All language subtitles for Kaho.Naa.Pyaar.Hai.2000.720p.NF.WEB-DL.x264-Pahe.in

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic Download
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali Download
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified) Download
zh-TW Chinese (Traditional) Download
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English Download
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German Download
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew Download
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian Download
ia Interlingua
ga Irish
it Italian Download
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil) Download
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese Download
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish Download
es-419 Spanish (Latin American) Download
su Sundanese
sw Swahili Download
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish Download
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese Download
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Diterjemahkan Oleh : Oke555

Rohit! Rohit!

Amit! Hei, Amit!

Bangunlah, kau akan terlambat sekolah.

Kak, apa kau lupa ini hari minggu?

Kembalilah tidur.

Sekarang hari minggu? / Ya.

Maaf sudah membangunkanmu. Kembali tidur.

Kenapa anak-anak belum kemari juga?

Nanti juga kemari.

Dimana anak itu? Kau tak membangunkannya?

Kau lupa juga? lni hari minggu. Dia masih tidur.

Minggu datang dua hari lebih awal sekarang?

Apa? / Dia membohongimu.

Dia membohongiku?

Anak nakal. Ayo bangunkan dia, atau dia akan terlambat sekolah.

Enaknya pensiunan tak peduli hari jumat atau minggu.

Amit! Membohongi kakakmu?

Jumat atau minggu?

Bohong sedikit saja tidak apa-apa, kak.

Pagi-pagi sudah berbohong?

Boleh kukatakan sesuatu? / Silahkan.

Siapa saja bisa membohongimu!

Kenapa? Terlihat dari wajahku?

Kakak itu mudah dibohongi dan polos.

Kau menghinaku? Tak ada kata-kata yang bagus?

Mempermainkanmu itu menyenangkan!

Mempermainkanku menyenangkan?

Boleh kukatakan sesuatu? Saat kau mempermainkanku

aku suka itu!

Ayo. Duduklah.

Baunya lezat! Bibi pasti memasak omlet hari ini.

Benar kan? / Kak, bibi memang hebat.

Omlet dan roti dan mentega ditambah selai juga!

Hei, Amit! Tak usah macam-macam. Tak ada selai.

Tak masalah. Kakakku juga nanti akan membelikanku coklat di jalan.

Lihat, Bi? Dia pintar sekali merayu!

Dia sangat pintar!

Selalu punya cara untuk merayu!

Boleh kukatakan sesuatu?

Di kehidupan, kau harus pintar.

Dan agar pintar, kau harus makan ayam.

Aku mengerti!

Makan sore nanti dengan ayam.

Paman, ada kabar apa di koran?

Kabar bagus untukmu, Rohit.

Bosmu itu... dia juga pemilik hotel bintang lima.

Dia sedang butuh penyanyi untuk acara malam.

Lihat, ini iklannya.

Seberapa keras kau ingin anak ini bekerja?

Kau saja nganggur! Kau nyuruh orang lain bekerja!

Dia sudah bekerja seharian. Sekarang harus bekerja saat malam juga?

Dasar perempuan. / Apa?

Aku melihatnya dari sudut pandang seorang pria.

Pria disibukkan dengan kerjaan seharian untuk mengisi perutnya.

Tapi saat malam, waktunya dia mencoba mewujudkan impiannya.

Kau tak mungkin mengerti.

Kau tahu musik, adalah ungkapan kehidupan!

"Tuhan sangat baik sudah mengirimmu ke jalanku..."

Apa kata penutupnya? Lupakan saja!

Terima kasih sudah datang, Sirji!

Shakti, dengan memanggilku Sirji, sudah jelas kau sangat berubah!

Selalu saja salah sebut. Apa yang membuatmu kesini?

Aku ingin mobil.

Kenapa mobil? Aku bisa memberikan hidupku padamu!

Rohit, kemarilah nak.

Sales bintangku. Melihatnya saja para gadis akan langsung tertarik untuk membeli mobilku.

Dan ini teman lamaku Tn. Saxena.

Dia milioner. Tunjukkan dia mobil yang bagus.

Baik, pak. Tolong ikut denganku.

Kau beruntung kami punya mobil teratas di India sekarang.

Lihat Lexus GS-300. Ini mobil keluaran terbaru.

Ambil, pak.

Bagus, tapi... / Kalau begitu, pak.

Mercedes, C-180. Automatic.

Warnanya sangat cocok dengan kepribadianmu cocok sekali.

Ambil, pak.

Mobil apa jika kau yang beli?

Bajaj, pak.

Bukan kau. Kau sudah pasti akan membeli bajaj. Aku tahu.

Kau?

Pak, jika aku punya uang... Aku akan mengambil yang itu.

Kecil. Dan cepat.

Aku bisa melihatnya! / Ambillah, pak.

Terambil. lni milikku.

Sudah bicara pada bosnya?

Ya, tapi anaknya Atul yang mengurus hotel.

Aku harus bicara padanya.

Masuk.

Ayah menelponku. Kau kesini untuk bekerja sebagai penyanyi?

Ya pak. / Dengarkan kita, pak.

Baiklah. Bawa band mu. Kita akan audisi.

Band? / Ya, bandmu.

Kita tak punya band pak. Aku bernyanyi. Dan Tony, bermain suling.

Dengarkan kami, pak.

Dengar, teman. Ini adalah hotel bintang lima.

Untuk acara musik, kami butuh grup musik.

grup musik. dengan elektronik gadget, keyboard, tahu cara memainkannya.

Dengarkan kami, pak.

Tak bisa, kawan. Hotel ini adalah bisnis.

Ini menyangkut reputasi kami. Ini bukan main-main.

Mungkin kalian bisa coba di restoran?

Apa saja buatmu. Ada acara apa malam ini?

Atul akan mengadakan pesta untukku. Di tempat terbukanya.

Tapi dimana hadiah ulang tahunku?

Sedang menunggu di luar.

Benar? / Benar sekali. Silahkan lihat hadiahnya.

Bagaimana hadiahnya, Sonia?

Sangat indah!

Bagaimana warnanya?

Bersih, mulus, ayah.

Kenapa tidak kau coba saja?

Kau bisa nyala dengan kunci?

Tergantung bagaimana kau menyikapinya.

Apa? aku tak mengerti bahasa india yang sulit.

Aku mengerti. Sekarang bisa kau lihat hadiahnya?

Sedang kulihat.

Wow! Cantik sekali?

Bagaimana menurutmu? / Sangat cantik.

Tapi hiasan akan merusak kecantikan. Akan tetap cantik kalau tak perlu digores aksesoris apapun.

Rohit.

Sonia.

Ada apa dengan sulingmu? / Tadi baik-baik saja.

Mainkan lagi.

Apa itu?

Hei, Rohit! Itu kan anak bos kita?

Ya!

Dia sudah menolak kita ke audisi. Sekarang dia akan mengalami hal yang sama juga!

Bagaimana?

Mengerti? / Tapi...

Tak pernah melihatmu berpakaian seperti ini.

Aku baru saja di katakan kalau kecantikan terletak di kesederhanaan.

Begitu? / Ya.

Kenapa musiknya?

Permisi, Aku ingin mengeceknya dulu. / Ya.

Rohit!

♪ Bulan, bintang, wewangian ♪

♪ Bulan, bintang, wewangian semua itu sudah usang ♪

♪ Ada sekuncup bunga baru bermekar ♪

♪ dan aku sudah tergila-gila padanya ♪

♪ Awan, gelap, musim hujan ♪

♪ Awan, gelap, musim hujan semua itu sudah usang ♪

♪ Ada sekuncup bunga baru bermekar ♪

♪ dan aku sudah tergila-gila padanya ♪

♪ Tingkah laku yang masih muda ♪

♪ Dan sebagainya adalah kegilaanku padamu ♪

♪ Tingkah laku yang masih muda ♪

♪ Dan sebagainya adalah kegilaanku padamu ♪

♪ Dengan memakai mahkota keremajaan ♪

♪ Masa kecilnya telah berlalu gembira ♪

♪ Irama lagu, semua itu kisah kemarin ♪

♪ Irama lagu, semua itu kisah kemarin dia punya irama baru ♪

♪ Ada sekuncup bunga baru bermekar ♪

♪ dan aku sudah tergila-gila padanya ♪

♪ Wajahnya begitu sederhana ♪

♪ Hatinya pasti baik ♪

♪ Wajahnya begitu sederhana ♪

♪ Hatinya pasti baik ♪

♪ Tanpa dandan dan perhiasan ♪

♪ Dia tampak seperti pengantin ♪

♪ Celak, Bindi, gelang, anting-anting ♪

♪ Celak, Bindi, gelang, anting-anting semua itu sudah usang ♪

♪ Ada sekuncup bunga baru bermekar ♪

♪ dan aku sudah tergila-gila padanya ♪

♪ Bulan, bintang, wewangian semua itu sudah usang ♪

♪ Ada sekuncup bunga baru bermekar ♪

♪ dan aku sudah tergila-gila padanya ♪

Ada apa? Kenapa memanggilku kesini?

Kita punya masalah. Harus memanggilmu.

Kau tak baca di koran.

Narkoba yang seharusnya dibakar polisi malam ini tapi tadi malam, mereka sudah melakukannya.

Sudah dibakar? / Ya.

Tapi aku kan sudah membayar uang mukanya.

Tapi jangan khawatir.

Kita berhasil menyelamatkan sebagian yang mungkin seharga 100 juta. Aman bersama kita.

