masalah? - Sudahlah teman. Ayolah.
Kau unfollow Tumblr'ku sehabis unjuk rasa.
Kenapa?
Apa karena aku posting foto Emmett Till?
Apa kau bersimpati dengan keluarganya yang malang
sebelum kau berpaling?
Maya, sekarang dia menganggapku rasis.
Tidak. Tidak seperti itu.
Aku cuma bertanya padamu.
Tak bisa kupercaya.
Kau tahu?
Aku tak mengenal lagi siapa dirimu, Starr.
Itu sebabnya aku unfollow kamu.
Chris: Kau yakin aku tak boleh jemput ke pesta kelulusan?
Sial.
Hitam selalu cocok di acara apapun.
Selalu terlihat elegan.
Aku yakin itu.
Kau akan terlihat sangat cantik saat pesta kelulusan.
Ada apa, sayang? Ceritakan ke Ibu.
Aku dan Hailey sedang bermasalah.
Ibu.
Apa?
Kau tak pernah menyukai Hailey.
Tidak. Itu tidak benar.
Aku cuma tak suka kau selalu menurut padanya seperti kau tak punya prinsip.
Seperti saat kau minta disemir rambut warna ungu.
- Aku memang ingin warna ungu. - Tidak, tidak, tidak.
Bukan itu. Apa alasan sebenarnya?
Karena Hailey ingin aku dan Maya punya rambut yang sama di sekolah.
Itu tadi maksudku sebenarnya. Terima kasih.
Jadi...
Apa masalah kalian sekarang?
Aku cuma tak suka omongannya. Seperti...
Kadang aku panasaran kenapa dulu aku bisa berteman dengannya.
Itu jawaban yang harus kamu cari tahu sendiri.
Apakah pertemanan itu layak dipertahankan.
Aku cuma kesal karena tak tahu alasannya.
Jangan begitu. Kau tak punya waktu untuk marah.
Kau masih banyak tugas sekolah,
kau belum siap untuk ujian masuk kuliah.
Kau harus memaafkan dan lanjutkan hidupmu.
Apa itu sikapmu dulu terhadap Ayah?
Setelah dia menghamili Iesha dan melahirkan Seven?
Kau hanya memaafkan dan melanjutkan hidupmu?
Ya.
Itu sikapku dulu.
Dan itu tidak mudah.
Bahkan aku dan Ayahmu sempat putus
karena dia kepergok pacaran lagi dengan Iesha. Itu masih menyakitkan.
Tapi aku harus ambil keputusan. Untuk diriku.
Yaitu kalau cintaku pada Ayahmu lebih besar daripada kesalahannya.
Cinta untuk Ayahmu?
Itu...
Lebih besar dari apapun.
Bahkan saat dia dengan si gila Iesha?
Yah, bahkan saat dia dengan si gila Iesha.
Jika kebaikannya melebihi kesalahannya, kau pertahankan Hailey jadi temanmu.
Tapi jika tidak,
relakan dia pergi.
Saksi itu kamu kan?
Kau bilang tak kenal Khalil.
Ya aku mengenalnya.
Kau pikir aku tak akan tahu hal itu?
Kau mau rahasiakan semua dari aku?
Tidak seperti itu.
Starr, aku pacarmu. Itulah gunanya aku disini.
- Bukan aku tak percaya kamu. - Lalu apa?
Lalu apa? Katakan padaku. Kumohon.
Chris, aku tidak tinggal di Williamson.
Jika aku bilang ke semua orang,
aku akan jadi "Starr yang malang" yang melihat temannya terbunuh.
Atau "Starr nestapa" yang tinggal di lingkungan kumuh.
Kau pikir orang peduli dimana kamu tinggal?
Ya, aku peduli.
Ya Tuhan.
Apa kau pernah melihat orang meninggal?
Belum pernah.
Aku melihatnya 2 kali.
Itulah kenapa orang tuaku menyekolahkan aku dan saudaraku di Williamson.
Untuk melindungi kami.
