All language subtitles for Dont.Leave.Home.2018.720p.WEB-DL.MkvCage.ws

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bh Bihari
br Breton
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional) Download
co Corsican
cs Czech
da Danish
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hmn Hmong
is Icelandic
ig Igbo
ia Interlingua
ga Irish
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal) Download
pa Punjabi
qu Quechua
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
tg Tajik
tt Tatar
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Yang Maha Kuasa tidak menjamah kita,

dari luar angkasa.

Dia bernafas dari dalam.

Jiwa kita adalah wujud rahasia yang bersemayam dalam tubuh kita.

Jika tubuh adalah tempurung jiwa.

Maka jiwa kita adalah keagungan yang Maha Kuasa.

Maka Tuhan adalah bumi.

Tuhan adalah kita.

Tuhan adalah akhir hidup kita.

Translated & Resynced by BernadX Jakarta, Oktober 2018 Ingin donasi pulsa? Silakan ke 081385001509

Siobhan!

Siobhan!

Connor! Connor!

Apa Siobhan bersamamu?

Tidak.

Bukannya dia masih tidur?

Tidak.

Siobhan!

Siobhan!

Hei.

Apa yang kau lakukan disini?

Kupikir kau sedang membuat presentasi karya senimu.

Tadinya begitu.

- Hei. - Hai.

Aku bermimpi aneh semalam.

Aku kira berhubungan dengan karya ini.

Sepertinya ada yang hilang.

Apa?

Aku tak tahu.

Jiwa-Jiwa yang Hilang di Irlandia Dari sekian banyak kasus orang hilang yang melanda Irlandia selama 30 tahun terakhir ini,

yang paling misterius adalah hilangnya Siobhan Callahan berumur 8 tahun beserta lukisan dirinya,

yang dilukis oleh Pastor Alistair Burke pada tahun 1986.

Biarpun tidak ada yang menyalahkan,

tapi karena merasa dihantui oleh "mukjijat iblis" ini,

Burke meninggalkan statusnya sebagai Pastor,

dan mengasingkan diri sejak saat itu.

Sepertinya aku tak bisa menyelesaikan presentasi untuk karyaku.

Sepertinya aku kehabisan ide.

Tapi aku janji akan menyelesaikannya hari ini.

Apa? Ada apa?

Baiklah. Tapi jangan kaget melihat ini.

- Kita akan mengatasinya. - Mengatasi apa?

Aku punya kabar buruk.

Jangan terkejut ya.

Jujur aku juga kaget tentang ini.

Apa yang kau lakukan?

Mereka bilang akan merubahnya ulasan itu kalau ada pameran.

Kalau saja aku punya cetakanmu, mereka akan mengulas dengan benar.

Dan kau tahu aku tak akan setuju dengan itu.

Kapan aku bilang karyaku sudah selesai?

Kau bilang firasatmu akan berhasil.

Aku bisa saja berubah pikiran tiap 5 menit sebelum pameran.

Aku belum selesai menyesaikan presentasi karyaku.

Dan apa pedulimu jika aku menyelesaikan atau tidak.

jika kau pikir kritikus akan membacanya atau tidak.

Aku akan menelpon mereka sekarang. Semua akan baik-baik aja.

Jadi pameran ini tak akan berhasil.

Dia cuma seorang kritikus, Mel. Yang tidak paham karya seni.

Itu adalah liputan terpenting yang mungkin akan kita dapat.

Dan mungkin dia sangat mengerti.

Kau sadar kalau ini benar-benar mimpi buruk yang nyata?

Halo.

Apakah ini Melanie Thomas?

Ya benar.

Nona Thomas, aku berbicara mewakili Alistair Burke.

- Kau masih disana, Nona Thomas? - Yah, aku masih disini.

Kukira aku kehilanganmu tadi.

- Nona Thomas, Alistair Burke menyukai karyamu. - Apakah ini candaan?

Kurasa tidak. Aku sadar ini sedikit mengejutkan.

Tapi kupastikan ini bukan candaan.

Bagaimana kau tahu nomorku?

Tertulis di website'mu

Dia melihat karyamu di situs online.

Maaf memotong pembicaraanmu, kalau saja aku tahu nomornya mungkin aku sudah...

...minta maaf kalau aku sudah menyinggungnya. Itu bukan kesengajaanku.

Tidak apa-apa, Nona Thomas. Meskipun dia belum melihat karyamu langsung,

Pastor Burke percaya kau punya bakat khusus dalam bidang itu.