Kau sebaiknya mengambil itu sebelum ada yang tahu.

Dan jangan lupa berikan bagian kami.

Bagian! Bagian! Bagian!

Kau selalu saja menggerutu! Kau pasti akan mendapat bagianmu. Seperti biasa.

Lihat ini Lily.

Selundupan narkoba yang polisi berhasil sita,

mereka bilang itu sudah dimusnahkan tadi malam.

Omong kosong. Aku tahu itu.

Kau mengkhawatirkan semua hal di dunia ini...

tapi tak khawatir kita akan makan apa nanti sore.

Kenapa tidak kau rebus saja koran itu menjadi mie?

Rohit belum membayar uang bulanan. Tak ada uang untuk makanan!

Aku harus bagaimana?

Berhenti bicara seperti itu. Nanti juga dia akan memberikannya.

Dia mungkin belum di gaji. Selain itu, kau tahu sekarang kan serba mahal?

Itu yang kumaksud. Semua serba mahal!

Tapi saat makan, kalian tinggal duduk di meja.

Apa ini? / Celenganku.

Ambil semua, tapi jangan bicara buruk mengenai kakakku!

Apa kau bilang?

Anak kecil sepertimu mengasihiku uang!

Kau pikir aku siapa? Duduk dan makan sarapanmu.

Aku tak mau makan!

Hei, Amit! Dengar! / Hei Amit.

Kembali! / Amit, dengar!

Ada apa bibi?

Amit marah padaku.

Dia tak makan sarapannya. Dia nanti akan lapar!

Biar kulihat.

Amit, kenapa kau tak makan sarapannya?

Bibi cemas. Ada apa?

Kenapa dia bicara buruk mengenaimu?

Memang apa yang dia bilang?

Kalau kau belum memberinya uang.

Dia kan tak salah. / Tetap, aku tak suka mendengarnya.

Amit, ada semacam tekanan.

Seperti yang kurasakan juga, aku belum bisa memberinya uang.

Tekanan yang bibi rasakan dia tak punya uang untuk mengurus rumah.

Kau mungkin sudah melihatnya marah. Tapi dia tak pernah menangis.

Dia seperti ibu bagi kita.

Seperti ibu, tapi bukan ibu kita.

Seseorang yang seperti ibu tak jauh beda dari ibu sebenarnya, Amit.

Kak, kenapa ibu meninggalkan kita?

Entahlah.

Kakak sendiri tidak tahu.

Mungkin itu takdir kita.

Mungkin kita tak beruntung.

Tapi aku berjanji, Amit.

Takkan pernah kubiarkan kau merasa kehilangan mereka.

Untuk siapa itu?

Kenapa kau bisa tahu?

Caramu melihatnya tadi malam dan cara dia melihat balik.

Bicara melalui mata! Benar?

Sedikit.

Aku tak ikut.

Apa?

Aku dalam suasana hati buruk.

Kalau begitu Rohit juga tidak ikut.

Apa? Rohit?

Benar! Rohit ikut dengan kita berlayar.

Aku memakai jasanya sebagai penyanyi.

Aku sudah memberinya uang muka. $10,000.

Sekarang kau pasti ikut kan?

Kapan aku menolaknya?

Rohit belum datang juga! Bagaimana ini?

Dan sebentar lagi kapalnya akan berlayar.

Bagaimana jika dia tak datang? / Jangan ngawur!

Dia pasti datang.

Tak ada harapan lagi sekarang.

Aku kehilangan uang $10,000 ku.

Bodoh! Yang kau pikirkan hanya uang?

Bodoh. Dia ketinggalan kapal!

Pupus sudah semua rencanaku! Harapanku!

Sekarang apa yang kulakukan, di kapal bodoh ini sendirian?

Kenapa dia melakukan ini?

Kenapa dia melakukan ini?

Rohit disini! Rohit disini!

Rohit disini!

Rohit! Rohit!

♪ Pada sebuah kapal cinta ♪

♪ Pada sebuah kapal cinta ♪

♪ Terombang-ambing oleh ombak ♪

♪ Di dorong oleh angin ♪

♪ Kita melaju cepat ♪

♪ Jauh dari langit ♪

♪ Pada sebuah kapal cinta ♪

♪ Terombang-ambing oleh ombak ♪

♪ Di dorong oleh angin ♪

♪ Kita melaju cepat ♪

♪ Jauh dari langit ♪

♪ Jauh dari langit ♪

♪ Adakah cinta ditempat tujuan kita akankah bunga bermekaran? ♪

♪ Adakah cinta ditempat tujuan kita akankah bunga bermekaran? ♪

♪ Hatiku mencari seseorang apa aku harus temukan dia disana? ♪

♪ Impianmu akan menjadi nyata semua orang akan sayang padamu ♪

♪ Harapan hatimu akan terpenuhi kau akan temukan orang yang kau cintai ♪

♪ Aku mendengar ♪ ♪ Apa? ♪

♪ Yang kau bilang ♪ ♪ Apa yang kubilang? ♪

♪ Kita masih punya perjalanan yang panjang ♪

♪ Pada sebuah kapal cinta terombang-ambing oleh ombak ♪

♪ Di dorong oleh angin ♪

♪ Kita melaju cepat ♪

♪ Jauh dari langit ♪

♪ Jauh dari langit ♪

♪ Jika cinta sudah saling bertemu takkan ada yang mengganggunya ♪

♪ Jika cinta sudah saling bertemu takkan ada yang mengganggunya ♪

♪ Jika kita saling bertemu bagaimana mungkin kita akan terpisah ♪

♪ Apakah ada yang akan mengganggu ketika cinta sudah saling bertemu ♪

♪ Mereka tidak akan pernah terpisah Tak di manapun semua memiliki kekasih ♪

♪ Jadi ayo kita pergi ♪ ♪ Ayo kita pergi ♪

♪ Pertemuan seperti ini ♪ ♪ Pertemuan seperti ini ♪

♪ Menginginkan kebahagiaan! ♪

♪ Pada sebuah kapal cinta ♪

♪ Terombang-ambing oleh ombak ♪

♪ Pada sebuah kapal cinta ♪

♪ Terombang-ambing oleh ombak ♪

♪ Di dorong oleh angin ♪

♪ Kita melaju cepat ♪

♪ Jauh dari langit ♪

♪ Oh Tuhan! ♪

♪ Oh Tuhan! ♪

♪ Oh Tuhan! ♪ ♪ Oh Tuhan! ♪

♪ Oh Tuhan! ♪ ♪ Oh Tuhan! ♪

♪ Oh Tuhan! ♪ ♪ Oh Tuhan! ♪

Kemana saja kau? Aku hampir terjebak di kapal ini sendirian!

Kenapa kau telat?

Aku sudah disini tiga jam sebelum kapal berlayar.

Apa?

Aku tak bisa tidur sepanjang malam.

Aku juga.

Kupikir ini untuk pertama kali. / Apa yang kau rasakan untuk pertama kali itu?

Sedikit resah tapi itu menyenangkan.

Itu yang kurasakan juga!

Kau juga? / Aku tak bisa menjelaskannya dengan kata-kata.

Terkadang seperti...

semua bintang di langit jatuh ke pangkuanku.

Dan terkadang--

Sedang apa kalian? Berhenti!

Jangan ganggu dia. Cukup. Ayo pergi. Ayo!

Apa aku terlihat cantik?

Tak ada yang mengganggu disini. Sampai dimana tadi?

Bintang, kan?

Lupakan itu. Katakan apa yang ada di benakmu.

Tak pernah kubayangkan impianku akan menjadi kenyataan!

Impianmu? Sudah jadi kenyataan?

Belum sih. Tapi sedang terjadi.

Itu terjadi padaku juga!

Tapi kau kan pasti sudah pernah berlayar sebelumnya.

Kau pasti sudah melihat banyak kapal. / Kapal?

Semua yang kau bilang cuma kapal dan berlayar?

Ya. Memang apa yang kau pikir?

Oh Kupikir... kau dan aku... mengenaimu... mengenaiku...

Apa ini?

Kau membuatku kagum! Suaramu bagus sekali!

Aku tak bernapas mendengar nyanyianmu!

Ayo, tulis namamu di hatiku.

Apa...? / Maksudku disini.

Aku tahu ini akan terjadi. Tapi aku tak mengira ini terjadi begitu cepat!

Lihat! Dia langsung menandai dirinya ke dalam hatinya!

Bukan di hati, itu di tangannya!

Dari tangan menuju ke hati.

Permisi. Hei, Sonia!

Dengarkan aku.

Ayo, ibu dan ayahku ingin mengajakmu meminum teh.

Apa?! / Ayolah.

''Adik tersayangku Amit: Inilah aku berada di kota impian.''

"Kapal ini sendiri sudah terbentang seluruh kota."

''Aku sangat merindukanmu.''

"Jika aku sudah berhasil,

aku janji akan mengajakmu, Paman dan Bibi berlayar.''

''Ini yang lucu. Ingat gadis yang di lampu merah itu?''

''Dia ada di kapal ini."

"Namanya Sonia, tapi teman-temannya memanggilnya si Nona pencemburu."

"Dia gampang sekali marah."

Memang dia pikir siapa?

Bukan dia saja pemuda di dunia!

Dan dia berani merayu tepat di depanku! Akan kutunjukkan bagaimana merayu itu.

Dia tak tahu aku.

Itu dia, pasti ingin meminta maaf.

