All language subtitles for apotheosis2018

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal) Download
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Diterjemahkan oleh RAJAJUDI.info Agent Judi Online Aman Terpercaya

Kunjungi RAJAJUDI.info Agent Judi Online Aman Terpercaya

Bonus New Member 30% Bonus Cashback 5%

Bonus 0.25% Commision Grade A Bonus 0.7% Rollingan Casino

Dia menunggu teman kencannya.

Hari itu tanggal 7 Maret.

Aku melihat kalender di dinding sebelumnya.

Apa wanita itu tidak datang?

Aku yakin dia tidak datang.

Rasa kesepian tak bisa menjauh pergi.

Senang bertemu denganmu./ Kau juga.

Anggur?/ Ya.

Ya, setelah seharian bekerja, itu terdengar sangat bagus.

Bagaimana harimu?

Hariku bagus.

Bagaimana denganmu?

Bagus. Cukup datar.

Beritahu aku sesuatu tentang dirimu sendiri.

Mari coba sesuatu yang berbeda.

Daripada aku beritahu kau semua tentang diriku dan statistikku...

...seperti bagian belakang dari kartu bisbol,

Mari bicarakan tentang apapun yang terlintas di pikiran.

Kau tahu?

Apapun yang kita inginkan.

Sesuatu yang lebih organik.

Seperti sebuah eksperimen kencan?

Anggap itu sebagai tantangan...

...dari percakapan tipikal saat kencan pertama.

Aku tidak ingin tahu dimana kau bekerja...

...atau dimana kau kuliah.

Aku mau tahu kau yang sebenarnya.

Siap untuk memesan?

Kami mungkin butuh waktu lagi./ Aku siap memesan.

Ya, tentu./ Aku pesan ayam parmesan.

Ekstra keju.

Aku juga pesan ayam parmesan.

Ekstra keju?/ Tidak, terima kasih.

Ada lagi untuk diminum?

Aku cukup dengan anggur./ Aku juga.

Baik, aku akan bawakan kau roti./ Terima kasih.

Terima kasih.

Baiklah, sampai di mana kita?

Apa pendapatmu tentang semuanya?/ Apa?

Dengar, aku tahu permainan kencan pertama ini agak aneh,

Tapi cobalah.

Skenario terburuk,

Kau punya cerita lucu untuk diceritakan kepada teman-temanmu.

Baiklah.

Apa maksudmu, semuanya?/ Maksudku semuanya.

Kehidupan, pekerjaan, budaya.

Tempat kacau yang kita tempati.

Apa inti semuanya?

Itu pertanyaan yang sangat samar. Baiklah.

Kurasa kau hanya harus berusaha yang terbaik, kau tahu?

Berusaha semampunya dan dorong atas apa yang kau inginkan.

Maaf, apa itu benar-benar jawabanmu?

Ya./ Itu bodoh.

Dengar, aku tidak memintamu tuliskan aku pidato wisuda.

Aku memintamu untuk beritahu aku bagaimana perasaanmu sebenarnya.

Lepaskan topeng badut yang harus kau kenakan untuk semua orang itu.

Berikan aku dirimu.

Baiklah.

Semuanya omong kosong.

Menurutku semuanya omong kosong.

Kuberitahu padamu alasannya.

Aku tidak mengenalmu dan kau tidak mengenalku,

Tapi kita punya satu kesamaan.

Pergelutan.

Kita bergelut seumur hidup kita, untuk apa?

Aku mengerjakan pekerjaan buruk agar aku bisa tetap hidup.

Agar aku bisa makan, memiliki tempat istirahat,

Dan melanjutkan keberadaanku yang tak ada harganya.

Kita hidup untuk mati.

Hanya mengisi waktu luang.

Kita bangun setiap hari dan pergi bekerja.

Apa tepatnya tujuan kita bekerja?

Bekerja, agar kita bisa pulang ke rumah dan menonton TV?

