Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Edited at https://subtitletools.com
Hei, Yah. Nanti kalau ada rubah muncul di kebun kita, apa boleh aku memeliharanya?
Enggak boleh. Soalnya rubah itu hewan liar.
Lalu, mereka punya bakteri berbahaya bernama Echinococcus.
Oh, gitu.
Terus, kalau nanti Rusa Yezo Sika muncul, tolong potret aku bersamanya, ya.
Duh, Shima.
Anu, karena kita akan menuju jantung Kota Sapporo,
jadi rusa atau rubah kayaknya enggak akan ada.
Owalah, begitu.
Bosenin.
Untuk Shima,
aku nggak nyangka
kalau kita akan tinggal terpisah.
Kalau di Tokyo mungkin ada beragam persoalan,
tetapi ibu berharap lingkungan baru itu akan menjadi hal baik bagimu.
Hal baik itu .... Contohnya ....
Mungkin salah satunya adalah jatuh cinta!
-Kenapa jendelanya dibuka? -Biar adem!
Ya jelas adem, lah! Tutup, dong!
Namaku Sumitomo Shima.
Mohon bantuannya.
Untuk sementara, tempat dudukmu di sana. Di sebelah Tatebayashi.
Mohon bantuannya.
Di situ bukan tempat dudukmu,
Eh?
Itu adalah tempat duduknya Wao.
Wa ... O?
Bapak tahu, kok, Tatebayashi. Ini cuma buat sementara saja, kok.
Eh, eh, jarang-jarang ada yang pindahan di saat begini.
Yah, soalnya ada urusan keluarga ....
Oi, jangan cuekin gua. Itu tempat duduknya Wao.
Sudah kubilang itu tempat duduknya Wao.
Oi, Gen.
Iya, iya paham. Sudah duduk saja.
Kalau begitu, bawakan tempat duduk buatku!
Aku cuma duduk di tempat yang disuruh!
Aku nggak berencana beranjak ke mana-mana!
Kamu baik-baik saja?
Namaku Kunishige Haruka.
Panggil saja Haruka. Lalu, bolehkah kupanggilmu Shima?
Iya, boleh.
-Namaku Satoe! -Namaku Riri, salam kenal, ya!
Oke, berarti bapak akan mengecek daftar hadir.
-Asai Ryota. -Hadir!
-Abe Tachino -Hadir!
-Ikeda Nao. -Hadir.
Penyebab pertamanya adalah sekolah.
Entah kenapa aku merasa tidak cocok berada di sekolah khusus cewek.
Akan tetapi,
ibuku malah sudah menikah empat kali.
Nih cowok seleranya jelek amat?
Hingga aku bosan berada di rumah.
Walau aku pikir 'lebih baik habiskan waktu bersama teman',
saking seringnya bersama, malah membuat kami gampang tengkar.
Lalu, esoknya aku pun sudah dikucilkan.
Aku jadi enggan ke sekolah. Dan mengurung diri di kamar.
Shima. Ada apa?
Kamu patah hati?
Ibu yang mencemaskanku itu ...
... menghubungi ayah ...
... dan akhirnya setelah melalui ini itu, aku berhasil melarikan diri ke sini.
Aku pulang.
Oh, selamat datang, Shima.
Eh?
Selamat datang.
Anu ....
Dia tetangga kita, Wao dan Sumire.
Dia adalah putriku, namanya Shima.
Wao?
Paman punya anak, toh.
Iya. Walau ini anak mantan istriku, sih.
Kami disuruh tinggal bersama.
Dia putriku yang manis.
-Hentikan, dong, Yah! -Maaf, maaf.
Ah.
Seragam itu ..., sesekolah denganku ya?
Pergelangan kaki.
Eh?
Kalau kamu kedinginan, seenggaknya jagalah pergelangan kakimu supaya tetap hangat.
Ah.
Aku paling malas pakai kaus kaki.
Wao!
Wuah!
Oi, Gen.
Elu kan ... Kenapa di sini?
Soalnya di sini tuh rumahku!
Apa?!
Lah? Kalian berteman, toh?
Kami tidak berteman.
Wao, pulang, yuk.
Iya.
Maaf, ya.
Wao!
Dadah! Maaf!
Da ... dah?
Sampai jumpa besok di sekolah!
Bu, jangan terlalu cemaskanku.
Di tempat yang baru ini,
aku akan menjadi tokoh utamanya.
saikou saidai no monogatari masshiro na sekai
Kisah paling terbaik di dunia nan begitu putih ini ...