Kau...? / Kau mengharapkan orang lain?

Selama ada kau, kenapa harus mengharapkan orang lain?

Kau membuat malamku menyenangkan!

Kau tiba-tiba berubah begini!

Tunggu hingga kau lihat yang lebih. Aku bukan Sonia jika tidak membuatmu menggila.

Kau belum siap juga? Pestanya! Kau ingin ke pesta natal berpakaian seperti itu?

Bangun! Cepatlah!

Ke pesta? Dengan jas seperti itu?

Kenapa? Ini pakaian hari minggu terbaikku!

Kubeli di pasar loak.

Aku pakai saat ke gereja juga.

Tak cocok. / Apanya?

Bacalah. Aturan pakaiannya harus DJ.

DJ?

Dinner jacket. Dasi kupu-kupu.

Apa kita punya?

Tidak.

Apa itu artinya kita tak pergi ke pesta natal?

Duduklah. Kita rayakan disini saja.

Ide!

Gratis.

Tetap lihat saja kesana. Selamat natal.

Laundry, pak.

Lihat siapa yang datang!

Hadiah dariku untukmu.

Hadiah dariku untukmu.

Hadiah harusnya tak boleh di hadiahi juga.

Benar sekali!

Hadiah harusnya tak boleh di hadiahi juga.

Tapi Sonia, apa yang kulakukan dengan ini?

Terlihat indah padamu!

Tapi Sonia kau tahu kan, aku itu alergi

terhadap bunga!

Untukmu. / Untukku?

Bunga ini sudah terbang berkeliling ruangan.

Kau yang pantas mendapatkannya. Ambillah.

Terima kasih. Tapi bagaimana kau tahu namaku?

Itulah sihir dari cinta!

Api!

Gunakan ini.

Apa ini? Darimana kau dapat pakaiannya?

Kedua orang itu pasti pesulapnya yang akan tampil!

Tn. Atul, Selamat natal.

Kau tak mau menyalamiku?

Wajahmu sudah seperti poster. Tak ada salam-salaman.

Sonia!

Sonia!

Dia pikir dia pintar!

Wajahnya penuh dengan lipstik...

Dan dia bilang, kau tak mau menyalamiku?

Dia pikir dia siapa? / Sonia!

Apa yang kau lakukan disana? / Kenapa teriak-teriak diatas sana?

Jika kau memang seorang pria, turunlah kemari!

Apa yang kau lakukan?

Kau tak bisa melihat saat malam? Aku sedang mabuk!

Karena apa?

Apa pedulimu?

Kembalilah merayu gadis-gadis bodoh itu.

Gadis-gadis itu yang mengejarku. Aku harus bagaimana?

Gadis-gadis! Mengejarmu? / Ya.

Pernahkah kau berkaca? Kau mirip langur!

Apa kau bilang! Sebentar!

Dan apa itu kau bersama Atul? Merayu terang-terangan!

Kau merasa terganggu?

Kenapa juga? Kau lakukan semaumu.

Apa yang kau lakukan?

Kau tak bisa melihat saat malam? Aku sedang mabuk!

Jika kau menghabisi minumanku... Akan kuhabisi kau!

Habis!

Ada apa?

Mana kapalnya?

Kau tak bisa melihat saat siang juga? Sudah pergi.

Pergi? Meninggalkan kita? / Ya.

Pergi meninggalkan kita? / Ya.

Semua karenamu! Jika kau tak mabuk tadi malam...

kita takkan ada di sekoci ini!

Kau lupa ya.

Jika bukan karena kau menggoda para gadis. Aku tak harus mabuk!

Aku takkan ada di sekoci ini.

Kau bicara seperti masih ada di kapal saja! Kau masih mabuk ya?

Kau sadar kita terjebak dalam masalah?

Masalah? Mana?

Langit biru diatas kita, Udara segar.

Dan air yang indah di segala tempat!

Jika haus kau minum semua air ini!

Jika lapar kau makan udara.

Jika kedinginan saat malam, kau gunakan langit sebagai selimut!

Kenapa kau teriak-teriak? Orang diluar akan bilang apa?

Mereka akan bilang kau itu gila!

Lagian, siapa yang mendengar kita disini?

Aku yang mendengar, kau katakan.

Diamlah! Biarkan aku berpikir!

Boleh aku kasih masukan? Ayo bermain petak umpat.

Diam!

Mereka sudah ketemu? / Belum.

Tak ada daratan yang terlihat. Berapa lama aku harus mendayung?

Pulau! Lihat! Ada pulau!

Bagus! Ayo dayung! Ayo dayung!

Ayo dayung! / Berhenti berteriak

atau kubiarkan kau terhempas angin!

Terhempas? Kata yang romantis!

Tak pernah kudengar itu sebelumnya.

Darimana kau dapat kata itu?

Semuanya Romantis!

Berhenti menatap. Turun dan bantu dorong.

Mengoceh saja seperti burung beo!

Ayo, bantu dorong.

Dia sudah gila.

Ada orang?

Berhenti!

Bukankah ini hebat, Rohit?

Kita berdua saja disini, seperti Adam dan Hawa pertama datang ke dunia!

Lepaskan rokmu.

Apa? Rok?

Kau pasti tak serius!

Kita bukan Adam Hawa yang sebenarnya.

Turuti saja aku lepaskan rokmu.

Apa? Kau sudah gila?

Kau ingin cari kesempatan pada gadis cantik sepertiku...

yang terdampar sendirian di pulau terpencil?

Tak tahu malu, tak punya hati!

Itu saja yang bisa kuucapkan. / Kau tak mau ya?

Tidak! Jangan sentuh aku!

Rohit! Lepaskan!

Rohit! Apa yang kau lakukan?

Lepaskan!

Apa yang kau lakukan?

Apa yang kau lakukan?

Memasang bendera. Kau tak lihat?

Bendera? Tapi kenapa?

Jika mereka mencari kita mereka mungkin akan melihat bendera ini.

Mereka akan tahu kalau kita disini.

Mungkin kita bisa selamat. Mengerti?

Tapi aku tak ingin mereka mengganggu kita.

Aku tak ingin kembali. / Maksudmu?!

Aku senang disini. Sangat senang!

Lihat! Bukit itu! Kita bisa membangun rumah kayu diatasnya!

Kita bisa hidup disana!

Kau akan bekerja setiap pagi. Dan aku akan menunggumu pulang kerja.

Saat kau pulang kerumah setelah memotong kayu, kau lelah...

dan aku akan membuatmu tersenyum.

Aku akan terus melihatimu saat kau menyalakan api.

Ya! Dan aku akan menyanyikan nina bobo agar kau bisa tidur.

Dan saat matahari mulai terbit, aku akan menyanyikan 'Raag Bhairavi' agar kau bangun...

Tapi kau sulit untuk bangun jadi aku harus menamparmu!

Menampar...?! Kejam sekali! Kenapa harus menampar?

Selalu berguna untuk orang yang sedang bermimpi.

Mau kemana?

Beli hamburger di Macdonald's. Kau mau?

Ya. Tapi yang vegetarian.

Hei, helikopter! Oh, tidak!

Tadi disini?

Mana benderanya?

Hei Sonia! Apa yang kau lakukan?

Mancing untuk makan malam.

Mancing dengan bendera? / Ya.

Itu untuk memberi sinyal. Tadi mereka datang sekarang pergi lagi!

Bodoh! / Kau menyebutku bodoh?

Ya! Kau gila! Keras kepala! Bodoh!

Kau mendorongku!

Kubunuh kau! / Kau ingin membunuhku?!

Disini.

Tolong!

Dia beneran tenggelam! Rohit!

Rohit. Rohit. Rohit. Ya tuhan!

Rohit! Rohit!

Rohit. Rohit.

Rohit! Kau baik saja? Syukurlah.

Bodoh!

Kenapa kau melompat ke air jika tak bisa berenang?

Aku tadi hanya bercanda! Kenapa kau membahayakan hidupmu untukku?

Kenapa? Katakan.

Karena aku mencintaimu.

Apa?

Apa yang kau katakan? Katakan lagi!

Apa aku salah?

Katakan lagi!

Aku mencintaimu.

Katakan lagi. / Apa?

Katakan kau cinta padaku. / Kubilang aku cinta padamu.

Terus katakan! Terus katakan! Terus terus katakan!

♪ Hatiku setiap saat rindu mendengar kata-kata itu ♪

♪ Katakan kau cinta padaku ♪

♪ Katakan kau cinta padaku ♪

♪ Ya, aku cinta padamu ♪

♪ Ya, aku cinta padamu ♪

♪ Dalam kata-kata itu terdapat pengakuan cinta ♪

♪ Katakan kau cinta padaku ♪

♪ Katakan kau cinta padaku ♪

♪ Sudah kubilang aku cinta padamu ♪

♪ Sudah kubilang aku cinta padamu ♪

♪ Bila dunia tak ada cinta katakan apa yang akan terjadi? ♪

♪ Bila dunia tak ada cinta katakan apa yang akan terjadi? ♪

♪ Mungkin di dunia tak pernah ada hati yang berdebar ♪

♪ Hati berdebar, mari temui aku kasihku... ♪

♪ Ini pengakuan cinta ♪

♪ Katakan kau cinta padaku ♪

♪ Katakan kau cinta padaku ♪

♪ Sudah kubilang aku cinta padamu ♪

♪ Sudah kubilang aku cinta padamu ♪

♪ Katakan, apa yang dikerjakan dua pecinta yang tergila-gila akan cinta? ♪

♪ Katakan, apa yang dikerjakan dua pecinta yang tergila-gila akan cinta? ♪

♪ Kenapa tanya aku, tanyalah pada hatimu ♪

♪ Aku tahu apa yang kau tunggu ♪

♪ Katakan kau cinta padaku ♪

♪ Katakan kau cinta padaku ♪

♪ Sudah kubilang aku cinta padamu ♪

♪ Sudah kubilang aku cinta padamu ♪

♪ Katakan apa yang terjadi bila kita tak bertemu? ♪

♪ Katakan apa yang terjadi bila kita tak bertemu? ♪

♪ Kukatakan yang sebenarnya mungkin impianku takkan terwujud ♪

♪ Hati berkata pertemuan kita akan jadi kenangan di dunia ♪

♪ Katakan kau cinta padaku ♪

♪ Katakan kau cinta padaku ♪

♪ Sudah kubilang aku cinta padamu ♪

♪ Aku jatuh cinta padamu ♪

Masih menghitung bintang?

