All language subtitles for Napoleon.1995.GER.version.HDTV-NORETAiL-FGT-RARBG.(25.fps.1h-18m-09s)

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified) Download
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
da Danish
nl Dutch
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal) Download
pa Punjabi
qu Quechua
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es-419 Spanish (Latin American) Download
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Di bawah rerimbunan pohon maple ini.

Hiduplah seekor hewan. Yang berjiwa sebuas hewan hutan.

Akulah Kesatria Gagah Berani.

Namun disayangkan.

Pembawaanku seperti ini.

Itu suaranya.

Lolongan dari para anjing liar.

Aku datang, teman-teman! Aku akan ikut bergabung.

Aku akan menuju ke hutan. Hanya tinggal memanjat ini.

Ups, aku lupa tembok ini tinggi.

Mereka memanggilku. Mereka butuh diriku untuk berburu.

Mereka sudah tahu soal kekuatanku yang hebat.

Di luar sana, aku bebas berkeliaran. Demi mangsa, aku akan membunuh, aku--

Ooh, apa itu?

Lihat anjing memakai pita itu.

Banyak balon.

Itu artinya akan ada masalah.

Waktunya naluri pertahananku yang mengambil alih.

Muffin? Kaukah itu, Muffin?

Ibu, kumohon! Sudah kubilang namaku Napoleon. Aku ini penakluk!

Semoga dia tak melihat pot bunga itu.

Astaga, mereka datang!

Ayo, Nak. Kau di mana, Muffin?

Muffin! Di mana Muffin-ku? Ayo, Muffin!

Muffin, Sayang--\ Aku tak apa.

Hei, ada permen.

Lihat mereka. Aku bisa berlari sepuluh kali lebih cepat dan...,

...mereka tahu itu.

Lihat mereka. Jika kuserang, maka mereka pasti akan berteriak-teriak.

Hei, aku dapat ide. Mari kita lempar bocah konyol ke air.

Maksudku bocah konyol! Bukan anjing!

Muffin yang pintar.\ Aku benci air.

Kau manis, Muffin kecil yang manis. Kau sangat menggemaskan, Muffin.

Hei, anak-anak, saatnya memotong kue ulang tahun!

Hei, tunggu aku!

Hei! Hei! Bagaimana denganku?

A... Aku tak bisa berenang.

Oh, tolong jangan sampai jatuh.

Muffin, apa kaki kecilmu kena basah?

Kaki kecil? Apa lagi yang kuharapkan?

Aku dikutuk berwajah manis.

Akan kuperlihatkan ke mereka.

Bagaimana jika sedikit air liur di topi baling-baling ini?

Jika baling-baling berputar, ada badai air liur.

Kau mau ke mana, Sayang?

Hanya ingin bersenang-senang, Bu.

Hei, lihat itu!

Ada hal yang baru untuk diselidiki oleh Napoleon.

Orang-orang bersorak sorai saat Napoleon masuk ke keranjang.

Dengarkan saat mereka berseru!

Muffin! Segera keluar dari sana! Cepat!

Tak ada Muffin di sini. Hanya ada Napoleon.

Ayolah, Ibu. Aku hanya bermain.

Loncat keluar sekarang! Kubilang loncat keluar, sekarang!

Lihat aku! Aku terbang! Terbang tinggi di langit, aku-- ooh.

Muffin, loncat turun dari sana sekarang juga!

Oh, dia sudah terlalu tinggi.

Ibu... Haruskah aku terjun?

Jangan! Jangan terjun!

Pepohonan akan menahanmu.

Tetaplah di dalam keranjang. Dan jangan berbuat hal bodoh.

Duduk yang diam. Kau akan baik saja.

Sungguh keren.

* Ada dunia baru di luar sana, datang mencariku. *

* Semua menunggu di depan, tak ada yang di belakangku. *

* Jika aku tak bermimpi, jika aku tak mencoba, *

* bagaimana kuakan tahu, sejauh mana aku terbang? *

* Mungkin akan ada puncak gunung, agar aku bisa meluncur turun. *

* Mungkin ada sungai deras dan luas, agar aku bisa mengarunginya. *

* Hanya dengan bermimpi, jika aku tak mencobanya, *

* bagaimana aku bisa tahu sejauh apa aku dapat terbang? *

* Aku terbang tinggi dan bebas, ada mentari menyinari diriku. *

* Mungkin ada kota-kota di balik atap-atap itu. *

* Samudera setelah lautan. *

* Aku akan terbang tinggi ke langit lainnya. *

* Tak ada yang pernah sejauh itu. *

* melewati bintang yang jauh, mungkin lebih jauh. *

Ayo kembali dan mengulangnya lagi.

Jangan! Kembali! Kembali ke kereta.

Angin bodoh. Kau bertiup ke arah yang salah.

Ini buruk. Ini sungguh pertanda buruk.

Aku menuju ke arah--

Air!

Sesuatu hal yang paling kubenci selain masuk ke air...

...adalah berada jauh tinggi di atasnya.

Hei! Tolong! Ada anak anjing di atas sini!

Apa menurut kalian, ini bukan hal yang aneh?

Ayo, Balon. Turun, turun, turunlah!

Jangan! Tetap, tetap di atas!

Aku tak menyukai semua air ini.

Membuatku mabuk laut dengan melihatnya.

Apa itu?

Tolong, tolong.

Berhenti! Hei, perlahan!

Takkan ada yang menemukanku di sini.

Kapan anjing mulai bermigrasi? Hei! Aku bicara denganmu.

Aku tak melihatmu.

Namaku Muffin. Maksudku, Napoleon.

Aku Birdo. Birdo Lucci.

Kau sedang apa? Sedang apa kau di sini?

Mencoba untuk turun. Kau harus menolongku.

Aku tak menyukai terbang. Lihat, kita mendekati daratan.

Mungkin aku bisa melompat.\ Kembali ke keranjang, bola bulu!

Kau tak boleh keluar. Kau harus duduk. Duduk! Duduk, Anjing Pintar.

Anjing nakal! Tidak! Anjing nakal!

Jangan coba keluar. Masih terlalu tinggi.

Astaga.

Jadi bagaimana caraku turun?\ Aku punya ide.

Lihat. Kau bisa berhenti bergerak? Berhenti bergerak!

Berhenti mematuk!\ Hewan berbulu sinting!

Aku sudah duduk diam.\ Aku punya ide.

Waktunya harus sangat tepat, begitu kita berada di atas pantai.

Apa yang akan kau lakukan?

Keranjangmu terbang menuju ke Tenggara dengan--

Ada apa? Kau ke mana?\ Aku tak apa.

Sekarang, untuk mendaratkan keranjang ini dengan sempurna--

Hanya cukup--

Aku tahu persis yang kulakukan.

Tenang.

Ini akan membuatmu--

Bagus, mendarat dengan mulus.

Kepakkan cakarmu, Napoleon! Kepakkan cakarmu!

Aku bicara apa? Loncat keluar! Kau akan tewas dalam--

Astaga! Apa yang kulakukan?

Astaga!

Itu pendaratan mulus?

