All language subtitles for Revenge Note S2 E11.NEXT

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

-=SULTAN KHILAF=-

Follow My IG @sultan_khilaf_sub

"Episode 11"

Baik. Masuklah.

Aku naik di depan.

Kau mau?

Tentu, silakan.

– Baik. – Ayo kita pergi.

Pasang sabuk pengaman kalian.

Sam–soon tumbuh cepat sekali.

Awalnya, kukira ia serigala.

– Sungguh? – Ya.

Nenek memberi kami makan banyak. Berat badanku bertambah banyak.

Astaga.

Tapi tak terlihat begitu.

Tampaknya kalian makan banyak makanan enak...

...di rumah Nenek.

Kalian berdua tampak lebih bulat.

Memang.

Nenek tak berhenti memberi kami makan.

Aku lelah sekali.

Berat badanku naik 3 kg dalam tiga hari. Aku harus diet.

Milik siapa ini?

Bukankah ini kaus kaki pria?

Ibu, apa Ayah baru dari sini?

Astaga.

Tidak, ini milikku.

Tapi kakimu lebih kecil daripada kakiku.

Kakiku bengkak belakangan ini,...

...jadi, aku membeli beberapa kaus kaki lebih besar.

Siapa?

Seon–hee, ini aku.

Omo, Gi–jun,...

...kau mengejutkanku.

Kenapa kau ingin bertemu di sini?

Maukah kau ikut denganku?

Kejutan.

Astaga.

Kapan kau mempersiapkan semua ini?

Aku hanya ingin melakukan sesuatu yang romantis.

Ini untukmu, Seon–hee.

Seon–hee,...

...aku mencintaimu.

Gi–jun,...

...terima kasih atas balon indah dan makanan ini.

Gi–jun,...

...aku sangat terharu.

Bahkan kata–katamu sangat indah.

Seon–hee, bisakah kau menunggu sebentar?

Dah.

Maaf soal itu.

Apa yang sedang terjadi?

Sepertinya serius.

Begini, ini...

Perusahaanku bermitra eksklusif dengan perusahaan Prancis...

...untuk memasok siput organik...

...yang dijadikanescargot, hidangan terkenal dari Prancis.

Tapi modal awal kami tidak cukup.

Jika investasi kami cukup, kami pasti sudah hampir sukses.

Aku mengerti. Untukescargot...

Omong–omong, berapa banyak yang kau butuhkan?

Mungkin aku bisa membantu.

Aku mengatakan ini...

...karena tak mau kita menyimpan rahasia.

Aku bukan tipe pria yang meminjam uang dari wanita.

Tolong jangan katakan itu lagi.

Baiklah. Takkan.

"Penawaran Paket Wisata"

Ini terlihat bagus.

"Paket Wisata"

Harganya 700.000 won?

Mungkin aku harus mencari pekerjaan paruh waktu.

Ibu, apa Ayah baru dari sini?

Tidak, ini milikku.

Itu pasti kaus kaki Ayah.

Jika mereka melakukan perjalanan bersama,...

...hubungan mereka akan membaik.

Bo–ra, aku mencari pekerjaan paruh waktu selama liburan.

Apakah kau punya ide?

Tentu saja.

Aku tahu kau pasti akan membantu.

Pekerjaan macam apa itu?

Pertunjukan akhir pekan, tapi bayarannya bagus.

Ini adalah kamp pelatihan para pekerja paruh waktu.

Ini butuh kerja keras. Apakah menurutmu kau mampu?

"Aku menyukai Seo Jae–yi."

Ro–bin, ambil sampah daur ulangnya.

Aku akan melakukannya nanti.

Kapan? Aku terus yang melakukannya selama ini.

– Nanti. – Itu harus selesai hari ini.

Seo Ro–bin.

– Apa? – Ayo bertengkar.

– Kau ingin bertengkar? – Ya.

Ayo kita bertengkar.

Jangan menyesal nantinya.

Lihatlah gerakan hebat ini. Ayo!

Baik, maju!

Sepertinya ada yang sudah menjadi payah.

Bersiap–siap untuk membuang sampah.

Tidak, kau yang akan membuang sampahnya!

Sial.

– Tidak. – Benar begitu!

Kau selalu berusaha melawan meskipun kalah.

Aku akan meminjam pengisi dayamu.

Sial.

"Aku menyukai Seo Jae–yi."

Tunggu!

"SMA Hanjong Kelas 1–1, Oh Ji–na 8 Agustus, Ulang Tahunku"

Ji–na, kau mau apa?

Aku memulai pekerjaan paruh waktu besok,...

...jadi, aku bersiap–siap.

Pekerjaan paruh waktu?

Ya, aku ingin bekerja sedikit sebelum sekolah dimulai lagi.

Apa aku boleh ikut denganmu?

Sungguh? Itu akan bagus sekali.

Tapi kata Bo–ra, pekerjaan ini sangat sulit.