Dia juga tahu kau mungkin sedang sibuk saat ini,

makanya dia cuma ingin bertemu dan membeli salah satu pahatanmu.

Malah dia mau menggelar pameran untuk karya senimu.

dan dia akan bantu menjualnya selama kau disini.

Meskipun dia sudah lama menarik diri dari masyarakat selama bertahun-tahun,

Pastor Burke menjalin komunikasi akrab dengan banyak kolektor seni berpengaruh.

Orang-orang inilah yang nanti akan membeli karyamu.

- Nona Thomas, kau masih disana? - Ya, aku masih disini.

Pastor Burke akan mengirimkan pesawat untuk menjemputmu.

Apakah kau mau menerima tawaran ini?

Jangan Tinggalkan Rumah

Hai.

Aku Melanie Thomas.

Biar aku bawa saja.

Halo.

Aku Shelly.

Kau tak perlu memperkenalkan diri.

- Senang bertemu denganmu, Nona Thomas. - Panggil saja aku Melanie.

Melanie. Kau pasti capai setelah penerbangan jauh.

Tidak apa-apa. Aku tidak capai.

Kau tak lupa membawa pahatan sesuai permintaan pastor Burke?

Ada di mobil.

Bagus. Dia akan senang sekali.

Wow, indah sekali.

Kita kurang pandai merawat bangunan ini seperti yang seharusnya.

Jadi jangan terlau berharap banyak.

Kamarnya juga tidak terlalu banyak.

Kapan rumah ini dibangun?

Aku tak tahu tanggal pastinya. Tapi sekitar 300 tahun yang lalu.

Kau mungkin akan mendengar suara aneh selam menginap disini.

Abaikan saja.

Tak seperti pandangan umum, aku tidak percaya dengan adanya hantu.

Tempat ini besar sekali.

Ini kamar mandimu.

Dan ini adalah kamar tidurmu.

Ruangan Pastor Burke ada di ujung koridor ini.

- Jadi sebaiknya kau berada di area sini saja. - Tentu saja.

Wow...bagus sekali.

- Apa wastafelnya berfungsi? - Ya.

Untuk menyegarkan dirimu sebelum tidur.

Terima kasih.

Sama-sama.

Aku berhenti konsumsi gula sejak sebulan yang lalu.

Tapi tak apa lah untuk saat ini.

Tidak apa-apa. Silakan diminum.

Anggap saja perjalanan ini sebagai liburan dan juga kerja.

Ya Padraig. Terima kasih.

Bagaimana kau melafalkan namanya?

Pa ... draig.

Poregg? Baiklah

Jangan terlalu dipikirkan.

Dia jarang bicara. Tapi dia paham semua yang kita katakan.

Tentang pameran itu...

apa ada model tertentu yang harus aku buat? Atau...

Ya. Kita punya gua yang indah di pinggir hutan.

Pastor Burke bilang bentuk itu akan sangat laris.

- Baiklah. - Bahkan mungkin...

ada baiknya kau melihatnya sendiri sebelum kamu beristirahat.

Ya, nanti aku akan melihatnya.

Baguslah.

Kolektor seni kita, atau lebih tepatnya Pastor Burke kolektor,

adalah kolektor yang sangat kaya.

Aku tidak terlalu memikirkan soal uang ketika berurusan dengan karyaku,

Tapi aku berharap ada sedikit kompensasi di awal setelah...

...maaf, setelah ulasan yang buruk itu,

kondisi keuanganku sedikit terguncang saat ini.

Jangan khawatir, Nona Thomas.

Kau akan dapat banyak uang yang akan

membuatmu nyaman untuk waktu sangat lama.

Maaf Melanie aku tak bisa menemanimu.

Ikuti saja jalan lurus itu sampai ke hutan.

Nanti ada lahan tepi hutan. Kau tak kan melewatkannya.

Baiklah, nanti aku ikuti.

Aku buat jejak dengan remah roti agar aku bisa kembali pulang.

Aku mau bertanya sesuatu ke kamu.

Apakah kau menuruti permintaan Pastor Burke,

untuk tidak bilang ke siapapun tentang kedatanganmu ini?

- Tak ada yang tahu aku kemari. - Bagus.

Dia sangat menjaga kerahasiannya.

Dia akan sedih jika ada yang tahu kediamannya.

Dia akan terus diganggu.

Ya.

Aku tak bisa bayangkan kehidupan yang dia jalani.

