Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
INDOXXI Support dengan like & share :)
๏ปฟ1 PERSEMBAHAN NETFLIX
21 JULI 2011
PERTANIAN VALSTUA 145 KM DI TIMUR OSLO
PULAU UTOYA 40 KM DI BARAT OSLO
Senang bertemu kau.
Ayo!
- Hei, Monica! - Vijar?
Terima kasih.
SELAMAT DATANG
Hai.
- Viljar Hanssen? - Alex?
Viljar!
- Hei. - Hei!
- Kami amankan lokasi untukmu. - Sempurna.
- Senang bertemu. - Senang bertemu.
Kru berkumpul.
Sudah lama.
- Hei, apa kabar? - baik.
Kau bawa kantung tidur kali ini?
Ya, orang tuaku yang mengemasi.
Hei, ini menyakitkan untuk dilihat.
KUNJUNGAN PM KE UTOYA
Jadi, Sabtu kau akan pergi ke kemah musim panas AUF di Utoya.
Ini jadwal dan draf pidatomu.
KANTOR PERDANA MENTERI PUSAT PEMERINTAHAN, OSLO
Aku mulai dengan koneksimu ke pulau, bagaimana itu menginspirasimu,
dan kau semacam mendorong isu itu.
Kupikir harus agak personal,
lebih tentang kenanganku di pulau itu.
Lalu aku ingin mengatasi pengangguran pemuda.
- Kurasa itu sangat penting. - Ya, itu bagus.
Pastikan kau meluangkan waktu untuk bertemu anak-anak.
Baik.
Dua jam, mungkin?
Dan dokumen komite di koper.
Harus kau baca sebelum Senin.
Baik. Kupikir kita siap. Terima kasih.
- Istirahatlah. - Kau juga.
Kau juga, Pak.
- Terima kasih. - Malam.
Dan besok pagi kau ada pengarahan keamanan nasional
jam sepuluh, satu jam.
- Kulakukan di rumah. - Oke.
Dan bawa Kementrian Hukum lebih awal.
- Ya, tentu saja. - Selamat malam.
- Semoga berhasil. - Terima kasih.
Selamat malam, Pak.
Sampai jumpa setelah makan siang.
PUSAT KOTA OSLO
Anders?
Selamat pagi. Selamat datang.
- Senang bertemu! Hai! - Hei, kau.
Masuk saja.
Ada kursi untuk semua.
- Ini oke? - Ya, tak apa.
Oke. Selamat datang, semua.
Jadi, selamat datang ke seminar pertama hari ini.
Kita akan latihan,
yang kusebut "Jika Aku Perdana Menteri."
Satu hal yang baik dari Utoya adalah kau bisa bertemu teman
dan bermain musik, dan mungkin begadang.
Ya?
Tapi ini juga peluang untuk memikirkan masa depan kalian.
Kalian tumbuh begitu cepat hingga suatu hari kalian
yang akan jadi pemimpin di komunitas kalian.
Vijar, bisa memulai?
Ya, tentu.
Hai.
Apa kabar?
Jadi, mari kita lihat.
Oke.
Jadi, di Svalbard, tempatku berasal...
BAGI BANYAK ORANG, BUKAN BEBERAPA
...setiap orang disambut, apa pun kebangsaannya.
Ada Norwegia,
Rusia,
Tionghoa, Kroasia,
semuanya hidup dan bekerja bersama.
Dan kita bekerja keras untuk mengintegrasikan semuanya.
Tapi di Svalbard, seperti, 2.000 orang.
Bagaimana menerjemahkan itu ke seluruh Eropa?
Itu prinsipnya, dan itu yang penting.
Dan jika aku Perdana Menteri, aku akan memilih itu.
KEPADA: SEMUA KONTAK HAL: ANGGAP INI HADIAHKU...
UNTUK SEMUA ORANG EROPA
DEKLARASI KEMERDEKAAN EROPA
POLISI
...cadangan air tanah mengering. Kekeringan menjadi norma.
Ada van putih diparkir di belakang. Salah satu mobil kita?
Oke. Aku akan cek pelatnya dan cari pengemudinya.
Sentral, tolong cek nomor seri untukku, ya?
Keluarkan dia dari sini! Ayo! Bergerak!
Perdana Menteri aman.
Kami butuh bantuan.
Berita terkini datang dari Oslo sekarang.
Ledakan hebat terjadi di pusat kota,
Kupikir, distrik pemerintahan, dekat kantor Perdana Menteri.
Kami tak punya...
Tidak aman. Semuaya keluar!
LEDAKAN POLISI TAK TAHU PENYEBAB
Panggil kabinet.
Bawa direktur polisi, kepala pertahanan, dan PST
Beri tahu Raja.
Perdana Menteri aman. Pemerintahan berfungsi.
Ada banyak puing dan asap, tapi...
Aku bisa lihat jelas mobil terbalik,
dan aku berasumsi itu akibat ledakan.
Seperti yang kau dengar,
ada ledakan di distrik pemerintahan di Oslo.
Ya.
Ya. Kami belum dapat banyak informasi.
Banyak orang tua kalian yang bekerja di sana, ya?
Jadi kau mungkin harus menelepon mereka, jika belum.
Sementara, kita akan tangguhkan aktivitas sampai dapat info lebih lanjut.
Tapi untuk sekarang, hubungi orang tua kalian, oke?
Ada pertanyaan?
Perdana Menteri? Kau tahu dia tak apa?
- Hei, Bu. - Hai, Viljar.
Ibu tak apa?
Ya, Ibu tak apa. Ayahmu bersama Ibu.
Kata mereka itu ledakan.
Kata Ayah ada semacam ledakan.
- Apa itu bom? - Ya, kami tak tahu.
Kalian berdua tak apa?
Ya, kami tak apa. Torje agak takut, tapi...
Aku akan menjaganya. Ya, aku janji.
Kami akan hubungi saat tahu apa yang terjadi, ya?
Dah.
Ibu tak apa. Katanya mereka jauh.
Ayo. Kita pergi. Aku mau ganti.
Velna, kau tak apa? Apa yang terjadi?
Sudah bicara ke Eric dan lainnya?
Oke, batalkan semua pertemuan kampanye.
Hubungi aku saat kau... saat kau dengar apa saja, oke?
Jadi, ini yang kita ketahui sejauh ini.
Sekitar pukul 15.30,
ledakan masif dilaporkan terjadi di pusat Distrik Pemerintahan.
Para saksi mendeskripsikan kerusakan ekstensif
mengenai sejumlah gedung.
Terdapat banyak cedera dan sayangnya juga...
Kau bisa lihat jendela pecah
hingga 300 yard di masing-masing...
Seperti negara di Eropa,
Layanan Keamanan telah beroperasi dengan siaga penuh.
Polisi kontraterorisme di Oslo lakukan sejumlah penahanan.
- Hai. - Hai.
Aku Martin Niels, Kepolisian Oslo.
- Dengar soal bom di kota? - Ya.
Aku dikirim untuk mengamankan pulau.
- Di mana feri? - Dibatalkan.
- Panggil ke sini. Aku butuh sekarang. - Oke.
- Monica? - Silakan.
Ada polisi di sini yang butuh feri segera.
- Ya, aku akan ke sana. - Terima kasih.
- Akan segera tiba. - Baik.
- Akan tiba segera. - Sedang di jalan.
- Hai. - Hai.
Aku Monica. Penanggung jawab.
Hai. Martin Niels, Kepolisian Oslo.
Senang bertemu.
- Dengar soal ledakan di Oslo? - Ya.
- Itu mengerikan. Buruk? - Ya.
Seluruh kantor Perdana Menteri, semuanya.
- Aku harus ke pulau. - Ya.
Kumpulkan semua orang, aku akan beri arahan soal bom.
- Semuanya? - Ya, semua. Penting.
Apa di dalamnya?
Senjata.
Kau harus tutupi. Akan menakuti anak-anak.
Tentu.
Silakan.
- Ada apa? - Jangan khawatir. Polisi tiba.
Jadi, tak apa.
Simon?
- Ya? - Ada sweaterku?
Ada berita tentang bom?
- Ini dia. - Kena kantor Perdana menteri.
