All language subtitles for Revenge Note 2 E02

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English Download
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian Download
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam Download
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese) Download
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

-=SULTAN KHILAF=-

Follow My IG @sultan_khilaf_sub

"Episode 2"

Kenapa tak mau terbuka?

Mungkin aplikasinya tak selalu berfungsi.

Apa itu seorang Master?

Astaga, aku terlambat!

Apa? Kau belum pergi?

Aku tidur larut malam semalam. Kenapa Ibu tak membangunkanku?

Bukankah kau tahu keluarga kita bertahan hidup secara mandiri?

– Terserah. Aku berangkat. – Baiklah.

Beri aku air.

Bibi, aku terlambat. Maaf.

Sulit kupercaya dia pergi begitu saja. Astaga.

Kemarilah.

Kudengar kau ikut kencan buta. Apa itu berjalan lancar?

Tak begitu lancar. Terlalu pendek.

Terlalu pendek? Maksudmu, tinggi badannya?

Dari sini ke sini.

Aku tak tahan dengan pria yang lengannya pendek.

Mereka itu yang terburuk.

Apa kau kehabisan sel otak? Aku harus menyadarkanmu.

– Aku ingin memukulmu. – Tenanglah.

– Aku harus memukulmu. – Jangan lakukan itu.

"Tujuan Hagok–dong, Yeongdeungpo, Stasiun Shincheon"

Benar.

Aku juga sudah lama belum bercukur.

Aku khawatir.

Rambutku!

Astaga!

Aku benar–benar minta maaf.

Apa yang kau lakukan?

Apa? Bukankah kau orang aneh dari tempo hari itu?

Permisi. Ini, tangkap.

Kau orang aneh itu!

Maafkan aku. Itu tak sengaja.

Apa kau sudah gila?

Apa kau gila?

Aku benar–benar minta maaf. Itu tak sengaja.

Aku sungguh minta maaf. Maafkan aku.

"Cho Eun–yeon"

Astaga. Ada apa dengan dia?

Dia siswa tahun pertama di sekolah kita, 'kan?

Apa kau ingat wajahnya?

Kepalaku sakit.

Dia akan mati saat aku bertemu dengannya lagi!

Aku hampir merusak hariku dari awal.

Kumohon tunggulah! Tunggu!

Kumohon tunggulah!

Apa yang kau lakukan?

Terima kasih.

Terima kasih kau juga membantuku kali terakhir itu.

Kali terakhir?

Untuk mengeluarkanku.

Kau keluar.

Aku hanya melakukannya karena permainannya membosankan.

Bagaimanapun, terima kasih.

– Kau mau? – Aku mau yang oranye.

Bagus. Yang oranye juga favoritku.

Ini.

Tunggu aku!

– Coba lihat ini. – Dia terlalu manis, 'kan?

Aku tahu.

– Warnanya cokelat. – Kenapa dia tak datang?

Itulah maksudku.

"Kang Daniel"

Kang Daniel menghubungiku.

Sungguh? Memangnya kau siapa mendapat panggilan darinya?

Ya, Ibu?

Baik, aku mengerti. Kita bicara lagi nanti.

Apa ibumu mengubah namanya?

"G–Dragon"

"Panggilan"

Hai, G–Dragon. Ada apa?

Aku G–Dragon?

Bagaimana denganku? Kau menamaiku apa?

"Ahn Mi–nam"

– Bisa berhenti menghubungiku? – Yang benar saja!

Simpan namaku sebagai "Suami Mi–na".

Aku suaminya Mi–na!

Ayolah?

Kalau begitu, aku akan menjadi Suami Seol–hyun.

Kenapa mendesah seperti itu?

Apa ada hal yang sedang terjadi?

Kurasa aku membuat kesalahan lain.

Rambutku!

Kurasa namanya adalah Cho Eun–yeon.

Sepertinya dia siswa tahun kedua. Kau kenal dia?

Tentu saja. Semua orang mengenalnya.

Kenapa kau bertanya?

Dia tampak sangat menakutkan.

– Apakah dia setenar itu? – Benar.

Dia adalah petarung terkejam di daerah Gangseo.

Seorang senior mimisan dua kali dengan satu pukulannya.

Mereka tak mau berurusan dengannya karena berpikir dia gila.

Apa kau tak sengaja mengganggunya?

Apa aku harus pindah ke sekolah lain?

Hei, ada Geum Soo–ji.

– Hai. – Kenapa dia sudah kembali?

Pasti menyenangkan menjadi kaya.

Kuharap aku juga punya banyak uang.

– Keren. – Ini.

Soo–ji, kau pasti melewati masa sulit. Kau baik–baik saja?

Aku baik–baik saja,...

...berkat seseorang.

Aku pergi ke Jepang dan makansushi.

Aku beristirahat dengan tenang selama beberapa hari.

Di sini sangat membosankan tanpa kau.

Ayo kita adakan pesta penyambutan nanti.

Ayo kita pergi ke prasmanan. Aku yang mentraktir.

– Sungguh? – Luar biasa!

– Kedengarannya enak. – Benar, 'kan?

Bisakah kau menyingkir?

– Sampah... – Apa?

Aku harus mengosongkan tempat sampah.