Dan sekarang,
Aku seperti harus menyembunyikan jati diriku,
setiap hari.
Saat aku di rumah, aku tak bisa jadi anak Williamson.
Saat disini, aku tak bisa jadi anak Garden Heights.
Khalil adalah cinta pertamaku.
Ciuman pertamaku.
Dia sedang mengalami banyak masalah.
Dan aku bahkan tak tahu.
Karena aku berpaling darinya.
Aku berpaling dari kaum'ku sendiri.
Kau tahu bagaimana rasanya?
Tidak.
Dan aku turut prihatin, Starr. Sungguh prihatin.
Tapi orang kulit hitam, kulit putih,
- Tak seorang pun peduli. Kita sama. - Tapi kita tak sama.
Kau ingin jadi orang kulit hitam. Tapi kau pertahankan keistimewaan orang kulit putih.
Kau pikir main basket bergaya seperti orang kaya khas Williamson
membuatmu paham jadi orang kulit hitam? Tidak bisa.
Starr, aku sudah bilang aku tak membedakan warna kulit.
Aku hargai orang dari sikapnya. Sama seperti aku menghargaimu.
Jika kau tak lihat jatidiriku, kau tak bisa menghargaiku.
Aku menghargai jatidirimu.
- Semoga kalian tak macam-macam disitu! - Ya Tuhan.
- Aku tak main-main. - Seven!
Oh, sayang...
Maaf pestanya berantakan.
Kau becanda? Aku tak peduli dengan pesta itu.
Tapi aku peduli dengan burger yang akan kita makan setelah pesta.
Dan susu kocok.
Dan tahap selanjutnya.
Apa tahap selanjutnya?
Aku akan mengantarmu pulang.
Dan aku akan menemui Ayahmu.
Kau harus segera sesuaikan warna kulitmu.
Hatiku juga berkulit hitam.
Itu yang penting.
Baiklah, bung. Kalau begitu...
Kita tes seberapa hitam dirimu.
Menu apa untuk Thanksgiving?
Pie kentang manis?
Atau pie labu?
- Pie kentang manis. Itu jelas. - Ding ding ding. Itu baru pacarku.
Baiklah. Tunggu dulu.
Kita belum selesai.
Makaroni dan keju.
Sebagai menu utama?
Atau menu pelengkap?
Untuk menu utama.
- Whomp, whomp, whomp. - Apa?
Makaroni dan keju bukan menu utama, bung.
Itu menu utama yang tak biasa.
Bukan. Bukan sayang.
Itu dimasak pakai oven. Bergelembung. Berkeju. Dan atasnya renyah.
Makaroni dan keju itu protein.
- Kau taburi dengan remah roti diatasnya. - Ditaburi remah roti?
Tak mungkin. Tak akan cocok.
Kalian berdua mati. Permisi.
- Hai. - Hai, bung!
Hei.
Terima kasih sudah mengantarnya pulang. Ini untukmu.
Oh Ayah. Dia tidak butuh tips.
Kenapa? Kau harus beri tips kepada sopir.
Hei, bung. Kau harus segera pergi dari sini sebelum mobilmu dicuri.
Hei! Ayo masuk! Ayo masuk!
- Hai sayang. - Hai.
Chris! Senang bisa bertemu denganmu!
Bagaimana pestanya?
Pestanya lancar. Kami pulang lebih awal.
Siapa ini?
Ayah, ini adalah Chris.
Chris siapa?
Chris adalah pacarku.
Kau punya pacar?
Kau pikir dengan siapa dia datang ke pesta?
Senang bertemu denganmu, Pak Carter.
Kau punya pacar orang kulit putih?
Ayah, dia bukan pacarku yang berkulit putih. Dia adalah pacarku.
Anak itu putih.
Aku yakin semuanya sedang lelah.
Terima kasih banyak Chris telah mengantar ke rumah dengan selamat.
Kau tahu? Aku mau kau sering main kesini.
- Tak masalah, Bu Carter. - Yah.
Selamat malam, Pak Carter.