Aku benci begitu yang kau maksud itu pendaratan buruk.

Buruk atau tidak, aku mendaratkanmu, 'kan?

Leherku. Itu lebih baik.

Sedikit memar, tapi aku tak apa.

Bahkan, aku sangat bersemangat dan bebas.

Dan aku tak ada perankah?

Kau mendengarku? Napoleon!

Ke mana bola bulu itu lari?

Lihat itu. Dunia yang kutinggalkan.

Selamat tinggal, Kota. Ini peluangku untuk bebas,...

...hidup bebas tanpa aturan,...

...berburu dan bermain, dan tidur selarut yang kuinginkan.

Sampai jumpa, Ibu.

Hei! Itu anjing-anjing liar!

Birdo, ikut aku. Kita akan mencari mereka bersama.

Kita ibarat dua petualang.

Aku akan menyalak jika mencium bau mereka.

Dan kau akan mencricit jika melihat mereka di atas.

Aku tak mencricit. Aku berkicau. Suara yang berbeda jauh.

Suara cricit itu menyebalkan dan tak enak didengar.

Tapi berkicau itu merdu dan menenangkan. Tweet, tweet--

Halo?\ Maaf, aku sangat bersemangat.

Bergabung dengan makhluk buas.

Kau terlihat sangat buas dengan pita merah itu.

Aku ingin menolongmu, tapi aku tinggal di hutan itu.

Ke sanalah tujuan kawananku.

Aku terpisah saat aku berhenti untuk menolongmu.

Sekarang bagaimana jika kita berdua pulang bersama?

Tidak! Aku tak mau pulang dan jadi hewan peliharaan.

Tidak, tidak... !

Anak anjing yang menyangkal takdirnya, itu sangat buruk.

Kau takkan bertahan semenit pun di alam liar.

Kau akan tewas sebelum malam tiba.

Besok burung pemangsa akan mematuk daging dari tulangmu.

Mematuk-matuk matamu!\ Kau cuma mau menakutiku.

Aku tak perlu menakutimu.

Ada banyak hewan lain yang akan melakukannya.

Jika menurutmu aku ingin tetap di sini dan melihat, kau gila!

Aku tak memercayaimu dan aku tak mau kembali sekarang.

Aku sudah memutuskan. Sekarang, di mana mereka?

Di mana aku akan berada jika menjadi anjing liar?

Suaranya berasal dari sana!

Andai di rumah, aku sudah harus tidur saat ini.

Tapi di sini, semua aturan tak berlaku.

Aku bisa terjaga semalaman jika aku mau.

Aku bisa pergi ke mana pun. Ini menyenangkan.

Siapa?

Siapa?

Ini aku.

Pulanglah ke rumahmu, Anak Anjing.

Aku tak melihat anak anjing di sini.

Hal buruk bisa terjadi pada hewan peliharaan di alam liar ini.

Ya, tentu saja. Apa misalnya?

Mereka belajar membunuh dan mereka tak bisa berhenti.

Kau hanya ingin menakutiku.

Aku pernah melihatnya. Itu terjadi pada seekor kucing.

Aku terjerat sarang kusut.

Kemari untuk mengagumi karya seni seindah ini?

Sebenarnya aku penasaran. Kau tahu tempat yang enak untuk tidur di sini?

Apa sarangku kurang indah? Aku tak memakai jarum rajut.

Hanya delapan kaki kecilku.\ Kurasa kau terlewat satu tempat.

Baiklah, di mana?\ Di sana. Di sana!

Jauhkan hidungmu dari situ! Kau tahu berapa lama aku harus--

Hei, hati-hati ekormu!\ Maaf!

Singkirkan ini dariku!

Lihat ulahmu. Untunglah kau bukan seekor lalat.

Akhirnya berhasil melepas sarang itu dari hidungku.

Aku tak pernah melihat pohon seperti itu.

Sepertinya ada ruang di batangnya.

Dan sepertinya itu tempat sempurna untuk bermalam.

Bahkan aku mencium bau makanan. Siapa tahu ada yang tinggal di sini.

Halo?

Apa itu tikus?

Di mana mereka menyimpan kudapannya?

Sudah kuduga.

Tak boleh ada tikus yang berkeliaran di rumahku.

Aromanya enak.

Tikus berbulu. Tikus kuning besar.

Apa itu? Apa itu anjing liar?

Halo! Adakah anjing liar di luar?

Saatnya mengusir tikus dari rumahku.

Apa?\ Tikus.

Untunglah aku bukan tikus.

Kau tak bisa menipuku dengan samaran jelekmu.

Akan kukoyak tubuhmu!

Kucing ini gila! Dia mengira aku tikus!

Astaga! Pita sialan! Aku harus menarik keras.

Tenang. Aku aman di sini.

Kurasa dia sudah pergi.

Hajar si penakut itu!\ Tidak!

Air yang dalam.

Astaga!

Ada apa? Tak bisa berenang?\ Dengarkan, aku bukan tikus.

Kau sungguh hewan yang pengacau. Kau harus--

Diam! Tugasku, menghancurkan semua hewan liar di rumah ini.

Tikus harus mati. Sekarang juga!

Tahan!

Kau sudah kuperingatkan mengenainya.

Ada apa? Tak bisa berenang?

Terima kasih.\ Pulanglah.

Kucing itu takkan berhenti sampai kau mati.

Kucing itu sudah menjadi makanan ikan.

Kau akan mati, Tikus!

Bangun, Muffin. Ini pagi yang indah.

Saatnya bangun, Muffin. Bangun.

Aku sudah bangun, Bu. Ibu?

Kurasa aku bermimpi.

Sempat mengira aku ada di rumah.

Ternyata tidak, dan sudahlah.

Jadi hari pertamaku kurang menyenangkan.

Itu semua sudah berlalu.

Aku berhasil melewati malam pertama jauh dari rumah.

Kini aku tak perlu cemas dengan kucing bodoh itu.

Astaga! Sebuah sungai.

Aku benci air.

Kenapa aku takut sekali dengan air?

Hei! Berhenti mengolokku!

Aku hanya sedang mencari anjing-anjing liar.

Tahukah kau? Mereka ada di seberang--

Dari sungai.\ Di seberang sungai!

Kurasa, aku harus melakukannya.

Baiklah, aku pasti bisa.

Aku takkan membiarkan secuil air menghentikanku.

Sebab akulah Napoleon.

Menurutmu dia akan berhasil?

Kau bercanda? Tak mungkin, takkan pernah!

Dingin! Hati-hati.

Anjing itu sinting.\ Aku berhasil! Aku berhasil!

Hei, kau tahu di mana anjing-anjing liar berada?

Arah tujuanmu sudah benar. Teruskan saja.

Terima kasih. Ada apa dengan burung-burung di sana?

Mereka suka meniru apa saja.\ Hei, itu memberiku ide.

Tunggu, tunggu...! Arahmu salah!

Aku ingin beri pelajaran pada burung-burung itu.

Dia datang. Ayo, dia datang.

Aku kembali.\ Aku kembali.

- Aku burung bodoh.\ Aku burung bo-Oh!

Anjing kecil yang nakal.