Subtitle oleh: Wibusubs.moe
... akan dimulai dari sini, dan baiknya kita mengukir apa terlebih dahulu?
koko kara hajimaru nan o egakou
dou shita no๏ผ tameiki nante
Ada apa? Kok menghela napas begitu.
mawari bakka ki ni shiteru
Kamu kepikiran sama apa kata orang, 'kan?
kimi-rashiku iru koto muzukashii kedo
Walau sulit menjadi diri sendiri,
tetapi aku lebih menyukaimu yang seperti itu.
sono hou ga suki da yo
Kurapalkan sihir sembari membawa cinta ...
koi ni kakaru mahou kakete
kimi no kokoro no kagi o akeru
... lalu membuka pintu hatimu yang terkunci.
Ayo buat kisah paling terbaik ini jadi penuh warna ...
saikou saidai no monogatari karafuru ni nare
... melalui peta impian yang takkasat mata bagi orang dewasa,
otona wa mienai yume no chizu
Seraya berlari dan berpetualang mencari sesuatu yang terkasih,
saiai o sagasu tabi hashiridashitara
koko kara hajimaru kimi no sekai
duniamu itu bermula dari sini.
'Met pagi!
Pagi!
Ah, pagi.
Shina, setelanmu itu ....
Aneh, ya?
Kamu tuh imut, ya.
Eh?
Itu yang namanya Wao.
Ah, iya.
Wao itu cinta pertamanya Gen.
Eh?!
Pas TK,
dia mengira kalau Wao itu cewek.
Terus karena tubuhnya yang lemah,
Gen kayak berpikir kalau Wao takbisa lindungi dirinya sendiri.
Makanya sifatnya kayak begitu?
Oleh sebab itu, dunia mereka berdua takbisa dimasuki orang lain.
Mubazir, ya.
Eh?
Perhatikan, deh. Gen itu kalau diem, kelihatan ganteng.
Subtitle Preview, buat lengkapnya download di wibusubs.moe (zip password : ws)
m 26 7 l 4 24 l 135 25 l 135 7 l 26 7
Download\hDorama,\hLive\hAction,\hdan\hAnime\hlainnya\hdi\hWibusubs.moe\h&\hFb.com/ani.enthusiast\h
m 26 7 l 4 24 l 135 25 l 135 7 l 26 7
Ya.
Jadi nostalgia.
Ayah akan segera menyelesaikan yang ini!
Oke.
Berjuanglah!
Siap!
Selamat siang.
Walah.
Selamat siang.
-Ah, Wao, ya?- Iya.
Maaf, ya. Dia sedang tidur karena demam.
Eh? Apa dia baik-baik saja?
Ah, terima kasih.
Karena dia terbiasa begitu, jadi dia akan baik-baik saja.
Oh, gitu.
Anu, ini ....
Kupinjam dari Wao.
Terima kasih.
Selamat siang.
Ini, makanannya Sumire.
Terima kasih ya, Gen.
Enggak apa-apa.
Terus yang ini buat Wao.
Duh, banyak banget!
Apa Wao baik-baik saja?
Agak demam, sih.
Sumire, kemarilah.
Selamat datang kembali!
Maaf, ya. Aku sangat terbantu!
Gen juga ikut merawat Sumire, ya?
Soalnya awalnya itu punyaku.
Eh, gitu toh?!
Iya!
Walau ibu alergi binatang, tetapi kakak tetap membawanya.
Terus, kuminta Wao merawatnya.
Eh, aku nggak tahu.
Ada banyak hal yang tidak kauketahui!
Jangan meremehkan sejarah kami!
Dih, sejarah ...?
Tentang Wao yang jadi cinta pertamamu?
Bacot. Jangan bilang kayak gitu.
Aku ini, sudah bersamanya sejak kecil!
Berbeda denganmu yang baru muncul belakangan ini!
Iya, benar banget.
Jangan-jangan, kamu menyukai Wao?
Ketimbang suka,
atau penasaran ....
Biar kuperjelas.
Wao tidak akan menyukai siapa-siapa.
Apaan, tuh? Kenapa coba?
Banyak bacot, ah.
Kau sedang luang?
Walau biasanya aku pergi bareng Wao,
tapi tahun ini aku akan coba menyanggupi dengan pergi bersamamu.
Hah?
Wah!
Wah, aku dapat sangat beruntung!
-Aku dapat sedikit keberuntungan. -Eh? Sedikit?
Ayo taruh lagi.
-Eh, mau ke mana? -Hah?
Gunung.
Gunung?!
Iya.
Indahnya!
Bagaimana? Bagus, 'kan?
Ya.
Sangat membosankan bila tanpa Wao!
Kau juga teriakkan sesuatu, kek.
Apa jangan-jangan kamu ...
... sudah mendengar tentang Haruka dkk?
Firasatku saja ...
... kamu ingin coba menghiburku.
Bacot, dih.
Memang seharusnya aku tidak kemari.
Oi, sedang apa kau?
Ampun, dah!
Sedang apa kau?
Aku pernah ikutan balet.
Walau kemudian berhenti.
Payah.
Oi. Ada apa?
Aku ini ...
... pergi kemari karena dikucilkan di Tokyo.
