Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
BADAN PERFILMAN, MEDIA PERS, RADIO & TV
SHANGHAI HANNA PICTURES
ENLIGHT PICTURES
SPRING NET MEDIA HOER GUOSI
HORGOS HAPPY PICTURES
terjemahan broth3rmax
[AMERIKA] Sekilas Berita,
NASA baru saja menemukan sebuah benturan,
yang menyimpangkan jalur sebuah meteor.
Benda ini masih melaju dalam kecepatan tinggi menuju bumi.
Para ahli meyakini bahwa,
kemungkinan besar benda itu akan menghantam bumi kita.
[JEPANG] Pemerintah sedang berusaha keras
untuk memastikan masyarakat aman.
[PRANCIS] Para ilmuwan menjalankan simulasi fisik
untuk menghitung banyaknya meteror.
NASA mengkonfirmasi meteor itu arahnya memutar.
[SELURUH DUNIA] Para ilmuwan seluruh dunia saling berbeda pendapat.
Apakah batu meteorit itu menghantam bumi.
[PEMBAWA ACARA] Sekarang mari kita sambut Profesor Shi untuk membahas soal meteorit ini.
[PROF. SHI] Saya berpendapat mungkin meteorit ini akan menghantam lautan,
kemungkinan menimbulkan Tsunami setinggi 100 meter lebih.
Daerah paling pesisir bisa tenggelam.
Tapi kemungkinan ini sangat rendah.
Kata orang,
mungkin ini dibawa oleh Alien.
Tapi jangan khawatir.
Gravitasi yang rumit akan membelokkannya dan kita akan selamat.
Kiamat ini.
Kita tak rugi apa-apa. Meski meteor itu benar-benar jatuh,
Kita miskin, paling rugi sedikit.
Kak, tolong dikopling. / Kamu membeli lotre?
Tentulah. Sebelahnya Shan Shan.
Nomor lama yang sama.
Kak, kamu sungguh menyukai dia, nyatakan padanya saat acara trip-teambuilding.
Kayaknya semua akan berubah jika nanti kulakukan.
Sudah beres?
Tak ada yang bisa perbaiki mobil ini.
Selain aku.
Mobil ini terlalu kuno.
Sudahlah, kita harus pergi.
Kita telat acara trip-teambuilding.
Yang kaya selamanya kaya.
Kita selamanya miskin.
Kak tenanglah. Kau sudah bayar seikit kemarin.
Barang bawaanmu banyak sekali.
Pagi, Tn. Yu. / Pagi.
Aku bilang jam 09:00. Dimana orang-orang ini?
Kalian cepat gabung rombongan.
Tembuilding ini bukan piknik!
Siapa lagi yang belum datang? / Si Bos.
Bos.
Hai Bos. / Panggil Ayah.
Ayah!
Anak pintar. Ayah beberapa hari lagi pulang.
Bos.
Profesor Shi.
Terima kasih telah mengajakku.
Mengajak orang sepertimu,
menyenangkan bagi kami. / Ya, pasti. Pasti.
Aoa semua sudah datang? / Hampir.
Kalau begitu ayo berangkat.
Tunggu, tunggu! / Tunggu!
Berhenti, berhenti!
Berhenti di sana. / Olahraga pagi?
Tunggu! / Kak!
Nanti saja, bahkan kotoranku tak mau menunggu.
Ya?
Apa aku kotoranmu?
Maaf, maaf.
Apa kalian tak bisa tepat waktu?
Tadi mencarikan minuman dulu.
Zhao Tianlong, kenapa kamu pakai seragam?
Memang tak tahu apa itu "teambuilding".
Shan Shan. / Nggak, makasih.
Minuman panas.
Panas?
Ayo cari tempat duduk, jangan banyak omong.
Sungguh kapal yang bagus.
Berlayar di laut yang indah.
Aku sopir sekaligus pemandu tour
perjalanan kalian.
Namaku Dicky Wang.
Panggil saja aku "Dick". (kemaluan-pria/tolol)
Sungguh "tolol".
Biar aku tunjukkan beberapa tur yang bagus
yang dipunyai perusahaan kami.
Lihat ini. / Sana kemudikan kapalmu.
Kamu mau promosi jualan disini, kami semua lebih jago darimu.
Yang kubahas ini sungguh tur yang bagus.
Aku yakin kalian mau lihat.
Semoga kalian bisa menikmati perjalanan ini dan...
Baiklah, begini...
Selamat datang semuanya.
Inilah teambuilding tahunan kita.
Hari ini, dalam perjalanan kita kesini,
kudengar kalian membicarakan meteorit. Apakah itu jatuh atau tidak.
Sudahlah, wanita itu tak mau bicara denganmu.
Jika meteorit memang jatuh, kau tak melunasi hutang padaku, betul 'kan?
Aku bisa melunasi padamu di neraka.
Kamu yang hutang pada kami, bukan kami yang hutang padamu.
Kenapa kamu PD sekali? / Aku bisa pinjam aku bisa bayar.
Dia baru melunasi pada orang lain lho kemarin. / Kalian di situ mohon tenang.
Ada kabar bagus dari bos.
Kita sambut bos kita dengan tepuk tangan.
Bagus, bagus.
Aku tahu yang kalian pikirkan.
Pengajuan IPO kita akan diverifikasi.
Sekarang kuumumkan, gaji semuanya akan dinaikkan 10%.
Yay! Bagus!
Bagus! Terima kasih Bos.
Perusahaan kami tak akan disini tanpa kalian.
Kerjasama tim yang membuat kita bersama.
ANDA MENANG LOTERE 60 JUTA!
60 Juta.
Kenapa kau ini!
Bikin aku kaget!
Cuma naik 10% saja? / Duduklah!
Ada apa ini?
Sungguh bisa dimengerti. Dia sudah lama di perusahaan makanya dia patut bangga.
Ngapain kau ini?
Apa, apa tak boleh aku senang?
Pada kelahiranku kembali hari ini.
Kunyanyikan sebuah lagu untuk kalian.
Putri-duyung itu cantik.
Putri-duyung di ombak gelombang. Putri-duyung masuk dalam mimpiku.
Putri-duyung membawakanmu hasil panen.
Putri-duyung di angin sepoi-sepoi.
Semuanya berombak.
Ombak! Ombak! Ombak!
Ayo lagi.
Ombak...
Apa itu?
Balik arah! / Kita harus melewatinya!
Jangan bergerak! Semuanya kencangkan sabuk pengaman!
Pakai pelampung keselamatan!
Cari tempat dudukmu sendiri, cepat!
Kak!
P U L A U
Ma Jin!
Panggil semuanya!
Bos! Cari Bos!
Ada yang ke sana!
Shan Shan!
Mana yang lainnya?
Mana Shan Shan?
Mati.
Tamat sudah semuanya. Tak ada harapan lagi.
Shan Shan!
Ayo.
Satu... dua... tiga.
Ayo!
Disini ada 30 orang!
Berapa orang bersamamu? / 15!
Dan si sopir?
Apa sopir bersamamu?
HARI KE-2
Siapa yang kembali? / Si sopir kembali.
Di atas situ.
Kemana saja kamu tadi malam?
Dia masih bernapas, kenapa dia diselimuti?
Coba beri dia buah.
Ini ada air dan obat-obatan.
Kemana kamu tadi malam? / Bro, kamu dari mana? Kita dimana?
Tak ada apa-apa disini, cuma lautan.
Bagaimana cara kita pulang? / Ada pepohonan mati di ujung selatan.
Ini sepertinya bukan pulau.
Aku menemukan buah, jamur dan air.
Kita bisa bertahan selama beberapa hari. Jangan cemas. / Buah dan jamur apa?
Telponlah perusahaanmu dan suruh jemput kita!
Telponlah seseorang! / Kamu tunggu apa lagi?
Hubungi tim penyelamat! / Cepatlah!
Kamu saja yang telpon.
Apa kamu lihat ada sinyal disini?
Kalau begitu pikirkan caranya!
Tenang dulu.
Dengarkan aku.
Dengar omongannya Dick dan lihatlah langit.
Sudah jelas sekarang.
Mungkin karena meteorit. Memang benar-benar jatuh.
Profesor, omonganmu tak sama saat di TV!
Kau bilang kita pasti selamat!
Dengar, dengar. Aku baru menganalisa-ulang semuanya.
Aku pikirkan itu semalaman.
Lalu bagaimana?
Mereka yang bilang meteorit mau jatuh,
mungkin mereka benar! / Tak mungkin! / Kenapa tak kau katakan dari awal?
Shi, kau ini Profesor!
Profesor macam apa?
Baik, baik, diam! Teriak-teriak tak ada gunanya, kita persingkat saja.
Kita ada masalah, kita selesaikan. Sekarang pikirkan bagaimana caranya pulang.
Ma Jin, apa kau tuli?
Bukankah kau dengar omongannya? Kita sudah tamat!
Kita semua terjebak disini! / Ya, benar.
Dia bilang apa? Kau bilang ini kiamat begitu?
Tidak, maksudku kemungkinan.
Kau ini orang dewasa, jaga ucapanmu!
Jangan takut, Xing.
Cari sesuatu yang berwarna dan bersinar.
Mari kita buat tanda-penyelamatan. Kata sopir dia menemukan buah dan air.