Ya. Dan Departemen Kehakiman.
Apa Al-Qaeda?
Tidak dikatakan.
Hei.
Hai.
Ini Trond Berntsen, kepala keamanan kita.
- Hai. - Martin Niels, Polisi.
Hanya kirim satu polisi? Kenapa tak ada yang telepon?
Semua diperlukan di Oslo, kacau.
Jadi, mereka kirim aku untuk amankan pulau.
- Kau dari divisi mana? - PST.
Jadi kau pasti kenal Jorun. Dia kerja di PST, kan?
Jorun? Ya, tentu. Dia salah satu atasanku.
- Semua berkumpul untuk pengarahan? - Ya. Kami memanggil mereka.
Kita harus teruskan ini.
Sebenarnya, bisa lihat tanda pengenalmu?
Ya, tentu.
Kami siap berkumpul di kabin.
Apa itu?
SELAMAT DATANG
Mungkin kau harus mengeceknya.
- Gunakan radio. - Ya.
Mungkin bukan apa-apa.
Lari! Menyingkir!
Lari! Lari!
Ke sini! Ayo!
Lari, lari, Torje! Lari!
Ke sini!
Lari, Torje!
- Torje, bergerak! - Viljar!
Siman! Simon, ayo!
Tak apa. Polisi.
Menjauh dari jendela.
Merunduk ke lantai, dan aku akan masuk. Oke?
Merunduk!
Ke sini!
Kau akan mati hari ini.
Marxis, liberal, anggota elit.
- Bergerak! - Cepat! Ke bawah!
Bawah, sembunyi di sini.
- Merunduk. - Merunduk.
Viljar! Viljar, ayo, ke sini!
- Ke sini. - Tebing!
Tahan. Simon, Simon! Ke sini.
- Ayo, terus! - Lari!
Ayo! Kita bisa.
Ayo. Ke bawah sana.
- Ayo! - Merunduk. Ayo.
Merunduk.
Tolong!
Kami tak tahu. Silakan mundur.
Tolong katakan gedung apa yang kena?
Kami tak tahu. Tolong mundur.
- Ayolah, kami mengamankan area ini. - Apa mereka dievakuasi?
- Bu. - Viljar?
- Mereka menembaki kami. - Viljar?
Terus bergerak.
Apa...
Putus. Dia bilang ada yang menembaki mereka.
- Tembaki mereka? Di mana? - Terputus.
Tapi dia bilang... Apa tepatnya yang dia bilang?
Dia bilang, "Bu, mereka menembaki kami."
Sangat cepat. Hanya begitu saja.
- "Tembaki kami"? - Ya.
Masuk ke pesan suara.
Banyak laporan penambakan di Pulau Utoya.
Mengerti. Ini O-5. Kami merespons. Apa RV-nya?
- Ulangi. - Apa RV-nya?
RV untuk Pulau Utoya.
Siaga.
Ayo, ayo!
Pak, ada serangan lagi.
Laporan penembakan di Utoya.
- Apa? - Tidak, belum
- Kemah musim panas? - Baru minta detailnya.
- Apa lagi yang kita tahu? - Ada ratusan anak di sana.
Detail apa pun.
Di mana kau?
Keluarlah, Marxis.
Dia mencari kita. Dia datang.
Torje, lihat aku. Ini akan baik-baik saja.
Aku janji.
Semua akan baik.
- Nyalakan sekarang! - Nyalakan mesinnya!
Tarik mesinnya!
Ayo! Ayo!
Jet Dua, kalian ke sisi utara. Kami ke barat.
- Mengerti? Bergerak! - Mengerti.
Ayo, ayo.
- Aku butuh info tentang pusat kota. - Tidak.
Masukkan mereka ke sana. Maksudku...
Ini terlalu lama, ya?
Karena tak ada helikopter.
Tak ada helikopter sama sekali.
Mereka hanya perlu siaga.
Apa mereka sudah di pulau? Di mana mereka?
- Dari kemah musim panas di pulau... - Viljar, saat dengar ini, telepon kami.
...datang laporan ada serangan lain...
- Tidak ada? - ...berlangsung.
Ini seperti serangan penembakan dan bom yang diatur
- di Pusat Kota Oslo dan Pulau Utoya. - Tidak.
Aku khawatir kami belum punya detailnya,
tapi tampaknya ini...
Hei!
Tak apa.
Dia datang. Merunduk.
Tolong aku!
Tolong! Seseorang, tolong!
Pura-pura mati.
Aku dengar dia.
Di mana dia?
Kita harus lompat! Lompat!
Viljar! Viljar!
Viljar!
Viljar!
- Pergi. - Tidak!
- Viljar. - Pergi.
Pergi!
Kau harus ikut aku!
Viljar!
- Pergi! - Tidak!
Pergi!
Pergi!
Simon!
Anders!
Bergerak!
Tameng!
Bergerak.
- Ayo. - Merunduk.
Merunduk!
Merunduk. Tetap tersembunyi!
Itu barikade.
- Kau tak bisa ke sana. - Tidak! Kau tak mengerti.
- Kami bisa dengar tembakan... - Polisi...
Aku harus ke sana. Anak-anak kami di pulau itu!
Aku mengerti tapi itu terlalu berbahaya.
Pindah ke belakang.
Rentangkan tangan ke samping! Maju!
Maju! Stop!
Berlutut!
Tengkurap! Ayo!
Tangan ke atas! Borgol dia!
Berpaling. Berpaling dariku.
Di sana!
Hitungan tiga. Satu, dua, tiga.
Ada pemuda dengan luka beberapa tembak
Riwayat tidak diketahui. Tak sadar saat tiba.
Tekanan darah turun, 60/30.
Dan kita harus tranfusi juga.
O-minus. Enam unit.
Ada luka di bahu kiri. Luka tembus.
Serangan jantung. Dia bisa tewas.
Memulai kompresi dada.
- Dia tak bertahan. - Tempelkan plester.
- Tertempel. - Satu- lima puluh.
- Cas, satu-lima puluh. - Satu-lima puluh, ulangi. Mengecas.
Oke, aman!
- Masih Vfib. - Ayo!
- Toraks stabil. - Ada detak.
- Ada detak. - Oke, bagus.
Ada detak di radio. Lanjutkan.
Ada luka tembak di sini untuk ekstremitas rendah di kanan.
Ada perdarahan arteri.
Dan ada lagi di lengan kanan.
- Hilang lagi. - Vfib! Mulai kompresi lagi.
- Coba 200. - Dua ratus.
- Mengecas. - Oke, aman.
Ada pernapasan sinus dan detak.
Ada detak di radio.
Ada luka masuk di sini dekat orbital kanan.
Ada luka keluar di bokong.
Tekanan darah stabil.
Delapan puluh empat puluh.
- Apa lukanya terkendali? - Ya.
- Hidrolin masuk. - Oke, kita harus operasi.
Baik, kau bisa berdiri.
Buka mulutmu.
Aku detektif GTE, memberitahukan Distrik Kepolisian Pertama.
- Siapa kau? - Namaku Behring Breivik.
Ini operasi militer, kudeta.
Bom itu telah menghapus pemerintahan.
Dan aku telah melikuidasi kemah politis.
Ada yang membantumu?
Aku terpilih untuk misi ini.
Kini saudaraku menunggu sinyalku untuk memulai serangan ketiga.
Jadi, kau bilang ada rencana serangan lagi.
- Ya. - Di mana?
Aku tak bisa cerita detail, tapi aku berwenang untuk negosiasi.
- Kau mau apa? - Larangan penuh imigrasi.
Akhir dari pemaksaan multikulturalisme.
Dan jika Perdana Menteri masih hidup, katakan jika dia tak setuju,
serangan akan berlanjut.
Pak, Polisi Tiga dan Empat ingin tahu harus lakukan apa.
- Buat dia bicara terus dan bawa ke Oslo. - Baik.
KANTOR POLISI OSLO PUSAT
- Nama? - Anders Behring Breivik.
- Ditangkap? - Utoya.
Pengacara?
Ya, ada pengacara tertentu yang aku ingin mewakiliku.
Namanya Geir Lippestad.
- Terima kasih, Anna, sudah menginap. - Tentu.