Kenapa kamu diam saja?
Bilang payah, kek.
Payah!
Hei.
Tahu apa itu principal?
Apaan tuh? Nggak tahu.
Walau ini mengenai kelas balet,
tetapi itu adalah sebutan untuk ...
... tokoh utama di sana.
Aku ini sedang mencari ...
... tempat untukku menjadi tokoh utama.
Subtitle Preview, buat lengkapnya download di wibusubs.moe (zip password : ws)
Ya?
Terima kasih banyak!
Selamat pagi.
Selamat pagi.
Tunggu!
Oke!
Mantap, Sumire.
Wah Sumire sedang makan, ya. Ya sudah kutaruh di sini, deh.,
Oke!
Wah kayaknya meriah banget!
Aku nggak nyangka makanannya sebanyak ini!
Tu, wa ... terima kasih atas makanannya!
Asparagusnya dimakannya begini.
Heh ....
Enak, lo.
Iya! Enak!
Beneran? Syukurlah!
Kamu tahu saja ya, cara makan yang aneh-aneh.
Enak!
Ayo makan lagi.
Gen, ini buatmu.
Ibuku memintaku memberikannya padamu.
Padahal mah nggak usah.
Kak Yumi mana?
Paling lagi jadi relawan di kelas piano.
Oh, gitu.
Selamat siang.
Halo.
Ini dari ibunya Wao.
Selamat atas pernikahan Ibumu.
Terima kasih banyak.
Hei, Gen.
Hah?
Terima kasih untuk selama ini.
Apaan tuh? Salam perpisahan?
Yah, pengen bilang aja.
Aku sudah banyak dibantu olehmu selama ini.
Jangan bilang begitu.
Aku tidak hanya memberi bantuan saja.
Iya.
Namun, memang benar, aku selalu mendapat banyak bantuan darimu.
Perihal uang?
Iya. Soal uang.
Awalnya aku mengira, orang yang punya apa pun sepertimu, takkan bisa mengerti.
Kayaknya aku ... culun banget, ya.
Apa kau enggan menerima bantuan dariku?
Jangan bercanda!
Aku tidak suka pada Gen yang seperti itu.
Tapi, nggak disangka kalian bakalan jadi saudara, ya.
'Kan?
Ya.
Kalian mending pacaran aja.
Duh, Haruka! Hentikan!
Memangnya kenapa?
Bagaimana rasanya berangkat bareng dari rumah ke sekolah?
Pasti canggung gitu, lah.
Bukannya Wao kayak berpaling dari Gen ke Shima?
Iya! Dia berpaling dari Tatebayashi ke Sumitomo!
Kayak anak yang pisah dari orang tuanya!
Oi!
Barusan kau bilang apa?!
Gen!
Duh!
Shima!
Shima, kamu baik-baik saja?
Sakit?
Kamu tidak apa-apa, Sumitomo? Maafkan kelakuan Gen, ya.
Ini bukan masalah besar, kok. Jadi aku baik-baik saja.
Seriusan? Syukurlah.
Apa kamu bertengkar dengan Gen?
Ya.
Soalnya belakangan ini tingkahnya aneh.
Aku menyampaikan padanya,
terima kasih untuk selama ini.
Gen itu ...
Dengan melindungimu ...
... dia juga menopang dirinya sendiri.
Agar dapat melindungi orang lain,
orang akan berusaha sebisa mungkin menopang dirinya sendiri terlebih dahulu.
Berarti, kalau aku menampik bantuannya, dia akan berhenti menopang dirinya?
Iya, ya.
Benar juga, ya.
Selamat pagi!
Gen.
Yang kuutarakan padamu itu memang perasaan sejatiku.
Namun, bukan berarti aku ingin terpisah darimu.
Kumohon kau percaya hal itu.
Iya, benar.
Karena Kak Yumi masih ada di dekatku.
Duh!
Ya sudah biar saja kita tetap seperti ini, dasar bodoh!
Kak Yumi?
Bu Yumi?
Kukira kau sudah menyadari sejak lama.
Eh, itu berarti maksudnya begitu?
Hei.
Aku harus bagaimana?
Duh! Apa yang kaulakukan, sih?!
"Harus apa?" Ya lakukan sesukamu, lah!
Punya pacarlah, dan bebas dari Wao!
Wao.
Kamu baik-baik saja?
Ya.
Permisi sebentar.
Silakan.
Konser?
Walau nggak begitu besar, sih.
Aku juga mengundang Gen dan Wao.
Mereka berdua masih belum baikan, 'kan?
Ada apa?
Apa bu guru punya gebetan?
Eh?
Apa itu Wao?
Aku ini sebentar lagi mau taarufan.
Walau belum tentu itu orangnya, tetapi kandidatnya ada banyak.
Kalau bukan orang itu, maka akan ada orang lain lagi.