Nah, itu membuat mereka diam.

Tahukah kalian? Aku suka berjalan di atas air terjun.

Di mana air terjun berikutnya?

Anjing liar harus siap menerjang semua suara yang mencurigakan.

Seperti yang itu.

Akan kutakuti semua hewan buas yang menunggu di depan.

Seseram apa pun dia.

Akan kuberi geraman peringatanku.

Aku takut sekali.

Perutku menggeram lebih kuat dari itu.

Ya, aku tak mau membuatmu takut.\ Ya, benar. Upayamu bagus.

Kau tahu aku mempunyai naluri pembunuh?

Aku benci merambat turun. Kenapa dedaunan lezat ada di atas?

Saatnya berpindah ke pohon berikutnya.

Itu jika kau bisa menahan naluri pembunuhmu.

Dengar, Kawan. Gigitanku jauh lebih buruk dari gonggonganku.

Kau beruntung bukan makanan kesukaanku.

Kau harus lihat yang kuperbuat pada seekor kucing, semalam.

Tingginya ada tiga meter. Beratnya 45 kilogram!

Dan sudah kubereskan dia. Jadi, kau waspadalah.

Di bawah buluku, tubuhku gemetar.

Dengar, aku hanya ingin tahu di mana anjing-anjing liar tinggal.

Apa aku terlihat seperti anjing liar?

Aku bahkan tak punya ekor.

Itu dia! Itu suaranya.

Aku tak mau disamakan dengan makhluk bersuara seburuk itu.

Dengar, aku sangat butuh bantuanmu. Aku tak bisa menemukan mereka.

Jadi kukira, selagi kau di atas pohon, kau--

Jadi kau akhirnya menyadari. Kau membutuhkanku.

Kau tak bisa memanjat pohon, 'kan?\ Aku bisa memanjat apa pun.

Di rumah, aku memanjat tembok dua kali lebih tinggi dari pohon itu.

Jika begitu, kau pasti bisa memanjat dan ikut makan malam bersamaku.

Ayo, kita naik!

Baiklah, aku menyerah. Aku cuma berlagak tangguh.

Kau melihat anjing-anjing liar?

Coba kuingat... Tak ada anjing liar di daun ini.

Di sini juga tak ada.\ Apa maksudmu?

Aku lupa memberi tahu. Lebih dari semeter, aku rabun.

Kau hewan terbodoh yang pernah kujumpai.

Mungkin aku bodoh, tapi setidaknya bukan pengkhayal.

Aku tak butuh bantuannya. Aku tak butuh bantuan siapa pun.

Aku pasti bisa--

Aku pasti bisa sendiri.

Aku Napoleon. Penakluk harus belajar membela dirinya.

Napoleon? Kaukah di bawah sana? Mundur!

Aku akan mendarat dua kaki dengan indah dan sempurna.

Sudah semakin handal.\ Birdo!

Berkat dirimu, tak bisa kutemukan kawananku di mana pun.

Jangan sedih, aku punya lelucon burung untukmu.

Apa yang dikatakan burung nuri seberat 225 kilogram?

"Polly minta biskuit, sekarang!"\ Polly minta biskuit?

Itu lucu sekali. Tunggu dulu!

Tunggu.\ Apa?

Itu sama sekali tak lucu. Itu penghinaan bagi para burung.

Tapi itu...\ Itu cuma tiruan.

Birdo, tenanglah!

Itu cuma lelucon, Birdo.\ Itu bukan bahan lelucon.

Kita berdua kehilangan rumah.\ Ini rumahku!

Jangan konyol. Kau takkan bertahan seminggu.

Bahkan tak bisa melindungi dirimu.

Maka ajari aku, Birdo. Ayo!\ Mengajarimu? Memangnya aku apa?

Ooh, tumbuhan sereal? Ah, kerikil!

Mengajarimu hidup di alam liar butuh waktu yang lama.

Dan aku tak punya waktu mengajari trik lama pada anjing baru.

Aku cepat belajar. Pasti itu menyenangkan.

Menyenangkan? Kau tak tahu apa pun tentang hidup di alam liar.

Kau lebih pantas tinggal di kandang anjingmu.

Tidak. Aku tak mau kembali. Di sini aku merasa bebas.

Aku merasa seperti penakluk.

Di rumah, mereka bahkan tak mau memanggilku Napoleon.

Mereka memanggilku--

Apa panggilan yang menurutmu buruk?

Jangan beri tahu siapa pun, ya?\ Itu rahasia kita.

Di rumah, mereka memanggilku--

Muffin.\ Muffin? Astaga.

Muffin?\ Siapa itu?

Muffin.\ Hei! Berhentilah mengolokku!

* Muffin, Muffin mau tinggal di alam liar. *

* Itu cara hidup kami, itu bukan cara hidupmu. *

* Kembalilah ke tempat asalmu. *\ * Kembalilah ke wadah Muffin-mu. *

* Muffin, sebelum kau babak belur. *

* Muffin, sebelum kau dimakan. *\ Jangan dengarkan mereka, Napoleon!

* Muffin, sebaiknya kau pulang. Muffin, sebaiknya kau pulang. *

* Muffin suka tempat kering dan hangat. *

* Muffin takkan mampu menghadapi badai. *

* Sekejap saja Muffin akan menjadi remah basah. *

Hentikan, hentikan!

* Muffin, sebelum kau diinjak rata. *\ Hentikan! Aku akan mematuk kalian!

* Muffin, sebelum kau babak belur. Muffin, sebaiknya kau pulang. *

* Muffin, sebaiknya kau pulang. *

* Bagaimana jika bertemu musuh? *\ Biarkan aku mematukmu!

Di dalam tubuhnya dia hanyalah adonan kuning

* Tak berkulit, hanya bercangkang. Muffin tak mungkin tangguh. *

* Muffin, sebelum kau dibakar. Muffin, sebelum kau dipanggang. *

* Muffin, sebaiknya kau pulang. Muffin, sebaiknya kau pulang. *

* Bagaimana jika dia tersandung dan jatuh? *

* Seperti itulah Muffin remuk. Muffin, sebaiknya kau pulang. *

* Muffin, sebaiknya kau pulang. * Pulanglah.

Aku tak mau pulang. Aku tak mau mendengar nama itu lagi.

Astaga! Aku mengira ini menempel di pantai.

Kenapa aku selalu berakhir di air? Apa aku terlihat seperti ikan?

Baiklah. Setidaknya batang pohon ini bergerak.

Aku hanya perlu duduk diam dan menunggu sampai ke seberang.

Ini akan berjalan lancar.

Hebat. Di mana angin saat dibutuhkan?

Saat aku terbang dengan balon, angin meniupku ke segala penjuru.

Sekarang saat dibutuhkan--

Kau harap bisa sejauh apa? Tanpa layar atau dayung?

Baik, mungkin aku lupa beberapa hal.

Kau akan duduk diam seperti anak anjing di atas balok kayu?

Ayo! Terjun. Berenang pulang.

Aku punya rahasia lain untukmu, Birdo.

Aku tak bisa berenang.