Aku yang bertugas pekan ini.

Aku akan membantumu. Kita lakukan bersama.

Ji–na usil lagi.

Rok–hee juga menggangguku.

Aku bisa melakukannya sendiri.

Aku akan membantumu. Lebih lama jika sendirian.

Itu sebabnya anak–anak lain berpikir kau mudah terpengaruh.

– Apa? – Kau harus punya pendirian...

...bahkan jika kau usil.

Begitulah aku, jadi, aku tak bisa mengubahnya.

Cepatlah.

– Terlambat lagi? – Bukan urusanmu.

Aku mengatur alarm untukmu. Apa kau tak mendengarnya?

Tempat duduk ini...

...adalah yang terbaik di restoran.

Guru bahasa Prancis, sisi kirimu. Guru matematika di sisi kananmu.

Guru kepala di ujung sini.

Ini susunan yang sempurna.

Tuan Choi, kau sangat berbakat...

...saat menyangkut hal–hal seperti ini.

Kerja bagus.

Terima kasih, Kepala Sekolah. Aku akan membuat susunannya.

Mohon perhatiannya. Perhatian!

Hari ini, kepala sekolah kita yang hebat...

...telah mengumumkan...

...pertemuan staf pengajar di malam hari.

Ini susunan tempat duduk untuk makan malam.

Harap perhatikan dan duduk sesuai dengan susunan.

Acara pertemuan?

Ini sangat mendadak!

Aku sudah punya rencana malam ini.

Aku tak bisa melewatkannya begitu saja, bukan?

Kau tak tahu sifat kepala sekolah?

Kau dapat melewatkan satu kelas,...

...tapi melewatkan makan malam itu sama saja masuk neraka.

Sayang, aku akan terlambat hari ini.

Kenapa?

Ada makan malam staf pengajar malam ini.

Untuk siapa makan malam ini?

Trik pesta apa yang harus kupersiapkan...

Jika tak dapat berpartisipasi dalam makan malam...

...yang digelar kepala sekolah yang terhormat...

...karena situasi mendesak, silakan angkat tangan.

Tak ada seorang pun, aku mengerti.

Kalau begitu, bersenang–senanglah malam ini.

Aku akan menganggapnya...

...sebagai kehadiran sukarela dari semuanya.

Dia sangat menyebalkan.

Dia tampan.

Nyonya.

Nyonya.

Nyonya!

Kau memanggil siapa?

Aku boleh meminta isi ulang untuk kopiku?

Isi ulang biayanya 1.000 won.

Lalu...

...aku bukan wanita paruh baya.

Aku minta maaf.

Apa hal itu sungguh harus membuatmu tersedak?

Ayolah.

"Sinwoo Real Estate"

Halo.

Terima kasih, Nyonya.

Kafenya dekat dari sini. Kalian bisa saja datang ke sana.

Aku sangat sibuk dengan pekerjaan.

Tidak. Kafemu sepi.

Jangan khawatir tentang dia.

Akan kutunjukkan properti lain kepadamu.

Astaga. Bagaimana bisa mereka memperlakukanku seperti itu?

Aku sangat kesal!

Selamat pagi.

Ini sudah sore, bukan pagi.

Kalau begitu, selamat siang.

Permisi.

– Apa aku tampak paruh baya? – Apa?

Apa maksudmu?

Kau seperti orang yang akan diperiksa KTP–nya...

...saat kau membeli alkohol.

Bohong sekali.

Jika aku boleh bertanya,...

...siapa pria yang tampak aneh di kantor kakakmu?

Entahlah. Kudengar dia pria kaya...

...dari lingkungan ini.

Tapi entah apa dia tertarik dengan kakakku atau bangunan itu.

Astaga. Lihatlah dia.

Wajah pemain wanita itu. Lihatlah senyumnya.

Sial.

Apa? Kenapa dia harus menjabat tangannya?

– Terima kasih. – Terima kasih.

Dia bisa saja menandatangani berkas itu.

Tak perlu berjabat tangan!

– Bisa tunggu sebentar? – Tentu.

Konyol sekali!

Tunggu!

Hei!

Baiklah, aku takkan melihat. Lagi pula, aku tak mau melihat!

Hei! Dasar kau...

Sial.

Dari kepalaku Boom boom

Ke jari–jari kakiku Boom boom

Kau lebih baik daripada Momoland!

Kau bertalenta!

Kurasa kau bisa menjadi selebritas.

Kenapa tak ikut audisi?

Kurasa kau juga fotogenik.

Aku memang memanfaatkannya di masa lalu.

Aku pernah menjadi model busana anak.

Sungguh?

Wajahmu cocok untuk itu.

Kalau saja ayahku tak melarangnya.

Kuharap aku bisa melanjutkan modeling.

Kenapa dia tak setuju? Apa pekerjaan ayahmu?

Apa?

Dia...

"Teknologi Tinggi Silicon Valley Sesi Info Bisnis"

Dia bekerja di Silicon Valley.

Silicon Valley?

Maksudmu, tempat di Amerika itu?

Begitu rupanya.

Hei, ada di poster itu.

"Pusat bisnis berteknologi tinggi bagi para genius."