Bekerja, agar aku bisa membeli makan untuk disumpalkan ke wajahku?

Bekerja agar aku bisa pensiun suatu hari saat aku pikun?

Aku juga tidak akan mengingat itu.

Hidup hanyalah tindakan perjuangan.

Setidaknya untuk sebagian besar dari kita.

Itu baru jawaban yang bagus.

Mereka mengobrol cukup lama.

Aku terkejut betapa nyaman wanita itu bersamanya.

Seolah dia bisa memahaminya.

Tak ada yang bisa memahami dia, bahkan aku sendiri.

Entah kenapa, mengerti.

Mereka mengobrol selama dua jam penuh.

Dia tidak tanyakan wanita itu tentang masa lalunya,

Wanita itu tidak tanyakan pria itu tentang pekerjaannya.

Tapi entah bagaimana percakapan mereka menarik dan indah.

Seperti puisi sederhana di mana mereka bergantian berkontribusi,

Baris demi baris.

"Tuhan sudah mati."

"Tuhan belum mati."

"Seks adalah Tuhan."

"Siapa kita selain binatang yang terjebak dibalik dinding?"

Apalah dinding, selain pedimen terhadap kondisi manusia?

Hanya imajinasi yang bisa.../ ...Merobohkannya.

Aku akan ke kamar mandi.

Aku akan minta bonnya./Aku bisa bayar setengahnya jika kau mau.

Jangan bodoh.

Kau bilang kau pengangguran. Simpan uangmu.

Kau terlalu manis.

Aku kembali.

Kau mau ke tempatku untuk kopi atau minum-minum?

Ya, tentu.

Maaf, tempat ini berantakan./ Tak apa, aku tak peduli.

Aku suka tempatmu.

Terima kasih.

Hei.

Hei!

Kau mau aku buatkan minum?

Ya. Ya, itu akan sangat bagus.

Kau mau ke mana?/ Aku harus pergi.

Ini jam 03:30 pagi./ Maafkan aku.

Kau tak mungkin serius.

Tidurlah di sini./ Tidak, aku harus pergi.

Ada apa?

Biarkan aku pergi!

Apa kau serius?

Bilang padaku ini lelucon./ Maafkan aku.

Kau lima kali terlambat bulan ini.

Kau mau dipecat?

Karena aku sangat yakin kau ingin dipecat.

Aku minta maaf.

Kau pemalas.

Maafkan aku, itu takkan terulang lagi.

Itu jelas takkan terulang lagi.

Jika itu terulang kembali, aku akan memecatmu ditempat.

Halo?

Hei.

Aku senang kau menghubungi.

Bagaimana kabarmu?

Aku baik. Aku hanya bersantai.

Tentu, kau bisa datang, ya.

Jika satu botol tequila termasuk.

Baiklah.

Baiklah, bagus...

Sampai nanti?

Dah.

Hei. Silakan masuk./ Apa kabar?

Senang melihatmu./ Kau juga.

Jadi apa yang kau ingin lakukan?/ Minum.

Dan bersantai.

Aku akan ambil botolnya.

Ambillah...

Dan...

Temui aku di kamarmu.

Baiklah.

Hei, hei, hei. Apa kau baik-baik saja?

Maafkan aku.

Pikiranku benar-benar kacau.

Semuanya...

Kacau di pikiran?

Aku hanya...

Aku merasa begitu hampa.

Kau tahu, seperti...

Aku antara benar-benar sedih atau benar-benar bahagia.

Itu tak pernah imbang.

Aku jarang bahagia,

Jadi aku bukan orang yang tepat untuk memberimu saran.

Kenapa kau jarang bahagia?

Entahlah, lupakan saja./ Tidak, beritahu aku.

Tidak.

Astaga, bisakah kau beritahu aku?

Aku tak punya banyak hal untuk membuatku bahagia.

Apa pekerjaanmu?