Aku mencari wajah diantara bintang-bintang itu.

Wajah siapa?

Ibuku.

Aku tak mengerti.

Ibuku bilang...

mereka yang sudah meninggal dunia...

akan menjadi bintang.

Ibuku meninggal saat aku masih kecil.

Apa dia... / Dia sudah menjadi bintang.

Dan bintang-bintang itu yang menyinari hidup kita.

Maka berjanjilah padaku.

Biarkan sinar menyinari hati kita berdua selamanya.

Aku berjanji.

Seperti bintang bersinar. Selamanya.

Apa yang kau lakukan?

Memasang bendera. / Agar apa?

Agar bisa kembali

dan memberitahu pada dunia. bahwa aku cinta padamu.

Ada apa?

Aku tak mau kembali. / Apa kau bilang?

Ya, Sonia.

Karena di dunia sana ada banyak penghalang yang bisa memisahkan kita.

Penghalang mana? Aku tak melihatnya.

Lihat, tak ada penghalang kan?

Malik, pecat Rohit secepatnya!

Jangan khawatir, Saxena.

Aku sudah putuskan untuk memecatnya.

Dan sudah kupastikan dia takkan bisa mendapat pekerjaan dimanapun.

Biarkan dia mengais di jalanan!

Ayah, aku tak pernah melihatmu seperti ini!

Ayah, dia sangat baik! Tak bisa kuungkapkan dengan kata-kata! Kau tak mengenalnya!

Semua ini kebencianmu! Kau tak mengenalnya!

Aku tak perlu mengenalnya!

Aku mengenalmu, dan aku kenal diriku!

Sudah kuputuskan. Kau akan pergi ke New Zealand. Ke kakakku.

Kau akan menyelesaikan studimu disana.

Sudah kuurus semuanya. Baik?

Sonia, pasportmu. Dan tiket keberangkatan.

Aku sudah berbicara pada Paman Rajumu.

Dia akan menjemputmu di bandara.

Aku tahu kau merasa tak senang mengenai ini.

Tapi cobalah mengerti ada banyak perbedaan antara kita dan dia.

Rohit!

Lihat perbedaannya?

Kau disini di mobil mewah, dan dia disana mengendarai sepeda murahan.

Lihat! Dia di jalan yang kotor. Kau...

Sekarang tak ada perbedaan kan, Ayah?

Wah! Dia membawa Sonia pergi,

dan kau hanya melihatinya saja? Kau bahkan tak mencoba menghentikannya?

Malik, tak ada waktu untuk berpikir! Tiba-tiba putriku sudah bersamanya--

Ini belum terlambat. Laporkan ke polisi secepatnya.

Atau mereka akan kembali dengan keadaan sudah menikah.

Kau salah, pak.

Ya, kita kembali.

Tapi kita belum menikah.

Kawin lari hanya akan menghina cinta kita, pak.

Aku mencintai Sonia. Dan aku menghormati cintaku.

Aku akan menikahi Sonia hanya jika aku sudah sukses.

Dan untuk bisa sukses, kau butuh bantuanku.

Tidak pak. Aku tak butuh bantuanmu.

Aku bisa melakukan dengan caraku sendiri.

Rohit, aku kagum.

Aku sangat kagum.

Jika kau memang sudah sukses...

Kau boleh menikahi putriku. Aku berjanji.

Sebelum pergi, aku ingin mengatakan sesuatu.

Jangan anggap kedatanganku kesini sebagai kelemahanku.

Aku titipkan Sonia padamu sebagai jaminan.

Aku akan sungguh-sungguh dengan komitmenku. Dan kau akan sungguh-sungguh dengan janjimu.

Aku akan bersungguh-sungguh dengan janjiku.

Lagian, kejujuran sudah melekat pada diriku. Benar kan Malik?

Ya.

Rohit, aku mendukung apa yang kau lakukan!

Dan akan kupastikan kesuksesanmu. / Tapi bagaimana?

Dia punya suara bagus. Kita akan membuatnya terkenal.

Dengan bernyanyi di rel kereta?

Ayolah, dia bisa menyanyi di atas panggung.

Ide. Kita rekam suaranya

dan kita edarkan kasetnya di seluruh kampus.

Dan di tempat disko! / Dan di lampu merah.

Saat dia sudah terkenal, kita tinggal atur konsernya.

Aku nanti yang akan atur panggung konsernya.

Itu yang dinamakan pukulan telak.

Pukulan telak itu apa yang Rohit lakukan.

Ada Rohit-Rohit semua diseluruh kota!

Dia mungkin benar-benar akan sukses.

Dan kau akan dipaksa memenuhi janjimu.

Malik, aku membuat janji dengan keputusan yang sudah matang.

Kita yang menentukan seberapa jauh dia sukses.

Dan dia masih jauh dari itu.

Shinde yang menelpon.

Aku baru saja bertemu komisaris Varma.

Dia menanyakan banyak pertanyaan mengenaimu.

Aku takut dia mulai mencurigaimu.

Jangan khawatir.

Sebelum hal yang tak di inginkan terjadi, adakan pertemuan dengan komisaris.

Sonia.

Rohit.

Sonia, bagaimana kau bisa kesini?

Tolong jangan bertanya lagi. Sudah sangat lama!

Aku ingin menghilangkan kerinduanku!

Rohit, aku tak bisa hidup tanpamu bahkan untuk sesaat saja!

Saat kau tak bersamaku, perasaanku tak enak!

Kau pikir aku bisa hidup tanpamu juga? Aku melakukan semua ini hanya untuk kebaikanmu.

Rohit, aku merasa takut.

Apa kau tidak takut?

Tadinya aku takut.

Aku takut karena akan bernyanyi di hadapan dunia...

itu menakutkan.

Tapi kau sudah mengisi hatiku penuh dengan cinta...

tak ada lagi tempat buat ketakutan.

Sekarang aku tak merasa takut lagi.

Sonia, sekarang adalah saatnya kita untuk menang.

Aku tak boleh takut.

Karena kau bersamaku.

Dan aku bersamamu.

Dan bintang itu... mereka juga bersama kita.

Dan kami juga bersamamu!

Dan keberuntungan juga bersama kita. Tiketnya sudah habis semua!

Tunggu... aku lupa! Jam berapa ini?

Jam lima.

Aku harus menjemput Amit. Kau bawa motor?

Tentu. / Bisa kupinjam?

Ini. / Terima kasih.

Aku pergi dulu. / Segera kembali.

Selamat datang, pak komisaris.

Terimakasih sudah menyisihkan waktu anda untuk bertemu denganku.

Aku juga ingin bertemu denganmu, Malik.

Tapi bukan di tempat seperti ini.

Ini memang tempat yang kurang nyaman.

Tapi, tempat seperti ini selalu bagus untuk pertemuan rahasia.

Rahasiamu sudah bukan rahasia lagi.

Aku sudah tahu kalau ada narkoba yang diambil dari pemusnahan itu

hanya sedikit saja yang dimusnahkan

sebagian besar ada padamu.

Jadi kenapa kau tidak menahanku?

Itu yang ingin kulakukan sekarang.

Tapi jika kau mau bersaksi di pengadilan...

dan memberikan nama-nama orangku yang sudah menyuplaimu narkoba itu...

Aku bisa mengurangi hukumanmu.

Aku tahu kau ingin membuatku tertarik.

Tapi tidak apa-apa aku menyebutkan nama-nama itu di depan polisi ini?

Tentu! Mereka orang yang terpercaya.

Rohit!

Sirjee, Rohit melihat semuanya!

Bunuh dia.

Lebih cepat, lebih cepat!

Tabrak!

Rohit! Rohit!

Semua sudah datang! Tapi Rohit belum datang juga.

Sonia! / Rohit! Rohit!

Sonia! Rohit... / Rohit?

Kenapa Rohit? / Rohit terlibat kecelakaan.

Tidak!

Rohit!

Rohit! Rohit!

Berhenti! Kau tak boleh masuk. / Dimana Rohit?

Dimana Rohit ku? Katakan! Apa yang terjadi padanya?

Jatuh ke air? Tapi Rohit tak bisa berenang!

Atul, Rohit tak bisa berenang! Selamatkan Rohit!

Sonia. Sonia. / Selamatkan Rohit! Dia tak bisa berenang!

Kita tak menemukan tubuhnya.

Rohit!

Amit! Nak!

Dokter, kenapa dia tak bicara?