Hebat sekali.

Ayahmu bekerja di sana?

Ya, dia seorang pemrogram di sana.

Hebat sekali.

Sejak kapan? Itu keren sekali!

Sekitar lima tahun lalu.

Ayo tonton yang lainnya. Ayo pergi.

Tampaknya seluruh staf pengajar ada di sini.

Aku akan mengecek kehadiran.

– Nona Jung Jung–ah? – Ada.

Guru bahasa Prancis ke kiri. Silakan duduk di sini.

Semua orang dapat duduk sesuai susunan.

Mengerti. Ayo.

Ini dia!

Kini, mari kita dengarkan sambutan dari kepala sekolah tehormat kita.

Baik, pertemuan ini...

...diadakan secara mendadak,...

...tapi seluruh staf pengajar hadir dengan sukarela.

Aku berterima kasih kepada kalian semua untuk hal itu.

Apa yang dikatakan raja saat dia tak ingin pulang?

– Istana bisa menunggu. – "Istana bisa menunggu!"

Lucu sekali.

Begitu rupanya.

Nona Maeng.

Senang melihatmu bersemangat mengajar di almamatermu.

Saat kau masih siswa di sini, Pak Lee pasti sudah ada.

Tentu saja, aku yang mengajarinya.

Begitu rupanya.

Saat itu, apakah Nona Maeng lamban seperti sekarang?

Dia lebih lamban daripada rata–rata,...

...tapi studinya sangat baik.

Semua guru menyukainya dan memanggilnya genius.

Jika bukan karena insiden itu,...

...dia mungkin sudah bekerja untuk NASA di Amerika sekarang.

Bukankah begitu?

Guru bahasa Prancis.

– Ya? – Nyanyikan lagu untuk kami.

Aku?

Aku tak terlalu mahir.

Apa kau tak tahu Kaulah cintaku?

–Apa kau sungguh tak tahu? – Semua, menarilah!

Apa kau tahu Kaulah kebahagiaanku?

–Apa kau mengerti sekarang? – Bangun.

Aku tak bisa menari.

– Santai saja dan menarilah. –Aku bertemu denganmu

Lalu menyadari arti cinta

– Astaga. – Tidak!

Pak Kepala Sekolah, apa kau baik–baik saja?

Sudah selesai.

Ayo lihat.

Apa itu?

Ini?

Kau akan punya kelopak mata ganda hanya dengan mengenakannya.

Ini disebut kacamata kelopak mata ganda.

Luar biasa.

Aku ingin mencobanya juga.

Ini luar biasa.

Kelopak mataku kendur akhir–akhir ini.

– Biarkan aku memakainya sebentar. – Kembalikan.

Kelopak matamu sudah kendur. Itu tak bisa diperbaiki lagi.

Kau terlalu jelek bagi kacamatanya untuk membuat perubahan.

Akulah yang tercantik di kelasku!

Kita punya DNA yang sama. Bagaimana bisa hal itu benar?

Bukankah hidungmu itu masalah yang lebih besar daripada matamu?

Sudah kubilang jangan bicara soal hidungku.

Apa yang kau akan lakukan dengan pipimu?

Sudah kubilang jangan bicara soal pipiku!

Aku baru ingat. Giliran kita untuk membersihkan...

...pintu masuk bersama hari ini.

Benar.

Ibu bisa tetap bekerja. Aku akan melakukannya.

Terima kasih, Putriku.

– Ada yang harus kulakukan. – Aku punya pekerjaan rumah.

– Aku akan mulai bekerja sekarang. – Astaga.

Sekarang, mari kita mulai.

– Itu cocok denganmu. – Ya...

Andai aku mengenakan celana yang berbeda.

Aku akan membantumu. Apa yang harus kulakukan?

Kita hanya perlu menyapu dan mengepel lantai.

Hei. Apa kau baru saja mentertawaiku?

Tadi dia mentertawaiku, bukan?

Abaikan saja dia.

Ayo fokus bersih–bersih.

Dia mau pergi ke mana selarut ini?

Dia bekerja paruh waktu di kedai hamburger.

Kita mulai?

Tentu.

Perbaiki pencahayaan di sini.

Ya, Pak.

Tunggu.

Aku belum pernah melihatnya.

Aku mempekerjakannya beberapa hari lalu.

Dia lumayan juga.

Bukankah dia anak SMA? Dia tampak muda.

Patroli sedang sangat ketat. Kau yakin dengan usianya?

Tentu saja, aku berpengalaman dalam hal ini.

– Ro–bin. – Ya.

Bisa kau tunjukkan KTP–mu kepadaku?

"Kartu Tanda Penduduk, Seo Ro–bin"

Bisakah kau bekerja di pagi hari?

– Akan kubayar kau untuk lembur. – Ya, aku bisa.

Pergilah.

Kau tak boleh lengah.

Ya, Pak.

Menjauh dariku!

Kenapa? Ada apa?

Ada serangga di sana.

Banyak sekali.

Aku sangat membenci serangga.

Aku mendapatkannya.

Ini menakutkan?

– Apa yang menakutkan dari ini? – Hei. Jauhkan itu dariku.

Jadi, ternyata kau memiliki sisi payah juga.