Ayo cari makan sendiri, kita bersama perusahaan yang kuat.
Perusahaan apaan? Semua lenyap tersapu gelombang!
Kau bilang apa? Apanya yang hilang? Siapa?
Kita harus bagaimana Bos? Katakan sesuatu! / Perusaahan harus bertanggung jawab.
Teambuilding itu jam kerja. / Perusahaan harus melakukan sesuatu.
Apa yang harus kita lakukan? Bagaimana cara pulang?
broth3rmax
Mungkin sekarang laut lagi pasang.
Mungkin sebelumnya ini bukan pulau.
Berapa lama lagi kita bisa bertahan?
Aku kangen ibuku.
Semua hilang, musnah semuanya.
[BERDOA]
Diam!
Apa yang kau lakukan?
Aku tak mau mati.
Putraku sedang menungguku.
Diam! Lihat, hujan sudah reda.
Saat matahari muncul, kita cari jalan keluar.
Kurasa ini tak mudah.
Aku lapar sekali. Aku kelaparan.
Tidur saja nanti laparnya juga hilang.
Aku sudah berpengalaman, jadi ikuti aku.
Ada aliran air disana. Bawa ini.
Sana ambillah air.
Lihat'kan pohonnya banyak buahnya.
Ayo panjat.
Apa? Pohon ini?
Bagaimana cara memanjatnya? Kau bercanda saja.
Bagimu susah, bagiku tidak.
Lihat saja wajah melongomu.
Apapun yang terjadi,
kita semua tetaplah hidup!
Ayo ambil air dan makanan.
Cepat. / Ambil semuanya.
HARI KE-6
Berhenti, berhenti. Apa ini bisa diteruskan?
Siapa yang membuat ini? Pintar sekali.
Apa ini? / Tanda-penyelamatan.
Aku mendengar suara. / Diamlah, aku tak bisa dengar.
Lebih tinggi, lebih tinggi.
Minggir, minggir. / Lebih tinggi, lebih tinggi.
Sedang apa kalian?
Shh...
Sini, arah sini.
Ke sana? / Pelan-pelan.
Angkat lebih tinggi. / Jangan ngomong.
Apa yang kalian lakukan sekarang ini? / Arah sini, sebelah sini.
Diatas bukit pasti sinyalnya lebih bagus.
Tak ada sinyal disini.
Aku mengumpulkan makanan seharian.
Apa aku ini pengasuh kalian?
Siapa suruh menyentuh busku?
Bos.
Sudah kau apakan busku?
Bus ini agak beda saja dari bus lainnya.
Sini kamu! Sini! / Tidak, tidak, tidak.
Apa yang ada di benakmu?
Bagaimana kalau kita tak bisa balik pulang?
Apa kau bagian dari perusahaan ini?
Sebagai Bos,
saat ini aku cari cara untuk pulang.
Aku ingin memperbaiki bus itu.
Tapi dia mengacaukannya.
Lalu bagaimana?
Kita bisa cari cara lain!
Cara lain. / Dia tak tahu yang dilakukan.
Aku tak takut.
Aku punya uang, aku bisa beli kapal.
Memang kenapa? Bukan masalah.
Mungkin kita bakar saja hutannya.
Membuat asap.
Bagaimana kalau tak ada yang melihatnya? / Kamu dulu di tentara.
Apa yang sudah kau pelajari untuk bertahan hidup di alam?
Aku ini tanya padamu.
Yang kupelajari di militer,
pertama, menghemat energi.
Tak ada masalah lain.
Waktunya makan.
Jangan dorong-dorong.
Ngantri dong.
Tak tersisa. / Apa yang kau lakukan?
Apa kau tak lihat profesor disini?
Masih ada?
Apa-apaan, ini jorok.
Mana air minumnya? Ambilkan aku air minum.
Aku ini bicara sama kamu. / Kamu mau apa lagi?
Butuh waktu lama cuma ini yang dia dapatkan.
Rasanya sungguh tak enak.
Menyingkir kau pemalas!
Apa yang kamu lakukan?
Ayo minta maaf. Sekarang, kau harus minta maaf.
Kamu mau maaf? Tuan Wu?
Dan kamu Tuan Bos? Aku tak peduli siapa kalian.
Tak ada "tuan" disini.
Kau mau makan kamu harus cari.
Dasar anak mami.
Apa kau tak merasa malu?
Satpam, kemarilah.
Satpam? Aku ini punya nama.
Namaku Zhao Tianlong. Si sopir ini benar.
Disini, tak ada yang jadi pengasuhmu.
Dasar satpan sialan. / Memang kenapa?
Tenang, dengarkan aku.
Kamu dulu terlalu dimanja. / Bos.
Lihat tangan dan kakimu. Apa tak bisa digerakkan?
Tenang semuanya. Sekarang ini kita harus kerjasama.
Ya betul. Kita kerja maka bisa makan.
Saat mencari buah aku menemukan goa.
Jika kalian mau mati disini bersama Bos.
Tetaplah disini kehujanan.
Mau hujan lagi, ayo pergi.
Bos, aku pergi untuk melihat goanya.
Kita mau kemana?
Masuk sini, ayo.
Kau tak apa-apa? / Ya.
Jalan terus.
Dicky telah menyelesaikan masalah terbesar. Ini goa yang besar.
Kau telah membuat kami semua senang.
Longwei, lebih keras.
Lebih cepat.
Lebih keras, lebih cepat dan lebih keras!
Bagus, apinya menyala.
Kamu lagi ngapain?
Sekarang kita sudah punya goa.
Bagaimana dengan nanti? / Aku tak tahu apakah ada yang selamat lagi.
Tapi tak ada harapan menunggu penyelamat.
Kamu nampak tak khawatir.
Aku akan bawa kalian semua pulang, percaya padaku?
Kita harus pilih orang kuat untuk jadi pemimpin.
Memang siapa yang kuat?
Ya.
Kurasa Dick si sopir lumayan.
Ya Wang, kau harus melakukannya.
Kemampuan sebanding dengan tanggung jawab.
Ya dia memanjat pohon kayak monyet.
Tapi kita butuh orang yang bisa mengatur manajemen.
Mengatur? Aku sudah lakukan manajemen.
Apa yang sudah kau atur?
Monyet.
Sedang masker wajah ini, jangan membuatku ketawa.
Apanya yang lucu? Kukasih tahu ya, binatang yang aku latih
jauh lebih rajin ketimbang kalian! Kau tak jauh beda.
Memberimu hujan dan banjir.
Kau suka melatih binatang 'kan? / 2 tahun monyet, 3 tahun beruang.
Menikmati kerja di sirkus setelah aku meninggalkan militer.
Sudahlah, hentikan. Kita butuh seorang pemimpin, yang punya otak.
Siapa yang tak punya otak?
Sudahlah. / Atau kenapa, jadi monyetnya?
Apapunlah yang dia latih sebelumnya.
Dia bisa mencarikan kita makan. Dia harusnya bisa jadi pemimpin.
Dia bisa kasih makan monyet, dia bisa kasih makan kita.
Dia bisa panjat pohon ambil buah.
Ayo pemungutan suara.
Kemampuan dan pengalamannya yang paling penting sekarang.
Aku sih setuju. / Baik, karena kalian percaya padaku
aku bersedia. Tapi harus ada aturannya.
Kalian semua, hanya menuruti aku.
Bagaimana? / Tak masalah.
"S.O.S."
Ha!
Anu jika kau merasa kesal...
Ha!
broth3rmax
Keluar keluar, kerja kerja. / Ayo ayo ikuti Wang.
Ayo cepat.
Yang akan kita lakukan sekarang adalah
pepohonan ini
satu, untuk bertahan hidup. Dua, untuk bertahan hidup.
Tiga, juga bertahan hidup. Tiap tim punya sasaran.
Kalian bisa? / Ya!
Ayo, ucapkan slogan kita.
Sama-sama.
Aku bisa! Aku bisa! Aku bisa! / Mulai!
Dapat, dapat.
Kita dapat ikan buat nanti malam, buat makan malam! / Kamu 'kan vegetarian?
Tak usah ngomong ngawur, apa kau tak tahu kita ada dimana?
Dasar tak berguna.
Semangat!
HARI KE-10
HARI KE-11
HARI KE-12
HARI KE-13
HARI KE-14
Zhang Ziqiang! Jangan merokok!
Tak boleh merokok? / Aku tak peduli!
Aku bisa! Aku bisa! Aku bisa!
Wang, ini Lucy.
Dia kurang enak badan.
Tapi dia manis 'kan.
Bila butuh sesuatu, bilang saja padanya.
Bilang saja sama dia.
Tak enak badan?
Kenapa?
Bagaimana rasanya sekarang?
Harusnya ada yang malu.
Kembali tak bawa apa-apa. Kau tak makan apa-apa.
Satu lagi bertangan kosong.
Dari mana saja kamu akhir-akhir ini? / Aku lihat-lihat sekitar.
Tak ada apapun selain lautan. / Mana aturannya? / Kita ini di sebuah pulau.
Kurasa kita harus melacak jalan pulang dari sini.
Lihat saja ini! Jika kalian kayak dia, bagaimana aku bisa melaksnakan tugasku?
