All language subtitles for The.Execution.2022.RUSSIAN.ENSUBBED.1080p.WEBRip.AAC2.0.x264-NOGRP

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian Download
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish Download
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

SITUS SLOT ONLINE TERKECE DI INDONESIA Dengan bonus yang SUPER KECE

Daftar sekarang di www.recehoki.net

Main bersama RECEH88 & menangkan ratusan juta rupiah! PLAY. MAXWIN. WITHDRAW. REPEAT.

BAGIAN I KAPOL

- Issa, ada yang nelpon. - Bentar.

Bicaralah.

Ya.

Dan?

Hei, semuanya!

Aku tak pandai bersulang,

jadi mari kita minum atas promosi yang layak disandang.

Sangat jarang, tapi benar terjadi.

Berpangkat Letnan Kolonel. Menakjubkan!

Tapi apa maksudnya?

Ada dua bintang di pundaknya, tapi yang terpenting....

dia pantas menerimanya.

Bukan begitu? Ayo kita minum!

Yah.

Silahkan!

Dimana Isa? Aku tak minum sama dia.

TERJEMAHAN | YOYONG MASAMBA

Mereka dipenjara. Kau dipromosikan.

Apa yang kita rayakan?

Dia yang selamat. Seorang saksi.

Sampai sekarang kami cuma bisa temukan mayat.

Teman-teman, ayolah. Minumanmu sudah dituangkan.

- Kami akan datang. - Sebentar.

Jadi kau berbuat salah?

Menghabiskan 10 tahun?

Biarkan semuanya kembali normal.

Issa, kami tunggu, kemarilah makan roti bakar!

- Bentar. - Ya.

- Cepatlah. - Tunggu sebentar.

Apa kau akan menemuinya?

"Dia" tak ada.

Lupakan saja. Percayalah, demi kita.

Aku tak punya pilihan, aku pergi.

Maka aku juga tak punya pilihan. Aku mau ajukan cerai.

Tenanglah.

Aku pasti menyelesaikannya.

Kembali.

Kita akan ke gunung.

Sangat indah di sana. Udaranya segar.

Kau bisa melihat matahari...

begitu dekat saat matahari terbit.

Ada air terjun juga.

Kita semua tetap bersama.

Tapi sekarang, biarkan aku pergi.

Biarkan aku pergi.

Dia mau cari tumpangan, ada mobil putih berhenti.

Dia tak bisa ingat modelnya.

Pria itu tampak tak berbahaya. Bicaranya sopan.

Dia tertidur di dalam mobil.

Terbangun di sebuah "rumah di hutan, tidak ada orang lain disana".

Saat itulah dia mencurigai sesuatu.

Kapol, artinya kita telah...

menghukum orang yang salah?

Mengerjakan kasus yang salah?

Bukan kita yang menghukumnya.

Itu urusan pengadilan.

Kita cuma menyelidiki.

Semua yang kita lakukan sudah benar.

Kau sudah memenjarakan orang yang salah!

Diam!

Dia memukulku...

dan..

menyeretku keluar dari mobil.

Menarik rambutku.

Dia ada di atasku...

memasukkan kotoran ke dalam mulutku.

Aku....

berusaha melindungi diri.

Dia hantam bagian belakang kepalaku.

Aku berusaha berdiri, dia...

tikam kaki-ku.

Aku merasa...

kedinginan.

Batu.

Aku memukulnya dengan batu.

Apa dia mengikutimu?

Entahlah.

Aku bahkan tak menoleh padanya.

Aku tak mau mati.

Wajahmu seperti pernah kulihat.

Kau ada di pemakaman adik-ku.

Tolong beritahu ciri-cirinya.

Dia tinggi...

dan...

kurus.

Matanya...

seperti kaca...

- Jadi, kita masuk dari sebelah sini. - Baik.

Mengepungnya dari luar.

- Siapkan anjing pelacak. - Ya.

Sekali lagi, ini penjahat yang sangat berbahaya.

Tidak ada catatan resmi senjata api,

tapi dia punya badik.

Setelah ditangkap, area tersebut harus digeledah oleh forensik.

Kita belum temukan mayat dalam 3 tahun, mungkin ada di tempat ini.

- Itu saja dariku. - Oke.

Baiklah.

- Semuanya dengarkan? - Ya.

- Semoga berhasil. - Ayo pergi.

Ivan Savelyevich.

- Semuanya sudah bersiap! - Belum.

Kawan-kawan,

perintah baru: tinggalkan semua senjata otomatis di sini.

Apa kita mau membujuknya datang?

Tutup mulutmu!

Kapol, boleh aku bicara?

Dengar, akan kutangkap bajingan ini.

Tapi kita tidak punya taring.

Apa bisa dilakukan persuasif jika dia menikam-mu.

Tunjukkan alat persuasifmu, Kapten.

Lebih merasa yakin dengan senjatamu?

Perintahku sudah final. Aku membutuhkannya hidup-hidup.

Aku tak mau ada yang menembak.

Tiarap, bajingan.

Rasakan itu, keparat!

Berbaring, bajingan!

Nama, nama belakang.

Andrey Valita.

Bacalah perintahnya.

Aku tidak bisa, tak bisa lihat apa-apa.

Bersihkan muka sialanmu dan bacalah!

Tolong jangan.

Jangan beraki dirimu, takkan menggigitmu kecuali kami suruh.

Berhenti merengek, bangsat.

Tolong, tidak!

Tutup mulutmu.

Ini memalukan.

Kau dapat apartemen baru, promosi, tapi menghukum orang tak bersalah?

Kau menuntut tersangka. Sudah kuberikan.

Pengadilan yang menjatuhkan hukuman.

Publik menekan jaksa, meminta darahmu dan darahku.

Aku akan interogasi di sini.

Jauh dari para penguping.

Mereka siapkan wartawan seadanya.

Kita harus selesaikan dengan tenang, di sini.

Dengan resiko sendiri.

Tentu saja itu urusanmu.

Aku mau setiap mayat dipertanggungjawabkan.

Jadi tak ada yang berani menuding kita lagi.

JOIN MY GROUP TELEGRAM https://t.me/Collection_MovieTerbaik

Siapa namamu? "Bos"?

Kau belum jadi bos.

"Komandan"? Kau tak akan memerintahku.

Jujur saja soal ini.

Panggil aku "Penyelidik".

- Jadi, dia menyukaiku. - Savelich, Mikhail mau menemuimu.

Ya, ayo.

Foto-foto dengan ibu semuanya rusak.

Terima kasih.

- Vitaliy, Pak, halo. - Galina.

Tamu kita dari ibukota.

Ditugaskan membantu melanjutkan kasus ini.

Kami akan mengurus diri kami tapi para petinggi suka mendesak.

Tapi Tn. Davidov sangat pengalaman.

- Menangkap "pemain catur". - Ya, aku tahu.

Kekuatannya jauh diluar. Berwewenang penuh.

Aku sudah baca perintahnya. Apa kita akan menemukannya?

Harusnya.

Buktinya kacau.

Beberapa barang penting telah disingkirkan.

Teori yang menjurus ke arah fiksi:

setan impoten makan rahim untuk menyembuhkan dirinya sendiri,

adanya ahli bedah transplantasi rahasia.

Lihatlah mayat-mayat itu.

Menurutmu orang waras yang melakukan ini?

Orang. Sendirian.

Cukup waras untuk tidak ketahuan.

Orang-orangku menyelidiki kasus ini sepanjang waktu.

Dan kami telah letakkan beberapa pondasi, bukan cuma fiksi.

Jadi, Kapol, kau boleh pergi.

Itu yang bisa kau lakukan.

Kau tahu kenapa?

Tiga tahun pembunuhan terjadi di bawah pengawasanmu?

Dan kau tidak bernyali untuk menyatukan kasus.

Bagian terburuk dari pekerjaan detektif adalah kebiasaan dalam bekerja.

Giliranmu sekarang menyusuri, Kapol.

Rekaman pemerasan?

Tidak.

Kurang lebih perekaman langka.

Oke, penulis sejarah.

Masuklah.