Butuh sesuatu?
Tidak. Jauhkan saja anak-anak dari televisi.
- Jangan khawatir soal itu, ya? - Terima kasih banyak.
Hai, Ini Lippestad.
Untukku?
Breivik?
Aku tak pernah dengar.
Aku mengerti.
Ada apa?
Orang yang mereka tangkap.
Memintaku.
Kenapa?
PUSAT PENERIMAAN KORBAN 6 KM DI UTARA UTOYA
Dia di belakang kami.
-Torje? -Torje!
Tak apa.
Tak apa, Torje.
Tak apa.
Kau aman sekarang.
Di mana Viljar?
- Kau tahu di mana dia? - Kami di tebing, tapi...
tapi dia menembak. Kami lompat.
Viljar melompat?
Apa dia tertembak?
Aku akan mengecek.
Astaga.
Bisa cek Viljar Hanssen?
Viljar Hanssen.
Bisa tolong cek?
Viljar Hanssen.
Dia tak di sini.
Dia tak di sini.
- Apa maksudmu tak di sini? - Dia tak ada dalam daftar.
Aku telepon rumah sakit sekarang.
Ya. Halo, aku...
Aku mencari putraku, Viljar Hanssen. Dia di Utoya.
Ada pasien dengan nama itu?
Oke. Terima kasih.
Tidak.
Dia di Utoya.
Ya, ada pasien dengan nama itu?
Oke. Terima kasih.
Ya, halo. Aku mencari Viljar Han...
Potongan tulang.
- Hai. - Pak.
Tolong buka borgolnya.
Ya. Beri kami ruang.
Anders Behring Breivik. Senang berteu.
-Geir Lippestad. - Terima kasih sudah datang.
Jadi, bagaimana kau tahu... siapa aku?
Aku melihat kerjamu sebelumnya.
Sembilan tahun lalu.
Kasus Neo Nazi Benjamin Hermansen.
Kita bertemu di persidangan.
- Benarkah? - Ya.
Aku tahu aku akan butuh pengacara.
Katakan, Tn. Breivik,
apa yang kaulakukan.
Aku memulai perang
untuk rebut kendali Norwegia, dari Barat.
Dan membelaku
akan jadi hal terhebat yang kaulakukan.
Meski tugasku untuk ambil kasus ini,
aku tak setuju dengan kelakuanmu hari ini, Tn. Breivik.
Mereka anak-anak...
tak bersalah.
Mereka anak-anak...
kaum elite pengkhianat.
Para pemimpin masa depan.
Anakku ke Utoya.
Aku anggota aktif Partai Buruh.
Apa aku jadi pengkhianat juga?
Kau pengacaraku. Kau pengecualian.
Maafkan aku.
Anders dan Simon tewas.
Halo?
Ya?
Dia punya bekas luka di leher. Luka bakar.
Oke. Terima kasih.
Dia di rumah sakit.
Ayo pergi.
Jangan takut. Aku tidak beroperasi.
- Halo? - Polisi. Buka pintunya.
Polisi?
Aku Ina Anchen. Detektif Unit Pembunuhan dan Kejahatan Serius.
Apa kau paham kau ditangkap dalam hubungan
dengan ledakan di Oslo dan penembakan di Pulau Utoya?
Ya, tentu saja.
Ada yang membantumu?
Aku hanya satu satu sekrup dalam jaringan, Kesatria Templar,
dinamai dari para Kesatria Perang Salib.
Kami ingin Islam keluar dari Eropa.
Bisa sebutkan nama?
Tidak.
Tentu tidak.
- Aman. - Pergi! Keluarkan ini!
Kami temukan komputermu di apartemen ibumu.
- Bisa katakan ada apa di sana? - Manifesto.
Aku mengirimnya agar orang akan mengerti yang kulakukan.
Semua di sana, 1.500 halaman.
MINTA URAIKAN SERANGAN LANJUTAN
Kami harus tahu jika ada rencana serangan lagi.
Ya, ini perang. Serangan bisa datang kapan saja.
- Tapi kau harus setujui permintaanku. - Ini bukan negosiasi.
Aku tak yakin kau dalam posisi untuk mendikte syarat.
Apa akan ada serangan lain?
Bisa istirahat?
Aku berusaha dapat perhatian medis sejak ditangkap. Aku...
luka kena tengkorak seseorang saat pecah,
dan ini bisa infeksi jika tidak dirawat.
Ya.
Bisa hentikan wawancara ini sementara klienku
diperiksa dokter?
Dia mungkin menggertak, Pak. Kita tak tahu.
Bilang padanya aku mendengarnya.
Katakan secara pribadi.
Aku mendengarnya.
Terima kasih.
Aku akan katakan.
Perdana Menteri telah melihat tuntutanmu.
Dia tak bisa menerimanya.
Tapi dia ingin aku menyampaikan pesan.
Sungguh?
Dia bilang begitu?
Itu pesan pribadi dari Perdana Menteri.
Dia bilang ingin kau tahu dia mendengarmu.
Apa dia di sana...
menonton kita?
Kami perlu tahu apa ada rencana serangan lagi.
Katakan aku siap hentikan serangan,
untuk saat ini.
Bagaimana kami tahu kau bisa dipercaya?
Karena kalian mendengarkan aku.
RUMAH SAKIT ULLEVAL OSLO PUSAT
Oke. Lebih banyak, ya.
Silakan duduk di sini. Dokter akan bersamamu segera.
- Oke. - Oke.
- Kami duduk dan menunggu di sini? - Ya.
- Hai. - Hai.
Aku dr. Thomas. Aku ahli bedah syaraf trauma.
Hai, Christin.
Aku tak tahu berapa banyak kau tahu, tapi...
- Sangat sedikit. - Ya.
Viljar alami cedera parah.
Luka tembak di kedua lengannya
dan bokong kanan.
Tapi yang paling kami cemaskan adalah
salah satu peluru meledak di kepalanya.
Oke.
Jadi, aku harus lakukan bedah darurat padanya.
Dan ini agak kompleks.
Ada beberapa fragmen peluru dekat batang otaknya.
Apa artinya?
Artinya jika dia selamat,
kita harus lakukan operasi lagi, tapi..
tapi kondisinya kritis.
- Boleh melihatnya? - Ya. Silakan.
- Kau mau masuk? - Ya.
Jadi, silakan.
Pak? Pers menunggu di luar.
Sebentar.
Kita dapat angka final.
Delapan tewas di Oslo.
Enam puluh sembilan di Utoya.
Terluka?
Setidaknya 200.
Terima kasih.
Kami semua terkejut.
Ini serangan ke pemerintahan
dan anak-anak kita.
Kami belum memahami sebabnya.
Tapi yang jelas
negara kita diserang oleh orang yang mau melihatnya berubah.
Dia ingin melihat demokrasi kita jadi tirani.
Melihat kemanusiaan kita gagal.
Kita tak boleh menyerah pada teror.
Kita harus melawan.
Tapi kita tak boleh berubah.
Sebaliknya, kita harus perkuat nilai kita
dan melawan teror ini dengan aturan hukum.
Bukan senjata.
Terima kasih.
- Selamat datang. - Terima kasih.
PENJARA ILA 12 KM DI BARAT OSLO
Aku dibesarkan dengan bahagia. Aku tumbuh di Oslo Barat.
Orang tuaku bercerai saat aku masih kecil.
Duduk.
Aku memelihara hubungan baik dengan ibuku.
Aku dan adik tiriku tidak begitu dekat, tapi kami kadang bicara.
- Bagaimana dengan ayahmu? - Aku tak bertemu dengannya sejak usia 16.
Kami bicara beberapa tahun lalu, tapi tak ada waktu untuk bertemu.
Aku terlalu fokus pada karierku,
bisnis Internetku, dan dia tinggal di Prancis.
Bagaimana kau akan deskripsikan hubunganmu dengan ibumu?
Ibuku tak ada hubungan dengan ini. Tak relevan.
Ini tentang memahami apa yang
membuatmu lakukan ini.
Berapa anakmu, Tn. Lippestad?
Lima.
Kau cinta mereka?
Ya, tentu.
Aku ingin memukul mereka di bagian paling sakit.