Jadi sekarang kita akan memberikan pertanyaan?

Aku bisa berikan pertanyaan.

Itu tidak adil.

Katakan padaku.

Aku bekerja di kantor.

Keren.

Ya, itu bagus.

Kau tidak menyukainya

Tidak, aku tidak menyukainya.

Itu hal yang sama untuk dikerjakan setiap harinya.

Itu seperti bidang perakitan di pabrik atau semacamnya.

Lalu kenapa kau melakukannya?

Karena itu keinginanku.

Kenapa semua orang melakukan apa yang tak ingin mereka lakukan?

Itu pekerjaan, kau tahu, aku harus melakukannya.

Apa yang kau ingin lakukan?

Itu masalahnya. Tak ada yang benar-benar ingin aku lakukan.

Kemari.

Beritahu aku sesuatu tentangmu.

Seperti?

Entahlah.

Beritahu aku tentang masa kecilmu.

Itu masa kecil yang cukup umum

Orang tuamu?

Ibuku meninggal saat aku masih bayi.

Jadi Ayahku yang mengurusku dan pamanku.

Apa mereka masih hidup?

Tidak.

Orang tuaku masih hidup,

Tapi aku tak bicara dengan mereka selama 10 tahun.

Kami ada sedikit permasalahan.

Aku menyesal./ Tidak perlu.

Maafkan aku.

Tak apa.

Dia sekitar 7 tahun,

Saat dia mulai diasuh oleh pamannya,

Pecandu alkohol yang keluar-masuk penjara.

Dia akan membawanya ke toilet dimana itu sangat gelap,

Hingga aku tak bisa tahu apa yang terjadi.

Segera setelah dia keluar menuju cahaya,

Aku akan berada di sana, melihat air mata menetes di pipinya,

Mendengar rengekan yang keluar dari mulutnya...

...dan bergetar bersamanya dari apa yang terjadi di toilet itu.

Dia dipaksa masuk ke toilet itu...

...setiap kali dia diasuh oleh pamannya.

Hingga suatu hari pamannya meninggal.

Dia saat itu 10 tahun.

Dia tidak harus merengek atau menangis setelahnya.

Tapi dia masih gemetaran.

Kami berdua gemetaran.

Hei,

Aku harus berangkat kerja.

Lihat siapa yang datang tepat waktu.

Apa isi pesannya?

Seandainya aku bisa...

Apa dia melihatku?

Dia bisa mendengarku?

Apa kau melihatku?

Kau sudah selesai?/ Ya.

Kalau begitu bersihkan piringnya dan cucilah.

Apa kau memecahkan piring?!

Sayang?

Sayang, kau di rumah?

Sayang, ada apa?

Kenapa kau menangis?

Aku berhenti merasa benar.

Tak apa, tak apa, tak apa.

Tak apa, tak apa, tak apa.

Tak apa.

Aku rusak.

Seperti mainan tua atau semacamnya.

Aku tak bisa diperbaiki.

Apa kau mengerti?

Orang seperti kita tak bisa diperbaiki.

Kau tahu satu mainan rusak dan mainan rusak lainnya setara?

Satu mainan normal, satu orang normal.

Tidak.

Kau hanya akan punya dua mainan rusak.

Itu hanya pendapat sepihak.

Kau pernah berpikir...

...jika terkadang napas terengah jauh lebih mudah?

Ingat kencan pertama kita,

Saat aku tanyakan pendapatmu tentang semuanya?

Ya.

Kau benar.

Semua omong kosong.

Semuanya omong kosong.

Apa gunanya berjuang?

Ada beberapa manfaatnya.

Apa itu?

Cahaya.

Kita memilikinya seumur hidup kita.

Tak ada harapan untuk kita./ Tentu saja ada.

Aku bertemu denganmu.

Aku menambahkanmu penderitaan.

Itu tidak benar.

Kau hal terbaik yang pernah terjadi kepadaku.