Kurasa sekarang kita butuh beberapa hal.
Kau tak mendengarkanku ya? / Makanan, air dan keyakinan. / Aku bicara denganmu!
Dengan ketiga hal ini... Kenapa Dicky? Aku sedang bicara hal serius ini.
Dicky? Kurasa kita harus menerapkan aturan.
Tn. Wang yang memimpin disini.
Tenanglah, makanlah dulu.
Siapa yang mengijinkanmu!
Kau ini apa-apaan sih? / Kamu nunjuk jari lagi padanya...
Aduh! / Kak!
Bisanya kau bertindak begini?
Jangan ikut campur!
Emang kau ini siapa? Bodoh!
Mau macam-macam denganku?
Ayo silahkan saja!
Jangan! Jangan sakiti dia!
Kita akan mengusir orang kayak dia!
Tenanglah.
โช Prrtt
Suara apa itu?
Kak, kita harus bagaimana?
Kata Wang ini belum selesai.
Turunkan aku! Leherku terasa patah.
Kak, minta maaf saja pada Wang.
Aku minta maaf? Tak mungkinlah!
Kak, aku sudah memperkuat rakitnya.
Kalau tak ada angin
kau tak akan ada masalah.
Kak, coba pikirkanlah lagi.
Kau pergi sendirian, aku khawatir.
Kau biarkan aku pergi sendirian?
Maksudku, kenapa kau bersikeras pergi?
Mungkin saja tak tersisa apa-apa lagi di luar sana.
Itu... itu cuma kemungkinan.
Bagaimana kamu tahu kenyataannya?
Apa yang kalian lakukan?
Kami mau pulang.
Shan Shan, kakakku ini...
Ini apa?
Siapkan saja rakitnya.
Kamu mau cari mati ya?
Atau bagaimana? Tetap disini lalu mati?
Apa kau tak bisa lebih realistis?
Realistis?
Akulah sekarang orang yang paling realistis.
Bagaimana uang 60 juta RMB menurutmu?
Lotereku menang.
60 Juta RMB!
Keren 'kan? / Apa kau sudah tak waras?
Uang lebih penting dari nyawa?
Memang.
Sungguh konyol. / Konyol?
Bukankah aku selalu nampak konyol bagimu?
Pokoknya aku pergi, aku kasih tahu ya.
Pada hari pernikahanmu, uang yang didapat suamimu itu dari aku.
Mobilnya tergores? Aku yang menabrakkannya. Kembang api untuk perceraian kalian? Lagi-lagi aku.
Bagaimana?
Lalu, aku melihat bangau kertas keberuntungan di laciku...
Ya, dari aku.
Tanganku memang trampil, ada masalah?
Kenapa kau tak bilang kalau kau suka padaku?
Aku suka padamu. / Aku tak suka padamu.
Sudah kuduga.
Hanya karena aku pecundang.
Memang kau ini siapa?
Terserahlah.
Jagalah dirimu.
Jika aku mati, ya mati saja.
Jika aku berhasil hidup,
aku akan kembali mencarimu pakai kapal ferry lantai-3.
Kak, bagaimana kau bisa bertengkar dengan Shan Shan?
Diam kamu! Dayung!
Xing,
apa kau tahu kenapa aku mengajakmu?
Karena tak ada lagi yang mau ikut.
Bukan. Sejak kita kecil,
tiap kali aku melihatmu, ayahmu menghajarmu habis-habisan.
Aku selalu menganggap itulah saat terakhir aku melihatmu.
Kemudian aku sadar,
kamu punya 9 nyawa.
Jadi kau memanfaatkanku sebagai tamengmu?
Sial, sepatuku!
broth3rmax
Kak, apa itu?
Lihat itu.
Kak, ayo kita kembali saja.
Kutub Selatan sudah hancur, ayo kita kembali.
Dayung!
Dayung! Dayung rakitnya!
Apa kau ini lelaki?
Jadilah lelaki.
Ayo, terus dayung!
Lihat, ada daratan! 2000 mil jauhnya.
Hampir sampai. Dayung! Ayo dayung!
Apa yang kau ketawai? Memangnya lucu?
Kukira kalian sedang mencari jalan keluar.
Tapi kalian pergi berburu!
Sungguh pahlawan.
Jangan berhenti!
Dayung!
Bukan drama memenangkan lotere.
Tapi drama untuk bisa sampai kesini.
Mana itu? Coba kulihat bagaimana rupa 60 juta itu.
Kembalikan!
Kembalikan! / Ayo kita lihat.
Dia marah.
Kau membahayakan dirimu untuk senang-senang. Bagaimana kalau kau mati di luar sana?
Lebih baik dari pada mati disini. / Sekarang kau jutawan.
Bagaimana kalau beli cincin buat pacarmu?
Aku belikan dia 2. 1 untuk setiap sandalnya.
Aku suka!
Kak, kita memenangkan lotere?
Kak, bicaralah!
Katakan! / Jangan ganggu aku!
Apa kita memenangkan lotere?
Kau membohongiku! / Aku bohong apa?
Kuserahkan nyawaku padamu demi ini!
Diam kau!
Sini kulihat...
Kau harus mengerti.
Ini sangatlah penting bagiku.
Harusnya aku memberitahumu.
Tapi yang kulakukan tidaklah salah.
Dunia memang seperti ini.
Ma Jin.
Beri aku separoh uangmu. Aku mau ikut kamu lagi.
Kau bercanda ya? Uangnya Ma Jin
itu buat Shan Shan.
Kalian bisa diam tidak?!
Diam kalian!
Kenapa ini terjadi?
Daratan kutub bahkan sudah hancur.
Dunia kita sudah lenyap.
Ini benar-benar akhir dunia ini.
HARI KE-25
Kita selamat dari Tsunami besar.
30 dari kita terdampar di pulau ini.
Wang memang berbakat. / Wang, semua peralatan rusak.
Boleh aku ambil suku cadangnya dari busmu?
Mau tidak kau tak ganggu busku?
Xing.
Capek sekali! Pinggangku.
Siapa suruh kalian berdua istirahat?
Ayo kerja!
Aku paham perasaanmu.
Ini belumlah berakhir.
Kalian! Ngapain disini?
Apa kurang hukumannya?
Ini tugasmu hari ini. Carikan aku 10 ikan!
10?
Mengapa yang lain tak suruh mencari 10?
Yang lain sedang kerja.
Kau sedang dihukum! Sekarang kau tahu alasannya!
Apa? Masih kurang?
15! 20!
60 juta.
Muncul tiba-tiba dalam dompetmu.
Bahkan masih belum sempat tertawa.
Cuma agak senyum-senyum.
Semua sirna.
Perasaan ini, tak ada orang lain tahu.
Tapi aku tahu.
Tentu saja kau tahu.
Kau pernah mendapat 600 juta. Aku hanya kurang beruntung.
Kau kehilangan kehidupanmu.
Jadi, aku lebih menginginkan pergi ketimbang dirimu.
Bagaimana caranya?
Pertama, kerjasama.
Cari mitra terbaik.
Yang kedua?
Bersabar. / Apa maksudmu?
Dua, bersabar.
Waktu itu penting.
Ayo.
Apa kau sudah nemu jalan keluar?
Aku bilang "bersabar".
Kita harus ciptakan waktu yang pas.
Ayo kita memancing.
Dan nanti malam, lakukanlah sesuai omonganku.
Kucing hitam maupun kucing putih,
yang bisa nangkap ikan itu kucing yang hebat.
Dia harusnya bangga.
Ya ya memang benar.
Orang memang butuh sedikit paksaan.
Lihat ikan ini, semua terpaksa keluar.
Ini sangat betul.
Dulu aku punya seekor monyet nakal, kubiarkan dia kelaparan beberapa hari.
Lalu dia melakukan salto yang bagus.
Siapa? Kalian semua akan kelaparan kalau tak kerja!
Kenapa kau bisa makan tanpa bekerja?
Apa?
Borgol yang konyol, apa itu membuatmu kayak polisi sungguhan?
Memang apa masalahmu?
Kita sekarang mendengarkan Wang.
Apa kita hajar saja dia? / Jangan, jangan, jangan.
Mereka cukup baik memberimu makan.
Jangan cari masalah.
Apa aku menyuruhmu bicara?
Biarkan saja dia. / Maksudku,
kita bisa cari makan sendiri.
Siapa yang peduli soal gengsi?
Ayo. Makan.
Silahkan.
Ayo teruskan makan.
Apa?
Apa ada sesuatu di wajahku?
Dulu di perusahaan,
apa kita kayak begini? Kita dulu saling membantu.
Saling memberi semangat.
Bukan begitu?
Sekarang?
Kenapa kita kayak begini sekarang?
Aku sedang berpikir beberapa hari ini.
Bencana apa ini?
Apa bencana Tsunami?
Kurasa tidak.
Bencana sesungguhnya sekarang ini,
dunia sudah lenyap.
Hanya kita saja yang selamat.
Sementara itu, kita bisa memulai kehidupan umat manusia yang baru.
Bagaimana cara kita hidup?
Kembali ke atas pohon?
Maaf,
aku tak bisa melakukannya.
Aku yakin sebagian besar kalian, juga tak bisa melakukannya.