Serangga adalah yang terburuk.

Ji–na, aku sangat menyesal.

Maafkan aku.

Apa ini? Pinjaman 2.000.000 won?

Aku terus menerima pesan spam.

Kau dapat memblokirnya.

Berikan ponselmu.

Aku memasang filter iklan.

Jadi, kau takkan mendapatkan iklan lagi. Ini.

Kau pandai dalam hal semacam ini juga, bukan?

Apa kau pandai bermain komputer juga?

Ya, aku senang memainkan komputer.

Begitu rupanya. Apa kau bermain gim?

Tentu, aku bermain gim.

Aku juga sukacoding.

Coding?

Apa itu?

Itu adalah cara membuat program.

Coding sangat menarik.

Jadi, itu hobimu. Begitu rupanya.

Apa kau membuat aplikasi juga?

Ya, aku membuat sejumlah aplikasi untuk bersenang–senang.

Apakah dia adalah sang Master?

Kini, setelah kupikirkan,...

...Revenge Note muncul sehari setelah dia ada di sini.

Kenapa ada banyak serangga? Aku benci serangga.

Mungkin bukan.

Ji–na.

Bo–ra!

– Katakancheese! –Cheese!

Seo Ro–bin.

Apa Ro–bin terlambat lagi?

Itu mengkhawatirkan. Aku harus menghukumnya...

...jika dia terlambat terus.

Baiklah. Semoga hari kalian menyenangkan!

Ya, Bu.

Akhirnya.

– Bukankah ini milikmu? – Ini menyengat.

Tidak, bukan punyaku.

Ini...

Ini milikku.

Diam.

– Tidak, dia berbohong! – Benarkah?

Apa kau yakin?

– Apa kau melihat itu? – Itu luar biasa.

Tempo hari, kurasa...

Aku melihat seorang gadis di toilet lelaki.

Lipstik merah...

Apa kau bertengkar dengan Shin–ae?

Kenapa kau sangat dingin kepadanya?

Bukan begitu.

Dia terlambat setiap hari.

Dia berjalan masuk seolah–olah tak bersalah.

Aku mendengar rumor bahwa dia dipaksa pindah.

– Itu mungkin benar. – Itu benar. Aku mendengarnya.

– Sungguh? – Selamat pagi, Ro–bin.

Makin kulihat, tampaknya dia tipeku.

Bagaimana cara menarik perhatiannya?

"Penyebaran Kopi"

Di balik setiap fenomena sosial,...

...ada latar belakang dan konteks sejarah...

...yang membawa kopi ke bentuknya hari ini.

Semua orang tahu tentang kopi.

Dia berani untuk tidur selama kelas Pak Lee.

Benar, 'kan? Itu membuatku cemas.

Selama abad keenam, kopi ditanam di dataran tinggi Etiopia.

Lalu setelah menyebar ke Semenanjung Arab...

Bangunkan Ro–bin.

Hei, bangunlah.

Ro–bin, ambil buku pelajaranmu.

Apa kau tak punya buku?

Aku tak membawanya.

Dasar kau...

Jika kau akan bertindak seperti ini,...

...jangan mengganggu kelas ini dan keluarlah.

– Dia benar–benar keluar. – Apa?

Perhatian, semuanya! Perhatian.

Jika tak mau memperhatikan, kalian juga dapat keluar.

Di mana Ro–bin?

Jae–yi!

Guru memintaku untuk membawakan pekerjaan rumah denganmu.

Baik, tentu.

Ji–na, aku akan membantumu...

Jae–yi, kita harus melakukannya sekarang.

Tak apa–apa. Aku bisa melakukannya sendiri.

Apa ini? Api?

Itu terbakar.

Ada api!

Di mana apinya?

Di sini.

Sial.

Bocah–bocah nakal. Apa kalian sudah gila?

Ikuti aku.

Ikuti aku!

Pak Lee!

Sakit!

Oh Ji–na.

Tamatlah kau.

Sudah kubilang untuk mengikutiku!

Ji–na, keluar!

Ji–na, tunjukkan dirimu saat kami memintamu dengan baik.

Ji–na, kemarilah!

Di mana tempat duduk Ji–na?

Ini.

Ji–na, akan kuhukum kau.

Berhenti di sana!

Hei! Kau gadis licik!

Kemarilah!

Tamat kau saat aku menangkapmu!

Kenapa dia cepat sekali?

Tunggu saja sampai aku menangkapku!

Sial.

Hei, Ji–na!

– Berhenti di sana! – Hei!

Berhenti!

Sudah kubilang berhenti! Hei!

– Apa kau orang mesum? – Diam.

Ji–na, aku tak membiarkanmu lolos hari ini.

Keluarlah dari sana.

Makin kau membuatku menunggu, aku akan makin marah.

– Keluar saja! – Ke mana dia menghilang kali ini?

Ini toilet pria.

Bukankah ada seorang perempuan di dalam sana?

Kenapa seorang perempuan masuk ke sini?

Ayo pergi saja.

Terima kasih.

Tangkap dia!

Berhentilah!

– Hei! – Hentikan dia!

Kau benar–benar menggali kuburanmu sendiri, bukan?

Kunci pintunya.