Jadi gulungan film ini punyamu?

- Belum jadi. - Kenapa?

- Dari TKP, kan? - Tidak ada dana untuk menyelesaikannya.

- Mereka bilang fotonya sudah cukup. - Kami akan danai.

Lagi bersih-bersih ya?

Membersihkan ruang untuk kasus ini.

Akan kami taruh kembali lukisannya setelah diselesaikan.

Butuh 3 hari.

Selesaikan sampai besok.

Ya, Pak.

Mulai sekarang, kita hadiri pada setiap pemakaman korban...

untuk mengingatkan...

kalau ini suatu pribadi, bukan berkas kasus.

Aku sudah baca berkasnya, kurang berguna.

Di sini ada dua berkas. 1979 dan 1980.

Belum ditemukan pembunuh berantai-nya. Perlu evaluasi ulang.

Shevchuk... Dia tercekik, bukan ditikam.

Tapi mulutnya penuh dengan kotoran, perutnya terkoyak.

Ini pembunuhan bagi kami.

Dia cuma belum siap, bertindak dengan sendirinya.

Tarkovsky sudah datang.

Kalau begitu memang ada alasan dia mau merusak buktinya!

Pingsan sekali saat melihat sesosok mayat.

Setidaknya dia gak ngompol.

Pelakunya telah ditembak.

Saat itu aku magang, melihat keadaannya:

menyelidiki seluruh kasusnya.

Lagipula, mereka menemukannya di awal bulan November 1978.

Zhurova Daria.

Gadis dugem.

Kenapa bisa dia salah satu dari kita?

Mulutnya penuh lumpur, kami kira, karena itu area rawa.

Lalu seorang ahli bilang bukan lumpur, tapi kotoran.

Masalahnya adalah mengembalikannya.

Saat teman kami terbunuh, dia gila, menyingkirkan semuanya.

Dan punggungnya penuh luka bacokan.

Kami temukan bekas pisau di lukanya.

Kesan pribadi dari TKP....

lebih berharga daripada laporan forensik.

Menembakan peluru kosong!

Penggunaan senjata saat itu.

Angkat dagumu.

Inilah yang kita lakukan. Pertama.

Daftarkan semua pasien yang kecanduan seksual.

- Ivan, hubungi klinik seks. - Ya pak.

Lebih rendah.

Saksi bilang mobil Moskvich putih.

Tempatkan polisi di sepanjang jalan.

Dan petugas wanita berpakaian seperti pelacur.

Semua unit patroli di halte bus.

Ini nama kode operasi "Shroud".

Sembilan luka tikaman di perut....

dan melukai usus kecil dan besar.

Kau mempelajarinya sepenuh hati?

Tangan kiri.

- Kiri. - Tangan kiri ditikam, tangan kanan diikat.

Dua dari cedera ini adalah akibat dari tikaman berulang...

dari pisau dengan rotasi...

pada sudut yang berbeda.

Ini sebuah ritual.

Kebangkitan dan pelepasan.

Luka ini ditikam berulang kali.

Dia suka berbuat begitu.

Suka coli?

Peniruan hubungan intim.

Dia mungkin impoten.

Ingat itu, saat kau menelepon klinik.

Ingat itu, saat kau menelepon klinik.

Ivan!

Ayo pergi.

Fantasi kekuatan.

"Pecatur" itu juga meninggalkan sepatu di mayat anak itu.

Kita pada heran semua.

Ada bocah tergantung di hutan...

tanpa berpakaian...

tapi bersepatu.

Ternyata itu kenangan masa kecil.

Dia melihat sebuah mobil melindas seorang perintis.

Pakaiannya robek saat terseret mobil itu.

Tapi sepatunya masih ada.

Gambar itu membuatnya terangsang.

Itulah dampak dari kesuksesan.

Setiap pilihan punya akibatnya.

Bagaimana kau menemukannya?

Aku berbohong.

Dalam surat kabar yang ditulisnya...

kami menangkapnya dan dia orang sakit jiwa.

Makanya dia marah.

Menulis surat protes ke Markas Besar.

Tes laboratorium menunjukkan adanya bahan kimia tertentu.

Digunakan...

di pabrik kimia...

sebagai produksi asam.

Dan sisanya, cuma....

Issa.

Issa.

Aku mau ke bangsal 4.

- Tempat mobil merahnya disini. - Kemarilah.

Ayo, satu sendok. Issa, tolong.

Sudah kubilang, aku tak bisa.

Mulut bilang ini, mata bilang yang lain.

Kemarilah.

Suaminya ada di rumah sakit dan dia senang.

Dasar bodoh!

Ini waktu tidur siang. Kembalilah nanti.

- Dia butuh istirahat. - Diam, Nadya.

- Sudah cukup perawatanmu! - Apa yang...?

Tetaplah di tempat tidurmu.

Atau kau mau sakit.

Ayo pergi!

Jangan cari gara-gara kau! Mayat itu tak akan kemana-mana!

Mayatnya ditemukan di kawasan hutan dekat stasiun.

Dimutilasi. Tapi para ahli bilang itu orang kita.

Sudah sekitar sebulan.

Awet karena cuaca ini.

Masuklah dulu ke kantor.

Selamat ulang tahun.

Tak sabar kau kembali.

Tak usah repot-repot. Tapi terima kasih.

Ya...

Operasi "Kain Kafan" ditutup.

Buktinya tak cukup, kata mereka.

Kewalahan menangani dua petugas dan penjaga halte bus.

Jangan tutup sekarang. Setidaknya setengah tahun lagi.

Ada hasil.

Tidak ada mayat baru, artinya dia memerhatikan kita.

Sialan.

Kerabat korban.

- Bu, kau... - Bagaimana kejadiannya?

Menjauh!

- Penyelidikan sedang berlangsung - Oke, aku cuma berdiri di sini.

Kau dengar? Apa jelas?

Jangan dekat, Pak, mundur.

- Dia kemari untuk mengidentifikasi... - Jangan sekarang.

Pak, aku minta izin mau mengidentifikasi mayatnya.

Jangan sekarang. Penyelidikan sedang berlangsung.

Dilarang masuk, penyelidikan sedang berlangsung.

Kerabat?

Bisa dibilang begitu.

- Aku ibunya. - Kalau begitu tunggulah.

Bajingan!

Anakku terbaring mati disini, dan bilang "tunggu"!

Lepaskan!

Tunggu apaan?

Kau kira dia akan kembali?

Kau merangkak ke sana kemari!

Menjepret....

daripada menangkapnya.

Kau harus menangkapnya!

Kami tak bisa bertindak diluar bukti.

Dia kehilangan itu.

Kenapa kau bekerja di sini?

Selalu suka cerita detektif.

Lalu memutuskan bergabung dengan polisi bersama dengan seorang teman.

Dan di sinilah aku tinggal.

Awalnya, tak tahu kenapa.

Sekarang aku mengerti.

Dan kau?

Ibuku bernyanyi di Philharmonic.

Suatu hari kami bertengkar, aku kedapatan merokok.

Ibuku meneriakiku aku bukanlah pria sejati, tapi lemah.

Aku marah dan kubakar gaun konsernya dengan rokok.

Itu gaun merah yang indah.

Lalu kucuri sepeda tetangga.

Aku mau terjatuh dan mati, biar dia tahu rasanya bersedih.

Saat aku sedang berlomba...

Kulihat ada yang merah di dalam air.

Aku langsung tahu itu sesuatu yang mengerikan.

Aku berhenti.

Pergi dan berdiri di tanggul.

Itu dia.

Gaun merah.

Gaun konsernya.

Aku tak ingat mereka menemukan jasadnya?

Serasa aku sudah berdiri dipinggir sungai itu bertahun-tahun.

Sekarang kita berutang padanya...

kepada keluargnya, jadi tak ada yang harus berdiri seperti itu lagi.

- Pembunuhnya sudah ditemukan? - Belum.

Tapi jika aku menemukannya, hukum tidak akan berlaku.

- Pernah dengar soal eksekusi Etruscan? - Tidak.

Seorang pembunuh diikat ke tubuh korbannya dan dibiarkan membusuk hidup-hidup.