Terima kasih.

Haruskah aku menunggu Pastor Burke atau Shelly, atau...

Baiklah.

Terima kasih.

Apa dia sudah membawakan... Bagus lah.

Maaf aku tidak menunggu.

Tidak apa-apa. Kau sudah benar.

Aku lah yang harus minta maaf.

Pastor Burke sedang tidak enak badan.

- Dia baik-baik saja? - Tentu saja.

Cuma sakit perut biasa.

Dia pria yang sensitif.

Silakan makan.

Dia makan jika sudah baikan.

Bagaimana denganmu?

Aku terbiasa telat makan siang.

Bagaimana rasanya?

- Maksudnya? - Sup'nya.

Ini enak. Terima kasih.

Maukah kau menunjukkan pahatanmu ketika dia muncul?

Tentu saja.

Dia pasti gembira sekali melihatnya.

Kita berdua gembira.

Hai Pastor Burke.

- Senang akhirnya bertemu denganmu. - Tolong,...

Panggil aku Alistair.

Ini dia.

Bagus sekali, kan?

Terima kasih.

Bolehkah aku memegangnya?

Tentu saja. Ini sudah jadi punyamu.

Ada hal yang aku rasa kurang di pahatan ini.

- Tapi aku tak tahu kekurangannya apa. - Mistis sekali.

Apa yang kau rasakan hari itu?

Apakah kau mau memahat sesuai bayaran yang kita sepakati?

Tentu saja. Tawaranmu sungguh murah hati.

Tak mungkin. Setelah melihat ini...

- ...aku rasa kita terlalu murah membayarmu. - Tentu saja tidak.

Terima kasih telah menerimaku disini.

Tawaranmu tepat sekali waktunya.

Aku merasa terhormat diterima disini.

Kita yang merasa terhormat.

Hai.

Nona Thomas.

Kau seorang Katolik?

Aku sudah dibaptis. Tapi sudah lama aku tidak ikut misa.

Kalau kamu?

Aku dengar kau meninggalkan status Pastor setelah...

Ya.

Kau masih seorang Katolik?

Aku takut memilih pilihan yang sulit.

Memilih apa?

Melukis atau Tuhan.

Sungguh indah disini.

Disinikah kau menetap setelah...

Ya, segera setelah kejadian itu.

Dan kapan kau bertemu Shelly?

Mungkin setelah itu.

Dia mau mendukukungku saat tak ada orang yang mau.

Entah itu keluargaku atau kongegrasiku.

Bagaimana dengan Padraig?

Dia datang dengan bakatnya.

Mungkin kau telah membaca ulasan tentang...

hasil pameranku.

Aku mau kau tahu bahwa...

Bukan maksudku untuk memanfaatkan ceritamu, atau...

menuduhmu seperti yang dituduhkan kritikus itu kepadaku.

Maafkan aku.

Aku mengerti kau merasa aneh tentang semua ini.

Hal ini juga aneh buatku.

Aku penasaran,

apa yang mebuat kau memilih tema orang hilang di pameranmu?

Ehm..mungkin...

Aku mendengar kisah mereka, lalu aku mendengar tentang kisahmu.

Dan saat aku mulai meneliti, aku mendapat berita tentang banyaknya

kasus orang hilang di daerah sini selama 30 tahun terakhir ini.

Dan aku heran kenapa orang-orang ini mendadak hilang tanpa jejak.

Tak ada penjelasan yang masuk akal semua itu.

Mungkin ini kedengarannya gila, tapi...

Aku menduga bahwa semua ini bagian dari sesuatu yang...

lebih besar daripada yang kita pahami saat ini.

Dan kupikir cara terbaik untuk memahami misteri itu adalah...

dengan pahatan diorama yang terkesan mistis.

Itu merupakan bentuk seni yang luar biasa.

Tak diragukan lagi.

Terima kasih sekali lagi untuk mengadakan acara lelang.

Ada berapa kolektor yang akan hadir?

Permisi.

Maaf telah mengganggumu, Nona Thomas.

Tapi aku lihat lampu kamarmu masih menyala.

Aku mau tahu apa kau bersedia untuk bertemu besok pagi?

Dekat sungai.

Ada hal pribadi yang aku ingin bicarakan denganmu.

Tentu.

Baiklah.

Jam berapa?

Setelah kau bangun saja.

Tapi lebih baik sebelum siang hari.

Baiklah kalau begitu.