Apa yang dia tatap?

Kenapa ini harus terjadi pada anak kita?

Kenapa tuhan melakukan ini?

Kenapa?

Kenapa tuhan melakukan ini?

♪ Hati berkata ♪

♪ Pertemuan kita ♪

♪ Akan jadi kenangan di dunia ♪

♪ Katakan kau cinta padaku ♪

♪ Katakan kau cinta padaku ♪

Saxena! Berita bagus untukmu!

Kadam dan Shinde berhasil menutup kasus pembunuhan komisaris.

Dia terbunuh dalam sebuah penangkapan.

Kita menang.

Malik, tapi sebagai ayah, aku kalah.

Sudah sebulan.

Sonia menutup diri, selalu berduka pada Rohit.

Dia menarik diri dari kehidupan.

Saatnya memperbaiki semuanya, temanku.

Pulihkan dia. Kirim dia ketempat lain.

Mungkin kau benar.

Akan kukirim dia ke tempat kakakku.

Sonia! / Kenapa kau teriak-teriak?

Ayah, dimana Sonia? / Dia di kamarnya.

Tak ada. Itulah kenapa aku bertanya. / Lihat-lihat!

Jangan khawatir, Yah. Tersandung sudah menjadi kebiasaanku.

Sonia, kenapa kau berdiri disini? Kita akan pergi keluar kan?

Ayo, kita akan terlambat.

Suasana hatiku sedang buruk, Neeta. Kau pergilah.

Ya tuhan! Apa maksudmu suasana hati buruk?

Kau tahu, Sonia, sudah dua minggu kau ada disini,

dan selama itu kau tak pernah keluar rumah?

Aku tak peduli. Pokoknya kita keluar.

Dan ya tuhan, tolong lepas saja 'Salwar' itu.

Selagi menunggu lampu hijau,

aku mau beritahu Ibu dulu kalau kita akan pulang telat. Baik?

Rohit?

Ibu mau kita pulang lebih cepat. Aku bilang kita akan kembali pada jam dua.

Kenapa, Sonia?

Aku merasa tak baik. Kau pergi saja.

Ini tempat disko terbaik di New Zealand.

Jika kau mendengarkan musik, kau pasti akan baikan!

♪ Hidup ini sementara, ini akan segera berakhir ♪

♪ Apa yang akan diberikannya katakan padaku, hatiku... ♪

♪ Hidup ini sementara, ini akan segera berakhir ♪

♪ Apa yang akan diberikannya katakan padaku, hatiku... ♪

♪ Kau datang dengan tangan kosong dan pergi dengan tangan kosong ♪

♪ Hanya ada kata-kata cinta yang akan bersinar ♪

♪ Jadi tertawalah, karena kita perlu membuat dunia tertawa ♪

♪ Wahai hatiku, bernyanyilah... ♪

♪ Wahai hatiku, bernyanyilah... ♪

♪ Dalam mata ada mimpi tentang kekasih, Ya ada sebuah mimpi ♪

♪ Di dunia ada seseorang milikku, Ya seseorang milikku ♪

♪ Wajah yang terasa dekat di hati ♪

♪ Selalu ada keinginan untuk bertemu dengannya ♪

♪ Tapi dimana kekasihku berada... ♪

♪ Wahai hatiku, bernyanyilah... ♪

♪ Wahai hatiku, bernyanyilah... ♪

♪ Kehidupan ini seperti hembusan angin, Ya seperti hembusan angin ♪

♪ Dan hembusan angin ini seperti tipuan, Ya seperti tipuan ♪

♪ Kebahagiaan apa ini, datang dan hilang ♪

♪ Yang adapun belum tentu jadi miliknya ♪

♪ Jangan takut ketika bersama teman-teman... ♪

♪ Wahai hatiku, bernyanyilah... ♪

♪ Wahai hatiku, bernyanyilah... ♪

Siapa kau?

Mereka memanggilku... Namaku... Raj Chopra.

Kebetulan yang aneh.

Jika tak salah, kita sudah bertemu untuk kedua kali?

Raj. Ini sepupuku

Sonia Saxena dari lndia.

Dia sedang tinggal bersama kami untuk beberapa hari.

Kecantikan dari Taj Mahal datang kesini!

Tanpamu lndia pasti kelam!

Bodoh! Bukan kelam tapi kosong!

Maksudku, hampa.

Sonia, jangan pedulikan dia.

Dia selalu kesulitan bicara Urdu.

Kau mungkin tak percaya, seumur hidup mencoba belajar bahasa Urdu.

Tapi dia masih saja payah.

Salam. / Salam.

Aku sepupu Neeta dari lndia. Sonia.

Aku ingin bertemu Raj.

Dia baru saja pergi untuk bermain ski. Masuklah.

Jangan berdiri saja.

Sudah berapa lama anda tinggal disini?

Aku meninggalkan lndia 25 tahun lalu.

Menikah disini akhirnya aku menetap.

Kau tak pernah kembali kesana?

Tak pernah sempat.

Raj lahir setahun setelah menikah.

Kita membesarkannya, mengkuliahkannya...

belajar bisnis suamiku. Waktu berlalu dengan cepat.

Raj sendiri tak pernah ke lndia?

Tak ada alasan buat kesana.

Kita tak punya siapa-siapa disana.

Hi! Apa kabar?

Saat aku lahir, perawatnya bilang

'Dimana ada Nita, pasti ada yang jatuh!'

Tapi, dimana dia?

Siapa?

Oh. Sonia!

Saat aku pergi. Aku melihatnya pergi juga.

Tapi kenapa, kau terlihat tak biasa?

Sepupumu Sonia itu. / Memang apa yang dia lakukan?

Dimanapun aku berada, aku melihat dia!

Itu lucu. Tapi kalian baru pertama kali bertemu!

Aku tak mengerti ini!

Sekali melihatnya dan aku tak bisa menjelaskannya.

Caranya melihatku, Nita!

Tak bisa kulupakan mata itu. Matanya banyak pertanyaan!

Terpancar diwajahnya.

Lalu dia begitu saja pergi...

Jika kau menggunakan kata-kata itu pada Sonia, dia pasti akan pingsan!

Nita. Kau harus menolongku. Aku ingin bertemu dengannya, mengenalnya,

Berbicara padanya. Mendengarnya.

Jika begitu aku akan membantumu.

Malam ini. Di tepi laut. Baik?

Apa kau bilang? Ada seorang gadis dari lndia ingin bertemu Raj?

Ya. Dan dia seperti mencari tahu. Menanyakan banyak pertanyaan padaku.

Tapi Raj tak pernah membicarakannya.

Ini dia. Kemari nak.

Apa yang kau sembunyikan? Siapa dia?

Siapa?

Berhenti pura-pura. Sonia tadi datang mencarimu.

Sonia! / Ya.

Ya.

Gadis dari lndia? / Ya!

Dia datang kesini? / Ya!

Rupanya api ada di kedua belah pihak!

Tidak ada api-apian disini, tidak ada.

Entahlah, tapi dari pembicaraannya keliatan begitu.

Tentu.

Apa yang dia bicarakan?

Bagaimana, benar tidak!

Ayah...

Apa yang kurasakan apa dia juga merasakan hal yang sama?

Ya. Inilah yang namanya cinta.

Ini yang dinamakan cinta? / Ya.

Ibu, apa ini artinya cinta?

Ya.

Hei! Mau kemana kau?

♪ Kenapa angin berhembus? ♪

♪ Kenapa awan menari? ♪

♪ Kenapa hati jadi resah? ♪

♪ Kau dan aku tidak tahu ♪

♪ Kau dan aku tidak tahu ♪

♪ Kenapa ada keindahan? ♪

♪ Kenapa kehilangan ketenangan? ♪

♪ Kenapa jatuh cinta? ♪

♪ Kau dan aku tidak tahu ♪

♪ Kau dan aku tidak tahu ♪

♪ Kesepian, bayangan ♪

♪ Siapa ada di balik ini? ♪

♪ Musim indah, harapan memuncak ♪

♪ Cinta membawa aku kemana? ♪

♪ Kenapa setiap arah tampak sedih? ♪

♪ Kenapa aku seperti orang mabuk? ♪

♪ Kenapa terasa bahagia? ♪

♪ Kau dan aku tidak tahu ♪

♪ Kau dan aku tidak tahu ♪

♪ Ada ketakutan, ada debaran ♪

♪ Hari ini kenapa mendadak terpengaruh juga? ♪

♪ Bahagia, tersenyum juga ♪

♪ Apakah hati ini mengerti kesetiaan? ♪

♪ Kenapa pandangan bertemu? ♪

♪ Kenapa terpengaruh? ♪

♪ Kenapa kita bertemu? ♪

♪ Kau dan aku tidak tahu ♪

♪ Kenapa ada keindahan? ♪

♪ Kenapa kehilangan ketenangan? ♪

♪ Kenapa jatuh cinta? ♪

♪ Kau dan aku tidak tahu ♪

♪ Kau dan aku tidak tahu ♪

Sampai kapan kau akan merenung terus?

Sudah kubilang, bersemangatlah.

Jika bukan untuk dirimu sendiri, kau harus hidup untuk mereka yang sayang padamu.

Hidup ini penuh dengan keajaiban!

Kau takkan pernah tahu apa yang akan terjadi.

Keajaiban itu sudah terjadi, Neeta.

Itulah yang membuatku takut.

Kau tak tahu takdir sedang mempermainkanku!