Dilepaskan setelah keduanya menjadi hitam.

Dan tubuhnya menyatu.

Begitulah para penjahat dihukum dengan korbannya sendiri.

Itu sangat adil bagiku.

Aku ingin menyimpan sepatunya.

Kematian pasti indah.

Itulah tujuannya.

Kurasa kau akan berguna.

Aku punya bukti yang satu ini.

Beberapa kasus.

Pembunuhnya juga kreatif.

Melebihi darimu.

Aku harus mencari tahu.

Jangan terlalu pede.

Takkan kau temukan siapa pun.

Bahkan dirimu sendiri pun tidak.

- Aku takkan membantumu. - Harus bantu.

Aku tahu yang kau mau.

Ada seorang dokter, ahli bedah wajah terbaik di Uni Soviet.

Dia bisa mengoperasimu.

Untuk apa?

- Menghadapi regu tembak segera. - Aku bisa membunuhmu sekarang.

Mungkin setahun,

atau tiga tahun.

Sayangi dirimu.

Setidaknya kau akan terlihat seperti manusia.

Kubaca di koran.

Si tukang daging.

Itukah yang kau kejar?

Tapi kau keliru.

Kau mencari monster, tapi dia biasa saja.

Apa maksudmu?

Dia tak bersembunyi, menyembunyikan jejaknya,

dia akan membunuh jika terlintas dibenaknya.

Dia cuma beruntung.

Dan kau tidak.

BAGIAN II PENOLAKAN

Kalian boleh pergi.

Sebelum kumulai,

aku ingin memberitahumu.

Dalam psikologi,

ada lima tahapan menerima hal yang tak terelakkan.

Mereka akan melakukan interogasi.

Yang tak terelakkan.

Apa itu?

Pengakuan.

Rekaman Issa Davidov.

Penyelidik Senior, Kantor Kejaksaan Uni Soviet.

Melakukan interogasi terhadap Andrey Valita, yang ditetapkan tersangka....

antara tahun 1978 dan 1991

36 pembunuhan berencana terhadap wanita dan anak perempuan,

terkait dengan pemerkosaan,

serta tindakan mesum dan bejat pada tubuh mereka.

Pak Valita, mohon pastikan apa ada hubungannya denganmu.

Aku tidak ada hubungannya dengan kasus ini.

Aku pernah ditangkap dan dibebaskan.

Aku warga yang baik. Apa yang terjadi di sini adalah kegilaan...

yang tak pantas dilakukan kepolisian.

Pak Valita...

karena kau dalam incaran kami...

kami sudah letakkan fondasi.

Aku mau konfirmasi...

beberapa detail denganmu.

Tentang masa kecilmu.

Itu masa kecil tak bahagia.

Tidak normal, sungguh.

Ibumu adalah orang yang sulit?

Dia dokter hewan.

Ayahku pemabuk.

Dia bekerja banting tulang.

Dia memarahinya, dan aku.

Kondisi kejiwaannya tidak stabil.

Dia memukulmu?

Terkadang, ya.

Saat itu teman memberiku sepeda.

Sudah tua, berkarat, rusak,

jari-jari sepeda pada bengkok semua.

Itu barang mewah saat itu.

Aku perbaiki.

Mau menaikinya sambil jalan-jalan.

Dan aku pamerkan...

ke para preman setempat.

Mereka mau ambil sepedaku.

Aku memang lemah.

Tapi...

aku tak menerimanya begitu saja.

Tidak.

Mereka menendangku...

dan mendorongku ke jurang.

Ada sebuah sumur di sana.

Tak sampai disitu.

Ibu menegurku karena sepeda itu.

Menyuruhku berlutut di pojokan.

Jadi aku berlutut.

Telanjang.

Aku selalu...

rasakan...

kotoran itu...

di mulutku.

Garau. Tidak bisa mengeluarkannya...

Ibumu lumpuh beberapa tahun kemudian.

Kenak stroke.

Kenapa kau sembunyikan kondisinya? Kau mau balas dendam?

Balas dendam?

- Tentu saja. - Pembunuhan itu berpola sama.

Kotoran dimasukkan ke mulut korban.

Terlihat jelas ini merupakan kehidupan pribadi.

Semua orang punya masa kecil yang sulit.

Ini Rusia.

Bukankah itu...

berarti semua orang adalah pembunuh?

Para korban juga banyak ragamnya.

Wanita pendek dan gemuk.

Wanita muda dengan rambut pendek.

Rata-rata dari mereka seperti ini, sedikit berbeda.

Kau kenal?

Jadi, untuk menjawab pertanyaanmu.

Aku memberinya bahan bakar Cina.

- Siapa? - Ibuku.

Selama dua minggu.

Waktu hidupku.

Bahan bakar Cina.

Apa kau tidak tahu itu?

Kau takut, Issa.

Kau baca semua buku buku itu, tapi semuanya fiksi ilmiah.

Aku bahkan tak bisa dan merasa mual...

memotong kepala ayam.

Dan kau menetapkanku sebagai seorang pembunuh.

Kami tak dipanggil dengan nama depan, Tn. Valita.

Aku mau bertanya.

Tenangkan dirimu.

Cukup.

Jangan lakukan itu, tolong.

Suara itu....

tidak menyenangkan.

Kau menaruh minat karir...

ahli bahasa.

Baru mulai mengajar di usia 30 tahun.

- Kenapa? - Kurasa...

Aku mau bersama dengan anak-anak.

Bukan bersama dengan orang dewasa.

Anak-anak sekolah kejuruan menjulukimu "si pemakan daging".

Aku tahu.

- Anak-anak. - Laporannya ada disini.

- Masturbasi di semak-semak. - Omong kosong.

Tak bernasib baik dengan wanita karena kau suka anak-anak?

Siapa bilang? Banyak keberuntungan!

Mantan istrimu.

- Katanya kau tak bisa ereksi. - Mungkin saja baginya.

Tak bisa ereksi, ya.

Lembek, bukan?

- Tak bisa memasukkannya. - Ini tidak relevan.

Tentu saja.

Aku harus klarifikasi pengaduan saksi.

Jadi kau berseks sama anak-anak,

bukan pada wanita.

Anumu tahu tabiat aslimu.

Jangan harap bisa dihormati sebagai manusia.

Hadapi kenyataan "anu"mu.

Mereka menjulukimu apa?

Makhluk lemah? Pengecut?

Pemain biola? Pemakan daging!

- Tak bisa ereksi? - Aku bisa.

Semua bisa kulakukan. Wanita bejat, binatang, jalang.

Itu semua karena mereka.

Kemarahan yang bisa dibenarkan.

BAGIAN III KEMARAHANS

Lihatlah.

Rekanmu buat kekacauan.

Perkenalkan Khamraev.

Aku suka berada di sini sendirian

Begitu mudah di lampu dansa

Terobati oleh musik

- Cahaya redup memudar... - Korek.

- Tak ada yang peduli padaku - Tolong.

Terima kasih.

Di kafe lampu dansa

Adalah jejak kata-kata dan hari-hari yang tidak masuk akal

Tapi Mama!

Ceritanya sudah berakhir.

Bagaimana dengan Kakek Zaur?

Kakek Zaur akan menjemputnya nanti. Itu saja.

- Tidurlah. - Mama.

Ceritakan.

Ada tempat khusus...

tempat anak-anak pergi jika mereka tak punya orang tua.

Saat ibu ayahmu meninggal,

di situlah ayah berakhir.

Aku juga. Orang tuaku sudah tak ada.

Lantas apa?

Tapi Mama!

Terus?

Lalu Ayah dan aku berteman. Teman yang sangat baik.

Cuma kami di dunia.

Dan kakeknya datang mencarinya dan kami bersumpah...

untuk selalu bersama, apapun yang terjadi.

Ayah bilang kau lukai tanganmu dengan pisau.

Tidurlah.

Mama.

Apa Ayah menepati sumpahnya?

Gimana menurutmu?

Apa profesimu, Vera?

Sejarawan seni.

Belajar di Moskow, sekarang aku bekerja di museum ini.