Jadi, dia beli 900 kilo pupuk dan aluminium nitrat,
dan tak ada bendera merah?
Fokus kami pada teror Islam.
- Kita tahu kanan jauh tumbuh pesat. - Tapi...
Tak bisa hentikan setiap ancaman.
Kami lakukan yang terbaik, Pak.
Kita tahu ini tak cukup baik.
Aku ingin tingkatkan Keamanan Nasional.
Intelijen, pertahanan, kepolisian.
Kuperintahkan penyelidikan publik.
Penyelidikan tentang apa yang terjadi dan cara kita menanggapi.
Ada yang salah, dan kita harus cari tahu.
Itu satu-satunya cara kita bisa melalui ini.
Christin memintaku menelepon. Dia menangguhkan kampanye.
Kita akan tinggal di Oslo dengan Viljar.
Dan Torje di sini bersama kami, jadi dia...
Aku sudah menelepon sekolah.
Ya. Dia sedang dioperasi lagi.
Hai.
Senang bertemu. Aku baru datanag dari kamar operasi.
Dan aku... Aku menyesal...
aku tidak membawa kabar yang lebih baik,
tapi aku berusaha mengeluarkan fragmen peluru
dan berhasil mengeluarkan sebagian.
Tapi tidak semua.
Aku harus tinggalkan
sebagian yang amat dekat dengan batang otaknya.
Itu terlalu berbahaya, sayangnya.
Jadi, jika dia sadar sekarang...
dan dia tak sama seperti sebelumnya...
Untuk mengevaluasi cedera otaknya, kita harus menunggu saat dia sadar.
Kini terserah padanya, kami berusaha lakukan semua untuk selamatkan nyawanya.
Terima kasih.
Ini salah.
Ini... ini salah.
PUSAT PSIKIS ANAK & DEWASA
Keluarganya sangat disfungsi.
Orang tua Breivik berpisah sengit saat dia kecil.
Ibunya menulis ke Layanan Sosial dan minta bantuan.
Mereka meragukan kapasitas ibunya sebagai orang tua.
Dan ayahnya?
Setelah pernikahan gagal, ayahnya memutuskan hubungan.
- Bagaimana dengan adik tirinya? - Dia emigrasi ke California.
- Dia sekitar 16, kukira. - Enam belas, tujuh belas?
- Ya, semacam itu. - Oke.
Jadi, hanya dia dan ibunya setelah itu.
Dia jelas sangat terisolasi,hingga dewasa.
Bukan gambar yang dia lukis.
Bukan.
Jadi...
apa yang kita bicarakan?
Mengembangkan penyakit jiwa...
sebagai pembelaan?
Kurasa begitu.
Bagaimana lagi kita jelaskan?
Ya.
Jadi, aku ditunjuk oleh putramu untuk membelanya.
Kini, aku tahu dia tak punya hubungan
dengan ayahnya. Jadi aku ingin bertanya.
Seperti apa Anders saat kecil?
Dia... anak yang normal.
Ramah.
Pintar.
Dia suka kasih sayang.
Sejak ayahnya pergi, aku jadi orang tua tunggal.
Ada masalah kejiwaan?
Tidak.
Apa dia pernah kasar?
Tidak pernah.
Apa dia pernah berurusan dengan layanan sosial?
Setelah ayahnya pergi, kupikir aku butuh bantuan mereka, tapi tidak. Dia baik.
Apa kau merasa baru-baru ini Anders
punya masalah?
Tidak.
Aku...
bilang ke polisi bahwa aku lihat dia punya senjata di kamarnya.
Tapi dia bilang dia perlu itu untuk berburu, dan...
Aku percaya.
Apa kau mau bersaksi untuk membela Anders?
Aku harus bilang apa?
Bahwa ada
masalah di masa kecilnya. Itu akan membantunya.
Tapi lalu...
semua orang akan tahu siapa aku.
Anders berhak dapat pembelaan.
Seperti semua orang.
Aku tak bisa.
Terima kasih atas waktumu.
Dia...
Tapi, dia agak benar, bukan?
Mengingat bagaimana negara ini.
Tidak seperti dulu.
Ini masa sulit.
Situasinya masih cukup kritis.
Dia masih tidur, tapi kita melawan infeksi.
- Aku di sini. - Ya, terima kasih.
Tapi mereka tak melalui ini sendiri.
Ketika dia menyerang, dia meneyrang kita semua.
Di sini, kita akan dengar tentang Perdana Menteri...
Halo.
Pecinta Nazi sial. Aku tahu tempat tinggalmu.
Aku akan memastikan kau dan keluargamu membusuk di neraka.
Perdana Menteri mengumumkan penyelidikan resi serangan 22 Juli.
Ini akan dipimpin salah satu pengacara terkemuka Oslo, Ny. Alexandra Gerig.
Signe?
Biar kubantu.
- Kau tak apa? - Ya.
Pekerjaan kami akan dimulai segera. Terima kasih.
Penyelidikan ini sangat penting.
Apa pun yang salah, kita harus hadapi.
Jika kita gagal, teroris akan menang.
Siapa yang menelepon?
Dari kantor.
Yang ketiga malam ini.
Ya?
Aku Lara
- Hai, Lara. - Hai.
Aku juga di pulau itu. Jadi, aku ke sini kunjungi penyintas.
Bagaimana Viljar?
Dia harus sadar.
Ya.
Kau tak apa?
Adikku tewas, jadi...
Aku turut berduka.
Siapa namanya?
Bano.
Dia akan senang kau selamat.
Ini Lara. Dia di pulau itu.
Dia ingin tahu kabar Viljar.
- Hai. - Hai.
- Hai, kau tak apa? - Hai.
- Ya, aku tak apa. - Kau kenal baik Viljar?
Kurasa semua menyukai Viljar.
Aku main melawannya di turnamen sepakbola, jadi...
- Ya? - Ya.
Ya, dia melanggar.
Ya.
Aku akan meninggalkanmu, jadi...
- Aku bisa datang lagi saat dia sadar? - Ya, silakan. Kau baik.
Oke.
Hati-hati.
Rekomendasiku
kau mengaku sakit jiwa.
Pengadilan akan memintamu diperiksa oleh psikiater forensik.
Mereka akan beri diagnosis, dan Pengadilan akan memutuskan
apa akan menerimanya. Jika ya,
kau akan ke rumah sakit, dirawat.
- Bukan penjara? - Bukan penjara.
Orang-orang akan marah.
- Itu hukumnya. - Apa aku bisa mengatasi Pengadilan?
Aku akan buat petisi, dan kau punya hak yang sama dengan terdakwa lain.
Oke.
Dengar.
Apa dia tersedak?
Dia tersedak.
- Bisa membantunya? - Dia muntah.
Bisa telepon seseorang?
Bisa datang ke kamar lima? Cepat.
Hai.
Hai. Ada apa?
- Dia muntah. - Dia bereaksi pada selang.
Oke, itu berita bagus.
Kurasa kita harus ekstubasi.
Saturasi bagus.
Viljar, aku akan keluarkan selang dari tenggorokan.
Akan sedikit tak nyaman.
- Kau siap? - Kami di sini, Viljar.
- Kami bersamamu. - Oke, dalam tiga.
Satu, dua, tiga.
Oke, selang keluar.
Viljar, kau dengar aku?
Bagus sekali, Viljar.
Bisa angkat tangan kirimu?
Ya.
Bagus sekali, Viljar.
Bisa gerakkan jari tangan kanan?
Luar biasa.
Kau dari mana?
S... Sval... Svalbard.
Apa yang terjadi?
Itu serangan teroris.
Kau tertembak.
Tapi sudah berakhir. Kau aman.
Torje selamat?
- Aku di sini. - Torje tak apa.
Dia baik-baik saja, Viljar.
Ada banyak tembakan.
Ya.
Ya.
Oleh satu pria saja.
Semacam ekstremis sayap kanan.
Berapa yang dia bunuh?
Tujuh puluh tujuh.
Simon dan Anders tewas, Viljar. Aku turut berduka.
Simon! Simon!
Viljar!
- Kau tak apa? - Ya.
Oke.
Jelas bahwa pemulihan butuh waktu lama.