Jika kau bertemu Shelly dalam perjalanan ke hutan,

bilang saja kau mau jalan-jalan.

Kita akan berbincang lain waktu saja.

Baiklah.

Jangan lupa pakai jaket.

Hujan akan segera berhenti.

Tapi tetap saja basah.

Baiklah. Selamat malam.

Selamat malam.

Nona Thomas.

- Selamat pagi. - Selamat pagi juga.

Bagaimana tidurmu?

Ehm...nyenyak.

Apa kau takut air?

Tidak.

Nona Thomas.

Panggil saja aku Melanie.

Melanie.

Aku mau kau tahu aku tidak menculik Siobhan Callahan.

Aku tahu itu.

Biarpun aku merasa bertanggung jawab atas peristiwa itu.

Kau berdoa di kamarmu sepanjang malam kan?

Itu benar.

Tapi kau harus paham tentang perasaan bersalahku ini.

Aku tak pernah mengatakan ini sebelumnya ke orang lain.

Hari di saat aku melukis Siobhan,

dan saat dia berpose seperti orang berdoa,

cahayanya berubah.

Itu seperti,

cahaya yang kudus dari surga.

Cahaya itu tidak lama.

Tapi,

aku tak pernah mengalami hal seperti itu sebelumnya.

Hal itu terjadi kepadaku.

Apa?

Aku mendapat cahaya itu.

Kapan?

Kemarin saat,

aku berada di goa Maria di hutan. Persis seperti yang kau ceritakan.

Ceritakan padaku.

Perubahan cahaya itu, dan...

tiba-tiba aku merasa diliputi perasaan yang tak bisa kujelaskan.

Begitu agung.

Pagi itu saat Siobhan menghilang,

aku sedang berdoa di gereja,

dan aku mendapat penglihatan yang lain.

Dan pada saat itu,

aku tahu hal buruk telah terjadi.

Bukan aku yang membuat dia menghilang.

Kau tak berbuat hal yang salah.

Aku sudah bersembunyi dari masyarakat selama 30 tahun,

tapi aku untuk dapat 10 menit untuk sendiri saja aku tak bisa.

Selamat pagi, Melanie.

- Pagi yang indah untuk bersampan. - Selamat pagi.

Kau melakukan hal ini lagi.

Jangan coba-coba kau melakukan hal ini lagi.

Kau mengejutkanku.

Apa yang dia bilang padamu?

Maaf?

Kau jangan dengarkan dia.

Pikirannya sudah agak terganggu.

Maksudku adalah,

dia sedang sakit parah.

Kita tak boleh kehilangan anugerah itu pergi bersamanya.

Anugerah apa?

Kau disini untuk suatu alasan, sayangku.

Jangan kau dengarkan dia.

Kulihat kau sedang mengerjakan sesuatu.

Ini belum selesai.

Aku tahu.

Ini merupakan tantangan yang berbeda.

Kau selalu seperti ini saat sudah mau selesai.

Sensitif dan galau.

Bersantailah sedikit.

Kau tak akan mengerti.

Tentu saja aku tak akan mengerti yang kau rasakan.

Aku bukan seniman.

Selesaikan malam ini.

Selamat pagi, Melanie.

- Selamat pagi. - Kau tidur nyenyak semalam?

- Ya. - Bagus.

Aku sangat menghargai undanganmu kesini, dan...

menyiapkan pelelangan, tapi...

Tapi kurasa aku harus pulang.

Hari ini.

Apa semua baik-baik saja?

Semua baik-baik saja, cuma aku merasa...

kehilangan gairah dan aku...

tahu itu tidak benar.

Jadi aku akan menjual hasil pahatan yang kubuat disini,

tapi aku tak bisa hadir saat pelelangan.

Sayangku, aku paham kerisauanmu,

tapi masalahnya ini ini adalah situasi yang khusus.

hal terpenting dan menarik adalah,

kolektor ingin bertemu kamu secara langsung.

Sang seniman.

Aku mengerti.

Sejujurnya, aku tak melihat itu terjadi tanpa kehadiranmu.

Jika dia ingin pulang, biarkan saja.

Tinggalah sehari lagi, dan kau boleh pulang ke Amerika.

Masalahmu disana juga belum terselesaikan.

Lagipula kau sudah bekerja keras untuk karyamu ini.

Dan kau setuju akan diadakan pameran.

Profesionalitas adalah hal terpenting dari semua ini.

Kurasa kau benar.