Tidak tahu kami punya museum.

Potret para pemimpin, perintis, Stakhanovites.

Benar.

- Betapa cerobohnya, pindah dari Moskow. - Dihukum karena parasitisme.

Aku ragu kau sudah menghentikan kebiasaan lama.

Kau tak bisa bayar makanan di sini cuma dengan gaji museum.

Aku diundang.

Untuk malam ini.

Apa idemu menolak hak sipil?

Aku punya hak sipil.

Lalu apa yang terjadi?

Aku suka berbicara kebenaran.

Tak semua orang bisa bersikap baik saat mereka mendengar kebenaran.

Rekanmu membelaku.

Kau akan menangkapku?

Mungkin itu bukan ide yang buruk.

Ada berbagai macam wanita di penjara.

Kau kira dirimu....

- sangat berbeda dari mereka? - Maksudnya?

Kita semua...

menjual diri kita untuk bertahan hidup.

Kau cuma belum dihadapkan pada pilihan itu.

Kau duduk di sini?

Gantilah baju.

Kuhangatkan makan malam.

Apa...?

Kau kenapa? Apa yang kau...?

Issa, apa...?

Hentikan.

Apa yang kau...?

Apa...?

Bukan pertama kalinya aku melihatmu di sini.

Aku cuma mau melihatmu.

Ini tak akan berakhir dengan baik.

Tidak akan pernah.

Kau akan merasa malu dan aku merasa hampa.

Ada lima tahapan menerima yang tak terelakkan.

Penolakan.

Kemarahan.

Perundingan. Depresi.

Penerimaan.

Kita bisa berputar-putar atau langsung menuju penerimaan.

- Ingat dia? - Tahan dia.

Kau selalu memegang kendali,

tapi tidak denganku.

- Apa kau membunuhnya? - Ya.

Dia membuatku marah dan aku memukulnya.

Dan tersandung batu.

Jadi kubuat terlihat seperti pembunuhan berantai.

Dasar bodoh, dia cuma menargetkan wanita.

Untuk memalsukan mayat pembunuh berantai,

kau harus menjadi pembunuh berantai.

Siapa gadis di foto bersamamu?

Kakakmu?

Ya..

Dia pintar,

masuk sekolah kedokteran.

Ahli bedah masa depan?

Dia akan menyelamatkan orang dan menjalani kehidupan yang baik.

Tidak seperti diriku.

Kita juga akan menjalani kehidupan yang baik.

Aku akan menangkapnya dan...

meninggalkan semuanya.

Kita akan pergi.

Kakek punya pondok di gunung.

Di sana bagus.

Matahari sangat dekat.

Ada...

air terjun disana juga.

Kau mau ikut?

Kuragukan.

Kau takkan pergi.

Ini bagai tangga.

Kau mau naik tangga...

atau turun.

Jika kubilang pergi, aku akan pergi.

Jadi, kau akan ikut?

Itu saja, teman-teman. Semoga berhasil!

Baiklah, ayo pergi.

- Daah. - Dadaah.

Pergilah. Masih muda tapi begitu bodoh.

Kita kehabisan waktu.

Selesai.

Jangan buru-buru.

Naik.

Untuk apa bukti ini?

Hasil pemeriksaan pendahuluan.

Pisau cocok dengan mayat,

itu pisaumu.

Pisau, terus kenapa?

Cuma pisau biasa, berkualitas standar.

Pembunuhnya menghantam kepala wanita itu.

Membiarkannya tetap hidup agar mereka menderita.

Korban jatuh tengkurap.

Pembunuhnya menikamnya dari belakang.

Membalikkan badan...

dan mengakhirinya.

Menikamnya berkali-kali.

Semua wanita di foto ini dibunuh seperti itu.

Kecuali satu.

Seorang wanita lajang...

yang dia mutilasi.

Nina Gribanova.

Ingat dia?

Kau bekerja di pabrik yang sama.

Aku gak kenal.

Mungkin.

Aku tidak ingat.

Temannya bilang kalau Gribanova punya pacar.

Kutunjukkan fotomu padanya.

Kau berkencan dengan Nina beberapa bulan di musim panas 1981.

Kami menyelidiki lantai di apartemennya dengan luminol...

yang menunjukkan itu darah.

Dia dibunuh dan dimutilasi di sana.

Kenapa juga kita harus merundingkannya.

Aku mendapatkan sesuatu dari itu.

Tapi kau cuma mempermainkanku.

Mengumpulkan pisau-pisau itu.

Melibatkan kekasih masa laluku.

Kau punya apa lagi?

Cetakan sepatu.

Ukuran 43.

Tumit bermata lurus.

Kami menemukan yang seperti itu disana.

Kayaknya ukuran 43...

juga.

Nina orangnya....

baik hati.

Kami putus...

secara baik-baik.

Lalu kenapa menyembunyikan hubungan?

Kurasa tidak ada gunanya.

Dan tak ada alasan bagiku untuk menawar.

Aku lebih suka bernyanyi.

Kami akan pergi bertempur dengan berani....

Savelich,

- Giliranmu. - Sebentar.

JALANG

Taruhan berapa?

Sepuluh rubel.

Boleh aku tanya?

- Jadi, sahabat kita... - Kenapa dengan "sahabat kita"?

Apa itu benar-benar dia? Dia pecundang lusuh.

Tak terlihat bejat.

Berikan pisau-nya.

Singkirkan kartu-kartu itu.

Mereka bicara omong kosong, dan membosankan sekali.

- Apa kita harus bawa korban ke sini? - Jangan dulu.

Dia bilang itu dirinya.

Dia bilang dialah pembunuhnya dan,...

"Menjemput cewek itu di halte bus, lalu dia mulai berkelahi."

Apa yang bisa dikatakan? Argumen kita tak kuat.

Kita mesti gimana?

Ambil setumpuk koran, pergi ke tempatnya dan buatlah pesawat kertas.

Gosokkan kukumu pada kertas koran.

- Makin kau remukkan kertasnya makin baik. - Kenapa?

Lakukan saja.

SITUS SLOT ONLINE TERKECE DI INDONESIA Dengan bonus yang SUPER KECE

Daftar sekarang di www.recehoki.net

Main bersama RECEH88 & menangkan ratusan juta rupiah! PLAY. MAXWIN. WITHDRAW. REPEAT.

Kumohon.

Kumohon, tolong.

Tolong berhenti. Tak ada yang mau mendengarku.

Aku mau ceritakan kisah hidupku.

Jadi semua orang tahu aku dipermalukan.

Para dokter bilang,

"Kau lebih kewanitaan daripada pria.

Pinggul dan susu di dadamu kewanitaan."

Tidak ada yang menganggapku sebagai seorang pria di tentara.

Selalu meremas tititku.

Sungguh memalukan. Dan aku berdarah bangsawan.

Pukul aku jika kau mau!

Pertunjukanmu tidak ada gunanya.

Kau waras...

dan kejam.

Aku sudah tahu orang-orang sepertimu.

Hei! Kau mau kemana?

Bangsat!

Pemakan manusia!

Serahkan dia padaku!

Minggir!

Dasar tidak berguna. Biar kulakukan sendiri.

Itu tak akan mengembalikannya atau mengurangi rasa sakitnya.

Lucu-nya.

Benar, Maneater?

Cengar-cengir.

Aku bersamamu, Bu.

Sepenuhnya.

Tapi kesalahanku belum terbukti. Tapi aku dijadikan tersangka.

Lihatlah perlakuan tidak manusiawi ini.

Aku melihatmu, polisi...

Kenapa kau berbeda dari dia?!

Semuanya sama saja.

Lepaskan! Serahkan dia padaku.

Serahkan dia padaku.

- Jalang. - Serahkan dia.

Tenanglah.

KOSMOS

JALANG

BAGIAN IV PERUNDINGAN

- Selamat siang, Bu. - Selamat siang.

Tolong buka pintunya? Ini untuk Grigorieva.

Aku sudah menunggumu, sayangku.

Mari kita simpulkan secara singkat.

Gunting.

Orang-orang Soviet terbelakang dan liar di tempat tidur.