Ji–na.

Kau seekor tikus di dalam perangkap sekarang.

Keluarlah saat aku masih berbicara baik–baik.

Geledah tempat ini.

Ji–na, di mana kau?

Sembunyikan dirimu dengan baik Rambutmu mungkin terlihat

Ji–na.

Ji–na.

Di mana kau?

Tak apa–apa. Keluarlah.

Hei, Ji–na.

Aku memintamu untuk keluar.

Satu.

Dua.

Tiga.

Keluar saja!

Aku malu menjadi orang yang mengatakan ini,...

...tapi apa pendapatmu tentangku? Sebagai calon pacar.

Bukankah aku menarik?

Ya. Kurasa kau adalah orang yang sangat baik.

Tapi aku minta maaf.

Sudah ada orang yang kusukai.

Sungguh?

Siapa dia?

Seseorang yang tak kau kenal.

Kau berbohong.

Tak apa–apa. Lagi pula, aku tak terlalu menyukaimu.

Menyingkirlah!

– Apa yang terjadi? – Apa dia benar–benar...

– Kenapa kau... – Diam.

Maafkan aku. Tunggu sebentar.

Bukankah Ji–na melompat dari sini?

Dia melarikan diri ke mana?

– Tunggu sampai aku menangkapnya. – Diam.

Bel berdering. Ayo pergi. Selanjutnya ada kelas Pak Lee.

Oh Ji–na!

Untunglah. Mereka sudah pergi.

Terima kasih, Jae–yi.

Jae–yi, apa kau baik–baik saja? Jae–yi.

"Seo Jae–yi"

Apa yang terjadi?

Kudengar kau terluka.

Tak ada yang serius. Apa kau khawatir?

Tidak. Kau tampak baik–baik saja.

Kenapa kau ada di sini?

Ya, itu karena...

Ji–na menemaniku ke rumah sakit.

Dokter, dia tak terluka parah, 'kan?

Tidak, untung saja tak ada yang patah.

Otot interkostalnya memar.

Mungkin ada perdarahan tertunda,...

...jadi, kami akan memantaunya selama seharian di sini.

Kami akan memutuskan apa dia sudah bisa pulang besok.

Terima kasih, Dokter.

Melihat dari seragammu, kau pasti murid SMA Hanjong.

– Ya. – Aku lulusan dari sana juga.

– Senang bertemu denganmu. – Sungguh?

Ho Goo–joon?

Ho Goo–joon?

Bukankah kau legenda SMA Hanjong?

Itu terdengar melebih–lebihkan.

Pak Lee selalu membicarakanmu. Dia bilang kau legendaris.

Dia masih begitu sampai sekarang? Astaga.

Senang bertemu kalian. Sampai jumpa lagi.

Kau tak pergi?

Ya, itu...

Kau harus pulang, Ji–na. Ibumu mungkin khawatir.

– Kau harus pergi. – Baik. Aku akan kembali besok.

Kembali? Kenapa?

Aku datang bukan untuk bertemu denganmu.

Sampai jumpa besok, Jae–yi.

Kau tak bekerja malam ini?

Bangunkan aku saat makan malam tiba.

Bagaimana aku bisa berakhir seperti ini?

Berapa lama aku harus hidup seperti ini?

Sampai Cho Eun–yeon lulus?

Ji–na!

Kenapa kau sangat terkejut?

Kau mengejutkanku! Kupikir kau adalah Eun–yeon.

Ji–na, sulit sekali untuk menangkapmu.

Kemarilah.

Kau sudah gila, bukan?

Beraninya kau melakukan hal itu kepadaku.

Seharusnya aku...

Bel berdering. Ayo pergi.

Ya, semuanya akan menjadi rumit saat Bu Maeng tiba di sini.

Ji–na, datanglah ke atap saat makan siang.

Aku akan beraksi di sana.

Juga jangan membawa orang lain.

Jika kau membawa seseorang, akan kuhabisi dia lebih dahulu.

Ji–na, apa yang akan kau lakukan?

Aku tahu. Dia takkan ada di sini lebih lama lagi.

Aku ingin pergi ke atap juga untuk menonton.

Apa ini?

Maaf. Ada susu di lantai.

Giliranku untuk bersih–bersih pekan ini.

Kau sangat menyebalkan!

–La bouche. –La bouche.

–Le bras. –Le bras.

–La main. –La main.

–Le sang. –Le sang.

–Le sang. –Le sang!

–Le sang! – Bagus sekali.

Datanglah ke atap saat makan siang.

Aku akan beraksi di sana.

–Le sang. –Le sang.

Bagus.

Baik, itu saja untuk hari ini.

– Terima kasih atas pelajarannya. – Terima kasih.

Sampai jumpa lagi.

Ji–na, apa yang akan kau lakukan? Apa kau akan pergi?

Eun–yeon tampak haus darah.

Apa kau akan baik–baik saja?

Aku harus pergi, bukan?

Dia takkan membunuhku, 'kan?

Nama panggilannya Satu Pukulan, Mimisan Ganda.

Kau ingin membawa tisu?

Dia sangat menyebalkan.

Apa menurutmu Ji–na akan datang?

Bukankah dia terlalu takut untuk muncul?