Aku akan berjuang.
Datang ke konsernya ya.
Kalian sudah baikan?
Buruan, lah!
Paham!
Aku baru pertama kali melihatnya dan pertunjukanmu sangat hebat.
Dah, Bu Yumi.
Ini putriku, Yumi.
Dia adalah Oshita Satoshi dari Perusahaan Oshita.
Nama saya Oshita. Salam kenal.
Salam kenal.
Kalau berkenan, silakan ambil.
Itu pacarnya bu guru?
Bukan. Dia pasangan taarufnya.
Kabarnya mereka akan berencana makan-makan di dekat sini.
Saya mau memberi salam pada mereka.
Terima kasih hari ini sudah datang.
Bu guru sangat anggun.
Terima kasih.
Maaf, Shima.
Hentikan, Wao!
Oi, kamu!
Yumi?
Yumi!
Apa maksudmu?!
Mohon jangan dekat-dekat dengan Yumi lagi!
Jangan pernah mampir ke rumah kami lagi!
Ibumu sudah menikah lagi, 'kan? Jadi tidak masalah kalau enggak bergantung pada kami lagi, 'kan?
Tunggu dulu!
Oi, Nenek. Kau bilang apa?
Gen! Berani-beraninya kamu!
Kalian semua selalu berkata semaunya!
Dia itu temanku! Cuma itu yang ingin kuperjelas!
Bukan hakmu untuk ikut campur!
Wao, pergilah.
Gen?
Wao!
Kak Yumi.
Aku paham.
Kalau kamunya enggan, aku takkan muncul lagi.
Selamat tinggal.
Bohong, kok.
Mana yang benar?
Padahal kamu selalu abaikan perasaanku, dan selalu abaikan perasaanmu sendiri.
Aku ini guru, lo.
Tapi dulunya kau murid SMA.
Waktu itu mah kamu masih SD.
Memangnya kenapa kalau beda 10 tahun?
Kamu membenciku?
Hei, Kak Yumi.
Hei, Kak Yumi!
Kak Yumi!
Padahal aku berniat memendamnya selamanya.
Aku menyukaimu, Wao.
Aku juga menyukaimu.
Apa komunikasi mereka berjalan lancar?
Hei, Gen.
Pacaran denganku, yuk?
Aku menyukaimu sedari dulu.
Tolong pacaranlah denganku.
Hei, Ibu.
Ibu bilang kalau aku akan menjadi diriku yang baru saat jatuh cinta, 'kan?
Namun, tampaknya saat kusadari, cintaku telah sirna entah ke mana.
Namun ....
Aku pasti tetap akan bisa menjadi diriku yang baru.
Selamat pagi!
Yo!
Kalian kayaknya senang sekali.
Kamu juga, 'kan?
Jangan pedulikan soal Nenek itu. Mampirlah ke rumahku seperti biasa.
-Gen! -Oi, hentikan!
Kamu sampai mau bertengkar dengan ibumu demiku, ya!
Turun, dong! Menjijikkan, tahu!
Gen!
-Tolong bertahanlah! -Jalan sendiri, kek!
Maaf lama.
Bagaimana?
Aku akan melanjutkan ke sekolah tata boga yang ada di daerahku.
Begitu, toh.
Kamu sudah memikirkan masa depanmu, ya.
Yah, hobiku masak, sih.
Kamu juga punya hobi, 'kan?
Hobi, ya?
Sebelum itu ....
Ini!
Kemping bareng-bareng yuk, liburan musim panas nanti.
Kemping?
Iya, kemping.
Soalnya kalau semester baru sudah dimulai, kita sulit pergi ke mana-mana.
Makanya, yuk pergi pas liburan musim panas.
Boleh, sih ....
Apa nggak masalah kalau kamu nggak berdua saja bareng Gen?
Aku ini akhirnya bisa pacaran sama Gen.
Namun, dia selalu membahas Wao.
Yang lebih berharga itu aku atau Wao, sih?!
Terus, pas kuajak Bu Yumi,
Wao setuju karena bisa bersama dengan Bu Yumi, dan aku bisa bersama dengan Gen.
Ah, iya juga.
Nanti kamunya sendirian, dong?
Aku?
Hei, mau kukenalin sama cowok? Iya, kamu harus punya pacar juga, dong!
Kalau punya pacar, nanti belajarnya kan makin semangat. Iya, 'kan? Yuk cari pacar!
Iya juga.
Oh iya, kayaknya harus perkenalan dulu, nih.
Ah, iya.
Namaku Kanazawa Takehiro. Panggil aku Kanayan.
Lalu, aku tahun ketiga di SMA Higashi, dan aku se-SMP dengan Kunishige.
Wah, beruang putih!
Tahu nggak? Kalau beruang putih ini sebenarnya beruang kutub?
Eh? Begitu, toh?
Dan sebenarnya kulit mereka bisa gelap.