Tentu saja kau bisa berenang!\ Aku tak bisa.

Kau pernah dengar anjing mengayuh?\ Ya. Lalu?

Sebab kau seekor anjing. Terjunlah ke air dan mulailah mengayuh.

Aku tak tahu caranya! Aku tak bisa! Aku akan tenggelam!

Kau pasti bisa, Napoleon!

Kau cuma butuh sedikit dorongan!

Hei!

Anggap saja kau sedang berlari.

Hei, aku berenang. Aku bisa berenang!

Sekali lagi, sang burung tak dihargai.

Aku sungguh pintar melakukannya. Lihat, Birdo! Aku berenang.

Lumayan, lumayan.

Ayo, Nak! Kayuh!

Aku berhasil.

Birdo! Aku terpeleset. Aku tak bisa keluar!

Itu mudah. Kaki depanmu untuk menarik, kaki belakangmu untuk mendorong.

Jadi... dorong!

Aku berhasil!\ Tentu saja.

Kini, jika aku akan jadi gurumu, kau harus memercayaiku.

Pelajaran pertama, makanan.

Cacing punya nilai gizi yang sangat bagus.

Siput sangat basah dan empuk.

Lalu biji-bijian ini enak dimakan untuk pengganjal perut.

Ini kaya serat dan takkan mengenyangkan.

Ini bukan makanan anjing liar.

Ini bukan makanan anjing jenis apa pun.

Mungkin ada sesuatu yang lebih kau sukai di sana.

Apa yang bisa dimakan di sana?

Itu yang kau inginkan. Itulah yang kau tunggu.

Makanan anjing liar.

* Kebahagiaan adalah melangkah, *

* melompat, tak pernah tidur, tak pernah berhenti. *

Kau ingin aku memakan itu?

Kau mau makan, kau harus belajar membunuh.

Membunuh? Hewan kecil melompat itu?

* Tungkai tercipta untuk melompat, kaki tercipta untuk menghentak. *

Bagaimana caranya?

Dengan taring dan cakarmu! Siap untuk pulang sekarang?

Tidak! Aku hanya sedang berpikir, yang mana yang paling lezat.

* Ekor kelinci ibarat kapas. *

* Bagaimana terciptanya sudah lama terlupakan. *

Tangkap mereka!

Ini akan membuatnya belajar cara hidup di alam liar.

Makhluk kecil melompat. Ha, ha, ha! Komentar yang kuno. Bunuh!

* Kita bisa berhenti dan cemas. Kenapa kita harus terburu-buru? *

* Tapi kami lebih suka lari bergegas. *

* Kami kelinci yang sangat bahagia. *

* Kami kebanyakan adalah kelinci yang bahagia. *

* Tapi kelinci yang bahagia pun kadang ragu-ragu. *

* Sifat yang pemberani. Nafsu makan yang besar. *

* Rumah yang tak luas membuat kami berkembang biak. *

* Seekor anjing liar harus belajar membunuh.*

* Darah kelinci hangat harus ditumpahkan. *

* Kau bukan anjing pudel yang manja. Jadikan mereka pai kelinci! *

* Karena kau takkan mendapatkan makan. *

* Sampai kau menjadi anjing liar yang belajar membunuh. *

* Setidaknya kau tak dikekang lagi. Sekarang jadikan mereka dadar kelinci. *

* Buat rasa laparmu menggila. *

* Buat mereka meratapi nasib Beatrix Potter. *

* Karena kau takkan mendapatkan makan. *

* Sampai kau menjadi anjing liar yang belajar membunuh. *

* Berburu! Menyeringai! Serta menggeramlah! *

* Lari! Jangan bermain-main! *

* Menggeram! Melolong! Serang! Gigit! *

* Kalau kau ingin makan makananmu. Jangan bermain dengan makananmu. *

* Pergilah membunuh! *

Malam ini anjing liar ini akan tidur kelaparan.

Aku akan temukan makanan.\ Lalu bagaimana caranya?

Kauharap aku mencarikanmu potongan hati kalengan...

...dan membukanya dengan paruhku?

Tidak. Ini makan malamku, di tempat ini.

Di mana? Tidak. Itu bukan makanan untuk anjing liar.

Itu lumut.\ Rasanya cukup lezat.

Itu tak wajar! Anjing tak memakan lumut.

Rusa yang memakan lumut.

Panggil aku Rudolph, kurasa ini nikmat.

Tak wajar!

Pelajaran kedua.

Kau harus bisa membedakan, mana hewan bersahabat atau berbahaya.

Yang itu, misalnya, berbahaya.

Hewan peliharaan!

Ya, itu berbahaya. Kenapa dia ketakutan?

Dia mengira kau hewan peliharaan.

Kami belajar bahwa mereka sangat jahat.

Pembenci, ganas--\ Jahat.

Aku bukan hewan peliharaan. Aku anjing liar.

Apa yang pernah dilakukan hewan peliharaan pada kalian?

Kau lihat semua goresan ini? Ini masih nyeri.

Cakar mereka menggores tanganku.

Aku digigit di kaki belakangku.

Siapa pelakunya?\ Kucing gila itu.

Aku mengenalnya.

Kau beruntung hanya tergores.\ Tentu saja!

Tidak juga. Dia menggigit putus telingaku!

Pelajaran ketiga, cuaca.

Jika ingin bertahan di alam, kau harus tahan kondisi cuaca kejam.

Itu yang terpenting... Pendaratan yang hampir sempurna.

Lagi pula alam bisa sangat sadis, anak anjing.

Kuyakin cakar kecilmu sakit sekali.

Aku tak memiliki cakar kecil. Dan ini baik-baik saja.

Tentu saja di sini sangat dingin, cakarku hampir mati rasa.

Sudah mulai menyesal tinggal di alam liar?

Tentu saja tidak. Kau tahu kakekku seekor Husky Siberia?

Aku punya teman seekor Husky.

Dia mengajarimu untuk mewaspadai es?

Karena itu sangat... Licin!

Itu hanya peragaan.

Sulit mengendus, jika semua hal tertutup salju putih.

Tapi aku mengendus sesuatu.\ Yang jelas itu bukan diriku.

Aku penasaran bau apa itu?\ Kita bisa kembali ke cuaca?

Dengar.

Apa itu?

Semoga kau siap dengan salju yang membutakan...,

...dan kabut yang membeku.

Kabut yang membeku?\ Akan ada kabut tebal.

Napoleon! Lari, lari!

Napoleon!

Napoleon, kau tak apa?

Kau di mana?

Napoleon? Napoleon!

Astaga. Semoga dia baik-baik saja.

Badai? Salju yang membutakan dan kabut yang membekukan?

Itu seperti suara petir.

Kau sadar, kau hampir menewaskanku?

Sudah kubilang, aku mengendus sesuatu.

Baiklah, aku salah. Aku tak sempurna.

Aku tak bisa selalu benar.\ Selalu? Sekali saja sudah cukup!

Kau mau ke mana? Napoleon, kembalilah kemari!

Aku takkan mengikutimu kali ini.\ Tak masalah.

Pelajaran keempat, ikuti nalurimu.