Dua atau tiga tahun.
Tentu ada kerusakan otak
dan fragmen peluru ini
dekat dengan batang otakmu.
Fragmen ini bisa berpindah.
Dan...
itu bisa fatal.
Jadi...
kita akan mengambilnya satu per satu.
Kau punya pertanyaan untukku, Viljar?
Apa ada yang kau ingin tahu? Rehabilitasi atau...
- Tidak. - Kau yakin tak mau bertanya?
Ya. Aku tak apa.
Kau tak apa, Viljar?
Bisa beri aku waktu sebentar?
Ya.
Tentu.
Apa penting memborgol klienku?
Untuk saat ini, ya.
Jadi aku bayangkan setiap psikiater di dunia iri padamu.
Kenapa begitu?
Karena aku monster, dan kau bisa lihat isi kepalaku.
Kau pikir kau monster?
Tidak.
Tapi kurasa ya.
Kau bisa baca pikiran kami?
Dalam akurasi 70%.
Kau tahu atau kaupikir kau tahu?
Aku tahu.
Dan ada perbedaan.
- Kau pikir orang bisa baca pikiranmu? - Kadang.
Kurasa mereka berusaha.
Apa kau merasa seperti itu sebelum serangan atau...
itu perasaan baru?
Tidak baru, tapi jadi lebih buruk saat aku merencanakan serangan.
Lebih buruk?
Ya, jauh lebih buruk.
Tak apa.
Tarik napas.
- Maafkan aku. - Bisa berikan obat nyeri?
Tidak!
Jangan morfin lagi.
Kita selesai. Oke?
Hai.
Hai.
Apa yang kau lakukan di sini?
Aku tinggal sekitar sini.
Ya, kami mengecek penyintas.
- Boleh masuk? - Ya, tentu.
Bagaimana perasaanmu?
Aku tak apa.
Dan kau?
Ya, aku tak apa.
Aku di blok mandi saat itu dimulai, jadi bisa lari dan sembunyi.
Tapi aku terpisah dari adikku Bano.
Turut berduka soal Simon dan Anders.
Ini menyebalkan.
Bagaimana makanan di sini? Enak?
Buruk.
Sebenarnya, sangat buruk.
Jika kau mau, aku bisa bawakan sesuatu.
- Makanan atau apa saja. - Tidak, aku tak apa.
Aku tak berselera.
Ada lagi yang kau mau? Rokok atau...
Aku tak tahu.
- Itu akan menyenangkan. - Oke.
Tapi aku tidak merokok.
Apa itu sakit?
Tidak, hanya...
Aku harus hati-hati.
Ya.
Ya, ini butuh waktu.
Itu yang dikatakan orang-orang.
Ya.
Itu yang mereka bilang padaku juga.
Aku akan...
tinggalkan kau, tapi
jika kau mau, aku bisa datang lagi.
Ya.
Itu menyenangkan.
Oke.
- Hati-hati. - Kau juga.
- Dah. - Dah.
LAPORAN PENILAIAN PSIKIS
Jadi, ini hanya diagnosa.
Terserah Pengadilan apa mau menerimanya.
Dan apa keputusan mereka?
Paranoid schizophrenia.
PENILAIAN LANJUTAN
Sementara, hakim memodifikasi jangka waktu penahananmu.
Kau dibolehkan membaca koran.
Dan ini, kau dapat surat.
MARAH ATAS DIAGNOSA TAK WARAS BREIVIK
GILA ATAU KEJAM? BIADAB!
Geir, kubilang mereka akan marah.
Halo Anders: Kau bunuh adikku.
...kuharap kau alami itu 1.000.000 x
sepanjang hidupmu.
Surat penggemar.
Aku diizinkan bicara di persidangan.
Ini belum diputuskan.
Itu sangat penting. Ada saksi yang perlu kuperiksa.
DAFTAR SAKSI PERDANA MENTERI NORWEGIA JENS STOLTENB
Anders, kau tak bisa memanggil Perdana Menteri.
Norwegia tidak disidang.
Kau yang sidang.
Kau yakin soal itu?
Berdiri. Ayo, ayo.
Bagus sekali, ayo.
Ayo. Ya.
Ya, bagus sekali.
Ayo. Dan kaki kanan.
Bagus.
Sangat bagus. Ayo, ayo.
Ayo.
Ya, sangat bagus.
Sekali lagi. Ayo, ayo.
Ayo. Ya.
Dan bernapas.
- Aku tak bisa. - Sangat bagus, Viljar, ayo.
Tidak. Tidak.
Aku tidak menikmati kampanye ini.
Orang-orang marah.
Bukankah kau harus di sana?
Aku tak meninggalkanmu.
Bagaimana itu bekerja pada malam pemilihan?
Ibu akan Skype.
Skype?
Sungguh? Wali kota apa yang lakukan itu?
Wali kota ibu.
Mungkin kau bisa Skype dengan Ibu, jika kau mau.
Hanya jika Ibu menang.
Ibu akan coba.
Angkat saja.
- Ibu telepon lagi nanti. Tak apa. - Sungguh, angkat saja.
Ini penting.
Ini pemilihan.
Oke.
Hai, apa kabar?
Ya?
Itu bagus.
...tujuh puluh tujuh orang, pada 22 Juli, benar-benar biadab.
Mereka percaya Breivik...
...menderita schizophrenia paranoid,
dan telah berlangsung beberapa tahun.
Jika Pengadilan menyetujui ini di persidangan,
Breivik akan dikirim ke rumah sakit jiwa untuk perawatan,
menghindari waktu penahanan.
Terdakwa dideskripsikan oleh...
SERANGAN-BREIVIK NYATAKAN GILA HINDARI PENJARA
Viljar?
Jangan terpengaruh dia.
Jangan pernah.
Meski Partai Buruh diharapkan dapat suara kecil di seluruh negeri,
poling menyarankan akhirnya kekuatan akan beralih ke koalisi partai.
Erna Solberg dituduh menyia-nyiakan apa yang disebut
anugerah sekal iseumur hidup dalam ekonomi nasional.
Di seluruh Eropa...
...grup seperti Partai Kemajuan masuki pemerintahan untuk pertama kali.
gerakan anti-imigrasi yang digunakan yang digunakan Anders Breivik
di antara anggotanya.
Hai.
Ya, semuanya di sana. Bagus.
- Ya, bisa lihat aku? - Ya, aku bisa melihatmu.
Oke.
Aku mau bilang bahwa aku merasa terhormat jadi wali kota Svalbard.
Dan aku ingin berterima kasih pada kalian karena sangat pengertian.
Seperti kalian tahu, ini saat yang sulit bagi kami,
tapi semoga kami bisa segera pulang.
Jadi, ya. Dan Viljar ingin katakan sesuatu.
- Hei, Viljar! - Hai, Semua.
Aku ingin bilang aku sangat bangga pada ibuku.
Dan semoga mereka...
segera memngizinkan aku keluar,
dan kami akan pulang untuk Natal.
- Tetap kuat, teman. - Segera pulang, Viljar!
Oke. Mungkin kita harus ucapkan selamat tinggal.
Sampai jumpa lagi! Selamat tinggal!
Dah.
- Sampai jumpa. - Dah.
- Dah. - Selamat!
Kata mereka dia gila.
SIDANG ANDERS BEHRING BREIVIK
Menurutmu dia gila?
Entahlah.
Mungkin.
Aku melihatnya.
Dia tahu yang dia lakukan. Pasti.
Jadi... apa yang akan kaulakukan saat keluar dari sini?
Aku tak bisa melihat masa depan.
Aku tak bisa melihatnya. Seakan aku...
berada di tanah kosong.
Tahu maksudku?
Ya.
Tapi kita selamat, bukan?
Apa maksudnya itu?
Aku tak tahu.
Bagaimana perasaan keluarga tentang pengakuan gila Breivik?
Aku bisa berkata atas nama klienku
bahwa mereka sangat menentang diagnosa psikis Breivik.
Dan sebagai koordinator pengacara untuk keluarga dan penyintas
serangan 22 Juli,
aku akan ajukan petisi ke Pengadilan hari ini untuk penilaian lanjutan.