Dia bilang itu seperti kamp pelatihan.

Tak apa–apa. Aku ingin mencobanya juga.

– Apa yang sedang kau lakukan? – Bukan apa–apa.

Seharusnya aku tidak membeli yang rasa cokelat ini.

Berat badanku makin bertambah.

Lihatlah semua kalori ini.

Mobil yang bagus.

Aku belum pernah melihatnya di sini.

Hariku menyenangkan, Gi–jun.

Selamat malam, Sayang.

Astaga. Kita berada di depan rumahku.

Aku malu sekali.

Dia pasti pacarnya.

Mengejutkan.

– Dia tampan sekali. – Diamlah.

– Bibi Seon–hee. – Kapan kau tiba?

Halo. Aku keponakannya, Oh Sa–na.

Kau Sa–na rupanya.

Aku sudah mendengar banyak tentangmu.

Astaga, kau terlihat sangat ceria, sama seperti bibimu.

Terima kasih.

Omong–omong, apakah kau pacar bibiku?

Benar. Kau bisa memanggilku "Paman".

Ini uang jajan untukmu.

Kau tidak perlu melakukan itu.

Kau tak perlu melakukannya, tapi terima kasih.

Tapi aku penasaran.

Apakah kau pernah minum–minum dengan bibiku?

Kau pernah melihat foto–foto lamanya?

Gi–jun, semoga malammu menyenangkan.

Tidur yang nyenyak, Seon–hee.

Apakah aku membuatmu menunggu? Aku menuju ke sana sekarang.

Aku dalam perjalanan.

Di mana dia?

Hei, berapa harga ini?

Ini 2.000 won.

– Kalau yang ini? – Itu 1.400 won.

– Bagaimana dengan yangbulgogi? – Itu juga 1.400 won.

– Ini juga? – Itu 2.300 won.

Total belanjaanmu 5.000 won.

Ini.

Aku terima 10.000 won.

Ini kembalianmu.

Kapan kau sampai di sini?

– Apa yang sedang kau lakukan? – Kenapa? Kau tidak menyukainya?

Kau melempar uangmu kepadanya, jadi, aku melakukan hal yang sama.

– Eun–hee. – Bagaimana rasanya?

Kau berbicara tidak sopan dan bahkan melempar uangnya.

Pelanggan kasar di toko–toko dapat dikenakan sanksi hukum.

– Kau tahu itu? – Apa yang sedang kau lakukan?

Astaga.

Toko macam apa ini?

Astaga.

Pelanggan seperti itu sudah biasa.

Kau tak perlu membelaku.

Kenapa kau meninggalkan ini di rumahku?

Kaus kakimu bau.

Aku suka bau pelembut kain ini.

Sangat enak.

Permisi. Kami adalah pekerja paruh waktu hari ini.

Kau yang mendaftar rupanya.

Ini bukan pekerjaan mudah, tapi selamat datang.

Ini sarung tangan kalian.

Ini untukmu dan ini untukmu.

Kenakan ini juga.

Setelah memakainya, aku akan memberikan instruksi.

Kalian akan mencuci piring ini di sini.

Bilas sisa makanan, lalu letakkan piring...

...di ban ini untuk dimasukkan ke mesin pencuci piring.

Sederhana, 'kan? Pelanggan akan segera datang.

Baiklah kalau begitu. Aku serahkan kepada kalian.

Karena ada mesin ini,...

...kurasa itu takkan sulit.

Tapi dia memakai banyak koyo.

Cepat selesaikan yang ini. Ada 1.000 lagi yang akan masuk.

Kini aku paham kenapa dia memakai banyak koyo.

Suhu dari air panas ini membuatku makin lelah.

Aku merasa seperti kita sudah mencuci 1.000 piring.

Kau harus istirahat. Aku akan terus bekerja.

Tidak, ini takkan pernah selesai jika begitu.

Kau lebih lambat daripada aku.

Itu benar.

Ada busa di wajahmu.

Maaf. Busa di wajahmu lebih banyak.

– Kau sengaja melakukannya, ya? – Tidak.

– Tidak adil. – Berhenti.

Apa maksudmu? Itu tidak sengaja.

– Tentu saja. Biarkan aku... – Dengarkan aku. Berhenti.

Cepat! Tak ada waktu untuk bermain–main.

Astaga.

Kerja kalian berdua bagus.

Terima kasih atas usaha kalian hari ini.

Jangan lupa besok.

– Baik. – Terima kasih.

Sampai jumpa.

Bayarannya sangat bagus.

Tapi ini jelas bukan pekerjaan jangka panjang.

– Ayo beli beberapa koyo. – Aku baik–baik saja.

Tunggu...

Kurasa tidak.

Apa yang terjadi dengan gelangmu?

Kau selalu memakainya.

Apakah tertinggal di tempat cuci piring?