Lalu pelajaran kelima, jangan memercayai Birdo!

Tunggu. Aku mengendus sesuatu.

Bau apa itu?

Aku mencium bau permen.

Aku tak melihat anak kecil dekat sini.

Tidak, ini mustahil. Aku pasti berkhayal.

Hei, tapi asalnya dari sana. Di rerumputan tinggi itu.

Tapi mana mungkin?

Tapi itu pasti bau permen, dan akan kudapatkan itu!

Astaga, dia tak boleh mendekati rumpun tebu itu.

Bukan urusanku. Dia pasti akan tewas di sana.

Aku akan duduk dan menontonnya. Tidak! Tak boleh begitu!

Napoleon!

Ke mana anak anjing itu?

Kau boleh makan cacingmu. Aku ingin makan permen.

Kau dalam bahaya di sini. Jika rumpun tebu itu mengering--

Dengar. Aku tak pernah salah dengan hal seperti ini.

Dia juga tak pernah benar.\ Kumohon.

Otaknya sudah berisi permen. Biarkan dia terpanggang.

Aku juga harus kembali pada kawananku.

Kenapa tebu bisa berbahaya?

Mungkin maksudnya gigiku akan berlubang.

Akan kutempuh risiko itu.

Berhenti!

Tatap mataku. Jangan pergi lebih jauh.

Matamu..\ Tetap di sana. Jangan bergerak.

Napoleon!\ Birdo! Tolong!

Jangan ke arah sana! Tak ada yang mau mendengar seekor ular.

Astaga, di sini semakin panas.

Aku mencium bau asap.

Di mana ada asap, di situ ada--

Napoleon?

Tolong!

Napoleon!\ Aku mendengarmu, Birdo!

Aku datang!

Napoleon!

Kau mengarah ke api! Ikuti suaraku!

Aku datang.

Ikuti arah suaraku.

Birdo!

Napoleon! Senang melihatmu lagi.

Maaf, aku tadi memarahimu.

Kukira aku kehilanganmu di sana. Kau membuatku sangat ketakutan.

Akhirnya, kutemukan tikus kuning itu.

Kini kau paham bahwa kau tak siap di alam liar?

Tapi Birdo, baru kuperlihatkan, betapa tangguhnya diriku.

Aku bisa menghadapi apa pun.

Aku hanya tak ingin melihatmu terluka.

Maksudku, jika terjadi sesuatu, aku merasa bertanggung jawab.

Napoleon, lari! Ada kucing! Lari! Ada kucing!

Harus kubunuh tikus kuning dan tikus terbang kecil itu.

Ikuti aku, Napoleon. Ikuti aku.

Hei, itukah kawananku di sana? Benarkah?

Birdo kembali!

Lihat, mereka semua saudaraku!\ Birdo!

Sungguh lega bertemu kalian. Vittorio. Luchino. Featherico.

Roberto. Marty.\ Hei, Birdo. Apa kabar?

Suara ribut apa itu? Sepertinya Birdo menemukan kawanannya.

Burung-burung yang sangat berisik.

Akan kubiarkan Birdo bersama kawanannya.

Aku sudah cukup merepotkannya.

Astaga!

Hei, hati-hati! Kucing itu di belakang kalian!

Pergi dari sana! Terbang!

Bagus! Akhirnya kutemukan kawananku dan kau menakutinya.

Menakuti mereka? Baru saja kuselamatkan mereka dari kucing itu.

Napoleon, tak ada kucing di sini--

Diam!

Kau harus belajar untuk memercayai naluriku, Birdo.

Tikus. Untuk itu si tikus kuning akan mati perlahan.

Kucing itu sungguh telah gila.

Birdo?

Birdo!

Aku di sini.

Kusangka kau mungkin menabrak bukit karang dan mati.

Kau mencemaskanku?\ Kau sahabatku di sini.

Dan aku tahu betapa buruknya kau saat mendarat.

Aku pandai mendarat.\ Tentu. Kau mendarat seperti ini.

Ayolah! Cukup. Hentikan!

Aku adalah pendarat terbaik sedunia.

Ya, benar.

Birdo!\ Lihat ini.

Akan kutunjukkan cara mendarat.

Kebetulan ini salah satu pendaratan tersulit dalam sejarah--

Kau terluka?

Baru saja terhempas angin.

Ke mana arah jalan ini?\ Ke pantai, tempatmu mendarat.

Jalan ini mungkin tempat paling berbahaya di sini.

Aku tahu semua tentang jalan.\ Banyak pengebut di jalan ini.

Dan jauh lebih mudah untuk mendahului kucing gila itu.

Daripada mobil kencang-- Oh!

Sebaiknya menjauh dari sana!

Kadal itu tak bergerak! Bangun!

Hei! Kurasa dia tidur. Sebaiknya kutolong dia.

Tetap di tempatmu, Anjing Kecil!

Hei! Menjauh dari jalan!

Astaga! Reptil tertabrak.\ Bukan, kurasa dia tak apa.

Ayo teruskan perjalanan kita.\ Tapi dia mungkin butuh bantuan.

Kau tak apa?\ Dia masih bernapas?

Hei, akan kudorong dia sedikit.

Pergilah!

Sensitif.

Ini jalurku!

Ya ampun, dia cuma mau menolong.\ Benar.

Enyahlah!

Maaf, sebab aku peduli.\ Ayolah, jangan sakit hati.

Jangan berharap dihargai oleh makhluk berdarah dingin.

Jangan didengarkan. Lupakan saja, Napoleon.

Pulanglah!\ Aku tak bisa, Birdo.

Aku sudah terlalu jauh untuk menyerah.

Jika kembali, aku takkan tahu seperti apa rasanya hidup liar.

Dan sudah kuiidamkan hal itu seumur hidupku.

Kau takkan paham.\ Kenapa tidak?

Sebab kau seekor burung dan aku seekor anjing.

Ini urusan anjing.

Ini bukan soal urusan anjing. Ini karena burung tak mengajarimu.

Aku tahu, selama ini kau selalu menolongku, Birdo.

Aku sangat, sangat berterima kasih.

Tapi aku ini "penggonggong" dan kau "pengicau".

Aku tak bisa meninggalkanmu. Kau tak akan selamat.

Tentu saja aku mampu. Aku memiliki guru terbaik di dunia.

Aku harus mencari kawananku, dan kau milik kawananmu.

* Aku harus bepergian. Kau harus terbang. *

* Aku memiliki padang rumput. Kau memiliki langit. *

* Di atas, di mana ada awan, aku terbang berputar. *

* Kakiku harus berada di daratan. *

* Mungkin kita akan bertemu seiring jalan suatu hari. *

* Mungkin di suatu tempat dan suatu waktu. *

* Tapi pelangi telah menungguku. *

* Serta aku harus mendaki perbukitan. *

Selamat tinggal, Birdo.

* Mungkin kita akan bertemu seiring jalan suatu hari. *

* Mungkin di suatu tempat dan suatu waktu. *

* Tapi pelangi telah menungguku. *

* Serta dia harus mendaki perbukitan. *

* Aku harus mendaki perbukitan. *

Baiklah, di mana ada air?