Setiap penyimpangan seksual dianggap tabu.

Tapi beragam jenis agresi bisa diperbaiki...

dengan menyelesaikan masalah seksual.

Ahli patologi seksual...

bisa menyembuhkan sikap beringad itu di negara kita, kan?

Tenanglah, sayang.

Tenanglah, sayang.

Tenanglah.

Tenanglah! Diam!

Tenanglah, sayang.

Tenanglah! Diam!

Tenanglah, sayang.

Tenanglah, sayang.

In cuma logika:

penjahat mencerminkan realitas baru yang kita jalani.

Realitas baru berarti kejahatan baru.

Apa yang baru dari realitas kita?

Mendevaluasi kehidupan manusia, kekejaman sistemik, pembunuh berantai.

"Berantai" apa itu istilah khusus?

Bisa jadi.

Mereka sulit dihubungkan dengan korbannya, kurang termotivasi....

kecuali ada kemauan untuk membunuh.

- Mereka hampir tak bisa dilacak. - Hampir.

Ada satu metode eksperimental. Kepribadianku.

Kita bisa buat potret calon pembunuh...

berdasarkan pembunuhan mereka...

dan menggunakannya sebagai rancangan untuk menemukan tersangka.

Ayo kita coba. Tunjukkan dokumennya.

Silahkan.

Dokter, aku tak begitu mengerti tentang realitas baru.

Apa hubungannya dengan pasien kekerasan di ruangan tadi?

Miron.

Ayo, cepat.

Kami tak tahu nama aslinya, tapi kasusnya sangat menarik.

Ayo masuklah.

Dia tidak memiliki identitas.

Silahkan.

Dan dia selalu mencarinya.

Dia mencari korban, bisa mengenalnya dengan baik.

Jika korban tertarik padanya, dia menyesuaikan diri dengan mereka...

dan jadi mereka.

PENELITIAN GRIGORIEVA "MIRON", HARI PERTAMA

Kami menemukannya di rumah sakit,

tempat dia bekerja sebagai paramedis.

Meski bukan dokter, dia menyelamatkan orang-orang.

Dia membunuh teman sekamarnya dan mengambil identitasnya.

Untuk memperkuat identitas ini,

dia kumpulkan barang-barangnya.

Membaca buku tentang kedokteran.

Dia dipertemukan saudara perempuan korban.

Dan dia memukulnya dan mematahkan tangan Miron.

Dia terlepas dari karakter karena rasa sakit.

Ini luar biasa!

Dia bekerja di ambulans selama 6 bulan,

tidak ada rekannya yang menyadari perubahan yang terjadi.

Dan itu adalah realitas barumu.

Begitu banyak kesalahan sebelum kami tahu, Pak Vadim.

Ini kasus yang tak biasa, meski kami punya cara tersendiri.

Aku tahu caramu. Sudah dengar berita.

Uni Soviet tak berpengalaman menemukan pembunuh berantai.

Departemen terpisah tidak akan keliru.

Dan kurasa kau akan butuh spesialis juga?

Dan kendaraan? Semua perlengkapannya?

Itulah yang kumaksud.

Kau gila!

Aneh.

Kata yang dibuat-buat juga...

"Berantai".

- Aku tak tahu inisiatif seperti itu... - Diam, bodoh.

Siapa yang kau bawa itu?

Kasusmu telah menjangkau khalayak nasional.

Dan yang kau lakukan semua omong kosong.....

Jika kau tidak menutup operasi khusus...

dan menolak permintaan yang baru, akan membuahkan hasil.

Ini adalah kejahatan jenis baru.

Pembunuh tetaplah seorang pembunuh, tidak ada yang baru.

Aku sudah periksa kasus ini.

Kurasa kau sudah salah jalan. Jadi permudah.

Coba periksa lagi.

Jangan singkat kali ini.

Kau terlalu lama menyelidikinya.

Kuberi kau tiga bulan untuk memimpin.

Temukan seseorang untuk disalahkan.

Harapannya sangat tipis.

Tahu dampaknya?

Katakanlah... satu orang bekerja dan tersesat.

Dia pekerja yang baik dan masuk akal...

dan tiba-tiba menemukan dirinya dirumah sakit jiwa.

Istrinya menangis histeris, membawakannya camilan.

Sementara itu tak ada yang peduli tentang dia,

dengan serial dan profilnya.

Marah!

Iwan, masuklah.

Ayo kita minum.

Kami temukan mayat baru.

Dekat perkebunan.

- Ku-kumpulkan regu investigasi. - Ayo pergi.

Di negara ini,

keadilan adalah teknis...

yang tunduk pada agenda.

Dan apa yang ada dalam agenda?

Homoseksual, orang sakit jiwa...

Kau tahu, lanjutkan.

Regumu sudah ada, jadi...

kembalilah bekerja.

Bagaimana dengan pandangan pada TKP?

Bagiku sudah cukup kasus ini.

Tak seorang pun di departemenku mengerti kenapa aku mengikutimu.

Entah bagaimana menjelaskannya.

Baru tahu....

ada cara lain...

agar berhasil. Cara yang menarik.

Mencapai tujuan.

Teruslah untuk tetap setia pada prinsip.

Tapi sistem tidak peduli.

Sistem tak butuh seorang pembunuh.

Mereka menginginkan pihak yang bersalah.

Apa maksudmu kau berutang sama keluarga itu?

Kau lupa?

Ambillah batu asah,

dan asahlah.

Jadi kau tidak perlu seorang pembunuh.

Kau mau...

pihak yang bersalah.

Apa yang kau lihat?

Aku akan tertangkap dalam tiga hari.

Kau akan merindukanku.

Atau merayakannya.

Kita lihat saja.

Kau memintaku bersikap kasar? Tak enak dilihat, penyelidik.

Aku membutuhkanmu..

berbicara dengan orang ini.

Sikapku tak ramah.

Terutama karena kau bukanlah apa-apa selain temanku.

Dan kau mau apa?

Bajingan! Aku akan membunuhmu!

Aku akan membunuhmu.

Aku tidak akan merekamnya.

Dan percakapan ini akan bersifat rahasia.

Semuanya keluar.

Penjaga, keluar!

Aku mau menjadi hero.

Tahu gamenya?

Aku pernah dengar.

Jadi kau putih...

dan bersih?

Dan siapa kau,

boleh aku nanya?

Spesialis interogasi.

Aku menggantung anak-anak.

Tapi menilaiku seperti itu...

sama halnya menghukum harimau...

cuma karena makan daging.

Sebenarnya kau tak berhati lemah.

Saat kau layak mendapatkannya,

aku meracunimu.

Kuberi obat di kopimu.

Aku seorang apoteker.

Kau lupa?

Aku tahu cara melakukannya...

sehingga tidak membunuhmu.

Harusnya aku membunuhmu kali ini.

Kau menyeret kami bersamamu.

Pengecut.

Pengecut.

Bagus sekali.

Pikirkan,

langkahnya sudah bagus?

Catur bukanlah permainan keberuntungan.

Ini adalah permainan strategi.

Dia persis seperti yang kuduga. Terlihat seorang pembunuh.

Dia mengakuinya?

Kau mau dengar "ya", tapi dia tak mau bilang.

Kenapa dengannya.

Dia mengalahkanku di catur.

Dan itu tidak mungkin.

Serasa bermain dengan bayanganku sendiri.

- Dia telah membunuh, berkali-kali. - Aku butuh bukti, bukan dugaan.

Aku tahu kalau dia telah membunuh.

Kau sudah berubah. Kau tak bisa menangkapku seperti ini.

Kau putus asa.

Kau bukan pemburu sekarang.

Tapi binatang.

- Terpojok. - Dan kau orang mati penuh kepalsuan.

- Kemarilah! - Jangan bergerak!

- Tunggu! - Lepaskan aku!

Ayo terbang! Diatas sana!

Kemarilah, sayang.

Kemarilah.

Jika kau mau ambil dia, tawarkan dia permohonan kalau kau gila.

Aku janji dia tak akan ada di Ibu Kota.

- Dia seorang pengecut. - Dari mana kau tahu?