Perlu kuingatkan jika kau tetap ingin pulang sekarang,

kami pasti tak akan melarangmu.

Kau benar, aku...

aku sudah bepergian jauh dan aku sudah berkomitmen.

Ya benar.

- Kita akan buat malam ini tak terlupakan dengan... - Shelly!

- Nona Thomas. - Hai.

Apa semua baik-baik saja?

Tentang kamu dan semua yang ada disini...

Maaf, itu bukan urusanku.

Kau orang baik, Nona Thomas.

Ini dia orangnya.

Tamu kehormatan kita.

Hai.

Tuan-Tuan,

Terima kasih telah bergabung malam ini.

Untuk menyambut Melanie Thomas.

Yang telah jauh-jauh datang dari Amerika.

Untuk menghibur kita dengan hasil karyanya yang indah.

Indah sekali.

Sebagian besar kalian sudah tahu kalau Nona Thomas adalah seniman yang sangat berbakat.

Kita bisa melihat sebagian hasil bakatnya disana.

Kita jelas melihat itu.

Slainte! (untuk kesehatan)

Slainte!

Mungkin kau butuh waktu untuk itu.

Minuman apa ini?

Poitin.

atau orang Amerika sering bilang...

Moonshine.

Mari kuperkenalkan.

Aku merasa...

Aku butuh waktu sebentar...

Melanie Thomas.

Andai saja aku bisa merekamnya.

Itu tujuan sesungguhnya.

Tuah-Tuan sekalian,

Apa kalian siap melihat keajaiban?

Tentu saja.

Kalian datang ke tempat yang tepat.

Sayangku...

Seharusnya kau belum bangun.

Ini pasti kehendak Tuhan.

Senang bertemu denganmu Melanie Thomas.

Kau seniman yang sangat berbakat.

Dan juga seorang wanita yang cantik.

Sekarang, apakah kita sudah siap?

- Ya tentu saja. - Kalau begitu kita lanjutkan saja.

Sambutlah keajaiban ini, Tuan-Tuan.

- Indah sekali - Luar biasa.

Ya Tuhanku...

Apa semua baik-baik saja?

Acara lelang dimulai!

Akan kubalas kau lain kali.

Kau bisa membalasku.

Tapi mungkin juga tidak.

Minumah ini.

Kau lihat tadi?

Aku tak tega.

Susah dipahami nalar manusia.

Kau membuatku mual.

Berapa kali harus kubilang...

Ini adalah anugerah untukmu.

Tapi mereka ini manusia.

Kau beri mereka kematian.

Darimana kau tahu itu?

Kau tahu itu. Itu yang mereka mau.

- Itu yang diinginkan semua orang. - Bagaimana jika mereka tersesat?

Jangan kau hukum dirimu. Kau orang baik.

Kau hanya perlu istirahat.

Kau lelah beberapa hari ini.

Dia sudah pergi.

Kita bisa mendapatkan korban yang lain.

Semua akan berlalu.

Halo.

Hei.

- Apa yang kau lakukan? - Membuang barang-barangnya.

Jangan yang ini.

Tapi ini barang bukti.

Tak ada yang akan menemukannya.

Kau terlalu akrab dengannya.

Maafkan aku.

Maafkan aku.

Aku membodohi...

Aku membodohi diriku sendiri.

Aku lemah.

Aku salah mengerti selama ini.

Kau dimana?

Adakah...

Adakah orang disana?

Shioban?

Apakah namamu Shioban Callahan?

Aku tak bisa menemukan rumahku.

Berapa lama kau tersesat?

Aku pergi tidur semalam di rumahku.

Aku tak bisa menemukan jalan keluar.

Aku juga tak bisa.

Aku rindu Ayah dan Ibuku.

Aku hanya ingin pulang.

Ayo teruskan.

Ambil barang-barangmu.

Bagaimana tadi?

Lancar.

Kenapa kau buru-buru?

Biar ini semua cepat selesai.

Kau mau kemana?

Untuk berdoa.

Mau minum teh?

Aku sudah minum teh.

Ya Tuhan.

Kau bodoh sekali...

Orang bodoh.

Wanita itu jahat.

Kita harus meninggalkan tempat ini.

Ayo cepat ikut.

Tidak...

Tidakkk...

Hentikan mobilnya.

Hai Shioban.

Aku mau membawamu pulang.

Kami semua?

Translated & Resynced by BernadX Jakarta, Oktober 2018 Ingin donasi pulsa? Silakan ke 081385001509

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.