Mungkin makhluk itu tahu. Dia seperti kaktus berjalan.

Hei! Kau tahu di mana bisa kutemukan air?

Jangan bicara denganku!

Aku hanya ingin ber--

Pergi! Aku tak berbagi air dengan siapa pun.

Aku mau berbagi air denganmu.

Dan berhentilah menatapku! Semuanya suka mengolok penampilanku.

Menurutku kau tajam sekali.\ Benar, 'kan? Itu maksudku.

Bukan, maksudku kau keren.

Siapa pun yang mengolokmu hanya iri. Aku serius.

Tunggu! Kembali.

Permisi. Apa yang kau tatap?

Aku tak bisa menggali jika kau menatapku.

Aku pintar menggali.\ Lantas kenapa?

Akan lebih cepat jika kutolong.

Benar, 'kan? Ini airmu.\ Terima kasih.

Tapi sekarang aku tak bisa meminumnya!

Kau menyentuhnya dengan bibirmu!

Pasir panas. Panas. Aku harus berteduh.

Pasti ada pohon di sekitar sini.

Itukah yang selama ini melolong?

Untuk itukah alasanku meninggalkan rumah?

Makhluk apa itu?

Apa anjing liar yang kudengar selama ini, itu?

Permisi. Lolongan itu. Apa kau yang melakukannya?

Atau ada anjing liar di sini?\ Maksudmu ini?

Bagaimana menurutmu?\ Itu perbuatanmu?

Seperti suara anjing? Aku bisa meniru suara lain.

Ini suara gajah.

Kau bisa mencium kacangnya?

Dengarkan ini. Kucing.

Kumohon, jangan kucing.\ Dan sekarang--

Hentikan.\ Seekor sapi.

Ini! Sapi seberat 900 kg!

Aku bodoh sekali.

Selama ini aku mengejar kadal penggonggong.

Tak ada anjing liar di sini. Aku mengejar sesuatu, yang bahkan tak ada.

Sekarang, aku tak punya rumah, tak ada alam liar.

Bahkan tak ada ibuku.

Birdo benar.

Aku tak memiliki naluri untuk bertahan di sini.

Aku hewan peliharaan bodoh. Yang tak bisa membedakan lolongan...

...dari seekor kadal.

Aku tak pantas menyandang nama Napoleon.

Bukan "remah roti" sepertiku.

Aku hanya sekadar Muffin.

Badai! Masuk!\ Cepat! Sekarang juga!

Ada seekor anjing. Ya, dia mati.\ Mati? Tidak.

Tapi dia akan mati jika tak menyingkir dari hujan.

Tak ada yang mati disebabkan hujan.

Kau tak pernah kena badai hujan padang pasir. Sangat berbahaya.

Aku ingin mengundangmu ke rumahku, tapi pasti terlalu sempit.

Hei! Minggir sedikit!\ Jangan mendorong!

Beri tempat!\ Jangan mendorong!

Aku mencium bau anjing.

Semoga ayahmu tak membawanya pulang.

Aku bisa pergi ke mana?

Pasti ada suatu tempat yang cukup besar agar aku muat.

Dingin, berangin dan lembap.

Naluri hutanku berkata bahwa ada hewan berbahaya di sini.

Apa itu, Ibu? Kaukah itu, Bu?

Halo?\ Bukan, itu orang asing.

Keluar, atau kami akan menyerang!

Ka... Kalian anak anjing.

Berbaliklah perlahan dan pergi, tak ada yang akan terluka.

Kurasa dia tak mau menurut.

Baiklah, di hitungan ketiga, aku akan menerjang.

Satu! Dua! Kau yang memintanya! Tiga!

Biar aku saja. Sebaiknya kau--

Kau sebaiknya berhati-hati, atau aku akan mencabikmu--

Nancy! Hati-hati! Dia mendatangimu!

Dengar, dengar, aku takkan menyakitimu.

Kalian anak-anak anjing tersesat, sama sepertiku.

Ibu bilang jangan membiarkan siapa pun masuk ke gua.

Ibu kalian sudah pergi? Itu bagus!

Kalian tak mau bermain dan begadang?

Kurasa dia baik, Syd.\ Ayolah.

Aku janji tak ada hal buruk yang akan terjadi...

...selama aku menjaga kalian. Ayo!

Tak ada hal buruk? Jadi itu banjir yang baik?

Banjir?

Nancy!\ Tolong aku! Syd!

Tolong aku! Aku tak bisa bertahan!

Nancy, kau bisa mendengarku? Berpeganglah ke batu itu!

Tolong! Aku tak bisa bertahan!

Teruslah bersuara, aku datang menolongmu!

Syd, kau tak apa?\ Ya. Tapi di mana Nancy?

Tolong! Aku tak bisa--

Astaga. Aku tak mendengarnya!\ Tolong, Syd! Ibu!

Bertahanlah, Nancy! Aku akan menyelamatkannya!

Jangan! Biar aku saja.

Kau di mana, Nancy?\ Aku di sini!

Sebelah mana? Teruslah berteriak!\ Di atas batu ini. Batunya licin!

Aku akan mengikuti suaramu.

Cepat!\ Aku mendengarmu!

Jangan lepaskan, Nancy!

Aku di sini. Tapi batu ini sangat licin!

Terus bersuara, Nancy! Aku mendengarmu.

Aku juga mendengarmu.

Cepat! Kumohon, cepatlah! Airnya semakin meninggi!

Kau akan selamat, Nancy.\ Caranya?

Naikl ke punggungku. Kau akan kubawa pergi dari sini.

Aku tak mau. Aku takut!\ Kau aman bersamaku.

Kau bilang takkan terjadi apa pun selama kau menjaga kami.

Nancy, naiklah ke punggungku. Sekarang juga!

Baiklah.

Nancy!

Pergilah! Aku tak apa di sini.

Kau akan tenggelam sebentar lagi. Naiklah ke punggungku!

Aku akan jatuh!

Aku takkan membiarkanmu tenggelam. Aku janji.

Ayo, anggap aku perahu.

Semuanya naik! Ayo. Satu, dua, tiga!

Baiklah. Kita mulai. Berlayar di sungai.

Jangan lepaskan!

Kau ibarat seorang kapten kapal. Kau tahu, Nancy?

Bertahanlah, Nancy.\ Kapten kapal yang berani.

Jangan lepaskan dia, Nancy!\ Aku terpeleset.

Pegangan ke badan perahu. Hampir tiba di dermaga.

Dermaga?\ Tentu. Setiap perahu punya dermaga.

Ini dermagamu.

Dia terpeleset!

Baiklah. Lepaskan aku, Nancy. Lalu raihlah dermaga itu.

Tapi itu licin.\ Kau pasti bisa.

Kaki depan untuk menarik, kaki belakang untuk mendorong.

Sekarang, dorong!\ Dorong!

Dia berhasil.

Lakukan ini, Nancy. Untuk menyingkirkan airnya.

Seperti ini?

Nancy, lihat siapa yang kembali.

Itu seekor anjing liar.\ Tentu saja. Itu ibu kami.