Itu sungguh akan menentukan nasibnya.

Bagaimana aku harus menghadapinya?

Aku sungguh tak bermaksud melakukan itu.

Tak bisakah kau memaafkanku sekali ini saja?

Kau bercanda?

Kau tahu berapa banyak hal yang kulalui karena kau?

Aku hanya akan...

Apa yang kalian lakukan di sini?

Kami berlatihcurling!

– Benar. – Teruskan!

Lebih cepat!

Ji–na, kau juga!

Ji–na, mainkan peranmu, ya?

Eun–yeon, ini.

Teruskan. Lebih cepat!

– Ini dia. – Ya, itu dia.

Ini panas sekali. Kenapa memilih curling daripada yang hal lain?

– Kalian sungguh aneh. – Ini sangat menyenangkan.

– Ya, benar. – Ini sangat menyenangkan.

Baiklah kalau begitu. Kalian dapat meneruskannya.

Ji–na, bisakah aku bicara kepadamu sebentar?

Baik.

Sampai jumpa nanti, Ji–na!

Segeralah berlatih lagi!

Bu Maeng, kenapa kau datang ke atap?

Seseorang mengatakan kepadaku bahwa aku harus memeriksanya.

Apa kau baik–baik saja?

– Ya. – Bagus.

Ini sangat menyebalkan!

Gadis itu memang yang terburuk!

Kukira Bu Maeng bodoh, dia menjadi guru karena satu hal.

Bagaimana dia bisa menghinaku seperti itu?

– Eun–yeon. – Kenapa dia ada di sini?

Kudengar Ji–na meloloskan diri lagi.

Dia butuh seseorang untuk menyadarkannya.

Bagaimana aku bisa menghancurkannya?

– Eun–yeon, aku punya saran. – Apa?

Inilah cara menghancurkan dia sampai ke intinya.

Sungguh?

Aku merasa ada banyak hal yang harus kita bicarakan.

"Tong Sampah, Sampah Umum"

Eun–yeon,...

...Ji–na dalam perjalanan sekarang.

Astaga.

Apa?

Ini milik siapa?

"Cho Eun–yeon"

Apa yang harus kulakukan?

Kenapa aku memungutnya? Seharusnya kutinggalkan di sana.

Apa aku harus mengembalikannya?

Baik, itulah yang akan kulakukan.

Ji–na. Dompet itu...

Itu milikku. Kenapa ada padamu?

Aku baru saja menemukannya di bangku ini...

Apa kau berusaha mencurinya?

Eun–yeon, periksa apa ada yang hilang.

Aku memasukkan 1.500.000 won, biaya ekstrakurikuler klub kita.

Tapi sudah tak ada lagi.

– Tak ada apa–apa. – Kembalikan saat kami memintanya.

Bukan aku. Aku sungguh tak mengambilnya.

Kami mengumpulkan uang itu dari semua anggota klub.

Kau pikir mereka akan membiarkan begitu saja?

Kita bawa saja ke kantor polisi.

Kantor polisi? Kenapa?

Aku sungguh tak mengambil uang itu.

Kau tertangkap di TKP.

Kau tertangkap basah.

Bahkan jika kau mengelak, siapa yang akan memercayaimu?

Bukan begitu cara kerjanya...

Kau ingin menyelesaikan urusan kita,...

...alih–alih pergi ke polisi?

Apa? Bagaimana?

Kembalikan uangku.

Maka aku akan memaafkanmu atas semua hal yang kau lakukan.

Sungguh?

Tapi aku tak punya banyak uang saat ini.

Apa aku menyuruhmu mengembalikannya sekarang?

Jangan buru–buru.

Tapi kita akan membuat kontrak.

"Aku berjanji untuk membayar 1.500.000 won."

Kita sahkah dengan sidik jari.

Sidik jarimu di sini.

"Aku akan menjadi budak Eun–yeon sampai melunasi utang ini."

"Oh Ji–na"

Ini. Kalau begitu, sampai jumpa nanti.

Follow My IG @sultan_khilaf_sub

Hei, 10.000 won?

Kau pikir aku pengemis?

Kau pikir aku bercanda?

Sungguh?

Inilah yang kami pilih untuk hari ini.

Lihatlah pipi Ji–na. Dia seperti Pikachu.

Di sinilah dia menyimpan listrik.

Kang Soo–ji. Kau Squirtle.

Sekarang, lakukan apa pun yang kukatakan.

Squirtle, lakukanbody slam!

Hei.

Apa yang kau lakukan? Cepat lakukan!

Body slam!

Tak apa–apa. Turuti saja perkataan mereka.

Ini lucu sekali.

Pikachu, apa yang kau lakukan? Bangun.

Pria yang kemarin itu sangat seksi.

– Benar, 'kan? – Apa dia menghubungimu?

– Tidak, dia belum menelepon. – Belum?

– Yang mana? – Entahlah.

– Benarkah? – Itu lucu sekali.

Sejujurnya, aku tak mau kau mengembalikan uangku.

Menyenangkan bisa memiliki budak kecil.

Cuci ini dan bawalah besok.

Aku akan menelponmu nanti, jadi, jangan matikan ponselmu.