- Selamat malam, Starr. - Selamat malam.
Yah, selamat malam.
Jadi kau sudah kenal anak itu?
Kau juga tahu tentang ini?
Siapa lagi yang tahu soal ini?
Tunggu dulu.
Sekani juga tahu tentang hal ini?
Ada apa ini, Starr?
Kau punya pacar orang kulit putih. Semua orang tahu kecuali aku?
Kira-kira kenapa itu ya?
Siapa nama anak itu?
Chris.
Chris?
Nama pasaran macam apa itu?
Cewek biasanya pacaran dengan cowok yang mirip dengan Ayahnya.
Kurasa aku bukan contoh orang kulit yang baik di matamu.
Memang tidak.
Kau adalah contoh yang baik sebagai pria sejati.
Duh.
Apa anak itu yang bisa membuatmu berkata "duh"?
Keren juga dia.
Tiarap!
Tunggu! Jangan, jangan, Maverick!
Bilang ke Starr untuk tutup mulut! Jalang sialan!
Bangsat!
- Hei. - Hei.
Masuklah ke dalam.
Apa yang kau lakukan? Masuk.
- Aku mau kembali. - Apa?
Tak ada yang boleh mengganggu keluargaku. Apalagi anak buahnya King.
Keluargamu ada disini!
Dan keluarga ini akan pindah. Aku tak mau dengar alasan lagi.
Kita pindah!
- Aku ikut Ayah. - Seven, kembali ke rumah!
Maverick, aku mohon padamu.
Jangan kembali. Bagaimana jika King kembali?
- Kuharap dia kembali - Maverick!
Maverick! Kau telah berjanji!
Ayah!
Saksi mata penembakan Khalil Harris
akan bersaksi pada esok hari di hadapan Juri Agung.
Pemuka warga khawatir kalau kesaksian tersebut
tak hanya meningkatkan kekerasan antar geng
tapi juga meningkatkan ketegangan antara polisi dan warga Garden Heights.
Seseorang menakutimu karena akan bersaksi di depan Juri Agung.
Apa kau takut?
Kenapa kita butuh Juri Agung untuk memutuskan kasus ini layak disidangkan?
Beberapa orang menganggap kasus Khalil bukan tindakan kriminal.
Mereka melihatnya sebagai insiden saat razia biasa.
Bagaimana bisa?
Banyak pertimbangan polisi saat memberhentikan seseorang di jalan.
Terutama saat mereka bertemu pengendara yang ngotot tentang alasan dia diberhentikan.
Kewaspadaan harus tinggi.
Polisi berpikir,
Apa dia menyembunyikan sesuatu?
Apa ini mobil curian?
Jika ada wanita di kursi penumpang seperti kamu,
Apakah dia terlihat baik-baik saja?
Apakah dia telah dipukul atau diperkosa?
Jika mereka saling berbicara dan mengacuhkan polisi,
polisi berfikir mereka sedang mengecoh.
Apa yang mereka sembunyikan di mobil?
Narkoba? Atau senjata?
Jika pengendara mulai menghina polisi,
maka polisi akan mengendalikan situasi secara verbal.
Tapi jika mereka tidak menurut,
maka polisi akan melakukan pemaksaan.
Tapi kau masih belum yakin mereka melakukan kesalahan.
Itulah alasan kita menggeledah.
Untuk memastikan mereka tidak bersenjata.
Kita periksa SIM mereka,
dan kita suruh mereka untuk tidak bergerak.
Tapi jika mereka buka pintu,
atau memasukkan tangan ke dalam jendela,
ada kemungkinan mereka mengambil senjata.
Jadi jika aku pikir dia membawa senjata,
Aku tak akan ragu. Aku akan menembaknya.
Kau menembaknya?
Karena kau pikir kau melihat senjata?
Kau tak bilang sesuatu lebih dulu?
Seperti "Angkat tanganmu!"?
Tergantung. Apakah saat itu malam hari?
Apakah aku bisa melihat jelas?