Eh, begitu?
Terus bulunya transparan gitu.
Transparan?
Hei, Gen.
Kacamatamu itu sama sekali nggak cocok.
Begitu pun dengan topimu.
Pas lahir, beratnya cuma 600 gram.
600 gram?!
Segini.
Mungilnya!
Nggak mungil banget, kok.
Dia nggak pernah seantusias itu.
Aku pamit dulu. Ada janji sama Kunishige.
Tunggu, Gen.
Ah, datang balasannya.
Ya!
Gimana?
Gimana ya? Ini pertama kalinya buatku sih, jadi enggak begitu tahu.
Begitukah? Tapi topik kalian kayaknya seru banget.
Sebenarnya, aku dan Gen membuntuti kalian.
Pada kencan pertamamu.
Eh?!
Mau pacaran sama dia?
Menurutmu?
Kamu menyukainya?
Kurasa dia itu orang baik.
Suka?
Kalau begitu, bagaimana kamu bisa tahu kalau dirimu suka sama Bu Yumi?
Ketika kutemukan sesuatu nan indah,
orang yang sangat ingin kuberitahu adalah Kak Yumi.
Sesuatu nan indah?
Kamu memang betul-betul menyukainya, ya.
Iya.
Hei.
Kalau kamu, ingin memberitahukannya pada siapa?
Sudah beres, nih!
Oke!
Indah!
Keren.
Shima.
Ada apa?
Ah.
Oh? Lah?
Eh?
Awalnya sih nggak kelihatan kayak sepasang kekasih,
tetapi kalau dilihat seperti ini, mereka berdua memang serasi, ya.
Ah, apa kita juga dilihat mereka seperti itu?
Wih.
Shima?
Tunggu, Shima.
Shima!
Kubilang tunggu!
Maaf.
Hei, bagaimana menurutmu tentang Kanayan?
Yah, dia kan suka hewan. Kayaknya bakalan akrab sama Sumire.
Mereka pergi ke kebun binatang, 'kan?
Kebun binatang?
Kenapa kamu bisa tahu?
Karena Wao bilang ingin membuntuti mereka, jadi aku ikutan juga.
Sampai telat janjian denganku? Kenapa?
Karena aku ingin tahu?
Aduh!
A ... duh!
Shima dan Kanayan lama, ya.
Walah? Kok sendirian? Mana Shima-nya?
Kami terpisah ....
Heh? Hah?!
Ponselnya tidak bisa dihubungi, 'kan?
Gimana, nih?
Mohon maaf.
Jangan malah minta maaf!
Kenapa kau berani-beraninya meninggalkan cewek sendirian?!
Gen!
Ini!
Aku akan ke sini!
Shima!
Shima!
Shima!
Shima!
Kalau kamu, ingin memberitahukannya pada siapa?
Shima!
Gen?
Shima!
Gen!
Shima!
Gen!
Shima!
Gen!
Duh, duh, duh. Kau ini ngapain, sih?
Kau terluka?
Namun, tenang saja. Aku bisa berjalan, kok.
Kau ini memang merepotkan.
Ayo naik.
Aku nggak enak sama Haruka.
Sudah, buruan naik.
Buruan.
Shima?
Kakimu baik-baik saja?
Ya.
Terima kasih.
Aku ini bodoh banget, ya.
Nih.
Terima kasih.
Wah, nyala.
Panas, euy.
Akan kukirim nanti.
Oke, cheese.
Sudah, lah.
Sudah oke?
Iya, ayo lakukan.
Hebat.
Indah, ya.
Ya.
Aku juga mau ikutan.
Wao.
Main di sebelah sana, yuk.
Oke.
Maaf untuk yang tadi.
Aku juga minta maaf.
Shima.
Main bareng, yuk.
Oke.
Wah, nyala!
-Punyaku merah muda. -Punyaku hijau.
-Merah muda. -Hijau.
-Eh, hijau? -Iya.
Ah, sudah nyala. Ini buatmu.
Ini.
Terima kasih.
Maafkan aku.
Oh, begitu.
Maafkan aku.
Enggak usah. Jangan minta maaf begitu.
Soalnya aku juga sudah menduganya.
Apa kamu ...
... sesungguhnya punya gebetan?
Sewaktu kemping, setelah melihat Kunishige dan Gen ...
... tingkahmu jadi aneh gitu.
Begini, lo.
Apa jangan-jangan kamu menyukai Gen?
Cobalah kamu menyatakan perasaanmu pada Gen.
Yah, itu sih ....
Begini, lo!
Kalau nggak bertindak,
kamu maunya apa?
Menyerah dan melihat mereka berdua pacaran?
Terus itu memang apa maknanya buatmu?
Kalau begitu mah ...
... aku jadi tidak mengerti alasan kenapa aku menyerah terhadapmu!