Kami menuntut Tn. Breivik hadapi keadilan
dan diminta bertanggung jawab. Terima kasih.
Selamat sore.
Setelah pertimbangan saksama,
Pengadilan memutuskan untuk mengizinkan
penilaian psikis lanjutan Tn. Breivik.
Yang Mulia,
keluarga menyambut keputusan ini dan berterima kasih.
Tentu, kami akan memanggil pakar psikologi kami.
Terima kasih.
Yang Mulia,
Pengadilan telah memeriksa psikis Tn. Breivik.
Mengizinkan penilaian lanjutan belum pernah ada dalam hukum.
- Terima kasih. - Tn. Lippestad...
Pengadilan berusaha lakukan yang terbaik bagi Norwegia.
Tentu ,Yang Mulia. Terima kasih.
Terima kasih semua.
SVALBARD, NORWEGIA 2.000 KM DI UTARA OSLO
Kau mau aku ambil jaketmu?
Biar kuletakkan tas di sini.
Oke. Terima kasih.
Terima kasih sudah datang.
Ini sangat sulit.
Beberapa orang tua tidak senang.
Mereka... Mereka mengeluh,
karena kau membela orang yang berbahaya.
Artinya?
Mereka pikir sekolah mungkin jadi target.
Demi Tuhan.
Aku tahu ini tidak mungkin,
tapi kita harus memikirkan yang terbaik bagi semuanya.
Jadi...
Apa yang kaukatakan?
Kami ingin tahu apa kau...
mungkin harus cari sekolah lain.
Maafkan aku.
Tak apa.
Hei, hei.
- Bagaimana kabarmu? - Hai, apa kabar?
Hai, Anders.
Aku ingin ubah pembelaanku.
- Apa? - Aku tidak gila.
Aku hanya berperan.
- Peran apa? - Aku jadi monster dalam mimpi buruk,
tapi aku bukan monster. Aku prajurit dalam perang, lakukan tugasku.
Pemimpin. Dan pemimpin tidak menyerahkan kekuasaannya.
Aku mengizinkan keluarga ambil kendali.
Tapi ini persidanganku. Aku memutuskan akhirnya.
Aku harus buktikan bahwa serangan ini berarti sesuatu.
Kau akan dipenjara sepanjang sisa usiamu.
Aku harus selesaikan yang kumulai, dan berdiri di pengadilan...
itu serangan ketiga.
Itu intinya.
Itu caraku menang.
Dia ingin ubah pembelaannya.
Dia ingin mengaku bersalah.
Dia beri alasan? Maksudku, kenapa?
Dia ingin tetap dalam kontrol.
Dan dia tahu konsekuensinya.
Dia ingin berdiri
dan bertanggung jawab atas aksinya.
Penilaian psikis jelas.
Penuntutan wajib menaatinya.
Bagaimana kita menghindarinya?
Oke, jadi kita harus mulai lagi.
Mengakui bahwa dia tahu yang dia lakukan langkah demi langkah.
Bahwa hanya orang rasional yang bisa rencanakan dan jalankan
sesuatu serumit ini.
Lalu kita harus melihat ke kanan jauh
dan temukan saksi yang sama keyakinannya,
jadi kita bisa perlihatkan dia tak sendiri.
Dan itu caranya kita bisa lakukan ini.
- Hai. - Hai.
Senang bisa kembali.
Hai.
- Apa kabar? - Selamat datang.
- Terima kasih banyak. - Senang bertemu.
Senang bertemu denganmu.
- Bagaimana Viljar? - Dia baik.
Dan ini...
Santai saja.
Oke. Bagaimana rasanya?
- Aku tak tahu. - Apa sakit?
- Apa itu tampak normal? - Ya.
- Mau lihat? - Ya.
Viljar!
Oke?
Bagaimana menurutmu?
Aku tak tahu.
Viljar, apa kabar?
Kepalaku selalu sakit.
Bahuku...
Aku punya banyak...
nyeri ilusi.
Oke, nyeri ilusi itu normal saat kau menderita cedera otak serius.
Pecahan peluru itu berada jauh di otakmu,
dekat batang otak.
Jika itu bergerak sedikit saja,
- itu... - Aku tahu betapa bahayanya.
Aku paham kau frustasi.
Tapi kau harus hati-hati.
Ibu? Ayah?
Dia di mobil salju!
- Apa? - Viljar! Dia di mobil salju.
Dia di sana.
Apa yang dia lakukan?
Apa yang dia lakukan?
Astaga.
-Viljar! -Viljar.
Viljar.
Pergi!
Aku tak apa.
- Aku tak apa. - Viljar.
Aku tak bisa... hidup seperti ini.
Pura-pura semua akan jadi lebih baik.
Tapi tidak.
Benda itu masih di kepalaku.
Dan aku tak bisa... menghilangkannya.
- Apa yang harus kulakukan? - Ayolah.
Katakan!
Aku tak tahu.
Aku hanya berharap itu aku, bukan kau.
Viljar.
Ayo kita pulang, oke?
Klienku,
Anders Breivik,
menulis tentangmu di manifestonya.
Dia jelas mengagumimu.
Banyak yang mengagumiku.
Itu bukan karena aku.
Itu karena ide-ideku tentang apa yang terjadi di dunia.
Pernah bertemu dia?
Ya.
Tapi aku harus hati-hati dengan siapa aku bekerja.
Dan dia bukan dari sini, kau tahu.
Dia dari Oslo bagianmu.
Tapi, ya, kami punya visi yang sama tentang dunia.
Dia bilang perang akan terjadi.
Kubilang perang sudah dimulai.
Apa kau anggota Kesatria Templar?
Ada banyak organisasi.
Kami sangat kuat di seluruh Skandinavia,
Eropa Utara, Eropa Timur, tentu saja.
Sangat kuat di UK, kelompok baru terbentuk sepanjang waktu.
Kalau Amerika?
Storm front.
Tumbuh pesat.
Sangat cepat. Bergabung dengan Eropa.
Kau tahu, Lippestad,
ada banyak ketakutan dan kemarahan di sana.
Dan itu sebabnya esok akan jadi milik kami.
Apa kau akan bersaksi untuk membela klienku?
Kami dapat surel dari pengacara.
Ada pengarahan di daratan, mereka ingin kita pergi.
Agar kita tahu apa yang diharapkan dari sidang.
Kau harus pergi.
Sveinn.
Kita berdua harus terlibat dalam ini. Penting.
Terlibat nyaris hilangkan nyawa anak kita.
Mereka masih hidup.
Benarkah?
Aku tak peduli soal Anders Breivik dan sidangnya.
Aku ingin kita melanjutkan hidup kita. Itu saja.
Oke.
Hai.
Aku belum dengar darimu.
Aku hanya ingin tahu apa kau baik.
Hubungi aku jika ingin bicara.
Hei.
- Hei. - Kau mau...
menonton film atau apa?
Mungkin nanti. Aku hanya memutar musik.
Torje...
bicara padaku.
Aku tak apa.
Tidak.
Kau bisa bicara denganku.
Kau yang terluka.
Bukan aku.
Kau juga di sana.
Begini...
Maaf Ibu dan Ayah begitu menjagaku.
Aku tahu
ini sulit bagimu.
Tapi kita di rumah.
Ya.
Jadi, Pengadilan memutuskan Breivik bisa bicara sendiri.
Ya.
Aku mengerti.
Kenapa dia boleh bicara sendiri?
Pengadilan harus menjaga haknya. Dan dia memang punya hak.
Dia tak punya hak.
Kau bicara soal pria yang bunuh putraku! Aku akan menggantungnya di pohon!
Tidak!
Dia tak boleh mengubah sidang jadi propaganda.
Aku setuju dan aku akan di sana untuk memastikan itu tak terjadi.
Kita menutup sidang dengan kesaksian korban.
Itu sebabnya penting bagi para penyintas
untuk bicara tentang pengalaman mereka untuk melawan pembelaannya.
Kupikir itu akan jadi pernyataan yang kuat.
Dia bicara. Putriku terlalu takut untuk keluar dari kamarnya.
Bagaimana dengan suara putriku?
Itu akan jadi suara mereka yang tak bisa bicara,
karena mereka di sana.