Apakah aku sedang bertugas sendirian?
Bagaimana jika kau bertugas di lingkungan orang kulit putih?
Dan ada orang kulit putih, memakai jas,
mengendarai Mercedes.
Dia bisa saja seorang bandar narkoba, kan?
Bisa jadi.
Jadi saat kau melihat dia,
memasukkan tangannya ke jendela,
dan kau pikir kau melihat senjata,
apakah kau akan menembak dia?
Atau kau akan bilang "Angkat tanganmu!"?
Aku akan bilang "Angkat tanganmu!".
Kau dengar yang kau ucapkan tadi?
Kita hidup di dunia yang rumit, Starr.
Tidak. Buatku tidak serumit itu.
Aku akan selalu menunggu disini.
Jika kau ingin bertanya padaku, itu adalah hak kamu.
Dan orang tuamu akan menunggumu disini.
Baiklah.
Aku sangat menyanyangimu.
Aku menyayangimu.
Sebutkan namamu di hadapan Juri Agung.
Namaku Starr Amara Carter, dan umurku 16 tahun.
Aku memintamu untuk bercerita yang sebenarnya kau lihat
di malam Khalil Harris terbunuh.
Aku akan ceritakan semua.
Aku akan ceritakan semua dan lebih banyak lagi.
Khalil kehilangan Ibunya karena narkoba.
Khalil suka bernyanyi meskipun dia tak bisa bernyanyi.
Khalil tinggal di rumah kami selama 5 tahun.
Khalil tak pernah menangis.
Khalil ingin pergi ke Mesir.
Khalil menciumku 2 kali.
1 ciuman pada malam itu.
Khalil tidak punya pistol.
Khalil punya sikat rambut.
Khalil meninggal saat memegang sikat rambut.
Dan jika Khalil masih hidup,
dia akan lulus SMU.
Kurasa kau tak akan bisa melupakannya dalam waktu dekat.
Melupakannya?
Ya. Melupakannya.
Kau bahkan tak sadar telah berbuat rasis, ya?
Karena aku tidak rasis.
Ini tentang "kita" dan "kami". "Nyawa orang kulit hitam berarti".
Sampai kau genggam kuat dompetmu saat di elevator dengan orang kulit hitam.
Kau tak harus bilang "Negro" dan menyemprot air ke orang kulit hitam agar disebut rasis, Hailey.
Kau berbeda dengan mereka, Starr.
Aku berbeda?
Aku gadis kulit hitam yang tidak berbahaya?
Ya, seperti itu.
Tapi temanmu itu beda.
Dia adalah pengedar narkoba.
Pada akhirnya dia juga akan dibunuh oleh seseorang.
- Kau serius, Hailey? - Ya.
Polisi itu melihat senjata.
- Polisi itu melihat sikat rambut. - Yang terlihat seperti senjata.
Apa yang kupegang sekarang? Apa ini terlihat seperti senjata?
Di tangannya ya seperti senjata.
Bagaimana jika di tanganku?
Hah?
Apa ini terlihat seperti senjata?
Apa sekarang terlihat seperti senjata? Jatuhkan dirimu ke tanah. Sekarang!
Jangan bangun atau kutembak kau!
Jangan bergerak!
Jangan bergerak atau kutembak dengan ini!
Apa yang tadi kubilang?
Jangan bergerak, Hailey!
Lihat aku dan berhenti menangis!
Seperti itu rasanya!
Starr! Hei, Starr tunggu!
- Apa maumu? - Tunggu dulu!
Starr.
Hentikan!
Starr hentikan. Kau akan menyakiti dirimu sendiri.
Aku bersamamu.
Aku bersamamu.
Jemput Seven sekarang. King menghajarnya.
Hei Lyric. Dimana seven?
- Starr! - Ya ampun.
- Apa yang kau lakukan disini? - Mana yang sakit?
Kalian harus pergi sebelum King pulang
Dia mencarimu.
Tidak Seven. Kita harus pergi.
Tolong aku. Ayo cepat pergi!