Aku tak memercayai ini.

Jadi selama ini aku bersama anjing-anjing liar.

Syd, Nancy, kalian tak apa? Siapa ini?

Astaga. Sudah berapa lama aku pingsan?

Semalaman. Aku belum berterima kasih karena sudah menyelamatkanku.

Aku yang seharusnya berterima kasih.

Bagaimana aku berterima kasih atas penyelamatan anak-anakku?

Aku ingin tinggal bersama kalian, menjadi anjing liar.

Bagaimana dengan rumahmu?\ Tempatku berada di sini.

Ibu, izinkan dia tinggal.\ Ayolah, Ibu.

Tentu saja dia boleh.\ Akhirnya, aku seekor anjing liar.

Sudah kuduga inilah tempatku.

Ini boleh jadi rumah barunya, hingga dia menyelesaikan masalahnya.

Kita bisa coba permainan baru!\ Juga melakukan trik baru.

Aku ingin menjadi Napoleon.\ Sekarang giliranku.

Kau sudah menjadi Napoleon waktu itu.

Belum.\ Sudah.

Kurasa mereka sangat menyukaimu.

Kita sudah lama berada di sini.

Kapan kita bisa pergi melolong, berburu dan lainnya?

Bangun, Napoleon. Hari ini saatnya.

Hanya ada kita berdua.\ Aku di belakangmu.

Bukankah dia sungguh keren?\ Dia lumayan.

Katakan padaku, Nak. Kenapa kau pergi dari rumah?

Aku ingin ke tempat yang tak ada peraturannya.

Dan apa yang kautemukan?\ Ya, kutemukan banyak peraturan.

Tentang hidup bersama hewan lain dan cara menjaga diri.

Lalu apa yang mau kaulakukan di sini?

Aku mau berburu makananku dan membunuhnya.

Apa kau menikmatinya?\ Tidak. Sebaliknya aku makan lumut.

Ada lagi yang kau inginkan?

Aku ingin tidur larut malam dan selalu bermain.

Dan apa kau selalu bermain?

Tidak. Terkadang aku ketakutan. Dan sering kali aku kesepian.

Lalu kenapa kau ingin tinggal di sini?

Aku ingin menjadi anjing liar agar aku bisa berani...

...dan tak kenal takut.

Tapi selama ini kau sudah melakukannya.

Kau tak mungkin bertahan sejauh ini jika kau takut.

Dan berkat keberanianmulah yang menyelamatkan Syd dan Nancy.

Dalam hatimu, kau sudah menjadi anjing liar, Napoleon.

Kurasa itu benar.

Ada lagi yang kau inginkan?

Ya.\ Katakan padaku.

Aku ingin pulang.

Aku merindukan ibuku.

Bagaimana jika kukatakan...,

...aku punya teman yang dapat mengantarmu pulang?

Benarkah?

Ikuti aku.

* Kanga roo la roo la roo. Kami melompat dan meloncat. *

* Kanga roo la roo la roo. *\ Awas!

* Saat kau tertidur. *\ Hei, hentikan, hentikan.

* Syukurlah kau tak melihat. Aku hampir menabrak pohon. *

Permisi.\ * Serta jika aku benar. *

* Ini Kanguru. La roo untukmu! *

* Kanga roo la roo la roo. Ibumu benyanyi kepada tupainya. *

* Kanga roo la roo la roo. Dengan kaki seperti pegas. *

Kurasa aku akan--

* Kami bisa melompat perlahan. Atau melompat kencang. *

* Lalu saat kami melakukannya. Itu kanga roo la roo untukmu. *

* Jika di perjalanan aku menabrak. Kurasa kepalamu akan terantuk. *

* Jika aku melakukannya. Itu kanga roo la roo untukmu. *

Bagaimana seekor kanguru kecil bisa bertahan?

Maaf, Tupai.

Baiklah, baiklah.\ Jangan dia lagi.

Teman makan favoritku, sang Anjing Liar.

Bukan, aku Napoleon. Anjing peliharaan yang liar.

Penakluk hutan dan halaman belakang.

Aku bisa berlari menyeberangi air terjun dengan berani...

- Burung kecil menyebalkan.\ Burung kecil menye... Hei!

Kini, aku harus bagaimana? Pasti ada cara untuk pulang.

Itu dia! Rumahku!

Bagaimana caraku menyeberangi air?

Ya, itu jawabannya.

Lihat itu. Hebat. Keranjangnya masih ada.

Aku akan pulang dengan cara yang sama.

Halo. Siapa di luar? Halo?

Permisi, tapi ini keranjangku. Aku datang dengan keranjang ini.

Ini keranjangku. Keranjangku!

Bukan! Sekarang keluarlah!\ Hei. Jangan mendorong...

Maaf. Kau jauh dari rumah, 'kan?\ Keluargaku kemari untuk berlibur.

Tapi aku ingin menyisir pantai bak seekor hiu.

Mengintai mangsa seperti harimau.

Aku Conan, pembunuh pinguin. Aku muda. Aku bersemangat.

Aku ingin lebih dari sekadar kehidupan tundra.

Aku takkan pernah bisa pulang!

Sepertinya kau belum tahu di mana rumahmu.

Rumahku ada di mana terdapat ketegangan dan petualangan.

Bicaramu sombong bagi seekor pinguin kecil.

Hati-hati mengatakan kecil!

Dengar, aku dulu sangat mirip denganmu.

Kukira aku harus kabur agar aku bisa menjadi makhluk liar.

Apa ceritanya akan panjang?\ Dengarkan dulu, ya?

Semua berawal dari sebuah pesta di--

Aku mendapat pelajaran dari itu. Kau pasti juga akan.

Sekarang aku ingin naik keranjang ini...

...dan menunggu ombak datang.

Silakan, aku tak butuh keranjangnya. Conan tak akan pergi.

Apa itu?\ Apa? Astaga, itu ibuku!

Sudah kubilang, dia sedang kemari.

Cepat, kau harus sembunyikan aku.\ Pengi!

Mungkin aku bisa sembunyi di balik batu karang ini.

Pengi!\ Oh, tidak. Terlambat.

Pengi, ikutlah kami pulang. Jangan membuat Ibu jengkel!

Kau sudah gila? Kau mau kami semua terkena serangan jantung, Pengi?

Namaku bukan Pengi, tapi Conan. Aku tak mau pulang.

Pengi?

Semuanya, tinggalkan aku sendiri.

Ini liburan terburuk yang pernah kita lalui.

Ini bukan liburan terburuk. Bagaimana dengan di Alaska?

Ingat Alaska? Berang-berang menularkan batuknya padamu.

Bagaimana dengan Alaska?

Hei, Pengi. Tunggu aku.\ Tak ada yang paham!

Liburan menyebalkan! Setiap malam, hanya malam biasa.

Seekor anjing! Itu yang kubutuhkan. Seekor anjing?

Awas...\ Apa?

Jauh-jauh dariku, Bola Bulu. Dasar hewan peliharaan!

Bisa kau tenang? Tekanan darahmu. Bisa kau tenang? Tenanglah...!