Tidak, kurasa aku menjatuhkannya saat tersesat di pedesaan.

Aku sangat menyukai gelang itu.

Tak mungkin menemukannya sekarang.

Ayo kita pergi, Jae–yi.

Kau ingin masuk dan melihat–lihat?

Ide bagus.

Astaga. Indah sekali di sini.

Bibiku mungkin akan segera menikah.

Aku harus merekomendasikan tempat ini kepadanya.

Jae–yi.

Jae–yi, di mana kau?

Jae–yi, itu luar biasa.

Kiss the Rain adalah judul lagunya.

Itu lagu yang sangat indah.

Apakah ada hal yang tak bisa kau lakukan?

Ada banyak hal. Ayo kita membeli beberapa koyo.

Pintu tertutup.

Pergi ke Ruang 5902 di Apartemen Tersembunyi.

Kode aksesnya 5678.

Aku belum pernah melihatnya.

Bagus sekali di sini.

Tapi di mana aku?

Pergi ke dapur.

Di mana Gi–jun?

Buka lemari di sebelah oven.

"Kontrak Pembelian Properti"

"Pembeli, Sa Gi–jun"

Sayang, ayo hidup bersama di rumah ini.

Sayang, apakah kau menyukainya?

Di sinilah kita akan hidup.

Aku tidak tahu harus berkata apa.

Kau terus membuatku terkejut.

Tempat ini nyaman dan mewah dengan pemandangan yang indah.

Aku ingin menemukan tempat yang cocok untukmu.

Tempat ini terasa tepat.

Aku sangat menyukai tempat ini.

– Rasanya seperti mimpi. – Tunggu.

Ada yang menetes dari mulutmu.

Apakah aku mengences?

Bukan.

Suaramu seperti madu. Itu saja.

Manis sekali.

Astaga.

Kau manis sekali.

Tunggu sebentar.

Halo?

Di mana aku bisa menemukan 200 juta won secara tiba–tiba?

Ya, aku tahu pengembaliannya akan sepuluh kali lipat...

...jika aku menginvestasikan jumlah itu.

Aku sudah mengirimimu yang kita sepakati. Lalu ini?

Bagaimanapun, aku sedang melakukan hal penting sekarang.

Mari bicara nanti.

Apa yang sedang terjadi?

Maaf. Itu telepon mendesak.

Ya...

Jika kau membutuhkan 200 juta won,...

...aku bisa mencoba mendapatkan uang itu.

Sudah kubilang jangan mengatakan hal–hal seperti itu.

Seon–hee, kau tidak perlu khawatir tentang hal–hal ini.

Aku hanya ingin berinvestasi.

Kau bilang investasi 200 juta won akan menjadi sepuluh kali lipat.

Biarkan aku berinvestasi juga.

Aku bahkan tidak ingin menerima 1.000 won darimu.

Aku hanya perlu menjual tempat ini.

Tidak boleh! Ini rumah pertama kita.

Kita akan tinggal di sini bersama. Kau tidak boleh menjualnya.

Saat kita menikah, aku akan berhenti mengelola kafe.

Jadi, aku akan memiliki deposit dari uang itu.

Maaf, aku membuatmu khawatir.

Tolong percayalah kepadaku dan jangan khawatir tentang itu.

Hai, Geon–woo.

Apakah Sam–soon makan dengan baik hari ini?

Sungguh? Ia makan dua mangkuk?

Kurasa ia berubah menjadi babi.

Aku dalam perjalanan pulang membeli hadiah untuk saudariku.

Ulang tahunnya sebentar lagi.

Baik, aku akan meneleponmu nanti.

– Aku lelah. Ayo keluar. – Baik.

Sayang, kemarilah.

Sayang?

Apakah kau mengenalku? Kau kenal?

– Ayo kita pergi saja. – Tidak, lepaskan aku.

– Siapa kau? – Ayo pergi saja.

Tidak, ini pelecehan seksual.

– Telepon polisi! – Aku minta maaf.

– Kau lagi? – Halo.

Jika ingin minum, simpan tanganmu untuk diri sendiri.

– Orang itu sudah tak ada gunanya. – Hei!

– Keluar. – Aduh.

– Siapa dia? – Hanya dia...

...yang perlu kuusir berkali–kali karena melecehkan wanita.

Dia berhenti datang sebentar, tapi kini kembali.

Ro–bin.

Ro–bin, kulihat kau cukup pandai menari.

– Kau mau mengisi pesta dansa? – Apa?

Pesta dansa hari ini adalah acara sangat penting bagi kami.

Aku sudah menyewa beberapa orang,...

...tapi mereka tidak datang. Para berengsek ini...

Kami harus menjaga reputasi kami sebagai klub.

Kau bukan penari yang buruk. Ayo lakukan tarian singkat.

Kurasa aku tak bisa melakukannya. Maafkan aku.

Jika tanggapan penonton bagus,...