Iesha, apa yang terjadi?
Apa yang terjadi?
Kau mengadu dan pantas diberi pelajaran.
Dan anakku yang menanggungnya untukmu.
Darahnya bercucuran kemana-mana. Bawa dia pergi dari sini!
Ajak Kenya dan Lyric bersamamu.
Lyric? Kenapa?
Kalian semua menggangguku.
Mencoba merebut minumanku dan yang lainnya.
Pergi!
Sial!
Sial! King sudah kembali.
Kalian semua pergi lewat belakang!
Iesha. Terima kasih.
Hai sayang.
- Kita harus membawanya ke Rumah Sakit. - Depan belok kiri.
- Apa? - Keadilan untuk Khalil!
- Apa? - Keadilan untuk Khalil!
- Apa? - Keadilan untuk Khalil!
- Apa? - Keadilan untuk Khalil!
Apa yang terjadi?
- Apa? - Keadilan untuk Khalil!
- Apa? - Keadilan untuk Khalil!
- Apa? - Keadilan untuk Khalil!
- Apa? - Keadilan untuk Khalil!
- Apa? - Keadilan untuk Khalil!
Permisi!
- Ada apa? - Ada unjuk rasa di Balai Kota.
Aku turut prihatin, Starr.
Ayo pergi.
Aku ingin pergi sekarang.
- Apa? - Keadilan untuk Khalil!
- Apa? - Keadilan untuk Khalil!
- Apa? - Keadilan untuk Khalil!
- Apa? - Keadilan untuk Khalil!
- Apa? - Keadilan untuk Khalil!
- Apa? - Keadilan untuk Khalil!
- Apa? - Keadilan untuk Khalil!
- Apa? - Keadilan untuk Khalil!
- Apa? - Keadilan untuk Khalil!
Starr. Starr!
Hei, apakah itu benar?
Polisi itu bebas. Tak ada pengadilan.
Juri Agung tidak mengajukan dakwaan.
Starr!
Nyawa Khalil sia-sia!
- Bakar saja! - Kita ingin keadilan untuk Khalil!
- Mereka terus membunuh kita! - Kau mau menangkapku? Lakukan!
- Tak seharusnya Lyric disini. - Ya. Lyric, kita pergi dari sini.
- Seven, kau juga harus pergi dari sini. - Tidak. Aku tetap disini.
- Tapi kau terluka. - Aku baik-baik saja.
Apa yang bisa aku bantu?
Aku ingin menolong.
Bawa Lyric dan Kenya pergi dari sini. Pastikan mereka aman. Mengerti?
Starr, aku tak akan meninggalkanmu.
Aku tak akan kemana-mana.
Aku harus berada disini.
Aku baik-baik saja.
Mengerti?
- Baiklah. - Terima kasih.
Aku perintahkan yang ada di jalan untuk segera bubar.
Kalian melanggar pasal 150266.
Kalian punya 3 menit untuk membubarkan diri.
atau kalian akan ditahan atau ditangkap.
Tenang semua. Turunkan emosi.
Mereka hanya menjalan tugas. Ayo tahan diri!
Santai, santai!
Kau di pihak yang salah, saudaraku!
Kau seharusnya bersama kami!
Kita tak akan pergi dari Balai Kota
karena kita punya hak untuk berjuang demi kebebasan kita.
Tugas kita untuk berjuang demi kebebasan kita.
Tugas kita untuk menang!
Kita harus cinta dan dukung satu sama lain.
Kita harus lepaskan belenggu kita!
- Angkat tangan! - Jangan tembak!
- Angkat tangan! - Jangan tembak!
- Angkat tangan! - Jangan tembak!
- Angkat tangan! - Jangan tembak!
- Angkat tangan! - Jangan tembak!
- Angkat tangan! - Jangan tembak!
- Angkat tangan! - Jangan tembak!
- Angkat tangan! - Jangan tembak!
- Angkat tangan! - Jangan tembak!
- Angkat tangan! - Jangan tembak!
Angkat tangan!