Dan kita harus dengar kisah mereka.
Mereka kirim surat ke Viljar.
Mereka ingin dia bersaksi di persidangan.
Dia tak harus lakukan itu.
Kau bisa minta dokter melarangnya.
Mungkin dia perlu lakukan.
Apa artinya itu?
Mungkin dia harus menghadapinya.
- Bagaimana kita tahu itu tak buruk? - Kita tak tahu.
Ini berisiko.
Ini pilihannya.
Hai.
Hei.
Aku mencemaskanmu.
Aku tak apa.
Aku baru terima surat.
Mereka ingin aku muncul.
Di persidangan.
Ya. Aku juga.
Menurutmu kau bisa hadapi dia?
Viljar!
Kau masih di sana?
Ya, aku di sini.
Menurutmu kau bisa melakukannya?
Nah...
Aku bahkan tak bisa menyusuri jalan.
Yang Mulia,
Pada tanggal 22 Juli, 2011,
Anders Behring Breivik...
PENGADILAN DISTRIK OSLO PUSAT
...melakukan serangan teror ganda,
mengambil nyawa 77 orang tak bersalah.
Ratusan cedera dan megnalami trauma akibat aksinya ini.
Breivik awalnya ajukan pembelaan masalah kejiwaan.
Kini dia ingin bertanggung jawab atas aksinya,
tetapi hukum Norwegia jelas.
Jika ada keraguan
akan kondisi kejiwaan Breivik pada 22 Juli,
kami, para jaksa,
tak punya pilihan kecuali meminta pengadilan menyatakan
dia bersalah,
tetapi menghukumnya dengan
perawatan psikis wajib
di fasilitas aman.
Kami tidak akan berusaha
membantah kejahatan yang dilakukan pada 22 Juli.
Namun, kami akan mengatakan bahwa Tn. Breivik
tidak gila saat terjadinya serangan ini.
Malah, kami nyatakan dia tahu benar apa yang dia lakukan.
Ini adalah aksi politis.
Tn. Breivik.
Hari ini aku bicara atas nama rakyat Eropa
yang telah dirampas
dari etnis, budaya,
dan hak teritorial mereka.
Jaksa penuntut mengatakan aku gila.
Mereka melakukan ini karena takut.
Karena aku melakukan pembunuhan politis paling canggih,
paling spektakuler di Eropa
sejak Perang Dunia II.
Dan kenapa?
Karena Norwegia,
Eropa...
ini bukan demokrasi sungguhan.
Apakah demokratis bagi suatu bangsa untuk tidak konsultasi
tentang apakah ia jadi multibudaya?
Untuk memaksakan mereka jadi minoritas di kota mereka sendiri?
Banyak yang akan menyadari ini pada dekade mendatang
dan ambil senjata, seperti aku.
Pembela sudah cukup bicara, Yang Mulia.
Kau harus cepat, Tn. Breivik.
Aku diizinkan selesaikan pernyataan.
Ini sangat mengesalkan bagi keluarga.
Yang Mulia, pembela harus diizinkan selesaikan pernyataan. Terima kasih.
Kau boleh lanjutkan, Tn. Breivik.
Ketika revolusi damai tidak mungkin,
maka pilihannya adalah revolusi dengan kekerasan.
Aku menuntut dibebaskan karena aku membela negara.
Aku punya delapan minggu.
Aku ingin jalan tanpa bantuan.
Tanpa tongkat, tanpa gemetar, tanpa terengah-engah.
Kau masih sangat lemah.
Katakan apa yang harus kulakukan.
Terima kasih sudah datang, Perdana Menteri.
Aku ingin mulai eksplorasi sejauh mana pemerintah menyadari
ancaman oleh Anders Behring Breivik
sebelum serangannya pada 22 Juli.
Itu jelas pertanyaan yang menyangkut diriku.
Polisi rahasia bilang tak ada peringatan,
bahwa dia beroperasi diam-diam.
Perdana Menteri, investigasi kami menyarankan hal lain.
Kami menemukan bahwa pembelian zat kimia Tn. Breivik
yang dia gunakan untuk membuat bom
mendapat perhatian dari Bea Cukai
pada Januari 2011.
Tapi ini tidak ditindaklanjuti.
Bukan itu yang dikatakan padaku, Nyonya Chair.
Bisa kita beralih ke isu keamanan fisik sekitar kantor pemerintahan?
Kau bisa lihat tab tiga.
Tampak dari dokumen
ada proposal yang dibahas di dalam pemerintahan
untuk meningkatkan keamanan fisik sekitar kantor Perdana Menteri.
Apa kau mengetahui diskusi ini?
Kesatria Templar adalah jaringan patriot
yang berpikir seperti aku dan bersedia angkat senjata sepertiku,
untuk membela cara hidup mereka.
Tn. Breivik, kau bilang ke polisi bahwa organisasi ini
dibuat pada 2002.
- Apa benar? - Ya, setelah 11 September.
Apa kau menghadiri pertemuan pertama ini?
Ya.
Apa yang terjadi?
Aku diberi misi.
Misi ini.
Tn. Breivik, polisi telah melacak gerakanmu pada 2002
dan tak menemukan bukti bahwa kau menghadiri pertemuan itu.
Bisa jelaskan ini?
Itu pertemuan rahasia.
Tapi sekarang bukan rahasia lagi, jadi...
bisa buktikan pertemuan ini terjadi?
Tak ada komentar.
Bisa katakan nama-nama mereka yang hadir di pertemuan itu?
Tak ada komentar.
Pria yang bertanggung jawab atas penderitaan Norwegia dan kematian 77 orang
tidak menunjukkan tanda penyesalan saat dibawa ke ruang sidang.
Dia siap...
...di sini, aneh melihat seseorang begitu tenang,
bahkan santai dalam situasi seperti itu.
Dia menakjubkan untuk dilihat dan...
...sangat santai, bahkan senang. Seakan ruang ini panggungnya.
Ini dibuat khusus untuk persidangannya. Jadi kukira, itu agak benar.
Dia tersenyum ke kamera.
Dia dalam kendali di sini sementara semua...
- Tidak! Sekali lagi. - Sekali lagi.
- Sekali lagi. - Lagi.
Lalu aku mulai memasang komponen bom dengan hati-hati.
Aku melakukannya dengan perlahan, agar pihak berwenang tak melihatku.
Beralih ke serangan itu.
Apa kau merasakan empati
kepada korban?
Apa aku harus mempermudah ini bagi kalian?
Aku akan melepas naik banding,
persidangan ulang, aku akan hindari ini semua bagi keluarga,
jika aku dinyatakan waras.
Bagus.
- Kau tak apa? - Ya.
- Kurasa orang tuamu di sini. - Oke.
Sampai jumpa besok.
Sampai jumpa besok.
Aku tidak siap.
Tak apa.
- Kau tak harus lakukan ini. - Tidak.
- Aku harus. - Jangan memaksakan diri.
Ucapkan beberapa kata saja.
- Bilang apa? - Apa yang terjadi.
Yang sebenarnya.
Bahwa aku menangis saat tidur?
Tak bisa bicara dengan orang asing?
Takut mati?
Aku lebih baik tak pergi daripada katakan itu.
Lalu apa yang kau mau?
Aku ingin menghancurkannya
jadi bubur.
Aku ingin hancurkan wajahnya.
Atas perbuatannya pada semua.
Atas perbuatannya pada Simon...
dan Anders.
dan Torje.
Dan kau.
Aku ingin membuatnya...
lihat apa yang dia lakukan.
Aku ingin mengalahkannya.
Mungkin ini kesempatanmu.
Pernah bertemu terdakwa?
- Aku bertemu secara daring. - Daring?
Ya, daring,
di forum oborolan terkait Permainan Militer Mitos,
seperti World of Warcraft, Call of Duty.
Itu tempat berlatih.
- Tempat berbagi ide. - Rekrutmen?
Tentu.
Bagaimana terdakwa menurutmu?
Dia suka memimpin misi.
Secara daring.
Apa dia rasional?
Sangat.
Apa dia pemimpin?
Dia ingin jadi pemimpin.
Apa Tn. Breivik pemimpinmu?
Bukan.