Hei, hei. Hari ini aku membuat bekal.
Lihat, dong.
Kamu membuat bekal, Haruka?
Wih, hebat!
Ini makanan kesukaanmu.
Ini hidangan yang baru pertama kali kubuat.
Ya.
Terus ....
Aku makan semuanya?
Iya , makan semuanya.
Waduh, kebanyakan.
Pokoknya, makan saja deh.
Coba lihat ini, deh.
Jadi bingung ....
Hei, Gen.
Coba sebutkan tiga hal yang dirimu sukai dari Kunishige Haruka.
Kenapa?
Sudah, sebutkan saja.
Mudah diajak bicara.
Jago bikin bekal.
Terus ....
Apa kau meragukanku?
Bukan meragukan, sih ....
Kalau begitu, apa yang kau sukai dari kakakku?
Semuanya!
Oh, gitu.
Kunishige.
Maaf.
Apa kamu ...
... pacaran denganku karena menyukaiku?
Aku takpernah terlalu memikirkan itu.
Oh, gitu.
Namun,
aku takkan pacaran dengan orang yang kubenci.
Akan tetapi,
denganmu ...
... aku lebih merasa mudah bersamamu saat sebelum kita berpacaran.
Dengan kata lain, hanya sebatas teman, 'kan?
Maaf.
Nih.
Terima kasih untuk selama ini.
Ya.
Dadah!
Haruka?
Ada yang ingin kubicarakan denganmu.
Aku ...
... sudah putus dengan Gen.
Kamu ...
... enggak ingin membicarakan sesuatu denganku?
Ada sms dari Kanayan.
Kurasa, Shima punya gebetan.
Siapa gebetanmu?
Aku tidak tahu apa-apa.
Karena kamu nggak bilang apa-apa.
Aku menyukai Gen.
Sejak kapan? Dasar bodoh!
Bodoh! Bodoh! Bodoh!
Walaupun aku bodoh, tetapi aku sudah berusaha memikirkannya sematang mungkin!
Pikirkan lagi, dong!
Bodoh!
Aku juga sudah berpikir ...
... apakah yang kulakukan ini salah.
Ya jelas salah, bodoh!
Namun, akhirnya aku menyadari ...
... dan ternyata itu sudah telat.
Iya, sudah terlalu telat!
Haruka!
Cepatlah katakan, dasar bodoh.
Mana bisa.
Mana sanggup aku mengatakannya.
Karena akunya nanti tersakiti, 'kan?
Bukan.
Bukan begitu.
Kamu itu temanku.
Teman pertama yang kudapatkan.
Kamu teman sejatiku!
Kenapa kamu di sini?
Aku dihubungi oleh Kunishige.
Kalau kau?
Aku juga sama.
Apa terjadi sesuatu dengannya?
Kami bertengkar.
Kenapa?
Tidak masalah kalau takmau membahasnya.
Lama banget.
Kurasa dia takkan datang.
Mau kuberitahukan alasan kami bertengkar?
Aku ini juga cewek. Bodoh.
Aku ini populer banget, ya.
Anu.
Bagaimana dengan cowok tinggi itu?
Nggak berjalan lancar, ya?
Jadi, selanjutnya aku?
Bukan begitu.
Selalu bertindak setengah hati.
Kamu juga sudah putus dengan Haruka, 'kan?
Itu sih ....
Aku nggak mau dibilang gitu sama kamu!
Aku sangat ingin berjumpa denganmu.
kimi ni aitai yo
chikasugite ienai yo
Namun saat dekatmu, kupendam tuturan itu.
ah nagarete kieta yuki no namida
Ah, air mata salju ini mengalir lalu sirna.
deatta hi no kimi wa chotto tsun to shitete
Awal kita bertemu, kamu masih bersikap malu-malu.
nigate datta
Dan aku taksuka.
ichi nichi ga sugite ikkagetsu ga sugite
Hari demi hari hingga satu bulan pun berlalu,
yasashisa wo shitta yo
aku pun tahu kebaikanmu.
tomadoi enryo surechigai
Kadang aku ragu, ceroboh dan salah paham.
kimochi maigo wakannai yo
Hingga perasaanku hilang arah dan kutaktahu lagi.
demo ano hi no kotoba ga zutto kienai no
Namun, lisan waktu itu takkunjung sirna.
Aku sangat ingin berjumpa denganmu.
kimi ni aitai yo
doushite ienai no
Mengapa aku taksanggup utarakannya?
ah ichiban taisetsu datte kizuita no ni
Ah, padahal kubaru saja sadari hal yang berharga.
Aku sangat ingin berjumpa denganmu.
kimi ni aitai yo
Aku yang sudah terlalu telat ini ...
ososugita watashi wa
... harus melangkah ke manakah gerangan?
nee doko ni arukeba iin desu ka?
tenohira no naka no omoide wo sotto
Dalam telapak tanganku, kenangan itu perlahan ...
tojikometa keredo
... terperangkap.