Ayo pergi ke karaoke.

Ya!

"Cho Eun–yeon"

Apa kita harus memberi tahu guru?

Apa kau pikir itu akan menyelesaikan hal ini?

Mereka hanya akan mengganggumu saat para guru tak ada.

Lalu apa yang harus kulakukan?

Apa aku harus berhenti sekolah?

Ini takkan berakhir sampai kau membayarnya.

Bahkan jika kau tak bersalah, membayar adalah jalan tercepat.

Dari mana aku bisa mendapatkan uang sebanyak itu?

Aku bahkan tak punya 100.000 won.

"Cho Eun–yeon"

Kenapa hidupku sangat sulit belakangan ini?

"Apa kau akan menjadi Dewi Balas Dendam?"

Ini muncul lagi.

Apa seseorang memang mengawasiku?

"Masukkan Nama Target"

"Cho Eun–yeon"

Aku pasti sudah gila.

Bagaimana bisa aku memercayai hal seperti ini?

"Masukkan Nama Target"

– Hai, Jae–yi. – Ji–na, kau di sini.

Kau tak perlu datang jauh–jauh ke sini.

Kenapa tidak? Kau terluka karena aku.

Aku memeriksa semua bagian yang dikerjakan kelasmu hari ini.

Sungguh?

Hebat.

Ini pasti memakan banyak waktu.

Terima kasih.

"Persamaan Lingkaran"

Astaga.

Apa kau belajar di rumah sakit?

Ya. Kudengar kami akan segera mengadakan kuis.

Begitu rupanya.

Kami sudah mempelajari bagian ini di kelas kami.

Kau mau kuajari sedikit?

Apa? Tak perlu. Aku bisa belajar sendiri...

Aku pasti tahu bagian ini. Percayalah kepadaku.

Aku tak yakin tentang ini.

"Pecahkan tiap persamaan kuadrat."

Ini...

Lalu kutambahkan...

Aku menyerah. Bagaimana dengan nomor empat?

X ditambah satu sama dengan nol... Jadi...

Aku benar–benar tak mengerti yang ini.

Mungkin buku pelajaran kita berbeda.

Lupakan saja. Kita bersekolah di tempat yang sama.

Jangan tertawa. Kubilang, jangan menertawakanku.

Sekarang, kau bertindak lebih seperti dirimu.

Apa ada yang menimpamu sebelumnya?

Kau tampak kesal.

Tidak, tak ada apa–apa.

Datanglah ke karaoke sekarang.

Temanku ingin bertemu. Aku akan keluar sebentar.

Aku akan segera kembali.

Seharusnya kau tak menyukaiku

Ayolah!

Jangan bertindak Seolah kau masih memedulikanku

Jangan mencariku lagi!

Serta mengatakan Bahwa aku wanita yang kejam

Kau cepat sekali.

Ayo kita lihat seberapa baik kau bernyanyi.

Aku mengumpulkan semua uang yang kumiliki. Ini tak banyak,...

– ...bisakah kau melepaskanku? – Satu, dua, tiga,...

...12, 13...

Ini 130.000 won?

Hanya 130.000 won? Apa kau bercanda?

Ini bahkan tak sebesar bunga dari uang yang kau pinjam.

Apa? Tapi aku tak pernah meminjam uang darimu.

Apa kau tak melihat ini?

Kau yang menulis ini.

Kau mengatakan akan mengembalikan 1.500.000 won.

Tapi kalian yang membuatku menulis kontrak itu.

Lihatlah gadis ini.

Apa kami menggerakan tanganmu dan membuatmu menulisnya?

– Kau sendiri yang menulis ini. – Lupakan.

Kembalikan uangku seperti yang tertulis di sini...

...atau kau hidup sebagai budakku sampai utangmu lunas.

Juga mulai besok, akan kubebani bunga setiap hari.

Lucu sekali.

Ji–na benar–benar bodoh, bukan?

Apa dia sungguh tak mengerti apa yang kita lakukan?

Tentu saja tidak.

Jika dia tahu, dia takkan begitu lemah.

Kau melihatnya menulis kontrak itu dengan tangan gemetar.

Orang yang diperdaya memang layak mendapatkannya.

Kita punya uang berkat dia.

Apa yang ingin kau lakukan dengan uang itu?

Bagaimana jika ke kelab? Sudah lama kita tak melakukannya.

Ide bagus!

Ayo pergi.

– Ayo. – Kita pamerkan beberapa gerakan.

"Apa kau mau menjadi Dewi Balas Dendam?"

Tamatlah kau.

Kau seekor tikus di dalam perangkap sekarang.

Kau pikir aku bercanda? Keluarlah saat aku memintamu.

"Masukkan Nama Target"

"Cho Eun–yeon"

"Oh Ji–na"

Mulai besok, akan kubebani bunga setiap hari.

"Target memenuhi semua persyaratan,...

...kami akan melanjutkan dengan Balas Dendam."

"Kau telah dipilih sebagai target untuk Balas Dendam."

Apa ini? Pesan spam?

Aku seekor kucing romantis!

Menyinari cahayaku Di kota abu–abu

Cahaya bintang kecil!

Aku seekor kucing romantis!