Karena kita ini manusia.
Setelah ribuan tahun evolusi, kita punya budaya dan martabat.
Kita tak bisa mengabaikan itu semua begitu saja.
Bagus.
Kelaparan tak membuatmu lemah.
Miskin tak membuatmu menghamba, Bos.
Hebat.
Hebat.
Semua masuk diakal.
Sangat masuk akal.
Sangat berpendidikan, otak cemerlang.
Namun, aku berpikir.
Dengan keadaan seperti ini.
Apa yang lebih penting? Otak atau perut?
Siapa yang bisa jelaskan?
Profesor Shi, bagaimana menurutmu?
Maka abaikan saja martabatmu. Aku tanya, apa kau besok makan atau tidak?
Makan!
Jika kau ingin mati,
kau boleh pergi sekarang, tak ada yang mengikuti caramu.
Aku hanya ingin mengatakan, jika yang ada disini,
tak ingin hidup seperti ini.
Kalian bisa ikut aku.
Bagus! Kalian dipersilahkan mati bersama Zhang.
Baik, ya, ayo.
Kalian sekelompok ular. / Lihat saja nanti.
Serius? Apa kita pergi sungguhan?
Ayo, kita pergi sama-sama.
Aku tak ikut.
Kau pergi juga?
Tidak kok. / Jika kau pergi, aku ikut ddenganmu!
Ayo! Pergi sana!
Tapi aku tak pergi.
Sana, pergi, pergi pergi. Enyah sana!
Kita mau kemana?
Tenang saja.
Terus jalan.
Lihat, lihat.
Apa itu?
Suara apa itu?
Suara itu kedengaran lagi. / Ayo, pergi.
Aku sudah mendengarnya beberapa kali.
Apa ini?
Lihatlah ini.
Maksudku,
ini sangat lumayan.
Ini sebuah kapal.
Oh, masa?
Tapi terbalik.
Terima kasih atas kepercayaan kalian.
Aku, Zhang Jiqiang tak akan pernah mengecewakan kalian.
Apa rencanamu? Beritahu kami.
Kita sudah periksa seluruh kapal, kita memiliki segalanya.
Dan juga penyimpanan bensin ada di atas sana.
Sekarang percaya padaku?
Tentu saja aku percaya, percaya.
Lihat, kita menemukan jaring.
Kita bisa menjaring ikan.
Dan aku menemukan sepatu.
broth3rmax
Besar sekali.
Sekarang kita ada harapan.
HARI KE-35
Kak, bisa tidak kita kembali kalau ikannya sudah cukup?
Bos punya rencana.
Sudah tak kesal padaku lagi?
Kenapa harus kesal?
Ini memanglah adikku.
Aku sudah pikirkan, soal 60 juta RMB itu.
Siapa yang mau merelakannya!
Kamu betul sekali. Xing, kau pegang kata-kataku.
Jika aku kaya, kita berbagi koin.
Aku tak mau koin, aku ingin kekayaan.
Sungguh cepat belajar kamu.
Kita berbagi loterenya 30 dan 70 persen.
Oh kak, aku tak butuh sebanyak itu.
Beri saja 60 persen.
Dasar bocah tengik.
Kau mau 60 persen? Kenapa tak minta saja 80 persen?
Kemari kau! Kau tak pelajari hal baik.
Tapi ahli soal hal yang buruk.
Tak ada apa-apa di sana.
Aku juga tak nemu apa-apa, cuma 3 jamur.
Ayo kita kembali.
Shan Shan, jangan lupa keranjangnya.
Tak ada ikan.
Wow! kau mendapat banyak ikan!
Semuanya ikan laut.
Sekarang hari ulang tahunmu.
Selamat ulang tahun.
Tak bilang terima kasih?
Wow, ikannya banyak sekali!
Ikannya banyak.
Dari Ma Jin untukmu.
Aku berterima kasih mewakili Qi.
Bagaimana aku bisa terima semua ini? Terima kasih banyak. / Tunggu, tunggu, tunggu.
Tunggu sebentar.
Aku butuh waktu lama mendapatkan itu.
Lihat dirimu.
Tunggu sebentar, ini bukan seperti yang kau sangka.
Tak perlu bicara disini, kita kembali dulu.
Jangan disini.
Wow, banyak sekali ikannya, ikan laut semua!
Apa kalian tak mengerti? Sekarang ini musim kawin.
Mereka berenang ke mana-mana.
Memang lucu ya?
Dari mana kau mendapat ikan itu?
Aku punya banyak jika kau mau.
Kami menemukan tempat yang bagus.
Kami punya semuanya di sana.
Punya sabun?
Soal lotere itu.
Maafkan aku.
Tak masalah.
Sudah terbiasa kau menyakitiku.
Hati-hati jalannya.
Kamu sedang jalan di langit-langit kapal ini.
Banyak lagi yang menyenangkan di atas sana.
Ke atas?
Ini sangat berharga.
Berharga.
Lihat, kita bisa kayak Michael Jackson.
Dasar konyol.
Lihat, kamar dengan pemandangan bagus ada balkonnya.
Kali ini aku akan teriak.
Makanan, pakaian. Semua jenis persediaan.
Kami punya semuanya. Lihat ini.
Apa? / Nyalakan lampu.
Selama ini aku penasaran,
kenapa kamu bercerai?
Dia terlalu banyak tanya.
Aku sungguh-sungguh.
Aku tak percaya saja sama dia.
Sesederhana itu? / Cukup spesifik.
Dan, orang kaya... bagaimana impian loteremu?
Jangan menghiburku.
Aku harus tetap yakin soal ini.
Ini harapanku. Aku tak akan menyerah.
Apa?
Aku akan mengantarmu pulang. Apa kau percaya?
Apa aku juga boleh ikut, Kapten?
Itu sebabnya kau begitu bersemangat.
Shan Shan ada disini.
Shan Shan, kau gadis pintar. Datanglah kemari kalau kau siap.
Sudah larut malam, aku harus pergi.
Kau tak tahu soal wanita. Tak lama lagi dia akan kemari.
Percayalah.
Bos, Wang membawa timnya ke sini.
Lihat ikan-ikan di luar sana.
Sungguh tempat yang bagus.
Jangan sentuh.
Lepas.
Taruh itu.
Makanan kaleng?
Pelan-pelan. / Biar kulihat.
Ada bir. / Tunjukkan. / Minggir.
Lepaskan.
Taruh. / Kami tidak makan.
Begini rupanya.
Pasti Old Bordeaux 90an.
Yeah, sudah kadaluarsa.
Kau mau ikut sini sekarang?
Mungkin sudah terlambat. / Tidak sama sekali.
Bagaimana pendapat kalian tentang tempatku? Tertarik?
Bagus! Cerdas!
Kami punya semuanya disini, jika kalian mau.
Kalian boleh ambil apa saja.
Kelebihan buah dan sayur, bisa kita tukar.
Ditukar apa saja yang kalian mau.
Kapan saja. Kapan saja kalian mau.
Bertukar? / Bertukar apanya?
Bertukar?
Kalau begitu apa aturannya?
Di pulau ini,
kita punya 2 set kartu poker.
Kita gunakan saja sebagai catatan.
Misalnya, ini TIGA.
Ikan, buah dan sayuran.
Semua bisa ditukar pakai kartu ini.
Sebaliknya, kartu ini bisa membeli semuanya.
Bos, berapa banyak ikan yang bisa dibeli 1 kartu TIGA?
Bukan aku yang memutuskan.
Nilai yang menentukan.
Maksudnya? / Anggap saja, TIGA.
Paling tidak 30-40 ikan.
Wow 30 ikan! / 30 ikan?
Bisa buat makan kita seminggu.
Kamu menjalankan sebuah sistem.
Ini suatu langkah besar.
Maka robeklah celanamu!
Makin giat kau kerja makin banyak kartunya.
Lebih awal lebih baik.
Ma Jin dan Xing misalnya. Kau datang lebih awal, kau kerja lebih banyak.
Kau dapat bayaran lebih, kau lihat, ayo ini.
2 kartu SEPULUH.
Jadi,
jangan menangis kalau terlambat.
Dan tak ada yang tersisa.
Mundur!
Tak pernah lihat beginian ya?
Apa-apaan ini, kartu Poker?
Masa bodoh, ayo pergi.
Semuanya pergi, ayo.
Bos, jika aku datang sekarang.
Aku mendapat TIGA atau SEPULUH?
Meski TIGA PULUH aku tak akan datang.
Ayo semuanya pergi, ayo.
Cepat, jalan, jalan.
Aku sependapat denganmu.
Ayo pergi.
Yu, tempatkan mereka.
Terima kasih Bos.
Tunggu, tunggu, tolong tunggu.
Kapan kita pergi? / Tenanglah. / Tak ada lagi tenang.
Bos, kau harus bilang padaku.
Apa yang sebenarnya terjadi disini?
Kau bilang kita akan pulang, kapan?
Sekarang kau harus katakan!
Sini, sini, ikut aku.
Dorong! Tolong bantu dorong!
Ayo! Di hitungan 3, dorong!
1.. 2.. 3.. / Apa yang kau lakukan?
Membalik kapalnya dan pulang. Ayo!
Kau ini memang ngawur.
Kau sudah tahu ini mustahil.