Kita semua seperti itu.

Kita akan korbankan apa pun untuk bertahan hidup.

Katakan yang sebenarnya.

Kau pernah mencintai seseorang?

Ya.

Aku?

- Jangan pergi. - Kau kenapa? Bangun.

- Aku tak akan melepaskannya. - Bangun!

- Kamu milikku. - Omong kosong.

- Tak akan kubiarkan kau pergi. - Nadya, bangun, sekarang.

- Tidak, jangan pergi. - Aku malu.

Tenang.

Tenang.

Kau mau apa?

Borgolnya terlalu erat.

Kau bisa betulin.

Arthur, ada apa? Apa yang terjadi?

Sialan!

Jangan pergi!

Jangan pergi, bajingan. Kubilang jangan pergi!

Keluar dari mobil.

Keluar dari mobil.

Keluar dari mobil.

Keluar!

Arthur!

Arthur.

Keluarkan dia.

Dasar bajingan!

Tembakan itu asalnya dari hutan.

Itu tembakan jarak jauh.

Kulihat ada kilatan juga.

Kita harus cari tahu siapa yang lakukan ini.

Itu bukan orang-orang kita, mereka tak bersenjata.

Cari tahu siapa yang melakukannya.

Tetap waspada dan beri tahu yang lain.

Oke.

BAGIAN V DEPRESI

Issa, itu bukan dia. Kau lihatlah.

Dia benar-benar idiot.

Dia tak terdiagnosis.

Dia waras.

Kok dia bisa tahu di mana lukanya..

jika dia tidak membunuh mereka?

Aku tidak mengerti.

- Mau cari muka didepan bosmu? - Aku sedang mengerjakan kasus ini.

Menemukan petunjuk.

Mayat baru ditemukan.

Tersangka ada di sini, tapi mayat baru ditemukan.

- Bagaimana bisa? - Ada dua dari mereka!

Dia punya saudara kembar!

Dia memberitahuku sendiri.

Si tangan kidal dan tangan kanan.

Itu saja.

Jangan takut.

Kau terluka.

Baiklah.

Predator.

Tak apa-apa.

Kuobati cakarmu.

Tetaplah di sini.

Bodoh, ini aneh.

Ayo, tidak apa-apa.

Mungkin aku harus dorong mobilnya?

Maafkan aku.

Mungkin kita harus jalan kaki?

Aku.... tahu jalannya

- Butuh bantuan? - Ya, jika kau mau.

Aku sedang kesulitan,

menjanjikan wanita ini tumpangan.

Aku mengerti, nona.

Aku harus geledah mobilnya.

Keluarlah sebentar.

Apa sih?!

Harusnya kau yang bawa aku.

Kenapa, apa sesuatu terjadi?

Tidak.

Lihatlah dia.

Tipikal kutu buku.

Tancap gas.

Tidak....

Macet.

Apa saja di bagasi?

Aku akan....

membukanya.

Ayo.

Biar kulihat.

Dia melarikan diri.

Jangan pergi!

Kubilang lepaskan dia.

Aku tidak bisa.

Pasti dia.

Aku bisa merasakannya.

Pergi, kau tak bekerja denganku lagi.

- Keluar. - Tunggu!

Dia cocok dengan profil Grigorieva.

Pisau dan tali dibagasi cocok.

Ukuran kakinya pas.

Kutemukan sesuatu di masa silamnya. Lihat kasusnya.

Golongan darahnya salah!

Ada tersangka yang mengaku terlibat pada pembunuhan.

- Dan golongan darahnya cocok. - Cocok apanya?

Apa yang dipikirkan para petinggi?

Kau tahu kenapa si idiot itu bersaksi?

Karena dia ada di sana, melongo di tengah keramaian.

Tersangkaku bekerja dengan saudaranya.

Kakaknya dirumah sakit jiwa. Kau tahu kenapa?

Mencabut usus seorang wanita dengan kukunya.

Menyelidikinya secara resmi selama 6 tahun.

Dan kau manfaatkan pelacur sebagai umpan,

penyelidikan brutal, tidak ada golongan darah yang cocok.

Perlu kulanjutkan?

Orang itu...

dia gantung diri.

Ayo, cepat.

Aku butuh dia hidup-hidup!

Tangkap saudaranya dan kasusnya ditutup.

Cuma dia pilihan kita.

Persetan!

Jika dia mati, aku akan mengurungmu sebagai gantinya.

Bayar.

Aku adalah umpannya dan hampir membuatku mati kejang?

- Kurasa aku tidak bisa diandalkan. - Makanya kau dipecat.

Aku yang putuskan mengundurkan diri.

Dengan buat keributan.

Jangan minum lagi, sayang.

Kau tidak boleh sedih.

Kau masih muda, banyak pekerjaan di luar sana.

Pernah ada seorang seniman

Yang punya rumah dan kanvas

Tapi dia mencintai seorang aktris

Yang mencintai bunga

Lalu dia menjual rumahnya

Menjual lukisannya dan memberinya tempat tinggal.

Dan habiskan semua uangnya untuk membeli

lautan bunga

Satu juta, juta, juta mawar merah

Dari jendelamu, kau bisa lihat

Seorang pria yang sedang jatuh cinta.

Akan mengubah hidupnya menjadi bunga untukmu

Satu juta, juta, juta mawar merah

Dari jendelamu, kau bisa lihat

Seorang pria yang sedang jatuh cinta.

Akan mengubah hidupnya menjadi bunga untukmu

- Sevastyanov, kau di sini? - Siapa?

Banyak botol minuman?

Bangun.

Aku ajak jalan-jalan.

Maaf, Sveta.

Jangan khawatir, Kapol.

Aku tahu siapa pembunuhnya.

Biar kutangani.

Orangmu punya alibi, pebisnis.

Bagaimana alibimu?

Tanyakan pada saudara kembarmu.

Atau dia.

Dia akan memberitahumu.

Kau boleh pergi.

Kau bertanya apa ada yang lain.

Mayat rekanku.

Dan upayamu melarikan diri.

Mungkin sewaktu di penjara.

Kayaknya.

Kenapa lari?

Karena kau tidak bersalah.

Begitulah kondisi kejiwaaanku.

Dikejar-kejar.

Di antara bukti tidak langsung...

dimulai dari perjalanan bisnismu,

yang bertepatan dengan perkiraan tanggal pembunuhan.

Korban yang masih hidup yang mau mengidentifikasimu,

dan ini.

"Kios ukuran 170-181 cm,

berusia antara 50 dan 60 tahun.

Secara fisik masih kuat. Berpendidikan tinggi.

Riwayat pekerjaan: guru, penjaga asrama,

perguruan tinggi kejuruan, sekolah atau pekerja pemasok organ.

Tingkah laku lahiriah tampak normal. Heteroseks.

Pengecut. Korban dijadikan objek simbolis...

dimanfaatkan untuk proyeksi penghinaan...

yang diderita di masa kanak-kanak dan dewasa.

Mengidap disfungsi seksual.

Menikam berulang-ulang agar bisa menyetubuhi korban.

Badik berperan sebagai "anu".

Mengisi mulut korban dengan kotoran, sebagai ritual?

Tak melakukan pembunuhan jika dia merasakan bahaya.

Tapi tak akan berhenti sampai dia tertangkap...

atau mati.

Penjahat itu sadar akan perbuatannya.

Tapi dia harus dinyatakan gila.

dengan Perintah Rawatan Wajib."

Tn. Valita,

mudah saja.

Jika kau mengaku bersalah...

akan kubantu kau dinyatakan gila...

dan meresepkan pengobatan.

Jika kau tak mau...

kami akan hadirkan saksi.

Dia akan mengidentifikasimu.

Ada jejak darah pelaku sama dia.

Golongan darahmu cocok.

Ditambah rekanku yang sudah meninggal.

Kau akan dihukum mati.

Regu tembak.

Tidak. Tidak.

Lihat mataku.

- Sekarang: kau yang bunuh mereka? - Tidak.

- Kau benci wanita? - Para pelacur!

Ya atau tidak.

- Mereka membuatmu marah? - Ya!