...aku akan memberimu hadiah satu juta won.

Aku dalam perjalanan pulang membeli hadiah untuk saudariku.

Sebentar lagi hari ulang tahunnya.

Ayo mulai.

Ayolah.

Aduh, lenganku...

Hei,...

Eun–hee. Kau tahu...

Kau ingin mengatakan sesuatu? Beri tahu aku.

Ketika kami pindah ke rumah ini,...

...aku membayar setengah dari deposit, bukan?

Bisakah aku mendapatkan uang itu kembali?

Gi–jun baru saja membeli tempat baru untuk kami.

Lihatlah.

Kau bisa melihat Sungai Han dari sana. Mewah, 'kan?

Itu tempat yang bagus.

Aku tidak ingin membeli perabotan dan peralatan murah.

Dia sudah membeli sebuah tempat tinggal?

Apakah tak terasa terburu–buru?

Dia bilang ingin kami hidup bersama secepatnya.

Baiklah. Aku akan mencari pinjaman.

Maaf soal ini, Eun–hee.

Aku mau berkontribusi pada modal benih perusahaannya,...

...tapi aku akan melakukannya setelah menutup kafe...

...atau mendapatkan pinjaman.

Kenapa kau berinvestasi dalam bisnisnya?

Kau harus melakukan riset sebelum melakukannya.

Aku pikir dia menghabiskan sebagian besar uangnya...

...untuk membeli rumah.

Aku ingin membantu dia bagaimanapun caranya.

Halo.

Selamat datang.

Silakan duduk.

Bagaimana distrik komersial di sini?

Aku mencari ke lokasi toko.

Distrik komersial di sini luar biasa.

Restoran dan toko pakaian kami semuanya berjalan baik.

Bisnis apa yang ingin kau kelola?

Bagaimana dengan kafe di seberang jalan?

Apakah setoran di sana tinggi?

Atau apakah itu sewa bulanan?

Kafe itu tidak dijual.

Benar. Jika kafe itu terjual dengan cepat,...

...aku tak perlu langsung memberikan Seon–hee depositnya.

Setorannya di sana 200 juta won.

Itu adalah tempat yang bagus untuk bisnis.

Kudengar mereka balik modal dalam waktu kurang dari setahun.

Jika kau tertarik, aku akan senang melihatnya.

Tolong pikirkan dan kabari aku. Akan kuberikan tawaran menarik.

Terima kasih.

Semoga harimu menyenangkan.

"Real Estat Sinwoo"

Kau tetap akan membuka kafe setelah menikah?

Baru–baru ini, seseorang datang,...

...menanyakan tentang kafemu dan dia sangat tertarik.

Gi–jun bilang, setelah kami menikah,...

...aku hanya perlu ke pusat budaya alih–alih bekerja.

Namun, kurasa aku pasti bosan.

Kafe tak memberi banyak untung. Seharusnya, kau lepaskan saja...

...saat orang yang tertarik sedang melihatnya, bukan?

Dia seorang pria muda yang tampan.

Kurasa para gadis di sekitar sini...

...akan berdatangan jika dia mengambil alih kafenya.

Sungguh? Apa aku perlu menjualnya?

Selamat datang.

Aku menghubungimu karena merindukanmu.

Apa kekasihku sudah makan siang?

Kau tak perlu berdiet.

Permisi.

Tolong tutup pintu kulkasnya.

Aku akan memarahimu jika kau tak makan siang, paham?

Permisi. Kau harus membayar sebelum meminumnya.

Permisi.

Aku akan mengirimimu pesan nanti.

Astaga.

Kau takut aku akan meminumnya tanpa membayar?

Berapa harganya?

Itu 1.300 won.

Kenapa mahal sekali?

Bukankah beli satu gratis satu?

Seharusnya 650 won sudah cukup.

Namun, aku akan memberimu 700 won untuk itu.

Pak, kau tak bisa melakukannya.

Kalau begitu, aku akan membayar dengan kartu kreditku.

Baiklah.

Ini kartumu.

Astaga. Cantik sekali.

Benar, 'kan?

Di antara tiga tempat, kurasa di sini makanannya paling lezat.

– Sungguh? – Ya.

Senang sekali melihat–lihat aula pernikahan...

...dan bisa makan siang bersama.

Dua, tiga, empat. Satu...

– Satu, dua, tiga, empat. – Satu, dua, tiga, empat.

– Dua, dua, tiga, empat. – Dua, dua, tiga, empat.

Satu, dua, tiga, empat...

– Lima... – Astaga!

– Maafkan aku. – Ini...

– Aku... – Astaga.

Apa tak masalah bagi kita untuk melakukan ini?

– Apa ini tak terlalu cepat? – Apa maksudmu?

Kita harus memesan sejak awal...

...untuk aula pernikahan terkenal seperti ini.

Jadi, mungkin kita bisa menentukan tanggalnya...