Kau tak akan ikuti Tn. Breivik?
Kupikir orang lain lebih berkualifikasi daripada dia.
Jadi, lebih baik dari Breivik?
Pasti.
Apa mereka dapat melakukan yang dilakukan Anders Behring Breivik?
Kanan Alternatif, Kanan Jauh,
kalian bisa sebut kami apa pun.
Kami sangat serius soal ambil alih kekuasaan,
tentang mengubah masyarakat.
Dan aksi satu orang
tak akan membantu kami mencapai tujuan itu.
Dia pengecut.
Maksudku, mengkhianatiku begitu? Kau tak pernah khianati saudara.
Ada jutaan orang di luar sana yang mendukungku.
Dan hanya ini yang kaulakukan?
Dia satu-satunya.
Aku Komandan di Kesatria Templar Eropa.
Bagaimana ibuku?
Ibu bisa bilang aku normal.
Dia juga tak mau.
Menyedihkan.
Kau tahu tak sekali pun aku bisa andalkan dia?
- Tak sekali pun. - Anders...
tak ada satu orang pun yang setuju membela aksimu.
Aku tak perlu siapa pun.
Kami pengungsi.
Kami lari dari perang.
Butuh waktu lama bagi Norwegia untuk terasa seperti rumah.
Dan sebagian orang curiga pada kami.
Mereka marah bahwa kami di sini.
Adikku Bano,
dia membantuku.
Dia bilang Norwegia...
Norwegia itu hebat.
Itu bisa berarti keamanan
bagi kami.
Dan kebebasan
serta harapan.
Dan itulah yang kurasakan
di perkemahan di Utoya...
malam sebelumnya.
Tapi esok harinya,
saat kami diserang...
dan ketika adikku tewas...
aku kehilangan semua itu.
Aku hanya...
harus hidup di dunia penuh duka
dan rasa takut...
serta amarah.
Dan aku hanya... Maaf.
Aku merasa sangat bersalah.
Aku bertanya-tanya...
bagaimana aku hidup sementara dia tewas?
Dan...
Dan bagaimana aku menghadapi orang tuaku?
Apa yang kukatakan pada kakakku?
Dan aku hanya...
Aku tak bisa memahami kenapa ada orang yang ingin membunuh kami.
Aku tak mengerti apa yang menakutkan tentangku.
Terima kasih.
Terima kasih, Lara.
Kau tak apa?
Ya, aku tak apa.
Lihat.
Maaf aku tersesat...
beberapa bulan terakhir ini. Aku hanya...
Tak apa.
Aku juga.
Sedekat apa dia?
Aku tak bisa lihat dari TV.
Dia sangat dekat.
Kau tak perlu melihatnya, jika tak mau.
Kau tahu akan bilang apa?
Aku berusaha memikirkan hal-hal...
tapi aku bingung.
Aku tak mau lemah.
Itu saja.
Tidak di depannya.
Kau bisa lemah dan tetap kuat.
Kau tahu itu, bukan?
Kau akan hebat.
Terima kasih.
Aku harus kembali.
- Sampai besok? - Sampai besok.
Tunggu. Aku butuh semenit.
Kau tak apa?
Ya, aku tak apa.
Terima kasih.
Silakan duduk, Viljar.
Bisa katakan pada kami apa yang terjadi padamu di Utoya, Viljar?
Ya.
Dia berusaha untuk...
Simon! Simon!
Dia berusaha membunuhku.
Viljar!
Aku ingat...
melihatnya...
dan lari.
Berusaha cari tempat untuk sembunyi...
dan melindungi adikku.
Aku ingat tertembak.
Lima kali.
Saat aku...
terbaring di pantai, aku...
sendirian.
Dalam rasa sakit yang tak terbayangkan.
Tapi kau di sini.
Tapi semuanya berbeda.
Aku harus belajar lagi menggunakan tubuhku.
Belajar berjalan lagi.
Belajar makan sendiri.
Tak bisa gunakan tangan kiri.
Dan aku...
Satu mataku buta.
Tapi itu...
Itu melegakan.
Melagakan. Apa maksudmu?
Melegakan
dengan begitu
setidaknya aku tak harus melihatnya.
Tapi tetu saja, ini tidak sederhana. Aku...
Ada pecahan pelurunya...
bersarang di otakku
yang bisa membunuhku kapan saja.
Dan aku tak tampak seperti diriku dulu. Aku...
Tubuhku...
Rusak.
Dan yang terburuk adalah dia...
dia membunuh...
Anders dan Simon...
sahabatku.
Menghentikan mereka membuat...
prestasi di dunia, dan...
mereka akan jadikan ini lebih baik. Dan aku...
selalu merindukan mereka.
Maaf, aku...
Aku tidak...
Aku tak mau menangis.
Aku sangat tak ingin menangis di depannya. Aku...
Aku ingin tetap kuat.
Karena aku lakukan ini bagi mereka.
Agar mereka tak terlupakan.
Saat kau menembak mereka dan...
meninggalkan aku sendirian di pantai...
Aku tak tahu apa aku
hidup atau mati.
Dan aku tetap begitu sejak itu.
Tapi kini...
aku sadar...
bahwa aku punya pilihan.
Karena aku masih punya keluarga...
dan teman-teman...
serta kenangan.
Mimpi.
Harapan.
Dan cinta.
Dan dia tidak.
Dia...
sendirian.
Dan dia akan membusuk di penjara, sementara aku...
aku bertahan.
Aku memilih untuk hidup.
Aku selesai.
Terima kasih, Viljar.
Mari kita pulang.
LAPORAN DARI KOMISI 22 JULI
Laporan memberikan akun komprehensif
akan peristiwa yang mengarah ke serangan 22 Juli.
Ini menyimpulkan bahwa Breivik sebenarnya bisa dideteksi lebih dini
dan kepolisian Oslo seharusnya menaggapi lebih cepat
serangan di Pulau Utoya.
Penyelidikan juga temukan bahwa kegagalan kepemimpinan dan komunikasi,
kurangnya sumber daya kepolisian, dan akses ke helikopter...
Halo.
Hai.
Senang bertemu kau.
Terima kasih mau menemuiku.
Pertama, aku ingin bilang... Maafkan aku.
Kami seharusnya bsa lebih baik.
Aku seharusnya lebih baik.
Kami berpikir bahwa...
tanggung jawab berada di tangan teroris.
Hanya dia.
Bukan kau.
Dan Norwegia masih memerlukanmu.
Bantu kami melewati ini.
Keputusannya bulat.
Dan kesimpulannya adalah sebagai berikut.
Pengadilan menyatakan Anders Behring Breivik
bersalah atas semua tuduhan.
dan kami memintanya bertanggung jawab atas semua aksinya.
Anders Behring Breivik
karenanya dihukum di ruang isolasi dalam waktu tak terbatas,
selama dia tetap menjadi ancaman bagi masyarakat.
Jadi, kini sidang selesai.
Tanda tangan di sini.
Hanya formalitas.
Terima kasih.
Apa kau akan mengunjungiku?
Kurasa tidak, Anders.
Jadi, kita selesai?
Ya. Tugasku selesai.
Geir?
Aku akan lakukan lagi jika bisa.
Kau tak menang, Anders.
Kau gagal.
Akan ada orang lain yang menyelesaikan apa yang kumulai.
Dan kami akan kalahkan.
Anak-anakku dan anak-anak mereka.
Akan mengalahkanmu.
Kau tak bisa melihat kami.
Selamat tinggal, Anders.
- Terima kasih. Dah. - Dah.
Viljar belajar hukum di universitas di Norwegia.
Dia ingin mengejar karier di politik.
Geir Lippestad terus melanjutkan praktik hukum di Oslo.
Jens Stoltenberg tetap jadi Perdana Menteri Norwegia sampai 2013.
Beliau kini Sekretaris Jenderal NATO.
Anders Behring Breivik menjalani hukuman di ruang isolasi
di Penjara Skien, 150 km di selatan Oslo.
Film ini didedikasikan untuk mengenang mereka yang tewas
dalam serangan teroris 22 Juli 2011,
dan mereka semua masih terpengaruh hari ini.
Terjemahan subtitel oleh Noer
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.