Aku belum bisa melupakan Rohit.

Dan sekarang datang...

Sedang apa kau disini disini? / Kebetulan.

Kebetulan nomer tiga. Sudah tiga kali kita bertemu, kan?

Hei!

Kenapa dengannya?

Apa ada yang salah dengan wajahku? / Biar kulihat.

Tidak ada, bagus kok.

Lalu kenapa dia lari dariku? / Biar aku cari tahu.

Sonia! Sonia!

Apa kau sudah gila? Kau lari begitu saja! Kenapa?

Sonia, Raj itu orang yang sangat baik.

Dan dia juga dari keluarga yang baik.

Semua gadis mengejarnya! Dan yang dia inginkan hanya kau.

Tolong, Nita. Jangan bicara seperti itu.

Aku tak suka.

Kenapa?

Apa yang terjadi pada dirimu, Sonia? Dan apa yang sudah kau lakukan pada dirimu?

Lupakanlah masa lalu. Kau harus hidup di masa sekarang.

Tapi Raj mu itu tak membolehkan aku melupakan masa laluku!

Setiap aku melihatnya, aku melihat masa laluku pada dirinya!

Raj? Apa hubungannya Raj dengan masa lalumu?

Sangat berhubungan!

Karena Raj mirip sekali dengan Rohit!

Setiap kali aku melihatnya...

aku mengingat Rohit!

Apa katamu? Rohit mirip denganku?

Jadi dia juga punya dua mata, satu hidung, mulut dan dua kuping?

Tak ada yang perlu diketawakan.

Itulah kenapa dia selalu lari darimu.

Dia bilang wajahmu itu menyiksanya!

Dia hanya tak ingin bertemu denganku. Itu alasanya.

Bukan seperti itu, Raj.

Aku sudah melihat foto Rohit sendiri.

Mata yang sama. Hidung yang sama. Wajah yang sama.

Aku ingin melihat fotonya juga. Dimana Sonia?

Aku disini.

Kemana dia?

Kau membuatku takut!

Begitu saja takut, bagaimana jika aku punya wajah seperti ini?

Aku akan membalasnya seperti ini.

Bagaimana jika aku seperti ini?

Aku akan terlihat seperti ini.

Dan bagaimana jika aku terlihat seperti ini?

Aku akan terlihat seperti ini!

Kau bahkan tak bisa melihat hidungmu sendiri. Bagaimana melihatku?

Aku tak butuh mata untuk bisa melihatmu.

Aku bisa melihatmu bahkan saat mataku tertutup.

Kau sangat mencintaiku?

Semua disekitarku, tapi yang bisa kulihat hanya kau.

Dan seberapa besar kau mencintaiku?

Aku sangat, sangat mencintaimu!

Kapan saja kau buka matamu, kau akan melihatku tepat di hadapanmu.

Tepat di hadapanmu.

Aku ingin melihat foto dia.

Cukup Sonia.

Aku ingin tahu kenapa wajahku sangat menyiksamu...

bagaimana bisa aku mengingatkanmu pada Rohit.

Lihat itu... itu... dan itu!

Wajahku!

Itu yang kurasakan juga! Bagaimana bisa?

Saat aku pertama melihatmu,

Kupikir Rohit telah kembali...

mungkin dia tak pernah tenggelam.

Aku tadinya senang! Rohit ku kembali!

Tapi saat aku mengetahui kau bukanlah Rohit...

maka...

Aku tak sanggup!

Aku pernah dengar setiap orang punya kemiripan dengan orang lain.

Tapi kemiripan seperti ini?

Hidup sedang mempermainkanku.

Pertama kali dalam hidupku, aku jatuh cinta!

Dan aku kehilangan gadis yang kucintai!

Karena wajahku mengingatkannya pada Rohit!

Dia tak ingin bertemu denganku.

Dia lari dariku, ayah.

Tak ada di dunia yang pernah menghadapi dilema yang kualami!

Wajahku adalah musuhku!

Katakan ayah...

apa salahku?

Apa yang harus kulakukan?

Apa yang harus kulakukan?

Sejauh yang kutahu, kau tak pernah menerima kekalahan.

Kau selalu mendapat apa yang kau inginkan.

Kau mencintainya, kan?

Nita! Nita!

Hi, bibi.

Neeta ada di rumah?

Neeta tak ada, dia pergi ke bandara mengantar Sonia.

Bandara!

Kau...?

Kau mengikutiku ya?

Apa itu?

Seseorang jika melihat wajahku akan lari.

Jadi aku harus memakai kumis palsu.

Jika belum cukup, aku punya jenggot palsu juga.

Hentikan omong-kosong ini, Raj. Singkirkan itu.

Baik. Baik. Aku singkirkan jika kau tak suka.

Aku hanya mencoba membuatmu tersenyum.

Raj, aku tak suka bercanda.

Sonia, aku tahu kau sudah melewati hal yang sulit.

Aku tak yakin aku bahkan bisa membayangkan apa yang sudah kau lewati.

Tapi kau lupa suatu hal, Sonia.

Kau itu masih hidup. Itu yang kau lupakan.

Hidup.

Dan pasti ada alasan kenapa masih hidup, pasti ada tujuan.

Suatu hari, kau akan tersenyum lagi Aku ingin membantumu tersenyum.

Itu juga terserah padamu.

Raj, aku ingin mengatakan sesuatu.

Tidak apa, Sonia. Aku sudah tahu jawabannya.

Mungkin inilah perjalanan kita harus berakhir.

Aku akan menginap malam ini di sebuah hotel aku akan terbang lagi besok untuk pulang.

Sonia!

Ini ada beberapa foto. Aku memfotomu.

Aku tak berhak memiliki ini lagi.

Aku hanya akan menyimpan kenangannya.

Kau ambil foto itu. Aku ambil kenangan tentangmu.

Hentikan taksinya!

Raj!

Ayo!

Polisi. Polisi.

Bangun!

Inspektur Kadam.

Aku melihat Rohit!

Apa? Mayatnya ketemu?

Bukan mayatnya. Dia masih hidup.

Omong kosong macam apa? Kau sudah gila?

Aku tahu! Saat aku melihatnya, kau takkan mungkin mempercayainya.

Tapi lakukan sesuatu untukku.

Tetaplah awasi Rohit dan Sonia.

Dan lacak dimana mereka menelpon.

Kau menelpon dimana?

Kau bahkan tak memberi informasi padaku!

Aku sedang di Bombay. Dan aku baik saja.

Aku sedang dalam perjalanan pulang.

Ada seorang teman. Raj. Seseorang mencoba membunuhnya!

Dimana kau sekarang?

Globe shopping Center. Dekat telepon umumnya.

Jangan khawatir. Tetap disana. Aku akan kesana.

Biar kubantu mengikatnya.

Kota yang aneh tempat kau tinggal.

Siapa saja bisa menembak siapa saja?

Baru saja mendarat di kota ini!

Apalagi kalau sudah jauh, mungkin aku akan langsung terbang lagi ke surga!

Tak ada siapa-siapa disini. Kau mendengarnya dengan jelas?

Aku sudah lacak teleponnya seperti yang kau bilang.

Dan dia menelponnya disini.

Kadam, dia ada disekitar sini.

Apa yang terjadi?

Aku tak mengerti sama sekali! Beberapa orang ingin membunuhmu.

Dan mereka melacak dimana aku menelpon.

Aku tak mengerti juga.

Siapa orang-orang ini? Kenapa mereka ingin membunuhku?

Aku baru pertama kali datang ke lndia! Dan seseorang mencoba menembakku.

Aku tak mengenal siapapun disini.

Kenapa ada yang ingin menembak orang tak dikenal?

Mereka tahu wajah itu!

Apa maksudmu?

Kau saja terkejut saat pertama melihatku.

Mereka mungkin sama juga.

Mereka bukan mencoba membunuhku. Mereka mencoba membunuh Rohit.

Apa! Membunuh Rohit?

Apa Rohit pernah terlibat sesuatu? / Tidak sama sekali.

Dia hanya orang yang sederhana.

Bagaimana dia meninggal? / Sebuah kecelakaan.

Bagaimana jika itu bukan kecelakaan? Tapi dia di bunuh?

Di bunuh...? Apa yang kau bicarakan?

Aku tak yakin.

Tapi itu yang kupikirkan.

Kenapa ada yang menembak orang tak dikenal?

Dan melacak dimana kau menelpon

...pastinya ada yang tak beres!

Di bandara, kau melihat Rohit dan Sonia bersama?

Lalu kau menembak mereka?

Lalu kau berani melacak telepon!

Lalu kau pergi mengejar mereka!

Ya, tapi Kadam ikut denganku juga.

Kadam, apa kau melihat Rohit?

Tidak. Aku tak melihat Rohit.

Dia menghilang!

Katakan sesuatu.

Coba jelaskan ini. Bagaimana orang mati bisa kembali hidup?

Semua itu karena kau mabuk!

Aku tak mabuk. Aku tak buta.

Aku melihatnya sendiri dengan kedua mataku. / Diam kau, sialan!

Jika Rohit masih hidup, kita semua pasti sudah di penjara!

Dan putriku Sonia belum pulang juga. Semua karena kebodohanmu!

Pak?

Kerahkan polisi untuk menemukannya! Dan bawa dia pulang.

Jangan khawatir. Kita akan menemukannya.

Mereka yang mengejar kita tadi malam.

Tapi apa yang mereka lakukan diluar rumahku?