...sekitar enam bulan sebelumnya.

Bagaimana jika Jung–ah berubah pikiran...

...setelah menentukan tanggal?

Jung–ah, tolong jangan berubah pikiran.

Sakit.

Tuan Choi, aku sudah cukup tua untuk memiliki anak,...

...jadi, cepat pesan tempatnya.

Ya, kita harus memesannya.

– Ayo kita pesan. – Ayo.

– Kurasa aku merona. – Astaga.

– Mustahil. –Apa kita sungguh akan menikah?

– Apakah ini nyata? – Kurasa ini nyata.

Guru olahraga kita berkencan dengan guru bahasa Prancis kita?

Kurasa mereka tak hanya berkencan, sepertinya mereka akan menikah.

Mereka sering bertengkar.

Mungkin mereka saling terikat setelah sering bertengkar. Astaga.

Kau telah banyak berkembang hanya dalam sehari.

Kemarin, aku sangat lamban, 'kan?

Aku akan lebih giat hari ini, jadi, kau pelan–pelan saja.

Astaga.

Kau bahkan mencuci piring lebih cepat karena kau pintar.

Kau ingin mencuci tanganku juga?

Maaf. Kupikir ini piring.

– Ini pembalasan untuk kemarin. – Ayo. Jangan membalas dendam.

Jangan lakukan itu.

– Kenapa tidak? – Jangan.

Berhenti bercanda dan bergegaslah.

Gi–jun,...

...kurasa uangnya akan siap besok.

Mana rekening bank–mu?

Uang? Uang apa?

Kau bilang butuh uang tunai untuk investasimu di Paris.

Sudah kubilang, jangan khawatir tentang itu.

Tidak.

Aku ingin ada untukmu...

...saat kau melewati masa–masa sulit.

Karena kau butuh uang cepat, aku mengajukan pinjaman...

...dan akan menjual kafeku juga.

Aku juga akan punya uang deposito dari kakakku, jadi, tak masalah.

Aku bukan wanita miskin, mengerti?

Ini sangat menyebalkan.

Gi–jun...

Jangan menganggapnya sebagai uang.

Anggap saja seolah aku menyerahkan hatiku.

Jantung hatiku untukmu, Gi–jun.

Terima kasih.

Hei, Sayang, tutuplah matamu selama tiga detik.

– Di sini? – Ayolah.

Hei, Sayang.

Kau adalah wanita...

...yang membuatku ingin menjadi pria yang lebih baik.

Maukah kau menikah denganku?

Ini adalah cincin...

...yang disimpan ibuku selama bertahun–tahun...

...untuk diberikan kepada menantunya.

Kau adalah wanita pertama yang ingin...

...kuberi cincin ini.

Gi–jun...

Ini membuatku sangat bahagia.

Kau ada di mana? Aku merindukanmu.

Astaga, apa yang harus kulakukan?

Ada urusan bisnis mendesak yang harus kuhadiri.

Gi–jun, tak apa–apa.

Aku wanita yang cukup dewasa...

...yang paham betapa pentingnya bisnis.

"Aula Perjamuan, Lantai 10"

Istirahat sudah berakhir.

Saatnya kembali bekerja.

Apa kita sungguh akan menikah?

Sulit kupercaya ini akan terjadi.

Apa kau pacar bibiku?

Ya, benar. Kau bisa memanggilku Paman.

Ini juga seperti mimpi bagiku.

– Sayangku, kau pasti lelah. – Agak lelah.

Tak apa–apa. Kita akan dipijat.

Tentu saja. Ayo.

Ada apa? Apa kau mengenal mereka?

Dia seperti pacar bibiku.

Dia bergandengan tangan dengan wanita lain.

Tak mungkin.

Mungkin kau salah lihat.

Kurasa aku melihat dengan jelas.

Mungkin kembarannya.

Gadisku.

– Aku sangat lelah. Menyingkirlah. – Kenapa kau...

Berat sekali!

Bahuku.

Apa ini? Berlian?

Berlian?

Apa dia melamarmu?

Kau belum pernah melihat berlian? Payah.

Tentu saja belum pernah! Coba kulihat.

Berapa harganya?

Sama dengan gedung apartemen.

Ini cincin yang sangat istimewa. Tak ada lagi yang seperti ini.

Ibu Gi–jun meninggalkannya...

...untuk calon menantunya.

Dari semua wanita yang dia temui,...

...dia bilang hanya ingin memberikannya kepadaku.

Aku sangat bahagia!

Kekasihmu pasti terlalu sering menonton drama.

Aku menjadi merinding.

Apa kau yakin ini asli?

Berliannya tampak terlalu besar.

Bagaimana kau tahu? Kau belum pernah lihat yang asli.

Boleh kucoba sekali saja?

Apa kita sungguh akan menikah?

Ini juga seperti mimpi bagiku.

Bibi Seon–hee, bisa tunjukkan foto pacarmu?