- Mau menghukum mereka? - Ya!

- Kau menyesalinya? - Ya!

Tapi itu bukan salahmu.

Kau tak bisa mengendalikannya, bagai penyakit?

- Ya! - Kau menghukum wanita-wanita itu?

Benarkan?

-Ya. - Bagaimana?

- Bagaimana? - Aku membunuh mereka!

Tulis.

Aku....

Andrey Valita,

lahir tahun 1936,

beralamat di..

Tulis alamatmu.

- Aku tidak ingat. - Lewati.

Lanjutkan.

Mengaku sepenuhnya bersalah...

melakukan...

kejahatan sesuai dalam pernyataan ini.

Kau bilang dengan bahasamu sendiri...

menyesal dan mau bekerja sama sepenuhnya...

dengan penegakan hukum. Tandatangani.

Tanggal.

Apa selanjutnya?

- Mengidentifikasi mayat. - Terus?

Interogasi,

peragaan ulang,

persidangan.

Dan pengobatan?

Ya.

Ya.

Dan pengobatan.

Jangan cuma berdiri saja. Berpakaianlah!

Berdiri di situ.

Cuma kau yang melihat perbuatannya dan hidup.

Kau harus yakin.

Kau dan tubuhmu...

adalah bukti kejahatannya.

Jangan buru-buru.

Ingat dia, bajingan?

- Tenanglah. - Ingat kau menyiksanya?

- Bangsat! - Tenang.

Bangsat!

Tenanglah!

Masalahnya adalah...

Yang ini bukan ulahku.

Aku tidak membunuhnya.

Bawa dia pergi.

- Apa maksudmu? - Orang lain membunuhnya.

Aku ingat semuanya, yang ini...

bukan tipeku.

- Gribanova juga bukan tipemu. - Kubilang, bukan aku yang bunuh.

Kawasan hutan...

dekat rel kereta api,

September 1988.

Menghantam kepala dari belakang.

Dua serangan.

Mulut penuh dengan kotoran.

Menikamnya dengan pisau.

Mayatnya sudah di dokumentasikan dan sudah kau tanda tangani.

Dokumen bisa dipalsukan.

Pembohong!

Seseorang yang spesial untukmu?

Ya?

Kau akan mengakuinya.

Jawaban untuk mereka semua.

Dan untuknya juga.

Itulah tujuannya.

Semuanya untuknya.

Untuk dia.

Untuk dia.

Tenanglah.

Tenanglah, sayang.

Tenanglah, sayang.

Tenanglah, sayang.

Tenanglah. Diam.

Tenanglah, sayang.

Tenanglah.

Tenanglah, sayang..

Tenanglah. Diam.

Tenanglah, sayang.

Tenanglah.

Tenanglah, sayang.

Tenanglah.

Diam. Diam.

Dimana Valita yang asli?

Kau membunuhnya?

Aku tidak ingat.

BAGIAN VI PENGAKUAN

Penyelidikan akan dilakukan menyeluruh.

Aku akan menanyaimu pada setiap mayat.

Kenapa?

Untuk jaminan.

Tak ada lagi yang bisa kubilang....

Untuk jaminan.

Memperoleh pengakuan dibawah penyiksaan.

Apa?

Kau tidak akan membunuhku.

Kau tak bernyali.

Masa kecil yang tak bahagia.

Ibuku adalah seorang dokter hewan.

Ayahku pemabuk.

Dia kerja banting tulang.

Memarahinya..

dan aku juga.

Kejiwaan ayahku...

tidak stabil.

Keinginan untuk datang terlalu besar.

Aku gemetar.

Apapun itu, serasa aku hampa.

Kotoran...

tulisan pada kaset VHS: "Surikova Tatyana, 29.05.1981"

Kumasukkan ke tenggorokan seorang wanita.

Ini balas dendamku.

"LAST TANGO IN PARIS"

"MEMORIES OF MURDER"

Kusembunyikan pisau itu di bawah wastafel setelah pembunuhan.

Kostum-ku ada 3: hitam, abu-abu, coklat.

Masing-masing ada badiknya,

agar mudah melakukannya.

Saat itu, semua orang di tempat kerja mempermalukanku.

"KOVALEVA IRINA 14.08.1984"

Serasa mereka menyelimuti tempat tidurku, ular2 ini,

memanggilku dengan nama sesukanya....

dan aku hilang kendali.

Aku mulai...

melepaskan pakaiannya, tapi aku tak bisa ereksi.

Dan dia tiba-tiba...

menangis tapi tertawa.

Dokter bilang padaku:

"Kau lebih kewanitaan daripada pria".

Pinggangmu dan susu di dadamu besar.

Seluruh tubuhku gemetar, aku memukulnya,

membantingnya ke tanah.

Lalu kutikam.

Serasa mau mencabik-cabiknya dengan gigiku.

Kurasa aku menggigitnya.

Gimana ya?

Kuhitung...

pesawat musuh yang jatuh.

Aku ingat semuanya.

Mereka terima balasannya karena menghinaku.

Selanjutnya bagaimana?

Sudah kuberitahukan semuanya.

Bagaimana menurutmu?

Yah...

Kau harus menyerahkanku ke Pemerintah.

Aku butuh pengobatan, bukan kematian.

Ini bukan salahku. Ini adalah penyakit.

Kau tidak sakit.

Kau menikmati pembunuhan.

Mengumpulkan alatmu.

Dan aku menangkapmu.

Jadi aku akan...

- Ayo. - Hati-hati.

- Kotak P3K - Apa?

Bawa kotak P3K!

Tenang.

Mencoba melawan.

Dia mengaku.

Kita akhirnya...

menyelamatkannya.

- Kembalikan jaketnya ke Issa. - Beri ruang.

Tangkap, Kolya.

Pindahkan Khamraev ke sana.

Keberatan?

Sedikit ke kiri.

Kapol, ayo pergi.

Sudah berakhir. Tidak ada lagi yang bisa ditangkap.

Duluanlah, Savelich, aku mau tinggal di sini sebentar.

Menenangkan pikiranku.

Kami mau menyegel rumah ini.

Silakan.

Tenang.

Kemarilah.

Menikamnya dengan pisau.

Mayatnya sudah di dokumentasikan dan ini tanda tanganmu.

Seseorang yang spesial untukmu?

Kau harus mengakuinya.

Jawaban untuk semua orang.

Semuanya untuknya.

Untuk dia.

Tenanglah. Diam.

Tenanglah, sayang.

Tenanglah. Diam.

Tenanglah, sayang.

Diam. Diam!

Dimana Valita yang asli?

Kau membunuhnya?

Aku tidak ingat.

Dimana Valita yang asli?

Kau membunuhnya?

BAGIAN VII EKSEKUSI MATI

Halo.

Aku Khamraev, sedang menangani kasus adikmu.

Vera.

Pernah dengar soal si pemakan daging? Kakak beradik. Pembunuh.

Satunya kami sudah tangkap, tinggal satunya lagi.

Capung.

Adikmu... ditemukan kemarin di kawasan hutan.

Aku turut berduka cita.

Kami mendatangi alamat korban dan menemukanmu di sana.

Aku melihat mayatnya di dapur.

Berlumuran darah.

Ada geng di daerahmu, perampokan.

- Kau ada masalah dengan itu. - Aku tahu yang kulihat.

Kau melihat ini?

Saat penangkapan..

kepalaku dipukul dengan gagang pistol.

Kulihat ibuku tewas. Itulah yang terjadi.

Aku mau tanya.

Kapan terakhir kali kau melihat adikmu?

Setengah tahun lalu dia mendatangiku.

Aku sekolah di kota yang berbeda.

Apa adikmu wanita nakal?

Teganya kau bicara begitu?

Hamil, belum menikah.

Kau tidak tahu.

Maaf.

Dia pernah punya pacar.

Siapa namanya?

Aku tidak tahu.

Aku tidak pernah melihatnya.

Dia gak pernah bilang-bilang juga.

Benar.

Wanita simpanan, kalau begitu.

Ada lagi yang bisa kau ingat?

Sudah kuberitahukan semuanya.