Apa kau mencintaiku?

Aku mencintaimu.

Aku juga mencintaimu.

Kau tak harus mengatakannya kembali.

Aku tak harus mengatakannya kembali, tapi aku serius. Sungguh.

Bagus.

Hei.

Apa kau merindukan orang tuamu?

Kadang-kadang.

Aku yakin mereka sangat menyayangimu.

Aku yakin mereka akan sangat bangga denganmu.

Seandainya mereka bisa melihat kau menjadi orang seperti apa.

Apa menurutmu mereka bisa mengenalimu?

Aku penasaran jika mereka tahu.

Aku penasaran.

Kunjungi RAJAJUDI.info Agent Judi Online Aman Terpercaya

Bonus New Member 30% Bonus Cashback 5%

Bonus 0.25% Commision Grade A Bonus 0.7% Rollingan Casino

Lagi?

Apa maksudmu, lagi?

Maksudku, kau bilang kau mengambil jeda.

Aku bukannya meminum satu botol penuh.

Selamat karena tidak meminum satu botol penuh!

Aku tak harus menjelaskan diriku kepadamu!

Kau pecandu alkohol!

Kau ingin menjadi seperti itu?

Sampah masyarakat yang hanya minum dan bercinta?

Lepaskan aku!

Lihat apa yang kau lakukan!

Lihat apa yang kau lakukan!

Aku tidak melakukan itu, mengerti?

Kau mabuk dan kau terjatuh.

Tidak!

Menjauh dariku!

Kau mau aku melukaimu?

Christine, jangan macam-macam!

Halo?

Halo?

Christine, apa itu kau?

Orang ini.

Orang malang, gila dan bodoh ini.

Kurasa dia mencintai dia melebihi apapun di dunia ini.

Dia adalah keajaiban untuknya.

Kebebasannya dari tragedi, yaitu adalah hidupnya.

Dia adalah kebebasan wanita itu dari hal-hal duniawi,

Dari yang tak bernyawa,

Dari jurang tempatnya berada selama bertahun-tahun.

Mereka saling menemukan,

Dan dengan itu, mereka kehilangan dirinya.

Apa kau mencintaiku?

Darwin Barnes?/ Ya?

Kau ditahan atas pembunuhan Christine Meredith Thompson.

Kau berhak untuk tetap diam./ Apa?

Semua yang kau katakan...

...bisa digunakan melawanmu di sidang./ Apa maksudmu, Christine tewas?

Apa kau mendengarkan aku?/ Kau berhak didampingi pengacara.

Apa yang terjadi?!

Jika kau tidak mampu, negara akan tunjukkan kau seorang pengacara.

Halo, Darwin.

Aku John Crowley, salah satu detektif pimpinan kasus.

Apa Christine baik-baik saja?

Dia tewas.

Kenapa kita tidak bicara tentang bagaimana dia tewas?

Darwin?

Darwin?

Apa?

Bicara padaku.

Bagaimana dia tewas?

Aku tidak tahu. Aku tidak tahu.

Dia temukan seperti ini di samping bak sampah.

Senjata pembunuhan ada padanya, dan itu adalah pisau steak.

Dia ditemukan dengan sebuah pisau steak?

Itu benar.

Noda darahmu ditemukan di karpet apartemen.

Kalian bertengkar yang berubah menjadi pertengkaran fisik?

Tidak, itu tak mungkin darahku.

Itu pasti darahnya dia.

Dia mabuk dan terjatuh.

Itu dua malam lalu.

Bagaimana denganmu?

Apa kau mabuk?

Tidak.

Maksudku, tidak saat bertengkar,

Tapi setelah dia pergi, aku mulai minum.

Pertengkaran itu melibatkan pisau ini.

Jadi kau mengenali pisaunya?

Dia mengambil itu saat kami bertengkar, benar.

Jadi dia merasa membutuhkan itu untuk perlindungan darimu.