Sudah jangan banyak omong dan kembali kerja.
Lalu apa yang kau katakan sebelumnya?
Semua itu bohong? / Kau kira aku mau ikut denganmu pergi buat mati?
Lalu kau menyiksa kami. Kau anggap kami kayak budakmu saja.
Memang kau sebelumnya tak disiksa, begitu?
Ma Jin, kau ini tak keren.
Lihat sepatumu. Kau tahu berapa itu harganya?
Apa ini cukup?
Tukang bohong!
Kau biarkan mereka pergi begitu saja? / Pergi?
Ke mana?
broth3rmax
HARI KE-60
Kak,
aku sudah bersih-bersih. Rasanya agak mendingan.
Lihat wajahmu. Kayak kau sudah mati.
Terlalu lapar untuk pergi.
Lapar sekali.
Kita harus kembali.
Ya harus.
Kita pasti kembali.
Pasti.
Profesor. Kau makin gemuk saja.
Memang lebih baik disini 'kan?
Aku mau yang ini.
Sudah dibungkus, ini dia.
Kamu mau? Punya kartu?
Kembali?
Kami mau pinjam jaring ikannya.
Tentu.
Kamu mau ikan?
Apa lagi yang kau inginkan?
Berikan padaku.
Enyah kau! Pergilah sejauh mungkin.
Berikan padaku. Bos memberi kami ikan.
Kamu jangan ikut campur.
Pergi sana.
Kau ngajak berkelahi?
Ya?
Bagaimana menurutmu?
Kau, hentikan!
Brengsek! Ayo!
Berikan ikannya. / Apa?
Berikan ikannya. / Apa?
Pergi. / Pergi?
Kamu mau ikan ya?
Pergi!
Ini ikan lagi.
Jika kau mau ikan datang padaku.
Kalau aku sukses, aku akan menjemputmu dengan kapal lantai-3.
Kak, kau tak apa-apa? / Jangan, jangan, jangan sentuh aku.
2 lawan mereka semua?
Apa kalian sudah gila?
Kalian tak apa-apa?
Tak apa.
Agak lama merasa bosan. Terasa baikan bila berkelahi.
Ambillah kembali.
Ikan ini terlalu bau bagiku.
Apa maksudmu?
Kau bisa tahan bau, aku tak bisa.
Aku tukar ini dengan mie instan pemberianmu.
Ya.
Mie instan.
Wanita bisa mendapat sesuatu dengan cepat.
Masa bodoh!
Kak! Itu ikan.
Apa yang kau lakukan?
Kenapa tak kau lempar aku saja?
HARI KE-90
Kak, aku lapar sekali.
Lihat kak, bukankah ini indah?
Kayak pohon Natal. Bahkan aku ingin memanjatkan permohonan.
Ini adalah lotere kita.
Tuhan telah mengklaimkan tiket kita.
Kedengarannya begitu, huh?
Xing.
Menurutmu apa dunia masih ada?
Kau mau aku berkata jujur?
Jujur saja,
tidak.
Karena masa lalu sudah lenyap
hidup baru bisa dimulai lagi.
Aku yakin kita tak lagi jadi pecundang.
Aku bicara soal pembalasan.
Melawan siapa? Bos?
Bukan.
Pada Tuhan.
Aku ingin bertukar. / Boleh aku bertukar dengan ini?
Tentu ya. / Bagaimana dengan punyaku?
Tentu. / Boleh aku tukar dengan ponsel rusak?
Tentu. / Ma Jin, bisa kau lihat ini?
Tak masalah, apapun yang tak kau inginkan, bawa kemari untuk ditukar.
Sekarang ada 3 hal yang akan kita lakukan.
Pertama, MENGUMPULKAN.
Apapun yang tak bisa diperbarui lagi di pulau ini
semuanya bernilai.
Tukar. Semuanya?
Semuanya.
Kedua. MENGKONSUMSI.
Biarkan mereka saling mengkonsumsi. (memakan)
Berhenti di situ, tempat ini milikku.
Apa lautan milikmu juga?
Wang, bukankah kau juga kelaparan?
Lebih baik dari kelaparan. / Bos, dia menendangku.
Seperti anjing dan tulang.
Ketiga. HASRAT/KEINGINNAN.
Kita harus tahu apa yang mereka inginkan.
Ya, saat kita punya yang mereka inginkan.
Mereka akan mendengarkan kita.
Ya benar, waktu tepat juga penting.
Jangan abaikan keahlianmu, manfaatkanlah.
1 hal lagi, kak. KEJAM.
Kita harus lebih berdarah-dingin ketimbang mereka.
Xing, kau mulai memahaminya.
Matahari pasti akan muncul sekarang.
Shan Shan. / Siapa?
Aku. Jangan khawatir.
Cuacanya cerah hari ini, huh?
Aku tak bermaksud apa-apa.
Aku cuma...
aku cuma ingin meminta maaf padamu.
Aku, huh...
aku akan ambilkan air untukmu.
Terlalu dingin?
Sebenarnya aku...
aku cuma asal ngomong.
Dulu di perusahaan selama itu,
aku melihati punggungmu.
Meski kau cuma memberiku punggung
itu membuatku terasa hangat.
Termasuk sekarang.
Saat aku melihatmu, aku melihat dunia.
Aku merasa masih ada harapan.
Kamu memang orang yang... dulu aku juga begitu.
Aku sudah tahu kau memang orang mesum dulu di perusahaan. Tak tahu kalau kau sangat bejat.
Tak bisakah kau lakukan ini lain kali? Dalam kamar mandi shower, yang benar saja.
Membuatku ketakutan.
Tak banyak tersisa ikannya. Tinggal sedikit.
Tunggu giliranmu.
Ayo makanlah sendiri.
Sekarang kau lihat, Ma Jin memang teman sejati.
Kenapa kau tak pinjam saja pada Bos?
Minta tolong dia?
Tak ada gunanya.
Terlambat. Masalahnya adalah apakah dia mau meminjamkan sesuatu?
Jika begitu,
memohonlah padanya dengan tulus.
Apa? Aku memohon padanya?
Aku memohon padanya?
Tak akan mau ini. Li Dong!
Zhao Tianlong, ayo! / Li Dong sudah pergi sehari sebelumnya.
Ya, sudahlah, lupakan saja.
Aku adalah Wang, dan tetap menjadi Wang. Ayo pergi.
Kita pergi ke tempatnya Zhang.
Yang tetap ingin kelaparan, disini saja.
Ayo kita ikut Wang. / Ya kami ikut, kami ingin ikan.
Harusnya kita pergi lebih awal. / Ya.
Shan Shan.
Kakakku mencarimu. Urusan penting.
Wang, sebenarnya kau meminta bantuanku.
Artinya kita adalah keluarga. Tentu saja aku yang memimpin.
Dengarkan itu. Bos tetaplah Bos.
Itu sebabnya tak ada lagi yang bisa jadi bos.
Tunggu dulu, kami punya aturan. Biar kujelaskan padamu.
Pinjam 1 dilunasi 2. / Apa?
Ini riba namanya!
Jika kau mau terima, kau boleh kemari kerja padaku
untuk melunasi hutangmu.
Kamu memang pebisnis sejati.
Namun kau merubah kami jadi budakmu.
Aturan tetaplah aturan.
Sama kayak yang kau katakan sebelumnya.
Pikirkan soal binatang yang kamu latih.
Bukankah begini caranya agar mereka menurut denganmu?
Dengar, mungkin kau kira ini agak rumit.
Sebenarnya, ini memang perlu terjadi.
Beginilah cara membedakan manusia dari binatang.
Betul 'kan?
Masih mau meminjam ikan?
Ambil ikannya!
Mana sopan santunmu!
Ma Jin.
Ma Jin.
Yang Hong, kuncian paha.
Bos!
Bos, tolong aku!
Ayo cepat!
Buka pintunya!
Sudahlah, biar kutangani. Kalian, buka pintunya!
Kubunuh kau!
Ayo!
Apaan ini...
Siapa itu?
Siapa?
Apa yang kalian lakukan? Hentikan!
Beri aku!
Ikan!
Apa yang terjadi?
Cahaya?
Teruskan.
Teruslah berkelahi.
Ayo terus.
Akan kuterangi arenanya agar kalian bisa kelihatan.
Kalian sekumpulan bandit.
Bandit!
Kami butuh hidup! Kami harus hidup!
Benar! Maka lanjutkan berkelahi!
Makin banyak membunuh, makin banyak bagian ikan.
Berkelahilah.
Kenapa berhenti? Ayo terus berkelahi!
Kita semua tahu yang kita miliki di pulau ini.
Jika kita buang-buang waktu seperti ini
yang menunggu kita jadi sangat jelas.
Kekosongan.
Kekosongan persediaan.
Kekosongan hidup!
Ya!
Sebagian besar pulau ini mungkin terendam air.
Tapi aku tak percaya.
Daratan Tinggi Tibet yang 4500 itu,
juga tenggelam.
Jadi harapan kita bukanlah disini.
Lalu dimana?
Ada di pulau sesungguhnya.
Tempat kita hidup selamanya.
Dan yang harus dilakukan adalah mencarinya.
Apa itu pulau sesungguhnya?