Ya, tunjukkan kepada kami.

Ini, kalian bisa melihat Gi–jun sayangku.

Tak satu foto pun yang tampak jelas.

Itu karena Gi–jun...

...selalu ingin menciumku.

Aku merasa pernah melihatnya di suatu tempat.

Ini kartu nama barunya.

"CEO, Sa Gi–jun"

Dia seorang CEO.

Astaga. Dia sungguh hebat.

Aku harus untuk menjalani perawatan kulit.

Kembalikan kepadanya.

– Biar aku saja. – Astaga.

Aku akan melihat–lihat lebih banyak desain pakaian.

Ibu, aku melihat sesuatu...

...di aula pernikahan tempatku bekerja.

Aku melihat pria yang mirip dengan pacar Bibi.

Dia bergandengan tangan dengan wanita lain.

Aku melihat sebentar, tapi dia mirip sekali dengan pacar Bibi.

Astaga, jangan konyol!

Pasti itu seseorang yang mirip dengannya.

Tunggu.

Sejak kapan kau punya pekerjaan paruh waktu?

Kau baru naik lima peringkat pada ujian akhirmu.

Kau pikir kau siswa terbaik?

Kau harus belajar lebih giat alih–alih bekerja!

Seharusnya aku tak memberitahumu.

Bukankah kita perlu membeli TV yang lebih besar?

Aku tak menonton TV.

Kenapa?

Aku hanya akan menontonmu.

Astaga! Kau terlalu manis!

Kau sangat mencintaiku.

Kita harus membeli ranjang berukuran besar, 'kan?

Ranjang seperti apa yang kau sukai?

Selagi di sini, kita harus membeli semua kebutuhan kita.

Apartemen baru kita masih kosong,...

...kita bisa mengirim barangnya terlebih dahulu.

Tidak.

Aku akan mengurus semua perabot dan barang elektroniknya.

Kau sudah cukup memercayaiku sampai berinvestasi padaku.

Aku sungguh ingin melakukan segalanya untukmu.

Kau hanya perlu pindah.

Sungguh? Aku sangat tersentuh.

Permisi sebentar.

Dia sangat tampan.

Permisi.

Permisi?

Gi–jun!

Aku di sini.

Kupikir malaikat telah turun dari surga!

Astaga. Kau sangat konyol.

Kau sangat konyol!

Sebentar.

– Ayo, jangan pukul. – Mereka sungguh luar biasa.

Kau sangat konyol.

Tunggu, kurasa dia pernah ada di sini.

Ayolah!

Halo.

Kau siapa?

Aku bekerja paruh waktu di sini.

Sungguh?

Ini sangat penting bagiku...

Maksudku, ini penting bagi bibiku.

Bolehkah aku memeriksa...

...apakah pacar bibiku ada di daftar pemesanan?

Tanyakan saja kepada pacar bibimu.

Silakan pergi. Aku sibuk.

Apa kau berhasil?

Dia tak mau menunjukkannya kepadaku.

Kurasa aku harus jujur memberi tahu bibiku.

– Ternyata kau di sini. – Ya.

Bibimu memintaku untuk bekerja hari ini.

Ji–na!

Hai.

– Halo. – Jadi, kau Ji–na.

Kita akan tinggal berdekatan setelah menikah. Berkunjunglah.

Apa kita sungguh akan menikah?

Itu memang dia.

Aku yakin sekarang karena bertemu dengannya lagi.

Ini tunjangan pertamaku untukmu sebagai pamanmu.

Astaga. Kau belum menjadi pamannya.

Ambil ini, Ji–na.

Tak usah.

Ada apa? Ambil saja, Ji–na.

Kurasa Ji–na merasa sedih bibinya akan menikah.

Dia pasti cemburu pada Gi–jun.

– Tak apa–apa. Ambil saja. – Bibi Seon–hee, aku akan pergi.

Hai.

Kau sudah selesai?

Ya, aku baru selesai.

Terima kasih karena selalu membantu bibiku.

Boleh aku bertanya alasanmu tak menyukai pacar bibimu?

Sejujurnya,...

...aku melihat hal yang aneh saat bekerja di aula pernikahan.

Aku melihatnya membicarakan pernikahan dengan wanita lain.

Kuharap aku salah lihat.

Kurasa orang yang kau lihat itu...

...memang pacar bibimu.

Aku pernah melihatnya di sebuah klub.

Mustahil.

Aku sungguh berharap itu bukan dia.

"Reservasi"

Biarkan kucoba kali ini.

Kau pasti bisa!

Halo.

Ada yang bisa kubantu?

Ini untukmu. Untuk bernegosiasi.

Negosiasi?

Pamanku mencoba menikah tanpa persetujuan keluarga.

Aku hanya tahu tempatnya dan tak tahu yang lainnya.

Jika aku tahu waktunya, ayahku bisa kubawa ke pernikahan itu.