Tidak, dia sedang mabuk, oke?

Itu terdengar lebih dramatis dari yang terjadi.

Ada tetangga mendengar dia berkata, dan aku mengutip,

"Menjauh dariku."

Tidak, aku yang mengatakan itu.

Itu yang kau katakan.

Ya, dia sangat mabuk dan dia memegang pisau.

Aku berteriak padanya agar menjauh dariku.

Kita mulai dari awal.

Bisa kau jelaskan bagaimana hubunganmu dengannya dimulai?

Darwin?

Darwin, ayolah.

Kita mulai dari pertama.

Aku bertemu dengannya di swalayan.

Dia sedang mencari sereal dan dia mencari bantuan.

Dia tak bisa meraih Cheerios di rak paling atas.

Kami mulai mengobrol.

Kami punya banyak kesamaan.

Dia hancur, seperti aku./ Hancur?

Setelah kau hancur, kau tak bisa diperbaiki.

Orang seperti kami, kami tak bisa diperbaiki.

Kami hanya menjalani hidup kami hingga kami mati...

...lalu kemudian kami akhirnya bisa merasakan kebebasan.

Kami akhirnya bisa bernapas.

Apa yang kau tahu tentang masa lalunya, Darwin?

Apa dia memberitahumu sesuatu?

Tidak, tidak terlalu.

Dia bilang itu buruk, tapi dia tak mau bicara soal itu.

Dia tidak beritahu kau apa-apa.

Dari mana asalnya.

Bagaimana hubungannya dengan keluarganya.

Tidak, tidak terlalu.

Aku beranggapan dia hanya menahan ingatannya, kau tahu?

Dia akan beritahu aku saat dia siap.

Apa kau tahu nama belakangnya?

Tidak.

Tidak, kurasa tidak.

Biar aku beritahu kau sesuatu.

Wanita rusak yang kau jelaskan ini...

...tidak terlihat begitu rusak bagiku.

Dia terlihat seperti wanita muda yang sangat normal.

Dia lulus dari universitas bagus.

Dia memiliki orang tua yang menyayangi.

Dia dibesarkan di lingkungan yang bagus.

Menurut tempat kerjanya,

Dia orang yang bahagia dan ceria.

Itu omong kosong. Ya./ Itu omong kosong?

Ya, dia pecandu alkohol. Tidak mungkin dia punya pekerjaan.

Benarkah? Kau bahkan tidak tahu dia punya pekerjaan, 'kan?

Mungkin itu hanya hal lainnya yang dia tahan...

...dan tidak siap untuk diberitahukan padamu.

Di mana? Di mana dia bekerja?

Apa untungnya untukmu? Dia tidak ingin memberitahumu.

Mungkin dia berpikir kau berbahaya.

Tidak, dia tak pernah berpikir begitu.

Mungkin dia berpikir dia sebaiknya tidak memberitahumu...

...karena kau membuatnya takut atas hidupmu.

Itu tidak benar. Tidak./ Tidak benar? Tidak benar?

Biar aku beritahu kau sesuatu yang benar.

Tuanku,

Bonekaku,

Segalanya bagiku.

Aku bukan apa-apa.

Setiap kata-katanya mengambang dari bibirnya ke udara...

...dan bergantung di sana, seimbang dengan apa yang ada dan tidak.

Matanya menatap ke arah ini dan itu,

Seolah itu pencarian konstan terhadap satu jawaban...

...yang tidak ada.

Napasnya tidak seimbang, sama seperti masa depannya.

Dia hanyalah seorang bocah kecil yang bermain dengan blok kayu,

Membangun rumah yang tak pernah dia tempati?

Seorang pemuda yang akan menyihir dunia...

...hingga itu menjadi pesaing yang manis.

Orang dewasa yang kebahagiaannya hancur...

...menjadi jutaan kepingan di lantai ruang tamu.