Kau pergi dengan keinginanmu

Hei!

– Hei! – Kau baik–baik saja?

– Hei, apa kau baik–baik saja? – Bangun!

– Eun–yeon, kau baik–baik saja? – Bangun.

Dia pasti tersengat listrik!

– Kau baik–baik saja? – Eun–yeon! Apa yang kita lakukan?

– Eun–yeon, tolong bangun. – Apa kau baik–baik saja?

Cho Eun–yeon.

Eun–yeon.

– Eun–yeon, tolong bangun. – Apa yang harus kita lakukan?

– Eun–yeon. – Eun–yeon, apa yang terjadi?

– Eun–yeon. – Kau baik–baik saja?

Aku baik–baik saja. Berhenti.

Aku tak suka ada di sini. Aku mau pergi.

Kami akan bernyanyi sedikit lagi, lalu pergi.

Baik.

Siapa yang membelikanmu tas itu? Pacarmu?

– Cantik sekali. – Itu kelihatan bagus sekali.

Ini bukan palsu, 'kan? Boleh kupegang sekali saja?

Kau akan mengotorinya.

Apa itu? Dia penyanyi yang buruk.

Astaga.

Maaf. Aku sungguh minta maaf.

Dasar wanita gila!

Aku takkan membiarkannya!

Astaga!

Aku akan mehghabisinya!

Sial.

Sial.

Baunya mengerikan.

Apa ini? Suratnya ternodai sepenuhnya.

Jika Ji–na tahu, ini akan berakhir.

Aku sedang membersihkan tasku.

Hei, kita dalam masalah.

Ada petugas polisi di sini.

Mereka tahu kita mengambil uang siswa dan tas kami direbut.

Ini kacau.

Apa? Aku tak bisa mendengarmu dengan jelas.

Kenapa suaramu seperti itu?

Diam.

Buang saja uang yang kau miliki.

Semua itu adalah bukti.

Jika mereka menemukannya, kita akan dimasukkan ke penjara.

Benarkah?

Ya, aku tak main–main. Kau punya uang di akunmu, 'kan?

Tarik uang itu dahulu.

Apa yang kau lakukan? Cepatlah!

Aku hampir sampai.

"Layanan Keuangan"

Aku ada di ATM.

Transfer semua uang tunaimu dan uang di akunmu.

Ke mana?

Aku akan memberi tahu nomor rekeningnya sekarang.

Cepat katakan kepadaku.

Bank Neohee, 123–456–678.

Tunggu dahulu sebelum kau keluar.

Akan kuhubungi setelah pastikan polisi tak mengejar kita, paham?

Baik. Aku mengerti.

Apa yang sedang terjadi?

– Cho Eun–yeon! – Eun–yeon!

Diam!

Polisi bisa mendengar. Kenapa bicara begitu keras?

Polisi? Polisi apa maksudmu?

Kau mengatakan kepadaku bahwa polisi mengejar kita.

Apa maksudmu? Aku tak pernah mengatakan itu.

Kau mengatakan kepadaku bahwa...

...jika aku menyimpan uangku, aku akan dimasukkan ke penjara.

Kau mengatakan kepadaku untuk mentransfernya.

Melalui telepon.

Dia ada di karaoke bersamaku sampai sekarang.

Kau berbicara dengan siapa?

Hei, apakah kau...

Apa itu penipuan suara?

Apa?

– Kurasa benar. – Apa yang harus kita lakukan?

"Sebanyak 5.000.000 won telah ditarik."

Tidak. Uangku...

Aku butuh uang itu.

Hei. Ini salahmu.

Kau menyuruhku mengirim uang itu. Kembalikan uangku!

– Apa kau gila? – Sadarlah, Eun–yeon!

Jika aku tak memiliki uang itu,...

...tamatlah aku.

"Kau mendapat setoran baru."

"Selesai"

"Balas dendammu selesai."

Aku yakin sekarang.

Seseorang membantuku melalui Revenge Note.

Siapakah sang Master?

-=SULTAN KHILAF=-

Astaga, kau akan masuk angin.

Ini permen jeli kesukaanku. Makanlah setelah meminum obatmu.

Apa Ji–na datang ke sini?

Dia bilang dia akan kembali.

Entahlah. Aku tak melihatnya.

– Benarkah? – Aku akan keluar.

Selamat! Kau tak perlu menghindar lagi.

– Apa maksudmu? – Eun–yeon lari dari rumah.

Dia mendapat penipuan suara kemarin dan kehilangan uangnya.

Jika dia tertangkap, tamatlah dia.

Katanya, itu ulah salah satu anak yang uangnya dicuri oleh dia.

Semua siswa yang dimintai uang mendapatkan uang mereka kembali.

"Kau mendapat setoran baru."

"Kau mendapat setoran baru."

Apakah itu ulahmu?

Luar biasa jika itu ulahmu!

Bukankah begitu?

Apa yang terjadi? Bagaimana dia bisa lolos lagi?

Revenge Note.

Apa yang terjadi pada hidupku?

Follow My IG @sultan_khilaf_sub

"Epilog"

Sebelum waktu berlalu

Kumpulkan keberanianmu Serta kembalilah kepadaku

Hatiku...

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.