Mungkin mereka sedang menunggumu untuk pulang ke rumah.

Apa mereka ingin mengawasi rumahku?

Ayah bisa dalam bahaya.

Kita harus laporkan ke polisi. / Ya.

Ayo.

Dua jam disana! Apa saja yang kau lakukan?

Kau makan apa? Makanan atau obat tidur?

Atau kau pergi ke pesta tadi malam?

Dua jam! Emang toilet itu milikmu?

Fasilitas itu untuk polisi. Bukan untuk yang sementara!

Halo! Hei!

Brengsek! Siapa itu?

Tenang.

Inspektur, kita disini ingin melaporkan sesuatu.

Begitu?

Tadi malam, kita dalam perjalanan pulang dari bandara, seseorang...

Bandara. Ini kantor polisi!

Di bandara punya banyak fasilitas, kan?

Untuk orang... bisa duduk, berdiri ... menyenangkan, bukan?

Tapi disini...

Dengar inspektur, kita punya masalah. / Masalah...

Dengar pak inspektur, kita sedang mencoba memberitahumu sesuatu...

Apa kau dengar?

Aku sedang tak sanggup mendengarkan!

Tak pernah seperti ini sebelumnya. Pertama kali.

Ada apa?

Tadi malam, saat kami meninggalkan international airpot,

seseorang... / Parab.

seseorang...

Ini Sonia Saxena.

Dia sedang lari bersama pemuda bernama Rohit.

Kopi foto ini dan kirim ke semua kantor polisi.

Saat melihat mereka, secepatnya tangkap.

Kurasa aku sudah melihat mereka di suatu tempat.

Dimana? / Itu yang ku lupa, pak.

Cepat sekarang!

Tolong jangan teriak, pak! Dalam situasiku, semuanya bisa terjadi!

Pak, Mereka ada disini! Mereka ada padaku!

Ayo!

Dimana mereka? / Mereka sudah pergi, pak.

Parab! / Ya?

Apa kau yakin itu mereka? / Ya.

Perhatikan lagi!

Belok kanan!

Kenapa polisi mengejar kita?

Entahlah!

Polisi mengejar kita! Dan orang jahat juga.

Ayo!

Hei, Rohit! Hei, Rohit!

Kau masih hidup, Rohit?

Kemana saja kau? Apa yang terjadi padamu?

Aku selalu menangis karenamu!

Kenapa kau menyakiti kita seperti ini?

Jawablah!

Adikmu, Amit.

Sejak mendengar kematianmu dia syok berat!

Dia tak bisa bicara!

Dia pasti akan senang melihatmu! Ayo, pulang.

Lihat apa yang kupunya! Pesawat!

Ingat, kau pernah menanyakan pada kakakmu, bagaimana bisa menjadi pilot jika tak punya pesawatnya?

Ini pesawatmu. Lihat bagaimana ini terbang!

Amit, lihatlah pesawatnya.

Amit, kubuatkan ayam untukmu.

Kau suka ayam, kan?

Ya?

Inspektur Shinde.

Kita mencari penjahat yang sedang dicari.

Dia bersembunyi di tempat ini.

Polisi ingin memeriksanya. Ayo. Periksalah.

Tapi pak, tak ada yang datang kesini.

Mencari tahu adalah kerjaan kami.

Siapa?

Ada apa? / Itu rumah Rohit?

Berhentilah bercanda. Kau tak tahu rumahmu sendiri?

Kita sudah periksa di semua tempat. Tak ada siapa-siapa.

Apa yang polisi lakukan di rumahmu?

Ayo pergi dari sini. Aku akan memberitahumu semuanya.

Benar, Tony. Itu kenyataan.

Aku tak percaya!

Ini keajaiban dari tuhan!

Mirip sekali dengan Rohit!

Semakin aku memikirkannya, semakin aku akan bingung.

Biar aku pergi dan mencari makanan dulu.

Nada itu! / Punya Rohit kan?

Tapi kau...? / Aku menemukan notasi musik milik Rohit.

Musik salah satu hobiku.

Dia seharusnya akan bernyanyi di atas panggung.

Kau masih ingat liriknya?

Beberapa.

♪ Hatiku ♪

♪ Memanggil hatimu ♪

♪ Tujuanku ♪

♪ Tujuan ♪

♪ Adalah cintamu ♪

♪ Kau pantainya ♪

Tony!

Aku makan apa?

Tak ada yang bisa di makan disini.

Telur. Bagaimana cara memasak telur?

Itu bagaimana berpecah telur di negeri ini?

Apa?

Maksudku memecahkan. Itu cara memecahkan telur disini?

Memang bagaimana melakukannya di negerimu?

Lalu bagaimana kau mengocoknya?

Dan bagaimana memotong bawangnya?

Cabai hijaunya juga tolong.

Aku lakukan semuanya, bagaimana denganmu?

Aku akan makan. Kau menyuapiku.

Siap menjadi takdir anda!

Apa aku salah?

Maksudku, melayani, siap melayani anda!

Omlet seperti apa yang kau suka?

Spanish, Japanese, cheese, bacon, ham?

Tuhan, bantu aku. ♪ Polisi. ♪

Mau apa kau?

Aku tukang susu, kau tak lihat?

Aku disini selama 7 hari. Tapi tak pernah melihatmu?

Ayahku yang datang kesini. Hari ini aku.

Ayah apa? Kemarin yang datang itu perempuan.

Ibu! Pasti ibuku!

Sekeluarga jualan susu?

Kau bisa bikin aku jadi polisi? Kau bisa ambil susunya, kau tahu.

Masuklah!

Susu. / Kau mau apa?

Tukang susu. Tony! Tony!

Apa? Susu kental? Kita tak menerima susu botol.

Kita mau susu kerbau. Pergilah!

Apa yang kau lakukan? Akan kupanggil polisi!

Hei! Tony, kau!

Kenapa?

Bagaimana jika Amit itu tidak...?

Disana! / Polisi!

Disana.

Minggir. / Arah sini.

Minggir.

Minggir.

Minggir!

Awas!

Tangkap dia!

Raj!

Sonia?

Ya tuhan! Sonia, kemana saja kau?

Ayahmu sangat khawatir!

Kami sangat khawatir!

Kami mencarimu. / Pengumuman penting.

Ini Sonia Saxena. Dia telah menghilang.

Siapa saja yang tahu dan lapor akan diberi hadiah oleh polisi.

Gadis ini memiliki tinggi badan lima kaki, / Ibu, ibu!

mata hitam dan rambut coklat. / Ayo!

Siapa saja yang melihat gadis ini segera hubungi polisi.

0056789. Terima kasih. / Manajer! Itu gadisnya!

Berhenti!

Ambil posisi!

Ada laporan tentang gadis itu disini. Mana dia?

Dia lari.

Dia bersama seorang pemuda?

Ya, benar.

Ini pemudanya?

Tidak. Bukan dia.

Atas ijin siapa kau memajang foto Sonia di televisi?

Kupikir itu cara terbaik untuk menangkap Sonia dan Rohit.

Rohit, Rohit, Rohit. Kenapa denganmu?

Wanita itu bilang orang lain yang sedang bersama Sonia!

Hei, Kadam! Kenapa dengan si bodoh ini?

Kenapa dia mengacaukan segalanya? Kau pantas di tembak!

Sonia, dimana kau?

Aku tak bisa memberitahumu.

Teleponmu pasti disadap.

Polisi sedang mengawasi di luar rumah.

Aku baik-baik saja. Aku akan telpon kembali.

Kenapa?

Kau memasang polisi diluar rumahku?

Kenapa?

Kau tahu hidup putriku sedang dalam bahaya! / Ya.

Kau tak membolehkannya pulang ke rumah?

Tak ada yang akan memberhentikan putrimu. Mereka hanya mencari Rohit.

Cukup!

Jika kau tak menutup kasus Rohit ini, Akan kubuat kau dipecat!

Rohit sudah mati!

Sonia!

Amit?

Apa yang kau lakukan disini?

Kak, aku kesini untuk membawamu pulang. Pulanglah.

Tidak Amit. Aku tak bisa pulang sekarang.

Aku tahu kau takut kalau polisi akan menembakmu lagi.

Bagaimana kau tahu polisi pernah menembakku?

Aku melihatnya sendiri.

Apa yang kau lihat?

Saat konser. Aku menunggu kakak

menjemputku agar datang ke konser.

Aku ingin memberikanmu hadiah. Jadi aku pergi dulu untuk membeli buah.

Saat kembali...

Sirjee, Rohit melihat semuanya!

Siapa ''Sirjee'' ini?

Amit, kau kenal mereka? Kau bertemu mereka sebelumnya?

Tidak. Tapi jika aku lihat mereka, aku bisa mengenali mereka.

Tapi dimana bisa melihat ketiganya?

Hanya ada satu cara untuk mengeluarkan ketiganya.

Aku harus memancing mereka keluar.

Mereka akan berpikir aku Rohit. Mereka akan menyerangku lagi.

Dan Amit bisa mengenali mereka.

Sekarang bagaimana cara aku memancingnya?

Aku punya ide!

Kenapa tak adakan saja konser Rohit yang belum terlaksana?

Kita pasang poster diseluruh kota. ''Rohit kembali''

Ide yang sangat bagus!

Meraka akan datang ke konsernya. Mereka pasti muncul!

Kita pasang kamera TV diseluruh tempat...

apa namanya? / CCTV.

Amit akan mengenali mereka di TV.