Tuhan selamatkan orang malang ini.

Tuhan selamatkan mimpi yang merupakan kebahagiaannya.

Tuhan selamatkan naungan yang ia ciptakan.

Mungkin mereka temukan kedamaian dan hiburan.

Tunggu dulu, instrumen favoritmu bukan gitar?

Ada apa denganmu?/ Tidak, aku suka piano.

Ya Tuhan.

Ada apa dengan piano?

Kau memang orang aneh.

Terserahlah.

Mungkin aku terlalu canggih untukmu.

Baiklah.

Waktunya tidur./ Apa?

Kau sudah simpan mainanmu dan menggosok gigimu?

Ya, Pak.

Baiklah.

Matikan lampu!

Apa?

Waktunya mandi.

Berapa hari dia sudah terkurung di kerangkeng ini?

Dia ingin melakukan itu.

Aku tidak tahu.

Dia tanyakan dirinya setiap hari jika dia harus melakukan itu.

Dia tidak terbiasa terjebak.

Meski bisa dibilang dia selalu terjebak.

Tangisannya bukan hanya karena penderitaannya,

Tapi karena kehilangan wanita itu, kebebasannya.

Dia berkhayal.

Tidak menyadari yang sebenarnya.

Hei.

Hei.

Pengacaramu datang.

Halo, Darwin.

Apa yang terjadi?

Ini tidak terlihat bagus.

Apa maksudmu, ini tidak terlihat bagus?

Uang jaminanmu terlalu tinggi.

Dapatkan uangnya./ Bagaimana?

Satu-satunya jalan yang bisa dilakukan adalah semacam...

...metode tidak biasa yang bisa berakhir melukai kita berdua.

Aku tidak peduli, aku harus keluar dari sini.

Aku harus keluar dari sini dan mencari jawaban.

Jawaban untuk apa?

Untuk siapa yang membunuh dia.

Terlalu banyak bukti yang mengarah padamu.

Peter, bukan aku pelakunya.

Aku tidak membunuh dia.

Dengar,

Kita lihat apa yang bisa aku lakukan.

Apa kau percaya Tuhan, Nak?

Permisi, siapa kau?/ Aku Darwin.

Darwin, kau tak seharusnya berada di properti ini.

Aku tinggal di sini.

Kau tidak tinggal di sini./ Aku tinggal di sini.

Kau tak seharusnya berada di sini, tak ada yang boleh di sini.

Apa kau gila? Aku tinggal di sini!

Aku tidak gila.

Aku manajer properti dan namamu tak ada di daftar.

Lihatlah suratnya. "Christine Thompson."

Kau tidak terlihat seperti Christine Thompson bagiku.

Aku tak peduli dengan surat, mengerti? Aku tinggal di sini!

Dengar, biar aku beritahu kau sesuatu, dasar keparat!

Kau tidak tinggal di sini dan kau harus pergi dari sini sekarang!

Baik.

Bisa aku berikan pertanyaan pribadi padamu?

Bukankah kau sudah melakukan itu?

Baik, lupakanlah.

Tidak... Beritahu aku./ Tidak, lupakanlah.

Ayo, tanyakanlah.

Baiklah.

Apa kau percaya Tuhan?

Entahlah.

Aku tidak tahu. Bagaimana denganmu?

Percaya dengan Tuhan?

Tidak.

Tidak, aku tidak percaya Tuhan.

Aku berharap Tuhan ada,

Karena jika itu yang terjadi, ini sangat buruk.

Inilah yang terjadi.

Hanya ini yang akan terjadi.

Apa?

Bukan apa-apa.

Itu hal yang lebih buruk dibandingkan makan malam Italia bersamamu.

Saat aku memikirkanmu. Ya./ Astaga.

Menurutmu bagaimana kau akan mati?

Aku ingin kehidupan bahagiaku mendapatkan akhir yang indah.

Apa itu permintaan yang berat?