Sudahlah! Bola lampu apa membuatmu jadi raja dunia?
Aku tak bisa mendengarmu.
Apa kau berusaha menyuruh kami semua berlayar sampai mati pakai rakit bodohmu?
Kau ngomong apa?
Sakit tahu! / Sakit ya?
Tentu saja sakit. Kau kira bisa sembuh dengan kekuatan tanganmu?
Aku tak mengerti. Jika kita tinggal disini selama sekitar 50 tahun
apa tujuannya hidup?
Ya untuk hidup! Hidup dan ada harapan!
Apa itu kehidupan sejati?
Apa itu harapan sejati?
Kemana perginya? / Jangan dimatikan.
Seperti kegelapan ini?
Dimana kalian tak akan pernah tahu,
apa yang menunggu kalian besok?
Lalu apa itu harapan?
Harapan,
adalah sesuatu yang tak pernah kalian ketahui keberadaannya.
Cahaya menyala, speaker bernyanyi dan mesin menyala.
Kita yang membuat ini terjadi.
Bagaimana? Karena kita kerja keras.
Jika kita tak berusaha,
bagaimana kalian tahu kita tak menemukan pulau sesungguhnya?
Apa kalian mau hidup dalam kegelapan selamanya?
Apa kalian mau melihat cahaya?
Ya. / Kalian mau?
Ya!
kalau begitu mari kita bekerja sama!
Untuk mencari yang menjadi milik kita!
Pulau sesungguhnya!
Jika kita tak menemukannya sekali, maka kita berusaha 10 kali.
Jika kita tak menemukannya setahun, maka kita berusaha 10 tahun.
Mari kita cari pulau sesungguhnya!
Ayo cari pulau sesungguhnya! / Pulau sesungguhnya!
Ayo cari tanah air kita yang baru!
Ayo cari pulau sesungguhnya!
Pulau sesungguhnya!
Ayo cari tanah air kita yang baru!
Ayo cari tanah air kita yang baru!
Wang.
Bos,
karena kita semua adalah keluarga
apa boleh kita semua pindah ke kapal?
Baiklah.
Hati-hati dengan chord-ku.
Urus chordnya.
Xing, apa kita pindahkan semua yang dari goa?
Kita turuti saja kakakku. / Sekarang kita harus amati cuaca.
Tinggi air laut dan angin.
Kita harus membuat catatan. Kita terus catat tiap hari. / Tulislah.
Wang.
Ada yang perlu kubicarakan denganmu. / Tak perlu, lakukan saja yang kau inginkan.
Sudah lama sekali tak bersantai.
Apa yang kamu lihat? Kamu mau ditinju? / Yu.
Lihat ini.
Ayah!
Itu ibu dan ayahku!
Aku memberimu ikan! Sini biar aku lihat! / Aku mau lihat ponselku! / Kau juga bawa ponselku?
Tenanglah.
Shan Shan, ingatlah pulang di akhir pekan. Lihat, ibumu yang membuatkan ini.
Semua kesukaanmu. Dan kamu harus sarapan, jangan selalu diet.
Kau dengar itu?
Kami sedang memasak di sana. Bisa-bisanya kalian mandi disini sekarang?
Dugaanmu benar.
Ayo, sini.
Jangan ditutupi.
Kalian sedang apa? Ayo cepat! Ma Jin mencarimu.
Ayo cepat.
Pan, Pan!
Maaf!
Pasak! Cari pasak.
Pasaknya harus benar.
Bersabarlah! Dia yang tertawa terakhir, itu tertawa yang terbaik.
Kak, kau hebat sekali.
Mungkin aku akan berlutut di hadapanmu. Ini kayak mimpi saja.
Kita telah ada di dunia sebelumnya.
Tapi sekarang
kita membuat dunia sendiri!
Chao!
Ini gila!
Kita dulu kayak sampah tak berguna.
Sekarang kita membeku begitu saja. Mendinginkan gigi.
Dan kita akan menjadi es krim!
Kalau begitu tetaplah membeku.
Sampai akhir!
Terima kasih atas upaya semuanya. Kita baru atasi
tantangan pertama di pulau ini. Bertahan hidup.
Selanjutnya, kita harus menghadapi
tantangan kedua, yaitu berkembang biak.
Jika kita terus hidup kayak sekumpulan gorila yang bergairah
dalam 3 generasi kita semua akan jadi kerabat.
Ini sebuah piramida-perkembangan menakutkan.
Ini berarti, setiap wanita mesti tidur dengan pria sebanyak mungkin.
Untuk menciptakan perpaduan DNA sebanyak mungkin.
Hanya itulah caranya. Untuk menumbuhkan penduduk kita.
Dan jangan berhenti berkembang biak.
Apa wanita itu mesin seks?
Ini sungguh tak adil!
Tak bermaksud lancang, siapa-siapa yang harus berpasangan?
Pasti itu.
Profesor telah menjabarkan poin menarik.
Kurasa, dia melewatkan bagian yang paling penting.
Cinta.
Cinta?
Sejak kapan kamu jatuh cinta padaku?
Pertama kali aku pergi ke kantor HRD, dan melihat foto lamaranmu.
Foto lamaran? Jelek!
Itu foto tercantik yang pernah kulihat selama hidupku.
Bahkan aku mencurinya.
Dasar cabul.
Apa kita masih bersama andai kita bisa pulang nanti?
Apa?
Suara itu lagi.
Jangan nakut-nakuti! Aku sudah dengar suara ini berkali-kali.
Kami akan cari!
Suara apapun itu.
Ayo cari!
Ini aneh sekali.
Apa itu?
Tiap 12 hari. / 12 hari? / Ya.
Bagaimana kau tahu? / Aku menghitung mundur hari kupon lotereku.
Wang, kemarilah.
Apa? / Ada yang tak beres.
Pasti ini suara binatang. / Bukan binatang!
Ya. / Bukan.
Ya. / Memang suara apa?
Pastinya bukan binatang.
Aku lebih tahu suara binatang dari siapapun.
Bagaimana mungkin aku tak mengenalinya? Ayo.
Kak, ayo kita kembali saja.
Tunggu.
Kak...
Kapal?
Ada kapal!
Apa? Kapal apa?
Itu, apa kau buta?
Itu sebuah kapal. Mau menyelamatkan kita.
Kapal!
Kami ada disini!
Datang pada kami!
Dunia ternyata tak apa-apa. Masih tetap ada.
Kita selamat!
Teriaki kapalnya! Ayo!
Kita akan pulang. Kapal!
Cepat, cepat. Kapal!
Selamatkan kami!
Kami disini!
Berapa lama lagi Kau mempermainkan hidupku?
Aku telah berusaha keras untuk mencapai prestasiku sekarang ini!
Aku bisa kembali ke dunia itu.
Kembalikan lotereku!
Ayo berkemas, kita pulang.
Kak, apa kita benar-benar akan pulang?
Es krim tak bisa terbentuk kembali jika kita mencairkannya.
Dan Shan Shan...
Pilihan apa lagi buat kita? Wang sudah melihatnya.
Bagaimana kalau dia jadi sakit jiwa?
Sakit jiwa?
Dia tadi tiduran di tanah,
lalu, lompat-lompat, teriak-teriak:
"ada kapal! Ini kapal besar!"
Ada lampunya.
Ada kembang apinya. Dan dia terus ketawa.
Sungguh menakutkan. / Kenapa dia berubah jadi begini?
Kenapa dengan batu itu? / Yeah!
Kurasa, semenjak dia bukan si "Wang" lagi,
dia bertingkah aneh.
Bagaimana menurutmu, kak?
Benar, dia suka bicara ngawur.
Masa? / Ya.
Tak ada hubungannya denganku.
Dimana dia sekarang?
Dia berlarian. Dia lari dan teriak-teriak.
Ada kapal! Ada kapal! Kapal besar!
Lalu dia berlarian. / Kapal!
Ada kapal!
Kapal!
Ada kapal!
Aku melihat kapal! Kapal yang bisa membawa kita pulang.
Kita akan pulang.
Ada di sana. Buesar! Sebesar ini!
Kapal buesar!
Ada lampunya! Warna-warni!
Gemerlapan kemana-mana.
Dan ada kembang apinya! Menyala dan menyala lagi.
Indah sekali! Sangat indah! Mereka akan menyelamatkan kita.
Kita bisa pergi dari sini!
Kita bisa pulang.
Ayo.
Cepat ke sana. Cepatlah!
Nanti terlambat jika kita tak ke sana! / Jangan pegang aku. / Cepat, ayo!
Ayo cepat, cepat.
Kita akan melewatkannya! Cepat!
Yah, dia sudah tak waras.
Bicaranya ngawur. / Mulai gila.
Hilang akalnya.
Apa yang kalian tunggu!
Tak percaya aku?
Aku sendiri juga tak percaya.
Benar-benar ada kapal sebesar ini!
Tak bisa dipercaya ini benar! Cepat! / Jangan bergerak.
Kita akan pulang.
Apa kalian tak ingin pulang?
Kenapa tak percaya padaku? 2 orang ini juga melihatnya!
Xing, katakan pada mereka! Katakan soal kapal besar itu!
Ya, kami melihatnya. Kapal besar.
Lampu! Kembang api!