Begitu rupanya.

Astaga.

Kenapa dia sangat baik kepada Jae–yi?

Aku tak biasa melakukan ini. Namun, karena kau baik hati,...

...aku akan melakukannya untukmu sekali ini saja.

– Siapa nama pamanmu? – Sa Gi–jun.

Dia bilang apa? Apa dia memberitahumu?

Kau benar. Sa Gi–jun.

Pernikahannya Sabtu ini pukul 15.00.

Seo Geun–ae adalah pengantin wanitanya.

Pemain wanita!

Dia mengencani mereka berdua?

Bibiku sangat menyukainya.

Apa yang akan terjadi kepadanya?

Benar.

Bibiku bilang, dia mendapatkan pinjaman hari ini.

Pinjaman?

Jadi, dia bukan berselingkuh, tapi penipuan.

Angkatlah.

Halo?

– Bibi Seon–hee, kau di mana? –Aku ada di bank.

Tutup teleponnya. Aku sedang mengurus pinjaman.

Tidak, tunggu! Bibi Seon–hee!

Dia menutup teleponnya. Apa yang harus kulakukan?

Ayo cepat.

Bibi Seon–hee, tolong jangan kirim uangnya!

Terima kasih. Semoga harimu menyenangkan.

Terima kasih.

"Ji–na"

Kenapa dia tak mengangkatnya?

Dia tak mengangkat?

Pinjamannya telah disetujui.

Apa kau bisa mengirim uang 200 juta itu ke rekening ini?

Apa kau dapat panggilan penipuan yang meminta informasi pribadi...

...atas nama jaksa atau pejabat keuangan?

Astaga.

Aku bukan wanita bodoh yang tertipu hal semacam itu.

Aku hendak mengirimkan uangnya kepada suamiku.

Baiklah.

Aku harus menanyaimu sebagai bagian dari prosesnya.

– Ini. – Ya.

Bibi Seon–hee!

Berhenti! Jangan kirim uangnya.

Itu penipuan!

Apa?

Sudah kubilang. Itu sebabnya aku memastikan.

Astaga. Ini luar biasa.

Astaga.

Benar, 'kan?

Berapa perkiraan jumlahnya?

Mungkin sekitar...

...8.000 won?

Maaf?

Bibi Seon–hee!

Apa kau baik–baik saja?

Kenapa ini bisa begitu bagus padahal terbuat dari plastik?

Sungguh luar biasa.

Astaga.

Astaga.

Lupakan dia.

Jangan sia–siakan air matamu untuk pria bodoh itu.

Anggap saja kau menginjak kotoran besar.

Kau tahu...

Aku masih sulit percaya kalau itu benar.

Mungkin aula pernikahannya dipesan...

...oleh pria dengan nama yang sama.

Juga cincin itu...

Mungkin dia punya kepentingan.

Dia bilang, cincin itu diwariskan oleh ibunya.

Dia mungkin tak pernah tahu kalau itu palsu.

Kendalikan dirimu!

Tidak, itu mustahil.

Hanya untukku,...

...Gi–jun menyewa rumah mahal.

Seharusnya, aku tak meragukannya.

Rumah?

Hei. Di mana alamatnya?

Bagaimana jika itu penipuan juga?

Mustahil.

"Kontrak Pembelian Properti"

Jadi, kontraknya belum ditandatangani?

Baiklah. Terima kasih.

Memang penipuan.

Belum ada kesepakatan karena rumah itu sangat mahal.

Dia juga membuat kontrak palsu.

Tidak. Ini mustahil.

Gi–jun.

Kau bisa menjelaskan semuanya, 'kan?

Gi–jun!

Tolong bicara kepadaku!

– Dasar! Berhenti melihat fotonya! – Gi–jun...

Astaga.

Aku mengenalnya! Memang dia! Pria ini!

Dia datang ke real estat kali terakhir...

...dan bertanya apakah kafemu bisa disewa bulanan.

Dia juga bertanya laba bulanannya. Itu orang yang sama.

Itu benar–benar dia!

Dia mendekatimu karena tahu kau memiliki uang.

Dia penipu!

Tenang.

Sa Gi–jun,...

...aku akan menghancurkanmu.

"Apa kau ingin menjadi Dewi Pemalas Dendam?"

"Masukkan nama target."

Labanya sepuluh kali lipat jika kuinvestasikan semuanya.

Kau adalah wanita pertama yang ingin kuberi cincin ini.

Apa kita sungguh akan menikah?

Ini juga seperti mimpi bagiku.

"Sa Gi–jun"

Aku ingin ada untukmu...

...saat kau melewati masa–masa yang sulit.

Gi–jun...

Kau bisa menjelaskan semuanya, 'kan?

Revenge Note,...

...tolong balaskan dendam...

...untuk bibiku.

"Kami akan melanjutkan dengan Balas Dendamnya."