Nona Ofrah.
Kau siap gunakan senjatamu?
Ini seberat membawa pistol.
Jangan tembak!
Jika polisi itu menukar senjatanya dengan ini,
Khalil pasti masih tetap hidup.
Jangan tembak!
Aku...
Jangan tembak!
Namaku adalah Starr!
Dan aku melihat kejadian yang menimpa Khalil!
Aku adalah saksinya!
Tapi kalian juga saksinya!
Kalian saksi dari ketidak adilan ini!
Kita lihat semuanya!
Dan kita tak akan berhenti,
sampai dunia juga melihatnya.
Kita tak akan berhenti berunjuk rasa!
Semua orang ingin bicara bagaimana Khalil mati.
Ini bukan tentang kematian Khalil.
Ini tentang bagaimana dia hidup.
Khalil pernah hidup.
Dan hidupnya berharga!
Dalam hitungan ketiga kalian harus bubar.
Ngomong apa kau, bung?
Khalil pernah hidup!
Satu!
Khalil pernah hidup!
Dua!
Khalil pernah hidup!
Tiga!
Khalil pernah hidup!
Khalil pernah hidup!
Maju!
Apapun yang kita katakan.
Tak peduli seberapa keras kita teriak.
Mereka menolak untuk mendengarkan kita.
Bubar!
Kalian harus segera bubarkan diri!
Jika kalian masih di jalan,
kalian dianggap tidak taat hukum dan akan ditangkap.
Lakukan sekarang!
Kalian melanggar pasal 150266.
Bubar!
Jika kalian tak bubar,
kalian akan ditangkap.
Kalian diperintahkan untuk segera membubarkan diri.
Ini maksudku!
Unjuk rasa ini sudah dianggap melanggar hukum
Maju! Maju!
Maju! Maju!
Jangan sentuh aku!
Kau ditangkap!
Aku tak bisa bernafas!
Hei hei hei! Kalian anaknya Maverick?
Yah.
Naik ke belakang!
Tunggu, tunggu, tunggu! Boleh kami ikut?
- Ya ayo! Naiklah! - Baiklah.
- Mataku terasa terbakar! - Kita butuh susu!
- Kita pergi ke toko Ayahku. - Baiklah. Ayo!
- Ayo masuklah! - Ikuti aku!
- Masuk. Ayo! - Ayo masuk!
Bantu aku ambil susu!
Ini. Cepat! Cepat!
Guyur ke mukanya! Guyur ke mukanya!
Ayo, ayo, ayo!
Terima kasih, teman kecil.
Jika ketemu Ayahmu, aku akan bilang kalian dimana.
- Kalian lihat Ayah kami? - Ya dia mencari kalian.
Ayo kita jalan!
Seven, bagaimana rasanya?
Masih sakit.
Baiklah. Kita akan cari pertolongan, ya?
Ibu tadi menelepon.
Dia bilang apa?
Starr sayang, telepon aku setelah kau baca ini.
Starr Amara, aku tahu kau sudah baca pesan ini. Telepon aku!
Jadi kau tak mau menelpon aku,
tapi kau bisa pimpin unjuk rasa dan melempar gas airmata di TV?
Aku bersumpah akan mengambil nyawamu jika kau tak menelponku!
Kita dalam masalah besar, Starr.
Aku akan kabur ke Meksiko.
Kau tahu Ibu akan mengejar kita sampai Meksiko.
Sial!
Kita lewat pintu belakang. Ayo!
Sial pintunya terkunci! Aku tak punya kuncinya!
Ayo Starr! Ayo!
Ya Tuhan.
Ya Tuhan.
Lewis! Tokonya kebakaran!
Panas sekali!
- Lihat itu! - Ya Tuhan!
Anak-anak terjebak di dalam sana!
- Tolong! - Apa ada jalan lain?
Di belakang sana! Lewat belakang!
Di sini!
Pintunya terkunci!
Anak-anak terjebak di dalam! Tolong! Tolong!