Dengar, jika kalian tak bisa yakinkan Pengi untuk pulang, biar aku saja.

Dia takkan mau dengar. Ibarat bicara dengan Iceberg (keras kepala).

Pengi, kau boleh tinggal bersamaku malam ini.

Bukannya kau ada sepupu bernama Iceberg?

Itu Weisberg. Weisberg, Weisberg! Lupakan.

Masih berpikir di sinilah tempatmu?\ Tentu saja.

Siapa pun yang menghalangiku, aku akan memberikannya ini!

Agar mereka memohon ampun. Hei, aku suka berkelahi.

Percayalah, lebih baik kau berada di rumah.

Pulanglah ke tempat asalmu.

Kembali ke gunung es dan tanah beku? Lupakan saja.

Ini saatnya aku melolong.

Kau sudah lemas dan letih.

Kau sudah bosan tinggal di alam liar.

Tapi aku akan bertahan. Aku akan mencari petualanganku.

Suara itu. Mungkinkah itu--

Halo. Ada orang lain di sini?

Dia kembali!

Pengi!

Ada yang ingin berkelahi?\ Diam, Bodoh.

Aku mungkin berasal dari tempat dingin, tapi sudah panas untuk beraksi.

Harus menyelamatkan burung bodoh itu.

Saatnya mengusir tikus dari rumahku.

Baiklah, ayo. Kita berburu sebentar.

Tapi aku sudah menemukannya. Tikus aneh warna hitam dan putih.

Jangan ganggu penguin itu!

Jika bukan Tikus Muffin itu.

Tikus itu akan mati!

Ya, ada yang dinamakan terlalu banyak bertualang.

Kita tinggal berdua sekarang, sinting.

Sepertinya kurang adil, sembilan nyawa melawan satu.

Aku harus memancingnya ke dekat air.

Kemarilah, Kucing manis...!

Ayo!

Tepat sasaran!

Kau akan dapat balasan!\ Baiklah, saatnya membalas.

Ayo, kejar aku! Tidak?

Kau kehabisan nyawa?\ Masih ada banyak.

Ayo, biar kusayat dirimu. Aku akan menyayatmu dengan--

Sudah kuduga, kucing itu berada di tepi jurang.

Lihat itu. Kurasa sudah semua sisa nyawa yang dia gunakan.

Bagaimana dengan penguin itu?

Hei, Pengi, kau di bawah sana?

Apa?

Baiklah. Sudah cukup permainannya.

Permainan?

Lihat ke bawah, Tikus.\ Apa?

Itu kematian biru dan dinginmu.\ Terima kasih.

Aku sedang tak ingin berenang malam-malam.

Lompatlah, Tikus!

Dengar, kau meninggalkan rumahmu dan menjadi gila.

Aku seekor anjing rumahan. Aku punya kesalahan yang sama.

Tinggal di alam liar membuatmu melihat tikus di mana-mana.

Kau seakan-akan ingin di rumah dan menangkap tikus.

Tapi aku memang ada di rumahku.

Kau memang sinting.

Dan aku tak mau kau ada di rumahku!

Hei, Kucing Penakut! Kau ingin melawanku?

Apa?

Akan kupatuk keluar matamu. Akan kutampar wajahmu.

Kau berikutnya!

Baiklah, besok malam, di sini. Akan kutendang ekormu.

Hidupmu sudah berakhir, Kucing Nakal. Aku akan menghabisimu.

Tapi pertama-tama, aku--

Tidak! Tidak, tidak...

Sampai jumpa, Pecundang! Akan kutunggu di sini besok malam.

Aku seekor anjing liar sungguhan, saat aku memerlukannya.

Kerja sama berdua yang hebat mengusir kucing itu.

Tapi apa yang akan kau lakukan sekarang tanpa keranjangmu?

Hei, aku bicara denganmu.\ Entahlah, oke?

Aku harus mencari cara untuk bisa pulang. Kembali pada ibuku.

Aku merindukannya.\ Hei! Apa itu? Di sana.

Aku tak melihat apa pun.\ Sudah kubilang, di bawah sana.

Astaga, kau harus memantul seperti itu? Leherku sangat rapuh.

Napoleon!\ Itu Birdo!

Sudah kuduga kau ada di sini.\ Aku mencari jalan pulang.

Akhirnya kau sadar juga, heh?

Kau tak pernah memotong kuku kakimu?

Hmmmph, penyu sensitif.

Sepertinya aku tak salah menebak semuanya.

Tidak, kau selama ini benar. Aku tak tahu cara pulang.

Sampai jumpa, Birdo. Jangan lupa untuk berkunjung.

Aku akan mampir saat bermigrasi.

Sampai bertemu lagi! Siapa namamu? Napoleon?

Kau burung terhebat di dunia, Birdo. Aku tak pernah salah tentang hal itu.

Aku akan merindukan anak anjing itu.

Kau takkan memercayai apa yang sudah dia lalui.

Kau tahu, saat pertama tiba di sini, dia mengira dirinya makhluk buas.

Makhluk buas? Maksudmu seperti diriku?\ Kau!?

Ibu!

Ibu! Ibu!\ Muffin, kaukah itu?

Ibu! Ibu! Ibu!

Kemarilah... sini biar Ibu peluk.\ Ibu, ini aku. Aku pulang! Aku pulang!

Ibu takkan percaya ke mana saja aku pergi.

Kemarilah. Kau tak terluka, 'kan? Apa yang terjadi padamu?

Banyak hal terjadi padaku.

Oh, kau tak bisa memanjat tembok itu!\ Ibu bercanda? Mudah sekali.

Berjanjilah pada Ibu, kau takkan kabur seperti itu lagi.

Aku janji. Dan Ibu berjanji padaku juga.

Apa pun, Sayang. Apa saja.

Aku mau Ibu memanggilku Napoleon.

Mulai sekarang, engkaulah Napoleon Ibu.

Ahh, bukan tikus, tapi seekor anjing.

Anjing harus mati!

- Pengalihan Bahasa oleh - \N* H@w-to-kiLL *

* There's a new world out there *

* coming to find me *

* everything's waitin' up ahead *

* nothing's behind me *

* if I don't dream *

* if I don't try *

* how will I know *

* how far *

* I'll fly? *

* There may be mountain peaks *

* I wanna slide down *

* there may be rivers fast and wide *

* I'm gonna ride down *

* if I don't dream *

* if I don't try *

* how will I know *

* how far *

* I'll fly? *

* High-flying and free *

* the sun's rising for me *

* I see cities behind the rooftops *

* oceans beyond the sea *

* I'll fly *

* up to another Sky *

* no one has traveled so far *

* out to a far away star *

* maybe farther *

* out where my life begins *

* I'm gonna be there *

* wonder what gleaming, shining lights *

* I'm gonna see there *

* I've got to dream *

* I gotta try *

* I gotta know *

* how far *

* I'll fly *

* there's a new world out there *

* coming to find me *

* everything's waitin' up ahead *

* nothing's behind me *

* I've got to dream *

* I gotta try *

* I gotta know *

* how far *

* I'll fly *

* I gotta know *

* how far *

* I'll *

* fly *

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.