Namun, tetap saja takbisa sirna ...
kienain dayo
kono kimochi wa
... perasaanku ini.
Aku sangat ingin berjumpa denganmu.
aitai yo
Mengapa aku taksanggup utarakannya?
doushite ienai no
Ah, padahal kubaru saja sadari hal yang berharga.
ah ichiban taisetsu datte kizuita no ni
Aku sangat ingin berjumpa denganmu.
kimi ni aitai yo
Aku yang sudah terlalu telat ini ...
ososugita watashi wa
... harus melangkah ke manakah gerangan?
nee doko ni arukeba iin desu ka?
Permisi! Mau tambah!
Duh, hentikan dong.
Kenapa? Mumpung ibu datang kemari.
Lagian, ibu datangnya tuh selalu mendadak.
Kenapa nggak menghubungi terlebih dahulu?
Soalnya, ibu juga mendadak ingin ketemu kamu.
Eh, eh. Apa kamu sudah punya pacar?
Kenapa? Apa ada masalah?
Nggak ada apa-apa.
Hei, Shima.
Ibu ...
... telah cerai sama suami ibu.
Maka dari itu, mau kembali ke Tokyo nggak?
Permisi!
m 26 7 l 4 24 l 135 25 l 135 7 l 26 7
Download\hDorama,\hLive\hAction,\hdan\hAnime\hlainnya\hdi\hWibusubs.moe\h&\hFb.com/ani.enthusiast\h
m 26 7 l 4 24 l 135 25 l 135 7 l 26 7
Selamat Natal!
Loh?
Ada apa, Shima?
Begini, lo.
Ada yang ingin kubicarakan dengan kalian semua.
Apa?
Aku ini ...
... berencana kuliah di Tokyo.
Eh?
Kenapa?
Soalnya ...
Bukannya katamu kamu ingin menjauh dari rumah?
Kamu sudah menentukannya, 'kan?
Shima?
Soalnya ...
... ibu sendirian.
Aduh ...!
Ayah ....
Ayah ...
... maaf ya.
Bagaimana?
Sebentar lagi kayaknya.
Oh, gitu.
Nggak usah buru-buru.
Hei, Shima.
Hm?
Sudah membahas ini dengan Gen?
Begini, Wao.
Aku ...
... semenjak pindah ke kota ini ...
... merasa sangat bersyukur.
Karena bisa bertemu denganmu, dan bertemu dengan mereka semua.
Terlebih,
aku juga menemukan mimpi untuk jadi penerjemah seperti ayah.
Terima kasih, ya.
Shima.
Aku ...
... akan mencari sendiri tempat untukku bernaung.
Dari diriku yang lemah dan sering melarikan diri ...
... kali ini aku akan lulus.
Kak Gen! Jangan lari!
Tungguin!
Gen!
Kak Gen!
Ayo ke ruang kelasnya!
Kak Gen!
Hebat banget, ya.
Wao juga hebat.
Begini, lo.
Ada apa?
Kak Gen! Kak Gen!
Selamat atas kelulusan kita!
Bersulang!
Bersulang!
Oke, oke sudah masuk semuanya.
Manis!
Hei, hei, setelah ini mau ngapain?
Karaokean yuk?
Boleh tuh boleh!
Gila-gilaan yuk!
Mantap tuh!
Begini.
Ada yang ingin kubicarakan dengan kalian.
Capek, ya.
Iya.
Terlebih, aku gagal total di semua universitas pilihanku.
Seriusan?
Banget.
Hei, Gen.
Hah?
Sudah bicara dengan Shima?
Tadi kami bertemu di koridor.
Terus?
Terus?
Nggak ada apa-apa.
Kau tak tanya apa pun?
Misalnya tanya, 'mau ke universitas mana?'
Kenapa?
Kok tiba-tiba antusias.
Duh, enggak bisa ini mah.
Aku nggak bisa sabar terus.
Ngomongin apa, sih?
Shima akan tiada!
Besok dia mau ke Tokyo!
Apa kau tidak keberatan?!
Apa kau tidak keberatan jika dia tidak berada di sisimu?!
Aku sih nggak mau!
Aku nggak mau kalau Shima akhirnya pergi!
Segeralah sadari!
Segeralah jujur pada diri sendiri, dasar Gen bodoh!
Terus Gen-nya?
Bagaimana dengan Gen?
Apa kamu sudah membicarakannya dengan Gen?
Tentangnya ...
... aku merasa sudah cukup.
Sudah cukup itu maksudnya apa?
Maksudmu, kau ingin menyerah?!
Sudah, sudah.
Haruka, dia juga sudah memikirkan hal itu, kok.
Memikirkan? Apa yang sebenarnya dirimu pikirkan?
Kamu hanya memikirkan dirimu sendiri, 'kan?