Sayangku...

Keluarlah. Aku memanggilmu.

Keluarlah.

Astaga.

Astaga.

Apa ini?

Astaga.

"Kau telah dipilih sebagai target untuk Balas Dendam."

Balas dendam?

Siapa yang membalas dendam?

Aku telah menipu banyak orang. Aku tak ingat siapa saja orangnya.

Kim bilang akan mengirim 200 juta. Kenapa dia belum melakukannya?

Setelah aku mendapatkan ini,...

...aku harus berhenti mengontaknya untuk sementara.

Ada apa dengan ini?

Aku telah mencoba tuksedo ini lebih dari sepuluh kali.

Ini belum pernah terjadi.

Astaga!

Astaga!

Permisi. Aku sangat menyesal,...

...tapi bisakah kau membukakan ini untukku?

Ini tak bisa terbuka. Kurasa ini rusak.

Astaga.

Kau gila.

Aku serius.

Ini memang rusak.

Hei, aku bisa...

Apa ini? Ini sangat menjengkelkan.

– Hai, Sayang. –Kau sedang apa?

Tentu saja sedang berbisnis.

Aku bisa menjelaskan semuanya.

Apa kau menghubungiku?

Sayang!

Aku?

Sayang!

Aku?

Sayang?

– Hai. – Kau bodoh!

Sa Gi–jun!

Sayang... Berapa banyak pacarmu?

Apa kau cumi–cumi berkaki sepuluh?

Beraninya kau menipuku?

Kau pantas dihajar!

Berengsek!

Tunggu!

Sayang!

Aku akan memukul wajahnya.

Apa dia mengompol?

Bau sekali. Astaga.

Kau sungguh luar biasa.

Bagaimana bisa kau melakukan ini kepadaku?

Apa aku tampak mudah bagimu?

Hei. Kembalikan uangku.

Aku bekerja keras untuk uang itu. Kembalikan, Bodoh.

Kau akan membayarnya hari ini!

Aku akan membunuhmu!

Tunggu!

Lihat ke sana!

– Tangkap dia! – Hei!

– Hei! – Kembali ke sini!

– Tangkap dia! – Beraninya kau!

– Hei! – Astaga!

Bodoh.

Aku tahu kau pria macam apa...

...sejak kau membuat masalah di tokoku.

Beraninya kau mempermainkan adik iparku?

Kau akan membayarnya hari ini! Berengsek...

Aduh!

– Kang–dong. – Seon–hee.

Terima kasih.

Ini! Di sini!

Ini dia. Kemarilah, kumohon!

Bangun.

Bodoh.

Hei.

Kau belum lama bebas dari penjara dan sudah melakukan ini lagi?

Penjara?

Dia melakukan 13 kali penipuan.

Apa? Kau bilang "13 kali"?

Terima kasih sudah melaporkannya.

Apa?

Jadi, kau dari penjara alih–alih Paris?

– Ayo. – Tunggu!

Sayang...

Jalan.

Jangan menangis.

Ji–na, makanlah dengan tenang hari ini.

Mari tunda pesta ulang tahunnya untuk saat ini.

Tak masalah. Aku hanya mengkhawatirkan Bibi Seon–hee.

Dia selalu bertindak sangat cerdas,...

...tapi dia tertipu oleh penipu itu.

Dia memang orang jahat.

Dia mempermainkan hati Bibi untuk mendapatkan uangnya.

Ji–na, selamat ulang tahun.

Kau bisa naik ke atap sebentar?

Bagaimana kau tahu?

Terima kasih. Aku akan ke sana setelah makan.

"Balas Dendam selesai."

Terima kasih, Revenge Note.

Tak peduli tuannya, aku tak bisa hidup tanpamu lagi.

Tolong jangan menghilang dariku secara mendadak.

Selamat ulang tahun

Selamat ulang tahun

Selamat ulang tahun, Oh Ji–Na Sayang

Selamat ulang tahun

Terima kasih.

Selamat ulang tahun.

Duduklah.

Lalu...

...ini untukmu.

Kau memberiku kado?

Ini cantik sekali!

– Kau menyukainya? – Ya.

Kelihatannya mahal.

Apa kau menghabiskan uang untuk membeli ini?

Itu tak terlalu mahal. Jangan khawatir

Terima kasih.

Gelangnya cantik sekali...

...dan kue itu juga tampak lezat. Terima kasih.

Dia ada di atap.

"Lihatlah, Ji–na"

Awas.

"Untuk Ji–na"

"Aku sangat menyukaimu!"

"Aku sangat menyukaimu!"

Aku sangat menyukaimu.

Apa itu kau, Ji–na?

"Aku menyukai Seo Jae–yi."

Aku menemukannya!

– Aku akan membeli yang ini. – Ini pasti untuk pacarmu.

-=SULTAN KHILAF=-

Follow My IG @sultan_khilaf_sub

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.