Tolong! Tolong! Di belakang sini!
Hei kalian! Awas! Awas!
Kau bawa kuncinya?
Bernafaslah!
Balikkan badanmu. Tak apa-apa. Bernafaslah!
Starr! Seven!
Kalian baik-baik saja? Kalian tak apa-apa?
Aku sudah peringatkan kau, Mav.
King!
Kau manusia brengsek!
- Kau mau apa Big May? - Aku akan membunuhmu!
Kau tahu dia akan mengadu!
- Inilah saatnya! - Kesini kau, Mav!
- Ayo! - Jangan ganggu Ayahku!
Sekani!
Sekani, jatuhkan senjatanya.
Sekani, letakkan senjatanya.
Hei! Jatuhkan senjatanya!
Sekani, jangan, jangan! Jangan tembak!
Mundur! Aku polisi!
- T H U G L I F E -
Inilah maksudnya.
Kebencian yang kauberikan, anak kecil menghancurkan semuanya.
Lihat Sekani.
Dia bayi kecil.
Hasil dari kebencian.
Dan dia bersiap untuk menghancurkan siapa saja.
Bukan kebencian yang kau berikan.
Tapi kebencian yang kita berikan.
Tapi kita bisa patahkan siklus itu.
Jangan!
Berapa nyawa yang harus kami korbankan agar kalian mengerti?
Cukup sudah.
Aku sangat bangga padamu.
Tak apa-apa. Sudahlah.
Aku sangat bangga padamu.
Semua sudah berakhir. Semua baik-baik saja.
Ayo pergi. Masuk ke mobil. Mari kita pulang.
Mari kita pulang.
"Membangun kembali"
Itulah kata yang diucapkan Ayah 2 jam setelah kerusuhan itu berakhir.
Dan aku tahu kami pasti bisa.
Terutama setelah King ditangkap setelah melakukan pembakaran.
Semua orang bicara tentang hal yang sudah terjadi.
Pak Reuben, Pak Lewis,
Bahkan Ayah juga ikut bicara.
Kita tak boleh diam lagi.
Polisi bisa meringkus King berkat laporan masyarakat.
Kehidupan keluarga kembali normal.
Ayah dan Paman Carlos kembali akrab.
Ibu dan Ayah bilang akan tinggal di Garden Heights untuk sekarang.
Ini adalah lingkungan kami.
Tempat tinggal kami.
- Sayang. - Apa?
Perlebar sedikit jaraknya. Kau menanam terlalu rapat.
- Sudah pas ini. Ini pas sekali. - Coba kau saja yang kerjakan.
Hei, apa yang kau lakukan. Hentikan! Sekani, hentikan!
Aku akan membalasmu, bocah!
Sekani menjalani hidup sesuai namanya.
Kegembiraan. Dia punya itu.
Entah kenapa.
Seven masih sempurna.
Yeahh!
Bagus sayang! Teruskan!
Musim gugur mendatang dia masuk kuliah.
Ibu bilang untuk memafkan dan melanjutkan hidup.
Tapi aku tak butuh pertemanan yang berat sebelah.
Apalagi karena aku punya teman yang sejati.
Dan Chris?
Akhirnya kita resmi pacaran.
Starr,
aku akan bersihkan kamar Khalil.
Masuklah dan ambil barang yang kau suka.
Khalil.
Ternyata nama itu punya arti juga.
Sahabat.
Aku tak akan lupa.
Aku tak akan diam.
Aku tak bisa rubah darimana asalku dan yang pernah aku alami.
Jadi kenapa malu jadi diriku yang sebenarnya?
Dan aku akan tetap jadi Starr.
Tak ada Starr versi 2.
Starr saja.
Ayah bilang namaku memberiku kekuatan super.
Untuk menggunakannya.
Dan itulah yang akan aku lakukan.
Menerangi kegelapan.
Translated & Resynced by BernadX Jakarta, November 2018 Ingin donasi pulsa? Silakan ke 081385001509
My Personal Tribute to TUPAC SHAKUR
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.