Pergilah.

Baiklah.

Aku turut berduka cita.

LUWU UTARA | YOYONG MASAMBA

Aku Kapten Tarasov.

Ditugaskan untuk mengajukan beberapa pertanyaan.

Sehubungan dengan kasus adikmu. Boleh aku masuk?

Aku turut berduka cita.

Aku melihatnya.

sekali.

Wanita cantik.

Namanya "Capung".

Cuma saja, adikmu...

dia...

bagaimana menjelaskannya?

Tidak cocok.

Biasanya wanita jalanan, wanita nakal.

Dia tak begitu, itu cuma gosip. Kau tidak tahu apa-apa tentang dia!

Sudah beberapa tahun ini, dia cuma punya satu pacar.

Serius. Dia cuma menyembunyikannya.

Serius, katamu.

Seberapa seriuskah?

Sebanyak ini.

Aku tahu yang kulihat.

"Capung" terbunuh di sini.

Kulihat mayatnya, aku lihat pembunuhnya.

Kepalaku dihantam.

Aku mengenalinya di pemakaman, tangannya ada bekas bakar.

Orang-orangmu tak mempercayaiku.

Kalau begitu, aku sendiri yang menghadapinya.

Aku akan ke jaksa di Moskow.

akan kubalas pada kalian semua, mengerti?!

Kenapa mereka mempercayaimu?

Tak seorang pun di sini.

Aku tahu sistem ini.

Eksekusi Etruscan.

Mereka melakukan eksekusi puitis ini.

Pelaku dihukum oleh kejahatannya sendiri.

Sudah kutelpon polisi,

tak seorang pun namanya Tarasov disana.

Siapa kau?

Sevastinov.

Ivan.

Aku seorang penyelidik dalam kasus ini selama 8 tahun.

Lepaskan aku.

Aku sudah membunuhnya.

Pembunuh berantai yang sebenarnya sudah mati.

Vera dibunuh oleh orang lain.

Dan dia harus dihukum.

Tapi kami butuh bukti.

Lebih mudah bagi mereka mengklaim kalau itu ulah si kembar.

Para petinggi lebih suka itu.

Aku bukan ahli otopsi.

Aku seorang ahli bedah.

Bahkan belum lulus.

Akan kubantu. Aku tahu metode si pembunuh.

Kita harus memeriksa mayatnya.

Menemukan beberapa petunjuk.

- Kita harus selesaikan ini. - Aku tidak bisa.

- Lakukan bersama-sama! - Aku tidak bisa!

Harus.

Dua kali hantaman.

Satu retak di tengkorak.

- Satunya dengan sesuatu yang tajam. - Aku tahu.

Valita melakukannya secara berbeda.

Dia hantam sekali untuk disorientasi.

Dia butuh korban tetap hidup dan menderita.

Dia terangsang...

akan penderitaannya.

Ini serangan kedua...

untuk membunuh.

Aku harus bagaimana sekarang?

Jika Vera berada diposisiku,

dia akan balas dendam.

Kau tak bisa balas dendam lewat jalur resmi.

Issa akan mengubah kesaksianmu melawanmu.

Jika dia mengunyah dan meludahkanku,

dia akan membunuhmu.

Sistem tidak peduli.

Satu korban lagi, atau tidak ada lagi.

Si kembar akan masuk penjara.

Semua mayat karena mereka, kasus ditutup.

Issa mengerjakannya sangat baik.

Di sana, di bangku.

Ini institusi yang serius. Pekerjaan sulit, tanpa pamrih.

- Kau tidak memenuhi syarat. - Tolong, beri aku kesempatan.

Akan kuterima pekerjaan apa pun.

Aku sedang cuti, mau beralih ke psikiatri.

VALITA. MASA KANAK-KANAK.

Masa kecil...

Ya...

Masih kecil yang tak bahagia.

Kasar, tidak normal.

Ibuku seorang dokter hewan.

Ayah pemabuk.

Tulisan di buku catatan: Kaset 7 / Masa Kecil / Ditonton

Masa kecil...

Ya... Masa kecil yang tak bahagia.

Kasar, tidak normal.

Ibuku seorang dokter hewan.

Ayahku pemabuk.

MENGENANG MASA KECIL ....dari beberapa kerabat.

Tua, berkarat, jari-jari sepeda bengkok,

barang mewah saat itu.

Barang mewah saat itu.

KORBAN No.7 KORBAN No.8

...pisau di bawah wastafel...

Kostum-ku ada 3: hitam, abu-abu, coklat.

masing-masing....

tak perlu terburu-buru.

Dan sebagian di bagasi mobil.

Aku ingat semuanya, ya.

Mereka terima balasannya karena menghinaku.

Ceritakan tentang masa kecilmu.

Masa kecil yang tak bahagia.

Saatnya beraksi.

Kau saksi utama.

Kami akan pikirkan sebuah cerita.

Tentang bagaimana kau melarikan diri.

Bagaimana kau bisa sampai kemari.

Kita harus melakukannya.

SURAT PRIORITAS

JENDERAL USSR, MOSKOW

Jika tidak, usaha kita akan sia-sia. mengerti?

Kisahmu dengan si kembar berhasil dengan baik, bukan?

Dan kau nikmati tubuh Vera dan menyalahkan pada adiknya.

Mayat Vera.

Aku sudah mencurigainya.

Dan saat kami sudah siap,

Kira membawamu ke Miron.

Kira masih ada satu tugas terakhir,

menunjukkan foto adiknya,

untuk membedakan dia antara orang mati.

Tapi Vera tak ada dalam daftar pembunuh berantai yang sebenarnya.

Aku tidak memberitahunya apapun tentang dia.

Makanya Miron tidak mengenalinya.

Jadi apa sekarang?

Kau membunuh Vera.

Kami butuh pengakuanmu.

Yang benar adalah,

aku tidak membunuhnya.

Kau harus memilih.

Jangan bodoh.

Perceraian....

Akan kuusahakan, kau akan lihat...

Dan pergilah.

Aku janji.

Kecelakaan tragis.

Kau sudah dapat yang lain?

Menemukan penggantiku?

Kau adalah milikku.

- Aku akan mencarimu dan menemukanmu. - Mulutmu kurang ajar sekali!

Memalukan. Begini kesepakatannya.

Dia mau...

memberitahu istriku tentang hubungan kami.

Aku tak bisa meninggalkan anak-anak.

Kita mendapatkannya.

Akhir sebuah kebenaran.

Kau mau membuatku marah?

Apa ini?

Permainan atau semacamnya?

- Aku cuma... - Kubilang, lepaskan!

Kenapa aku yang kena imbasnya?

Aku sudah memenjarakan banyak pembunuh.

Aku bukan seorang pembunuh.

Aku punya keluarga.

Anak.

Dia hamil.

Di hutan...

dia bilang juga begitu.

Di hutan?

Apa dia masih hidup?

Tidak ada denyut nadi,

darah berserakan di lantai.

Dia bangun saat...aku....

tikam punggungunya...

dengan pisau.

Berhenti!

Letakkan senapannya.

Di lantai!

KEKAGUMAN OLEH JEAN-LUC GODARD, 1960"

Bangun.

Bangun.

Ambil jerigen itu.

Tuangkan.

Kau membunuhnya dan anakmu.

Kau paham?

Ayo, sayangku. Bangun.

Tinggalkan aku.

Tinggalkan aku.

Kau dengar?

Pergi.

Ikutlah bersamaku.

Akan ada mobil yang lewat.

Pergilah.

Tidak.

Bagaimana kaset video-nya?

Kita harus kirim ke Kejaksaan.

Kita harus pergi.

Akulah yang membiarkan Miron keluar.

Aku mau periksa apa dia siap atau tidak.

Dan aku berdiri..

dan melihat...

dia mau membunuhmu.

Pergi!

SITUS SLOT ONLINE TERKECE DI INDONESIA Dengan bonus yang SUPER KECE

Daftar sekarang di www.recehoki.net

Main bersama RECEH88 & menangkan ratusan juta rupiah! PLAY. MAXWIN. WITHDRAW. REPEAT.

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.