Kembang api! Indah sekali!
Betul 'kan? / Ya, ya, ya.
Lihat 'kan, aku tak bohong.
Aku sungguh melihatnya. Kami sungguh melihatnya.
Mari kita pulang.
Ayo kita pulang! / Aku percaya padamu.
Apa yang kalian lakukan?
Kau gila ya!
Gila? / Dia benar-benar tak waras.
Kenapa kalian tak percaya aku?
Hati-hati! / Benar-benar ada kapal!
Tutup pintunya. Tutup pintunya! Tutup!
Minggir!
Wang?
Wang?
Bagus!
Bagus! Bagus!
Sudah beres. / Bagus!
Mari buat aturan.
Jangan ada yang naik ke gunung di malam hari.
Sungguh.
Aku mengerti Wang.
Dia sangat ingin pulang.
Ma Jin.
Aku tahu kau punya keyakinan.
Kau ingin memberi harapan pada mereka.
Tapi jujur saja,
jika kita kembali ke dunia itu,
kita akan menjadi kayak apa?
Kita akan jadi orang asing, begitu 'kan?
Sejujurnya,
disini, aku bisa merasakan sesuatu
yang belum pernah kurasakan.
Kebahagiaan sesungguhnya, dan ketulusan.
Kalau begitu kita tetap disini.
Kita tinggal disini selamanya, bagaimana?
Ma Jin.
Maukah kau pegang tanganku selamanya?
Tentu.
Kau sungguh tak mau melepaskan?
Ayo turun! Turun! / Ayo sini, turun!
Bunuh aku! Bunuh aku! Nyawa dibalas nyawa, ayo!
Kakak! Kita tak bisa lakukan ini lagi.
Berapa lama lagi kita bisa rahasiakan ini?
Tentu saja kita kembali.
Kita kembali, dan tetap pegang kendali.
Apa?
Zhang, aku tadi mencarimu.
Kakakku ingin membeli kamarmu.
Tapi aku bingung dengan kartunya.
Kita dulu punya 2 set kartu.
Tapi aku punya 4 kartu 2-HATI?
Karena aku lebih sering baca buku ketimbang kamu.
Apa maksudmu? Jelaskan.
Baiklah, aku tanya padamu,
di waktu sebelumnya, 1 kartu DUA, bisa beli berapa ikan?
Sekarang, 1 ikan
bisa ditukar berapa kartu DUA?
Jadi tak ada masalah.
Aku tak punya banyak kartu, tapi aku punya banyak ikan.
Lalu,
mana yang lebih bernilai?
Kartu atau ikan?
Dengan ikan sebanyak ini
bagaimana aku bisa mengatur
tanpa kartu berlebih?
Kenapa kau bisa begitu?
Kau sangat tak masuk akal. / Tak masuk akal apanya?
Aku yang membuat peraturan,
kamu ingin di atas diriku?
Tolong dewasalah!
Memanggil namaku? Mau beli kamarku?
Harusnya aku memanggilmu Ayah!
Ayah! Aku mau nyanyikan lagu.
Dengarkan.
Aku punya ayah yang hebat.
Dia kerja keras.
Seharian dia bekerja.
Aku...
ayah duduklah. / / Sungguh gadis yang cantik.
Aw, dia menangis.
Putrimu?
Sayang. / Apa kamu kangen ayah? / Ya.
Kuperlihatkan padamu, sebelum aku hapus dari penyimpanan.
Berikan padaku! / Lepaskan!
Merampok! / Yang Hong! Hajar dia!
Sialan kau! / Aku akan menghajarmu!
Mendekat akan kuhapus. / Kaukira aku tak bisa menghajarmu? / Jangan, jangan.
Maaf. Jangan dihapus, maafkan aku.
Maaf! Maaf!
Jangan! / Aku yang punya ini.
Aku yang punya aturan, paham?
Ya, memang benar.
Kakakku menginginkan kamarmu, ya? / Ya! Semua miliknya.
Aku mau jadi bos, ya? / Ya, tentu.
Kau adalah bosku! Bos!
Aku menginginkan perusahaanmu. Real-estatemu.
Tak masalah.
Tapi itu semua sudah tak ada lagi.
Aku tak peduli.
Katakan saja ya atau tidak. / Ya, semua milikmu! Semuanya!
Bagus. Jangan cuma bicara.
Ayo tulislah. / Baik, baik.
Apa yang kamu lakukan, Xing? / Jangan bicara!
Apa? Apa kau sudah tak waras?
Yang Hong! Bawa dia pergi dari sini. / Aku pergi.
Xing, Xing. Apa sebenarnya yang kau inginkan?
Apa yang kamu lakukan?
Xing! Kau mendengarkanku atau tidak?!
Ya, kakak.
Aku selalu mendengarkan kayak orang bodoh.
Xing, ayolah!
Apa kau sudah tulis? / Ya, ya.
Aku ingin cap jempolmu.
Kamu keterlaluan. / Aku selalu main aman sebelumnya.
Karena aku bodoh!
Agar mereka bisa menyiksa aku, begitu?
Aku sudah muak.
Atas kehendakmu. / Ya, atas kehendakku.
Aku, Jiqiang Zhang,
dengan ini menyerahkan semua real-estate
Cherry Mansion 47 lantai
tanpa syarat kepada Ma Xing
dan Ma Jin.
ttd. "Jigiang Zhang"
Kau dengar itu? / Ya, ya. Aku menyaksikan.
Xing, hentikanlah.
Biar aku nyanyikan lagu.
Dengarkan.
Aku punya ayah yang hebat.
Dia bekerja keras.
Pulang dari kerja.
Ayah, ayah, duduklah.
Kak, sekarang kita mendapat Jackpot sungguhan!
Apa kau sudah tak waras?!
Kau mau kita dijebloskan di penjara?
Kita menjebloskan diri di neraka, dan kita bertahan.
Jika kita tak memberikan dorongan
saat kita kembali nanti, semuanya berjalan seperti yang dulu, kak!
Mesin itu, akan mati
dalam beberapa hari.
Jaring ikan akan lenyap.
Apa? Kau berniat apa?
Mereka semua bisa mati.
Jika mereka tak mati, kita yang mati.
Jangan jadi miskin selamanya.
Kau yang mengajarkan itu, kak.
Hanya ada 1 kesempatan.
Sudah kulakukan semua kewajibanku.
Tapi, tidak, Xing.
Maaf.
Maafkan aku, Xing.
Semua yang kukatakan itu salah.
Sungguh!
Kita tak sanggup menanggung kesalahan ini!
Sebelumnya,
saat kau memegang kupon loteremu
aku menyerahkan hidupku padamu.
Sekarang, aku yang memegang "lotere"nya.
Apa yang akan kau lakukan?
Kapal itu akan ke sini dalam beberapa hari.
Ingat?
Hanya kita berdua yang pergi.
Apa?
Lepaskan! / Tetap pada rencana.
Jangan bergerak!
Aku dulu menyerah soal cinta.
Tapi aku berterima kasih pada bencana ini.
Bencana ini menunjukkan padaku seberapa bisa pria bertanggung jawab.
Aku menemukan kembali kepercayaan itu.
Dan mencintai.
Seperti gadis cilik.
Seorang gadis yang memimpikan seorang pahlawan
untuk menggenggam tanganku.
Aku memutuskan untuk pergi bersamanya.
Aku, Shan Shan Wu, bersumpah pada lautan,
miskin atau kaya,
gelombang atau meteorit,
kami saling memiliki.
Tak ada kebohongan. Tak ada pengkhianatan.
Hanya kepercayaan,
dukungan
dan cinta.
Indahnya! / Ma Jin sadarlah, katakan sesuatu!
Ma Jin tertegun, Ma Jin katakan sesuatu!
Lihatlah dia! / Katakan sesuatu!
Cepat, jawab!
Apa masalahnya?
Ma Jin, jawab ya, cepat.
Semua ini tipuan!
Tipuan!
Tipuan!
Apa yang terjadi? / Ma Jin!
Ada apa?
Ini semua palsu! Bohong! Semuanya tipuan!
Apanya yang palsu? / Ma Jin!
Semua yang kukatakan itu bohong! Semuanya ini palsu!
Kapal itu memang ada!
Kapal apa? Ma Jin!
Tenanglah, hentikan!
Ma Jin! Sebenarnya apa yang kamu omongkan?
Semuanya ini kepahlawanan yang palsu.
Apanya yang palsu? / Aku hanya ingin "es krim" tetap membeku.
Ma Jin.
Es krim apa? / Ma Jin?
Apa yang kau katakan?!
Palsu! / Apa yang terjadi, Kak?
Tidak, tidak. Dia terlalu bersemangat, dia hilang kendali. / Xing!
Katakan pada semua orang dunia masih ada.
Dunia apa? / Katakan pada mereka soal kapal itu!
Kapal apa? / Katakan!
Katakan soal kapal itu! Ada sebuah kapal, kapal besar!
Katakan pada mereka! / Ma Jin, tenanglah.
Kapal besar apa?
Wang!
Kemarilah! Katakan pada mereka.
Bukankah kita melihat kapal kemarin?
Katakan pada mereka! / Dia tak begini sebelumnya.
Tidak. Kapal apa?
Kapal itu!