Untuk memiliki semacam keindahan di hidupku,

Meski jika itu di akhir segalanya.

Itu tidak benar.

Takkan pernah.

Orang tak bisa memilih kehidupan yang indah dan anggun.

Dengan keberuntungan dan kemuliaan.

Apa kau tidak lihat?

Kau tidak lihat situasi yang kebanyakan dari kita tempati?

Kita ditinggalkan.

Kita tidak tertekan,

Atau miskin atau kelas rendahan.

Kita adalah orang yang ditinggalkan.

Kita adalah bayangan dari mereka yang hidup di cahaya.

Hanya itulah aku,

Tinggal di kegelapan,

Mencari beberapa yang beruntung...

Yang menjalani hidup mereka dalam kepuasan...

...dan kehormatan.

Yang bisa kita lakukan adalah berdoa ada banyak lainnya.

Berdoa bahwa setelah kematian, kita akhirnya bisa berada di cahaya.

Permisi.

Ada apa?

Aku menjemput seorang wanita di sini beberapa bulan lalu...

...yang membeli sesuatu barang darimu.

Bisa kau beritahu aku apa itu?

Aku tidak tahu apa yang kau bicarakan.

Tapi jika kau ingin membeli sesuatu,

Kau harus berputar arah.

Dengar, aku bukan polisi, oke?

Aku hanya butuh sedikit informasi tentang wanita itu.

Dengar, aku tahu kau bukan polisi.

Aku tidak terlalu sering menjual pada wanita.

Itu omong kosong. Aku melihatmu menjual padanya beberapa minggu lalu.

Itu bukan omong kosong.

Aku tidak menjual kepada wanita setidaknya satu atau dua tahun.

Benarkah?/ Benar.

Baiklah.

Kau bilang kau tahu aku bukan polisi.

Apa?

Kau bilang kau tahu jika aku bukan polisi.

Bagaimana?

Serius, berhentilah memakai obat untuk sementara waktu.

Berapa banyak yang kau minum hari ini?

Beberapa gelas./ Beberapa gelas?

Kau habiskan satu botol.

Baiklah.

Aku akan mengambil jeda.

Hei!

Kau tidak tahu apa-apa, mengerti?

Itu karena kau tak pernah beritahu aku apapun!

Aku beritahu kau semua tentang hidupku,

Tapi kau tetap penuh misteri!

Selain bagaimana pamanmu memperkosamu./Bajingan!

Dengar, kau bisa coba ubah sudut pandang sebanyak yang kau mau.

Tapi kau adalah Darwin,

Gelandangan pengangguran yang punya riwayat gangguan jiwa.

Dan itulah kau sebenarnya./ Diam!

Dengar, kau bukan aku. Oke?

Kau bukan aku.

Apa kau mendengar? Kau bukan aku!

Persetan denganmu! Persetan denganmu!

Persetan denganmu!

Setiap hari dia menangis.

Meneriakkan sesuatu ke udara.

Kami bertolak belakang, dia dan aku.

Dia tersesat dalam fantasi,

Aku terjebak dalam realita.

Kami sama-sama mengalami pengalaman yang sama...

...dari sudut pandang yang berbeda.

Seandainya aku bisa berfantasi.

Seandainya aku bisa melarikan diri.

Tiga Tahun Kemudian

Ayo.

Jadi,

Apa yang kau ingin lakukan dengan jasadnya?

Kau punya kerabat yang bisa datang menjemput?

Aku tidak tahu.

Aku tidak punya siapa-siapa.

Oke, baiklah. Kami akan menguburmu di sini.

Tanda tangan ini.

Bagus.

Sekarang, soal makanan terakhirmu.

Kau mau sesuatu secara khusus?

Aku mau parmesan ayam dengan ekstra keju.

Kurasa kami bisa sediakan itu.

Apa kau percaya Tuhan?

Tidak.

Ya?

Ya, tentu saja.