Baik aku maupun Kanayan,
bahkan tentang Gen juga ...
... kamu sama sekali tidak memikirkannya!
Aku ini ...
Apa karena aku adalah dirimu?
Atau karena itu masalahmu sendiri?
Kamu ini ...
... selalu saja melarikan diri dari perasaanmu sendiri!
Sesekali ...
... janganlah terus melarikan diri melainkan mengejarnya sampai ke mana pun!
Pergilah.
Haruka ....
Gen!
Gen!
Gen bodoh!
Oi!
Barusan kau bilang aku bodoh, 'kan?
Mereka semua seenak jidat memanggilku bodoh.
Gen.
Kau ini apa-apaan, sih?
Kenapa nggak bilang-bilang kalau mau ke Tokyo?
Aku sudah berniat bilang!
Akan tetapi ....
Tetapi kenapa?!
Maaf!
Lagi pula,
apa maksudnya kau akan pergi besok?
Maaf!
Aku ini ...
... punya hal yang ingin kulakukan.
Aku punya cita-cita!
Jadi, aku bulatkan tekad untuk ke Tokyo!
Makanya ...
Makanya apa?
Makanya ....
Aku ....
Gagal total kali ini.
Eh?!
Bacot, lah.
Maka dari itu,
aku akan berusaha untuk diterima di Tokyo tahun depan!
Eh?
Dengan begitu ....
Kita bisa bersenang-senang bersama lagi, 'kan?
Walau aku nggak begitu paham,
tetapi aku ...
... merasa bosan jika tanpamu.
Aku juga demikian!
Aku merasa bosan jika tanpamu!
Sangat membosankan!
Maka dari itu, tunggulah.
Hei.
Hm?
Saat ini, aku ...
... benar-benar seperti tokoh utama yang hebat, 'kan?
Kamu sudah lama ...
... menjadi tokoh utama.
Wibusubs.moe
Kudekap erat tanganmu itu,
fb.com/ani.enthusiast
Subtitle dipersembahkan oleh:
@Wibusubs
gyutto kimi no te wo
lalu berlari-larian.
tsukande hashiridashite
Takkan kulepaskan luka kecil ini ...
chiisana kono itami wo hanasanai
... dan kan kudekap erat tanganmu itu.
gyutto tsunaida te wo
Walau kamu yang tadinya melangkah cepat,
hayaashi de aruku kimi ni wa mou
sekarang sudah berhenti
bureeki kaketa mama ja
tetap saja takbisa kugapai.
todokanai kara
eien sagasu ate no nai tabi yori
Daripada berkelana selamanya,
suu meetoru saki no
aku lebih ingin berada dekat denganmu ...
... yang berjarak dua meter dariku.
kimi no tonari made
gyutto kimi no te wo
Kudekap erat tanganmu itu,
lalu berlari-larian.
tsukande hashiridashite
awateta kimi no egao
Senyum terburu-burumu itu ...
okashikutte setsunakutte
fb.com/ani.enthusiast
@Wibusubs
Subtitle dipersembahkan oleh:
Wibusubs.moe
... rasanya begitu aneh, hingga kurasa pedih.
tsunto namidame de
Walau air mata masih ada di wajahku,
kutetap 'kan menatap ke depan.
soredemo mae wo muite
chiisana kono itami wo hanasanai
Takkan kulepaskan luka kecil ini ...
... dan kan kudekap erat tanganmu itu.
gyutto tsunaida te wo
Hanya satu-satunya, yakni padamu ...
tatta hitori
... kuingin sisi sejatiku diperlihatkan.
kimi dake ni misukasaretakute
Namun, aku selalu memalsukannya ...
na no ni itsumo gomakashite ita
... ketimbang mencari jawaban yang benar.
tadashisou na kotae yori mo
Saat-saat nan berharga ...
daiji na shunkan ga ima
me no mae ni yureteru
... sekarang ini ada di hadapanku.
mada mune no oku
Masih dalam lubuk hatiku,
kurasa sesak saat lihat kamu tertawa.
kimi ga warau to kurushiku naru
oikake oitsuite mo
Walau kukejar dan berusaha kuraih,
kawarazu tada koi shiteru
aku tetap jatuh cinta tanpa perubahan.
gyutto kimi no te ga
Kudekap erat tanganmu itu,
yowane wo nuguu you ni
sambil kugenggam suara lemah ini.
Karena kamu telah ajakku keluar,
tsuredashite kureta kara
dan karena kita berdua sama-sama terkasih.
futari dakara itoshiku tte
Walau air mata masih ada di wajahku,
tsun to namidame de
kutetap 'kan menatap ke depan.
kono mama mae wo muite
chiisana kono itami wo hanasanai
Takkan kulepaskan luka kecil ini ...
... dan kan kudekap erat tanganmu itu.
gyutto tsunaida te wo
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.