Ada lampu dan kembang api!
Tidak, tidak, kau ini mengkhayal ya?
Kau ini!
Percayalah!
Pegangi dia!
Sungguh gila. Satu lagi jadi gila.
Apa penyakit gila ini menular?
Jangan sembunyi! / Apa yang kau lakukan?
โช Inilah hidup! โช
โช Jangan salahkan dirimu atau orang lain. โช
Bukankah kami suruh kau untuk menjauh?
Kau ini memang tak tahu! / Hentikan dia! / Kau mau lagi ini?
Dengarkan aku. / Setrum dia! / Dengarkan apa?
Setrum dia!
Dasar orang gila.
Kapal akan tiba dalam 2 hari.
Akan lewat di sebelah sana.
Apa kau bisa bantu aku mengajak orang-orang?
Tentu, tentu. Aku akan ajak semua orang ke sini nanti malam.
Bukan nanti malam! Kapal akan tiba 2 hari lagi.
Kapan saja terserah kamu.
Tidak! Bukan kapan saja!
Apa ini?
Makan lebih banyak, ini membuat tenang.
Membantu memulihkan pikiranmu.
Sakit jiwa adalah soal perasaanmu.
Kau ini!
Aku...
Dasar kau ini!
Sungguh pria yang malang.
broth3rmax
Bisa tidak kau jujur padaku?
Apa kau sungguh sakit jiwa?
Sekarang aku tahu.
Kau cuma tak mau padaku.
Aku tidak gila.
Aku...
Bisa kau jelaskan alasannya?
Apa kau percaya padaku?
Jadi selama ini kau berbohong padaku.
Apa lagi yang kau inginkan? Jangan ganggu kakakku.
Aku paham.
Kak.
Tak apa.
Kita bisa lalui ini.
Aku bersamamu.
Aku sekarang tahu yang harus kulakukan.
Aku akan menurutimu.
Sungguh? / Ya.
Kak, saat kita sudah kembali,
semuanya menjadi milik kita.
Kalian berdua memang berdarah dingin!
Apa kau mencampakkan semua orang disini?
Itukah alasan aku dijadikan "sakit jiwa"?
Kau mau ikut atau tidak?
Caranya? / Pakai tenagamu dan otakku.
Apa kau punya otak?
HARI KE-144
Apa kau habis makan sampah? Apa tadi kau kentut?
Itu sebagai terapimu.
Apa? Kau mau lagi?
Kapal akan datang malam ini. Jangan memainkan drama lagi.
Jika kita tak membuat mereka mabuk malam ini,
bagaimana cara kita bisa pergi?
Minum! Minum sebanyak yang kalian mau!
Dia yang traktir!
Pertunjukan aneh Ma Jin. / Ini dia!
Kau bilang aku gila,
aku jadi gila.
Biar kuingat... aku ini memang gila.
Sekarang, siapa menganggap aku gila?
Silahkan... turunkan tangan.
Sebenarnya, aku sudah sakit jiwa sebelum ke sini.
Dan kemudian,
kita sampai disini, penyakit ini tak sembuh juga.
Malah menulari orang lain.
Ya betul?
Tidak, kau tak gila.
Kau cuma pembohong.
Semua yang disini adalah bohong.
Apakah kebenaran itu penting?
Bukankah kita telah bersenang-senang?
Memang penting.
Aku tak mengerti.
Kita sudah seperti ini sekarang.
Aku cuma ingin
sesuatu yang nyata.
Apakah itu sulit?
Karena kepalsuan jauh lebih cantik.
Karena aku ingin membuat semua ini nampak nyata.
Kau ini bicara apa?
Xing, apakah ini nyata?
Apakah ini nyata, Xing?
Apanya yang nyata? Apa yang terjadi denganmu, kak?
Apakah semua ini nyata? Apakah semua ini nyata? Ayo katakan pada semua orang.
Kau ingin aku mengatakan apa? / Katakan pada semua.
Katakan pada semuanya, ini semua nyata.
Tak ada yang palsu. Semuanya nyata.
Katakan! Katakan pada mereka!
Katakan pada semua orang. Dunia sudah tamat!
Kau gila! Sudah selesai belum?!
Tunggu! Belum!
Soal nyata atau palsu, aku tak mengerti sebelumnya.
Sekarang ini, aku mengetahui.
Lihat api ini?
Ini nyata atau palsu?
Ini nyata. Karena kau melihat api ini menyala.
Karena ini terbakar. Betul 'kan?
Karena ini bisa menerangi tempat ini.
Jadi ini nyata.
Sebenarnya apa yang ingin kau katakan?
Yang ingin kukatakan adalah,
kapal itu datang malam ini!
Kita harus terangi tempat ini. Agar mereka bisa melihat kita!
Lepas!
Bensin! Bensinnya bocor!
Awas kebakaran! Matikan apinya!
Kau mau cari mati?
Berikan itu!
Berikan! / Hentikan dia!
Berikan!
Kakak!
Mengapa?
Mengapa kau lakukan ini terhadapku?
Karena aku kakakmu.
Maafkan aku, Xing.
Ini belum terlambat.
Kita masih ada waktu.
Bakar kapalnya! Kita akan pulang malam ini!
Shan Shan! Bakarlah...
Percayalah! / Shan Shan, matikan apinya!
Shan Shan! Bakarlah...
Percaya padaku! Bakar! / Jangan! Matikan! Matikan apinya!
Matikan! / Percaya padaku!
Percaya padaku!
Apa yang kau tunggu! / Matikan apinya!
Pembohong! Aku mempercayaimu sekali lagi!
Akhirnya!
Apa yang kalian lakukan?
Ini sudah larut malam.
Aku berusaha tidur disini.
Api! Api! / Bensin! Bos!
Api! / Bos!
Kenapa apinya?
Aku memang berapi-api, memang kenapa?
Apa yang kau lakukan?
Dia.. menyalakannya!
Berikan itu!
Kembalikan padaku!
Bunuh dia! / Bunuh bajingan itu!
Percayalah! Kapal itu datang!
Percayalah.
Berhenti!
Ayo!
Kejar dia! / Jangan lari!
Jangan lari! / Disini!
Jangan sampai aku menangkapmu! / Disini!
Jangan bergerak! / Disana!
Kemana semua orang?
Kapalnya tak bisa menunggu lagi, mereka pulang dengan kapal.
Dan kamu?
Aku tetap tinggal.
Dan kemudian?
JANGAN BERANJAK DULU...
broth3rmax, 16 Oktober 2018
Sekarang kita semua terkenal.
Aku cukup sibuk, ada 2 wawancara siang ini.
Itu kamu. / Dimana tempat ini?
Di Pulau! Pulau.
Bos yang membelinya. Sedang dikembangkan.
Pulau apa? / Kamu lupa?
Kita tidur di kapal besar.
Kapal terbalik. / Nyonya! Jangan khawatir...
Ini penyakit amnesia-selektif.
Dia butuh istirahat. / Xing,
kamu ingin makan apa? Katakan.
Lain kali akan kubawakan.
Ikan?
Apa?
Kiri. Kanan. Kiri.
Kiri.
Kiri. Kiri. Kanan. Kiri.
Kiri. Kiri. Kiri. Kanan. Kiri.
Kiri. Kiri. Kiri. Kanan. Kiri.
Kakak,
aku ingin tanya sesuatu. Kudengar kau menang lotere 60 juta?
Dan kau memiliki bangunan perusahaan.
Jika kukatakan apa kau percaya itu bisa hujan ikan?
Aku tahu itu!
Aku pergi dulu.
Semuanya lihat ke sini! Disinilah kami terdampar.
Awas, berbahaya. / Ini aman, perusahaan menjamin keselamatan kalian.
Kami bekerja sama,
untuk bertahan hidup.
Lihat yang ganteng itu, tak bisa dipercaya!
Ya tak bisa dipercaya!
Hukuman jelas memakai aturan.
Lihat sangat mirip. / Lihat sangat mirip.
Lewat sini. Lewat sini.
Kau tinggal disini sangat lama,
bagaimana kau bisa melaluinya?
Dalam satu kapal,
berbagi satu hati
Begitulah caranya. Kerja-tim.
SEBENTAR...
JANGAN DIMATIKAN DULU...
no resync/re-upload/delete-credit broth3rmax, 16 Oktober 2018
Kak,
jika kita benar-benar memenangkan lotere, apa yang ingin kau lakukan?
Beli mobil Maserati dulu.
Buat Shan Shan?
Buat Shan Shan, tak bisa sekedar itu.
Tapi pastinya harus... Lamborgini.
Itu 'kan lebih mahal?
Apa yang kau inginkan? Katakan.
Ambillah kesempatan ini. Aku hitung dari 3. Tiga... / Tunggu, tunggu!
Dua... / Tunggu!
Satu... / Aku mau jet pribadi.
Kau tak pernah tahu cara menghemat uang.
Kita harus beli paling tidak 700 toko,
di area CBD.
Lalu perlahan bangun kerajaan kita.
Kau tak pernah bisa belajar. / Yo!
Bawakan padaku 500 rekan,
tak perlu bawa pistol, pisau saja.
Kau tahu 2 orang tolol yang membual di depanku kemarin?
Potong lidah mereka.
SEKIAN
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.