Tidak. Tidak.

Semuanya jebakan.

Tentu saja.

Dia akan dihukum.

Ya.

Apa?!

Semua ini jebakan?!

Apa yang kau bicarakan?

Apa kau membunuhnya?/ Aku tidak tahu.

Siapa yang membunuh dia?!/ Siapa?

Christine!

Siapa yang membunuh dia?

Apa kau yang membunuh dia?

Ya. Aku pelakunya.

Apa yang kau bicarakan?

Makanlah.

Ini mulai dingin.

Kau pernah membaca buku karyanya Dostoyevsky?

Ya.

Aku juga tak terlalu suka baca, tapi aku penggemar berat karyanya.

Sekarang, dia menulis buku ini,

Judulnya "The Idiot."

Ada satu tokoh didalamnya.

Myshkin, atau sesuatu seperti itu.

Intinya, dia bilang jika hukuman mati...

...lebih buruk dibandingkan kejahatan yang dilakukan.

Alasannya adalah bahwa jika kau ditikam atau ditembak,

Kau menderita rasa sakit fisik...

...dan kita teralihkan oleh itu.

Seolah rasa sakit fisik teralihkan dari tindakan sekarat itu sendiri.

Seseorang tak bisa disiksa secara spiritual,

Tapi secara fisik.

Dia juga berkata,

Dia sangat sering berharap bisa melarikan diri.

Jika pembunuh berdarah dingin mengejarmu dengan pisau,

Meski itu kecil, kau punya peluang untuk melarikan diri.

Tapi tak ada pelarian dari hukuman mati.

Kirim keluar seorang prajurit,

Dudukkan dia menghadap meriam...

...lalu tembakkan itu ke arahnya,

Dia masih punya harapan.

tapi jika kau bacakan vonis hukuman mati pada prajurit yang sama,

Maka dia akan kehilangan akal sehatnya.

Kurasa kau sependapat dengan itu.

Bukan begitu?

Aku tidak yakin.

Sekarang,

Aku akan berikan kau pertanyaan yang kuberikan pada semua orang...

...yang berbagi makanan terakhir denganku.

Kenapa kau membunuh dia?

Kenapa kau merenggut nyawa wanita muda ini?

Aku tidak merenggut hidupnya.

Dia merenggut hidupku.

Harinya telah tiba.

Jamnya sudah habis.

Jamnya bukan benar-benar sebuah jam, bukan?

Tapi sebuah jam pasir,

Butiran pasirnya jatuh satu demi satu...

...ke dalam kekosongan yang suatu hari akan mengkonsumsi kita semua.

Lihatlah dia.

Dia masih membantah kebenaran.

Masih tersesat dalam fantasi.

Darwin Thomas Barnes,

Kau dijatuhi hukuman mati...

...atas pembunuhan Christine Meredith Thompson.

Semoga Tuhan mengampuni jiwamu.

Dia berlari mungkin hingga berjam-jam.

Tak pernah berhenti, tak pernah menoleh kebelakang.

Dia menuju ke sesuatu yang baru.

Sesuatu dengan harapan.

Dia menuju ke cahaya.

Dia berdiri tegak, bergetar karena dingin,

Aku berbaring di tanah.

Menatap luas dari apa yang telah Tuhan berikan kepada kita.

Hanya saja dia tak pernah kabur dari penjara.

Aku akhirnya menjebol dinding itu dan membayangkan semuanya.

Begitu juga untuk bonekaku,

Tuanku,

Segalanya bagiku,

Kadang napas yang terengah-engah jauh lebih mudah.

Kunjungi RAJAJUDI.info Agent Judi Online Aman Terpercaya

Bonus New Member 30% Bonus Cashback 5%

Bonus 0.25% Commision Grade A Bonus 0.7% Rollingan Casino

Diterjemahkan oleh RAJAJUDI.info Agent Judi Online Aman Terpercaya

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.