Tapi tak ada yang boleh tahu selain kita!

Atul, ayo kita siapkan. / Ayo.

Sonia!

Ada apa? Kenapa kau berdiri disini?

Kau pulanglah. / Pulang?

Bagaimana konsernya? / Tak ada konser!

Tak kubiarkan terjadi. / Tapi kenapa?

Kau tak mau pembunuh Rohit di tangkap?

Tapi tidak mesti membahayakan hidupmu.

Semua bisa terjadi di atas panggung.

Aku tak peduli dengan hidupku.

Kau harus mengetahui kebenarannya.

Tapi kenapa kau membahayakan hidupmu untukku?

Kenapa?

Karena aku cinta padamu.

Baca ini! Rohit kembali.

Dia mengadakan konser.

Kau sudah menamparku! Memanggilku pemabuk!

Mengancamku untuk dipecat! / Shinde--

Cukup!

Aku mabuk, kan? Sekarang lihat sendiri...

kematianmu akan pasti!

Jika Shinde memang benar kita harus datang.

Ayo.

Aku harus puji kepintaranmu!

Tapi jika dia benar Rohit dan melihat kalian bertiga bersama dia akan mengenali kalian.

Itu bahaya!

Aku satu-satunya yang tak dia lihat.

Aku saja yang datang.

Rohit! Rohit! Rohit!

Rohit! Rohit! Rohit!

Semuanya ingat apa yang harus dilakukan?

Atul! / Ya.

Dan Tony...

Ada apa? Kenapa kau melihatku seperti itu?

Kau bukan kakakku?

Kata siapa?

Semua orang bilang kau bukan Rohit kakakku.

Apa kata hatimu?

Kau itu kakakku.

Hatiku juga mengatakan hal sama.

Amit, ayo cepat. Kita harus ke ruang TV.

Anak baik. Ayo!

Raj!

Dan hati-hati.

Hey, Sonia! Ayahmu ada disini untuk menemuimu.

Nak!

Apa yang terjadi?

Kenapa kau bersembunyi selama ini?

Kemana saja kau? Dimana kau tinggal?

Dan apa maksud Rohit kembali ini?

Dia bukan Rohit. Dia Raj. Raj Chopra.

Raj Chopra? / Ya. Dia hanya mirip seperti Rohit!

Aku bertemu dengannya di New Zealand. Dan dia akan membantu kita menemukan pembunuh Rohit.

Pembunuh Rohit?

Rohit! Rohit! Rohit!

Rohit! Rohit!

Polisi yang menembak Rohit...

Kau punya buktinya?

Ada buktinya. Adik Rohit, Amit melihat semuanya.

Sonia, konser akan dimulai.

Ayo, ayah. / Kau dulu. Ayah akan menyusul.

Rohit! Rohit! Rohit! Rohit! Rohit!

Malik, ada dimana kau? / Dalam stadium.

Apa kau gila? Sudah kubilang jangan datang!

Jangan khawatir. Bahkan kau tak mungkin mengenali kita.

Sonia sudah bilang padaku semuanya. Sekarang jangan lakukan apa-apa.

Dia bukan Rohit, dia hanya mirip. Dia Raj.

Raj Chopra!

Rohit! Rohit!

Rohit!

♪ Irama akan mengalun di kerumunan bintang ♪

♪ Kisah hati muncul di bibir ♪

♪ Hati memanggil hati ♪

♪ Lihat! Aku datang ♪

♪ Bertemu untuk kedua kalinya ♪

♪ Tujuanku adalah cintamu ♪

♪ Aku lautan kau pesisir ♪

♪ Irama akan mengalun di kerumunan bintang ♪

♪ Kisah hati muncul di bibir ♪

♪ Hati memanggil hati ♪

♪ Lihat! Aku datang ♪

♪ Bertemu untuk kedua kalinya ♪

♪ Aku bersumpah pada jalan itu ♪

♪ Dimana kita berhadapan ♪

♪ Pandangan mulai merasa takut ♪

♪ Ada hal-hal yang rahasia ♪

♪ Rahasiamu Kebanggaanku ♪

♪ Memberi isyarat ♪

♪ Hati ada pada sasaran atau sasaran pada hati ♪

♪ Kekasih terhanyut dalam pikirannya ♪

♪ Hati memanggil hati ♪

♪ Lihat! Aku datang Bertemu untuk kedua kalinya ♪

♪ Tujuanku adalah cintamu ♪

♪ Aku lautan kau pesisir ♪

♪ Irama akan mengalun di kerumunan bintang ♪

♪ Kisah hati muncul di bibir ♪

♪ Irama akan mengalun di kerumunan bintang ♪

♪ Kisah hati muncul di bibir ♪

♪ Hatiku setiap saat rindu mendengar kata-kata itu ♪

♪ Katakan kau cinta padaku ♪

♪ Katakan kau cinta padaku ♪

♪ Dari cintamu aku datang untukmu ♪

♪ Cinta muncul melihat semua ciptaannya ♪

♪ Katakan kau cinta padaku ♪

♪ Katakan kau cinta padaku ♪

♪ Katakan kau cinta padaku ♪

♪ Katakan kau cinta padaku ♪

♪ Katakan kau cinta padaku ♪

♪ Katakan kau cinta padaku ♪

♪ Katakan kau cinta padaku ♪

♪ Katakan kau cinta padaku ♪

Terima kasih teman-teman!

Cinta kalian padakulah yang membuatku kembali.

Ini sebuah keajaiban, yang tak mungkin menjadi mungkin.

Orang yang telah meninggal sekarang berdiri di hadapan kalian.

Orang yang mereka bilang sudah meninggal karena kecelakaan.

Teman-teman, dia bukan meninggal karena kecelakaan.

Tapi dibunuh.

Tuhan tetap memberi kesempatanku untuk hidup agar aku bisa mengatakan kebenaran pada kalian.

Jadi aku bisa menunjukkan pada kalian siapa saja pembunuhku.

Jadi aku bisa ungkap mereka.

Sehingga mereka bisa dihukum...

oleh tuhan dan pengadilan.

Mereka--

Maaf, pak, bisa tolong matikan ponselnya?

Sekarang...

akan kuberitahu nama-nama mereka.

Ada tiga orang.

Dua diantaranya adalah inspektur polisi.

Nama-namanya...

Nama-nama mereka adalah...

Apa yang terjadi?

Kakak! / Raj!

Malik! Sudah kubilang jangan lakukan apapun!

Diamlah! Kau yang memainkan semua ini menggunakan putrimu!

Rohit tak melihatmu.

Jika ada yang ditangkap sudah pasti hanya kita bertiga.

Sekarang lihat apa yang kumainkan.

Berikan pada Rohit.

Raj, telpon untuk Rohit.

Cukup dengan permainanmu.

Dengarkan ini sebelum kau membocorkan nama-nama kita.

Lepaskan!

Lepaskan! / Sonia!

Dengar dia? Sekarang, dengar aku!

Ada mobil putih sedang menunggumu diluar.

MH 02 M 3818

Jangan matikan telponnya. Pergi dengan mobil itu. Pastikan datang sendiri.

Ada apa?

Mereka menculik Sonia.

Mereka ingin aku datang kesana sendiri.

Ada apa?

Nyalakan mobilnya. Lakukan yang kubilang.

Belok kanan.

Masuk lewat gerbang yang ada di depanmu.

Aku sudah datang. Lepaskan Sonia!

Tidak Raj! Pergi menjauh dari sini.

Mendekat, atau dia akan kutembak.

Pak!

Dia tidak ada.

Rohit!

Jika kau tak keluar dalam hitungan ketiga...

dia akan mati.

Satu!

Dua!

Dia tak mau keluar?

Panggil Rohit! / Aku tak mau!

Panggil Rohit! Tak mau?

Panggil dia!

Teriak!

Rohit, keluarlah!

Dia takkan keluar jika dia belum mati.

Hajar mereka, Raj. Hajar.

Paman, kau...?

Ya, aku.

Untuk mempertarukan nasibkku akhirnya aku harus menunjukkan diri.

Tapi paman, kenapa kau melakukan ini? Kenapa kau ingin membunuh kami?

Karena Rohit sudah melihat kita membunuh komisaris.

Kau akan semakin terkejut, saat aku mengatakan...

nama keempat pelakunya.

Ingin mendengar namanya?

Ayah!

Kakak...

Dia yang menelpon ''Sirji''.

Apa maksudnya ini?

Jadi kau ''Sirji'' itu.

Ayah kau? Kau adalah...?

Ya, nak.

Aku melakukan kejahatan.

Dan aku menyembunyikannya darimu

dari hadapan dunia.

Tapi aku tak bisa menyembunyikannya darinya.

Dimana dan dalam wujud apa Dia menegakkan keadilan...

tak ada yang tahu.

Maafkan aku, putriku.

Raj!

Kau mau pergi kemana, Raj?

Aku bawa Amit...

pulang kerumahku.

Dan aku... kau tak mau mengajakku?

Aku sudah pernah kehilangan cintaku. Aku tak ingin kehilangannya lagi!

Katakan.

Katakan sekali saja.

Katakan kau cinta padaku!

♪ Hati berdebar ♪

♪ Mari temui aku kasihku ♪

♪ Ini pengakuan cinta ♪

♪ Katakan kau cinta padaku ♪

♪ Katakan kau cinta padaku ♪

♪ Sudah kubilang aku cinta padamu ♪

♪ Sudah kubilang aku cinta padamu ♪

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.